menetapkannamajalandan kelasjalan; d.bahwaberdasarkanpertimbangansebagaimanadimaksud padahurufa,hurufb,danhurufc, perlumenetapkan PeraturanDaerah tentangNama JalandanKelas Jalan. Mengingat:1.Pasal18ayat(6)UndangUndangDasarNegaraRepublik IndonesiaTahun1945; 2.Undang UndangNomor29Tahun1959 tentang PembentukanDaerahTingkatII di Sulawesi(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun1959Nomor74, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor1822); 2 3.Undang-UndangNomor38Tahun2004tentangJalan (LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2004 Nomor132,TambahanLembaranNegaraRepublik IndonesiaNomor4444); 4.Undang-UndangNomor22Tahun2009tentangLaluLintas danAngkutanJalan(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun2009Nomor96,TambahanLembaranNegara RepublikIndonesiaNomor5025); 5.Undang-UndangNomor12Tahun2011tentang PembentukanPeraturanPerundang-undangan(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2011Nomor82, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor5234); 6.Undang-UndangNomor23Tahun2014tentang PemerintahanDaerah(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun2014Nomor244,TambahanLembaranNegara RepublikIndonesiaNomor5587)sebagaimanatelahdiubah beberapakaliterakhirdenganUndangUndangNomor9 Tahun2015tentangPerubahanKeduaAtasUndang-Undang Nomor23Tahun2014tentangPemerintahanDaerah (LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2015 Nomor58,TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor5679); 7.PeraturanPemerintahNomor34Tahun2006tentangJalan (LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2006 Nomor86,TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor4655); 8.PeraturanPemerintahNomor79Tahun2013tentang JaringanLaluLintasdanAngkutanJalan(LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun2013Nomor193,Tambahan LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor56468); 9.PeraturanMenteri PerhubunganNomorPM13Tahun2014 tentangRambuLaluLintas(SeritaNegaraRepublik IndonesiaTahun2014Nomor514);
10.PeraturanMenteriDalamNegeriNomor80Tahun2015 tentangPembentukanProdukHukumDaerah; 11.PeraturanDaerahKabupatenLuwuNomor7 Tahun2016 tentangPembentukandanSusunanPerangkatDaerah (LembaranDaerahKabupatenLuwuTahun2016Nomor7, TambahanLembaranDaerahKabupatenLuwuNomor28). 3 DenganPersetujuanBersama DEWANPERWAKILANRAKYATDAERAHKABUPATENLUWU dan BUPATILUWU MEMUTUSKAN: Menetapkan:PERATURANDAERAHTENTANGPEDOMANPEMBERIANNAMA JALANDANKLASIFIKASIJALAN BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 DalamPeraturanDaerahiniyangdimaksuddengan: 1.DaerahadalahKabupatenLuwu. 2.PemerintahanDaerah adalahpenyelenggaraanurusanpemerintahanoleh PemerintahDaerahdanDewanPerwakilanRakyatDaerahmenurutasas otonomidantugaspembantuandenganprinsipotonomiseluas-luasnya dalamsistemdanprinsipNegaraKesatuanRepublikIndonesia sebagaimanadimaksuddalamUndang-UndangDasarNegaraRepublik IndonesiaTahun1945. 3.PemerintahDaerah adalahBupatisebagaiunsurpenyelenggara PemerintahanDaerahyang memimpinpelaksanaanurusanpemerintahan yang menjadikewenangandaerahotonom. 4.BupatiadalahBupati Luwu. 5.DewanPerwakilanRakyatDaerahselanjutnyadisingkatDPRDadalah DPRDKabupatenLuwu. 6.Dinasadalahperangkatdaerahyang melaksanakantugasperhubungan yangmembantuBupatimenyelenggarakanurusanpemerintahanbidang perhubungan. 7.Jalan adalahprasarana transportasidaratyangmeliputisegalabagian jalan,termasukbangunanpelengkap danperlengkapannyayang diperuntukkanbagilalulintas,yang beradapadapermukaan tanah, di ataspermukaan tanah, di bawahpermukaan tanahdan/atau air,sertadi ataspermukaan air,kecuali jalankeretaapi, jalanlori, danjalankabel.. 8.JalanKabupaten adalahjalanlokaldalam sistem jaringanprimeryang tidak termasukjalan nasionaldanjalanprovinsiyang menghubungan ibukotakabupatendenganibukotakecamatan antaribukotakecamatan, ibukotakabupatendenganpusatkegiatanlokal, dan antarpusatkegiatan lokal. 9.Namajalan adalahidentitasyang diberikan kepadajalan, dengan tujuan mudah dikenalidandicantumkanpadapetajalan, serta untuk mempermudahidentifikasirumah,kantordan ataubangunan.
10.Kelas jalan adalah klasifikasi jalanberdasarkan kemampuan untuk menahan muatan terberatKendaranBermotor. 11.KendaraanBermotor adalah setiapKendaraanyang digerakkanoleh peralatan mekanik berupa mesin, selain kendaraan yang berjalan di atas rel. 4 12.RambuLaluLintasadalahbagianperlengkapanjalanyang berupa lambing,huruf,angka,kalimatdanatauperpaduanyang berfungsi sebagaiperingatan,larangan,perintahataupetunjukbagipenggunajalan. 13.Penggunajalan adalahorangyangmenggunakan jalanuntukberlalu lintas. 14.JalanKhususadalahjalanyang dibangunolehinstansi,badanusaha, perseorangan ataukelompokmasyarakatuntukkepentingansendiri. 15.PolisiPamongPrajaadalahaparaturpemerintahdaerahyangdiberitugas menegakkanPeraturanDaerahdanPeraturanBupati. BABII MAKSUDDANTUJUAN Pasal 2
(1)Maksudpemberiannamajalanyaituuntukmemberikanidentitas terhadap jalangunamencerminkansemangatdanfilosofimasyarakat.
(2)Tujuanpemberiannamajalansebagaimanadimaksudpadaayat(1)yaitu: a.Untukmenertibkanpenamaanjalan; b.Untukmemudahkanmemperolehinformasidantransportasi; c.Untukmengiventarisirnama-namajalan; d.Untukmengenangnama-namapahlawan,flora,faunadanbenda-benda lainyang memiliki nilaisejarah ataukeistimewaandankeunikan tertentu. BABIII KEWENANGANPEMBERIANNAMAJALAN