DataBar Chart

Banjir Dominasi 175 Bencana Alam di Indonesia Tahun 2025

Diperbarui

Baru awal tahun, Indonesia sudah dikepung 175 bencana alam

Visualisasi

  • Banjir
  • Cuaca ekstrem
  • Tanah longsor
  • Karhutla
  • Gelombang pasang dan abra
  • Gempa bumi
Klik titik atau batang untuk melihat nilaiBar Chart

Keterangan

Membuka lembaran tahun 2026, Indonesia langsung dihadapkan pada rentetan ujian alam. Data dari geoportal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya ada 175 kejadian bencana alam yang melanda tanah air hanya dalam kurun waktu tiga minggu pertama, tepatnya dari 1 hingga 23 Januari 2026 pukul 20.00 WIB.

Curah hujan dan cuaca buruk menjadi pemicu utama. Banjir menjadi bencana yang paling mendominasi dengan 113 kejadian, disusul oleh amukan cuaca ekstrem sebanyak 37 kejadian. Sebaliknya, ancaman dari dalam bumi terhitung minim dengan hanya mencatat 1 kejadian gempa bumi. Sementara itu, BNPB belum merekam adanya kasus kekeringan, erupsi gunung api, maupun tsunami.

Berikut rincian jenis bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang awal Januari 2026:

  • Banjir: 113 kejadian

  • Cuaca ekstrem: 37 kejadian

  • Tanah longsor: 13 kejadian

  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla): 9 kejadian

  • Gelombang pasang dan abrasi: 2 kejadian

  • Gempa bumi: 1 kejadian

  • Kekeringan, erupsi gunung api, & tsunami: 0 kejadian

Jutaan Jiwa Terdampak dan Ribuan Bangunan Rusak

Di balik deretan angka tersebut, ada duka mendalam dari jutaan warga yang terdampak. Rentetan bencana di pembuka tahun ini telah merenggut 33 korban jiwa, menyebabkan 1.517 orang luka-luka, dan 2 orang dinyatakan hilang. Dampak sosialnya pun sangat masif, di mana 1,05 juta orang terpaksa menderita dan mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Kerugian material juga meluas dengan cepat. Hantaman alam ini merusak 1.842 unit rumah warga—mulai dari skala ringan, sedang, hingga rusak berat. Tidak hanya hunian, fasilitas umum pun ikut terdampak, termasuk 2 rumah ibadah yang dilaporkan mengalami kerusakan.