Keputusan Menteri Pertanian Nomor 04/KPTS/PK.040/M/I/2020 Tahun 2020
- Nomor
- 04/KPTS/PK.040/M/I/2020
- Tahun
- 2020
- Ditetapkan
- Status
- Berlaku
- Pasal terindeks
- 1
Lembaga terkait
Isi peraturan
Memuat teks peraturan…
Memuat teks peraturan…
menetapkan Keputusan MenteriPertanian tentang Pelepasan Rumpun Sapi Simmental Indonesia; MENTER! PERTANIAN DENGANRAHMAT TUHAN YANGMAHA ESA MengingatMenimbang KEPUTUSAN MENTER!PERTANIAN NOMOR 04/KPTS/PK.040/M/1/2020TENTANG PELEPASAN RUMPUN SAPI SIMMENTAL INDONESIA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PELEPASAN RUMPUN SAPI SIMMENTAL INDONESIA. TENT ANG PERTANIAN MENTE RI KEPUTUSAN MEMUTUSKAN: 1. Surat Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas Nomor 360.b/PK.020/F2.C/ 11/2018 tanggal 02 November 2018, hal Permohonan Pelepasan Rumpun Sapi Simmental Indonesia; 2. Berita Acara Hasil Pembahasan Permohonan Pelepasan Rumpun Sapi Simmental Indonesia Nomor 12010/PK.020/F2.1/11/2018 tanggal 12 November 2018;Permentan/SR.120/ 10/2014 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1513); 6. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 /Permentan/ OT.010/8/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1243); 117/ Nomor Menteri Pertanian 5. PeraturanPerubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 338, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5619); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2011 tentang Sumber Daya Genetik Hewan dan PerbibitanTernak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2011 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5260); 3. Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2015 tentang Kementerian Pertanian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 85); 4. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203); MenetapkanMemperhatikan SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth.: 1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; 2. Menteri Dalam Negeri; SYAHRUL YASIN LIMPO MENTER! PERTANIAN Ditetapkan di Jakartapada tanggal 03 Januari 2020 Keputusan Menteri mi mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. KEEMPAT Rumpun sapi Simmental Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan oleh :1. Dr. Jakaria Tabrani, S.Pt., M.Si.; 2. Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc.; 3. Ir. Irwandi, M.P.; 4. drh. Darwis, M.P.; 5. Deflaizar, S.Pt., M.P.; 6. drh. Fatri Alhadi; 7. Dika Muharam, S.Pt.; dan 8. Vivi Misriani, S.Pt. KETIGA deskripsi rumpun tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. Indonesia sebagaimana KESATU dilepas dengan sapi Simmental dalam Diktum Rumpundimaksud KEDUA Melepas rumpun sapi Simmental Indonesia yang telah memenuhi syarat baru, unik, seragam, dan stabil, serta ketentuan pemberian nama, sebagai rumpun baru sapi lokal pedaging unggul Indonesia. KESATU SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth.: 1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; 2. Menteri Dalam Negeri; SY AHRUL YASIN LIMPO MENTER! PERTANIAN REPUBLIKINDON~Ditetapkan di Jakartapada tanggal 03 Januari 2020 Keputusan Menteri mi mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. KEEMPAT Rumpun sapi Simmental Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan oleh :1. Dr. Jakaria Tabrani, S.Pt., M.Si.; 2. Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc.; 3. Ir. Irwandi, M.P.; 4. drh. Darwis, M.P.; 5. Deflaizar, S.Pt., M.P.; 6. drh. Fatri Alhadi; 7. Dika Muharam, S.Pt.; dan 8. Vivi Misriani, S.Pt. KETIGA deskripsi rumpun tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. Indonesia sebagaimana KESATU dilepas dengan sapi Simmental dalam Diktum Rumpundimaksud KEDUA Melepas rumpun sapi Simmental Indonesia yang telah memenuhi syarat baru, unik, seragam, dan stabil, serta ketentuan pemberian nama, sebagai rumpun baru sapi lokal pedaging unggul Indonesia. KESATU Badan 3. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; 4. Menteri Negara Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; 5. Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 6. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional; 7. Pimpinan Unit Kerja Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian; 8. Gubernur seluruh Indonesia; dan 9. Bupati/Wali kota seluruh Indonesia. 1,5 - 1,8 sekelahiran (ekor / induk). 267 ± 55. 261 ± 58. 112 ± 06.112 ± 06.144 ± 11.147 ± 10.25 ± 03.116 ± 09. 116±11. 3) Lingkar dada (cm) 4) Lingkar skrotum (cm) b. Ukuran betina 1) Panjang badan (cm) 2) Tinggi pundak (cm) 3) Lingkar dada (cm) c. Bobot1) Jantan (kg/ekor) 2) Betina (kg/ ekor) d. Sifat reproduksi1) Jumlah anak 2) Betina : bertanduk dan tidak bertanduk. 2. Sifat kuantitatif (umur 12 bulan) a. Ukuran jantan 1) Panjang badan (cm) 2) Tinggi pundak (cm) putih sampai dengan merah bata kecokelatan. 4) Kaki b. Bentuk tanduk 1) Jantan : bertanduk dan tidak bertanduk. 2) Pola kombinasi merah bata sampai kecokelatan dengan putih. 3) Rambut ujung : putih sampai dengan ekor merah bata kecokelatan.dominan merah bata sampai kecokelatan. 1) Tubuh Deskripsi rumpun Sapi Simmental Indonesia dengan karakteristik sebagai berikut:1. Sifat kualitatif (dewasa) a. Warna DESKRIPSI RUMPUN SAPI SIMMENTALINDONESIA LAMPI RAN KEPUTUSAN MENTER! PERTANIANREPUBLIK INDONESIANOMOR 04/KPTS/PK.040/M/1/2020 TENTANGPELEPASAN RUMPUNSAPI SIMMENTALINDONESIA SY AHRUL YASIN LIMPO MENTER! PERTANIAN -_J.J.,l=~.LIKINDONESIA, ~ ~ Sapi Simmental Indonesia merupakan rumpun baru hasil pemuliaan dengan komposisi genetik 75% Simmental dari Kanada dan 25% Simmental dari Australia, yang dihasilkan oleh BPTU HPT Padang Mengatas.Karakteristik fenotipe dan genotipe Sapi Simmental Indonesia dapat dibedakan dengan Sapi Simmentaldari daerah asal tetua (Kanada dan Australia), maupun hasil persilangan pejantan Simmental impor dengan lokal. Sapi Simmental Indonesia sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis walaupun dengan sistem pemeliharaan ekstensif.Sapi Simmental Indonesia mempunyai warna tubuhdominan merah bata sampai kecoklatan dan warnarambut ekor putih sampai dengan merah bata kecoklatan, tidak ada variasi warna lain. Selain itu,karakteristik sifat kuantitatif relatif seragam terutama untuk sifat yang berhubungan dengan ukuran tubuh baik pada jan tan dan betina pada umur 12 bulan (koefisienkeragaman kurang 10 %). Hasil perbanyakan rumpun Sapi Simmental Indonesia tidak mengalami perubahan pada pola pewansan sifat, baik pada pola warna tubuh dan ukuran permukaan tubuh. Setelah dikembangbiakan selama 4 generasi menghasilkan bobot badan yang stabil. d. Stabil c. Seragam b. Unik 3. Baru, Unik, Seragam, dan Stabil (BUSS)a. Baru 2,85 ± 0,04. 12,14 - 13,17. 2) Bobot lahir (kg/ ekor)3) Bobot sapih (kg/ ekor)
Membuka PDF…