Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Gunungkidul. Diundangkan dalam berita daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 1 Tahun 2025 Tanggal 20 Januari 2025 Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, ttd SRI SUHARTANTA LAMPIRAN PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 1 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA AKSI DAERAH PENANGGULANGAN TUBERCKULOSIS TAHUN 2025 - 2029 RENCANA AKSI DAERAH PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS TAHUN 2025 - 2029 Untuk mengatasi permasalahan TB dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif, terpadu dan berkesinambungan. WHO pada tahun 2018 menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi pertama yang membahas tentang TB. Dalam pertemuan tersebut seluruh pimpinan negara yang hadir menyepakati dan menegaskan kembali target SDG tahun 2030 adalah menurunkan angka kematian akibat TB hingga 90% dan menurunkan angka insiden TB hingga 80%. Pemerintah telah menetapkan target Eliminasi TBC di tahun 2030 berupa penurunan angka kejadian (incidence rate) menjadi 65 per 100.000 penduduk (kurang dari 505 kasus TBC di Kabupaten Gunungkidul) dan penurunan angka kematian menjadi 6 per 100.000 penduduk (kurang dari 47 kasus kematian di Kabupaten Gunungkidul). Adapun target dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Kabuoaten Gunungkidul, target penemuan kasus TBC sebesar 687 kasus. Di samping itu, ditetapkan pula 4 (empat) target global untuk mencapai target SDG, di mana salah satunya memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang sebelumnya dikenal dengan Pengobatan Pencegahan INH (PP INH). Komitmen global dalam mengakhiri TB dituangkan dalam End TB Strategy kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan WHO. Terdapat 3 (tiga) kesepakatan yang dihasilkan, yakni : 1) peningkatan kerja sama multi sektoral, 2) evaluasi ketercapaian target dan 3) membangun akuntabilitas dalam pencapaian End TB Strategy. Penyebab utama yang mempengaruhi meningkatnya beban TB antara lain:
1.Belum optimalnya pelaksanaan program TB selama ini diakibatkan karena masih kurangnya komitmen pelaksana pelayanan, pengambil kebijakan, dan pendanaan untuk operasional, bahan serta sarana prasarana.
2.Masih kurangnya keterlibatan lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan TB baik kegiatan maupun pendanaan.
3.Masih kurangnya keterlibatan jejaring layanan TB di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta.
4.Besarnya masalah kesehatan lain yang bisa berpengaruh terhadap risiko terjadinya TB secara signifikan seperti HIV, gizi buruk, diabetes melitus, merokok, serta keadaan lain yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
5.Meningkatnya jumlah kasus TB Resisten Obat (TB-RO) yang akan meningkatkan pembiayaan program TB.
6.Faktor sosial seperti besarnya angka pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, kondisi sanitasi, papan, sandang dan pangan yang tidak memadai yang berakibat pada tingginya risiko masyarakat terjangkit TB. B. Tujuan Secara umum, tujuan dari penyusunan RAD Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai acuan dalam pelaksanaan penanggulangan Tuberkulosis maupun sebagai acuan dalam perencanaan anggaran bagi kegiatan-kegiatan intervensi yang dilaksanakan oleh berbagai sektor untuk mengatasi permasalahan Tuberkulosis. Adapun yang menjadi tujuan khususnya adalah :
1.Mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh Tuberkulosis;
2.Mengintegrasikan dan menyelaraskan upaya penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh lintas sektor atau pemangku kepentingan baik dari sektor pemerintah, masyarakat, maupun swasta; dan
3.Menyediakan acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi upaya penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul. Di sisi selatan, wilayah ini berbatasan dengan Samudera Indonesia, sementara di sisi barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Secara astronomis, Kabupaten Gunungkidul berada di antara 7°.46 - 8°.12 Lintang Selatan dan 110°.21 - 110°.50 Bujur Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 1.485,36 km², yang mencakup 46,63% dari total daratan Provinsi DIY. Secara administratif, Kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi 18 kecamatan yang terdiri dari 144 desa. Kondisi geografis Kabupaten Gunungkidul yang didominasi oleh wilayah berbukit mempengaruhi pola pemukiman penduduk yang cenderung terpusat dan berkelompok (agglomerated rural settlement). Sebagian besar pemukiman di Kabupaten Gunungkidul merupakan pemukiman pedesaan, kecuali di kecamatan Wonosari, Semanu, dan Playen. Gambar 2.1 Peta Wilayah Kab. Gunungkidul Kabupaten Gunungkidul dikenal dengan tipologi wilayah berbukit, sering disebut sebagai Pegunungan Seribu. Berdasarkan tipologi wilayahnya, Kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi tiga zona dengan arah pengembangan yang berbeda-beda:
1.Zona Utara, dikenal sebagai zona Batur Agung, ketinggian antara 200 hingga 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
2.Zona Tengah, disebut zona Ledoksari, ketinggian antara 150 hingga 200 meter mdpl.
3.Zona Selatan, dikenal sebagai zona Karst Gunung Sewu, ketinggian antara 100 hingga 300 meter mdpl. Daerah ini didominasi perbukitan kapur dengan telaga dari genangan air hujan, tidak memiliki sungai permukaan, tetapi banyak sungai bawah tanah. Tabel 2.1 Luas Daerah dan Jarak dari Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten Gunungkidul Tahun 2023 No Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas Wilayah (km2) Jarak ke Ibukota Kabupaten (km) 1 Panggang Giriharjo 99,80 25 2 Purwosari Giritirto 71,76 37,9 3 Paliyan Karangduwet 58,07 17,2 4 Saptosari Kepek 87,83 18 5 Tepus Sidoharjo 104,91 17 6 Tanjungsari Kemiri 71,63 13 7 Rongkop Semugih 83,46 24 8 Girisubo Jerukwudel 94,57 35 9 Semanu Semanu 108,39 7 10 Ponjong Ponjong 104,49 15,1 11 Karangmojo Gedangrejo 80,12 12 12 Wonosari Wonosari 75,51 0,2 13 Playen Ngawu 105,26 8 14 Patuk Patuk 72,04 22 15 Gedangsari Hargomulyo 68,14 22 16 Nglipar Nglipar 73,87 8,7 17 Ngawen Kampung 46,59 25,8 18 Semin Semin 78,92 23 Sumber: BPS Kabupaten Gunungkidul, 2023 B. Demografi Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul tahun 2023, jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2022 mencapai 770.883 jiwa, yang terdiri dari 380.635 laki-laki dan 390.248 perempuan. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gunungkidul adalah sebesar 1,68%. Kecamatan Karangmojo mencatatkan laju pertumbuhan penduduk tertinggi sebesar 1,94%, sementara Kecamatan Rongkop memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah sebesar 1,24%. Rata-rata kepadatan penduduk di Kabupaten Gunungkidul adalah 519 jiwa per km², dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Wonosari sebesar 1.195,82 jiwa per km², dan kepadatan terendah di Kecamatan Girisubo sebesar 267,05 jiwa per km². Kecamatan Wonosari memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 90.296 jiwa, sedangkan Kecamatan Purwosari memiliki jumlah penduduk terendah yaitu 21.249 jiwa. Pada tahun 2022, jumlah kelahiran yang tercatat di Kabupaten Gunungkidul adalah 8.969 kelahiran, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.209 kelahiran. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2022 tercatat sebesar 11,63 per 1.000 penduduk. C. Sumber Daya Kesehatan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul tahun 2024 sebanyak 1977. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan lima tahun sebelumnya, mencerminkan upaya peningkatan kapasitas dan ketersediaan sumber daya kesehatan di daerah tersebut. Jenis tenaga kesehatan yang terdaftar meliputi Dokter, Bidan, Perawat, Nutrisionis, Sanitarian, Kesehatan Masyarakat, Analis Kesehatan, dan Teknisi Kesehatan. Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020 – 2024 No Jenis Tenaga Kesehatan Jumlah 2020 2021 2022 2023 2024 1 Dokter 180 257 267 200 217 2 Bidan 417 494 402 465 476 3 Perawat 842 940 975 987 1008 4 Nutrisionis 57 61 71 70 66 5 Sanitarian 32 39 36 40 41 6 Kesehatan Masyarakat 31 42 54 66 69 7 Analisi Tenaga Laboratorium 100 Sumber: profil kesehatan kabupaten Gunungkidul 2024 Tenaga kesehatan yang dimaksud dalam konteks ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di instansi kesehatan pemerintah dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan. Di Kabupaten Gunungkidul, tenaga kesehatan tersebut tersebar di beberapa instansi, yaitu Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Rumah Sakit Umum Daerah Saptosari, UPT Puskesmas, dan UPT Laboratorium Kesehatan. Tabel 2.3 Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020 – 2024 No Jenis Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah 2020 2021 2022 2023 2024 1 Rumah Sakit 7 7 8 9 9 2 Puskesmas 30 30 30 30 30 3 Posyandu 1374 1374 1469 1466 1466 4 Klinik/Dokter Praktik Mandiri 28 32 30 38 76 Sumber: profil kesehatan kabupaten Gunungkidul 2024 D. Situasi Program Pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul Layanan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gunungkidul mencakup berbagai fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC. Terdapat 30 Puskesmas dan 9 rumah sakit yang menawarkan layanan ini, termasuk pemeriksaan smear mikroskopik, pengobatan standar, dan pelaporan kasus. Kabupaten Gunungkidul memiliki 30 Puskesmas dan 9 rumah sakit dari berbagai tipe yang menyediakan layanan Tuberkulosis (TBC), meliputi pemeriksaan smear mikroskopik, pengobatan standar, dan pelaporan kasus. Di antara fasilitas tersebut, 2 rumah sakit dan 6 Puskesmas dilengkapi dengan layanan tes cepat molekuler (TCM). Fasilitas-fasilitas ini termasuk RSUD Wonosari (2 unit TCM), RSUD Saptosari, Puskesmas Ponjong I, Puskesmas Wonosari I, Puskesmas Playen I, Puskesmas Nglipar II, Puskesmas Semanu II, dan Puskesmas Karangmojo I. Unit TCM di RSUD dan Puskesmas ini melayani pasien rujukan internal dan rujukan sesuai pembagian zona. Pemeriksaan biakan dirujuk ke Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sedangkan kasus resistensi mono obat dirujuk ke Laboratorium RSUP Karyadi Semarang. Pasien dengan resistensi obat TBC mendapatkan pengobatan di RSUD Wonosari dan RSUP Sardjito. Layanan tes, pendampingan, dan pengobatan HIV tersedia di seluruh 30 Puskesmas dan 8 rumah sakit di kabupaten ini. Secara kumulatif tahunan, Jumlah kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan di Kabupaten Gunungkidul dapat dilihat pada tabel 2.4. Tabel 2.4 Capaian Indikator Program TBC di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024 No Indikator 2020 2021 2022 2023 2024* 1 Jumlah terduga TBC yang ditemukan dan diperiksa 1960 1182 2726 4546 5136 2 Jumlah kasus TBC SO yang ditemukan dan diobati 307 246 356 524 237 3 Jumlah kasus TBC RO yang ditemukan dan diobati 2 2 2 1 7 5 8 2 8 4 Jumlah TBC Anak 17 12 57 120 163 5 Angka keberhasilan pengobatan 88,9% 90,2% 90,8% 88,5% 39,1% 6 Cakupan pemberian TPT 1 2 1 84 21 7 Jumlah TB-HIV 9 11 10 14 2 8 Jumlah TB-DM 19 25 31 50 39 Sumber: SITB per 31 Desember 2024 Sejak tahun 2020, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari telah menyediakan layanan Programmatic Management Drugresisten Tuberkulosis (PMDT) untuk Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) sebagai RS layanan TBC Resisten Obat. Selama periode tersebut, terdapat 27 pasien TB RO yang terdiagnosis mengalami resistensi terhadap obat lini pertama. Dari total 27 pasien tersebut, 14 pasien telah berhasil sembuh, 1 pasien meninggal dunia, 2 pasien lost to follow up (LTFU), dan 10 pasien masih dalam proses pengobatan. Pada akhir tahun 2022, dilakukan analisis situasi TBC di Kabupaten Gunungkidul untuk menilai akses pasien TBC terhadap berbagai layanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, capaian penemuan suspek TBC selama 3 tahun terakhir mencapai 48,05%. Persentase kasus TBC yang ternotifikasi dan diobati rata- rata adalah 33,70%, sementara target pengobatan adalah 90%. Tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 90,49%, yang hampir sesuai dengan target 90%. Data ini memberikan wawasan penting mengenai efektivitas layanan TBC dan pencapaian target pengobatan di daerah tersebut. E. Tantangan dalam Pencapaian Target Pengendalian Tuberkulosis Secara umum, pencapaian target pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul masih tergolong rendah dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun demikian, terdapat berbagai kesenjangan yang perlu diatasi agar pengendalian TBC dapat lebih efektif. Peningkatan diperlukan dalam pencapaian target pengendalian tuberkulosis pada semua aspek strategis berikut:
1.Diagnosis dan Penatalaksanaan Kasus TBC Pencarian terduga TBC merupakan langkah awal penting dalam diagnosis. Edukasi publik mengenai gejala TBC, seperti batuk yang berkepanjangan, sangat diperlukan. Pencarian terduga TBC perlu dilakukan secara aktif karena saat ini hanya 23,66% kasus yang dievaluasi melalui kontak dekat seperti keluarga, rekan kerja, atau sekolah. Selain itu, hanya 90% dari orang dengan HIV (ODHIV) yang dievaluasi untuk TBC. Strategi pencarian aktif di kalangan kontak pasien TBC dan ODHIV, serta kelompok berisiko seperti pasien diabetes, perokok, dan lanjut usia, terbukti efektif dan direkomendasikan oleh WHO. Sebagian besar layanan diagnosis masih berada di fasilitas publik, padahal banyak terduga TBC mengakses layanan swasta. Diperkirakan hampir setengah dari terduga TBC tidak menerima diagnosis di tempat pertama kali mereka mengakses layanan. Layanan diagnosis saat ini sebagian besar bergantung pada pemeriksaan mikroskopik bakteri tahan asam (BTA). Dengan adanya layanan tes cepat molekuler (TCM) dan integrasi tes ini dalam algoritma diagnosis TBC, akses ke layanan diagnosis dapat diperluas. Kualitas penanganan kasus TBC di fasilitas kesehatan harus diawasi dan dievaluasi secara berkala. Meskipun pelayanan TBC merupakan salah satu aspek dalam akreditasi rumah sakit, bobot penilaian untuk TBC masih kecil dan sulit ditingkatkan. Oleh karena itu, pengendalian mutu layanan TBC harus dilakukan melalui berbagai cara, termasuk supervisi oleh otoritas rumah sakit. Fokus pada pengendalian infeksi di rumah sakit juga penting untuk memastikan bahwa pasien TBC ditemukan dan diobati secara aktif.
2.Notifikasi Kasus TBC Kasus-kasus TBC yang ditangani oleh klinik dan dokter praktik mandiri (DPM) belum dilaporkan dalam sistem. Untuk meningkatkan notifikasi kasus TBC di fasilitas tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan penguatan sistem pelaporan. Ini termasuk pelatihan tenaga kesehatan, pengembangan mekanisme pelaporan yang lebih efisien, serta peningkatan koordinasi antara berbagai penyedia layanan kesehatan. Upaya ini bertujuan untuk memperluas cakupan pelaporan dan mendukung pengendalian tuberkulosis secara lebih efektif.
3.Penurunan Beban TBC pada Kelompok Berisiko Kelompok berisiko tinggi, seperti kontak serumah, kontak erat pasien TBC, dan orang dengan HIV (ODHIV), harus mendapatkan evaluasi rutin untuk deteksi dini TBC, mengingat mereka memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat umum. Namun, saat ini, evaluasi untuk TBC pada penderita diabetes mellitus (DM) belum dilaksanakan secara menyeluruh. Selain itu, penting untuk membangun jejaring yang efektif antara layanan TBC dan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) guna mendeteksi TBC pada anak-anak. Jejaring ini juga harus mencakup unit penyakit tidak menular untuk mendeteksi TBC pada pasien diabetes dan perokok. Peningkatan jumlah kasus diabetes mellitus yang dilaporkan setiap tahun menunjukkan perlunya perhatian khusus dalam mengintegrasikan layanan TBC dengan manajemen penyakit tidak menular. Penguatan koordinasi antara berbagai layanan kesehatan akan membantu dalam deteksi dan penanganan TBC pada kelompok berisiko ini secara lebih efektif.
4.Sumber Daya Manusia dan Logistik Seluruh penanggung jawab program Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gunungkidul telah mengikuti pelatihan yang diadakan di Balai Pelatihan Kesehatan DIY selama empat hari. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam penatalaksanaan pasien TBC. Meskipun pelatihan ini telah dilaksanakan, terdapat tantangan dalam penyediaan pelatihan yang lebih mendalam dan menyeluruh. Hal ini menyebabkan masih adanya ketergantungan pada rujukan pasien TBC dari penyedia layanan swasta tingkat pertama ke fasilitas kesehatan lain. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan inovasi dalam pelatihan mengenai TBC sensitif dan resisten obat, khususnya untuk dokter, perawat, dan pendamping pasien, guna memastikan bahwa ketersediaan sumber daya manusia sejalan dengan kebutuhan yang ada. Obat dan bahan diagnosis TBC disediakan oleh Program Penanggulangan TBC melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dengan penyediaan obat dilakukan berdasarkan permintaan dari dinas kesehatan. Penyedia layanan swasta yang merupakan anggota JKN seharusnya dapat mengakses diagnosis dan obat TBC dengan syarat kesiapan untuk melakukan penatalaksanaan. Untuk mempermudah akses ini, persyaratan perlu disederhanakan tanpa mengurangi kualitas layanan. Secara ringkas, tantangan utama dalam pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul meliputi:
1.Perlunya pengawasan sistematik dan komprehensif dalam penerapan standar diagnosis dan penatalaksanaan untuk semua kasus TBC, baik yang sensitif maupun resisten obat.
2.Pengoptimalan sistem pelaporan untuk semua kasus TBC yang ditemukan dan ditatalaksana di semua layanan kesehatan.
3.Penguatan jejaring antar layanan kesehatan untuk menurunkan beban TBC pada kelompok kunci, seperti kontak kasus TBC, ODHIV, anak- anak, pasien diabetes melitus, perokok, dan usia lanjut.
4.Penguatan sumber daya manusia yang kompeten dan ketersediaan logistik yang sesuai dengan kebutuhan.
5.Upaya lintas sektor yang belum optimal dalam mendukung pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul, serta perlunya peningkatan partisipasi dari semua pemangku kepentingan, termasuk komunitas masyarakat sipil, perusahaan, institusi keagamaan, institusi pendidikan, dan pihak terkait lainnya dalam upaya pengendalian TBC. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terhadap pengendalian TBC, maka disusun sebuah Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan dan Pengendalian TBC. RAD ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan penanggulangan dan pengendalian TBC baik oleh sektor pemerintahan maupun masyarakat. Selain itu, RAD ini bisa digunakan sebagai acuan dalam perencanaan anggaran bagi kegiatan-kegiatan intervensi efektif yang dilaksanakan oleh berbagai sektor untuk mengatasi permasalahan TBC di Kabupaten Gunungkidul. A. Tujuan 1) Mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh TBC melalui upaya yang lebih sistematis dan terkoordinasi dalam penyelenggaraan pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul. 2) Mengintegrasikan dan menyelaraskan penanggulangan dan pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh lintas sektor atau pemangku kepentingan baik pemerintah, masyarakat maupun swasta melalui pembagian peran dan tanggung jawab yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. 3) Menyediakan acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul. B. Target Untuk mewujudkan tujuan pengendalian TBC seperti tersebut di atas, maka target yang ditentukan dalam RAD ini mengacu pada target pemerintah Indonesia dalam mewujudkan eliminasi TBC pada tahun 2030 dan bebas TBC tahun 2050. Indikator utama dalam eliminasi TBC adalah tercapainya angka kejadian kasus TBC 1 per 1 juta penduduk. Eliminasi ini direncanakan akan dicapai dengan tahapan 5-tahunan yaitu sebagai berikut: 1) Tahun 2026 tercapai penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 30% dan angka kematian sebesar 40% dibandingkan tahun 2014. 2) Tahun 2028 tercapai penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 50% dan angka kematian sebesar 70% dibandingkan tahun 2014. 3) Tahun 2030 tercapai penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 80% dan angka kematian sebesar 90% dibandingkan tahun 2014. 4) Tahun 2035 tercapai penurunan angka kesakitan karena TBC sebesar 90% dan angka kematian sebesar 95% dibandingkan tahun 2014. Dengan mengacu pada target nasional seperti tersebut di atas dan berdasarkan hasil perhitungan estimasi nasional tentang beban TBC di Indonesia, maka RAD Penanggulangan TBC Kabupaten Gunungkidul menetapkan target-targetnya adalah sebagai berikut: a) Target Dampak (impact) Untuk mencapai target eliminasi per lima tahun, indikator dampak (impact indicators) yang digunakan untuk mengukur pencapaian target penurunan insidensi TBC di Kabupaten Gunungkidul sebagai berikut: Tabel 3.1 Estimasi Insiden Berdasar Target Tiap Tahun Tahun 2025 2026 2027 2028 2029 Perkiraan insiden TBC 1427 1215 1039 913 817 Target Penemuan TBC (90%) 1284 1093 935 822 735 Target Terduga 6935 5905 5049 4437 3970 b) Target Hasil (Outcome) Secara khusus indikator hasil (outcome indicators) telah ditetapkan sebagai dasar untuk melakukan pengukuran pencapaian perubahan target penurunan insiden per tahun. Indikator hasil yang diharapkan bisa tercapai per tahun dapat di lihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.2 Target Indikator Hasil Tiap Tahun No Indikator Hasil Target 2025 2026 2027 2028 2029 1 Cakupan penemuan dan pengobatan TBC 90% 90% 90% 90% 90% 2 Persentase Angka Keberhasilan Pengobatan TBC 90% 90% 90% 90% 90% 3 Cakupan penemuan dan pengobatan TBC RO 85% 85% 85% 85% 85% 4 Persentase pasien TBC RO yang memulai pengobatan 95% 95% 95% 95% 95% 5 Persentase angka keberhasilan pengobatan TBC RO 80% 80% 80% 80% 80% 6 Cakupan penemuan kasus TBC pada anak 90% 90% 90% 90% 90% 7 Cakupan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis ( TPT) 75% 85% 85% 85% 85% 8 Persentase pasien TBC mengetahui status HIV 80% 85% 90% 95% 95%
1.Penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul
2.Peningkatan akses layanan TBC yang bermutu
3.Pengendalian faktor risiko
4.Peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multi sektor lainnya dalam eliminasi TBC
5.Penguatan manajemen program melalui penguatan sistem kesehatan Secara rinci masing-masing strategi ini dijabarkan ke dalam berbagai kegiatan dan aktivitas utama yang dilaksanakan oleh berbagai pemangku kepentingan yang bekerja dalam penanggulangan TBC di Kabupaten Gunungkidul. Berikut ini akan disajikan rincian kegiatan utama dalam pengendalian TBC di Kabupaten Gunungkidul beserta dengan pemangku kepentingan yang diharapkan berperan dalam masing-masing kegiatan utama dan periode pelaksanaan kegiatan yang bersangkutan. Strategi-1 : Penguatan Komitmen dan Kepemimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul Strategi ini berfokus pada upaya memperkuat peran aktif pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan serta mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan terkait. Aktivitas pertama dalam strategi ini adalah penyusunan regulasi tentang penanggulangan TBC, yang akan memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan program eliminasi TBC di tingkat daerah. Penyusunan regulasi ini melibatkan DPRD Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan, dan Bagian Hukum Pemerintah Daerah. Selanjutnya, dibentuk Tim Percepatan Eliminasi TBC yang terdiri dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bappeda, yang bertugas mengoordinasikan upaya eliminasi TBC secara menyeluruh. Koordinasi peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dilakukan untuk memastikan integrasi kebijakan program penanggulangan TBC secara komprehensif, dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Selain itu, pedoman penyusunan RAPBKal dibuat dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMKP2KP) untuk mengarahkan kelurahan dalam mengalokasikan anggaran yang mendukung program penanggulangan TBC. Kegiatan lainnya mencakup koordinasi lintas sektor terkait kesehatan, yang melibatkan dinas-dinas yang bertanggung jawab atas kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi untuk bersama-sama menangani faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran TBC. Terakhir, analisis situasi TBC dilakukan untuk memahami kondisi terkini di Kabupaten Gunungkidul, yang kemudian akan digunakan untuk merumuskan tujuan dan target program penanggulangan TBC. Strategi-2 : Peningkatan Akses Layanan TBC yang Bermutu Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan TBC yang berkualitas di Kabupaten Gunungkidul melalui berbagai aktivitas yang terencana. Salah satu langkah awal adalah penambahan layanan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) di fasilitas kesehatan yang belum memiliki layanan ini. Selain itu, fasilitas kesehatan diharapkan aktif dalam menemukan dan merujuk kasus terduga TBC. Integrasi layanan Antenatal Care (ANC) terpadu untuk ibu hamil juga menjadi prioritas, dengan Dinas Kesehatan, bidan, dan dokter kandungan berperan dalam memastikan pemeriksaan TBC rutin. Program Manajemen Terpadu pada Balita Sakit (MTBS) akan digunakan untuk menjaring kasus TBC pada balita. Koordinasi dengan Seksi Kesga dan Rumah Pemulihan Gizi (RPG) akan memastikan penanganan TBC juga mempertimbangkan status gizi pasien. Skrining gejala TBC pada orang dengan HIV (ODHIV) dan tes HIV untuk pasien TBC melalui Konseling dan Tes Sukarela (KTS) atau Tes HIV atas Inisiasi Petugas dan Konseling (TIPK) akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang menangani ODHIV dan pasien TBC. Selain itu, skrining gejala TBC pada pasien diabetes dan sebaliknya akan dilakukan untuk menangani kedua kondisi secara bersamaan. Penemuan kasus TBC di sekolah akan melibatkan guru, kepala sekolah, dan puskesmas, dengan penyusunan SOP penanganan kasus TBC di sekolah yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Penemuan kasus TBC di pondok pesantren dan panti asuhan juga menjadi fokus, melibatkan fasilitas kesehatan dan pengurus pesantren atau panti asuhan. Penemuan kasus TBC di LAPAS/RUTAN dan kelompok khusus seperti jamaah haji akan melibatkan petugas kesehatan di institusi terkait. Terakhir, penemuan terduga TBC pada masyarakat secara umum akan dilakukan melalui puskesmas, klinik, dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya, dengan penyusunan perjanjian kerjasama dan alur pemeriksaan TCM untuk memastikan efektivitas dan koordinasi pemeriksaan kasus TBC, melibatkan Dinas Kesehatan dan laboratorium kesehatan. Strategi-3 : Pengendalian Faktor Resiko Strategi ini bertujuan untuk mengatasi berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran TBC di Kabupaten Gunungkidul melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor dan kegiatan. Aktivitas pertama adalah pelaksanaan Programme Management Office (PMO) Program Sekolah Penggerak dan sosialisasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria), yang melibatkan Dinas Pendidikan dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan siswa dan tenaga pendidik. Selain itu, Gerakan Sekolah Ramah Anak akan menyosialisasikan informasi tentang penyakit AIDS, TBC, dan malaria di sekolah-sekolah. Kegiatan sosialisasi dan advokasi kebijakan bidang pendidikan juga akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit AIDS, TBC, malaria, dan stunting. Rapat koordinasi Pendidikan Non-Formal (PNF) akan mencakup topik serupa untuk melibatkan komunitas dan lembaga pendidikan dalam penanganan faktor risiko. Sosialisasi ATM bagi tenaga kebersihan di berbagai sektor, termasuk tempat kerja dan fasilitas umum, bertujuan untuk memperkuat pengetahuan mereka mengenai pencegahan dan penanganan TBC. Sosialisasi ketenagakerjaan, penguatan kapasitas keluarga HIV/AIDS, dan rapat pembinaan pegawai Dinas Pariwisata juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan tenaga kerja dan masyarakat umum. Pembinaan desa wisata akan mencakup pelatihan mengenai pengelolaan wisata serta sosialisasi tentang TBC dan penyakit lainnya. Selain itu, sosialisasi tentang TBC dan penjaringan suspect TBC di pondok pesantren, tempat kerja, dan LAPAS/RUTAN bertujuan untuk meningkatkan deteksi dan penanganan kasus di lingkungan-lingkungan tersebut. Promosi kesehatan tentang penanggulangan TBC akan dilakukan secara luas, termasuk sosialisasi strategi TEMPO TBC (Temukan, Pisahkan, dan Obati TBC) di semua fasilitas kesehatan untuk memperkuat upaya deteksi dan pengobatan. Renovasi ruang layanan TBC yang belum memenuhi syarat PPI (Pengendalian Pencegahan Infeksi) serta pengajuan pembuatan ruang layanan TBC Resisten Obat (TBC RO) di puskesmas yang belum memiliki fasilitas tersebut akan meningkatkan kapasitas layanan. Perbaikan rumah tidak layak huni dan sosialisasi pemberian pengobatan pencegahan dengan TPT (Tahun Penurunan Tuberkulosis) pada balita dan ODHIV di fasilitas kesehatan juga akan dilakukan. Peningkatan cakupan imunisasi BCG akan menjadi fokus, dengan monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatan serta kunjungan bayi oleh kader pendamping ibu hamil untuk memastikan vaksinasi yang tepat. Upaya tambahan termasuk peningkatan peran pembina daerah binaan dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di puskesmas akan mendukung pencapaian cakupan imunisasi BCG yang lebih tinggi. Strategi-4 : Peningkatan Peran Serta Komunitas, Mitra, dan Multisektor Lain Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gunungkidul melalui pendekatan yang melibatkan komunitas, mitra, dan sektor terkait. Aktivitas pertama adalah pendampingan Pendamping Minum Obat (PMO), di mana tenaga kesehatan dan relawan akan memberikan dukungan kepada pasien TBC selama masa pengobatan untuk memastikan kepatuhan dan efektivitas terapi. Selain itu, investigasi kontak rumah tangga untuk semua kasus indeks akan dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan memeriksa anggota keluarga serta kontak dekat dari pasien TBC, dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Pemberian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada pasien TBC selama periode pengobatan bertujuan untuk mendukung status gizi mereka, yang penting untuk proses pemulihan dan keberhasilan pengobatan. Pencegahan TBC di lingkungan kerja akan dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada tenaga kerja dan manajemen untuk mengurangi risiko penularan di tempat kerja. Pemberdayaan ekonomi untuk pasien dan keluarga pasien TBC akan dilaksanakan dengan menyediakan dukungan dalam bentuk pelatihan keterampilan, bantuan usaha kecil, serta bantuan finansial untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Bantuan permukiman dan sanitasi dasar bagi penderita TBC akan diberikan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal dan memastikan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai. Pelatihan kader TBC akan dilakukan untuk membekali anggota komunitas dengan pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini, penanganan, dan promosi kesehatan terkait TBC. Kader ini akan berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan serta berperan dalam upaya penyuluhan dan pencegahan di tingkat komunitas. Strategi-5: Penguatan manajemen program melalui penguatan Sistem Kesehatan Strategi ini bertujuan untuk memperkuat manajemen program TBC di Kabupaten Gunungkidul dengan meningkatkan kapabilitas sistem kesehatan dan memperbaiki pengelolaan serta pengawasan program TBC. Salah satu langkah penting dalam strategi ini adalah penguatan Sistem Informasi Terpadu Tuberkulosis (SITBC) bagi petugas TBC di fasilitas kesehatan. Langkah ini meliputi pembaruan dan peningkatan sistem informasi yang memungkinkan pengumpulan, pemrosesan, dan analisis data TBC secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, validasi data Tuberkulosis akan dilakukan untuk memastikan akurasi dan integritas data yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Proses validasi ini penting untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam data serta meningkatkan keandalan informasi yang tersedia. Pelatihan bagi petugas fasilitas kesehatan akan mencakup pelatihan laboratorium mikroskopis TBC serta pelatihan mengenai TBC DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam diagnosis dan pengobatan TBC. Pelaksanaan workshop TBC juga akan mencakup berbagai topik spesifik, seperti TBC Sensitif, TBC Resisten Obat (TBC RO), TBC pada anak, TBC pada pasien HIV, TBC pada penderita Diabetes Melitus (DM), dan Pengendalian Pencegahan Infeksi (PPI) TBC. Workshop ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan peserta serta mendiskusikan tantangan dan solusi terkait berbagai aspek TBC. Penguatan pengelolaan logistik TBC, termasuk pembelian logistik non-Obat Anti-Tuberkulosis (OAT), juga akan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan-bahan pendukung yang diperlukan dalam penanganan TBC. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan dilakukan dengan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas serta melakukan penyesuaian yang diperlukan Proses monitoring dan evaluasi ini penting untuk memberikan informasi yang berguna bagi penyempurnaan strategi dan rencana aksi, serta untuk menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat. Untuk mengukur hasil dari RAD Penanggulangan Tuberkulosis 2025-2029, proses monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan berbagai indikator berdasarkan kerangka kerja sistem yang mencakup komponen masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini memiliki tujuan utama sebagai berikut:
1.Memantau kemajuan implementasi semua komponen rencana kegiatan RAD di tingkat lapangan, layanan, dan administratif untuk memastikan setiap aspek dari rencana berjalan sesuai dengan jadwal.
2.Mengidentifikasi celah dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan RAD di setiap tingkat pelaksanaan, guna menemukan dan memperbaiki masalah yang mungkin menghambat efektivitas program.
3.Mengukur efektivitas RAD sebagai pedoman dalam penyelenggaraan penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Gunungkidul, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk merencanakan, memprioritaskan, mengalokasikan, dan mengelola sumber daya secara lebih efektif untuk program-program di masa depan. Secara umum, terdapat tiga jenis indikator yang dikembangkan untuk monitoring dan evaluasi implementasi RAD, yaitu:
1.Indikator Programatik: Mengukur aspek-aspek dari RAD sepanjang proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Ini mencakup indikator input (sumber daya), proses (pelaksanaan kegiatan), dan output (hasil kegiatan).
2.Indikator Hasil (Outcome): Menilai perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan program, termasuk perubahan perilaku pasien yang berhubungan langsung dengan penularan TBC.
3.Indikator Dampak: Mengukur dampak akhir program, seperti tingkat insidensi dan mortalitas akibat TBC, yang menunjukkan efektivitas program dalam mengurangi dampak penyakit. Dalam kerangka logis monitoring dan evaluasi, indikator programatik tercermin dalam indikator penyediaan sumber daya (input), indikator pelaksanaan kegiatan (proses) dan indikator keluaran dari kegiatan (output). Sementara indikator 2 tercermin dalam indikator hasil (outcome). Sumber data untuk indikator programatik adalah berasal dari data programatik dan pengembangan program dan indikator determinan, perilaku dan dampak akan diukur dari survei yang menargetkan pada populasi. Gambaran kerangka kerja yang digunakan dalam pedoman monitoring dan evaluasi ini tampak pada diagram di bawah ini. Pengembangan indikator dalam kerangka RAD mencakup pengukuran berbagai aspek penting yang harus dipantau secara sistematis. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, indikator- indikator ini dirancang untuk mengevaluasi berbagai dimensi dari pelaksanaan RAD, termasuk dampak, hasil, dan proses. Rincian pengembangan indikator tersebut adalah sebagai berikut.
a.Indikator Dampak Mengukur dampak pada tingkat populasi terkait dengan penularan TBC, meliputi: 1) Insidensi TBC 2) Tingkat Mortalitas diakibatkan oleh TBC
b.Indikator Hasil Mengukur perubahan yang dihasilkan oleh program, termasuk perilaku yang mempengaruhi penularan TBC, dengan indikator sebagai berikut: 1) Cakupan penemuan dan pengobatan TBC; 2) Persentase angka keberhasilan pengobatan TBC; 3) Cakupan penemuan dan pengobatan TBC RO; 4) Persentase pasien TBC RO yang memulai pengobatan; 5) Persentase angka keberhasilan pengobatan TBC RO; 6) Cakupan penemuan TBC pada anak; 7) Cakupan pemberian terapi pencegahan (TPT); 8) Persentase pasien TBC mengetahui status HIV. Untuk menghitung target untuk setiap indikator telah ditentukan cara penghitungannya seperti terinci pada tabel di bawah ini: 1) Cakupan penemuan dan pengobatan TBC Tabel 5.1 Definisi operasional cakupan penemuan dan pengobatan TBC 2) Persentase angka keberhasilan pengobatan TBC Tabel 5.2 Definisi Operasional persentase angka keberhasilan pengobatan TBC Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Persentase semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TBC yang diobati Jumlah semua kasus TBC yang sembuh dan pengobatan lengkap Jumlah semua kasus TBC yang diobati 100% TBC.08 (laporan hasil pengobatan) Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus baru TBC yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden) Jumlah semua kasus baru TBC yang dilaporkan dan diobati Perkiraan jumlah semua kasus TBC (insiden) 100% TBC.07 (laporan penemuan dan pengobatan) 3) Cakupan penemuan dan pengobatan TBC resisten obat Tabel 5.3 Definisi operasional cakupan penemuan dan pengobatan TBC RO 4) Persentase pasien TBC resisten obat yang memulai pengobatan. Tabel 5.4 Definisi operasional persentase pasien TBC resisten obat yang memulai pengobatan. Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Persentase semua kasus TBC RR/MDR yang ditemukan memulai pengobatan di antara semua kasus TBC RR/MDR yang ditemukan Jumlah semua kasus TBC RR/MDR yang ditemukan memulai pengobatan Jumlah semua kasus TBC RR/MDR yang ditemukan 100% TBC.08 MDR (laporan hasil pengobatan pasien TBC resistan obat) 5) Persentase angka keberhasilan pengobatan pasien TBC resisten obat Tabel 5.5 Definisi operasional angka keberhasilan pengobatan pasien TBC resisten obat Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus baru TBC RR/MDR yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus TBC RR/MDR (insiden) Jumlah semua kasus baru TBC RR/MDR yang dilaporkan dan diobati Perkiraan jumlah semua kasus TBC RR/MDR (insiden) 100% TBC.07 (laporan penemuan dan pengobatan) Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus TBC RR/MDR yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TBC RR/MDR yang diobati Jumlah semua kasus TBC RR/MDR yang sembuh dan pengobatan lengkap Jumlah semua kasus TBC RR/MDR yang diobati 100% TBC.08 MDR (laporan hasil pengobatan pasien TBC resistan obat) 6) Cakupan penemuan kasus TBC anak Tabel 5.6 Definisi operasional cakupan penemuan kasus TBC anak 7) Cakupan Pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) Tabel 5.6 Definisi operasional cakupan pemberian TPT Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah semua kasus baru TBC anak yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus TBC anak (insiden) Jumlah semua kasus baru TBC anak yang dilaporkan dan diobati Perkiraan jumlah semua kasus TBC anak (insiden) 100% TBC.07 (laporan penemuan dan pengobatan) Definisi Operasional Numerato r Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah individu yang telah diberikan TPT sesuai dengan pedoman program diantara jumlah total individu yang Jumlah individu yang telah diberikan TPT sesuai dengan Jumlah total individu yang memenuhi kriteria untuk menerima TPT berdasarkan pedoman klinis dan 100% TBC. 16 8) Persentase pasien TBC yang mengetahui status HIV Tabel 5.7 Definisi operasional persentase pasien TBC yang mengetahui status HIV Definisi Operasional Numerator Denominator Konstanta Data Dukung Jumlah pasien TBC dengan HIV positif, baik yang hasil tes diketahui sebelum atau saat diagnosa TBC di antara seluruh pasien TBC Jumlah pasien TBC dengan HIV positif, baik yang hasil tes diketahui sebelum atau saat diagnosa TBC Jumlah semua kasus TBC yang diobati 100% TBC 03 dan TBC 07 memenuhi kriteria untuk menerima TPT berdasarkan pedoman klinis dan program pedoman program program
c.Indikator Programatik Indikator programatik digunakan pada tingkat unit layanan atau kerja untuk menilai perkembangan pelaksanaan kegiatan Rencana Aksi Daerah (RAD). Indikator programatik mencakup aspek-aspek seperti penyediaan sumber daya dan tata kelola, proses kegiatan, serta hasil keluaran. Mengingat bahwa penyelenggaraan RAD melibatkan berbagai sektor, pengembangan indikator programatik akan dilakukan oleh masing-masing sektor terkait. Secara spesifik, indikator yang harus dikembangkan oleh setiap unit layanan atau kerja meliputi:
1.Indikator Masukan (penyediaan sumber daya untuk penyelenggaraan kegiatan)
2.Indikator Proses (frekuensi kegiatan yang dilakukan)
3.Indikator Keluaran (hasil kegiatan yang telah dilaksanakan) B. Waktu dan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Monitoring program tuberkulosis (TBC) dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan untuk memastikan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program. Proses monitoring dimulai dengan pengumpulan data dari fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit, yang selanjutnya disampaikan kepada Dinas Kesehatan. Data ini mencakup informasi terkait diagnosis, pengobatan, dan hasil dari kasus TBC, yang sangat penting untuk pemantauan dan evaluasi program. Analisis data dilakukan secara berkala setiap tiga bulan melalui kegiatan validasi data TBC. Validasi ini bertujuan untuk menilai laporan program dari berbagai aspek, termasuk kelengkapan data, ketepatan waktu pelaporan, dan akurasi informasi. Validasi data ini melibatkan pemeriksaan mendalam terhadap laporan yang diserahkan, memastikan bahwa informasi yang terkumpul memenuhi standar yang telah ditetapkan dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan. Selain analisis data, pemantauan program juga mencakup observasi langsung dan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis dan supervisi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Bimbingan teknis bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan staf fasilitas kesehatan dalam pengelolaan kasus TBC, sementara supervisi memastikan bahwa prosedur dan protokol di lapangan diterapkan dengan benar. Evaluasi program dilakukan dengan fokus pada analisis data dari berbagai laporan, termasuk laporan penemuan kasus TBC (form TBC 07), laporan hasil akhir pengobatan (form TBC 08), dan laporan hasil investigasi kontak (form TBC 16). Evaluasi ini juga mencakup penilaian capaian kinerja kegiatan program TBC, yang meliputi pencapaian target, efektivitas intervensi, dan dampak keseluruhan dari program. Pendekatan menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan bahwa program TBC berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan memantau secara ketat dan melakukan evaluasi berkelanjutan, diharapkan dapat memfasilitasi perbaikan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mencapai hasil yang optimal dalam pengendalian dan penanganan TBC. C. Pelaporan Hasil Pemantauan dan Evaluasi Pelaporan hasil pemantauan data tuberkulosis (TBC) dilakukan secara real-time menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Dengan sistem ini, data TBC dapat diakses dan diperbarui secara langsung, memastikan informasi yang tersedia selalu terkini dan akurat. Untuk memastikan kualitas dan integritas data, Dinas Kesehatan Kabupaten secara rutin melakukan validasi data setiap tiga bulan. Proses validasi ini melibatkan undangan kepada fasilitas kesehatan (fasyankes) yang telah menjalani pelatihan penggunaan SITB. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa staf di fasyankes dapat memanfaatkan sistem secara efektif dan memenuhi standar pelaporan yang ditetapkan. Selama proses validasi, data yang dikumpulkan dari fasyankes akan diperiksa dan diverifikasi untuk memastikan bahwa laporan TBC yang diterima memenuhi kriteria kelengkapan, akurasi, dan ketepatan waktu. Langkah-langkah ini mendukung pengelolaan program TBC yang lebih efektif, memastikan bahwa informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan perencanaan program berbasis pada data yang valid dan terkini. Pembiayaan untuk program pengendalian tuberkulosis ini berasal dari berbagai sumber, yang mencakup:
a.Dana Dekonsentrasi yaitu dana dari pemerintah pusat (APBN)
b.Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang kesehatan baik fisik maupun non fisik
c.Dana APBD Daerah Istimewa Yogyakarta DIY
d.Dana APBD Kabupaten Gunungkidul
e.Dana Bantuan Luar Negeri
f.Dana Sosial Perusahaan Swasta maupun Negara PENUTUP Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Gunungkidul 2025-2029 disusun berdasarkan prinsip perencanaan berbasis bukti dan data. Data yang digunakan adalah data tahun 2020-2024 yang digunakan untuk melakukan estimasi dan proyeksi. Rencana Aksi Daerah ini memuat strategi dan kegiatan yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, LSM dan mitra terkait dalam merencanakan kegiatan penanggulangan Tuberkulosis pada lima tahun kedepan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan ini banyak keterbatasan yang ada, sehingga apabila ditemukan ketidaksesuaian maupun kekurangan dalam Recana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Gunungkidul 2025-2029 ini, kami mohon saran dan masukkan demi kesempurnaannya. MATRIKS RENCANA AKSI DAERAH TENTANG PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2025 - 2029 No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Strategi 1: Penguatan Komitmen Dan Kepemimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul untuk Mendukung Percepatan Eliminasi TBC (Pasal 5 ayat 2 huruf a)1 Penanggulangan TBC secarakomprehensif Pemerintahan danKesejahteraanRakyat PelaksanaanKebijakanKesejahteraan Rakyat PelaksanaanKebijakan,Evaluasi, danCapaian KinerjaTerkaitKesejahteraanRakyat Menyusundanmenetapkankebijakan/regulasibupatitentangpenanggulangan TBCuntukmendorongpasien TBCmenjalankanpengobatansampaiselesai.(pasal 24huruf h) Jumlahdokumenregulasiterkaitpenanggulangan TBC diKabupatenGunungkidul Dokumen 1 Rp - 0 Rp - 0 Rp - 0 Rp - 0 Rp - SekretariatDaerah Koordinasi danSinkronisasiPerencanaanPembangunanDaerah KoordinasiPerencanaan BidangPemerintahan danPembangunanManusia KoordinasiPelaksanaanSinergitas danHarmonisasiPerencanaanPembangunanDaerah BidangPembangunanManusia MencantumkanindikatorTBC dalamrencanapembangunan jangkamenengahdaerah(RPJMD)dan rencanastrategisPemerintah 5.01.03.2. 01.0008 Tercantumnya indikatorTBC dalamRPJMD danRENSTRAPD Dokumen 1 Rp 5.000.00 0,00 BAPPEDA No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Daerah(RENSTRAPD) sebagaisalah satuprioritaskesehatandi daerah;(pasal 24huruf a) ProgramPenanggulanganBencana PelayananPencegahan danKesiapsiagaanTerhadapBencana PenguatanKapasitasKawasan untukPencegahan danKesiapsiagaan Melakukanmitigasidampakpsikososialdanekonomiyangdihadapipasien TBCdankeluarganya(pasal 24huruf h) 1.05.03.2. 02.0006 Dokumenmitigasidampakpsikososialdanekonomiyangdighadapipasien TBCdankeluarganya Kawas an 1 Rp- BPBD(Kesiapsiagaan) ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis Menambahkan IndikatorKinerjaUtama (IKU)DinasKesehatanpadaRenstra2025-2031penurunanprevalensiTBC 5.1.02.02.2.02.0040 Menurunnya prevalensiTBC kasus per100ribu pendu duk DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 2 Pemben tukan tim percepa tan penanggulangan TBCyang beranggotakanlintassektor,lembagaswaday a masyara kat, corporate socialresponsibility diDaerah Pemerintahan danKesejahteraanRakyat PelaksanaanKebijakanKesejahteraan Rakyat PelaksanaanKebijakan,Evaluasi, danCapaian KinerjaTerkaitKesejahteraanRakyat Pembentukan TimPercepatanEliminasiTBC Jumlah TimPercepatanEliminasiTBC denganSK Bupati Rp - Rp - Rp - Rp - Rp - SekretariatDaerah Pemerintahan danKesejahteraanRakyat PelaksanaanKebijakanKesejahteraan Rakyat PelaksanaanKebijakan,Evaluasi, danCapaian KinerjaTerkaitKesejahteraanRakyat FasilitasiKoordinasiperanOrganisasiPerangkatDaerah(OPD)terkaitdalamkebijakanprogrampenanggulangan TBCsecarakomprehensif. (pasal 24huruf b) JumlahKoordinasiperanOrganisasiPerangkatDaerah(OPD)terkaitdalamkebijakanprogrampenanggulangan TBCsecarakomprehensif. Kali 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - SekretariatDaerah ProgramAdministrasiPemerintahan Desa PembinaandanPengawasanPenyelenggaraanAdministrasiPemerintahan Desa FasilitasiPenyusunanPerencanaanPembangunanDesa PembuatanPedomanPenyusunanRAPBKal(Perbup) 2.13.04.2. 01.0003 JumlahPedomanPenyusunanRAPBKal Pedom an 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.000,00 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.00 0,00 DPMKP2KP No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramAdministrasiPemerintahan Desa PembinaandanPengawasanPenyelenggaraanAdministrasiPemerintahan Desa FasilitasiPenyusunanPerencanaanPembangunanDesa PembuatanPedomanPenyusunanRPJMKal(SE) 2.13.04.2. 01.0003 JumlahPedomanPenyusunanRPJMKal Pedom an 1 Rp 2.200.00 0,00 0 Rp- 0 Rp- 0 Rp- 0 Rp- ProgramAdministrasiPemerintahan Desa PembinaandanPengawasanPenyelenggaraanAdministrasiPemerintahan Desa FasilitasiPenyusunanPerencanaanPembangunanDesa PembuatanPedomanPenyusunanRKPKal (SE) 2.13.04.2. 01.0003 JumlahPedomanPenyusunanRKPKal Pedom an 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.000,00 1 Rp 2.200.00 0,00 1 Rp 2.200.00 0,00 ProgramPenyelenggaraanKeistimewaanYogyakarta UrusanKelembagaan danKetatalaksanaan PenataanKelembagaan danKetatalaksanaanKeistimewaan Penerapan danPendampinganKeistimewaan diKapanewon/Kemantren danKalurahan/Kelurahan FasilitasiRegulasi(danakeistimewaan) 4.01.04.5. 01.0007 1 Rp 3.360.00 0,00 No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Koordinasi danSinkronisasiPerencanaanPembangunanDaerah KoordinasiPerencanaan BidangPerekonomian danSDA(SumberDaya Alam) KoordinasiPelaksanaanSinergitas danHarmonisasiPerencanaanPembangunanDaerah BidangPerekonomian MenyediakanpendanaankegiatanPenanggulangan TBCdaribeberapasumber(pasal 24huruf c) 5.01.03.2. 02.04 Tersedianyadokumenpendanaankegiatanpenanggulangan TBCdariberbagaisumber Dokumen 1 Rp 250.000, 00 1 Rp 250.000, 00 1 Rp 250.00 0,00 1 Rp 250.000, 00 1 Rp 250.000, 00 BAPPEDA Koordinasi danSinkronisasiPerencanaanPembangunanDaerah KoordinasiPerencanaan BidangPemerintahan danPembangunanManusia KoordinasiPelaksanaanSinergitas danHarmonisasiPerencanaanPembangunanDaerah BidangPembangunanManusia KoordinasiLintasSektorTerkaitKesehatan 5.01.03.2. 01.0008 JumlahKoordinasiLintasSektorTerkaitKesehatan Kali Rp - 4 Rp - 4 Rp 5.000.000,00 4 Rp 5.000.00 0,00 4 Rp 5.000.00 0,00 BAPPEDA ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis Menyusunanalisissituasi TBC,tujuan dantargetProgrampenanggulangan TBC diKabupatenGunungkidul. 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahLaporanAnalisisSituasiTBC,Tujuan danTargetProgramPenanggulangan TBC diKabupatenGunungkidul. Dokumen 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Penyandingan dataBNBA TBdengan dataKK untukintervensi Dokumen 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - Disdukcapil 3 Pemenuhankebutuhansumberdayamanusiakesehatan yangterlatihuntukmencapai targetEliminasi TBC;(pasal 7huruf c) ProgramKepegawaianDaerah Pengadaan,Pemberhentian danInformasiKepegawaian ASN PenyusunanRencanaKebutuhan, Jenisdan JumlahJabatan untukPelaksanaanPengadaan ASN PengadaanASNFormasiDokter 5.03.02.2. 01.0002 JumlahDokumenHasilPenyusunanRencanaKebutuhan,Jenis danJumlahJabatanuntukPelaksanaanPengadaanASN Dokumen 3 Rp526.000.000 BKPPD Strategi 2: Peningkatan Akses Layanan TBC yang Bermutu dan Berpihak pada Pasien (Pasal 5 ayat 2 huruf b) No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 1 Intensifi kasi Penemu an Terduga TBC melaluiJejaringLayanan TBC ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis Penambahan layananTBC DOTSpada Faskesyang belumter-set upDOTS. 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahBimteklayananTBC DOTSpada Faskesyang belumter-set upDOTS. Kali 1 Rp 4.950.00 0,00 1 1 1 1 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PenemuanTerdugaTBC padafasilitaskesehatan 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahPenemuanTerdugaTBC padafasilitaskesehatan Jumla h 12150 Rp - 10390 Rp - 9130 Rp - 8170 Rp - 7430 Rp - DinasKesehatan 2 Penemu an PasienmelaluiKolabor asi Layana n ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan IbuHamil SkriningTBC ibuhamil dalamAntenatalCare (ANC)Terpadu 5.1.02.04. 01.0003 Jumlah IbuHamil yangmendapatkan pelayanankesehatansesuaistandar orang 6314 DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan Balita ManajemenTerpadupada BalitaSakit(MTBS)untukmenjaringkasus TBCAnak. 5.1.02.01. 01.0052 JumlahBalita yangmendapatkan pelayanankesehatansesuaistandar orang 36534 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan GiziMasyarakat Melaksanakan layananTerapeuticFeedingCentre(TFC)terhadapbalita gizikurang dangizi buruk 5.1.02.01. 010052 Jumlahbalita gizikurang dangizi burukyangmendapatlayanankesehatan orang 1355 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis MelakukanSkrininggejala TBCpada semuaODHIV. 5.1.02.02.2.02.0011 DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan Orangdengan RisikoTerinfeksi HIV MelakukanTes HIVpada semuapasien TBCmelaluipendekatanKonselingdan TesSukarela(KTS) atauTes HIVatas InisiasiPetugas danKonseling(TIPK). 5.1.02.02.2.02.0012 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan PadaPenderita DM Skrininggejala TBCpada semuapasien DMdanskrininggejala DMpada semuapasien TBC. 1.02.02.2. 02.0009 9476penderitaDM yangmendapatkan skriningTB orang 100% Rp- 100% Rp- 100% Rp- 100% Rp- 100% Rp- DinasKesehatan 3 Penemu an terduga TBCaktif berbasis PROGRAMPENGELOLAANPENDIDIKAN PengelolaanPendidikanSekolahDasar Pengelolaan DanaBOS SekolahDasar Penemuankasus TBCdi sekolah 1.01.02.2. 01.0029 Terlaksananya screeningkasus TBCdi sekolahdasar siswa 10 Rp- 10 Rp- 10 Rp- 10 Rp- 10 Rp- DinasPendidikan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 kontak pada keluarg a dan masyara kat PROGRAMPENGELOLAANPENDIDIKAN PengelolaanPendidikanSekolahMenengahPertama Pengelolaan DanaBOS SekolahMenengahPertama Penemuankasus TBCdi sekolah 1.01.02.2. 02.0042 Terlaksananya screeningkasus TBCdi sekolahmenengahpertama siswa 7 Rp- 7 Rp- 7 Rp- 7 Rp- 7 Rp- DinasPendidikan PROGRAMPENGELOLAANPENDIDIKAN PengelolaanPendidikanAnak UsiaDini(PAUD) PeningkatanKapasitasPengelolaan DanaBOP PAUD Penemuankasus TBCdi sekolah 1.01.02.2. 03.0019 Terlaksananya screeningkasus TBCdi PAUD siswa 15 Rp- 15 Rp- 15 Rp- 15 Rp- 15 Rp- DinasPendidikan PROGRAMPENGELOLAANPENDIDIKAN PengelolaanPendidikanNonformal/Kesetaraan Pengelolaan DanaBOP SekolahNonformal/Kesetaraan Penemuankasus TBCdi sekolah 1.01.02.2. 04.0017 Terlaksananya screeningkasus TBCdi PAUD siswa 5 Rp- 5 Rp- 5 Rp- 5 Rp- 5 Rp- DinasPendidikan Kebutuhan DasardanLayananKesehatan DukunganPenyelenggaraanTugas danFungsiUnit PerawatanKesehatan WBP Penemuankasusmelaluiskrininggejala TBdengansurveybatukuntukTahanan/NarapidanaBaru JumlahTahanan/NarapidanaBaru yangdilakukanskrining TB 100% 100% 100% 100% 100% LapasKelasIIBWonosari No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Kebutuhan DasardanLayananKesehatan DukunganPenyelenggaraanTugas danFungsiUnit PerawatanKesehatan WBP Penemuankasusmelaluiskrininggejala TBdengansurveybatukuntukTahanan/Narapidanaper triwulan JumlahTahanan/Narapidanayangdilakukanskrining TB 100% 100% 100% 100% 100% LapasKelasIIBWonosari PengendalianPenyakitMenularHIV-AIDSdan TBCBagiTahanan,Anak,Narapidana, danAnakBinaan MelakukanSkriningTBC bagiAnakBinaanBaru Melakukanskrining gejalaTBC /surveybatuk bagi AnakBinaan Baru Penemuankasusmelaluiscreeningbatuk diLAPAS/RUTAN (LPKA). JumlahAnakBinaanBaru yangdilakukanskriningTBC 100% 100% 100% 100% 100% LPKAKelas IIYogyakarta PengendalianPenyakitMenularHIV-AIDSdan TBCBagiTahanan,Anak,Narapidana, dan MelakukanSkriningTBC bagiAnakBinaan PerTriwulan MelakukanSurvey Batukmelalui skrininggejala disertaipengukuranantropometrianak padakegiatanPosyandu Remaja Penemuankasusmelaluiscreeningbatuk diLAPAS/RUTAN (LPKA). JumlahAnakBinaanyangdilakukanskriningTBC 100% 100% 100% 100% 100% LPKAKelas IIYogyakarta No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 AnakBinaanProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PenemuanterdugaTBC padamasyarakat 1.02.02.2. 02.0011 100% ############## # 100% 100% 100% 100% DinasKesehatan 4 Peningk atanmutu layanandiagnosi s TBC ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PembuatanSOP danPedoman 1.02.02.2. 02.0011 DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota Pengkatan mutupelayana fasilitaskesehatan MonitoringdanEvaluasiMutuPelayananFasilitasKesehatan 1.02.02.2. 04.0003 JumlahFasilitasKesehatanyang diMonev Faskes 39 7.000.00 0 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota Pengelolaanpelayanankesehatantradisional,akupunktur,asuhan mandiri,dan tradisional KoordinasidanPembinaanJejaringFasilitasKesehatan 1.02.02.2. 02.19 JumlahKegiatanKoordinasidanPembinaanJejaringFasilitasKesehatan Pertem uan 2 Rp 5.000.00 0,00 DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota Penyediaan danpengelolaansistempenanganangawat daruratterpadu KoordinasiantarFasilitasKesehatandalamrujukanpasien 1.02.02.2. 02.0038 JumlahKoordinasiantarFaskesdalamrujukanpasien Pertem uan 2 Rp 8.925.00 0,00 DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Strategi 3: Optimalisasi upaya promosi dan pencegahan, pemberian pengobatan pencegahan TBC dan pengendalian infeksi; (Pasal 5 ayat 2 huruf c)1 PromosiKesehatan ProgramPenunjang UrusanPemerintahanKab/Kota Perencanaan,Penganggaran, danEvaluasiKinerjaPerangkatDaerah Evaluasi KinerjaPerangkatDaerah ProgrammeManagement Office(PMO)ProgramSekolahPenggerak&SosialisasiATM danskriningTBC 1.01.01.2. 01.0007 JumlahsosialisasiATM danskriningTBC kali 1 Rp19.600.000,00 1 Rp19.600.000,00 1 Rp19.600.000,00 1 Rp19.600.000,00 1 Rp19.600.000,00 DinasPendidikan PengelolaanPendidikan PengelolaanPendidikanSekolahDasar PemberianLayananPendampinganBagi SatuanPendidikanUntukPencegahanPerundunganKekerasan danIntoleransi GerakanSekolahRamahAnak(SosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)danskriningTBC 1.01.02.2. 01.0043 JumlahSosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)dan skriningTBC kali 1 Rp23.325.000,00 1 Rp23.325.000,00 1 Rp23.325.000,00 1 Rp23.325.000,00 1 Rp23.325.000,00 DinasPendidikan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 PengelolaanPendidikan PengelolaanPendidikanSekolahMenengah Sosialisasi danAdvokasiKebijakan BidangPendidikan GerakanSekolahRamahAnak(SosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)danskriningTBC 1.01.02.2. 02.0052 JumlahSosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)dan skriningTBC kali 1 Rp18.300.000,00 1 Rp18.300.000,00 1 Rp18.300.000,00 1 Rp18.300.000,00 1 Rp18.300.000,00 DinasPendidikan PengelolaanPendidikan PengelolaanPendidikanAnak UsiaDini(PAUD) Sosialisasi danAdvokasiKebijakan BidangPendidikan SosialisasidanAdvokasiKebijakanBidangPendidikan(SosialisasiPencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi,Stunting,PenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria)dan 1.01.02.2. 03.0026 JumlahSosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)dan skriningTBC kali 1 Rp4.878.000,00 1 Rp4.878.000,00 1 Rp4.878.000,00 1 Rp4.878.000,00 1 Rp4.878.000,00 DinasPendidikan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 skriningTBC PengelolaanPendidikan PengelolaanPendidikanNonformal/Kesetaraan PenyelenggaraanProses Belajarbagi PesertaDidik KegiatanRapatKoordinasiPNF(SosialisasiPencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi,Stunting,PenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria)danskriningTBC 1.01.02.2. 04.0046 JumlahSosialisasiPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria,Pencegahanperundungan,Kekerasan,danIntoleransi)dan skriningTBC kali 1 Rp1.600.000,00 1 Rp1.600.000,00 1 Rp1.600.000,00 1 Rp1.600.000,00 1 Rp1.600.000,00 DinasPendidikan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPengembanganKapasitasDayaSaingKepemudaan Penyadaran,Pemberdayaan, danPengembanganPemudadanKepemudaanTerhadapPemudaPeloporKabupaten/Kota,WirausahaMudaPemuladanpemuidaKaderKabupaten/Kota PelaksanaanKoordinasi danSinkronisasiPemenuhan HakPemuda diTingkatKabupaten/Kota Kader TBCRemaja 2.19.02.2. 01.0014 Kali 1 1 Dispora ProgramPengelolaanPersampahan PengelolaanPersampahan PenangananSampah MelaluiPemrosesanAkhir Sampah diTPA/TPSTKab/Kota atauTPR/TPSTRegional RapatKoordinasi(SosialisasiATM bagitenagakebersihan)danskriningTBC 2.11.11.2. 01.0020 Jumlahrapatkoordinasi Pertem uan 1 Rp1.500.000,00 DinasLingkunganHidup Pengelolaan Ruangterbukahijau Pengelolaan Ruangterbukahijau PengelolaanRuang TerbukaHijau RapatKoordinasi(SosialisasiATM bagi 2.11.04.2. 01.0004 Jumlahrapatkoordinasi Pertem uan 1 Rp300.000,00 DinasLingkunganHidup No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 tenagakebersihan)danskriningTBC PeningkatanPendidikanpelatihandanPenyuluhanLingkungan Hidupuntukmasyarakat Penyelenggaraanpendidikan, pelatihandanpenyuluhanlingkuganhidupuntuklembagakemasyarakatantingkatdaerahKabupaten/kota PeningkatanKapasitas danKompetensiSumber DayaManusia BidangLingkunganHidup untukLembagaPendidikanFormal/LembagaMasyarakat/Komunitas/KelompokMasyarakat Sosialisasikebersihandimasyarakatdan edukasiTBC 2.11.08.2. 01.0005 Jumlahsosialisasi Pertem uan 3 Rp12.600.000,00 5 5 5 5 DinasLingkunganHidup No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Pencegahan danPenyelesaianPerselisihanHubunganIndustrial,MogokKerja, danPenutupanPerusahaan diDaerahKabupaten/Kota PencegahanPerselisihanHubunganIndustrial, MogokKerja, danPenutupanPerusahaan yangBerakibat/Berdampak padaKepentingan di 1(Satu) DaerahKabupaten/Kota Sosialisasiketenagakerjaan danSosialisasiATM,skriningTBC 2.07.05.2. 02.0001 Jumlahsosialisasi Kali 5 Rp16.350.000,00 DinasPerindustrianKoperasiUsahaKecilMenengahTenagaKerja(DPKUKMTK) Rehabilitasi Sosial Rehabilitasi sosialdasarpenyandangdisabilitasterlantar,… PemberianBimbingan Sosialkepada KeluargaPenyandangDisabilitasTerlantar, AnakTerlantar, LanjutUsia Terlantar,sertaGelandanganPengemis danMasyarakat SosialisasiPenguatanKapasitasKeluargaHIV/AIDSdanskriningTBC 1.06.04.2.01.00010 JumlahKegiatanSosialisasiPenguatanKapasitasKeluargaHIV/AIDSdanskriningTBC kali 2 Rp 2.450.00 0,00 2 Rp 2.450.00 0,00 2 Rp 2.450.000,00 2 Rp 2.450.00 0,00 2 Rp 2.450.00 0,00 DinasSosialPemberdayaanPerempuandanPerlindunganAnak(DinsosP3A) No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPenunjang UrusanPemerintahanDaerahKabu/Kota AdministrasiKepegawaianPerangkatDaerah Pendataan danPengolahanAdministrasiKepegawaian RapatPembinaanPegawaiDinasPariwisatasertaSosialisasidanskriningPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria(ATM) 3.26.01.2. 05.03 JumlahPembinaanPegawai DinasPariwisatasertaSosialisasi danskriningPenyakitAids,Tuberkulosis dan Malaria(ATM) kali 1 ############## # DinasPariwisata ProgramPeningkatan DayaTarikDestinasiPariwisata Pengelolaan DestinasiPariwisataKabupaten/Kota PemberdayaanMasyarakatdalamPengelolaanDestinasiPariwisataKabupaten/Kota PembinaanDesa Wisatabertujuanuntukpeningkatkan kapasitasSDM dalammengelola/menjalankan aktivitaswisata sertaSosialisasidanskriningPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria(ATM) 3.26.02.2. 03.06 JumlahPembinaanDesa Wisatabertujuanuntukpeningkatkan kapasitasSDM dalammengelola/menjalankan aktivitaswisata sertaSosialisasidanskriningPenyakitAids,Tuberkulosis danMalaria(ATM) kali 2 Rp35.000.000,00 DinasPariwisata No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Kebutuhan DasardanLayananKesehatan DukunganPenyelenggaraanTugas danFungsiUnit PerawatanKesehatan WBP PenyuluhanKesehatantentang TBbagiTahanan/NarapidanaBaru JumlahKegiatanPenyuluhan kali 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- LapasKelasIIBWonosari Kebutuhan DasardanLayananKesehatan DukunganPenyelenggaraanTugas danFungsiUnit PerawatanKesehatan WBP PenyuluhanKesehatantentang TBbagiTahanan/Narapidanaper triwulan JumlahKegiatanPenyuluhan Kali 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- LapasKelasIIBWonosari PengendalianPenyakitMenularHIV-AIDSdan TBCBagiTahanan,Anak,Narapidana, danAnakBinaan MelakukanSkriningTBC bagiWargaBinaanPemasyarakatan PerTriwulan Melakukansurvey batukmelalui skrininggejala PenjaringanSuspek TBdi LPP 417340 Jumlahkasussuspek Kali 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - 4 LapasPerempuanKelasIIBYogyakarta No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 PengendalianPenyakitMenularHIV-AIDSdan TBCBagiTahanan,Anak,Narapidana, danAnakBinaan Pencegahan danPenanggulangan TB diLapasPerempuanKelas IIBYogyakartamelaluiEdukasi Sosialisasi danEdukasi WargaBinaanPemasyarakatanterkait denganPencegahan danPenanggulanganTB Sosialisasidan edukasikesehatanuntukWargaBinaanPemasyarakatan terkaitdengan TB 417340 JumlahKegiatanPenyuluhan Kali 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - LapasPerempuanKelasIIBYogyakarta PengendalianPenyakitMenularHIV-AIDSdan TBCBagiTahanan,Anak,Narapidana, danAnakBinaan Pengelolaanpengetahuan AnakBinaanterkait TBC Edukasi AnakBinaanPemasyarakatanterkait denganPencegahan danPenanggulanganTB SosialiasiPenyakit TBdanPenjaringanSuspectTBC diLapas/Rutan Triwulan JumlahKegiatanPenyuluhan Kali 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- 4 Rp- LPKAKelas IIYogyakarta PembinaanPerpustakaan Pembudayaan GemarMembacaTingkatDaerahKabupaten/Kota PengembanganLiterasi BerbasisInklusi Sosial KIE-LiterasiTBC
1.JumlahKegiatanSosialisasi Kali 1 Rp12.600.000 1 Rp12.600.000 1 Rp12.600.000 1 Rp12.600.000 1 Rp12.600.000 DinasPerpustakaandanKearsipan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21
2.JumlahSumberBacaanyangtersedia Exemp lar 25 Rp2.500.000 25 Rp2.500.000 25 Rp2.500.000 25 Rp2.500.000 25 Rp2.500.000 KepegawaianDaerah PengembanganKompetensiASN PengelolaanAdministrasi Diklatdan Sertifikasi ASN SosialisasidanSkriningTBC untukASN 5.03.02.2. 03.0003 JumlahdokumenHasilPengelolaanAdministrasi Diklat danSertifikasiASN Dokumen 5 Rp978.750.000 BKPPD ProgrampeningkatanSaranaDistribusiPerdagangan PembinaanTerhadapPengelolaSaranaDistribusiPerdaganganMasyarakatdi WilayahKerjanya Pembinaan danPengendalianPengelola SaranaDistribusiPerdagangan SosialisasidanskriningTBC untukpedagangdanpengunjungPasar 3.30.03.2. 02.0001 TerlaksananyasosialisasidanskriningTBC diPasarSemin,PasarPlayen, danPasarTrowono kali 3 ############## # 3 3 3 3 DinasPerdagangan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 PROGRAMPENUNJANGURUSANPEMERINTAHANDAERAHKABUPATEN/KOTA Administrasi UmumPerangkatDaerah PenyelenggaraanRapat Koordinasidan KonsultasiSKPD KIE-LiterasiTBC melaluiBudayadalam rapatkoordinasiinternal 2.22.01.2. 06.09 JumlahKIE-LiterasiTBC melaluiBudayadalam rapatkoordinasiinternal kali 1 Rp400.000,00 1 Rp400.000,00 1 Rp400.000,00 1 Rp400.000,00 1 Rp400.000,00 DinasKebudayaan PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota PerumusanKebijakan teknisbidangkomunikasi daninformasi publik Publikasimelaluimedia sosial kali 12 12 12 12 12 Kominfo PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota PengelolaanMediaKomunikasiPublik Publikasimelaluiradio suaradhaksinarga kali 1800 1800 1800 1800 1800 Kominfo No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota PengelolaanMediaKomunikasiPublik Publikasimelaluividoetron kali 1 1 1 1 1 Kominfo PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota Relasi Media PublikasiPenanggulanganTuberkulosis melaluimediaonline/cetak media 4 Rp 4.000.00 0,00 4 Rp 4.000.00 0,00 4 Rp 4.000.000,00 4 Rp 4.000.00 0,00 4 Rp 4.000.00 0,00 Kominfo PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota PerumusanKebijakan teknisbidangkomunikasi daninformasi publik Bimtek KIMterintegrasimateriPenganggulangan TB kali 2 2 2 2 2 Kominfo No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 PengelolaanInformasidanKomunikasi Publik Pengelolaan InfomasidanKomunikasi PublikPemerintahDaerahKabupaten/Kota PerumusanKebijakan teknisbidangkomunikasi daninformasi publik PromosiKesehatantentangPenanggulangan TBC(KIM) akun 1429 1429 1429 1429 1429 Kominfo 2 PenerapanPencegahan danPengendalianInfeksi(PPI)TBC ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis SosialisasistrategiTEMPO TBC(Temukan,Pisahkandan ObatiTBC) disemuaFasilitasKesehatan. 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahKegiatan Kali Dinkes ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota RenovasiRuangLayananTBC yangbelummemenuhisyarat PPITBC. Jumlahruanganyangdirenovasi Unit DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengembanganPuskesmas PengajuanusulanpembuatanRuangLayananTBCResistenObat (TBCRO) diPuskesmasyang belummempunyairuanglayananTBC RO:PuskesmasKM1,Nglipar 2,Tepus 2,Paliyan,Saptosari 1.02.02.2. 01.0006 JumlahPuskesmasyangditingkatkan saranapra saranaalatkesehatandan SDMsesuaistandar unit DinasKesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota Pengadaan alatkesehatan/alatpenunjang medikfasilitaspelayanankesehatan PengajuanusulansaranaprasaranapenunjangpenegakandiagnosisTBC 1.02.02.2. 01.0014 Jumlah alatkesehatan/alatpenunjangmedikfasilitaspelayanankesehatanyangdisediaakan Jumla h Alat/Unit/Set DinasKesehatan SosialisasidanscreeningTB di Jumlahpeserta orang 80 Rp- 80 Rp- 80 Rp- 80 Rp- 80 Rp- DPUPRKP No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 instansi(terintegrasi) ProgramPerumahan danKawasanPermukimanKumuh PencegahanPerumahandanKawasanPermukiman Kumuhpadadaerahkabupten/kota Perbaikan RTLHuntukpencegahanterhadap tumbuhdanberkembangnyapermukimankumuh diluarkawasanpermukimankumuh denganluas dibawah 10hektar PerbaikanRumahTidak LayakHuni (RLTH) 5.1.06.01. 01.0001 JumlahPerbaikanRTLH Unit 235 Rp4.700.000.000 200 Rp4.000.000.000 200 Rp4.000.000.000 200 Rp4.000.000.000 200 Rp4.000.000.000 DPUPRKP 3 Pengobatan danPencegahanTBC ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan Orangdengan HIV(ODHIV) SosialisasipemberianPengobatanPencegahandengan TPTpada balitadan ODHIVpadaFasyankesyangmemberikanlayananHIV. 5.1.02.02.2.02.0041 DinasKesehatan PemberianpengobatanpencegahanTBC kepadapopulasirentan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 (pasal 24ayat g) ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanSurveilansKesehatan PeningkatancakupanimunisasiBCGmelaluiMonitoringdanEvaluasiFasilitasKesehatandankunjunganbayi olehkaderpendampingIbu Hamil. 5.1.02.04. 01.0003 JumlahCakupanImunisasiBCG padaBayi DinasKesehatan PeningkatancakupanimunisasiBCGdenganpeningkatanperanpembinadaerahbinaan danUpayaKesehatanMasyarakat(UKM)Puskesmas. 5.1.02.01. 01.0052 DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Strategi 4 : pemanfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis, dan tatalaksana TBC; (Pasal 5 ayat 2 huruf d)Strategi 5 : Peningkatan Peran Serta Komunitas, Mitra, dan Multisektor Lainnya dalam Eliminasi TBC (Pasal 5 ayat 2 huruf e)1 pembentukanwadahkemitraan;dilaksanakanberkoordinasidenganPemerintahPusatdan/atauPemerintahDaerah. ProgramPenanggulanganBencana PenataanSistemDasarPenanggulanganBencana PenguatanKelembagaanBencanaKabupaten/Kota kemitraandenganFPRB(forumpengurangan risikobencana) 1.05.03.2. 04.0002 JumlahSistemDasarPenanggulanganBencanaTersusun Dokumen 1 Rp- 1 Rp. 4.400.00 0 1 Rp. 4.400. 000 1 Rp. 4.400.00 0 1 Rp. 4.400.00 0 BPBD 2 PeningkatanKemitraandenganLembagaSwastatermasuk CSR Pemberianpaket PMTbagi pasienTBC dalammasapengobatan CSR/TSLP,BAZNAS Cek kesehatandasar PencegahanTBC diLingkunganKerja TerselenggaranyascreeningTBC dilingkungankerja kali 12 Rp 1.500.00 0,00 12 Rp 1.500.00 0,00 12 Rp 1.500.000,00 12 Rp 1.500.00 0,00 12 Rp 1.500.00 0,00 CSR/TSLP,BAZNAS No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Pemberdayaan EkonomiUntukPasien/Keluarga PasienTBC jumlahmantanpasien yangmendapatkanpemberdayaan orang 10 10 10 10 10 CSR/TSLP,BAZNAS 3 Pelibatan peranmasyarakatdalampenemuankasusdandukunganpengobatan TBCmelaluipembentukanwilayahpercontohankelurahanpeduliTBC. ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanUntukUKM danUKPRujukanTingkatDaerahKabu/Kota LayananKesehatanPenyakit Menulardan TidakMenular PelatihanKader TB 5.1.02.02.2.02.0025 Terlaksananya KegiatanPelatihanKader TB Lokasi 3 Rp11.250.000,00 DinasKesehatan rakorpondokpesantren15.000 x 50peserta =750.000 Peserta dariseluruhpontrenHadirtersosialisasipenanggulangan TB orang 50 Rp 750.000, 00 50 Rp 750.000, 00 50 Rp 750.00 0,00 50 Rp 750.000, 00 50 Rp 750.000, 00 Kemenag(Pontren) Strategi 6 : Penguatan manajemen program melalui penguatan sistem Kesehatan meliputi sistem informasi pelaporan, logistik, SDM dan lainnya. (Pasal 5 ayat 2 huruf f) No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 1 MemperkuatsistempengumpulandataTBCberbasisteknologi dalampenerapanSistemInformasiTerpaduTuberkulosis(SITBC)dan E-TBCManager bagipetugasTBC diFasyankes. ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PenguatanSistemInformasiTerpaduTuberkulosis (SITBC)bagipetugasTBC diFasyankes. 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahKegiatanRefreshingSITBPetugasTBC Faskes Kali 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - 2 Rp - DinasKesehatan ValidasiDataTuberkulosis JumlahKegiatanValidasidata TBC Kali 4 Rp 6.300.00 0,00 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - 4 Rp - DinasKesehatan No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 2 penguatankapasitaspetugasfasilitaspelayanankesehatan ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PelatihanbagipetugasFasyankes:PelatihanLaboratoriumMikroskopisTBC,PelatihanTBC DOTS. 5.1.02.02.2.02.0011 JumlahPelatihandanRefresingPetugasTBC danLaborat Kali 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - DinasKesehatan WorkshopTBC:WorkshopTBCSensitif,TBC RO,TBC Anak,TBC HIV,TBC DM,PPI TBC JumlahKegiatanWorkshopTBC Kali 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - DinasKesehatan 3 MemperkuatrantaipenyediaanlogistikuntukpengendalianTBC ProgramPemenuhan UpayaKesehatanPerorangan danUpayaKesehatanMasyarakat PenyediaanLayananKesehatanuntuk UKMdan UKPRujukanTingkatDaerahKabupaten/Kota PengelolaanPelayananKesehatan OrangTerdugaTuberkulosis PengelolaanLogistikTBC JumlahLaporanPengelolaanLogistik Dokumen 12 Rp - 12 Rp - 12 Rp - 12 Rp - 12 Rp - DinasKesehatan /Farmasi No StrategiImplem entasi Program Kegiatan Sub-Kegiatan Aktivitas Rekening IndikatorCapaian Satua n TAHUN Penang gungJawab 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Anggara n Targe t Anggara n Targe t Anggar an Targe t Anggara n Targe t Anggara n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 Pembelianlogistik TBCnon OAT JumlahPembelianLogistik Dokumen 1 Rp ####### 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - 1 Rp - DinasKesehatan BUPATI GUNUNGKIDUL,ttdSUNARYANTA