1.Merumuskan kebijakan pengembangan Kawasan perdesaan strategis yang terpadu antar sektor, antar wilayah, dan antar tingkat pemerintahan berdasarkan kebutuhan jangka menengah (5 tahun) dan jangka pendek (1 tahun) untuk meningkatkan fungsi Kawasan perdesaan.
2.Meningkatkan sinergi dan keterpaduan program pembangunan kawasan perdesaan antar sektor, antar wilayah dan antar tingkat pemerintahan. C. Dasar Hukum Peraturan perundang-undangan yang melatar belakangi penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Shiny Tabanan adalah:
1.Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang 6 Tahun 2014 tentang Desa
2.Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang SHINY TABANAN 5 Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,
3.Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional,
4.Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi Noor 6 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Pedoman Umum pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
5.Peraturan Bupati Tabanan Nomor 72 Tahun 2017 tentang Penetapan Kawasan Perdesaan dan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan
6.Keputusan Bupati Nomor 180/679/03/HK/Tahun 2024 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Kabupaten Tabanan SHINY TABANAN 6
1.Luas dan Batas Administratif. Secara administrasi Kawasan Shiny Tabanan berada di bagian Barat wilayah Kabupaten Tabanan, sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah yang meliputi Kecamatan Pupuan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg, dan Kecamatan Selemadeg Timur dengan fungsi utama sebagai pusat kegiatan lokal, kawasan konservasi, perkebunan, peternakan, hortikultura, tanaman pangan, pariwisata dan perikanan yang mendukung fungsi Kawasan Lindung. Kawasan Shiny Tabanan memiliki luas wilayah 267,12 Km2 dengan batas administratif sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tabanan dan Penebel, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jemberana dan sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Buleleng. Gambar 2.1. Peta Kawasan Shiny Tabanan
2.Topografi Kawasan Kawasan Shiny Tabanan, berada pada ketinggian antara 0- KPP SHINY TABANAN 7 1.500 mdpl dengan wilayah tertinggi di kecamatan pupuan. Topografi wilayah Kawasan Shiny Tabanan relatif bergelombang berbukit dan di bagian utara kecamatan pupuan berada di kaki gunung Batukaru. Ditinjau dari kemiringan lahan Kabupaten Tabanan memiliki tingkat kelerengan mulai dari 0% hingga >45%. Kecamatan yang memiliki kelerengan 0-15% yakni Kecamatan Kerambitan,Tabanan dan Kediri. Sedangkan kecamatan yang memiliki kelerengan 0-25% yaitu Kecamatan Selemadeg Timur. Sementara kecamatan dengan kelerengan antara 0% hingga >45% yaitu Kecamatan Selemadeg, Baturiti, Penebel, Pupuan serta Selamadeg Barat. Sebagai salah satu syarat untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan, maka lahan dengan kemiringan di bawah 40% pada umumnya dapat diusahakan asalkan persyaratan lain untuk penentuan kesesuaian lahan terpenuhi. Sedangkan lahan dengan kemiringan di atas 40% perlu mendapatkan perhatian bila akan difungsikan sebagai usaha budidaya.
3.Kebencanaan Karakteristik wilayah Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan dengan kelerengan yang beragam setidaknya memiliki beberapa ancaman bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang dan cuaca ekstrem. Ancaman gempa bumi terdapat hampir di seluruh Kawasan, ancaman tanah longsor terdapat di kecamatan pupuan dan selemadeg timur, ancaman banjir bandang terdapat di kecamatan pupuan dan selemadeg barat. Adanya potensi ancaman bencana tentunya diperlukan tata kelola mitigasi bencana yang baik untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bahaya dari dampak-dampak merugikan bencana, meningkatkan peran serta masyarakat dalam SHINY TABANAN 8 pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana, meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya, dan pemeliharaan kearifan lokal bagi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi pengurangan risiko bencana, meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok-kelompok lain yang peduli. Berdasarkan kasil kajian resiko bencana Kabupaten Tabanan, secara keseluruhan kapasitas terhadap bencana di wilayah Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan masuk dalam kategori sedang. Berikut kapasitas bencana di wilayah Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan. Tabel 2.1. Kapasitas Terhadap Bencana Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan
4.Penggunaan Lahan Lahan di wilayah Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan di dominasi oleh lahan perkebunan lebih dari 60 persen, sawah No. Kecamatan Kapasitas Terhadap Bencana Gempa Bumi Tanah Longsor Banjir Bandang Cuaca Ekstrem 1 Kerambitan Sedang Sedang Sedang Sedang 2 Selemadeg Timur Sedang Sedang Sedang Sedang 3 Selemadeg Barat Sedang Sedang Sedang Sedang 4 Selemadeg Sedang Sedang Sedang Sedang 5 Pupuan Sedang Sedang Sedang Sedang SHINY TABANAN 9 lebih dari 20 persen, dan sisanya 20 persen merupakan permukiman, perkantoran dan prasarana umum lainnya. Berikut komposisi penggunaan lahan di Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Kabupaten Tabanan B. Ekonomi, Kependudukan, dan Sosial Budaya Struktur ekonomi di Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan didominasi sektor pertanian. Potensi perkebunan dan sawah menjadi basis terutama pada komoditi seperti Kopi, Kelapa, Durian, Manggis, Salak, Kako, Padi dan Jagung. Mata pencaharian utama masyarakat di KPP Shiny Tabanan sebagian besar pada sektor pertanian, perkebunan dan perdagangan. Tenaga kerja di KPP Shiny Tabanan lebih dari 38 persen sebagai petani dengan penguasaan lahan di bawah 10 ha dimana sebagian besar tenaga kerjanya berusia diatas 50 tahun. Berikut komposisi tenaga kerja di KPP Shiny Tabanan. Tabel 2.2. Struktur Tenaga Kerja di KPP Shiny Tabanan DESA Mata Pencaharian Petani/Peternak Wiraswasta Lainnya Wanagiri 48 24 59 Pupuan Sawah Wanagiri Kauh 48 24 59 Gunung Salak 570 70 1047 Gadungan 987 - 1,522.00 Dalang 365 - 288.00 Mundeh 1507 135.00 1,196.00 Mundeh Kangin 1095 - - Lumbung SHINY TABANAN 10 DESA Mata Pencaharian Petani/Peternak Wiraswasta Lainnya Lumbung Kauh 508 34 596 Angkah Sembung Gede 351 343 3514 Kesiut 279 178 617 Timpag 919 236 176 Belimbing Sanda 384 24 433 Batungsel 1072 32 2005 Kebon Padangan - - 75 Munduktemu 232 - 1975 Padangan Jelijih Punggang Belatungan Karyasari 1,041.00 - 222 Total 9,406.00 1,100.00 13,784.00 Angka kemiskinan di Kabupaten Tabanan tahun 2023 sebesar 4,70 persen atau 60.377 jiwa, dari jumlah tersebut 22,39 persen masyarakat miskin berada di KPP Shiny Tabanan. Angka kemiskinan tertinggi berada di desa Belimbing kecamatan Pupuan sebanyak 2.012 jiwa atau 14,88 persen dan terendah terdapat di desa Gadungan sebesar 29 jiwa atau 0,21 persen. Tabel 2.3. Jumlah Pendudk Miskin di KPP Shiny Tabanan Kecamatan Desa Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa) % Kerambitan Sembung Gede 788 5.83 Kesiut 212 1.57 Timpag 47 0.35 Pupuan Belimbig 2.012 14.88 Sanda 500 3.70 SHINY TABANAN 11 Kecamatan Desa Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa) % Batungsel 951 7.03 Kebon Padangan 806 5.96 Munduk temu 1.002 7.41 Padangan 546 4.04 Jelijih Punggang 649 4.80 Belatungan 823 6.09 Karyasari 969 7.17 Selemadeg Timur Gunung Salak 206 1.52 Gadungan 29 0.21 Dalang 756 5.59 Selemadeg Barat Mundeh 526 3.89 Mundeh Kangin 632 4.67 Lumbung 130 0.96 Lumbung Kauh 175 1.29 Angkah 275 2.03 Selemadeg Wanagiri 451 3.34 Pupuan Sawah 227 1.68 Wanagiri Kauh 808 5.98 Jumlah 13.520 Komposisi penduduk di KPP Shiny Tabanan didominasi usia usia produktif (15-65 Tahun) sebesar 68,96 persen, usia belum produktif (0-14 tahun) sebesar 16,02 persen, dan usia tidak produktif (>65 tahun) sebesar 15,02 persen). berikut struktur penduduk di KPP Shiny Tabanan berdasarkan kelompok umur. SHINY TABANAN 12 Gambar 2.2. Struktur Penduduk di KPP Shiny Tabanan C. Sarana dan Prasarana Kondisi sarana dan prasarana pada Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Kabupaten Tabanan masih cukup baik, meliputi sarana dan prasarana pelayanan Pendidikan, Kesehatan, pemerintahan, seni budaya pertunjukan dan seni kerajinan lokal.
1.Pendidikan Pendidikan di wilayah Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan secara umum masih dibawah rata-rata Kabupaten, ini terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk jenjang Pendidikan PAUD, SD dan SMP. APK PAUD terendah di Kecamatan Selemadeg yaitu 54,97 dan tertinggi di kecamatan Selemadeg Timur sebesar 97,55. Sedangkan untuk jenjang Pendidikan SD APK terendah terdapat di kecamatan Selemadeg Timur yakni 77,96 sedang tertinggi berada di Pupuan sebesar 86,10 sementara untuk jenjang SMP terendah berada di kecamatan Selemadeg Barat sebesar 59,09 dan tertinggi di kecamatan Kerambitan sebesar 96,31. 5.000,004.000,003.000,002.000,001.000,00 0,00 1.000,002.000,003.000,004.000,005.000,006.000,00 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 >65 Laki-Laki Perempuan SHINY TABANAN 13 Kondisi sarana dan prasarana Pendidikan pada jenjang SD masih sangat baik dimana 64,34 persen dalam kondisi baik, rusak ringan 34,11 persen lebih dan rusak berat 1,55 persen. berikut kondisi ruang Kelas SD di Kawasan Perdesaan Prioritas Shiny Tabanan. Tabel 2.4. Kondisi Ruang Kelas SD di Kawasan Perdesaan Prioritas Shiny Tabanan No. Kecamatan Ruang Kelas Baik Rusak Ringan Rusak Berat Total 1 Kerambitan 3 10 0 13 2 Selemadeg Timur 21 2 0 23 3 Selemadeg Barat 15 9 1 25 4 Selemadeg 19 8 0 27 5 Pupuan 25 15 1 41 Sementara untuk sarana dan prasarana Pendidikan pada jenjang SMP rata-rata cukup baik dengan kondisi sebagai berikut : Tabel 2.5. Kondisi Ruang Kelas SD di Kawasan Perdesaan Prioritas Shiny Tabanan No. Kecamatan Ruang Kelas Baik Rusak Ringan Rusak Berat Total 1 Kerambitan 46 - - 46 2 Selemadeg Timur 39 17 - 56 3 Selemadeg Barat 32 11 1 44 4 Selemadeg 33 3 - 36 5 Pupuan 73 3 1 77 SHINY TABANAN 14
2.Kesehatan Sarana dan prasarana Kesehatan Kawasan Perdesaan Prioritas Shiny Tabanan tergolong cukup baik termasuk pelayanan Kesehatan primer. Cakup layanan Kesehatan di Kawasan KPP Shiny Tabanan dapat digambarkan dari ketersediaan sarana dan prasarana Kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu dan posyandu. Berikut sarana dan prasarana Kesehatan di wilayah KPP Shiny Tabanan.
3.Pemerintahan Sarana dan prasarana pemerintah sebagian besar dalam kondisi baik. Seluruh desa di KPP Shiny Tabanan telah memiliki kantor desa yang mendukung pelayanan bagi masyarakat, termasuk keberadaan kantor BUMDes dan balai serba guna untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial. Berikut kondisi sarana dan prasarana pemerintahan di KPP Shiny Tabanan Tabel 2.6. Kondisi Sarana dan Prasarana Pemerintahan di KPP Shiny Tabanan No. Desa Kondisi Sarana & Prasarana Kantor Desa Bumdes 1 Wanagiri Baik Baik 2 Pupuan Sawah Baik Baik 3 Wanagiri Kauh Baik Baik 4 Gunung Salak Baik Baik 5 Gadungan Baik Baik 6 Dalang Baik Baik 7 Mundeh Baik Baik 8 Mundeh Kangin Baik Baik 9 Lumbung Baik Baik 10 Lumbung Kauh Baik Baik 11 Angkah Baik Baik 12 Sembung Gede Baik Baik SHINY TABANAN 15 No. Desa Kondisi Sarana & Prasarana Kantor Desa Bumdes 13 Kesiut Baik Baik 14 Timpag Baik Baik 15 Belimbing Baik Baik 16 Sanda Baik Baik 17 Batungsel Baik Baik 18 Kebon Padangan Baik Baik 19 Munduktemu Baik Baik 20 Padangan Baik Baik 21 Jelijih Punggang Baik Baik 22 Belatungan Baik Baik 23 Karyasari Baik Baik D. Perkembangan Desa (IDM) Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun (IDM) dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa. Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan. Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Berikut perkembangan status IDM pada Kawasan Shiny Tabanan SHINY TABANAN 16 Tabel 2.7. Perkembangan Indek Desa Membangun di KPP Shiny Tabanan Tahun 2024 NO. NAMA DESA IKS 2024 IKE 2024 IKL 2024 NILAI IDM 2024 STATUS IDM 2024 1 Sembung Gede 0.9657 0.8167 0.9333 0.9052 Mandiri 2 Kesiut 0.9143 0.8167 0.8667 0.8659 Mandiri 3 Timpag 0.92 0.8333 0.9333 0.8956 Mandiri 4 Belimbing 0.8343 0.85 0.8667 0.8503 Mandiri 5 Sanda 0.8171 0.8667 1 0.8946 Mandiri 6 Batungsel 0.88 0.7833 0.9333 0.8656 Mandiri 7 Kebon Padangan 0.8114 0.7667 0.9333 0.8371 Mandiri 8 Munduk Temu 0.8743 0.8167 0.8667 0.8525 Mandiri 9 Padangan 0.8229 0.8333 0.9333 0.8632 Mandiri 10 Jelijih Punggang 0.7886 0.7333 1 0.8406 Mandiri 11 Belatungan 0.9143 0.7667 0.9333 0.8714 Mandiri 12 Karyasari 0.8229 0.7833 0.9333 0.8465 Mandiri 13 Gunung Salak 0.9143 0.7333 0.9333 0.8603 Mandiri 14 Gadungan 0.8971 0.75 0.9333 0.8602 Mandiri 15 Dalang 0.8914 0.7 1 0.8638 Mandiri 16 Mundeh 0.9543 0.8167 1 0.9237 Mandiri 17 Mundeh Kangin 0.9314 0.85 0.933 0.9049 Mandiri 18 Lumbung 0.9314 0.7167 1 0.8827 Mandiri 19 Lumbung Kauh 0.8971 0.7 1 0.8657 Mandiri 20 Angkah 0.8686 0.7833 1 0.884 Mandiri 21 Wanagiri 0.8857 0.9167 0.8667 0.8897 Mandiri 22 Pupuan Sawah 0.8629 0.8167 0.9333 0.871 Mandiri 23 Wanagiri Kauh 0.88 0.9167 0.8667 0.8878 Mandiri SHINY TABANAN 17 Seperti diketahui Kabupaten Tabanan merupakan lumbung padi bagi Provinsi Bali. Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan terdiri dari 5 Kecamatan, yaitu: Kecamatan Pupuan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg. Luas KPP SHINY Tabanan dari 5 Kecamatan tersebut yaitu seluas 22.261,77 Ha, yang terdiri dari 23 Desa. Tabel. 3.1. Luas Desa Wilayah KPP Shiny Tabanan No. Desa Luas Wilayah (Ha) 1 Wanagiri 712.58 2 Pupuan Sawah 217.45 3 Wanagiri Kauh 458.9 4 Gunung Salak 1019.08 5 Gadungan 553.47 6 Dalang 660.26 7 Mundeh 143.59 8 Mundeh Kangin 852.4 9 Lumbung 1063.52 10 Lumbung Kauh 712.58 11 Angkah 3640.12 12 Sembung Gede 403.24 13 Kesiut 268 SHINY TABANAN 18 No. Desa Luas Wilayah (Ha) 14 Timpag 467.78 15 Belimbing 2212.5 16 Sanda 850.29 17 Batungsel 965.2 18 Kebon Padangan 1320.73 19 Munduktemu 1517.41 20 Padangan 808.9 21 Jelijih Punggang 1086.06 22 Belatungan 660.21 23 Karyasari 1667.5 Total 22,261.77 Luas tiap desa sangat bervariatif luasannya, dari 23 desa yang termasuk dalam delianiasi Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan diketahui Desa Belimbing di Kecamatan Pupuan merupakan desa yang luas paling besar yaitu 2.212,5 Ha, dan desa dengan luas paling kecil yaitu Desa Pupuan Sawah di Kecamatan Selemadeg yaitu 217,45 Ha. Dari 23 desa yang termasuk dalam deliniasi Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan Tabanan memiliki potensi mayoritas pada sektor pertanian dengan subsektor peternakan, perkebunan dan tanaman pangan. Kondisi fisik kawasan perdesaan prioritas Tabanan secara keseluruhan sangat subur untuk pertanian. SHINY TABANAN 19 Gambar 3.1 Deliniasi Kawasan Prioritas Perdesaan Shiny Tabanan B. Potensi Produk Kawasan Perdesaan Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Shiny Tabanan tidak lepas dari potensi dan permasalahan yang dimiliki kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan langsung yang dilakukan dan analisa data sekunder, diketahui KPP Shiny Tabanan memiliki potensi yang sangat baik. Terutama pada sektor pertanian yang merupakan keunggulan utama di Kabupaten Tabanan, hingga menjadi unggulan di Provinsi Bali. Gambar 3.2 Potensi Pertanian di KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 20 Kedua gambar tersebut menunjukkan dua potensi utama yang terdapat di KPP Shiny Tabanan. Namun pengelolaan dan pengolahan komoditas yang belum maksimal seringkali belum memberikan hasil maksimal terhadap petani. Banyak potensi lainnya yang bersifat komplementer seperti kelapa, kakao dan manggis yang merupakan pertanian alternatif bagi masyarakat KPP Shiny Tabanan. Pertanian yang merupakan sektor penggerak ekonomi KPP Shiny Tabanan masih dapat di optimalkan dengan pengelolaan dan proses pemasaran hasil yang baik mulai dari sentra produksi ke sentra pengolahan hingga sentra pemasaran akhir dan tentunya dengan pendekatan kerjasama antar daerah dan wilayah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. SHINY TABANAN 21 Gambar 3.3 Analisis Potensi Pertanian di KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 22 Sedangkan permasalahan yang terjadi di KPP Shiny Tabanan sangat mempengaruhi optimalnya potensi pertanian yang di KPP Shiny Tabanan. Salah satu permasalahan yang sangat krusial di KPP Shiny Tabanan adalah kondisi infrastruktur, baik infrastruktur jalan ataupun infrastruktur irigasi yang belum sepenuhnya dalam kondisi baik. Sehingga terjadinya inefesiensi produksi dan pemasaran hasil pertanian. Gambar 3.4 Jalan Usata Tani dan Irigasi Pertanian di KPP Shiny Tabanan Kedua gambar di atas merupakan salah satu kondisi sistem jaringan jalan produksi dan jaringan irigasi semi teknis yang sudah rusak dan mengganggu proses produksi pertanian. Hal ini dikarenakan pergerakan angkutan barang dari sentra produksi seringkali memakan waktu yang cukup lama sehingga biaya operasional menjadi meningkat yang tidak sebanding dengan nilai jual pasca panen. Pada jaringan irigasi yang notabene sangat baik dibandingkan dengan daerah lain, dengan sistem subaknya pada dasar sudah mampu mengairi seluruh sawah yang ada di KPP Shiny Tabanan. Namun dengan kondisi jaringan yang sudah mulai rusak menyebabkan aliran air tidak sampai ke daerah irigasi yang dituju akibat rusaknya jaringan pada simpul pengalihan aliran air. SHINY TABANAN 23 Permasalahan lainnya di KPP Shiny Tabanan yang sangat perlu ada penanganan adalah proses pemasaran hasil yang seringkali tidak menguntungkan petani. Pada proses pemasaran, harga jual pada tingkat pengepul sangat rendah dibandingkan harga jual akhir di pusat pemasaran. Belum adanya pengelola atau badan usaha yang resmi sejeni kelompok tani yang mampu melakukan penyesuaian harga pada tingkat petani sehingga nilai jual tidak berbeda jauh dari harga sebenarnya. Rendahnya minat masyarakat dalam membentuk kelompok tani atau badan usaha antar desa dikarenakan minimnya soaliasasi pengembangan usaha di tingkat desa. Oleh karena itu, peran pemerintah daerah dalam mensosialisasikan sistem kerja badan usaha tersebut sangat dibutuhkan. Sehingga pengembangan potensi pertanian yang ada dapat menguntungkan masyarakat di KPP Shiny Tabanan. SHINY TABANAN 24 Kondisi Pasar masih membutuhkan perbaikan fasilitas Kondisi Jembatan penghubung 3 Desa, Panjang 60 Meter Kondisi Jembatan Penghubung 2 Desa, panjang 15 meter Terbatasnya gudang penampungan hasil olahan pertanian Belum Semua Desa Terpenuhi Jaringan Irigasi dari Bendungan Telaga Tunjung Pembukaan Jalan Usaha Tani Kondisi Jalan Gambar 3.5 Analisis Kebutuhan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 25 Pembagian klaster ini dimaksud untuk memberikan kencenderungan keberhasilan yang lebih tinggi terhadap pengembangan KPP SHINY Tabanan. Adapun klaster yang terdapat dalam KPP SHINY Tabanan terbagi menjadi 3 klaster pengembangan dengan zona I sebagai Kawasan Pengembangan Tanaman Pangan, zona 2 sebagai kawasan pengembangan Mix Used, dan zona 3 sebagai kawasan pengembangan perkebunan. Ketiga zona tersebut memiliki KSP (Kawasan Sentra Produksi/Pengolahan) pada tiap zonanya. Zona 1 memiliki KSP Tanaman Pangan dengan pusatnya di Desa Gadungan sebagai pusat pengolahan komoditas tanaman pangan, packaging, sortasi dan lantai jemur hingga branding. Zona 2 memiliki KSP Mix Used dengan pusatnya di Desa Belimbing sebagai pusat pengolahan komoditas tanaman pangan dan perkebunan. Sedangkan zona 3 yang merupakan zona prioritas pengembangan KPP SHINY Tabanan memiliki KSP Perkebunan yang berpusat di Desa Batungsel sebagai pusat pengolahan dan pemasaran awal dari produk kopi, di Desa Batungsel juga direncanakan dibangun pusat pengolahan dan packaging secara terpadu. Ketiga klaster pengembangan tersebut merupakan strategi pengembangan bertahap yang akan diterapkan dalam pelaksanaan SHINY TABANAN 26 pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Tabanan. Skema pengembangan tersebut nantinya akan membuka akses pengembangan regional baru dalam konstelasi struktur ruang di Kabupaten Tabanan. Sebagaimana diketahui pada utara Kabupaten Tabanan sudah terdapaT pusat pertumbuhan Penebel dan Bedugul di Kecamatan Baturiti, Sedangkan di sisi Selatan terdapa pusat perdagangan dan pariwisata Tanah Lot di Kecamatan Kediri. Sedangkan KPP SHINY Tabanan dengan pusat pertumbuhan di Desa Batungsel di Kecamatan Pupuan akan menyatukan dan menerpadukan kedua pusat pertumbuhan yang sudah ada. Lebih jelas dapat dilihat pada gambar di bawah ini. SHINY TABANAN 27 Gambar 4.1 Cluster Pengembagan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 28 Gambar 4.1 Ultimate Concept KPP SHINY Tabanan Gambar 4.2 Kajian Pengembangan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 29 Dari kedua gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan KPP Shiny Tabanan dengan skema klaster melalui beberapa tahapan pembangunan akan menyeimbangkan pengembangan kawasan dan kewilayahan di Kabupaten Tabanan. Tentunya pengembangan kawasan sejalan dengan pembangunan fisik sarana prasarana pendukung produksi dan pengolahan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 5 tahun untuk jangka menengah dan 20 tahun untuk jangka panjang. Pada gambar arah pengembangan ditunjukkan pengembangan kawasan secara regional berada pada sisi barat laut Kabupaten Tabanan. Rencana jaringan jalan Pupuan – Penebel akan menghubungkan dua pusat pertumbuhan tersebut menjadi satu kesatuan pengembangan wilayah, tentunya dengan potensi yang berbeda dan keunikan yang beragam. Namun untuk mewujudkan hal tersebut terdapa beberapa tahapan pengembangan yang akan menjadi strategi utama pengembangan KPP Shiny Tabanan di masa yang akan datang. Berikut strategi tahapan pengembangan KPP Shiny Tabanan: 1) Optimalisasi potensi tanaman pangan dan perkebunan kawasan perdesaan prioritas nasional Tabanan. 2) Pengembangan dan Pembangunan pusat kegiatan KPP Shiny Tabanan di Desa Batungsel sebagai sentra pengolahan dan pemasaran. 3) Pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang di sentra-sentra produksi dan pengolahan di Desa Belimbing dan Desa Gadungan. 4) Peningkatan kerjasama BUMdes dan Pembentukan BUMDa sebagai koordinator pengembangan KPP SHINY Tabanan. 5) Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan dan perkebunan kopi. SHINY TABANAN 30 6) Sosialisasi dan Fasilitasi pengembangan SDM Pertanian untuk meningkatkan produktifitas pada sektor unggulan. Masterplan ini juga mengeluarkan BRANDING (Tema Pengembangan) kawasan sebagai wujud keunikan dan image dari Kabupaten Tabanan. Pendekatan kewilayahan dengan memadukan budaya dan alam yang di Tabanan makan dirumuskan BRANDING kawasan KPP Tabanan yaitu SHINY TABANAN. Tentunya branding tersebut perlu dikaji dan ditelaah lebih lanjut oleh Pemerintah Daerah Tabanan untuk merumuskan strategis perwujudan di berbagai elemen. B. Analisis Klaster Unggulan dan Pendukung 1) Analisa Penentuan Lokasi Berdasarkan hasil analisa dan pemantauan langsung di lapangan, serta diskusi dengan Bappeda, Dinas PU dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan diperoleh 3 lokasi yang akan menjadi lokasi alternatif pengembangan Pusat KPP Shiny Tabanan. Selanjutnya akan dinilai dan dianalisa untuk dijadikan keputusan akhir lokasi pusat pengembangan KPP Shiny Tabanan. Dasar utama penentuan lokasi pusat pengembangan KPP Shiny Tabanan ada status tanah yang akan dikembangkan merupakan tanah miliki Pemerintah Daerah. Sehingga proses pembebasan tanah yang cenderung menghambat pelaksanaan pengembangan kawasan dapat dihindari. Lokasi-lokasi alternatif berdasarkan hasil survey dan diskusi dengan pemerintah daerah Tabanan, diperoleh 3 lokasi yaitu di Desa Belimbing, Desa Sanda dan Desa Batungsel. Ketiga lokasi memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun ketiga lokasi tersbeut merupakan tanah milik pemerintah daerah dan tanah ada di Desa Belimbing. Khususnya tanah ada yang ada di Desa Belimbing berhimpitan dengan Pura Luhur Mekori sehingga terjadi limitasi pengembangan di SHINY TABANAN 31 masa depan. Namun dari hasil diskusi dengan pemangku adat di Desa Belimbing disimpulkan pada dasarnya lokasi dapat dimanfaatkan menjadi pusat pengembangan KPP SHINY Tabanan dengan syarat tidak mengubah fungsi utama pura atau dengan kata lain, perlu ada zonasi kawasan untuk melestarikan cagar budaya tersebut. Desa Belimbing yang merupakan PPL dan sudah memiliki pasar desa pada dasarnya sangat potensial untuk dikembangkan. Namun luas pasar yang sudah maksimal sehingga tidak dapat dilakukan perluasan untuk menjadikan pusat pertumbuhan baru di Kecamatan Pupuan. Potensi pengembangan Pura Luhur Mekori sebagai obyek wisata layaknya Pura Tanah Lot sangat besar, mengingat derajat pura tersebut sama seperti pura yang di Tanah Lot. Kombinasi Pusat Pertumbuhan dengan wisata pada dasarnya sangat menjanjikan dengan pendekatan dan antisipasi peningkatan bangkitan volume lalulintas yang akan terjadi. Untuk lokasi lainnya yaitu di Desa Sanda dan Desa Batungsel pada dasarnya tidak terdapat permasalahan mengenai status tanah. Melainkan pada kondisi fisik yang relatif terjal sehingga menjadi pertimbangan tersendiri, khususnya Desa Sanda yang memiliki kontur mencapa 25 % - 40 %. Lebih jelasnya untuk tiap lokasi akan dijelaskan pada gambar-gambar dibawah ini. SHINY TABANAN 32 y Gambar 4.3 Lokasi Prioritas Desa Belimbing Desa Belimbing merupakan alternative 1 lokasi pusat pengembangan KPP SHINY Tabanan. Status lahan pasar milik pemerintah, sedangkan lahan Pura Luhur Mekori merupakan lahan adat. Potensi Wisata ditambah dengan pusat peristirahatan (Transit) angkutan barang dilokasi merupakan nilai tambah lokasi. Namun keterbatasan lahan pasar untuk pengembangan dan limitasi dalam kawasan suci pura luhur menjadi pertimbangan yang patut diperhatikan DESA BELIMBING : LOKASI PRIORITAS ALT 1 PUSAT KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS NASIONAL Penyusunan Masterplan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Labuan Bajo, Tabanan, Gambar 5.1 Citra Google Lokasi Potensial 1 Desa Belimbing Rencana Pusat Pengembangan KPP SHINY TABANAN 33 Gambar 4.4 Lokasi Prioritas Desa Sanda DESA SANDA : LOKASI PRIORITAS ALT 2 PUSAT KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS NASIONAL Berdasarkan hasil diskusi dengan SKPD dan Pemerintah Desa, Diperoleh lokasi dengan status kepemilikan lahan oleh Pemerintah Kabupaten. Kondisi eksisting dimanfaatkan oleh penggarap untuk pengolahan kopi robusta. Namun untuk dapat dijadikan pusat pengembangan, lokasi ini terkendala oleh kontur dan elevasi permukaan tanah yang sangat terjal (25% - 40%), juga tidak didukung oleh aksesibilitas yang SHINY TABANAN 34 Gambar 4.5 Lokasi Prioritas Desa Batungsel DESA BATUNGSEL : LOKASI PRIORITAS ALT 3 PUSAT KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS NASIoNAL Lokasi alternative 3 berada di Desa Batungsel. Berdasarkan hasil peninjauan ke lokasi menunjukkan kondisi permukaan relative datar dengan elevasi 15% - 25 %. Status kepemilikan lahan oleh pemerintah Kab. Tabanan yang terbagi antara kiri dan kanan jalan. kendala dari lokasi ini hanya pada kondisi jaringan jalan yang berkelok pada akhir lokasi yang direncanakan. Potensi DESA BATUNGSEL : LOKASI PRIORITAS ALT 3 PUSAT KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS NASIONAL SHINY TABANAN 35 Ketiga lokasit alternatif tersebut selanjutnya dilakukan penilaian dengan menglihat beberapa pendekatan keruangan, fisik dan kewilayahan. Berikut dibawah ini penilaian terhadap ketiga lokasi alternatif sehingga dapat ditentukan lokasi pusat pengembangan KPP Shiny Tabanan. Tabel 4.1 Penentuan Lokasi Prioritas Pusat Pengembangan Desa Batungsel berdasarkan kesepakatan dan usulan pemerintah daerah serta penilaian terhadap indikator kesesuaian lokasi merupakan lokasi dengan penilaian tertinggi dibandingkan Desa Belimbing dan Desa Sanda. Lokasi terpilih tersebut akan menjadi pusat kegiatan pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) Shiny Tabanan. Lokasi terpilih yaitu Desa Batungsel dengan status tanah milik Pemerintah Daerah Tabanan dengan luas ± 2 Ha dan memiliki elevasi ketinggian 10% - 25 % dan berada pada jalan akses utama yaitu jaringan jalan provinsi. Lokasi lahan yang tersedia juga tidak jauh dari permukiman, sehingga dapat memacu interaksi perdagangan di Pusat Pengembangan tersebut. Sehingga target market pada periode awal dapat terpenuhi dalam artian barang dan komoditas yang dihasilkan dapat dipasarkan pada masyarakat lokal Sumber: Hasil Analisa, 2016 SHINY TABANAN 36 sebelum nantinya akan dipasarkan ke wilayah lainnya di Provinsi Bali umumnya dan khususnya di Kabupaten Tabanan. 2) Analisa Zonasi dan Site Pusat Pengembangan KPP SHINY Tabanan Zonasi dan analisa site dilakukan pada 2 lokasi rencana pembangunan program prioritas di Desa Batungsel. (1) Zona Pusat Perdagangan dan Jasa, (2) Jembatan Penghubung Antar Desa dan Jalan Antar Desa. Gambar 4.6 Analisis Site Pusat Perdagangan Jasa dan Pengolahan SHINY TABANAN 37 Gambar 4.7 Analisis Site Jembatan Penghubung Desa dan Jalan Antar Desa SHINY TABANAN 38 Berdasarkan analisa site dan zonasi yang telah dilakukan terhadap 2 lokasi prioritas di Desa Batungsel dan Desa Belimbing. Diketahui kontur hingga kerawanan akan bencana. Analisa site di lokasi pusat perdagangan jasa dan pengolahan yang merupakan pusat pertumbuhan baru dari pengembangan KPP Shiny Tabanan diketahui kontur lokasi yaitu 15% - 25% atau dengan kata lain kontur relatif landai, selain itu tingkat kerawanan bencana longsong cenderung rendah dan 0% kemungkinan banjir. Adapun tingkat keramaian saat ini masih rendah dan diprediksi akan meningkat menjadi sedang setalah fase pembangunan fasilitas. Luas area pengembangan yaitu seluas 13050 M² dengan status lahan lahan Pemerintah Daerah. Sedangkan untuk lokasi prioritas pembangunan yang kedua yaitu di Desa Belimbing dengan program prioritas pembangunan jembatan penghubung memiliki kerawasan bencana cukup tinggi, dikarenakan kontur lokasi 25% - 45% yang menunjukkan lokasi berada pada sela-sela perbukitan. Adapaun panjang jembatan yang akan dibangun yaitu ±35 M yang berfungsi sebagai akses dan mobilitas antara desa yaitu Desa Belimbing dan Desa Jelijih Punggang dan sekaligus menjadi jalur alternatif menuju Pusat Kecamatan Pupuan. Lebih jelasnya mengenai gambaran dan desain program prioritas akan dijelaskan pada Bab Pra Desain. 3) Analisis Kelembagaan Kelembagaan terhadap pengembangan KPP Shiny Tabanan menjadi sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan peran lembaga dalam mengkoordinasikan petani dalam mengelola, mengolah dan memasarkan produk sangat menentukan nilai jual. Transaksi yang terjadi saat ini adalah petani menjual hasil pertanian melalui pengepul (tengkulak) yang tersebar di beberapa desa yang di KPP Shiny Tabanan. Kondisi tersebut seringkali merugikan petani dan SHINY TABANAN 39 sangat menguntungkan pengepul. Hal tersebut perlu di antisipasi sebagai upaya memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat petani yang ada di KPP Shiny Tabanan. Kondisi yang terjadi ini dijabarkan pada gambar dibawah ini, dan sekaligus rencana memutus mata rantai pengepul dengan harapan akan ada kelompok tani yang dikelola oleh petani sebagai lembaga dalam desa atau antar desa yang akan mengakomodir seluruh kebutuhan petani tanpa harus merugikan petani. Rencana tersebut juga harus didukung oleh pemerintah daerah dalam memaksimalkan kelompok tani yang sudah ada agar terus berfungsi dan meningkatkan sosialisasi pengelolaan lembaha tersebut agar lebih berkesinambungan dan menguntungkan. Gambar 4.8 Skema Agribisnis KPP Shiny Tabanan Selain itu skema yang sedang dicoba kembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan adalah dengan memaksimalkan pangsa pasar pariwisata yang sangat besar di Kabupaten Badung yang merupakan Kabupaten tetangga dari Kabupaten Tabanan. Kerjasama antar daerah tersebut juga dimulai dari pengembangan SHINY TABANAN 40 poktan – poktan skala desa yang selanjutnya akan didistribusikan ke BUMDes antar desa dengan melibatkan BUMdes yang sudah ada. Selanjutnya Pemerintah Daerah Tabanan BUMDa nya yang akan membeli dan memasarkan komoditas unggulan di KPP Shiny Tabanan. Seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 4.9 Skema Pengelolaan Komoditas Tani KPP Shiny Tabanan Gambar 4.10 Bentuk Kerjasama Antar Daerah SHINY TABANAN 41 Kedua bentuk skema pengelolaan kelembagaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, terutama petani di KPP Shiny Tabanan. Selain itu, konsep ini dapat memaksimalkan aset-aset berupa lahan tidur miliki Pemerintah Daerah Tabanan untuk kembali memberikan kontribusi PAD terhadap peningkatan Fiskal Kabupaten Tabanan. Peningkatan penerimaan daerah yang bersumber dari BUMDA dan BUMdes akan memberikan kontribusi rill terhadap perekonomian masyarakat dengan meningkatnya income perkapita di Kabupaten Tabanan. Kondisi ini diharapkan dapat terlaksana dengan pembangunan fasilitas – fasilitas pengolahan di pusat- pusat produksi yang ada. Optimalisasi pengolahan komoditas primer menjadi barang sekunder akan memberikan nilai tambah dari produk tersebut, terutama produk perkebunan kopi robusta yang merupakan komoditas unggulan di KPP Shiny Tabanan. Pengolahan lanjutan berupa uji lab dan pengemasan dengan keunikan tabanan akan memberikan perbedaan dan kelas tersendiri dari kopi robusta tabanan tersebut. C. Analisis Skala Prioritas Kegiatan Masterplan ini menghasilkan pra desain terhadap program – program prioritas yang akan dilaksanakan untuk memacu pengembangan dan pembangunan pusat pertumbuhan KPP Shiny Tabanan. Program dan kegiatan pembangunan di KPP Shiny Tabanan selanjutnya di jelaskan di Bab Manajemen Pelaksanaan akan menunjukkan rangkaian kegiatan dalam mengembangkan KPP Shiny Tabanan. Pada bab ini akan dijelas dan digambarkan beberapa desain program prioritas. Desain yang digunakan sudah mengadopsi kearifan lokal, seperti adanya pura-pura kecil di setiap bangunan sebagai tempat ibadah dan wujud syukur masyarakat yang akan menggunakan SHINY TABANAN 42 bangunan tersebut. Selain itu, penentuan desain juga sudah bersifat sementara, dengan kata lain tidak menutup kemungkinan desain tersebut berkembang sesuai dengan keinginan masyarakat di KPP Shiny Tabanan. Hal tersebut sebagai wujud dalam menciptakan keunikan budaya Tabanan yang coba di implementasikan dalam sarana dan prasarana yang akan dibangun. SHINY TABANAN 43 Gambar 4.11 : Gambar Pra Desain SHINY TABANAN 44 SHINY TABANAN 45 Gambar 4.14 : Gambar Pra Desain Gambar 4.12 : Gambar Pra Desain SHINY TABANAN 46 Gambar 4.13 : Gambar Pra Desain SHINY TABANAN 47 SHINY TABANAN 48 Gambar 4.17 : Gambar Pra Desain Gambar 4.14 : Gambar Pra Desain SHINY TABANAN 49 Gambar 4.15 : Gambar Pra Desain SHINY TABANAN 50
1.Manajemen Pelaksanaan 1.1 Development Plan dan Masterplan KPP SHINY Tabanan a) Development Plan Development Plan merupakan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada periode 5 tahun pertama pengembangan KPP Shiny Tabanan yaitu 2018-2022. Program – program tersebut dibagi menjadi kegiatan PUPR dan Non PUPR. Adapun program yang termasuk dalam kegiatan PUPR lebih lanjut dijabarkan menjadi 4 Unor pelaksana utama di Kementerian PUPR yaitu Ditjen Binamarga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Penyediaan Perumahan. Sedangkan untuk kegiatan Non PUPR tidak dijelaskan eksplisit melainkan sebatas kewenangan pada level kementerian dan SKPD teknis di level pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Pada gambar di bawah ini akan di sajikan development plan PUPR dan Non PUPR. SHINY TABANAN 51 Gambar 4.16 Development Plan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 52 Gambar 4.17 Development Plan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 53 b) Masterplan Badan Pengembangan Infrastruktur (BPIW) dengan fungsinya sebagai badan yang nenerpadukan pembangunan infrastruktur wilayah dalam kerangka pengembangan wilayah melalui pendekatan WPS (Wilayah Pengembangan Strategis). Hal ini yang mendasarkan dokumen ini disusun sebagai wujud mendukung pengembangan WPS melalui kawasan-kawasan tematik seperti Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPP SHINY) Tabanan ini. Masterplan ini disusun dalam kerangka jangka waktu 10 tahun seperti yang dituangkan pada gambar peta masterplan pengembangan infrastruktur di KPP SHINY Tabanan merupakan cerminan 10 tahun mendatang yang akan diharapkan ada dan exist di KPP SHINY Tabanan. SHINY TABANAN 54 Gambar 4.18 Master Plan KPP Shiny Tabanan SHINY TABANAN 55 Tabel 4.2 Matriks Rencana Kegiatan KPP Shiny Tabanan 2025-2029 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA 1 Infrastuktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Suradadi Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan 1,4 Km 2026 Rp. 2.211.504.903,00 APBD 2 Infrastuktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pendem Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg 1 Km 2027 Rp. 1.081.811.825,00 APBD 3 Infrastuktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Teben Telabah Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan 1,55 Km 2028 Rp. 2.325.030.000,00 APBD 4 Infrastuktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Anyar Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan 0,5 Km 2029 Rp. 514.200.039,00 APBD 5 Infrastuktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Nyanglad Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan 2,5 Km 2029 Rp. 3.840.201.600,00 APBD 6 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata Desa Munduktemu 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 7 Pendukung Ekonomi Lokal Pengembangan Kapasitas SDM Desa Mundeh 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD D. RENCANA KEGIATAN SHINY TABANAN 56 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Unggulan pariwisata (Pelatihan tata kelola Desa Wisata) 8 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Gunung Salak 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 9 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Kapasitas SDM pariwisata (Pelatihan tata kelola Desa Wisata) Desa Belimbing 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 10 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Timpag 1 Paket 2026 Rp. 200.000.000,00 APBD 11 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata Desa Sanda 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 12 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Karyasari 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 13 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Mundeh Kangin 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 14 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Kemetug 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 15 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata Desa Gadungan 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 16 Pendukung Ekonomi Lokal Pengembangan Kapasitas SDM Desa Mundeh Kangin 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD SHINY TABANAN 57 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Unggulan Pariwisata 17 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Lumbung 1 Paket 2025 Rp. 200.000.000,00 APBD 18 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Festival Wisata Desa Desa Angkah 1 Paket 2026 Rp. 200.000.000,00 APBD 19 Layanan Dasar Pembangunan Gedung PAUD Desa Wanagiri 1 Unit 2026 Rp. 750.000.000,00 APBN 20 Layanan Dasar Pembangunan Puskesmas Pembantu Desa Belimbing, Jelijih Pungang, Sanda, Batungsel, Kebon Padangan, Gunung Salak, Belatungan, Munduk Temu, Kesiut 10 Unit 2025, 2026 Rp. 3.000.000.000,00 APBN 21 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jalan Antar Desa (Desa Sanda - Desa Batungsel) Desa Sanda - Desa Batungsel 2,9 Km 2025 Rp. 8.700.000.000,00 APBN 22 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jalan Poros Desa, Desa Sanda (menuju Pura Turus Gunung dan Pura Batu Desa Sanda 4,5 Km 2025 Rp. 13.500.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 58 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Mentaceb terkait dengan Agro Technopark) 23 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jembatan Penghubung antara Desa Karyasari - Desa Belimbing Desa Karyasari - Desa Belimbing 33 M 2026 (DED Tahun 2021) Rp. 10.677.000.000,00 APBN 24 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Gadungan - Desa Timpag Desa Gadungan - Desa Timpag 50 M 2026 (DED Tahun 2023) Rp. 7.800.000.000,00 APBN 25 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jembatan sungai Yeh Ho Desa Kebon Padangan 25,0 2026 Rp. 2.500.000.000,00 APBN 26 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Saluran Irigasi Desa Timpag (Subak Sambian, Penatih, Timpag) Desa Timpag 3,7 Km 2025, 2026 Rp. 3.500.000.000,00 APBN 27 Infrastruktur Kawasan Perbaikan Saluran Irigasi Desa Gadungan Desa Gadungan 3 Km 2025, 2026 Rp. 3.000.000.000,00 APBN 28 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Usaha Tani Desa Dalang Desa Dalang 2,2 Km 2025 Rp 3.000.000.000,00 APBN 29 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Desa Gadungan 2,3 Km 2025 Rp. 3.929.374.000,00 APBN SHINY TABANAN 59 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Bantas BA Kaja 30 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sawah Desa Wanagiri 1,3 Km 2025 Rp. 2.075.850.000,00 APBN 31 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Desa Kebon Padangan Desa Kebon Padangan 3 Km 2025 Rp. 1.000.000.000,00 APBN 32 Infrastruktur Kawasan Perbaikan Jalan Usaha Tani Desa Mundeh Desa Mundeh 1,5 Km 2025 Rp. 500.000.000,00 APBN 33 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Pupuan Luah Desa Gadungan 3 Km 2027 (Penanganan Terakhir Tahun 2021) Rp. 4.570.456.537,00 APBN 34 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Poh Gedang Desa Wanagiri 1,7 Km 2028 (DED Tahun 2025) Rp. 2.539.500.000,00 APBN 35 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Kebon Anyar Desa Wanagiri Kauh 1,7 Km 2028 Rp. 2.594.728.106,00 APBN 36 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Dangin Desa Sanda 3 Km 2029 (Penanganan Terakhir Tahun 2020) Rp. 4.655.424.813,00 APBN 37 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Tingkih Tebel Desa Dalang 2,4 Km 2029 Rp. 3.612.229.306,00 APBN 38 Infrastruktur Kawasan Perbaikan Jalan Usaha Tani Desa Gunung Salak 1 Km 2026 Rp. 150.000.000,00 APBN 39 Infrastruktur Kawasan Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Desa Kesiut 0,7 Km 2025 Rp. 300.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 60 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA 40 Infrastruktur Kawasan Rabat Beton/Senderan Jalan Usaha Tani Dayang Bantiran Desa Wanagiri Kauh 1 Paket 2026 Rp. 600.000.000,00 APBN 41 Infrastruktur Kawasan Rabat Beton, Jembatan, dan Senderan Jalan Usaha Tani Br. Kebon Anyar menuju Br. Kebon Bantiran Desa Wanagiri Kauh 1 Paket 2025 Rp. 700.000.000,00 APBN 42 Infrastruktur Kawasan Rabat Beton dan Senderan Jalan Usaha Tani Br. Dinas Kebon Cepaka menuju Cempuan Desa Wanagiri Kauh 1 Paket 2027 Rp. 500.000.000,00 APBN 43 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jalan Usaha Tani Batu Dingding - Sabih Desa Kebon Padangan Desa Kebon Padangan 1,6 Km 2026 Rp. 550.000.000,00 APBN 44 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Sarana Penunjang Desa Wisata di Areal Pura Makori Desa Belimbing 1 Paket 2026 Rp. 1.500.000.000,00 APBN 45 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Kantor Sekretariat Desa Wisata Desa Lumbung Kauh 1 Paket 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN 46 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Kantor Sekretariat Desa Wisata Desa Lumbung Kauh 1 Paket 2027 Rp. 500.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 61 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA 47 Infrastruktur Kawasan Penataan Lapangan dan Sarana Olahraga (Senderan Lapangan Bola dan Pembangunan Tribun) Desa Pemundungan dan Desa Belimbing 1 Paket 2026 Rp. 1.500.000.000,00 APBN 48 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Aula Pertemuan Desa Karyasari 1 Paket 2026 Rp. 3.500.000.000,00 APBN 49 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Balai Serba Guna Desa Sembung Gede 1 Paket 2026 Rp. 5.000.000.000,00 APBN 50 Infrastruktur Kawasan Perbaikan Lapangan Volly dan Sepakbola Desa Gadungan 1 Unit 2027 Rp. 500.000.000,00 APBN 51 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Gadungan 1 Paket 2026 Rp. 5.000.000.000,00 APBN 52 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Gedung Olahraga Desa Sanda 1 Unit 2027 Rp. 700.000.000,00 APBN 53 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Balai Serba Guna Desa Batungsel 1 Paket 2026 Rp. 5.000.000.000,00 APBN 54 Infrastruktur Kawasan Rehab Gedung Balai Penyuluhan Desa Kebon Padangan 1 Unit 2027 Rp. 200.000.000,00 APBN 55 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pembangunan Gedung BUMDES Desa Kesiut 1 Unit 2026 Rp. 300.000.000,00 APBN 56 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pembangunan Gedung BUMDES Desa Pupuan Sawah 1 Unit 2027 Rp. 400.000.000,00 APBN 57 Pendukung Pembangunan Desa Batungsel 1 Unit 2026 Rp. 1.000.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 62 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Ekonomi Lokal Unggulan Gedung Pengolahan dan Pengemasan Kopi 58 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pembangunan Gudang Hasil Tani Desa Gadungan 72 M2 2026 Rp. 100.000.000,00 APBN 59 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pembangunan Lantai Jemur Hasil Tani Desa Gadungan 288 M2 2027 Rp. 100.000.000,00 APBN 60 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Sarana Pengolahan Kopi dan Lantai Jemur Desa Sanda 1 Unit 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN 61 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pembuatan Open Storage Desa Kebon Padangan Desa Kebon Padangan 1 Unit 2026 Rp. 250.000.000,00 APBN 62 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Mesin Pengolahan Kopi Desa Padangan 1 Unit 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN 63 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Mesin Pendingin Hasil Panen Tani Desa Padangan 1 Unit 2027 Rp. 100.000.000,00 APBN 64 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Bibit Kopi Robusta-308 Desa Belatungan 10.000 Pohon 2026, 2027 Rp. 100.000.000,00 APBN 65 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Bibit Kambing Etawa Desa Belatungan 200 Ekor 2026 Rp. 1.000.000.000,00 APBN 66 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Desa Wisata Desa Timpag 1 Paket 2027 Rp. 750.000.000,00 APBN 67 Pendukung Pengembangan Desa Wanagiri 1 Paket 2027 Rp. 500.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 63 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Ekonomi Lokal Unggulan Agrowisata Kauh 68 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Homestay Desa Belimbing 1 Paket 2026 Rp. 1.000.000.000,00 APBN 69 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Desa Wisata (Pengembangan Glamping) Desa Sanda 1 Paket 2025 Rp. 500.000.000,00 APBN 70 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penataan Jalur Trekking Desa Sanda 9 Km 2025, 2026 Rp. 3.600.000.000,00 APBN 71 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Spot Wisata dan Saran Lainnya Desa Gunung Salak 1 Paket 2026 Rp. 400.000.000,00 APBN 72 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Jalur Trekking Desa Lumbung Kauh Desa Lumbung Kauh 10 Km 2026 Rp. 4.000.000.000,00 APBN 73 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penataan Jalur Trekking Desa Wanagiri Desa Wanagiri 10 Km 2025 Rp. 4.000.000.000,00 APBN 74 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Jalur Trekking Lingkar Luar di Br. Wanagiri/Telabah Gede Desa Wanagiri 1 Km 2026 Rp. 300.000.000,00 APBN 75 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan Eco Agrowisata Desa Belimbing 1 Paket 2026 Rp. 750.000.000,00 APBN 76 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Alat Pengolahan Kopi Desa Jelijih Punggang 2 Unit 2026 Rp. 300.000.000,00 APBN 77 Pendukung Pengadaan Mesin Desa 1 Unit 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN SHINY TABANAN 64 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Ekonomi Lokal Unggulan Penggilingan Padi dan Jagung Gadungan 78 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyediaan Mesin Pengolahan Keripik Buah Desa Kebon Padangan 1 Unit 2026 Rp. 150.000.000,00 APBN 79 Pemberdayaan dan Pengembangan Kapasitas Masyarakat Desa Sosialisasi Pengolahan, Pengemasan, dan Pemasaran Komoditas Kopi Unggulan KPP Tabanan 23 Desa 2025, 2026 Rp. 2.300.000.000,00 APBN 80 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Mesin Penyemprot Air dan Pompa Air Portabel Desa Gadungan 15 Unit 2025 Rp. 100.000.000,00 APBN 81 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Freezer Buah Durian Desa Kebon Padangan 10 Unit 2025 Rp. 100.000.000,00 APBN 82 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Cold Storage Desa Kebon Padangan dan Desa Mundeh 4 Unit 2025 Rp. 1.000.000.000,00 APBN 83 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan BUMDES Belimbing Lestari (Pengadaan Pengering Gabah) Desa Belimbing 1 Unit 2027 Rp. 1.000.000.000,00 APBN 84 Pemberdayaan dan Pengembangan Kapasitas Masyarakat Desa Sosialisasi dan Fasilitasi Branding Kawasan Perdesaan Shiny Tabanan KPP Tabanan 1 Paket 2025 Rp. 500.000.000 APBN 85 Infrastruktur Rekonstruksi Jalan Ruas Kebonjero 2,70 Km 2027 Rp. 6.750.000.000,00 APBN/ SHINY TABANAN 65 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Kawasan - Belatungan (Desa Munduktemu) APBD 86 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Gelunggang - Pakuaji (Desa Mundeh Kangin) 2,38 Km 2026 Rp. 5.950.000.000,00 APBN/ APBD 87 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Belimbing- Margatelu (Desa Belimbing) 2,5 Km 2027 Rp. 6.250.000.000,00 APBN/ APBD 88 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Pengereregan- Br. Tegeh (Desa Lumbung) 2 Km 2026 Rp. 5.000.000.000,00 APBN/ APBD 89 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Petireman- Lumbung Delodsema (Desa Lumbung) 2 Km 2027 Rp. 5.000.000.000,00 APBN/ APBD 90 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Sp. Bs. Gadungan - Gunung Salak (Desa Gadungan dan Gunung Salak) 2,1 Km 2026 Rp. 5.250.000.000,00 APBN/ APBD 91 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Dalang- Tanah Barak (Desa Dalang) 1,7 Km 2027 Rp. 4.250.000.000,00 APBN/ APBD SHINY TABANAN 66 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA 92 Infrastruktur Kawasan Rekonstruksi Jalan Ruas Kemetug- Wanagiri (Desa Gunung Salak) 1,6 Km 2027 Rp. 4.000.000.000,00 APBN/ APBD 93 Infrastruktur Kawasan Pengembangan Desa Wisata Br. Dukuh, Br. Kedewatan, Br. Puncak Sari 1 Paket 2027 Rp. 800.000.000,00 APBN/ APBD 94 Infrastruktur Kawasan Penataan Jalur Treking Br. Dayang, Br Penataran, Br Dukuh 1500 M 2027 Rp. 40.000.000,00 APBN/ APBD 95 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jalan Usaha Tani Br. Penataran, Br. Puncak Sari 1600 M 2026 Rp. 900.000.000,00 APBN/ APBD 96 Infrastruktur Kawasan Penataan halaman, pembangunan tembok penyeker gedung Paud Desa Mundeh 1 Unit 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN/ APBD 97 Infrastruktur Kawasan Pengerasan Jalan Trekking Banjar Dinas Karyasari 1400 M 2026 Rp. 300.000.000,00 APBN/ APBD 98 Peningkatan Kapasitas SDM Sarnana Cooking clas Desa Karyasari 1 Paket 2026 Rp. 10.000.000,00 APBN/ APBD 99 Peningkatan Kapasitas SDM Sarana Centralisasi Pengolahan Gula Desa Karyasari 1 Paket 2026 Rp. 10.000.000,00 APBN/ APBD 100 Peningkatan Kapasitas SDM Sarana Akomudasi Tenda Glemping Desa Karyasari 5 Unit 2026 Rp. 100.000.000,00 APBN/ APBD 101 Peningkatan Kapasitas SDM Pelatiihan SDM (Guide Lokal) Desa Karyasari 1 Paket 2026 Rp. 10.000.000,00 APBN/ APBD 102 Infrastruktur Kawasan Sentralisasi Pengolahan Kopi Desa Karyasari 1 Paket 2026 Rp. 10.000.000,00 APBN/ APBD 103 Infrastruktur Kawasan Pembanganan Toilet Banjar Dinas Asah Tegeh 4 Unit 2026 Rp. 60.000.000,00 APBN/ APBD 104 Infrastruktur Rabat Beton Jalan Subak Abian 2.85 Km 2026 Rp. 1.500.000.000,00 APBN/ SHINY TABANAN 67 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Kawasan Usaha Tani Batur Cepaka Desa Padangan APBD 105 Infrastruktur Kawasan Pengembangan Desa Wisata Br. Bangal 1 Paket 2026 Rp. 750.000.000,00 APBN/ APBD 106 Infrastruktur Kawasan Penataan Jalur Treking Br. Yeh kayu 1200 M 2026 Rp. 300.000.000,00 APBN/ APBD 107 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Jalan Usaha Tani Br. Auman Delod Sema 1200 M 2026 Rp. 750.000.000,00 APBN/ APBD 108 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Gedung PAUD Desa Mundeh 1 Unit 2026 Rp. 1.000.000.000,00 APBN/ APBD 109 Infrastruktur Kawasan Pembangunan Balai sarana prasaran wisata Desa Timpag 4 unit 2026 Rp. 600.000.000,00 APBN/ APBD 110 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking Br. Dinas Angkah Tegeh 1500 Meter 2025 Rp. 150.000.000,00 APBN/ APBD 111 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking Br. Dinas Samsaman Kelod 500 Meter 2025 Rp. 50.000.000,00 APBN/ APBD 112 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking Br. Dinas Angkah Tegeh 800 Meter 2025 Rp. 200.000.000,00 APBN/ APBD 113 Infrastruktur Kawasan Sarana Prasarana Wisata Desa Br. Dinas Angkah Tegeh 1 Paket 2025 Rp. 60.000.000,00 APBN/ APBD 114 Peningkatan Kapasitas SDM Peningkatan Kapasitas Pelaku Wisata Desa Angkah 1 Paket 2025 Rp. 25.000.000,00 APBN/ APBD 115 Infrastruktur Kawasan Festival Buah Desa Angkah 1 Paket 2025 Rp. 50.000.000,00 APBN/ APBD 116 Infrastruktur Kawasan Bendungan Pengamanan Air Banjar Dinas Kebon Kaja 1 Unit 2026 Rp. 500.000.000,00 APBN/ APBD 117 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking Br. Dinas Angkah Tegeh 1500 Meter 2025 Rp. 150.000.000,00 APBN/ APBD 118 Infrastruktur Jalur Tracking Br. Dinas 500 Meter 2025 Rp. 50.000.000,00 APBN/ SHINY TABANAN 68 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA Kawasan Samsaman Kelod APBD 119 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking Br. Dinas Angkah Tegeh 800 Meter 2025 Rp. 200.000.000,00 APBN/ APBD 120 Infrastruktur Kawasan Sarana Prasarana Wisata Desa Br. Dinas Angkah Tegeh 1 Paket 2025 Rp. 60.000.000,00 APBN/ APBD 121 Peningkatan Kapasitas SDM Peningkatan Kapasitas Pelaku Wisata Desa Angkah 1 Paket 2025 Rp. 25.000.000,00 APBN/ APBD 122 Infrastruktur Kawasan Festival Buah Desa Angkah 1 Paket 2025 Rp. 50.000.000,00 APBN/ APBD 123 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking/Jln Lingkar Br.Dinas Gelunggang 980 Meter 2025 Rp. 131.750.000,00 APBN/ APBD 124 Infrastruktur Kawasan Rabat Beton Jln Merajapati - Bengai Br.Dinas Mundeh Kawan 476 Meter 2025 Rp. 232.350.000,00 APBN/ APBD 125 Infrastruktur Kawasan Rabat Beton Jalan Tibu Kentenan - Air Terjun Tibu Kentenan Br.Dianas Cantel 375 Meter 2025 Rp. 81.150.000,00 APBN/ APBD 126 Infrastruktur Kawasan Jalur Tracking/Jalan Lingkar Kebun Br. Mundeh Kawan - Br.Pakuaji Desa Mundeh Kangin 1500 Meter 2025 Rp. 150.000.000,00 APBN/ APBD 127 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan kapasitas SDM Perikanan Budidaya Pupuan Sawah 1 Paket 2025 Rp. 2.500.000,00 APBN/ APBD 128 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan kapasitas SDM Perikanan Budidaya Dalang 1 Paket 2025 Rp. 2.500.000,00 APBN/ APBD SHINY TABANAN 69 NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI VOLUME TAHUN KEGIATAN PAGU SUMBER DANA 129 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan kapasitas SDM Perikanan Budidaya Gunung Salak 1 Paket 2025 Rp. 2.500.000,00 APBN/ APBD 130 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan kapasitas SDM Perikanan Tangkap Sembung Gede 1 Paket 2025 Rp. 2.000.000,00 APBN/ APBD 131 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Sarana Perikanan Tangkap Sembung Gede 1 Paket 2025 Rp. 30.000.000,00 APBN/ APBD 132 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengembangan kapasitas SDM Perikanan Tangkap Lumbung 1 Paket 2025 Rp. 6.000.000,00 APBN/ APBD 133 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Pengadaan Sarana Perikanan Tangkap Lumbung 1 Paket 2025 Rp. 99.000.000,00 APBN/ APBD 134 Pendukung Ekonomi Lokal Unggulan Penyelenggaraan Pameran Olahan Hasil Perikanan Wanagiri 1 Paket 2025 Rp. 6.000.000,00 APBN/ APBD