Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan. :
1.A n g g a r a n Pendapatan d a n Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Perda.
2.D o k u m e n Pelaksanaan Anggaran Perangkat Daerah y a n g selanjutnya disingkat DPA PD adalah dokumen yang memuat pendapatan dan belanja PD atau dokumen yang memuat pendapatan, belanja, dan Pembiayaan PD yang melaksanakan fungsi bendahara umum daerah yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.
3.D o k u m e n Pelaksanaan Perubahan Anggaran Perangkat Daerah y a n g selanjutnya d i s i n g k a t D P PA - P D a d a l a h d o k u m e n y a n g m e m u a t perubahan pendapatan, belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan perubahan anggaran oleh Pengguna Anggaran.
4.D a n a Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber d a r i pendapatan APBN y a n g dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan t u j u a n u n t u k membantu mendanai kegiatan k h u s u s yang merupakan U r u s a n Pemerintahan y a n g m e n j a d i kewenangan Daerah.
5.D a n a Alokasi Umum yang selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dan pendapatan APBN y a n g dialokasikan dengan t u j u a n pemerataan k e m a m p u a n k e u a n g a n antar-Daerah u n t u k m e n d a n a i kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.
6.P e m e g a n g Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah Bupati yang karena j a b a t a n n y a m e m p u n y a i k e w e n a n g a n menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan Daerah.
7.P e r a n g k a t Daerah adalah u n s u r perangkat daerah p a d a Pemerintah Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan daerah.
8.S a t u a n Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat SKPKD adalah unsur penunjang Urusan Pemerintahan pada Pemerintah Daerah yang melaksanakan Pengelolaan Keuangan Daerah.
9.P e j a b a t Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala SKPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah.
10.Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai BUD.
11.Pengguna Anggaran y a n g selanjutnya disingkat P A a d a l a h pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Perangkat Daerah yang dipimpinnya.
12.Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah.
13.K u a s a Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat Kuasa BUD adalah Pejabat yang diberi kuasa u n t u k melaksanakan sebagian tugas BUD.
14.K u a s a PA yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa u n t u k m e l a k s a n a k a n s e b a g i a n k e w e n a n g a n P A d a l a m melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.
15.Pejabat Penatausahaan Keuangan Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat PPK-PD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada Perangkat Daerah.
16.Pejabat Pelaksana Te k n i s Kegiatan y a n g selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada Unit Perangkat Daerah yang melaksanakan 1 (satu) atau beberapa Kegiatan d a r i s u a t u Program sesuai dengan b i d a n g tugasnya.
17.Bendahara Pengeluaran a d a l a h p e j a b a t y a n g d i t u n j u k menerima, menyimpan, m e m b a y a r k a n , m e n a t a u s a h a k a n , d a n mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Belanja Daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada Perangkat Daerah.
18.Anggaran belanja daerah diprioritaskan u n t u k melaksanakan kewajiban Pemerintahan D a e r a h sebagaimana d i t e t a p k a n d a l a m k e t e n t u a n Peraturan Perundang - undangan.
19.K a s U m u m Daerah adalah tempat penyimpanan u a n g Daerah y a n g ditentukan oleh Bupati u n t u k menampung seluruh Penerimaan Daerah dan membayar seluruh Pengeluaran Daerah.
20.Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang Daerah y a n g d i t e n t u k a n o l e h B u p a t i u n t u k m e n a m p u n g s e l u r u h Penerimaan Daerah d a n membayar seluruh Pengeluaran Daerah pada bank yang ditetapkan.
21.U a n g Persediaan yang selanjutnya disingkat UP adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada bendahara pengeluaran untuk membiayai Kegiatan operasional p a d a perangkat d a e r a h / u n i t perangkat daerah dan/atau untuk membiayai pengeluaran yang menurut sifat d a n t u j u a n n y a t i d a k m u n g k i n d i l a k u k a n m e l a l u i mekanisme pembayaran langsung.
22.Pembayaran Langsung yang selanjutnya disingkat LS adalah Pembayaran Langsung kepada bendahara pengeluaran/penerima h a k lainnya a t a s dasar perjanjian kerja, surat tugas, dan/atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan surat perintah membayar langsung.
23.Ta m b a h a n U a n g Persediaan y a n g selanjutnya d i s e b u t T U a d a l a h tambahan u a n g m u k a y a n g d i b e r i k a n k e p a d a b e n d a h a r a pengeluaran/bendahara p e n g e l u a r a n p e m b a n t u u n t u k m e m b i a y a i pengeluaran yang mendesak atas pelaksanaan APBD apabila jumlah sisa UP yang tersedia tidak mencukupi dengan batas waktu dalam 1 (satu) bulan.
24.G a n t i Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat GU adalah permintaan penggantian uang persediaan oleh Bendahara Pengeluaran.
25.Anggaran Kas adalah perkiraan arus kas masuk yang bersumber d a n penerimaan dan perkiraan arus kas keluar untuk mengatur ketersediaan dana y a n g c u k u p g u n a mendanai pelaksanaan A P B D d a l a m setiap periode.
26.S u r a t Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat SPD adalah dokumen yang menyatakan tersedianya d a n a sebagai d a s a r penerbitan s u r a t permintaan pembayaran atas pelaksanaan APBD.
27.S u r a t Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang digunakan untuk mengajukan permintaan pembayaran.
28.SPP U a n g Persediaan y a n g selanjutnya d i s i n g k a t SPP-UP a d a l a h Dokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran u n t u k permintaan uang muka kerja yang bersifat pengisian kembali (Revolving) yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung.
29.S P P Ganti Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-GU adalah dokumen yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaran u n t u k permintaan pengganti u a n g persediaan y a n g t i d a k d a p a t d i l a k u k a n d e n g a n pembayaran langsung.
30.S P P Tambahan U a n g Persediaan y a n g selanjutnya disingkat SPP-TU adalah dokumen y a n g diajukan o l e h Bendahara Pengeluaran u n t u k permintaan tambahan u a n g persediaan g u n a melaksanakan kegiatan Perangkat Daerah yang bersifat mendesak dan t i d a k dapat digunakan untuk pembayaran langsung dan uang persediaan.
31.S P P Langsung yang selanjutnya disingkat SPP-LS adalah dokumen yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaran u n t u k permintaan pembayaran langsung kepada pihak ketiga atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat p e r i n t a h k e r j a l a i n n y a d a n pembayaran g a j i dengan j u m l a h , penerima, p e r u n t u k a n , d a n w a k t u p e m b a y a r a n t e r t e n t u y a n g dokumennya disiapkan oleh PPK/PPTK.
32.Laporan pertanggungjawaban SPJ GU-Nihil yang selanjutnya disebut LPJ SPJ-GU Nihil adalah dokumen yang berisi pertanggungjawaban UP.
33.S u r a t Perintah Membayar y a n g selanjutnya disingkat S P M a d a l a h dokumen yang digunakan u n t u k penerbitan s u r a t perintah pencairan dana atas Beban pengeluaran DPA-PD.
34.S u r a t Perintah Membayar UP yang selanjutnya disingkat SPM-UP adalah dokumen yang digunakan u n t u k penerbitan s u r a t perintah pencairan dana atas beban pengeluaran DPA-PD yang dipergunakan sebagai U P untuk mendanai Kegiatan.
35.S u r a t Perintah Membayar G a n t i U a n g Persediaan y a n g selanjutnya disingkat SPM-GU adalah dokumen yang digunakan u n t u k penerbitan surat perintah pencairan dana atas beban pengeluaran DPA-PD yang dananya dipergunakan untuk mengganti UP yang telah dibelanjakan.
36.S u r a t Perintah Membayar TU yang selanjutnya disingkat SPM-TU adalah dokumen yang digunakan u n t u k penerbitan s u r a t perintah pencairan dana atas beban pengeluaran DPA-PD, karena kebutuhan dananya tidak dapat menggunakan L S d a n j u m l a h s i s a U P y a n g tersedia t i d a k mencukupi untuk membiayai kebutuhan yang mendesak.
37.S u r a t Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah d o k u m e n y a n g digunakan u n t u k penerbitan s u r a t perintah pencairan dana atas Beban pengeluaran DPA-PD kepada pihak ketiga.
38.S u r a t Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disingkat SP2D adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pencairan d a n a atas Beban APBD.
39.Laporan Pengesahan Pertanggungjawaban S P J T U / G U - N i h i l y a n g selanjutnya disingkat L P P S P J T U / G U - N i h i l a d a l a h d o k u m e n y a n g digunakan sebagai dasar pengesahan atas belanja TU/GU Nihil yang telah direalisasikan oleh PD yang diterbitkan oleh BUD berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban SPJ TU/GU-Nihil.
40.D a f t a r Transaksi Harian yang selajutnya disingkat DTH, adalah dokumen yang akan sebagai dasar pelaporan penggunaan dana atas transaksi yang dikelola oleh Bendahara Perangkat Daerah.
41.Rekapitulasi Transaksi Harian y a n g selajutnya disingkat RTH adalah rekapitulasi d o k u m e n y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i d a s a r p e l a p o r a n penggunaan d a n a atas transaksi yang kelola oleh Bendahara U m u m Daerah.
42.Pemerintah D a e r a h a d a l a h B u p a t i s e b a g a i u n s u r penyelenggara Pemerintahan D a e r a h y a n g m e m i m p i n u r u sari pemerintahan y a n g menjadi kewenangan Daerah otonom.
43.B u p a t i adalah Bupati Parigi Moutong.