memutuskan matarantai penularan HIV-AIDS di masyarakat dan kelompok masyrakat resiko tinggi. 13. Penanggulangan adalah segala upaya yang meliputi pelayanan promotif, preventif, diagnosis, kuratif, dan rehabilitasi yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian, membatasi penularan, serta penyebaran penyakit agar wabah tidak meluas ke daerahlain serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya. 14. Human Immunodeficiency Virus yang selanjutnya disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan AcquiredImmuno Deficiency Syndrome (AIDS); 15. Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang selanjutnya disingkat AIDS adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV dalam tubuh seseorang. 16. Anti Retro Viral yang selanjutnya disingkat dengan ARV adalah obat anti HIV yang dapat menekan perkembanganHIV dalam tubuh. 17. Orang Dengan HIV-AIDS yang selanjutnya disingkat ODHAadalah orang yang telah terinfeksi virus HIV. 18. Orang Hidup dengan ODHA selanjutnya disingkat OHIDA adalah orang yang terdekat, teman kerja atau keluarga dariorang yang sudah tertular HIV. 19. Infeksi Menular Seksual yang selanjutnya disingkat IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksualsecara vaginal, anal/lewat anus dan oral/dengan mulut. 20. Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif yang selanjutnyadisingkat NAPZA adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilang rasa mengurangi sampai menghilangkanrasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. 21. NAPZA suntik adalah NAPZA yang penggunaannya dilakukan dengan jarum suntik. 22. Surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terusmenerus terhadap kejadian dan distribusi penyakit sertafaktor-faktor yang mempengaruhinya pada masyarakat sehingga dapat dilakukan penanggulangan dengan serangkaian tindakan yang efektif. 23. Tes HIV atas Inisiatif Pemberi pelayanan kesehatan dan Konseling yang selanjutnya disingkat TIPK adalah tes HIVdan Konseling yang dilakukan kepada seseorang untuk kepentingan kesehatan dan pengobatan berdasarkan inisiatif dari pemberi pelayanan kesehatan. 24. Konseling adalah komunikasi informasi untuk membantuklien/pasien agar dapat mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya dan bertindak sesuai keputusanyang dipilihnya. 25. Konseling dan Tes HIV Sukarela yang selanjutnya disingkatKTS adalah proses konseling sukarela dan tes HIV atas inisiatif individu yang bersangkutan. 26. Konselor adalah orang yang memberikan konseling yang telah di latih ketrampilan konseling HIV AIDS dan dinyatakan mampu.