8.Tebing Tinggi - - - - - - 20 20 Jumlah 97.5 97.5 187.5 187.5 400 420 440 440 Sumber : PDAM Kabupaten Balangan Tahun 2014 2.1.15. Listrik Kebutuhan listrik di Kabupaten Balangan setiap tahunnya meningkat, hingga pada Tahun 2013jumlah pelanggan listrik sudah mencapai23.453pelanggan (tidak termasuk Kecamatan Batu Mandi). Kebutuhan listrik di Kabupaten Balangan sebagian besar dipenuhi oleh PT. PLN Cabang Tanjung Wilayah Ranting Paringin. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.28. berikut ini. Tabel 2.34. Banyaknya Pelanggan Listrik, VA Terpasang dan KWH Terjual Menurut Jenis Tarif Tahun 2014 NO Jenis Tarif Pelanggan VA KWH Terpasang Terjual 1 S (1,2,3) 795 818.750 1.133.984 2 R (1,2,3,4) 22174 13.971.850 23.885.822 3 B (1,2) 277 768.650 895.656 4 I (1,2,3,4) 9 373.500 1.197.413 5 P (1,2,3) 198 1.525.400 3.227.751 JUMLAH 23.453 17.458.150 30.340.626 Sumber: PT. PLN Ranting Paringin, BDA Tahun 2015 RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-1 Sumber : Data Primer yang diolah Dari sisi volume terus meningkat, namun dari sisi pendapatan, terutama pendapatan asli daerah, maka hal ini menunjukkan indikasi bahwa APBD Kabupaten Balangan belum mencerminkan APBD yang memiliki kemandirian. Proporsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan total pendapatan daerah hanya berkisar antara 3,5 sampai 6,0 persen. Jelasnya tentang PAD dapat dilihat pada gambar 3.2 dan 3.3. 0,00 200,00 400,00 600,00 800,00 1000,00 1200,00 2011 2012 2013 2014 2015 686,10 729,25 781,20 851,22 1.026,00 Gambar 3.1 APBD Kabupaten Balangan (milyar rupiah) APBD RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-2 3.1.2. Neraca Daerah Aset atau barang daerah merupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah. Potensi ekonomi bermakna adanya manfaat finansial dan ekonomi yang bisa diperoleh pada masa yang akan datang, yang bisa menunjang peran dan fungsi pemerintah daerah sebagai pemberi pelayanan publik kepada masyarakat. Pemahaman akan aset bisa berbeda antara ilmu perencanaan, manajemen keuangan, dan akuntansi. Aset daerah diperoleh dari dua sumber, yakni dari APBD dan dari luar APBD. Aset yang bersumber dari pelaksanaan APBD merupakan output/outcome dari terealisasinya belanja modal dalam satu tahun anggaran. Dalam konsep anggaran kinerja, biaya - 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 2012 2013 2014 2015 26.154 30.653 48.948 49.966 Gambar 3.2 Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Balangan Tahun 2012-2015 (milyar rupiah) PAD - 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 2012 2013 2014 2015 3,63 4,25 6,85 5,22 Gambar 3.3 Proporsi PAD terhadap Total Pendapatan Kabupaten Balangan prosentase PAD RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-3 yang dikeluarkan adalah semua biaya yang menjadi masukan (input) dalam pelaksanaan kegiatan yang menghasilkan aset ini. Dengan demikian, termasuk di dalamnya belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, selain dari belanja modal tentunya. Jadi, cost untuk aset adalah seluruh pengeluaran untuk mencapai outcome. Aset yang bersumber dari luar pelaksanaan APBD, dalam hal ini, perolehan aset tidak dikarenakan adanya realisasi anggaran daerah, baik anggaran belanja modal maupun belanja pegawai dan belanja barang & jasa; misalnya aset yang diterima dari pihak lain, seperti lembaga donor dan masyarakat. Dalam pengelolaan isu yang terkait dengan asset mulai dari perencanaan dan penganggaran, pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan, harus terus menerus mendapatkan perhatian dan perbaikan sehingga pengelolaan asset di Kabupaten Balangan dapat dilaksanakan dengan baik. Rekapitulasi aset Kabupaten Balangan sampai dengan tahun anggaran 2015 disajikan dalam Tabel 3.1 berikut ini. Tabel 3.1 Rekapitulasi Aset Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2014-2015 No Tahun Perolehan Tanah (Rp) Peralatan dan Mesin (Rp) Gedung dan Bangunan (Rp) Jalan, Irigasi dan Jaringan (Rp) Aset Tetap lainnya (Rp) Konstruksi Dalam Pengerjaan (Rp) 1 2014 174.743.449.417,00 174.102.493.436,00 668.031.034.398,87 734.248.247.738,00 4.919.163.063,00 33.057.989.863,00 2 2015 175.781.662.417,00 195.566.309.466,00 734.917.385.035,00 930.973.888.126,00 5.119.280.246,00 20.019.527.963,00 Sumber : DPPKAD Kab Balangan Tahun 2016 3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3.2.1. Proporsi Penggunaan Anggaran Berdasarkan APBD Kabupaten Balangan sejak Tahun Anggaran 2013 sampai 2015 rata-rata rasio persentase antara total belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur terhadap total pengeluaran yang meliputi Belanja dan Pembiayaan Pengeluaran hanya sekitar 32 persen seperti dirinci pada tabel 3.2. Hal ini menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Balangan relatif baik dari sisi Belanja, karena proporsi penggunaan anggaran untuk Belanja Aparatur tidak mendominasi total pengeluaran dalam APBD. RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-4 Tabel 3.2. Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kabupaten Balangan Tahun 2013-2015 No Uraian Total Belanja Untuk Pemenuhan Kebutuhan Aparatur (Rp) Total Pengeluaran (Belanja + Pembiayaan Pengeluaran)(Rp) Persentase (a) (b) (a)/(b) X 100 % 1 TA 2013 241.925.186.071,00 769.797.309.551,70 31,43 2 TA 2014 271.819.036.433,00 841.281.648.478,50 32,31 3 TA 2015 287.474.130.373,24 891.339.631.015,24 32,25 Sumber: Data Primer diolah. .2.2. Analisis Pembiayaan Berdasarkan APBD Kabupaten Balangan sejak Tahun Anggaran 2013 sampai 2015 ternyata defisit riil anggaran Kabupaten Balangan dapat ditutup dari SILPA Tahun anggaran sebelumnya. Hal ini diketahui dari rata-rata proporsi SILPA daerah tahun sebelumnya terhadap total defisit riil rata- rata di atas 100 persen, dengan SILPA selalu lebih besar dari total defisit riil. Sedangkan untuk proporsi SILPA daerah tahun sebelumnya terhadap total defisit riil setiap Tahun Anggaran dapat dilihat lebih rinci pada tabel berikut. Tabel 3.3. Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Balangan Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015 A SURPLUS/ DEFISIT 27,801,173,566.80 -59,515,880,051.45 14,501,507,765.65 B PENERIMAAN PEMBIAYAAN 1 Penggunaan SiLPA 266,101,697,448.86 218,196,237,808.30 91,145,375,918.35 2 Pencairan Dana Cadangan 0 0 3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 0 0 4 Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat 0 0 5 Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainnya 0 0 6 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank 0 0 7 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bukan Bank 0 0 8 Pinjaman Dalam Negeri - Obligasi 0 0 9 Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Perusahaan Negara 0 0 10 Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Perusahaan Daerah (Koperasi) 150,000,000.00 125,000,000.00 159,375,000.00 11 Penerimaan Kembali Pinjaman kepada Pemerintah Daerah Lainnya 0 0 12 Penerimaan dari Sisa UYHD Tahun Lalu 0 0 13 Penerimaan Piutang Fihak Ketiga 0 59,819,049.00 Sumber : Data Primer yang diolah RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-5 3.3. Kerangka Pendanaan 3.3.1. Analisis Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama Rata-rata pertumbuhan Belanja Operasi selama tiga Tahun Anggaran terakhir ialah sekitar 20 persen. Dari berbagai komponen Belanja, pertumbuhan rata-rata terbesar disumbangkan oleh Belanja Pegawai dan Belanja Barang serta belanja Hibah di tahun 2015 untuk keperluan Pemilukada. Pertumbuhan rata-rata pertumbuhan negatif dialami oleh Belanja Modal dan Belanja sosial, walaupun tidak secara signifikan. Untuk belanja bantuan keuangan, sejak tahun 2015 sudah ditiadakan dan dialihkan kepada belanja bantuan keuangan ke desa sesuai dengan regulasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Untuk lebih lengkapnya, data pengeluaran Kabupaten Balangan tiga tahun terakhir disajikan dalam tabel 3.4. Tabel 3.4. Pengeluaran Periodik, Wajib, dan Mengikat serta Prioritas Utama Kabupaten BalanganTahun 2013-2015 NO. URAIAN REALISASI 2013 2014 2015 A BELANJA OPERASI 1 Belanja Pegawai 241,925,186,071.00 271,819,036,433.00 287,474,130,373.24 2 Belanja Barang 150,985,234,130.00 168,473,053,098.00 219,611,011,715.00 3 Belanja Hibah 8,066,125,000.00 9,795,903,400.00 33,172,363,536.00 4 Belanja Bantuan Sosial 2,299,735,000.00 3,373,575,000.00 2,173,575,000.00 5 Belanja Bantuan Keuangan 15,498,920,943.00 19,739,755,208.00 0.00 Jumlah Belanja Operasi 418,775,201,144.00 473,201,323,139.00 542,431,080,624.24 B BELANJA MODAL 1 Tanah 5,157,294,500.00 13,570,474,500.00 385,150,000.00 2 Peralatan dan Mesin 25,372,797,480.00 23,776,329,559.00 31,543,058,775.00 3 Gedung dan Bangunan 103,378,321,930.00 97,140,680,163.00 50,868,410,096.00 4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 140,701,239,390.00 165,559,777,426.00 208,955,918,515.00 5 Aset Tetap Lainnya 148,321,900.00 205,026,725.00 292,539,200.00 6 Aset Lainnya 0 0 147,686,750.00 Jumlah Belanja Modal 274,757,975,200.00 300,252,288,373.00 292,192,763,336.00 C BELANJA TAK TERDUGA 1 Belanja Tak Terduga 407,500,000.00 153,088,779.00 233,607,855.00 JUMLAH BELANJA 693,940,676,344.00 773,606,700,291.00 834,857,451,815.24 TRANSFER D TRANSFER BANTUAN KEUANGAN KE DESA 0 0 107,684,869,882.00 JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER 693,940,676,344.00 773,606,700,291.00 942,542,321,697.24 RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-6 3.3.2. Penghitungan Kerangka Pendanaan Untuk proyeksi lima tahun ke depan, berdasarkan trend linier beberapa tahun sebelumnya maka kapasitas riil kemampuan keuangan daerah Kabupaten Balangan akan terus meningkat dengan trend positif. Hal ini menunjukkan bahwa keuangan daerah Kabupaten Balangan memiliki potensi riil untuk lebih mandiri. Namun terdapat beberapa asumsi yang harus tetap dijaga agar asumsi APBD Kabupaten Balangan tetap sehat, antara lain : asumsi belanja pegawai, asumsi belanja modal, dan Pos Pendapatannya pada komposisi PAD lebih ditingkatkan proporsinya daripada Dana Perimbangan. Peningkatan kapasitas keuangan pemerintah Kabupaten Balangan ke depan harus terus dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana perimbangan dan meningkatkan kapasitas keuangan, baik dari aspek sumber-sumber penerimaan daerah maupun dari aspek pemanfaatan dan pengelolaan keuangan daerah. Peningkatan kapasitas keuangan ini diarahkan untuk dapat mendanai pelayanan publik berdasarkan Standar Pelayanan Publik (SPM), dan untuk mendukung iklim usaha yang kondusif di Kabupaten Balangan. Upaya bagi peningkatan kapasitas keuangan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah Kabupaten Balangan dalam mengelola sumber daya daerah dan meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena itu, akan terus dilakukan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan keuangan pemerintah daerah secara profesional dan akuntabel, termasuk dalam penggunaan sistem akuntansi berbasis teknologi informasi. Jelasnya proyeksi kapasitas keuangan daerah Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021 dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut. RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-7 Tabel 3.5 Proyeksi Perhitungan Kapasitas Keuangan Daerah Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021 NO. URUT URAIAN TAHUN 2016 (APBD) 2017 2018 2019 2020 2021 1 2 3 4 5 6 7 8 1 PENDAPATAN 1.113.027.449.020,00 1.777.410.291.100,00 2.131.561.450.502,00 2.501.493.003.941,00 2.890.185.849.048,00 3.302.089.866.950,00 1 . 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 38.187.000.000,00 47.309.900.000,00 55.043.890.000,00 61.890.579.000,00 68.414.136.900,00 76.293.550.590,00 1 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 5.109.000.000,00 5.619.900.000,00 6.181.890.000,00 6.800.079.000,00 7.480.086.900,00 8.228.095.590,00 1 . 1 . 2 Hasil Retribusi Daerah 1.418.000.000,00 2.140.000.000,00 2.557.000.000,00 3.255.000.000,00 3.350.000.000,00 4.550.000.000,00 1 . 1 . 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 11.160.000.000,00 17.000.000.000,00 21.500.000.000,00 24.550.000.000,00 27.570.000.000,00 30.500.000.000,00 1 . 1 . 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 20.500.000.000,00 22.550.000.000,00 24.805.000.000,00 27.285.500.000,00 30.014.050.000,00 33.015.455.000,00 1 . 2 DANA PERIMBANGAN 923.155.858.020,00 1.563.247.341.000,00 1.892.979.205.392,00 2.237.710.234.320,00 2.599.690.302.465,00 2.981.506.765.709,00 1 . 2 . 1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 335.025.000.000,00 896.617.806.050,00 1.126.355.240.200,00 1.356.092.674.350,00 1.585.830.108.500,00 1.815.567.542.650,00 1 . 2 . 2 Dana Alokasi Umum 389.434.433.000,00 447.849.597.950,00 515.027.037.642,00 592.281.093.288,00 681.123.257.281,00 783.291.745.873,00 1 . 2 . 3 Dana Alokasi Khusus 198.696.425.020,00 218.779.937.000,00 251.596.927.550,00 289.336.466.682,00 332.736.936.684,00 382.647.477.186,00 1 . 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 151.684.591.000,00 166.853.050.100,00 183.538.355.110,00 201.892.190.621,00 222.081.409.683,00 244.289.550.651,00 1 . 3 . 3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 55.393.800.000,00 60.933.180.000,00 67.026.498.000,00 73.729.147.800,00 81.102.062.580,00 89.212.268.838,00 1 . 3 . 4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 92.090.791.000,00 101.299.870.100,00 111.429.857.110,00 122.572.842.821,00 134.830.127.103,00 148.313.139.813,00 1 . 3 . 6 Pendapatan Lainnya 4.200.000.000,00 4.620.000.000,00 5.082.000.000,00 5.590.200.000,00 6.149.220.000,00 6.764.142.000,00 2 BELANJA 1.025.187.793.247,00 1.742.410.291.100,00 2.146.561.450.502,00 2.516.493.003.941,00 2.905.185.849.048,00 3.317.089.866.950,00 2 . 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 569.503.342.291,00 626.453.676.520,00 689.099.044.172,00 758.008.948.589,00 833.809.843.448,00 917.190.827.793,00 2 . 1 . 1 Belanja Pegawai 379.896.190.335,00 417.885.809.369,00 459.674.390.306,00 505.641.829.337,00 556.206.012.270,00 611.826.613.497,00 2 . 1 . 4 Belanja Hibah 18.875.305.000,00 20.762.835.500,00 22.839.119.050,00 25.123.030.955,00 27.635.334.050,00 30.398.867.455,00 2 . 1 . 5 Belanja Bantuan Sosial 3.297.800.000,00 3.627.580.000,00 3.990.338.000,00 4.389.371.800,00 4.828.308.980,00 5.311.139.878,00 2 . 1 . 6 Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 646.700.000,00 711.370.000,00 782.507.000,00 860.757.700,00 946.833.470,00 1.041.516.817,00 RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 III-8 NO. URUT URAIAN TAHUN 2016 (APBD) 2017 2018 2019 2020 2021 1 2 3 4 5 6 7 8 2 . 1 . 7 Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa 165.069.796.956,00 181.576.776.651,00 199.734.454.316,00 219.707.899.747,00 241.678.689.723,00 265.846.558.696,00 2 . 1 . 8 Belanja Tidak Terduga 1.717.550.000,00 1.889.305.000,00 2.078.235.500,00 2.286.059.050,00 2.514.664.955,00 2.766.131.450,00 2 . 2 BELANJA LANGSUNG 455.684.450.956,00 1.115.956.614.580,00 1.457.462.406.330,00 1.758.484.055.352,00 2.071.376.005.600,00 2.399.899.039.157,00 SURPLUS / (DEFISIT) 87.839.655.773,00 35.000.000.000,00 (15.000.000.000,00) (15.000.000.000,00) (15.000.000.000,00) (15.000.000.000,00) 3 . 1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 62.160.344.227,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 3 . 1 . 1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya 62.150.344.227,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 65.000.000.000,00 3 . 1 . 7 Penerimaan kembali penyertaan modal 10.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3 . 2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 150.000.000.000,00 100.000.000.000,00 50.000.000.000,00 50.000.000.000,00 50.000.000.000,00 50.000.000.000,00 3 . 2 . 2 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 150.000.000.000,00 100.000.000.000,00 50.000.000.000 50.000.000.000 50.000.000.000 0,00 3 . 2 . 3 Pembayaran Pokok Utang 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 PEMBIAYAAN NETTO (87.839.655.773,00) (35.000.000.000,00) 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 15.000.000.000,00 SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 IV-1 Capaian kinerja pembangunan di berbagai bidang pada masa sebelumnya telah menghantarkan masyarakat Kabupaten Balangan ke dalam kondisi kehidupan yang semakin baik. Berbagai permasalahan pokok yang muncul pada awal periode pemerintahan sebelumnya telah seoptimalnya diatasi. Hal ini terbukti pada hasil capaian kinerja pembangunan pada akhir periode pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada berbagai bidang kehidupan masyarakat. Namun demikian, patut diakui bahwa pembangunan yang sudah dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat pada periode pemerintahan yang lalu masih menyisakan beberapa permasalahan pokok yang mendasar guna mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Balangan yang lebih baik lagi. Penyelenggaraan pembangunan dalam kurun waktu 2011-2015, telah membuahkan hasil yang menggembirakan, tetapi tetap menyisakan tugas ke depan, yaitu mengatasi permasalahan- permasalahan pokok yang mendasar di masa datang. Beberapa permasalahan pembangunan mendasar yang dapat diidentifikasi dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Balangan, diantaranya adalah: 1) Masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia, yang tercermin dari tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2014 pertumbuhan IPM Balangan adalah 0,64. Angka ini lebih besar jika dibandingkan tahun 2013 yakni 0,53 menunjukkan kecepatan pembangunan manusia di Balangan yang cukup baik. Angka pertumbuhan IPM Balangan ini lebih kecil jika dibandingkan provinsi Kalimantan Selatan yang sebesar 0,68. Pada tahun 2014, pertumbuhan IPM Kabupaten Balangan menempati urutan ke-6 tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi Kalimantan Selatan. 2) Terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin dari tahun 2013 ke tahun 2014. Dimana pada tahun 2013 penduduk miskin di Kabupaten Balangan sebanyak 7.383 jiwa atau sekitar 6,17 % dari total penduduk Balangan Tahun 2013. Pada tahun 2014, jumlah ini meningkat menjadi 7.660 jiwa atau 6.29 persen. Secara umum, terjadinya peningkatan kemiskinan ini dikarenakan adanya penurunan harga karet yang cukup tajam dan ditambah dengan banyaknya pencari kerja yang mirasi dari daerah lain ke Kabupaten Balangan. RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 IV-2 3) Daya saing produk unggulan Kabupaten Balangan secara umum masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya produktivitas, kualitas, nilai tambah maupun skala ekonomi produk unggulan tersebut. 4) Terbatasnya akses masyarakat ke sumber permodalan, penguasaan iptek dan informasi pasar untuk menunjang kegiatan usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah, serta masih terbatasnya sarana dan prasarana penunjang, seperti jaringan pengairan dan jaringan jalan pada sentra-sentra produksi. 5) Masih belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur (listrik, air bersih, transportasi serta pemukiman dan fasilitas umum) baik dari segi kuantitas maupun kualitas sehingga berpengaruh terhadap investasi dan daya dukung untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Balangan. 6) Belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat yang terkait dengan kinerja birokrasi dan budaya kerja/etos kerja. 7) Masih lemahnya penegakan hukum serta masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi hukum. 4.2. Isu Strategis Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas daerah/masyarakat di masa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, isu-isu strategis harus memenuhi kriteria memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional dan daerah; merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah; luasnya dampak yang ditimbulkannya terhadap daerah dan masyarakat; memiliki daya ungkit yang sigiifikan terhadap pembangunan daerah; kemungkinan atau kemudahannya untuk dikelola; dan prioritas janji politik yang perlu diwujudkan. Sumber pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan harus berasal dari peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, utamanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ditunjang tingkat kesehatan yang memadai. Sumber daya manusia, bukan hanya sebagai faktor produksi melainkan ikut berfungsi mengkoordinasi faktor produksi lain dalam kegiatan ekonomi. Karenanya, peningkatan kualitas masyarakat Balangan menjadi faktor penentu dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 IV-3 Balangan dalam lima tahun ke depan harus terfokus pada peningkatan kualitas manusia secara keseluruhan dan memperbaiki kesenjangan kualitas manusia, baik dilihat dari status golongan pendapatan, gender maupun antar wilayah dalam lingkup administrasi pemerintahan Kabupaten Balangan. Capaian laju pertumbuhan ekonomi selama periode 2011- 2015 yang fluktuatif ternyata tidak signifikan menjawab kebutuhan untuk mewujudkan tujuan masyarakat Kabupaten Balangan yang maju dan sejahtera. Hal ini dikarenakan proporsi distribusi PDRB Kabupaten Balangan hampir 80 persen masih disumbang oleh sektor Pertambangan dan penggalian yang berbanding terbalik dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja yang hanya berkisar antara 3-5 persen. Di sisi lain, sektor pertanian dengan sumbangan distribusi PDRB yang hanya sekitar 10 persen, tetapi memberikan lapangan kerja terbesar, yaitu mencapai 70 persen. Oleh karena itu, percepatan pertumbuhan ekonomi harus terus menerus dilakukan yang mengikutsertakan sebanyak mungkin masyarakat Balangan (inclusive growth). Hal ini untuk mempercepat penurunan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan serta memperkuat kapasitas keluarga Balangan dalam menghadapi berbagai goncangan ekonomi. Pengurangan jumlah kemiskinan tidak dapat sepenuhnya hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memerlukan kualitas dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Grafik 4.1 Perkembangan Kemiskinan dan Gini Ratio Balangan Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2014 Berdasarkan grafik 4.1 menunjukkan bahwa sejak tahun 2010, terlihat kemiskinan semakin menurun, namun gini ratio semakin tinggi. Ketimpangan distribusi pendapatan yang semakin tinggi RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 IV-4 ini merupakan salah satu pertanda bahwa pemerataan pembangunan harus lebih ditingkatkan sehingga dengan sendirinya kualitas pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara umum akan lebih baik. Pembangunan infrastruktur makin penting jika dilihat dari berbagai dimensi. Percepatan pertumbuhan ekonomi jelas membutuhkan tambahan kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur. Revitalisasi pertanian tidak mungkin berhasil tanpa infrastruktur yang memadai, mengingat biaya pemasaran makin dominan dalam struktur biaya akhir suatu komoditas pertanian. Keluarga miskin tidak akan mampu ikut dalam gelombang pertumbuhan ekonomi jika terisolasi akibat ketiadaan infrastruktur. Di sisi lain, pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang tidak tepat akan mengakibatkan sumber daya alam menyusut. Kerusakan lingkungan hidup mengakibatkan biaya hidup meningkat yang pada gilirannya menurunkan kualitas hidup. Kerusakan lingkungan hidup juga diduga menjadi salah satu penyebab utama munculnya epidemik dan penyakit saluran pernapasan. Dimensi lingkungan hidup pun makin luas berkaitan dengan perubahan iklim yang mempunyai keterkaitan kuat dengan kerusakan lingkungan hidup dan pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Keberhasilan proses pembangunan ekonomi tergantung pada kualitas birokrasi. Pada saat ini kualitas birokrasi pemerintah daerah Kabupaten Balangan perlu ditingkatkan terus menerus untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. Ekonomi biaya tinggi yang terjadi hingga dewasa ini tidak terlepas dari rendahnya kualitas birokrasi. Oleh karena itu, keberhasilan penatakelolaan birokrasi daerah yang disinkronkan dengan kebijakan reformasi birokrasi oleh pemerintah merupakan kunci utama yang harus dilakukan. Penegakan hukum secara konsisten, termasuk pemberantasan korupsi, dapat memberikan rasa aman, adil, dan kepastian berusaha. Banyak upaya perbaikan sistem hukum yang sudah dibenahi. Namun¸ kesadaran masyarakat Kabupaten Balangan untuk mentaati fungsi hukum dalam menuntun perilaku berkehidupan masyarakat sehari-hari masih harus ditingkatkan. Isu-isu strategis yang harus dikelola dengan baik dalam perjalanan masyarakat Balangan lima tahun mendatang, yaitu: 1) Perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan dan peningkatan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan, yang didukung dengan prasarana dan sarana serta sumber daya manusia yang memadai. 2) Penurunan jumlah penduduk miskin melalui perkuatan basis ekonomi kerakyatan yang mendasarkan diri pada optimalisasi segenap potensi lokal. RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten Balangan T.A. 2014 IV-5 3) Peningkatan infrastruktur yang memadai untuk memacu pengembangan wilayah 4) Perbaikan iklim investasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan investasi swasta 5) Pengelolaan sumber daya alam yang optimal dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. 6) Pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang mengacu nilai-nilai good governance dan mengedepankan clear governance di semua aspek serta peningkatan kompetensi, daya kreasi dan inovasi aparatur pemerintah daerah dalam pemberian pelayanan publik 7) Peningkatan kesadaran hukum masyarakat guna menjaga dan memelihara suasana sosial budaya masyarakat yang kondusif. RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten V-1
7.Mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum untuk terciptanya suasana yang kondusif. 5.3. Tujuan dan Sasaran Visi dan misi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tujuan dan sasaran. Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kinerja pembangunan daerah secara keseluruhan. Perumusan tujuan dan sasaran, di samping menerjemahkan visi/misi dan menjawab permasalahan pembangunan daerah/isu-isu strategis, dilakukan untuk menyerasikan ketercapaian indikator kinerja pembangunan daerah. Keterkaitan antara Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran pembangunan Kabupaten Balangan tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 tersaji pada Tabel 5.1. berikut: RPJMD Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021abupaten V-4 Tabel. 5.1 Visi Misi Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Kabupaten Balangan Tahun 2016-2021 VISI: TERWUJUDNYA KABUPATEN BALANGAN YANG MAJU DAN SEJAHTERA MELALUI PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA 2016 2017 2018 2019 2020 2021 1 2 3 4 5 6 7 9 10 11 12 13 14 15 16 1 Angka Rata-Rata Lama Sekolah 6,32 7,70 7,79 7,88 7,97 8,06 12,00 12,00 2 Angka Harapan Lama Sekolah 11,03 11,10 12,54 12,83 13,12 13,41 13,70 13,70 3 Usia Harapan Hidup (daerah) 66,65 67,66 68,19 68,55 68,92 69,28 69,64 69,64 4 Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran hidup) 245,00 245,00 214,00 184,00 162,00 140,00 118,00 118,00 5 Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran hidup) 14,70 14,00 13,00 12,80 12,50 12,30 12,00 12,00 Meningkatnya kualitas dan daya saing tenaga kerja 6 Angka pengangguran terbuka 3,50 3,4 3,2 2,80 2,50 2,20 2,10 2,10 7 Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (%) 11,48 12,40 12,50 12,75 13,00 13,39 13,79 13,79 8 Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB (%) 4,61 5,20 5,50 5,75 6,00 6,18 6,37 6,37 Meningkatnya nilai investasi 9 Pertumbuhan Nilai Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (%) - 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 30,00 Meningkatnya Usaha Mikro (UM) 10 Pertumbuhan Usaha Mikro (UM) (%) 5,00 5,00 7,47 8,50 9,50 10,50 11,50 11,50 Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat 11 Tingkat ketersediaan pangan (PPH) 0 85,05 85,10 85,15 85,20 85,25 85,30 85,30 Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan 12 Jaringan jalan dalam kondisi mantap (%) 18,73 17,00 30,00 32,00 35,00 38,00 40,00 40,00 Meningkatnya kualitas infrastruktur irigasi 13 Jaringan irigasi dalam kondisi baik (%) 40,55 43,00 45,00 48,00 50,00 52,00 54,00 54,00 14 Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat (%) 83,29 86,67 88,85 91,63 94,41 97,19 100,00 100,00 15 Akses masyarakat terhadap sanitasi dasar (%) 78,88 82,40 85,92 89,44 92,96 96,48 100,00 100,00 16 Jaringan drainase dalam keadaan baik (%) - 85,03 86,09 87,01 87,82 88,53 89,16 89,16 17 Pengurangan luasan kawasan permukiman kumuh (%) 18,02 30,08 24,00 18,00 16,00 6,00 - - Meningkatnya infrastruktur jaringan komunikasi internet 18 Cakupan infrastruktur telekomunikasi yang dapat diakses desa terpencil (%) - - 10,00 10,00 25,00 50,00 100,00 100,00 6,51 Meningkatnya kinerja perekonomian daerah 3 MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKESINAMBUNGAN Meningkatkan daya dukung infrastruktur untuk pengembangan wilayah dan peningkatan derajat kehidupan masyarakat Indeks Kualitas Infrastruktur (%) 34,21 69,02 2 MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN YANG BERKEADILAN Meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,27 Meningkatnya kualitas infrastruktur air minum, sanitasi dan perumahan 8 1 MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 65,02 68,51 Meningkatkan kuallitas pendidikan Meningkatkan kualitas kesehatan No. MISI TUJUAN Indikator Tujuan Kondisi Awal Target Tahun 2021 SASARAN Indikator Kinerja (impact/outcome ) Kondisi Awal Periode RPJMD Target Capaian Tahun Kondisi Akhir Periode RPJMD