2.Keberhasilan Pengobatan Keberhasilan pengobatan TBC menjadi salah satu indikator dalam program pencegahan dan pengendalian kasus TBC di masyarakat. Keberhasilan pengobatan bagi penderita TBC menjadi sangat penting untuk menekan kasus TBC Resistensi Obat yang faktor risiko penularannya sangat tinggi, yang nantinya memberikan dampak buruk terhadap derajat kesehatan di masyarakat. Pengobatan TBC juga terkait erat dengan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pengobatan TBC yang nantinya akan mempengaruhi kepatuhan berobat. Beberapa hal yang mempengaruhi capaian keberhasilan pengobatan di Kabupaten Bantul yang pertama adalah tingginya kasus TB yang meninggal, masih adanya kasus Lost to Follow up, Pindah pengobatan yang tidak sesuai dengan faskes rujukan sehingga pasien hilang dan tidak terlaporkan Kembali. 25
3.Kolaborasi TB HIV Kolaborasi TB-HIV adalah upaya pengendalian kedua penyakit dengan mengintegrasikan kegiatan kedua program secara fungsional, baik pada aspek manajemen kegiatan program maupun penyediaan pelayanan bagi pasien. Capaian indikator pasien TBC mengetahui status HIV di Kabupaten Bantul dari tahun 2020- 2024 masih di bawah target. Beberapa pasien belum bersedia dites HIV, kasus yang paling banyak belum melakukan tes HIV adalah kasus TBC Anak yang angkanya cukup mendominasi di Kabupaten Bantul.
4.Kasus ILTB tidak mau diterapi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) adalah suatu keadaaan dimana sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium Tuberculosis secara sempurna, tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak timbul gejala sakit TBC. Keadaan tersebut menjadikan pasien tegak ILTB menjadi keberatan jika harus menjalani terapi meski hanya 3 bulan saja, karena pasien merasa bahwa dirinya sehat.
5.Kontak pasien TB tidak mau dilakukan pemeriksaan Kontak pasien TBC dan dicurigai sebagai terduga akan dirujuk ke pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan dan bila terdiagnosa TBC, akan diberikan pengobatan yang tepat dan sedini mungkin. Kegiatan pelacakan ini dinamakan Investigasi Kontak (IK). Dimana IK mempunyai 2 fungsi, yaitu meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TBC di masyarakat. Dengan berbagai alasan ada beberapa kontak pasien TBC yang tidak mau menjalani pemeriksaan skrining lanjutan untuk memastikan bahwa dia ILTB atau bahkan TBC atau bukan.
6.Jaminan Kesehatan pasien luar Bantul Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Di Kabupaten Bantul sendiri terdapat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat miskin untuk mendapat pelayanan kesehatan. H. KOMITMEN POLITIK Komitmen Pemerintah Daerah memegang peran penting dalam mendukung suksesnya implementasi program penanggulangan TBC. Komitmen ini diperkuat dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan di Kabupaten/Kota dimana tuberkulosis tercantum di dalamnya. Penerapan SPM Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku menjadi bagian dari indikator kinerja Pemerintah Daerah, selanjutnya sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah akan dibentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC yang melibatkan lintas sektor, baik pemerintah, organisasi profesi, dan komunitas. Untuk kedepannya seluruh daerah didorong untuk menginternalisasikan program pengendalian dan penanggulangan TB ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah, diantaranya tercantum dalam: 26
1.Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit;
2.Keputusan Bupati Bantul Nomor 408 Tahun 2022 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Jejaring Layanan Tuberkulosis Berbasis Kabupaten di Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan Swasta; dan
3.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor: 443/013/P2/2023 tentang Tim Gerduda TB; 27
1.Penemuan kasus TBC yang masih rendah (TBC Sensitif Obat, TBC Resisten Obat, TBC-HIV);
2.masih banyak pasien TBC yang tidak diketahui status HIVnya;
3.masih ada pasien TBC yang menolak pengobatan atau putus obat, baik karena ketidaktahuan, stigma negatif terkait TBC, efek samping obat, sugesti, dan hambatan ekonomi; dan
4.capaian pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada orang sehat terkontak TBC masih rendah. B. KEBIJAKAN PENANGGULANGAN PROGRAM TBC Arah kebijakan dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 disusun berdasarkan pada sinergitas dan komprehensifitas seluruh pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif sampai dengan rehabilitatif, baik dari aspek kesehatan, aspek sosial maupun aspek ekonomi. Arah kebijakan penanggulangan TBC Kabupaten Bantul perlu dirumuskan guna mendapatkan strategi dan program penanggulangan TBC yang terfokus serta dapat ditentukan indikator kinerja programnya. Seiring dengan Strategi Nasional dan Milestone Penanggulangan TBC, arah kebijakan penanggulangan TBC Kabupaten Bantul bergerak dari layanan kuratif dan rehabilitasi menuju fokus lebih pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, serta fokus pada isu-isu aksesibilitas dan kualitas layanan kasus TBC, dengan tujuan untuk:
1.menurunkan insidensi TBC; dan
2.menurunkan kematian TBC. C. INDIKATOR DAN TARGET PENANGGULANGAN TBC Target dan Indikator program TBC di Kabupaten Bantul mengacu pada Program Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Dalam rangka mewujudkan tujuan RAD penanggulangan TBC serta dalam mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030, telah ditetapkan indikator estimasi penemuan kasus TBC telah ditentukan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor PM.01.01/C.III/578/2025 tanggal 15 Januari 2025 tentang Surat Pemberitahuan Penyesuaian Target Program TBC Tahun 2025-2030, dan target yang harus dicapai, yaitu: 28 Tabel 16. Target dan Indikator TBC Kabupaten Bantul Tahun 2025-2029 No Indikator Target 2025 2026 2027 2028 2029 1 Cakupan penemuan dan pengobatan TBC SO 2.151 1.844 1.586 1.403 1.263 2 Persentase Angka Keberhasilan TBC SO 90% 90% 90% 90% 90% 3 Cakupan Penemuan dan pengobatan TB Resisten Obat 63 54 47 41 37 4 Persentase pasien TBC Resisten Obat yang memulai pengobatan 95% 95% 95% 95% 95% 5 Persentase Angka Keberhasilan Pengobatan TB Resisten Obat 80% 80% 80% 80% 80% 6 Persentase Pasien TBC mengetahui Status HIV 85% 90% 95% 95% 95% 7 Cakupan Penemuan TBC pada Anak 415 356 306 271 244 8 Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Kontak Serumah 802 687 591 523 471 Kelompok Resiko lainnya 1.026 1.033 1.041 1.048 1.055 ODHIV 60% 65% 70% 75% 85% Target nasional tersebut menyatakan bahwa diharapkan pada tahun 2030 tercapai angka kesakitan karena TBC sebesar 65 per 100.000 penduduk dan angka kematian sebesar 6 per 100.000 penduduk. Dengan mengacu pada target nasional tersebut dan berdasarkan hasil perhitungan estimasi nasional tentang beban TBC di Indonesia, maka RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 menetapkan target sebagai berikut: Tabel 17. Target dan Indikator RAD Penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul Tahun 2025-2029 No Indikator Target 2025 2026 2027 2028 2029 1 Cakupan penemuan dan pengobatan TBC SO 1.936 1.659 1.428 1.263 1.137 2 Persentase Angka Keberhasilan TBC SO 90% 90% 90% 90% 90% 3 Cakupan Penemuan dan pengobatan TB Resisten Obat 53 46 40 35 31 4 Persentase pasien TBC Resisten Obat yang memulai pengobatan 95% 95% 95% 95% 95% 5 Persentase Angka Keberhasilan Pengobatan TB Resisten Obat 80% 80% 80% 80% 80% 6 Persentase Pasien TBC mengetahui Status HIV 85% 90% 95% 95% 95% 7 Cakupan Penemuan TBC pada Anak 373 320 275 244 220 8 Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Kontak Serumah 577 550 472 418 377 29 Kelompok Resiko lainnya 410 (40%) 413 (40%) 416 (40%) 419 (40%) 422 (40%) ODHIV 60% 65% 70% 75% 85% Untuk menghitung target dari setiap indikator tersebut cara penghitungannya seperti berikut ini:
1.Cakupan Penemuan dan pengobatan TBC Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan di antara perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden). Jumlah semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden) 100% TB.07 (Laporan penemuan dan pengobatan) Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden)
2.Persentase Angka Keberhasilan pengobatan TBC Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap diantara semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan Jumlah semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap Jumlah semua kasus TBC yang diobati dan dilaporkan 100% TB.08 (Laporan hasil pengobatan)
3.Cakupan Penemuan dan pengobatan TBC Resisten Obat Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus TBC Resisten Obat yang ditemukan dan dilaporkan diantara perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden Jumlah semua kasus TBC Resisten Obat yang ditemukan dan dilaporkan Perkiraan jumlah semua kasus TB RO (insiden) 100 % TB.07 Resisten Obat (laporan penemuan dan pengobatan) Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden).
4.Persentase pasien TBC Resisten Obat yang memulai pengobatan Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus TBC Resisten Obat yang ditemukan dan memulai pengobatan di antara kasus TB Resisten Obat yang ditemukan. Jumlah semua kasus TB Resisten Obat yang memulai pengobatan. Jumlah TBC Resisten Obat yang ditemukan. 100 % TB.07 Resisten Obat (laporan penemuan dan pengobatan) Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden).
5.Persentase Angka Keberhasilan Pengobatan TBC Resisten Obat Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah kasus TB resistan obat (TB RO) yang menyelesaikan Jumlah kasus TBC RO (TBC Jumlah kasus TBC RO yang memulai 100 % TB.08 TB RO (laporan hasil 30 pengobatan dan sembuh atau pengobatan lengkap di antara jumlah kasus TB resistan obat yang memulai pengobatan TB lini kedua. resisten yang dinyatakan sembuh dan pengobatan lengkap. pengobatan pengobatan TBC lini kedua. pengobatan pasien TBC RO).
6.Persentase Pasien TBC mengetahui Status HIV Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah pasien TBC yang mempunyai hasil tes HIV yang dicatat di formulir pencatatan TBC, baik yang hasil tes HIV diketahui sebelum pengobatan TBC atau saat diagnosa TBC di antara seluruh pasien TBC terdaftar (ditemukan dan diobati TBC). Jumlah pasien TBC yang mempunyai hasil tes HIV yang dicatat di formulir pencatatan TBC, baik yang hasil tes HIV diketahui sebelum pengobatan TBC atau saat diagnosa TBC. Jumlah seluruh pasien TBC terdaftar (ditemukan dan diobati TBC). 100% TB.03 (register TB) kabupaten/kota, TB.07 (laporan penemuan dan pengobatan) blok 3
7.Cakupan Penemuan TBC pada Anak Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah seluruh kasus TB anak yang ditemukan di antara perkiraan jumlah kasus TB anak Jumlah seluruh kasus TB anak yang ditemukan Perkiraan jumlah kasus TB anak. 100 % TB.07 (laporan penemuan dan pengobatan) Perkiraan jumlah kasus TBC anak Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden).
8.Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah kontak serumah kelompok berisiko yang dilaporkan mendapatkan pengobatan pencegahan diberikan pengobatan pencegahan selama setahun. Jumlah kontak erat dan kelompok berisiko dilaporkan mendapatkan pengobatan pencegahan TBC selama setahun Perkiraan jumlah kontak erat dan kelompok berisiko yang memenuhi syarat diberikan pengobatan pencegahan 100 % Rekapitulasi data TB. 16 (register kontak), perkiraan jumlah kontak erat dan kelompok bersisiko yang memenuhi syarat diberikan pengobatan pencegahan TBC. 31 A. STRATEGI Berdasarkan hasil analisis masalah TBC di Kabupaten Bantul dan dengan mempertimbangkan Rencana Strategis Nasional Pengendalian Tuberkulosis 2020-2024 dan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul dirumuskan dalam strategi berikut ini:
1.penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Daerah untuk mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030;
2.peningkatan akses layanan TBC bermutu dan berpihak pada pasien;
3.intensifikasi Upaya Kesehatan Dalam Rangka Penanggulangan TBC;
4.peningkatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi di Bidang Penanggulangan TBC;
5.peningkatan peran serta Komunitas, Pemangku Kepentingan dan Multisektor lainnya dalam Penanggulangan TBC; dan
6.penguatan manajemen program. B. KEGIATAN RAD Tiap-tiap strategi tersebut dirinci lagi ke dalam beberapa kegiatan pokok dan akan dilaksanakan oleh beberapa Pemangku Kepentingan terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berikut ini adalah kegiatan pokok dalam RAD Penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul tahun 2025 - 2029 berdasarkan keenam strategi sebagaimana tersebut di atas: STRATEGI KEGIATAN POKOK STRATEGI 1. Penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Daerah untuk mendukung percepatan Eliminasi TBC 2030.
1.Menyelenggarakan forum kepemimpinan percepatan Eliminasi TBC;
2.Mengembangkan kebijakan terkait komitmen pendanaan dalam percepatan Eliminasi TBC yang komprehensif;
3.Mengembangkan kebijakan terkait sumber daya manusia dalam percepatan Eliminasi TBC yang komprehensif; dan
4.Mengembangkan strategi Penanggulangan TBC berbasis kewilayahan melalui terciptanya Kapanewon/Kalurahan Siaga TBC STRATEGI 2. Peningkatan akses layanan TBC yang
1.Optimalisasi penemuan kasus TBC secara aktif, masif dan pasif intensif;
2.Optimalisasi penanganan kasus TBC yang berkualitas 32 bermutu dan berpihak pada pasien sesuai standar dan berpihak pada pasien;
3.Penguatan jejaring pelayanan baik pemerintah maupun swasta;
4.Menyusun regulasi dan alur sistem rujukan baku untuk rujukan diagnosis dan pengobatan termasuk aspek Pendanaan;
5.Pemenuhan dan penjaminan mutu obat pencegahan dan obat anti tuberkulosis;
6.Supervisi dan Bimbingan teknis secara berjenjang dengan melibatkan Organisasi profesi dan Asosiasi fasilitas pelayanan Kesehatan; dan
7.Penyediaan Sanatorium untuk pasien TBC. STRATEGI 3. Intensifikasi Upaya Kesehatan Dalam Rangka Penanggulangan TBC;
1.Diseminasi Informasi mengenai TBC melalui saluran komunikasi publik;
2.Pelibatan tokoh Masyarakat, tokoh agama dan influencer media sosial untuk menyebarluaskan materi komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai TBC;
3.Peningkatan derajat Kesehatan perorangan;
4.Intervensi perubahan perilaku Masyarakat;
5.Peningkatan kualitas rumah tinggal pasien, perumahan dan permukiman;
6.Pencegahan dan pengendalian Infeksi TBC di fasilitas pelayanan Kesehatan dan ruang publik;
7.Optimalisasi Upaya penemuan kasus TBC secara pasif intensif berbasis fasilitas pelayanan Kesehatan dan secara aktif berbasis institusi dan komunitas;
8.Memberikan Pengobatan sesuai standar sampai tuntas;
9.Penyediaan sarana diagnostik untuk penyakit TBC yang dapat diakses Masyarakat;
10.Memberikan kekebalan kepada Masyarakat terhadap penyakit TBC; dan
11.Optimalisasi Terapi Pencegahan tuberkulosis pada kontak erat dan populasi beresiko TBC STRATEGI 4. Peningkatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi di Bidang Penanggulangan TBC
1.Fasilitasi penelitian dan pengembangan untuk mendukung penanggulangan TBC. STRATEGI 5. Peningkatan peran serta Komunitas, Pemangku
1.Pembentukan forum koordinasi; dan
2.Meningkatkan Upaya pemberdayaan Masyarakat 33 Kepentingan dan Multisektor lainnya dalam Penanggulangan TBC. untuk pencegahan dan pengendalian TBC STRATEGI 6. Penguatan manajemen program.
1.Analisa kebutuhan dan rencana pemenuhan tenaga Kesehatan terlatih;
2.Analisa kebutuhan logistic TBC di fasilitas pelayanan Kesehatan;
3.Membuat laporan kemajuan penanggulangan TBC;
4.Penguatan sistem pendanaan TBC; dan
5.Peningkatan motivasi dukungan penanggulangan TBC. 34 Mekanisme perencanaan anggaran program pengendalian TBC mengikuti kaidah alur perencanaan anggaran di Pemerintah Kabupaten Bantul. Perencanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawab OPD selain Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengacu pada jenis kegiatan dan alokasi waktu untuk kegiatan yang bersangkutan. Secara keseluruhan pendanaan kegiatan program pengendalian TBC pada RAD Pengendalian TBC ini berasal dari berbagai sumber yaitu:
1.Dana Dekonsentrasi yaitu dana dari pemerintah pusat (APBN);
2.Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang kesehatan baik fisik maupun non fisik;
3.Dana APBD DIY;
4.Dana APBD Kabupaten Bantul;
5.Dana Bantuan Luar Negeri;
6.Dana Sosial Perusahaan Swasta maupun Negara;
7.Dana lain yang sah dan tidak mengikat 35 A. Prinsip Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 ini harus didasarkan pada kejujuran, motivasi dan harus dianggap sebagai alat yang penting untuk memperbaiki program penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul. Prinsip pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut: 1) Jelas dan Transparan Harus ada kejelasan tujuan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pemantauan dan evaluasi, dan hasil pemantauan serta evaluasi ini kemudian bisa diketahui oleh banyak orang terutama pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini. 2) Objektif dan Profesional Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi harus dilakukan secara profesional, oleh petugas yang memahami konsep, teori dan proses, serta berpengalaman dalam melakukan pemantauan dan evaluasi, dengan berdasarkan analisis data yang lengkap dan akurat, agar menghasilkan penilaian yang objektif dan benar. 3) Partisipatif Semua pelaku program, yaitu: para pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya, harus bebas untuk berpartisipasi dan bebas proaktif melaporkan berbagai masalah yang dihadapi serta memberikan kontribusinya untuk perbaikan program. 4) Akuntabel Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara internal maupun eksternal, kepada para pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya dalam penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul. 5) Terintegrasi dan Berkesinambungan Kegiatan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan harus menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi, pelaksanaannya berkala berkesinambungan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan pada saat yang tepat agar tidak kehilangan momentum yang sedang terjadi. 36 6) Berbasis Indikator Kinerja Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria atau indikator kinerja, baik indikator masukan, proses, keluaran, manfaat maupun dampak program. 7) Berorientasi Solusi Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi serta pembahasan hasil-hasilnya diorientasikan untuk menemukan solusi atas masalah yang terjadi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pijakan untuk peningkatan kinerja B. Tim Pelaksana Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 akan dilakukan oleh para pemangku kepentingan dan mitra yang terkait dengan kegiatan tersebut, atau yang menjadi penanggung jawab kegiatan. Pada dasarnya, kegiatan pemantauan dan evaluasi serta pelaporannya merupakan kegiatan yang melekat pada semua tugas dan fungsi para pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya, yang dilakukan secara berjenjang, baik terhadap pelaku kegiatan dan program, terhadap pelaksanaan kegiatan dan program, maupun terhadap komponen-komponen kegiatan dan program. C. Metode, Waktu Pelaksanaan dan Pendanaan 1) Metode Pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025- 2029 merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, berjenjang, terstruktur dan terjadwal sesuai kebutuhan. Agar pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 ini dapat dilaksanakan sesuai tujuan maka setiap pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya yang terlibat dapat menyiapkan kelengkapan data dan dokumen yang dibutuhkan, antara lain daftar tilik pemantauan, rencana strategis, rencana kerja, rencana anggaran, laporan hasil kegiatan, maupun laporan keuangan. 2) Waktu Pelaksanaan Pemantauan dan evaluasi atas RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025- 2029 akan dilakukan 1 (satu) tahun sekali dan/atau dalam hal diperlukan, dengan harapan hasil yang diperoleh bisa lebih komprehensif menyeluruh, untuk digunakan oleh para pemangku kepentingan dan mitra sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan atau mengambil keputusan, terkait penanggulangan TBC Kabupaten Bantul. 3) Pendanaan Pendanaan yang timbul atas pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 akan dialokasikan dari anggaran masing-masing pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya, yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 37 Sedangkan untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi secara menyeluruh implementasi RAD Penanggulangan TBC Tahun 2025-2029 ini, alokasi anggaran pendanaannya melekat kepada Perangkat Daerah yang merupakan penanggungjawab program penanggulangan TBC yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. 38 Pencapaian indikator TBC juga menjadi salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (SPM). Oleh karena itu, program TBC memerlukan kontribusi secara komprehensif dari berbagai pihak, baik lintas program maupun lintas sektor termasuk LSM dan organisasi profesi. RAD Penanggulangan TBC dapat menjadi pedoman konkrit dan terukur untuk mempercepat pencapaian tujuan eliminasi TBC di Kabupaten Bantul. 39 LAMPIRAN MATRIKS RENCANA AKSI DAERAH TENTANG PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS KABUPATEN BANTUL No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Strategi 1: Penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Daerah untuk mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030 1 Menyelenggar akan forum kepemimpina n percepatan Eliminasi TBC Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Bantul Tersusunnya regulasi terkait penanggulangan TBC di Kabupaten Bantul Minimal 1 (satu) produk hukum 1 - - - - Bagian Hukum Sekretariat Daerah Bantul Semua OPD/Mitra Terselenggaranya rapat koordinasi tahunan yang dihadiri oleh Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Bantul Minimal 1 (satu) kali dalam setahun 1 1 1 1 1 Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra yang tertera dalam SK Tim Percepatan Penanggulangan TBC 40 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
2.Sosialisasi dan/atau evaluasi RAD Penanggulangan TBC Kabupaten Bantul Terlaksananya Sosialisasi RAD Penanggulangan TBC 1 (satu) kali pada tahun 2025 1 1 1 1 1 Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Semua OPD/Mitra 2 Mengembang kan kebijakan terkait komitmen pendanaan dalam percepatan Eliminasi TBC yang komprehensif Menjadikan TBC sebagai salah satu prioritas utama yang dicantumkan dalam rencana kerja tahunannya. Jumlah OPD/ Mitra yang terdapat anggaran untuk mendukung penanggulangan TBC 1 dokumen tiap OPD 1 1 1 1 1 Badan Perencana Pembangunan Daerah Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Dinas Sosial Penyediaan anggaran dan sumber daya yang memadai untuk Penanggulangan TBC. Jumlah OPD/ Mitra yang memiliki kegiatan terkait TBC (sosialisasi, skrining TBC dan kegiatan lain yang menunjang) Minimal 3 (tiga) OPD / mitra per tahun 3 3 3 3 3 Badan Perencana Pembangunan Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Olahraga, Kementerian Agama 41 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 Mengembang kan kebijakan terkait sumber daya manusia dalam percepatan Eliminasi TBC yang komprehensif Melakukan pemetaan dan analisis sumber daya manusia dalam percepatan Eliminasi TBC Jumlah dokumen pemetaan dan analisis sumber daya manusia dalam percepatan Eliminasi TBC 1 dokumen tiap tahun 1 1 1 1 1 BKPSDM Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan Terpenuhinya sumber daya manusia yang terlatih dan memadai Terselenggaranya Pelatihan Terkait Penanggulangan dan Pengendalian Tuberkulosis Minimal 1 (satu) kali pelatihan per tahun 1 1 1 1 1 BKPSDM Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan, Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI 4 Mengembang kan strategi Penanggulang an TBC berbasis kewilayahan Terintegrasikan konsep kapanewon/ Kalurahan siaga TBC Jumlah Kapanewon/Kelurahan yang melaksanakan integrasi konsep Kapanewon/Kelurahan siaga TBC 1 Kapanewon/1 Kelurahan per tahun 1 1 1 1 1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah STRATEGI 2.Peningkatan akses layanan TBC yang bermutu dan berpihak pada pasien 42 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Optimalisasi penemuan kasus TBC secara aktif, massif dan pasif intensif Skrining TBC pada kelompok rentan/kelompok beresiko, dan kondisi situasi khusus Terlaksananya kegiatan deteksi dini (skrining) TBC pada kelompok rentan dan kelompok berisiko (Balita Stunting, ODHIV, DM) Setiap tahun 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra Kegiatan penyiapan dan pelaporan deteksi dini pada kondisi situasi khusus (disabilitas, miskin dan terlantar, terjadinya bencana) Setiap tahun 1 1 1 1 1 Dinas Sosial Semua OPD/Mitra Terlaksananya deteksi dini/skrining TBC sesuai siklus hidup pada pelaksanaan integrasi layanan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Posyandu/Posbindu, dan kunjungan rumah Setiap bulan 12 12 12 12 12 Dinas Kesehatan Forkomkapus 43 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Terlaksananya skrining TBC pada peserta didik/penghuni pada institusi berasrama, tingkat SMA/K/ pendidikan khusus dan perguruan tinggi termasuk pondok pesantren Setiap 6 bulan 2 2 2 2 2 Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Balai Pendidikan Menengah, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerhati Tuberkulosis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah , Dinas Kesehatan Terlaksananya skrining TBC pada penghuni/warga binaan di lapas/rutan, rumah perlindungan sosial, balai/panti sosial, shelter PPKS, lembaga kesejahteraan sosial Setiap tahun 1 1 1 1 1 Rutan Pajangan, Dinas Sosial,Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan, Lembaga Pemerhati 2 Optimalisasi penanganan kasus TBC yang berkualitas sesuai standar dan berpihak pada pasien Pedoman/panduan program dan tatalaksana TBC Tersedianya SK Tim dan pedoman/panduan program dan tatalaksana TBC Faskes Minimal 1 (satu) dokumen pedoman/pand uan 45 % 50 % 55% 60% 65% Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI 44 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Investigasi Kontak pada pasien TB Terlaksananya investigasi kontak pada kontak pasien TB 100 % kasus TBC dilakukan Investigasi Kontak 100% 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra Pelacakan pasien Lost To Follow Up (putus berobat) Terlaksananya pelacakan pada pasien Lost to Follow up 100 % kasus Lost to Follow up dilakukan pelacakan 100% 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI dan LSM Pmerhati TBC 3 Penguatan jejaring pelayanan baik pemerintah maupun swasta; Peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan (penguatan infrastruktur pengembangan sarana dan prasarana) Terlaksananya Pelatihan/OJT untuk SDM di Faskes Minimal 1 kali/tahun 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI Penguatan jejaring TBC dengan Public Private Mix (PPM) Keterlibatan jejaring swasta (Klinik/TPMD/BPM/Laboratoriu m/Apotek) dalam program penanggulangan TBC jejaring swasta melakukan PKS dengan Puskesmas wilayah kerja 40% 45% 50% 60% 65% Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI 45 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 4 Menyusun regulasi dan alur system rujukan baku untuk rujukan diagnosis dan pengobatan termasuk aspek Pendanaan; Regulasi sistem rujukan diagnosis dan pengobatan pasien Tersedianya alur rujukan diagnosis dan pengobatan pasien 1 dokumen 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI Tersedianya dukungan pendanaan untuk sistem rujukan diagnosis /pengobatan, pengiriman sampel uji dan obat dari Pemerintah daerah. Pendanaan berkesinam ungan setiap tahun 1 1 1 1 1 Badan Perencana Pembangunan Daerah, BKAD, Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra Alur rujukan pemeriksaan TCM Tersedianya alur rujukan jejaring Tes Cepat Molekuler 1 dokumen 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI 46 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 5 Melakukan upaya penjaminan mutu layanan melalui kegiatan pembinaan teknis dan supervisi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah secara periodik dan berjenjang dengan melibatkan organisasi profesi dan asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan setempat. On The Job Training/Kegiatan pembinaan teknis dan supervisi layanan di FKTP dan FKRTL Terlaksananya kegiatan pembinaan teknis dan supervisi layanan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menjamin kualitas layanan TBC di semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang melibatkan Organisasi Profesi/Asosiasi Minimal 1 kali/tahun 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI 6 Penyediaan Sanatorium/S helter untuk pasien TBC Menyelenggarakan pelayanan untuk pasien TBC di sanatorium/ shelter. Tersedianya bangunan/ sarana untuk sanatorium/ shelter untuk penanganan pasien TBC secara komprehensif terutama selama masa intensif pengobatan Target 1 (satu) bangunan pada tahun 1 1 1 1 1 Badan Perencana Pembangunan Daerah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial 47 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Terlaksananya penanganan pasien TBC terlantar Setiap ada kasus 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Sosial Dinas Kesehatan STRATEGI-3. Intensifikasi Upaya Kesehatan Dalam Rangka Penanggulangan TBC 1 Desiminasi Informasi mengenai TBC Penyebarluasan informasi yang benar mengenai TBC ke masyarakat secara masif melalui media massa/media sosial/media promosi lainnya Terlaksananya Sosialisasi TBC dengan berbagai metode melibatkan semua OPD/Mitra Minimal 2 kanal per tahun 2 2 2 2 2 Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra Intervensi perubahan perilaku Masyarakat Pemberian penyuluhan kepada semua pasien TBC, keluarga, dan masyarakat terdampak terkait dengan pencegahan TBC secara benar Setiap tahun √ √ √ √ √ Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra 2 Peningkatan kualitas rumah tinggal pasien, perumahan dan pemukiman; Perbaikan rumah tinggal pasien TBC yang kurang sehat Perbaikan rumah tinggal pasien TBC yang kurang sehat dan/atau Sosialisasi rumah sehat kepada masyarakat Sesuai hasil assesment √ √ √ √ √ Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman , Dinas Sosal Dinas Kesehatan, Badan Perencana Pembangunan Daerah 48 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 Pencegahan dan pengendalian Infeksi TBC di fasilitas pelayanan Kesehatan dan ruang public Sosialisasi Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terselenggaranya Sosialisasi Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Target semua fasilitas kesehatan 100% 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan organisasi profesi. Sosialisasi PPI TBC ditempat khusus (Rutan, Ponpes, Panti Sosial dsb) Terselenggaranya Sosialisasi Pedoman PPI TBC ditempat khusus Setiap Puskesmas 2 Tempat Khusus / tahun 2 2 2 2 2 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI Supervisi pelaksanaan PPI Terlaksanya Supervisi pelaksanaan PPI di Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik oleh Mitra/Organisasi Profesi/Asosiasi Setiap tahun minimal 1 kali 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Tim District Public Private Mix Sarana dan prasarana dalam pengendalian penyakit (Cuci tangan dengan sabun, handsanitiser, masker) Tersedianya sarana dan prasarana dalam pengendalian penyakit (Cuci tangan dengan sabun, handsanitiser, masker) Setiap tahun √ √ √ √ √ Badan Perencana Pembangunan Daerah Semua OPD dan Mitra 49 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 4 Optimalisasi Upaya penemuan kasus TBC secara pasif intensif berbasis fasilitas pelayanan Kesehatan dan secara aktif berbasis institusi dan komunitas Investigasi Kontak di Sekolah/Kampus/ Perusahaan/Kantor Terlaksananya Investigasi Kontak di Sekolah/Kampus/Perusahaan /Kantor Setiap ada kasus 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra 5 Memberikan Pengobatan sesuai standar sampai tuntas OAT TBC SO dan TBC RO Memastikan keberlangsungan pengobatan sampai selesai Angka keberhasilan pengobatan minimal 90% 90 % 90% 90% 90% 90% Dinas Kesehatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 6 Penyediaan sarana diagnostic untuk penyakit TBC yang dapat diakses Masyarakat Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler Tersedianya akses pemeriksaan TCM bagi masyarakat Setiap faskes sesuai dengan jejaring TCM 7 Labor atoriu m TCM 7 Labo rator ium TCM 7 Labo rator ium TCM 7 Labo rator ium TCM 7 Labo rator ium TCM Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, PATELKI Pemeriksaan Mantouxt Tersedianya akses pemeriksaan Mantouxt Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik dan TPMD 40 % 45% 50% 60% 65% Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI 50 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 7 Memberikan kekebalan kepada Masyarakat terhadap penyakit TBC Vaksin BCG Tersedianya vaksin BCG Setiap tahun sesuai dengan estimasi kasus TBC 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Terselenggaranya vaksinasi BCG sesuai sasaran Sesuai target nasional 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, Sosialiasi pentingnya Vaksinasi BCG Terlaksananya Sosialiasi pentingnya Vaksinasi BCG Minimal 1 kali tiap tahun 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI, ,DP3A PPKB 8 Optimalisasi Terapi Pencegahan tuberculosis pada kontak erat dan populasi beresiko TBC SOP Pemberian TPT Tersedianya SOP Pemberian TPT di Faskes 1 (satu) dokumen setiap Faskes 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI Obat TPT Tersedianya obat TPT Setiap tahun sesuai dengan estimasi kasus TBC 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan 51 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Sosialisasi Tatalaksana pemberian TPT Terlaksananya Sosialisasi Tatalaksana pemberian TPT Minimal 1 kali tiap tahun 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra Inisiasi Pemberian TPT pada populasi beresiko Terlaksananya Inisiasi Pemberian TPT pada populasi beresiko Setiap ada kasus 60 % 65% 70% 75% 80% Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra Monitoring dan Evaluasi Pemberian Terapi Pencegahan tuberculosis Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Pemberian Terapi Pencegahan tuberculosis Setiap ada kasus 100% 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Semua OPD dan Mitra STRATEGI-4.Peningkatan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi di Bidang Penanggulangan TBC 1 Fasilitasi penelitian dan pengembanga n untuk mendukung penanggulang an TBC; Berperan aktif dalam penelitian secara operasional dan implementasi berkaitan dengan inovasi penanggulangan TBC Terlaksananya advokasi tentang riset dan inovasi di bidang TBC Minimal 1 penelitian tiap tahun 1 1 1 1 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Keseatan Semua OPD dan Mitra STRATEGI-5.Peningkatan peran serta Komunitas, Pemangku Kepentingan dan Multisektor lainnya dalam Penanggulangan TBC; 1 Pembentukan forum koordinasi Tim eliminasi TBC di tingkat Kalurahan/Kapanewo n/Kalurahan Terbentuknya tim terkait eliminasi TBC di tingkat Kalurahan/Kalurahan dan Kapanewon 1 Tim per Kalurahan/Kal urahan dan Kapanewon 1 1 1 1 1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan 52 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Terlaksananya kegiatan tim terkait eliminasi TBC di tingkat Kalurahan/Kapanewon/Kaluraha n 1 kali tiap tahun / Tim Eliminasi 1 1 1 1 1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan 2 Meningkatka n Upaya pemberdayaa n Masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian TBC Sosialisasi TBC oleh masyarakat/organisas i masyarakat Terlaksananya kegiatan penyuluhan, penemuan/ penjangkauan kasus TBC, pendamping minum obat, advokasi, yang didukung oleh masyarakat/organisasi masyarakat Minimal 1 Kalurahan/Ka panewon melakukan Sosialisasi 1 1 1 1 1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan, DP3APPKB, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemberian nutrisi tambahan untuk pasien TBC dan keluarga pasien terdampak yang rentan tertular TBC Terlaksananya Pemberian nutrisi tambahan untuk pasien TBC dan keluarga pasien terdampak yang rentan tertular TBC. Minimal 1 Kalurahan/ kapanewon mengganggark an PMT bagi Pasien TBC 1 1 1 1 1 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Pemberdayaan ekonomi pasien dan keluarga terdampak TBC Terlaksananya program pemberdayaan bagi pasien/keluarga terdampakTBC Minimal 1 kegiatan setiap tahun pada OPD Pelaksana - 1 1 1 1 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Dinas Kesehatan 53 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 STRATEGI-6. Penguatan Manajemen Program 1 Penguatan fungsi perencanaan dan pemantauan program. Tersusunnya analisis kebutuhan dan rencana pemenuhan ketenagaan terkait upaya percepatan penanggulangan TBC di tingkat daerah Tersedianya tenaga pengelola program dan tenaga kesehatan yang terlatih sesuai dengan standar ketenagaan yang ditentukan. Setiap tahun √ √ √ √ √ Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI Melakukan perencanaan, pemantauan, dan analisis ketersediaan logistik TBC di fasilitas pelayanan kesehatan Tersedianya kebutuhan logistik program Penanggulangan TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Setiap tahun √ √ √ √ √ Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI Membuat laporan tahunan kemajuan penanggulangan TBC Terselenggaranya koordinasi perancangan, penganggaran, pemantauan dan evaluasi percepatan eliminasi TBC. Minimal 1 (satu) kali setiap tahun 1 1 1 1 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra 54 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Publikasi data TBC tingkat kabupaten 1 (satu) kali publikasi melalui Profil Kesehatan 1 1 1 1 1 Dinas Kesehatan Semua OPD/Mitra 2 Penguatan sistem pendanaan TBC Koordinasi perencanaan kegiatan yang mendukung penanggulangan TBC Teradvokasikannya penggunaan dana Kalurahan dan Pendanaan bersumber lainnya guna mendukung percepatan eliminasi TBC secara terintegrasi. Minimal 1 (satu) kali setiap tahun 1 1 1 1 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan, Dinas Kesehatan dan seluruh OPD / Mitra 55 No Strategi Implementasi Aktivitas Indikator Capaian Target Pencapaian TAHUN Penanggung Jawab OPD/Lembaga/ Pihak Pendukung 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Targ et Targ et Targ et Targ et 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pendanaan pelayanan kesehatan perseorangan pasien TBC dibebankan kepada pendanaan jaminan kesehatan. Tersedianya dukungan pendanaan layanan rujukan diagnosis dan pengobatan pasien TBC yang beridentitas Bantul Setiap ada kasus 100% 100 % 100 % 100 % 100 % Dinas Kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Dinas Sosial 3 Pembinaan implementasi pelaksanaan penanggulang an TBC ke Fasyankes. Supervisi dan Bimbingan Teknis program TBC Terlaksananya Supervisi dan Bimbingan Teknis program TBC Setiap Triwulan 4 4 4 4 4 Dinas Kesehatan Forkomkapus, ASKLIN,ARSI,PERSI ,IDI,IBI,PPNI,PATEL KI BUPATI BANTUL, ttd ABDUL HALIM MUSLIH