Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Tabanan. Ditetapkan di Singasana pada tanggal 25 Juli 2025 BUPATI TABANAN, I KOMANG GEDE SANJAYA Diundangkan di Singasana pada tanggal 25 Juli 2025 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN TABANAN, I GEDE SUSILA BERITA DAERAH KABUPATEN TABANAN TAHUN 2025 NOMOR 21 ttd ttd LAMPIRAN PERATURAN BUPATI TABANAN NOMOR 21 TAHUN 2025 TENTANG ANALISIS STANDAR BELANJA ANALISIS STANDAR BELANJA I. ASB Non Fisik terdiri dari :
1.Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri Deskripsi Kegiatan pengembangan dan pemasaran industri merupakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri lokal melalui pengembangan destinasi dan daya tarik wisata, penyediaan media dan data pemasaran, standarisasi industri, serta sertifikasi sumber daya manusia. Langkah-langkah ini mencakup promosi produk unggulan daerah, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan jejaring pemasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan industri lokal dapat lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas pengembangan dan pemasaran industri. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 1 menyajikan hasil analisis kegiatan pengembangan dan pemasaran industri. Tabel 1 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 28.749.307,17 22.054.571,77 0,225 Orang Kegiatan 61.023,66 27.372,77 0,053 Adjusted R Square 28,42% Sampel (n) 11 Berdasarkan Tabel 1 belanja untuk kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp28.749.307,17 sedangkan biaya variabel sebesar Rp61.023,66 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp29.548.537,91 dan biaya variabel Rp62.720,12 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan pengembangan dan pemasaran industri adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Yl = Rp28.749.307, 17 + (Rp61.023,66 x orang kegiatan) Y2 = Rp29.548.537,91 + (Rp62.720,12 x orang kegiatan) Belanja kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri yang diperhitungkan dalam ASB 1 sebanyak 9 objek belanja. Tabel 2 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata- rata, batas bawah dan batas atas dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 2 Alokasi Objek Belanja ASB Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,46% 2,26% 1,36% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,19% 2,40% 1,30% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 5,94% 2,54% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 19,72% 8,10% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 0,30% 1,25% 0,77% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 4,59% 18,93% 11,76% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 60,29% 25,52% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 15,76% 65,04% 40,40% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 3,70% 12,80% 8,25% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 107 orang dalam 1 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 107. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu =Rp29.548.537,91 + (Rp62.720,12 x 107 orang kegiatan) Pagu = Rp36.259.590,63 Jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri yang melibatkan 107 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp36.259.590,63. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 2 Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 3 Tabel 3 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 164.991,82 818.354,60 491.673,21 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 70.122,34 870.973,62 470.547,98 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 2.153.182,43 921.690,74 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 7.151.932,81 2.937.527,43 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 107.801,14 453.254,97 280.528,05 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 1.665.518,06 6.865.295,96 4.265.407,01 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 21.859.559,80 9.253.538,65 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 5.715.916,49 23.581.810,08 14.648.863,28 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 1.339.961,74 4.639.666,78 2.989.814,26 Total 9.064.311,60 68.394.031,05 36.259.590,63 Berdasarkan Tabel 3, jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Kegiatan Pengembangan dan Pemasaran Industri yang melibatkan 107 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp36.259.590,63 yang dialokasikan menjadi 9 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rpl.954.912,04 hingga Rp8.058.183,25 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp5.006.547,65.
2.Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah Deskripsi Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah merupakan Kegiatan ini melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi koordinasi antar perangkat daerah untuk memastikan sinergi dan efektivitas program pembangunan daerah. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan tercipta integrasi program lintas sektor, optimalisasi sumber daya, dan pencapaian target pembangunan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Koordinasi yang efektif juga membantu dalam menghindari tumpang tindih program dan memastikan bahwa setiap kegiatan mendukung tujuan pembangunan daerah secara keseluruhan. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas koordinasi kegiatan perangkat daerah. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 4 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah. Tabel 4 Hasil Uji Regresi Kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 66.841.662,41 8.938.241,07 0,000 Orang Kegiatan 34.896,85 1.576,44 0,000 Adjusted R Square 72,02% Sampel (n) 191 Berdasarkan Tabel 4 belanja untuk kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah sebelurn inflasi (Yl) adalah biaya tetap Rp66.841.662,41 sedangkan biaya variabel sebesar Rp34.896,85 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, sehingga biaya tetap rnenjadi Rp68.699.860,63 dan biaya variabel Rp35.866,98 per orang kegiatan. Formula untuk Biaya Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah adalah Y Biaya Tetap + Biaya Variabel Yl = Rp66.841.662,41 + (Rp34.896,85 x orang kegiatan) Y2 = Rp68.699.860,63 + (Rp35.866,98 x orang kegiatan) Belanja kegiatan untuk Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah yang diperhitungkan dalam ASB 2 sebanyak 10 objek belanja. Tabel 5 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas dalam setiap objek belanja tersebut. Tabel 5 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah Objek Belanja Minimum Maksimum Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 6,83% 1,92% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 1,88% 0,87% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 1,78% 0,75% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 21,31% 6,24% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 8,13% 3,39% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 1,58% 0,79% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 100,00% 20,16% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,00% 39,93% 18,47% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,00% 39,05% 12,84% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,00% 95,50% 34,57% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 1.200 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 1.200. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp68.699.860,63 + (Rp35.866,98 x 1.200 orang kegiatan) Pagu = Rp111.740.235,86 Jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah yang melibatkan 1.200 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp111.740.235,86. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 5 Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 6 Tabel 6 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 7.631.343,09 2.146.447,16 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 2.104.757,93 969.024,05 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor - 1.985.426,40 837.887,04 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 23.812.973,39 6.967.347,37 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas - 9.088.657,50 3.790.977,54 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer - 1.769.812,43 884.824,32 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 111.740.235,86 22.527.589,49 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota - 44.619.877,85 20.640.029,54 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia - 43.634.496,03 14.347.908,65 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan - 106.706.393,69 38.628.200,70 Total - 353.093.974,16 111.740.235,86 Berdasarkan Tabel 6, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Koordinasi Kegiatan Perangkat Daerah yang melibatkan 1.200 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp111.740.235,86 yang dialokasikan menjadi 10 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp23.812.973,39 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp6.967.347,37.
3.Monitoring dan Evaluasi Deskripsi Monitoring dan Evaluasi merupakan kegiatan bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program serta kegiatan pembangunan guna memastikan pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Proses ini meliputi pengumpulan data, analisis kinerja, identifikasi permasalahan, dan rekomendasi perbaikan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat dan responsif. Monitoring dan evaluasi yang sistematis memungkinkan penyesuaian strategi dan kebijakan secara tepat waktu, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Monitoring dan Evaluasi adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 7 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan monitoring dan evaluasi. Tabel 7 Hasil Uji Regresi Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 11.513.509,94 3.087.703,90 0,000 Orang Kegiatan 62.319,68 4.170,09 0,000 Adjusted R Square 58,77% Sampel (n) 157 Berdasarkan Tabel 7 belanja untuk kegiatan Monitoring dan Evaluasi sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp11.513.509,94 sedangkan biaya variabel sebesar Rp62.319,68 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % sehingga biaya tetap menjadi Rp11.833.585,51 dan biaya variabel Rp64.052,16 per orang kegiatan. Formula untuk untuk pagu anggaran kegiatan Monitoring dan Evaluasi adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp11.513.509,94 + (Rp62.319,68 x orang kegiatan) Y2 = Rp11.833.585,51+ (Rp64.052,16 x orang kegiatan) Belanja kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang diperhitungkan dalam ASB 3 sebanyak 12 objek belanja. Tabel 8 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 8 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 5,23% 1,62% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 2,23% 0,92% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 10,22% 3,85% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 2,13% 0,77% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 2,76% 0,97% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 14,19% 6,74% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 31,46% 13,75% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,55% 18,82% 9,68% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 1,66% 36,11% 18,89% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,00% 53,26% 23,13% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 1,14% 7,41% 4,28% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 4,16% 26,66% 15,41% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 1.270 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 1.270. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp11.833.585,51 + (Rp64.052,16 x 1.270 orang kegiatan) Pagu = Rp93.179.831,98 Jadi pagu anggaran untuk dua aktivitas Monitoring dan Evaluasi yang melibatkan 1.270 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp93.179.831,98. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 8. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 9. Tabel 9 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 4.872.680,83 1.510.061,27 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 2.073.927,62 859.172,37 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 9.520.868,71 3.584.859,82 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor - 1.984.432,12 720.330,95 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer - 2.569.787,39 899.888,46 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 13.225.592,50 6.279.196,53 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 29.310.702,71 12.813.873,77 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 512.015,14 17.535.930,59 9.023.972,86 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 1.549.694,26 33.646.510,60 17.598.102,43 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 49.627.754,03 21.550.875,00 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 1.064.679,22 6.903.259,80 3.983.969,51 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 3.873.674,04 24.837.384,00 14.355.529,02 Total 7.000.062,65 196.108.830,91 93.179.831,98 Berdasarkan Tabel 9, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Monitoring dan Evaluasi yang melibatkan 1.270 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp93.179.831,98 yang dialokasikan menjadi 12 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp9.520.868,71 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp3.584.859,82.
4.Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Deskripsi Kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat merupakan kegiatan mencakup penyediaan layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Fokus utama meliputi peningkatan aksesibilitas layanan, kualitas fasilitas kesehatan, serta penguatan sistem rujukan dan manajemen kesehatan masyarakat yang berorientasi pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan, sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan produktif. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan) dan jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dan jumlah aktivitas dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 10 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat. Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 284.179.288,26 128.296.967,86 0,030 Orang Kegiatan 77.954,63 38.930,01 0,049 Kegiatan 201.447.125,93 92.117.981,23 0,032 Adjusted R Square 11,90% Sampel (n) 77 Berdasarkan Tabel 10 belanja untuk kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp284.179.288,26 sedangkan biaya variabel sebesar Rp77.954,63 per orang kegiatan dan sebesar Rp201.447.125,90 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp292.079.472,47 sedangkan biaya variabel Rp80.121,77 per orang kegiatan dan sebesar Rp207.047.356,03 per aktivitas. Formula untuk belanja kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp284.179.288,26 + (Rp77.954,63 x orang kegiatan) + (Rp201.447.125,90 x aktivitas) Y2 = Rp292.079.472,47 + (Rp80.121,77 x orang kegiatan) + (Rp207.047.356,03 x aktivitas) Belanja untuk kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat yang diperhitungkan dalam ASB 4 sebanyak 17 objek belanja. Tabel 11 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas tiap-tiap objek belanja. Tabel 11 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,11% 26,58% 13,34% Belanja Barang dan Jasa BOK Puskesmas 0,00% 46,37% 22,55% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 0,00% 16,05% 6,83% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 6,91% 2,50% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 5,86% 2,06% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 3,29% 1,18% Belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga yang Bersifat Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Dibentuk Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan 3,59% 7,56% 5,58% Belanja Obat-Obatan-Obat 9,98% 33,21% 21,60% Belanja Jasa Tenaga Kesehatan 0,00% 22,68% 10,11% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 3,34% 1,11% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,07% 12,31% 6,19% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,00% 4,95% 1,26% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 0,00% 3,99% 1,42% Belanja Jasa Tenaga Laboratorium 0,37% 7,10% 3,74% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 0,58% 0,25% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 0,41% 0,15% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,03% 0,21% 0,12% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 12.198 orang dalam 3 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 12.198. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp292.079.472,47 + (Rp80.121,77 x 12.198 orang kegiatan) + (207.047.356,03 x 3 aktivitas) Pagu = Rp1.890.546.838,06 Jadi pagu anggaran untuk satu aktivitas untuk Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat yang melibatkan 12.198 orang kegiatan dalam 3 aktivitas diestimasikan sebesar Rp1.890.546.838,06. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 11. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 12. Tabel 12 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 2.046.282,68 502.493.477,31 252.269.879,99 Belanja Barang dan Jasa BOK Puskesmas - 876.653.897,80 426.389.744,16 Belanja Bahan- Bahan Lainnya - 303.467.392,02 129.174.910,51 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 130.678.998,97 47.354.143,02 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 110.691.578,66 39.035.834,45 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 62.241.698,32 22.246.471,67 Belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga yang Bersifat Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Dibentuk Berdasarkan Peraturan Perundang- Undangan 67.959.496,17 142.986.429,91 105.472.963,04 Belanja Obat- Obatan-Obat 188.730.748,49 627.832.712,65 408.281.730,57 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan - 428.845.864,48 191.189.152,54 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 63.123.735,96 20.928.509,39 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 1.240.898,98 232.780.290,94 117.010.594,96 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia - 93.510.899,52 23.867.300,62 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota - 75.491.602,21 26.804.735,56 Belanja Jasa Tenaga Laboratorium 7.086.395,56 134.217.709,26 70.652.052,41 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 10.940.113,65 4.719.251,51 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 7.717.156,99 2.886.710,94 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 604.700,63 3.921.004,82 2.262.852,72 Total 267.668.522,51 3.807.594.563,47 1.890.546.838,06 Berdasarkan Tabel 12, jadi pagu anggaran untuk Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat yang melibatkan 12.198 orang kegiatan dalam 3 aktivitas diestimasikan sebesar Rp1.890.546.838,06 yang dialokasikan menjadi 17 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp130.678.998,97 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp47.354.143,02.
5.Pelayanan Sosial Bagi Masyarakat Deskripsi Pelayanan Sosial bagi Masyarakat merupakan kegiatan bertujuan untuk memberikan layanan sosial kepada individu, keluarga, dan kelompok rentan guna memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Layanan mencakup bantuan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan komunitas, serta perlindungan terhadap kelompok marginal untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan sosial. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang mendukung, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pelayanan Sosial bagi Masyarakat adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan) dan jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dan jumlah aktivitas dalam pelayanan sosial bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 13 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat. Tabel 13 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 2.118.918,91 87.070.085,91 0,981 Orang Kegiatan 346.628,23 120.502,89 0,009 Kegiatan 41.929.741,34 62.537.630,96 0,510 Adjusted R Square 30,20% Sampel (n) 25 Berdasarkan Tabel 13 belanja untuk kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp2.118.918,91 sedangkan biaya variabel sebesar Rp346.628,23 per orang kegiatan dan sebesar Rp41.929.741,34 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp2.177.824,86 sedangkan biaya variabel Rp356.264,50 per orang kegiatan dan sebesar Rp43.095.388,15 per aktivitas. Formula untuk belanja kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp2.118.918,91+ (Rp346.628,23 x orang kegiatan) + (Rp41.929.741,34 x aktivitas) Y2 = Rp2.177.824,86+ (Rp356.264,50 x orang kegiatan) + (Rp43.095.388,15 x aktivitas) Belanja untuk kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat yang diperhitungkan dalam ASB 5 sebanyak 11 objek belanja. Tabel 14 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata- rata, batas bawah dan batas atas dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 14 Alokasi Objek Belanja ASB Kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 2,16% 1,00% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 29,55% 9,10% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,00% 10,05% 2,56% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 20,96% 6,09% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 0,00% 8,05% 2,34% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 7,86% 3,55% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,91% 6,61% 3,76% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 1,85% 23,25% 12,55% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 1,77% 58,80% 30,28% Belanja Jasa Tenaga Penanganan Sosial 10,98% 32,01% 21,49% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,00% 16,96% 7,26% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 300 orang dalam 1 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 300. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp2.177.824,86+ (Rp356.264,50 x 300 orang kegiatan) + (Rp43.095.388,15 x 1 aktivitas) Pagu = Rp152.152.562,15. Jadi pagu anggaran untuk Pelayanan Sosial bagi Masyarakat yang melibatkan 300 orang kegiatan dalam 1 aktivitas diestimasikan sebesar Rp152.152.562,15. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 14. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 15. Tabel 15 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pelayanan Sosial bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 3.285.849,46 1.524.066,47 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 44.955.991,62 13.852.027,99 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 15.284.275,36 3.897.710,76 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 31.892.406,16 9.273.039,17 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 12.247.906,06 3.566.238,88 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas - 11.965.341,53 5.398.145,34 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 1.381.072,50 10.059.716,42 5.720.394,46 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 2.822.041,45 35.369.604,49 19.095.822,97 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 2.685.537,11 89.461.356,96 46.073.447,04 Belanja Jasa Tenaga Penanganan Sosial 16.699.760,74 48.707.635,49 32703698,11 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia - 25.803.967,88 11.047.970,96 Total 23.588.411,80 329.034.051,44 152.152.562,15 Berdasarkan Tabel 15, jadi pagu anggaran untuk satu aktivitas untuk Pelayanan Sosial bagi Masyarakat yang melibatkan 300 orang kegiatan dalam 1 aktivitas diestimasikan sebesar Rp152.152.562,15 yang dialokasikan menjadi 11 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp31.892.406,16 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp9.273.039,17.
6.Pemberdayaan bagi Masyarakat Deskripsi Pemberdayaan bagi masyarakat merupakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan penyuluhan, pelatihan, dan pembentukan kelompok masyarakat yang difokuskan pada pengembangan potensi lokal, penguatan kelembagaan, serta peningkatan akses terhadap sumber daya ekonomi dan sosial. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan yang dihadapi secara mandiri, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pemberdayaan bagi Masyarakat adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas pemberdayaan bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 16 menyajikan hasil analisis kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat. Tabel 16 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pemberdayaan bagi Masyarakat Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 15.955.282,77 49.830.919,56 0,752 Orang Kegiatan 375.158,35 33.543,41 0,000 Adjusted R Square 83,79% Sampel (n) 25 Berdasarkan Tabel 16 belanja untuk kegiatan Pemberdayaan bagi Masyarakat sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp15.955.282,77 sedangkan biaya variabel sebesar Rp375.158,35 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp16.398.839,63 dan biaya variabel Rp385.587,75 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp15.955.282,77 + (Rp375.158,35 x orang kegiatan) Y2 = Rp16.398.839,63 + (Rp385.587,75 x orang kegiatan) Belanja kegiatan Pemberdayaan bagi Masyarakat yang diperhitungkan dalam ASB 6 sebanyak 16 objek belanja. Tabel 17 menunjukkan alokasi objek belanja, ke dalam proporsi nilai rata- rata, batas bawah dan batas atas tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 17 Alokasi Objek Belanja ASB Kegiatan Pemberdayaan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 7,36% 3,22% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 2,43% 0,71% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 0,60% 0,28% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 0,00% 3,59% 1,41% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 0,41% 0,17% Belanja Natura dan Pakan-Natura 0,00% 18,63% 4,99% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Perabot Kantor 0,00% 0,62% 0,22% Honorarium Penyuluhan atau Pendampingan 0,00% 7,13% 3,17% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 0,57% 36,80% 18,69% Belanja Sewa Alat Kantor Lainnya 0,96% 10,24% 5,60% Belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga yang Bersifat Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Dibentuk Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan 1,44% 4,60% 3,02% Belanja Sewa Bangunan Gedung Tempat Pertemuan 0,78% 4,90% 2,84% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,72% 3,66% 2,19% Belanja Bahan-Bahan/Bibit Tanaman 0,00% 0,88% 0,36% Belanja Natura dan Pakan-Pakan 14,58% 83,23% 48,91% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 3,02% 5,42% 4,22% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pemberdayaan bagi Masyarakat dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 2.624 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 2.624. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp16.398.839,63 + (Rp385.587,75 x 2.624 orang kegiatan) Pagu = Rp1.028.181.101,81 Jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Pemberdayaan bagi Masyarakat yang melibatkan 2.624 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp1.028.181.101,81. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 17. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 18. Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 75.632.620,75 33.114.692,35 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 24.942.506,62 7.299.720,88 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 6.190.130,91 2.915.481,70 Belanja Bahan- Bahan Lainnya - 36.876.371,42 14.464.853,83 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 4.255.245,51 1.798.641,55 Belanja Natura dan Pakan-Natura - 191.568.989,65 51.337.374,68 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Perabot Kantor - 6.406.005,79 2.215.338,87 Honorarium Penyuluhan atau Pendampingan - 73.319.542,05 32.552.580,80 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 5.869.899,11 378.407.199,47 192.138.549,29 Belanja Sewa Alat Kantor Lainnya 9.819.623,86 105.334.071,49 57.576.847,68 Belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga yang Bersifat Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Dibentuk Berdasarkan Peraturan Perundang- Undangan 14.848.422,89 47.255.296,51 31.051.859,70 Belanja Sewa Bangunan Gedung Tempat Pertemuan 7.984.693,43 50.384.249,89 29.184.471,66 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 7.447.744,62 37.645.162,58 22.546.453,60 Belanja Bahan- Bahan/Bibit Tanaman - 9.076.334,06 3.742.046,07 Belanja Natura dan Pakan-Pakan 149.927.286,81 855.773.154,41 502.850.220,61 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 31.080.559,51 55.703.377,55 43.391.968,53 Berdasarkan Tabel 18, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Pemberdayaan bagi Masyarakat yang melibatkan 2.624 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp1.028.181.101,81 yang dialokasikan menjadi 9 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp75.632.620,75 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp33.114.692,35.
7.Pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara Deskripsi Pembinaan bagi ASN merupakan kegiatan difokuskan pada peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui berbagai program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan evaluasi kinerja, ASN diharapkan dapat memahami dan melaksanakan tugas serta fungsi mereka secara efektif dan efisien. Kegiatan ini juga mencakup pengembangan karier, penegakan disiplin, serta penerapan nilai-nilai etika dan moral dalam pelayanan publik, guna mewujudkan birokrasi yang responsif, transparan, dan akuntabel. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam kegiatan ASB Pembinaan bagi ASN adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas pembinaan bagi ASN. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 19 menyajikan hasil analisis kegiatan pembinaan bagi ASN. Tabel 19 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pembinaan bagi ASN Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 42.742.854,32 25.432.369,13 0,098 Orang Kegiatan 357.212,73 14.312,81 0,000 Adjusted R Square 91,60% Sampel (n) 58 Berdasarkan Tabel 19 belanja untuk kegiatan Pembinaan bagi ASN sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp42.742.854,32 sedangkan biaya variabel sebesar Rp357.212,73 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp43.931.105,67 dan biaya variabel Rp367.143,24 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan pembinaan bagi ASN adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp42.742.854,32 + (Rp357.212,73 x orang kegiatan) Y2 = Rp43.931.105,67 + (Rp367.143,24 x orang kegiatan) Belanja untuk kegiatan Pembinaan bagi ASN yang diperhitungkan dalam ASB 7 sebanyak 14 objek belanja. Tabel 20 menunjukkan alokasi belanja ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 20 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pembinaan bagi ASN Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 0,29% 0,10% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 0,16% 0,07% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 1,03% 0,26% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 1,95% 0,55% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 5,60% 1,56% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 2,33% 0,79% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 0,19% 0,08% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,00% 5,70% 2,45% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,00% 4,93% 1,97% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,58% 1,54% 1,06% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,00% 36,89% 15,66% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 1,20% 5,92% 3,56% Belanja Kursus Singkat/Pelatihan 11,24% 40,25% 25,74% Belanja Diklat Kepemimpinan 46,16% 46,16% 46,16% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pembinaan bagi ASN dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 268 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 268. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp43.931.105,67 + (Rp367.143,24 x 268 orang kegiatan) Pagu = Rp142.325.494,86 Jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas Pembinaan bagi ASN yang melibatkan 268 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp142.325.494,86. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 20. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 21. Tabel 21 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 413.896,59 143.904,85 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor - 226.279,03 94.169,07 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 1.461.182,45 369.373,98 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas - 2.770.273,61 784.853,97 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 7.964.292,14 2.218.895,86 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 3.311.190,55 1.121.790,06 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer - 264.073,26 109.904,55 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota - 8.114.742,05 3.480.996,67 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia - 7.021.842,38 2.799.584,19 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 828.932,04 2.188.189,32 1.508.560,68 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 52.500.712,95 22.288.643,29 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 1.703.697,99 8.431.239,79 5.067.468,89 Belanja Kursus Singkat/Pelatihan 16.001.333,78 57.281.363,46 36.641.348,62 Belanja Diklat Kepemimpinan 65.696.000,17 65.696.000,17 65.696.000,17 Berdasarkan Tabel 21, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Pembinaan bagi ASN yang melibatkan 268 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp142.325.494,86 yang dialokasikan menjadi 14 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp3.311.190,55 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp1.121.790,06.
8.Pembinaan bagi Masyarakat Deskripsi Pembinaan bagi Masyarakat merupakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat melalui proses pembinaan yang sistematis dan berkesinambungan. Melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan, guna menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam Pembinaan bagi Masyarakat adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan) dan jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dan jumlah aktivitas dalam pembinaan bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 22 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat. Tabel 22 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 8.248.471,72 19.239.500,37 0,670 Orang Kegiatan 96.492,41 10.020,13 0,000 Kegiatan 15.786.707,01 12.707.531,51 0,219 Adjusted R Square 69,56% Sampel (n) 60 Berdasarkan Tabel 22 belanja untuk kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp8.248.471,72 sedangkan biaya variabel sebesar Rp96.492,41 per orang kegiatan dan sebesar Rp15.786.707,01 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp8.477.779,24 sedangkan biaya variabel Rp99.174,90 per orang kegiatan dan sebesar Rp16.225.577,47 per aktivitas. Formula untuk belanja kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp8.248.471,72+ (Rp96.492,41 x orang kegiatan) + (Rp15.786.707,01 x aktivitas) Y2 = Rp8.477.779,24 + (Rp99.174,90 x orang kegiatan) + (Rp16.225.577,47 x aktivitas) Belanja kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat yang diperhitungkan dalam ASB 8 sebanyak 16 objek belanja. Tabel 23 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 23 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 2,58% 0,97% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 1,09% 0,47% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,00% 2,89% 1,14% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 13,32% 4,01% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 7,62% 3,16% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 2,79% 0,79% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,00% 16,75% 8,04% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,00% 16,27% 7,01% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,00% 19,71% 8,17% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 0,00% 9,99% 3,22% Belanja Sewa Bangunan Gedung Tempat Pertemuan 0,22% 6,40% 3,31% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,00% 22,60% 10,43% Belanja Natura dan Pakan-Natura 0,00% 14,81% 7,37% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 2,46% 17,31% 9,88% Honorarium Penyuluhan atau Pendampingan 8,48% 19,63% 14,05% Belanja Jasa Tenaga Pelayanan Umum 15,89% 20,06% 17,97% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 12.198 orang dalam 3 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 12.198. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp8.477.779,24 + (Rp99.174,90 x 12.198 orang kegiatan) + (Rp16.225.577,47 x 3 aktivitas) Pagu = Rp1.266.889.915,49 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat yang melibatkan 12.198 orang kegiatan dalam 3 aktivitas diestimasikan sebesar Rp1.266.889.915,49. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel
23.Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 24. Tabel 24 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 32.653.411,05 12.290.869,66 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 13.797.829,27 5.968.215,23 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 36.669.311,64 14.384.507,40 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 168.736.995,75 50.835.986,97 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 96.485.377,64 39.987.984,16 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 35.314.901,15 10.041.775,39 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 212.160.751,40 101.910.907,53 Honorarium Narasumber atau - 206.164.213,43 88.859.489,96 Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 249.661.899,55 103.492.377,49 Belanja Bahan- Bahan Lainnya - 126.513.343,76 40767046,48 Belanja Sewa Bangunan Gedung Tempat Pertemuan 2.824.231,10 81.034.025,70 41.929.128,40 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan - 286.331.190,33 132.103.632,09 Belanja Natura dan Pakan-Natura - 187.665.515,87 93.389.868,86 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 31.188.073,91 219.242.783,84 125.215.428,87 Honorarium Penyuluhan atau Pendampingan 107.402.284,13 248.672.775,48 178.037.529,81 Belanja Jasa Tenaga Pelayanan Umum 201.259.816,30 254.090.518,08 227.675.167,19 Total 342.674.405,44 2.455.194.843,95 1.266.889.915,49 Berdasarkan Tabel 24, jadi pagu anggaran untuk 3 aktivitas untuk kegiatan Pembinaan bagi Masyarakat yang melibatkan 12.198 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp1.266.889.915,49 yang dialokasikan menjadi 16 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp96.485.377,64 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp39.987.984,16.
9.Pemeliharaan Bangunan Deskripsi Pemeliharaan bangunan merupakan kegiatan mencakup upaya sistematis untuk menjaga dan meningkatkan kondisi fisik bangunan agar tetap layak fungsi, aman, dan nyaman digunakan. Melalui inspeksi rutin, perawatan preventif, dan perbaikan kerusakan, kegiatan ini memastikan bahwa bangunan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan publik secara optimal. Pemeliharaan bangunan juga mempertimbangkan aspek efisiensi biaya, keberlanjutan lingkungan, serta kepatuhan terhadap standar teknis dan regulasi yang berlaku Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pemeliharaan Bangunan adalah biaya pemeliharaan bangunan. Belanja ini mencakup pengadaan bahan bangunan dan jasa konsultansi teknis guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan bangunan, baik secara rutin maupun berkala. Alokasi ini tidak terlepas dari keterkaitannya dengan belanja pembangunan dan pengadaan fisik seperti belanja bahan-bahan bangunan dan konstruksi, serta jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik. Pemeliharaan dilakukan terhadap bangunan gedung tempat kerja, khususnya gedung kantor dan taman, untuk menjaga fungsionalitas, estetika, dan kenyamanan lingkungan kerja. Selain itu, juga mencakup belanja modal untuk pembangunan berbagai jenis bangunan dan fasilitas pendukung, antara lain bangunan fasilitas umum, gedung kantor, gedung olahraga, pos jaga, instalasi air bersih atau air baku, pagar, dan rumah negara golongan II, yang semuanya merupakan bagian dari siklus pengelolaan aset bangunan yang saling terkait dan berkelanjutan. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh besarnya rencana belanja yang dikeluarkan oleh OPD untuk membiayai pemeliharaan bangunan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 25 menyajikan hasil analisis regresi kegitan pemeliharaan bangunan. Tabel 25 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pemeliharaan Bangunan Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 520.281,73 2.721.205,26 0,850 Biaya Pemeliharaan Bangunan 1,01 0,00 0,000 Adjusted R Square 100,00% Sampel (n) 21 Berdasarkan Tabel 25 belanja untuk kegiatan Pemeliharaan Bangunan sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp520.281,73 sedangkan biaya variabel sebesar 1,007 kali rencana biaya pemeliharaan bangunan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp534.745,57 dan biaya variabel 1,035 kali rencana biaya pemeliharaan bangunan. Formula untuk biaya kegiatan pemeliharaan bangunan adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp520.281,73 + (1,007 x rencana biaya pemeliharaan bangunan) Y2 = Rp534.745,57 + (1,035 x rencana biaya pemeliharaan bangunan) Belanja kegiatan Pemeliharaan Bangunan yang diperhitungkan dalam ASB 9 dialokasikan ke dalam 8 objek belanja. Tabel 26 menunjukkan alokasi belanja ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas untuk tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 26 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pemeliharaan Bangunan Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 1,20% 1,68% 1,44% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,28% 0,57% 0,42% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,09% 0,46% 0,27% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,04% 0,42% 0,23% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,10% 0,31% 0,21% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,11% 0,97% 0,54% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,27% 0,55% 0,41% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,10% 0,14% 0,12% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pemeliharaan Bangunan dengan merencanakan biaya pemeliharaan bangunan sebesar Rp418.915.600. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp534.745,57 + (1,035 x Rp418.915.600) Pagu = Rp433.909.202,11 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Bangunan yang direncanakan biaya pemeliharaan bangunan sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp433.909.202,11. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 26. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 27. Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 5.194.992,93 7.295.457,23 6.245.225,08 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 1.217.925,03 2.461.636,36 1.839.780,69 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 381.338,18 1.995.837,71 1.188.587,94 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 168.158,50 1.827.182,77 997.670,63 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 449.376,86 1.332.647,71 891.012,29 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 488.615,12 4.202.090,01 2.345.352,56 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 1.160.460,90 2.376.162,46 1.768.311,68 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 415.322,85 622.984,28 519.153,56 Belanja Pemeliharaan Bangunan 418.114.107,39 418.114.107,93 418.114.107,66 Total 427.590.297,76 440.228.106,45 433.909.202,11 Berdasarkan Tabel 27, pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Bangunan yang direncanakan biaya pemeliharaan bangunannya sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp433.909.202,11 yang dialokasikan menjadi 8 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp1.160.460,90 hingga Rp2.376.162,46 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp1.768.311,68
10.Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Deskripsi Pemeliharaan peralatan dan mesin merupakan kegiatan bertujuan untuk memastikan bahwa peralatan dan mesin milik pemerintah daerah berfungsi dengan baik, efisien, dan memiliki umur pakai yang optimal. Melalui pemeliharaan rutin, kalibrasi, dan perbaikan, kegiatan ini mencegah terjadinya kerusakan yang dapat mengganggu operasional dan pelayanan publik. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pengelolaan suku cadang, dokumentasi riwayat pemeliharaan, serta pelatihan bagi operator, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan peralatan dan mesin dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pemeliharaan Peralatan dan Mesin adalah biaya pemeliharaan peralatan dan mesin. Belanja ini mencakup pengadaan jasa teknisi mekanik dan listrik, serta komponen peralatan untuk mendukung pemeliharaan berkala maupun perbaikan atas berbagai jenis peralatan dan mesin operasional. Alokasi belanja ini tidak terlepas dari keterkaitannya dengan belanja pembangunan dan pengadaan fisik seperti belanja bahan-bahan bangunan dan konstruksi, jasa tenaga teknisi, serta belanja modal peralatan komputer. Kegiatan pemeliharaan mencakup peralatan besar seperti electric generating set, alat kantor dan rumah tangga (alat pembersih, alat pendingin, mebel, meja kerja), peralatan penggandaan, alat studio audio, jaringan telepon, serta berbagai jenis komputer dan perangkat pendukungnya. Selain itu, juga termasuk belanja suku cadang untuk alat angkutan dan peralatan lainnya guna. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh besarnya belanja-belanja yang termasuk ke dalam belanja pemeliharaan peralatan dan mesin tersebut. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 28 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan pemeliharaan peralatan dan mesin Tabel 28 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 554.004,49 255.511,57 0,034 Orang Kegiatan 0,996 0,007 0.000 Adjusted R Square 99,70% Sampel (n) 57 Berdasarkan Tabel 28 belanja untuk kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp554.004,49 sedangkan biaya variabel sebesar 0,996 kali rencana biaya pemeliharaan peralatan dan mesin. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp569.405,81 dan biaya variabel 1,02 kali rencana biaya pemeliharaan peralatan dan mesin. Formula untuk biaya kegiatan pemeliharaan peralatan dan mesin adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp554.004,49 + (0,996 x rencana biaya pemeliharaan peralatan dan mesin) Y2 = Rp569.405,81 + (1,02 x rencana biaya pemeliharaan peralatan dan mesin) Belanja kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin yang diperhitungkan dalam ASB 10 dialokasikan ke dalam 6 objek belanja. Tabel 29 menunjukkan alokasi belanja ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap- tiap objek belanja tersebut. Tabel 29 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,00% 19,31% 8,88% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 1,72% 0,84% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,02% 0,37% 0,20% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,05% 0,43% 0,24% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 4,19% 4,19% 4,19% Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 0,00% 100,00% 85,67% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin dengan merencanakan biaya pemeliharaan peralatan dan mesin sebesar Rp418.915.600. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp569.405,81 + (1,02 x Rp418.915,600) Pagu = Rp429.557.154,39 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin yang direncanakan biaya pemeliharaan peralatan dan mesin sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp429.557.154,39. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 29 Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 30. Tabel 30 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 82.946.644,60 38.129.433,46 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 7.383.024,16 3.587.680,89 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 92.068,87 1.593.945,11 843.006,99 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 219.689,23 1.835.356,52 1.027.522,88 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 17.981.650,37 17.981.650,37 17.981.650,37 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin - 429.557.154,39 367.987.859,80 Total 18.293.408,48 541.297.775,15 429.557.154,39 Berdasarkan Tabel 30, pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin yang direncanakan biaya pemeliharaan peralatan dan mesin sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp429.557.154,39 yang dialokasikan menjadi 6 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor akan berada di rentang nilai Rp92.068,87 hingga Rp1.593.945,11 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp843.006,99.
11.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik Deskripsi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik merupakan kegiatan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana publik milik pemerintah daerah, seperti jalan lingkungan, taman kota, drainase, lampu jalan, dan fasilitas olahraga, berada dalam kondisi layak fungsi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Pemeliharaan dilakukan secara berjenjang rutin harian, bulanan, hingga tahunan sesuai dengan standar inspeksi teknis yang ditetapkan dalam pedoman pemeliharaan tahunan dan berkala. Setiap pekerjaan didasarkan pada rencana kebutuhan pemeliharaan yang disusun oleh kelurahan atau kecamatan, berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan Pembangunan Sarana- Prasarana Kelurahan, sehingga pelaksanaan bersifat partisipatif dan tepat sasaran Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik adalah biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Belanja ini mencakup pengadaan jasa teknisi mekanik dan listrik, jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan rekayasa (termasuk pekerjaan konstruksi bangunan gedung, teknik sipil air, dan transportasi), serta bahan bangunan dan berbagai komponen pendukung untuk mendukung kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana publik secara berkala maupun insidental. Alokasi ini juga mencakup belanja modal pembangunan sarana seperti gedung kantor, tempat pendidikan, rumah potong hewan, fasilitas kesehatan, gudang, taman, menara pengawas, bangunan pembawa irigasi, jalan kabupaten, serta jalan lainnya. Selain itu, termasuk pula belanja untuk rambu bersuar, tanaman, perlengkapan kebakaran hutan, komputer jaringan, peralatan komputer lainnya, peralatan mainframe, dan komponen-komponen rambu-rambu. Pemeliharaan juga mencakup berbagai aset dan fasilitas seperti kendaraan dinas bermotor, alat bengkel bermesin, alat kantor dan rumah tangga (alat pembersih, pendingin, mebel), alat laboratorium, software, bangunan air irigasi sawah, serta perangkat komputer dan jaringannya. Termasuk pula belanja suku cadang alat angkutan dan suku cadang lainnya guna memastikan seluruh sarana dan prasarana publik dapat terus berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh besarnya belanjabelanja yang termasuk ke dalam belanja pemeliharaan sarana dan prasarana publik dalam kegiatan tersebut. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 31 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Tabel 31 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik Keterangan Koefisien Std. Error Signifikan si Constant 282.943.426.03 120.454.988.57 0,023 Orang Kegiatan 1,19 0,04 0.000 Adjusted R Square 93,76% Sampel (n) 51 Berdasarkan Tabel 31 belanja untuk kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp282.943.426,03 sedangkan biaya variabel sebesar 1,194 kali rencana biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp290.809.253,27 dan biaya variabel 1,227 kali rencana biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Formula untuk biaya kegiatan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp282.943.426,03 + (1,194 x rencana biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik) Y2 = Rp290.809.253,27 + (1,227 x rencana biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik) Belanja untuk kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik yang diperhitungkan dalam ASB 11 dialokasikan ke dalam 10 objek belanja. Tabel 32 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap- tiap objek belanja tersebut. Tabel 32 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,0% 0,17% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 0,15% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 0,12% 0,1% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,0% 3,23% 1,5% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 0,0% 0,18% 0,1% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,0% 1,31% 0,5% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,3% 2,38% 1,3% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,0% 0,15% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Perabot Kantor 0,0% 2,27% 0,9% Belanja Jasa Tenaga Pelayanan Umum 23,5% 43,17% 33,3% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Listrik 0,0% 26,34% 11,5% Belanja Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik 0,0% 100,00% 50,7% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik dengan merencanakan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik sebesar Rp418.915.600. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp290.809.253,27 + (1,227 x Rp418.915.600) Pagu = Rp804.898.626,42 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik yang direncanakan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publik sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp804.898.626,42. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 32. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 33. Tabel 33 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 1.344.431,14 542.908,79 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 1.228.038,71 588.152,17 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 13.863,80 941.998,90 477.931,35 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 25.958.694,31 12.344.616,21 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 69.846,61 1.423.018,48 746.432,54 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 10.544.593,31 3.731.214,81 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 2.322.522,12 19.176.213,03 10.749.367,58 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 197.143,60 1.172.921,87 685.032,73 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Perabot Kantor - 18.283.091,32 6.848.899,20 Belanja Jasa Tenaga Pelayanan Umum 188.866.094,74 347.467.273,42 268.166.684,08 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Listrik - 211.994.430,57 92.312.224,54 Belanja Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik - 804.898.626,42 407.705.162,43 Total 191.469.472,86 1.444.433.334,47 804.898.630,42 Berdasarkan Tabel 33, pagu anggaran untuk kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Publik yang direncanakan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana publiknya sebesar Rp418.915.600 diestimasikan sebesar Rp804.898.626,42 yang dialokasikan menjadi 10 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp197.143,60 hingga Rp1.172.921,87 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp685.032,73.
12.Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan Deskripsi Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan merupakan kegiatan Kegiatan ini mencakup pengelolaan alur dokumen dari pencatatan transaksi, pengarsipan fisik/digital, hingga penerbitan laporan kinerja dan keuangan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar tersaji akurat, tepat waktu, dan memenuhi prinsip akuntabilitas publik. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas penatausahaan, penyusunan, penerbitan dokumen dan laporan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 34 menyajikan hasil analisis kegiatan penatausahaan, penyusunan, penerbitan dokumen dan laporan. Tabel 34 Hasil Uji Regresi Kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 1.730.394,39 5.848.432,58 0,768 Orang Kegiatan 149.090,98 16.143,27 0,000 Adjusted R Square 40,86% Sampel (n) 123 Berdasarkan Tabel 34 belanja untuk kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp1.730.394,39 sedangkan biaya variabel sebesar Rp149.090,98 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp1.778.499,35 dan biaya variabel Rp153.235,71 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan penatausahaan, penyusunan, penerbitan dokumen dan laporan adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp1.730.394,39 + (Rp149.090,98 x orang kegiatan) Y2 = Rp1.778.499,35 + (Rp153.235,71 x orang kegiatan) Belanja untuk kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan yang diperhitungkan dalam ASB 12 sebanyak 12 objek belanja. Tabel 35 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 35 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,00% 4,87% 1,54% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00% 5,52% 1,38% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00% 2,66% 1,07% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00% 7,71% 1,87% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 0,00% 5,31% 1,48% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,00% 6,21% 2,48% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 2,35% 10,35% 6,35% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 1,02% 30,24% 15,63% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 15,92% 49,78% 32,85% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 13,85% 43,41% 28,63% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 2,58% 10,30% 6,44% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 0,06% 0,49% 0,28% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 270 orang dalam 1 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 270. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp1.778.499,35 + (Rp153.235,71 x 270 orang kegiatan) Pagu = Rp43.152.141,33 Jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan yang melibatkan 270 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp43.152.141,33. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 35 Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 36. Tabel 36 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor - 2.103.446,56 662.897,08 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 2.380.213,87 597.341,10 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 1.145.897,66 462.801,89 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 3.328.340,27 805.843,16 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer - 2.290.118,55 640.482,80 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas - 2.678.995,43 1.070.328,19 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 1.015.641,41 4.465.685,67 2.740.663,54 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 438.678,58 13.050.226,38 6.744.452,48 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 6.870.298,02 21.479.215,37 14.174.756,69 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 5.976.136,57 18.733.439,30 12.354.787,93 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 1.111.401,54 4.445.606,14 2.778.503,84 Belanja Bahan-Bahan Lainnya 27.691,71 210.873,55 119.282,63 Total 15.439.847,82 76.312.058,76 43.152.141,33 Berdasarkan Tabel 36, jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Penatausahaan, Penyusunan, Penerbitan Dokumen dan Laporan yang melibatkan 270 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp43.152.141,33 yang dialokasikan menjadi 12 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp3.328.340,27dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp805.843,16.
13.Peningkatan Tata Kelola Lembaga Deskripsi Peningkatan tata kelola lembaga merupakan kegiatan ditujukan untuk memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah dan mitra melalui penataan struktur, pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP), audit internal, serta kerja sama antar- lembaga. Intervensi meliputi pelatihan kepemimpinan, manajemen risiko, dan transformasi digital lembaga agar proses bisnis menjadi efektif, efisien, dan adaptif. Outcome yang diharapkan adalah terciptanya tata kelola yang transparan, responsif, dan terintegrasi, sehingga setiap kebijakan mampu dieksekusi dengan kinerja tinggi dan dukungan jejaring kemitraan yang kuat. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Peningkatan Tata Kelola Lembaga adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas peningkatan tata kelola lembaga. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 37 menyajikan hasil analisis kegiatan peningkatan tata kelola lembaga. Tabel 37 Hasil Uji Regresi Kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 64.959.161,08 240.008.432,15 0,788 Orang Kegiatan 641.548,40 244.068,66 0,012 Adjusted R Square 0,13% Sampel (n) 41 Berdasarkan Tabel 37 belanja untuk kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp64.959.161,08 sedangkan biaya variabel sebesar Rp641.548,40 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp66.765.025,76 dan biaya variabel Rp659.383,44 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan peningkatan tata kelola lembaga adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp64.959.161,08 + (Rp641.548,40 x orang kegiatan) Y2 = Rp66.765.025,76 + (Rp659.383,44 x orang kegiatan) Belanja untuk kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga yang diperhitungkan dalam ASB 13 sebanyak 12 objek belanja. Tabel 38 menunjukkan alokasi belanja ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap-tiap objek tersebut. Tabel 38 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga Objek Belanja Jumlah Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 39 0,0% 2% 1,0% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 38 0,0% 17% 7,9% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 37 0,0% 1% 0,7% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 36 0,3% 6% 3,2% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 35 0,0% 3% 1,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 31 0,0% 1% 0,5% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 27 0,0% 4% 1,8% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 13 1,0% 11% 5,8% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 7 6,4% 15% 10,7% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 6 0,4% 11% 5,8% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 5 0,0% 100% 56,1% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 4 0,0% 13% 5,5% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 320 orang dalam 1 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 320. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp66.765.025,76 + (Rp659.383,44 x 320 orang kegiatan) Pagu = Rp277.767.727,73 Jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Peningkatan Tata Kelola Lembaga yang melibatkan 320 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp277.767.727,73. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 38. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 39. Tabel 39 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Peningkatan Tata Kelola Lembaga Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 5.705.065,87 2.694.910,44 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 48.467.012,92 21.834.698,58 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 3.831.306,13 1.866.130,24 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 792.391,53 17.248.960,44 9.020.675,98 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 7.832.993,34 2.991.381,43 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 2.594.305,57 1.267.688,57 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 10.625.694,50 4.912.037,21 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 2.750.583,61 29.598.957,29 16.174.770,45 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 17.741.565,05 41.507.934,95 29.624.750,00 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 1.030.533,47 31.335.302,26 16.182.917,87 Belanja Bahan- Bahan Lainnya - 277.767.727,73 155.812.009,70 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 35.291.974,02 15.385.757,26 Total 22.315.073,66 511.807.235,00 277.767.727,73 Berdasarkan Tabel 39, jadi pagu anggaran untuk 1 aktivitas untuk Peningkatan Tata Kelola Lembaga yang melibatkan 320 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp277.767.727,73 yang dialokasikan menjadi 12 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp10.625.694,50 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp4.912.037,21.
14.Penyediaan Jasa Perkantoran Deskripsi Penyediaan jasa perkantoran merupakan kegiatan membiayai jasa yang menopang operasional kantor, termasuk kebersihan, keamanan, kehumasan, utilitas (listrik, air), serta layanan kurir dan surat-menyurat. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Penyediaan Jasa Perkantoran adalah biaya penyediaan jasa perkantoran. Belanja ini mencakup pengadaan berbagai jenis jasa dan langganan guna mendukung kelancaran operasional kegiatan administrasi dan layanan perkantoran secara rutin dan berkesinambungan. Alokasi ini meliputi belanja jasa pelaksanaan transaksi keuangan, jasa pemasangan instalasi telepon, air, dan listrik, serta penyediaan tenaga pendukung seperti tenaga administrasi, keamanan, kebersihan, ketenteraman dan ketertiban umum, pelayanan umum, supir, hingga teknisi mekanik dan listrik. Selain itu, belanja ini juga mencakup pembayaran jasa kepada pihak ketiga atau pihak lain, serta biaya komunikasi dan langganan seperti kawat, faksimili, internet, TV berlangganan, jurnal, surat kabar, dan majalah. Di dalamnya termasuk pula belanja operasional rutin lainnya seperti pengiriman paket, pembayaran pajak, bea, perizinan, dan tagihan utilitas seperti air, listrik, dan telepon. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh besarnya belanja-belanja yang termasuk ke dalam belanja Penyediaan Jasa Perkantoran. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 40 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan penyediaan jasa perkantoran Tabel 40 Hasil Uji Regresi Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 12.486.619,82 3.438.533,58 0.000 Orang Kegiatan 1,071 0,003 0.000 Adjusted R Square 99,80% Sampel (n) 213 Berdasarkan Tabel 4.40 belanja untuk kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp12.486.619,82 sedangkan biaya variabel sebesar 1,071 kali rencana biaya penyediaan jasa perkantoran. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp12.833.747,85 dan biaya variabel 1,10 kali rencana biaya penyediaan jasa perkantoran. Formula untuk biaya kegiatan penyediaan jasa perkantoran adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp12.486.619,82 + (1,071 x rencana biaya penyediaan jasa perkantoran) Y2 = Rp12.833.747,85 + (1,10 x rencana biaya penyediaan jasa perkantoran) Belanja kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran yang diperhitungkan dalam ASB 14 sebanyak 6 objek belanja. Tabel 41 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tia-tiap objek belanja tersebut. Tabel 41 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 2,7% 17,5% 10,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 0,2% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,0% 1,6% 0,5% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 3,3% 1,5% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,3% 5,7% 3,0% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Benda Pos 0,8% 2,9% 1,9% Belanja Pelayanan Kantor 0,0% 100,0% 83,0% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran dengan merencanakan biaya penyediaan jasa perkantoran sebesar Rp257.600.400. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp12.833.747,85 + (1,10 x Rp257.600.400) Pagu = Rp296.499.436,92 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran yang direncanakan biaya penyediaan jasa perkantoran sebesar Rp257.600.400 diestimasikan sebesar Rp296.499.436,92. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 41. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 42. Tabel 4.42 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 7.956.688,41 51.935.667,69 29.946.178,05 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 501.390,41 183.186,84 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 4.596.275,92 1.493.055,54 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 9.914.789,22 4.322.557,51 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 811.170,61 16.772.834,46 8.792.002,53 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Benda Pos 2.438.096,23 8.675.050,99 5.556.573,61 Belanja Pelayanan Kantor - 296.499.436,92 246.205.882,84 Total 11.205.955,25 388.895.445,59 296.499.436,92 Berdasarkan Tabel 42, pagu anggaran untuk kegiatan Penyediaan Jasa Perkantoran yang direncanakan biaya penyediaan jasa perkantoran sebesar Rp257.600.400 diestimasikan sebesar Rp296.499.436,92 yang dialokasikan menjadi 6 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp4.596.275,92 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp1.493.055,54.
15.Perayaan dan Lomba Deskripsi Perayaan dan lomba merupakan kegiatan mencakup perencanaan, pendanaan, dan penyelenggaraan kejuaraan, lomba seni-budaya, serta pekan olahraga di tingkat sekolah, kecamatan, atau kabupaten, sebagai medium peningkatan prestasi, persatuan, dan promosi kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini wajib menaati pedoman keselamatan dan fair-play termasuk standar peralatan, keamanan peserta, dan protokol medis. Setiap event dirancang secara kolaboratif dengan komunitas, media, dan sponsor untuk memperluas dampak ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan positif. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Perayaan dan Lomba adalah jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah aktivitas dalam kegiatan perayaan dan lomba. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 43 menyajikan hasil analisis kegiatan perayaan dan lomba. Tabel 43 Hasil Uji Regresi Kegiatan Perayaan dan Lomba Keterangan Koefisien Std. Error Signifikan si Constant 1.016.022.857,14 1.128.162.351,70 0,419 Orang Kegiatan 169.691.428,57 670.228.308,37 0,813 Adjusted R Square -23,03% Sampel (n) 6 Berdasarkan Tabel 43 belanja untuk kegiatan Perayaan dan Lomba sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp1.016.022.857,14 sedangkan biaya variabel sebesar Rp169.691.428,57 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp1.044.268.292,57 dan biaya variabel Rp174.408.850,29 per aktivitas. Formula untuk pagu anggaran kegiatan perayaan dan lomba adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp1.016.022.857,14 + (Rp169.691.428,57 x aktivitas) Y2 = Rp1.044.268.292,57 + (Rp174.408.850,29 x aktivitas) Belanja untuk kegiatan Perayaan dan Lomba yang diperhitungkan dalam ASB 15 sebanyak 13 objek belanja. Tabel 4.44 menunjukkan alokasi belanja ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tia-tiap objek belanja tersebut. Tabel 44 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Perayaan dan Lomba Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 1,1% 0,5% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 0,2% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,1% 0,1% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,0% 0,1% 0,1% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,3% 0,7% 0,5% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,1% 0,2% 0,2% Belanja Bahan-Bahan Lainnya 0,0% 0,3% 0,1% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 10,7% 17,8% 14,2% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 2,6% 13,2% 7,9% Belanja Hadiah yang Bersifat Perlombaan 0,3% 7,5% 3,9% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,1% 4,8% 2,5% Belanja Penghargaan atas Suatu Prestasi 49,1% 49,1% 49,1% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 21,0% 21,0% 21,0% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Perayaan dan Lomba dengan mengadakan 2 aktivitas. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp1.044.268.292,57 + (Rp174.408.850,29 x 2 aktivitas) Pagu = Rp1.393.085.993,14 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan perayaan dan lomba dengan mengadakan 2 aktivitas adalah sebesar Rp1.393.085.993,14. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 44. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 45. Tabel 45 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Perayaan dan Lomba Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 14.875.298,23 6.449.623,14 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 38.006,82 2.946.262,91 1.492.134,86 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 963.189,92 1.580.826,71 1.272.008,32 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan 306.217,62 1.207.984,69 757.101,16 Kantor-Bahan Komputer Belanja Makanan dan Minuman Rapat 3.704.425,73 9.119.601,92 6.412.013,83 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 973.834,19 3.262.797,35 2.118.315,77 Belanja Bahan- Bahan Lainnya 493.262,45 3.616.364,18 2.054.813,32 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 148.524.806,34 247.844.448,69 198.184.627,52 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 36.515.906,14 184.191.799,98 110.353.853,06 Belanja Hadiah yang Bersifat Perlombaan 3.968.554,36 104.608.678,05 54.288.616,21 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 1.494.409,69 67.248.435,89 34.371.422,79 Belanja Penghargaan atas Suatu Prestasi 683.443.363,24 683.443.363,24 683.443.363,24 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 291.888.099,94 291.888.099,94 291.888.099,94 Total 1.172.314.076,44 1.615.833.961,79 1.393.085.993,14 Berdasarkan Tabel 45, jadi pagu anggaran kegiatan Perayaan dan Lomba dengan 2 aktivitas diestimasi sebesar Rp1.393.085.993,14 yang dialokasikan menjadi 13 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp3.704.425,73 hingga Rp9.119.601,92 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp6.412.013,83.
16.Sosialisasi bagi Masyarakat Deskripsi Sosialisasi bagi masyarakat merupakan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program dan kebijakan pemerintah daerah melalui penyebaran informasi yang efektif dan terarah. Metode sosialisasi meliputi pertemuan tatap muka, media massa, platform digital, serta kemitraan dengan komunitas lokal. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Sosialisasi bagi Masyarakat adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas sosialisasi bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 46 menyajikan hasil analisis kegiatan sosialisasi bagi masyarakat. Tabel 46 Hasil Uji Regresi Kegiatan Sosialisasi bagi Masyarakat Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 38.608.195,48 18.179.271,43 0,043 Orang Kegiatan 122.800,57 5.287,12 0.000 Adjusted R Square 0,95% Sampel (n) 28 Berdasarkan Tabel 46 belanja untuk kegiatan Sosialisasi bagi Masyarakat sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp38.608.195,48 sedangkan biaya variabel sebesar Rp122.800,57 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp39.681.503,31 dan biaya variabel Rp126.214,43 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan sosialisasi bagi masyarakat adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp38.608.195,48 + (Rp122.800,57 x orang kegiatan) Y2 = Rp39.681.503,31+ (Rp126.214,43 x orang kegiatan) Belanja untuk kegiatan Sosialisasi bagi Masyarakat yang diperhitungkan dalam ASB 16 sebanyak 11 objek belanja. Tabel 47 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 47 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Sosialisasi bagi Masyarakat Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 16,2% 4,4% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 2,9% 0,6% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,0% 2,2% 0,5% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,3% 1,7% 1,0% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,1% 3,5% 1,8% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,0% 28,3% 8,2% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,0% 0,3% 0,1% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,0% 2,2% 1,1% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,0% 100,0% 73,2% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 3,4% 8,3% 5,8% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 1,4% 5,0% 3,2% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Sosialisasi bagi Masyarakat dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 574 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 547. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp39.681.503,31+ (Rp126.214,43 x 574 orang kegiatan) Pagu = Rp112.128.585,77 Jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Sosialisasi bagi Masyarakat yang melibatkan 574 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp112.128.585,77. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 47. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 48. Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,00 18.143.991,94 4.888.894,84 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,00 3.235.485,02 703.048,48 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,00 2.491.641,01 606.739,35 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 280.417,88 1.923.782,26 1.102.100,07 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 135.405,94 3.870.852,10 2.003.129,02 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,00 31.729.059,28 9.175.341,74 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 6.320,13 325.652,91 165.986,52 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 47.398,47 2.472.857,59 1.260.128,03 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,00 112.128.585,77 82.058.922,58 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 3.801.341,26 9.269.567,23 6.535.454,25 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 1.613.613,98 5.644.067,79 3.628.840,89 Total 5.884.497,66 191.235.542,92 112.128.585,77 Berdasarkan Tabel 48, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Sosialisasi bagi Masyarakat yang melibatkan 574 orang kegiatan diestimasi sebesar Rp112.128.585,77 yang dialokasikan menjadi 11 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan bera da di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp31.729.059,28 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp9.175.341,74. 17 Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Deskripsi Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia merupakan kegiatan fokus pada perencanaan dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemerintah daerah, termasuk tenaga kesehatan, pendidikan, dan teknis. Proses ini mencakup analisis kebutuhan pegawai, rekrutmen berbasis kompetensi, penempatan yang tepat, serta pengembangan karier dan retensi pegawai. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan) dan jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dan jumlah aktivitas dalam penyediaan dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 49 menyajikan hasil analisis regresi kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Tabel 49 Hasil Uji Regresi Kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 2.655.225,15 232.954.054,11 0,991 Orang Kegiatan 579.578,36 278.622,39 0,044 Kegiatan 195.059.556,00 103.828.949,77 0,068 Adjusted R Square 20,39% Sampel (n) 42 Berdasarkan Tabel 4.49 belanja untuk kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp2.655.225,15 sedangkan biaya variabel sebesar Rp579.578,36 per orang kegiatan dan sebesar Rp195.059.556,00 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78%, maka biaya tetap menjadi Rp2.729.040,41 sedangkan biaya variabel Rp595.690,64 per orang kegiatan dan sebesar Rp200.482.211,67 per aktivitas. Formula untuk belanja kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp2.655.225,15 + (Rp579.578,36 x orang kegiatan) + (Rp 195.059.556,00 x aktivitas) Y2 = Rp2.729.040,41 + (Rp595.690,64 x orang kegiatan) + (Rp200.482.211,67 x aktivitas) Belanja kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia yang diperhitungkan dalam ASB 17 sebanyak 12 objek belanja. Tabel 4.50 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap- tiap objek belanja tersebut. Tabel 50 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,1% 0,9% 0,5% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,0% 1,4% 0,6% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,1% 5,1% 2,6% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 7,7% 2,3% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,2% 1,0% 0,6% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,0% 16,5% 4,9% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,0% 11,0% 5,1% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,0% 26,7% 11,1% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,0% 89,0% 36,8% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,0% 35,8% 14,4% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,0% 34,7% 14,2% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 1,6% 12,5% 7,0% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 700 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 700. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp2.729.040,41 + (Rp595.690,64 x 700 orang kegiatan) + (Rp200.482.211,67 x 2 aktivitas) Pagu = Rp 820.676.908,32 Jadi pagu anggaran untuk Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia yang melibatkan 700 orang kegiatan dalam 2 aktivitas diestimasikan sebesar Rp 820.676.908,32. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 50. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 51. Tabel 51 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 462.631,53 7.658.849,64 4.060.740,58 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 11.694.729,07 5.070.255,56 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 656.911,98 41.518.242,21 21.087.577,10 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan - 62.807.302,75 18.975.283,58 Kantor- Bahan Cetak Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 1.556.441,82 8.185.718,08 4.871.079,95 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 135.099.966,77 40.005.059,51 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 90.294.517,45 41.653.685,29 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota - 219.001.416,36 91.216.540,83 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan - 730.265.448,23 301.617.960,44 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota - 293.465.946,50 117.941.167,24 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia - 285.052.786,75 116.474.880,97 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 13.110.324,28 102.295.030,23 57.702.677,26 Total 15.786.309,61 1.987.339.954,05 820.676.908,32 Berdasarkan Tabel 51, jadi pagu anggaran untuk Penyediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia yang melibatkan 700 orang kegiatan dalam 2 aktivitas diestimasi sebesar Rp 820.676.908,32 yang dialokasikan menjadi 12 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp135.099.966,77 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp40.005.059,51.
18.Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi Deskripsi Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi merupakan kegiatan pengelolaan data dan informasi kesehatan, pengumpulan data rumah korban bencana kejadian sebelumnya yang belum tertangani, penyelenggaraan pendataan dan informasi sarana hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengupahan, penyediaan data dan informasi keluarga, penyelenggaraan sistem jaringan intra pemerintah daerah, penetapan kebijakan tata kelola keamanan informasi dan jaring komunikasi sandi pemerintah daerah kabupaten/kota, fasilitasi komunikasi pimpinan, pendokumentasian produk hukum dan pengelolaan informasi hukum, analisis data dan informasi perencanaan pembangunan daerah, pengelolaan sistem informasi kepegawaian, penyediaan informasi harga pangan dan neraca bahan makanan, penyelenggaraan sistem komunikasi intra pemerintah daerah, penyediaan data dan penyebaran informasi pariwisata kabupaten/kota, baik dalam dan luar negeri, pendokumentasian produk hukum dan pengelolaan informasi hukum dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi adalah jumlah aktivitas. Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah aktivitas dalam kegiatan pengumpulan, pengelolaan data, sistem informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 52 menyajikan hasil analisis kegiatan pengumpulan, pengelolaan data, sistem informasi dan komunikasi. Tabel 52 Hasil Uji Regresi Kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi. Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 9.735.039,79 725.725.877,90 0,989 Kegiatan 1.355.491.136,78 573.736.682,78 0,025 Adjusted R Square 13,64% Sampel (n) 30 Berdasarkan Tabel 52 belanja untuk kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp9.735.039,79 sedangkan biaya variabel sebesar Rp1.355.491.136,78 per aktivitas. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp10.005.673,90 dan biaya variabel Rp1.393.173.790,38 per aktivitas. Formula untuk pagu anggaran kegiatan pengumpulan, pengelolaan data, sistem informasi dan komunikasi adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp9.735.039,79 + (Rp1.355.491.136,78 x aktivitas) Y2 = Rp10.005.673,90 + (Rp1.393.173.790,38 x aktivitas) Belanja kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi yang diperhitungkan dalam ASB 18 sebanyak 11 objek belanja. Tabel 53 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap-tiap objek belanja tersebut. Tabel 4.53 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 0,1% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor 0,0% 0,2% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 0,4% 0,1% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer 0,0% 0,2% 0,1% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,0% 0,3% 0,2% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,0% 0,5% 0,2% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,0% 0,1% 0,0% Belanja Jasa Tenaga Ahli 2,2% 9,5% 5,9% Belanja Jasa Tenaga Administrasi 18,7% 100,0% 90,6% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 0,2% 0,4% 0,3% Belanja Jasa Konversi Aplikasi/Sistem Informasi 0,2% 4,7% 2,5% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi dengan mengadakan 2 aktivitas. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp10.005.673,90 + (Rp1.393.173.790,38 x 2 aktivitas) Pagu = Rp2.796.353.254,66 Jadi pagu anggaran untuk kegiatan pengumpulan, pengelolaan data, sistem informasi dan komunikasi dengan mengadakan 2 aktivitas adalah sebesar Rp2.796.353.254,66. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 53 Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 54. Tabel 4.54 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata-rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 3.894.436,16 1.833.856,13 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 5.015.856,60 1.666.730,38 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 12.133.957,44 3.535.268,32 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 4.463.638,68 1.934.842,14 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas - 9.475.773,14 4.426.342,08 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 13.638.118,04 6.130.453,90 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 206.539,12 2.375.254,63 1.290.896,88 Belanja Jasa Tenaga Ahli 62.886.976,61 266.664.376,71 164.775.676,66 Belanja Jasa Tenaga Administrasi 523.813.394,37 2.796.353.254,66 2.533.581.337,83 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 4.662.467,37 10.864.548,76 7.763.508,07 Belanja Jasa Konversi Aplikasi/Sistem Informasi 6.150.244,74 132.678.439,82 69.414.342,28 Total 597.719.622,21 3.257.557.654,64 2.796.353.254,66 Berdasarkan Tabel 54, jadi pagu anggaran kegiatan Pengumpulan, Pengelolaan Data, Sistem Informasi dan Komunikasi dengan mengadakan 2 aktivitas adalah sebesar Rp2.796.353.254,66 yang dialokasikan menjadi 11 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata-rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp206.539,12 hingga Rp2.375.254,63 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp1.290.896,88. 19 Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program Deskripsi Penyusunan, pembahasan, dan penetapan kebijakan/program meliputi kegiatan penyusunan kompetensi dasar muatan lokal pendidikan formal dan nonformal, penyusunan dan penetapan RPPLH kabupaten/kota, fasilitasi penyusunan perencanaan pembangunan desa, pelaksanaan penyusunan rencana induk jaringan LLAJ Kabupaten/Kota, penetapan kebijakan daerah mengenai pemberian fasilitas/insentif dan kemudahan penanaman modal, penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah, penyusunan peta lahan pertanian pangan berkelanjutan/LP2B, penyusunan masterplan pengembangan prasarana, sarana, kawasan dan komoditas perkebunan, penetapan pemenuhan persyaratan teknis, fasilitasi penyusunan penjelasan/keterangan dan/atau naskah akademik, pembahasan KUA dan PPAS, pembahasan APBD, penyusunan petunjuk teknis administrasi keuangan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas serta penatausahaan dan pertanggungjawaban sub kegiatan, penyusunan perencanaan kebutuhan barang milik daerah, penetapan wajib pajak daerah, penyusunan rencana kebutuhan, jenis dan jumlah jabatan untuk pelaksanaan pengadaan ASN, penyusunan kompetensi dasar muatan lokal pendidikan dasar, -penyusunan silabus muatan lokal pendidikan dasar, penyusunan regulasi terkait bangunan gedung kabupaten/kota, penyusunan rencana, kebijakan, dan strategi pengembangan jaringan jalan serta perencanaan teknis penyelenggaraan jalan dan jembatan, penyusunan program kerja di bidang kewaspadaan dini, kerja sama intelijen, pemantauan orang asing, tenaga kerja asing dan lembaga asing, kewaspadaan perbatasan antar negara, fasilitasi kelembagaan bidang kewaspadaan, serta penanganan konflik di daerah. Pengembangan Model Berdasarkan konsep ASB berbasis activity based costing system, penggerak biaya (cost driver) yang dapat diidentifikasi dalam ASB Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program.adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan (orang kegiatan). Hal ini berarti besarnya pagu anggaran dipengaruhi oleh jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas penyusunan, pembahasan, dan penetapan kebijakan/program. Metode yang digunakan untuk analisis adalah regresi. Tabel 55 menyajikan hasil analisis kegiatan penyusunan, pembahasan, dan penetapan kebijakan/program. Tabel 55 Hasil Uji Regresi Kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program Keterangan Koefisien Std. Error Signifikansi Constant 52.567.937,06 24.230.761,02 0,033 Orang Kegiatan 81.776,98 24.854,30 0,001 Adjusted R Square 10,82% Sampel (n) 82 Berdasarkan Tabel 55 belanja untuk kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program sebelum inflasi (Y1) adalah biaya tetap Rp52.567.937,06 sedangkan biaya variabel sebesar Rp81.776,98 per orang kegiatan. Biaya kegiatan setelah inflasi (Y2) dengan tingkat inflasi 2,78 % adalah biaya tetap menjadi Rp54.029.325,71 dan biaya variabel Rp84.050,38 per orang kegiatan. Formula untuk pagu anggaran kegiatan pengembangan dan pemasaran industri adalah Y = Biaya Tetap + Biaya Variabel Y1 = Rp52.567.937,06 + (Rp81.776,98 x orang kegiatan) Y2 = Rp54.029.325,71 + (Rp84.050,38 x orang kegiatan) Belanja untuk kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/ Program yang diperhitungkan dalam ASB 19 sebanyak 11 objek belanja. Tabel 56 menunjukkan alokasi belanja, ke dalam proporsi nilai rata-rata, batas bawah dan batas atas ke dalam tiap- tiap objek belanja tersebut. Tabel 56 Alokasi Komponen Belanja ASB Kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program Objek Belanja Batas bawah Batas atas Rata- rata Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 0,0% 16,7% 6,6% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 0,0% 4,4% 1,3% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 0,0% 2,8% 1,0% Belanja Makanan dan Minuman Rapat 0,0% 11,0% 5,3% Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 0,0% 10,7% 2,6% Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 0,0% 4,6% 2,3% Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan 0,0% 22,2% 6,8% Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 1,7% 13,2% 7,4% Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, Pembawa Acara, dan Panitia 0,6% 8,5% 4,6% Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan 0,0% 44,7% 18,4% Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0,6% 87,0% 43,8% Simulasi Misal, salah satu OPD di Kabupaten Tabanan ingin melakukan kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program dengan melibatkan orang (peserta dan/atau panitia) sejumlah 814 orang dalam 2 aktivitas, sehingga orang kegiatan sejumlah 814. Pagu anggaran untuk kegiatan tersebut dihitung seperti berikut ini. Pagu = Rp54.029.325,71 + (Rp84.050,38 x 814 orang kegiatan) Pagu = Rp122.446.337,22 Jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program yang melibatkan 814 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp122.446.337,22. Biaya tersebut dialokasikan pada objek belanja dengan berpedoman pada Tabel 56. Simulasi alokasi belanja ASB ke dalam objek belanja disajikan pada Tabel 57. Tabel 57 Simulasi Alokasi Belanja ASB Kegiatan Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program Objek Belanja Batas bawah (Rp) Batas atas (Rp) Rata-rata (Rp) Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak - 20.483.040,19 8.126.999,01 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover - 5.372.498,77 1.546.650,68 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor - 3.394.740,48 1.219.926,09 Belanja Makanan dan Minuman Rapat - 13.523.162,84 6.505.946,54 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Bahan Komputer - 13.095.906,36 3.127.525,60 Belanja Bahan- Bahan Bakar dan Pelumas 5.505,09 5.644.595,17 2.825.050,13 Belanja Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan - 27.228.252,70 8.270.248,02 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 2.058.512,18 16.144.802,30 9.101.657,24 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, 780.344,66 10.422.978,80 5.601.661,73 Pembawa Acara, dan Panitia Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan - 54.713.243,71 22488817,5 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 677.994,23 106.585.715,14 53.631.854,68 Total 3.522.356,16 276.608.936,46 122.446.337,22 Berdasarkan Tabel 57, jadi pagu anggaran untuk 2 aktivitas untuk Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan Kebijakan/Program yang melibatkan 814 orang kegiatan diestimasikan sebesar Rp122.446.337,22 yang dialokasikan menjadi 11 objek belanja. Jumlah belanja untuk setiap objek belanja diperkirakan berada di rentang nilai batas bawah hingga batas atas dengan belanja rata- rata secara umum diestimasikan sebesar nilai rata-rata. Misal Belanja Makanan dan Minuman Rapat akan berada di rentang nilai Rp0,- hingga Rp13.523.162,84 dengan belanja rata-rata secara umum sebesar Rp6.505.946,54. II ASB Fisik ASB Fisik adalah analisis standar belanja yang memuat standarisasi biaya kegiatan fisik melalui analisis yang distandarkan untuk jenis komponen kegiatan dengan menggunakan standar barang, harga satuan barang dan honorarium/upah/jasa sebagai komponen penyusunnya. Tujuan dilaksanakannya pedoman bagi pihak penyedia dan pengguna jasa serta masyarakat pada umumnya dalam penyelenggaraan bagunan gedung mulai dari persiapan pembangunan (penyusunan Progam dan pembiayaan, pemanfaatan/perawatan serta penghapusan bangunan gedung). Terdiri dari: