Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Cibinong pada tanggal 27 Desember 2018 KEPALA BADAN Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Bagian Hukum, Ida Suryani KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL ttd HASANUDDIN Z. ABIDIN LAMPIRAN I PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 11 TAHUN 20182018 TENTANG ANALISIS TEKNIS PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL ANALISIS TEKNIS PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL DASAR (IGD) Pengantar
a.Faktor Produktivitas;
b.Kapasitas Tahapan; dan
c.Sumber Daya.
3.Faktor Produktivitas merupakan kondisi-kondisi yang mempengaruhi setiap kegiatan penyelenggaraan IGD, misalnya cuaca, kesulitan aksesibilitas, kepadatan traffic, kondisi topografi daratan, kondisi topografi dalam laut, dll. Dokumen ini mengelompokkan faktor produktivitas berdasarkan pekerjaan yang ada di pusat atau unit eselon 2 yang ada di kedeputian IGD;
4.Kapasitas tahapan menunjukkan kemampuan tim atau orang atau peralatan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dalam unit satuan tertentu. Nilai kapasitas ini merupakan acuan untuk menghitung jumlah personil yang dibutuhkan, merencanakan pekerjaan dengan menghitung man power hingga scheduling, dan menghitung alokasi pembiayaan dalam penyusunan RAB setiap pekerjaan;
5.Informasi Sumber Daya, memuat komponen personil, peralatan, dan bahan yang digunakan dan mempengaruhi kualitas dalam penyelenggaraan IGD. Daftar komponen personil, peralatan dan bahan tersebut, dijadikan sebagai acuan dalam menghitung alokasi pembiayaan dalam penyusunan RAB setiap pekerjaan. A. Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi
1.Faktor Produktivitas – Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Sangat tinggi Dalam pelaksanaan pekerjaan Perapatan Titik Kontrol untuk orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi dipengaruhi oleh faktor produktivitas, yang dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun. Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Kondisi cuaca baik disaat hari cerah, cenderung tidak berawan, serta tidak masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan di bawah 60 mm per bulan. Curah hujan cenderung rendah sehingga jarang terjadi hujan. Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari Kondisi cuaca buruk disaat hari hujan, cenderung berawan, serta masuk ke dalam musim ujan. Curah hujan per bulan lebih dari 60 mm per bulan. Curah hujan tinggi sehingga sering terjadi hujan yang menyebabkan waktu efektif bekerja semakin rendah sekitar 4 sampai 7 jam bekerja per hari.
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan. Sebelas (11) kota macet meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas ringan meliputi wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas transportasi yang memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut baik roda 4 maupun roda 2. Contoh wilayah seperti Solo, Malang, Cirebon, Kuningan dll. Sedang : Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sedang meliputi wilayah-yang memiliki fasilitas transportasi memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut, namun wilayah tersebut masuk ke dalam 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan, meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang dan Makassar. Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Wilayah dengan tingkat aksesibilitas berat merupakan wilayah yang dapat diakses dengan menggunakan moda transportasi darat dan air. Wilayah yang dimaksud meliputi daerah yang berdekatan dengan sungai maupun pulau-pulau yang membutuhkan moda transportasi kapal, baik kapal kecil maupun kapal besar. Contohnya seperti daerah-daerah di Kalimantan atau Pulau-Pulau di Kep. Riau. Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sangat berat meliputi wilayah-wilayah yang sulit diakses, sehingga diharuskan berjalan kaki untuk mencapai lokasi tersebut. Contohnya yaitu daerah perbatasan Papua, dimana moda transportasi yang dibutuhkan yaitu transportasi darat yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas khusus meliputi wilayah yang harus diakses dengan moda transportasi darat dan udara, sehingga membutuhkan moda transportasi khusus seperti helikopter atau pesawat kecil. Contohnya seperti pada daerah perbatasan Kalimantan seperti Malinau atau daerah perbatasan Papua.
c.Kualitas Citra Satelit Berawan : Tutupan awan mencover >40% blok pekerjaan Tidak Berawan : Tutupan Awan mencover <40% blok pekerjaan
d.Tutupan Lahan Vegetasi Lebat : Tutupan lahan vegetasi mencover >40% blok pekerjaan Tidak Lebat : Tutupan lahan vegetasi mencover <40% blok pekerjaan Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >20% Kapas
2.Kapasitas Pekerjaan Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Sangat tinggi Berikut merupakan kapasitas yang dibutuhkan setiap tahapan dalam pekerjaan Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi: TAHAPAN KONDISI VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan SATUAN Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) SATUAN Persiapan Rencana Detil Pekerjaan 1 Dokumen 6 hari 0,166666667 Dokumen/Tim/ hari Tutupan Lahan Vegetasi Lebat, Kualitas Citra Tidak Berawan 1 titik 0,166666667 hari 6 titik/Tim/hari Tutupan Lahan Vegetasi Tidak Lebat, Kualitas Citra Tidak Berawan 1 titik 0,05 hari 20 titik/Tim/hari Tutupan Lahan Vegetasi Tidak Lebat, Kualitas Citra Berawan 1 titik 0,166666667 hari 6 titik/Tim/hari Pengukuran Dan Pengolahan GCP Koordinasi 1 Dokumen 2 hari 0,5 Dokumen/Tim/ hari Pengukuran Titik Ikat Base 1 Hari 4 hari 0,5 Hari/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Baik 1 Titik 1 hari 1 Titik/Tim/hari TAHAPAN KONDISI VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan SATUAN Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) SATUAN Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Baik 1 Titik 0,321428571 hari 3,111111111 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Baik 1 Titik 0,428571429 hari 2,333333333 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Baik 1 Titik 0,571428571 hari 1,75 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Khusus, Cuaca Baik 1 Titik 1,071428571 hari 0,933333333 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Buruk 1 Titik 1,071428571 hari 0,933333333 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Buruk 1 Titik 0,428571429 hari 2,333333333 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 0,581632653 Hari 1,719298246 Titik/Tim/hari TAHAPAN KONDISI VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan SATUAN Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) SATUAN Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 0,785714286 hari 1,272727273 Titik/Tim/hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Khusus, Cuaca Buruk 1 Titik 1,5 hari 0,666666667 Titik/Tim/hari
3.Kebutuhan Sumberdaya Pekerjaan Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Sangat tinggi Berikut merupakan sumberdaya baik alat maupun personil yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan Perapatan Titik Kontrol Untuk Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Sangat tinggi: No Tahapan Sumber Daya 1 Persiapan Personil Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim Pelaksana) Staf Administrasi Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator) Operator Survei terrestris (Surveyor Pengukuran) Alat Laptop/PC Workstation Perangkat Lunak SIG Plotter A0 Bahan Kertas HVS A0 Tinta Plotter A0 2 Pengukuran dan Pengolahan GCP Personil Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim Pelaksana) Staf Administrasi Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengukuran Titik Kontrol) Operator Survei terrestris (Surveyor Pengukuran Base) Asisten operator survei terestris (Asisten Surveyor Pengukuran Base) Operator Survei terrestris (Surveyor Pengukuran) Asisten operator survei terestris (Asisten Surveyor Pengukuran) No Tahapan Sumber Daya Alat Akomodasi GNSS Receiver dan kelengkapannya, Dual Frequency Kamera Digital Kompas Digital Laptop/PC GPS Handheld dan Kelengkapannya Sewa Mobil Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak GNSS 3 Mobilisasi, Demobilisasi Personil Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim Pelaksana) Staf Administrasi Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengukuran Titik Kontrol) Operator Survei terrestris (Surveyor Pengukuran Base) Asisten operator survei terestris (Asisten Surveyor Pengukuran Base) Operator Survei terrestris (Surveyor Pengukuran) Asisten operator survei terestris (Asisten Surveyor Pengukuran) Alat Mobil (Kantor-Bandara/Sebaiknya) Mobil (Bandara/Sebaliknya) Tiket Kapal 4 Pelaporan Bahan ATK Harddisk Eksternal 4TB B. Akuisisi Data Foto Udara Digital dan LIDAR
1.Faktor Produktivitas Pekerjaan Akuisisi Data Foto Udara Digital dan LIDAR Dalam pelaksanaan pekerjaan akuisisi foto udara digital dan lidar dipengaruhi oleh faktor produktivitas, yang dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun. Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Kondisi cuaca baik disaat hari cerah, cenderung tidak berawan, serta tidak masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan di bawah 60 mm per bulan. Curah hujan cenderung rendah sehingga jarang terjadi hujan. Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari Kondisi cuaca buruk disaat hari hujan, cenderung berawan, serta masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan lebih dari 60 mm per bulan. Curah hujan tinggi sehingga sering terjadi hujan yang menyebabkan waktu efektif bekerja semakin rendah sekitar 4 sampai 7 jam bekerja per hari.
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan. Sebelas (11) kota macet meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas ringan meliputi wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas transportasi yang memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut baik roda 4 maupun roda 2. Contoh wilayah seperti Solo, Malang, Cirebon, Kuningan dll. Sedang : Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sedang meliputi wilayah yan memiliki fasilitas transportasi memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut, namun wilayah tersebut masuk ke dalam 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan, meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang dan Makassar. Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Wilayah dengan tingkat aksesibilitas berat merupakan wilayah yang dapa diakses dengan menggunakan moda transportasi darat dan air. Wilayah yang dimaksud meliputi daerah yang berdekatan dengan sungai maupun pulau-pulau yang membutuhkan moda transportasi kapal, baik kapal kecil maupun kapal besar. Contohnya seperti daerah-daerah di Kalimantan atau Pulau-Pulau di Kep. Riau. Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sangat berat meliputi wilayah-wilayah yang sulit diakses, sehingga diharuskan berjalan kaki untuk mencapai lokasi tersebut. Contohnya yaitu daerah perbatasan Papua, dimana moda transportasi yang dibutuhkan yaitu transportasi darat yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas khusus meliputi wilayah yang harus diakses dengan moda transportasi darat dan udara, sehingga membutuhkan moda transportasi khusus seperti helikopter atau pesawat kecil. Contohnya seperti pada daerah perbatasan Kalimantan seperti Malinau atau daerah perbatasan Papua.
c.Tingkat Traffic Bandara Rendah : Bandara yang bukan merupakan Bandara Internasional dan tidak terdapat pangkalan TNI AU Sedang : Bandara yang terdapat Pangkalan TNI AU Padat : Bandara yang merupakan Bandara Internasional dan terdapat Pangkalan TNI AU
d.Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan < 1 jam Sedang : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan antara 1-2 jam Lama : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan > 2 jam 19
2.Kapasitas Pekerjaan Akuisisi Data Foto Udara Digital dan LIDAR Berikut merupakan kapasitas pekerjaan yang dibutuhkan setiap tahapannya dalam pekerjaan akuisisi data foto udara digital dan lidar: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan 1 Persiapan - 1 Dokumen 14,000000 Hari 0,071428571 Dokumen/Tim/ Hari 2 Pengukuran Titik Kontrol Foto Udara Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Baik 1 Titik 0.712963 Hari 1.402597403 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Baik 1 Titik 0.879630 Hari 1.136842105 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Baik 1 Titik 1.296296 Hari 0.771428571 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Baik 1 Titik 2.296296 Hari 0.435483871 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Khusus, Cuaca Baik 1 Titik 2.296296 Hari 0.435483871 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Buruk 1 Titik 0.829630 Hari 1.205357143 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Buruk 1 Titik 1.129630 Hari 0.885245902 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 1.629630 Hari 0.613636364 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 3.629630 Hari 0.275510204 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Khusus, Cuaca Buruk 1 Titik 3.629630 Hari 0.275510204 Titik/Tim/Hari 3 Ferry Flight Pesawat - 1 LS 2,000000 Hari 0,5 LS 20 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan 4. Kalibrasi Boresight dan Leverarm - - - 4,00000 Hari 0,25 Tim/Hari 3 Akuisisi Data Skala Besar (Foto Udara dan LIDAR) Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000300 Hari 3333,333333 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000300 Hari 3333,333333 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000420 Hari 2380,952381 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000320 Hari 3125 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000320 Hari 3125 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000460 Hari 2173,913043 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000340 Hari 2941,176471 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000340 Hari 2941,176471 Hektar/ Tim/Hari 21 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000480 Hari 2083,333333 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000380 Hari 2631,578947 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000380 Hari 2631,578947 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000600 Hari 1666,666667 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000420 Hari 2380,952381 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000420 Hari 2380,952381 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000640 Hari 1562.500000 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 1 Hektar 0,000460 Hari 2173.913043 Hektar/ Tim/Hari 22 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Sedang 1 Hektar 0,000460 Hari 2173.913043 Hektar/ Tim/Hari Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 1 Hektar 0,000700 Hari 1428.571429 Hektar/ Tim/Hari 4 Pengolahan Data LIDAR - 1 Hektar 0,002840 Hari 352.112676 Hektar/ Tim/Hari 5 Pengolahan Data Foto Udara - 1 Hektar 0.000491 Hari 2036.199003 Hektar/ Tim/Hari 23 Berikut merupakan tabel koefisien pesawat yang dibutuhkan setiap tahapannya dalam pekerjaan akuisisi data foto udara digital dan lidar: TAHAPAN KONDISI Koefisien Pesawat SATUAN Persiapan Akuisisi 2 Jam Akuisisi Data (Foto Udara dan LIDAR) Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Cepat 0,00104 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,00126 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Lama 0,0018 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Cepat 0,00108 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,0013 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Lama 0,00188 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Cepat 0,00112 Jam/Ha Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,00134 Jam/Ha 24 TAHAPAN KONDISI Koefisien Pesawat SATUAN Cuaca Baik, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Lama 0,00192 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat 0,00136 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah,Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,00166 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Rendah, Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Lama 0,00258 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Cepat 0,00144 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,00174 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Sedang, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Lama 0,00266 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Cepat 0,00152 Jam/Ha Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Sedang 0,00182 Jam/Ha 25 TAHAPAN KONDISI Koefisien Pesawat SATUAN Cuaca Buruk, Tingkat Kepadatan Traffic Padat, Waktu Tempuh Fieldbase- AOI Lama 0,00278 Jam/Ha
3.Kebutuhan Sumberdaya Pekerjaan Akusisi Foto Udara Digital dan Lidar Berikut merupakan sumberdaya baik alat maupun personil yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan Akusisi Data Foto Udara Digital dan Lidar: No Tahapan Sumber Daya 1 Persiapan Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengukuran Titik Kontrol) KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengolahan Data Lidar) KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengolahan Data Foto Udara) Alat PC/Laptop Workstation Plotter A0 GIS Perangkat lunak Mobil Perangkat lunak Flight Management System Bahan Kertas HVS A0 Tinta Plotter A0 2 Pengukuran Titik Kontrol Foto Udara Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi No Tahapan Sumber Daya KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengukuran Titik Kontrol) KKNI IG Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Surveyor Pengukuran Titik Kontrol) Buruh Lokal KKNI IG Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Surveyor Pengolahan Titik Kontrol) Alat Akomodasi GPS Handheld dan Kelengkapannya GNSS Receiver dan Kelengkapannya, Dual Frequency GNSS Processing Perangkat lunak Helikopter Kamera Digital Kompas Digital Laptop Mobil Perlengkapan Flying Camp Bahan Pilar dan Premark Titik Kontrol Mobilisasi dan Demobilisasi Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengukuran Titik Kontrol) KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Surveyor Pengukuran Titik Kontrol) No Tahapan Sumber Daya KKNI IG Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Surveyor Pengolahan Titik Kontrol) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data LIDAR) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data Foto Udara) Surveyor Base Station SO Alat Mobil (Kantor-Bandara/Sebaiknya) Mobil (Bandara/Sebaliknya) Tiket Transportasi PP Kapal Ferry Flight Pesawat Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Akuisisi Data) Alat Kamera Udara Digital Metrik dan Airbone Laser Scanning (dilengkapi gyro) Ferry Flight Pergi Pulang Persiapan Akuisisi Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Akuisisi Data) No Tahapan Sumber Daya KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Surveyor Base Station) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data LIDAR) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data Foto Udara) Alat Akomodasi GNSS Receiver dan Kelengkapannya, Dual Frequency Ground Handling Pesawat Kamera Udara Digital Metrik dan Airbone Laser Scanning (dilengkapi gyro) Landing Fee Laptop Mobil Pesawat untuk survei dan pemetaan RON Fee Perangkat lunak Flight Management System GNSS Processing Perangkat lunak PC/Laptop Workstation PC/Laptop Workstation Aerialtriangulation Perangkat lunak Fotogrametri Perangkat lunak pengolah Point Clouds Akuisisi Data (Foto Udara dan LIDAR) Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Akuisisi Data) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Surveyor Base Station) SO No Tahapan Sumber Daya KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data LIDAR) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data Foto Udara) Alat Akomodasi GNSS Receiver dan Kelengkapannya, Dual Frequency Ground Handling Pesawat Kamera Udara Digital Metrik dan Airbone Laser Scanning (dilengkapi gyro) Landing Fee Laptop Mobil Pesawat untuk survei dan pemetaan RON Fee Perangkat lunak Flight Management System GNSS Processing Perangkat lunak PC/Laptop Workstation PC/Laptop Workstation Aerialtriangulation Perangkat lunak Fotogrametri Perangkat lunak pengolah Point Clouds Pengolahan Data LIDAR Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengolahan Data LIDAR) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data LIDAR) Alat PC/Laptop Workstation Perangkat lunak pengolah Point Clouds No Tahapan Sumber Daya Pengolahan Data Foto Udara Personil KKNI IG Jenjang 7 Ahli Muda / Supervisor Survei dan Pemetaan (Koordinator Pengolahan Data Foto Udara) KKNI IG Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Pengolahan Data Foto Udara) Alat PC/Laptop Workstation Aerialtriangulation Perangkat lunak Fotogrametri Digital Stereoplotting PC Workstation Perangkat lunak Stereoplotting Pelaporan Bahan Harddisk Eksternal 16TB ATK 32 C. Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara
1.Faktor Produktivitas Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia skala 1:5.000 menggunakan data foto udara Ragam kegiatan penyelenggaraan IGD tersebut dipengaruhi oleh faktor produktivitas, yang dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun. Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Kondisi cuaca baik disaat hari cerah, cenderung tidak berawan, serta tidak masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan di bawah 60 mm per bulan. Curah hujan cenderung rendah sehingga jarang terjadi hujan. Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari Kondisi cuaca buruk disaat hari hujan, cenderung berawan, serta masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan lebih dari 60 mm per bulan. Curah hujan tinggi sehingga sering terjadi hujan yang menyebabkan waktu efektif bekerja semakin rendah sekitar 4 sampai 7 jam bekerja per hari.
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan. Sebelas (11) kota macet meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. 33 Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas ringan meliputi wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas transportasi yang memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda tran sportasi pada wilayah tersebut baik roda 4 maupun roda 2. Contoh wilayah seperti Solo, Malang, Cirebon, Kuningan dll. Sedang : Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sedang meliputi wilayah-yang memiliki fasilitas transportasi memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut, namun wilayah tersebut masuk ke dalam 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan, meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang dan Makassar. Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Wilayah dengan tingkat aksesibilitas berat merupakan wilayah yang dapat diakses dengan menggunakan moda transportasi darat dan air. Wilayah yang dimaksud meliputi daerah yang berdekatan dengan sungai maupun pulau-pulau yang membutuhkan moda transportasi kapal, baik kapal kecil maupun kapal besar. Contohnya seperti daerah-daerah di Kalimantan atau Pulau-Pulau di Kep. Riau. Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sangat berat meliputi wilayah-wilayah yang sulit diakses, sehingga diharuskan berjalan kaki untuk mencapai lokasi tersebut. Contohnya yaitu daerah perbatasan Papua, dimana moda transportasi yang dibutuhkan yaitu transportasi darat yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area) 34 Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas khusus meliputi wilayah yang harus diakses dengan moda transportasi darat dan udara, sehingga membutuhkan moda transportasi khusus seperti helikopter atau pesawat kecil. Contohnya seperti pada daerah perbatasan Kalimantan seperti Malinau atau daerah perbatasan Papua.
c.Kepadatan Fitur Kepadatan fitur data diklasifikasikan berdasarkan luasan tutupan lahan bangunan dan atau sawah yang menutupi blok pekerjaan. Jarang : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover <30% blok pekerjaan Sedang : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover 30%- 60% blok pekerjaan Padat : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover >60% blok pekerjaan
d.Jumlah Objek (Kebutuhan SKL dan Survei Toponimi) Faktor jumlah objek diklasifikasikan berdasarkan tutupan lahan bangunan yang menutupi blok pekerjaan yang telah ditentukan. Tutupan lahan bangunan meliputi permukiman, kawasan industri, area komersial dan lain-lain. Faktor jumlah objek mempengaruhi kapasitas sub tahapan pekerjaan Survey Kelengkapan Lapangan dan Survei Toponimi. Rendah : Tutupan lahan bangunan (permukiman, kawasan industri, area komersial, dll) mencover <30% blok pekerjaan Sedang : Tutupan lahan bangunan mencover 30%-60% blok pekerjaan Tinggi : Tutupan lahan bangunan mencover >60% blok pekerjaan
e.Topografi Faktor topografi wilayah didasarkan pada persentase kemiringan lereng. Landai : Bentuk topografi dengan kelerengan <20% Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >20% 35
2.Kapasitas Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara Berikut merupakan kapasitas setiap tahapan pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara: TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Persiapan 1 Dokumen 7 Hari 0,142857143 Dokumen/Tim/Hari Stereokompilasi (Hasil Akuisisi FU) Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 24 Hari 0,041666667 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 30 Hari 0,033333333 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 37 Hari 0,027027027 NLP/Tim/Hari Pembentukan Topologi dan Poligon Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 2 Hari 0,5 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 3 Hari 0,333333333 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 4 Hari 0,25 NLP/Tim/Hari Pembentukan DTM 1 NLP 4 Hari 0,2 NLP/Tim/Hari Pembentukan Kontur dan Spotheight Topografi Wilayah Landai 1 NLP 5 Hari 0,2 NLP/Tim/Hari Topografi Wilayah Berbukit 1 NLP 9 Hari 0,111111111 NLP/Tim/Hari 36 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Persiapan Survey Kelengkapan Lapangan Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 0,5 Hari 2 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 0,65 Hari 1,538461538 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 0,84 Hari 1,19047619 NLP/Tim/Hari Pembuatan rencana detil dan pencetakan formulir 1 Dokumen 2 Hari 0,5 Dokumen/Tim/Hari Survey Kelengkapan Lapangan Perizinan, pengumpulan data sekunder 1 Dokumen 7 Hari 0,5 Dokumen/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 3,3 Hari 0,25 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 3,9 Hari 0,142857143 NLP/Tim/Hari 37 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 11,8 Hari 0,303030303 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 14,65 Hari 0,256410256 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 7,3 Hari 0,084745763 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 8,95 Hari 0,068259386 NLP/Tim/Hari 38 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 4,4 Hari 0,136986301 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 5,33 Hari 0,111731844 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 12,9 Hari 0,227272727 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 16,08 Hari 0,187617261 NLP/Tim/Hari 39 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 8,4 Hari 0,07751938 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 10,38 Hari 0,062189055 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 5,5 Hari 0,119047619 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 6,76 Hari 0,096339114 NLP/Tim/Hari 40 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 14 Hari 0,181818182 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 17,51 Hari 0,147928994 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 9,5 Hari 0,071428571 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 11,81 Hari 0,057110223 NLP/Tim/Hari 41 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 6,6 Hari 0,105263158 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 8,19 Hari 0,084674005 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 15,1 Hari 0,151515152 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 18,94 Hari 0,122100122 NLP/Tim/Hari 42 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 10,6 Hari 0,066225166 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 13,24 Hari 0,05279831 NLP/Tim/Hari Uji Akurasi Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Baik 1 Titik 0,216666667 Hari 0,094339623 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Baik 1 Titik 0,3 Hari 0,075528701 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Baik 1 Titik 0,55 Hari 4,615384615 Titik/Tim/Hari 43 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Baik 1 Titik 1,05 Hari 3,333333333 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Buruk 1 Titik 0,288095238 Hari 1,818181818 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Buruk 1 Titik 0,407142857 Hari 0,952380952 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 0,764285714 Hari 3,47107438 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 1,478571429 Hari 2,456140351 Titik/Tim/Hari Penyelarasan dan Penyajian Data Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 6,75 Hari 1,308411215 NLP/Tim/Hari 44 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 9,25 Hari 0,676328502 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 11,75 Hari 0,266666667 NLP/Tim/Hari 45
3.Kebutuhan Sumberdaya Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara Berikut merupakan sumber daya yang baik peralatan maupun personil yang dibutuhkan dalam setiap tahapan pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 menggunakan Data Foto Udara: No Tahapan Sumber Daya 1 Persiapan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Persiapan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Persiapan) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation Software Stereoplotting Software GIS Plotter A0 Harddisk Eksternal Bahan Kertas HVS A0 2 Stereokompilasi (Hasil Akuisisi FU) Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Stereokompilasi (Hasil Akuisisi FU)) 46 No Tahapan Sumber Daya KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Stereokompilasi (Hasil Akuisisi FU)) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak Stereoplotting 3 Pembentukan Topologi dan Poligon Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Topologi dan Poligon) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Topologi dan Poligon) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG 4 Pembentukan DTM Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator DTM) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator DTM) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak Stereoplotting 47 No Tahapan Sumber Daya 5 Pembentukan Kontur dan Spotheight Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Kontur dan Spotheight) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Kontur dan Spotheight) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG 6 Persiapan Survey Kelengkapan Lapangan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Persiapan Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Persiapan Survei Kelengkapan Lapangan) Alat PC Workstation Software GIS Plotter A0 Bahan Kertas HVS A0 48 No Tahapan Sumber Daya 7 Mobilisasi dan Demobilisasi Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Uji Akurasi) Alat Mobil (Kantor-Bandara/Sebaiknya) Mobil (Bandara-Basecamp/Sebaliknya) Tiket Transportasi PP (Koordinator & Operator) Kapal PP 8 Survey Kelengkapan Lapangan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Survei Kelengkapan Lapangan) Buruh Lokal Alat Akomodasi 49 No Tahapan Sumber Daya GPS Handheld dan Kelengkapannya Kamera Digital Laptop Perangkat Lunak SIG Kapal Motor 9 Penyelarasan dan Penyajian Data Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Penyelerasan dan Penyajian Data) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Penyelarasan dan Penyajian Data) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG Bahan Plotter A0 10 Uji Akurasi Personil KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Uji Akurasi) Buruh Lokal Alat Akomodasi GNSS Receiver dan kelengkapannya Perangkat Lunak GNSS GPS Handheld dan Kelengkapannya Kamera Digital 50 No Tahapan Sumber Daya Laptop Kapal Motor 11 Pelaporan Bahan ATK Harddisk Eksternal 51 D. Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia skala 1:5.000 menggunakan data Foto Udara dan Lidar
1.Faktor Produktivitas Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia skala 1:5.000 menggunakan data foto udara dan lidar Ragam kegiatan penyelenggaraan IGD tersebut dipengaruhi oleh faktor produktivitas, yang dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun. Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Kondisi cuaca baik disaat hari cerah, cenderung tidak berawan, serta tidak masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan di bawah 60 mm per bulan. Curah hujan cenderung rendah sehingga jarang terjadi hujan. Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari Kondisi cuaca buruk disaat hari hujan, cenderung berawan, serta masuk ke dalam musim hujan. Curah hujan per bulan lebih dari 60 mm per bulan. Curah hujan tinggi sehingga sering terjadi hujan yang menyebabkan waktu efektif bekerja semakin rendah sekitar 4 sampai 7 jam bekerja per hari.
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan. Sebelas (11) kota macet meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas ringan meliputi wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas transportasi yang memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda tran sportasi pada wilayah tersebut baik roda 4 maupun roda 2. Contoh wilayah seperti Solo, Malang, Cirebon, Kuningan dll. 52 Sedang : Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sedang meliputi wilayah-yang memiliki fasilitas transportasi memadai, ditandai dengan mudahnya ditemukan berbagai moda transportasi pada wilayah tersebut, namun wilayah tersebut masuk ke dalam 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan, meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang dan Makassar. Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Wilayah dengan tingkat aksesibilitas berat merupakan wilayah yang dapat diakses dengan menggunakan moda transportasi darat dan air. Wilayah yang dimaksud meliputi daerah yang berdekatan dengan sungai maupun pulau-pulau yang membutuhkan moda transportasi kapal, baik kapal kecil maupun kapal besar. Contohnya seperti daerah-daerah di Kalimantan atau Pulau-Pulau di Kep. Riau. Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas sangat berat meliputi wilayah-wilayah yang sulit diakses, sehingga diharuskan berjalan kaki untuk mencapai lokasi tersebut. Contohnya yaitu daerah perbatasan Papua, dimana moda transportasi yang dibutuhkan yaitu transportasi darat yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area) Wilayah dengan tingkat kesulitan aksesibilitas khusus meliputi wilayah yang harus diakses dengan moda transportasi darat dan udara, sehingga membutuhkan moda transportasi khusus seperti helikopter atau pesawat kecil. Contohnya seperti pada daerah perbatasan Kalimantan seperti Malinau atau daerah perbatasan Papua. 53
c.Kepadatan Fitur Kepadatan fitur data diklasifikasikan berdasarkan luasan tutupan lahan bangunan dan atau sawah yang menutupi blok pekerjaan. Jarang : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover <30% blok pekerjaan Sedang : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover 30%- 60% blok pekerjaan Padat : Tutupan lahan bangunan dan atau sawah mencover >60% blok pekerjaan
d.Jumlah Objek (Kebutuhan SKL dan Survei Toponimi) Faktor jumlah objek diklasifikasikan berdasarkan tutupan lahan bangunan yang menutupi blok pekerjaan yang telah ditentukan. Tutupan lahan bangunan meliputi permukiman, kawasan industri, area komersial dan lain-lain. Faktor jumlah objek mempengaruhi kapasitas sub tahapan pekerjaan Survey Kelengkapan Lapangan dan Survei Toponimi. Rendah : Tutupan lahan bangunan (permukiman, kawasan industri, area komersial, dll) mencover <30% blok pekerjaan Sedang : Tutupan lahan bangunan mencover 30%-60% blok pekerjaan Tinggi : Tutupan lahan bangunan mencover >60% blok pekerjaan
e.Topografi Faktor topografi wilayah didasarkan pada persentase kemiringan lereng. Landai : Bentuk topografi dengan kelerengan <20% Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >20% 54
2.Kapasitas Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara dan LIDAR Berikut merupakan kapasitas setiap tahapan pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara dan lidar : TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Persiapan 1 Dokumen 7 Hari 0,142857143 Dokumen/Tim/Hari Digitasi Foto Udara dan Lidar Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 14 Hari 0,071428571 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 18 Hari 0,055555556 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 22 Hari 0,045454545 NLP/Tim/Hari Pembentukan Topologi dan Poligon Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 2 Hari 0,5 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 3 Hari 0,333333333 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 4 Hari 0,25 NLP/Tim/Hari Pembentukan DTM Hydro Enforcement 1 NLP 5 Hari 0,2 NLP/Tim/Hari Pembentukan Kontur dan Spotheight Topografi Wilayah Landai 1 NLP 5 Hari 0,2 NLP/Tim/Hari Topografi Wilayah Berbukit 1 NLP 9 Hari 0,111111111 NLP/Tim/Hari 55 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Persiapan Survey Kelengkapan Lapangan Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 0,5 Hari 2 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 0,65 Hari 1,538461538 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 0,84 Hari 1,19047619 NLP/Tim/Hari Pembuatan rencana detil dan pencetakan formulir 1 Dokumen 2 Hari 0,5 Dokumen/Tim/Hari Survey Kelengkapan Lapangan perizinan, pengumpulan data sekunder 1 Dokumen 7 Hari 0,5 Dokumen/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 3,3 Hari 0,25 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 3,9 Hari 0,142857143 NLP/Tim/Hari 56 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 11,8 Hari 0,303030303 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 14,65 Hari 0,256410256 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 7,3 Hari 0,084745763 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 8,95 Hari 0,068259386 NLP/Tim/Hari 57 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 4,4 Hari 0,136986301 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 5,33 Hari 0,111731844 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 12,9 Hari 0,227272727 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 16,08 Hari 0,187617261 NLP/Tim/Hari 58 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 8,4 Hari 0,07751938 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 10,38 Hari 0,062189055 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 5,5 Hari 0,119047619 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 6,76 Hari 0,096339114 NLP/Tim/Hari 59 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 14 Hari 0,181818182 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 17,51 Hari 0,147928994 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 9,5 Hari 0,071428571 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 11,81 Hari 0,057110223 NLP/Tim/Hari 60 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Baik 1 NLP 6,6 Hari 0,105263158 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Jarang, Cuaca Buruk 1 NLP 8,19 Hari 0,084674005 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Baik 1 NLP 15,1 Hari 0,151515152 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Padat, Cuaca Buruk 1 NLP 18,94 Hari 0,122100122 NLP/Tim/Hari 61 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Baik 1 NLP 10,6 Hari 0,066225166 NLP/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Kepadatan Objek Sedang, Cuaca Buruk 1 NLP 13,24 Hari 0,05279831 NLP/Tim/Hari Uji Akurasi Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Baik 1 Titik 0,216666667 Hari 0,094339623 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Baik 1 Titik 0,3 Hari 0,075528701 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Baik 1 Titik 0,55 Hari 4,615384615 Titik/Tim/Hari 62 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Baik 1 Titik 1,05 Hari 3,333333333 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Ringan, Cuaca Buruk 1 Titik 0,288095238 Hari 1,818181818 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sedang, Cuaca Buruk 1 Titik 0,407142857 Hari 0,952380952 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 0,764285714 Hari 3,47107438 Titik/Tim/Hari Tingkat Kesulitan Aksesibilitas Sangat Berat, Cuaca Buruk 1 Titik 1,478571429 Hari 2,456140351 Titik/Tim/Hari Penyelarasan dan Penyajian Data Kepadatan Fitur Jarang 1 NLP 3,75 Hari 1,308411215 NLP/Tim/Hari 63 TAHAPAN Faktor Produktivitas VOLUME SATUAN Waktu Pelaksanaan Satuan Kapasitas (Volume/Waktu Pelaksanaan) Satuan Kepadatan Fitur Sedang 1 NLP 6,25 Hari 0,676328502 NLP/Tim/Hari Kepadatan Fitur Padat 1 NLP 8,75 Hari 0,266666667 NLP/Tim/Hari Pembentukan Metadata 1 Gdb 1 Hari 0,16 Gdb/Tim/Hari Penyajian Hasil Pekerjaan 7 Tema 2 Hari 0,114285714 Tema/Tim/Hari 64
3.Kebutuhan Sumberdaya Pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 Menggunakan Data Foto Udara dan Lidar Berikut merupakan sumber daya yang baik peralatan maupun personil yang dibutuhkan dalam setiap tahapan pekerjaan Pembuatan Unsur Rupabumi Indonesia Skala 1:5.000 menggunakan Data Foto Udara dan Lidar: No Tahapan Sumber Daya 1 Persiapan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Persiapan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Persiapan) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation Software Stereoplotting Software GIS Plotter A0 Harddisk Eksternal Bahan Kertas HVS A0 2 Digitasi Foto Udara dan Lidar Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau 65 No Tahapan Sumber Daya Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Digitasi Foto Udara dan Lidar) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator Digitasi Foto Udara dan Lidar) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak Stereoplotting 3 Pembentukan Topologi dan Poligon Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Topologi dan Poligon) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Topologi dan Poligon) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG 4 Pembentukan DTM Hydroenforced Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator DTM Hydroenforced) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri (Operator DTM Hydroenforced) Alat Digital Stereoplotting PC Workstation 66 No Tahapan Sumber Daya Perangkat Lunak SIG Perangkat Lunak Stereoplotting 5 Pembentukan Kontur dan Spotheight Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Kontur dan Spotheight) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Kontur dan Spotheight) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG 6 Persiapan Survey Kelengkapan Lapangan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Persiapan Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Persiapan Survei Kelengkapan Lapangan) Alat PC Workstation Software GIS Plotter A0 Bahan 67 No Tahapan Sumber Daya Kertas HVS A0 7 Mobilisasi dan Demobilisasi Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Uji Akurasi) Alat Mobil (Kantor-Bandara/Sebaiknya) Mobil (Bandara-Basecamp/Sebaliknya) Tiket Transportasi PP (Koordinator & Operator) Kapal PP 8 Survey Kelengkapan Lapangan Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Survei Kelengkapan Lapangan) KKNI Jenjang 4 Operator Fotogrametri; atau KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Survei Kelengkapan Lapangan) Buruh Lokal Alat 68 No Tahapan Sumber Daya Akomodasi GPS Handheld dan Kelengkapannya Kamera Digital Laptop Perangkat Lunak SIG Kapal Motor 9 Penyelarasan dan Penyajian Data Personil KKNI Jenjang 7 Ahli Muda / Manajer proyek - survei dan pemetaan dasar (Ketua Tim) Staf Administrasi KKNI Jenjang 7 Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan atau Ahli Muda/ Supervisor Penginderaan Jauh atau Ahli Muda/ Supervisor SIG (Koordinator Penyelerasan dan Penyajian Data) KKNI Jenjang 4 Operator SIG-Kartografi (Operator Penyelarasan dan Penyajian Data) Alat PC Workstation Perangkat Lunak SIG Bahan Plotter A0 10 Uji Akurasi Personil KKNI Jenjang 4 Operator Survei Terestris (Operator Uji Akurasi) Buruh Lokal Alat Akomodasi GNSS Receiver dan kelengkapannya Perangkat Lunak GNSS GPS Handheld dan Kelengkapannya 69 No Tahapan Sumber Daya Kamera Digital Laptop Kapal Motor 11 Pelaporan Bahan ATK Harddisk Eksternal 70 E. Survei Hidrografi
1.Survei Hidrografi Dalam pelaksanaan pekerjaan Survei Hidrografi Kedalaman dipengaruhi oleh faktor produktivitas, dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun.
2.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD – Survei Hidrografi Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Survei Hidrografi:
a.Kesulitan Aksesbilitas 1) Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. 2) Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar. 3) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air 4) Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) 5) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area) * Klasifikasi kesulitan aksesibilitas PKLP sama dengan klasifikasi yang telah dibuat di PPRT.
b.Kedalaman Laut Faktor Kedalaman Laut mempengaruhi produktivitas karena semakin dalam kecepatan laju kapal akan semakin lambat, hal ini dikarenakan agar gelombang echosounder kembali ditangkap sensor transducer dengan tepat. Dengan lambatnya laju kapal, maka produktivitas akan semakin kecil. Faktor kedalaman laut dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) 0-40 m 2) 40-100 m 3) 100-200 m 71
c.Kondisi Laut Faktor Kondisi Laut mempengaruhi produktiftas karena bila kondisi laut sedang bergelombang maka akan mempengaruhi laju kapal, bahakan yang paling ekstrim gagal pengukuran apabila gelombangnya tinggi. 1) Laut Tenang 2) Laut Bergelombang
d.Cuaca Faktor cuaca juga mempengaruhi bila cuaca baik maka produktivitas akan lebih banyak, bila buruk makan akan sedikit.Cuaca ini identik dengan musim kemarau dengan musim penghujan. 1) Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) 2) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
e.Topografi Pantai untuk Pemetaan Garis Pantai Teristris 1) Topografi Pantai Mudah (Bila Topografi Pantai 100% Landai dan pasir) 2) Topografi Pantai Sulit (Bila Topografi Pantai 50% landai dan Pasir, 25% Karang namun tidak terjal dan 25% Hutan Bakau)
f.Topografi Pantai Untuk Pengukuran Pasang Surut Air Laut 1) Topografi Pantai Baik (Ada Dermaga Existing, sehingga Palem Pasut dapat dipasang pada tiang pancang dermaga) 2) Topografi Pantai Sedang (Palem Pasut Cukup Dipasang dengan menggunkan tripod dan dekat dengan dari pantai) 3) Topografi Pantai Berat (Palem Pasut dipasang dengan membuat Bagan sederhana Pengamatan Pasut dan dekat dari pantai) 4) Topografi Pantai Sangat Berat (Palem Pasut dipasang dengan membuat Bagan Pengamatan Pasut dan jauh dari pantai)
g.Kepadatan Fitur Data 1) Jarang : Tutupan objek mencover <30% blok pekerjaan 2) Sedang : Tutupan objek mencover 30%-60% blok pekerjaan 3) Padat : Tutupan objek mencover >60% blok pekerjaan * Klasifikasi faktor kepadatan fitur data sama dengan klasifikasi yang dibuat di PPRT, dengan beberapa penyesuaian (jenis objek / fitur data yang berbeda) 72
h.Topografi Laut untuk proses pembentukan dan editing kontur Bila topografi landau maka proses pembentukan dan editing kontur akan lebih cepat. Begitu juga sebaliknya. 1) Topografi laut Landai 2) Topografi Laut Terjal 73
3.Kapasitas Pekerjaan Penyelenggaraan IGD – Survei Hidrografi Dengan mempertimbangkan faktor produktivitas dan mempelajari logbook dari pekerjaan dengan faktor produktivitas yang beragam yang telah dilaksanakan, didapatkan kapasitas rata-rata setiap tahapan pekerjaan, yang ditunjukkan pada tabel kapasitas tahapan sebagai berikut : No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas Satuan Kapasitas 1 Persiapan 1 Dokumen 7,00 Hari 0,14 dokumen/tim/hari 2 Pengukuran Pasang Surut Temporer Bacaan Otomatis 1 Titik 60,00 Hari 0,02 titik/tim/hari 3 Pengukuran BM Survei 1 Titik 3,00 Hari 0,33 titik/tim/hari 4 Pemeruman 1 line km 0,02 Hari 50,00 line km/tim/hari 5 Pemetaan Garis Pantai 1 km 0,25 Hari 4,00 km/tim/hari 6 Survei Objek Penting 1 NLP 3,00 Hari 0,33 nlp/tim/hari 7 Pengolahan Data Pengukuran 1 NLP 3,50 Hari 0,29 nlp/tim/hari 8 Pembentukan DTM 1 NLP 2,33 Hari 0,43 nlp/tim/hari 9 Pembentukan Kontur dan Titik Kedalaman 1 NLP 2,33 Hari 0,43 nlp/tim/hari 10 Pembentukan Topologi dan Poligon 1 NLP 1,67 Hari 0,60 nlp/tim/hari 11 Penyelarasan Data 1 NLP 1,17 Hari 0,86 nlp/tim/hari 12 Pembuatan Metadata 1 NLP 1,17 Hari 0,86 nlp/tim/hari 74 No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas Satuan Kapasitas 13 Penyajian Kartografis Peta Batimetri 1 NLP 0,83 Hari 1,20 nlp/tim/hari
4.Kebutuhan Sumberdaya Penyelenggaraan IGD – Survei Hidrografi Sumber Daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan: No. Tahapan Sumber Daya 1 Umum Ketua Tim Ahli Hidrografi Ahli Geodesi Ahli SIG dan Kartografi Staf Administrasi 2 Persiapan Alat ATK Harddisk Eksternal PC Workstation 3 Pengukuran Pasang Surut Temporer Bacaan Otomatis Personil Surveyor 75 No. Tahapan Sumber Daya Tenaga Lokal Alat AWLR Waterpas Palem pasut 4 Pengukuran BM Survei Personil Surveyor Alat Geodetic GPS PC Workstation Software Akuisisi GPS Material BM Brass Tablet 5 Pemeruman Personil Surveyor Awak kapal Alat Kapal Sounding Solar Genset 76 No. Tahapan Sumber Daya Singlebeam Echosounder Multibeam Echosounder Software Akuisisi SBES Software Akuisisi MBES SVP DGPS Software Navigasi PC Workstation 6 Pemetaan Garis Pantai Personil Surveyor Alat Software GPS GPS RTK Rambu Ukur 7 Survei Objek Penting Personil Surveyor Alat GPS Mapping 8 Pengolahan Data Pengukuran Personil Operator 77 No. Tahapan Sumber Daya Alat PC Workstation Software Pengolahan Pemeruman Software Pengolahan GPS Software Pengolahan Pasut 9 Pembentukan DTM Personil Operator Alat PC Workstation 10 Pembentukan Kontur dan Titik Kedalaman Personil Operator Alat PC Workstation 11 Pembentukan Topologi dan Poligon Personil Operator Alat PC Workstation 12 Penyelarasan Data Personil Operator 78 No. Tahapan Sumber Daya Alat PC Workstation 13 Pembuatan Metadata Personil Operator Alat PC Workstation 14 Penyajian Kartografis Peta Batimetri Personil Operator Alat PC Workstation 79 F. Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa Secara Kartometrik Tanpa Kesepakatan
1.Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa Secara Kartometrik Tanpa Kesepakatan Berikut merupakan kapasitas setiap tahapan pekerjaan Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa Secara Kartometrik Tanpa Kesepakatan: No Tahapan Vol Satuan Volume Waktu Pelaksanaan Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Volume/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan 1 Dok 10 Hari 0,1 dok/tim/hari 2 Koreksi Radiometrik Citra/Image Enhancement/ Color balancing 4500 km² 1 Hari 4500 km²/tim/hari 3 Pembuatan Peta Kerja 1 Desa 0,033 Hari 30 desa/tim/hari 4 Pra Delineasi ke kabupaten/kota 1 Kab 3 Hari 0,33 kab/tim/hari 5 Delineasi Batas Desa Secara Kartometrik Tanpa Kesepakatan 1 Desa 0,140 Hari 7,14 desa/tim/hari 6 Pembuatan Berita Acara Pertemuan 1 Desa 0,006 Hari 166,67 desa/tim/hari 7 Pembuatan Notulen Delineasi 1 Desa 0,006 Hari 166,67 desa/tim/hari 80 No Tahapan Vol Satuan Volume Waktu Pelaksanaan Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Volume/Waktu) Satuan Kapasitas 8 Inventarisasi Toponim 1 Desa 0,005 Hari 200 desa/tim/hari 9 Proses Edgematching batas 1 Desa 0,040 Hari 23 desa/hari 10 Pembentukan Geodatabase 1 Gdb 0,006 Hari 208 desa/hari 11 Validasi topologi 1 Desa 0,008 Hari 104 desa/hari 12 Pembentukan poligon 1 Desa 0,006 Hari 208 desa/hari 13 Proses Seamless 1 Desa 0,006 Hari 208 desa/hari 14 Entry Data 1 Desa 0,017 Hari 208 desa/hari 15 Pembuatan metadata 1 Gdb 1 Hari 1 gdb/tim/hari 16 Penyajian kartografis peta hasil delineasi 1 Desa 0,011 Hari 208 desa/tim/hari 17 Pelaporan 1 Dok 10 Hari 0,1 dok/tim/hari 81 Sumber Daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan: Tahapan Sumber Daya Persiapan Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Bahan ATK Koreksi Radiometrik Citra/Image Enhancement/ Color balancing Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop 82 Tahapan Sumber Daya Pembuatan Peta Kerja Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Pra Delineasi ke kabupaten/kota Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Peralatan Laptop Delineasi Batas Desa Secara Kartometrik Tanpa Kesepakatan Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Printer 83 Tahapan Sumber Daya Proyektor Pembuatan Berita Acara Delineasi Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Pembuatan Notula Delineasi Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Inventarisasi Toponim Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh 84 Tahapan Sumber Daya Staf Administrasi Peralatan Laptop Proses Edgematching Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Pembentukan Geodatabase Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Software GIS Laptop Validasi Topologi Personil Ketua Tim 85 Tahapan Sumber Daya Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Software GIS Laptop Pembentukan Poligon Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Proses Seamless Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan 86 Tahapan Sumber Daya Laptop Entry Data Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Pembuatan Metadata Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop Penyajian Kartografis Peta Hasil Delineasi Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh 87 Tahapan Sumber Daya Staf Administrasi Peralatan Laptop Pelaporan Personil Ketua Tim Ahli SIG dan Kartografi Operator SIG dan Kartografi Operator Penginderaan Jauh Staf Administrasi Peralatan Laptop 88 G. Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS)
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS) Dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS) dipengaruhi oleh faktor produktivitas yang dapat mempengaruhi lamanya waktu pelaksanaan, besaran volume pekerjaan yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, besaran kapasitas pekerjaan, dan besaran simulasi biaya yang disusun. Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS)
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang. : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan pembangunan stasiun CORS Mudah : Lokasi pembangunan stasiun CORS dapat diakses menggunakan jalur darat dari Cibinong Sedang : tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pembangunan stasiun CORS Sulit : tidak tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pembangunan stasiun CORS 89
d.Perizinan Mudah : koordinasi antara penyedia layanan komunikasi tingkat pusat dengan penyedia layanan komunikasi cabang sudah sinkron Sedang : koordinasi antara penyedia layanan komunikasi tingkat pusat dengan penyedia layanan komunikasi tingkat cabang belum sinkron, baru sampai tingkat daerah Sulit : komunikasi antara penyedia layanan komunikasi tingkat pusat dengan penyedia layanan komunikasi tingkat daerah ataupun cabang belum sinkron
e.Ketersediaan infrastruktur komunikasi Mudah : tersedia layanan VPN IP Sedang : sudah tersedia infrastruktur fisik, namun layanan VPN IP belum tersedia Sulit : tidak tersedia infrastruktur komunikasi
f.Penempatan pilar Mudah : tersedia lahan terbuka Sedang : tersedia lahan terbuka namun terdapat obstruksi Sulit : tidak tersedia lahan terbuka dan tingkat obstruksi tinggi 90
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS) Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS) di tiap tahapan: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 6 Hari 0,1667 Dokumen/ tim/hari 2 Rekonesen Pembangun Stasiun CORS Cuaca baik, aksesibilitas ringan, perizinan mudah 1 stasiun 7 Hari 0,142857143 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, perizinan sedang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, perizinan sulit 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, perizinan mudah 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, perizinan sedang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari 91 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas sedang, perizinan sulit Cuaca baik, aksesibilitas berat, perizinan mudah 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, perizinan sedang 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, perizinan sulit 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sangat berat, perizinan mudah 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sangat berat, perizinan sedang 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sangat berat, perizinan sulit 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 92 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus, perizinan mudah 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, perizinan sedang 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, perizinan sulit 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, perizinan mudah 1 stasiun 7 Hari 0,142857143 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, perizinan sedang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, perizinan sulit 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, perizinan mudah 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari 93 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, perizinan sedang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, perizinan sulit 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, perizinan mudah 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, perizinan sedang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, perizinan sulit 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sangat berat, perizinan mudah 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sangat berat, perizinan sedang 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari 94 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sangat berat, perizinan sulit 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, perizinan mudah 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, perizinan sedang 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, perizinan sulit 1 stasiun 9 Hari 0,1111 Stasiun/tim/hari 3 Instalasi Perangkat Stasiun CORS 1 sistem 6 Hari 0,1667 Sistem/tim/hari 1 sistem 6 Hari 0,1667 Sistem/tim/hari 1 sistem 7 Hari 0,142857143 Sistem/tim/hari 95
3.Kebutuhan Sumberdaya Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS) Sumber Daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pembangunan Continuously Operating Reference Station (CORS): No Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Rekonesen Pembangunan Stasiun CORS Personil Ahli Geodesi Surveyor Pembangunan Stasiun CORS Alat Laptop Mobil Kamera Digital Mounting Antena Tiket Transportasi Akomodasi Bahan Pilar CORS 96 No Tahapan Sumber Daya 3 Instalasi Perangkat Stasiun Tetap GNSS (CORS) Personil Surveyor Pembangunan Stasiun CORS Alat Laptop Mobil Kamera Digital Receiver GNSS Solar Panel Mount UPS Modem GPRS Antena Choke Ring Solar Panel Box Panel (200 x 500 x 700 mm) Penangkal Petir Antena GPS Penangkal Petir Komunikasi Data Komunikasi Radio Akomodasi Tiket Transportasi 4 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Rekonesen dan Pembangunan Pilar Stasiun CORS 97 No Tahapan Sumber Daya Laporan Instalasi Perangkat Stasiun CORS Laporan Akhir Harddisk Eksternal 98 H. Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS)
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS) Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pemeliharaan Stasiun CORS:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan pemeliharaan stasiun CORS Mudah : lokasi pemeliharaan stasiun CORS dapat diakses menggunakan jalur darat dari Cibinong Sedang : tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pemeliharaan stasiun CORS Sulit : tidak tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pemeliharaan stasiun CORS
d.Tingkat obstruksi di sekitar pilar CORS Rendah : tidak terdapat obstruksi di sekitar pilar CORS Sedang : terdapat obstruksi di sekitar pilar CORS namun obstruksi diizinkan untuk dihilangkan 99 Tinggi : terdapat obstruksi di sekitar pilar CORS namun obstruksi tidak diizinkan untuk dihilangkan 100
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS) Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS) di tiap tahapan: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 3 Hari 0,3333 dokumen/ tim/hari 2 Pemeliharaan Stasiun Tetap GNSS (CORS) Cuaca baik, aksesibilitas ringan 1 stasiun 4 Hari 0,25 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang 1 stasiun 4 Hari 0,25 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat 1 stasiun 5 Hari 0,2 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus (remote area) 1 stasiun 6 Hari 0,1667 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan 1 stasiun 4 Hari 0,25 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang 1 stasiun 4 Hari 0,25 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat 1 stasiun 5 Hari 0,2 Stasiun/tim/hari 101 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus (remote area) 1 stasiun 6 Hari 0,1667 Stasiun/tim/hari 102
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS) Sumber Daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pemeliharaan Continuously Operating Reference Station (CORS) adalah sebagai berikut: No Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Pemeliharaan Stasiun Tetap GNSS (CORS) Personil Surveyor Pemeliharaan Stasiun CORS Alat Mobil Kamera Digital Tiket Transportasi Laptop Akomodasi Voltemeter 4 Pelaporan Laporan Bulanan Laporan Akhir Harddisk Eksternal 103 I. Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi udara dan darat Khusus : Wilayah dengan moda transportasi udara, darat, dan air (Remote area)
c.Keberadaan Peralatan dan Bahan Bangunan Mudah : Semua alat dan bahan bangunan tersedia di lokasi Sedang : Sebagian peralatan dan bahan bangunan tidak tersedia di lokasi Sulit : Semua peralatan dan bahan bangunan tidak tersedia di lokasi
d.Ketersediaan infrastruktur dermaga di pelabuhan Mudah : tersedia dermaga di pelabuhan Sedang : tersedia dermaga di pelabuhan, namun bangunan stasiun pasang surut permanen tidak boleh 75% berada di dermaga Sulit : tidak tersedia dermaga di pelabuhan 104
e.Penempatan pilar BM pasut Mudah : tersedia lahan terbuka Sedang : tersedia lahan terbuka namun terdapat obstruksi Sulit : tidak tersedia lahan terbuka dan tingkat obstruksi tinggi 105
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen di tiap tahapan: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen 1 Dokumen 13 Hari 0,076923077 Dokumen/tim/hari 2 Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas ringan, cuaca baik 1 stasiun 30 Hari 0,033333333 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sedang, aksesibilitas ringan, cuaca baik 1 stasiun 40 Hari 0,025 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas ringan, cuaca baik 1 stasiun 60 Hari 0,016666667 Stasiun/tim/hari 106 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 30 Hari 0,033333333 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sedang, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 40 Hari 0,025 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 60 Hari 0,016666667 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas berat, cuaca baik 1 stasiun 32 Hari 0,03125 Stasiun/tim/hari 107 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Ketersediaan dermaga berat, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 42 Hari 0,023809524 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas berat, cuaca baik 1 stasiun 62 Hari 0,016129032 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas khusus, cuaca baik 1 stasiun 34 Hari 0,029411765 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga berat, aksesibilitas khusus, cuaca baik 1 stasiun 44 Hari 0,022727273 Stasiun/tim/hari 108 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas khusus, cuaca baik 1 stasiun 64 Hari 0,015625 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas ringan, cuaca buruk 1 stasiun 32 Hari 0,03125 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sedang, aksesibilitas ringan, cuaca buruk 1 stasiun 42 Hari 0,023809524 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas ringan, cuaca buruk 1 stasiun 62 Hari 0,016129032 Stasiun/tim/hari 109 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas sedang, cuaca buruk 1 stasiun 32 Hari 0,03125 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sedang, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 42 Hari 0,023809524 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas sedang, cuaca baik 1 stasiun 62 Hari 0,016129032 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas berat, cuaca buruk 1 stasiun 34 Hari 0,029411765 Stasiun/tim/hari 110 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Ketersediaan dermaga berat, aksesibilitas sedang, cuaca buruk 1 stasiun 44 Hari 0,022727273 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas berat, cuaca buruk 1 stasiun 64 Hari 0,015625 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga mudah, aksesibilitas khusus, cuaca buruk 1 stasiun 36 Hari 0,027777778 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga berat, aksesibilitas khusus, cuaca buruk 1 stasiun 46 Hari 0,02173913 Stasiun/tim/hari Ketersediaan dermaga sulit, aksesibilitas khusus, cuaca buruk 1 stasiun 66 Hari 0,015151515 Stasiun/tim/hari 111
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen adalah sebagai berikut: No. Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Personil Surveyor Stasiun Pasang Surut Permanen Alat Laptop Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Tiket Transportasi Akomodasi Mobil 2 Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Personil Surveyor Stasiun Pasang Surut Permanen Alat Tiket Transportasi Mobil 112 No. Tahapan Sumber Daya Laptop Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Akomodasi Alat Pertukangan Bahan BM Pasang Surut BM Mounting GPS di Stasiun Pasang Surut 3 Pelaporan Laporan Akhir Harddisk Eksternal 113 J. Instalasi Stasiun Pasang Surut Permanen
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Instalasi Stasiun Pasang Surut Permanen Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi udara dan darat Khusus : Wilayah dengan moda transportasi udara, darat, dan air (Remote area)
c.Ketersediaan infrastruktur komunikasi Mudah : tersedia layanan GSM dan GPRS Sedang : sudah tersedia infrastruktur fisik, namun layanan GSM dan GPRS tidak maksimal Sulit : tidak tersedia infrastruktur komunikasi
d.Tingkat obstruksi di sekitar BM Pasang Surut Rendah : tidak terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut Sedang : terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut namun obstruksi diizinkan untuk dihilangkan Tinggi : terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut namun obstruksi tidak diizinkan untuk dihilangkan 114
e.Topografi Landai : Bentuk topografi dengan kelerengan 0% - 15% Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >15%
f.Lalu Lalang Kendaraan Padat : Jika VC ratio >0,7 (11 kota macet di Indonesia) Jarang : Jika VC ratio <0,7 (di luar 11 kota macet di Indonesia) 115 Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Instalasi Stasiun Pasang Surut Permanen di tiap tahapan: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan Instalasi Peralatan Stasiun Pasang Surut Permanen 1 Dokumen 7 Hari 0,142857143 Dokumen/ tim/hari 2 Instalasi Peralatan Stasiun Pasang Surut Permanen Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 116 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 117 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 118 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 119 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 120 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 121 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 122 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 123 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 124 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 125 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 126 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 127 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari 128 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca burukk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 129 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 130 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari 131 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, ketersediaan infrastruktur komunikasi sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari 132 Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Instalasi Stasiun Pasang Surut Permanen adalah sebagai berikut: Kode Tahapan Sumber Daya Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Pembangunan Stasiun Pasang Surut Permanen Personil Surveyor Stasiun Pasang Surut Permanen Alat Laptop Kamera Digital Mobil 2 Instalasi Perangkat Stasiun Pasang Surut Permanen Personil Surveyor Stasiun Pasang Surut Permanen Buruh Lokal Alat Tiket Transportasi Mobil Laptop Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya 133 Kode Tahapan Sumber Daya Akomodasi Kompas Portable Depth Meter Portable Digital Altimeter Digital Level Instrument Toolkit set Bubbles Gauge Float Gauge Radar Gauge Data Logger Modem GPRS Power Controller Solar Cell 50 Watt Kanal U Galvanis Kabel Power Aki Kering 100 Ah Box Panel (200 x 400 x 600 mm) Server dan Data Storage 134 Kode Tahapan Sumber Daya 3 Pelaporan Laporan Akhir Harddisk Eksternal 135 K. Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi udara dan darat Khusus : Wilayah dengan moda transportasi udara, darat, dan air (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan perawatan stasiun pasang surut permanen Mudah : Lokasi stasiun pasang surut permanen dapat diakses menggunakan jalur darat dari Cibinong Sedang : tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pembangunan stasiun pasang surut permanen Sulit : tidak tersedia jasa pengiriman dangerous good ke lokasi pembangunan stasiun pasang surut permanen
d.Tingkat obstruksi di sekitar BM Pasang Surut Rendah : tidak terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut Sedang : terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut namun obstruksi diizinkan untuk dihilangkan Tinggi : terdapat obstruksi di sekitar BM Pasut namun obstruksi tidak diizinkan untuk dihilangkan 136
e.Topografi Landai : Bentuk topografi dengan kelerengan 0% - 15% Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >15%
f.Lalu Lalang Kendaraan Padat : Jika VC ratio >0,7 (11 kota macet di Indonesia) Jarang : Jika VC ratio <0,7 (di luar 11 kota macet di Indonesia) 137
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen di tiap tahapan: No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas 1 Persiapan Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen 1 Dokumen 3 Hari 0,333333333 Dokumen/ tim/hari 2 Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 7 Hari 0,142857143 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari 138 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 139 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 7 Hari 0,142857143 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 8 Hari 0,125 Stasiun/tim/hari 140 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 141 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 142 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari 143 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 14 Hari 0,071428571 Stasiun/tim/hari 144 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari Cuaca baik, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 14 Hari 0,071428571 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 145 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari 146 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas ringan, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 9 Hari 0,111111111 Stasiun/tim/hari 147 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 10 Hari 0,1 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari 148 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas sedang, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 11 Hari 0,090909091 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 12 Hari 0,083333333 Stasiun/tim/hari 149 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 14 Hari 0,071428571 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas berat, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 14 Hari 0,071428571 Stasiun/tim/hari 150 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 13 Hari 0,076923077 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan mudah, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 14 Hari 0,071428571 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 15 Hari 0,066666667 Stasiun/tim/hari 151 No Tahapan Kondisi Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan Kapasitas Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sedang, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 16 Hari 0,0625 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan jarang 1 stasiun 15 Hari 0,066666667 Stasiun/tim/hari Cuaca buruk, aksesibilitas khusus, mobilisasi peralatan sulit, lalu lalang kendaraan padat 1 stasiun 16 Hari 0,0625 Stasiun/tim/hari 152
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Perawatan Stasiun Pasang Surut Permanen adalah sebagai berikut: No Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Pemeliharaan Stasiun Pasang Surut Permanen Alat PC Workstation 2 Pemeliharaan Stasiun Pasang Surut Permanen Personil Surveyor Pemeliharaan Stasiun Pasang Surut Permanen Buruh lokal Alat Laptop Kamera Digital Toolkit Tiket Transportasi Mobil Akomodasi 153 No Tahapan Sumber Daya 3 Pelaporan Laporan Akhir Harddisk Eksternal 154 L. Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat
1.Faktor Produktivitas Daya Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan pembangunan pilar jaring kontrol gayaberat Mudah : lokasi pembangunan stasiun jaring kontrol gayaberat dapat diakses dengan mudah (bukan area terbatas seperti area bandara) Sulit : lokasi pembangunan stasiun jaring kontrol gayaberat tidak dapat diakses dengan mudah (area terbatas seperti area bandara)
d.Perizinan Mudah : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura sudah sinkron Sulit : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura belum sinkron 155
e.Penempatan pilar Mudah : tersedia lahan stabil dan terbuka Sedang : tersedia lahan stabil tetapi terdapat obstruksi Sulit : tidak tersedia lahan stabil dan terbuka 156
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat (Cuaca baik) 1 Unit 5 Hari 0,2 Unit/tim/hari 3 Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat (Cuaca buruk) 1 Unit 6 Hari 0,167 Unit/tim/hari 157
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat adalah sebagai berikut: No. Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Personil Surveyor Pembangunan Pilar Alat PC Workstation Mobil Kamera Digital Tiket Transportasi Akomodasi 158 No. Tahapan Sumber Daya 3 Pembangunan Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Personil Surveyor Pembangunan Pilar Alat Laptop Mobil Kamera Digital Kompas Tiket Transportasi Akomodasi Kompas Bahan Pilar GBU 4 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Akhir Harddisk Eksternal 159 M. Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan pemutakhiran pilar jaring kontrol gayaberat Mudah : lokasi pemutakhiran pilar jaring kontrol gayaberat dapat diakses dengan mudah (bukan area terbatas seperti area bandara) Sulit : lokasi pemutakhiran pilar jaring kontrol gayaberat tidak dapat diakses dengan mudah (area terbatas seperti area bandara) 160
d.Perizinan Mudah : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura sudah sinkron Sulit : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura belum sinkron
e.Penempatan pilar Mudah : tersedia lahan stabil dan terbuka Sedang : tersedia lahan stabil tetapi terdapat obstruksi Sulit : tidak tersedia lahan stabil dan terbuka 161
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Pemutakhiran Jaring Kontrol Gayaberat (Cuaca Baik) 1 Titik 8 Hari 0,125 Titik/tim/hari 3 Pemutakhiran Jaring Kontrol Gayaberat (Cuaca Buruk) 1 Titik 9 Hari 0,111 Titik/tim/hari 4 Pengolahan Data Pemutakhiran Jaring Kontrol Gayaberat 1 Titik 1 Hari 1 Titik/tim/hari 162
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pemutakhiran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat adalah sebagai berikut: No. Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Pemutakhiran Jaring Kontrol Gayaberat Alat PC Workstation Surveyor Pemeliharaan Stasiun Pasang Surut Permanen Alat Kamera Digital Toolkit Tiket Transportasi Mobil 163 No. Tahapan Sumber Daya Laptop Akomodasi 4 Pengolahan Data Pemutakhiran Jaring Kontrol Gayaberat Personil Surveyor Pengukuran Alat Laptop PC Workstation Mobil Kamera Digital Software pengolah data gaya berat 5 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Akhir Harddisk Eksternal 164 N. Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Mobilisasi peralatan dan bahan pengukuran pilar jaring kontrol gayaberat Mudah : lokasi pengukuran pilar jaring kontrol gayaberat dapat diakses dengan mudah (bukan area terbatas seperti area bandara) Sulit : lokasi pengukuran pilar jaring kontrol gayaberat tidak dapat diakses dengan mudah (area terbatas seperti area bandara) 165
d.Perizinan Mudah : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura sudah sinkron Sulit : koordinasi dengan pemilik lokasi pembangunan pilar seperti BMKG dan/atau Angkasa Pura belum sinkron
e.Penempatan pilar Mudah : tersedia lahan stabil dan terbuka Sedang : tersedia lahan stabil tetapi terdapat obstruksi Sulit : tidak tersedia lahan stabil dan terbuka 166
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Rekonaisanse 1 Titik 1 Hari 1 Titik/tim/hari 3 Pengukuran Jaring Kontrol Gaya Berat (Cuaca Baik) 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 4 Pengukuran Jaring Kontrol Gaya Berat (Cuaca Buruk) 1 Titik 5 Hari 0,2 Titik/tim/hari 5 Pengolahan Data Jaring Kontrol Gaya Berat 1 Titik 1 Hari 1 Titik/tim/hari 167
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pengukuran Pilar Jaring Kontrol Gayaberat adalah sebagai berikut: No Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Pengukuran Jaring Kontrol Gaya Berat Personil Surveyor Pengukuran Alat Laptop Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Tiket Transportasi Mobil Akomodasi 3 Pengukuran Jaring Kontrol Gaya Berat Personil Surveyor Pengukuran Alat 168 No Tahapan Sumber Daya Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Gravimeter Multimeter Tiket Transportasi Mobil Laptop Tiket Transportasi Akomodasi 4 Pengolahan Data Jaring Kontrol Gaya Berat Personil Surveyor Pengolahan Alat PC Workstation Software pengolah data gaya berat 5 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Rekon Laporan Akhir Harddisk Eksternal 169 O. Pengukuran Jaring Kontrol Horisontal
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Jaring Kontrol Horisontal Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Ketersediaan sumber listrik Mudah : Terdapat sumber listrik Sulit : Tidak terdapat sumber listrik
d.Tingkat obstruksi di sekitar pilar jaring kontrol horizontal Rendah : tidak terdapat obstruksi di sekitar pilar jaring kontrol horizontal 170 Sedang : terdapat obstruksi di sekitar pilar jaring kontrol horizontal namun obstruksi diizinkan untuk dihilangkan Sulit : terdapat obstruksi di sekitar pilar jaring kontrol horizontal namun obstruksi tidak diizinkan untuk dihilangkan 171
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Jaring Kontrol Horisontal Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Rekonesen Pengukuran Jaring Kontrol Horisontal 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 3 Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal (Cuaca baik dan ada sumber listrik) 1 Titik 3 Hari 0,333333 Titik/tim/hari 4 Persiapan pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal 30 Titik 14 Hari 2,142857 Titik/tim/hari 5 Pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal 30 Titik 1 Hari 30 Titik/tim/hari 172
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Pengukuran Jaring Kontrol Horisontal Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal adalah sebagai berikut: No. Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal Personil Surveyor Pengukuran Alat Laptop Kamera Digital GPS Handheld dan kelengkapannya Tiket Transportasi Mobil Akomodasi 3 Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal Personil Surveyor Pengukuran Alat Laptop 173 No. Tahapan Sumber Daya Kamera Digital GPS Handheld dan kelengkapannya GPS Geodetik dan kelengkapannya Meteorologi Sensor Kompas Tiket Transportasi Mobil Perlengkapan Flying Camp Alat Bantu Penerangan Aki Kering Akomodasi 4 Persiapan Pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal Personil Surveyor Pengolahan Data Alat PC Workstation 5 Pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal Personil Surveyor Pengolahan Data Alat PC Workstation Software Pengolah Data GPS 174 No. Tahapan Sumber Daya 6 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Persiapan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal Laporan Pengukuran Jaring Kontrol Horizontal Laporan Persiapan Pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal Laporan Pengolahan Data Jaring Kontrol Horizontal Laporan Akhir Harddisk Eksternal 175 P. Survei Gayaberat Terestris
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Terestris Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Survei Gayaberat Terestris:
1.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari
2.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
3.Topografi Landai : Bentuk topografi dengan kelerengan 0% - 15% Berbukit : Bentuk topografi dengan kelerengan >15%
4.Lalu Lalang Kendaraan Padat : Jika VC ratio >0,7 (11 kota macet di Indonesia) Jarang : Jika VC ratio <0,7 (di luar 11 kota macet di Indonesia) 176
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Terestris Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Survey Gayaberat Terestris di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 Dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Rekon 10 Titik 3 Hari 3,333 Titik/tim/hari 3 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak dekat) 6 Titik 4 Hari 1,5 Titik/tim/hari 4 Pengukuran Gaya Berat Terestris ( cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak sedang) 4 Titik 4 Hari 1 Titik/tim/hari 5 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak jauh) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 6 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak dekat) 5 Titik 4 Hari 1,25 Titik/tim/hari 7 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak sedang) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 177 No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 8 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak jauh) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 9 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak dekat) 4 Titik 4 Hari 1 Titik/tim/hari 10 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak sedang) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 11 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak jauh) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 12 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak dekat) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 13 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak sedang) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 14 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca baik, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak jauh) 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 178 No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 15 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak dekat) 5 Titik 4 Hari 1,25 Titik/tim/hari 16 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak sedang) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 17 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak jauh) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 18 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak dekat) 4 Titik 4 Hari 1 Titik/tim/hari 19 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak sedang) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 20 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi landai, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak jauh) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 21 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak dekat) 3 Titik 4 Hari 0,75 Titik/tim/hari 179 No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 22 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak sedang) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 23 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas rendah, jarak jauh) 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 24 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak dekat) 2 Titik 4 Hari 0,5 Titik/tim/hari 25 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak sedang) 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 26 Pengukuran Gaya Berat Terestris (cuaca buruk, topografi terjal, kesulitan aksesibilitas sedang, jarak jauh) 1 Titik 4 Hari 0,25 Titik/tim/hari 27 Pengolahan Data Gaya Berat Terestris 10 Set File 2 Hari 5 Set file/tim/hari
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Terestris Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pengukuran Gayaberat Terestris adalah sebagai berikut: No Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Survei Gaya Berat Terestris Personil Surveyor Pengukuran Alat Laptop Printer Mobil Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Tiket Transportasi Akomodasi 3 Survei Gaya Berat Terestris Personil Surveyor Pengukuran Alat No Tahapan Sumber Daya Laptop Mobil Kamera Digital GPS Handheld dan Kelengkapannya Gravimeter Multimeter Tiket Transportasi Akomodasi 4 Pengolahan Data Survei Gayaberat Terestris Personil Surveyor Pengolah Data Alat PC Workstation Mobil Kamera Digital Software pengolah data 5 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Rekon Laporan Pengukuran Gayaberat Teristris Laporan Pengolahan Data Gayaberat Teristris Laporan Akhir No Tahapan Sumber Daya Harddisk Eksternal Q. Survei Gayaberat Airborne
1.Faktor Produktivitas Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Airborne Berikut faktor produktivitas yang mempengaruhi pelaksanaan Survei Gayaberat Airborne:
a.Cuaca Cuaca Baik : Bukan musim hujan (cek BMKG) Cuaca Buruk : Musim hujan (Cek BMKG), waktu efektif bekerja sekitar 4 jam dari 7 jam bekerja per hari.
b.Kesulitan Aksesibilitas Ringan : Wilayah dengan moda transportasi kendaraan roda 4 ataupun roda 2, selain 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar Sedang : 11 kota macet menurut Kementerian Perhubungan (DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Makassar) Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat dan air Sangat Berat : Wilayah dengan moda transportasi darat (Kendaraan roda 4 yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki) Khusus : Wilayah dengan moda transportasi darat dan udara (Remote area)
c.Tingkat Traffic Bandara Rendah : Jika pesawat dapat terbang tanpa ada antrian lebih dari 1 hari Sedang : Jika antrian pesawat 1- 2 hari dan bandara yang terdapat Pangkalan TNI AU Padat : Jika antrian pesawat lebih dari 2 hari dan bandara yang merupakan Bandara Internasional dan terdapat Pangkalan TNI AU
d.Waktu Tempuh Fieldbase-AOI Cepat : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan < 1 jam Sedang : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan antara 1-2 jam Lama : Jika waktu tempuh dari Fieldbase ke Area Pemotretan > 2 jam
2.Kapasitas Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Airborne Berikut merupakan kapasitas pekerjaan Survey Gayaberat Airborne di tiap tahapan: No Tahapan Volume Satuan Volume Waktu Pelaksanaan (Hari) Satuan Waktu Pelaksanaan Kapasitas (Vol/Waktu) Satuan 1 Persiapan Umum 1 dokumen 5 Hari 0,2 Dokumen/tim/hari 2 Persiapan Survei Airborne Gravity 1 set file 12 Hari 0,083 Set file/tim/hari 3 Survei Airborne Gravity 47.484 km 62 Hari 76.581 Km/tim/hari 4 Pengolahan Data Survei Airborne Gravity 1 set file 43 Hari 0,023 Set file/tim/hari
3.Kebutuhan Sumber Daya Penyelenggaraan IGD - Survei Gayaberat Airborne Sumber daya yang dibutuhkan dalam tahapan pekerjaan Pengukuran Gayaberat Airborne adalah sebagai berikut: No. Tahapan Sumber Daya Umum Ketua Tim Pelaksana Staff Administrasi Ahli Muda/ Supervisor Survei dan Pemetaan 1 Persiapan Umum Alat PC Workstation 2 Persiapan Survei Airborne Gravity Personil Surveyor Pengukuran Alat Administrasi SC Administrasi SO PC Workstation Kamera Digital Tiket Transportasi Mobil Laptop Biaya Instalasi No. Tahapan Sumber Daya 3 Survei Airborne Gravity Personil Surveyor Pengukuran SO Alat Laptop Mobil Kamera Digital Pesawat Udara Tiket Transportasi Ferry Flight Akomodasi Ground Handling RON Fee 4 Pengolahan Data Survei Airborne Gravity Personil Surveyor Pengolahan Alat PC Workstation Software pengolah data 5 Pelaporan Laporan Persiapan Umum Laporan Persiapan Survei Airborne Gravity No. Tahapan Sumber Daya Laporan Survei Airborne Gravity Laporan Pengolahan Data Survei Airborne Gravity Laporan Akhir Harddisk Eksternal Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Bagian Hukum, Ida Suryani KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL ttd HASANUDDIN Z. ABIDIN LAMPIRAN II PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG ANALISIS TEKNIS PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL ANALISIS TEKNIS PENYELENGGARAAN INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK A. Pemetaan Integrasi Neraca Spasial Wilayah Sungai Bengawan Solo Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 1 Input IG :
a.Peta RBI 1:50.000
c.DEM TerraSar-X
d.Citra Satelit Ikonos/Quickbird SPOT 6 60 km x 60 km
e.Data/Peta Kementrian Lembaga RTRW 10 tahun terakhir Peta Kawasan Hutan 10 tahun terakhir Peta DAS 10 tahun terakhir Data Mineral 10 tahun terakhir Data Pos duga Air 10 tahun terakhir Data Hujan 10 tahun terakhir Data Infrastruktur Air 10 tahun terakhir Data Statistik 10 tahun terakhir Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 2 Metode Klasifikasi Penutup Lahan
a.Interpretasi Penutup Lahan skala 1:25.000
b.Analisis Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 3 Output IG :
a.Penutup Lahan 2 periode pada skala 1:50.000
b.Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 4 Koordinasi Pemantapan Metodologi 4 hari Review Kebutuhan Data 2 hari Review Ketersediaan Data 2 hari Penetapan Sumber data dan Informasi 2 hari 5 Pengumpulan Data Survey Pengumpulan Data Sekunder 10 hari 6 Pengolahan Citra Satelit
a.Lokasi Prosesing : dalam studio/laboratorium
b.Luas dan NLP Produksi : - Luas per NLP 190 km2 - Lokasi Pemetaan luas (km2) NLP (perkiraan) WS Bengawan Solo Tahun ke 1 19.778 105 Tahun ke 2 19.778 105 luas total (km2) 39.556 210
c.Koreksi Citra Satelit Koreksi Geometrik 0,3 Hari/NLP/Orang 63 hari Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan
d.Interpretasi Penutup Lahan 2 Hari/NLP/Orang 420 hari - Deliniasi obyek, pengisian atribut, topologi
e.Reinterpretasi Citra Satelit 0,5 Hari/NLP/Orang 105 hari 7 Survey Lapangan WS Bengawan Solo 1 Hari/NLP/Tim 210 hari 8 Analisis Aktiva dan Pasiva Air dan Mineral 40 hari Analisis Debit Andalan Analisis Kebutuhan Air Analisis Potensi Kebutuhan Air Analisis Sumberdaya dan Cadangan Mineral Analisis Ekploitasi Mineral 9 Analisis Neraca 60 hari Analisis Neraca Lahan Analisis Neraca Hutan Analisis Neraca Air Analisis Neraca Mineral Analisis Kesesuaian RTRW Analisis Laju Konversi Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 10 Penyusunan Buku Integrasi Neraca Sumberdaya Alam Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 11 Penyusunan Database Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 12 Penyusunan Album Peta Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 13 Penyusunan Laporan Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari 14 Kapasitas Tenaga Ahli
a.Kapasitas Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 1 Orang - Mengkonsolidasi dan mengkoordinasi semua Tenaga Ahli yang terlibat - Mengkaji kebutuhan data di bidang SDA 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Pengawasan pada Pengolahan Citra 8 hari-TA - Membuat Analisis Cadangan dan Sumberdaya Mineral 36 hari-TA - Membuat Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 57 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 161 Kebutuhan Tenaga Ahli 8 TA-Bulan Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan
b.Kapasitas Tenaga Ahli Penginderaan Jauh 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 84 hari-TA - Survey Pemeriksaan Lapangan 15 hari-TA Total Lama Pekerjaan 119 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
c.Kapasitas Tenaga Ahli GIS 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 40 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 40 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 159 Kebutuhan Tenaga Ahli 8 TA-Bulan
d.Kapasita Tenaga Ahli Pemodelan Spasial - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Driving Faktor 30 hari-TA - Analisis Pembobotan Driving Factor 20 hari-TA - Melakukan Pemodelan 53 hari-TA Total Lama Pekerjaan 123 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
e.Kapasitas Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data di bidang sumberdaya Air 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Analisis Potensi dan Kebutuhan Air 53 hari-TA - Menyusun Neraca Sumberdaya Air 40 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 152 Kebutuhan Tenaga Ahli 8 TA-Bulan
f.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli Penginderaan Jauh 6 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 84 hari-TA - Survey Pemeriksaan Lapangan 15 hari-TA Total Lama Pekerjaan 119 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
g.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli GIS 2 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 40 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 40 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 159 Kebutuhan Tenaga Ahli 8 TA-Bulan
h.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli Hidrologi 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data di bidang sumberdaya Air 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Analisis Potensi dan Kebutuhan Air 53 hari-TA - Menyusun Neraca Sumberdaya Air 40 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 152 Kebutuhan Tenaga Ahli 8 TA-Bulan B. Pemetaan Integrasi Neraca Spasial Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 1 Input IG :
a.Peta RBI 1:50.000
c.DEM TerraSar-X
d.Citra Satelit Ikonos/Quickbird SPOT 6 60 km x 60 km
e.Data/Peta Kementrian Lembaga RTRW 10 tahun terakhir Peta Kawasan Hutan 10 tahun terakhir Peta DAS 10 tahun terakhir Data Mineral 10 tahun terakhir Data Pos duga Air 10 tahun terakhir Data Hujan 10 tahun terakhir Data Infrastruktur Air 10 tahun terakhir Data Statistik 10 tahun terakhir 2 Metode Klasifikasi Penutup Lahan
a.Interpretasi Penutup Lahan skala 1:25.000
b.Analisis Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 3 Output IG :
a.Penutup Lahan 2 periode pada skala 1:50.000
b.Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 4 Koordinasi Pemantapan Metodologi 4 hari Review Kebutuhan Data 2 hari Review Ketersediaan Data 2 hari Penetapan Sumber data dan Informasi 2 hari 5 Pengumpulan Data Survey Pengumpulan Data Sekunder 10 hari Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 6 Pengolahan Citra Satelit
a.Lokasi Prosesing : dalam studio/laboratorium
b.Luas dan NLP Produksi : - Luas per NLP 190 km2 - Lokasi Pemetaan luas (km2) NLP (perkiraan) WS Bengawan Solo Tahun ke 1 7.711 41 Tahun ke 2 7.711 41 luas total (km2) 15.422 82
c.Koreksi Citra Satelit Koreksi Geometrik 0,3 Hari/NLP/Orang 25 hari
d.Interpretasi Penutup Lahan 2 Hari/NLP/Orang 164 hari
e.Reinterpretasi Citra Satelit 0,5 Hari/NLP/Orang 41 hari 7 Survey Lapangan WS Cimanuk Cisanggarung 1 Hari/NLP/Tim 82 hari 8 Analisis Aktiva dan Pasiva Air dan Mineral 40 hari Analisis Debit Andalan Analisis Kebutuhan Air Analisis Potensi Kebutuhan Air Analisis Sumberdaya dan Cadangan Mineral Analisis Ekploitasi Mineral 9 Analisis Neraca 60 hari Analisis Neraca Lahan Analisis Neraca Hutan Analisis Neraca Air Analisis Neraca Mineral Analisis Kesesuaian RTRW Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan Analisis Laju Konversi Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 10 Penyusunan Buku Integrasi Neraca Sumberdaya Alam Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari 11 Penyusunan Database Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 12 Penyusunan Album Peta Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 13 Penyusunan Laporan Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari 14 Kapasitas Tenaga Ahli
a.Kapasitas Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 1 Orang Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan - Mengkonsolidasi dan mengkoordinasi semua Tenaga Ahli yang terlibat - Mengkaji kebutuhan data di bidang SDA 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Pengawasan pada Pengolahan Citra 6 hari-TA - Membuat Analisis Cadangan dan Sumberdaya Mineral 25 hari-TA - Membuat Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 30 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 121 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
c.Kapasitas Tenaga Ahli Penginderaan Jauh 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 57 hari-TA - Survey Pemeriksaan Lapangan 14 hari-TA Total Lama Pekerjaan 91 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
d.Kapasitas Tenaga Ahli GIS 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 15 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 15 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 111 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
d.Kapasita Tenaga Ahli Pemodelan Spasial - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan - Membuat Driving Faktor 30 hari-TA - Analisis Pembobotan Driving Factor 20 hari-TA - Melakukan Pemodelan 21 hari-TA Total Lama Pekerjaan 91 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
e.Kapasitas Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data di bidang sumberdaya Air 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Analisis Potensi dan Kebutuhan Air 30 hari-TA - Menyusun Neraca Sumberdaya Air 30 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 120 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan
f.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli Penginderaan Jauh 3 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 57 hari-TA - Survey Pemeriksaan Lapangan 14 hari-TA Total Lama Pekerjaan 91 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
g.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli GIS 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 15 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 15 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 111 Kebutuhan Tenaga Ahli 6 TA-Bulan C. Pemetaan Integrasi Neraca Sumberdaya Alam Lingkup Kabupaten/Kota Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 1 Input IG :
a.Peta RBI 1:50.000
c.DEM TerraSar-X
d.Citra Satelit Ikonos/Quickbird SPOT 6 60 km x 60 km
e.Data/Peta Kementrian Lembaga RTRW 10 tahun terakhir Peta Kawasan Hutan 10 tahun terakhir Peta DAS 10 tahun terakhir Data Mineral 10 tahun terakhir Data Pos duga Air 10 tahun terakhir Data Hujan 10 tahun terakhir Data Infrastruktur Air 10 tahun terakhir Data Statistik 10 tahun terakhir 2 Metode Klasifikasi Penutup Lahan
a.Interpretasi Penutup Lahan skala 1:25.000
b.Analisis Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 3 Output IG :
a.Penutup Lahan 2 periode pada skala 1:50.000
b.Neraca SDA
c.Integrasi Neraca SDA 4 Koordinasi Pemantapan Metodologi 4 hari Review Kebutuhan Data 2 hari Review Ketersediaan Data 2 hari Penetapan Sumber data dan Informasi 2 hari 5 Pengumpulan Data Survey Pengumpulan Data Sekunder 10 Hari Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan 6 Pengolahan Citra Satelit
a.Lokasi Prosesing : dalam studio/laboratorium
b.Luas dan NLP Produksi : - Luas per NLP 190 km2 - Lokasi Pemetaan luas (km2) NLP (perkiraan) Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka Tahun ke 1 3.337 18 Tahun ke 2 3.337 18 Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep Tahun ke 1 5.025 26 Tahun ke 2 5.025 26 Kabupaten Gianyar dan Klungkung Tahun ke 1 683 4 Tahun ke 2 683 4 luas total (km2) 18.090 95
c.Koreksi Citra Satelit Koreksi Geometrik 0,3 Hari/NLP/Orang 29 hari
d.Interpretasi Penutup Lahan 2 Hari/NLP/Orang 190 hari
e.Reinterpretasi Citra Satelit 0,5 Hari/NLP/Orang 48 hari 7 Survey Lapangan Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka 1 Hari/NLP/Tim 95 hari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep Kabupaten Gianyar dan Klungkung 8 Analisis Aktiva dan Pasiva Air dan Mineral 40 hari Analisis Debit Andalan Analisis Kebutuhan Air Analisis Potensi Kebutuhan Air Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan Analisis Sumberdaya dan Cadangan Mineral Analisis Ekploitasi Mineral 9 Analisis Neraca 60 hari Analisis Neraca Lahan Analisis Neraca Hutan Analisis Neraca Air Analisis Neraca Mineral Analisis Kesesuaian RTRW Analisis Laju Konversi Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 10 Penyusunan Buku Integrasi Neraca Sumberdaya Alam Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari 11 Penyusunan Database Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 12 Penyusunan Album Peta Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari 13 Penyusunan Laporan Kebutuhan Tenaga Ahli - Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 20 hari - Tenaga Ahli Perencana Wilayah 20 hari - Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 20 hari Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan - Asisten Tenaga Ahli GIS 20 hari - Asisten Tenaga Ahli Hidrologi 20 hari 14 Kapasitas Tenaga Ahli
a.Kapasitas Tenaga Ahli Pengelolaan Sumberdaya Alam/Ketua Tim 1 Orang - Mengkonsolidasi dan mengkoordinasi semua Tenaga Ahli yang terlibat - Mengkaji kebutuhan data di bidang SDA 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Pengawasan pada Pengolahan Citra 7 hari-TA - Membuat Analisis Cadangan dan Sumberdaya Mineral 25 hari-TA - Membuat Analisis Integrasi Neraca Sumberdaya Alam 30 hari-TA - Membuat Analisis KLHS 20 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 142 Kebutuhan Tenaga Ahli 7 TA-Bulan
b.Kapasitas Tenaga Ahli Kebijakan Publik 1 Orang - Review Dokumen SNI Spasial SDA 10 hari-TA - Review Dokumen Peraturan Terkait KLHS dan RPJMD 15 hari-TA - Analisis Korelasi Neraca Spasial SDA Hutan dengan KLHS dan RPJMD 10 hari-TA - Analisis Korelasi Neraca Spasial SDA Lahan dengan KLHS dan RPJMD 10 hari-TA - Analisis Korelasi Neraca Spasial SDA Air dengan KLHS dan RPJMD 15 hari-TA Total Lama Pekerjaan 60 Kebutuhan Tenaga Ahli 3 TA-Bulan
b.Kapasitas Tenaga Ahli Penginderaan Jauh 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 67 hari-TA Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan - Survey Pemeriksaan Lapangan 16 hari-TA Total Lama Pekerjaan 103 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
c.Kapasitas Tenaga Ahli GIS 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 18 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 18 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Analisis Daya Dukung 20 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 136 Kebutuhan Tenaga Ahli 7 TA-Bulan
d.Kapasita Tenaga Ahli Pemodelan Spasial - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Driving Faktor 30 hari-TA - Analisis Pembobotan Driving Factor 20 hari-TA - Melakukan Pemodelan 24 hari-TA Total Lama Pekerjaan 94 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
e.Kapasitas Tenaga Ahli Hidrologi/Sumberdaya Air 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data di bidang sumberdaya Air 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Analisis Potensi dan Kebutuhan Air 30 hari-TA - Menyusun Neraca Sumberdaya Air 30 hari-TA - Menyusun Proyeksi Kebutuhan Air 20 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 140 Kebutuhan Tenaga Ahli 7 TA-Bulan Tahapan Jml Satuan Kapasitas Satuan
f.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli Penginderaan Jauh 3 Orang - Mengkaji kebutuhan data penginderaan jauh 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Mengolah Citra Satelit 67 hari-TA - Survey Pemeriksaan Lapangan 16 hari-TA Total Lama Pekerjaan 103 Kebutuhan Tenaga Ahli 5 TA-Bulan
g.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli GIS 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data GIS 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Peta Aktiva dan Pasiva 18 hari-TA - Menyusun Analisis Laju Konversi 18 hari-TA - Menyusun Database 30 hari-TA - Menyusun Analisis Daya Dukung 20 hari-TA - Menyusun Album Peta 30 hari-TA Total Lama Pekerjaan 136 Kebutuhan Tenaga Ahli 7 TA-Bulan
h.Kapasitas Tenaga Asisten Ahli Hidrologi 1 Orang - Mengkaji kebutuhan data di bidang sumberdaya Air 10 hari-TA - Melakukan Pengumpulan Data Sekunder 10 hari-TA - Membuat Analisis Potensi dan Kebutuhan Air 30 hari-TA - Menyusun Neraca Sumberdaya Air 30 hari-TA - Menyusun Proyeksi Kebutuhan Air 20 hari-TA - Menyusun Buku Integrasi Neraca SDA 20 hari-TA - Menyusun Laporan 20 hari-TA Total Lama Pekerjaan 140 Kebutuhan Tenaga Ahli 7 TA-Bulan D. Penyusunan Atlas Tematik Untuk Pendidikan Dan Budaya No Kegiatan Pelaku Waktu /Hari Hasil 1 Koordinasi dan pengumpulan data
a.Menetapkan rencana rinci dengan tim teknis BIG Ahli Geografi/Ketua Tim 5 Dokumen rencana rinci pengerjaan fisik pekerjaan dan penggunaan anggaran
b.Melaksanakan koordinasi dengan kemendikbud terkait dengan kebutuhan informasi yang sesuai dengan kurikulum Ahli Geografi/Ketua Tim 5 Rancangan umum informasi dalam atlas sesuai dengan kurikulum pendidikan tingkat SMA
c.Mengumpulkan data dasar dan tematik Ahli Geografi/Ketua Tim 5 Dataset peta dasar dan tematik serta data non geospasial lain yang dibutuhkan
d.Membuat kerangka atlas Ahli Geografi/Ketua Tim 14 Desain kerangka atlas untuk pendidikan tingkat SMA
e.Melaksanakan FGD 1 untuk menetapkan kerangka informasi dalam atlas. Ahli Geografi/Ketua Tim 1 Dokumen hasil FGD yang berisi kesepakatan tim penyusun tentang kerangka informasi dalam atlas 2 Melakukan pengolahan data
a.Melakukan pemilihan data sesuai kerangka atlas yang telah ditetapkan
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Operator SIG - Kartografi 1
c.Operator SIG - Kartografi 2 2 Hasil pemilihan data yang secara spesifik dibutuhkan dalam penyusunan atlas sesuai dengan desain yang telah disepakati No Kegiatan Pelaku Waktu /Hari Hasil
b.Merangkum berbagai informasi menjadi informasi ringkas dan padat dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik sesuai dengan topik yang dibahas dalam atlas melalui studi pustaka dan validasi lapangan
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Operator SIG - Kartografi 1 27 Narasi atlas, tabel, dan grafik untuk merepresentasikan informasi dalam atlas
c.Membuat geodatabase Operator SIG - Kartografi 2 27 File geodatabase atlas
d.Membuat desain buku atlas berdasarkan kerangka informasi dalam atlas Ahli Desain Grafis 29 Desain buku atlas
e.Melaksanakan FGD 2 untuk menetapkan konten informasi dalam atlas
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Ahli Desain Grafis
c.Operator SIG - Kartografi 1
d.Operator SIG - Kartografi 2 1 Dokumen hasil FGD yang berisi kesepakatan tim penyusun tentang konten informasi dalam atlas 3 Melakukan penyajian atlas
a.Membuat peta-peta atlas dengan seni kartografis sesuai dengan kurikulum SMA/MA
a.Operator SIG - Kartografi 1
b.Operator SIG - Kartografi 2 104 Peta-peta atlas dengan seni kartografis sesuai dengan kurikulum SMA/MA
b.Membuat narasi dan info grafis, sebagai pelengkap informasi yang disajikan dalam peta dengan seni desain grafis
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Ahli Desain Grafis
c.Asisten Ahli Desain Grafis 80 Narasi dan info grafis, sebagai pelengkap informasi yang disajikan dalam peta dengan seni desain grafis
c.Menggabungkan peta, narasi, dan infografis menjadi kesatuan atlas dalam bentuk buku cetak
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Ahli Desain Grafis
c.Asisten Ahli Desain Grafis 24 Draf atlas cetak 1 No Kegiatan Pelaku Waktu /Hari Hasil
d.Melaksanakan FGD 3 untuk menyempurnakan isi dan seni kartografis dan desain grafis atlas
a.Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Operator SIG - Kartografi 1
c.Operator SIG - Kartografi 2
d.Ahli Desain Grafis
e.Asisten Ahli Desain Grafis 1 Dokumen hasil FGD yang berisi kesepakatan revisi draf atlas cetak 1 4 Kontrol kualitas secara intensif untuk menyempurnakan atlas Finalisasi atlas a. Ahli Geografi/Ketua Tim
b.Operator SIG - Kartografi 1
c.Operator SIG - Kartografi 2
d.Ahli Desain Grafis
e.Asisten Ahli Desain Grafis 15 Atlas cetak final 4 Penyerahan hasil E. Penyusunan Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perbatasan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Perbatasan Negara Tahun 2019 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 1 Rapat Koordinasi Awal - Ketua Tim 1 Timeline Kegiatan, Strategi dan Langkah Kerja- Ahli Geodesi 1 - Ahli Geografi dan GIS 1 - Ahli Geomorfologi 1 - Ahli Perencana Wilayah 1 - Ahli Geologi 1 - Ahli Ilmu Tanah 1 - Analis Kartografi 1 - Teknisi Kartografi 1 - Analis SIG 1 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 1 - Tenaga Administrasi 12 2 Deliniasi lokasi RDTR - Ketua Tim 4 Deliniasi Indikatif Lokasi RDTR. Isu Umum dan Strategis Wilayah Perbatasan - Ahli Geodesi 5 - Ahli Geografi dan GIS 5 - Ahli Perencana Wilayah 10 - Analis SIG 5 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 10 3 Identifikasi Sumber Data - Ketua Tim 4 Sumber data yang digunakan dalam pemetaan, kondisi sumber data dan rencana pengolahan sumber data - Ahli Geodesi 5 - Ahli Geografi dan GIS 5 - Analis SIG 5 4 FGD 1 - Ketua Tim 1 Isu Strategis lintas K/L - Ahli Geodesi 1 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil - Ahli Geografi dan GIS 1 - Ahli Geomorfologi 1 - Ahli Perencana Wilayah 1 - Ahli Geologi 1 - Ahli Ilmu Tanah 1 - Analis Kartografi 1 - Teknisi Kartografi 1 - Analis SIG 1 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 1 - Tenaga Administrasi 12 5 Identifikasi Data CSRT - Ketua Tim 8 Citra Satelit Resolusi Tinggi yang akan digunakan sebagai Sumber Data(Raw Data) - Ahli Geodesi 10 - Ahli Geografi dan GIS 8 - Analis SIG 10 6 Laporan Pendahuluan dan Termin 1 - Ketua Tim 6 Laporan Pendahuluan dan administrasi penarikan termin 1a. Laporan Pendahuluan - Ahli Geodesi 3 - Ahli Geografi dan GIS 3 - Ahli Geomorfologi 3 - Ahli Perencana Wilayah 3 - Ahli Geologi 3 - Ahli Ilmu Tanah 3 - Analis Kartografi 3 - Teknisi Kartografi 3 - Analis SIG 3 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 10
b.Administrasi Termin 1 - Tenaga Administrasi 20 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 7 Pengolahan CSRT - Ketua Tim 18 CSRT yang telah terkoreksi geometrik serta siap untuk penyusunan peta dasar
a.Survey Titik Kontrol Tanah - Ahli Geodesi 20 - Ahli Geografi dan GIS 20 - Analis SIG 15
b.Koreksi Geometrik - Ahli Geodesi 10 - Ahli Geografi dan GIS 8 - Analis SIG 10 - Tenaga Administrasi 10 8 Pembuatan Unsur Peta Dasar Awal - Ketua Tim 20 Peta manuskrip - Ahli Geodesi 15 - Ahli Geografi dan GIS 15 - Analis SIG 15 - Tenaga Administrasi 15 9 Identifikasi Kebutuhan Peta Tematik - Ketua Tim 10 Daftar kebutuhan peta tematik - Ahli Geografi dan GIS 10 - Ahli Geomorfologi 10 - Ahli Perencana Wilayah 70 - Ahli Geologi 10 - Ahli Ilmu Tanah 10 - Analis SIG 10 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 70 10 Persiapan Pengumpulan Data - Ketua Tim 10
a.Persiapan perlatan dan data Survei Titik Kontrol, Survei Kelengkapan Lapangan, dan Toponim Peta Dasar - Ahli Geodesi 16 Desain dan Metode Survei, Formulir Validasi Penutup Lahan, Formulir Fungsi Bangunan, Formulir Toponim Penutup Lahan - Analis Kartografi 10 - Analis SIG 10 - Teknisi Kartografi 10 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil
b.Persiapan perlatan dan bahan survei Jaringan Infrastruktur Eksisting Peta Tematik - Ahli Geografi dan GIS 10 Desain dan Metode Survei, Formulir Jaringan Infrastruktur Eksisting - Analis SIG 10
c.Persiapan perlatan dan bahan survei Data Analisis Keruangan dan Instansi - Ahli Geomorfologi 10 Desain dan Metode Survei, Formulir Data Analisis Keruangan - Ahli Perencana Wilayah 10 - Ahli Geologi 10 - Ahli Ilmu Tanah 10 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 10 11 Koordinasi Daerah - Ketua Tim 1 Isu Strategis daerah dan perizinan- Ahli Geodesi 1 - Ahli Geografi dan GIS 1 - Ahli Geomorfologi 1 - Ahli Perencana Wilayah 1 - Ahli Geologi 1 - Ahli Ilmu Tanah 1 - Analis Kartografi 1 - Teknisi Kartografi 1 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 1 - Tenaga Administrasi 25 12 Pengumpulan Data - Ketua Tim 20
a.Survei Titik Kontrol Tanah, Survei Kelengkapan Lapangan dan Toponim Peta Dasar - Ahli Geodesi 20 Atribut status batas, fungsi dan nama jalan, jenis dan nama perairan, fungsi dan nama bangunan, penutup lahan detail, jenis dan nama toponim - Analis SIG 20 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil
b.Survei Jaringan Infrastruktur Eksisting Peta Tematik - Ahli Geografi dan GIS 20 Peta Tematik untuk penyusunan RDTR skala sesuai ketersediaan data dan Peta Tematik jaringan infratsruktur eksisting skala 1:5.000 - Analis SIG 20
c.Survei Data Analisis Keruangan dan Instansi - Ahli Geomorfologi 20 Data infrastruktur eksisting, isu dan permasalahan detail, serta data untuk analisis keruangan lainnya - Ahli Perencana Wilayah 20 - Ahli Geologi 20 - Ahli Ilmu Tanah 20 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 20 13 Finalisasi Pembuatan Unsur Peta Dasar - Ketua Tim 12
a.Penyusunan Database Peta Dasar - Analis SIG 12 Database peta dasar sesuai kebutuhan RDTR
b.QC Penyusunan Peta Dasar - Ahli Geodesi 12 Peta Dasar skala 1:5.000 untuk RDTR yang akurat, valid, dan update 14 Pembuatan Peta Tematik Analisis - Ketua Tim 10 Peta Tematik yang lengkap untuk kebutuhan analisis keruangan (daya dukung lahan, kesesuaian lahan)
a.Pengumpulan Peta Tematik dan Penyusunan Peta Tematik Analisis - Ahli Geografi dan GIS 10 - Ahli Geomorfologi 10 - Ahli Perencana Wilayah 10 - Ahli Geologi 10 - Ahli Ilmu Tanah 10 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 10
b.Penyusunan Database Peta Tematik - Analis SIG 10 Database peta tematik sesuai kebutuhan RDTR
c.QC Peta Tematik - Ahli Geografi dan GIS 10 Peta Tematik untuk RDTR yang akurat, valid, dan update π No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 15 Laporan Antara dan Termin 2 - Ketua Tim 2 Laporan Antara dan administrasi penarikan termin 2a. Laporan Antara - Ahli Geodesi 3 - Ahli Geografi dan GIS 3 - Ahli Geomorfologi 3 - Ahli Perencana Wilayah 3 - Ahli Geologi 3 - Ahli Ilmu Tanah 3 - Analis Kartografi 3 - Teknisi Kartografi 3 - Analis SIG 3 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 5
b.Administrasi Termin 2 - Tenaga Administrasi 32 16 Analisis Keruangan - Ketua Tim 10 Kebutuhan ruang, peruntukan ruang- Ahli Geografi dan GIS 8 - Ahli Geomorfologi 10 - Ahli Perencana Wilayah 10 - Ahli Geologi 10 - Ahli Ilmu Tanah 10 - Analis SIG 10 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 10 17 Pembuatan Peta Arahan Rencana Pola Ruang - Ketua Tim 10 - Ahli Perencana Wilayah 10 Peta Rencana RDTR yang akurat dan valid- Ahli Geografi dan GIS 8 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 14 - Analis SIG 5 18 FGD 2 - Ketua Tim 1 - Ahli Geodesi 1 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil - Ahli Geografi dan GIS 1 Masukan dari Pakar dan Narasumber mengenai Peta RDTR yang telah disusun - Ahli Geomorfologi 1 - Ahli Perencana Wilayah 1 - Ahli Geologi 1 - Ahli Ilmu Tanah 1 - Analis Kartografi 1 - Teknisi Kartografi 1 - Analis SIG 1 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 1 - Tenaga Administrasi 15 19 Penyusunan Album Peta - Ketua Tim 10
a.Pembuatan Layout Peta - Ahli Geodesi 22 Album peta dengan jenis dan jumlah sesuai dengan Permen ATR No 16 Tahun 2018 dan Pedoman Penyusunan Album Peta dari BIG - Analis Kartografi 35 - Ahli Geografi dan GIS 10 - Analis SIG 10 - Teknisi Kartografi 55
a.QC Layout Peta - Ahli Geodesi 10 Album Peta RDTR yang akurat dan valid- Analis Kartografi 20 20 Loka Karya - Ketua Tim 1 Tersampaikannya hasil pemetaan RDTR Lokpri kepada K/L terkait - Ahli Geodesi 1 - Ahli Geografi dan GIS 1 - Ahli Geomorfologi 1 - Ahli Perencana Wilayah 1 - Ahli Geologi 1 - Ahli Ilmu Tanah 1 - Analis Kartografi 1 - Teknisi Kartografi 1 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil - Analis SIG 1 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 1 - Tenaga Administrasi 5 21 Laporan Antara dan Termin 3 - Ketua Tim 1 Laporan Akhir dan administrasi penarikan termin 3a. Laporan Akhir - Ahli Geodesi 3 - Ahli Geografi dan GIS 3 - Ahli Geomorfologi 3 - Ahli Perencana Wilayah 3 - Ahli Geologi 3 - Ahli Ilmu Tanah 3 - Analis Kartografi 3 - Teknisi Kartografi 3 - Analis SIG 3 - Asisten Ahli Perencana Wilayah 5
b.Administrasi Termin 3 - Tenaga Administrasi 20 F. Penyusunan Peta Rencana Tata Ruang Terekomendasi Paket 1 (RDTR Kabupaten/Kota) Tahun Anggaran 2019 No Tahapan Personil Jumlah Personil Waktu (OH) Hasil 1 Persiapan dan Rapat koordinasi BIG dan penyedia Ketua Tim Ahli 1 5 SDM yang siap secara teknis spesifikasi pekerjaan, kepastian ruang lingkup wilayah yang akan dikerjakan. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 15 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 10 Asisten Ahli SIG A 13 65 Asisten Ahli SIG B 13 65 2 Persiapan dan FGD 1 Ketua Tim Ahli 1 3 Diperoleh data dari pemerintah daerah berupa sumber data, pelengkapan unsur peta dasar, peta tematik, draft peta rencana, dan ranperda. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 9 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 6 Asisten Ahli SIG A 13 26 Asisten Ahli SIG B 13 26 3 Laporan pendahuluan Ketua Tim Ahli 1 4 Laporan pendahuluan kegiatan untuk pengajuan termin 1. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 12 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 8 Asisten Ahli SIG A 13 13 Asisten Ahli SIG B 13 13 4 Pembuatan peta dasar untuk RDTR Asisten Ahli SIG A 13 676 Peta dasar untuk RDTR yang sesuai spesifikasi. Asisten Ahli SIG B 13 169 5 Verifikasi peta dasar untuk RDTR Ketua Tim Ahli 1 4 Berita acara verifikasi final peta dasar. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 12 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 8 No Tahapan Personil Jumlah Personil Waktu (OH) Hasil 6 Penyusunan/ penyesuaian peta-peta tematik dan peta rencana terhadap peta dasar, sinkronisasi peta rencana-ranperda (sendiri / studio kantor) Asisten Ahli SIG B 13 767 Peta tematik dan draft peta rencana yang sesuai spesifikasi, serta dokumen cek sinkronisasi peta rencana dan ranperda 7 Persiapan dan FGD 2 (Reg. I, II, III, dan IV) Ketua Tim Ahli 1 16 Diperoleh data tambahan dari pemerintah daerah berupa pelengkapan unsur peta dasar, peta tematik, draft peta rencana, ranperda, serta konfirmasi terhadap hasil penyesuaian dan penyepakatan perbaikan sinkronisasi ranperda. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 48 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 32 Asisten Ahli SIG A 13 208 Asisten Ahli SIG B 13 208 8 Laporan antara Ketua Tim Ahli 1 4 Laporan antara kegiatan untuk pengajuan termin 2. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 12 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 8 Asisten Ahli SIG A 13 13 Asisten Ahli SIG B 13 13 9 Penyesuaian masukan dan konfirmasi dari FGD 2 Asisten Ahli SIG A 13 338 Dataset peta RDTR hasil perbaikan berdasarkan masukkan dan konfirmasi dari FGD 2. Asisten Ahli SIG B 13 338 10 Penyusunan album peta Asisten Ahli SIG A 13 637 No Tahapan Personil Jumlah Personil Waktu (OH) Hasil Asisten Ahli SIG B 13 377 Album peta RDTR yang sesuai spesifikasi. 11 Persiapan dan FGD 3 Ketua Tim Ahli 1 4 Peta-peta hasil konfirmasi terhadap penyusunan, penyesuaian, dan perbaikan. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 12 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 8 Asisten Ahli SIG A 13 52 Asisten Ahli SIG B 13 52 12 Penyesuaian akhir masukan dan konfirmasi dari FGD 3 Asisten Ahli SIG A 13 39 Peta-peta final hasil perbaikan berdasarkan masukkan dan konfirmasi dari FGD 3. Asisten Ahli SIG B 13 39 13 Laporan akhir Ketua Tim Ahli 1 4 Laporan akhir kegiatan untuk pengajuan termin 3. Ahli Sistem Informasi Geografis 3 12 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 8 Asisten Ahli SIG A 13 13 Asisten Ahli SIG B 13 13 14 Supervisi Internal Pekerjaan tiap Tahapan Pekerjaan Ketua Tim Ahli 1 116 Peta-peta yang telah tersupervisi, dokumen supervisi internal Ahli Sistem Informasi Geografis 3 348 Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota 2 232 15 Administrasi Pekerjaan Tenaga Administrasi 1 160 Dokumen pertanggungjawaban setiap penggunaan anggaran. G. Penyusunan Peta Rencana Tata Ruang Terekomendasi Paket 2 (RTRW Kabupaten/Kota) Tahun Anggaran 2019 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 1 Rapat koordinasi BIG dengan pihak ketiga Ketua Tim Ahli 5 Terlaksananya rapat koordinasi, notulen rapat, rumusan pelaksanaan kegiatan, dan pembagian jobdesk Ahli Perencanaan Wilayah 5 Ahli Perencanaan Wilayah 5 Ahli SIG 5 Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Asisten Ahli SIG 5 Staf Administrasi 5 2 FGD Koordinasi Awal dengan Pemda Ketua Tim Ahli 3 Terlaksananya rapat koordinasi, notulen rapat, dan rumusan diskusi Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 3 Penyusunan 25 Peta RTRW Terekomendasi Ketua Tim Ahli 24 Dataset Peta RTR dan Peningkatan Status Capaian Peta Ahli Perencanaan Wilayah 24 Ahli Perencanaan Wilayah 24 Ahli SIG 24 Ahli SIG 24 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Asisten Ahli SIG 29 Staf Administrasi 24 4 FGD Sinkronisasi Dataset Peta Rencana dengan Pemda ke-1 Ketua Tim Ahli 3 Dataset peta rencana hasil sinkronisasi dengan PemdaAhli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 5 Penyusunan Laporan Pendahuluan Ketua Tim Ahli 5 Laporan Pendahuluan Ahli Perencanaan Wilayah 5 Ahli Perencanaan Wilayah 5 Ahli SIG 5 Ahli SIG 5 Staf Administrasi 5 6 Penyusunan 25 Peta RTRW Terekomendasi Ketua Tim Ahli 27 Dataset Peta RTR dan Peningkatan Status Capaian Peta Ahli Perencanaan Wilayah 27 Ahli Perencanaan Wilayah 27 Ahli SIG 27 Ahli SIG 27 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Staf Administrasi 27 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil 7 FGD Sinkronisasi Dataset Peta Rencana dengan Pemda ke-2 Ketua Tim Ahli 3 Dataset peta rencana hasil sinkronisasi dengan PemdaAhli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 8 Penyusunan 25 Peta RTRW Terekomendasi Ketua Tim Ahli 32 Dataset Peta RTR dan Peningkatan Status Capaian Peta Ahli Perencanaan Wilayah 32 Ahli Perencanaan Wilayah 32 Ahli SIG 32 Ahli SIG 32 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Staf Administrasi 32 9 FGD Sinkronisasi Dataset Peta Rencana dengan Pemda ke-3 Ketua Tim Ahli 3 Dataset peta rencana hasil sinkronisasi dengan PemdaAhli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 10 Penyusunan Laporan Antara Ketua Tim Ahli 3 Laporan Antara Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 11 Penyusunan 25 Peta RTRW Terekomendasi Ketua Tim Ahli 32 Dataset Peta RTR dan Peningkatan Status Capaian Peta Ahli Perencanaan Wilayah 32 Ahli Perencanaan Wilayah 32 Ahli SIG 32 Ahli SIG 32 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Asisten Ahli SIG 37 Asisten Ahli SIG 37 Staf Administrasi 32 12 Rapat Sinkronisasi Dataset Peta Rencana dengan Pemda ke-4 Ketua Tim Ahli 3 Dataset peta rencana hasil sinkronisasi dengan PemdaAhli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Asisten Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 13 Penyusunan Laporan Kajian Ketua Tim Ahli 14 Laporan Kajian Ahli Perencanaan Wilayah 14 Ahli Perencanaan Wilayah 14 Ahli SIG 14 Ahli SIG 14 No Kegiatan Pelaku Waktu / Hari Hasil Staf Administrasi 14 14 Penyusunan Laporan Akhir Ketua Tim Ahli 3 Laporan Akhir Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli Perencanaan Wilayah 3 Ahli SIG 3 Ahli SIG 3 Staf Administrasi 3 Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Bagian Hukum, Ida Suryani KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL ttd HASANUDDIN Z. ABIDIN