1.Relawan dan perangkat desa memantau kenaikan debit air sungai.
2.Perangkat desa menghimbau warga yang paling berisiko agar dianjurkan untuk diungsikan di tempat aman.
3.Relawan memberi informasi kepada BPBD dan relawan lainnya terkait status DAS Godo. Komunikasi antar desa di hulu, tengah dan hilir tentang situasi dan kondisi hulu sungai Godo kemudian himbauan kepada warga melalui whatsapp, alat yang digunakan untuk menginformasikan juga melalui kentongan, megaphone. Cakupan Wilayah Terdampak Cakupan Wilayah Terdampak 86 Desa dari 14 Kecamatan di Kabupaten Pati. Bahaya Sekunder Hilangnya mata pencaharian, munculnya penyakit, kekurangan air bersih,Mobilitas Terganggu, Sekolah Terganggu, Perekonomian, terganggu, layanan publik terganggu, gagal panen Bahaya Pendamping - PETA OPERASI PENANGANAN KEDARURATAN DAN PETA JALUR EVAKUASI Gambar 2.2 Peta Operasi Penanganan Kedaruratan Dan Peta Jalur Evakuasi 2.3 Rencana Evakuasi Kejadian banjir bandang terjadi pada hari xx, tanggal xx, jam xx, melanda 86 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Pati, dipicu oleh curah hujan yang tinggi, sumbatan DAS oleh sampah dan pendangkalan sungai yang menyebabkan banjir bandang dan mengakibatkan dampak pada aspek penduduk yaitu kematian/hanyut/hilang, luka berat, luka sedang, dan luka ringan, serta dampak psikologis. Pada sisi lain dampak kerusakan lingkungan, kerusakan rumah, sarana prasarana, fasilitas publik, kekurangan air bersih juga terjadi. Bahaya sekunder meliputi hilangnya mata pencaharian, penyakit, kekurangan air bersih, berkurangnya pendapatan, gangguan mobilitas, pendidikan, ekonomi, layanan publik, serta kegagalan panen. Meskipun banjir bandang di Kabupaten Pati terjadi secara tiba-tiba, namun telah diidentifikasi peringatan dini walaupun pendek waktunya. Peringatan dini diinformasikan dari relawan yang berada di daerah hulu melalui Group Whatsapp ketika hujan deras lebih dari 4 jam dan atau tinggi debit air di DAS hulu dalam ambang batas SIAGA. Peringatan Dini dan Tindakan Evakuasi Peringatan Dini berbasis Masyarakat; Ilmiah dan Pengetahuan Lokal Gambar 2.3 Matriks Peringatan dan Respon Tindakan, Kabupaten Pati 2.3 Asumsi Dampak Asumsi dampak banjir bandang adalah prakiraan dampak negatif yang ditimbulkan akibat bencana banjir bandang. Asumsi dampak dapat dikembangkan berdasarkan pertimbangan aspek kerentanan dan kapasitas. Asumsi dampak dapat berupa asumsi terburuk berdasarkan sejarah kejadian, atau asumsi yang paling mungkin terjadi berdasarkan kesepakatan. Pada asumsi ini digunakan pendekatan kejadian banjir bandang yang pernah terjadi di Kabupaten Pati. 2.3.1 Aspek Kependudukan Bencana banjir bandang di Kabupaten Pati menyebabkan dampak pada aspek kependudukan. Berdasarkan hasil FGD Kawasan didapatkan penduduk terdampak banjir bandang tersebar 14 kecamatan seperti pada tabel berikut. Tabel 2. 4 Penduduk Terdampak Banjir Bandang Kabupaten Pati Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati,2024 Berdasarkan tabel 2.4 menunjukkan hasil penduduk terdampak bencana banjir bandang, dapat diidentifikasi dari total penduduk di Kabupaten Pati adalah 956.336 jiwa. Total penduduk tertinggi adalah Kecamatan Pati, dengan total 109.504 jiwa. Jumlah penduduk yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 1.870 jiwa, dengan jumlah tertinggi di Kecamatan Jaken sebanyak 1.086 jiwa. Jumlah penduduk meninggal yakni 1 jiwa di Kecamatan Tambakromo, luka sedang yaitu 6 jiwa terdapat di No Kecamatan Total Penduduk Meninggal Hilang Luka-Luka Mengungsi Ringan Sedang Berat 1 Batangan 45.586 0 0 0 0 0 912 2 Dukuhseti 61.969 0 0 73 0 0 1239 3 Gabus 65.392 0 0 428 0 0 1308 4 Jakenan 49.716 0 0 0 0 0 994 5 Jaken 47.203 0 0 1.086 0 0 944 6 Kayen 80.855 0 0 0 0 0 809 7 Margorejo 66.463 0 0 0 0 0 1329 8 Margoyoso 75.129 0 0 1 0 0 751 9 Pati 109.504 0 0 36 0 0 2190 10 Sukolilo 91.602 0 0 0 0 0 916 11 Tambakromo 57.834 1 0 246 6 0 1157 12 Tayu 71.404 0 0 0 0 0 1428 13 Wedarijaksa 65.452 0 0 0 0 0 1309 14 Winong 68.227 0 0 0 0 0 1365 Kabupaten Pati 956.336 1 0 1.870 6 0 16.651 Kecamatan Tambakromo. Sementara itu, tidak ada penduduk yang mengalami luka berat (0) jiwa. Total penduduk terdampak banjir bandang mengungsi paling tinggi berada di Kecamatan Pati sejumlah 1.095 jiwa dan paling rendah di Kecamatan Batangan sejumlah 456 jiwa. Sedangkan penduduk terdampak banjir bandang berdasarkan kriteria penduduk usia sekolah sesuai dengan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. 5 Penduduk Terdampak Banjir Bandang Berdasarkan Kriteria Usia Sekolah No Kecamatan Kriteria Penduduk Usia Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin Total PAUD TK SD SMP SMA L P L P L P L P L P 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 13 17 13 19 0 0 0 0 0 0 62 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 42 73 52 42 666 346 42 68 46 0 1.489 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 55 90 65 61 666 346 42 68 46 0 1.551 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati,2024 Tabel 2.5 mengidentifikasi hasil penduduk terdampak berdasarkan kriteria penduduk usia sekolah sesuai dengan jenis kelamin. Dapat diidentifikasi bahwa total penduduk usia sekolah jenjang PAUD berjenis kelamin laki-laki adalah 55 jiwa, sedangkan perempuan adalah 90 jiwa. Jumlah tertinggi untuk penduduk usia sekolah jenjang PAUD, baik laki-laki maupun perempuan, terdapat di Kecamatan Jaken dengan masing-masing 42 jiwa dan 73 jiwa. Sementara itu, penduduk usia sekolah jenjang TK berjenis kelamin laki-laki berjumlah 65 jiwa dan perempuan 61 jiwa, dengan jumlah tertinggi untuk jenjang TK juga berada di Kecamatan Jaken, yakni 52 jiwa untuk laki-laki dan 42 jiwa untuk perempuan. Total penduduk usia sekolah jenjang SD berjenis kelamin laki-laki dan perempuan masing-masing adalah 666 jiwa dan 346 jiwa, dengan jumlah tertinggi pada jenjang SD baik laki-laki maupun perempuan terdapat di Kecamatan Jaken, yaitu 666 jiwa dan 346 jiwa. Untuk jenjang SMP, jumlah penduduk usia sekolah laki-laki adalah 42 jiwa dan perempuan 68 jiwa, di mana kategori tertinggi juga berada di Kecamatan Jaken, dengan 42 jiwa untuk laki-laki dan 68 jiwa untuk perempuan. Pada jenjang SMA, jumlah penduduk usia sekolah laki-laki adalah 46 jiwa, sementara untuk perempuan tidak ada (0 jiwa). Jumlah tertinggi untuk jenjang SMA laki-laki juga terdapat di Kecamatan Jaken, yaitu 46 jiwa. Secara keseluruhan, total penduduk usia sekolah yang terdampak pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati adalah 1.551 jiwa. Kecamatan yang paling terdampak adalah Kecamatan Jaken dengan 1.489 jiwa, sementara kecamatan dengan jumlah terdampak terendah adalah Kecamatan Gabus, dengan total 62 jiwa. 2.3.2 Aspek Fisik Bencana banjir bandang di Kabupaten Pati menyebabkan dampak pada aspek fisik. Berdasarkan hasil FGD Kawasan didapatkan beberapa kerusakan pada aspek fisik pada penjelasan berikut.
1.Kerusakan Rumah Penduduk Bencana banjir bandang di Kabupaten Pati menyebabkan dampak pada aspek hunian masyarakat. Berdasarkan hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan hunian terdampak banjir bandang tersebar 6 kecamatan dari 14 kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang seperti pada tabel 2.6. Tabel 2. 6 Kerusakan Rumah Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Total Rumah Rumah Terdampak Jumlah Kerusakan Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan 1 Batangan 600 0 0 360 360 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 4 Jakenan 270 0 0 67 67 5 Jaken 0 0 0 0 0 6 Kayen 185 0 64 121 185 7 Margorejo 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 320 1 0 0 1 9 Pati 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 18 8 10 0 18 11 Tambakromo 455 20 110 706 836 12 Tayu 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 1.848 29 184 1.254 1.467 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati,2024 Tabel 2.6 mengidentifikasi kerusakan rumah di Kabupaten Pati. Dapat diidentifikasi di 6 kecamatan dari 14 terpapar ancaman banjir bandang adalah sebanyak 1.848 unit, dengan jumlah rumah terbanyak berada di Kecamatan Batangan, yaitu 600 unit. Total rumah yang mengalami kerusakan berat di Kabupaten Pati adalah 29 unit, di mana 20 unit di antaranya terdapat di Kecamatan Tambakromo. Untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, totalnya mencapai 184 unit, dengan jumlah tertinggi juga di Kecamatan Tambakromo, yaitu 110 unit. Sedangkan 1.254 unit rumah mengalami kerusakan ringan, dan dari jumlah tersebut, 706 unit rusak ringan terdapat di Kecamatan Tambakromo. Secara keseluruhan, total jumlah kerusakan rumah di 14 Kecamatan di Kabupaten Pati adalah 1.467 unit rumah.
2.Kerusakan Jalan dan Jembatan Banjir Bandang juga menimbulkan kerusakan pada sektor infrastruktur jalan jembatan. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan jalan dan jembatan tersebar di 7 kecamatan dari 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang seperti pada tabel 2.7. Tabel 2. 7 Kerusakan Jalan dan Jembatan Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Kerusakan Jalan (KM) Jembatan Jalan Kabupaten Jalan Desa/Kelurahan RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 2 2 0 0 0 0 0 3 4 Jakenan 2 0 12 20 3 12 4 4 4 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 13 5 0 20 2 2 2 2 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 2 1 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 2 0 14 3 0 0 1 8 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 2,4 3,5 2 5,8 4 5 0 4 4 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 19,1 27,25 19,48 64,1 19,5 20,8 10 15 22 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas menunjukan kerusakan jalan dan jembatan ada di 7 kecamatan dari total 14 yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Dari data tersebut, total kerusakan jalan Kabupaten meliputi 19,2 KM rusak berat, 27,25 KM rusak sedang, dan 19,48 KM rusak ringan. Kerusakan jalan Kabupaten yang tertinggi terjadi di Kecamatan Kayen, dengan 13 KM rusak berat dan 5 KM rusak sedang. Sedangkan, kerusakan jalan Kabupaten tertinggi untuk kategori rusak ringan terdapat di Kecamatan Jakenan, yaitu sepanjang 12 KM. Untuk jalan Desa/Kelurahan, total kerusakan mencakup 64,1 KM rusak berat, 19,5 KM rusak sedang, dan 20,8 KM rusak ringan. Kerusakan jalan Desa/Kelurahan tertinggi terjadi di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Kayen dengan masing-masing 20 KM rusak berat. Sementara itu, Kecamatan Tambakromo memiliki 4 KM jalan yang rusak sedang, dan Kecamatan Jakenan memiliki 12 KM jalan yang rusak ringan. Total kerusakan jembatan di 14 Kecamatan di Kabupaten Pati mencapai 37 unit, terdiri dari 10 unit rusak berat, 15 unit rusak sedang, dan 22 unit rusak ringan. Kerusakan jembatan tertinggi untuk kategori rusak berat terdapat di Kecamatan Jakenan, dengan 4 unit, sementara 4 unit jembatan rusak sedang ditemukan di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Tambakromo. Kecamatan Sukolilo memiliki kerusakan jembatan tertinggi untuk kategori rusak ringan, dengan 8 unit.
3.Kerusakan Perkantoran Banjir bandang juga menimbulkan kerusakan pada kantor pemerintah dan swasta. Hasil FGD Kawasan didapatkan hasil kerusakan perkantoran di 4 kecamatan dari total 14 Kecamatan terdampak banjir bandang seperti pada tabel 2.8. Tabel 2. 8 Kerusakan Perkantoran Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Layanan Perkantoran Kantor Pemerintahan Kantor Swasta RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 1 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 1 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 4 7 0 2 2 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 1 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 2 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 5 10 0 2 3 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Berdasarkan tabel di atas diperoleh data kerusakan perkantoran 14 Kecamatan di Kabupaten Pati. Total kerusakan kantor pemerintahan 14 Kecamatan di Kabupaten Pati adalah 15 unit. 0 unit rusak berat, 5 unit rusak sedang dan 10 unit rusak ringan. Hasil mengidentifikasi kerusakan kantor pemerintahan tertinggi 4 unit rusak sedang di Kecamatan Jaken dan 7 unit rusak ringan di Kecamatan Jaken. Total kerusakan kantor swasta 14 Kecamatan di Kabupaten Pati sejumlah 5 unit. 2 unit rusak sedang di Kecamatan Jaken dan 3 unit rusak ringan tertinggi di Kecamatan Juwana sejumlah 2 unit.
4.Kerusakan Fasilitas Peribadatan Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan fasilitas peribadatan. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan fasilitas di 2 kecamatan dari total 14 Kecamatan terdampak banjir seperti pada tabel 2.9. Tabel 2. 9 Kerusakan Fasilitas Peribadatan No Kecamatan Fasilitas Peribadatan Masjid Mushalla Gereja Pura RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 1 0 0 5 0 0 0 0 0 0 Sumber: FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel 2.9 mengidentifikasi kerusakan fasilitas peribadatan terjadi di 2 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Total kerusakan masjid sejumlah 1 unit rusak ringan. Total kerusakan musholla sejumlah 5 unit rusak ringan. Total kerusakan gereja dan pura (0 unit).
5.Kerusakan Bangunan Sekolah Kerusakan bangunan sekolah akibat banjir bandang di Kabupaten pati tersebar di 6 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang. Berdasarkan FGD Kawasan yang telah dilakukan, sebaran kerusakan bangunan sekolah dapat dilihat pada tabel 2.11. Tabel 2. 10 Kerusakan Bangunan Sekolah Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan TK/PAUD SD/MI SMP/MTS SMA/SMK/MA Pondok Pesantren RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 5 0 0 1 0 0 0 0 0 1 6 Kayen 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 5 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 0 2 15 5 0 1 2 0 1 0 1 1 2 Sumber: FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas dapat diidentifikasi kerusakan bangunan sekolah pada 6 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati yang terpapar ancaman banjir bandang. Total kerusakan banngunan TK/PAUD tidak terdapat kerusakan (0 unit). Total kerusakan bangunan SD/MI 22 unit, 2 unit rusak berat, 15 unit rusak sedang dan 5 unit rusak sedang. Total kerusakan bangunan SMP/MTS 3 unit, 1 unit rusak sedang dan 2 unit rusak ringan. Total kerusakan bangunan SMA/SMK/MA sejumlah 1 unit rusak sedang di Kecamatan Margoyoso. Total kerusakan bangunan pondok pesantren sejumlah 3 unit, dengan rincian 1 unit rusak berat di Kecamatan Sukolilo, 1 unit rusak sedang di Kecamatan Margoyoso dan 2 unit rusak ringan. Berdasarkan tabel 2.10 total kerusakan bangunan SD/MI tertinggi di 14 Kecamatan yaitu di Kecamatan Margoyoso 5 unit rusak sedang, dan Kecamatan Juwana 5 unit rusak ringan. Kerusakan bangunan SMP/MTS tertinggi 14 Kecamatan di Kabupaten Pati yaitu Kecamatan Margoyoso 1 unit rusak sedang, dan 1 unit bangunan sekolah rusak ringan di Kecamatan Jaken dan Kecamatan Margoyoso.
6.Kerusakan Layanan Kesehatan Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan layanan kesehatan. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan fasilitas di 3 kecamatan dari 14 Kecamatan terpapar ancaman Banjir bandang seperti pada tabel 2.11. Tabel 2. 11 Kerusakan Layanan Kesehatan Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan RS Pemerintah RS Swasta Klinik Puskesmas Apotik Puskesmas Pembantu RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 5 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 0 0 0 0 0 1 7 0 0 0 0 0 5 0 0 0 Sumber: FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Berdasarkan tabel di atas kerusakan layanan kesehatan pada 3 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Total kerusakan rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta 0 unit. Total kerusakan klinik sejumlah 8 unit, 1 unit rusak berat di Kecamatan Tambakromo dan 7 unit rusak ringan tertinggi di Kecamatan Jaken sejumlah 6 unit. Puskesmas tidak terdapat kerusakan (0 unit), 5 unit apotik rusak ringan pada Kecamatan Jaken, dan puskesmas pembantu tidak terdapat kerusakan (0 unit).
7.Kerusakan Fasilitas Publik, Fasilitas Telekomunikasi, Fasilitas Energi Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan fasilitas publik, fasilitas telekomunikasi dan fasilitas energi. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan fasilitas di 6 dari 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang seperti pada tabel 2.13. Tabel 2. 12 Kerusakan Fasilitas Publik, Fasilitas Telekomunikasi dan Fasilitas Energi Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan GOR Lapangan Taman Kota SPBU PLN RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 5 Jaken 0 0 0 2 0 4 1 0 1 0 0 0 0 1 5 6 Kayen 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 11 Tayu 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 0 2 8 4 1 0 1 0 0 0 0 4 7 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas kerusakan fasilitas publik, fasilitas telekomunikasi dan fasilitas energi dapat diidentifikasi bahwa total kerusakan fasilitas GOR pada 6 kecamatan dari total 14 yang terpapar ancaman banjir bandang. Total kerusakan lapangan 14 unit. Sejumlah 2 unit rusak berat di Kecamatan Juwana, rusak sedang 8 unit tertinggi di Kecamatan Kayen 3 unit, dan 4 unit rusak ringan di Kecamatan Juwana. Total kerusakan taman kota pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati yaitu 1 unit di Kecamatan Jaken.tidak ada kerusakan (0 unit) pada fasilitas SPBU. 7 unit PLN rusak ringan tertinggi di Kecamatan Jaken yaitu 5 unit. Sedangkan untuk kerusakan fasilitas energi di 1 Kecamatan seperti pada tabel 2.13. Tabel 2. 13 Kerusakan Fasilitas Telekomunikasi dan Fasilitas Energi Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Fasilitas Telekomunikasi Fasilitas Energi RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 1 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 1 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Berdasarkan tabel di atas dapat diidentifikasi kerusakan fasilitas telekomunikasi dan fasilitas energi pada Kecamatan Jaken. Hasil menunjukkan bahwa total kerusakan fasilitas telekomunikasi sejumlah 1 unit rusak ringan terdapat di Kecamatan Jaken dan tidak ada kerusakan (0 unit) pada fasilitas energi.
8.Kerugian Fasilitas Air Bersih dan Fasilitas Perekonomian Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan fasilitas air bersih dan fasilitas perekonomian. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan fasilitas di 3 kecamatan dari total 13 yang terpapar ancaman banjir bandang seperti pada tabel 2.14. Tabel 2. 14 Kerugian Fasilitas Perekonomian Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Fasilitas Perekonomian Kantor Layanan Perbankan Supermarket/ Toko Kelontong Hotel/ Penginapan RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 30 5 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 1 0 0 0 500 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 2 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 1 0 0 32 505 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Total kerusakan fasilitas perekonomian askep kantor layanan perbankan 1 unit rusak sedang di Kecamatan Margoyoso. Total kerusakan supermarket/toko kelontong 32 unit rusak sedang, tertinggi di Kecamatan Dukuhseti yaitu 30 unit dan sejumlah 505 rusak ringan dengan kerusakan tertinggi di Kecamatan Margoyoso yaitu 500 unit. Tidak terdapat kerugian (0 unit) pada fasilitas perekonomian aspek hotel/penginapan. Sedangkan kerusakan fasilitas perekonomian di 2 kecamatan seperti pada tabel 2.15 . Tabel 2. 15 Kerusakan Fasilitas Perekonomian Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Fasilitas Perekonomian Pasar/Pasar Ikan Tempat Pelelangan Ikan Cold Storage/ Gudang RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 1 1 0 0 2 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 1 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 1 2 0 0 2 0 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi kerusakan fasilitas perekonomian pada 2 Kecamatan dari total 14 yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Total kerugian pada pasar/pasar ikan tercatat sejumlah 3 unit, dengan 1 unit mengalami kerusakan berat di Kecamatan Gabus dan 2 unit rusak sedang masing-masing terdapat di Kecamatan Gabus dan Kecamatan Margorejo 1 unit. Selain itu, total kerugian tempat pelelangan ikan tercatat sebanyak 2 unit, yang mengalami kerusakan sedang di Kecamatan Gabus. Untuk fasilitas cold storage/Gudang tidak ada kerugian (0 unit). 2.3.3 Kerusakan Lingkungan Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan kerusakan lingkungan. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan lingkungan khususnya semak belukar dan hutan sekunder di 14 Kecamatan seperti pada tabel 2.16. Tabel 2. 16 Kerusakan Lingkungan Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Kerusakan (Ha) Semak Belukar Hutan Sekunder Hutan Rawa/Bakau RR RS RB RR RS RB RR RS RB 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 52 24 12 5 15 36 7,5 15 7,5 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 2,2 2,6 1,1 5,3 8,2 20,6 0 0 0 11 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tayu 0 0 0 0 0 0 1 0 2 13 Wedarijaksa 0,08 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0,04 0,3 0,3 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 54,3 27,0 20,5 10,3 23,2 56,6 8,5 15 9,5 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi kerusakan lingkungan pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati. Dapat diidentifikasi total kerusakan semak belukar sejumlah 101 Ha. sejumlah 54,3 Ha lahan semak belukar rusak ringan, 27 Ha rusak sedang dan 20,5 Ha semak belukar rusak berat. Total kerusakan hutan sekunder yaitu 90,1 Ha. Lahan hutan sekunder rusak ringan yaitu 10,3 Ha, rusak sedang 23,2 Ha dan rusak berat 56,6 Ha, kerusakan pada hutan rawa/bakau rusak ringan 8,5 Ha, rusak sedang 15 Ha, dan rusak berat 9,5 Ha. Kerusakan pada semak, hutan sekunder, rawa atau bakau di proyeksinya menurunkan kawasan tangkapan dan resapan air, mengurangi buffer dan mengganggu habitat flora dan fauna lokal.
2.17 Kerusakan Lingkungan Fasilitas Air Bersih Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Fasilitas Air Bersih PDAM SPAM IKK SPAM Desa/Kelurahan (Pamsimas) RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 1 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 No Kecamatan Fasilitas Air Bersih PDAM SPAM IKK SPAM Desa/Kelurahan (Pamsimas) RB RS RR RB RS RR RB RS RR 11 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabuaten Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Berdasarkan tabel di atas kerugian fasilitas air bersih dari total 14 yang terpapar ancaman banjir bandang, hal ini dapat diidentifikasi bahwa tidak terdapat kerusakan (0 unit) pada fasilitas air bersih PDAM dan SPAM IKK, sedangkan SPAM Desa/Kelurahan(Pamsimas) rusak ringan 1 unit di Kecamatan Jakenan. Kondisi ini diproyeksikan aksesibilitas air dapat terganggu di tingkat masyarakat terdampak. 2.3.4 Kerugian Ekonomi Banjir bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerugian ekonomi. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerugian ekonomi khususnya Bumdes, Non Bumdes dan pasar di 14 Kecamatan seperti pada tabel 2.18. Tabel 2. 18 Kerugian Ekonomi Sarana Perdagangan dan Jasa Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Sarana Perdagangan dan Jasa (Juta Rupiah) Bumdes Non-Bumdes Pasar Permanen Pasar Tidak Permanen RR RS RB RR RS RB RR RS RB RR RS RB 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 102 102 136 162,5 107,5 70 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 30 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 102 102 136 162,5 107,5 70 0 0 30 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Berdasarkan tabel di atas dapat diidentifikasi kerugian ekonomi pada 2 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Total kerugian bumdes pada 14 Kecamatan yaitu Rp. 340.000.000. sejumlah Rp. 102.000.000 rusak ringan, Rp. 102.000.000 rusak sedang dan Rp. 136.000.000 rusak berat. Sejumlah Rp. 340.000.000 kerugian pada aspek non-bumdes, dapat diidentifikasi Rp. 162.500.000 rusak ringan, Rp. 107.500.000 rusak sedang dan Rp. 70.000.000 rusak berat. Total kerugian pasar permanen pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati sejumlah Rp. 30.000.000 rusak berat di Kecamatan Tambakromo. Pada aspek pasar tidak permanen tidak terdapat kerugian (Rp.0). Sedangkan kerugian ekonomi khususnya warung, rumah makan, penginapan dan objek wisata di 14 Kecamatan seperti pada tabel 2.20. Tabel 2. 19 Kerugian Ekonomi Sarana Perdagangan dan Jasa Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Sarana Perdagangan dan Jasa (Juta Rupiah) Toko/Warung/Kios Rumah Makan Penginapan/ Hotel Objek Wisata RR RS RB RR RS RB RR RS RB RR RS RB 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0,55 0,13 0,065 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 180 0 0 15 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0,55 0,13 180,065 0 0 15 0 0 0 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi kerugian ekonomi pada 2 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. Total kerugian pada toko/warung/kios di 14 Kecamatan tercatat sebesar Rp. 180.745.000, dengan rincian Rp. 550.000 mengalami kerusakan ringan, Rp. 130.000 kerusakan sedang, dan Rp. 180.065.000 kerusakan berat. Pada aspek rumah makan, total kerugian mencapai Rp. 15.000.000, mengalami rusak berat. Sementara itu, tidak ada kerugian (Rp.0) kerugian pada penginapan/hotel dan objek wisata. Tabel 2. 20 Kerusakan Ekonomi Sawah, Kebun Campuran, Tegal/Ladang Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Kerusakan (Ha) Sawah Kebun Campuran Tegal/Ladang RR RS RB RR RS RB RR RS RB 1 Batangan 50,4 15,1 35,3 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 241 0 0 0 0 0 30 13 6 3 Gabus 0 0 0 0 0 0,8 6,8 7,5 0 4 Jakenan 361 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0,1 0,2 0,1 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 12 24 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 60 0 0 0 0 0 0 0 0 No Kecamatan Kerusakan (Ha) Sawah Kebun Campuran Tegal/Ladang RR RS RB RR RS RB RR RS RB 8 Margoyoso 6,4 14,1 23,1 0 0 0 0 0 0 9 Pati 227 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 43 294 0 0,6 10,5 0 2,8 1,5 1,2 11 Tambakromo 0,5 72,5 0,4 0 45 0 0 27 0 12 Tayu 2 0 0 1 0 0 3 2 5,5 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 11,9 1,3 1,5 0 0,2 0,3 1,1 2,2 2,7 Kabupaten Pati 1.015,3 421,2 60,4 1,6 55,7 1,1 43,7 53,2 15,4 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi kerusakan lingkungan pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati. Dapat diidentifikasi total kerusakan sawah sejumlah 1.496,9 Ha. sejumlah 1.015,3 Ha lahan sawah rusak ringan, 421,2 Ha rusak sedang dan 60,4 Ha sawah rusak berat. Total kerusakan kebun campuran yaitu 58,4 Ha. Lahan kebun campuran rusak ringan yaitu 1,6 Ha, rusak sedang 55,7 Ha dan rusak berat 1,1 Ha. Total kerusakan tegal/ladang pada 14 Kecamatan di Kabupaten Pati yaitu 112,3 Ha. 43,7 Ha lahan tegal/ladang rusak ringan, 53,2 Ha rusak sedang 15,4 Ha rusak berat. Lahan Hutan Rawa/Bakau mengalami kerusakan total luas 33 Ha masing-masing rusak berat seluas 8,5 Ha berada di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu, 15 Ha rusak sedang di Kecamatan Dukuhseti, dan 9,5 Ha rusak ringan di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu. Tabel 2. 21 Kerugian Ekonomi Tambak, Pekarangan dan Embung Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Kerusakan (Ha) Tambak Pekarangan Embung RR RS RB RR RS RB RR RS RB 1 Batangan 0 0 0 0 0 21,7 0 0 0,7 2 Dukuhseti 25 50 25 27,5 55 27,5 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0,6 2,8 7,7 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 25,6 52,8 32,7 27,5 55 49,2 0 0 0,7 Sumber: Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas menunjukkan hasil kerugian ekonomi pada 3 Kecamatan dari total 14 yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati. . Total kerusakan tambak pada 15 Kecamatan di Kabupaten Pati yaitu 111,1 Ha. 25,6 Ha lahan tambak rusak ringan, 52,8 Ha rusak sedang 32,7 Ha rusak berat. Total kerugian pada pekarangan tercatat seluas 131,7 Ha , dengan rincian 49,2 Ha mengalami kerusakan berat di Kecamatan Batangan dan Dukuhseti, 55 Ha rusak sedang terdapat di Kecamatan Dukuhseti dan 27,5 Ha rusak ringan berada di Kecamatan Dukuhseti. Selain itu, total kerusakan embung tercatat seluas 0,7 Ha berada di Kecamatan Batangan. 2.3.5 Sosial-Layanan Publik Banjir Bandang di Kabupaten Pati juga menimbulkan kerusakan Sosial- Layanan publik. Hasil FGD Kawasan didapatkan kerusakan layanan publik khususnya kantor pemerintahan di 14 Kecamatan seperti pada tabel 2.22. Tabel 2. 22 Sosial-Layanan Publik Layanan Pemerintah dan Layanan Kesehatan Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Perkiraan Lama Gangguan Layanan (Hari) Layanan Pemerintah Layanan Kesehatan Kantor Dinas/Kabupaten Kantor Kecamatan Kantor Desa/Kelurahan Kantor Instansi Vertikal Rumah Sakit Pemerintah Rumah Sakit Swasta Klinik Puskesmas 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 32 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 0 32 0 0 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi kerugian sosial-layanan publik pada kecamatan Tambakromo dari total 14 Kecamatan yang terpapar ancaman banjir bandang di Kabupaten Pati dengan perkiraan lama gangguan layanan pemerintah pada aspek kantor dinas/kabupaten dan kantor kecamatan tidak mengalami gangguan (0 hari), sementara itu, pada layanan kantor desa/kelurahan mengalami gangguan layanan selama 32 hari di Kecamatan Tambakromo. Pada layanan Kesehatan juga tidak mengalami gangguan layanan (0 hari). Sedangkan kerusakan layanan publik khususnya layanan Pendidikan dan perbankan di 14 Kecamatan seperti pada tabel 2.23. Tabel 2. 23 Sosial-layanan Publik Layanan Pendidikan dan Layanan Perbankan/Keuangan Terdampak Banjir Bandang No Kecamatan Perkiraan Lama Gangguan Layanan (Hari) Layanan Pendidikan Layanan Perbankan/Keuangan Perguruan Tinggi SMA/SMK /MA SMP /MTs SD Lainnya Bank Pemerintah Bank Swasta Lembaga Keuangan Non Bank 1 Batangan 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Dukuhseti 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Gabus 0 4 0 0 0 0 0 0 4 Jakenan 0 0 0 1 1 0 0 0 5 Jaken 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kayen 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Margorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Margoyoso 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Pati 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Sukolilo 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tayu 0 0 0 0 0 0 0 0 12 Tambakromo 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Wedarijaksa 0 0 0 0 0 0 0 0 14 Winong 0 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Pati 0 4 0 1 1 0 0 0 Sumber : FGD Kawasan Renkon Banjir Bandang Kabupaten Pati, 2024 Tabel di atas mengidentifikasi asumsi sosial-layanan publik pada 2 kecamatan dari total 14 Kecamatan yang terpapar banjir di Kabupaten Pati. Total perkiraan lama gangguan layanan pendidikan pada tingkat perguruan tinggi ketika terdampak bencana adalah tidak mengalami gangguan (0 hari), SMA/SMA/MA selama 4 hari, SMP/MTs tidak mengalami gangguan (0 hari), SD 1 hari dan lainnya selama 1 hari. Sementara itu, pada layanan perbankan/keuangan baik aspek bank pemerintah, bank swasta dan Lembaga keuangan non-bank tidak mengalami gangguan (0 hari). Organisasi Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir bandang Kabupaten Pati melaksanakan rencana operasi penanganan darurat sejak siaga darurat Tanggap Darurat dan Transisi Darurat ke Pemulihan, bila diperlukan. Operasi siaga darurat bencana banjir bandang dilaksanakan dimulai pada saat adanya potensi terjadinya banjir bandang sampai dengan kejadian bencana, dimana pemeran utama pada fase siaga darurat adalah relawan yang berada di wilayah rawan bencana. Untuk penetapan status siaga darurat tidak dapat dilakukan, karena waktu yang pendek antara peringatan dini dengan kejadian banjir bandang. Tanggap Darurat serta Transisi Darurat ke Pemulihan ditetapkan selama 14 hari, dan dapat diperpanjang bila diperlukan dengan memprioritaskan sebagai berikut.
1.Penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat atau masyarakat terdampak bencana banjir bandang.
2.Penyelamatan aset penghidupan warga dan aset publik / pemerintah.
3.Pengutamaan efektivitas dan keterpaduan kebijakan dan strategi penanganan, pengendalian, koordinasi, penguatan kapasitas, dan mobilisasi sumber daya sesuai dengan asas dan prinsip penanggulangan bencana banjir bandang. Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir bandang Kabupaten Pati yang selanjutnya disebut sebagai POSKO PDB Kabupaten Pati bertugas melaksanakan fungsi sebagai pusat komando operasi penanganan darurat bencana untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan darurat bencana. 3.2 Sasaran Sasaran pelaksanaan tugas dari organisasi komando penanganan darurat pada bencana banjir bandang Kabupaten Pati meliputi:
1.Tersusunnya rencana operasi penanganan darurat bencana dalam waktu maksimal 5-6 jam.
2.Terlaksananya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak pada 80% sumber daya dan anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus APBD dan dana kedaruratan BPBD Kabupaten Pati.
3.Terselenggaranya 100% koordinasi koordinasi yang melibatkan semua stakeholder dan Kecamatan terdampak bencana banjir bandang dalam penanganan darurat bencana banjir bandang.
4.Tersedianya 90% sumber daya dari seluruh pihak terkait yang telah berkomitmen dalam operasi penanganan darurat bencana banjir bandang.
5.Tersedianya 100% data update penanggulangan bencana dalam satu data pada seluruh pihak yang bekerja sama dalam penanganan darurat bencana banjir bandang.
6.Terlaksananya 100% proses penyelamatan dan evakuasi pada warga terdampak secara menyeluruh di area terdampak bencana banjir bandang.
7.Terselenggaranya 100% pelayanan kesehatan untuk warga terdampak atau penyintas kejadian bencana banjir bandang.
8.Terselenggaranya 100% pelayanan dalam proses pemulasaraan korban meninggal dunia.
9.Terselenggaranya 70% pemulihan fungsi sementara (rehabilitasi) sarana prasarana vital yang terdampak meliputi jaringan listrik, jaringan komunikasi. 10.Terlaksananya 14 hari tanggap darurat bencana dengan komitmen dan tanggung jawab penuh. 11.Terlaksananya 70% pengkajian kebutuhan pasca bencana banjir bandang sebagai kebutuhan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. 12.Terlibatnya tokoh masyarakat, pemangku wilayah setempat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses perencanaan, penyiapan prosedur, pemantauan dan evaluasi kegiatan penanganan darurat. 13.Terselenggaranya 100% keamanan dan keselamatan personil PDB untuk mencegah dampak yang lebih besar. 14.Terlaksananya perencanaan, pengorganisasian relawan dan penugasan relawan sesuai dengan keterampilan dan kapasitas, serta memenuhi persyaratan kesehatan. a) Konsep Operasi Banjir Bandang merupakan kategori bencana yang terjadi cepat dan tiba-tiba sehingga biasanya tidak ada tanda-tanda atau peringatan dini sebelum kejadian. Namun pada wilayah Kabupaten Pati berdasarkan sejarah kejadian telah menggunakan proses peringatan dini dengan pendekatan pemantauan dan komunikasi wilayah hulu dan hilir walau waktu sangat terbatas atau sangat pendek. Sehingga konsep operasi untuk bencana banjir bandang di Kabupaten Pati menggunakan 3 (tiga) fase penanganan darurat bencana yaitu siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan. Berikut ini penjabaran setiap fase dalam penanganan bencana banjir bandang di kabupaten Pati; 1) Fase Siaga Darurat: serangkaian tindakan dimana ketika teridentifikasi tanda-tanda potensi terjadinya banjir bandang seperti hujan deras di daerah hulu lebih dari 2 jam dan peningkatan debit sungai daerah hulu mencapai level siaga 2) Fase Tanggap Darurat: serangkaian tindakan dimana ketika peningkatan debit sungai daerah rawan bencana airnya meluap, mengalir deras menerjang dan menggenangi permukiman warga dan jalan dan ditetapkan dengan status tanggap darurat oleh kepada daerah. 3) Fase Transisi Darurat: serangkaian tindakan dimana ketika air yang meluap, airnya meluap, mengalir deras menerjang dan menggenangi permukiman warga dan jalan sudah mulai berkurang dan atau lambat serta proses-proses penanganan darurat akan berakhir dengan dicabutnya status penetapan tanggap darurat. Detail gambaran konsep Operasi Banjir Bandang di setiap fase darurat di Kabupaten Pati dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. 1 Fase Penanganan Darurat Bencana Banjir Fase Siaga Darurat