5.Rotating Biological Contactor (RBC) Proses pengolahan berlangsung secara aerobik dengan memakai piringan tempat melekatnya biofilm mikroorganisme pengurai. Dengan cara memutar piringan biofilm maka akan terjadi proses kontak biofilm dengan air limbah, dan proses penguraian terus berjalan dengan masukan oksigen kontinu. C. Perbandingan Karakteristik Alternatif Reaktor Bioproses Pengolahan cairan lumpur tinja dapat dilakukan dengan menggunakan jenis pengolahan untuk limbah cair yang menggunakan proses biologis. Dalam tabel Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 26 PENYUS berikut ini disajikan perbandingan dari beberapa alternatif pengolahan biologis untuk limbah cair. Tabel 5.4 Karakteristik Operasi Pengolahan Air Limbah secara Biologis Jenis Reaktor Jenis Sistem Biomassa Jenis Proses Efisiensi Reduksi BOD (%) Keterangan Lumpur Aktif Standar Biomassa tersuspens i Aerobik 85-95 - Digunakan untuk beban pengolahan yang besar ; - Memerlukan energi listrik untuk aerasi - Menghasilkan banyak lumpur Kontak Stabilisasi Biomassa tersuspens i Aerobik 80-90 - Digunakan untuk pengolahan paket - Memerlukan energi listrik untuk aerasi - Perlu pompa untuk sirkulasi Oxydatio n Ditch Biomassa tersuspens i Aerobik 75-95 - Konstruksi mudah, tetapi membutuhkan area yang luas - Perlu energi untuk aerasi Trickling Filter Biomassa terlekat Fakultatif 80-95 - Sering timbul lalat dan bau - Perlu energi untuk menggerakan alat mekanik - Tidak memerlukan aerasi - Berpotensi mengalami penyumbatan (clogging) bila digunakan untuk limbah cair dengan kandungan Lumpur tinggi Rotating Biological Contactor Biomassa terlekat Aerobik 80-95 - Perlu energi penggerak alat mekanik - Produksi Lumpur kecil - Tidak memerlukan aerator Biofilter Anaerobi k Upflow Biomassa terlekat Anaerobi k 70-85 - Menghasilkan Lumpur yang lebih sedikit, tidak memerlukan energi untuk aerasi - Berpotensi cepat mengalami clogging bila limbah cair yang dilewatkan mengandung konsentrasi Lumpur yang sangat tinggi Kolam stabilisasi Kolam Anaerobi k 60-80 - Tidak memerlukan energi listrik maupun alat mekanik - Memerlukan waktu tinggal cukup lama dan area yang dibutuhkan sangat luas Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 27 PENYUS Jenis Reaktor Jenis Sistem Biomassa Jenis Proses Efisiensi Reduksi BOD (%) Keterangan - Mudah untuk operasi dan pemeliharaan 5.1.7 Rencana Pengelolaan Keuangan 5.2 Rencana Tahapan Pelaksanaan 5.2.1 Rencana Jangka Pendek Rencana jangka pendek pada dasarnya berisikan program-program penanganan masalah sanitasi/air limbah yang sifatnya mendesak. Jangka waktu pelaksanaannya adalah satu tahun. Daerah pelayanan untuk rencana jangka pendek meliputi Kecamatan yang masuk dalam prioritas, yang dinilai perlu penanganan masalah sanitasi/air limbah yang sifatnya mendesak. Kecamatan/wilayah yang termasuk kedalam wilayah prioritas adalah WilayahPerkotaan Ngamprah, Padalarang, Batujajar, Lembangdan wilayah pekotaan Cihampelas, Saguling. yang merupakan wilayah pengembangan prioritas pertama di Kabupaten Bandung Barat. Program Jangka Pendek ini adalah difokuskan untuk meningkatkan akses layak, dengan akses layak eksiting 2024 sebesar 66,35 % dan mengurang masyarakat yang tanpa akses sebesar 33,65 % dimana masih jauh dari target nasional. Kegiatan yang direncanakan diantaranya adalah: ● Peningkatan kesadaran masyarakat mengnai PHBS, tidak BABs dan pentingnya Pembangunan tangka septik ● Peningkatan Pembangunan Cubluk untuk perdesaan dan tangka septik individual untuk Kawasan perkotaan ● Peningkatan Pembangunan MCK dan Tangki Septik Komunal ● Peningkatan IPAL Kawasan permukiman untuk wilayah-wilayah yang terpilih ● Study dan pengadaan lahan untuk Lokasi IPLT ● Legalisasi Rencana Induk Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Bandung Barat Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 28 PENYUS Tabel berikut memperlihatkan target peningkatan akses layak dan aman air limbah domestik, jumlah penduduk terlayani dan kebutuhan infrastruktur sesuai dengan target capaian akses. Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 29 PENYUS Tabel 5.5 Target Presentase Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Pendek No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Tanpa Akses (%) Akses Layak (%) Cubluk (Pedesaa n) Tangki Septik Individu al Tangki Septik Komun al MCK Akses Aman SPALD-S (%) Akses Aman SPALD-T (%) BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkota an 1 Rongga 68.333 42,20 24,30 28,50 3,00 2,00 0,00 2 Gununghalu 88.647 41,93 29,00 25,40 2,00 1,17 0,50 3 Sindangkerta 82.573 36,14 36,01 25,35 0,50 2,00 0,00 4 Cililin 106.339 29,60 26,10 40,30 2,00 2,00 0,00 5 Cihampelas 151.474 33,10 31,90 30,50 2,00 2,00 0,50 6 Cipongkor 113.033 32,90 36,10 25,50 3,00 2,00 0,50 7 Batujajar 121.662 21,35 32,85 32,80 1,00 2,00 10 0,00 8 Saguling 38.198 36,00 30,50 30,50 1,00 2,00 0,00 9 Cipatat 155.398 30,63 30,87 35,50 1,00 2,00 0,00 10 Padalarang 200.020 8,40 31,60 46,00 2,00 2,00 10 0,00 11 Ngamprah 195.815 10,80 32,20 41,00 2,00 2,00 10 2,00 12 Parongpong 125.276 25,60 35,90 35,50 1,00 2,00 0,00 13 Lembang 218.082 15,10 30,90 41,00 1,00 2,00 10 0,00 14 Cisarua 88.007 27,40 29,10 40,50 1,00 2,00 0,00 15 Cikalong Wetan 143.221 37,20 29,30 30,50 1,00 2,00 0,00 16 Cipeundeuy 97.924 35,30 30,70 30,50 1,00 2,00 0,50 JUMLAH 1.994.001 25,92 31,33 35,25 1,53 1,96 3,69 0,31 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 30 PENYUS Tabel 5.6 Target Jumlah Penduduk Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Pendek N o Kecamatan Jumlah Penduduk (jiwa) Tanpa Akses Akses Layak (Jiwa) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individua l Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkota an 1 Rongga 68.333 28.836 16.605 19.475 2.050 1.367 - - 0 2 Gununghalu 88.647 37.174 25.708 22.516 1.773 1.033 - - 443 3 Sindangkerta 82.573 29.839 29.735 20.932 416 1.651 - - 0 4 Cililin 106.339 31.476 27.754 42.854 2.127 2.127 - - 0 5 Cihampelas 151.474 50.138 48.320 46.199 3.029 3.029 - - 757 6 Cipongkor 113.033 37.188 40.805 28.823 3.391 2.261 - - 565 7 Batujajar 121.662 25.975 39.966 39.905 1.217 2.433 12.166 - 0 8 Saguling 38.198 13.751 11.650 11.650 382 764 - - 0 9 Cipatat 155.398 47.598 47.971 55.166 1.554 3.108 - - 0 10 Padalarang 200.020 16.802 63.206 92.009 4.000 4.000 20.002 - 0 11 Ngamprah 195.815 21.148 63.052 80.284 3.916 3.916 19.581 - 3916 12 Parongpong 125.276 32.071 44.974 44.473 1.253 2.506 - - 0 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 31 PENYUS N o Kecamatan Jumlah Penduduk (jiwa) Tanpa Akses Akses Layak (Jiwa) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individua l Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkota an 13 Lembang 218.082 32.930 67.387 89.414 2.181 4.362 21.808 - 0 14 Cisarua 88.007 24.114 25.610 35.643 880 1.760 - - 0 15 Cikalong Wetan 143.221 53.278 41.964 43.682 1.432 2.864 - - 0 16 Cipeundeuy 97.924 34.567 30.063 29.867 979 1.958 - - 490 JUMLAH KBB 1.994.001 516.886 624.771 702.895 30.580 39.140 73.558 6172 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Tabel 5.7 Kebutuhan Penambahan Infrastruktur Air Limbah Domestik Berdasarkan Target Penanganan Jangka Pendek N0 Kecamatan Akses Layak (Unit) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkotaa n 1 Rongga 304 285 52 45 - - - - - 2 Gununghalu 438 320 65 11 - - 5 - - Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 32 PENYUS N0 Kecamatan Akses Layak (Unit) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkotaa n 3 Sindangkerta 448 287 9 56 - - - - - 4 Cililin 544 523 84 56 - - - - - 5 Cihampelas 939 663 94 109 - - 11 - - 6 Cipongkor 642 436 83 67 - - 3 - - 7 Batujajar 519 649 49 112 3.042 - - - - 8 Saguling 167 167 19 29 - - - - - 9 Cipatat 750 761 57 73 - - - - - 10 Padalarang 1.042 1.438 196 156 5.001 - - - - 11 Ngamprah 892 1.306 192 146 4.895 - 74 - - 12 Parongpong 589 614 58 119 - - - - - 13 Lembang 859 1.455 109 179 5.452 - - - - 14 Cisarua 309 477 36 52 - - - - - 15 Cikalong Wetan 540 627 69 78 - - - - - 16 Cipeundeuy 384 429 41 70 - - 6 - - JUMLAH 9.367 10.438 1.213 1.359 18.389 - 99 - - Sumber: Hasil Analisis, 2024 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 33 PENYUS 5.2.2 Rencana Jangka Menengah Pada tahap ini, diharapkan terjadi peningkatan taraf pengelolaan air limbah. Pada tahap ini pula diharapkan telah berdiri lembaga yang secara khusus menangani permasalahan air limbah di Kabupaten Bandung Barat, sehingga jangkauan pelayanan lembaga tersebut terhadap masyarakat semakin luas. Salah satu indikasinya adalah dengan semakin memasyarakatnya kegiatan penyedotan tangki septik dan keberadaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Pada tahap ini, diharapkan terjadi peningkatan taraf pengelolaan air limbah, diantaranya sudah terbangun dan beroperasinya IPLT di wilayah pelayanan 1, Pada tahap ini pula diharapkan telah berdiri lembaga yang secara khusus menangani permasalahan air limbah di Kabupaten Bandung Barat, sehingga jangkauan pelayanan lembaga tersebut terhadap masyarakat semakin luas. Salah satu indikasinya adalahdengan semakin memasyarakatnya kegiatan penyedotan tangki septik dan keberadaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Program Jangka menengah masih difokuskan untuk meningkatkan akses layak dan aman, serta mengurangi masyarakat yang tanpa akses menjadi sebesar 15 %. Kegiatan yang direncanakan diantaranya adalah: ● Peningkatan kesadaran masyarakat mengnai PHBS, tidak BABs dan pentingnya Pembangunan tangka septik ● Peningkatan Pembangunan Cubluk untuk perdesaan dan tangka septik individual untuk Kawasan perkotaan ● Peningkatan Pembangunan MCK dan Tangki Septik Komunal ● Peningkatan IPAL Kawasan permukiman untuk wilayah-wilayah yang terpilih ● Pembangunan dan Operasional IPLT ● Pelatihan operator IPLT ● Pengadaan Truk Tinja ● Pembentukan Lembaga pengelola air limbah domestic dan lumpur tinja Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 34 PENYUS ● Penyusunan program L2T2 dan L2T3 untuk mengoptimalkan IPLT yang telah terbangun ● Penyusunan Perkada mengenai retribusi pengelolaan air limbah domestic dan pengelolaan lumpur tinja Table berikut memperlihatkan target peningkatan akses layak dan aman air limbah domestik, jumlah penduduk terlayani dan kebutuhan infrastruktur sesuai dengan target capaian akses. Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 35 PENYUS Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 36 PENYUS Tabel 5.8 Target Presentase Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Menengah No Kecamatan Jumlah Pendudu k (Jiwa) Tanpa Akses (%) Akses Layak (%) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkota an 1 Rongga 71.306 28,50 15,00 40,00 10,00 5,00 1,50 2 Gununghalu 92.505 28,50 15,00 35,00 15,00 5,00 1,50 3 Sindangkerta 86.167 24,00 15,00 35,00 15,00 5,00 5 1,00 4 Cililin 110.966 11,50 10,00 47,00 15,00 5,00 10 1,50 5 Cihampelas 158.065 23,50 15,00 50,00 5,00 5,00 1,50 6 Cipongkor 117.952 29,00 10,00 40,00 15,00 5,00 1,00 7 Batujajar 126.956 0,00 7,00 46,50 10,00 5,00 28 2 1,50 8 Saguling 39.860 39,00 10,00 35,00 5,00 5,00 5 1,00 9 Cipatat 162.160 29,00 10,00 40,00 5,00 5,00 10 1,00 10 Padalarang 208.724 0,00 5,00 46,00 10,00 5,00 30 2 2,00 11 Ngamprah 204.336 0,00 5,00 46,00 10,00 5,00 30 2 2,00 12 Parongpong 130.728 24,00 10,00 45,00 5,00 5,00 10 1,00 13 Lembang 227.572 0,00 10,00 36,50 15,00 5,00 30 2 1,50 14 Cisarua 91.837 27,50 10,00 41,00 5,00 5,00 10 1,50 15 Cikalong Wetan 149.453 24,00 10,00 45,00 10,00 5,00 5 1,00 16 Cipeundeuy 102.186 14,00 15,00 50,00 10,00 5,00 5 1,00 JUMLAH 2.080.773 15,42 10,05 43,02 10,13 5,00 14,23 0,74 1,41 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 37 PENYUS Sumber: Hasil Analisis, 2024 Tabel 5.9 Target Jumlah Penduduk Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Menengah N o Kecamatan Jumlah Pendud uk (jiwa) Tanpa Akses (jiwa) Akses Layak (jiwa) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkota an 1 Rongga 71.306 20.322 10.696 28.523 7.131 3.565 - - 1070 2 Gununghalu 92.505 26.364 13.876 32.377 13.876 4.625 - - 1388 3 Sindangkerta 86.167 20.680 12.925 30.158 12.925 4.308 4.308 - 862 4 Cililin 110.966 12.761 11.097 52.154 16.645 5.548 11.097 - 1664 5 Cihampelas 158.065 37.145 23.710 79.033 7.903 7.903 - - 2371 6 Cipongkor 117.952 34.206 11.795 47.181 17.693 5.898 - - 1180 7 Batujajar 126.956 - 8.887 59.035 12.696 6.348 35.548 2.539 1904 8 Saguling 39.860 15.545 3.986 13.951 1.993 1.993 1.993 - 399 9 Cipatat 162.160 47.026 16.216 64.864 8.108 8.108 16.216 - 1622 10 Padalarang 208.724 - 10.436 96.013 20.872 10.436 62.617 4.174 4174 11 Ngamprah 204.336 - 10.217 93.995 20.434 10.217 61.301 4.087 4087 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 38 PENYUS N o Kecamatan Jumlah Pendud uk (jiwa) Tanpa Akses (jiwa) Akses Layak (jiwa) Cubluk (Pedesaan) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkota an 12 Parongpong 130.728 31.375 13.073 58.827 6.536 6.536 13.073 - 1307 13 Lembang 227.572 - 22.757 83.064 34.136 11.379 68.272 4.551 3414 14 Cisarua 91.837 25.255 9.184 37.653 4.592 4.592 9.184 - 1378 15 Cikalong Wetan 149.453 35.869 14.945 67.254 14.945 7.473 7.473 - 1495 16 Cipeundeuy 102.186 14.306 15.328 51.093 10.219 5.109 5.109 - 1022 JUMLAH 2.080.77 3 320.855 209.127 895.173 210.703 104.039 296.190 15.352 29.334 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 39 PENYUS Tabel 5.10 Kebutuhan Penambahan Infrastruktur Air Limbah Domestik Berdasarkan Target Penanganan Jangka Menengah N0 Kecamatan Akses Layak (Unit) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal IPALD Permukiman IPALD Kawasan Tertentu IPALD Perkotaan 1 Rongga 2.262 254 110 - - 21 - - 2 Gununghalu 2.465 605 180 - - 19 - - 3 Sindangkerta 2.306 625 133 1.077 - 17 - - 4 Cililin 2.325 726 171 2.774 - 33 - - 5 Cihampelas 8.208 244 244 - - 32 - - 6 Cipongkor 4.589 715 182 - - 12 - - 7 Batujajar 4.782 574 196 5.845 127 38 - - 8 Saguling 575 81 61 498 - 8 - - 9 Cipatat 2.424 328 250 4.054 - 32 - - 10 Padalarang 1.001 844 322 10.654 209 83 - - 11 Ngamprah 3.428 826 315 10.430 204 3 - - 12 Parongpong 3.589 264 202 3.268 - 26 - - 13 Lembang - 1.587 1.598 351 11.616 228 68 - - 14 Cisarua 503 186 142 2.296 - 28 - - 15 Cikalong Wetan 5.893 676 230 1.868 - 30 - - 16 Cipeundeuy 5.306 462 158 1.277 - 11 - - JUMLAH 48.070 9.006 3.245 55.658 768 463 - - Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 40 PENYUS Sumber: Hasil Analisis, 2024 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 41 PENYUS 5.2.3 Rencana Jangka Panjang Pembangunan pada tahap jangka panjang merupakan rangkaian dari keseluruhan pembangunan di sektor air limbah domestik di Kabupaten Bandung Barat, pada periode perencanaan ini yang disusun berdasarkan kebijakan dan strategi penyelenggaraan SPALD yang telah ditentukan, dengan kondisi pada akhir tahun perencanaan 100% penduduk memiliki akses terhadap prasarana pengolahan air limbah yang memenuhi syarat teknis. Diharapkan pada akhir tahap ini telah dilakukan upaya pembangunan sistem off-site sanitation, yang didahului dengan suatu upaya introduksi intermediate system, dengan membangun sewerage pada skala pilot project. Intermediate system mengambil lokasi pada area pusat kota, fasilitas komersial, perkantoran, dan permukiman padat, areal yang diprioritaskan sebagai pilot project adalah kawasan perkotaan Padalarang dan Ngamprah. ● Peningkatan kesadaran masyarakat mengnai PHBS, tidak BABs dan pentingnya Pembangunan tangka septik ● Peningkatan Pembangunan Cubluk untuk perdesaan dan tangka septik individual untuk Kawasan perkotaan ● Peningkatan Pembangunan MCK dan Tangki Septik Komunal ● Peningkatan IPAL Kawasan permukiman untuk wilayah-wilayah yang terpilih ● Pembangunan IPLT untuk Wilayah Pelayanan 2-4 ● Operasional IPLT 2-4 ● Pengadaan Truk Tinja ● Penyusunan program L2T2 dan L2T3 untuk mengoptimalkan IPLT yang telah terbangun ● Penyusunan Review RISPAL D Kabupaten Bandung Barat ● Pembangunan Pilot Project Sewerage (IPAL) untuk Kawasan Perkotaan Padalarang dan Ngamprah dan Batujajar Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 42 PENYUS Tabel berikut memperlihatkan target peningkatan akses layak dan aman air limbah domestik, jumlah penduduk terlayani dan kebutuhan infrastruktur sesuai dengan target capaian akses. Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 43 PENYUS Tabel 5.11 Target Presentase Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Panjang No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Tanpa Akses (%) Akses Layak (%) Cubluk (Pedesaa n) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S (Pelayanan IPLT) Akses Aman SPALD-T (Pelayanan IPAL) BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komuna l IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkotaa n 1 Rongga 88.232 0,00 0,00 25,00 20,00 15,00 30 5 5,00 2 Gununghalu 114.462 0,00 0,00 17,00 25,00 20,00 20 10 8,00 3 Sindangkerta 106.619 0,00 0,00 33,00 20,00 10,00 30 5 2,00 4 Cililin 137.305 0,00 0,00 15,00 15,00 5,00 50 10 5,00 5 Cihampelas 195.584 0,00 0,00 33,00 20,00 10,00 30 5 2,00 6 Cipongkor 145.949 0,00 0,00 22,00 25,00 15,00 20 10 8,00 7 Batujajar 157.091 0,00 0,00 12,00 5,00 5,00 60 5 8,00 5 8 Saguling 49.321 0,00 0,00 20,00 15,00 5,00 50 5 5,00 9 Cipatat 200.651 0,00 0,00 20,00 10,00 10,00 50 5 5,00 10 Padalarang 258.267 0,00 0,00 12,00 5,00 0,00 60 10 6,00 2 5 11 Ngamprah 252.837 0,00 0,00 10,00 10,00 0,00 60 10 5,00 5 12 Parongpong 161.757 0,00 0,00 15,00 15,00 5,00 50 10 5,00 13 Lembang 281.589 0,00 0,00 10,00 10,00 0,00 60 10 5,00 5 14 Cisarua 113.635 0,00 0,00 15,00 15,00 5,00 50 10 5,00 15 Cikalong Wetan 184.928 0,00 0,00 35,00 20,00 10,00 22 5 8,00 16 Cipeundeuy 126.440 0,00 0,00 37,00 20,00 10,00 20 5 8,00 JUMLAH 2.574.667 0,00 0,00 19,42 14,33 6,62 44,14 7,85 5,60 0,20 1,84 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 44 PENYUS Sumber: Hasil Analisis, 2024 Tabel 5.12 Target Jumlah Penduduk Pelayanan Air Limbah Domestik Jangka Panjang No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Tanp a Akses (jiwa) Akses Layak (Jiwa) Cubluk (Pedesaan ) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkotaan 1 Rongga 88.232 - - 22.058 17.646 13.235 26.470 4.412 4.412 - - 2 Gununghalu 114.462 - - 19.459 28.615 22.892 22.892 11.446 9.157 - - 3 Sindangkerta 106.619 - - 35.184 21.324 10.662 31.986 5.331 2.132 - - 4 Cililin 137.305 - - 20.596 20.596 6.865 68.653 13.731 6.865 - - 5 Cihampelas 195.584 - - 64.543 39.117 19.558 58.675 9.779 3.912 - - 6 Cipongkor 145.949 - - 32.109 36.487 21.892 29.190 14.595 11.676 - - 7 Batujajar 157.091 - - 18.851 7.855 7.855 94.254 7.855 12.567 - 7.855 8 Saguling 49.321 - - 9.864 7.398 2.466 24.661 2.466 2.466 - - 9 Cipatat 200.651 - - 40.130 20.065 20.065 100.325 10.033 10.033 - - 10 Padalarang 258.267 - - 30.992 12.913 - 154.960 25.827 15.496 5.165 12.913 11 Ngamprah 252.837 - - 25.284 25.284 - 151.702 25.284 12.642 - 12.642 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 45 PENYUS No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Tanp a Akses (jiwa) Akses Layak (Jiwa) Cubluk (Pedesaan ) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T BABS Tangki Septik Individual Tangki Septik Komun al IPALD Permuki man IPALD Kawas an Terten tu IPALD Perkotaan 12 Parongpong 161.757 - - 24.264 24.264 8.088 80.879 16.176 8.088 - - 13 Lembang 281.589 - - 28.159 28.159 - 168.953 28.159 14.079 - 14.079 14 Cisarua 113.635 - - 17.045 17.045 5.682 56.818 11.364 5.682 - - 15 Cikalong Wetan 184.928 - - 64.725 36.986 18.493 40.684 9.246 14.794 - - 16 Cipeundeuy 126.440 - - 46.783 25.288 12.644 25.288 6.322 10.115 - - JUMLAH 2.574.667 - - 500.044 369.042 170.397 1.136.390 202.023 144.116 5.165 47.489 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 46 PENYUS Tabel 5.13 Kebutuhan Penambahan Infrastruktur Air Limbah Domestik Berdasarkan Target Penanganan Jangka Panjang No Kecamatan Jumlah Kepala Kelurga (KK) Akses Layak (Unit) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T Tangki Septik Individual Tangki Septik Komuna l IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkotaan 1 Rongga 22.058 5.514 882 662 6.617 221 88 - - 2 Gununghalu 28.615 4.865 1.431 1.145 5.723 572 183 - - 3 Sindangkerta 26.655 8.796 1.066 533 7.996 267 43 - - 4 Cililin 34.326 5.149 1.030 343 17.163 687 137 - - 5 Cihampelas 48.896 16.136 1.956 978 14.669 489 78 - - 6 Cipongkor 36.487 8.027 1.824 1.095 7.297 730 234 - - 7 Batujajar 39.273 4.713 393 393 23.564 393 251 - 1.964 8 Saguling 12.330 2.466 370 123 6.165 123 49 - - 9 Cipatat 50.163 10.033 1.003 1.003 25.081 502 201 - - 10 Padalarang 64.567 7.748 646 - 38.740 1.291 310 1.291 3.228 11 Ngamprah 63.209 6.321 1.264 - 37.926 1.264 253 - 3.160 12 Parongpong 40.439 6.066 1.213 404 20.220 809 162 - - 13 Lembang 70.397 7.040 1.408 - 42.238 1.408 282 - 3.520 14 Cisarua 28.409 4.261 852 284 14.204 568 114 - - 15 Cikalong Wetan 46.232 16.181 1.849 925 10.171 462 296 - - Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 47 PENYUS No Kecamatan Jumlah Kepala Kelurga (KK) Akses Layak (Unit) Tangki Septik Individual Tangki Septik Komunal MCK Akses Aman SPALD-S Akses Aman SPALD-T Tangki Septik Individual Tangki Septik Komuna l IPALD Permukima n IPALD Kawasa n Tertent u IPALD Perkotaan 16 Cipeundeuy 31.610 11.696 1.264 632 6.322 316 202 - - JUMLAH 643.667 125.011 18.452 8.520 284.097 10.101 2.882 1.291 11.872 Sumber: Hasil Analisis, 2024 Adapun arahan rencana pengembangan IPAL dan IPLT di Kabupaten Bandung Barat dapat dilihat pada gambar berikut. Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 48 PENYUS Gambar 5.1 Peta Kebutuhan IPLT Jangka Pendek Menengah Kabupaten Bandung Barat Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 49 PENYUS Gambar 5.2 Peta Kebutuhan IPLT Jangka Panjang Kabupaten Bandung Barat Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 50 PENYUS Gambar 5.3 Peta Rencana Pengembangan IPLT Kabupaten Bandung Barat Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 51 PENYUS Gambar 5.4 Peta Kebutuhan IPAL Skala Perkotaan Kabupaten Bandung Barat Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 52 PENYUS 5.3 Rencana Pembiayaan dan Indikasi Investasi Program Analisis Kelayakan Investasi dimaksudkan untuk menilai apakah suatu proyek layak untuk dilanjutkan sampai pada tahap konstruksi terhadap investasi/ biaya kapital yang ditanam atau diperlukan untuk konstruksi, eksploitasi dan operasi serta pemeliharaan hasil proyek tersebut. Dasar dari analisis ini adalah dari besarnya investasi dan biaya operasi serta pemeliharaan yang diperlukan yang menjadikan suatu pendapatan dan/atau manfaat yang akan dihasilkan dari pelaksanaan proyek tersebut. Besaran investasi, biaya dan manfaat dalam hal ini berbeda antara kondisi bila proyek tersebut tidak dilaksanakan dibandingkan dengan kondisi bila proyek tersebut dilaksanakan. Perbedaan kondisi inilah yang selanjutnya dipakai sebagai dasar dalam analisis ekonomi. Investasi yang diperlukan untuk pembangunan dan/atau pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) secara lengkap diuraikan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam bab ini. Besaran investasi ini merupakan besaran biaya konstruksi untuk pembangunan sarana dan prasarana Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik sampai dengan tahun 2045 untuk optimalisasi dan/atau pengembangan pelayanan SPALD di Kabupaten Bandung Barat. Sebelum dilakukan analisis dan perhitungan kelayakan investasi, terlebih dahulu dilakukan perhitungan rencana anggaran biaya atas kegiatan atau program RISPALD, sehingga diketahui kegiatan/program apa saja yang akan direalisasikan, volume dan jumlah biaya investasi yang akan dikeluarkan serta dikelompokkan atas dasar pola dan sumber pembiayaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD). Perhitungan rencana anggaran biaya ini belum memasukkan faktor biaya pajak dan biaya perizinan. A. Kebutuhan Investasi Sehubungan dengan hal tersebut di atas, akan dilakukan perhitungan kebutuhan investasi atas rencana program dan kegiatan RISPALD Kabupaten Bandung Barat selama 20 (dua puluh) tahun ke depan. Perhitungan kebutuhan investasi ini sangat penting dilakukan, guna untuk melihat seberapa besar kebutuhan dana yang dibutuhkan dalam rangka membiayai program-program pengembangan SPALD di Kabupaten Bandung Barat. Di samping itu, perhitungan biaya investasi ini merupakan Strategi Program dan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 53 PENYUS data awal yang akan digunakan dalam rangka melakukan analisis kelayakan keuangan (investasi). Sehingga dapat diambil kesimpulan apakah program dan kegiatan serta biaya yang direncanakan dapat dikatakan layak dan/atau dapat ditindak lanjuti atau tidak. Indikasi Program dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan RISPALD Kabupaten Bandung Barat akan disusun menurut tahapan investasi, sebagai berikut: