16.Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Nomor 194 Tahun 2023, tanggal 3 Agustus 2023 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Kawasan Perdesaan; 8 Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, Kabupaten Kendal terdiri dari 4 Desa yaitu Desa Gondang, Desa Pakis, Desa Sumber Rahayu dan Desa Peron di Kecamatan Limbangan. Penetapan desa-desa ini sebagai kawasan perdesaan didasarkan pada letak geografisnya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Padang Sumampeer. Tujuan dari pembangunan kawasan perdesaan ini adalah untuk meningkatkan sinergi dan konektivitas antar desa dalam mengembangkan potensi lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, terdiri dari empat desa utama yang memiliki karakteristik wilayah dan jumlah penduduk yang beragam, yaitu Desa Gondang, Desa Pakis, Desa Sumber Rahayu, dan Desa Peron. Masing- masing desa berkontribusi terhadap luas total kawasan dan menyediakan infrastruktur komunitas dalam bentuk Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), yang menunjukkan struktur kependudukan dan pola pemukiman di setiap desa. Desa Gondang, dengan 4 RW dan 12 RT, mencakup area seluas 2,46 km², yang menyumbang sekitar 3,43% dari total luas Kecamatan Limbangan. Ini menunjukkan bahwa Gondang adalah salah satu desa terkecil dalam Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, namun memiliki komunitas yang cukup terorganisir dengan jumlah RW dan RT yang proporsional terhadap luasnya. Desa Pakis, dengan 3 RW dan 10 RT, memiliki luas 3,49 km² atau sekitar 4,87% dari luas kecamatan. Sementara Desa Sumber Rahayu, yang terdiri dari 2 RW dan 7 RT, mencakup area seluas 3,38 km², menyumbang sekitar 4,71% dari total luas kecamatan. Kedua desa ini memiliki luas wilayah yang hampir sama, dan keduanya menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari aspek sosial maupun ekonomi. Desa Peron, dengan 10 RW dan 33 RT, adalah desa terluas di kawasan ini dengan luas mencapai 9,49 km² atau 13,23% dari luas Kecamatan Limbangan. Hal ini menempatkan Peron sebagai desa yang strategis dalam pengembangan Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, karena memiliki area yang luas dan komunitas yang besar, ditunjukkan 9 dengan jumlah RW dan RT yang signifikan. Peron berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial di kawasan ini, mengingat luas wilayahnya yang besar dan struktur kependudukan yang kuat. Secara keseluruhan, Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer mencakup luas wilayah sebesar 18,82 km², yang menyumbang sekitar 26,24% dari total luas Kecamatan Limbangan. Dengan total 19 RW dan 62 RT, kawasan ini memiliki struktur sosial yang mendukung pembangunan perdesaan, baik dari segi infrastruktur, pengembangan ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat. Luas wilayah yang mencakup lebih dari seperempat kecamatan menunjukkan bahwa Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer memiliki potensi besar untuk pengembangan yang lebih terpadu, baik dalam aspek pertanian, perikanan, maupun pariwisata berbasis alam. Potensi wilayah ini dapat dimaksimalkan melalui integrasi kebijakan dan program pembangunan yang melibatkan berbagai pihak. Peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pengembangan sumber daya manusia dapat memperkuat peran kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan. Dengan perencanaan yang terkoordinasi, Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer berpotensi menjadi contoh kawasan perdesaan yang maju dan mandiri, mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antara desa dan kota serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Tabel 2. 1 Luas Wilayah Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Jumlah RW Jumlah RT Luas (km 2 ) Persentase Terhadap Luas Kecamatan (%) Desa Gondang 4 12 2,46 3,43 Desa Pakis 3 10 3,49 4,87 Desa Sumber Rahayu 2 7 3,38 4,71 Desa Peron 10 33 9,49 13,23 Jumlah 19 62 18,82 26,24 Sumber : Kecamatan Limbangan Dalam Angka 2024 (Data diolah) 10 Sumber : Hasil Pemetaan, 2024 Gambar 2. 1 Peta Administrasi Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer B. Ekonomi Terkait dengan pengembangan tema kawasan perdesaan Padang Sumampeer yakni Agrowisata maka perlu didukung dengan pengembangan sektor ekonomi, sektor pertanian, peternakan, perikanan dan usaha mikro yang menunjang wisata desa. Sub sektor pertanian tanaman pangan yaitu tanaman padi (padi sawah dan padi gogo), tanaman palawija (jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, dan ubi kayu), dan hortikultura (buah-buahan dan sayur- sayuran). Komoditas padi sawah menjadi komoditas terbesar di Kecamatan Limbangan dengan produksi mencapai 17.323,50 ton, sementara paling sedikit adalah komoditas kacang tanah yang produksinya sebesar 28,70 ton. Kemudian untuk hortikultura, komoditas terbanyak adalah kubis dengan jumlah produksi mencapai 4.890,00. Jumlah produksi, produktivitas dan luas panen tiap komoditas tanaman pangan di Kecamatan Limbangan dapat dilihat pada tabel berikut. 11 Tabel 1. Luas panen, Produksi, dan Produktivitas Tanaman Pangan di Kecamatan Limbangan Komoditas Produksi (Ton) Produktivitas (Kw/Ha) Luas Panen (Ha) Padi sawah 17.323,50 57,33 3.021,90 Jagung 1.669,60 57,29 291,40 Kacang tanah 0,80 8,15 1,00 Padi gogo 28,70 35,85 8,00 Ubi jalar 383,30 230,92 16,60 Ubi kayu 855,60 244,45 35,00 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal, 2023 Tabel 2. Luas panen, Produksi, dan Produktivitas Hortikultura di Kecamatan Limbangan Komoditas Produksi (Ton) Produktivitas (Kw/Ha) Luas Panen (Ha) Bawang daun - 123,6 25 Bawang merah 1.140,00 95 12 Bawang putih 110 36,67 3 Cabai besar 2.145,00 63,09 34 Cabai rawit 1.557,00 62,28 25 Kacang panjang 68 68 1 Kembang kol 1.742,00 124,43 14 Kentang 400 200 2 Kubis 4.890,00 204 24 Sawi putih/petsai 2.750,00 120 23 Terung 222 74 3 Tomat 440 73 6 Wortel 2.935,00 210 14 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal, 2023 Jenis pertanian di Kecamatan Limbangan mayoritas adalah komoditas tanaman pangan dan hortikultura. Kualitas lahan pertanian bagus dengan kondisi tanah yang subur karena didukung oleh letak geografis desa yang berada di kaki Gunung Ungaran. Kegiatan dan hasil panen juga stabil dengan 3 kali masa tanam dan didukung dengan sumber 12 air irigasi yang lancar dari mata air pegunungan. Komoditas tanaman pertanian yang unggul adalah dari jenis sayur dan buah, sementara untuk komoditas padi mengalami ketidakstabilan dikarenakan adanya hama tikus. Produksi sayuran di kawasan perdesaan Padang Sumampeer paling banyak berada di Desa Gondang, selain itu juga sektor pertanian dilibatkan dalam paket wisata edukasi, namun belum ada pengembangan atau penataan khusus. Pengembangan sektor pertanian desa juga didukung dengan adanya pembangunan jalan usaha tani dan irigasi guna memperlancar kegiatan pertanian dan proses pengangkutan hasil pertanian. Kepemilikan lahan untuk tiap masyarakat berkisar 1 Ha, sudah terdapat kelompok tani dan Gapoktan (gabungan kelompok tani), namun keberadaan kelompok tersebut masih kurang aktif terkait dengan pengembangan pertanian, sehingga diperlukan pendampingan terhadap para kelompok tani tersebut. Terkait dengan pemanfaatan hasil pertanian, selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari (konsumsi pribadi) sisanya juga dijual ke tengkulak. Dalam hal pemasaran dilakukan secara mandiri ke tengkulak langsung. C. Kependudukan dan Sosial Budaya Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer dengan 4 desa, memiliki jumlah penduduk yang bervariatif. Mulai dari yang terbesar ada di Desa Peron sebesar 3.678 Jiwa, dengan komposisi laki-laki sebesar 1.838 Jiwa dan perempuan sebesar 1.840 Jiwa. Berikutnya ada desa Gondang yang memiliki jumlah penduduk sebesar 2.144 Jiwa, dengan komposisi penduduk 1083 Laki-laki dan 1061 perempuan. Berikut ini adalah daftar lengkap dari jumlah penduduk di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, dengan periode mulai dari tahun 2019-2023 sebagai berikut: Tabel 3. Jumlah Penduduk Tahun 2019-2023 Tahun Nama Desa Jumlah Penduduk (jiwa) Laki-laki Perempuan Jumlah 2023 Peron 1838 1840 3678 Gondang 1083 1061 2144 Pakis 735 711 1446 Sumberahayu 473 447 920 2022 Peron 1817 1809 3626 Gondang 1062 1038 2100 Pakis 720 710 1430 13 1 2 3 4 5 Sumberahayu 461 442 903 2021 Peron 1810 1772 3582 Gondang 1044 994 2038 Pakis 704 694 1398 Sumberahayu 457 412 869 2020 Peron 1795 1733 3528 Gondang 1037 993 2030 Pakis 693 680 1373 Sumberahayu 423 379 802 2019 Peron 1769 1665 3434 Gondang 994 961 1955 Pakis 687 676 1363 Sumberahayu 448 401 849 Sumber: BPS Kabupaten Kendal, 2023 Kependudukan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer mencakup 4 desa, berdasarkan pada tabel di bawah menunjukan adanya kenaikan dan penurunan dari laju pertumbuhan penduduk yang ada. Mulai dari tahun 2020 sampai 2023, dengan perbedaan yang menunjukan adanya pertambahan jumlah penduduk. Hasil perhitungan yang dapat digunakan dalam menentukan laju pertumbuhan penduduk, termuat dalam BPS adalah salah satunya metode Geometrik. Hasil perhitungan menunjukan adanya angka negatif pada tahun 2020 untuk Desa Sumberahayu. Hal tersebut menunjukan adanya penurunan laju pertumbuhan yang berdampak berkurangnya jumlah penduduk pada tahun dasar perhitungan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan laju pertumbuhan menggunakan metode Geometrik. Tabel 4. Laju Pertumbuhan Kawasan Bahari Tahun 2019-2023 No Nama Desa Laju Pertumbuhan (%) 2020 2021 2022 2023 1 Peron 2,74% 1,53% 1,23% 1,43% 2 Gondang 3,84% 0,39% 3,04% 2,09% 3 Pakis 0,73% 1,82% 2,29% 1,11% 4 Sumberahayu -5,54% 8,35% 3,91% 1,88% Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2023 14 Penduduk di Kawasan Padang Sumampeer memiliki distribusi dengan pola pemukiman linear mengikuti sepanjangan jalan dan terpusat pada poros-poros permukiman tertentu, dengan ketersediaan dari dataran yang mudah terakses untuk memenuhi kebutuhan. Distribusi seperti ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam aktivitas keseharian masyarakat. Berikut ini adalah kepadatan penduduk di Kawasan Padang Sumampeer Pada Tahun 2020-2023 sebagai berikut: Tabel 5. Kepadatan Penduduk Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Tahun 2020-2023 Tahun Nama Desa Kepadatan Penduduk / km 2 2023 Peron 388 Gondang 872 Pakis 414 Sumberahayu 272 2022 Peron 382 Gondang 854 Pakis 410 Sumberahayu 267 2021 Peron 377 Gondang 828 Pakis 400 Sumberahayu 257 2020 Peron 372 Gondang 825 Pakis 393 Sumberahayu 237 Sumber: BPS Kabupaten Kendal, 2023 Dari data ini terlihat bahwa karakteristik kepadatan penduduk di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk di setiap desa. Untuk Desa dengan wilayah kecil cenderung memiliki kepadatan yang relatif tinggi, sedangkan bagi Desa yang wilayahnya luas memiliki kepadatan penduduk rendah walaupun jumlah penduduknya besar. Tingkat Pendidikan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer yang mencakup 4 desa memiliki kapasitas penduduk yang beragam, dengan persebaran pada angka pendidikan yang tidak terbelakang dan hampir semua penduduk generasi mudanya mendapatkan kewajiban wajib belajar 9 sampai 12 tahun. Pertama, untuk Desa Peron memiliki mayoritas penduduk yang memiliki tingkat pendidikan tamat SMP/sederajat dan tamat SD/sederajat. Untuk Desa Pakis memiliki mayoritas penduduk dengan tingkat pendidikan Tamat SD/sederajat. Disusul oleh usai 7-18 tahun yang sedang bersekolah. Ketiga, Desa Gondang memiliki tingkat 15 pendidikan dengan mayoritas penduduknya Tamat SD/sederajat. Selain itu, dominasi juga ada pada usia 7-18 tahun yang sedang bersekolah. Keempat, Desa Sumberahayu memiliki mayoritas penduduk dengan tingkat pendidikan Tamat SD/sederajat. Adapun tamatan SMA/sederajat mendominas. Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel berikut . Tabel 6. Tingkat Pendidikan di Desa Peron Pendidikan Laki-Laki Perempuan Usia 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 4 3 Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK/play group 66 73 Usia 7 - 18 tahun yang tidak pernah sekolah 2 3 Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 761 803 Usia 18 - 56 tahun tidak pernah sekolah 20 17 Usia 18 - 56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat 97 1021 Tamat SD/sederajat 289 278 Usia 12 - 56 tahun tidak tamat SLTP 271 190 Usia 18 - 56 tahun tidak tamat SLTA 806 611 Tamat SMP/sederajat 707 714 Tamat SMA/sederajat 227 241 Tamat D-1/sederajat 40 36 Tamat S-1/sederajat 31 25 Tamat S-2/sederajat 4 2 Tamat SLB C 2 1 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan Tabel 7. Tingkat Pendidikan di Desa Sumberahayu Pendidikan Laki-Laki Perempuan 1 2 3 Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK/play group 75 45 Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 45 23 Usia 18 - 56 tahun tidak pernah sekolah 49 50 Tamat SD/sederajat 103 109 Tamat SMP/sederajat 69 62 Tamat SMA/sederajat 86 87 Tamat D-2/sederajat 1 1 Tamat D-3/sederajat 9 9 Tamat S-1/sederajat 19 12 Tamat S-2/sederajat 1 0 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan 16 Menurut BPS untuk penduduk termasuk tenaga kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Sedangkan penduduk yang termasuk bukan angkatan kerjaadalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi. Kelompok angkatan kerja identik dengan usia 15 tahun keatas, namun dapat dibedakan menjadi angkatan kerja produktif yang terdiri dari penduduk usia 15-64 tahun. Menurut data BPS Kabupaten Kendal, tercatat di Kecamatan Limbangan terdapat 25.624 Jiwa penduduk tenaga kerja produktif yang dimana diantaranya terdapat di Kawasan Padang Sumampeer sebagai bagian dari wilayahnya. Angka menunjukan potensial besar dengan mencapai 69% dari total penduduk di Kecamatan Limbangan, sehingga angkatan kerja yang ada begitu melimpah untuk dilibatkan dalam berbagai kebutuhan sektor yang ada. Berikut ini adalah rincian dari angkatan kerja produktif di Kecamatan Limbangan sebagai berikut. Tabel 8. Jumlah Angkatan Kerja Produktif di Kecamatan Limbangan Tahun 2023 Kelompok Umur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah 1 2 3 4 15-19 1.151 1.160 2.311 20-24 1.417 1.379 2.796 25-29 1.462 1.443 2.905 30-34 1.455 1.470 2.925 35-39 1.344 1.335 2.679 40-44 1.391 1.407 2.798 45-49 1.224 1.289 2.513 50-54 1.258 1.265 2.523 55-59 1.186 1.143 2.329 60-64 915 930 1.845 Total 12.803 12.821 25.624 Sumber: BPS Kabupaten Kendal, 2023 Kawasan Padang Sumampeer memiliki mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani diantaranya di Desa Peron, dominasi dipegang oleh petani dan wiraswasta. Desa Gondang, dominasi pekerjaan adalah petani dan kelompok belum bekerja. Selanjutnya Desa Pakis, angkatan kerja masih didominasi oleh petani dan disusul oleh karyawan perusahaan 17 swasta. Desa Sumberahayu, mayoritas penduduk memiliki pekerjaan sebagai petani dan pelajar. Data penduduk berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada table berikut. Tabel 9. Pendudukan Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Desa Peron Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Petani 1.150 956 Pegawai Negeri Sipil 7 9 TNI 5 0 POLRI 3 0 Wiraswasta 501 300 Pelajar 201 307 Perangkat Desa 11 1 Tukang Cukur 3 0 Satpam/Security 4 0 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan Tabel 10.Pendudukan Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Desa Gondang Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Petani 351 282 Buruh Tani 77 54 Pegawai Negeri Sipil 5 7 TNI 2 0 Tukang Kayu 12 0 Tukang Batu 24 0 Pembantu rumah tangga 0 4 Karyawan Perusahaan Swasta 46 34 Wiraswasta 7 2 Belum Bekerja 242 205 Pelajar 152 128 Ibu Rumah Tangga 0 206 Purnawirawan/Pensiunan 2 2 Buruh Harian Lepas 74 43 Tukang Rias 0 1 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan Tabel 11. Kependudukan Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Desa Pakis Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Petani 223 213 Buruh Tani 4 6 18 1 2 3 Buruh Migran 2 0 Pegawai Negeri Sipil 2 3 Pedagang Keliling 8 7 Karyawan Perusahaan Swasta 60 42 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan Tabel 12. Pendudukan Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Desa Sumberahayu Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Petani 103 59 Buruh Tani 5 3 Pegawai Negeri Sipil 9 3 Pedagang barang kelontong 0 9 Perawat swasta 1 1 Bidan swasta 0 3 TNI 4 0 POLRI 4 1 Guru swasta 2 6 Pedagang Keliling 5 0 Tukang Batu 1 0 Pengacara 1 0 Karyawan Perusahaan Swasta 64 39 Wiraswasta 39 13 Belum Bekerja 96 58 Pelajar 73 54 Ibu Rumah Tangga 0 125 Purnawirawan/Pensiunan 2 1 Perangkat Desa 7 1 Buruh Harian Lepas 33 21 Pelaut 2 0 Sumber: Profil Desa dan Kelurahan Sosial budaya merupakan dimensi kehidupan manusia yang erat terkait antara aspek sosial dan budaya. Aspek sosialnya melibatkan interaksi, hubungan, dan perilaku individu dalam konteks masyarakat, termasuk dalam pembentukan kelompok, norma-norma sosial, dan struktur sosial. Sementara itu, aspek budayanya mencakup warisan nilai- nilai, norma-norma, kepercayaan, adat istiadat, bahasa, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pemahaman 19 tentang sosial budaya mencerminkan bagaimana interaksi sosial dipengaruhi oleh latar belakang budaya, dan sebaliknya, bagaimana interaksi sosial dapat membentuk serta mempengaruhi unsur-unsur budaya dalam suatu masyarakat. Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer memiliki mayoritas penduduk dari suku Jawa, yang membuat budaya lebih kental terhadap budaya Suku Jawa. Di Desa Gondang melestarikan kesenian tari kuda lumping dan tari soreng prajuritan. Pertunjukan kuda lumping, menampilkan tarian dengan replika kuda dari anyaman bambu, sering disertai oleh musik dan nyanyian yang mencitrakan keberanian seorang prajurit. Penari dalam pertunjukan kuda lumping, sering dalam keadaan kesurupan atau terinspirasi oleh roh leluhur, memperlihatkan keberanian dan kelincahan dengan berbagai atraksi di dalamnya. Di sisi lain, tari soreng prajuritan merupakan tari khas daerah di Jawa Tengah yang menampilkan kegagahan dan keberanian prajurit melalui gerakan tangan yang anggun dan ekspresif, sembari memiliki sebuah makna simbolis yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan dan keberanian. Keduanya menjadi salah satu kesenian sebagai bentuk kegiatan masyarakat dalam sosial budaya, untuk menjadi basis dalam mempertahankan identitas lokal sambil mengekspresikan kreativitas dan warisan budaya. Masing-masing desa di Kawasan Padang Sumampeer terdapat tradisi Grebeg Alas Susuk wangan, yaitu tradisi bersih-bersih mata air dan saluran irigasi yang memiliki makna bahwa masyarakat harus bersyukur atas karunia air yang diberikan untuk mengairi sawah dan perlu dilakukan upaya konservasi air. Acara dalam tradisi Grebeg Alas Susuk wangan umumnya meliputi bersih-bersih mata air, selametan atau makan bersama di lokasi mata air tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar mata air dan sarasehan serta mengadakan kegiatan seni budaya lain seperti menonton wayang atau karnaval. Untuk di Desa Gondang, masyarakat menyembelih ayam tukung (ayam yang tidak memiliki pangkal ekor) di sumber air atau Tuk Tukung, sementara di Desa Peron dilakukan di sumber mata air Petung dan melakukan tradisi yakni Kepala Desa Peron membasuh kaki Kepala Desa Pakis yang menurut sejarah, Desa Pakis dianggap sebagai kakak dari Desa Peron. Sebagai bentuk untuk pelestarian budaya yang ada, pemerintah daerah dan pihak terkait mengadakan sebuah kegiatan festival kebudayaan. Festival budaya adalah perayaan yang menghargai dan mempromosikan kekayaan budaya suatu komunitas atau kelompok masyarakat. Acara ini melibatkan beragam ekspresi seni, pertunjukan, hidangan khas, serta tradisi dan kepercayaan yang mencerminkan identitas budaya mereka. Tujuan utama dari festival budaya adalah untuk 20 merayakan dan melestarikan warisan budaya, sekaligus berbagi keunikan tersebut dengan masyarakat yang lebih luas. Kegiatan dalam festival mencakup pertunjukan tarian, musik tradisional, pameran seni, demonstrasi kerajinan tangan, dan berbagai aktivitas lain yang menampilkan keanekaragaman budaya. Melalui festival budaya, tercipta kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, saling memahami, dan menghargai keberagaman budaya, yang pada gilirannya memperkuat rasa identitas dan kebanggaan terhadap warisan budaya yang dimiliki. Perayaan dilakukan dalam rentang 1 tahun sekali, dengan pemberian sebuah panggung pada pagelaran seni dan budaya yang ada di masyarakat. Pagelaran seni yang meriah diadakan di Desa Gondang setiap setahun sekali bebarengan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI. Pada pagelaran seni ini ditampilkan bermacam kesenian tari dari Desa Gondang maupun mengundang dari desa lain luar Kendal. Berikut merupakan daftar kegiatan budaya yang ada di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. Tabel 13. Kegiatan Budaya di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer No Desa Jenis Kegiatan/Tradisi Dokumentasi 1 Sumberahayu Upacara Adat Grebeg Alas Susuk wangan 2 Peron Upacara Adat Grebek alas susuk wangan 3 Pakis Upacara Adat Grebeg Alas Susuk wangan 21 No Desa Jenis Kegiatan/Tradisi Dokumentasi 4 Gondang Upacara Adat Tradisi Grebeg Alas Susuk wangan Tarian Daerah Kesenian Tari Kuda Lumping Tarian Daerah Kesenian Tari Soreng Prajuritan Festival Budaya Festival/Pagelaran Seni Sumber: survei lapangan, 2023 D. Sarana dan Prasarana. Lembaga ekonomi menjadi salah satu bentuk gambaran dari ketersediaan sarana prasarana ekonomi yang ada di Kawasan perdesaan Padang Sumampeer, keberadaan ini menjadi salah satu hal penting dalam menunjang pertumbuhan dan peningkatan perkembangan ekonomi masyarakat di kawasan perdesaan. 22 Kondisi kegiatan ekonomi di Kecamatan Limbangan didominasi oleh unit usaha pertanian serta perkebunan hal ini didapatkan berdasarkan dengan wawancara dan data yang diperoleh saat survei di lapangan dengan penduduk di kawasan pedesaan Padang Sumampeer, selain itu untuk menjalankan roda perekonomian masyarakat di Kawasan Pedesaan Padang Sumampeer juga terdapat beberapa lembaga perekonomian yang membantu dan mendukung ekonomi masyarakat. Berikut ini adalah rincian dari lembaga ekonomi dan unit usaha desa di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer sebagai berikut: Gambar 1. Pusat Perekonomian Kecamatan Limbangan Sumber: Survei Lapangan, 2023 Tabel 14. Lembaga Ekonomi dan Unit Usaha Desa di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/Kelurahan Jumlah/unit Jumlah Kegiatan Jumlah Pengurus dan Anggota Peron Kelompok Simpan Pinjam 4 1 20 Bank Pemerintah 4 1 20 Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 9 10 1 Gondang Industri Kerajinan 5 5 5 Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 12 12 1 Usaha Perikanan 2 2 5 Pakis Usaha Perikanan 5 0 20 Group Musik/Band 1 0 10 Sumberahayu Kelompok Simpan Pinjam 2 8 7 Jumlah Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 4 15 4 Toko Kelontong 8 7 12 Sumber: Profil Desa/Kelurahan 23 Tabel 15. Lembaga Ekonomi dan Unit Usaha Desa di Kawasan Padang Sumampeer Desa Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/Kelurahan Jumlah/ unit Jumlah Kegiatan Jumlah Pengurus dan Anggota Peron Kelompok Simpan Pinjam 4 1 20 Bank Pemerintah 4 1 20 Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 9 10 1 Gondang Industri Kerajinan 5 5 5 Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 12 12 1 Usaha Perikanan 2 2 5 Pakis Usaha Perikanan 5 0 20 Group Musik/Band 1 0 10 Sumberahayu Kelompok Simpan Pinjam 2 8 7 Jumlah Pemilik Angkutan Desa/Perkotaan 4 15 4 Toko Kelontong 8 7 12 Sumber: Profil Desa/Kelurahan Sarana dan Prasarana pendidikan di Kawasan perdesaan Padang Sumampeer hadir berupa keberadaan lembaga pendidikan, meliputi jenjang pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah atas. Selain itu, terdapat pula pendidikan berbasis agama seperti tsanawiyah dan pondok pesantren. Persebaran fasilitas pendidikan di kawasan perdesaan memusat di Desa Peron, dengan adanya fasilitas pendidikan dengan jenjang PAUD hingga SMA. Selain itu, untuk pendidikan usia dini dan sekolah dasar menyebar secara merata di keempat desa. Berikut ini adalah rincian dari jumlah sarana pendidikan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer meliputi 4 desa. Tabel 16.Jumlah Sarana Pendidikan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Jenis Pendidikan Jumlah Status Kepemilikan Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa Pemeri ntah Swasta Desa/Kel Peron Play Group 2 Terdaftar 0 1 1 4 23 TK 4 Terdaftar 0 3 1 12 105 SD 3 Terakreditasi 3 0 0 22 283 SMP 1 Terdaftar 0 1 0 13 187 SMA 2 Terdaftar 0 2 0 12 156 24 Desa Jenis Pendidikan Jumlah Status Kepemilikan Jumlah Tenaga Pengajar Jumlah siswa Pemeri ntah Swasta Desa/Kel Madrasah 1 Terdaftar 0 1 0 23 263 Ponpes 2 Terdaftar 0 3 0 34 307 Gondang PAUD dan TK 1 Terdaftar 0 2 0 5 54 SD 2 Terdaftar 2 0 0 14 149 SMP 1 Terdaftar 1 0 0 8 49 Pakis Play Group 1 Terdaftar 0 0 1 3 30 TK 1 Terdaftar 0 0 1 3 20 SD 2 Terdaftar 2 0 0 12 90 Sumberahayu TK 1 Terdaftar 0 0 1 3 35 SD 1 Terakreditasi 1 0 0 8 65 Sumber: Profil Desa/Kelurahan,2023 Gambar 2. Sekolah di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 25 Gambar 3. Peta Persebaran Fasilitas Pendidikan Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Survei Peneliti, 2023 . Mobilitas masyarakat di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer ditunjang dengan keberadaan jalan dan fasilitas pelengkap lainnya, dengan kondisi jalan yang baik akan mempermudah dari keberjalanan mobilitas yang dilakukan. Masyarakat setempat mendapatkan sarana transportasi dengan keberadaan 2 jenis jalan, yaitu jalan kolektor dan jalan lokal. Jalan kolektor menjadi penghubung antara Kecamatan Sumowono di Kabupaten Semarang dengan Kecamatan Boja di Kabupaten Kendal, yang melewati Kecamatan Limbangan dan salah satu jalurnya berada di Kawasan Perdesaan. Seringkali jalan ini menjadi akses untuk trayek transportasi tertentu seperti travel dan lainnya, untuk menjadi jalan alternatif penghubung Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Semarang. Selanjutnya untuk jalan lokal, menjadi penghubung daerah setempat berupa desa ke desa. Kondisi geografis Kawasan Padang Sumampeer dengan bentang alam dataran tinggi, membuat jalur transportasi disini dibuat berkelok-kelok dan naik turun menyesuaikan kondisi permukaan tanahnya. Berikut ini adalah kondisi Sarana dan Prasarana di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. Tabel 17. Kondisi Sarana dan Prasarana Transportasi di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Jenis Sarana dan prasarana Baik (Km/Unit) Rusak (Km/Unit) Peron Panjang jalan konblok/semen/beton 3 - Gondang Panjang Jalan Aspal 10 3 26 1 2 3 4 Pakis Panjang Jalan Aspal 12 0 Sumberahayu Panjang jalan konblok/semen/beton 1,5 0 Sumber: Profil Desa/Kelurahan Gambar 4. Jalan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Gambar 5. Peta Jaringan Transportasi Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Survei Peneliti, 2023 Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer memiliki keterjangkauan terhadap sumber air bersih yang baik, karena dengan kondisi lingkungan yang masih asri membuat air tanah maupun permukaan masih terjaga dengan baik. Ketiga desa di Kawasan Perdesaan diantaranya Desa Peron, Gondang, dan Pakis memiliki mata air sebagai salah satu sumber air 27 masyarakat setempat, dengan pemanfaatan yang tersalur melalui pipa maupun selang air. Pemanfaatan air ini selain untuk keperluan sehari-hari, juga digunakan untuk kepentingan irigasi pertanian dan perikanan. Berikut ini adalah tabel yang menampilkan jumlah prasarana air bersih dan sanitasi di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. Tabel 18. Jumlah Prasarana Air Bersih dan Sanitasi Di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Prasarana Air Bersih dan Sanitasi Jumlah Peron Mata Air 8 Titik Bangunan Pengolahan Air Bersih/Air Minum 8 Unit Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 1 Jalur MCK Umum 4 Unit Pemilik jumlah Jamban Keluarga 569 KK Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) 1 Unit Gondang Mata Air 48 Titik Bangunan Pengolahan Air Bersih/Air Minum 2 Unit Mata Air 3 Titik Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 1 Jalur Pakis MCK Umum 1 Unit Pemilik jumlah Jamban Keluarga 420 KK Kondisi Saluran Drainase/Saluran Pembuangan Air Limbah 3 Jalur Saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 1 Jalur MCK Umum 222 Unit Sumberahayu Pemilik jumlah Jamban Keluarga 290 KK Kondisi Saluran Drainase/Saluran Pembuangan Air Limbah 3 Jalur Sumber: Profil Desa/Kelurahan Berikutnya untuk sistem pengolahan sampah di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, masyarakat untuk saat ini tetap berpaku pada sampah yang langsung dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau di tong-tong sampah yang ada. Belum ditemukan adanya proses pengolahan sampah yang berbasis pada nilai ekonomis, dengan merubahnya menjadi barang jadi atau barang siap pakai. Persebaran untuk TPS di kawasan perdesaan ini tercatat hanya terdapat pada 2 desa, yaitu Desa Peron dan Desa Pakis. 28 Muara akhir dari distribusi sampah ini nantinya akan dikumpulkan di Tempat Pembuangan Akhir Darupono yang terletak di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Sampah ini akan diangkut oleh dinas lingkungan hidup, menggunakan armadanya berupa truk sampah. Di bawah ini akan tersaji tabel tentang jumlah prasarana kebersihan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. Tabel 19. Jumlah Prasarana Kebersihan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Prasarana dan Sarana Kebersihan Jumlah Peron Tempat Pembuangan Sementara 1 Lokasi Tong Sampah 2 Unit Gondang Tong Sampah 50 Unit Pakis Tempat Pembuangan Sementara 2 Lokasi Tong Sampah 25 Unit Sumberahayu Tempat Pembuangan Sementara - Sumber: Profil Desa/Kelurahan Gambar 6. Pamsimas di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Gambar 7. Peta Jaringan Drainase Kawasan Padang Sumampeer Sumber:survei lapangan 2023 Kondisi air permukaan yang tersedia di Kawasan Perdesaan, dimanfaatkan oleh masyarakat yang bekerja di bidang agraria sebagai suplai utama untuk pengairan lahan. Sumber air dalam sistem pengairan irigasi di Kawasan Perdesaan adalah berasal dari sungai Kali Jurang, Kali 29 Bengkeng, dan Kali Putih. Aliran dari sungai terletak di tengah-tengah kawasan perdesaan, dengan melewati semua desa dan menjadi pembatas alami bagi Desa Pakis dan Desa Gondang. Saluran irigasi di Kawasan Padang Sumampeer terdiri dari tiga jenis, yaitu saluran suplesi, saluran sekunder dan saluran tersier. Awalan untuk saluran suplesi adalah saluran yang membawa air dari sadap tersier menuju saluran kuarter maupun petak tersier, dalam jaringan irigasi di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer termasuk dalam kategori pengairan menuju petak tersier. Saluran ini hanya tersebar di dua desa, yaitu Desa Gondang dan Desa Pakis. Selanjutnya ada saluran sekunder merupakan saluran yang memiliki fungsi untuk menjadi jalur dalam distribusi air dari saluran primer menuju petak-petak tersier yang berakhir di bangunan sadap. Panjang dari saluran sekunder dengan angka terbesar berada di Desa Gondang total 1452,74 m, dengan nama saluran sekunder Aji Gede. Terakhir terdapat saluran tersier yang merupakan saluran dengan yang mendistribusikan air menuju saluran kuarter. Saluran tersier terpanjang terdapat di Desa Gondang, totalnya mencapai 703 m yang bermuara pada petak tersier daerah irigasi Angkruk. Berikut ini adalah tabel yang menyajikan Sarana dan Prasarana Irigasi di Kawasan Padang Sumampeer. Tabel 20. Sarana dan Prasarana Irigasi di Kawasan Padang Sumampeer Desa Saluran Panjang (m) Gondang Saluran Sekunder Anyar 1389.98 Saluran Sekunder Aji Gede 1452.74 Saluran Sekunder Aji Pakis Ruas 1 950,63 Saluran Sekunder Larik Ruas 1 400.26 Saluran Sekunder Larik Ruas 2 1150.56 Saluran Sekunder Senet Ruas 1 850.15 Saluran Sekunder Tukung 1470 Saluran Suplesi 74,27 saluran tersier 703 Pakis Sakuran Sekunder Dadapan Ruas 1 572,86 Saluran Sekunder Aji Pakis Kanan Ruas 1 392,81 Saluran Sekunder Aji Pakis Kiri Ruas 1 605,73 30 Desa Saluran Panjang (m) Saluran Sekunder Aji Pakis Ruas 1 950,63 Saluran Sekunder aji pakis ruas 2 196,78 Saluran Sekunder Aji Pakis Ruas 3 86,28 Saluran Sekunder Batang Ruas 1 244,5 Saluran Sekunder Sedawung Ruas 1 925,36 Saluran Sekunder Senet Ruas 1 850,15 Saluran Suplesi 74,27 Peron Saluran Sekunder kajoran 316,7 Saluran Sekunder Ma. Ketro Ruas 1 332,39 Saluran Sekunder Ngasinan 1249,94 Saluran Sekunder Ruas 1 1887,3 Saluran Sekunder ruas 2 20 Saluran sekunder Ruas1 462,94 Saluran Sekunder Sedali 488,43 Saluran sekunder sedali kanan 1 Saluran sekunder Sedali kiri 1 saluran tersier 525 saluran tersier 525 Saluran tersier 1 Ruas 1 273,41 Saluran Tersier 2 Ruas 1 139,72 Saluran tersier ruas 2 245,21 Sumberahayu Saluran Sekunder Abang 630,33 Saluran Sekunder Angkruk 234,24 Saluran Sekunder gedong a 730,25 Saluran Sekunder Gedong Lengok Ruas 1 91,98 Saluran Sekunder Ngasinan 1249,94 Saluran Tersier 470 Sumber: Profil Desa/Kelurahan 31 Gambar 8. Saluran Irigasi di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survei Lapangan, 2023 Gambar 9. Peta Jaringan Irigasi Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Survei Peneliti, 2023 Fasilitas penunjang dalam berkegiatan sosial budaya di masyarakat Kawasan Perdesaan, salah satunya adalah didukung dengan adanya prasarana peribadatan. Mayoritas masyarakat di Kawasan Perdesaan yang beragama Islam, membuat prasarana yang ada adalah mayoritas berupa masjid dan langgar/surau/mushola. Tersebar merata di keempat desa, dengan jumlah yang bervariasi tergantung pada luasan wilayahnya. 32 Tabel berikut menyajikan jumlah prasarana peribadatan di Kawasan Perdesaan. Tabel 21. Jumlah Sarana dan Prasarana Peribadatan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Prasarana Peribadatan Jumlah Peron Masjid 5 Buah Langgar/Surau/Mushola 13 Buah Gondang Masjid 4 buah Langgar/Surau/Mushola 12 Buah Pakis Masjid 4 buah Langgar/Surau/Mushola 5 Buah Sumberahayu Masjid 2 Buah Langgar/Surau/Mushola 1 Buah Sumber: Profil Desa/Kelurahan Gambar 10. Fasilitas Peribadatan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Gambar 11. Peta Persebaran Fasilitas Peribadatan Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Survei Peneliti, 2023 Upaya untuk menampung minat bakat masyarakat Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, keberadaan prasarana dan sarana olahraga sangatlah diperlukan. Bertujuan untuk memberikan ruang kepada masyarakat guna memaksimalkan minat dan bakat, agar dapat menjadi alternatif kegiatan yang positif karena dapat memberikan efek berupa peningkatan kapasitas tubuh. Keempat desa masing-masing sudah 33 memiliki prasarana dan sarana olahraga yang mendukung, dengan keberadaan dari lapangan sepak bola tersebar merata di setiap desa. Berikut ini adalah tabel yang berisikan jumlah sarana dan prasarana olahraga di Kawasan Perdesaan. Tabel 22. Jumlah Sarana dan Prasarana Olahraga di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Sarana Olah raga Jumlah Peron Lapangan Sepak Bola 1 Lapangan Bulu Tangkis 1 Meja Pingpong 2 Lapangan Voli 6 Gondang Lapangan Sepak Bola 2 Lapangan Badminton 1 Lapangan voli 1 Pakis Lapangan Sepak Bola 1 Lapangan Bulu Tangkis 1 Lapangan Voli 4 Sumberahayu Lapangan Sepak Bola 1 Lapangan Bulu Tangkis 1 Lapangan Voli 1 Sumber: Profil Desa/Kelurahan Gambar 12. Lapangan Olahraga di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Kehadiran fasilitas kesehatan yang ada di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, karena fasilitas ini mempunyai peranan sebagai salah satu instrumen dalam peningkatan kualitas kesehatan dan pengendali dari jumlah pertumbuhan penduduk di masyarakat. Kawasan Padang Sumampeer memiliki fasilitas kesehatan yang tersebar merata di setiap desa, dengan komposisi yang sudah 34 menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam ranah kesehatan. Berikut ini adalah jumlah Sarana dan Prasarana Kesehatan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. Tabel 23. Jumlah Sarana dan Prasarana Kesehatan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Desa Prasarana dan sarana kesehatan Jumlah Peron Balai Pengobatan Masyarakat yayasan/swasta 1 Unit Bidan 1 orang Perawat 3 orang Gondang Poliklinik/balai Pengobatan 1 Unit Posyandu 4 Unit Bidan 1 Orang Pakis Puskesmas Pembantu 1 Unit Poliklinik/balai Pengobatan 1 Unit Posyandu 4 Unit Bidan 1 orang Sumberahayu Poliklinik/balai Pengobatan 1 Unit Posyandu 1 Unit Bidan 2 Orang Perawat 2 Orang Sumber: Profil Desa/Kelurahan Gambar 13. Fasilitas Kesehatan di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 35 Gambar 14. Peta Persebaran Fasilitas Kesehatan Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Olahan Peneliti, 2023 Modernisasi menuntut sebuah daerah harus mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada, mulai dari kemajuan teknologi sampai kemudahan terhadap aksesibilitas telekomunikasi. Salah satu fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan oleh masyarakat adalah jaringan internet. Jaringan telekomunikasi merujuk pada RTRW Kabupaten Kendal, melintasi 3 desa, 1 desa tidak terlintasi yaitu Desa Peron. Kawasan Padang Sumampeer sebagai bagian dari Kecamatan Limbangan, tercatat memiliki luas cakupan layanan 4G sebesar 5,02 Km2 secara keseluruhan dengan persentase sebesar 85,19%. Sedangkan untuk wilayah yang belum terlayani adalah sebesar 14,18%, dari cakupan luas permukiman tempat kegiatan yang mencapai 5,89 Km2. Layanan dari jasa penyedia layanan telekomunikasi melalui jaringan internet di Kecamatan Limbangan, didominasi oleh 4 operator seluler pemegang terbesar yaitu BTS Telkomsel 4G (78%), BTS Indosat 4G (62%), BTS XL 4G (59%), BTS H3I 4G (33%), dan BTS Smartfren 4G (54%). Keberadaan BTS (Base Transceiver Station) menjadi salah satu indikator dari optimalnya dalam kualitas layanan telekomunikasi kepada masyarakat disekitarnya, Kawasan Padang Sumampeer memiliki total 3 menara BTS yang tersebar di Desa Peron, Pakis, dan Gondang. Berikut ini adalah daftar menara BTS di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer. 36 Tabel 24. Jumlah Menara BTS di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer No Pemilik menara Pengguna Alamat Desa Kecamatan Tipe Tinggi Struktur 1 Protelindo Xl;Indosat Dusun Krajan Rt 01 Rw 01 Peron Limbangan Green Field 50 3 Kaki 2 Tower Bersama Group Indosat Jl Raya Limbangan Dsn Pakis RT 01 RW 01 Pakis Limbangan Green Field 72 4 Kaki 3 Dayamitra Telekomunikasi Telkomsel JlGondang Suwono Gondang Limbangan Green Field 72 4 Kaki Sumber: Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kendal, 2023 Gambar 15. Menara BTS di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Keberadaan infrastruktur yang berkaitan dengan energi digunakan untuk proses pendistribusian menuju berbagai wilayah, dengan fokus dalam upaya pemerataan dalam menunjang kegiatan masyarakat daerah setempat. Prasarana dan Sarana energi meliputi keberadaan infrastruktur berupa pembangkit listrik, jaringan listrik, jaringan gas, dan lain sebagainya. Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer memiliki jalur distribusi melewati 3 desa yaitu Desa Sumberahayu, Desa Gondang, dan Desa Pakis. Berpusat dari gardu induk yang berada di Kecamatan Weleri. Gardu induk memiliki fungsi untuk merubah tenaga listrik dari tegangan tinggi ke tegangan tinggi lainnya atau dari tegangan tinggi ke tegangan menengah, selanjutnya dapat didistribusikan menuju wilayah-wilayah sekitarnya yang dikelola oleh PT PLN (Persero). Di bawah ini adalah tabel jumlah pelanggan listrik berdasarkan kepala keluarga. 37 Tabel 25.Jumlah Pelanggan Listrik berdasarkan Kepala Keluarga di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Tahun 2021 No Desa Pengguna Listrik (PLN) 1 Peron 1192 2 Gondang 685 3 Pakis 486 4 Sumberahayu 314 Sumber: BPS Kabupaten Kendal, 2023 Gambar 16. Jaringan Energi di Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer Sumber: Survey Lapangan, 2023 Gambar 17.Peta Distribusi Jaringan Energi di Kawasan Padang Sumampeer Sumber: Olahan Peneliti, 2023 E. Kelembagaan Pengembangan perekonomian di kawasan perdesaan Kecamatan Limbangan didukung oleh beberapa OPD dan kelembagaan masyarakat. Kelembagaan OPD Kabupaten Kendal berdasarkan Perda Kabupaten Kendal Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kendal meliputi: 38