(1) Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari:
a. Penerimaan sejumlah Rp. 100.000.000.000,00
b. Pengeluaran sejumlah Rp. 0,00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
a. SiLPA tahun anggaran sebelumnya sejumlah Rp. 100.000.000.000,00
b. Pencairan dana cadangan sejumlah Rp. 0,00
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp. 0,00
d. Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp. 0,00
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman Rp. 0,00
f. Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp. 0,00
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
a. Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp. 0,00
b. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah Rp. 0,00
c. Pembayaran pokok utang sejumlah Rp. 0,00
d. Pemberian pinjaman daerah sejumlah Rp. 0,00 P a s a l 5 Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, yang terdiri dari :
1. Lampiran I Ringkasan APBD;
2. Lampiran II Ringkasan APBD menurut Urusan Pemerintah Daerah dan Organisasi;
3. Lampiran III Rincian APBD menurut Urusan Pemerintah Daerah, Organisasi, Pendapatan; Belanja dan Pembiayaan;
4. Lampiran IV Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintah Daerah Organisasi, Program dan Kegaitan;
5. Lampiran V Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintah Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
6. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
7. Lampiran VII Daftar Piutang Daerah;
8. Lampiran VIII Daftar Penyertaan Modal (investasi) daerah;
9. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan aset lainnya;
11. Lampiran XI Daftar Kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
12. Lampiran XII Daftar dana cadangan daerah dan
13. Lampiran XIII Daftar Pinjaman Daerah dan obligasi daerah.
P a s a l 6 Bupati menetapkan Peraturan tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan APBD.
P a s a l 7 Peraturan Daerah ini mulai berlaku surut sejak tanggal 2 Januari 2014.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah.
Ditetapkan di Ranai Pada tanggal 5 Maret 2014 BUPATI NATUNA ILYAS SABLI Diundangkan di Ranai Pada tanggal 5 Maret 20141 SEKRETARIS DAERAH SYAMSURIZON, SH, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19610309 199203 1 008 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN NATUNA TAHUN 2014 NOMOR 13 A20 PERATURAN DAERAHLampiran I :
PEMERINTAH KABUPATEN NATUNA RINGKASAN APBD Tahun Anggaran 2014 Nomor : 1 Tahun 2014 Tanggal : 5 Maret 2014 Kode Rekening Uraian Jumlah 1 2 3
4. PENDAPATAN 38,064,524,000.004. 1. Pendapatan Asli Daerah 7,130,000,000.004. 1. 1. Hasil Pajak Daerah 1,934,524,000.004. 1. 2. Hasil Retribusi Daerah 3,850,000,000.004. 1. 3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 25,150,000,000.004. 1. 4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1,154,675,272,484.004. 2. Dana Perimbangan 890,887,202,484.004. 2. 1. Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak 187,950,770,000.004. 2. 2. Dana Alokasi Umum 75,837,300,000.004. 2. 3. Dana Alokasi Khusus 73,360,203,516.004. 3. Lain-lain Pendapatan yang Sah 35,158,125,308.004. 3. 3. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya 14,391,609,000.004. 3. 4. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 23,810,469,208.004. 3. 5. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya Jumlah 1,266,100,000,000.00
5. BELANJA 473,433,553,007.005. 1. Belanja Tidak Langsung 268,352,046,661.005. 1. 1. Belanja Pegawai 43,768,818,621.005. 1. 3. Belanja Subsidi 41,316,500,000.005. 1. 4. Belanja Hibah 80,155,787,725.005. 1. 5. Belanja Bantuan Sosial 38,840,400,000.005. 1. 7. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota Dan Pemerintah Desa dan Partai Politik 1,000,000,000.005. 1. 8. Belanja Tidak Terduga 892,666,446,993.005. 2. Belanja Langsung 91,977,631,000.005. 2. 1. Belanja Pegawai 446,027,849,973.005. 2. 2. Belanja Barang dan Jasa 354,660,966,020.005. 2. 3. Belanja Modal Jumlah 1,366,100,000,000.00 Surplus / ( Defisit ) (100,000,000,000.00)
6. PEMBIAYAAN 100,000,000,000.006. 1. Penerimaan Pembiayaan 100,000,000,000.006. 1. 1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya Jumlah 100,000,000,000.00 Halaman : 1 Kode Rekening Uraian Jumlah 1 2 3 100,000,000,000.00 Sisa Lebih / Kurang Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan ( SILPA/SIKPA ) Pembiayaan neto 0 Bupati ILYAS SABLI Ranai, 5 Maret 2014 Halaman : 2