4.Peningkatan ASN BPOM yang memiliki kompetensi digital Transformasi digital BPOM membutuhkan SDM yang cakap secara digital. Perubahan digital bisnis proses pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan akan berdampak secara perlahan terhadap keahlian yang dibutuhkan dari SDM Aparatur BPOM. Literasi digital, kemampuan bahasa pemrograman dan penguasaan teknologi informasi lanjutan seperti Cyber Security, Cloud Computing, Big Data Analytics, Artificial Intelligence, dan Digital Business merupakan keahlian utama yang dibutuhkan di masa depan. Disamping itu, social dan emotional skills mencakup entrepreneurship, initiative taking, dan leadership serta kemampuan kognitif yang tinggi seperti kreativitas dan complex information processing juga perlu dipersiapkan strategi dalam menghadapi skill shifting ini termasuk dengan meningkatnya kemampuan SDM di bidang digital. Dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan persiapan untuk memastikan seluruh SDM Aparatur BPOM memiliki kemampuan literasi digital yang baik, serta SDM yang terlibat langsung dalam bisnis proses SPBE harus dipastikan memiliki kompetensi digital yang baik sesuai kebutuhan transformasi digital organisasi. Mewujudkannya seperti pemetaan ASN BPOM yang memiliki talent digital, penyusunan pedoman talenta digital sebagai standar pelaksanaan implementasi kegiatan, kemudian adanya penyusunan tools talenta digital yang akan digunakan untuk menghitung capaian keberhasilan dalam peningkatan ASN BPOM yang memiliki talenta digital. Tabel 4.1 Matriks Kinerja BPOM 2025-2029 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 2025 2026 2027 2028 2029 1 Meningkatnya efektivitas pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Persentase Sediaan Farmasi aman dan bermutu 72,5 73,8 75,5 76,9 78,4 Persentase pangan olahan dan PIRT yang aman dan bermutu 77 - - - - Persentase pangan olahan, PIRT, dan MBG yang aman dan bermutu - 79 80 82 83 Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 89,90 90,05 90,20 90,35 90,50 Indeks Efektivitas Koordinasi Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 50,73 54,58 58,73 62,87 67,35 Indeks Kepatuhan Pelaku Usaha di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 82,5 82,75 83 83,25 83,5 Persentase penguatan 55,4 62,1 68,7 75,2 82,2 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 2025 2026 2027 2028 2029 laboratorium pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan terhadap standar yang ditetapkan 3 Meningkatnya Kesadaran Masyarakat atas Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Aman dan Bermutu Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Aman dan Bermutu 88,2 88,6 88,9 89,2 89,4 4 Meningkatnya efektivitas regulatory assistance dan kemandirian industri dalam pengembangan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Persentase inovasi sediaan farmasi dan pangan olahan yang dikawal sesuai standar 85,7 87,5 89,4 90,9 92,4 Persentase UMKM yang menerapkan standar keamanan dan mutu produksi Obat Bahan Alam, Kosmetik, dan Pangan Olahan 70 71,5 73 74,5 76 Tingkat Kemandirian pelaku usaha Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 35 39,7 45,7 52,7 61,7 5 Terwujudnya Penegakan Hukum yang Berkeadilan terhadap Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Indeks Efektivitas Penegakan Hukum Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 74,4 75,9 77,1 78,5 79,9 7 Terwujudnya Birokrasi yang Efektif, Berintegritas, Kolaboratif dan Adaptif untuk Pelayanan Publik yang Prima Indeks RB BPOM 96,3 96,35 96,4 96,45 96,5 IV.2 Kerangka Pendanaan Untuk mendukung berjalannya program dan kegiatan di bidang pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan, maka perlu didukung oleh anggaran pembangunan yang memadai. Kerangka pendanaan yang dibutuhkan dalam lima tahun ke depan terlampir dalam matriks berikut. Tabel 4.2 Kerangka Pendanaan BPOM 2025-2029 Berdasarkan Program Program Alokasi (Rp Juta) 2025 2026 2027 2028 2029 Program Dukungan Manajemen 1.326.008,3 1.983.705,6 2.020.116,3 2.052.749,2 2.095.557,8 Program Pengawasan Obat dan Makanan 1.234.927,4 2.052.740,9 2.227.709,3 2.533.692,2 3.028.070,2 TOTAL 2.560.935,7 4.036.446,4 4.247.825,6 4.586.441,3 5.123.628,0 Tabel 4.3 Kerangka Pendanaan BPOM 2025-2029 Berdasarkan Sumber Dana Sumber Dana Alokasi (Rp Juta) 2025 2026 2027 2028 2029 Rupiah Murni (RM) 2.459.971,4 3.935.482,1 4.146.861,3 4.485.477,0 5.022.663,7 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 100.964,3 100.964,3 100.964,3 100.964,3 100.964,3 TOTAL 2.560.935,7 4.036.446,4 4.247.825,6 4.586.441,3 5.123.628,0 Renstra BPOM 2025-2029 yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan dan strategi menjadi pedoman penyusunan perencanaan di level lebih bawah di lingkungan BPOM baik untuk perencanaan menengah dan tahunan. Untuk memastikan Renstra yang disusun dapat berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan maka perlu dilakukan pengendalian dan evaluasi Renstra BPOM secara berkala sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Renstra BPOM Tahun 2025-2029 harus dijadikan acuan kerja bagi unit kerja di lingkungan di BPOM sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Diharapkan semua unit kerja dapat melaksanakannya dengan akuntabel serta senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja lembaga, unit kerja sampai pada level individu. MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2025-2029 Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 Badan Pengawas Obat dan Makanan 2.560.935,7 4.036.446,4 4.247.825,6 4.586.441,3 5.123.628,0 SS 1 Meningkatnya efektivitas pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 1.1. Persentase Sediaan Farmasi aman dan bermutu Seluruh Indonesia 72,5 73,8 75,5 76,9 78,4 Kedeputian I, II dan UPT BPOM 1.2. Persentase pangan olahan dan PIRT yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 77 - - - - Kedeputian III dan UPT BPOM 1.3 Persentase pangan olahan, PIRT dan MBG yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia - 79 80 82 83 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.4. Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Pusat 89,9 90,05 90,2 90,35 90,5 Kedeputian I, II, III dan Pusakom (koordinator pengukuran) 1.5. Indeks efektivitas koordinasi pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Seluruh Indonesia 50,73 54,58 58,73 62,87 67,35 Kedeputian I, II, III, dan UPT BPOM 1.6. Indeks Kepatuhan Pelaku Usaha di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Seluruh Indonesia 82,5 82,75 83 83,25 83,5 Kedeputian I, II, III, UPT BPOM dan Pusakom (koordinator pengukuran) 1.7. Persentase penguatan laboratorium pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan terhadap standar yang ditetapkan Seluruh Indonesia 55,4 62,1 68,7 75,2 82,2 PPPOMN Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 SS 2 Meningkatnya kesadaran masyarakat atas Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang aman dan bermutu 2,1 Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 88,2 88,6 88,9 89,2 89,4 Kedeputian I, II, III dan Pusakom (koordinator pengukuran) SS 3 Meningkatnya efektivitas regulatory assistance dan kemandirian industri dalam pengembangan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 3,1 Persentase inovasi Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang dikawal sesuai standar Pusat 85,7 87,5 89,4 90,9 92,4 Kedeputian I, II, III 3,2 Persentase UMKM yang menerapkan standar keamanan dan mutu produksi Obat Bahan Alam, Kosmetik, dan Pangan Olahan Seluruh Indonesia 70 71,5 73 74,5 76 Kedeputian I, II dan UPT BPOM 3,3 Tingkat Kemandirian pelaku usaha Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Pusat 35,0 39,7 45,7 52,7 61,7 Kedeputian I, II, III SS 4 Terwujudnya Penegakan Hukum yang Berkeadilan terhadap Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 4.1 Indeks Efektivitas Penegakan Hukum Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Seluruh Indonesia 74,4 75,9 77,1 78,5 79,9 Kedeputian IV dan UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 SS 5 Terwujudnya Birokrasi yang Efektif, Berintegritas, Kolaboratif dan Adaptif untuk Pelayanan Publik yang Prima 5.1 Indeks RB BPOM Pusat 96,3 96,35 96,4 96,45 96,5 Sekretariat Utama, Inspektorat Utama, Pusdatin, PPSDM Program Pengawasan Obat dan Makanan 1.234.927,4 2.052.740,9 2.227.709,3 2.533.692,2 3.028.070,2 SP 1 Meningkatnya efektivitas pengawasan di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 1.1 Persentase Sediaan Farmasi aman dan bermutu (UPT) Seluruh Indonesia 72,5 73,8 75,5 76,9 78,4 Kedeputian I, II, III dan UPT BPOM 1.2 Persentase Obat yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 90 91 92 93 94 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.3 Persentase Obat bahan alam yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 65 66 69 71 73 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.4 Persentase Suplemen Kesehatan yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 68 70 72 74 76 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.5 Persentase Kosmetik yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 62 63 64 65 66 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.6 Persentase pangan olahan yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 78 79 80 83 85 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.7 Persentase Pangan Industri Rumah Tangga aman dan bermutu Seluruh Indonesia 75 76 77 78 79 Kedeputian III dan UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1.8 Persentase MBG yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia - 93 94 95 96 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.9 Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Obat Pusat 82,9 83 83,1 83,2 83,3 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.10 Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 79 79,25 79,5 79,75 80 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.11 Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Pangan Olahan Pusat 77,8 77,9 78 78,1 78,2 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.12 Indeks Kualitas Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan (Pusakom) Pusat 89,9 90,05 90,2 90,35 90,5 Kedeputian I, II, III dan Pusakom (koordinator pengukuran) 1.13 Persentase rekomendasi hasil pengawasan obat yang ditindaklanjuti oleh lintas sektor Seluruh Indonesia 30 35 40 45 50 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.14 Persentase rekomendasi hasil pengawasan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, Obat Kuasi dan Kosmetik yang ditindaklanjuti oleh lintas sektor Seluruh Indonesia 83 83,75 84,25 84,75 85,25 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.15 Indeks efektivitas koordinasi pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan (UPT) Seluruh Indonesia 50,73 54,58 58,73 62,87 67,35 Kedeputian I, II, III dan UPT BPOM 1.16 Persentase sarana produksi obat yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 77 79 81 83 85 Kedeputian I dan UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1.17 Persentase fasilitas distribusi obat yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 78,5 79 79,5 80 80,5 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.18 Persentase sarana produksi Obat Bahan Alam yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 86 87 88 89 90 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.19 Persentase sarana produksi Suplemen Kesehatan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 85 86 87 88 89 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.20 Persentase sarana produksi Kosmetik yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 81 82 83 84 85 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.21 Persentase fasilitas distribusi Obat Bahan Alam yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 70 71 72 73 74 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.22 Persentase fasilitas distribusi Suplemen Kesehatan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 90 91 92 93 94 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.23 Persentase fasilitas distribusi Kosmetik yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 78 79 80 81 82 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.24 Persentase sarana produksi pangan olahan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 73 74 75 77 78 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.25 Persentase sarana IRTP (industri rumah tangga pangan) yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 54 58 62 66 70 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.26 Persentase sarana produksi pangan fortifikasi yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 66 70 73 75 80 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.27 Persentase sarana distribusi pangan olahan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 83 84 85 86 87 Kedeputian III dan UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1.28 Persentase iklan obat yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 79 80 81 82 83 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.29 Persentase iklan Obat Bahan Alam yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 66 67 67 68 68 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.30 Persentase iklan Suplemen Kesehatan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 82 83 83 84 84 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.31 Persentase iklan Kosmetik yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 60 61 62 63 64 Kedeputian II dan UPT BPOM 1.32 Persentase iklan pangan olahan yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 71 72 73 75 77 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.33 Indeks Kepatuhan Pelaku Usaha di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan (UPT) Seluruh Indonesia 82,5 82,75 83 83,25 83,5 Kedeputian I, II, III, UPT BPOM dan Pusakom (koordinator pengukuran) 1.34 Indeks penanganan KLB Keracunan Pangan Seluruh Indonesia 76,00 77,00 78,00 79,00 80,00 Kedeputian III dan UPT BPOM 1.35 Persentase label produk tembakau dan/atau rokok elektronik yang memenuhi ketentuan Seluruh Indonesia 75 77 79 81 83 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.36 Persentase penurunan apotek yang melakukan penyerahan antibiotik tanpa resep dokter Seluruh Indonesia 4,9 5,1 7,7 8,3 9,1 Kedeputian I dan UPT BPOM 1.37 Persentase Kabupaten/Kota Pangan Aman Seluruh Indonesia 14 28 44 60 78 Kedeputian III Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1.38 Persentase sentra uji klinik dan bioekivalensi yang memenuhi ketentuan 80 81 82 83 84 Kedeputian I 1.39 Persentase penguatan laboratorium pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan terhadap standar yang ditetapkan (PPPOMN, BPPB, BPKOM, Balai Kalibrasi & UPT) Pusat 55,4 62,1 68,7 75,2 82,2 PPPOMN, BPPB, BPKOM, Balai Kalibrasi & UPT SP 2 Meningkatnya peran aktif lintas sektor dalam pengawasan OBA, SK, Kos 2.1 Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan Program Sadar Jamu Aman Seluruh Indonesia 2 4 6 8 10 Kedeputian II dan UPT BPOM SP 3 Meningkatnya Kesadaran Masyarakat atas Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Aman dan Bermutu 3.1 Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Obat yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 90,6 90,7 90,8 90,9 91 Kedeputian I dan UPT BPOM 3.2 Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 86,87 87 87,5 88 88,5 Kedeputian II dan UPT BPOM 3.3 Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap pangan olahan yang aman dan bermutu Seluruh Indonesia 88,7 89,9 90,9 91,8 92,6 Kedeputian III dan UPT BPOM 3.4 Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang aman dan bermutu (UPT) Seluruh Indonesia 88,2 88,6 88,9 89,2 89,4 Kedeputian I, II, III, Sekretariat Utama dan UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 SP 4 Meningkatnya efektivitas regulatory assistance dan kemandirian industri dalam pengembangan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 4.1 Persentase pengawalan hilirisasi Obat Pengembangan Baru yang dikawal sesuai standar Pusat 75 78,5 82 84,5 87 Kedeputian I 4.2 Persentase inovasi obat bahan alam yang didampingi sesuai standar Pusat 82,1 84,1 86,1 88,1 90,2 Kedeputian II 4.3 Persentase fasilitasi pengembangan inovasi pangan olahan yang terstandar Pusat 100 100 100 100 100 Kedeputian III 4.4 Persentase UMKM yang menerapkan standar keamanan dan mutu produksi OBA dan Kos Seluruh Indonesia 60 62 64 66 68 Kedeputian II dan UPT BPOM 4.5 Persentase UMKM yang menerapkan standar keamanan dan mutu produksi Pangan Olahan Seluruh Indonesia 80 81 82 83 84 Kedeputian III dan UPT BPOM 4.6 Persentase UMKM yang menerapkan standar keamanan dan mutu produksi Obat Bahan Alam, Kosmetik, dan Pangan Olahan (UPT) Seluruh Indonesia 70 71,5 73 74,5 76 Kedeputian II, III dan UPT BPOM 4.7 Persentase industri farmasi yang meningkat level maturitasnya Pusat 52 54 56 58 60 Kedeputian I 4.8 Persentase Industri Obat Bahan alam dan Kosmetik yang Mencapai Tingkat Maturitas Pusat 34 44 57 72 90 Kedeputian II Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 4.9 Persentase sarana produksi pangan olahan yang pro aktif dalam meningkatkan level pemenuhan regulasi sistem jaminan keamanan dan mutu pangan Pusat 19 21 24 28 35 Kedeputian III SP 5 Keberhasilan Penyidikan Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan 5.1 Persentase Keberhasilan Penyidikan Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Seluruh Indonesia 74 75 76 77 78 Kedeputian IV dan UPT BPOM SP 6 Deteksi Kejahatan di Bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Optimal 6.1 Persentase Rekomendasi Deteksi Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Optimal Seluruh Indonesia 75 76 77 79 81 Kedeputian IV dan UPT BPOM SP 7 Terwujudnya Tata kelola Pemerintahan serta pelayanan publik Unit Organisasi yang prima 7.1 Indeks Pelayanan Publik di Bidang Obat Pusat 4,68 4,73 4,78 4,83 4,88 Kedeputian I 7.2 Indeks Pelayanan Publik di Bidang Pengawasan Obat Bahan Alam, Kosmetik dan Suplemen Kesehatan Pusat 4,70 4,75 4,8 4,85 4,9 Kedeputian II 7.3 Indeks Pelayanan Publik di Bidang Pengawasan Pangan Olahan Pusat 4,69 4,74 4,79 4,84 4,89 Kedeputian III Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 7.4 Nilai Pembangunan ZI Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA Pusat 92,9 93,09 93,28 93,47 93,63 Kedeputian I 7.5 Nilai AKIP Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA Pusat 81,47 81,86 82,25 82,64 83,03 Kedeputian I 7.6 Nilai Kinerja Anggaran Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA Pusat 5 5 5 5 5 Kedeputian I 7.7 Indeks Manajemen Risiko Deputi Bidang Pengawasan Obat NPPZA Pusat 2,97 3 3,03 3,06 3,1 Kedeputian I 7.8 Nilai Pembangunan ZI Deputi Bidang Pengawasan OT, SK, dan Kos Pusat 89,96 90,28 90,61 90,95 91,27 Kedeputian II 7.9 Nilai AKIP Deputi Bidang Pengawasan OT, SK, dan Kos Pusat 81,66 82,24 83,03 83,82 84,6 Kedeputian II 7.10 Nilai Kinerja Anggaran Deputi Bidang Pengawasan OT, SK, dan Kos Pusat 5 5 5 5 5 Kedeputian II 7.11 Indeks Manajemen Risiko Deputi Bidang Pengawasan OT, SK, dan Kos Pusat 2,95 2,99 3,04 3,09 3,14 Kedeputian II 7.12 Nilai Pembangunan ZI Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Pusat 91,51 91,83 92,18 92,51 92,87 Kedeputian III 7.13 Nilai AKIP Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Pusat 79,39 79,97 80,76 81,55 82,33 Kedeputian III 7.14 Nilai Kinerja Anggaran Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Pusat 5 5 5 5 5 Kedeputian III 7.15 Indeks Manajemen Risiko Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Pusat 3,4 3,7 4 4,2 4,3 Kedeputian III Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 7.16 Nilai Pembangunan ZI Deputi Bidang Penindakan Pusat 85,65 86,4 87,15 87,9 88,65 Kedeputian IV 7.17 Nilai AKIP Deputi Bidang Penindakan Pusat 76 76,77 77,54 78,31 79,08 Kedeputian IV 7.18 Nilai Kinerja Anggaran Deputi Bidang Penindakan Pusat 5 5 5 5 5 Kedeputian IV 7.19 Indeks Manajemen Risiko Deputi Bidang Penindakan Pusat 3 3,05 3,10 3,15 3,20 Kedeputian IV 7.20 Indeks RB BPOM (UPT, PPPOMN, UPT PPPOMN, Pusakom) Pusat 96,3 96,35 96,4 96,45 96,5 Kedeputian I, II,III, IV, UPT, PPPOMN, UPT PPPOMN, Pusakom Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh Indonesia 913.840,4 1.631.531,6 1.769.871,0 2.031.008,1 2.474.164,3 UPT BPOM Meningkatnya efektivitas pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan di wilayah kerja UPT UPT BPOM 1 Persentase sampel sediaan farmasi berisiko yang ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 86,4 87,6 88,81 90,03 91,26 UPT BPOM 2 Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang telah melaporkan KTD/ESO Seluruh Indonesia 26 27 28 29 30 UPT BPOM 3 Persentase sampel pangan olahan berisiko yang ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 84,61 85,95 87,53 88,84 90,28 UPT BPOM 4 Persentase sampel KLB keracunan pangan yang diuji sesuai standar Seluruh Indonesia 100 100 100 100 100 UPT BPOM 5 Persentase sampel PIRT berisiko yang ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 85,97 87,7 89,26 91,39 93,54 UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 6 Persentase keputusan/rekomendasi hasil pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan yang ditindaklanjuti oleh stakeholder Seluruh Indonesia 84,85 85,72 86,61 87,47 88,33 UPT BPOM 7 Persentase sarana produksi Sediaan Farmasi yang diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 91,81 92,92 93,98 95,04 96,09 UPT BPOM 8 Persentase sarana produksi Pangan Olahan yang diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 87,6 89,39 90,88 92,45 94,34 UPT BPOM 9 Persentase fasilitas distribusi Sediaan Farmasi yang diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 93,95 94,95 95,92 96,81 97,61 UPT BPOM 10 Persentase sarana distribusi Pangan Olahan yang diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 86,78 88,19 89,62 91,41 93,21 UPT BPOM 11 Persentase iklan sediaan farmasi dan pangan olahan yang diawasi sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 90,55 91,8 93,06 94,29 95,46 UPT BPOM 12 Persentase label produk tembakau dan/atau rokok elektronik yang diawasi sesuai standar Seluruh Indonesia 86 87 88 89 90 UPT BPOM 13 Persentase pemenuhan target pengendalian AMR di wilayah UPT Seluruh Indonesia 100 100 100 100 100 UPT BPOM 14 Nilai pemenuhan Lab Pengujian Sediaan Farmasi dan Pangan olahan UPT sesuai Standar Kemampuan Laboratorium Seluruh Indonesia 60,80 63,70 66,30 68,80 71,20 UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 15 Persentase Kabupaten/Kota yang didampaingi dalam pencapaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Seluruh Indonesia 16 30 47 60 78 UPT BPOM 16 Persentase Sampel Pangan MBG yang ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia - 81 82 83 84 UPT BPOM RO 1: Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diberikan KIE Farmakovigilans Seluruh Indonesia 2135 3197 3286 3572 3719 UPT BPOM RO 2: Sampel Makanan yang Diperiksa oleh UPT Seluruh Indonesia 18114 18141 18989 19450 19933 UPT BPOM RO 3: Sampel Obat, Obat Tradisional, Kosmetik dan Suplemen Kesehatan yang Diperiksa Sesuai Standar oleh UPT Seluruh Indonesia 40836 41269 43382 45611 48006 UPT BPOM RO 4: Sarana Produksi Obat dan Makanan yang Diperiksa oleh UPT Seluruh Indonesia 3738 4140 4549 4949 5407 UPT BPOM RO 5: Sarana Distribusi Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, Suplemen Kesehatan dan Makanan yang Diperiksa oleh UPT Seluruh Indonesia 23718 26515 28409 30431 32622 UPT BPOM RO 6: Label produk tembakau dan/atau rokok elektronik yang diperiksa yang diperiksa sesuai standar oleh UPT BPOM Seluruh Indonesia - 10944 10944 11220 11220 UPT BPOM RO 7: Prasarana Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia Seluruh Indonesia 45 50 55 60 65 UPT BPOM RO 8: Laboratorium pengawasan Obat dan Makanan yang sesuai Standar Kemampuan Laboratorium Seluruh Indonesia 73 73 73 73 73 UPT BPOM RO 9: Alat laboratorium untuk pengujian obat dan makanan sesuai Standar Kemampuan Laboratorium Seluruh Indonesia 120 120 120 120 120 UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 10: Sampel Makanan Bergizi Gratis yang diuji sesuai standar Seluruh Indonesia - 41160 41160 41160 41160 UPT BPOM Meningkatnya Efektivitas Pengawasan Sarana Produksi Pangan Fortifikasi UPT BPOM 1 Persentase cakupan sarana produksi pangan fortifikasi yang diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Seluruh Indonesia 59,00 64,00 69,00 73,00 77,00 UPT BPOM RO 1: Layanan pemeriksaan sarana produksi pangan fortifikasi yang diperiksa oleh UPT Seluruh Indonesia 437 466 501 528 552 UPT BPOM Meningkatnya efektivitas KIE UPT BPOM 1 Tingkat efektivitas KIE Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan di wilayah kerja UPT Seluruh Indonesia 86,52 87,39 88,25 89,12 89,98 UPT BPOM 2 Tingkat efektivitas KIE Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 89,34 90,24 91,13 92,02 92,92 Direkorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 3 Tingkat efektivitas KIE Pangan Olahan Pusat 86,42 87,28 88,15 89,01 89,87 Direkorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan 4 Jumlah Sekolah yang melaksanakan pembudayaan keamanan pangan Seluruh Indonesia 490 610 724 818 906 UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 5 Jumlah desa pangan aman Seluruh Indonesia 172 273 303 321 326 UPT BPOM 6 Jumlah pasar pangan aman berbasis komunitas Seluruh Indonesia 73 99 103 119 128 UPT BPOM RO 1: Masyarakat yang ditingkatkan pengetahuannya melalui KIE Seluruh Indonesia 509714 509714 509714 511059 517330 UPT BPOM, Dit. PMPU OTSKK, & Dit. PMPU Pangan Olahan RO 2: Layanan Informasi Keamanan dan Mutu Obat dan Makanan oleh UPT Seluruh Indonesia 1891 904 1024 1171 1284 UPT BPOM RO 3: Sekolah yang melaksanakan pembudayaan keamanan pangan Seluruh Indonesia 490 610 724 818 906 UPT BPOM RO 4: Desa Pangan Aman Seluruh Indonesia 172 273 303 321 326 UPT BPOM RO 5: Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Seluruh Indonesia 73 99 103 119 128 UPT BPOM Meningkatnya pendampingan UMKM dalam pemenuhan standar keamanan dan mutu UPT BPOM 1 Persentase UMKM yang didampingi dan memperoleh rekomendasi sertifikat cara pembuatan OBA, Kos yang baik dan/atau IP CPPOB pangan olahan Seluruh Indonesia 14,18 30,69 49,28 71,59 96,49 UPT BPOM RO 1: UMKM yang didampingi dalam pemenuhan standar oleh UPT Seluruh Indonesia 841 925 1018 1119 1231 UPT BPOM Terlaksananya Penindakan Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang efektif di wilayah kerja UPT UPT BPOM 1 Persentase Keberhasilan Penyidikan Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan di UPT Seluruh Indonesia 85,13 86,36 87,72 88,91 90,09 UPT BPOM Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1: Perkara di bidang Penyidikan Obat dan Makanan Seluruh Indonesia 182 200 220 242 266 UPT BPOM Terlaksananya kegiatan deteksi kejahatan di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang efektif di wilayah kerja UPT UPT BPOM 1 Persentase Laporan Analisis Kejahatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang diselesaikan sesuai standar Seluruh Indonesia 90 91 92 93 94 UPT BPOM RO 1: Laporan Analisis Kejahatan Obat dan Makanan oleh UPT Seluruh Indonesia 1064 1064 1064 1064 1064 UPT BPOM Layanan Publik UPT yang prima UPT BPOM 1 Indeks Pelayanan Publik UPT Seluruh Indonesia 4,27 4,34 4,41 4,48 4,55 UPT BPOM RO 1: Keputusan/Sertifikasi Layanan Publik yang Diselesaikan oleh UPT Seluruh Indonesia 33459 41638 42237 43114 43923 UPT BPOM Terwujudnya tatakelola pemerintah Unit Organisasi yang optimal UPT BPOM 1 Nilai Pembangunan ZI UPT BPOM Seluruh Indonesia 86,58 84,7 85,08 85,65 86,08 UPT BPOM dan Direktorat Kedeputian 1,2,3,4 2 Nilai AKIP UPT BPOM Seluruh Indonesia 79,30 79,83 80,35 80,87 81,42 UPT BPOM 3 Nilai Kinerja Anggaran UPT BPOM Seluruh Indonesia 5 5 5 5 5 UPT BPOM 4 Indeks Manajemen Risiko UPT BPOM Seluruh Indonesia 2,81 2,91 3 3,07 3,15 UPT BPOM dan Direktorat Kedeputian 1,2,3,4 Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 5 Persentase implementasi rencana aksi Reformasi Birokrasi di lingkup UPT Seluruh Indonesia 100 100 100 100 100 UPT BPOM dan Direktorat Kedeputian 1,2,3,4 6 Persentase pemenuhan dokumen SAKIP UPT sesuai standar Seluruh Indonesia 100 100 100 100 100 UPT BPOM dan Direktorat Kedeputian 1,2,3,4 7 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran UPT Seluruh Indonesia 100 100 100 100 100 UPT BPOM RO 1: Laporan koordinasi pengawasan Obat dan Makanan Seluruh Indonesia 73 73 73 73 73 UPT BPOM dan Deputi 1,2,3,4 RO 2: Sarana Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh Indonesia Seluruh Indonesia 275 275 275 275 275 UPT BPOM RO 3: Perangkat pengolah data dan komunikasi Seluruh Indonesia 554 609 670 737 811 UPT BPOM Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 7.412,6 11.775,8 12.891,6 14.112,6 15.449,4 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif Tersusunnya standar obat, NPPZA yang efektif Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 1 Persentase Standar Obat, NPPZA yang disusun sesuai timeline tahapan penyusunan Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1: Standar Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif yang disusun Pusat 8 9 10 11 12 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif Meningkatnya Efektifitas Pelayanan Publik di Direktorat Standardisasi ONPPZA Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 1 Indeks Pelayanan Publik Direktorat Standardisasi ONPPZA Pusat 4,6 4,65 4,7 4,75 4,8 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif RO 1: Rekomendasi Kebijakan Produksi, Distribusi, Khasiat, Keamanan dan Mutu Obat yang diselesaikan Pusat 50 54 58 62 66 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif Terwujudnya Tata kelola Pemerintahan yang optimal Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 1 Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 2 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 92,38 92,93 93,48 94 94,4 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 3 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 4 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 3,43 3.575 3,72 3.865 4 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif 5 Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Registrasi Obat Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Registrasi Obat 6 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Registrasi Obat Pusat 91,5 91,6 91,6 91,7 91,8 Direktorat Registrasi Obat 7 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Registrasi Obat Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Registrasi Obat 8 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Registrasi Obat Pusat 3 3,05 3,1 3,15 3,2 Direktorat Registrasi Obat 9 Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 10 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 93,45 93,53 93,61 93,69 93,77 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 11 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 12 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 3,52 3,57 3,62 3,67 3,72 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 13 Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 14 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 93,37 93,55 93,73 93,91 94,09 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 15 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 16 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 3,6 3,63 3,65 3,68 3,7 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 17 Tingkat efisensi penggunaan anggaran Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 18 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 93,80 93,85 93,90 93,95 94,00 Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 19 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 20 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 3,83 3,93 4,03 4,13 4,23 Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif RO 1: Sarana Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Pusat 3 3 5 5 5 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif RO 2: Perangkat pengolah data dan komunikasi Pusat 55 55 74 77 83 Direktorat Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Aditif RO 3: Laporan Koordinasi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropik, Prekursor dan Zat Adiktif (2026-2029) Catt: 2025 menggunakan RO Kegiatan UPT (3165) "Laporan Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan" Pusat - 5 5 5 5 Seluruh Direktorat Kedeputian I Registrasi Obat 12.654,9 14.088,6 15.628,4 16.916,0 17.809,3 Direktorat Registrasi Obat Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 Obat yang memenuhi persyaratan keamanan dan mutu sebelum diedarkan Direktorat Registrasi Obat 1 Persentase Keputusan Registrasi Obat yang Diselesaikan Sesuai ketentuan Pusat 75 76 77 78 79 Direktorat Registrasi Obat 2 Persentase obat yang aman dan bermutu sebelum diedarkan Pusat 75 76 77 78 79 Direktorat Registrasi Obat RO 1: Keputusan Registrasi Obat yang Diselesaikan Sesuai Ketentuan Pusat 7500 13100 13200 13300 13400 Direktorat Registrasi Obat Meningkatnya kualitas pelayanan publik di bidang Registrasi Obat Direktorat Registrasi Obat 1 Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Registrasi Obat Pusat 4,7 4,75 4,8 4,85 4,90 Direktorat Registrasi Obat RO 1: Layanan Publik Registrasi Obat yang Prima Pusat 3 3 3 3 3 Direktorat Registrasi Obat Meningkatnya asistensi regulatori dalam pengembangan obat Direktorat Registrasi Obat 1 Persentase pengawalan hilirisasi obat pengembangan baru melalui registrasi yang dikawal sesuai standar Pusat 50 55 60 65 70 Direktorat Registrasi Obat RO 1: Pengawalan obat pengembangan baru yang sesuai standar Pusat 3 3 3 5 5 Direktorat Registrasi Obat Meningkatnya efektitas pengawasan sentra uji klinik dan bioekivalensi Direktorat Registrasi Obat Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1 Persentase inspeksi sentra uji klinik dan bioekivalensi yang ditindaklanjuti memenuhi timeline 80 81 82 83 84 Direktorat Registrasi Obat RO 1: Sarana sentra uji klinik dan bioekivalensi yang memenuhi ketentuan Pusat - 9 10 11 12 Direktorat Registrasi Obat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 9.313,7 12.101,7 13.378,4 14.657,6 16.092,9 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Meningkatnya efektifitas pengawasan sarana produksi Obat berbasis risiko Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 1 Persentase sarana produksi obat JKN, bahan baku obat, dan obat high risk lainnya yang mematuhi persyaratan CPOB Pusat 78 79 81 83 85 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 2 Persentase keputusan hasil pengawasan sarana produksi Obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan Pusat 85 86 92 93 100 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 3 Presentase Penilaian Hasil Pengawasan Kemandirian UPT Baru Pusat 75 83 85 100 100 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 4 Persentase Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku yang diawasi sesuai standar Pusat 82 83 84 85 86 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1: Jumlah UPT Baru yang Mandiri Dalam Inspeksi CPOB Untuk Pemenuhan Standar PIC/S dan WHO Pusat 5 6 6 7 7 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor RO 2: Fasilitas produksi produk JKN dan produk high risk lainnya serta bahan baku obat yang diawasi sesuai standar Pusat 150 160 170 180 190 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Meningkatnya kemampuan mendorong inovasi pengembangan obat Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 1 Persentase tahapan pemenuhan fasilitas produksi obat dan bahan baku obat pengembangan baru yang diterbitkan keputusan dalam rangka pengawasan Pusat 84 88 90 92 94 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor RO 1: Keputusan Hasil Pengawalan Pemenuhan Persyaratan Fasilitas Produksi Obat yang Diterbitkan Pusat 17 19 21 23 24 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Meningkatnya kualitas evaluasi industri farmasi dalam rangka peningkatan level maturitas Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 1 Persentase industri farmasi yang dievaluasi sesuai ketentuan dalam rangka peningkatan level maturitas Pusat 60 65 70 75 80 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1: Industri farmasi yang dibina dalam rangka peningkatan tingkat maturitas (2026-2029) Pusat - 6 10 11 13 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Meningkatnya efektivitas pelayanan publik di bidang pengawasan sarana produksi Obat Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 1 Persentase keputusan penilaian fasilitas produksi Bahan Baku Obat, obat, produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu Pusat 86 87 88 89 90 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 2 Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 4,7 4,75 4,80 4,85 4,90 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor RO 1: Keputusan Penilaian Faslitas produksi BBO, obat, dan produk biologi, dan sarana khusus yang diselesaikan tepat waktu Pusat 84 86 88 90 92 Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 6.692,7 10.047,0 11.051,7 12.156,9 13.372,6 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 Meningkatnya efektivitas pengawasan distribusi dan Pelayanan obat 1 Persentase keputusan hasil pengawasan fasilitas distribusi dan fasilitas penyerahan obat yang diselesaikan sesuai standar Pusat 96 96,25 96,5 96,75 97 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 2 Persentase keputusan hasil pengawasan di bidang distribusi dan penyerahan obat yang ditindaklanjuti oleh pelaku usaha Pusat 84 84,5 85 85,5 86 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 3 Persentase keputusan hasil pengawasan fasilitas distribusi dan penyerahan obat dan NPP oleh UPT sesuai ketentuan Pusat 88 88,5 89 89,5 90 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 4 Persentase kesesuaian UPT dalam melaksanakan rencana aksi pengendalian AMR Pusat 80 82,5 85 87,5 90 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 5 Jumlah kajian isu distribusi obat dan bahan obat antar lembaga dan/atau stakeholder yang diselesaikan Pusat 10 10 10 10 10 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor RO 1: Kajian isu distribusi obat dan bahan obat antar lembaga dan/atau stakeholder yang diselesaikan Pusat 10 10 10 10 10 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor RO 2: Keputusan hasil pengawasan fasilitas distribusi dan fasilitas penyerahan obat yang diselesaikan Pusat 167 250 255 260 265 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Meningkatnya Efektivitas Pelayanan Publik di Bidang Distribusi dan pelayanan Obat 1 Persentase keputusan penilaian fasilitas distribusi obat yang diselesaikan tepat waktu Pusat 96,5 97 97,5 98 98,5 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor 2 Indeks Pelayanan Publik di Lingkup Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pusat 4,7 4,75 4,8 4,85 4,90 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1: Keputusan Penilaian Fasilitas Distribusi Obat yang Diselesaikan Sesuai Standar Pusat 490 550 575 600 625 Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif 11.315,3 12.461,2 13.756,1 15.219,4 16.873,0 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Meningkatnya efektifitas pelayanan publik di bidang pengawasan iklan obat dan ekspor impor Obat dan NPP 1 Indeks Pelayanan Publik Direktorat Pengawasan KMEI ONPPZA Pusat 4,70 4,75 4,80 4,85 4,90 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 2 Persentase Surat Keterangan Impor Obat dan Bahan Obat, Analisis Hasil Pengawasan Impor dan Ekspor Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, dan Certificate of Pahrmaceutical Product (CPP) yang Diselesaikan Tepat Waktu Pusat 94,00 94,50 95,00 95,50 96,00 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 3 Persentase permohonan persetujuan iklan obat yang diselesaikan tepat waktu Pusat 78,00 79,00 80,00 81,00 82,00 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 1: Surat Keterangan Impor Obat dan Bahan Obat, Analisis Hasil Pengawasan Impor dan Ekspor Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor dan Certificate of Pharmaceutical Product serta Persetujuan Iklan Obat Sebelum Beredar yang Diselesaikan Tepat Waktu Pusat 22500 24200 24325 24450 24575 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Meningkatnya efektifitas pengawasan mutu obat beredar dan produk tembakau, serta tindak lanjut regulatori terkait keamanan obat beredar yang dikomunikasikan Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1 Persentase hasil pengawasan mutu Obat dan NPP yang diselesaikan sesuai dengan ketentuan Pusat 83,25 83,50 83,75 84,00 84,25 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 2 Persentase laporan pengawasan iklan dan penandaan obat NPP yang diselesaikan sesuai dengan ketentuan Pusat 89,40 89,92 90,44 90,96 91,48 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 3 Persentase hasil pengawasan keamanan, mutu, dan informasi Obat dan NAPPZA oleh UPT BPOM yang diselesaikan sesuai dengan ketentuan Pusat 85,00 86,00 87,00 88,00 89,00 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 4 Persentase laporan pengawasan produk tembakau yang diselesaikan sesuai dengan ketentuan Pusat 85,00 87,00 89,00 91,00 93,00 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 5 Persentase Pelaku Usaha Produk Tembakau dan Rokok Elektronik yang melaporkan informasi produk sesuai ketentuan Pusat 57,00 59,00 61,00 63,00 65,00 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 6 Jumlah tindak lanjut regulatori terkait keamanan obat beredar yang dikomunikasikan Pusat 12 14 16 18 20 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 1: Keputusan hasil pengawasan mutu obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor yang diselesaikan Pusat 140 155 170 185 205 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 2: Keputusan hasil pengawasan iklan dan penandaan obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor yang diselesaikan Pusat 1360 1370 1375 1385 1390 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 3: Label Produk Tembakau dan/atau Rokok Elektronik yang memenuhi Ketentuan Pusat 6000 6200 6400 6600 6800 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 4: Laporan tindak lanjut regulatori terkait keamanan obat beredar yang dikomunikasikan Pusat 12 14 16 18 20 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 Meningkatnya ketersediaan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di bidang obat melalui penyusunan dan publikasi materi sesuai ketentuan Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif 1 Persentase materi KIE di bidang obat yang disusun dan disosialisasikan sesuai rencana aksi Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif RO 1: Materi KIE di bidang obat yang disusun dan disosialisasikan Pusat 10 12 14 16 18 Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 4.900,0 8.782,8 10.022,8 11.222,8 12.732,8 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Tersusunnya standar Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang efektif 1 Persentase standar Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang disusun sesuai timeline tahapan penyusunan Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 RO 1 : Standar Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang disusun Pusat 7 10 12 14 16 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik RO 2 : Standar obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang disusun berkontribusi dalam penanganan stunting Pusat 1 1 1 1 1 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Layanan Publik Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang Prima Pusat Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 1 Indeks Pelayanan Publik (IPP) Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pusat 4,7 4,75 4,8 4,85 4,9 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik RO 1 : Rekomendasi Kebijakan Keamanan, Mutu, dan Manfaat/ Khasiat Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang diselesaikan Pusat 104 110 115 120 125 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Terwujudnya Tatakelola Pemerintah yang optimal Seluruh Direktorat Kedeputian II Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 1 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pusat 89 89,5 90 90,5 91 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 2 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 3 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 4 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Pusat 2,9 2,95 3 3,1 3,2 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 5 Nilai Pembangunan ZI Dit. Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 91,5 91,7 91,9 92,1 92,3 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 6 Persentase pemenuhan dokumen SAKIP Dit. Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik sesuai standar Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 7 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Dit. Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 8 Indeks Manajemen Risiko Dit. Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 3,01 3,05 3,1 3,15 3,2 Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik 9 Nilai Pembangunan ZI Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan Pusat 90,01 90,4 90,7 91,1 91,4 Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan 10 Persentase pemenuhan dokumen SAKIP Dit. Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan sesuai standar Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 11 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Dit. Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan Pusat 100 100 100 100 100 Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan 12 Indeks Manajemen Risiko Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan Pusat 3,01 3,03 3,06 3,09 3,12 Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan 13 Nilai Pembangunan ZI Dit. Pengawasan Kosmetik Pusat 92,19 92,31 92,43 92,55 92,67 Ditrektorat Pengawasan Kosmetik 14 Persentase pemenuhan dokumen SAKIP Dit. Pengawasan Kosmetik sesuai standar Pusat 100 100 100 100 100 Ditrektorat Pengawasan Kosmetik 15 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Dit. Pengawasan Kosmetik Pusat 100 100 100 100 100 Ditrektorat Pengawasan Kosmetik 16 Indeks Manajemen Risiko Dit. Pengawasan Kosmetik Pusat 3 3,06 3,13 3,19 3,26 Ditrektorat Pengawasan Kosmetik 17 Nilai Pembangunan ZI Dit. PMPU OT, SK, Kos Pusat 87,1 87,5 88 88,5 89 Dit. PMPU OT, SK, Kos 18 Persentase pemenuhan dokumen SAKIP PMPU OT, SK, Kos sesuai standar Pusat 100 100 100 100 100 Dit. PMPU OT, SK, Kos Program/Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Lokasi Target Alokasi Unit Organisasi Pelaksana (Dalam Juta Rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029 19 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Dit. PMPU OT, SK, Kos Pusat 100 100 100 100 100 Dit. PMPU OT, SK, Kos 20 Indeks Manajemen Risiko Dit. PMPU OT, SK, Kos Pusat 2,85 2,87 2,89 2,91 2,93 Dit. PMPU OT, SK, Kos RO 1 : Sarana Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Pusat 18 28 30 35 40 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik RO 2 : Perangkat pengolah data dan komunikasi Pusat 45 60 70 80 90 Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik RO 3: Laporan Koordinasi Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (2026-2029)Catt: 2025 menggunakan RO Kegiatan UPT