Peraturan Bupati ini berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Banyuasin. Diundangkan di Pangkalan Balai pada tanggal lj tl\on,t ?o'i-f- SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUASIN, ERWIN IBRAHIM BERITA DAERAH KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2025 NOMOR sr LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BANYUASIN NOMOR Z,r TAHUN 2025 TENTANG DESAIN PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN MAKNA, LAMBANG DAN NILAI-NILAI PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN A. Makna Pakaian Melayu Banyuasin Pakaian Melayu Banyuasin tidak sekadar menjadi sarana penutup aurat dan pelindung tubuh dari cuaca ekstemal, melainkan juga menjadi simbol- simbol yang menccrminkan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Makna pakaian ini terbentuk melal;ui harmonisasi lambang- lambang budaya yang mengandung pesan-pesan moral dan spiritual. Berikut adalah beberapa aspek makna pakaian Melayu Banyuasin:
1.Penjagaan Terhadap Norma Sosial, Agama, dan Adat-Istiadat: Pakaian Melayu Banyuasin memiliki peran sentral dalam menjaga norma sosial, agama, dan adat-istiadat masyarakat. Setiap elemen pakaian, mulai dari bentuk, corak, warna, hingga cara pemakaian, diatur oleh ketentuan adat. lni bertujuan untuk mendidik pemakainya agar tetap mematuhi nilai-nilai yang dihormati dalam masyarakat Melayu Banyuasin.
2.Peningkatan Akhlak: Melalui ketentuan adat terkait pakaian, masyarakat Melayu Banyuasin mengajarkan pemakainya untuk meningkatkan akhlak. Pakaian bukan hanya menjadi penanda identitas budaya, tetapi juga alat pendidikan moral yang membentuk karakter positif dala.m kehidupan sehari-hari.
3.Simbol Kedudukan dan Peran: Pakaian Melayu Banyuasin bukan sekadar penanda identitas, tetapi juga mencerminkan kedudukan dan peran sosial seseorang dalam masyarakat. Beberapa detail pada pakaian mungkin menunjukkan status, usia, atau peran tertentu, menciptakan sebuah bahasa visual yang dipahami oleh masyarakat setempat.
4.Pakaian Sebagai Penutup Malu: Pakaian Melayu Banyuasin memiliki makna sebagai penutup malu. Pemakaiannya tidak hanya sebagai perlindungan fisik, tetapi juga sebagai perwujudan penghargaan terhadap nonna-norma etika dan moral yang mengharuskan tubuh untuk diselubungi dengan layak. «Ii B. Lambang Pa.kaian Melayu Banyuasin Pakaian Melayu Banyuasin juga kaya akan lambang-lambang yang memperkaya makna dan keindahannya. Setiap elemen pakaian menjadj bagian integral dari warisan budaya dan sekaligus membawa pesan-pesan mendalam. Berikut adalah beberapa lambang pada pakaian Melayu Banyuasin:
1.Motif dan Corak: Motif dan corak pada pakaian menjaru lambang kekayaan tradisional dan sekaligus cerminan keindahan alam serta seni rakyat setempat. Setiap pola dan warna memilik:i makna tersendiri, menciptakan sebuah narasi yang dapat rubaca oleh masyarakat yang mengenali kekayaan s imbolik tersebut.
2.Warna Pakaian: Wama pada pakaian Melayu Banyuasin tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna s irnbolik. Misalnya, warna tertentu dapat mencerminkan kepercayaan atau nilai-nilai spiritual tertentu, membawa pesan tentang kehannonisan dan keseirnbangan dalam kehidupan.
3.Aksesori dan Hiasan: Aksesori seperli songket, bros, atau hiasan lainnya yang melengkapi pakaian Melayu Banyuasin menjadi lambang kemewahan, status, atau keindahan. Setiap detil hiasan membentuk identitas visual yang mencerminkan keanggunan dan kelembutan budaya setempat.
4.Jenis dan Model Pakaian: Jenis dan model pakaian Melayu Banyuasin juga menjaru lambang kedudukan dan peran dalam masyarakat. Pakaian formal dan tradisional mungkin mencenninkan acara atau kegiatan tertentu, sementara pakaian sehari-hari mencerminkan kepraktisan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. C. Nilai - nilai d alam Pakaian Tradision a l Sebagaimana pakaian tradisional lainnya ru Indonesia, pakaian tradisioal Melayu juga memiliki nlai-nilai estetika tertentu, yaitu:
1.Sebuah Nilai Tradisi Baju yang rupakai dalam upacara tradisional sudah menjaru tradisi atau kebiasaan selama bertahun-tahun. Tradisi tersebut telah dinilai sebagai sebagai keunikan tersendiri. Dengan demikian, dari pakaian adat yang dipaka.i kita bisa memelajari mengenai tradisi masyarakat yang bersangkutan.
2.Pelestarian Nilai Budaya Baju adat merupakan salah satu produk budaya modern yang semakin hari SC'!roakin banyak desainnya. Itu semua juga bergantung pada perkembangan zaman. Pakaian adat yang saat ini banyak dikenakan oleh masyarakat Melayu adalah warisan budaya yang patut dilestarikan. Selain itu, melestarikan pakaian tradisional sama halnya seperti memperkenalkan kekayaan budaya Melayu.
3.Nilai Sosial Paka.ian adat adalah lambang status bagi seseorang. Bukan hanya itu, melalui nilai-nilai yang dikandungnya, busana adat juga digunakan sebagai media untuk menyatukan masyarakat. LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI BANYUASIN NOMOR 1r TAHUN 2025 TENTANG DESAIN PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN JENIS, BENTUK, NAMA, WARNA, KEGUNAAN, DAN KELENGKAPAN PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN A. PAKAIAN TRADISIONAL UPACARA ADAT
1.Pria
a.Nama Pakaian: Beskap Paripume
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untulc upacara adat dan upacara kabupaten, meliputi upacara pelantikan Bupati/Wakil Bupati/ Anggota DPRD, upacara penerimaan anugrah, upacara penyambutan tamu agung/kehormatan, dan upacara ulang tahun kabupaten.
c.Unsur, Nama, Wruna, dan Gambar UNSUR NAMA BAHAN WARNA KETERANGAN PAKAIAN PENUTUP Tanjak Songket dan Merah KEPALA Serumpun tembaga Manggis Beludru/ Tetoron Beskap (luar) Rayon/Semi Hitam Dibordir Wool/High benangemas Pedede Kalau sudah menikah, panjang sampai bawah lutut ALASKAKJ Sep atu/ Selop Menyesuaikan Menyesuaikan ({sl AKSESORIS Beskap dan Rompi Sewet Rumpak Songket Kembang Pedede Seluar Panjang Bros Udang Tembaga Bros Kembang Tembaga Pedede Badong Kembang Tembaga Pedede Dipasang Kuningemas sebagai p engancing r ompi Dipakai di Bros Kembang Pedede Garn.bar 2: Sketsa Tanjak Serum.pun Gambar 3: Sketsa Beskap Motif Akar 5e<ekan Motif Renah Motif Jeringo Bunglal -.,, Gambar 4: Sketsa Rompi Resleting di
2.Wanita
a.Nama Pakaian: Beju Kurong Paripume
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk upacara adat dan upacara kabupaten, meliputi upacara pelantikan Bupati/Wa.kil Bupati/ Anggota DPRD, upacara penerimaan anugrah, upacara penyambutan tamu agung/kehonnatan, dan upacara ulang tahun kabupaten.
c.Unsur, Nama, Wama, dan Gamba.r: UNSUR NAMA PAKAIAN BAHAN WARNA KETERANGAN PENUTUP Tudung Menyesuaikan Merah KEPALA Manggis Beludru/
1.Pria
a.Nama Pakaian: Teluk Belango Banyuasin
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk upacara pemerintahan, seperti upacara di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan pakaian yang digunakan untuk menghadiri berbagai macarn undangan lainnya
c.Unsur, Nama, Warna, dan Gambar: UNSUR NAMA BAHAN WARNA KETERANGAN PAKAIAN PENUTUP Kepiah KEPALA Beluclru Hitam Polos • Berkancing lima yang berarti rukun Islam (2 kancing di kerah dan 3 kancing di Teluk BAGIAN bawah kerah) ATAS Belango Valvet Kuning Emas • Memililri satu Banyuasin saku di bagian kiri atas • Bagian bawah baju dimasukkan ke dalam sewet samoine Seluar Valvet Kuning Emas BAGIAN Untuk yang belum BAWAH menikah, sewet Tajung digunakan di atas Sewet Deu.n Serdang Menyesuaikan lutut. Kalau sudah menikah, panjang sampai bawah lutut ALAS KAKI Sepatu Menyesuaikan Menyesuaikan AKSESORIS Bros Tembaga Kuning Emas Dipasang di Sedulang kopiah sebelah Setudung kanan Bros Sedulang setudung Sbuah Kandng • 10 • C , Kopiah Hltam Polos 1 saku sebelah kiri atas Sewet Tajung Oeun Serdang Gambar 12: Sketsa Pakaian Tradisional Resmi Pria Bros sedulang setudung di sebelah kanan kepiah Gambar 13: Sketsa Kepiah (Kopiah) Hitam Polos dengan Bros Sedulang Setu.dung C 2 kan.cing di kerah 3 kancing di bawah kerah Gambar 14: Sketsa Pakaian-Teluk Belango Banyuasin (atasan) Gambar 15: Sketsa Pakaian Teluk Belango Banyuasin (seluar/ bawahan) Motif Deun Serdang Mot,r Jele lwak Garn.bar 16: Sketsa Sewet Taftmg Deun Serdang
2.Wanita
a.Nama Pakaian: Kebeyek La.ndong Banyuasin
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk upacara pemerintahan, seperti upacara di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan pakaian yang digunakan untuk roenghadiri ber bagai macam undangan lainnya
c.Unsur, Nama, Warna, dan Gambar: UNSUR NAMA PAKAIAN BARAN WARNA KEI'ERANGAN PENUTUP Tudong Menyesuai.kan Menyesuai.kan KEPALA BAGIAN Kebeyek ATAS Landong Menyesuai.kan Kuning E.m.as Banyuasin BAGIAN Sewet Kombinasi coklat- BAWAH Batik Nipah hijau-kuning ALAS KAKI Sepatu Menyesuaikan Menyesuaikan Untulcyang belum menikah, selendang Kombinasi coklat- digunakan di AKSESORIS Selendang Batik Nipah hijau-kuning sebelah kanan. Kalau sudah menikah, digunakan di sebelah kiri Selendang Batik Nlpah Sewet Batik Nlpah · 14 · Tudong/ Kerudung Kebeyek Landong Gambar 17: Sketsa Pakaian Tradisional Resmi Wanita . 15. Gambar 18: Sketsa Kebeyek Landong Garn.bar 19: Sketsa Sewet Batik Nipah Motif oeun Nlpah Motif Kembang Pedede Motif Jele lwak Gambar 20: Sketsa Selendang Batik Nipah C. PAKAfAN TRADISIONAL TAK RESMl
1.Pria
a.Nama Pakaian: Beleh Buloh Banyuasin
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk hajatan, kegiatan keagamaan, dan untuk kegiatan tertentu, seperti sebagai seragam kantor dan seragam sekolah
c.Unsur, Nama, Warna, dan Gambar UNSUR NAMA BAHAN WARNA KETERANGAN PAKAIAN PENUTUP Kepiah Beludru Hitam Polos KEPALA
1.Berkancing satu Beleh dengan pengait BAGI.AN yang berarti ATAS Buloh Satin Bebas Ketuhanan Yang Banyuasin Mahaesa
2.Bersaku dua di
2.Wanita
a.Na.ma Pakaian: Beju Kurong Banyuasin
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk hajatan, kegiatan keagamaan, dan untuk kegiatan tertentu, seperti sebagai seragam kantor dan seragam sekolah
c.Unsur, Na.ma, Wama, dan Gambar: UNSUR NAMA BAHAN PAKAIAN PENUTUP Tudong Menyesuaikan KEPALA
1.Pria
a.Nama Pakaian: Aesan Anggon (Pria)
b.Kegunaan: Pakaian yang digunakan untuk upacara bersanding di pelarninan
c.Unsur, Nama, Warna, dan Gambar UNSUR NAMA PAKAIAN BAHAN WARNA KETERANGAN PENUTUP Tanjak Songket dan Merah Manggis dan KEPALA Serumpun Tembaga Emas Diborclir Beskap Beludru Merah benangemas (luar) Manggis dengan motif tertentu BAGlAN ATAS Rompi Beludru Merah (dalam) Manggis Gagang keris da di sebelah kanan Bros Dipasang di Kembang Tembaga KuningEmas Tanjak Pedede Serumpun AKSESORIS Dipasang Bros Udang Tembaga Kuningemas sebagai pengancing rompi Kalunglwak Belumbung Beskap dan Rompi Keris Pusake Sewet Rumpak Songket Kembang Pedede Seluar Panjang Badong Tembagadan Kembang Kain Pedede Dipakai Kuningemas sebagai tali pinggang Tanjak Serumpun Bros Kembang Pedede Bros Udang Badong Kembang Pedede Selop Gambar 29: Sketsa Pakaian Tradisional Upacara Pemikahan Pria Gambar 30: Sketsa Tanjak Serumpun Bros Kembang Pedede Motif Kembang Pedede Motif Akar Serekan Motf Pucok Putat Gambar 31: Sketsa Beskap Upacara Pemikahan Pria Resleting di baglan belakang Kalung lwak Belumbung Gambar 32: Sketsa Rompi Upacara Pemikahan Pria Motf Pucok Putat Gambar 33: Sketsa Seluar Panjang Upacara Pemikahan Pria Motif Kem bang Pedede Motif Jele lwak Motif Deun Nipah Motif Sembllang Gambar 34: Sketsa Rumpak Songket Kembang Pedede Gambar 35: Sketsa Kalung Iwak Belumbung J Badong Kemba ng Pedede Gambar 36: Sketsa Badong Kembang Pedede Gambar 37: Sketsa Selop K embang Pedede Selop Kembang Pedede Gambar 38: Sketsa Keris Pusake
2.Wanita
a.Nama Pakaian: Aesan Anggon Wanita
b.Kegunaan:Pakaian yang digunakan untuk upacara bersanding di pelaminan
c.Unsur, Nama, Warna, dan Gambar: UNSUR NAMA PAKAIAN BAHAN WARNA KETERANGAN PENUTUP Mah.kota Tembaga Emas KEPALA Beroyot Dibordir benang ·~ ·~ "'', :C:' '('17, :\' .c.J ~G, 11..,,\ , -' ~ •C':' ~,-C ·., ' ',, ,'• ~ 'r, ·~ " ,,,,0 ' ' ,1 0,, A (01 9' / ·~i )' ,., I I'. r; j' !JI ' ~· ,,, .~, )' .•, /, r,'13 ~ /•;, \' ( !'.;.,,.; - Motif Kem bang Pedede Resleling di baglan belakang Motif Akar Serekan Motf Pucok Putat Gambar 40: Sketsa Beju Kurong Upacara Pemikahan Wanita Gambar 41: Sketsa Mahkota Beroyot · 31 - Gambar 42: Sketsa Kali.mg Iwak Belumbung Gambar 43: Sketsa Kalung Bulan Bintang • • 32 - Garn.bar 44: Sketsa Pending Kembang Pedede M otif Kembang Pedede Gambar 45: Sketsa Songket Kembang Pedede Motif Jele lwak Motif Deun Nipah Motif Sembllang · 33 · Garn.bar 46: Sketsa Selop Kembang Pedede s1ef Selop Kembang Pedede A. Aksesoris • LAMPIRAN III PERATURAN BUPATI BANYUASIN NOMOR ~>- TAHUN 2025 TENTANG DESAIN PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN MAKNA SIMBOLIK AKSESORIS DAN WARNA FOTO NAMA MAKNA Udang adalah binatang yang hidup di air dan memiliki kebiasaan berjalan beriring- Bros Udang iringan. Bros Sedulang Setudung Kalung Iwak Belumbung Maknanya: Persaudaraan dan Kebersamaan Nama bros ini berasal dari semboyan Kabupaten Banyuasin yaitu Sedulang Setudung. Maknanya a dalah bahwa Masyarakat Banyuasin dalam membangun Daerah didasari tekad kebersamaan. Ikan belumbung merupakan ikan khas Kabupaten Banyuasin. Ikan ini banyak terdapat di muara Sungai Banyuasin, Sungai Musi, dan Sungai Upang. Maknanya: secara umum ikan bermakna kebebasan dan kebahagiaan. • Bros Kembang Pe dede Ke pala Badong/ Pending Kembang Pedade Peda de atau peda da adalah tanaman yang hidup di habitat payau yang be rfungsi m elindungi garis pantai dan t---------------1--------1 menjadi habitat bagi berbagai hewan perairan. Maknanya: Manusia harus menjadi pelindung kehidupan . Badong Kembang Pedade (Laki-laki) Pending Kembang Pedade (Perempuan) • Motif Kembang Pedede Kalung Bintang Bulan Motif Pucok Putat Simbol bulan bintang sudah lama clikenal dalarn sejarah Islam. Banyuain merupakan entitas melayu yang kental dengan budaya keislaman. Maknanya: Bulan melambangkan Islam, Bintang melambangkan Iman dan Taqwa Daun muda (pucuk) putat merupakan lalapan tradisional puak Melayu. Daun putat memiliki manfaat antara lain meredakan depresi dan perasaan gelisah. Maknanya: Pucuk melambangkan kebahagiaan. ---- • Motif Deun Serdang Motif Jele Iwak Pohon Serdang (Saribus Rotundifolius) memili.ki sifat yang kokoh, walaupun diterpa badai tetapi batangnya tidak akan condong walaupun daunnya rontok diterbangkan angin, pohon Serdang akan musnah hanya apabila tercerabut sekaligus dengan akamya, daunnyayang berdasar bulat melambangkan keteduhan dan melindungi segala sesuatu yang berada dibawabnya, Malmanya: Masyarakat Banyuasin tetap kokoh walaupun banyak rintangan yang dihadapi. Kabupaten Banyuasin dikenal karena memiliki banyak sungai. Oleh sebab itu sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan di sungai-sungai tersebut. Salah satu alat untuk menangkap ikan di sungai adalah jaring ataujala. Jala urnumnya dibuat dari senar yang dirajut Senar itu dirajut secara berurutan ke bawah dan diikat dengan ikatan tali mati agar jalinan tidak mudah bergeser dan tidak berubah bentuk serta ukuran. Maknanya: Masyarakat Banyuasin adalah masyarakat yang telah menjalin persaudaraan dengan ikatan batin yang kuat dan tidak mudah berubah. ~ ' ' ' ~~~~- .........,.........,.........,.........,........ • -s - Motif Jeringo Bunglai Jeringo bunglai merupakan tanaman rimpang-rimpangan yang banyak ditanam di Banyuasin. Tanaman ini selain digunakan sebagai rempah- rempah, juga dapat digunakan sebagai obat herbal. Konsumsi rutin tan.aman ini dapat menjaga kesehatan dan kebugaran. Maknanya: jeringo bunglai melambangkan kesehatan dan kebugaran masyarakat. Banyuasin merupakan kabupaten yang banyak memiliki sungai baik besar maupun kecil. Sebagian sungai tersebut tumbuh subur tanaman mangrove. Hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/ atau padat. Motif Mangrove menjadi salah satu Mangrove solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Maknanya: Masyarakat Banyuasin merupakan penjaga lingkungan yang mampu menjaga iklim dan cuaca yang nyaman. Motif Sembilang Sembilang merupakan salah satu jenis ikan berkumis (catfish) yang banyak ditemukan di Kabupaten Banyuasin. Sebagaimana ikan berkumis lainnya, ika sembilang memiliki racun pada patilnya. Namun, patil ikan sembilang memiliki racun yang paling tin ·. Efek racun dari atil "'I • • Motif Akar Serekan Motif Renah ikan sembilang bisa membuat korban merasakan nyeri yang luar biasa, jantung berdebar, dan badan terasa panas dingin. lkan sembilang temyata memiliki manfaat yang luar biasa, antara lain mengurangi kolesterol dan menurunkan tekanan darah. Maknanya: setiap makhluk memiliki kekurangan, tetapi di sisi lain iajuga memiliki beragam kelebihan. Nama motif ini diambil dari cerita rakyat yang berjudul Akar Serekan. Alkisah, ada seorang yang sangat jahiJ terhadap saudara-saudaranya. Ia mengusir saudaranya ke dalam hutan yang sangat lebat dan banyak akar menggantung. Saudara- saudaranya tersangkut akar- akar itu dan akhimya menjadi akar. Sang putri akhimya menyesali keburukan sifatnya. Maknanya: Menyesal kemudian tiada berguna. Renah merupakan metode bertanam padi khas masyarakat Banyuasin. Pada masa lalu menanam padi blasanya dilakuka r di tepi/lereng sungai. Maknanya: Di mana pun, jika ada usaha maka pasti akan mendapatkan hasil. Pohon nipah banyak terdapat di wilayah Banyuasin. Peran dan fungsi nipah terhadap lingkungan hidup, antara lain memberikan nilai ekonomi yang tak temiJai besarnya karena berfungsi sebagai • Tanjak Serumpun Keris Pusake tanaman konservasi yang sangat efektif dalam penanggulangan degradasi lahan dan reboisasi. Maknanya: hidup untuk bermanfaat bagi lingkungan. Na.ma tanjak ini diambil dari cerita Muning Munai yaitu Munai Serumpun Artinya, orang Banyuasin adalah masyarakat yang masih berasal dari satu keturunan/ kelompok Keris Pusake adalah aksesoris Aesan Anggon untuk pria. Keris yang digunakan adalah keris ciri khas Palembang Darussalam, yaitu keris lurus/tanpa hue. Dipasang dengan diselipkan di pinggang bagian depan sebelah kiri • • Mahkota Beroyot ' Mahkota Beroyot berasal dari kata Melayu Banyuasin yang berarti "sekeluarga". Artinya, wanita bagi orang Mclayu Banyuasin a dalah asal muasal sebuah keluarga. Bagian-bagian Mahkota Beroyot Ayun-ayun Bulan Bintang Ayun-ayun Bunga Ganyong Simbol bulan bintang sudah lama dikenal dalam sejarah Islam. Banyuain merupakan entitas melayu yang kental dengan budaya keislaman. Maknanya: Bulan melambangkan Islam, Bintang melambangkan Iman dan Taqwa Ganyong atau tanaman tasbih adalah salah satu tanaman yang dibudidayakan di Banyuasin sebagai sumber pangan altematif. Bagi wanita, bunga ganyong atau bunga tasbih sangat banyak manfaatnya, antara lain untuk mengobati keputihan, jerawat, dan haid banyak. • • • 9 - Ayun-ayun Seluang Copang Para Ikan seluang (rasbora Agryotaenia) merupakan salah satu j enis ikan yang banyak terdapat di Banyuasin. Pohon para atau pohon karet merupakan tanaan ekonomi yang banyak dibudidayakan di Banyuasin. Bahkan sebagian besar penduduk Banyuasin mengandalkan kehidupannya pada pohon penghasil getah ini. Copang para atau dahan/ cabang pohon karet yang sudah mati biasanya digunakan oleh kaum wanita sebagai kayu untuk kegiatan masak-memasak di rumah. • • . . - ~ ·•· , ' ·'•,., ·~\.' ,, , . ... , ~ # ·" .. 4\. ~ - • ...• ...: . ... ··.·. •• I• • .. . . •" .. .. . . .. .. ,. . . .... . .. ... '·. . •• I •• .... . . . ... ... '• .., . . . " . .. .. . ·:.ti•-,.: .....·, .- ..........•.,_ .. .. .. Kembang Urai Melati Kuncup Pemanis Alingan Nanas Sedongkok dari Desa Lubuk Karet, Kecamatan Suak Tapeh merupakan produk unggulan dari Kabupaen Banyuasin yang sudah mendapat rekomendasi a.man untuk dikon sumsi, karena sudah berdasarkan basil laboratorium yang terakreditasi. Nanas mengandung banyak min eral, seperti zinc, tembaga, betakaroten, dan folat yang akan membantu wanita memiliki sistem reproduksi yang sehat. Ru tin memakan buah nanas secara langsung atau meminumnya dalam bentuk jus dapat meningkatkan peluang kehamilan. Bunga melati merupakan aksesoris pengantin yang memiliki makna filosofis sebagai sebuab lambang cinta serta kasih sayang. Berisi beberapa "Copang Para". Fungsi pemanis alingan adalah untuk memercantik dan menutupi kekosongan pada hiasan di bagian kepala • . 11 · Pilis (dahi) adalah aksesoris yang diletakkan di dahi mempelai wanita. Pilis Banyuasin dinamai Petitis singkatan dari "pede" dan "petis". Melambangkan bahwa Pilis Petitis wanita Banyuasin yang sudah menikah harus pandai memasak masakan tradisional. Tutup Sanggul Kembang Enau Kembang Seduduk Pohon enau atau pohon aren adalah tanaman yang sudah dibudidayakan sejak masa Sriwijaya. Malena filosofisnya adalah wanita adalah pewaris semangat pelestarian lingkungan hidup. Seduduk atau senduduk atau senggani adalah tanaman semak yang banyak terdapat di Banyuasin. Tanaman ini banyak manfaatnya bagi kaum wanita, antara lain untuk mengobati keputihan (leukorea), darah haid terlampau berlebihan, perdarahan rahim di luar waktu haid, dan memerlancar air susu ibu (ASI) 8 . Warna • • Jaring Emas NAMA Merah Manggis / Maroon (Merah marun merupakan salah satu jenis wama merah tua. Warna ini juga clikenal dengan sebutan "merah manggis", "merah pulasan", "merun", dan "merah hati") Diguna kan untuk menutup leher mempelai wanita MAKNA Dala.m budaya Melayu, waroa marun atau warna buah manggis memiliki makna simbolik yang terkait erat dengan kejujuran dan integritas. Warna marun ini melambangkan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan pada masa kesultanan Melayu, di mana kejujuran adalab salah satu oilai yang sangat ditekankan. Buah manggis, yang dikenal dengan warna kulitnya yang gelap dan keunguan, memiliki kelopak di bagian bawahnya yang jumlahpya selalu sama dengan jumlah daging buab di dalamnya. Hal ini menjadi simbol bahwa apa yang terlihat di luar harus mencerminkan apa yang ada di dalam, mengajarkan babwa seseorang harus jujur dan transparan dalam perkataan dan perbuatan. Selain itu, buah manggis meskipun berkulit gelap atau agak kehitaman, memiliki isi buab yang berwarna putih bersih dan rasanya sangat manis. lni memberikan pelajaran bahwa meskipun seseorang mungkin tampak keras atau sulit di luar, di dalamnya terdapat kebaikan dan kemumian hati. Warna marun, dengan demikian, tidak hanya melambangkan kcjujuran tctapi juga menggambarkan kontras antara enam ilan luar dan • Kuning Emas kualitas batin yang sejati. Dalam konteks in.i, budaya Melayu mengajarkan untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar, tetapi lebih penting lagi adalah keindahan dan kebersihan hati serta kejujuran dalam setiap tindakan. Dalam budaya Melayu, warna emas memiliki makna simbolik yang sangat kuat dan beragam, melambangkan kemakmuran, kekayaan, dan keagungan. Emas sering cligunakan dalam berbagai acara adat dan upacara penting, seperti pernikahan dan penyambutan ta.mu kehormatan.Penggunaan warna emas dalam pakaian, perhiasan, dan dekorasi mencerminkan status sosial yang tinggi dan keberhasilan. Wama ini juga sering cliasosiasikan dengan sinar matahari dan cahaya, yang melambangkan kehangatan, energi, dan kehidupan. Selain itu, warn.a emas memiliki konotasi spiritual dan religius yang mendalam. Dalam konteks keagamaan, emas melambangkan ketuhanan dan kesucian. Banyak artefak keagamaan, seperti perhiasan untuk upacara keagamaan, hiasan pada k.itab suci, dan ornamen masjid, menggunakan wama emas untuk mencerminkan keagungan dan kemuliaan Tuhan. Emas juga melambangkan ketulusan dan kebijaksanaan, nilai-nilai yang sangat dihormati dalam budaya Melayu. Dengan demilcian, wama emas dala.m buda a Mela tidak han a (f Hitam menggambarkan kekayaan dan kemakmuran materi, tetapi juga membawa makna spiritual yang mendalam. Dalam budaya Melayu, wama hitam memiliki makna simbolik yang kompleks dan bervariasi, tergantung pada konteks penggunaannya. Secara umum, hitam sering dikaitkan dengan kekuatan, keagungan, dan keteguhan. Dalam busana tradisional, seperti pada pakaian bangsawan dan upacara adat, wama hitam digunakan untuk mencerminkan kebesaran dan kewibawaan. Pakaian berwarna hitam biasanya dikenakan oleh para pemimpin atau individu yang memegang posisi penting, menunjukkan status dan otoritas mereka. Selain itu, hitam juga dianggap sebagai warna yang melindungi dari energi negatif dan memberikan perlindungan spiritual. Namun, di sisi lain, warna hitam juga dapat melambangkan duka dan kesedihan. Dalam acara-acara berkabung, seperti upacara pemakaman, warna hitam sering digunakan untuk mencerminkan rasa kehilangan dan penghonnatan terhadap yang telah meninggal. Dalam konteks ini, hitam merepresentasikan kedalaman emosi dan rasa honnat yang mendalam. Dengan demikian, warna hitam dalam budaya Melayu mencakup spektrum makna yang luas, mulai dari kekuatan dan keagungan hingga duka dan penghormatan. · 15 • • Hijau Dala.m budaya Melayu, warna hijau memiliki makna simbolik yang sangat mendalam dan sering dika.itkan dengan alarn dan kehidupan . Hijau melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan kesejahteraan. Warna ini sering ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pakaian traclisional hingga dekorasi rumah. Di alam, hijau adalah warn.a daun dan tumbuhan yang menunjukkan kehidupan yang sehat dan subur, sehingga secara simbolis hijau membawa harapan akan kehidupan yang baik dan penuh berkah. Selain itu, warna hijau juga memiliki konotasi religius dalam budaya Melayu, teruta.ma dalam konteks Islam. Hijau sering dika.itkan dengan kesucian, ketenangan, dan spiritualitas. Dalam banyak masjid dan tempat ibadah, hijau digunakan untuk menciptakan suasana yang damai dan suci. Wama iru j uga sering digunakan dalam perayaan keagamaan dan dianggap sebagai wama yang membawa berkah dan keberuntungan. Dengan demikian, warna hijau dalam budaya Melayu tidak hanya merepresentasikan alam dan kehidupan, tetapi juga menggambarkan kedeka tan dengan nilai-nilai spirilual dan religius. Coklat Dalam budaya Melayu, wama coklat memiliki makna sirnbolik yang erat kaitannya dengan tanah dan alam. Wama ini melambangkan kestabilan, kekuatan, dan ketahanan. Coklat dianggap sebagai wama yang membumi, mengingatkan pada tanah dan bumi yang menjadi sumber kehidupan dan kekuatan. Sebagai lambang kestabilan, wama coklat sering digunakan dalam pakaian tradisional dan dekorasi rumah untuk menciptakan suasana yang tenang dan kokoh. Wama ini mencenninkan kedekatan dengan alam dan nilai-nilai kehidupan yang sederhana tetapi kuat. Selain itu, wama coklat juga sering dihubungkan dengan kejujuran dan kepercayaan dalam budaya Melayu. Coklat melambangkan kesederhanaan dan ketulusan hati, nilai-nilai yang sangat dihargai dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari- hari. Dalam konteks ini, penggunaan wama coklat dalam berbagai aspek kehidupan menunjukkan penghargaan terhadap integritas dan kebenaran. Secara keseluruhan, wama coklat dalam budaya Melayu membawa pesan tentang kekuatan, kestabilan, dan kesederhanaan yang penting dalam menjalani kehidupan yang harmonis dan penuh makna. l - 17 · Ungu Dalam bu daya Melayu, wama ungu memiliki malma simbolik yang sering dikaitkan dengan keagungan, kebangsawanan,dan kemewahan. Ungu dianggap sebagai warna yang eksklusif dan mewah, sering digunakan oleh golongan bangsawan dan kerabat diraja dalam pakaian serta upacara-upacara penting. Penggunaanwarna ungu pada busana tradisional Melayu menunjukkan status sosial yang tinggi dan keanggunan, mencerminkan kekayaan dan kemuliaan pemakainya. Selain itu, warna ungu juga memiliki konotasi spiritual dan magis dalam budaya Melayu. Wama ini sering dihubungkan dengan dunia mistik dan kcrohanian, membawa nuansa kebijaksanaan dan kedalaman pikiran. Dalam konteks upacara adat dan ritual, ungu digunakan untuk menciptakan suasana yang sakral dan khidmat. Dengan demikian, warna ungu dalam budaya Melayu tidak hanya melambangkan keagungan dan kemewahan, tetapi juga menyiratkan kedalaman s iritual dan kekuatan ma is. ---, LAMPIRAN TV PERATURAN BUPATJ BANYUASIN NOMOR J,- TAHUN 2025 TENTANG DESAJN PAKAIAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN DESAJN DAN NAMA PAKAJAN TRADISIONAL MELAYU BANYUASIN A. Songket
1.Desain Kain • 2.
2.Desain Selendang:
3.Nama: Songket Kembang Pedede 4 . F'ungsi:
a.Pria: Sebagai kain rumpak;
b.Wanita: Sebagai bawahan dan selendang pada pakaian tradisional upacara adat dan pemikahan
5.Makna: Ma.kn.a filosofi Kain Songket Kembang Pedede adalah bahwa kain tersebut mengandung pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan linglrungan dan sesama makhluk hidup. Melalui motif-motif seperti Kembang Pedede, Nipah, dan Sembilang, filosofi ini mengajak manusia untuk:
a.Menjadi Pelindung Kehidupan: Seperti Kembang Pedede yang melindungi garis pantai, manusia diingatkan untuk menjadi pelindung alam dan keberlanjutan kehidupan. f . 3.
b.Hidup Bermanfaat bagi Lingkungan: Sama seperti nilai ekonomi dan kontribusi konservasi dari pohon Nipah, manusia dihimbau untuk hidup dengan memberikan manfaat positif bagi lingkungan.
c.Menerima Keberagaman dan Potensi Positif: Seperti Sembilang yang memiliki racun namun memberikan manfaat kesehatan, filosofi ini mengajarkan manusia untuk menerima keberagaman dan melihat potensi positif dalam setiap makhluk dan situasi. Dengan demikian, Kain Songket Kembang Pedede bukan hanya sebuah karya seni tekstil, tetapi juga sebuah representasi simbolis yang mengajak untuk merenung tentang tanggung jawab kita terhadap alam, pentingnya memberikan kontribusi positif, dan kemampuan untuk melihat kebaikan dalam keberagaman. B. Tajung
1.Desain:
2.Nama: Tajung Deun Serdang
3.Fungsi: Sebagai kain/sewet rumpak pria pada pakaian tradisional resmi dan tak resmi
4.Makna:
a.Pohon Serdang (Sari.bus Rotundifoliu.s) memiliki sifat yang kokoh , walaupun diterpa badai tetapi batangnya tidak akan condong walaupun daunnya rontok diterbangkan angin, pohon Serdang a1can musnah hanya apabila tercerabut sekaligus dengan akarnya, daunnya yang berdasar bu.lat melambangkan keteduhan dan melindungi segala sesuatu yang berada dibawahnya, Maknanya: Masyarakat Banyuasin tetap kokoh walaupun banyak rintangan yang dihadapi.
b.Jele Iwak (Jala Uran): Kabupaten Banyuasin dikenal karena memiliki banyak sungai. Oleh sebab itu sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan di sungai-sungai tersebut. Salah satu alat untuk menangkap ikan di sungai adalah jaring atau jala. Jala umumnya dibuat dari senar yang dirajut Senar itu dirajut secara berurutan ke bawah dan diikat dengan ikatan tali mati agar jalinan tidak mudah bergeser dan tidak berubah bentuk serta ukuran. Maknanya: Masyarakat Banyuasin adalah masyarakat yang telah menjalin persaudaraan dengan ikatan batin yang kuat dan tidak mudah berubah. Kesimpu.Ian dari filosofi Kain Tajung Deun Serdang adalah bahwa kain tersebut tidak hanya menjadi representasi keindahan alam dan budaya Melayu, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang masyarakat Banyuasin memiliki karakter yang tangguh dan persaudaraan yang erat, seperti yang digambarkan melalui simbolisme pohon Serdang dan jaring ikan. Pohon Serdang yang kokoh meski diterpa badai mencerminkan ketahanan dan kekuatan masyarakat Banyuasin dalam menghadapi berbagai rintangan. Daunnya yang melindungi apa yang ada di bawahnya melambangkan peran masyarakat dalam memberikan perlindungan dan keteduhan bagi sesama. Selain itu, keberadaan banyak sungai di Kabupaten Banyuasin dan penggunaan jaring untuk menangkap ikan menggambarkan betapa pentingnya hubungan erat dan kerja sama dalam komunitas tersebut. Jaring yang dirajut kuat dan diikat dengan ikatan mati melambangkan persaudaraan yang kokoh dan ikatan batin yang tidak mudah goyah. Secara keseluruhan, masyarakat Banyuasin , C. Batik -s - digambarkan sebagai komunitas yang kuat, bersatu, dan saling melindungi dalam menghadapi berbagai tantangan.
1.Desain Kain Batik: ,-- •
2.Desain Selendang Batik:
3.Nama: Batik Nipah
4.Fungsi: Sebagai bawahan dan selendang wanita pada pakaian tradisional resmi dan tak resmi 5 . Makna: Kain Batik "Nipah" tidak hanya menjadi sebuah produk tekstil, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis yang mendalam. Makna filosofis batik "Nipah" adalah sebagai berikut:
a.Nipah: Pohon nipah banyak terdapat di wilayah Banyuasin. Peran dan fungsi nipah terhadap lingkungan hidup, antara lain memberikan nilai ekonomi yang tak ternilai besarnya karena berfungsi sebagai tanaman konservasi yang sangat efektif dalarn penanggulangan degradasi lahan dan reboisasi. Maknanya: hidup untuk bermanfaat bagi lingkungan. l r
b.Jele lwak (Jala lkan): Kabupaten Banyuas in dikenal karena memiliki banyak sungai. Oleh sebab itu sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan di sungai-sungai tersebut. Salah satu alat untuk menangkap ikan di sungai adalah jaring atau jala. Jala umumnya dibuat dari senar yang dirajut Senar itu dirajut secara berurutan ke bawah dan diikat dengan ikatan tali mati agar jalinan tidak mudah bergeser dan tidak berubah bentuk serta ukuran. Maknanya: Masyarakat Banyuasin adalah masyarakat yang telah menjalin persaudaraan dengan ikatan batin yang kuat dan tidak mudah berubah.
c.Pedade atau pedada adalah tanaman yang hidup di habitat payau yang berfungsi melindungi garis pantai dan menjadi habitat bagi berbagai hewan perairan. Maknanya: Manusia harus menjadi pelindung kehidupan; Dengan demilcian, Kain Batik "Nipah" tidak hanya menjadi produk tekstil yang indah secara estetika, tetapi juga sebuah karya seru yang mengandung pesan filosofis tentang menggambarkan nilai-nilai kebermanfaatan bagi lingkungan, persaudaraan yang k:uat, dan peran manusia sebagai pelindung kehidupan. ATI BANYUASIN,~