Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memenntahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Langga Ditetapkan di Daik Lingga pada tanggal 91 Maret 2025 ' 7 k Diundangkan di Dak Lingga pada tanggal 91 Maret 2025 SEKRETARIS DAERAH KABL PATEN LINGGA. ARMIA BERITA DAERAH KABUPATEN LINGGA TAHUN 2025 NOMOR 37! aa 2.9... : & ..- , 0 aneh 0 man AV man Ig #0. - 4 sasD ag... , BUPATI ILA LAMPIRAN | PERATURAN BUPATI LINGGA NOMOR (be TAHUN 2025 TANGGAL A1 MAKET 2025 PEDOMAN AUDIT KINERJA BERBASIS RISIKO Aparat Pengawasan Internal Pemenntah (APIP) dapat memberikan nilai tambah peringkatan kinena pemenntah daerah melalui hasil-hasil pengawasan berupa lavanan assurance audit kinerja untuk meningkatkan ketaatan. kinerja yang cfekuf. efimen. dan ekonomis (3E). maupun layanan konsultansi untuk perbaikan tata kelola. proses pengendalian dan pengelolaan nsiko pencapaian tujuan organisasi Hasil audit yang diharapkan tersebut merupakan outcome dan pencapasan dan pemenuhan kapabilitan APIP Level 3. P Kedudukan Audit Kinerja Berbasis Risiko Dalam Grand Design PIBR Dalam matnks grand deugn Pengawasan Intern Berbams Risiko (PIBR), kedudukan audit kinerja terletak pada tingkat kematangan Manajemen Risiko (MR) Level 3 (Risk Defined) dan Kapabilitas APIP (IAC M) Level 3 (Integrated) sebagaimana terdupat pada Tabel 1 1 Kedudukan ini menjelaskan bahwa audit kanena berbasis risiko dilaksanakan apabila 1 tingkat kematangan MR telah mencapai Locl 3 dan dilaksanakan oleh APIP dengan tingkat kapabihtas Level 3 Untuk Pemda vang tingkat kematangan manajemen tisikonva masih beradadi bawah Level 3, pedoman umum audit kinerja berbasi riiko ani dibuat untuk mendorong APIP bersama manajemen melakukan perbaikan ke arah Kapubilitas APIP Level 3 dan Menajemen Risiko Level 3 Manujemen didorong untuk seperau menyusun kebjyakan manajemen risiko dan mengmplcmentami maniyemen nsiko Untuk itu, SDM APIP harus paham dan kompeten mengenwi penpkeclolaan nsiko dan APIP didorong untuk mampu mernfasiitas: penerapan manajemen risiko sebagumuana terdupat pada Gambar! | Dalam Internal Audi? Capralnity Model LACMJ). audit kanega berbusa nsiko memilik: keterkuutan yang erat dengan Perenuunaan Pengawasan Berbasis Risiko (PPBR) Arca pengawasan vang menjadi Jingkup audit kanerja merupakan hasil proses PPBR sebagaimana terlihat padi Tabel 1 2 Risiko tingga yang terndentifikasi pada saat PPBR menjadi salah satu acuan dalam perencanaan Pntencial Audit Obrectue IPAO) dan lingkup audit kanerja Sehingga, dapat dikatakan keberhasilan penilaan nsiko pada saat PPBR akan mendukung keberhasilan audit kinerja yang akan dilakukan 1. " Level tan Karunerat Lawui tan Ovcage Seung Penguwuana PTKI yang tapat Keternatiman Pak Lewat Mang men Iagabilitas APP (lakukan ! Remiho .- — “ - —— . - ——- — - — « Mak uatae Jnttial Arka oo GP Tang 5 ata Kota ga beta 7 wani, kat I KeNkadTU Tera Sea berdetak TT rrraar LA Pada di Pe rung Br gul IMT TA ak TE eU TU Na Pata teramat anta Hak me Jafrastrusture GULA aw NP PRA NI Tag KT h t. N4 - PN HanaTp oo“ Pasaran mantan Uap oma AA 8. TA , ba aN Pia PAK G5 SA LEK « aw usa tan ana f , panai KIE Gr AK SAE keva2 TA Hn K3 KTI Aan.ik. . -—ga 2 PU kt TANYUL peka Tan Len Erna ha Baar ena mari .. | Ong ceng PT pai GAN 3 2 "2 ALAN YM XX Na221 laa TE NS Zea" Leon Tt Am TA da 1.yiha poA. gs ara Tya ah | TRI MM ain, SN at Kara sn tua Br dur Dim tet ma hmm. Lowd 8 'not manapat—————— Benapat aa Sen hat “v LINA TAN NN sn PTUN MeAn UNA Ga Gn aaSETEL II TE NRG AP anna yura ta tan “xi “. an PM NA vx air har ulas ata Tiger uda, ban tab EM ar an PE ana hut rbu ar la Aa buana ta Kat SITI KK XM IT. Pr angan! LA TAS MAA TM TR ai PLAT na Ara Pd Da” ba MS mua Dep Fama Tega -. TI YAI AA Ab TT Ta KAA Araatar Lal TaatNN, ———— Peran at ng Terang Pia Dra AS em Kapus At Na Aa gn AI AI "di bb pa Yah Tenan ' LAE 3 BeNUaAUK ld Petai?TNO bareng au Pn” ———— 0. Ld wanadd Opamnng Bee Aa tani Merr Ka ir KU ot gr day mat rt ar ag merah 21 Na Map ra mn ana Moah pem anaa Irnvalu Pata UGalar "Ss ana un uu tart B0. oa krena aa Mag Na tan an ek TAK MNEMPAS Pa Lt Ni 0g An era amp aa PU MaanLNAg an Krn LA La Tabel LI Keterkatan antara Audit Kinerja Berbasis Risiko dalam Marrks UGrund Design PIBR, MR dan Kapabihtas APIP 2 | 2 Gambar D1 Pelaksanaan Audit Kinena dengan Manajemen Risikonya masih berada di bawah Level 3 "—— MATRIKS KAPABILITAS APIP- . CM Tan ' Akuntabilitas Peran dan 'Bu dan , Layanan Pengcelolaas | Praktik dan Dudaya Otruktur Leve SDM Profesional Manajemen ' KnO Tata Kella APiP . Organisasi Kioerja— . . Na t as - 1y,Larneran ermperan AP kenpiinann Mo aniyan ' . Tgl. ' z Lavunan Membargin um Kerangka herja Penguatan |irsan panax be urgg: War. Meri gr ala AN PEMEN Koradultani , kinerja wan . kompetenya Kualtas " saat Jan Pengamanan ! penjamin | Mar ajeten | Te sadap — . Ia -— nm — an gp at APIP Pegne 1 TK ! tan kd Lag Infarnas. bisa Prufemuat.5. , —A 1 Peeen anan nana, Nemponen ! Pe yag tan n “ basiatda oi mana Hal Mekaname Keeruaraa Tum PPeaaaa Rian SA 77 van Pendanaan Pekan tntrgral — — Menatergkamean , Kerangka ' Aksara Penuh : « t Pe learn |ch . Audi: Preogc mtr .gar. IYakn, Anyar an | Pa, — rana tap , ana Oper amami! Keran Poanfarmau Keramtan Pratu Tndisdu Irafeni al can. . Kegaran AP APP UT aU ant : |pe arang Lo dan SUM: ! 4 : An aan 5 ea — —- Level 3 ' 1 Peranan | Infra No Taste '| Perpaaanan | kd ifikaa. tan medasar han » Harun ' Hugangan Keeratrc IM perna . Pebajn ta Ian Kega'an APIP sang kun. mana em, terbangu " BerdagA .-— 0001 | kepenungan . | —. Ad ho dan tata teranmudetaan mudi herman at Kn ta Oo atper erna nak Pisa Level I - berujar etatg tee Pameran jerat nge ata anta pan he Inasraa! Sapna Maa Sak ARP Se bapak tara Uni IKA TIngan TAI Tabel 1 2 Audit Kinerja dulam Matriks Kapabiitas APIP — TACM Rernsed 2017
3.Pengertian, Karakteristik, Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Kinerja 3 Pengertian Audi Kinerja dari berbagai sumber: 0 Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2004 tentang Prmenksuan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, audit lanerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yank terdiri atas pemenksaan aspek ckonomi dan efisiensi serta pemeriksaanpada efektivitas (3E) e Peraturan Pemenntah (PP) Nomar 60 Tahun 200K pasal SO avat 2, audit kinerja adalah audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah yang terdin atas audit aspek ekonomi. cfisiensi. dan audit aspek efektivitas (3EL. e Berdasarkan Peraturan Badan Pemeriksa Keuungan (BPK) Nomor | Tahun 2007 tentanp Standar Pemeriksaan Keuangan Negara, audit kinerja adulah pemeriksaan atas pengciolaan keuangan Nepara vang terdiri atas pemenksaan aspck ckonomis dan efimensi 4 Level 3 Patent ad Ke AV 13 serta pemenksaan atas aspck efektivitas (36), termasuk jupa menguji kepatuhan terhadap ketentuan-kctentuan peraturan perundang-undangan serta pengendalianintemn. Herdasarkan Standar Audit Intern Pemenntah Indonesa (SAIPI) . “udit kanerja adalah audit atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah vang terdin atas audit aspek ekonomi, efimenu,. dan audit aspek cfekuvitas (3E), serta kewatan pada peraturan. Atas penjelasan dan definisi di atas maka dapat disintesakan bahwa audit kinerja berbasis risiko vang dimaksud dalam pedoman imi adalah audit vung dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan proses pengclolaan risiko atas program strateps/prnontas pimpinan daerah dengan sasaran merniliu ketsutan terhadap kententuan vany berlaku. menilai “spck 3JE, memulai keberhasilan pencapuan program strategis. membenkan saran perbuskan pengelolaan nsiko dan pengendalian intern h Karaktenstik Audit Kincera antara lan Audit kinerja harus dapat menjawab apakah sesuatu yang benar telah dilakukan dengan cara yang benar Maksudnya udalah bahwa program prioritas vang diaudit telah dilaksanakan dengan caru Yang benar. Audit kinerja haruslah menggambarkan seperu pemeriksaan kesehatan (medroul check upn pelaksanaan suatu program pnontas. Maksudnya andalah bahwa uudit kanerya harus dapat membenkan saran saran perbaikan terhadap kinerja program prioritas vung tidak optimal dan pengelolaan niko vang belum memudar Audit kanerja adaluh audit for management sehingga diharapkan hasil audit kinerja yang dilakukan oleh APIP dapat memberikan rekomendasiperbaikan sebagai upava peningkatan akuntabilitas dun kinerja entitas vang diaudit. Audit kanerja memerlukan indikator kinerja sebaga: ukuran vang jelas, sah, dan dupat dipertanggung jawabkan mengenai aspck ekonomis, efimena dan efektivitas « Ruang Lingkup dan Tujuan Audit Kinerja 5s . 11 Gambar | 2 Ruang Linpkup Audit Kinenautas Program Pnontus Ruang lingkup audit kanerya pada pedoman umum Ini adalah area penyKawasan berupa program strategis /prokram prioritas vang memiliki nsiko tinggi sebagaimana tercantum dalam PKPT yang disusun berdasarkan Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko (PPBR) APIP hendaknya melakukan audit kinerja setidaknya pada program pnontas vang paling berkontnbusi/ paling relevan dalam menentukan samaran strateus RPIMD Namun, apabila APIP telah memiliki kemampuan untuk melakukan penilasan kinerja atas beberapa program pnontas maka audit kinerja yank dilakukan n hendaknya ditingkatkan hua level sasaran vang uda di RPIMD. Audit kinerja bertujuan untuk membernkan nilai tambah dan masukan/saran perbaikan kepada manajemen terkait dengan perbaikan kinerja untuk mengurang/ menghilangkan / memulihkan dampak, saran pengelolaan nsiko dan penyendualan dalam rangka perbaikan tata kelolaorganisasi » 4. Tahapan Audit Kinerja, Metodologi dan Kompetensi Kebutuhan SDM N | v / Gambar | 3 Tahapan Proses Audit Kinerja Tahapan Proses audit kinerja e Tahap Perenvanaan Tahapan perencanaan audit kinena berbasis nsiko terdiri dari persiapan penugasan. penetapan tiuuan dan ruang Iingkup. pemahaman proses bisniseuditi, identifikasi dan peniiaan nsiko ulama serta penpkendaltan utama. Has dari tahapan peremkunaan adalah kesepakatan peretapan indikator kinerja, model audit kancrja. penetapan TAO dan Program Kerja Audit (PKA) rencana pengujuan bukti yang akan dilakukan pada saat tahapan pelaksanaan audit kunerja e Tahap Pelaksanaan Dalam pelaksanaan audit kunerja. APIP melakukan pengukuran, penilaian dan pengujan atas bukt buk yang diperoleh yank terkait dengan aspek ketaatan, aspek 3E, serta capssan kinena berdusarkan indikator kinerja dengan model yang telah ” ' disepakati pada tahap perencanaan. Hasil kunena tersebut kemudian dudentufikasi dan dianalisis capaannya atas arca Indikator Kinerja Kegutan (IKK) yang capaian kinerjanya tidak optimal atau indikator capuran kinerjanya masih di bawuh batas predikat “berhasil” dari targetg yang telah ditetapkan, Atas indikator kinena vung capuannya masih di bawah tersebut akan dyadikan area of imprmuwment yang perlu dudentifikasi penvehab hakiki dan diberikan sarun perbaikan kinerja. pengelolaan nsiko dan pengendalhan, terutama yang merupakan risiko dan P pengendalhan utama vang ada pada audit Selanjutnya. APIP dapat menyusun temuan atas hasil pengujian masing- masing Indikator Kinena Reguatan (KK) berdasarjuan bukti bukti vang ada atas program prnontus tersebut Hasil pengujian terscbut juga akan digunakan APIP dalam membuat kesimpulan atas lanera program pnontas berdasarkan kriteria indikator kinerja yang telah disepakati di tahap perencanaan Tahap Komunikasi Hasil Audit Setelah selesai melaksanakan penugasan lapangan, penyusunan simpulan. temuan dan usulan rekomendasi, APIP perlu menpkomunikasikan hasil audit kinenya kepada Pimpinan, Manujemcn Audita Sebelum melaksanakan pembahasan akhir dengan auditi, APIP sebaiknya meciakukan pembuhasan intern. Pembahasan intem perlu dihadin seluruh im audit. pembahasan intern bermanfaat untuk memastikan kembal: bahwa isi dani notisi hasil audit (simpulan sementara) telah didukung dengan bukti vang relevan, kompeten dan cukup. Selanjutnya, untuk memperoleh tanggapan atas mumpulan dan hasil pengkomunikasian hasil sudit maka perlu dilakukan pembahasan ukhir secara formal dengan auditi Pembuhasan aktur hendaknya dilakukan dengan cfektif dan menkhamikan kesepakatan. Pembahasan akhir hendaknya dihadiri oleh pihak yang mempunyai jabatan dan kewenangan dalam pengambilan keputusan baik dan pihak APIP muupun audi Pengkomunikasian hasil audit APIP vangdi dalamnva terdupat rekomendasi dan saran sungat pening bagi auditi untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada sesuai 8 saran vangtelah dibenkan APIP. Rekomendusi yang diberikan diharapkan dapat mengurang dampak masalah. meningkatkan proveksi caparan kinerja, memperbuiki kclemahan pengelolaan nsiko dan pengendalan vang ada serta dapat mengurang ungkat risiko orgarisasi sehungga outcome dan audit kanerja n dapat tercapua
2.Metodologi/ Pendekatan dalam pelaksanaan audit janera 1F e Pendekatan Integrated Performana: Management System (IPMS) Yaitu sebuah pendekatan/metode pengukuran kinera dengan menctapkantujuan, proscs mencapm tujuan, faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan, dan indikator keberhawian. Pendekatan ani lebih tepat untuk mengukur kinerja suatu program jangka pendek dan penedik seperti infrastruktur atau program dengan durasi waktu tertentu baik satu tahunan Maupun limau tahunan Untuk contoh membangun model IPMS terdapat pada Form I.la. Catatan: metodologi IPMS penerapannya terkantung dan kompleksitis program pnoritas vang terpilih menjadi arca pengawasan audit kinerja seperti, antara lain seberapa banvak OPD yang terlibat. seberapa bunyakandikator kineya program dan indikator kinerja kegiatan yang mendukung kunci keberhasilan program tersebut Semakin banyak OPD dan indikator kanena dalam program tersebut, muka metodologi IPMS yang ditbungun akan semakin kompleks. » Pendekatan Balance scorevard yaitu sebuah pengukuran kunena dengan menggunakan empat persepektuf yaitu keuangan, stakeholders, bisnis proses, dan leaming process and growth Pendekatan tersebut dapat dimodifikasi sesum dengan proses bisnis yang ada di sektor publik Pendekatan ani dapat digunakan untuk program rutin/ berkelanjutan sevara terus menerus yank beramentasi kepada keuangan, s!akeholders, bwais proses, dan learning process and growth seperti pada proses bisnis puda unit kerja Pelavanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang proses bianisnva terus menerus sama dan berulang serta berhubungan lanysung dengan stukehulders. Untuk contoh pendekatan Balance Scorecard terdapat di Form 1.2 d “ 0 Pendekatan Loye yutu suatu Metode penkukuran yang menguraikan hubungan scbab akibat antara berbagai komponcn program dengan dengan komponen indikator kinerja seperti input. outpul. dan ortcome. Pendekatanini biasanya diKunakan untuk mengevaluasi pencapman suatu program/kematan Untuk contoh pendekatan Logic terdapat di Form 1.3 3 Kompetensi Kebutuhan SDM Dalam pelaksanaan tugas, APIP wajib mengikuti standar audit vung telah ditetapkan Untuk pelaksanaan suatu audit kancra, APIP perlu mempunyai kompetensi dan kecermutan prafcsional (standar 2000, AAIPI) mengenai audit kinerja. Kompetensi tersebut didapatkan melulu pendidikan, pelatihan dan pengalaman dalam melakukan audit kincra (Knowledge, Ski, dan Atnitudej Selain atu, APIP dapat menggunakan tenaga ahli internal ataupun ckstcrnal (Stendar 2014, AAIPI). apabila tidak uda SDM APIP vang mempunvus kcahhan yang diharapkan Dengan kriteria di atas dapat disimpulkan bahwa SDM APIP vang melakukan uudit kinerja adulah SDM APIP yang tdah terluuh untuk melakukan audit kanerja, memahami penyukuran kinerja dan memahami proses bianis audit. APIP harus mampu menjadi eariy usamany system kepada pimpinan OrganiaasI Untuk melakukan tindakan-tndakan perbaikan. APIP perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang k teknis yang seluras dengan proses hianis audit Pemilihan dan Penetapan Indikator Kinerja Audit kinerja hendaknya dilaksanakan atas audit yang telah memiliki indikator kanerja sebagai ukuran kincrjanvu. APIP dapat menilai kelayakan Indikator kinerja audit dengan memperhatikan standar pelayanan minimal, tujuan sirntegis organisasi, best pructww serta pertimbangan profesional APIP. Adapun syarat andikntor kinerja vang baik vantu dapat diukur. relevan, dan mudah dimengerti serta dupat memberikan informasi vang tepat tentang caparan kinena Benkut adalah contoh reviu indikator kinera 160 | Sasaran Indikator papat | ! SaranRo Btrategis Kinerja Spesifik diukur Relevan Indikator | ' Pengganti' TA Meningkatn penerbitan Ya N Ya Ya — | va IMB vang | ketepatan sesum dengan Waktu standar | penerbitan waktu |IMB lavanan ra “ Meningkatnya Jumlah Na Ya Ya ' kepustuan perubahan/ hukum atas revisintas tata ruang rencana | dan wilayah tata ruang/ | wilayah 3 Meningkatnya Sretr:bus Ya Ya Tidak, "IMB pajak, retnbusIMBvung |Retribusi tahun 'dacrah atas akurat |Yang layanan IMB |akurat tidak berati ada peningkatan retribusi t 1 Tabel 13 Contoh Reviu Indikator Kinerju Sumber: Modul Audit Kinerja Pusdiklatwas Indikator kinerja hendaknya dapat digunakan untuk menyudentfikasi arca area kntus dan proses bisnis audit sebagai dasar pengembangan Critical Sucsess Factor (CS, dan penilaran nsk register strategis auditi Pada dasarnya perumusan indikator kancrja merupakan tanggung jawub pihak munajrmen audit. Penctapun indikator kinerya dan skala pengukuran kinerja hendaknya melalui kesepakatan bersama antara APIP dan audit dengan memperhatikan niko strategis, proses bisnis audit dan tujuan dan mn program xntsutegin Indikator kincrja udalah ukuran kuanutauf dan kualitauf vang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kematan/ program dan misaran yang telah ditetapkan. Indikator kanena tersebut terdin atas anput, output, outcome, manfaat dan dampak. Untuk gradasi/ skala pengukuran kincna sebaiknya juga disepakati dengan audit, benkut adalah contoh skala pengukuran kinerja vang biasa digunakan 11 8kor Kategori B5 s skor s 100 Berhasil TU skor « RS Cukup Berhasil S0 & yker «TO Kurang Berhasil Os skar « SO Tidak Berhasil Contoh Tabci 1 4 Skala Pengukuran Kinerja 6. Konsep Ekonomis, Efektif, dan Efisien Gene 1mpern - toh langgunn: #arter . " aruda - . Li Pa toto . input . Las . ob. . . Haram' (nuan Cotan Ot Gambar 1.4 Konsep Aspck 3E Sumber: diolah dari berbagai sumber e Pengertian Ekonomis Ekonomis berkaitan dengan perulchan sumber davu yang akan digunnkandalam proses dengan biava, waktu, tempat, kualitas, dan kuantitas vang tepat Ekonomis berarti meminimalkan binya pervlehan input yang akan digunakan dalam proses, dengan tetap menjaga kualitas dan standar yang diterapkan. Audit atas aspek ekonomis meliputi. Apakah barang atau jasa untuk kepentingan propram, aktuvitas. fungsi, dan kegmatan telah diperoleh dengan harga letih murah dibandingkan dengan barang atau juma yang Samu yang terdapat dalam standar harga /e-cutulog dan harga Asosiasi: dan Apakuh barang atau jasa teluh diperoleh dengan kualitas vang letih bagus dibandingkan dengan jenis barang/jasa serupa denkun hargn yang sama vung terdapat dalam standar harga e-oatalog dan harga asosiasi 12 o Pengertian Efisiensi Efisiensi merupakan hubungan opumal antara input dan output. Suatu entitas dikatakan efien apabila mampu menghasilkan output maksimal dengan jumlah input tertentu atau mampu menghasilkan output tertentu dengan memanfaatkan input minimal. Audit atas aspck efisienai meliputi: - Apakah input yang tersedia untuk menghasilkan barang /jaxa telah dipakaisecara optimal Apakah output Vang sama dapat diperoleh dengan lebih sedilut input, Apakah output vang terbaik dalam ukuran kuantitas dun kualitas dupat diperoleh dan input vang digunakan e Pengertian Efektivitas Efektivitas merupakan pencapamn tujuan Efektivitas berkiutan dengan hubungan antara output vang dihasilkan dengan tujuan vang dicapsi (outoomesy Efektf berartu output vang dihasilkan telah memenuhi tujuan yang ditetapkan. Audit atas aumnpek efektivitas meliput: - Apakuh output yang dihasiikan telah dimanfaatkan sebagaimana diharapkan: Apakah output yang dihasilkan konsisten dengan tujuan yang ditetapkan, Apakah outcome yang dinvatakan berasal dari output yang dihasulkandan bukan dan pengaruh Ingkungan luar. Untuk yang lebih luas lagi, cfcktuvitas dapat juga dilhat dan @ulomes berupa dampak, akan tetap: pengukuran cfektivitas sampa puda dampak memerlukan muang lingkup penkukuran kinena vang lebih luas dan besar, sehingga untuk sampa! saat ini penyukuran efektratas hanya berupa manfuat output dari tyuan/sasarun vang ingin dicap Contob ilustrasi aspek 3E terdapat pada Form 1.4
7.Sistematika Pembahasan Sistematika dalam Pedoman Umum Audit Kinerja Berbasis Risiko ini adulah sebagus berikut 13 BAB I Pendahuluan Hab ini membahas latar belakang dan Grand Desin Audit Kinerja Berbanis Riko dalam Peningkatan Kapabilitas APIP, Pengertuan. karaktensuk. tujuandan ruang Ingkup audit kincrja serta tihapun, metodologi dun kompetensi kebutuhan SDM dalam melakukan audit kinerja, Penjelasan mengenai pemilhan dan penetapan andikator kancrja serta konsep 3E. » -— .». » P3 Gambar 2 1 Gambaran Umum Perencanaan Audit Kinerja Tahapan perencanaan audit kinerja terdin dari: persupan penugasan, penentuan tujuan dan ruang lingkup. pemahaman proses bisnis, wentifikasi dan penilaran risiko utama serta dewan penkendalian utama, penctapan indikator kinerja, bobot dan penyusunan PKA rencana pengujian. l Permapun Persiapan penugasan audit kanerja diperlukan untuk memasukan audit kanerya dapat dilaksanakan dengan buk. Audit kinerja dilakukan atas arca pengawasan yang telah ditetapkan dalam Perencanaan Pengawasan Berbasis Risiko (PPBR). Berikut adalah hal hal yang perlu dipersupkan untara Lun: a) Mengidentifikasi mandat/kewenangan APIP, kebyakan dan peraturan umum terkait program dan informasi yang relaan atas program prioritas yang terpilih Hal tersebut dapat diperuleh 15 melalui dokumen Internal Audit Chapter IAC). RPIMD, Renstru. Isu terkini, besaran anggaran, dan kejadian temuan tahun sebelumnya Hasil idenufikasi ani daput dyadikan Potenaal Audit Obrective (PAO) bl Mempersiapkan tum dan surat penugasan dengan memperhatikan kompetensi dan kcahhan secara kolektif sesuai dengan penugasan yang akan dilakukan C| Mengalokasikan dan menctapkan sumber daya yang semua untuk mencapai sasaran penugasan audit dalam pembuatan Program Kerju Audit (PKAI Perencanaan Penentuan Tujuan dan Ruang Lingkup 21 Penctapan tujuan dan ruang lingkup audit merupakan proses kritis pada awal penugaman Kegagalan menetapkan tujuan dan ruang lngkup audit secara jelas dapat membuat pekerjaan tim tidak sclurus dengan penugasan 8) Agar sasarun/tujuan audit kinerja dapat dicapai, APIP perlu menctapkan ruang lingkup penugasan yang memudar. Pernyatan ruang lingkup perludibuat untuk menjelaskan upa Yang terakup dan tdak tercakup di dalampenugasan bj) Tujuan audit kinerja yaitu APIP melaksanakan pengukuran, penilaian dan pelaporan atas aspek ketaatan serta aspek IK atas cCapaan kinerja propram pnontas CI Selam itu, APIP dapat memberikan nilai tambah pada perbaikan tata kelola. pengelolaan nsiko dan penkendalan pada muditi Sehingga outcome audit kinerja dapat tervapas. Adupun ruang lingkup yang terkunt audit kancrja berbunis nsiko dalam pedoman umum ini adalah prokram prioritas farca pengawasan) penode tertentu vang ditetapkan dalam PPBR, menjadi concemi perhatian pimpinan ducrah dan telah memiliki andikutor kinernya sehingga APIP dapat melaksanakan penugasan audi! kinerja. Pemahaman Proses Bisnis Auditi4 Seteluh APIP menentukan tujuan dan ruang hngkupnva, muka tahap selanjutnvaudalah pemahaman proses bisnis auditi oleh APIP Hal tersebut dilakukan agar APIP memahami kegiatan pokok, tugas dan fungsi. asu dan lo permasalahan vang dihadapi. peraturan vang terkait dengan program prioritas, anygaran yang diperoleh. anformass mengena: penerapan ingkungan pengendalian vang mendukung keberhasilan program serta data umum lannya yang relevan. APIP dalam pemahaman proses bisnis perlu mendalam: dan mengidentifikasi selunuh tingkatan pencapatan tujuan organisasi baik dani operasional dan tujuan stratepps. Adapun hui: hal yang perlu dilakukan dalam pemahaman proses bismsauditu vantu: al Identifikasi keselarasan antera program prieontas di RPJMD, RKPD, dengan Renstra, RKT dan RKA musing masing OPD vang terkait dengan program prioritas untuk mM cngantisipasi kemungkinan adanya revisi RPJMD dan Kepala Dacrah. Catatan:Apabila telah dilakukan pada saat proses PPBR maka bisa dilanjutkan puda langkuh berikutnva Contoh Kertas Kerja Penyelasaran terdapat pada Form 1 5 Identifikasi dan evaluasi ketepatan Indikator Kinerja Utuimu (IKU) di RPJMD), apakah indikator kinerja utama atax program pnornitas yang ada di RPIMD telah cukup/lavak untuk dikunakan dan dijadikan ukuran dalam pencaparan program pnoritas sehingga diharapkan IKU yang adu dapat menggambarkan pencapaian prowram pnontas. Catatan Apabila telah dilakukan pada saat proses PPBR maka hisa dilanjutkan pada langkah berikutnya. Contoh kertas kerja evaluasi ketepatan IKU terdapat pada Form L6 b) Idenufikasi dan anahsis kondisi sistem pengendalian intern terkait dengan unsur dan sub unsur lingkungan pengendahan. Analisis dilakukan untuk mcmperulch informusi awal apakah lingkungan pengendahan kondusif/ memadai untuk mendukung capman prokram pnoritas Catatan Apabila telah dilakukan pada saat proscs PPBR maka tnsa dilanjutkan padu langkah berikutnya Contoh kertas kerja kondisi lingkungan pengendalian ada di Form 1.7 Cc) Identifikasi prugram prnontas terkait dengan regulasi 'pcdoman, Juklak /juknis, kebyakan teknis dan SOP yang ada dan K/L serta Orgarusasi Perangkat Daerah (OPD) vuang terkait dengan prokram n: pnontas. Idenufikasi aktor/ pelaksana program prnontas vauttt OPD) di ce) Utama dan OPD Pendukung termasuk peran. tusi dan proses bisnis dan OPD tersebut sampai dengan kegiatan-kcgiatan vang ada pada unit unit teknis terkait beserta struktur organisasi Identifikasi arca-arca kritis mana saja yang menjadi proses bisnis dari aktor: pelaksana program tersebut, pelayan informami hamil audit scbclumnva,issue /permasalahan atas program. kemudian arca kritis terscbut dikembangkan untuk dapat dyadikan Cnncal Sucoess Factor (CSE? Puda saat pemahaman proses bisnis audit, APIP dapat menilai kelayakan (revyu) indikator kunena yang telih ada dengan memperhatikan standar pelayanan minimal, tujuan Strategis organisasi, best practice serta pertimbangan profesional APIP. Contoh kertas kerja reviu Indikator terdapat pada Form 1.8 Identifikasi dan Penilaian Risiko Utama serta Desun Pengendalian Utuma Tyuan dan tahap identifikasi nsiko uadulah untuk menentukan nsiko-nsiko utama yang berpotensi menghambat pencapaian kinerja program prioritas. Adapun pengertun dan nsiko utama adalah risiko stratems yang menganggu pencaparan tujuan organisasi atau NSIKoO anheren yang dikategonkan sebagai niko tngga/nsiko sangat unggi Risiko strategis Pemda vang merupakan nsikostrateypgos dan nsiko operamonal lintas OPD vang penanganannva tidak dapat dilakukan oleh OPD tertentu/bukan kewenangan OPD tertentu, schingga memerlukan penanganan Kepala Daerah APIP perlu dupat mengdenufikam niko yang menghambat pencapaian kinega program atau dengan kata lain risiko di level mana yang belum ditangani dengan baik vang menganggu pencapuan tujuan stratens Pemda. apukah di level sirategis Pemda, strategis OPD atau operamonn! OPD Identifikasi dan peniluuan riko dupat dilakukan dengan memanfaatkan msk register dan profil nsiko auditi yang telah divalidasi scsuar jonjangnya, apakah divalidasi Kepalu Dacrah atau pimpinan OPD vung disertuu dengan data dukung berupa anahsis dokumen, SOP, dan laporan kegiatan. APIP perlu melukukan penilaian regaster nsiko (evaluasi register asiko) untuk memastikan valditas nsk mgister audit. Had tersebut karena sk neurster manujemen naiko Pemdu sebuyan besar mash dulam tahap pengcmbungyan/pencrapan awal sehingga register niniko tersebut Is belum dapat diandalkan sepenuhnya (mengingat kematangan manajemen risiko belum mencapai Larel Fraluasi risk register audit dapat dilakukan dengan melakukan hrainstorming denyan pimpinan OPD vang terkait program pnontas., dan pegawai kunci yang menjalankan mengetahu: program tersebut diserta: hasil analisis atas data historis, benchmarkiny, hasil set dan hasil kapan mengeniu isiko (sebab. dampak, kemungkinan terjadinya Hasil dari evaluasi repaster nsiko tersebut maka APIP dapat membuat daftar nsiko risiko utama baik pada risiko strategis Pemda, nsiko stratepos OPD) dan nsiko operamonal n OPD yang berpotensi menghambat pencapaian program prontas. Catatan: Apabila telah dilakukan pada saat proses PPBR maka bisa dilanjutkan pada langkah berikutnya Contoh evaluasi register risiko ada pada Form 1.9 APIP mengdenufikasi, menilai, dan menetapkan nsiko-risiko yank ada pada proses bisnis auditi dan mengdentifikasu asiko Utama/rsiko anhcren yang tinggi/sangat tingg yang dapat menghambat pencapaun tujuan organisasi. Setelah mendapatkan nsiko utama, APIP mengidenufikasi pengendalian: pengendahan utas daftar risiko risiko utama yang telah tendenufikasi. Pengendalian yang telah ada pada daftar nsiko utama (ongg dan sang mpg) tersebut kemudian APIP mengidenufikasi pengendalian utamanya Pengendalian utama yang telah ditetapkan kemudian diberikan mmpulin atas kecukupan desain pengendalian Utama terhadap risiko utama Contoh kertas kerja simpulan desain pengendalian ada pada Form 1.9 Idenufiknsi dan penilman kecukupan desun pengendalian utama diharapkandapat mencntukan bahwa proses keyiatan yang utamu telah dilakukan pengendalian dan dievaluasi secara rutin serta telah sesuan dengan proses peniluan nsiko vang ada untuk dapat meminimalisir keKagalan dan dampak yang timbul akibat pengendalian utama tersebut tidak dyalankan Setelah melakukan penvimpulan atas kevukupan desain pengendalian utama atas daftar risiko utama, APIP berdiskusi dengan audii/ manajemen untuk menyepakat andikator kinega, babotm penilaun dan membangun model: metodologi vang akan digunakan lu dalam pelaksanuan audit kinerja. Penetapan Indikator Kinenya. Bobot Penilaian dan Penyusunan Rencana Dulam audit lanerna. APIP seyopyvyanva menctapkan/mcmilih audit kinerja atas program prioritas yang telah memulika indikator kinerja Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan APIP adalah indikator kinerja vang ada tersebut shogyanya pada tahap perencanaan teclah dilakukan reviu keluyakan oleh APIP, telah dilakukan pembahasan dan kesepakatan dcngan pihak sudiu/ mangjemen atas andikator kinerja. bobot penilatan dun skala 'pradami pengukuran kinerja Hamil pembahusan tersebut dituangkan dulum berita acura kesepakatan antara auditordengan auditi Langkah terakhir dalam penyusunan perencanaan audit kanenjaadalah menyusun program kena audit termasuk rencana pengujian rinci (PKA Pelaksanaan) dan alokami sumber daya mengenai anggaran Waktu pengujian serta dana yang diperlukan untuk melaksanukan penugunan. Pada proses diperlukan pengalaman APIP dalam menentukan dan membuat rencanapengujan, penentuan jumiah waktu, biaya dan jadwal pengujian ugar dupat diselesaikan tepat waktu Dalam penyusunan rencana pengujian perlu memperhaukan tujuan audit dan ruang lingkup audit serta indikator kinerja yang telah discpakat bersama. APIPdalam melakukan penkumpuluan dan pengujan bukti pada tahap pelaksanaan audit kincrja dapat mengidentifikasi dan mengumpulkan bukti puda arca arca kritis atas capamn kinerja setup indikator kineya kegatan vang mendukung program priontas sehingga APIP dapat memberikan saran/rekomendasi perbaikan tata kelola, pengelolaan risiko, pengendalian antem dalam pencapumn kinerja program pnontas n dan tujuan organisasi. 20 A| n BAB II! PELAKSANAAN AUDIT KINERJA
1.Proses Pelaksanaan Audit Kinerja Me Putar tas Manan dan Mergar laa WA ga BUAT Te rear (NIK AL LKEMAS | dtpod eetamar una ma dub urg Prosa “XI Inrgrtan ko Ceterangan Arper IE Arpet Ohonom. Iti.en dan (feat ULA berta Kerja buih MK Indeiator ners Kegiatan Gambar 3.) Gambaran Pelaksanaan Audit Kinerja Proses peluksanaan audit kinerja, APIP akan melakukan pengujian untuk mendaptkan bukti yung cukup, kompeten dan relevan atas kondisi program prioritas, sehingga APIP dapat “) Menilai dan menyimpulkan kinrrya dan program pnontis tersebut darraspck ketaatan dan aspck It: b) Menydenufikasi dan menganahsis penyebab penyebab tidak optimalnya kuncryn atas program pnontus CI Menyusun simpulan serta temuan audit di Memberikan saran untuk mengurang dampak permasalahan. perbaskan kinerja, pertkukan pengelolaan risiko, pengendalian dan Gotaermanos Risk Control Dalam pedoman umum audit kinerja ani, APIP mengumpulkan dan menguji atas bukti-bukti vang diperoleh vang terkut dengan aspek ketaatan, aspck JE, serta capaian kineya berdasarkan andikator konena dengan model/ metodologi vang telah disepakati pada tahap perencanaan Hasil kanenja tersebut kemudian didentufikam dan dunaliis capaannya atas arca /andikator kinenn kegiatan yang caparan kuneganya tidak opumal atau indikator capiuan kincyunva masihdi bawah batas prcdikat “berhasil” dan target yang telah ditetapkan. Atas andikator Kinerja yang capamannya masih di bawah tersebut akan duadikan ara af mpmpiement yang perlu didenifikasi penyebab hakiki dan diberikan saran pertuikan kinerja, 21 pengelolaan risiko dan penkendalian, terutama vang merupakan nis:ko dan pengendalian utama yang ada pada auditi. Scpert contoh, APIP akan menguji apakah proses identifikasi dan penetapan risiko utama atas Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang tidak optimal! dalam mendukung program prioritas. APIP perlu menguji proses tersebut untuk dapat menganulisis apakah nsiko risiko utama atas IKK telah dudentifikasi, dianalisis dan dievaluasi secara tepat oleh manajemen. Apabila ditemukan adanva penetapan risiko utama atas IKK vang tidak tepat atau ditemukannya risiko utama yang belum terndentifikasi oleh manajemen, maka nsiko yang tidak tepat atau nsiko utama yang belum teridentifikasi tersebut dapat dijadikan temuan awal bagi APIP dalam rangka saran perbaikan pengelolaan risiko atas program tersebut. Setelah menguji proses penetapan risiko utama, APIP dapat menguji cfckuvitas sistem pengendalian intern. Berdasarkan standar audit, dinyatakan bahwa APIP perlu memahami runcangan sistem pengendahan intern dan menguji pencrapannya/efektivitas dan pengendalian intern audiu. Pengujian efektivitas pengendalian utama atas IKK yang capaian kincrjanva tidak optimal yaitu dengan melihat ketepatan desan pengendalian dengan tujuan dari desain pengendalian scrta membandingkan dcsan pengendalian dengan implementasinya. Adapun contoh teknik penyujjannya dapat berupa melihat form dan substansi dokumen penyendalian, pengamatan atas proscdur/SOP dengan implemcntasi di lapangan dan lakukan perulaan apakah yang tertulis di SOP telah dilakukan dengan cara vang tepat, oleh orang yung tepat dan terdokumcntasi dengan baik, melakukan reperformance serta wawancara. Selanjutnya. APIP dapat menyusun temuan atas hasil pengujian masing: masing Indikator Kinerja Kegiatan (IKKI berdasarkan buku buku yang ada atas program prioritas tersebut. Hasil pengujinn tersebut juga akan digunukan APIP dalam membuat kemmpulan atas kinerju program pnoritas vang didukung dengan bukt- bukti yang telah didokumentasikan oleh APIP berdasarkan kriteria indikator kinerja yang telah discpakati di tahap perencanaan. Diharapkan APIP dapat membenkan saran dan rekomendasi perbaikan kincrja untuk mengurangi atau menghilangkan dampak, saran pengelolaan nsiko dan pengendalian yang mengarah pada tindakan nyatu, sertadapat dilaksanakan oleh auditi. Teknik Audit, Bukti Aadit dan Teknik Sampe!2. Dalam proses pelaksanaan audit kinerja, APIP mengumpulkan dan mendapatkan buktu-bukt vung relevan, kompeten dan cukup. dengan menggunakan teknik audit dan teknik sampel Sehingga, APIP diharapkan mcmperolch buk vang maternal dan relevan serta sampel vany represenialitw. Hal tersebut dilakukan ugar pekerjaan APIP menjadi profesonal dimanu hasil audit mempunyai dasar vang kuat dalum penyusunan temuan dan simpulan hasil audit. Benkut adalah hubungan antara teknik dan jenis buku audit yang dapat diperoleh: . .ugrar . - La. -— eni. ..c..o.cge |—.—. ox .. arina. 0. 0. “. Lg , ago @ at « Gambar 3.2 Hubungan Teknik Audit dengan Buku Audit Dalam proses pelaksanaan audit kinerja, APIP saat melukukan pengumpulan dan pengujian buku juga perlu memperhatikan luasnya besaran pengujan vang akan dilakukan Besaran lunsnya pengujian tersebut udak perlu dilakukan audit secara keseluruhan melainkan dapat dilakukan sampel sesuar dengan tingkat keyukinan yang diharapkan melalui teknik pemilihan sampel. Agar pemilihan sampel dapat benar represenfatitw maka dapat menggunakan contoh rumus/tabel statistik vang biasa digunakan dalam mencntukan jumlah sampel antara kun.» Ih Rumus Slovn n-N/Nidi2 1 n sampel. N » populasi, d » nila presisi 9S". atau sg.s O.OS Contoh: APIP akan menguji kelengkapan berkas permohonan dalam layanan administrasi kependudukan sejumlah 125 berkas Atas hal tersebut APIP tidak akan menguji secara keseluruhan melunkan menggunakan sampel dengan pertimbangan profemonalnva dengan menggunakan rumusslovin dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 55. maka jumlah sampel vang akan dilakukan pengujian olch APIP adalah : N-125/ 125 (0.05)2 01 » 05,23. dibulatkan 95 2! Rumus berdasarkan Proporm atau Tabc! Isaac dan Mwhacel APIP selun menggunakan rumus slovin dalam menentukan sampel! 23 yang representatwe juga dapat menggunakan tabel Isaac dan Michael D: mana dalam table tersebut telah tersedia tingkat kesalahan sebesar Wu, SS. dan 107 Dengan tabel aini. APIP dapat secara langsunk menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan ungkat kesalahan yang dikehendaki. 3 Jumlah samphng minimal APIP saat melakukan mudit/pengawasan yang ruang lngkupnya tdak terlalu besar. maka dapat menggunakan jumlah sampling minimal seperti yang disebutkan Roscoe dalam Sugiyono (2010 131) mengatakan bahwa ukuran sampel vang layak dalam penelitian udalah antara 30 sampai dengan SOO. Bila populasi kurang dani 30, seyagyanyu dumbil keseluruhan Pengujian Aspek Ketaatan, Aspek Kinerja (3E) dan Capaian basil Kinerja 3. Dalam proses pelaksanaan audit kinerja, APIP mengumpulkan dan mendapatkan buku atas hasil pengunan sampe! vang terpilih atas aspek ketaatan dan aspck 3E Selain itu, APIP juga melakukan periiaian dan penyimpulan capman kimcena berdasarkan andikator kineya dan model/ metodologi vang telah discpakat pada tahap perencanaan. Penilaan dan penvimpulan kinerja jupa didasarkan atas kontnbusi dari n Masink-masink aktor /OPD pelaksana program priontas »1 APIP dalam melakukan pengujian atas aspek ketaatan vaitu APIP dapat memberikan keyakinan memadai bahwa arca, proses, sistem yang diaudit alan program pnontas telah mesum dengan peraturan perundang undangan, kebijakan, prosedur yang berlaku dan peraturan terkait, serta kriterim /ketentuan yang berlaku lainnya Selanjutnya vantu pengunan terlaut spek IE yang dilakukan oleh APIP, seperti contoh aspek ckonomis dan efisien, APIP dapat mengun bagamana perolehan input mengenai barang dan jasa maupun perolehan input kegiatan Yang mendukung program pnuritas. APIP juga periumelihat perolchan input tersebut dengan hasil output untuk melihat aspek dfiwen. apakah audit telah memperoleh. melndungi dan Mmenygunukan sumber davanya sevara hemat dar efisien Ser mengidentufikasi penyebab hmbulnya ketidakhematan dan ketidakefisienan Sedangkan untuk penkukuran dan penilasan aspek efektivitas, APIP dapat mendan apakah capsaen hasil program atau manfaat “ yang diperoleh sesumi dengan yang ditetapkan dan menilai sejauh mana 24 kegiatan audit dalam pelaksanaan program vang bersangkutan mencapan tujuan Setelah 3tu, APIP dapat melakukan penilaian capmaun kinerja maning masing indikator kancrja kegitan vang mendukung program prioritas berdasarkan hasi pengujan atas aspck ketaatan dan aspek 3K terscbut. Hasil capaman kinerja indikator kinerja kepatan tersebut vang tdak tercapai/ tdak optimal kemudun dudenufikasi dan dianalisa penyebab tdak tercapar capajan kinerja atu ndikutor caparan kanerjanva masih di bawah batas predikat "berhasil" dari target vang telah ditetapkan Atas indikator kinerja yang capmannya masih di bawah tersebut ukun dyadikan anva of improvement vang perlu dudentifikasi penvebab hakiki dan diberikan saran perbaikan kincrja. pengelolaan risika dan penkendalan, terutama yang merupakan nsiko dun pengendalian utama t yang uda pada auditi. Adapun pada saat audit kinerja dilaksanakan ternyata prokram tersebut masih berjalan dan belum memiliki sasaran antara, maka penilaan 3E dan pengukuran kinerja hanya melihat pada aspek ckonomis dan efissensinya saja tanpa perlu melhat cfekuvitas dani program tersebut. Namun, jika telah memilki sasaran antara, maka dapat dilihat efektivitasnya Pengujian Risiko Utama atas Area IKK yang Tidak Optimal Capaian Kinerjanya APIP dalam menpdentifikasi dan menganalisis penvebub tdak tercapainya capaian kinerja seyogyanva dikaitkan dengan identifikam dan penetapan risiko utama serta cfeklivuias pengendalian yang dilakukan alch manajemen Penyebabcapuian kinerja yang tidak tercapa/bdak optimal dianalisis nsiko utama /nsiko strata Itingga dan sangat tingg) terutama yank telah ditetapkan oleh auditi/ manajemen APIP perlu menilay dan menganalisis apakah proses identifikasi dun penetapan risiko vung dilakukan oleh audit/ manajemen telah memadai atau tidak. APIP perlu melakukan pengujian apakah nimiko utama telah dudentufikasi, dianalisis AIA . dan dievaluasi secara tepat oleh manajemen. Apabila ditemukan adanya penetapan risiko utama vang udak tepat atau ditemukannya nsiko utama yang belum tendenufikani oleh manajemen Puda saat proses penyusunan nisiko, maka risiko yang tidak tepat atau nsiko utama yang tdak tendentifikasi tersebut dapat dyadikan temuan bagi APIP dalam rangka saran perbaikan pengelolaan risiko atas program tersebut. 09 Berikut adalah beberapa langkah dalam melukukan pengujian dun penularan risiko yaitu: “. h. Dapatkan dokumen perencanaan terkait tujuan Pemenntah Daacrah mampu dengan tujuan arca pengawasan (RPIMD- Renstra RKPD- Renja) Dapatkan kebyakan manajemen nsiko vang berlaku pada b. Pemerintah Daerah: Dapatkan dokumen register risiko terbaru yang telah diupdate dan telah di tandatangam pimpinan OPD serta dokumen terkait Lunnya Lakukan pengujian dan penilauan atas penetapan konteks, huk tingkat ntrategas Pemda. tingkat atrateKis OPD muupun tingkat operasional OPD, termasuk mengun keselarasan penctapan niko, apukah risikosrisiko yang ditetapkan telah mengacu pada tujuan d dan sasaran strategis Pemenntah Daerah (RPIMD- Renstra OPD Lakukan pengujian apakah penctapan probabilitas dan dampak. serta penctapan sclcra risiko telah sesum dengan kebijakan MR Pemeta, Lakukan pengujan dan penilaran atas tahupan identifikasi risiko, mulu dani prosesnya, apakah telah melibatkan pihak vang memang memahami ptuses bisnis dan nsikonya, apakah risiko telah dudentfikas mulu dan menganalisis tujuan, identifikasi kepatan/propram untuk mencupu tujuan. identifikasi risiko pada seuap kematan program vung dapat menghambat pencapman tujuan. Apakah penetapan risiko opcramonal, nsiko strata dan risiko entitas Pemenntah Daerah terkait program tersebut telah tepat, apakah musih ada risiko utama (tinggi dan sangat ting) yang belum diidentifikasi oleh manajcmcn. lakukan pengujian atas proses analis riko, berkuutun dengan pemberian nilai probabilitas dan dampak. apakah telah melibatkan proses yang objektif melalus workshop/FGD/lannya dengan melibatkan pihak-pihak yang tepat (memahami proses tusnis dan nsiko| Lakukan peruilian atas evaluasi nsiko, termasuk penyusunan profil nsiko dan pemetaannya sesua dengan kehyakan miniyemen risiko yang ditetapkan: C R Pasukan seluruh risiko magrifikan arpamisasi telah dudentufikasi. Jo dianalisis dan dievaluasi dengan baik oleh manajemen Setelah langkah kerna sebagamana nncian di atas dilaksanakan, selanjutnya perlu di dokumentusikan dalam kertas kerja. Pengujian Efektivitas Pengendalian Utama atas Area IKK yang Tidak Optimal Capaian Kinerjanya 5. Setelah melakukan pengujan proses nsiko utama, APIP selanjutnya melakukan penyunan atas efektivitas pengendalian atas nisiko utama tersebut Berdasarkan standar audit. dinyatakan bahwa APIP perlu memahami rancangan sistrm pengendalhan antem dan menguji penerapannva/cfektvitas dan penpendalan antem uudit:/ manujemen Pengujian cfekuvitas pengendalian utsmu yattu dengan mclhat ketepatan denain pengendahan dengan tujuan dan desain pengendahan serta membandingkan desain pengendalian dengan implementasinya. Tujuan pengujyan efektivitas pengcndahan adalah untuk membenkan kevakinan bahwa pengendalian atas risiko utama telah mampu menurunkan nsiko 7" sampa tingkat yang dapat ditenma (berada dalam arcu selera risiko) Adapun pengujian ketepatan desain pengpendahan utama yartu, APIP menilai/ menganalisis apakah desain pengendalian yang dibuat dan dilakukan manajemen telah tepat/sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkun manajemen terkait atas penkendahan risiko utama (onya dan sangat ngga). Puda saat APIP menguji ketepatan dewan uda kemungkanan " terdapat tiga kondisi vang ditemur oleh APIP yaitu a Kondisi pertama, kemungkinan APIP menemui kondisi rncangan pengendalian yang berlebihan. artinya pengendalian yang dirancang audit terlalu ketat schingga terdapat pengendalian vang sebenarnya udak perlu. Meskipun pada kenyataannya risiko berhasil ditekan sampwu level vang dapat diterima, namun pengendalian vang berlebihan hanya akan menambah biaya bagi organisasi seperti contoh. untuk Menkamankan kan dan risiko kecunan, maka manajemen menyimpan uang dalam brankas dan mencmpatkan satpam yang khusus menjaga brankas :tu 24 jam ika nilai nominal uang dalam brankus udak sigrufikan. muka penempatan dalam brankas yang terkunci. aksesnya dibatasi, dan pemasangan CCTV telah memadar untuk mengamankannva dan risiko kecunan, sehingga tidak perlu menyewa satpam untuk menjaganya 29 jum Dalam kondissiani, APIP dapat merekomendasikan untuk menghilangkan pengendalian vang tiduk ,. -' perlu. karena hanya akan memboroskan sumber dava. Dalamcontoh di atas, reckomendasinva adalah dengan mengurangi pengendalian berupa penjagaan satpam 24 jam. b Kondisi kedua, terdapat kemungkinan rancangan pengendalan vany kurang. aruinya pengendalian yang ada belum mampu menurunkan nsiko sampai level yang daput diterima Untuk kundisi im, APIP dapat merekomendasikan pengendahan Gimbahan vang perlu dilakukan oleh auditi sehingga mampu menurunkan niko sampai level vang dapat diteama. Sekun itu. terdapat kemungkanan bahwa auditi sesumi dengan kewenangannya. tidak memungkinkan untuk menurunkan riuko sampui level yang dapat ditenma Contoh atas risiko yang melibatkan auditi van lan, diperlukan mitigasi berupa kebyakan stratcpis yang wifatnva lintasscktoral Untuk kondus ains, rekomendasi yang dibenkan olch APIP ditujukan kepada level vang lebih mrategis Vuitu pimpinan tertinggi organisasi, sehingga mityasi yang dilakukan lebih tepat sasaran
(106)n BUPATI LINGG 54 Fera LS Kera kena Urtik Menuua Kemnannsar Astara Pnngran Prenas 9 RPL ARP Ortgar, Penetra can SIT Varang Marng Nna Semerrtat Dan : RIMD/REVISI RPJMD Tahun «4 ba SRI No 2P1MD Tujuan Nratrps Undekatat Yu van Strateps Sasaran Ya'rga B $ katamtor Sasaran Stra'np3 Cc Taget Gahuran Prr-apaan S KAP) Tahur A Pra Pentas Teks" And 5 Ipan Pangan AN « kegatan D ROKAN Keparan FEKSTPA UFJ A Pra B ILY Pangan C kerutan D Undihatcr Seputar — .. FP rargerua » maa an Kena 7 Tem. AT ET Tart KB 1 Tan“ GB“ Ya” YyNn - - — - Pama "To , Maag, maa , Nag | TAI Teng Mak, 0 ga uu ." Li , wu. ” - mw NN Ie L -.. - .- . PI) “ ... - ”. - 1g 55 . Lean Sen 4 | Mel San Aa Sen Talia SNNGN » vr... , Pd 1 “ “ . . » : , , i . ” 4— - — 0 2. -— TT .— . —. bat. . - . ba anna , — —t- - -.— . —-— - - . “ - ..- —m“- —- “———w—. — « — — - . “ . “. —A 4 . - « - — . 4 —— - ———— — -. .———— A5 —. £ — —L— -« - - . “— “——— —a— 4 — . “« “ . - . , , « . 4 . - ' —» ——x PN NN 0 PANNUN — nan an — mx -| “— - —— — . . - -— -— S— —.—-- - - - . « . —. 4 Hi — t— - —— —— - - - . —— d«— —d———A——— 4 keterangan Dus: dengan | ranar Prograt RAD Ortu sergas yutikaror Progam FPI WII CPL Late Pengrars Pnonas Suka Tana DPT Penis Peaksasa Pagar Pentas Tenant Program Pengusung tar Seoaran Perkaunp aa Lupa Saga Peentas adajah PTFI dan kegatan rang MEN. Kur pelakkanan "agar Preotag Dada 1 Lyra OPO Perguaang UPS Pendukung IL PU Pemdakang ai da cusshan nata #9 sang memo "tagar tar kegatar yang DerdykLag Program Pnartas (ud adik BUPATI LINGGA 55 Form 1.6 KERTAS KERJA EVALUASI KETEPATAN !kU A Nama Pemda B RPJMD Tahun ..... sd Cc Tahun Anggaran Keterangan: A Diisi Nasna Pemda |) Dum Tahun RPJMD « Dus: Tahun Anggaran Berkenaan
(1). Dum Nomor Urut
(2)Dus Sasaran Strategis (3 Dus Urajan IKU (Sp (6) Diisi Ya atau Tidak
(7). Jika terhadap IKU ada yang tidak memenuhi atnibut. maka disarankan untuk IKU Pengganti BUPATI LINGGA Sasari € tume | No | asaran Indikator Kinerja Utuma | Simpulan Stratepin Uraian, Sprafiu | Measureabie Relevant (HN (2 (3 (4) (SI (| (7) —A- 14 50 Form 1.7 KERTAS KERJA EVALUASI KONDISI LINGUNGAN PENGENDALIAN A Nama Pmerintah Dacrah BR Tahun Penilaman Kondis Lingkungan Penang Penanggung | Target nda No PengendalianYang Kurang Perbaikan Waktu f Lingkungan Ii (2) 3 (3) (5) 3 onoh BNN | Penegakan Integritas dan Nda Etika | IL Jdiambil dari masing masing ' sub-sub unsur (SPIP) » —mmaih 1 3. | Naa Pe IK Komitmen Terhadap Kompetensi | (diambil dari masing masing sub-sub unsur (SPIP) | 5 4 Nnag Kena . 0 H | II Kepemimpinan Yang Kondusif 1 Idumbil dan masing-musink — Isub sub unsur (SPIP) F — — —L “ 3 IV. Pembentukan Struktur Organisasi Yang Sesuar Dengan Kebutuhan | Idiambi dan masing musing sub-sub unsur (SPIP) Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab Yang Tepat 1 (diambil dan masing masing sub-sub unsur (SPIP) Li 3. VI Penyusunan dan Penerapan Kebyakan Serta Praktik Yang Sehat (Mengenai Pembinaar SDM - 1 Kh. Tdiambil dari masing masing | sub.sub unsur (SPIP) 21 3 r - -— VII Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Yang Efektif | 1 diambil dani Mask METING ! sub- sub unsur (SPIP) | 2 3 | vIl Hubungan Kena Yang Buk Dengan Instansi Pemenntah Terkait IL Iduambil dan masny-masing TT | sub-sub unsur (SPIP) | 2 | : | | ! Keterangan: A Dusi Nama Pemerintah Daerah B Diisi Nama Penularan, (W) Diisikan Nomor Urut
(2)Diusi Kondisi Lingkungan Pengendalian Yang Kurang Mcmadai per Sub Unsur Lingkungan Pengendalian (D9 Dus: Rencana Tindak Perbaikan Terhadup Kelemuhan Lingkungan Pengendalian (48 Dusi nama OPD penanggung jawab Rencana Tindak Perbaikan Dus target waktu penvclesaran. BUPATI LINGGA FEIZA 1 bh"3 58 Porm 1.8 Contoh Reviu Format Indikator Kinerja - Ho anaran Key | Area Strategis performance Kritis Kegiatan Indicator Criticl | (KPT) / INK Buccang Factor | . 2 (car) kat Perencanaan: . KP1 1 "cari ' | K2 | car 2 "2 Pelaksaman aa Pona K3 ' csr3 b KP3 4 —Kp14 3 Pelaporan | | | Pan KPI 5 "cars | b KPI 6 cer 6 —— | @pasifik | Dapat Relevan — Saran Diukur Indikator Pengganti NN Pa YA YA Lon TIDAK ” TIDAK ” TIDAK” KMX — . 1 ——— — “YA " MDAK “TIDAK KPI Y.. —— TIDAK TIDAK “TIDAK KPI W.. Nee NnnnG .— | —0— YA YA YA TIDAK | TIDAK | TIDAK | KP z. TOTAL Usulan — Bobot / Alt pm A4 OPD A AAA “ Oorvs 888.” | pp OPD D DDD “OoPDE KEKE . 4 | , OPD F "rr “oma ace € 02 30 4 D 56 DISEPAKATI/ DISETUJUI TTD Nama TTD A - Pemilik/ 3. APIP... Pelaksana Program... . Pemilik/ Pelaksana Program.. BUPATI LINGGA 60 19 —— aa. Tn . - “- LA 4 an gn ( 9 PI pa Poin 1 | - Tg MN bad Bana | PA ta) ang O Lu aa) BE BUTA KOTA, WI) 1. syara an PN MA! “ Ur AGE) BATA | nyi bihaan TA lala tita, MINI €g ny Ti, maa mang »i nda Mn abiah AHA ta us Map amy NN aa Nan Ma, Ma Pakai san PA siih IN 3 RR STRATEGIS PEMDA DIKELOLA OLEH BAPPEDA/SEKDA BERDASARKAN HASIL KESEPAKATAN OPD PELAKSANA PRt GRAM Keterangan : UH Dusi dengan nomur urut (2 Dia dengan Tujuan/ Sasaran Stirategas Pemda
(3)Dasi dengan Indikator Kinerja Utama Pemda (3 Dusi dengan Pernyataan Risiko (S5) Uruan Risiko kematan harus dapat menggambarkan atribut siko kegiatan. yaitu 4W 0 IH (What. When, Where, Why, How) tb) Identifikusi risiko strategis pemda:
a.Apukah rumusan risiko strateis pemda telah teput b Apakah proses penentuan risiko strategis telah dukuti oleh pimpinan pimpinan OPD terkait program tersebut c Apukuh telah dwalidasi/disetujui kepala dacrah
(7)Identifikasi apakah nsiko tersebut berufnt dapat dikendalikan/controllable atau bdak ftada dlam proses orgunisasi/internul) (8 Identifikasi apakuh risiko tersebut merupakan Risiko Utamu/Kev Risk atau tidak Risiko Utama, Kes Risk adalah niko yang paling berpengaruh padu keberhasilan pencapsuan tujuan id) Berikan Simpulan dan Saran atas Identifikasi Risiko utamu (Kes Risk), dengan pertimbangan a Manakah yang merupakan risiko strateps utama b Masih adakah niko strategis utama yang belum tendentfikasi C Apakah nsiko tersebut menjadi cancemn Kepula Dacrah 62
(30)Dusi dengan nimusan sebab, Untuk mcmpermuduh identifikasi sebab risiko, sebab risiko bisa dikategorikan kec dalam Man, Maney, Method, Machunc, dan Material Uu Knteria penularan terhadap tingkat probsbihtas apakah telah konsisten dalam analisis kemungjanan terjadinya risiko, yang biasanya ditctapkan dalam skala
(12)Kritena penilaian terhadap tingkat dampak apakah telah konsisten dalam analis dampak nsiko. vang busanya ditetapkan dalam skala 5 " Kntera Penilausn terhudap Tingkat Probabilitas dan Tingkat Dampak serta Skalanyu ditetapkan oleh pihak manyjemen sesuai dengan kebutuhan orkanisasinya "“Skala Probabilitas dan Skalo Dumpuk harus mempunvui dasar perumbangan, diantaranya: data-data historis, bere hmarbang, kondisi serupa ditempat lain, danainformasi informasi kredibel lainnya "Apabila Tingkat Kematangan MR nya sudah Level 4 dan 5 maka risiko utama/ kunci adalah risiko yang berada di atas selera nsika (1 Skala Risiko merupakan hasil perkalian antara Skala Probabilitas dengan Skala Dampak
(14)Peringkat disusun berdasarkan Skala Risiko tertinggi ke Skala Risiko terendah (359 Dusi dengan Kebijakan Selera Risiko Penentuan mulai hasil FGD atau Braimstorming paru Pejabat Kunci /pihak Manajemen Residual Risk / Risiko Sisa merupakan hasil pengurangan untarua Skala Risiko dengan Kegiatan Pengendalian Yany Ada Der Dasi uratan penkendalian vang sudah ada Harus dapat mengrambarkan atnbut AW IH (What. When, Who, Why. Hov| Bg) Diss Apakuh Rancangan Desain Penkendahan Telah Memaudai/ Tidak (I8) Dusi Apakah Kegiatan Pengendalian Telah Dilaksanakan Sesuai Ran ngunnya 9) Dusi Apakah Pengendalian tersebut merupakan Penkendalun Kunci
(20)Dus ampulan kecukupan pengendalian M (21. Dus Saran Pengendalian Tambahan jika Simpulan Implementasi Kegutan Pengendalian Yang Ada bclum cukup 63 “penkendahan harus mampu “menghilangkan/ mengurangi” penyebab terjadinya risiko vany dapat menunainkan tingkat terjadinya risiko (probabihtas) dun/atuu dampak terjadinya nsiko sg T “4 —.A————n—— .- — —— | 4 O . —- TS T po 6 ren ie —T — . —A— '———Hh— “- tagi ur kugi La maa Ja IR PAN RRI SENI ag PLN PA LAN 2 3 --- T—— —— -w— ——e—- s100a0mk 2.——& — — “. br PLAN Pa tang 1g v4 Inang . , EN» rang ad ! A Ha Di 33 Keterangan. W)
(2)(3 Bj) “ id) 179 (NX) (Ni Um 1 Dus denyan nomor unut Dusi denyan nama program Dus: dengan Tujuan/ Sasaran Program Dusi Indikator Kinerja Program Diisi dengan Pernyataan Risiko Urasan Risiko kepatan harus dapat menggambarkan atabut nisika kegiatan, yaitu 4W 0 IE (What, When, Where, Whv. Howj Identifikasi risiko strategis pemda. 3 Apukah rumusan nsiko strategis OPD telah tepat b Apakah proses penentuan risiko strategis teiah dukuti oleh eselon 3 OPD terkait program tersebut . Apukah telah divalidasi disetujut Kepala OPD Identifikasi apakah nsiko tersebut bersifat dapat dikendalikan /controllable atau tidak (ada dalam proses organisasi/ internal) Idenufikasi apakah risiko tersebut merupakan Risiko Utamu/Key Risk atau tidak. Risiko Utamu/Kcv Risk adalah nsiko yang palng berpengaruh pada keberhasilan pencapuun tujuan Benkan Simpulan dan Saran atas Identifikasi Risiko utama (Kev Risk), dengan pertimbangan a Manakah yang mrrupukan risiko strategis utama Kh Masih adakah nsiko strategis utama yang belum teridentufikam » Apukah risiko tersebut menjadi concem Kepala Dacrah Dusi denyan rumusan sebab, Untuk mempermudah identifikasi sebub risiko, sebab risiko bisa dikateporikan ke dalam - Man, Monev, Method, Machine, dan Material YA 1 Kriteria peniuan terhadap tingkat probabilitas apakah telah konsisten dalam analisis kemungkinan terjadinya risika, yang busanya ditetapkan dalam skalu 5. (13). Kriteria penilaran terhadap tongkat dampak apakah telah konsisten dalam analisis 66 dampak nsiko, yang biasanya ditetapkan dalam skala 5 “ Krtcrw Penilaian terhadap Tiuigkat Probabilitas dan Tingkat Dampak serta Skalanya ditctapkan oleh pihak manajemen ses dengan kebutuhan organisasinya "" Skala Probabilitas dan Skala Dampak harus mempunya: dasar pertimbangan. diantaranya: data-data histons, benchimarking, kondisi serupa ditempat lain, dan informasiuanformasi kredibel lainnya "88 Apabila Tingkat Kematangan MR nya sudah Level 4 dan 5 maka nsiko utama/kunci adalah risiko yang berada diatas selera risiko
(14). HH (da
(17)dh (ai
(20)(di) .. t-. Skula Risiko merupakan hasil perkaluu untara Skala Probabilitas denkan Skala Dampak Peringkat disusun berdasarkan Skala Risiko tertinya ke Skala Risiko terendah Dusi dengan Kebyakan Selera Risiko Penentuan ribu hasil FGD atau Braimnstorming para Pejabat Kunci/pihak Manajemen Residual Risk / Risiko Sisa merupakan hasil pengurangan antara Skala Risiko dengan Kegiatan Pengendahun Yang Ada. Dusi uraian pengendalian vang sudah ada Harus dupat menggambarkan atnbut 4W LH (What, When, Who, Why, How| Dusi Apakah Rancangan Desain Pengendahan Telah Memadar/ Tidak Dusi Apakah Kepintan Pengendalian Tclah Dilaksanakan Sesuai Rancangannva Dusi Apakah Pengendahan terscbut merupakan Pengendulian Kunci Dusi simpulan kerukupan pengendahan Duss Saran Pengendalian Tambahan jika Simpulan Implementasi Kegiatan Pengendalian Yang Ada Ixlum cukup 'penkendalan harus mampu “"menghilangkan/ mengurangi” penvcbab terjudinya risiko yang dapat menurunkan tingkat N " terjadinya asiko (prubabiitas) dan/atau dampak terjadinya risiko 6 KEFSAS AB Ren ALLAN HSK PEISTE OPERASIONAL 57, A Nama Pemda | SN Tatan ac L Taun Anggaran PLAN UNA? P AUDIT KINERJA $ I PeruDe PENUGASAN 11 APAW:AS £ Nana 9) Lag4 rlket YP or b Renstra . . . ——- — —-| po | | idemifhag |Analisis Tnalunsi Pengendalian Teng Ada | RAMA . Risika Li Ma ai - laga Simp: Lrun paka koatat Surpuan . Amma h || marialu 'tlan Pengen Apika $ . 2 bps (xi Ian S ema uh | || | ho Kenata Ragenjaan TS N kegaa utaran " . kb 'Ka MAN Atas Seh Eka Sa beng hene asah par. 1 t Kepatan | 9) ja Kena IKA ai Abu Tere, ea Meram PPI at oa U Per | ii nda Yung ia 3 Ri 4 Tn Pergendalia n | rnidan |” : Bika ul Ten kar eri a ud TIA LA “ TANI ala ATI JI Puan Yas Syran ul | Peria Laga | Rak ta! Sesar Rian Pernera amat DL Kal SAA te 4 AWB Menpar jam | Niaga Bi mata Kang na AeaErstng Tenan akan ai Sana Ruko ST pan kt | 2 |Lantr bau Tatan “ai AK Corero) Tea | ikan kaka an Aa Pura 2$ asi ara IN Temggp ini Oo”) Tambehun On Tebak 1 Ine 6 Na saman 1 Tidan MP Riski 1 PAS P i Tbalkan TK da Re | Poktm? da PENA “AMAN || | & ' | | Ram , “— . , .— €—— | LL. — | 0. , “ — | INN —— bl --- — 4 " .. bo 3 3) B1 hi ip Ii Moe LAN AL KA H3 TNI D3) MAN 23 aa 3) | d3 1 —A—— WN ' 4 4 - ed . “ . . LA —— . —“ ——— — —-4 ——H -- — - | Panik 1 |KK RT 1m | 4 | ' Peran do N | r | b———e — —A —— ' , .— ——— . 4 ——- . ——- ' —A —— Preko ! dar | | |: ——? 4 1 —- | - — kep3 taman! : r T | | | Na 1 . L -.. 2 | L n | Li ba tg Sk » 1 Ex Keterangan Uh 421 (&1)
(3)Si 4) INA) IL) 193 Utj Ui Dusi dengan nomor urut Dnsi dengan Nama Kematan Diss dengan Tujuar/Sasuran Kepatan Dusi Indikator Kinerja Kepuatan Dusi dengan Pernyataan Risiko Uraran Riniko kegiatan harus dapat menggambarkan atribut riko keratan, va:tu 3W 0 1H (What, When, Where, Whv, How) Identifikasi risiko stratepas pemda 3 Apakah rumusan risiko Operasional OPD telah teput » Apukah proses penentuan nsiko strategas telah dukun oleh eselon 3 OPD terkuat program tersebut c Apakah telah divalidasi, disetujur Kepala OPD Identutikasi apakah risiko tersebut bersitist dapat dikendahkan/ controllable atau Odak (ada dalam proses arganisasi /internul) Idenufikasi apukah risiko tersebut merupakan Risiko Utumu/ Kes Risk atau tidak Risiko Utama/ Key Risk adalah risiko yang paing berpengaruh pada keberhasilan pencapaian tujuan Benxan Simpulan dan Saran atas Identifikasi Risiko utama (Kev Risk), dengan pertimbangan a Manukah yang merupakan risiko ntrategas Operasional h Masih adakah risiko stratgos utama yang belum tendentifikasi « Apukah risiko tersebut menjadi concern Kepala OPD Dasi dengan rumusun sebab, Untuk mempermudah identifikasi sebab risiko, sebab risiko bisa dikategonkan ke dalam : Man. Munev. Method, Machine, dan Material Knteru penilaran terhadap tinglant probabilitas apakah telah konsisten dalam analisis kemungkinan tenadinva risiko, vang binsanya ditetapkan dalam skala 9 (3. Kriteria penilamn terhadap tingkat dampak apakah telah konsisten dulum analisis dampuk rimko, yang biasanya ditetapkan dalam skala 5 " Kntena Penilasan terhadap Tingkat Probatihtas dan Tingkat Dampak serta Skalanya ditetapkan oleh pihak munajemen seyuai dengan kebutuhanorganisasinva '“Skala Probabilitas dan Skala Dampak harus mempunvu! dasar pertimbangan, diantaranya: data-data historis, benchmarking, kondisi serupa ditempat Jaan, danantormasi informasi kredibel Jamnva ""'Apubaila Tingkat Kematangan MR nya sudah Level 4 dan 3 maka miko ulama/ kung adalah risiko yang berada di atas3 69 Ita.
(1S). (lor
(17)(181. t2Zo). ON Si selera nikn Skala Risiko merupakan hasil perkahan antara Skala Probabihtas dengan Skala Dampak Peringkat disusun berdasarkan Skala Risiko tertingga ke Skala Risiko terenduh Dasi dengan Kebyakan Selera Risiko Penentuan nila hasil FGD atau Brainstorming para Pejabat Kunci/pihuk Manajemen Residual Risk/ Risiko Sia merupukan hasil penyurangan antara Skala Risiko dengan Kematan Pengendalian Yang Ada Dusi ureari pengendalian vang sudah ada. Harus dupat menggambarkan atnbut We IH (What, When. Who, Why, Hon| (19). Dusi Apukah Rancanyan Desain Pengendalian Telah Memada:/ Tidak Diisi Apakah Kegatun Penkendahan Telah Dilaksanakan Sesuar Rancangannya(21) Dusi Apakah Pengendalian tersebut merupakan Pengendalian Kun Dus ampulan kecukupan pengendalian Dus Saran Pengendalhan Tambahan jika Simpulan Implementasa Kepoatan Pengendaluan Yung Ada belum cukup "pengendalian harus mampu “menghulangkan/ mengurangi” penyebab terjadinya naiko yang dapat menurunkan tingkat terjadinya risiko (probabilitas) dan/atau dampak terjadinya risiko Jika Kewdual Risk » Selera Risiko, maka dihuntkan saran Pengendalian Tambahan Pengendahan tambahan harus mampu mumpu “menghilanpkan/mengurang” penyebab terjadinya nisiko vang dapat menurunkan Tingkat terjadinya risiko (prubabilitasi dan/atau dampak teradinya nsiko penyebab terjadinya risiko vang dapat menurunkan tingkat terjadinya nsiko (probabihtss) danyatau dampak terjadinya ruko V hkd k d BUPATI LINGGA 70 Form 1.10 Kertas Kerja Utama Pengukuran dan Penilaian Indikator Kinerja dan Capaian Kinerja Program Varun Permerintatmn Dacrah Namu Program Priorotas Pemenntah Pramana XX Jamunan Pemeliharuan Tahun Anggaran 2011 uan dari Unuian/Tahapan Tw Uraian/ Tahapan ' No Kegatan/ Sikhua | | kematan/ Siklus | Program , Program | ) If Per badeoaenaan Taman Keren Uuuhan tahapan l tahuan . PS rei aa KELAA 4KU LA | Pa Po nan Bantar di Tenggat kualita tahapan Pete ana. | Bat 1 Bisrus proses untuk program Audit Kinerja Bob var, Kunagk PI) men Gn ker ber Saul ae UI atapet tr. Arca kntis yang mendukung U3f a Kearhutan Tinpioor Pertama PKI) C 1yu tama Dinan Kesehatan Prov XX Program Jaminan Pemeliharanan Keechatan/ Program Jaminan Kesehatan Semesta She Tahun 2019 | Parameter —£ mma OPD Pendukung In Nama OPD kara Pre Total Ako Parameter / kontnbum X& Capaman Kegatan Indira KiKk 71 2 : Tessa Aa oa | Tahap Cakupan Persentase 9 ' Jumlah peserta PRE d7 de Perencanaan di Fretavunan— PBI Cakuan | yang terdaftar di | KTP Jaminan Priayanan PE FKTP dibandingkan : |Keehatan lamunan | dengan Jumlah || | | | Kesehatan pesta PRP menunit || |SK Kemenxee | | | | Uukupan Persentase —ST Telah dilakukar: | na “1 NN TN |pemusanyan P— Cakupan api permasanpan | Curr peda yan P Care | | | Cart ng Ka | Nan Ng Ll lumlah Rabot Capaian 10 1 f | ono (2 PUraikun tahapan. Urutkan Nyjuan T Faktne Kritis Indikator Kinerja I ! Skor Per Parameter “1 | tuhapan Tahanan |yang Kunci (KPI) | || Printsaraan Perencanaan | menentukan | | program Program keberhasilan | | Lahup |peta kmanaan ! pergriart proritas | Ba an. i A | 0 HL Tahap Pemantauan duatmlat 3 Aparat P Care tah BU . und Peluk sanaan di ' Aplikasi P Care kejudtian Pp dimunfaatkan | EKTP Care yang | | dimanfaatkan || | | Keulisasi "Persentase | S5 Ketepatan tamlut 500 tm | 0 STN 72 Penyetoran luran Peserta PB! Ketepatan lummiah Pembavarar Kapas Penyetoran Reuni luran Peserta PBi | luran | Peserta PBI pcr bulan | Penyetoran Perantara LS | Pembayaran Kapitudi se utlat) | | Ketentuan Ketry3elan waktu Prreentase aa Aa pembuvaran Ketepatan kapitasi | waktu pernbavaran kapita Anegarun —Percnta | R3 Rulany Anggaran Keachatan Bidang | Kesehatan terhadap APBD | Fasilitas dan Persentase TT 2 Prralutan Semua, FKTP dengar Susan Familitas dan Peralatan Ser 5 Standar | .ham lah kapntasi v ang drama | dibandingkan dengan jumlah buapitasi yang “harusnya Pembayaran aapirasi dibandingkan dengar Maktu pembavuran kentu yang sehanisnya | Jumlan anggaran | Indang kesehatan d | luar Kaji dibandingkan dengan total APBD Merinuji Pasulitas dan Peralatati FKTP sea atuenubar ! 3.8 1, HM hr || i- 4, “FKTP var Presentase | 4! lumlah FKTP yang | | 4,00 | 1 — Sol trrakredilms FKTP vany telah teralreditaja: o I teruberei aaaa | SDM Kewhatan Persentase al jimlah SDM Ta " ! Lai senat alsdar FKTP dengan Kesehatan teauai SDM standar Kcechatan “CG! atanduar Kerdian Stne Kejadian 2 Keran str out | ke " | 17 | but Obat dh FKTP Struk uut | Obat di FKTP dalam | | Obati KTP Hahun | Kejadian Obat Kejadian Ubat DI Kejadian Obat U Yu DD Kerdalumarsa di kedaluwarsa | Kedaluwar ad | Gudang Farma di Gudang | Uudang Farma Dinas Kesehatan karmuu Dinas Kesehatan | Dinas dalarn 1 tahun Kesehatan Keberhasilan | Pererntue RA Ratatnta Capaian | n 4,R0 - " A8 Hap SPM Keberhasilan |SPM Bdoctasrny Hidang Capomn SPM | Kesehatan | | Kesehatan Bidang | Kesehatan | | T Jumiah 8ob017 Capaian . io! | NN — | IT.KA | K 74 | 3 TUrakan tahupan | Urukan Tyuan Faktor Kntus ! Indikutar Kinerja |! Skor Per Purumeter "0 tahapan Pelaurn Tahapan |yang Kuna (KP program Pelaporan | menentukan Program |kebertuulan |tahap pelaran program pnontan |Tatap Pelaporan di Ketepatan | Perarntase " e, ye | f Uta aa | Utah | FKTP Waktu Ketcpaun Pelapurar JKN Pelaperan | JKN FKTP “Ketrpan Persentan | dh 20 | Nan 2) Pelaporan Ketepatan Capamn NPM Felaporar: Capsa SPM | | Hirlang Kesehatan | Jumlah Bobot/Caparan | hj | Na | | Tn | 2.50| | L ooLL — . Kn — kL— 2. A-— — — - 2 Pesabomnaaat Tapin Renehatan di Tenatkat Karlina Ke Bantan Rujukan Tenaga luan at EK KT j1 | Ursikan tahapan Uraikan Tiyuan | Faktor Kritis Indikator —— Kena | | Skor Capaian Knerna Per 10 tahapan ' Tahapan vang Kunci (KPI) Parameter Perencanaan | Pererwanaan menentukan | | program | Program | kebertamian | |tahap : Kan | perencanaan po. Ka Ke P 7 Pastuaapa | Permrntanuan FKTP di Turnlah Bobut /Capasan | 1 pegram | onorias Penambahan Persentase To Jumlah Rumah Prnambahan Sahat yang Jumlah | Ll P | Bekernanang dengan HIS Rumah Sakit Yang Pekerjaan dengan BPS Urnikan tahupan | Uraikan Tujuan tahapan Pelaknanaan pergtam Tahap Petak sanuan FKRTL d ' Tahapan Peru anaan Program Ka ukupan Ienipat udur "keberharalan Rs dengan | Perusda tan Sesuai “Standar Faktor Kntise 1 vang Inerentukan tahap pelakaunaan program peruritan Perarntane | 5 Kecukupan Tempat Tidur Persentase RS 5 | dengan Prratas tan Sena TERDA | | . Indikator Kung (KP) Kinena | T gikeor Per Parameter aa Ad 1 5,00 3 | 68. Sr S3, | a7 PE 4 Lo 76 Pereentan Kesehatan dengan SDM nusa Standar Staekout Obut Permenkes V, Tahun 2914 Perta RN 3 dengan SDM Kesehatan Sesuaa Permenkes 1 Tahun 2014 Stock out » &r FKKTL Obat di FKKTL. “Kebertaulan — Persentase ' wo capautan NM keberhasilan Lapan SPM |FKRTIL. | | Ketrpatan Peranan | a.D " Jumlah Ketrgetatt Pernbavuran dumtah Kheim Pembayaran Klan | Ketrpatan “Perantara r PAN Waktu Ketrpatan Pembuyaran Waktu Klairn Pembayaran | Klaim Tumiuh Bobot/ | 38 | 43) UM 4, 2. O, 24.14 31 4 BA Rs 0. 2388 77 Kinerja Skor Per Parameter 3 Urukan ——— TUrmukan Tujuan ' Faktor kntis | Indikator tahapan ' Tahapan yang Kuna (KPI) tahapan Pelaporan | Menentukan Pelaporan |Progam kr terrhamisn program tahap pelapnran program pnontar Ga Tahap Pelaporan Ketepatan —erentase 3.5 tdi FKRTL |Waktu Ketepatan Pelaporan IKN Pelaporan JKN ' | FKRTL |ketcnun — " Peraentuse LX ' 0 | | Pelaporan Ketat | |Cajwmian SPM Pelapraan Cupuan SPM | | | FKRTI. | T | —t N ST TUTAL BUbUT of —— i 1 1 Petunjuk Pengimian: | Iu Nama Prmenntah Dacrah/ Kementerian/ Lembaga Iss Nama Program Prioritas Isi Tahun Anggaran Program Prnontas (ITAL. CAPAIAN KERJA 1.25| 15 La. | NA? | | 75 | 76.4 0 | — Untuk Urawn/ Tahapan Keppatan/ Siklus Progrum disesuaikan dengan bisnis proses duri program pnnontas 78 2. 3. 4. "2n
b.Im Critical Succes Factor (CSF) atas hasil koscpakatan bersama denyan manajemen auditi, auditor dan ahli di bidang program priontas
7.dai Ky Performance Indicator (KPI) vang mendukung CSF atas hasil kesepakatan bersama dengan manajemen auditi, auditor dan ahli di bidang prugram pnontas
8.Isi Formula Pembobotan atas husil kesepakatan bersama dengan manajemen auditi, auditor dan ahli di bidang program pnontus Y. Isi Nama OPT) Utama dan OPD Pendukung Program Prioritas Dacrah 10 Isi namu Kewutan yang mendukung CSF dan KPI dari masing muming uraan/ tahapan Kegiatan /Sidus Program dari Program Pnontas Dacrah ll Untuk mengisi Skor Parumcter dibutuhkan Kertas Kerja Pendukung vang menjelaskan proses pencapaian skor parameter yang dilakukan pengujian oleh auditor dalam kertas kerja terpisah dan kertas kerja utuma 12 Hasi dari CSF dan KPI yang rendah agar dudentifikasi dan dilakukan pengujian atas risiko kunci, pengendalian intern dan n,n benkan saran perbaikan pengeciolaan risiko dan penguatun pengendalian intern BUPATI LINGGA LA 79 Form I.11 (KOP APTP) INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN LINGA BERITA ACARA EXIT CONFERENCE HASIL AUDIT KINERJA TA Program ANTARA TIM INSPEKTORAT KABUPATEN LINGGA DENGAN KEPALA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (Penanggung Juwab Program) - Pada hari ini ..... tanggal . bulan 201x. bertempat di Kantor (OP) KABUPATEN LINGGA .... di... telah dilakukan pembahasan hasil audit kanena atas Program . antara Tim Audit Inspektorat Daerah Kabupaten Linggaberdasarkan surat tugas Inspektur KABUPATEN LINGGA . Nomur: SPT... ./... tanggal ..... bulan ...201x dengan Kepala Organisasi Perangkat Dacruh KABUPATEN LINGGA (Penanggung Juwab Program) dengan hasil pembahasan sebagai berikut : | Tim Audit Inspekturat Dacrah Kabupaten Linggateluh menyampaikan Notusi Hasil Audit Kinerja atas Program... tanggal ......, bulan. 201x sebagaimana terlampir dan membenkan penjelasan seperlunya kepada Kepala Organisasi Perangkat Dacrah Provinsi/ Kab/Kota sebaga: penanggung jawab program — dan staf atas maten I K permasalahan vang termuat dalam notisi dimaksud 2 Terhadap permasalahan yang telah disampaikan dun dijelaskan oleh Tim Audit Inspektorat Ducrah Kabupaten Lingga bescrta dokumen /data pendukung vang merupakan bagiin dan kertas kerja Tun. Kepala Organisasi Perangkat Dacrah (penanggung juwab program) menyatakan: sependapat/tidak sependapat terhadap seluruh maten n.d temuan dan umpulan sebagaimana tertuang dalam Form san -.Demikanlah Risalah Pembahasan Hasil Audit Kinena atas Program ini dibuat dengan sebenarnya. Kemudian ditutup serta ditandatangani oleh Tim Audit Inspektorat Dacrah Kabupaten Linggadan Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabuputen Lingga sebagai penanggung jawab program pada han BO tanggul . bulan 201x serta tempat sebagaimanu tersebut diatas Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provins:/ Kab/Kota . sebaga: Penanggung Jawab Program NIp Pengendali Teknis1 K NIP Ketua Tim2 NIP Anggota Tim3 NIP BUPATI LINGGA 81 Form 1.12 Contoh Format Laporan LAPORAN HASIL AUDIT KINERJA ATAS PROGRAM PRIORITAS KOTA TAHUN NOMOR: LAP- TANGGA! : PEMERINTAH KABUPATEN TAHUN 82 LOGO INSPEKTORAT PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA INSPEKTORAT DAERAH JL. Istana Kota Baru Datk Lingga. Kode Pos 29872 Telp. (077 7030302 Pus-el.inspcktorata linggakab.go id, Laman insprktoratkab Linggakabgo id Nomor — LHAK (XXX / 20XX 020XX Form : ... berkas Hal - Laporan Hasil Audit Kinerja Atas Program Prioritas XXX pada Pemenntah Kabupaten Lingga... Tahun 20xx Yth Bupati Lingga di... Kami telah melakukan Audit Kinerja Atas Program Priontas XXXX pada Pemerintah Kabupaten/Kota... Tahun 20XX. Audit diluksanukan sesuai dengan Standar Audit yang dikeluarkan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi APIP Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) dan kami yakin bahwa audit tersebut dapat memberikan dasar vang memadaj untuk menyimpulkan kinerja yang dicapai. mcmberikan saran perbaikan vang diperlukan untuk memperbaiki pencapasan kincra dan perbaikan pengelolaan risiko, prosra pengendahan intern serta tata kelola atas progrum pnontas XXXX. Hasil audit disajikan dengan pokok pokok bahasan sebagui berikut: Tanggal 0.0.0... 8. Tujuan Audit Tujuan audit kineya atas program pnontas .... Tahun. adalah. ..... 8 C. Tujuan dan Ruang Lingkup Tujuan Audit Kinerja adalah untuk memberikan nila tambah dan masukan /saran untuk mengurangi dampuk permasalahan, perbaikan kinerja dan perbaikan GRC terkait dengan aspck ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku dan aspek vkonomis, cfimensi, dan efektivitas n, (BE) dalam pencapaian sasaran strateps Pemda Ruang lingkup dan Audit kinerja program pnontas xxx tahun mencakup: Program di OPD xx pada Kegiatan xxx Program di OPD xx pada Kegintan xxx n D. Metodologi Audit Kinerja Audit kinerja atas program pnontus dilaksanakan dengan metodolog IPMS Teknik Audit yang digunakan adalah reviu dokumen, wawancara, observasi dil Dalam pemilihan sampel, teknik sampel yang kami gunakan adalah xxx dengan tingkat kevakinan xxx K Penilaian Kinerja Hasi Penilaan atas keberhasilan program pnontus dapat dikategorikan sebagai benkut Contoh gradasi penilaian kinerja program Skor Kategori BS & akors 1UO Berhasil TO £ skor « B5 Cukup Berhasil TI. Gambaran Umum Program prioritas Nama Program Pnontus: Tujuan Program Pnunitas. OPD: OPD A (Koordinator Utamai OPD B8 (Koordinator Pendukung) Prugrum: Program A.. pada Kegatan Al... di OPD A Program A... pada Kcgatan B di OPD B 0. Periode dan Waktu Pelaksanaan Audit kinerja vang dilaksanakan padu program prontas xx tahun Waktu pelaksanaan Audit Kinerja adalah xxx ad xxx 85 50 s akor « 70 kurang Berhasil Us skor « S0 Tidak Berhasil 3 memperoleh skor 83,84" dan nilai makmum 100 vang mencerminkan program ... telah dilaksanakan dengan predikat “Cukup Berhasil". Simpulan tersebut diperoleh dari hasil pengukuran kinerja aktual terhadap aktivitas utama pelaksanaan Program (Core Actnnttesj yang ditetapkan. Pencapman nila Kinerja Progam Tahun Anggaran 2019 berdasarkan aktivitas uUtamadigambarkan pada tabel berikut ini: Tabel 1 Pencapman Kinerja Per Aktivitas Utama dan Indikator Kinerja Utama ' — ' lan . Yo Uraian . Bobot |Capaian , Skor i |Relatif | Kinerja : | | Agregat A Aktivitas Utama: TT 0 | — | Ekonomis | | “4400 Tarare,| 3007 | —— - , 2 | Efsien “3700 “43m lo 3963 3 “Efekut you “Go2ay 1 B1 "—T Total Skor ni 100.00: 83.84K ”” “83.84 Dan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pencapuuan nil indikator utama kinerja sccara agregrat sebesar 83,866 mencerminkan pelaksanaan Program Tahun Anggaran 20XX puda umumnya cukup berhasil dilaksanakan atau diselenggarakan sesum) ketentuan vang telah ditctapkan. Simpulan tersebut diperoleh dan hasil pengukuran kinerja aktual terhadap capaian Indikator Utama Kinerja (Key Performance Indrcators- KPI) yang ditetapkan, sebapu benkut: Capaian Kinerja Tahun 2020 Hasil audit kanerna Progrum Per Semester | Tuhun Anggaran 20XX pada Dinas... memperuleh skor .. .. & dari nilai maksimum 100 yang mencerminkan program... telah diluksanakan dengan predikat R6 “Berhasil”. Identifikasi penyebab tidak optimalnya capaian kinerja dengan identifikasi dan analisis risiko utama dan efektivitas pengendalian Capran kanerju Program ... Tahun Anggaran 2UXX sebesar B3.84tu, menunjukkan terdapat faktor-faktor penentu keberhasilan yang belum dilaksanakan secara optimal yang dipengaruhi oleh pencrapan sistem pengendahan intern vung belum memadai. Gambaran penerapan sistcm pengendalian intern yang tidak optimal untuk masing masing indikator kinerja, sebagai berikut: Ih Belum optimalnya kinerja efektivitas dan efisiensipelaksanaan program yang hanya mencapa! 82.641., disebabkan hal-hal sebagai berikut: al Tahap Perencanaan Belum opumalnya kincrja ketepatan sasaran meningkatkan kemampuan pelaksanaan vung hanya mencapai 84.088 disebabkan oleh: (b Kelemahan Lingkungan Pengendalian Belum sesua! aturan yang berlaku... (D Kelemahan Pernilaran Risiko - Dinas Kota... terlambat melakukan pengadaan jasa Tenaga Ahh dan Faslitutor Masyarakat dari target nasional vang telah ditetapkan vaitu paling lambat Na aNN Ke Analisis atas kendala /hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinga. belum dilakukan. (1 Kelemahan Aktivitas Pengendalian Pengendalian Dinas .... ...... dalam pembentukan HKAD masih lemah, vutu adanya anggota BKAD yang tidak sesuai dengan krnitena vang ditentukan Hd Kelemahan Informasi dan Komun:kasi Mcdia untuk pengaduan masyarakat. baik di Tingkat Provinsi maupun di Tingkat Kabupaten belum tersedia (3 Kelemahan Pemantauan Berkelanjutan Belum efektifnya mekanismce/kcbyakan pemantauan terkait dengan R7 bo Tahap Pelaksannan W A. B3) “ Bclum opumalnya Kinerja Ketepatan Sasaran - pembangunan infrastruktur vang hanva mencapai 82.375, disebabkan olch Kelalasan Ketua Bdan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dalam melakukan pengadaan material dan lemahnya pengendaliann mutu pelaksanaan pekerjaan oleh Fasilitator masyarukat dan PPK Belum optimalnya Kinerja Ketepatan Sasaran - pendayagunaan sumber dava dan tenaga kerja lokal yang hanya mencapw 86.67, disebabkan olch kesulitan BKAD memperoleh matena! di lokusi setempat karena tidak sesuni dengan spemifikasi yang ditentukan. Belum opumalnya Kincra Ketepatan Jumlah pertangkunyguwaban penkyunaan dana operaswnal sesuai ketentuan yang hunya mencapai 98.972, disebabkan oleh Kelemahan pengedalian PPK dalam membuat Perjanjan Kerja dengan jumlah orang peserta tanpa mempertimbangkan jumlah undangan. Belum apumainya kunerja ketepatan kualitas. pembangunan infrastruktur yung dilukukan belum duput bermanfuat utuu membenkan dampak yang mgrifikan bagi masvarakat selutar, hal tersebut dikarenakan... Belum tepatnya Kinerja Ketepatan Waktu pelaksanaan pengadaan jam... ......... vang hanya mencapai MW.00 disebabkan oleh Dinas... .... Kota terlambat melakukan pengadaan jasa Tenaga Ahh dun Fasilitator Masyarakat dari target nasional vung tclah ditetapkan yaitu paling lumbat . Belum tepatnya Kinerja Ketepatan Waktu penyaluran duna dan pelaksanaan kegatan atau program sesuai dengan pedoman/juknis/juklak vang hanvea mencupas 73,86020 discbabkan oleh mamih adanya bcberupa BKAD yang bclum memasukkan Laporan Pertanggungjawaban Dana Tahup 1. sehingga pencuuran dana Tahap I! terlambat Bclum tepatnva Kinerja Ketepatan Waktu -— penvelesaran pembangunan Infrastruktur yang hanya mencapai 81,80”, disebabkan oleh anfrastruktur vank dibangun (Jembatan 88 Gantung) di Kecamatan... .. mempunyai tingkat kesulitan yang unggi sehinga membutuhkan waktu yang lebih lama dari jenis pekerjaan fisik lainnya. AN Belum optimalnya Kinerja Ketepatan Pelaporan Pelaksanaan Program yang hanya mencapar 90,189... disebabkan oleh hal- hal sebaga: berikut: «| Tahap Pelaporan WI Belum optimalnya Kinerja Ketepatan Pelaporan mekanisme penunganan pengaduan yang cfekuf vang hanva mencapw 50,00”. disebabkan oleh media pengaduan masyarakat tdak tersedia, sehungga mekanismc penanganan pun udak berjalan (2 Belum optimalnya Kinerja Ketepatan Pelaporan pelaksannan monitonng dan evaluasi kceramatan yang hanya mencapu 92,320, disebabkan oleh Fasilitator Masyarakat (FM) kurang efektif dalam mendamping BKAD membuat laporan harian pekerjaan sctiap han. Capanan kinerja........ Semester JI Tahun Anggaran 20XX Tnhap Perencanaan sebesar 88.384, menunjukkan telah berhasil, namun maumh terdapat faktor - faktor penentu keberhasilan vang belum dilaksanakan secaru optimal yang dipengaruh: oleh sistem penkendalian intern yang belum memadu Gambaran pencrapan sistem pengendalian intern yang tdak optimal untuk masing masing indikator Jlinena, sebagai berikut: Belum optimalnya kinerja ketepatan sasaran meningkatkan kemampuan pelaksanaan... dengan capauan 86,368 disebabkan olch Ii Kelemahan Lingkungan Pengendalian Penctupan unsur-unsur BKAD dalam Musvurawah Antar Desa belum sesuai kriteria dalam PP Nomor 49 Tahun 2014 tentang Budan Kerjasama Antar Desa. 2 Kelemahan Perularan Risiko Penilaian nsiko terhadap kendala/ hambatan yang mungkin dihadap: dalam pelaksanaan pekerjaan belum dituangkan dalam h dokumen perencanaan berupa dokumen prufil kawasan. Bu 3 Kelemhan Aktivitas Pengendal:an Pengendalian Dinas ........ dalam pembentukan BKAD masih lemah, vaitu musih terdapat anggota BKAD tdak sesuai denganh n kriteria vang telah ditentukan 90
1.Keuangan Alokam dana ........ peda Tahun Anggaran 20XX per 31 Desember 20XX (Post) udalah Rp........00U dengan realisam dana sebesar Rp...... atau .» dan Semester | Tahun Anggaran 20XX per 30 Juni 20XX (current!) adalah Rp. ......... dengan realisasi dana sebesar Rp atau og, Realisasi penyerapan anggaran per W Juni 20XX fcurnent) sebesar 0, hal terscbut disebabkan adunva perubahan atruktur OrKanIKasI berupa Penilaian Indikator Utama Kinerja “Tingkat keberhasilan Program .... Tahun Anggaran 20XX tercermin 2. dari perolehan skorugregat Indikator Utama Kinerja (KPI) sebenar 83,84 dari skor mukumum 100, dan kurang dan ambang batas keberhasilan vang ditetapkan scbesar 85,00. Indikator keberhasilan Program Tahun Anggaran 20XX, adalah sebagai bernkut: Ih Ketaatan terhadap Peraturan Perundang- Undangan Prupram Telah berhasil dilaksanakan sesuai ketentuan vang berlaku. 2 Ekonomis. Efisiensi, dan Efektivitas Pelaksanaan Program aa Capaian rulay indikator ekonomis, efektivitas dan efisiensi pelaksanaan prokKram 82.645, atau mcmperolch skor sebesar 72,72 dari bobot kinerja sebesar 88.00. Hal imi menunjukkan bahwa pelaksanaan Proprum Tahun Angyaran 20XX Cukup Berhasil direncanakan dan dilaksanakan dengan clektif dan efisien sesuar knitena yang telah ditetapkan. pb) Capaian nilas indikator keberhasilan Program ....scmester I Tahun Anggaran 2UXX Tahap Perencanaan program 884.381, 91 ntau memperoleh skor sebesar 38,89 dan bobot kanecrja sebesar 44.UU. Hal ini menunjukkan pclaksanaan Program Semester | Tahun Anggaran 2020 berhasil! direncanakan oleh secara efektif dan efimen sesum knteru yang ditetupkan. B. Rekomendasi Terhndap permasalahun yang dyumpa dalam audit kami rekomendasikan kepuda . |.agar: l Demikian kam) sampaikan, untuk dapat melakukan langkah-langkah Undak lanjut vang diperlukan. 2 Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapktan tenma kasih. Inspektur Daerah Kabupaten Lingga, BUPATI LINGGA 92 LAMPIRAN !! PERATURAN BUPATI LINGGA NOMOR Ip Taun 2025 TANGGAL UU MARET 2025 PEDOMAN AUDIT KETAATAN BAB 1 GAMBARAN UMUM A. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN SASARAN Audit ketaatan (compliance audif merupakan audit untuk menilai tingkat ketaatan auditi terhadap peraturan perundang-undangan, kebyakan. prosedur vang berlaku serta peraturan terkait yang telah ditetapkan Adapun pengertian audit ketaatan dan berbagai sumber antara lain. » Berdasar Standar Audit Intern Pemenntah Indonesia (SAIPI). audit ketaatan (comphance audif) termasuk ke dalam audit tujuan tertentu. 6 Berdasarkan Intemal Audit Capability Model (IACM) yang dikembangkan oleh IIA. audit ketaatan (complance audit adalah kegiatan audit yang bertujuan untuk menilai kesesuaian dan ketaatan atas area. proses, dan sistem terhadap kebyakan, rencana, prosedur, peraturan. kontrak serta peraturan lain yang telah ditetapkan. Tujuan audit ketaatan adalah menilas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, kebyakan. prosedur vang berlaku serta peraturan terkait vang telah ditetapkan atas area. proses, sistem, fungsi. program/kegiatan Sasaran audit difokuskan pada area vang terdapat nmko ketidaktaatan, meminimalisir undak pemimpangan atas arra. proses, sistem. fungui. program/kegiatan serta untuk memben saran perbaikan untuk penguatan pengendalian Pengendal:an terhadap ketaatan pada prosedur-prosedur dan kebijakan: kebyakan yang diterapkan dalam pelaksanaan area. proses, siatcm, fungsi. program/kegatan untuk memastikan bahwa implementasi telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Pemahaman terhadap pengendalian ketaatan ani akan membantu auditor dalam mendetekm/menilah nsiko terjadinya penyimpangan dan ketentuan 94 perundang undangan pada kejudian-kejadian historis serta menccpuh dan menangkal tindak penvimpangan pada risiko yang akan terjadi. Outcome yang diharapkan atas pelaksanaan audit ketaatan antara lain:
1.Kevakinan memadai atas ketaatan bahwa arca, proses. sistem yang diaudit telah sesuar dengan kriteria dan ketentuan perundang undangan yang berlaku:
2.Adanya nila tambah untuk meningkatkan capauin tujuan organisam dan efcktivitas operamonal: 3 Mencegah, menangkal/ menghalang. mendeteksi undakan" penvimpungan dan prosedur maupun kebjukan yang ditetapkan METODOLOGI AUDIT KETAATAN Untuk mencapai sasaran audit berdasarkan ruang lingkup audit yang telah ditetapkan, auditor dapat menilai, menguji. menganalisis, menyimpulkan ketaatan suatu arca pengawasan sehingga dapat memberikan keyukinan vang memadai! dengan didukung buku vang relevan, kompeten, cukup. dan maternal. Dokumcn data sekunder dari luar OPD vang diaudit dapat digunakan sebagai data awal. sedangkan data pnmer dan OPD yang bersangkutan dapat dijadikan dasar pengambilan kesimpulan vang bisa digunakan sebagai bukti temuan atas ketidaktaatan. Selanjutnya, dokumen bukti:bukh tersebut dianalisa dengan membandingkun antara reahsasi/ pelaksanaan dcngan peraturan vang beriaku atau dari best practww yang ada. Teknik audit untuk pengumpulan data dun bukti audit dilakukan melalur: | Pengumpulan data: Wawancara/ antermu / kuesioner, konfirmasi kepada pihak terkait: Uji petik/ 2 3 4 Analisis data,5. Simpulan. Dalam melakukan pengumpulan dan pengujan bukti, APIP harus memperhatikan luasnya besaran pengujian vang akan dilakukan. Uji petik/ sampel dalam pengumpulan buku dilakukan dapat secara seleksi berdasarkan perimbangan profesi auditor. Besaran luasnya pengujan tersebut tidak harus dilakukan audit secara keseluruhan melunkan dapat dilakukan sampe! sesuai dengan tingkat kevakinan yang diharapkan melalus teknik pengukuran sampci. Agar pemilihan sampel dapat benar representatif 6. 94 maka dapat menggunakan contoh rumus/tabel stutistik yang biana digunakan dalam menentukan jumlah sampel antara lain: . Rumus Slovin1 n- NAN) 1 n “ sampel: N - populasi: d » nila! presisi 9SF: atau sig 5 O,US. Misulnva, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan vang dikehendaki adalah 54, maka jumlah sampel vang digunakan adalah: N - 125 / 125 (O0O5)2 2 1 - 95,23, dibulatkan 95 Rumus berdasarkan Proporsi utuu Tubel Isaac dan Michuel Tabel penentuan jumlah sampel duri Isaac dan Michacl mcmbenkan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan IS, 5S. dan 100/o. Dengan tabel ini. peneliti dapat secara langsung mencntukan besaran sampci berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan vang dikehendaki. Jumlah samping minimal berdasarkan Roscoc dalam Sugnono (2010: 131) mengatakan ukuran xampcl yang lavak dalam penelitan adalah antara JO sampa: dengan 500. Bila populasi kurang dan 30. Sevokvanya diambil keseluruhan. aa Prubahnlity sampling (Simple random) Probability sumpiing adalah teknik samping yang membenkan peluang yang sama bagi sctiap unsur (anggota) populasi untuk dipihh menjadi: anggota sampci Salah satu teknik sampel probability samping adalah. Simple Random Samping dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Simple random sumping adalah teknik untuk mendapatkan sampel vang lunksung dilakukan pada unit sampling. Muka setap unit samping sebagai unsur populasi yang terpencil mempcrolch peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk mewukuh populaanya Cara tersebut dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen Teknik tersebut dapat dipergunakan bila jumlah unit sampling dalam suatu populasi tidak terlalu besar Cara pengambilan sampel dengan simple random samping dapat dilakukan dengan metode undian, ordinal, maupun tabcl bilangan random. Untuk penentuan sampic dcngan cara ani cukup scdcrhana, tetapi dalam prakteknya akan menyita waktu 2 3 Apalap jiks jumlahnya besar, sampelnya besar 03 b Non prubabrirty sampling (purposive sampling) Non pmbability sampling adalah tcknik yang udak memberi peluang/kescmpatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Salah satu tekruk Non probability sampling meliput: Purposiwe samping adalah teknik penentuan sampel dcngan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subyek dalam purpusit sampiny, didasarkan atas cin-cin tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang crat dengan ciri-cin populasi vang sudah diketahui sebelumnva. Maka dengan kata lum, unit sampel vung dihubungi disesuaikan dengan krniteria-kntena tertentu vang diterapkan berdasarkan tujuan pengawasan. Dalam melaksanakan tugasnya, auditor wajib mengakut standar audit vang telah ditetapkan dalam SAIPI, mempunyai kompectenm dan kecermatan profemonal (Standar 2000, SAIPI) di bidang audit ketaatan. Kompetensi tersebut bisa didapatkan melalui pendidikan, pelauhan dan pengalaman. Selain itu. APIP dapat menggunakan tenaga uhh internal ataupun ekstcmal (Standar 2014. SAIPI), apabila tidak uda nuditor yang mcmpunyu: kcahlian yang diharapkan. Auditor harus mumpu memberikan rekomendasi/ saran dalam hal peringatan/ deteksi dini (eariy warming system) kepadu pumpinan organisasi untuk melakukan tindakan - tindakan pencegahan dan perbaikan terutama pada urea yang memiliki potensi masalah/nsiko ketuduktaatan yang dapat menghambat pencapaian tujuan Apabila dan hasil pengumpulan, analisis. dan inteprctasi bukti-bukti, auditor menyimpulkan adanya potensi tindak penyimpangan yang berpotenm merugikan keuangan negara, melalui bukti-bukti tersebut dupat dyjadikan informasi awul untuk £ ditelaah lebih lanjut sebaga: informasi perlunva uudit investigasi atau tidak TAHAPAN AUDIT KETAATAN Secara sistematis, tahapan audit ketaatan dimulu: dari perencanaan hingga monitonng tindak lanjut atas penyelesaian temuan hasil audit, seperti yang dyclaskan dalam diagram benkut: Yo Le PN ae mag 00... pn |. mM Ah ak TO at00 2. K0 8D ae Aug Kerk aa eh. 0.5, ay o0 NN NN AV IITNOG KLAYA WBEM M9O YOSEI BANJOA st. ri B0 na Ka -. peka aa San Yu enda thai x— 5523 ra. '... SE du alan. Lana pn Ban 0g pong an sai mmza ne 8.655... ma... —— “.- .... Land hati —... and! dar uerg ur rmruana L.. ... .t ana va, 2. a.n... adu mapun Bavowvong vep ursemedua, usevenyaag verumDunag mau weyangunasanDung "1. van oh Pan Rn Di Te3vnoy pny vedeyai TT wulya NA NN NN N) AN ten AP ga An. TANI Lean 73 BAB TI PROSES PERENCANAAN AUDIT Tujuan perencanaan audit adalah mempersiapkan audit secara rinci berdasarkan perencanaan pengawasan APIP. sehingga audit dapat dilaksanakan sccara efisien dan cfcktif. Pada perencanaan audit, auditor mengumpulkan informasi untuk menentukan: (1) Penctapan Tujuan dan Ruang Lingkup. (2) Pemahaman Proses Bisnis Auditu, (3) Audit Pendahuluan, (4 Idenufikasi dan Penilaian Risiko Kcudaktaatan, (S5) Idcntifikam dan Penilasan Kecukupan Pengendalian, (6) Penyusunan Rencana Pengujian. (7) Penyusunan Program Kena, (8) Pengalokasian Sumber Daya. Sebelum merumuskan tujuan audit, sebuiknya perlu dipahami alasan-alasan yang melatarbelakang penugasan audit vang akan dilaksanakan. Pelaksanaan audit ketautan dapat dilakukan berdasarkan: |. Program Kerja Pengawasan dan Pembinaan Tahunan (PKP2T) hasil pruscs pendauan nsko organisasi melalu Perencanaan Pengawasan Intern Berbaxis Risiko (PPBR) atau berdasarkan hasil mudit sebelumnya utas area, proses, sistem, fungsi. program/ kegiatan OPD yang masih terdapat nsiko ketidaktaatun.
2.Permintaan pimpinan organisasi/kepula dacrah, atas suatu unit Organisasi
3.atau area, proses, sistem. fungsi, program/kematan OPD, atau berdasarkan permintaan pihak lain dengan alasan tertentu atau hal lain yang dilaksanakan dalam kondisi darurat atau adanya indikasi ketidaktaatan atau alasan penung lunnya.
4.Arca, proses, sistem. fungsi, progrum/kegiatan atau hal lain yang baru Alau pertama kal dilaksanakan atau dilaksanakan dengan perubahan prosedur atau perubuhan proses lunnva.
5.Arca, proses, sistem, fungsi. program/ kegiatan OPD yang udak sclaras Oo. dengun sasaran RPJMD/N disarankan untuk dilakukan audit ketaatan. Benkut adalah tahap-tahap perencanaan yang perlu dipermapkan APIP P antara laun: A. PENETAPAN TUJUAN DAN RUANG LINGKUP Langkah pertama dalam memulai suatu penugasan adalah mencntukan tujuan (apa yang akan dicapul| dan ruang lingkup penugasan (apa vung akan diuji). Audit ketaatan bertujuan untuk memberikan kevalunan mcmadai bahwa suatu arca, proses, sistcm, fungsi, program/keguatan OPD dilaksanakan sesum peraturan perundang-undangan, kebyakan, 98 prosedur yang berlaku serta peraturan terkait yang telah ditetapkan. Penetapan tujuan audit merupakan proses knis pada awal penugasan. Kegagulan menctapkan tujuan audit secara jclas dapat membuat pekerjaan um udak selaras dengan alasan penugasan. Puda akhir penugasan, tujuan audit dinyatakan sccara tegas dalam Laporan Hasil Audit (LHA)|. Tujuan audit ketaatan vang jelas akan menegaskan tujuan penjarrunan yang akan diberikan auditor intern Agar sasaran audit ketaatan dapat dicapai, auditor harus menctapkan ruang lingkup penugasan yany memadai. Pernvataan ruang lingkup perlu dibuat untuk menjelaskan apa yang tercakup dan ndak tercakup di dalam penugasan. Auditor dapat melakukan audit ketaatan pada level arca, proses, sintem, fungsi, program /kegatan OPD Terkait krtena ketantan yang akan diberi penjaminan, auditor dapat membatasi lingkup audit pada aspck ketastan/ compliance terhadap peraturan perundang undangan yang berlaku, prosedur dun kebyakan yang telah ditetapkan, serta kecukupan pcngcndaul:an. n, PEMAHAMAN PROSES BISNIS AUDITB. Dalam merencanakan penugasan. uuditor harus memahami uuditi (tujuan. proses dan arca yang menjadi lingkup auditi. Kegagalan dalam memahami audit dapat berakibat pengujian yang tidak lengkap atau kesalahan pengalokasian sumber dava. Yang pertama harus dipuhami oleh auditor adulah tujuan organisasi. Sejauh mana tyuan organisasi telah tercapai dan proses vang dilakukan pimpinan OPD dalum mencapainya. Dalam memuhami proses bisnis (probis) audit: dibutuhkan pemahaman vang mendalami terkait dengan renana strategis (renstraj, struktur organisasi, mandat, tugas dan fungsi, tujuan dan target loutpun serta caparan kanerja. Auditor dapat menggunakan berbagas sumber data untuk mcmahami probis audit: Salah satunva dengan memanfaatkan data yang tersedia, misalnya renstre, struktur organisasi. SOP, kebijakan. uraian tugas dan jabatan, dokumentasi lain misalnya data audit tahun lalu, DPA audit yang bersangkutan. KKP dan LHP tahun lalu, ndak lanjut LHP tahun sebelumnya, register niko dan RTP, laporan cfekuvitas pengendalian, dsb Hal iri berguna untuk pembuatan Program Kerja Audit (PKA)| agar audit berjalan dengan efisien dan efektif dalam audit ketaatan utas arca, proses, sistem, fungsi, program/ kegiatan OPD.k ya C. AUDIT PENDAHULUAN Terdir dan. |. Persiapan Desk audit adalah kegiatan pengumpulan data dan informasi awal vang dapat diperoleh dari OPD sebelum audit lapangan (DPA, Renstra, struktur organisasi, urasan tugas, LHP tahun lalu, dan dokumen auditi kunnya) scrta analisis data untuk mendapatkan gambaran umum permasalahan administrasi sehingga dipernich Potential Audit Ohyjertive (PAOI yang menjadi buahan masukan penyusunan program kerja survev pendahuluan
2.Survev Pendahuluan Survey pendahuluan aduluh suatu proses dalam audit internal yung bertujuan memperdalam gambaran informasi umum mengenai nuditi sehingga diperoleh pemahaman yank lebih mendalam tentang dusar hukum peraturan perundang-undangan yang berihku dan tujuan organisasi. Survcv pendahuluan dapat dibagi kc dulam 4 tahap:
a.Pengenalan Auditi, tahap ini mencakup pengumpulan informasi mengenai hal-hal berikut:
a.Dasar hukum penctapan audit:, peraturan perundang undangan dan kebyakan vang berlaku, Penctapan struktur organisasi dan uraian tugas: Tujuan dan sasaran audi menurut DPA: Pengendalian inter dan keuangan: Dokumen yang berkaitan dengan program, - Na) LHP penodc sebelumnya: Pengaduan/ atensi masyarakat. . Proscdur program/kcgatan, dst. Pada saat auditor melakukan survev untuk mencmukan permasalahan, pada dusarya auditor melakukan identifikasi, petunjuk, atuu indikasi adanya ketdaktaatan/ penyimpangan. Beberapa dan indikasi-indikasi yang biasanya mudah dikenali: 6 Tidak ndunya perencanaan, kalaupun ada tidak memadai, dak selaras dengan RPJMD ' RP.JMN. o Tidak adanya pemisahan tanggungawab dalam bugan organisasi yang memudiu, e Prosedur /SOP udak efektif atau biayanya melampaui kewajaran atau tidak jclas sehingga perlu dilakukan pengujan yang 100 b. c. K h mendalam, e Tidak dibuatnya sistem sebagai pedoman pelaksanaan tugns dan fungw, e Adanya transaksi atau program di luar anggaran yang teracdia:
b.Identifikasi Permasalahan. untuk menentukan adanya permasalahan adalah mengidentifikasi seluruh program, kematan, dan fungsi. hal ini dapat dilihat dan program atau kecepatan (tugis fungsi OPD) vank pentung apukah: D. Selaras dengan program/sasaran strategis RPJMD/ RP.IMN:
b.Rawan terhadap tindak penyimpangan, kecurangan (fraudj, penvalahgunaan: C. Menyangkut transaksi rupiah yang sangat besar: d. Mendapat perhatian besar dari pimpinan: ce. Dan audit sebelumnya mengandung banyak kelemahan dan kekurangan sistem pengendalian. c. Konfirmasi/ Klarifikasi, tahap ini merupakan pengujian secaru terbatas untuk memperoleh kepastun mengenai hai-hal vang knus dan memperoleh kepastian mengena diperlukan udaknya audit yang lebih mendalam.
d.Simpulan atas Survey Pendahuluan, di dalam melaksanakan sure, pendahulauan diterapkan teknik teknik survey vang meliputi Wawancara, analisis perbandingan, bagan alir. kajian ulang analsus. dan observasi. Pada akhir surcy pendahuluan dibuat mmpulan secara kescluruhan vang merupakan laporan hasil survev pendahuluan yang bensikan informasi umum, naiko audit yang menunjukkan indikass kelemahan dan kercntanan pada arca, proses, sistem, fungwi, program/kegatan OPD dan unsur-unsur lunnya vang diaudit yang selanjutnya disebut sasaran audit sementara atau Tentative Audit Objectiwes (TAOJ. Contoh Kertas Kerja Suney Pendahuluan dapat dilihat pada Form 1 raR
3.Evaluasi Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Evaluasi pelaksanaan SP! adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi mengenai keandalan SPI dengan menelaah dan mengujinva sehinyga dapat disimpulkan sasaran uudit yang pastu atau Firm Audit Obreortivr (FAO). Evalunsi pelaksanaan SPI mengikuti mekanisme: 101
1.Perumusan Tujuan Evaluasi Pelaksanaan SPI Tujuannya adalah menilas dan mengevaluasi kcandalan SP! serta melakukan berbagai analisis untuk mendeteksi kelemahan penkendahan vang terjadi. Penyusunan Program Kerja Audit pada Evaluasi SPI Berdasarkan standar audit. dinyatakan bahwa APIP harus memahami rancangan mistem penkendalian intem dan menguji pencrapannya/ cfektivitas dan pengendahan antern auditi Instrumen SPI merupakan sarunas prosedur yang dirancang untuk menilai keandalan pengendalian intern audit yang meliputi 5 (lima) unsur dengan 25 subunsur pengendalian dalam SPIP. Pelaksanaan PKA-SPI Berdasarkan duta pelaksanaan SPI vang telah dikumpulkan dari auditi, pada uhap ini Gm audit melakukan penilasan simpulan audit pendahululuan dengan menggunakan 5 unsur dengan 25 suhunsur SPIP sehingga ditctapkan FAO nya Auditor bertanggung jawnb menentukan seberapa jauh pengendalian intern dapat diandalkan, memastikan bahwa arca, proses, mstem. fungsi, program/ kegiatan OPD sejalan dengan peraturan perundang undangan, kebyjakan, prosedur yang berluku serta peraturan terkait. Disamping atu. muditor dapat memperkirakan kemungkinan nsiko yang tejudi pada audit di dalam melaksanakan kegatannya Hasil evaluasi SPI harus dianalisis untuk menentukan perlu udaknya audit vang lebih mendalam. Sistem pengendalian auditi antara Jam:
a.Lingkungan pengendalian yang kondusif
b.Kemampuan memprediksi dan mengantisipasi rimko €. Aktuvitas pengendalian yang memudun d Informasi dan komunikasi vang efektif € Adanya pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut Penyusunan KKA Hasil pelaksanaan PKA Audit Intern dituangkan kedalam kertas kerja audit oleh auditor yung bersangkutan sesua! dengan penugasannvya berdasarkan PKA Penyusunan Laporan Hasil Audit Pada Evaluasi SPI Pada akhir evaluasi SPI dibuat simpulan secara keseluruhan yang merupakan laporan hasil audit pada evulunsi pelaksanaan SPI vang menunjukkan kelemahan dun kerentanan pudu area, proses. 3. 4. sistem, fungsi. program/ kegiatan dan unsur-unsur laimnva yang 102 diaudit vany selanjutnya disebut Tentatite Audit Obyectiwes (TAO) TAO adulah sasaran audit yang merupakan hasil dan tahap cvaluasi sistem pengendalian intern. Kegatan evaluasi pelaksanaan SPI adalah mendapatkan informasi mengena SPI. menclauh dan menguji keandalan SPI sehingga dapat disimpulkan sasaran audit yang tentatite atau TAO. Jika disimpulkan sistem pengendalian intern 'andal'. maka dilakukan pengujian pengendalian yang bertujuan untuk mengukur “risiko pengendalian” guna menentukan luas dan dalamnya pengujian nnci yang akan dilakukan. Jika disimpulkan sistem pengendahan intern "udak andal, maku audit dilanjutkan ke tahap pengujian nnci, tidak perlu melalui tahap pengujan pengendalan. Hamil penkembangan pengujuan rinci dijadikan sasaran audit tetap (FAO) sebaga: dasar untuk penyusunan simpulan dan ketentuan hasil audit Contoh Kertus Kerja Evaluasi SPI dapat dilihat pada Form II 2 dan 13. D. IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO KETIDAKTAATAN Tujuan dari tahap identifikasi dan penilaian risiko keudaktaatan adalah menentukan potenmi/risiko ketdaktaatan dulam penvelenggaraan arca, proses, sistcm, fungsi, program/keyjatan scsuan peraturan perundang undangan, kebijakan, prosedur vang berlaku serta peraturan terkait. vang ukan didalami oleh auditor. Apabila audit telah menyusun register risiko, identifikam dan penilaian nsiko dapat dilakukan dengan memanfaatkan nsk register dan profil nsiko nuditi dan dilakukan penilaian atas vahditas nsk register auditi tersebut Penuluan validitas sk register auditi dapat dilakukan dengan melakukan bramstorming mengenai risiko (sebab dampak) dan mclakukan skenano ulang dalam menyusun dan membuat daftar nmiko yang dapat diandalkan (vahdi. Namun, bila audits belum memiliki daftar risiko yang memadai, auditor membenkan fasilitasi dengan audit untuk mengidentifikasi, menilu, dan menctapkan risiko ketidaktaatan padu suatu pruses bisnis yang dapat menghambat pencapman tujuan organisasi Proses identifikasi dan penilaian risiko dilakukan atas prosedur penyelenggaraan dan suatu program vang mendukung pencapaian tujuan orgarisasi dan progrum pnontas. Hal tersebut dapat terlihat dari kcsclarasan antara dokumen RPJMD. Renstra, dan IKU yang mendukung program pnontas tersebut. 103 Contoh Kertas Keja Identifikasi dan Penilaran Risiko dapat dilihat pada Farm 11 8. IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN KECUKUPAN PENGENDALIAN KUNCI Bag Pemenniah Usuerah yang telah menerapkan pengelolaan nsiko, auditor dapat melakukan penularan kecukupan pengendalian kunci yang telah dimiliki OPD. Dalam meniai kecukupan desain pengendalian, audit: mengelompokkan respons atas risiko menjudi 4T yaitu tolerute/ tenma, terminatc/hindan. Gansfcr/alihkan, dan treat/tangani.— Auditor mengadenufikasi desan pengendalian kunci yang trlah didokumentasikan/ ditetapkan sudiu di dulam kebyakan, standar prascdur operasi serta rencana tindak pengendalian bagi organisasi Auditor menentukan apakah rancangan pengendalian kuna tersebut teluh memadu untuk mengelola nsiko pada level vang dapat ditenima organisasi. Dalam menilai kecukupan desain pengendalian kunci, auditor harus mempertimbangkan: 60 Selera niko dan tingkat risiko organisusi: 6 Kemampuan pengendalian kunci untuk mengumankan pencapaian tujuan/mcnangan!n nsiko jika pengendalan dyalankan sesuai rancangan, 6 Keberadaan dan kemampuan pengendalun tambahan vang diperlukan untuk mengamankan pencapaian tujuan/ menangani nsiko. Identufikasi dan penilaian kecukupan desun pengendalaun kunci diharapkun dapat menentukan bahwa proses penveclenggaruaan arca, pruscs, sistem, fungsi, program/kegiatan utama telah dilakukan pengendalian dan dievaluasi secara rutin serta dikastkan dengan proses penilaian risiko yang uda untuk dapat meminimalisir kcgagalun dan dampak yang timbul akubat risiko vang ada. Setelah melakukan penilnian atas kecukupan dewan pengendalian kunci. auditor perlu menvusun obsernasi awal dan mendiskusikannya dengan pimpinan OPD Bag pemenntah darrah vung belum menerapkan pengelolaan nsiko, APIP dapat merckomendasikan perbukan dalam pencrapan pengendalian intem. Contoh Kertas Kerja Idenufikas: dan Penaran Kecukupan Pengendalian Kuna dupat dilihat pada Farm II 5 104 PF. PENYUSUNAN RENCANA PENGUJIAN Penyusunan rencana pengujan termasuk sifat pengujian. wuktu dan prosedur yang diperlukan merupakan langkuh dalam upaya mendupatkan buku. Bukti dapat dibedakan dalam beberapa jcnis atau golongan sebagai berikut: | tag Bukt!: pengujian fisik Buk pengujian fisik dilakukan untuk mevakinkan mengenai keberadaan (kuantitatif) dan mutu (kualitau!) dan aktiva berwujud Bukti ini juga untuk meyakinkan kebenaran utuu kesesumuan suatu proses dengan proscdur bukunya. Buku pengujian fisik diperoleh melulu: pengamatan langsung oleh auditor sendin Hasil pengamatan fisik oleh auditor tersebut dikukuhkan kec dalam suatu mecdiu pengganti fisik yaitu berita acara hasil audit fisik, dengan dilampirkan dokumen lan seperti hasil inspeksi lapangan, foto, surat pernyataan, denah lokasi atau peta lokasi dan lain- Jun. Contoh: Berita Acara Hasil Audit Fisik Bukti dokumen Buku audit vang paling banyak ditemui oleh auditor adalah bukti dokumen. Bukti dokumen pada umumnya terbuat dari kertas vang mengandung informasi. Dalam menilah atau mengevaluasi buku dokumen, auditor sebaiknya memperhatikan pengendalian intern sumber dokumen terscbut dan terpenuhinya persyaratan vundis. Kelemahan sistem pengendalian antem memungkinkan dokumen mengandung kesalahan. bahkan dokumen palsu yang dibuat oich karyawan vang tidak jujur Contoh: Kurangi, Surat Perintah Membayar (SPM), Buku Kas Umum Buku analisis Buku analsis adalah bukti mudit vang diperoleh auditor dengan melakukan unulisis atau mengolah lebih lanjut datu auditi dan data laun yang berkaitan dengan audit, Bukti analisis hanya memberikan petunjuk mengena! kecenderungan suatu kejadian, sehingga untuk membuktikan terjadi atau tidaknya harus didalami dengan perolehan jenis buku vang laun. Contoh: Anulisis tren jumlah pelayanan dari tahun ke tahun, Analisis perbandingan waktu pelayanan dengan pelavanan serupa di provinsi/ lain. Bukti keterangan Bukti keterangan adulah buku yang dipcroleh auditor dari pihak lain 3. 4 105 G. (baik dan pihak auditi maupun pihuk ketiga) berdasarkan pertanyaan atau informasi tertentu yang diminta oleh auditor. Bukti keterangan merupakan bukti pendukung bukti bukti lain yang tclah didapatkan oleh auditor. Biasanya buku fisik, bukt dokumen. bukti analisis atau bukti linan (yang dituangkan dalam kertas kerja dengan seksamal terlebih dahulu baru kemudian dilengkapi dengan bukt kesaksian (didapat dan pihak lum karena diminta oleh auditor) Contoh: Berita Acara Permintaan Keterangan (BAPK)|, Berita Acara Hasil Konfirmusi. PENYUSUNAN PROGRAM KERJA AUDIT Langkah selanjutnya adalah menyusun Program Kerja Audit (PKA) PKA digunakan sebagai panduan bag auditor selama melakukan audit. PKA berisi tujuan sctap prosedur dan rangkaian langkah langkah audit vang ditetapkan dalam pelaksanaan audit. Termasuk langkah mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mendokumentasikan informasi dan bukti internal maupun cksternal auditi selama penugasan audit. Program Kerja Audit harus direw dan disetujui sebelum diluksanakan Dalam penyusunan PKA di samping memperhaukan tujuan setup prosedur audit, tcknik sampci yang digunakan juga terkait dengan rencana pengujan sistem pengendalian, juga rencana pengujnan untuk mengidentufikasi ketidaktaatan dulam penvelenggarnan suatu arca, proses, sistcm, fungsi, program/kegmatan OPD hingga ke simpulan hasilnya Berdasarkan simpulan permasalahan yang djumpas. auditor memberikan rekomendasi untuk peningkatan ketaatan, perbaikan tata kelola, pengendalian intcrm dan pengelolaan risiko pada audit! serta mencegah dan menangkal terjadinya tindak penyimpangan Contoh Program Kerja Audit dapat dilihat pada Form II 6. PENGALOKASIAN SUMBER DAYA Langkah terakhir di tuhap perencanaan adalah pengalokasian sumber dava yam kerja. hari pengawasan. personil tim auditor dan dana) yang dibutuhkan tim untuk melaksanakan penugasan Tim disusun dengan memperhatikan kompetensi dan kcahhan secara kolektif sesuai dengan penugasan uudit ketaatan yang akan dilakukan termasuk pembuatan surat tugas dan anggaran waktu penugasan. Kompetensi dan pengalamun muditor berkontnbum penting dalam menentukan wuktu audit dan 106 membuat rencana pengujun, binya dan jadwal pengunan agar dapat diselesaikan tepat waktu. Hasil dari tuhap ini adalah alokasi han pengawasan (HP) masing masing auditor, alokasi biaya per auditor dan jenis pengujun yang akan dilukukan. Terhadap rencana prosedur pengujian tersebut, ditctapkan auditor vang akan melaksanakan disertai target waktu pelaksanaan (PKA| dan termasuk jumlah dana yang diperlukan. wi 107 fungsi, program/ kegiatan OPD vang di audit dcngan kritenanya. Denkan melengkup: simpulan atas permasdahan yang ditemur, auditor memberikan bukti bukti pendukung serta simpulan rekomendasi perbaikan pengendalian Olch karena itu dalam melakukan audit ketaatan, auditor memberikan keyakinan memadu bahwa area, proses. sistem yang duudit telah sesuai dengan peraturan perundang-undungan. kebijukan, proscdur yank berinku serta peraturan terkiut, kntena dan ketentuan yang berlaku lainnya Berikut adalah kerangka berfikir dalam melakukan audit ketamtan: Diagram 3.1 Kerangka Berfikir Audit Ketaatan
0.(gor. ang tere Pura | vga GL mm ea Uu” MO ka Tv Y 0 "gong UG: 4 ! Sebah — O0— Akstaat SI, o (TE€ Kegiatan audit ana adalah audit yang dilakukan secara lebih mendalam berdusarkan laporan hasil evaluasi SP! yang dituangkan kedalam PKA Rinci untuk memperaleh pembuktian bahwa kondisi tertentu memang tenadi dun menkembangkannya sehingga diperoleh atribut temuan secarn lengkap. Audit rinci mengikut tahapan sebagai benkut. 108 A. PENETAPAN URUTAN PRIORITAS YANG AKAN DILAKUKAN AUDIT RINCI BESERTA TUJUAANNYA Tim menyusun pnaoritas denyan memilih kondisi mana yang akan didahulukan audit sebagaimana tercantum dalam FAO Apabila diperlukan dapat dilakukan sampling utas kegiatan yang adu, baik yang dikerjakan secara xWukelola maupun dengan kontrak Tim menentukan tujuan audit untuk masiny masing masalah sesuai prioritas yang tclah ditetapkan PELAKSANAAN PKA RINCI Pelaksanaan PKA rinci diharapkan mampu menggali ketcpatan FAO yang ditetapkan sebelumnya untuk disarankan dalam penyusunan kelengkapan atribut temuan baik dalam penvajuan kondisi, kritena. penyebab, akibat, dan pengcmbangan reckomendusinya sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan tcmuan audit vang baik. Dalum tahap pelaksanaan audit rinci, auditor dimungkinkan untuk merevisi PKA yang sesuai kondisi yang ditemul. Tahap pelaksanaan terdin dari
1.Pengujian dan Pengumpulan Bukti Pada trhap 1in1 auditor harus menguji materi/substansi transaksi pelaksanaan arca, proses, sistem, fungsi, program/kegutan sccara memada: untuk memperoleh pembukuan vang layak apakah transaksi/ kegiatan telah sesuai dengan atau menyimpang dan peraturan perundang undangan. kebyakan, prosedur vang berlaku serta peraturan terkait yang telah ditetapkan. Adapun buku (internal dan ekstemalj vang di evaluasi auditor adalah semua media informasi vang digunakan olch Huditor untuk mendukung argumentasi. pendupat atau mumpulan dan rekomendasinya dalam meyakinkan tungkat kesesuaian kondisi dengan kritenanya. Bukti harus memenuhi syarat kuantutauf dan kualhtauf
a.Syarat kuanutanf, vwtu bahwa jumluh bukti harus cukup untuk meyakinkan pihak lain yang mengetahui masalahnya,
b.Svarat kualhtauf bukti mencakup 3 (liga) atnbut, yaitu relevan, absah, dan handal: » Relevan menyatakan bahwa bukti tu mempunyai hubungan yang loys dengan dan art penting bay temuan audit vang bersangku tan 6 Absah menyatakan bahwa bukti itu didusan olch argumentasi yang benar dan informam yang ukurat. 6 Handal mcnvatakan bahwa bukti itu dapat diandalkan yang menunjukkan konsistensi hasil dalam aru bahwu jika informam diujt/ diukur hasilnva tetap dan selain itu dapat diverifikasikan. 1 Bukti wudit adalah semua media informasi yany digunakan oleh auditor untuk mendukung argumentasi, pendupat atau simpulan dan rekomcndasinya dalam meyakinkan tingkat kcscsuaan antara kondisi dengan kritenannva Syarat syarat bukti audit yang handal ada cmpat syarat yaitu disebut REKOCUMA masing-masing sebagai berikut: | Relevan: Bukti uudit harus relevan dan logs mendukung atau menguatkan pendapat uatuu argumen vang berhubungan dcngan tujuan dan keumpulan audit
2.Kompeten: Bukti “audit dikatakan kompeten upubila bukti yung diperoleh berasal dari sumber yang independen dan dapat dipcrcaya serta terjamin keakuratannya. Kampeten atau tidaknya suatu bukti dipengaruhi oleh sumber bukti, cara mendapatkan bukti, dan kelcngkapan persyaratan vundis bukti tersebut 3. Cukup: Bukti vung cukup berkaitan dengan jumlah dan nului keseluruhan bukti beraru dapat mewakili atau menggambarkan kescluruhan kondisi yang dipermasalahkan scrta jumlahnya memenuhi syarat untuk mendukung temuan auditor.
4.Material: Buku maternal adalah bukti yang mempunyai nilai vang cukup berarti dan penung bag pencapaan tujuan organisasi Materialitas dapat dilihat antaru lain: besarnya nilai uang, penkauruh terhadap kegiatan, hal yang menyangkut tujuan audit, pentingnya menurut peraturan perundangan. keinganan pengguna laporan, kegiatan yang pada saat audit dilakukan sedanyadi perhatian umum. APIP harus mengumpulkan dan menguj buku untuk mendukung kesimpulan dan temuan audit Dalam standar audit menyatakan buhwa auditor harus mengumpulkan dan menguji bukti untuk mendukung simpulan dan temuan audit. Bukti yang dipcrlukan untuk mendukung temuan dupat berupa bukti vang diperoleh dan pengamatan, observasi. tanyajawab, serta dokumen: e Bukti pengakuan hasil wawancara atau pernyataan dan pihak yang terlibat: e Bukti berupa dokumen terdin dari peraturan, laporan, risalah, memorandum, pengendalan, kutpan dan catatan pembukuan, bagan, dan ketentuan mengenai arus dokumen, sistem yang dirancang, struktur organisasi dan bagan fungsinya, e Bukti yang diperoleh dari analisis informasi yang dihimpun olch Auditor. 110 Pengumpulan bukti selanjutnya masih harus diuji dengan menggunakan teknik rcviu dokumen, wawancara, konfirmasi, observasi, kucsioner sertis pembandingan dan penclusuran hingga bukti asal. Selan untuk mendukung simpulan audit ketaatan pada suatu arca, pruses. sistem. fungsi. program/ kegiatan auditi, bukti yang dikumpulkan dan diuji juga merupakan buku vany mendukung ada atau hdaknva kelemahan dalam SPI pada auditi serta bukti yang mendukung ada / uduknya ketdaktaatun terhadap peraturun perundang undangan dan identifikasi potensi undak penvimpangkan Pengujan dilakukan sesua! PKA yang telah ditetapkan pada tahap percncanaan. Dulam seuap penxkyjian yang dilakukan, hasilnya didokumentasikan kc dalam kertas kerja nudit (KKA). KKA yang baik harus mencerminkan: |. Kegiatan audit mulas dari perencanaan, survey pendahuluan, evaluasi pengendalan intern, pengujan substantif, simpulan dun permasalahan/tcmuan hasil audit, berita acara pembahasan hasil audit, samp dengan pelaporan dan tindak lanjut hasil audit
2.Langkah-langkah audit vang ditempuh, pengujian vang dilakukan, informass yang diperoleh dan simpulan-simpulan hasil audit Langkah-langkah kerna dalam PKA yang telah dilaksanakan menghasikan data beserta penankan simpulan hasil uudit Aa didokumcntasikan dalam KKA. Contoh Kertas Kerja Pengujian Data Audit dapaat dilihat pada Form II ?. Evaluasi Buku dan Pengambilan Simpulan Pelaksanaan dan teknik audit menghasilkan bukti-bukti yang membantu auditor untuk dapat menular efektivitas pengendalian intern. Beberapa pertanyaan yang harus dyawab auditor untuk menilai ketaatan suatu area, proses, sistem, fungsi, program/ kegatan |. Apakah area, proscs. sistem, fungsi, program/kegiatan telah direncanakan dengan baik?
2.Apakah arca, proses, sistem. fungsi. program/kewatan telah diselenggarakan sesuui ketentuan?
3.Apakah pengendalhan vang ada dan diterapkan sudah membantu pencapwan tujuan organisasi? Untuk meawab pertanyaan pertanyaan im, auditor internal harus mengambil kesimpulan berdasar informasi/ bukti yang didapat sejuk tahap percncanaan sampai peluksanaan penugasan. b 311
3.Pengembangan Temuan dan Rekomendasi Sctclah dilakukan pengujuan. pengumpulan buku, evaluasi bukti, dan menyusun simpulan, auditor internal harus menyusun temuan (finding. Temuan berpaungkl tolak dan perbandingan kondai (apa yang sebenarnya terjadi) dengan kntena (apa yang seharusnya terjadi menurut peraturan yang adaj., mengunpkap alubat vang diimbulkan dan perbedaan kondim dan kritena tersebut serta mencan penyebabnya Pengembangan temuan sangat menentukan keberhasilan tugus uudit Untuk itu, auditor perlu memahami unsur-unsur temuan. sehingga penkembangan temuan menjadi lebih efektif. Terdapat duajenis temuan, vastu.
a.Temuan Ponitif yang harus dimuat di dalam laporan nudit, terutama temuan vang berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan membernkan apresiasi atas arca, pruscs, yustcm, funpsi. program/ keyutan vung telah dilaksanakan tepat waktu dan kualitas yang lebih bauk dari rencana kepada auditi,
b.Temuan Negatif, antara lain mcipuu. e Penyimpunykan / penggelapan 6 Kelemahan sistem atau proscdur @ Aktivitas yang tidak benar/ tepat Apabila dyumpai kelemahan atau kekurangan vang penung. maka 4suditor hurus menyusun rencana pengembangan semua aspek yang berhubungan dcngan masalah tersebut dengan teput dan segera. Input yang dipyunakan dalam kegmatan Penyusunan Temuan Hasil Audit" adalah. e Tuuan audit, 0 Kritenma yung telah ditetapkan: e Bukti audit (relevan, kampeten, cukup, matertal|, dan e Kesimpulan hasil pengujian bukti. Dalam menvusun suatu temuan audit ketaatan, hal vang sangat utama diperhaukan adalah apakah temuan audit yang dibuat auditor merupakan jawaban atas pertanvaan/dugaan sementara/ hipotesis vang telah dituangkan dalam tujuan audit yang telah ditetapkan. Temuan audit lutuh & tidak cacat! scharusnya berisi kesimpulan hasil pengujian utus bukti audit vang diperoleh auditor dalam usahanva untuk mencapa: tujuan audit yang telah ditetapkan sebelumnya. dengan membenkan rckomcndasi yang dapat segera ditindaklanjuti oleh auditi/OPD. II Langkah-langkah vany diperlukan dalam kematan menyusun temuan 112 audit adalah sebaga berikut. |. - Berdasarkan kesimpulan hasil penguran bukti, apabila terdapat perbcdaan (yapi yang ugrufikan antara kondisi dan kriteria, tentukan apakah perbedaan tersebut positif atau negauf Perbedaan positif terjadi apabila kondisi yang ditemukan sama atau lebih baik danpada kriteria. Perbedaan negatif terjadi apabila kondisi yang ditemukan tidak sesum/ mencapai kntena Sangat dimungkinkan, auditor menemukan suatu kondisi yang telah memenuhi atau melebihi knteri yang disebut temuan positif Auditor perlu mempertimbangkan relevansi temuan positif dengan tujuan audit Apabila temuan tersebut relevan terhadap tujuan audit. maka auditor perlu menkungkap hal tersebut dalam Laporan Hasil Audit berupa apresiasi di bab penutup Dalam hal auditor menemukan kondisi yang tdak memenuhi kriteria, vank disebut sebagi temuan negatif, auditor perlu mengidentifikasi unsur unsur temuan hingga menjadi suatu temuan audit dengan atribut yang lengkap atau tidak cacat, agar segera dilakukan tindak " 2 lanjut oleh uuditi Kondisi Gambar 3.1 Struktur Atribut Temuan Unsur/atnbut temuan antara lain: 1 Kondisi (kekurangan atau kelemahan apa yang sebenarnya terjadi) Kondisi menunjukkan realitas vang ada dari suatu pelaksanaan arca, proscs, sistcm, fungsi, program/ kegiatan yang menunjukkan adanya kekurangan atau kclcmahan. Untuk menyatakan kandisi, suditor harus menkumpulkan bukti vang relevan, kompeten. cukup dan matenal 2 Krntena (apa vang seharusnya terjadi) Kritena adalah standard. ukuran atau harapan (empectuton), Pp antara Jain berupu. 113 “. peraturan perundang-undangan vang berlaku:
b.program/kcmatan OPD yang selaras program/sasaran RP.IMD/ RP.IMN: dengan C. ketentuan pimpinan ditaau/ didaksanakan, organisasi vang harua
d.pengendalian intern yang andal. C. tolak ukur keberhasilan, efisiensi dan kchcmatan, dan standar dan norma/kaidah
8.Kntena yang diperoleh harus diuji dan dianalisis secara tepat dan setelah itu baru dapat digunakan sebagai tolok ukur utau pembanding dengan kondisi yang dijumpai. . Sebab (mengapa terjadi perbedaan antara kondisi dan kntena) Penvebab merupakan hal vang penting apabila ditinjau dan tujuan audit veitu untuk menghasilkan rekomendasi kc arah perbuukan di masa datang. Penyebub ini mengungkap tentang mengapa tenadi ketidaksesuagan antara kondisi dan kritena Contoh penyvcbab antara lain:
8.Pembupan tugas dan wewenang belum ditetapkan securu jclas:
b.Koordinasi dalam pelaksanaan arca, proses, sistcm, fungsi, program/kegiatan tidak berjalan dengan baik:
c.Tuluk adanya kebyakan/prpsedur yang memadai untuk melaksanakan suatu arca, proscn, siatcm, fungsi, progrum / kegiatan:
d.Belum ditetapkannya Standar Satuan Biaya (SSB) dan Standar Satuan Harga (SSH), dst Hal vang perlu dipahami seorang auditor secara baik adalah mengeksplore penvebab terjadi penyimpangan, karena bisa saja kriteria atau aturannya yang kurang tepat dan perlu diperbaiki serta disempurnakan. Akibat dan dampak (apa akibat din dampak vang ditimbulkan dani adanya perbedaan antara kondisi dan kntena) Alabat dapat berupa kemungkinan yang akan terjadi maupun yank telah terjadi Rekomendasi (apa vank memperbaikinya). dapat dilakukan untuk Rckomendasi adalah usulan rencanu perbaikan yang diberikan oleh auditor internal untuk menutup gap antara kondisi dan kriteria. Rekomendasi harus dirunmanp guna: f£ 3 4 s
a.memperbaiki kelemahan (menghilangkan penvebab), dan 131
b.meminimalisasi akibat dan kelemahan yang ada. Contoh rckomcndani:
a.menyusun kebyjakan/aturan dalam rangka mclaksanakan arca, proses. sistem. fungsi, program / kepiatan:
b.merevisi atau memperbaiki proscdur/SOP agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan vang berlaku. Rekomendasi harus jclas:
a.ditujukan kepada siapa:
b.mengarah pada tindakan nyata: Cc. konsekuensi yang akan timbul apabila tindak lanjut atas rekomendasi udak dilakukan,
d.dapat dilaksanakan oleh auditi: dan Cc. apabila ada alternatif perbaikan tuangkanlah semua alternatif berikut alasannya masing masing. Dalam membenkan/merumuskan rekomendasi, auditor harus memperhatikan:
a.biaya yang akan terjadi dalam mengimplcmcntasikan rekomcndasi harus tidak melebihi manfaat vang akun diperolehnva:
b.jika terdapat beberapa alternatif rekomendasi dengan biaya yang terkait, harus diusulkan: dan
c.rekomendasi harus dapat dilaksanakan.
4.Jika ditemukan indikasi yang mengandung unsur kerugan negara/ fraud yang relevan dengan tujuan audit, maka auditor perlu melakukan pendalaman auditnya sampai menjadi temuan audit. Indikasi “yang tidak relevan dengan tujuan audit, perlu didokumentasikan secara memadai dalam KKA dan akan ditindaklanjuti padajenis audit lain yang sesuai.
5.Auditor menpomunikasikan konsep temuan audit dengan pimpinan auditi untuk mendapatkan klanfikam. Tujuan dari komunikasi konsep temuan audit dengan audit adalah untuk memvalidasi konscp temuan yang telah dikembangkan oleh auditor.
6.APIP menyampaikan Temuan Audit kepada pimpinan auditi yang diaudit melalui berita acara hasil audit Output vang dihasilkan dan kegiatan "Penyusunan Temuan Hasil Audit adalah:
a.Konsep Temuan Audit:
b.Senita Acara Temuan Audit: 115 € Tanggapan resmi tertulis atas Serita Acara Temuan Audit. C. PENYUSUNAN KERTAS KERJA AUDIT Husil pelaksanaan PKA rina yang telah ditetapkan, dituangkan ke dalam kertas kerja audit olch auditor yang bersangkutan sesuai dengan penugasannya berdasarkan PKA audit nnc: KKA adalah dokumen audit yang memuat data catatan pembukuan vang dikumpulkan oleh auditor sclama berlangsungnya audit mula: dari tahap persiapan sampa: dengan tahap pengkomunikasian hasil audit. KKA bensi metodoloma yang dipilih, Prosedur yang ditempuh. bukti audit yang ditemukan, dan mumpulan audit yang diambil selama audit untuk mendukung laporannva. Informasi yang dimuat dalam KKA harus memadai, kompeten, relevan, dun berguna untuk memenuhi tujuan penulisan serta mcmberikan dasar vang kuat untuk temuan audit dan rekomendasinya. Tiyuan KKA adalah mendokumentasikan informasi yang diperoleh selama audit, melalu intervicw, penclaahan peraturan peraturan, analisis ntas sistem dan prosedur. ubservasi atas kondim,maupun pengujian transaksi dan mengidenufikasi serta mendokumentasikan temuan audit sebagai sarana untuk mencan hubungan berbagai fakta yang didapat, membandingkan, menilua/mengukur bemuarmnva pengaruh sebuah temuan atau kelemahan. Sasaran KKA yaitu untuk mendukung pembuatan laporan hasil audit, membantu auditor saat pembuhasan masalah dengan pihuk vang diperiksa, menjadi media review dan penilaian kecukupan teknik serta prosedur audit dalam supernisc sclama pelaksanaan PKA, berfungsi sebagui bahan pembuktian apabila terjadi tuntutan dari audit atau sewaktu auditor menjadi saksi ahli, berperan sebagai referensi buuk untuk audit benkutnya dan monitoring tindak lanjut maupun sebagai sarana pengendalian mutu pengawasan KKA direviu olch ketua tiM/supervisor sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya Contoh Penyusunan Kertas Kera Audit dapat dilihat pada Form II 8 dan II &. D. PENDOKUMENTASIAN KERTAS KERJA AUDIT KKA perlu di dokumentasikan dengan baik, buik hard maupun soft file nya disimpan di dalam central file Inspektorat, Dokumentasi disimpan sevara tertib dan sistcmatis serta berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit intern schingga dapat mendukung simpulan. fakta dan rekomendasi APIP. 116 PENYUSUNAN SIMPULAN DAN TEMUAN SEMENTARA Berdasarkan pelaksanaan audit, auditor menyusun simpulan dun temuan: temuan sementara hasi! audit yang berpangkal tolak dan perbandingan antara kondisi (apa vang sebenarnya tenadi) dan kntcria japa vang seharusnya terjadi). muditor menkungkap akibat vang ditimbulkan dan perbedaan kondisi tersebut serta mencan penyebabnya, dan memberikan rekomendasi perbaikannya, kemudian menuangkan simpulan hamil audit dan daftar temuan sementara ke dalam konsep Benta Acara Hasil Audit dengan atnbut lengkap yang mencakup kondisi, knteria, akibat, sebab, 8. rekomendasi Contoh Kertas Kerja Matnk Penyelompokar Temuan Audit dapat diihat padu Fomm IL 10 PEMBAHASAN SIMPULAN, TEMUAN SEMENTARA, DAN HASIL AUDIT DENGAN AUDITI Ketua Tim perlu mengelompokkan temuan kedalam 2 iduaj) golonganv atu:R @. Temuan yang masuk Laporan Hasil Audit:
b.Hal vang perlu diperhatikan, hanva sebagai cutatan, komentar yaitu temuan vang tidak begatu senus tetap: merupakan penyimpangan dari ketentuan dan perlu di komunikasikan dengan audiu untuk menjadi perhatian audit. Ketua Tum bertanygung jawab atas pengaturan jadwul pembahasan simpulan dan temuan hasil audit. Hasil pembahasan dituangkan dalam nsalah yang memuat temuan vang sudah ditindaklanjuti dan temuan yang akan dimasukkan ke dalam Laporan Hasil Audit serta tanggapan dan auditi. Benta Acara Hasil Audit yang disusun oleh Tim Auditor mencakup: u Data Umum Auditi Duta umum berisikan nama auditi. dasar audit, tujuan audit. sasaran audit. lngkup audit. hasil audit terbatas jumlah temuan dan keborosan. dan kebocoran, serta pendahuluan yang berisikan Dasar audit: Waktu pelaksanaan audit, -. Penode/tahun anggaran keypatan yung diperiksa: Tujuan audit: Sasaran audit: - Ruang hngkup audit, Informasi audit. 117
b.Uraian Hasil Audit Uraian hasil audit berupa temuan dengan atribut lengkap, judul temuan, kondisi, sebab, akibat. tanggapan auditi, kamentar auditor, dan konscp rekomendasi. C. Apabila di dalam audit ditemukan indikasi penyimpangan yang signifikan yang mengarah kepada kerugian negara, maka Tim dapat mengajukan saran audit investigasi. Namun, apabila ditemukan masalah konstruksi yang signifikan, tim dapat mengajukan saran audit konstruksi.
d.Kesimpulan dan rekomendam. Bagan in benuikan kumpulan judul temuan dan konsep rekomendasi. 118 |. Pernyataan bahwa Audit dilakukan sesuas dengan Standar Audit APIP dalam menjalankan tugas amuditnya diwajibkan untuk mengikuti standar audit yang ada. Standar Audit yang digunakan olch APIP adalah Standar Auditor Intern Pemenantah Indonesia yang diterhitkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI)
2.Tujuan, lingkup, dan metodolagi Audit Suatu laporan hasil audit harus memuat tujuan. lingkup. dan metodologa audit. APIP harus menjclaskan alasan mengapa suatu area, proses. sistem, fungsi, program/ kegatan OPD diaudit, apa vang diharapkan atau dicapai dan pelaksanaan audit, apa yang diaudit, dan bagaimana cara nudit dilakukan.
3.Hasil audit benipa temuan audit, impulan, dan rekomendasi
8.Temuan Audit Trmuan audit merupakan potret kenyataan yang ditemukan APIP dalam membandingkan kondisi: dan kriteria.
b.Simpulan Hasil Audit Simpulan hasil audit harus dapat menjawab tujuan audit yang telah ditetapkan sebelumnya terkait penilasan penyelenggaraan prokram yang sesumi dengan peraturan perundang undangan/ ketentuan vang berlaku
c.Rekomendasi APIP harus menyampaikan rekomendasi kepada audit untuk memperbaik: arca yang menjadi penyebab tujuan arca, proses, sistem, fungsi. program/ kegatan tdak tercapai, meminimalisir timbulnya dampak, serta arca yang berpotenai terjadi tindak penyimpangan guna metrminpkatkan kualitas pelaksanaan kematan audit vung duwudit, "3 Suatu rekomendasi akan berufat sangat konstruktif/ membangun m 1ja apabila: - Diarahkan untuk menvelemukan masalah yang ditemukan, — Beronentasi pada tindakan nvuta dan spesifik: - Ditujukan kepada pihak yang mempunyai wewenang untuk berundak: dan - Dapat dilaksanakan 4. Tanggapan pejabat vang bertanggung jawab atas bamil audit APIP harus mendapatkan tanggapan tertulis dan resmi atas temuan, simpulan, dan rekomendasi audit dan pejabat berwenang auditi/OPD Yang dmudit. Dalam memenuhi persyaratan kualitas komunikasi yaitu adil. Iengkap, dan obvcktif, audit scmaksimal mungkin mengupayakan adanva reviu dan tanggapan dan auditi sehingga diperoleh suatu laporan yang obvektif karena udak hanyu mengemukakan fakta dun pendapat auditor saja, melainkan memuat pula pendapat/ tanggapan dan rencana tindak yang dilakukan oleh audit. B. PEROLEHAN TANGGAPAN ATAS SIMPULAN DAN REKOMENDASI Sebelum meluksanakan pembahasan akhir, auditor sebaiknya melukukan pembuhasan intern vang perlu dihadiri seluruh um audit sesuai surat tugas. Pembahasan antern sebaiknya dipimpin olch pejabat pengendal: teknis. Pembahasan inter bermanfaat untuk memastikan kembali bahwa 15 dan notisi hasil audit telah didukung dengan bukti yang relevan, kompeten. cukup. dan material serta untuk menyamakan persepmi di antara seluruh tim wudit ayar memulika pendupat Yung muma pada wuktu melakukan pembicaraan akhir dengan audi. Proscs dan hasil pelaksanaan pembahasan intern tim perlu didokumentasikan di dalam kertas kerja audit. Untuk memperoleh tanggapan atas mumpulan dan hasil pengkomunikasian hasil audit maka perlu dilakukan pembahasan akhir secara formal dengan Huditi. Agar pembahasan akhir dapat efektif menghasilkan kesepakatan, pembahasan akhir harus dihadiri oleh pihak yang mempunyai jabatan dan kewenangan dalam pengambilan keputusan buik dan pihak auditor maupun muditi Adapun tujuan dari pembahasan akhir yautu: e Mengklanifikasi kesahihan simpulan, penilaian dan temuan hasil audit: 6 Membenkan kesempatan kepada sudi apahrla terdapat perbedaan atas Icmuan tersebut. dengan penjelasan disertakan bukti/dokumcn yang belum diperoleh auditor, e Memperoleh kesepakatan/ kesediaan uuditi untuk melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi yang dibenkan: 120 e Memperoleh rencana tindak perbaikun Hasil dan pembahasan akhir didokumentasikan dalam bentuk benta acara pembuhasan hasil audit Yang memuat informasi mengenai hasil kemmpulan audit. rekomendasi yang discpakati maupun yang udak disepakau vang perlu dibahas lebih lanjut dan dikomunikasikan kepada pimpinan tertinggi Orkanisasi. Contoh Ben. ta Acara Erat Conference dapat dilihat pada Form IT 11 PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL AUDIT Selanjutnya, auditor harus menyusun konsep laporan sesuai dengan Standar Audit Inten Pemenntah Indonesa, di mana konsep laporan direviu secara berjenjang mulu dan pcngcndali mutu, pengendali teknis, hingga pejabat yang berwenang Adapun mecdia dan sarana yang digunakan olch auditor selama proses penyusunan laporan hamil audit adalah not audit, pembahasan akhir, dan konsep laporan Berdasarkan Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia, mwuditor harus mengkomunikasikan hasil audit intern Tujuan dan pengkomunikasian hasil audit adalah: 6 Menyampaikan hasil penugasan audit kepada audit: dan pihak laun vang berwenang @ Menghindan kesalahpahaman terhadap hasil penupasan uudit intern e Meryjadi dasar bag auditi dan instansi terkait untuk melakukan tindak perbaikan e Memudahkan pcmantauan undak lanjut hasil Auditor dapat membuat ikhtisar hanil audit sampai dengan tanggal penghenuan dun menjelaskan alasan penghentian audit, jika audit dihenukan scbclum bcrakhir dan auditor tidak mengeluarkan laporan hasil audit, Alasan penghentian uudit harus dikomunikasikan secara tertulis kepada audit dan pejabat vang berwenang Auditor harus mengkomuruikasikan dan mendistribusikan hasil penugasan sudit antern kepada pihak yany berkepentingan vang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Jika penyampaian luporun mengandung kesalahun utuu kelalaian yang ugrifikan. pumpinan instansi auditor harus mengkomunikasikan informasi yang telah diperbaiki kepada scmua pihak yang telah menerima laporan tersebut. Menurut SAIPI. bentuk pengkomunikasian hasil audit dapat dibuat dalam bcntuk surat dan bentuk Bab Laporan bentuk surat digunakan apabila: 1) dari hasil audit udak diidentifikasi banyak fakta yang signifikan untuk dikomunikasikan atau 2) terdapat informasi yang harus segera disampaikan dan diundaklanyjuti oleh audit /OPD sebelum penukasan berakhir. Laporan bentuk bab digunakan apabila dan hasil audit diidentifikam banvak fakta signifikan vang perlu dikomunikasikan. Terkamut dengan udak signifikannva kelemahan atas sistem pengendalian intern cukup disampaikan kepada Buditi dalam bentuk management letter , Contoh Laporan Hasi Audit Ketaatan ddihat pada Form IL 12 dan 1113 MONITORING TINDAK LANJUT Auditor harus memantau dan mendorong tindak lanjut atas simpulan, fakta, dan rckomendasi uudit. Pemantauan tindak lanjut dilakukan agur auditi memperbaiki. memahumi kelemahan dan kekurungun yang uda dan segera mungkin memperbaiki sesumi ran auditor Selain itu. auditor harus memuntau pelaksanaan tindak lanjut vang dilakukan auditi untuk memastikan bahwa semua rekomendasi telah dilaksanakan dan mencapa! oufcome dan audit ketaatan serta memasukkan kegiatan pemantauan tindak lanjut dalam rencana strategis maupun tahunan. Kewajiban pelaksanaan tindak lanjut berdasarkan PP 60 Tahun 20UB pasal 43 menyebutkan bahwa pimpinan instansi/OPD wajib melakukan tindak Lsnjut atas rekomendasi hasil wudit dan revu laimnva. Apabila dalum jangka waktu 60 hari setelah laporan hamil audit ditenma berdasarkan Peraturan Menten Pendavagunaan Aparatur Negara Nomor 09 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan. Pemantauan. Evaluasi, dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Funpmonal, kepuda pihak yang mengabaikan akan dikcnai sanks: pidana dan atau sanksi administrasi berupa susut perinyatan pertama. Surat penngatan kedua dapat dibenkan Jika dulam satu bulan setelah surat peringatan pertama belum ada tunduk lanjut dan jika tidak ada tindak lanjut sama sckali maka dapat dibuatkan D. surat kepada pemimpin organisasi aduditi BUW 122 Form ILI (logo apip) (KOP APTP) Inspektorat Daerah Kabupaten Lingga PKA Survey Pendahuluan Nama Kegiatan Audit Ketaatan Program. Kematan Disusun Oleh Besaran Audit Audit Mama & Paraf) Tahuna Anggaran Direview oleh Masa yang diperiksa Tanggal Program Kerja Audit Survey Pendahulaan A. Survey Pendahuluan Audit 1ni adaluh perulaan terhadap arca, proses, sistem, fungsi. program / kematan 00.0. penode tahun anggaran Audit bertujuan menilai apakah arca. proses, sistcm, fungsi. program/ kegiatan Kkn, audit: telah dilakukan sesua: dengan kctcntuan perundang undangan yang berlaku. B. Tujuan Audit (Survey Pendahuluan) Tyuan survey pendahuluan udalah mendapatkan gambaran umum mengenai auditi, peraturan perundang undangan yang berlaku dan penvelenggaruan arca, proses, sistem, fungi. program/kegatan Uu termasuk kriteria kntcna yang diterapkan. Form 11.2 (bogo apip) (KOP APIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Lingga Hama Kegiatan Attit Ketaatan Priramn, Kagatan No. KKA Sasaran Audit Asadit Ref. KKA Tahun Anggaran (ama & Paraf) Masa yang diperikas Disusua Oleh Tanggal Direview oleh (Nma & Paraf) Tanggal CONTOH CEKLIST PENGENDALIAN INTERN—T Penjelasan Unsur” Hasil Peniisian Pekumen yang Ana deagan hami | |diri tu dan tekrah perupenJatuan antem dan No Unsur Pengendalian Intern peruujar mek memidas untuk peruyenudainan tntem perbaikan atas |kelemahan pengendahan nilon n, « ———. - b - —————— 5. ——— — -4 KENNNNSARAN S——SL— | | Integritas dan Nilai Etika y , Agsaraka Tenaga peta mapakagan "Tekuk Wawancara 1 Telah dibahktakan mark tebat Alaska Tandan db aplun dan ea ata uamen desagdin ran | venitag Lepas! Atals penataan tur pennu pen pangan alun Tertarap ketiadaan adan peron, penjaku «ta pelanggaran terhadup aturan |perilaku na pemamam onnb. —. —... 2 Para pelak prem am memaham: Tekuk Wawancara | Behum ada penetasan ketupat prograr ana yannatar Urtikan The aframat 0perat masing king hutan pan antar pecat pagu Irena pelabuhan pedurnan depan M634 afukat Prakarsa tita perlahmanaan Pe mnan aimum Pa an , , TE LAN TO La TAN Dana Naa. ob 205) po ara Mn — 1 ———H - 3 Komitmen untuk Kompetensi — l Penang sana jan taat ea dengan penata nan adan Keahbaan ana dibutuhkan untu men den . ART 9 3SNN 2 PES SA PEN ANK tan emplementasa ketikan peragaan permai panda osn ehuun dilaporkan dan didokumentasikan rata tuk 4 In Struktur Organisasi | " Sunat paten. Atap 'evei | , menua dear setu tur orpaniman.Vo penurluan program | - . . N "Masing mau ta ponlaku peron Madara struktur NAN EA Na OK) men gatatnan Sup pakok dan ftungunya '. Penjelasan Unsur Hasil Penilatan Dokurnen yang dusi Jengan Puasal dirama dar taro penyendahan antem dan Ko Unsur Pengendalian Intern pendantn mehamerulasr untuk pengendahan titem | perharkar atas kelemahan pengendahan ' tile Aa TT 3 : | Pendelegnsian Wiwrensg dan Tanggung Jawab yang Tepat— » --—— Pegawa vangdiberikan Mw nang , telah memahami hah mewenang 1 da angan aga baLegi beradaan Pera eta penuaan tajur pegra Peras yang diberikan wewenang belati arahan bahu pelak narnaan Mk enang dan Bangtan jamaah Sr oot dengan perncrapan ata9 pengelolaan program b P3 Kebijakan dan Penerapan V Pengelolaan SDM « Rebipakuan dar prosedur reknatmen, . Eva aa ane maap dengan per tren than konsultan Tasnitator telah ditetapkan , ——— 4 . ——w“— Bupervim evauuansi terhadap kurisultan dan Inmutatar dilakukan anara penadik 2-— —— - 4 Pb samaran aman « Ma PA IP el an tu tik Pare sadaran dan sepekan tertudap Laka Ikemunganan peta mpanpan dan tamara ag KK tersebut Sena bertan kewenangan» | | Identifikasi Risiko Tim koor nasi pelakaatuan program telah mena dent Khas tak kn da perikanan program yang bengtuka pasir bera . ——- | 1 Telah mer perimbangan Paku bagter antmal ana SR EN peaani NI esa SIM anggaran daan aah Ke pepaW aan)dLaLamn rnrnnn drh tisuban patas amat Tapa Ter, DUk Warna 2 « , —— —— ' Te.an mempertinangkan Paktor |fake eat aa at mempengaruhi Pesu peru bahan as anda Sengap ermn an pin ekanomu, Petai regu fan, setan ai dalam merdeka Suko pada semi! Tapal, termbuk warn - “1 Analials Risiko Tn | —| 125 — Penjelasan Unsur Hasil Penilaian Dokuen yang dani dengan hasi direstui dan teknik penuendahan antm dan Ho Unsu Pengendalian Intern pemianan rehmealasi turituk pengendahan sitem perbankan atas kereriuhan pengendaluan indent . 1 — — —bb—-- | EL, P4 . 3 Indi Tim kera dina kan brapatern natan (0 Telah menentukan amumalah nasumo Il | tertingg Saang banas dikendalibaan | Reviu atas Kinerja Program ———- 4d - aa D Persuratan, pada anta Tete rapat telan Yo melakukan penyuka unena yang "dituangkan daan Lapan aneru . - an — Rekomendan untuk mem penhaiha kene proga telute dilaksanakan : 2. Han 1 Pembinaan SDM Kander Penitberiasaan Mars anakan Yang Untpu Dan tak melaksanakan I Sedati nadi Tah meridian pat perda tuan yang berbulan dengan program “g - —— — . ——- —- “Tim kenidinas pu su. prosa dan (kabupaten kta to ah melakukan 3 pemJbenusan terba pena pena program dalam lingkup meoetdirnainya ' Pengendalian atas Pengelolaan' Sistem Informasi OM rana era doa dan” Pameran santan dalam penituabuaan Kebal memaaa der eren tuan kaKK . nita INN 0 Pengendalian Fisik atas Aset dan IV Dokumen : Kebijakan dan prosedur perna Matan wentaris petulatan, 1 Yan aset Luna telah ditetapkan. Gia aah Sesumat afan am prem —Hasil krg Pia program kang memerlukan pemeliuanaan telah, dusenuSka, Lo ndwnlkan dan dilaksanakan La v | Penetapan dan Reviu Indikator , | Kinerja . . Pande neptu ditetapkan ! MAMA Mr asaga Keagenan "Penanpga.nayaw ah berganti Tan Me rata pacitan tik alan (ketepatan dat aman Indikater kinerja mesaa deru tujuan dan Pasaran pot y” 11Pemisahan Pungoi- &4 — —A- — - La 126 1 1" 1 | Penjelasan Umsar Dukutrer yang afireana dan tekuk Ko Unsur Pengendalian Intern perstaran pengendahan term Ia » ' 0 , 3 Terdapa pemuasanan fungui terhadap otutisan dengan persen, 1 pem Ata perban, ena Tung Sungai pengamanan loantodyg ane” — an'——— . Said aa diare oma oleh ! petugas yang nd peneden dan fungi 2 penerimaan perumpanar dan peng uan burn ' Otorisasi atas Transaksi dan vu Kegiatan Penting Hasil Peniksian dus deagan kasi! perupruJailuan ntem dan rek ermerudasi untuk perbaikan afag | kewmnahan pengerufaliuan ut 3) Terdapat otomasi an Ga setup ! |Hunsaka yang dia Setahun — & — | Una telah sena denpan , . (ketentuan Perum ik Teknis ——— | Pengendalian atas Pelaksanaan VIII | Kegiatan/Program “1 Penytusuran desa dan RAR 1 kewiatara telah menguat prosedur dat kntena program h Pencatatan yang Akurat atas IX” Transaksi Keuangan | | Setiap tamat kruanpoen telah diarak dasar den aa dan 1 dara pikaan semua Karangal brankas dan didukung Bengan buku sang Irunimn aU: ' Akuntabilitas terhadap Kegiatan X | Program Penanggung awab kegataan Mr Guan then dar mamah dan mMerpkomun Maraan pertaruhan kepada , seru. pemanatn Kepentinkakh | (Massaraka", SNVT katLpaten, , Provinsi dan Pusar) " Doinmentaasi yang Baik atas XI Kebijakan dan Prosedur serta , Transaksi Tn Tersedia dontimentasi tan PoKeajakan dan pasedur sena KAI AN, aan BNN KUN “ Dek amen merneoap sebuah 2 dakumern kerutan program : — Uj aformasi — i —. 127 ———AL£- -—— LL —- - . 1 ——- —&— —— —-- . Penjelasan Unsur Hani! Penilaian Dokumen yang | dust dengan hasu dina dan teknik penyerahan antem dan | Ko Unsur Pengendalian Intern Pedaran monas tantuk penyerulahan mem | perbankan atas |krem ahart pengendahan Yg t0 | Hj Kelunuh anfortea yng na suuaan Suadaat (Longsan aa egnaha genit | Pihak Yan berkepentingan serara perusdik maupun andental Apar telah merespon snformui » . vang ak teruma t " Komunikasi tntern, 13)- Adanya anuran kemunikesi entar Pera perogran yung terbuka dan etehtil ' Pengaduan, keluhan, dan po Pertanyaan merang permasalahan penata tema ditanda ut —A— ko” — — , t Monitoring atas Kegiatan Program Peak peron mna berenang Ser ana PL Man tua Peran ta 1 Penuaan daa ar bak upenu dan evan Ket perbaiki ntah H peladosanaari Dropram -.—-—.- S5 naa — —-. ———b—— Pelaksanaan margarin Seruan meturjuruh atas kemuaran proguun Glebo naa undpernden (rana aan Even) “Tindak Lanjut atas Temuan Audit II dan Hasil Pemantauan - 1. — —— www —4— 2 Teabapaas maut uantuk Bernama at Lana peni, l aan temuan Tusai badar dan huasul pe maan aan Tanya dengan sepera Telat dilakukan tenda Lanjut sang Peru adonan termuat akan rekuamendas: audit merta reva lunnya 2 Keterangan Up Dara dengan nemar urut 214) se hana ana Dus dengan unsur pengendahan intern dan praman pengendakan intern yang (B0 Dana dengan nama dokumen yang diresin dan teknik pengaan penyendauluan intern (4: Dis demam ha pemula ata penperndahan intern dan tekumendaa) untukanal ' F K Itoabun tan eriranushan meruge nda anter, pc 5 BUPATI LINGGA CAR 1 128 Form 113 (0g apip) (KOP APTP) Inspektorat Daerah Kabupaten Lingga Hama Kegiatan Adu Ketaatan Program. Kegnatan Ro. KKA Sasaran Audit Audut Ref. KKA Tahun Anggaran (Nama & Paraf) Masa yang diperiksa Disusun Oleh Tanggal Direview oleh (Nama & Paraf) Tanggal EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN sdn teduh pad : - Rencana Tindak Penanggung Target WaktaW re Unsur Pengendalian Intern Perbail sp Jawal Penyelesaian | "H (2 (3 M4 (Di A. ' Lingkungan Pengendalian Penerakar Intrarntas dan 2Nia: huhu 2 Urlum ada perselasan Herba peran masing masing petoman 1 pelaku dalam pedaman lumumn Kepala OPD tah 2020 umum perlakukan pr. sanaan poogrumn prugtamn 2 " Kortutmen Terhadap Kunpetena l 2 H "kepemimpinan Yang Kondisi | AI T 2 r . & 1 Pen Pentudaan Sinaktur 1 IV Urat man Senar KebutuhanDU 4 l 2 ——4--. Perdelemanian Wewenang V dar Tanggung Jawab yang (0 Tepat 4 l 2 —5 — —«t— — — — Penyusunan art Penetapan Re napa rta Praktek yang NT Sehat Mengenai Perntburuan SDM l 2 " bas ——A 124 Keterangan: UD) Dia nomor urut
b.Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan 1
2.panutan pa pa , . . . pa Pe en 0 00 000000 aa agen ea naOa auorooooooreoa0o 3 BUPATI LINGGA 150 Form 1112 (logo apip) (KOP APIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Lingga Ba LAPORAN HASIL AUDIT KETAATAN ATAS TAHUN Daftar isi Bagian Pertama Simpulan dan Rekomendasi BAB I Simpulan BAB II Rekomendasi Bagian Kedua Uraian Hasil Audit BAB I! Informasi Umum 1. 2 5 Dasar Audit Twuan, Mcetodolog, dan Batasan Tanggung Jawab
a.Tujuan Audit b Metndolag Audit
c.Batasan Tanggung Juwab Sasaran, Ruang Lingkup, dan Periode Audit
a.Sasaran Audit
b.Ruang Liuikkup Audit Cc Penonde Audit 3. . Informasi Auditi4.
a.Tujuan Program
b.Kewiuatan Program Cc. Lokasi Program dan Alokasi Dana
d.Sumber Duna ec. Struktur Orgamisasi Penilasan Atas Sistem Pengendalian Intern BAB II Hasil Audit UD da Penilasan atas Ketaatan terhadap Ketentuan (arca, proses, sistem, fungsi, program, kegiatan) Kescesuaman Output dengan Tujuan Program Temuan Hasil Audit Hal hal Penting Lainnya vang Perlu Diperhatikan Tindak Lunyjut Temuan Audit Tahun Sebelumnya Inspektur NiP BUPATI LINGGA 151 2. 3. Form 1112 (logo apip| (KOP APIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Lingga ——o. ea oa aa Nomor Form Hal | Laporan Hasil Audit Ketamtan Atas farru, proses, sistem, fungsi. program/ kegitan OPD. pada Pemenntah provinsi, kabupaten/ kota Tahun... ) Yth. Kepala OPD di Kami telah melakukan Audit Ketaatan Atas arca, proses, sistem, fungsi. program/ kegiatan OPD . pada Pemerintah Promnsi/Kkabupaten/Kota. ——.Tahun . Audit dilaksanakan sesuai dengan Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia (SAIPI) yang ditctapkan olch Dewan Pengurus Nasional Asosius: APIP Intern Pemcnantah Indonesia (AAIPI) dan kami yakin bahwa audit tersebut dapat memberikan dasar yang memadai untuk menvimpuikan ketaatan terhadap peraturan perundang undangan, memberikan saran perbaikan yang diperlukan untuk perbaikan pengelolaan risiko dan proses pengendalian intern serta tata kelola pemerintahan. Hasil audit disajikan dengan pokok-pokok buhasan sebagai berikut. per (tanggal cut off ruang lingkup audit) di Provinsi/ Kabupaten/ Kota sesum Surat Perintah Tugas Inspektur (Provinsi/ Kabupaten / Kota) Namor ......... Tanggal... 0.0. diperoleh simpulan sebagai berikut: n,K 2 Da3 B. Rekomendasi Terhadap permasalahan vang dyumpa: dalam audit kami rekomendasikan krpada Kepala... ..... (OPD) agar: | 2. 3. Dst. Demikian kami sampaikan, untuk dapat melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan Atas perhatian dan kerjasama yang baik. kami ucapktan tenma kasih Inspektur Dacrah Kabupaten Lingga NIP 153
1.Dasar Audit Audit dilaksanakan dcngan dasar sebagai berikut: “. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Penpawasan Penvelenggaruan Pemerintah Daerah, Peraturan Menten Dalam Ncgeri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan uts Penyelenggaraan Prmenntahan Daerah b sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menten Dalam Negeri Nomor . 8 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Mcnten Dalam Negen c Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan utas Penyelenggaraan Pemenntahan Daerah, . Peraturan Menteri Dulam Negeri Nomor 76 Tahun 2016 tentang Kebijakan 4 Pembinuan dun Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negen dan Pemerintah Darrah Tahun 2017. Peraturam Kepala Daerah... (Provinsi/ Kabupaten / Kata) Nomor. .. Tahun... tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provins:/ Kabupaten/Kota : Peraturan Gubemur/ Bupati/Walikota Nomor... Tahun. Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Togas dan Fung Tata Kerju (OPD auditi): Surat Perintah Tugas Inspektur (Provinsi/ Kabupaten/Kota) Nomor ...... Tanggal .... c. t h&R
2.Tujuan, Metodologi, dan Batasan Tanggung Jawab
a.Tujuan Audit Meniaj ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, kebyakan dan proscdur vang berlaku serta peraturan tcrkait yang tclah ditctapkan atas arca, proses, sistem, fungsi, program/ kegiatan. Metodologi Audit Melakukan penilaan ketaatan melulu: peroirhan bukti, wawancara, observasi. kuesioner, dsb. Batasun Tanggung Jawab Tanggung jawab auditor dalam kegatan ini terbatas puda membenkan kevakanan yang memadaj atas kebenaran dokumen, bukti pendukung, b. pembenan simpulan dan saran yang dibenkan. 154 Tanggung jawab sccara formal dan material dani output atas kegiatan ini merupukan tanggungawah audit.
3.Sasaran dan Ruang Lingkup Audit
4.Sasaran Adit Menilai kctantan terhadp peraturan perundang-undangun atas arca. proses, sistem, fungsi, program / kegiatan yang difokuskan pada area yang terdapat nsiko ketidaktaatan. meminimalisir tindak penyimpangan atus arca. proses, sistem, fungsi, program/kegiatan . serta untuk memben saran perbaikan untuk penguatan pengendalian. b. Ruang lingkup Audit Ruang lingkup audit meliputi seluruh aktivitas kecepatan perencanaan, pelaksanaan, penyaluran /penggunuan dana, montonng dan evaluasi (pelaporan) arca, proses. sintem, fungsi. program/kcgatan Tahun Anggaran
c.Penode Audit Tahun Agparan Itanggal bulan tahun) sampai dengan (tangga! bulan tahun)
4.Informasi Auditi
a.Tujuan Progrim Program . bertujuan untuk
b.Kegatan Program Program .nama program) merupakan salah satu kewatan (OPD) yang dibiayai dengan ......... dengan sasaran Kegiatan . .... (OPD) Tahun Anggaran .... yang terkait dengan Program adalah berupa (nama kegatan).
c.Lokasi Program dan Alokasi Dana Program ........... Tahun Anggaran .. dilaksanakan pada sesuai dengan (peraturan perundung- undangan, kebjyakan. dan prosedur yang berlaku) tentang . Alokasi dana dalam pelaksanaan arra, proses, sistem. fungsi. progrum/kemgatan terscbut berasal duri (alokam dana dalam DPAJ|
d.Sumber Dana Sumber danau pembiayaan Program ...puda (OPD) Tahun Anggaran adalah: 155
c.Strktur Organisasi Struktur orpanisasi .......... (OPD) Tahun Anggaran ...vang ditetapkan sesua SK... tanggul aa ten tang Pengangkatan Atasan/Pembantu Atasan/ Atasan Langsug Kuasa Pengguna Anggaran/Barang dan Pejabat Perbendaharaan Kabupatcn/Kuw di Lingkungan. adalah sebaga berikut: | Kuasa Prnggunu Anggaran/ Barang Pejabut Pembuat Komitmen . Pejabat Penandatangan SPM : Bendahara Pengeluaran . S5. Penilaian atas Struktur Pengendalian Intern Menurut penilaian kami, stem pengendalian intern utas Program . di Provinsi/ Kabupaten / Kota . secara keseluruhan berada pada level! (belum ada/nntisan/terdefinisi/terkelola dan terukur/optimum) Adapun hasil peniluun untuk masing-masing komponen pengendalian Adalah sebagai berikut
a.Lingkungan Pengendalian Menurut penilaian kami. lingkungan pengendalian proKram berada pudu Ievc| Ibelum ada/nntisan/ terdefinisi/terkelola dan terukur/optimum), yang terlihat dari | 2 3 Dat Kclcmahan- kelemahan yang djumpa dari hasil pengujjan pengendalian 1 50 No Uraian NUai (Ribi | Keterangan Pembiayaan | Rekening | ——A Khusus oo | Loan ANB 0004- XXX | 200 Japan ||
2.LAPBN APBD | 3 Ta APRN PN . XXX. bh) APBD xxxx | Hinva Administrasi Program | 3. | Swadaya — 0 | Masvurukat "” TJumlah va 2. 3. 4. 1,K e. adalah Penilaian Risiko Menurut penilaian kami. penilaian risiko program berada pada level (belum ada/ nnusan / terdefinisi/ terkclola dan terukur /opumum). vang terlihat dan: 1. 2.
3.Dst. Kelemahan yang dyumpai dan hasil pengujian penila:an nsiko adalah 4 Cc. Aktivitas Pengendalian Menurut penilaian kami, akuvitaus pengendalian program berada pada level (belum ada/rintisan/ terdefinisi/terkelola dan terukur /optimum|, yang terlihat dan: 1 2
3.Dst. Beberapa kelemahan yang djumpmu dan hasil pengujian aktivitus pengendahan udalah: l 2
3.Dst. Informasi dan Komunikasi Menurut perulaan kami, informam dan komunikam program berudu panda level (belum ada/nntsun/terdefinisi/terkelola dan terukur/optimum)|. yang terlihat dari: ! 2 3 Dat. Walaupun demikian masih terdapat beberapa kelemahan yang dijumpai dan hamil pengujian informasi dan komunikasi, yaitu Monitoring Menurut penilujan kami. monitoring terhadap program berada pada level (belum ada/nntisan/ terdefinisi/terkelula dan terukur/optimum). vang terhhat dan: 1 2. &« 157 3 Dat. Walaupun demikian, masih terdapat kelemahan yang dijumpj dan hasil pengujian mornitonng. yaitu... Hasil penilasan sistcm pengendalian intern program secara lebih rinci disajikan pada Form.
1.Penilaian atas Ketaatan terhsdap Ketentuan (area, proses, sistem, fangsi, program/ kegiatan) Menurut penilaaan kami, pcluksannan (arca, proses, sistem, fungsi prugram/ kematan) . 000.telah (sesuai/tidaksesuui) dengan (peraturan perundang undangan, kebyakan,dan prosedur vang berlaku) dengan rincian sebagai berikut: (1 Ketaatan atas Loan Agreement Menurut peniluan kami, terdapat/tudak terdapat ketiduktaatan') vang signifikan yang berupa: furuikan kebarkan/ hal hal yang positip dan menyimpung dun ketentuan dalam loan” yrant agreement yang menyangkut masing masing aspek/ lingkup benkut/:
a.Kesesuatan peruntukan/pengyunuan dana dengan knterra/ persyaratan dalam NPPHLN, b Kebenarun/ kesesuaian dalam proporsi pendanaan dengan yang ditentukan dalam luan, grant agreement, c Keabsahan telunbiltas) pengeluaran pengeluaran keuangan proyek (berkenuan dengan kelengkapan dokumen pengajuan dan persyarutan pembayarun seperti persyaratan NOL):
d.Penyunpanyan dalam prosedur pengadaan barang: jasa dan yang telah ditetapkan dalam loun/ grant agreement atau gutdelmes yang ditetapkan pihak lenderi grantor.