(1) Belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal I huruf b terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung
1) Semula
2) Bertambah Jumlah belanja tidak langsung setelah Perubahan
b. Belanja Langsung
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja langsung setelah Perubahan 1.033.586.050.658,83 1.102.451.164.168,56 744.692.192.063,51
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufa terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Belanja hibah
1) Semula
2) Bertambah Jumlah belanja hibah setelah Perubahan Belanja bantuan sosial
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja 688.067 .280.657,08 3.277.935.893,1t bantuan sosial setelah Perubahan Belanja bag hasil kepada Provinsi/ Kabupaten / Kota dan Pemerintah Desa 808.358.368.794,51 (63.666.176.731,00) 715.590.320.6s1,79 (27 .523.039.994,711 74.857 .624.500,OO 6.904.15s.600,00 81.761.780. 100,00
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja bag Rp.
hasil setelah Perubahan
4. 102.935.893,11 (82s.000.000,00) Rp. 5.42s.994.613,93 Rp. (767.164.388,70) 4.654.830.225,23 12 Belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/ Kabupaten/ Kota dan Pemerintahan Desa terduga setelah Perubahan
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) hurufb terdiri darijenis belanja:
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja bantuan keuangan setelah Perubahan
f. Belanja tidak terduga
1) Semula
2) Bertambah Jumlah belanja tidak Jumlah pegawai Perubahan
b. Belanja barang dan jasa
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja barang dan jasa setelah Perubahan
c. Belanja modal
1) Semula
2) Berkurang Jumlah belanja modal setelah Perubahan Pembiayaan sslagaimana huruf c terdiri dari :
a. Penerimaan
l) Semula
2) Bertambah Jumlah penerimaan setelah Perubahan 13
b. Pengeluaran
1) Semula
2) Bertambah/(berkur anc) Jumlah pengeluaran setelah Perubahan Anggaran sebelumnya
1) Semula
2) Bertambah Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumnya setelah Perubahan
b. Pencairan dana cadangan
1) Semula
2) Bertambah/(berkur Rp.
Rp.
0,00 0,00 0,00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 94.220.581.2a2,48 47.662.862.760,O8 t4t.883.444.O42,56 ang) Jumlah Penerimaan Rp. O,0O kembali pemberian piqiaman setelah Perubahan
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah
1) Semula Rp.
2) Bertambah/ (berkurang) Rp.
Jumlah penyertaan modal Rp.
(investasi) daerah setelah Perubahan 0,00