7.Arah Kebijakan Penanggulangan Bencana Wilayah Papua Wilayah Papua memiliki luas tutupan hutan terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 343,62 juta ha pada tahun 2020, yang menutupi sekitar 84,43% dari total luas daratan pulau tersebut. Wilayah Papua Barat khususnya bagian kepala burung memiliki kondisi geologi yang kompleks akibat pertemuan antara tiga lempeng yaitu Eurasia, Pasifik, dan Australia. Wilayah Papua Barat terdiri dari sesar-sesar normal antara lain Sesar Sorong, Koor, Taminabun, Wandamen, Ransiki, serta Tarera-Aiduna sehingga rawan terhadap bencana gempabumi. Sedangkan, wilayah Provinsi Papua terdiri dari wilayah dataran rendah, pesisir, dan pegunungan yang terdiri atas tiga deretan pegunungan yaitu: (a) Pegunungan Utara di lingkar luar; (b) deretan Pegunungan Selatan di lingkar dalam; dan (c) deretan Pegunungan Tengah yang merupakan tepi dari The Australian Continent. Daerah pegunungan berada pada ketinggian di antara 3.000-4.000 meter dan lebih dari 4.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Jenis ancaman bencana di wilayah Papua terutama terdiri dari banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami. Gambar 2.12 Peta Risiko Bencana Multi Bahaya Wilayah Papua Sumber: diolah dari Kajian Risiko Bencana 2022-2026 Kebijakan penanggulangan bencana di Wilayah Papua tahun 2025-2029 secara umum diarahkan pada: (a) pemberdayaan masyarakat/peningkatan ketangguhan berbasis komunitas; (b) peningkatan layanan pemerintah dalam mitigasi, peringatan dini, kesiapsiagaan, penyelamatan dan evakuasi korban bencana; (c) peningkatan kualitas dan ketersediaan infrastruktur publik berketahanan bencana dan iklim; (d) perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang serta perencanaan pembangunan berbasis mitigasi bencana dan berketahanan iklim; (e) peningkatan kapasitas sumber daya manusia pemerintah daerah di bidang kebencanaan; dan (f) pembangunan gudang logistik regional dan pengembangan klaster logistik. Secara khusus, penanggulangan bencana di Wilayah Papua diarahkan pada: (a) pengendalian banjir terpadu; dan (b) pelindungan ekosistem laut dan pesisir yang berisiko bencana. (c) peningkatan sarana dan prasarana pendukung dan diseminasi peringatan dini serta evakuasi bencana gempabumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir; (d) revitalisasi sungai dan danau; dan (e) pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak bencana. 2.7. Lokus Prioritas RENAS PB Tahun 2025-2029 menetapkan adanya lokus prioritas intervensi untuk menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pelaksanaan rencana aksi tahun 2025-2029. Lokus prioritas tersebut ditetapkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu: (a) histori kejadian bencana; (b) hasil kajian risiko bencana multi bahaya (kelas bahaya dan kelas jiwa terpapar); (c) lokasi pusat kegiatan, pusat pertumbuhan, atau kawasan strategis/prioritas nasional yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan; (d) tingkat kapasitas fiskal daerah; (e) hasil kajian risiko bencana per jenis bahaya; dan/atau (f) identifikasi akar masalah yang dihimpun dari Kementerian/Lembaga. Lokus prioritas intervensi RENAS PB Tahun 2025-2029 ialah seperti tertera dalam Tabel 2.3 berikut. Tabel 2.3 Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025-2029 WILAYAH LOKUS PRIORITAS Sumatera Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Besar, Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya, Kota Banda Aceh, Kab. Tapanuli Utara, Kab.Karo, Kota Sibolga, Kota Medan, Kota Binjai, Kota Padang Sidempuan, Kab. Kepulauan Mentawai, Kab. Solok, Kab. Sijunjung, Kab. Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kab. Bengkalis, Kab. Rokan Hilir,Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. Tanjung Jabung Barat, Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Kab. Ogan Komering Ilir, Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau, Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Rejang Lebong, Kota Bengkulu, Kab. Tanggamus, Kab. Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Pangkal Pinang, dan Kota Tanjung Pinang. Jawa DKI Jakarta, Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kab. Cirebon, Kab. Sumedang, Kab. Indramayu, Kab. Subang, Kab. Bekasi, Kab. Bandung Barat, Kab. Pangandaran, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara, Kab. Purworejo, Kab. Wonosobo, Kab. Magelang, Kab. Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Karanganyar, Kab. Sragen, Kab. Demak, Kab. Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kota Yogyakarta, Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. Banyuwangi, Kab. Bondowoso, Kab. Pasuruan, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kota Batu, Kab. Pandeglang, Kab. Lebak, Kab. Tangerang, Kab. Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan Bali – Nusa Tenggara Kab. Jembrana, Kab. Tabanan, Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab. Bangli, Kab. Badung, Kab. Karangasem, Kab. Buleleng, Kota Denpasar, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Lombok Tengah, Kab. Bima, Kota Mataram, Kota Bima, Kab. Ende, Kab. Manggarai Barat WILAYAH LOKUS PRIORITAS Kalimantan Ibu Kota Nusantara, Kota Pontianak, Kab. Pulang Pisau, Kab. Banjar, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru Sulawesi Kab. Minahasa, Kab. Kepulauan Sangihe, Kab. Kepulauan Siau Tagulandang, Kab. Minahasa Tenggara, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kab. Poso, Kab. Parigi Moutong, Kab. Sigi, Kota Palu, Kab. Bulukumba, Kab. Takalar, Kab. Gowa, Kab. Maros, Kab. Bone, Kab. Soppeng, Kab. Wajo, Kab. Enrekang, Kab. Tana Toraja, Kota Makassar, Kab. Gorontalo, Kab. Bone Bolango, Kota Gorontalo, Kab. Majene, Kab. Mamuju, Kab. Mamuju Utara Maluku Kab. Maluku Tengah, Kota Ambon, Kab. Pulau Morotai, dan Kota Ternate Papua Kab. Manokwari, Kab. Maybrat, Kota Sorong, Kab. Puncak Jaya, Kab. Deiyai, Kab. Jayawijaya, Kab. Kepulauan Yapen, Kab. Biak Numfor, dan Kota Jayapura. Program dalam rencana aksi 2025-2029 berisi kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran program yang dirumuskan. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan luaran (output) dengan indikator dan target di tahun akhir RENAS PB Tahun 2025-2029. Setiap kegiatan telah dirancang untuk dilaksanakan dalam periode tahun pelaksanaan 2025-2029 oleh Kementerian/Lembaga Penanggung Jawab. Pada setiap kegiatan juga telah dirincikan besaran pagu indikatif dalam 1 (satu) periode pelaksanaan RENAS PB Tahun 2025-2029 bersama sumber pendanaannya. Kementerian/Lembaga Penanggung Jawab bertugas untuk menganggarkan dan melaksanakan setiap kegiatan sesuai dengan kewenangan masing-masing dan melaporkan hasil pelaksanaannya dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi. Pada setiap kegiatan juga dilakukan telah ditetapkan Kementerian/Lembaga Kontributor (Pendukung) berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan oleh Kementerian/Lembaga Penanggung Jawab dalam berbagai bentuk, seperti: melakukan pembahasan substansi, memberikan pertimbangan dan masukan masukan gagasan, memberikan bantuan sumber daya, kerja sama dan kolaborasi pelaksanaan kegiatan, dan lainnya sesuai kewenangan masing-masing. Pada beberapa kegiatan juga telah ditetapkan pihak lainnya yang dapat mendukung atau perlu dilibatkan dalam pelaksanaannya, seperti pemerintah daerah, lembaga usaha, organisasi non pemerintah, perguruan tinggi, media, dan masyarakat. Tabel 3.1 Rencana Aksi RENAS PB Tahun 2025-2029 KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Sasaran 1 Mengurangi Jumlah Penduduk Terdampak Bencana melalui Peningkatan Kualitas Kesiapsiagaan, Peringatan Dini, dan Penanggulangan Kedaruratan Bencana Strategi 1.1 Meningkatkan Aksesibilitas Layanan dan Efektivitas Pengelolaan Sistem Perrington Dini Program 1.1.1 Pengembangan dan Pemanfaatan MHEWS Sasaran Program: Meningkatnya proporsi penduduk per 100.000 jiwa di daerah berisiko bencana yang tercakup oleh platform MHEWS Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 3: Terwujudnya kemudahan akses layanan peringatan dini terpadu multi ancaman 1.1.1.a Penyusunan Strategi Peningkatan Pemenuhan Aksesibilitas Layanan dan Pengelolaan MHEWS 1) Jumlah Dokumen Rencana Induk MHEWS 2) Jumlah Dokumen Evaluasi Aksesbilitas Layanan MHEWS 1) Dokumen 2) Dokumen 1) - 2) - 1)1 2)1 Pusat/Nasional 1,11 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.1.b Pengembangan dan Pemanfaatan Platform Pantauan dan Pengamatan Ancaman Untuk Peringatan Dini Bencana Jumlah Platform Pantauan dan pengamatan gejala bencana untuk Peringatan Dini Bencana yang sudah dikembangkan dan dimanfaatkan Platform/ Sistem yang dikembangkan 9 9 Pusat/Nasional 45 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BRIN, Kementerian Pertanian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.1.c Pengembangan dan Pemanfaatan Platform Analisis Peringatan Dini Bencana Jumlah Platform Analisis Peringatan Dini Bencana yang sudah dikembangkan dan dimanfaatkan Platform/ Sistem yang dikembangkan - 1 Pusat/Nasional 5 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR untuk analisis peringatan dini Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BRIN, Kementerian Pertanian 1.1.1.d Pengembangan dan pemanfaatan platform diseminasi peringatan dini bencana Jumlah Platform/Fitur Diseminasi Peringatan Dini Bencana yang sudah dikembangkan dan dimanfaatkan untuk analisis peringatan dini Platform/ Sistem yang dikembangkan - 1 Pusat/Nasional 5 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Program 1.1.2 Penguatan Implementasi Pengamatan dan Diseminasi Peringatan Dini Bencana Sasaran Program: 1) Meningkatnya Jangkauan Layanan sarana dan prasarana pendukung peringatan dini bencana 2) Meningkatnya Jangkauan layanan sarana dan prasarana diseminasi peringatan dini bencana 3) Meningkatnya akurasi hasil analisis pengamatan gejala bencana untuk memperkuat aksi dini Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 3: Terwujudnya kemudahan akses layanan peringatan dini terpadu multi ancaman 1.1.2.a Peningkatan Ketersediaan Sarana Prasarana Pendukung Dan Diseminasi Peringatan Dini Bencana Di Daerah 1) Jumlah sarana dan prasarana pendukung dan diseminasi peringatan dini bencana 2) Jumlah desa dengan sarana dan prasarana pendukung/per ingatan dini bencana 1) Unit 2) Desa/ Kelurahan 1)546 2)8.412 1)1.495 2)8.642 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 29,19 APBN, sumber pendanaan lainnya Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BRIN,Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDT, BIG Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.1.2.b Riset dan Pengembangan Teknologi Dan Aspek Sosial Terkait Sistem Peringatan Dini dan Aksi Dini 1) Jumlah riset terkait: sistem peringatan dini dan aksi dini, aspek sosial sistem peringatan dini dan aksi dini 2) Jumlah teknologi sistem peringatan dini dan aksi dini, aspek sosial sistem peringatan dini dan aksi dini yang dikembangkan. 1) Laporan/ Publikasi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper 2) Purwarupa 1) 51 2) 2 1)100 2)100 Pusat/Nasional 11,35 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.c Peningkatan Kualitas Jaringan Pengamatan Gempabumi dan Tsunami Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan gempabumi dan tsunami yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya unit/jaringan - 397 unit stasiun CORS - 171 unit stasiun pasang surut - 420 unit stasiun CORS - 200 unit stasiun pasang surut Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya gempabumi dan tsunami tinggi 157,58 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.d Pengembangan dan Penguatan Sistem Diseminasi Informasi Gempabumi & Tsunami Jumlah sarana, prasarana, alat, sistem, dan jaringan sistem diseminasi informasi gempabumi dan tsunami unit/jaringan (WRS/sirine tsunami) 480 530 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya gempabumi dan tsunami tinggi 2,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.e Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jaringan Pengamatan Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan gunung unit/jaringan 219 1200 Gunung Api: diprioritaskan di GA Tangkuban Parahu, GA 49,05 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian ESDM Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR dan Pantauan Gunung Api dan Gerakan Tanah api dan gerakan tanah yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya Galunggung, GA Awu, GA Batur, GA Marapi, GA Galunggung, GA Guntur, GA Egon, GA Ruang, GA Iya, GA Gede, GA Kerinci, GA Rokatenda, GA Lewotobi Laki-Laki, GA Kerinci, GA Dukono, GA Sinabung, GA Banda Api, GA Dieng, GA Agung, GA Salak, GA Lewotobi Perempuan, GA Raung, GA Sundoro Sumbing, GA Ciremai, GA Inelika, GA Kaba, Gerakan Tanah: diprioritaskan di Kab. Cianjur, Kab.Majaleng ka, Kab. Sumedang, Kab. Blitar, Kab. Tegal, Kab. Garut 1.1.2.f Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jaringan Pengamatan 1) Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan 1) paket/ unit/jaringan 2) Wilayah/ DAS/Sub- DAS/daerah 1) 27 2) 90 1) 34 2) 97 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB 3,15 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR dan Pantauan Banjir dan Banjir Bandang banjir dan banjir bandang yang diperbarui/diti ngkatkan kualitasnya 2) Jumlah Wilayah yang diperkuat sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan banjir dan banjir bandan Tahun 2025- 2029 dengan risiko banjir tinggi 2) Medan, IKN, Banjarmasin, Gorontalo, Manado, Semarang, dan Bima Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BRIN,Kementer ian Pertanian 1.1.2.g Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jaringan Pengamatan dan Pantauan Kebakaran Hutan dan Lahan Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan kebakaran hutan dan lahan yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya unit/jaringan 4 9 Pusat/Nasional 0,59 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kehutanan Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BRIN,Kementer ian Pertanian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.h Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jaringan Pengamatan dan Pantauan Kedaruratan Nuklir Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan kedaruratan nuklir yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya unit/jaringan 2 5 Diprioritaskan di daerah terluar NKRI sebagai sistem early warning lepasan zat radioaktif lintas batas negara 72,75 APBN dan sumber pendanaan lainnya BAPETEN BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.i Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan unit/jaringan NA 5 Pusat/Nasional 145,75 APBN dan sumber Kementerian Kesehatan BRIN Organisasi Non Pemerintah, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Jaringan Pengamatan dan Pantauan Penyakit Berpotensi Kejadian Luar Biasa/Wabah pengamatan dan pantauan wabah penyakit dan pandemi global yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya pendanaan lainnya Perguruan Tinggi 1.1.2.j Pengembangan Jaringan Pengamatan dan Pantauan Konflik Sosial Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan konflik sosial yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya unit/jaringan NA 5 Pusat/Nasional 29,17 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Sosial Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Badan Intelijen Negara Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.1.2.k Pengembangan Jaringan Pengamatan dan Pantauan Kedaruratan Biologi dan Kimia Jumlah sarana, prasarana, dan jaringan pengamatan dan pantauan kedaruratan biologi dan kimia yang diperbarui/ditingk atkan kualitasnya unit/jaringan NA 5 Pusat/Nasional 44,99 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Program 1.2.1. Penguatan Kesiapsiagaan dan Kesiagaan Menghadapi Kedaruratan Bencana dan Krisis Kesehatan Sasaran Program: 1) Menurunnya proporsi korban bencana secara signifikan setiap tahun 2) Menurunnya proporsi korban krisis kesehatan secara signifikan setiap tahun Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.2.1.a Penyusunan Kerangka Nasional Penanggulangan Kedaruratan Bencana Jumlah dokumen Kerangka Nasional Penanggulangan Kedaruratan Bencana dan penetapan peraturan perundang- undangan/NSPK Dokumen Kerangka/Reko mendasi Kebijakan/Perat uran Perundang- Undangan 0 2 Pusat/Nasional 0,8 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB - KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.2.1.b Simulasi Penanggulangan Bencana 1) Jumlah orang yang mengikuti latihan kesiapsiagaan bencana prioritas nasional (lintas provinsi) 2) Jumlah orang/angkatan pelatihan yang mengikuti simulasi dan gladi penanggulangan bencana di daerah 1) Orang peserta 2) Orang peserta 1) 3029 2) 200 1) 50.000.000 2) 1.820 Diprioritaskan mencakupi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 8.012,96 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB TNI, Polri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.c Pembangunan dan Pembinaan Pusdalops Jumlah Pusdalops daerah yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan/peningk atan kapasitas daerah (provinsi/kabup aten/kota) 395 525 Diprioritaskan mencakupi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 1,04 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.d Pembinaan Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Tematik Kebencanaan Jumlah forum pengurangan risiko bencana /tematik kebencanaan yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan/ peningkatan kapasitas Forum/ Kelompok Masyarakat 151 176 Diprioritaskan mencakupi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 10,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.e Penguatan Emergency Medical Team dan Klaster Kesehatan 1) Jumlah provinsi yang memiliki emergency medical team 2) Jumlah provinsi yang memiliki eklaster kesehatan 1) Provinsi 2) Provinsi 1) 34 2) 34 1) 38 2) 38 Seluruh Provinsi 4,94 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kesehatan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 1.2.1.f Penguatan Public Safety Center 1) Jumlah kabupaten/kota dengan public safety center terpadu 2) Jumlah public safety center di kab/kota yang mendapatkan peningkatan kapasitas 1) kab/kota 2) kab/kota 1) 90 2) N/A 1) 510 (kab/kota dan IKN) 2) 54 IKN dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya epidemi dan wabah penyakit tinggi 8.632,73 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kesehatan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 1.2.1.g Simulasi/ Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan dalam Kedaruratan Bencana Jumlah rumah sakit yang melaksanakan/m engikuti gladi/latihan penanggulangan krisis kesehatan rumah sakit NA 192 IKN dan diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya epidemi dan wabah penyakit tinggi 1,54 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kesehatan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.h Pembinaan dan Pengawasan Tim Reaksi Cepat (TRC) 1) Jumlah Hari Operasi Penanggulangan Kedaruratan 1) hari 2) unit NA 1) 950 2) 5 Daerah terdampak 19.250,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG, Kementerian Kehutanan, BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Penanggulangan Bencana Multi Sektor di Tingkat Daerah Bencana Karhutla, Banjir, Kekeringan, dan Longsor (Termasuk Modifikasi Cuaca) 2) Jumlah pangkalan aju Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.i Operasi Penanggulangan Kedaruratan Bencana Karhutla, Banjir, Kekeringan, dan Longsor 1) Jumlah daerah (provinsi/kabupa ten/kota) yang memiliki TRC 2) Jumlah daerah/anggota TRC yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan TRC PB Multi Sektor 1) daerah (prov/kab/kot a) 2) daerah prov/kab/kota )/orang 1) 80 2) 107 1) 84 2) 157 IKN dan diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 3,51 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG, Kementerian Kehutanan, BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.1.j Koordinasi Multipihak dalam Penanganan Darurat Bencana Jumlah kegiatan koordinasi multipihak dalam penanganan darurat bencana kegiatan per tahun NA 1 Pusat/Nasional 0,33 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Koordinator Bidang PMK, TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 1.2.2 Penguatan Sumber Daya untuk Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi Korban Bencana Sasaran Program: 1) Meningkatnya kualitas SDM operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana 2) Meningkatnya cakupan layanan sarana dan prasarana pendukung operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.2.2.a Pelatihan Potensi SAR Jumlah angkatan orang yang mendapatkan peningkatan kapasitas terkait pencarian dan pertolongan dan potensi SAR orang peserta 3.000 17,450 Pusat/Nasion al dan diprioritaskan untuk Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 542,60 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPP/BASARNAS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.2.b Peningkatan Kapasitas SDM Potensi Pencarian dan Pertolongan Berbasis Komunitas Jumlah komunitas/kelom pok masyarakat/orang yang mendapatkan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan terkait pencarian dan pertolongan berbasis komunitas Komunitas/kelo mpok masyarakat/ orang peserta 4 5 Pusat/Nasion al dan diprioritaskan untuk Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 8,44 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPP/BASARNAS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.2.c First Responder & National Accreditation Process Tim Usar Jumlah latihan peningkatan kompetensi Tim Urban SAR di Kantor SAR Kegiatan 1 5 Pusat/Nasional 0,39 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPP/BASARNAS Organisasi Non Pemerintah 1.2.2.d Penyediaan Peralatan dan Prasarana Pendukung Operasi SAR Jumlah peralatan Urban SAR yang tersedia set N/A 16 Pusat/Nasional 8,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPP/BASARNAS Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha 1.2.2.e Pemaduan Sistem Komunikasi SAR Jumlah Base Communication Sistem yang tersedia unit 4 10 Pusat/Nasional 244,19 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPP/BASARNAS Organisasi Non Pemerintah Program 1.2.3 Penguatan Kapasitas SDM dalam Kesiapsiagaan dan Penanganan Kedaruratan Sasaran Program: Meningkatnya kualitas SDM dalam kesiapsiagaan dan penanganan kedaruratan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.2.3.a Pendidikan, Pelatihan, dan Pembinaan Manajemen Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penda daerah 395 420 Pusat/Nasional dan diprioritaskan untuk daerah 0,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Penanganan Kedaruratan untuk Pemerintah Daerah mpingan manajemen kedaruratan bencana Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.3.b Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Desa dan Masyarakat Terkait Peringatan Dini, Kesiapsiagaan Bencana & Penanganan Kedaruratan 1) Jumlah aparatur pemerintah desa yang mendapatkan pendidikan/pelat ihan kesiapsiagaan/m itigasi bencana dan penanganan kedaruratan. 2) Jumlah masyarakat yang mendapatkan pendidikan/pelat ihan kesiapsiagaan/m itigasi bencana dan penanganan kedaruratan. 1) Aparatur desa 2) Orang peserta 1) 8.936 2) 67.020 1) 13.936 2) 72.020 Pusat/Nasional dan diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 80,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kemeneterian Desa PDT, Kementerian Dalam Negeri, OIKN Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.3.c Pendampingan Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Pemerintahan Saat Tanggap Darurat 1) Daerah yang menerapkan layanan pemerintah saat tanggap darurat 2) Jumlah daerah yang mendapatkan fasilitasi, asistensi, pendampingan, dan bimbingan teknis penanganan pengungsi terdampak bencana dari pemerintah pusat 1) daerah (provinsi/kabu paten/kota) 2) daerah (provinsi/kabu paten/kota) 1) 136 2) 19 1) 186 2) 69 Pusat/Nasional dan diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 3,25 APBN Kementerian Dalam Negeri BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.3.d Pembentukan dan Pembinaan Brigdal karhutla 1) Jumlah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan 1) brigade/ kelompok 2) brigade/ kelompok 1) 45 2) N/A 1) 71 2) 38 Diprioritaska n di lokasi Lokus Prioritas 4,16 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kehutanan BNPB, BRGM Pemerintah Daerah, Organisasi Non KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Lahan (Brigdalkarhutla) yang terbentuk 2) Jumlah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.2.3.e Penguatan Sumber Daya Relawan PB Jumlah relawan yang terlibat dalam kegiatan Jambore PB Orang peserta/relawan 70 1.000 Pusat/Nasional 7,44 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 1.2.4 Riset dan Pengembangan Terkait Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Sasaran Program: Meningkatnya pemanfaatan hasil riset dan pengembangan terkait peningkatan kesiapsiagaan bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.2.4.a Pelaksanaan riset dan pengembangan metode peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Jumlah riset/pengembang an metode peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Laporan/Publik asi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper 2.945 3.000 Pusat/Nasional 8,25 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.2.4.b Pelaksanaan riset dan pengembangan metode identifikasi potensi zona sumber bahaya dan kerawanan bencana 1) Jumlah riset terkait identifikasi potensi zona sumber bahaya dan kerawanan bencana 2) Jumlah metode identifikasi potensi zona sumber bahaya dan kerawanan bencana yang dikembangkan. 1) Laporan/Publi kasi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper 2) Metode/Teknol ogi terapan, Prototype, atau Paten 1) 227 2) - 1) 1086 2) 1 Pusat/Nasional 129,35 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, BNPB BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.2.4.c Riset pengembangan jaringan pengamatan dan pantauan konflik sosial Jumlah riset terkait jaringan pengamatan dan pantauan konflik sosial Laporan/Publik asi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper N/A 10 Pusat/Nasional 1,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Sosial, BNPB, BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.2.4.d Riset pengembangan jaringan pengamatan dan pantauan kedaruratan biologi dan kimia Jumlah riset terkait jaringan pengamatan dan pantauan kedaruratan biologi dan kimia Laporan/Publik asi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper N/A 10 Pusat/Nasional 1,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, BNPB, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Program 1.3.1 Pemenuhan Kebutuhan Logistik dan Peralatan Kesiapsiagaan Sasaran Program: Meningkatnya pemenuhan cadangan kebutuhan logistik prioritas pada 72 jam pertama semenjak terjadinya bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.3.1.a Pemenuhan Kebutuhan Logistik 1) Jumlah bantuan logistik 2) Persentase pemenuhan logistik 2) logistik 2) Persen (%) N/A 75% Diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang memiliki gudang logistik daerah dan belum pernah 18.614,66 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah,L embaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR menerima bantuan logistik dan peralatan 1.3.1.b Pemenuhan Kebutuhan Peralatan 1) Jumlah bantuan peralatan 2) Persentase pemenuhan peralatan 2) Peralatan 2) Persen (%) N/A 75% Diprioritaska n untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang memiliki gudang logistik daerah dan belum pernah menerima bantuan logistik dan peralatan 6.387,69 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah,L embaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.1.c Peningkatan Sumber Daya Distribusi Logistik dan Peralatan Persentase pemenuhan sumber daya distribusi logistik dan peralatan Persen (%) N/A 75% Diprioritaska n untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang memiliki gudang logistik daerah dan belum pernah menerima bantuan logistik dan peralatan 3.350,64 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah,L embaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.1.d Penguatan Dukungan Operasi Penanganan Darurat Bencana Jumlah rupiah per tahun penyaluran dana siap pakai Rupiah Rp 250 Miliar per tahun Rp 1.250 Milyar (kumulatif) Pusat/Nasional 1,25 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah,L embaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.3.1.e Pemenuhan Logistik Bantuan Sosial Jumlah orang yang mendapatkan bantuan logistik tanggap darurat orang 776.256 100% Pusat/Nasional 16.480,77 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Sosial Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah,L embaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 1.3.2 Pembangunan Gudang dan Pemenuhan Logistik Dan Peralatan Sasaran Program: Meningkatnya jangkauan jaringan logistik prioritas untuk 72 jam pertama semenjak terjadinya bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.3.2.a Pembangunan dan Pemenuhan Sarana & Prasarana Gudang Taktikal 1) Jumlah gudang taktikal logistik 2) Persentase pemenuhan logistik dan peralatan gudang taktikal 1) gudang 2) Persen (%) N/A 3)2) 10 2) 5% Diprioritaska n di Kab. Kepulauan Mentawai, Kab. Simeulue, Kab. Natuna, Kab. Kepulauan Sangihe, Kab. Kepulauan Aru, Kab. Puncak; Kab. Rote Ndao. 9.950,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.2.b Pembangunan dan Pemenuhan Sarana & Prasarana Gudang Regional 1) Jumlah gudang regional 2) Persentase pemenuhan logistik dan peralatan gudang regional 1) gudang 2) Persen (%) N/A 1) 7 2) 5% Diprioritaska n di Padang, Surabaya, Banjarmasin/ IKN, Gorontalo, Kupang, Ambon, Manokwari 13.850,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.2.c Pembangunan dan Pemenuhan Sarana & Prasarana Gudang Nasional 1) persentase pemenuhan sarana dan prasarana gudang nasional 1) Persen (%) 2) Persen (%) N/A 1) 100% 2) 1% Pusat/Nasional (Sentul) 221,55 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 2) Persentase pemenuhan logistik dan peralatan gudang nasional Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.2.d Fasilitasi Pembangunan dan Pemenuhan Sarana & Prasarana Lumbung Sosial Jumlah unit yang dibangun lumbung sosial Unit 668 1091 Diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 105,75 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Sosial Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 1.3.3 Pengembangan Sistem Logistik dan Peralatan Kebencanaan Sasaran Program: Meningkatnya efektivitas layanan logistik dan peralatan kebencanaan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 7: Terwujudnya penanganan darurat bencana secara cepat, efektif, dan terkoordinasi 1.3.3.a Pembentukan dan Pembinaan Klaster Logistik Nasional, Provinsi, dan Khusus 1) Jumlah klaster logistik nasional/provins i/khusus yang terbentuk 2) Jumlah klaster logistik/anggota klaster logistik yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/ peningkatan kapasitas 1) klaster logistik 2) klaster logistik/anggot a 1) 29 2) 29 1) 44 2) 44 Pusat/Nasion al dan daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang belum memiliki klaster logistik 1,95 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 1.3.3.b Pengembangan Sistem Informasi Logistik untuk Kolaborasi Multi-Aktor dalam Penyediaan Logistik & Peralatan Jumlah sistem informasi logistik yang dikembangkan sistem informasi/ modul aplikasi/layan an N/A 1 Pusat/Nasional 5,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Masyarakat/ Komunitas 1.3.3.c Pengembangan Sistem Informasi Pergudangan dan Manajemen Logistik Peralatan Jumlah sistem informasi pergudangan dan manajemen logistik dan peralatan yang dibangun dan dikembangkan sistem informasi/ modul aplikasi/layana n N/A 1 Pusat/Nasional 5,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi Strategi 1.4 Meningkatkan Keterbukaan Data dan Informasi serta Literasi Kebencanaan Untuk Ketangguhan Masyarakat dan Lembaga Usaha Program 1.4.1. Pembangunan satu data bencana terintegrasi Sasaran Program: Meningkatnya efektivitas penyelenggaraan IGT dalam Satu Data Bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 6: Terwujudnya pemahaman terhadap risiko bencana, bentang alam, dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial dan ketahanan kesehatan masyarakat 1.4.1.a Pembinaan penyelenggaraa n IGT mitigasi/ kontingensi bencana Rekomendasi kebijakan terkait pelaksanan pemutakhiran IGT Risiko Bencana/Kontijen si Bencana Rekomendasi Kebijakan - 2 Pusat/Nasional 0,80 APBN dan sumber pendanaan lainnya BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.b Pembinaan penyelenggaraa n IGT ketahanan iklim 1) Pembinaan Penyelenggaraan IGT Rehabilitasi, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil 2) Pembinaan Penyelenggaraan IGT Kerentanan Perubahan Iklim 3) Pembinaan Penyelenggaraan IGT Proyeksi Perubahan Iklim 1) Rekomendasi Kebijakan 2) Rekomendasi Kebijakan 3) Rekomendasi Kebijakan 1) 0 2) 0 3) 0 1) 1 2) 1 3) 1 Pusat/Nasional 1,20 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BIG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BMKG BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.c Penyelenggaraa n IGT risiko bencana Jumlah rekomendasi kebijakan terkait bahaya, Rekomendasi kebijakan 3 (lingkup 34 provinsi) 3 (lingkup 38 provinsi) Pusat/Nasional 1,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Lembaga KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR kerentanan, kapasitas, dan risiko bencana Usaha, Perguruan Tinggi 1.4.1.d Pembinaan penyelenggaraa n IGT risiko bencana di pemerintah daerah Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penin gkatan kapasitas terkait penyelenggaran IGT Risiko Bencana daerah (provinsi/kabup aten/kota) 428 546 Seluruh Provinsi dan Kabupaten/K ota 7,67 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 1.4.1.e Penyelenggaraa n IGT integrasi bahaya kekeringan Jumlah dokumen pemetaan/IGT bahaya kekeringan dokumen/peta N/A 1 Diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 0,40 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG, Kementerian Pertanian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.f Penyelenggaraa n IGT Bahaya Amblesan Tanah Luas cakupan pemetaan bahaya Landsubsidence km2 0 102.342 Diprioritaskan mencakupi daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya amblesan tanah tinggi dan mencakupi Pesisir Utara Jawa 358,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG, Kementerian ESDM BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.g Penyelenggaraan IGT Rawan Banjir Luas cakupan pemetaan bahaya Banjir km2 812.491 1.891.306 Diprioritaskan mencakupi daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya banjir tinggi 3.775,85 APBN dan sumber pendanaan lainnya BIG Kementerian Pekerjaan Umum Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.h Penyelenggaraan IGT Karhutla Jumlah dokumen pemetaan/IGT bahaya kebakaran hutan dan lahan dokumen/peta 4 5 Diprioritaskan mencakupi daerah Lokus Prioritas Intervensi 0,48 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kehutanan BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi 1.4.1.i Penyelenggaraan IGT Gempabumi, Tsunami, dan Likuefaksi Jumlah dokumen pemetaan/IGT bahaya gempabumi, tsunami, likuefaksi dokumen/peta 11 12 Diprioritaskan mencakupi daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya gempabumi, tsunami, dan likuefaksi tinggi atau berada di sumber gempabumi megathrust 0,48 APBN dan sumber pendanaan lainnya BMKG, Kementerian ESDM BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.j Penyelenggaraan IGT Gunung Api dan Gerakan Tanah 1) Jumlah Dokumen Pedoman/NSPK Penyelenggaraan IGT Bahaya Gunung Api dan Gerakan Tanah 2) Jumlah peta IGT bahaya Gunung Api dan Gerakan Tanah 1) Dokumen 2) peta 1) 1 2) 21 1) 10 2) 85 Diprioritaskan mencakupi daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan risiko bahaya gerakan tanah/longsor tinggi 30,80 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian ESDM BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.k Penyelenggaraan IGT Gagal Teknologi Jumlah peta potensi risiko kedaruratan nuklir skala 1:50.000 peta 5 6 Pusat/Nasional 0,48 APBN dan sumber pendanaan lainnya BIG, BRIN, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.l Penyelenggaraan IGT Epidemi Penyakit Berpotensi Kejadian Luar Biasa/Wabah Jumlah dokumen pemetaan/IGT epidemi penyakit berpotensi kejadian luar biasa/wabah dokumen/peta 3 8 Pusat/Nasional 2,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Kesehatan BIG, BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 1.4.1.m Penyelenggaraan IGT Kebakaran Permukiman 1) Jumlah peta IGT bahaya kebakaran permukiman 2) Jumlah daerah (prov/kab/kota) yang mendapatkan pendampingan IGT bahaya kebakaran permukiman 1) Dokumen 2) Daerah (provinsi/kab upaten/kota) 1) – 2) - 1) 1 2) 300 Diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 5,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Dalam Negeri BIG, BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.n Penyelenggaraan IGT Zoonosis Jumlah Dokumen Pengembangan Metode pemetaan bahaya zoonosis Dokumen - 5 jenis zoonosis Pusat/Nasional 2,38 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pertanian BIG, BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.o Penguatan dan Pembinaan Satu Data Bencana 1) Jumlah sistem informasi pengelolaan Satu Data Bencana yang dikembangkan 2) Jumlah kegiatan pembinaan/ pendampingan Satu Data Bencana 3) Jumlah Forum Komunikasi SDB yang dilaksanakan 1) Sistem Informasi 2) Kegiatan 3) Forum 1) 1 2) 1 3) 1 1) 1 2) 4 3) 1 Pusat/Nasional 6,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.p Penguatan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Jumlah data center/layanan TIK kebencanaan yang mendapatkan pemeliharaan dan peningkatan kualitas informasi dan komunikasi yang ditingkatkan Unit NA 2 Pusat/Nasional 1,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.1.2 Penyelenggaraan IGT Geologi Jumlah dokumen geologi kelautan dan geologi lingkungan Dokumen NA 2 Pusat/Nasional 2,38 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian ESDM Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Program 1.4.2 Peningkatan Diseminasi Data dan Informasi Kebencanaan Untuk Masyarakat Sasaran Program: Meningkatnya pemanfaatan data dan informasi kebencanaan untuk masyarakat Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 6: Terwujudnya pemahaman terhadap risiko bencana, bentang alam, dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial dan ketahanan Kesehatan masyarakat 1.4.2.a Pengembangan Sistem Informasi Data Kebencanaan 1) Jumlah basis data kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 2) Jumlah sistem informasi kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 1) Dokumen/Basi s Data per tahun 2) Sistem informasi per tahun NA 1) 9 2) 1 Pusat/Nasional 47,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.2.b Pengembangan Interoperabilitas Data Statistik Kebencanaan 1) Jumlah basis data stastitik kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 2) Jumlah sistem informasi statistik kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 3) Jumlah dokumen statistik ketahanan sosial 1) Dokum en/Basis Data 2) Sistem informasi per tahun 3) Dokum en per tahun NA 1) 9 2) 1 3) 1 Pusat/Nasional 50,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB BPS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 1.4.2.c Penguatan Diseminasi Data dan Informasi Kebencanaan 1) Jumlah Layanan Penyebarluasan Informasi dan Komunikasi Bencana melalui Media KIE 2) Jumlah lembaga/instans i yang Terintegrasi 1) Layanan 2) Lembaga 3) Kabupaten/Kot a 1) 3 2) NA 3) NA 1) 20 2) 9 3) 164 Pusat/Nasional dan diprioritaskan untuk daerah Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 168,16 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Komunikasi dan Digital Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Sistem Informasi Kebencanaan 3) Jumlah kabupaten/kota yang mendapatkan fasilitasi implementasi Layanan Panggilan Darurat 112 Sasaran 2 Mengurangi Dampak Kerusakan dan Kerugian Akibat Bencana melalui Peningkatan Efektivitas Upaya Pencegahan, Mitigasi Bencana da n Adaptasi Perubahan Iklim Strategi 2.1 Meningkatkan Investasi Publik dan Lembaga Usaha Berketahanan Bencana & Perubahan Iklim Program 2.1.1 Pengembangan Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Aman Bencana Sasaran Program: Meningkatnya proporsi daerah yang memiliki rumah sakit dan fasilitas kesehatan aman bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 12: Terwujudnya infrastruktur yang berkualitas, andal, serta berkelanjutan dan tangguh bencana. 2.1.1.a Penerapan Akreditasi Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Aman Bencana Jumlah RS/Puskesmas/P uskesmas Pembantu/Fasilit as kesehatan yang terakreditasi memenuhi kriteria aman bencana RS/Puskesmas/ Puskesmas Pembantu 0 192 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 76,80 APBN Kementerian Kesehatan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 2.1.1.b Penyusunan NSPK tentang Hospital Disaster Plan & Puskesmas Disaster Plan Jumlah NSPK tentang Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK N/A 2 Pusat/Nasional 0,80 APBN Kementerian Kesehatan Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.1.1.c Pendampingan Penyusunan Hospital Disaster Plan Jumlah Rumah Sakit yang memiliki Hospital Disaster Plan dan disimulasikan Rumah Sakit 0 192 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 12,48 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kesehatan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Program 2.1.2 Pembangunan Fasilitas Publik Tangguh Bencana Sasaran Program: Meningkatnya proporsi fasilitas pendidikan, ekonomi, dan sosial aman bencana di daerah Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 12: Terwujudnya infrastruktur yang berkualitas, andal, serta berkelanjutan dan tangguh bencana. 2.1.2.a Penguatan Fasilitas Pendidikan Aman Bencana 1) Jumlah peserta didik/tenaga pengajar/tenaga pendidikan yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/penin gkatan kapasitas 2) Jumlah fasilitator SPAB yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/penin gkatan kapasitas 3) Jumlah daerah yang memiliki sekretariat bersama SPAB 1) Orang (peserta didik/tenaga pengajar/tenag a pendidikan 2) Fasilitator 3) daerah (prov/kab/kota) 1) ± 4.433.2 62 peserta didik, ± 286.734 tenaga pengaja r/tenag a pendidi k 2) 4.110 3) 29 1) 38.946.64 5 peserta didik, 249.168 tenaga pengajar/ tenaga pendidik 2) 10.280 3) 449 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 275.883,28 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.1.2.b Pengembangan Pasar Aman Bencana 1) Jumlah Naskah Akademis/RIA/U rgensi/NSPK terkait Pengembangan Pasar Aman Bencana 2) Jumlah pengelola pasar/fasilitator yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/penin gkatan kapasitas terkait Pengembangan pasar aman bencana 1) Dokumen RNA/RIA/Ur gensi/NSPK 2) orang/fasilita tor 1) 1 Rancan gan NSPK 2) N/A 1) 1 Penetapan NSPK 2) 250 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 2,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Perdagangan BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 2.1.2.c Pengembangan Standar Bangunan Pemerintah Aman Bencana 1) Jumlah Naskah Akademis/RIA/U rgensi/NSPK terkait Pengembangan Pasar Aman Bencana 2) Jumlah pengelola pasar/fasilitator yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/penin gkatan kapasitas terkait Pengembangan pasar aman bencana 1) Dokumen RNA/RIA/Ur gensi/NSPK 2) orang/fasilita tor 1) 1 Rancan gan NSPK 2) N/A 1) 5 2) 38 Seluruh Provinsi dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 4,47 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 2.1.3 Riset dan Pengembangan Teknologi Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim Sasaran Program: Meningkatnya pemanfaatan hasil riset dan pengembangan terkait infrastruktur tahan bencana dan perubahan iklim Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 2: Terwujudnya kemandirian teknologi dan industrialisasi kebencanaan 2.1.3.a Pelaksanaan Riset dan Inovasi Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim Jumlah Laporan/Publikasi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper terkait riset dan inovasi Laporan/Publik asi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper 269 319 Pusat/Nasional 7,50 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.1.3.b Pengembangan Teknologi Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim Jumlah Purwarupa bidang infrastruktur tahan bencana dan perubahan iklim yang Dihasilkan Teknologi terapan, Prototype, atau Paten 1 5 Pusat/Nasional 2,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Usaha Strategi 2.2 Meningkatkan Pengembangan Pusat Pertumbuhan, Perdesaan, dan Kawasan Investasi Berketahanan Bencana & Perubahan Iklim Program 2.2.1 Pembangunan IKN Berketahanan Bencana dan Perubahan Iklim Sasaran Program: Menurunnya risiko bencana dan perubahan iklim selama dan akibat proses pembangunan IKN Fokus Capaian RIPB 2025-2029 KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 2.2.1.a Pemutakhiran KRB, RPB, dan Rencana Aksi Perubahan Iklim di IKN Jumlah Dokumen KRB, RPB, dan Rencana Aksi Perubahan Iklim yang dilakukan peninjauan kembali Dokumen - 3 Pusat/Nasional (Ibu Kota Nusantara) 1,20 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Otorita IKN BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/BAPPENA S Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.2.1.b Penyusunan Analisis Risiko Bencana IKN Jumlah dokumen analisis/pemetaan risiko bencana Kawasan IKN Dokumen - 1 Pusat/Nasional (Ibu Kota Nusantara) 0,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BNPB, Otorita IKN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.2.1.c Penguatan Command Center di IKN untuk Kesiagaan Bencana dan Perubahan Iklim 1) Jumlah command center bencana yang terbangun 2) Jumlah sarana prasarana command center yang disediakan di setiap wilayah perencanaan 1) unit 2) unit 1) 1 2) 5 1) 5 2) 100 Ibu Kota Nusantara 1.558,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Otorita IKN 2.2.1.d Penguatan Kerja Sama dan Ketangguhan Daerah Penyangga Ikn Jumlah Kesepakatan/Perj anjian Kerja Sama IKN dan Daerah Penyangga terkait Ketangguhan Bencana Kesepakatan/Pe rjanjian Kerja Sama N/A 3 MoU Ibu Kota Nusantara dan daerah penyangga 0,49 APBN Otorita IKN BNPB, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah Program 2.2.2 Pengembangan Kawasan Perkotaan dan Perdesaan Berketahanan Bencana dan Perubahan Iklim Sasaran Program: Meningkatnya jumlah kota/kawasan perkotaan dan kawasan perdesaaan yang memiliki infrastruktur berketahanan bencana dan perubahan iklim Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 2.2.2.a Pengembangan Blue-Green Infrastructure di Perkotaan Jumlah infrastruktur hijau-biru di kawasan perkotaan yang dibangun paket/unit/hekt ar 21 unit 28 unit Ibu Kota Nusantara, Kota Medan, Kota Semarang, Kota Banjarmasin, Kota 12,81 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Otorita IKN Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Otorita IKN Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Gorontalo, Kota Manado, Kota Bima Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.2.2.b Pengembangan Sistem Drainase Utama Perkotaan Panjang sistem drainase perkotaan yang dibangun/direhab ilitasi titik drainase/meter /kilometer 39 titik drainase 46 titik drainase Ibu Kota Nusantara, Kota Medan, Kota Semarang, Kota Banjarmasin, Kota Gorontalo, Kota Manado, Kota Bima 1,66 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Otorita IKN Pemerintah Daerah 2.2.2.c Pembangunan Infrastruktur Hijau Jumlah kawasan tematik dengan pembangunan infrastruktur hijau Kawasan - 5 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 210.100,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Otorita IKN Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.2.2.d Pembangunan dan Rehabilitasi Infrastruktur dan Bangunan Pengendali Banjir Jumlah infrastruktur dan bangunan pengendali banjir yang dibangun paket/unit/met er/kilometer 1 .901 meter pengenda li banjir 4 23 banguna n pengenda li sedimen 8 .000 meter pengendali banjir 4 30 bangunan pengendali sedimen - Sungai Melayu, Sungai Sadia, dan Sungai Romo di Kota Bima (Urban Flood Control System) - Sungai Cipamingkis, Sungai Srandakan, Bengkulu - Kabupaten Seram Bagian Barat - Batang Suliti, Batang Agam di Kota Payakumbuh - Batang 2.294,47 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Otorita IKN Pemerintah Daerah KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Lembang, Kabupaten Dharmasraya - Sungai Bolango - Sungai Lumu di Kabupaten Mamuju Tengah - Sungai Kalukku Kabupaten Mamuju - Sungai Cimanuk- Cisanggarung Pantai Utara Jawa - DAS Seluna (Flood Management) 2.2.2.e Peningkatan Ketahanan Bencana Kawasan Perdesaan dan Daerah Tertinggal 1) Jumlah kegiatan koordinasi peningkatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di kawasan perdesaan dan daerah tertinggal 2) Jumlah sarana pengembangan pertanian terintegrasi dan pengelolaan sampah dan limbah untuk adaptasi perubahan iklim di kawasan perdesaan dan daerah tertinggal 3) Jumlah masyarakat yang mendapatkan peningkatan kapasitas mitigasi bencana 1) kegiatan per tahun 2) unit 3) orang 4) hektar 5) daerah (kab/kota) 1) - 2) - 3) - 4) - 5) - 1) 4 2) 45 3) 5.840 4) 300 5) 23 Diprioritaskan di kawasan perdesaan prioritas nasional dan daerah tertinggal yang ditetapkan dalam peraturan perundang- undangan 89,93 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Desa PDT BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR dan adaptasi perubahan iklim kawasan perdesaan dan daerah tertinggal 4) Luas lahan yang direhabilitasi untuk penguatan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di kawasan perdesaan dan daerah tertinggal 5) Jumlah kabupaten/kota yang mendapatkan pembinaan ketahanan bencana dan iklim kawasan untuk perdesaan Program 2.2.3 Pengembangan Investasi di Kawasan Strategis Ekonomi Berketahanan Bencana dan Perubahan Iklim Sasaran Program: Menurunnya risiko bencana dan perubahan iklim selama dan akibat investasi di kawasan strategis Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 2.2.3.a Penyusunan KRB Tematik Kawasan Strategis Tingkat Nasional Jumlah KRB tematik kawasan strategis tingkat nasional Dokumen/Reko mendasi Kebijakan 11 15 Pusat/Nasional 1,60 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BNPB BIG Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.2.3.b Penyusunan RPB Tematik Kawasan Strategis Tingkat Nasional Jumlah RPB tematik kawasan strategis tingkat nasional Dokumen/Reko mendasi Kebijakan 8 14 Pusat/Nasional 2,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.2.3.c Penguatan Sertifikasi Usaha Pariwisata Jumlah usaha pariwisata yang melakukan sertifikasi Usaha Pariwisata 120 200 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi 24,00 APBN Kementerian Pariwisata Pemerintah Daerah, Organisasi Non KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Berwawasan Aman Bencana RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.2.3.d Pembinaan Forum MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) Jumlah lokasi pembentukan atau pembinaan/penda mpingan/peningk atan kapasitas Forum MKK Forum 1 6 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional 1,50 APBN Kementerian Pariwisata Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.2.3.e Fasilitasi Penguatan Tata Kelola Destinasi Wisata Tangguh Bencana Jumlah lokasi fasilitasi penguatan tata kelola destinasi wisata tangguh bencana Lokasi N/A 14 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional 4,20 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pariwisata Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.2.3.f Penguatan Implementasi Resiliensi Usaha Jumlah usaha/badan usaha yang menerapkan strategi resiliensi usaha (Building Code/SMKU/Asur ansi bencana/lainnya) usaha pariwisata/UMK M/KSE 1 15 UMKM Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 0,08 APBN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian UKM Kementerian Perdagangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 2.2.3.g Pedoman Pengembangan Destinasi Wisata Tangguh Bencana Jumlah pedoman pengembangan destinasi wisata tangguh bencana yang tersusun dokumen/nspk - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pariwisata BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 2.2.3.h Pembinaan Dan Pengawasan Penerapan Analisis Risiko Bencana Jumlah Analisis Risiko Bencana kegiatan pembangunan berisiko bencana tinggi yang disetujui dokumen - 3 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 1,20 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 2.3 Meningkatkan Kepatuhan Terhadap/Kesesuaian Tata Ruang Darat dan Laut Serta Ketangguhan dan Keandalan Bangunan Gedung Program 2.3.1 Peningkatan Kepatuhan/Kesesuaian Tata Ruang Sasaran Program: Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 8: Terwujudnya penataan ruang dan permukiman serta perencanaan perkotaan yang terpadu terhadap ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial, dan ketahanan kesehatan masyarakat 2.3.1.a Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Jumlah dokumen hasil penilaian kepatuhan KKPR Dokumen 2.339 4678 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 148,57 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah 2.3.1.b Audit Tata Ruang Jumlah kasus audit tata ruang kasus 32 42 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 0,64 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah 2.3.1.c Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah dokumen/rekome ndasi kebijakan Dokumen/Reko mendasi Kebijakan - 1 Diprioritaskan di Lokus Prioritas 0,40 APBN dan Sumber Kementerian Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Kawasan Rawan Bencana penataan bangunan dan penataan lingkungan di kawasan rawan bencana Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 Pendanaan Lainnya Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 2.3.2 Peningkatan Kualitas Rencana Tata Ruang Sasaran Program: Meningkatnya kepatuhan/kesesuaian tata ruang di kawasan rawan bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 8: Terwujudnya penataan ruang dan permukiman serta perencanaan perkotaan yang terpadu terhadap ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial, dan ketahanan kesehatan masyarakat 2.3.2.a Penyusunan NSPK Bidang Tata Ruang Terkait Kebencanaan Jumlah NSPK bidang tata ruang terkait kebencanaan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 1 2 Pusat/Nasional 0,80 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB 2.3.2.b Pembinaan Penyusunan Perencanaan Tata Ruang Laut Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan terkait Pemaduan Penanggulangan Bencana dalam Perencanaan Tata Ruang daerah (provinsi) N/A 100 Diprioritaska n di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 40,00 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan BIG Pemerintah Daerah Program 2.3.3 Peningkatan Kualitas Pengelolaan DAS, Hutan, dan Lahan Sasaran Program: Meningkatnya keterpaduan unsur penanggulangan bencana dalam rencana tata ruang Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 8: Terwujudnya penataan ruang dan permukiman serta perencanaan perkotaan yang terpadu terhadap ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial, dan ketahanan kesehatan masyarakat 2.3.3.a Fasilitasi, Pembinaan, san Rehabilitasi DAS, Hutan, dan Lahan 1) Jumlah Area yang dilakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara Vegetatif 2) Luas rehabilitasi hutan dan lahan dengan 1) hektar 2) hektar 3) unit 4) hektar 5) hektar N/A 1) 200.000 2) 1.050.000 3) 15.000 4) 2.500 5) 500 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 44.380,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kehutanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR pemanfaatan bibit oleh masyarakat dan penanaman oleh stakeholder lainnya 3) Bangunan rehabilitasi sipil teknis yang terbangun 4) Luas hutan dan lahan (di DAS sekitar IKN) yang dipulihkan 5) Luas hutan dan lahan (di NTT) yang dipulihkan Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.3.3.b Fasilitasi, Pembinaan, dan Rehabilitasi DTA san Daerah Imbuhan Mata Air 1) Luas DTA Danau yang dipulihkan (hektar) 2) Jumlah bangunan rehabilitasi sipil teknis Rehabilitasi DTA danau yang terbangun (unit) 3) Luas Rehabilitasi daerah imbuhan mata air secara vegetatif (hektar) 1) hektar 2) unit 3) hektar N/A 1) 10000 2) 2000 3) 5000 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 510,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kehutanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 2.3.4 Peningkatan Ketangguhan dan Keandalan Bangunan Gedung Sasaran Program: Menurunnya kerusakan bangunan rumah dan fasilitas publik Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 8: Terwujudnya penataan ruang dan permukiman serta perencanaan perkotaan yang terpadu terhadap ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial, dan ketahanan kesehatan masyarakat 2.3.4.a Peningkatan Pengawasan Penerapan Standar Bangunan Tahan Bencana Jumlah rekomendasi tindak lanjut penerapan standar bangunan tahan bencana Dokumen/Reko mendasi Kebijakan - 50 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 20,00 APBN Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.3.4.b Pembinaan Pelaku Konstruksi dan Pengembang untuk Pembangunan Berketahanan Bencana Jumlah aparatur pemerintah daerah/ pengembang (developer)/pelaku /tenaga kerja konstruksi yang mendapatkan pembinaan pembangunan berketahanan bencana orang 876 1000 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 49,60 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.3.4.c Pendidikan dan Pelatihan Konstruksi Tahan Bencana dan Perubahan Iklim Jumlah aparatur pemerintah daerah yang mendapatkan pendidikan/pelati han Konstruksi tahan bencana dan perubahan iklim Orang (aparatur pemerintah daerah) 38.272 38.772 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 4,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.3.4.d Pelatihan & Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Informal Konstruksi Jumlah tenaga kerjayang mendapatkan pelatihan konstruksi tahan bencana Orang 58.591 59.091 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 4,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.3.4.e Pelatihan Aparatur Desa/Keluraha n & Tokoh Masyarakat Terkait Konstruksi Tahan Bencana Jumlah aparatur pemerintah desa/kelurahan/t okoh masyarakat yang mendapatkan pelatihan Orang (aparatur pemerintah desa/kelurahan /tokoh masyarakat ) 71.888 72.388 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB 4,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Desa PDT Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR konstruksi tahan bencana Tahun 2025- 2029 Masyarakat/ Komunitas 2.3.4.f Penguatan Infrastruktur Berketahanan Bencana pada Bangunan Non- Enginering Jumlah dokumen penguatan infrastruktur berketahanan bencana dikembangkan Dokumen N/A 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 2.4 Meningkatkan Pelindungan Ekosistem Laut dan Pesisir Yang Berisiko Bencana Program 2.4.1 Pelindungan Ekosistem Pesisir dengan Solusi Berbasis Alam (Nature-Based Solution) Sasaran Program: Meningkatnya cakupan luas wilayah infrastruktur hijau di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 9: Terwujudnya pelindungan ekosistem laut dan pesisir yang berisiko bencana 2.4.1.a Pembangunan Infrastruktur Hijau di Kawasan Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil Jalur hijau di kawasan pesisir, dan pulau-pulau kecil yang terbangun Hektar 8.500.000 8.700.000 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 7.000,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Kehutanan, BRGM Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.4.1.b Konservasi dan Rehabilitasi Hutan dan Mangrove di Kawasan Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil 1) Jumlah luas hutan dan mangrove di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang terkonservasi/ter ehabilitasi 2) Luas mangrove yang dipulihkan 1) Hektar 2) hektar 1) 152.000 2) 756.183 1) 305.000 2) 836.183 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 14.166,40 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, BRGM Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Program 2.4.2 Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Sasaran Program: Meningkatnya cakupan luas wilayah pesisir yang terlindungi bangunan pengaman pantai Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 9: Terwujudnya pelindungan ekosistem laut dan pesisir yang berisiko bencana 2.4.2.a Pembangunan Tanggul Laut, Breakwater, dan Bangunan Pengaman Pantai Lainnya Panjang bangunan pengaman pantai yang dibangun Kilometer 3.635,42 5453,12 Bali, Pantai Pulau Terluar di Provinsi Kepulauan Riau, Pantai Congot Kabupaten Kulonprogo, Tiga Gili Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Kaur, Bojongsalawe, AURI Kota Balikpapan, Amurang Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan dapat diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 102.266,5 0 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah 2.4.2.b Pembinaan Operasional dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai 1) Jumlah orang/kelompok masyarakat yang terbina untuk operasional dan pemeliharaan bangunan pengaman pantai 1) Orang,kelom pok masyarakat 2) Bangunan Pengaman Pantai N/A 1) 100 2) 500 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 32,39 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 2) Jumlah bangunan pengaman pantai yang dilakukan inspeksi Program 2.4.3 Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pelindungan Ekosistem Laut dan Pesisir Sasaran Program: Meningkatnya aksi masyarakat dalam pelindungan ekosistem laut dan pesisir Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 9: Terwujudnya pelindungan ekosistem laut dan pesisir yang berisiko bencana 2.4.3.a Penguatan Kelompok Kerja Mangrove dan Program Rehabilitasi Mangrove Nasional Jumlah kelompok kerja mangrove yang terbina untuk swasembada, pelatihan pengolahan produk turunan mangrove, dan peningkatan ekowisata mangrove Kelompok masyarakat. 575 875 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 23,68 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kehutanan, BRGM, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.4.3.b Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil terhadap Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Jumlah masyarakat/kelo mpok masyarakat pesisir dan pulau- pulau kecil yang mendapatkan pemberdayaan/pe mbinaan mitigasi bencana dan perubahan iklim orang/kelompok masyarakat 12 22 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 0,79 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kelautan dan Perikanan BRGM Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.4.3.c Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh Jumlah daerah (provinsi/kabupat en/kota) yang melaksanakan pengembangan kawasan pesisir tangguh (PKPT) daerah (provinsi/kabup aten/kota) 2 10 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 3,71 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Masyarakat/ Komunitas Program 2.4.4 Peningkatan Mitigasi dan Adaptasi Subsiden Tanah Sasaran Program: Meningkatnya aksi masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi subsiden tanah Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 9: Terwujudnya pelindungan ekosistem laut dan pesisir yang berisiko bencana 2.4.4.a Penyusunan NSPK Mitigasi dan Adaptasi Subsiden Tanah Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait mitigasi dan adaptasi subsiden tanah Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 5 Pusat/Nasional 2,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Lingkungan Hidup Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian ATR/BPN, BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.4.3.b Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Mitigasi dan Adaptasi Subsiden Tanah Jumlah aparatur pemerintah/masy arakat yang mendapatkan peningkatan pemahaman dan kapasitas terkait mitigasi dan adaptasi subsiden tanah Orang - 1000 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 8,00 APBN dan Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Lingkungan Hidup Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian ATR/BPN, BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 2.5 Meningkatkan Pemanfaatan Skema Perlindungan Aset dan Transfer Risiko Bencana oleh Masyarakat & Lembaga Usaha KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Program 2.5.1 Peningkatan Perlindungan Aset Penghidupan Masyarakat terhadap Risiko Bencana Sasaran Program: Meningkatnya cakupan aset produktif masyarakat yang terlindungi Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 2.5.1.a Pengembangan Mekanisme Perlindungan Penghidupan Masyarakat Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Mekanisme Perlindungan Penghidupan Masyarakat Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.5.1.b Pengembangan Mekanisme Perlindungan Aset Produktif Masyarakat Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Mekanisme Perlindungan Aset produktif masyarakat Dokumen RNA/RIA/Urge nsi/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.5.1.c Asuransi Pertanian Jumlah luas pertanaman pertanian yang terlindungi asuransi hektar 278.806 1.250.000 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 7.769,55 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pertanian Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.5.1.d Pengamanan Pertanaman Tanaman Pangan dari Jumlah areal pertanaman tanaman pangan yang ditangani hektar 25.000 45.000 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi 160,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pertanian Pemerintah Daerah, Organisasi Non KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Dampak Perubahan Iklim (Banjir/Kekerin gan) dari dampak perubahan iklim RENAS PB Tahun 2025- 2029 Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 2.5.1.e Pengamanan Pertanaman Tanaman Pangan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Jumlah areal serangan Organisme Pengganggu Tanaman yang ditangani hektar 50.000 55.000 Diprioritaskan di Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 40,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pertanian Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Sasaran 3 Meningkatkan Daya Lenting di Daerah Terdampak melalui Peningkatan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Strategi 3.1 Meningkatkan Kualitas Perencanaan dan Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Berbasis Tata Ruang dan Pengurangan Risiko Bencana Program 3.1.1 Penguatan Kapasitas SDM untuk Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sasaran Program: 1) Meningkatnya kualitas SDM pemerintah dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi 2) Meningkatnya kualitas dokumen perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 11: Terwujudnya pemulihan daerah terdampak bencana yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan dengan memperhatikan pengurangan risiko bencana 3.1.1.a Bimbingan Teknis, Pendidikan, dan Pelatihan Pemerintah Daerah dalam Pengkajian Kebutuhan Pascabencana Jumlah aparatur negara yang mendapatkan peningkatan kapasitas dalam pengkajian kebutuhan pascabencana orang 120 600 Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sumatera Selatan, Sumatera Barat,Sulawe si Utara, Papua Selatan, Aceh, Banten, Papua Tengah, Jambi, Jawa Barat, 3,84 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Kalimantan Utara, IKN, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah 3.1.1.b Pendampingan Penyusunan Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) Jumlah Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) dan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) oleh daerah melalui layanan pendampingan penyusunan Jitupasna dan R3P dokumen 3 15 Daerah terdampak bencana 6,69 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 3.1.1.c Pendampingan Readiness Criteria Pelaksanaan Pemulihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Jumlah aparatur negara yang mendapatkan peningkatan kapasitas readiness criteria pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana orang 136 386 Daerah penerima hibah pemulihan pasca bencana 2,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Program 3.1.2 Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sasaran Program: Meningkatnya jumlah daerah terdampak bencana masif yang mendapatkan penanganan pascabencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 11: Terwujudnya pemulihan daerah terdampak bencana yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan dengan memperhatikan pengurangan risiko bencana 3.1.2.a Koordinasi Identifikasi Pendanaan untuk Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana Jumlah rekomendasi kebijakan identifikasi pendanaan untuk R3P Rekomendasi kebijakan 42 52 Pusat/Nasional 5,57 APBN Kementerian Koordinator Bidang PMK, BNPB Kementerian PPN/BAPPENA S, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 3.1.2.b Pendampingan Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Pemerintahan Saat Pasca Bencana Daerah yang menerapkan layanan pemerintah saat pasca bencana daerah (provinsi/kabup aten/kota) 8 10 Daerah terdampak bencana 0,13 APBN Kementerian Dalam Negeri BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 3.1.2.c Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Perumahan Jumlah rumah dan sarpras permukiman yang direhabilitasi/ direkonstruksi rumah/unit/pa ket 1.160 5.802 Daerah penerima bantuan stimulan perbaikan rumah 278,48 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman BNPB, Kementerian ATR/BPN, Kementerian BUMN Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat /Komunitas 3.1.2.d Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Infrastruktur Jumlah infrastruktur di daerah terdampak bencana yang direhabilitasi/dire konstruksi unit/kilometer (km) 45.083 46.182 Daerah terdampak bencana 12.530,25 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 3.1.2.e Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Ekonomi 1) Jumlah dan jenis infrastruktur ekonomi dan sarpras pendukung ekonomi yang direhabilitasi/dir ekonstruksi 2) Jumlah Usaha Mikro yang mendapatkan bantuan pemodalan 3) Jumlah Usaha Mikro yang mendapatkan 1) unit 2) Usaha mikro 3) usaha mikro 1) 32 2) N/A 3) N/A 1) 34 2) 1250 3) 5000 Daerah terdampak bencana 58,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kementerian Koperasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Ketenagakerjaa n Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR fasilitasi penerbitan izin usaha Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN 3.1.2.f Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Sosial 1) Jumlah dan jenis infrastruktur sosial dan sarpras pendukung sosial yang direhabilitasi/dir ekontruksi 2) Jumlah akses dan layanan sosial terpulihkan 1) unit 2) layanan/unit 1) 8.054 2) 3.000 1) 10.554 2) 3.000 Daerah terdampak bencana 3.658,21 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kementerian PPPA Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 3.1.2.g Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lintas Sektor Jumlah bangunan pemerintah dan infrastruktur layanan publik terdampak bencana yang terbangun/dipulih kan unit/m2 25.798 m2 50.798 m2 Daerah terdampak bencana yang ditetapkan bencana nasional 153,75 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang PMK, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, BMKG, ANRI, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Media, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 3.1.2.h Pengkajian dan Evaluasi Regulasi Pemanfaatan Lahan Untuk Relokasi Korban Bencana Jumlah rekomendasi kebijakan terkait pemanfaatan lahan untuk relokasi korban bencana Rekomendasi kebijakan N/A 1 Pusat/Nasional 2,79 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 3.1.2.i Pengadaan Tanah Untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Persentase kebutuhan luas lahan relokasi yang tersedia Persen N/A 50 Daerah terdampak bencana 127,04 APBN Kementerian ATR/BPN, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman 3.1.2.j Peningkatan Pemanfaatan Jumlah Dokumen Rekomendasi Rekomendasi Kebijakan 2 12 Pusat/Nasional 5,57 APBN BNPB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Dana Penanganan Darurat Bencana Pemerintah Daerah (BTT) untuk Perencanaan dan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kebijakan atau NSPK untuk pengaturan anggaran BTT di daerah yang digunakan untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Kementerian Koordinator Bidang PMK Kementerian PPN/BAPPENA S 3.1.2.k Pengembangan Sistem Informasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jumlah sistem informasi rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikembangkan/dii ntegrasikan Sistem informasi 1 1 Pusat/Nasional 5 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 3.1.2.l Layanan Fasilitasi Pemulihan dan Peningkatan Bidang Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam di Daerah Pascabencana Jumlah lokasi layanan pendampingan bidang sosial, ekonomi, sumber daya alam dan lingkungan layanan 3 50 Daerah terdampak bencana 3,06 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koperasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Ketenagakerjaa n, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kementerian PPPA Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Media, Organisasi Masyarakat/ Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Kementerian Kesehatan, BRGM, BMKG , 3.1.2.m Pendampingan Penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang di Daerah Terdampak Bencana Jumlah daerah yang mendapatkan pendampingan Revisi RTR akibat bencana daerah (provinsi/kabup aten/kota) N/A 2 Kab. Cianjur dan Provinsi Jawa Barat 3,00 APBN Kementerian ATR/BPN Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah Perguruan Tinggi 3.1.2.n Pembinaan Pemulihan Sarana dan Prasarana Vital serta Pemulihan Bidang Fisik 1) Jumlah Daerah mendapatkan pembinaan Pemulihan dengan segera Sarana dan Prasarana Vital 2) Jumlah Daerah mendapatkan pembinaan Pemulihan bidang fisik di daerah terdampak bencana masif daerah 326 552 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan nilai IKD rendah 14,69 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah Perguruan Tinggi, Media, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 3.1.2.o Penyediaan Layanan Pemulihan Arsip di Daerah Terdampak Bencana Jumlah Pengguna Layanan Pemulihan Arsip di daerah terdampak Bencana Pengguna N/A 100 Daerah terdampak bencana 0,8 APBN ANRI Strategi 3.2 Meningkatkan Keterlibatan dan Sinergi Multipihak untuk Mempercepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana pada Seluruh Aspek Secara Efektif Program 3.2.1 Penguatan Keterlibatan dan Sinergi Multipihak dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sasaran Program: Meningkatnya kolaborasi dan kemitraan multipihak dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 11: Terwujudnya pemulihan daerah terdampak bencana yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan dengan memperhatikan pengurangan risiko bencana 3.2.1.a Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana Jumlah koordinasi pemulihan dan peningkatan bidang sosial ekonomi, sumber kegiatan per tahun 7 7 Daerah penerima hibah pemulihan pasca bencana 2,28 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Dalam Negeri Kementerian PPN/BAPPENA S, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Melibatkan Multipihak daya alam, dan fisik pascabencana Usaha, Perguruan Tinggi, Media, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 3.2.1.b Penyusunan NSPK Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam Daerah Terdampak Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait pemulihan dan peningkatan sosial ekonomi dan sumber daya alam daerah terdampak bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK N/A 4 Pusat 2,23 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Hukum Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 3.2.1.c Penyusunan NSPK Pemulihan san Peningkatan Fisik Daerah Terdampak Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait pemulihan dan peningkatan fisik daerah terdampak bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 2 6 Pusat 2,23 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Keuangan Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Sasaran 4 Meningkatkan Pelayanan dan Kapasitas Penanggulangan Bencana melalui Transformasi Tata Kelola & Kolaborasi Multi-Pihak Strategi 4.1 Membangun Sistem Regulasi yang Handal dan Terpadu dalam Mendukung Kinerja Sistem Penanggulangan Bencana Program 4.1.1 Penguatan Sistem Regulasi untuk Penanggulangan Bencana Sasaran Program: Meningkatnya kualitas penataan regulasi penanggulangan bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 1: Terwujudnya peraturan perundang-undangan yang harmonis di bidang penanggulangan bencana 4.1.1.a Pemetaan Kebutuhan Regulasi dan NSPK Penanggulangan Bencana Jumlah rekomendasi kebijakan pemetaan kebutuhan regulasi penanggulangan bencana Dokumen Analisis Evaluasi - 5 Pusat/Nasional 2,00 APBN dan Sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Hukum Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.1.b Penguatan Regulasi dan NSPK terkait Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/Peraturan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,52 APBN BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Pemerintah Daerah, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Kelembagaan Penanggulangan Bencana perundang- undangan terkait Kelembagaan Penanggulangan Bencana Koordinator Bidang PMK, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENA S Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.1.c Penguatan Regulasi terkait Pendanaan Penanggulangan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/Peraturan perundang- undangan terkait Pendanaan Penanggulangan Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 2 Pusat/Nasional 1,04 APBN BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 4.1.1.d Penguatan Regulasi terkait Penyelenggaraa n Penanggulangan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/Peraturan perundang- undangan terkait Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,52 APBN BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 4.1.1.e Penguatan Regulasi terkait Pengawasan dan Sanksi dalam Penanggulangan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/Peraturan perundang- undangan terkait Pengawasan dan Sanksi Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,52 APBN BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian PANRB, Kementerian , Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.f Penyusunan Regulasi Pengelolaan MHEWS Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/Peraturan perundang- undangan terkait Pengelolaan MHEWS Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 4 Pusat/Nasional 2,08 APBN BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, BMKG, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Digital, BRIN 4.1.1.g Standardisasi Peringatan Dini Bencana Jumlah Standard atau RSNI/SNI terkait Peringatan Dini Bencana Dokumen Standard atau RSNI/SNI - 1 Pusat/Nasional 0,52 APBN BNPB BSN Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, BMKG, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Digital, BRIN Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.1.h Penguatan NSPK Penanggulangan Kedaruratan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait penanggulangan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 5 9 Pusat/Nasional 1,60 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB, Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR kedaruratan bencana Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, BNPP/BASARN AS Perguruan Tinggi 4.1.1.i Penyusunan NSPK terkait Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait standar minimum bantuan kemanusiaan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 1 2 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, BNPP/BASARN AS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.1.j Penyusunan NSPK TRC Penanggulangan Bencana Multi Sektor di Tingkat Daerah Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait TRC Penanggulangan Bencana Multi Sektor di TIngkat Daerah Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, BNPP/BASARN AS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 4.1.1.k Penyusunan NSPK Standar Minimum Bantuan Kemanusiaan yang Dimiliki oleh Lembaga Kebencanaan Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait standar minimum bantuan kemanusiaan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.l Penguatan NSPK terkait Analisis Risiko Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait analisis risiko bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, BRI Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.m Penguatan NSPK Manajemen Standar Logistik & Peralatan Penanggulangan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Manajemen Standar Logistik & Peralatan Penanggulangan Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, BNPP/BASARN AS Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.n Penyusunan NSPK Pemulihan Perumahan Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pemulihan Perumahan Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Hukum, Kementerian Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Koordinator Bidang PMK Perguruan Tinggi 4.1.1.o Penyusunan NSPK Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam Daerah Terdampak Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam Daerah Terdampak Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.p Penyusunan NSPK Pemulihan dan Peningkatan Fisik Daerah Terdampak Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pemulihan dan Peningkatan Fisik Daerah Terdampak Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1.1.q Pengembangan Regulasi Pengadaan Rambu Informasi, Jalur Evakuasi, Rambu Larangan pada Bangunan dan Pelayanan Umum, Kawasan, Pemukiman Jumlah regulasi terkait pengadaan rambu evakuasi, jalur evakuasi, rambu informasi dan larangan di gedung layanan publik, gedung bertingkat, di Kawasan tertentu, dan di Pemukiman tertentu Dokumen - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.1.r Penyusunan NSPK Upaya Mitigasi untuk Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 5 Pusat/Nasional 2,00 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Organisasi Non Pemerintah, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Mengurangi Dampak Bencana terkait Upaya Mitigasi Struktural dan Non Struktural Dalam Upaya Mengurangi Dampak Bencana Koordinator Bidang PMK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BMKG, Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 4.1.2 Pengarusutamaan KRB dan RPB dalam Rencana Pembangunan Sasaran Program: Meningkatnya keterpaduan unsur penanggulangan bencana dalam rencana pembangunan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 1: Terwujudnya peraturan perundang-undangan yang harmonis di bidang penanggulangan bencana 4.1.2.a Penguatan Pedoman Pemaduan PB dengan Dokumen Rencana Pembangunan di Daerah Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pemaduan PB dengan Dokumen Rencana Pembangunan di daerah Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 1 2 Pusat/Nasional 0,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENA S Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.2.b Pembinaan Pemaduan PB ke Dalam Rencana Pembangunan Daerah 1) Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/bimbi ngan teknis 1)daerah (prov/kab/kota ) 2)Provinsi 1)34 2)34 1)38 2)38 1)Seluruh provinsi dan diprioritask an di kabupaten/ 2,23 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENAS Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR pemaduan PB ke dalam rencana pembangunan daerah 2) Jumlah Provinsi yang tersinkronisasi perencanaan program dan kegiatan kota Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025-2029 2) Seluruh provinsi Perguruan Tinggi 4.1.2.c Pemaduan PB ke Dalam Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) dan RIPPARNAS Jumlah Dokumen RIDPN dan RIPPARNAS yang terpadu dengan Penanngulangan Bencana Dokumen/Rekom endasi Kebijakan 6 10 Pusat/Nasional 5,573010 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Pariwisata, BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.1.2.d Penilaian dan Pembinaan IndeksKetahana n Daerah (IKD) dan Indeks Risiko bencana (IRBI) 1) Jumlah dokumen/rekom endasi kebijakan IKD dan IRBI 2) Jumlah Daerah yang mendapatkan pembinaan dan dinilai IKD dan IRBI 1)Rekomendasi Kebijakan 2)Daerah (Prov/Kab/Kota ) 1)1 2)419 1)1 2)514 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan kapasitas fiskal atau nilai IKD rendah 8,96 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Strategi 4.2 Meningkatkan Capaian Penerapan SPM Sub Urusan Bencana Program 4.2.1 Penguatan Penerapan SPM Sub Urusan Bencana Sasaran Program: Meningkatnya kinerja penerapan SPM Sub Urusan Bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 5: Terwujudnya tata kelola risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah 4.2.1.a Pembinaan dan Pengawasan Umum Penerapan SPM Sub-Urusan Bencana 1) Daerah yang menerapkan SPM sub urusan bencana berdasarkan tipologi daerah 2) Daerah yang menerapkan pengintegrasian dan 1)Daerah 2)Daerah 1)74 2)136 1)514 2)372 1) Seluruh kabupaten/ kota 2)Diprioritask an di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 37,44 APBN Kementerian Dalam Negeri BNPB, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR pengarusutamaa n pengurangan risiko bencana 2025-2029 dengan nilai penerapan SPM Sub Urusan Bencana kategori rendah 4.2.1.b Pembinaan dan Pengawasan Teknis Penerapan SPM Sub Urusan Bencana Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan secara secara teknis terkait penerapan SPM Sub-Urusan Bencana daerah (kab/kota) N/A 514 Seluruh kabupaten/k ota 33,41 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.2.1.c Penyusunan NSPK Pembinaan, Pemantauan, dan Evaluasi Penerapan SPM Sub Urusan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pembinaan, Pemantauan, dan Evaluasi Penerapan SPM Sub-Urusan Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK - 2 Pusat/Nasional 0,80 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya Kementerian Dalam Negeri, BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.2.1.d Penguatan NSPK Penerapan SPM Sub Urusan Bencana Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Penerapan SPM Sub-Urusan Bencana Dokumen RNA/RIA/Urgen si/NSPK 10 Pusat/Nasional 4,00 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB, Kementerian Dalam Negeri Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.2.1.e Penguatan Kecamatan dalam Menghadapi Bencana Jumlah daerah yang dibina dalam penerapan kecamatan tangguh bencana dalam mendukung layanan dasar Daerah 25 50 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 1,63 APBN Kementerian Dalam Negeri BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.2.1.f Penguatan Sarana Pendukung Jumlah bantuan sarana pendukung dalam rangka Daerah 77 100 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas 26,14 APBN Kementerian Dalam Negeri BNPB, Kementerian Pemerintah Daerah, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Penerapan SPM Sub Urusan Bencana di Daerah implementasi SPM Sub Urusan Bencana Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 dengan nilai penerapan SPM Sub Urusan Bencana kategori rendah PPN/BAPPENA S Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 4.3 Meningkatkan Ketersediaan SDM yang Memiliki Keahlian dan Profesional di Bidang Kebencanaan Program 4.3.1 Peningkatan Kapasitas SDM Penanggulangan Bencana Sasaran Program: Meningkatnya kualitas SDM Penanggulangan Bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 10: Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan profesional di bidang kebencanaan 4.3.1.a Pelatihan Manajemen Kepemimpinan dalam Penanggulangan Bencana Tingkat Lanjut Jumlah aparatur sipil negara yang mendapatkan pelatihan yang mendapatkan pendidikan/pelati han terkait manajemen kepemimpinan dalam penanggulangan bencana tingkat lanjut Orang 69 512 Pusat/Nasional 3,54 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.b Pelatihan Koordinasi Sipil Militer dalam Penanggulangan Bencana Jumlah aparatur sipil negara yang mendapatkan pelatihan terkait koordinasi sipil militer dalam penanggulangan bencana Orang 120 370 Pusat/Nasional 2,00 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Kementerian Pertahanan, TNI, Polri Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.c Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana bagi Aparatur Sipil Negara dan Warga Negara Jumlah aparatur sipil negara di pusat dan daerah yang mendapatkan pelatihan teknis penanggulangan bencana Orang 210 460 Pusat/ Nasional dan diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB 2,00 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Tahun 2025- 2029 4.3.1.d Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional Kebencanaan Jumlah aparatur sipil negara yang menduduki jabatan fungsional tertentu mendapatkan pelatihan penjenjangan dan pelatihan teknis penanggulangan bencana Orang 93 343 Pusat/Nasional 7,57 APBN BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.e Pengembangan Roadmap Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen roadmap pendidikan dan pelatihan bidang penanggulangan bencana Dokumen Rekomendasi Kebijakan - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.f Pelatihan Teknis Penanganan Darurat Bencana bagi Aparatur dan Warga Negara Jumlah orang/angkatan pelatihan yang mendapatkan pelatihan teknis penanggulangan bencana Orang 120 8.748 Pusat/Nasional 69,02 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.g Penyusunan NSPK terkait Standar Pedoman Diklat Teknis PB Jumlah dokumen NSPK Standar Pedoman Diklat Teknis PB Dokumen 2 23 Pusat/Nasional 8,40 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.h Pendidikan dan Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana Tingkat Dasar Jumlah orang/angkatan pelatihan yang mendapatkan pelatihan teknis penanggulangan bencana tingkat dasar Orang - 2.600 Pusat/Nasional 20,80 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.1.i Pendidikan dan Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana Tingkat Lanjutan Jumlah orang/angkatan pelatihan yang mendapatkan pelatihan teknis penanggulangan bencana Orang 1.410 8.660 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB 58,00 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Tahun 2025- 2029 Program 4.3.2 Pengembangan Standarisasi Kompetensi Bidang Kebencanaan Sasaran Program: Meningkatnya penerapan standar kompetensi bidang kebencanaan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 10: Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan profesional di bidang kebencanaan 4.3.2.a Fasilitasi Sertifikasi Profesi untuk Pelaku Penanggulangan Bencana Jumlah peserta yang mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikasi bidang penanggulangan bencana Orang tersertifikasi kompetensi PB 446 1.084 Pusat/Nasional 1,91 APBN, PNBP, dan Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.2.b Standar Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen rekomendasi kebijakan pengembangan SKKNI bidang penanggulangan bencana Dokumen Rekomendasi Kebijakan - 3 Pusat/Nasional 1,67 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB BNSP, Kementerian Ketenagakerjaa n Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.3.2c Lisensi Tempat Uji Kompetensi Asesmen Kompetensi Bidang Penanggulangan Bencana Jumlah lembaga yang medapat lisensi sebagai tempat melakukan uji kompetensi teknis bidang Penanggulangan Bencana Lisensi tempat uji kompetensi (TUK) - 29 Pusat/Nasional 5,86 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB 4.3.2.d Akreditasi Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana Jumlah Lembaga Diklat sebagai penyelenggaran pendidikan dan pelatihan teknis Penanggulangan Bencana Lembaga Diklat 5 29 Pusat/Nasional 1,01 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB 4.3.2.e Asistensi dan Penjaminan Mutu Penyelenggaraa n Diklat Teknis Penanggulangan Bencana Dan Simulasi Pb Jumlah dokumen rekomendasi hasil pendampingan dan penjaminan mitu penyelenggaraan program pelatihan teknis PB dan Dokumen rekomendasi asistensi dan penjaminan mutu 2 10 Pusat/Nasional dan diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB 4,46 APBN, Sumber Pendanaan Lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR simulasi PB di pusat dan daerah Tahun 2025- 2029 Strategi 4.4 Menciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Menumbuhkembangkan Industrialisasi Kebencanaan Program 4.4.1 Peningkatan Keterlibatan Multi Pihak dalam Industrialisasi Kebencanaan Sasaran Program: Meningkatnya produk industri teknologi kebencanaan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 2: Terwujudnya kemandirian teknologi dan industrialisasi kebencanaan 4.4.1.a Penyusunan Roadmap Riset dan Inovasi Kebencanaan Jumlah dokumen roadmap industrialisasi kebencanaan Dokumen Rekomendasi Kebijakan - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.4.1.b Penyusunan Roadmap Industrialisasi Kebencanaan Jumlah dokumen roadmap inovasi dan teknologi kebencanaan Dokumen Rekomendasi Kebijakan - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN BNPB, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Usaha 4.4.1.c Riset dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan 1) Jumlah riset terkait teknologi kebencanaan 2) Jumlah purwarupa yang dihasilkan 1)Laporan/Publik asi Ilmiah/Policy Brief/Policy Paper 2)Teknologi terapan, Prototype, atau Paten 1)52 purwar upa 2)128 peneliti an 1)178 2)62 Pusat/Nasional 12,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Usaha 4.4.1.d Peningkatan Produksi Ide Kreatif dan Prototype Teknologi Kebencanaan 1) Jumlah peserta seminar/konfere nsi teknologi kebencanaan 2) Jumlah peserta temu bisnis (business matching) teknologi kebencanaan 3) Jumlah lembaga yang memamerkan produk teknologi kebencanaan 1)orang peserta per tahun 2)peserta per tahun 3)lembaga per tahun 4)kegiatan per tahun 1)6.800 2)40 3)47 4)1 1)10.000 2)50 3)50 4)1 Pusat/Nasional 101,3 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Usaha KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 4) Jumlah kegiatan temu bisnis teknologi kebencanaan 4.4.1.e Pengembangan Standarisasi dan Peningkatan Paten Produk Teknologi Kebencanaan Jumlah Standardatau Rancangan SNI/SNI terkait Produk Teknologi Kebencanaan Dokumen Standard atau Rancangan SNI/SNI 3 9 Pusat/Nasional 2,83 APBN dan sumber pendanaan lainnya BRIN, BNPB, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kementerian Perindustrian Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Strategi 4.5 Meningkatkan Kolaborasi dalam Membangun Ketangguhan Individu, Keluarga, dan Masyarakat Program 4.5.1 Peningkatan Ketangguhan Berbasis Komunitas Sasaran Program: Meningkatnya proporsi penduduk yang mendapatkan peningkatan ketangguhan bencana dan iklim Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 4.5.1.a Penguatan Desa dan Kelurahan dalam Menghadapi Bencana Jumlah desa/kelurahan yang mendapatkan pemberdayaan/pe mbinaan/pendam pingan dalam menghadapi bencana Desa/Kelurahan 2.234 7.234 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 325,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementeiran Desa PDT, BNPB, Kementerian Sosial Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.5.1.b Penguatan Keluarga Tangguh Bencana Jumlah penyuluh yang mendapatkan pemberdayaan/pe mbinaan/pendam pingan dalam menghadapi bencana orang penyuluh 30 150 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 0,96 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKK BN, Kementerian PPPA Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.5.1.c Pembinaan Kesiapsiagaan Jumlah kelompok masyarakat/desa yang kelompok masyarakat/des a 1.450 2.950 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas 97,0 APBN dan sumber Kementerian Sosial, BMKG, Kementerian Kelautan dan BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Berbasis Komunitas mendapatkan pembinaan/penda mpingan/peningk atan kapasitas terkait kesiapsiagaan bencana Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 pendanaan lainnya Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Desa PDT, BNPP/BASARNAS Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 4.5.2 Pengembangan Pendidikan & Edukasi Kebencanaan Bagi Masyarakat Sasaran Program: Meningkatnya proporsi penduduk yang mendapatkan pendidikan dan edukasi kebencanaan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 6: Terwujudnya pemahaman terhadap risiko bencana, bentang alam, dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan sosial dan ketahanan Kesehatan masyarakat 4.5.2.a Literasi Tematik Masyarakat per Jenis Ancaman Bencana Jumlah komunitas/kelom pok remaja/satuan pendidikan/orang peserta/personil first responder yang mendapatkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ancaman bencana Kelompok masyarakat/Ko munitas/Satuan Pendidikan/ora ng peserta/personil first responder/Desa atau Kelurahan - 23 kelompok masyarak at - 81.000 satuan pendidika n - 138 orang first responder - 436 kelompok masyarakat - 335.578 Satuan Pendidikan - 680 personil first responder Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 21.844,86 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, BMKG, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BAPETEN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Sosial, BRGM, BNPP/BASARNAS Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Desa PDT Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.5.2.b Peningkatan Keterlibatan & Partisipasi Remaja dalam Penanggulangan Bencana Jumlah daerah (Provinsi/Kab/kot a) yang mendapatkan pendidikan, pelatihan, pembinaan, bimbingan teknis bagi peserta didik (SD, SMP, SMA) untuk daerah (Provinsi/Kab/k ota) 117 795 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 44,07 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PPPA BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang PMK Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR penanggulangan bencana Masyarakat/ Komunitas 4.5.2.c Pemberdayaan Perempuan, Kelompok Disabilitas, Masyarakat Adat dalam Penanggulangan Bencana Jumlah Kab/kota yang mendapatkan pendidikan, pelatihan, pembinaan, bimbingan teknis bagi peserta didik disabilitas untuk penanggulangan bencana Daerah (Prov/Kab/Kota) 45 145 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 6,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian PPPA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Keementerian Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kebudayaan BNPB, Kementerian Koordinator Bidang PMK Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.5.2.d Edukasi Kebencanaan melalui Diorama Jumlah pelajar/mahasisw a/masyarakat umum yang mendapatkan edukasi diorama kebencanaan orang 1.200 1.900 Pusat/Nasional 5,80 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.5.2.e Sosialisasi Konten Edukasi Kebencanaan melalui Media Elektronik Termasuk Media KIE Jumlah Konten edukasi kebencanaan yang disebarluaskan melalui media elektronik konten 50 75 Pusat/Nasional 225,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian PPPA, Kementerian Komunikasi dan Digital, LPP RRI, BMKG Pemerintah Daerah, Media, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 4.6 Mengembangkan Skema Pendanaan Inovatif dalam Penanggulangan Bencana Program 4.6.1 Pengembangan Skema Perlindungan Sosial Adaptif Sasaran Program: Meningkatnya kesiapan penyaluran perlindungan sosial adaptif Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 4.6.1.a Penguatan Tata Kelola Perlindungan Sosial Adaptif Jumlah Rekomendasi Kebijakan terkait penguatan tata Rekomendasi Kebijakan - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian PPN/BAPPENAS Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR kelola dan kemitraan Perlindungan Sosial Adaptif Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.6.1.b Penyusunan Desain dan Mekanisme Penyaluran Program Perlindungan Sosial Adaptif Jumlah Rekomendasi Kebijakan Desain dan Mekanisme Penyaluran Program Perlindungan Sosial Adaptif Rekomendasi Kebijakan 1 1 Peratursn Perundang- Undangan Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Keuangan Kementerian Hukum, BNPB, Kementerian PPN/BAPPENA S Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi 4.6.1.c Penguatan Sistem Data dan Informasi Perlindungan Sosial Adaptif Jumlah sistem informasi data dan informasi perlindungan sosial adaptif Sistem Informasi N/A 1 Pusat/Nasional 5,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/BAPPENA S Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman 4.6.1.d Pengkajian Skema Pembiayaan Perlindungan Sosial Adaptif Jumlah Rekomendasi Kebijakan Skema Pembiayaan Perlindungan Sosial Adaptif Rekomendasi Kebijakan - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian PPN/BAPPENAS Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi Program 4.6.2 Optimasi Pemanfaatan Dana Bersama Penanggulangan Bencana Sasaran Program: Meningkatnya pemanfataan dana bersama penanggulangan bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 4.6.2.a Optimasi Penyaluran Dana Bersama Penanggulangan Bencana Jumlah K/L, Pemerintah Daerah, Kelompok Masyarakat/Masy arakat yang mendapatkan penyaluran Dana Bersama PB lembaga/daerah /kelompok - 100 Pusat/Nasional 310,59 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Keuangan, BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat /Komunitas KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 4.6.2.b Pemantauan dan Evaluasi Penyaluran Dana Bersama Penanggulangan Bencana Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi kegiatan yang didanai Dana Bersama PB Dokumen Laporan Pemantauan dan Evaluasi - 5 Pusat/Nasional 1,2 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Keuangan, BNPB Organisasi Non Pemerintah 4.6.2.c Penguatan Tata Kelola Penyaluran Dana Bersama Penanggulangan Bencana 1) Jumlah Rekomendasi Kebijakan terkait penguatan tata kelola dan kelembagaan Penyaluran Dana Bersama PB 2) Jumlah Naskah Akademis/RIA/U rgensi/NSPK terkait Penyaluran Dana Bersama PB Dokumen Rekomendasi Kebijakan/NSPK 2 7 Pusat/Nasional 2,79 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Keuangan, BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat /Komunitas Program 4.6.3 Pengembangan Kebijakan Asuransi Bencana Dan Pembiayaan Risiko Sasaran Program: Meningkatnya pemanfaatan asuransi bencana dan pembiayaan risiko Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 4: Terwujudnya investasi yang memadai dalam pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan 4.6.3.a Asuransi BMN serta Perluasan Skema Pembiayaan untuk Perlindungan BMN dan BMD Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkaitperluasan Skema Pembiayaan untuk perlindungan BMN dan BMD Dokumen Rekomendasi Kebijakan/NSPK Unit 1 Rekomen dasi Kebijakan 1 Peraturan Perundang- undangan Pusat/Nasional 0,52 APBN dan sumber pendanaan lainnya Kementerian Keuangan, BNPB, Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.6.3.b Pengenalan Konsep Transfer Risiko dalam Peningkatan Ketahanan Pembiayaan terhadap Bencana Jumlah daerah (provinsi/kabupat en/kota) yang mendapatkan peningkatan pemahaman terkait konsep transfer risiko daerah (prov/kab/kota) - 546 Pusat/Nasional 21,84 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Jasa Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR dalam peningkatan ketahanan pembiayaan terhadap bencana Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.6.3.c Peningkatan Kesadaran Pemerintah Daerah terhadap Mekanisme Transfer Risiko Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan/bimbing an teknis terkait mekanisme transfer risiko daerah (prov/kab/kota) - 546 Pusat/Nasional 35,49 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Jasa Keuangan Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Strategi 4.7 Meningkatkan Kualitas Pemantauan, Pengendalian, dan Evaluasi Penanggulangan Bencana Program 4.7.1 Pengembangan Sistem Pemantauan dan Evaluasi Penanggulangan Bencana Sasaran Program: 1) Meningkatnya kualitas pelaporan pemantauan dan evaluasi penanggulangan bencana 2) Meningkatnya kebermanfaatan hasil pemantauan, pengendalian, dan evaluasi penanggulangan bencana Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 5: Terwujudnya tata kelola risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah 4.7.1.a Pengembangan Sistem Informasi Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Penanggulangan Bencana 1) Jumlah basis data kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 2) Jumlah sistem informasi kebencanaan yang diintegrasikan/di perbarui 1)Dokumen/Basi s Data 2)Sistem informasi 1)1 2)1 1)6 2)1 Pusat/Nasional 6,20 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.7.1.b Penguatan Tata Kelola Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Penanggulangan Bencana Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana penanggulangan bencana Dokumen - 1 Pusat/Nasional 0,24 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 4.7.1.c Pengembangan Metadata Indikator Kinerja Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen metadata indikator kinerja penanggulangan bencana Dokumen - 3 Pusat/Nasional 1,50 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.7.1.d Koordinasi Strategis Evaluasi Sinergi Multipihak dalam Penanggulangan Bencana Jumlah kegiatan koordinasi strategis evaluasi sinergi multipihak dalam penanggulangan bencana kegiatan per tahun - 1 Pusat/Nasional 0,33 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Perguruan Tinggi, Media, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.7.1.e Penguatan Pembinaan Pelaporan dan Pengawasan Kebencanaan oleh Pemerintah Daerah Jumlah daerah yang mendapatkan pembinaan/penda mpingan/bimbing an teknis terkait pelaporan dan pengawasan kebencanaan daerah (prov/kab/kota) 3 25 Diprioritaskan di lokasi Lokus Prioritas Intervensi RENAS PB Tahun 2025- 2029 1,43 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi 4.7.1.f Penyusunan NSPK Pelaporan dan Pengawasan Penyelenggaraa n Penanggulangan Bencana Daerah Jumlah Naskah Akademis/RIA/Ur gensi/NSPK terkait Pelaporan dan pengawasan penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah Dokumen Rancangan NA/RIA/Urgensi /NSPK - 1 Pusat/Nasional 0,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Bidang PMK Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Strategi 4.8 Meningkatkan Advokasi Resiliensi Berkelanjutan di Tingkat Nasional & Global Program 4.8.1 Pengembangan Kebijakan dan Kerangka Hukum untuk Resiliensi Berkelanjutan Sasaran Program: Meningkatnya ketersediaan kebijakan regulasi terkait resiliensi berkelanjutan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 5: Terwujudnya tata kelola risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR 4.8.1.a Penyusunan Pedoman dan Standar untuk Resiliensi Berkelanjutan Jumlah Rekomendasi Kebijakan Pedoman dan Standar terkait resiliensi berkelanjutan Dokumen Rekomendasi Kebijakan/Stan dar - 1 Pusat/Nasional 0,40 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/BAPPENA S Organisasi Non Pemerintah, Perguruan Tinggi Program 4.8.2 Peningkatan Kapasitas dan Pengetahuan tentang Resiliensi Berkelanjutan Sasaran Program: Meningkatnya proporsi masyarakat dan lembaga yang mendapatkan pengetahuan terkait resiliensi berkelanjutan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 5: Terwujudnya tata kelola risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah 4.8.2.a Komunikasi, Informasi, dan Edukasi tentang Resiliensi Berkelanjutan Jumlah orang yang mendapatkan peningkatan pemahaman terkait resiliensi berkelanjutan Orang peserta per tahun 723 1.000 Pusat/Nasional 40,00 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas Program 4.8.3 Penguatan Kerja Sama dan Kemitraan untuk Resiliensi Berkelanjutan Sasaran Program: Meningkatnya jumlah kegiatan kerja sama dan kemitraan untuk resiliensi berkelanjutan Fokus Capaian RIPB 2025-2029 Fokus Capaian 5: Terwujudnya tata kelola risiko bencana yang sinergis antara pusat dan daerah 4.8.3.a Pengembangan Jaringan dan Forum Multi Pemangku Kepentingan untuk Resiliensi Berkelanjutan 1) Jumlah jejaring/forum Resiliensi Berkelanjutan yang terbentuk 2) Jumlah orang/forum yang mendapatkan pembinaan/pend ampingan/penin gkatan kapasitas 1)jejaring/forum 2)orang/forum 3)dokumen (outcome documents) 1)1 forum 2)2 forum 3)2 dokume n 1)2 forum 2)2 forum 3)3 dokumen Pusat/Nasional 39,56 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi KEGIATAN INDIKATOR SATUAN BASE- LINE 2024 TAHUN TARGET 2029 LOKASI PAGU INDIKATIF (Miliar Rupiah) SUMBER PENDA- NAAN INSTANSI 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 PEMERINTAH PIHAK LAINNYA PENANG- GUNG JAWAB KONTRIBU- TOR terkait Resiliensi Berkelanjutan 3) Jumlah dokumen (outcome documents) terkait resiliensi berkelanjutan dalam forum regional Masyarakat/ Komunitas 4.8.3.b Promosi Resiliensi Berkelanjutan melalui Kolaborasi dengan Organisasi Nasional dan Internasional Jumlah rekomendasi kebijakan untuk promosi resiliensi berkelanjutan di forum/pertemuan tingkat nasional dan internasional Dokumen/Reko mendasi Kebijakan 2 7 Pusat/Nasional 2,79 APBN dan sumber pendanaan lainnya BNPB, Kementerian Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian PPN/BAPPENA S Pemerintah Daerah, Organisasi Non Pemerintah, Lembaga Usaha, Media, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat/ Komunitas 4.1. Pemaduan Rencana Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2025-2029 dalam Rencana Pembangunan Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana telah menekankan bahwa perencanaan penanggulangan bencana merupakan bagian dari perencanaan pembangunan. Pemaduan RENAS PB Tahun 2025-2029 dalam rencana pembangunan diperlukan untuk memastikan mencantumkan unsur-unsur rencana penanggulangan bencana ke dalam rencana pembangunan pusat dan daerah. Penjabaran program dan kegiatan penanggulangan bencana dan rincian anggarannya dalam RENAS PB Tahun 2025-2029 dengan sistem perencanaan pembangunan nasional agar dapat dilaksanakan. Pemaduan tersebut juga penting untuk dilakukan agar program dan kegiatan dalam rencana aksi RENAS PB Tahun 2025-2029 dapat dianggarkan melalui APBN dan kemudian dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga terkait. Gambar 4.1 Kerangka Pemaduan RENAS PB Tahun 2025-2029 ke dalam Rencana Pembangunan dan Penganggaran di Tingkat Nasional dan Daerah Pemaduan RENAS PB Tahun 2025-2029 dengan rencana pembangunan, terutama RPJMN dan Renstra Kementerian/Lembaga dilakukan dengan sinkronisasi periodisasi dengan RPJMN maupun Rentra Kementerian/Lembaga dalam jangka menengah 2025-2029. Rencana aksi dalam RENAS PB Tahun 2025- 2029 memiliki program dan kegiatan yang telah dirincikan tahun pelaksanaan, instansi penanggung jawab, dan indikasi pendanaannya. Program dan kegiatan tersebut penting untuk dikoordinasikan, diintegrasikan, dan tersinkronisasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja (Renja) Kementerian/Lembaga untuk dapat dilaksanakan dan dianggarkan setiap tahunnya. RENAS PB Tahun 2025-2029 juga menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan menetapkan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)daerah. Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah wajib untuk dipadukan dengan perencanaan pembangunan di daerah. Pemaduan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Renstra Perangkat Daerah dilakukan untuk menjamin unsur-unsur penanggulangan bencana masuk ke dalam rencana pembangunan di daerah. RENAS PB Tahun 2025-2029 telah menetapkan arah kebijakan penanggulangan bencana per wilayah dan lokus prioritas. Selain kebijakan, strategi, dan rencana aksi dalam RENAS PB Tahun 2025-2029, kedua substansi tersebut penting untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam menyusun RPB untuk menyelaraskan upaya-upaya penanggulangan bencana yang diarahkan di masing-masing wilayah dan diprioritaskan di masing- masing lokasi. 4.2. Kerangka Regulasi Pencapaian tujuan dan sasaran RENAS PB Tahun 2025-209 perlu didukung oleh regulasi yang terharmonisasi dengan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Peningkatan sinkronisasi regulasi yaitu dengan memperhatikan peningkatan kuantitas dan kualitas regulasi yang diyakini dapat membantu memfasilitasi dan mendorong efektivitas pelaksanaan agenda penanggulangan bencana di jangka menengah ke depan serta mengatur pelaku sistem penanggulangan bencana. Regulasi yang dibutuhkan untuk implementasi dan pencapaian tujuan dan sasaran RENAS PB Tahun 2025-2029 perlu disusun dengan memperhatikan kaidah-kaidah pementukan regulasi yang berlaku. Kerangka regulasi yang disusun harus disusun secara sederhana, fleksibel, mudah dipahami, tertib, dan dapat berlaku efektif serta dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana. Tabel 4.1 Kebutuhan Regulasi dalam Mendukung Implementasi RENAS PB Tahun 2025-2029 SASARAN RENAS PB TAHUN 2025-2029 SUBSTANSI UTAMA Sasaran 1 Mengurangi Jumlah Penduduk Terdampak Bencana melalui Peningkatan Kualitas Kesiapsiagaan, Peringatan Dini, dan Penanggulangan Kedaruratan Bencana