4.p-0.0.4 tentang | dan terdapat regulasi kinerja Dinas Kesehatan Kota XYZ penyelenggaraan | tidak berjalan JKN sebagaimana mestinya yaitu ketentuan mengenai praktek Dokter. PARAF OPD (BAG. HKM 4 lingkungan pengendaliandapatmengacupadaPeraturan Kepala BPKPNomor25Tahun2013tentangPetunjukPelaksanaancontrol EnvirontmentEvaluation (CEE) 2.Penilaianrisiko Ikhtisarpenilaianrisikodapatdisajikansebagaiberikut, a.Penetapankonteks/tujuan Tahappertamapelaksanaanpenilaianrisikoadalahmenetapkan “konteks/tujuan“.dalamtahapiniakanditetapkantujuan-tujuan padatingkatstrategispemerintahdaerah,tingkatstrategis(entitas) perangkatdaerahdantingkatoperasional/kegiatanperangkat daerahselanjutnyaakandilakukanpenilaianrisikonya.dengan memahamitujuanyanghendakdicapaipadatiaptingkatan,risiko padasetiaptingkatantersebutdapatdidentifikasidandianalisis. Tujuandaritahappenatapankonteks/tujuan adalahuntuk memperolehinformasitujuan/sasarandanindikatorkinerja organisasiyang akandicapai.keluarandiharapkanpadatahapini adanyadaftartujuan/sasaran,indikatorkinerjapadatingkat strategispemerintahdaerah,entitasperangkat daerah,dantingkat kegiatanyang sudahdidiskusikandandisepakati olehkepala daerahdanpimpinanperangkatdaerah. Keterkaitkanantara tujuanpadamasing-masingunitkerja(organisasi)dengantingkat penilaianrisikodisajikansebagaiberikut: 1)Pemilihantujuan/sasaranyang akandilakukanpenilaianrisiko didasarkankepadapertimbangantujuantersebutmerupakan tujuanyangpalingutamadandirasakanmasihmemilikibanyak permasalahandalampencapaian,serta pentingdan mendesak untuksegeraditangani,ataupertimbanganlainnyaantaralain tujuanyangmendukungpencapaiantargetprogramprioritas nasionalyangtercantumdalamRPJMD 2)Pemilihanterhadap suatu tujuan/sasarantertentubukan berartibahwatujuan-tujuanlainnyatidakperlu/tidakakan dinilairisikodanpengendaliannya.Penilaianrisikodan pengendalianatastujuanlainnyadapatdijadwalkansesuai kebutuhan. Prorsespenetapan konteks/tujuanuntuktiap-tiaptingkat dijelaskansebagaiberikut: 1)Penetapan kontekstujuan/strategipemerintah daerahpada dasarnyadilakukanuntukseluruh tujuanstrategisyang tertuangdalamRPJMD.Namundemikian,dalam penetapan konteksstrategispemerintahdaerah,dapatdi pilihbeberapa tujuandalam mempertimbangkantujuanprioritassesuai denganvisidanmisikepaladaerah atau pertimbangan professional lainnya, 2)Penetapan tujuan/konteksstrategis(entitas)perangkat daerah dilakukanolehmasimg-masingperangkat daerahsesuai urusannya yang diampunya,sebagaicontoh dinaskesehatan akan menetapkantujuan/konteksstrategis(entitas)perangkat daerahterkaitdengan urusanwajibkesehatan(koordinator). Sedangkan,dinas pekerjaanumumdan perusahaanrakyatakan menetapkantujuan/ konteksstrategis(entitas)perangkat daerahterkaitdengan urusanwajib pekerjaanumum (coordinator), 3)Penetapan tujuan/ konteks operasional perangkat daerah dilakukanolehmasing-masing Perangkat Daerahterkaitsesuai sasaran yang diampunya penetapan tujuan/konteks operasional PARAF OPD (BAG. HKM 5! | | Catatan:klasifikasipermasalahanmenggunakansubunsurlingkungan pengendaliandalamPPNomor60Tahun2008 .Survey terhadap lingkungan pengendalianmelaluicontrol EnvirontmentEvaluation (CEE) Surveiinidilakukandalamrangkamendapatkandatapersepsi pegawaiterhadapgambaranatas kondisilingkungan pengendalian terkaittujuan/sasaranstrategisdanoperasionalpemerintah daerah.Surveytersebutdapatmenggunakanmetodecontrol EnvirontmentEvaluation (CEE)yaitusuatupenilaianmandiriatas pengendalian/controlSelfassessment(CSA)yangdiaplikasikan padalingkungan pengendalian .Simpulan kelemahanlingkunganpengendalian,berdasarkanhasil penilaianawaldanhasilsurveypersepsi,selanjutnyadisimpulkan kondisilingkungan pengendalianpadapemerintahdaerah. PemerintahDaerahdapatmelakukanwawancara/konfirmasi apabila diperlukan,untukmengklarifikasi informasiyang kurang jelas/memerlukanpendalaman dalamrangkapenarikan kesimpulan. Sebagaicontohsimpulanhasilpenilaianlingkungan pengedalianadalahsebagaiberikut: 1)Penegakanintegritasdannilaietikabanyakterjadi pencopotan/mutasipejabatdaerah karenatersangkutkasus hukum. 2)Komitmenterhadap kompetensi,pegawaibelumditempatkan sesuaidengankompetensidanpengalaman.Kualifikasidan kompetensidoktersertatenagakesehatandiRSUDXYZbelum memenuhikebutuhan akanpemberianpelayanan kesehatandi Era JKN, 3)Kepemimpinanyangkonsudif:pimpinanbelum menetapkan kebijakan pengelolaanrisikoyangmemberikankejelasanarah pengelolaanrisiko.Rencanastrategisdanrencanakerja pemerintah daerahbelummenyajikaninformasimengenairisiko pelayananpasienBPJSdikotaXYZbelumoptimaldanterdapat regulasiDinas kesehatan KotaXYXtidak berjalansebagaimana mestinyayaituketentuanmengenaipraktekDokter. 4)Penyusunan danpenerapankebijakanyangsehat tentang pembinaanSDMPemerintahDaerahbelummenginternalsasi budayasadarrisiko.Belumterdapatpemberianreword dan/atau punishmentataspengelolaanrisiko.Evaluasikinerja pegawaibelumdipertimbangkandalamperhitungan penghasilan.AnggaranpengembanganSDMbelum memadai. PemerintahKabupatenXYZbelummemilikistrategidalam pemenuhandanpendistribusianSDMkesehatandiPuskesmas. Pemenuhantenaga kesehatandiRSUDXYZbelum meperhatikantingkatkebutuhan dalam memberianpelayanan kesehatan. 5)Perwujudanperan APIPyangefektif:inspektoratbelum melakukanauditkinerjayangmenghubungkandengantujuan strategisPemerintah Daerah yangmelibatkan beberapa perangkatDaerahterkait.audit kinerjayangdilakukanmasih sebatas audit kinerjapada Dinas Kesehatan. Mengingat pentingnyakondisilingkungan pengendalianyangbaik, sedapatmungkinBupati/Kepala Daerahdiikutkandalam pembahasankondisilingkungan pengendalian.Simpulanakhir atas kondisilingkungan Peengendalian Pemerintah daerah akan menjadi dasar bagipenyusunan rencanatindak perbaikan lingkungan pengendalian. Prosesidentifikasikelemahan PARAF RD (BAG. HKM 1 Sa PerangkatDaerahdalamrangkamendukungtujuanstrategis PemerintahDaerah b.IdentifikasiRisiko | Dalamtahapanini,berbagairisikoyangmengancampencapaian tujuandiindentifikasisesuaidengantahapanprosesnya.Risiko yangdiidentifikasimerupakankejadianyangmengancam pencapaiantujuan.Risikodapatdiidentifikasimelaluiperistiwa yang sudahpernahterjadiatauperistiwayangdiperkirakanakan terjadi.Padatahapidentifikasirisiko,selainpernyataanrisiko,juga disampaikanatributrisikoantaralainpemilikrisiko,penyebab risiko,sumberrisiko,sifatpenyebabrisikoapakahdapat dikendalikan(controllable)atautidakdapatdikendalikan (uncontrollable)olehpemilikrisiko,dampakrisiko,sertapenerima dampakrisiko. c.AnalisisRisiko 1)Melakukananalisisdampakdankemungkinanrisiko.Setelah risikotujuan sasarandanoperasionalPemerintahDaerah terindentifikasidandisepakati,langkahberikutnyaadalah melakukananalisisrisikourusanwajib/pilihan. 2)Memvalidasirisikohasil analisisrisikotingkatstrategis Pemerintah daerahselanjutnyadikomunikasikankepadakepala Daerah,sedangkantingkatstrategis(entitas)Perangkatdaerah danoperasionalPerangkatdaerahuntukdivalidasidan diputuskanrisikomanayangakandiprioritaskanuntuk ditangani.Dalam pedomanini,risikodengankriteria“ekstrim” dan“tinggi”akandiprioritaskanuntukditangani.Terhadap risikoyang akandiprioritaskanuntukditangani,Pemerintah daerah diharapkanmembangunpengendalianuntuk kemungkinan munculnyarisiko(preventif),menurunkan dampakdaririsikoyangmuncul(mitigatif)ataukeduanya 3)Mengevaluasi Pengendaliaanyang ada dan yangdibutuhkan. Penilaianterhadap pengendalianyang adamencakuppenilaian kebijakandanproseduryangdimilikiinstansiPemerintahdalam rangkamengelolarisikoyangdiprioritaskan.Kebijakandan proseduryang adatersebutselanjutnyadinilaiefektifitasnya. Pengendalian dinyatakantidakefektifantaralainjika: a)Kebijakandanprosedur pengendaliansudahdilakukan, namunbelummampumenanganirisikoyang terindentifikasi: b)Prosedur pengendalianbelumterlaksana, c)Kebijakanbelumdiikutidenganprosedurbaku yangjelas: d)Kebijakandanproseduryang adatidak sesuaidengan peraturandiatasnya, 4)MenyusunRencanaTindak Pengendalian(RTP) RTP merupakankebijakanproseduryang akandibuatuntuk membangunpengendalianyangdiperlukangunamengatasi kelemahanlingkungan pengendalianintrndanmengatasirisiko prioritasyang sudahterindentifikasilangkahkerjapenyusunan RTPdapat digambarkansebagaiberikut: a.Merumuskantindakanuntukmengatasikelemahan lingkungan pengendalian berdasrkankelemahanlingkungan pengendalianyangtelahteridentifikasi,dibuatRTP lingkungan pengendalian, b.Merumuskankegiatan pengendalianyang dibutuhkan dalam rangka mengatasirisiko. PARAF OPD (BAG. HKMI RTPatasrisikodimaksudkan untukmenentukanpengendalian yangdiperlukandalammengatasirisiko.Dalam menentukan pengendalianyangakandibangunperlumemperhatikanrespon risiko.Responrisikomembantuinstansipemerintahdalam memfokuskankegiatanpengendalianyangdiperlukanuntuk memastikanbahwakegiatanpengendalian dilakukandengan tepat.Responrisikoterdiridari: 1)MenghindariRisiko(avoid)| Menghindarrisikodilakukandengancaratidakmemulaiatau tidakmelanjutkankegiatanyangdapatmeningkatkanrisiko. Penghindaranrisikodapat menjaditidak tepatjikaindividu atauinstansibersifatmenolakrisiko.Penghindaranrisiko secaratidak tepatjustrudapatmeningkatkaansingnifikansi risikolainnyaataumengakibatkanhilangnyapeluang memperolehmanfaat, 2)Mengubah/mengurangi kemungkinan munculnyarisiko (abate) Responinidilakukandengancaramengubahkemungkinan munculnyarisikoagarkemungkinanterjadinyahasilyang negativedapatberkurang.Istilahlainyangjugadigunakan adalahpencegahan(prevention) 3)Mengubah/mengurangikonsekensi/dampakrisikomiligate Responinidilakukandengancaramengubah/mengurangi konsekuensi/dampakrisikoagar kerugianmenjadi berkurang.istilahlainyangjugadigunakanadalah penangulangan.abatedanmitigateterkadangdisebutdalam satuistilah,yaitumengurangirisiko (reduce), 4)Membagirisiko (share)atau mentransferrisiko Responinimelibatkan pihaklaindalammenanggungatau berbagisebagianrisiko.Contohmekanismenyaantaralain meliputikontrak-kontrak, asuransidanstrukturorganisasi sepertikemitraandanjointventuresuntuk menyebarkan tanggungjawabdankewajiban.Terkaitdengan pembagian risikodenganinstansilain,umumnyaakanterdapat biaya finansialataumanfaatyangtimbul,misalnya premiasuransi. 5)Menerimaataumempertahankanrisiko(accept).Setelah risikodiubahataudibagi,makaaka nadarisikotersisayang dipertahankan.Pada kasusekstrim,dapatterjadisuatu instansi tidakmemilikipilihanresponyanglebih baik, selain menerimarisikotersebut. Rencanatindak Pengendalian(RTP)tersebut ditetapkan baik untukrisikoStrategisPemerintah Daerah,Strategis(Entitas) Perangkat Daerah,danOperasional.Rencanatidak pengendalian(RTP) tersebut meliputiPengendalianyang dibangun untukmengatasiRisiko,penanggungjawab,dan targetwaktupenyelesaian. .Menyelaraskan rencanatindak pengendalian Dokumen RTPakhiryang disusunberasaldariduarencana tindak pengendalian,yaiturencanatindak perbaikan lingkungan pengendaliandan rencanatindak perbaikan kegiatan pengendalian. Terdapatkemungkinan adanya kebutuhanterhadap pengendalianyangsamaatau berhubungandarikedua RTPtersebut.Oleh sebabitu,pada tahapiniperlumemperhatikan kemungkinantersebutdan menyelaraskan kedua rencana tindak pengendalian tersebut PARAF ORD (BAG. HKM / sehinggadapatmenghindariduplikasirencanatindakperbaikan pengendalian. Rancanganinformasidankomunikasimerupakaninformasidan komunikasiyangdibutuhkanagarpihak-pihakyangterlihat dalampengendalianmengetahui keberadaandanmenjalankan pengendaliansesuaiyangdiinginkan. MenyusunrancanganmonitoringdanevaluasirisikodanRTP rencanatindakpengendalianperlumemuatmekanisme pemantauanyang akandijalankanuntuk memastikanresiko dapat dipantauketerjadiannyadanpengendalianyangtelah dirancang dilaksanakandanberjalanefektif. d.Kegiatanpengendalian Setelahpemerintah daerahsepakatdenganperbaikanyang akan dilaksanakanuntukmengatasikekuranganpengendalianyang ada,langkahselanjutnyayangperludilakukan adalah menerapkanrencanatindakpengendalianimplemintasirencana tindakpengendalianmeliputibeberapakegiatan sebagaiberikut: a.Pembangunaninfrastrukturyangmeliputipenyusunanatau penyempurnaankebijakadanprosedursebagaitindaklanjut dariRTP. Kegiatanpengendaliandibangundalamrangka mengatasirisikoinfrastrukturpengendalianyangdibangun berupakebijakandanprosedurpengendalian.Langkah- langkahyangperludilakukandalamrangkamembangun infrastrukturpengendalianmeliputi:mengumpulkandata- databerupaRTPfinal,peraturanperundang-undangan, kebijaka pengendalian,danproseduroperasibakuyang terkaitdenganinfrastrukturpengendalianyang akan dibangun. b.Unitkerjayangbertanggungjawabatasareayangsystem pengendaliannyaperludibangunataudiperbaiki,dapat membentuktimpenyusunkebijakan prosedur pengendalian sertamengajukanusulankegiatandalamdokumen perencanaanapabiladiperlukan.Membuatatau menyempurnakaninfrastrukturpengendalianmelakukanuji coba penerapanpengendalian:menyempurnakanrancangan infrastrukturpengendalian berdasarkanhasilpelaksanaan ujicoba,menetapkanpenerapaninfrastrukturpengendalian. c.Terhadapsemuainfrastrukturpengendalianyangtelah dibuat,instansipemerintahmengimplementasikankebijakan danprosedur ke dalamkegiatanoperasionalsehari-hariyang harusditaatiolehseluruhpejabat,pegawai,masyarakat,dan pihakterkaitlainnya. e.Informasidankomunikasi Pemerintah daerah harusmemastikantelahterdapat komunikasiinternaldaneksternalyangefektifdalamsetiap tahapanpengelolaanrisiko,sejak penilaiankelemahan lingkumganpengendalian, prosespenilaianrisiko,dan pelaksanaankegiatan pengendalian.Terkaitdengan pelaksanaankegiatan pengendalian,setelahpemerintah daerah menyetujuiinfrastrukturpengendalianyang akan diterapakan dalam rangka mengatasi kekurangan pengendalianyangada,pemerintah daerahperlu mengomunikasikanpengendalianyang dibangun kepada pihak-pihakterkaitmisalnya kepala daerah,biro/ bagian hukum,pelaksanakegiatan,dan sebagainya. Perludinyakinkanbahwainformasi pengendaliantelah disiapkandan dipahamiolehsemuapihakterkaitmisalnya PARAF OPD (BAG. HKM v kepala perangkat daerah, pelaksana kegiatan, masyarakat, APIP, dan sebagainya sesuai rencana pengomunikasi sebagaimana tertuang dalam dokumen RTP. Contoh pengomunikasi antara lain dalam bentuk: a) Suratedaran dari pimpinan K/L/D kepada unit kerja atas pemberlakuan kebijakan. Kebijakan di-upload dalam situs resmi pemerintah daerah (antara lain JDIH) yamg dapat diakses oleh seluruh pihak yang berkepentingan: b) Sosialisasi/ workshop/ diseminasi yang dibuktikan misalnya dengan undangan, notulen /laporan pelaksanaan, daftar nadir, foto pelaksanaan,dst. Pemantauan pelaksanaan pengomunikasian menggunakan rancangan pengomunikasikan yang sudah dibuat pada tahap penyusunan rancangan informasi dan kounikasi RTP. Koordinasi pengomunikasikan dan pencacatan realisasi pengkomunikasikan dilakukan oleh UPR pemerintah daerah untuk pengomunikasikan terkait RTP atas risiko strategis pemerintah daerah, dan oleh UPR tingkat eselon 2 untuk pengomunikasi RTP atas risiko strategis (Entitas) perangkat Daerah Dan Risiko Operasional Perangkat Daerah. Pemantauan Pemantauan dilaksnakan oleh pimpinan secara berjenjang mulai dari kepala daerah, kepala perangkat daerah (pejabat Eselon 2), kepala bagian/kepala bidang (pejabat Eselon 3), kepala seksi/kepala sub bagian (pejabat eselon 4) sesuai dengan ruang lingkup dan kewenangannya. Pelaksanaan pemantauan pengelolaan risiko pemerintah daerah oleh kepala daerah dapat didelegasikan kepada unit kepatuhan. Unit kepatuhan bertanggung jawab memantau pelaksanaan pengelolaan risiko pada UPR. Asisten sekretaris daerah dapat bertindak sebagai unit kepatuhan pada Perangkat daerah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan risiko telah dilakukan sesuai dengan ketentuan sejak pnilaian kelemahan lingkungan pengendalian, proses penilaian risiko, dan pelaksanaan kegiatan pengendalian. Terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengendalian sesuai rencana tindak pengendalian yang telah disusun, pimpinan menetapkan mekanisme pemantauan atas pelaksanaan pengendalian sesuai infrastruktur pengendalian yang telah dibuat. Pemantauan atas kegiatan pengendalian bertujuan untuk memastikan bahwa pengendalain yang telah dirancang, telah dilaksanakan dan berjalan efektif. Selain itu, dalam rangka pendokumentasian keterjadian risiko yang telah terindifikasi, maka pemerintah daerah perlu membuat catatan mengenai kapan risiko terjadi (risk event) dan dampak yang terjadi, serta pelaksanan RTP dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keterjadian risiko dan efektivitas pengendalain yang telah dilaksanakan. Pencatatan dilakukan oleh UPR pemerintah daerah untuk pengkomunikasi terkait risiko strategis pemerintah daerah, dan oleh UPR tingkat Eselon 2,dan 3, dan 4 terkait dengan risiko strategis (Entitas) perangkat daerah dan operasional perangkat daerah. Selain pemantauan dalam bentuk evaluasi terpisah dapat dilaksanakan oleh inspektorat selaku penanggung jawab pengawasan penglolaan risiko. PARAF OPD BAG. HKM 5 | 4. Uj Form 1Contoh Kuesioner CEE JAWABAN RESPONDEN Kesimpulan Kuesioner CEE No. PERTANYAAN / KUESIONER rTelele Moss 213|415 A. | PENEGAKAN INTEGRITAS DAN NILAI ETIKA MEMADAI 1 | Pegawai Mendapatkan Pesan Intergritas & Nilai Etika secara rutin 41313/3 3 Memadai dari pimpinan instansi ( misalnya keteladanan, pesan meral dan dll) 2 | Pemda telah memiliki aturan prilaku misalnya kode Etik, Fakta 3 13/|3/|3 3 Memadai Intergritas, dan aturan Prilaku pegawai yang telah dikemunikasikan kepada seluru pegawai. 3 | Telah terdapat Fungsi Khusus di dalam Instansi yang melayani 31213/3 3 Memadai perigaduan masyrakat atas pelanggaran aturan Prilaku /Kode Etik 4 | Pelanggaran aturan Prilaku/ Kode Etik yang telah di tindak lanjuti 313131|2 3 Memadai B | KOMITMEN TERHADAP KOMPETENSI MEMADAI 1 | Standar terhadap Kompetensi setiap pegawai pesisi jabatan telah di 3 |3|3/|2 3 Kurang memadai tentukan 2 | Pegawai yang Kompoten telah secara tepat pengisi pesisi secara / 4131313 3 Memadai jabatan 3 |Pemda telah memiliki dan menerapan strategi peningkatan 3121313 3 Memadai Kompetensi Pegawai 4 | Terdapat pelatihan terkait pengelolaan risiko, baik pelatihan Khusus 3 131312 3 Memadai maupun pelatihan terintegrasi secara berkala C | KOPEMIMPINAN YANG KONDUSIP KURANG MEMADAI 1 | Pimpinan telah menetapkan kebijakan pengelolaan Risiko yang 3131312 3 Kurang memadai memberikan kejelasan arah pengelolaan risiko 2 | Pinipinan menerapkan pengololaan risiko dan pengendalian dalam 3131312 3 Memadai pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan, 3 | Pimpinan pembangunan Komunikasi yang baik derigan Anggota 3131313 3 Memadai organisasi utuk mengungkapkan risiko dan secara terbuka menerima/ mengali pelaporan risiko 4 | Gaya pimpinan dapat mendorong pegawai untuk peningkatkan 3131313 3 Memadai kinerja 5 | Pimipinan menetapkan sasaran strategis yang selaras 31/14/1313 3 Memadai PARAF OPD (BAG. HKM )( 6 | Rencana/ sasaran strategis pemda telah dijabarkan kedam sasaran | 3 | 3 |4 | 3 | 3 Memadai OPD dan tingkat oprasional OPD . 7 | Rencana trategis dan rencana kerja pemda telah menyajikan | 2 31312/3 Kurang memadai inpormasi mengenai risiko 3 8 |Pimpinan berperan serta dan mengikutsertakan pejabat dan | 3 | 3 |3 | 2 | 3 Memadai pegawai terkait dalam proses pengelolaan risiko D | PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG SESUAI KEBUTUHAN MEMADAI 1 | Setiap urusan telah di laksanakan OPDdan unit kerja yang tepat 3 314|/4|3 Memadai 2 | Masing masing pihak dalam organisasi telah memperoleh dan| 3 | 3 |4|4| 3 Memadai memahami peran dan tanggungjawab masing masing pengololaan risiko 3 | Pegawai yang bertugas di OPD merupakan pegawai tetetap dan | 3 | 3 | 3 | 4 | 4 Memadai bukan pegawai yang bersipat adhoc ( sementara) . 4 | Adanya transparansi dan ketepatan waktu pelaporan pelaksana | 3 31414/3 Memadai peran dan tanggung jawab masing masing pengelolaan resiko. E | PENDELEGASIAN WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB YANG TEPAT. MEMADAI 1 | kriterial pendelegasian wewenang telah di tentukan tepat 3 4131413 Memadai 2 | Penelegasian wewenang dan tanggungjawab di laksanakan secara | 3 4131413 Memadai tepat ' 3 | Kemenangan direviw secara periodik 2 3 /|313/3 Memadai F | PENYUSUNAN DAN PENERAPAN YANG SEHAT TENTANG PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA KURANG MEMADAI 1 | Pemda telah memiliki kebijakan dan persedur pengololaan SDM | 2 | 3 |2 | 3 | 3 Memadai yang lengkap sejak rekrutmen sampai dengan pemberentian pegawai. 5 2 | Rekrutmen retensi mutasi maupun promosi pemilihan SDM telah di| 2 | 3 | 2 | 3 | 3 Memadai lakukangan yang baik. 5 3 | Insentif pegawai telah sesuai dengan tangungjawab kinerja 3 4113/1114 Memadai (A4 | Pemda telah menginternalisasi budaya sadar risiko 12 3 121213 Memadai 0 5 | Adanya pemberian reward atau punishmen atas pengelolaan | 2 | 3 |2 | 2 | 4 Kurang memadai risiko(missal mempertimbangan tanggungjawab pengelolaan. risiko “ dalam penilaian kinerja. . . Ao hn 6 | Terdapat evaluasi kinerja pegawai yang telah di pertimbangkan | 2 | 3 |2 | 2 | 3 Kurang memadai dalam perhitungan penghasilan. : 7 |Intansi telah mengalokasikari anggaran yang memadai untuk | 2 | 3 |2|1|3 Kurang memadai pengembangan SDM G | PERWUJUDAN PERAN APARAT PRNGAWASAN INTEREN PEMERINTAH YANG EPEKTIF MEMADAI 1 Inspektorat daerah melakukan revw atas epesiensi/ epektipitas | 3 3 13|/4/3 memadai pelaksanaan setiap urusan program secara periodik PARAF o2pp |saG, HKM 2 || 2 | Inspektorat daerah telah melakukan reviw atas kepatuhan hukum | 3 | 38 |3|3|3| 3 3 memadai dan aturan lainya 3 | Inspektorat daerah memberikan layanan fasilitas penerapan | 2 | 2 |3|3|3| 3 3 memadai pengololaan risiko dan penyelenggaran SPIP. & | APIP telah melaksanakan pengawasan berbasis risiko 313131313!) 3 3 memadai 5 | Temuan dan saran/ rekomondasi pengawasari APIP telah ditindak | 3 | 3 |3| 3|3| 3 3 memadai lanjuti H | HUBUNGAN KERJA YANG BAIK DENGAN INSTANSI PEMERINTAH TERKAIT. MEMADAI 1 | Hubungan kerja yang baik dengan instansi /organisasi lain yang | 3 3 131313/| 3 3 memadai memiliki keterkaitan oprasional telah terbangun 2 | Hubungan kerja yang baik dengan instansi yang terkait atas fungsi | 3 3 13/413| 3 3 Memadai pengawasan/ pemeriksaan (Inspektorat, BPKP dan BPK) Keterangan:Kolom C diisi dengan jawaban responden : Keterangan jawaban : 1.Tidak setuju/belum ada/belum dibangun 2.Kurang setuju/telah dibangun/dibangun namun diterapkan belum konsisten 3.Setuju/atau sudah dibangun diterapkan dengan baik namun masih bias ditingkatkan 4.Sangat setuju/sudah dibangun atau diterapkan dengan baik dan ditularkan kepada organisasi lain Kolom d diisi dengan simpulan hasil penilaian lingkungan pengendalian tiap pertanyaan dan kesimpulan tiap sub unsur lingkungan pengendalian Misal : Kesimpulan setiap pertanyaan : “Memadai” Apabila modus jawaban responden adalah 3 atau 4 dan “kurang memadai responden adalah 1 atau 2 Kesimpulan sub unsur lingkungan pengendalian “memadai apabila seluruh kesimpulan tiap pertanyaan pada sub unsur tersebut telah “memadai, dan "kurang memadai” apabila terdapat simpulan pertanyaan pada sub unsur tersebut yang “kurang memadai” « apabila modus jawaban PARAF OPD (BAG. HKM t || FORM 2 CONTOH CEE Berdasarkan dokumen Kondisi kerentanan Lingkungan pengendalian intern Di Pemerintah Daerah XYZ Nama Pemda Tahun Penilaian Urusan pemerintahan 1 20XX : Pemerintah Kabupaten XYZ : Urusan Wajib Pelayanan dasar Bidang kesehatan Kolom b diisi dengan sumber data No Sumber Data Uraian Kelemahan Uraian Klasifikasi Kekuatan A B Cc D E 1 Media Massa Banyak terjadi pencopotan/mutasi pejabat daerah Penegakan integritas karena tersangkut kasus hokum dan nilai etika Pegawai belum ditempatkan sesuai dengan kompetensi Komitmen terhadap dan pengalaman kompetensi 2 LHP BPK No. Xxx tanggal xxx tentarig hasil | Pemerintah Kabupaten XYZ belum memiliki strategi Penyusunan dan pemeriksaan BPK atas efektivitas | dalam pemenuhan dan pendistribusian SDM penerapan pengelolaan sumber daya kesehatan JKN | kesehatan di Puskesmas kebijaksanaan yang sehat tentang 3 0 pembinaan SDM Kualifikasi dan kompetensi dokter serta teraga Komitmen terhadap kesehatan di RSUD XYZ belum memenuhi kebutuhan kompetensi akan pemberian pelayanan kesehatan di Era JKN Pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD kabupaten XYZ Penyusunan dan belumi memperlihatkan tingkat kebutuhan dalam penerapan kebijakan pemberian pelayanan kesehatan yang sehat tentang pembinaan SDM 3 SK Inspektur No. Xxx tanggal xxx tentang | Inspektorat Daerah belum melakukan audit kinerja Peran APIP yang efektif PKPT Inspektorat atas penyelenggaraan urusan kesehatan dalam tingkat strategis 4 LHP BPK No. Xxx tanggal xxx tentang hasil | Pelayanan pasien BPJS di kabupaten XYZ belum Kepemimpinan yang pemeriksaan atas kinerja penyelenggaraan | optimal dan terdapat regulasi Dinas kesehatan kondusif JKN Kabupaten XYZ tidak berjalan sebagaimana mestinya yaitu ketentuan mengenai praktek dokter “) Klarifikasi permasalahan menggunakan sub unsur lingkungan pengendalian dalam PP 60 tahun 2008 Keterangan : PARAF Kolom a diisi dengan nomor urut oppo BAG HKM Kolom c diisi dengan uraian kelemahan jika berdasarkan data yang ada merupakan kelemahan atas lingkungan pengendalianKolom d diisi dengan uraian jika berdasarkan data yang ada merupakan kekuatan atas pengendalian intern Kolom e diisi dengan klarifikasi kelemahan/kekuatan sesuai sub unsur pada lingkungan pengendalian Form 3 CONTOH PENETAPAN KONTEKS RISIKO STRATEGIS PEMDA Nama Pemda : Pemerintah Kabupaten XYZ Tahun Penilaian : 20XX Periode yang dinilai : Periode RPJMD Tahun 20XX-20XX Sumber Data RPJMD Kabupaten XYZ Tahun 2019-2023 Tujuan 1.1 Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan Tujuan 1.2 Meningkatnya kohesisivitas masyarakat Tujuan 2.1 Meningkatnya kualitas transportasi Tujuan 2.2 Meningkatnya kelayakhunian Tujuan 2.3 Meningkatnya akses komunikasi dan informasi Tujuan 2.4 Menurunya risiko bencana Tujuan 2.5 Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Tujuan 3.1 Meningkatnya akses dan kualitas pendidikan Tujuan 3.2 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Tujuan 3.3 Meningkatnya kesejahteraan sosial Tujuan 3.4 Meningkatnya partisipasi permpuan dalam pembangunan Tujuan 4.1 Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Tujuan 4.2 Meningkatnya pemerataan ekorniomi RPJMDPenetapan konteks Risiko Strategis Pemda Tujaun 3.2 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Nama Dinas Terkait Dinas KesehatanRSUD XYZDinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Susunan RPJMD Sasaran 3.3.1 Meningkatnya keselamatan ibu dan anak PARAF OPD BAG. HKM BIA Sasaran 3.3.2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Sasaran 3.3.3 Meningkatnya perilaku hidup sehat Sasaran 3.3.4 Meningkatnya prestasi olahraga di kabupaten XYZ Sasaran 3.3.5 Meningkatnya peran serta pemuda dalam pembangunan Sasaran 3.3.6 Meningkatnya kesehatan reproduksi IKU Sasaran RPJMD Usia Harapan Hidup adalah ditentukan jumlah kematian bayi, jika angka kematian bayi besar, maka usia angka harapan rendah Prioritas pembangunan dan program unggulan Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular program standarisasi pelayanan kesehatan program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat program perbaikan gizi Masyarakat Tujuan, Sasaran, IKU yang akan dilakukan penilaian risiko Tujuan 3.2 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Sasaran 3.2.2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak September 20XX Bupati Pohuwato PARAF OPD IBAG, HKM 4 Form 4 CONTOH PENETAPAN KONTEKS RISIKO STRATEGIS OPD Nama Pemda : Pemerintah Kabupaten XYZ Tahun Penilaian : 20XX Periode yang dinilai : Periode RPJMD Tahun 20XX-20XY urusan Pemerintahan : Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan OPD yang dinilai : Dinas Kesehatan Sumber Data Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten XYZ Tujuan Strategis Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sasaran Strategis 1. Meningkatnya keselamatan Ibu, Bayi, Anak dan Reproduksi 2. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan 3. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Dasar dan Rujukan IKU Renstra OPD IKU 2023 Angka kematian Ibu Melahirkan Per 100.000 kelahiran hidup 57 Angka kematian Bayi (AKB) Per 1000 kelahiran hidup 3.2 Angka kematian Balita (AKaBa) Per 1000 kelahiran hidup 3.6 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang 100 memiliki Kompetensi Kebidanan Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Belum ada IKU Lansia Belum ada IKU Gizi Belum ada IKU Kesehatan Reproduksi Belum ada Informasi lain Tujuan Sasaran IKU yang Tujuan strategis akan dilakukan penilaian Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat risiko Sasaran strategis : Meningkatnya keselamatan ibu, Bayi, Anak dan Reproduksi IKU Strategis- Angka Kematian Ibu melahirkan Per 100.000 Kelahiran Hidup - Angka Kematian Bayi (AKB) Per 1000 Kelahiran Hidup Dst Jen san mmma anus XYZ neraka September 20XX Kepala Dinas Kesehatan PARAF orD (BAG. HKM tI Form 5 CONTOH PENETAPAN KONTEKS RISIKO OPERASIONAL OPD Nama Pemda : Pemerintah Kabupaten XYZ Tahun Penilaian : 20XX Periode yang dinilai : Periode RPJMD Tahun 20XX-20XX Urusan Pemerintahan : Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan OPD yang dinilain : Dinas Kesehatan Sumber Data Renja Dinas Kesehatan Tahun 20XX Tujuan strategis Meningkatkan derajat Kesehatan Masyarakat Program Dinas Kesehatan (Renja 2019) dan Kegiatan 1. Program Upaya kesehatan Masyarakat utama 2. Program Peningkatan Gizi Masyarakat 3. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita 4. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan lansia 5. Program Peningkatan Keselamatan Ibu melahirkan dan Anak Keluaran / Hasil Kegiatan 1. Jaminan Persalinan (DAK NON fisik) 7.455 ibu hamil 2. Pertemuan ANC Terpadu 30 orang peserta 3. Sosialisasi perdampingan ibu hamil risiko 50 orang peserta tinggi dalam penggunaan buku KIA dan pasca salin dengan pelayanan darah 4. Pelatihan Managemen Terpadu Pelayanan 20 orang peserta KesehatanPeduli 5. Pelatihan penjaringan untuk sekolah 20 orang peserta lanjutan 1 K1 Informasi Lain Kegiatan dan indicator keluhan yang akan dilakukan penilaian risiko Program Peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak ariibenane Dinas mrsenan September 20XX Kepala Dinas Kesehatan PARAF OPD BAG. HKM b Form 6 CONTOH PENETAPANKONTEKS RISIKO STRATEGIS PEMDA Naria PemdaTahun PenilaianPeriode yang dinilaiUrusan Pemerintahan : Pemerintah Kabupaten XYZ : 20XX: Periode RPJMD Tahun 20XX-20XY : Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan N | Tujuan/sasaran | Indikator Uraian Kode | Pemilik Uraian Sumber | C/ Uraian Pihak o strategi Kinerja : UC yang terdamp ak A B Cc D E F G H I J K TujuanTujaun Strategi Pemda 1 5 Meningkatkanderajat kesehatan masyarakatSasaran 3 2 2 | Usia Penerapan | RSP.1 | Kepala | Belum Internal | C | 1. Angka kejadian | Kepala Meningkatnya Harapan | Perilaku 9.01.0 | Daerah | tersedianya penyakit tidak | Daerah kualitas kesehatan | Hidup Hidup 22.01 sanitasi total menular (PTM) | masyara masyarakat Bersih berbasis tinggi kat OPD Sehat 2. Angka kejadian terkait (PHBBS)rendahPelayanan | RSP.1 | Kepala |1. Sarana Internal | C AKI tinggi Kepala kesehatan | 9.01.0 | Daerah prasarana AKB Tinggi daerah belum 2.01 tidak memadai Peningkatan — kasus | Masyara memenuhi | (Puskesmas gizi buruk kat OPD SPM PONED tidak Kasus HIV meningkat | terkait Bidang tersedia) Kasus TB meningkat Kesehatan | 2. Jumlah Angka kejadian tenaga penyakit tidak kesehatan menular (PTM) tinggi belum Angka kejadian memadai penyakit menular (tenaga tinggi laboratorium Angka stunting tinggi PARAF OPD (BAG, HKM | dokter, tenaga | kesehatan Keterangan : Kolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan tujuan strategiurusan wajib sebagaimana tercantum dalam RPJMD/ Restra Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan strategi Kolom d diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko Kolom e diisi dengan kode risiko Kolom f diisi dengan pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggungjawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko Kolom g diisi dengan penyebab timbulnya risiko, untuk mempermudah indentifikasi sebab risiko, sebab risiko bias dikategorikan ke dalam : man, money, method, machine dan materialKolom h diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal) Kolomi diisi dengan C jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atauUC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan risikoKolom j diisi uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi untukMempermudah identifikasi dampak risiko dampak risiko bias dikategorikan ke dalamKeuangan kinerja reputasi dan hukumKolom k diisi dengan pihak/unit yang menderita dampak jika risiko benar-benar terdampak Form 7 CONTOH PENETAPAN KONTEKS RISIKO STRATEGIS OPD id Nama Pemda : Pemerintah Kabupaten XYZ Tahun penilaian : 20XX Periode yang dinilai : Periode RPJMD Tahun 20XX-20XY Urusan pemerintahan : Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan OPD yang dinilai : Dinas Kesehatan No Tujuan/ sasaran Indikator masha | Bebab C/ | Dampak ak yang strategi kenny Uraian Kode | Pemilik Uraian Sumber | UC Uraian terdampak A B C D E F G H I J K 1 | Tujuanmeningkatkanderajatkesehatanmasyarakat PARAF OPD (BAG, HKM Sasaran strategi (1. Angka Pengunaan RSO | Kepala | Kurang Internal | € | Ibu hamil | Dikes OPD kematian layanan 19.0 | Dinas sosialisasi tidak RSUD Meningkatkan ibu kesehatan 2.02 | Keseha | kesehatan mengetahui Masyarakat kesehatan Ibu, melahirkan | rendah 01 |tan keterlibatan prosedur Bayi, Anak dan | 10.000 (persalinan lintas program pelayanan dan reproduksi kelahiran tidak lintas sektor tanda-tanda hidup. dilakukan (posyandu, bahaya 2. Angka pada paskes RT/RW, lurah, kehamilan kematian kunjungan kecamatan, bayi (AKB) | ibu hamil OPD terkait) per 1000 | tidak teratur rendah kelahiran Kualitas RSO | Kepala | Kompetensi Internal | C | Kepuasan Dikes hidup pelayanan 19.0 | Dinas | tenaga masyarakat RSUD 3. Angka APN tidak | 2.02 | Keseha | kesehatan rendah Masyarakat kematian sesuai 02 | tan tentang APN kualitas dan balita dengan SPM (bidan,dokter) efektivitas (AKaBa) per | Kesehatan rendah pelayanan 1000 rendah kelahiran Sarana RSO | Kepala |- alat Internal | C | Kepuasan Dikes hidup pendukung 19.0 | Dinas pendukung masyarakat RSUD 4. Cakup ANC kurang | 2.02 | Keseha ANC tidak rendah Masyarakat memadai 03 | tan kalibrasi kualitas dan Mutasi RSO | Kepala tidak Internal | C | efektivitas tenaga 19.0 | Dinas kalibrasi pelayanan kesehatan 2.02 | Keseha |- Regen dan rendah terlatih 04 | tan alatpendukungANC kurang - Tenagalaboratoriumsystemkepegawaian Keterangan : Kolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan tujuan strategi urusan wajib sebagaimana tercantum dalam RPJMD/Restra Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan strategi aa . Tap Pa PARAF Kolom d diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko Gpp BAG. BKM Y Z Kolom e diisi dengan kode risiko Kolom f diisi dengan pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggungjawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko Kolom g diisi dengan penyebab timbulnya risiko, untuk mempermudah indentifikasi sebab risiko, sebab risiko bias dikategorikan ke dalam : man, money, method, machine dan material Kolom h diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal) Kolom i diisi dengan C jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atau UC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan risiko Kolom j diisi uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi untuk Mempermudah identifikasi dampak risiko dampak risiko bias dikategorikan ke dalam Keuangan kinerja reputasi dan 30okum Kolom k diisi dengan pihak/unit yang menderita dampak jika risiko benar-benar terdampak Form 8 PENETAPAN KONTEKS RISIKO OPERASIONAL OPD Nama Pemda : Pemerintah Kabupaten XYZ Tahun Penilaian : 20XX Tujuan Strategis : Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Sasaran Strategis OPD : Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Urusan Pemerintahan : Urusan Wajib Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan OPD yang dinilai : Dinas Kesehatan Risiko Risiko Dampak . Pihak jl Kegiatan Indikator 0. . 4 2 . yang o keluaran | Tahap Uraian Kode Pemilik Uraian Sumber | UC Uraian terdampa k A B Cc D E F G H I J K L Jaminan Terbayar | Pertang | Pertanggungjwab | ROO | Kepala Dinas | Berkas Internal | C | Pembayaran Kepala persalinan | kannya | gung an tidak tepat | 19.02 | Kesehatan/Ke | dokumentasi tidak dapat | Daerah (DAK NON jaminan | jawaban | waktu 02.01 | pala Bidang | pasien segera Rumah FISIK) Kesmas terlambat direalisasikan | Sakit dilengkapi oleh Masyarak rumah sakit at Pertang | Pengadministrasi | ROO | Kepala Dinas | Berkas Internal | C | Pembayaran Kepala gung an tidak tepat | 19.02 | Kesehatan/Ke | dokumentasi tidak dapat | Daerah jawaban | waktu 02.02 | pala Bidang | pasien segera Rumah Kesmas terlambat direalisasikan | Sakit PARAF OPD IBAG. HKM 4 dilengkapi oleh Masyarak rumah sakit at Pelapo- | Laporan realisasi | ROO | Kepala Dinas | Rumah sakit | Internal Dana DAK | Kepala ran keuangan 19.02 | Kesehatan/Ke | (RS.M.Yunus) triwulan Daerah kesulitan 02.03 | pala Bidang | menyampaikan berikutnya Rumah mengumpulkan Kesmas tidak SakitMasyarakat Pemanta | Kegagalan ROO | Kepala Dinas | Evaluasi Internal Anggaran Kepala uan dan | mengidentifikasi | 19.02 | Kesehatan/Ke | dilakukan Jampersal Daerah evaluasi | permasala- han 02.04 | pala Bidang | terbatas pada tidak terserap | Rumah Kesmas output (jumlah 1000 Sakit Bumil Masyarakat Pemberian | Terlaksa | Perenca | Data ibu hamil | ROO | Kepala Dinas | Kurangnya Internal Perencanaan Kepala layanan na naan miskin yang | 19.02 | Kesehatan/Ke | koordinasi kurang tepat Daerah kegiatan belum memiliki | 02.05 | pala Bidang | dengan Dinas Rumah jaminan Kesmas Sosial Sakit kesehatan Masyarak lainnya dari at kecamatan dan kelurahan belum adaPerhitungan ROO | Kepala Dinas | Tidak ada | Internal Terlambatnya | Kepala kebutuhan dana | 19.02 | Kesehatan/Ke | database pelayanan Daerah tidak tepat 02.06 | pala Bidang Rumah Kesmas SakitMasyarakat Perenca | Adanya pasien | ROO | Kepala Dinas | Tidak ada | Internal Rendahnya Kepala naan yang masih | 19.02 | Kesehatan/Ke | database kepuasan Daerah dikenakan biaya | 02.07 | pala Bidang masyarakat Rumah oleh RS/Bidan Kesmas Sakit (Double claim) Masyarakat Perenca | Proses cross | ROO | Kepala Dinas | Tidak ada | Internal Terlambat Kepala naan check data | 19.02 | Kesehatan/Ke | database pelayanan Daerah dengan BPJS dan | 02.08 | pala Bidang Rumah Jamkeskot yang: Kesmas Sakit PARAF OPD IBAG. HKM membutuhkanwaktu lama Masyarakat Keterangan : Kolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan tujuan strategi urusan wajib sebagaimana tercantum dalam RPJMD/Restra Kolom c diisi dengan indikator kinerja tujuan strategi Kolom d diisi dengan uraian peristiwa yang merupakan risiko Kolom e diisi dengan kode risiko Kolom f diisi dengan pemilik risiko, pihak/unit yang bertanggungjawab/ berkepentingan untuk mengelola risiko Kolom g diisi dengan penyebab timbulnya risiko, untuk mempermudah indentifikasi sebab risiko, sebab risiko bias dikategorikan ke dalam : man, money, method, machine dan materialKolom h diisi dengan sumber risiko (eksternal/internal) Kolomi diisi dengan C jika unit kerja mampu untuk mengendalikan penyebab risiko, atau UC jika unit kerja tidak mampu mengendalikan risikoKolomj diisi uraian akibat yang ditimbulkan jika risiko benar-benar terjadi untuk Mempermudah identifikasi dampak risiko dampak risiko bias dikategorikan ke dalamKeuangan kinerja reputasi dan hukumKolom k diisi dengan pihak/ unit yang menderita dampak jika risiko benar-benar terjadi Form 9 Contoh Formulir Kertas Kerja Hasil Analisis Risiko Nama Pemda Tahun Perilaian Tujuan Strategis Urusan pemerintahan : Pemerintah Provinsi XYZ : 2018 : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat : Urusan wajib pelayanan dasar bidang kesehatan Analisis Risiko No Risiko yang teridentifikasi Kode Risiko Skai - - ala 0. Skala Dampak Kentangkiaan Skala Risiko A B Ke. b E F IT | Risiko strategis pemda 1 | Penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) rendah RSP.19.01.01.01 3 3 9 2 | Pelayanan kesehatan belum memeriuhi SPM Bidarig Kesehatan | RSP.19.01.01.01 4 4 16 | PARAF OPD IBAG. HKM er5 1N U Risiko Strategis OPD 1 : Dinas Kesehatan 1 Penggunaan layanan kesehatan rendah (persalinan tidak | RSP.19.01.01.02 4 3 12 dilakukan pada faskes, kunjungan ibu hamil tidak teratur) 2 | Kualitas pelayanan APN tidak sesuai SPM Kesehatan RSP.19.01.01.03 4 4 16 3 | Sarana pendukung ANC kurang memadai RSP.19.01.01.04 4 pa, 8 4 | Mutasi tenaga kesehatan terlatih RSP.19.01.01.05 4 3 12 II | Risiko Operasional OPD 1 : Dinas Kesehatan 1 | Data ibu hamil miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan | RSP.19.01.01.06 4 4 16 lainnya dari kecamatan dan kelurahan belum ada 2 | Perhitungan kebutuhan dana tidak tepat RSP.19.01.01.07 2 2 4 3 | Proses cross check data dengan BPJS dan Jamkeskot yang | RSP.19.01.01.08 3 2 6 membutuhkan yang membutuhkan waktu lama 4 | Adanya pasien yang masih dikenakan biaya oleh RS/Bidan | RSP.19.01.01.09 3 1 3 (dobel clime) 5 | Pertanggungjawaban tidak tepat waktu RSP.19.01.01.10 4 3 12 6 | Pengadministrasian tidak tepat waktu RSP.19.01.01.11 4 2 8 7 | Laporan realisasi keuangan Triwulan kesulitan | RSP.19.01.01.12 4 2 8 mengumpulkan administrasi syarat pencairan yaitu kelengkapan klaim berupa dokumentasi 8 | Kegagalan RSP.19.01.01.13 4 3 12 Keterangan : Kolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan risiko yang teridentifikasi sesuai lampiran 6a dan 6b Kolom c diisi dengan kode risiko sesuai lampiran 6a dan 6b Kolom d diisi dengan skala dampak berdasarkan perhitungan rata-rata/modus skala dampak yang diberikan peserta diskusiKolom e diisi dengan skala kemungkinan berdasarkan perhitungan rata-rata/modus kemungkinan yang diberikan peserta diskusiKolom f diisi dengan hasil perkalian antara skala dampak dan skala kemungkinan. PARAF OPD BA . HKM Form 10 Contoh Formulir Kertas Kerja Daftar Risiko Prioritas Nama PemdaTahun PenilaianTujuan StrategisUrusan Pemerintahan : Pemerintah Kabupaten XYZ : 20XX : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat : Urusan wajib pelayanan dasar bidang kesehatan No Risiko Prioritas Kode Risiko Skala | Pemilik Penyebab Dampak Risiko | Risiko A B Cc D E F G 1 | Pelayanan kesehatan belum | RSP.19.01.01.02 9 Kepala | 1. Sarana Prasarana | AKI Tinggi memenuhi SPM Bidang Kesehatan Daerah belum memadai | AKB tinggi (puskesmas POHED | Peningkatan kasus gizi buruk tidak tersedia) Kasus HIV meningkat 2. Jumlah tenaga | Kasus TB Meningkat kesehatan belum | Angka kejadian penyakit tidak memadai (tenaga | menular (PTM) tinggi laboratorium) Angka kejadianpenyakit menular tinggi Angka stunting tinggi II | Risiko Strategis OPD 1 1 (Sarana Pendukung ANC kurang | RSP.19.01.01.02 16 Kepala | - Alat pendukung ANC | Kualitas pelayanan ANC tidak memadai Daerah tidak dikalibrasi sesuai SPM Kesehatan - Regen dan alat pendukung ANC kurang - Tenaga laboratorium di puskesmas kurang II | Risiko Operasional OPD 1 : Dinas Kesehatan 1 |Data Ibu hamil miskin yang belum | RSP.19.01.01.02 16 Kepala | Kurangnya — coordinator | Perencanaan kurang tepat memiliki jaminan kesehatan dari Daerah | dinas sosial kecamatan dan kelurahan belum ada KeteranganKolom a di isi dengan nomor urutKolom b di isi dengan risiko prioritas Kolom c di isi dengan kode risiko Kolom d di isi dengan skala risiko (sesuai lampiran 7) Kolom e di isi dengan pemilik risiko sesuai lampiran 6a dan 6b Kolom f di isi dengan dampak sesuai dengan lampiran 6a dan 6b PARAF OPD IBAG. HKM Tahun Penilaian Form 11 Contoh Formulir Kertas Kerja Penilaian atas Kegiatan Pengendalian yang ada dan masih dibutuhkan : Pemerintah Provinsi XYZ : 20XX Nama Pemerintah Daerah Kn Kondisi lingkungan pengendalian yang kurang memadai Fa Pan anna tindak p erbaikan Penanggung Target waktu ingkurigan pengendalian jawab penyelesaian A B Cc D E I Penegakan integritas dan nilai etika 1 Banyak terjadi pencopotan/mutasi pejabat daerah karena | Analisis kelemahan pengendalian | Inspektorat Triwulan II tersangkut kasus hokum kepatuhan hukum 20XX UH Komitmen terhadap kompetensi | Pegawai belum ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan | Penyusunan peta kompetensi dan BKPSDM Triwulan III | pengalaman perbaikan SOP penempatan 20XX pekerja 2 Kualifikasi dan kompetensi dokter serta tenaga kesehatan di | Rekrutmen dokter dan tenaga Dinas Triwulan III RSUD Kabupaten XYZ belum memenuhi kebutuhan akan | kesehatan Kesehatan 20XX pemberian pelayanan kesehatan diera JKN | Il | Kepemimpinan yang kondusif 1 Pimpinan belum menetapkan kebijakan pengelolaan hidup Penyusunan kebijakan Sekda “Triwulan I pengelolaan risiko 20XX 2 Rencana strategis dan rencana kerja Pemda belum menyajikan | Penilaian risiko rencana strategis | Sekda, BPPD Triwulan I informasi mengenai risiko . | dan rencana kerja 20XX Iv (Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM 1 Pemda belum menginternalisasi budaya sadar risiko Sosialisasi budaya risiko pada Sekda Setiap bulan setiap rapat bulanan 2 Belum terdapat pemberian reward dan atau punishment atas Kajian rancangan pemberian BKPSDM Triwulan I pengelolaan risiko reward dan atau punishment atas 20XX pengelolaan risiko PARAF BAG. HKM OPD 1 T Evaluasi kinerja pegawai belum dipertimbangkan dalam | Kajian rancangan perhitungan BKPSDM Triwulan I perhitungan penghasilan hasil kinerja terhadap penghasilan 20XX Anggaran pengembangan SDM belum memadai Kebijakan efesiensi penggunaan BKPSDM Triwulan I anggaran 20XX Pemerintah Kabupaten XYZ belum memiliki strategi dalam | Penyusunan strategi pemenuhan Dinas Triwulan II pemenuhan dan pendistribusian SDM Kesehatan di Puskesmas | dan pendistribusian SDM | Kesehatan 20XX Kesehatan (rekomendasi BPK) Pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten XYZ belum | Perbaikan system pemenuhan | Inspektorat Triwulan II memperhatikan tirigkat kebutuhan dalam pemberian pelayanan | tenaga kesehatan di RSUD 20XX Kesehatan Kabupaten XYZ (rekomendasi di BPK) Perwujudan peran APIP yang efektif Inspektorat daerah belum melakukan audit kinerja atas | Perbaikan prosedur pengawasan | Inspektorat Triwulan I penyelenggaraan urusan kesehatan dalam tingkat strategis kinerja dan penyusunan PKPT 20XX Inspektorat KeteranganKolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan kondisi lingkungan pengendalian yang kurang memadai Kolom c diisi dengan perbaikan yang akan dilakukan Kolom d diisi dengan pihak unit pertanggungjawaban untuk menyelenggarakan kegiatan pengendalian Kolom e diisi dengan target waktu penyelesaian RTP PARAF OpD IBAG.,HKM 5 | Form 12 Contoh Formulir Kertas Kerja Penilaian atas Kegiatan Pengendalian yang ada dan masih dibutuhkan Nama Pemda : Pemerintah kabupaten XYZ Tahun Penilaian 1 20XX. Tujuan Strategi : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Urusan Pemerintahan : Urusan wajib pelayanan dasar bidang kesehatan No Risiko Prioritas Kode risiko Uraian Celah Rencana tindak Pemilik/ Target waktu Pengendalian yang pengendalian pengendalian Penanggung | penyelesaian sudah ada jawab a B c. d E f g h I Resiko Strategis Pemda I Pelayanan Kesehatan | RSP.19.01. | SOP Pertolongan | Prosedur Rekutmen Tenaga Kepala Triwulan! | belum memenuhi SPM 01.02 Persalinan Pengendalian Honorer Kesehatan Daerah 20xx Bidang Kesehatan tidak dapat dilaksanakan n Resiko Strategis Dinas Kesehatan I Sarana Pendukung Ante | RSP.19.01. | SOP Kalibrasi Alat | Prosedur Evaluasi atas | KepalaDinas Triwulan I Natal Care (ANC) Kurang 01.03 Pengendalian Implementsi Standar 20xx memadai belum Pelayanan dilaksanakan Puskesmas II | Resiko Operasional Dinas Kesehatan . I Data Ibu Hamil miskin | RSP.19.01. | Junis Penggunaan | Prosedur Evaluasi atas Kepala Triwulan II yang belum memiliki 01.04 DAK Non Fisik | Pengendalian Implementasi Bagian 20xx jaminan kesehatan (Pemenkes no 3 | belum (Pemenkes no 3 lainnya dari kecamatan Tahun 2019) dilaksanakan Tahun 2019) dan kelurahan belum ada J Keterangan PARAF OPD (BAG. HKM Kolom a diisi dengan nomor urut Kolom b diisi dengan resiko prioritas Kolom c diisi dengan kode resiko Kolom d diisi dengan uraian perigendalian yang sudah ada/ terpasang. Agar diungkap tidak hanya nama SOPnya bj 6 Contoh SOP Pemeliharaan : Gedung dibersihkan 2 kali sehari Kolom e diisi dengan alas an tidak efektif:
4.Kebijakan dan prosedur yang tidak ada sesuai dengan peraturan diatasnya Kolomf diisi dengan pengendalian yang masih dibutuhkan Kolom g diisi dengan pihak/ unit penangungjawab untuk menyelenggarakan kegiatan pengendalian Kolom h diisi dengan target waktu penyelesaian RTP BUPATI POHUWATO, ALAOo! PARAF KOORDINASIAIPULA.MBUINGA WAKILBUPATI' SEKDA . ASISTEN PEMKESRA 4 lv ASISTEN coxioeeunwncn Tn! KABAG HUKUM KEPALA ANGpERTUR |") kata .NKCON. KASUBAGYJF. ....... Ba PELAKSANA 4 pm. LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI NOMOR 15 TAHUN 2025 TENTANG PEDOMANPENGELOLAAN RISIKODiLINGKUNGAN PEMERINTAHDAERAH LAPORANPENGELOLAANRISIKO A.Laporanpelaksanaanpenilaianrisiko Kegiatanpenilaianrisikoyangterdiridaripenilaianrisikostrategis pemerintahdaerah,penilaianrisikostrategis(entitas)OPD, danpenilaian risikooperasionalperludisusunlaporanhasilpenilaianrisiko.Sebelum difinalkan,drafdokumenhasilpenilaianrisikotingkatstrategispemerintah daerahperludibicarakandengankepeladaerahdanpihakyangterkait, sedangkandrafdokumenhasilpenilaianrisikotingkatstrategis(entitas)OPD perludibicarakandengankepalaOPDdanpihakyangterkait. Laporan pelaksanaanpenilaianrisikodibuatolehunit pemilikrisiko(UPR disampaikankepadakepaladaerah,dengan tembusankepadasekretariat daerahdanunitkepatuhaninternaldilaporkan keunitkepatuhan,dengan contohoutlinesebagaiberikut: Laporan pelaksanaan penilaian risiko pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato Pendahuluan A. Latar Belakang Bagian ini berisi latar belakang penyusunan laporan pengelolaan risiko serta gambaran umum kebijakan pengelolaan risiko pemerintah daerah. B. Dasar Hukum Bagian ini berisi peraturan-peraturan ataupun kebijakan baik yang berasal dari pemerintah pusat, instansi terkart ataupun peraturan daerah yang menjadi dasar pengelolaan risiko pemerintah daerah baik kebijakan perencanan sampai ke pelaporan pengelolan risiko. C. Maksud dan tujuan 2 Bagian ini berisi maksud dan tujuan dilakukannya pengelolaan risiko di pemerintah daerah. D.Ruanglingkupan Bagianiniberisipenjelasanhal-halyangmenjadi batasan konsepdan kontekspengelolanrisikopemerintahdaerah. II.PerbaikanLingkunganPengendalianyang Diharapkan A.Kondisilingkungan pengendaliansaatini, PARAF orD IBaG. HKM i III. IV, Bagianiniberisihasilpenilaianawaldanhasilsurveypersepsi,yang selanjtnyadisimpulkankondisilingkungan pengendalianurusan wajib/pilihanpadapemerintahdaerah. B.RencanaPerbaikanLingkunganPengendalian, Bagianiniberisitentangstategisyangakandilakukangunamemperbaiki lingkunanpengendalianyangmendukungpenciptaanbudayapengelolaan risikopemerintahdaerah. Penilaian Risikodan RencanaTindakPengendalian A.PenetapanKonteks/tujuan, Bagianiniberisitentangkonteksstrategispemerintahdaerah,dimana pemerintah daerah dapat memilih beberapaurusanwajib/pilihandengan mempertimbangkanurusanprioritassesuaidenganvisidanmisikepala Daerahataupertimbanganprofesionallainnya, B.HasilIdentifikasiRisiko, Bagianiniberisihasildiskusiunitpemilikterhadapatribut-atributrisiko (uraianrisiko,pemilikrisiko,penyebabrisiko,sumberrisiko,sifat penyebabrisikoapakahdapatdikendalikan(controllable)atautidakdapat dikendalikan(uncontrolltable)olehpemilikRisiko,dampakrisiko,serta penerimadampakrisiko. C.Hasil Analisis Risiko Bagianiniberisiskalarisiko,matrikrisiko,hasilanalisisrisikosesuaiurutan kategori sertaRTPyangmerupakanhasil dari analisisdampakdan kemungkinan daririsikoyang sudahdiidentifikasi. D.Pengendalianyang sudahdilakukan Bagianiniberisihasilidentifikasiterhadap pengendalianyang sudah ada dipemerintah daerahyangterkaitdenganrisikoyangdiprioritaskanuntuk ditangani(dikelola)darihasilanalisisresiko E.Pengendalianyang masih dibutuhkan Bagianiniberisihasilidentifikasipengendalianyang masih dibutuhkan atauperludibangununtukmasing-masingrisiko prioritasurusan wajib/pilihankarenamasih adacelahpengendaliandaripengendalian yangsudahdilakukanolehpemerintahdaerah. Rancanganinformasidankomunikasi Bagianiniberisihasilrancanganinformasidankomunikasi yang dibutuhkanagar pihak-pihakyangterlibatdalampengendalianmengetahui keberadaandanmenjalankanpengendaliansesuaiyangdiinginkan. Rancangan pemantauan Bagianiniberisimekanisme pemantauanyang akandijalankanuntuk memastikanbahwarisikodapat dipantauketerjadiannyadanpengendalian yangtelahdirancangdlaksanakandanberjalanefektif. PARAF OPD IBAG. HKM ? VI. Penutup Bagian ini berisi simpulan rancangan penerapan pengelolaan risiko unit pemilik risiko. Lampiran-lampiran (kertas kerja tahapan identifikasi risiko, penilaian risiko, hingga RTP serta mengkomunikasian dan monitoringnya) B. Laporan berkala pengelolaan risiko oleh UPR Pelaporan berkala pengelolaan risiko dilakukan secara triwulanan ( triwulan LIl,dan III) dan tahunan ( triwulan IV) oleh unit pemilik risiko (UPR), unit kepatuhan dan komite pengelolaan risiko. lh, Pelaporan unit pemilik risiko (UPR) pelaporan pengelolaan risiko dilakukan secara triwulanan, dan tahunan. Pelaporan untuk tingkat entitas pemerintah daerah dikoordinasikan oleh unit pemilik resiko pemerintah daerah, sedangkan untuk tingkat srtategis OPD dan tingkat operasional OPD di koordinasikan oleh inut pemilik resiko tingkat eselon 2. Kegiatan pelaporan dilakukan sebagai berikut: 1 Laporan tingkat unit kerja, meliputi: