Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 semula beijumlah Rp.1.343.691.029.230,00 (Satu triliun tiga ratus empatpuluh tiga milyar enam ratus sembilan puluh satu juta dua puluh sembilan ribu dua ratus tiga puluh rupiah) bertambah/(berkurang) sejumlah Rp.53.160.771.965,00 ( Lima puluh tiga milyar seratus enam puluh juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu sembilan ratus enam puluh lima rupiah) sehingga menjadi Rp.1.396.851.801.195,00 (Satu triliun tiga ratus sembilan puluh enam milyar delapan ratus lima puluh satu juta delapan ratus satu ribu seratus sembilan puluh lima rupiah) terdiri atas Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah dengan rincian sebagai berikut : 1.PendapatanDaerah a.Semula b.Bertambah/(Berkurang) JumlahPendapatanDaerah setelahPerubahan Rp.1.322.042.614.563,00 Rp.54.450.011.992.00 Rp.1.376.492.626.555,00 2.Belanja Daerah a.Semula b.Bertambah/(Berkurang) Rp.1.340.191.029.230,00 Rp.55.160.771.965.00 JumlahBelanjaDaerah setelahPerubahan Jumlah Surplus/(Defisit)Setelah PerubahanRp.(18.859.174.640,00) 3.Pembiayaan a.Penerimaan Pembiayaan 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.1.395.351.801.195.00 Rp.21.648.414.667,00 Rp.(1.289.240,027.001 JumlahPenerimaan Pembiayaan setelah PerubahanRp.20.359.174.640,00 b.PengeluaranPembiayaan 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah Pengeluaran Pembiayaan setelah Perubahan JumlahPembiayaannettosetelah PerubahanRp.18.859.174.640,00 Sisalebihpembiayaananggaran setelahperubahan Rp.3.500.000.000,00 Rp.(2.000.000.000.001 Rp.1.500.000.000.00 Rp0,00 Pasal 3 AnggaranPendapatan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 bersumberdari: a.PendapatanAsliDaerah 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah PendapatanAsliDaerah setelah Perubahan b.Pendapatan Transfer 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah PendapatanTransfer setelah Perubahan Rp.167.676.006.027,00 Rp.19.243.961.403.00 Rp.186.919.967.430,00 Rp.1.154.366.608.536,00 Rp.35.206.050.589.00 Rp.1.189.572.659.125,00 Pasal 4
(1)Pendapatanaslidaerah sebagaimanadimaksuddalam Pasal3huruf a, bersumberdari : a.Pajak Daerah 1}Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPajak Daerah setelah Perubahan b.Retrebusi Daerah 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.54.896.702.496,00 0.00Rp. Rp.54.896.702.496,00 Rp.84.244.280.420,00 Rp.19.181.330.138.00 JumlahRetrebusiDaerah setelahPerubahan c.Hasil Pengelolaan KekayaanDaerahyang dipisahkan 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahHasilPengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah Perubahan d.Lain-lainPendapatanAsliDaerahyangSah 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp. JumlahLain-lainPendapatanAsli DaerahyangSah setelahPerubahan Rp.24.882.242.640,00 Rp.103.425.610.558,00 Rp.3.652.780.471,00 Rp.62.631.265.00 Rp.3.715.411.736,00 Rp.24.882.242.640,00 0.00
(2)Pendapatan transfersebagaimana dimaksuddalam Pasal3hurufb, bersumber dari : a.Pendapatantransferpemerintah pusat 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah Pendapatan transfer pemerintah pusatsetelah Perubahan b.Pendapatan transfer antar daerah 1)Semula 2)Bertambah /(Berkurang) Jumlah Pendapatan transfer antar daerah setelah Perubahan Rp.1.035.225.954.000,00 Rp.4.684.354.010.00 Rp.1.039.910.308.010,00 Rp.119.140.654.536,00 Rp.30.521.696.579,00 Rp.149.662.351.115,00 Pasal 5 Anggaran belanjadaerahsebagaimanadimaksuddalam Pasal2bersumber dari: a.Belanjaoperasional; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahBelanjaOperasional setelah Perubahan b.Belanjamodal; IjSemula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.990.477.984.783,00 Rp. 50.028.343.152.00 Rp.1.040.506.327.935,00 Rp.137.474.706.212,00 Rp.6.527.352.403.00 JumlahBelanjaModal setelahPerubahan
c.Belanja tidakterduga; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.144.002.058.615,00 Rp.6.200.000.000,00 Rp.(2.080.038.600,001 JumlahBelanjatidak terduga setelah Perubahan d.Belanja transfer IjSemula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.4.119.961.400,00 Rp.206.038.338.235,00 Rp,685.115.010.00 JumlahBelanjatransfer setelah PerubahanRp.206.723.453.245,00 Pasal 6
(1)Anggaran belanja operasionalsebagaimana dimaksud dalam Pasal5huruf a,terdiriatas: a.Belanjapegawai; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.6.722.352.785,00 Rp.558.264.084.421,00 Jumlah BelanjaPegawai setelah Perubahan b.Belanja barang dan jasa; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.44.631.709.234,00 Jumlah Belanja barang dan jasa setelah Perubahan c.Belanja bunga; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah Belanja bunga setelah Perubahan Rp.564.986.437.206,00 Rp.352.004.627.676,00 Rp.396.636.336.910,00 Rp0,00 Rp 0,00 Rp.0,00 d.Belanjasubsidi; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp. Rp.1.000.000.000,00 0.00 JumlahBelanjaSubsidi setelahPerubahanRp.1.000.000.000,00 e.Belanjahibah; 1)SemulaRp.75.918.972.686,00 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.(681.118.867.001 JumlahBelanja Hibah setelahPerubahanRp.75.237.853.819,00
f.Belanjabantuansosial. 1)SemulaRp.3.290.300.000,00 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.(644.600.000.001 JumlahBelanja Bantuan Sosial setelah PerubahanRp.2.645.700.000,00
(2)Anggaranbelanjamodal sebagaimana dimaksud dalamPasal5huruf b, terdiriatas : a.Belanja modaltanah; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp0,00 Rp0,00 Jumlah Belanja modaltanah setelah PerubahanRp.0,00 b.Belanja modalperalatan danmesin; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.4.638.907.123.00 Jumlah Belanjamodalperalatan danmesin setelah Perubahan Rp.15.252.615.661,00 Rp.19.891.522.784,00 c.Belanja modal Gedungdan Bangunan; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp.(4.097.842.800,001 JumlahBelanja modal bangunan dangedung setelah Perubahan Rp.43.044.366.830,00 Rp.38.946.524.030,00 d.Belanja modal jalan,jaringan danirigasi; 1)SemulaRp.74.126.816.341,00 2)Bertambah/(Berkurang)Rp. 5.592.153.050.00 Jumlah Belanja modaljalan,jaringan dan irigasi setelah Perubahan e.Belanja modal aset tetap lainnya; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang)Rp. Jumlah Belanja modal aset tetap lainnya setelah Perubahan Rp.79.718.969.391,00 Rp.5.040.907.380,00 394.135.030.00 Rp.5.435.042.410,00 f.Belanjamodalaset lainnya. 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahBelanjamodalaset lainnya setelahPerubahan Rp.10.000.000,00 Rp.0.00 Rp.10.000.000,00
(3)Anggaran belanjatidakterduga sebagaimanadimaksud dalam Pasal 5 hurufc,terdiriatasbelanja tidakterduga,yaitu: 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahBelanja tidakterduga setelahPerubahan Rp.6.200.000.000,00 Rp.(2.080.038.600.001 Rp.4.119.961.400,00
(4)Anggaranbelanja transfer sebagaimana dimaksuddalamPasal5huruf d, terdiriatas: a.Belanjabagihasil; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahBelanja bagihasil setelah Perubahan Rp.5.767.356.250,00 Rp.2.958.344.718.00 Rp.8.725.700.968,00 b.Belanjabantuan keuangan. 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahBelanja bantuan keuangan setelah Perubahan Rp.200.270.981.985,00 Rp. (2.273.229.708.001 Rp.197.997.752.277,00 Pasal 7 Anggaranpembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,terdiri atas: a.Penerimaan Pembiayaan 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPenerimaan Pembiayaan setelah Perubahan Rp.21.648.414.667,00 Rp.(1.289.240.027.001 Rp.20.359.174.640,00 b.Pengeluaran Pembiayaan 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.3.500.000.000,00 Rp.(2.000.000.000.001 Jumlah Pengeluaran Pembiayaan setelah PerubahanRp.1.500.000.000,00 Pasal 8
(1)Penerimaan pembiayaansebagaimanadimaksuddalamPasal7hurufa, terdiriatas: a.Sisalebihperhitungan anggaran tahunanggaransebelumnya; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahSisalebihperhitungananggaran tahunanggaransebelumnya setelahPerubahan b.Pencairandanacadangan; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPencairandanacadangan setelah Perubahan Rp.21.648.414.667,00 Rp.fl.289.240.027.001 Rp.20.359.174.640,00 Rp.0,00 Rp.0.00 Rp.0,00 c.Hasilpenjualan kekayaan daerahyangdipisahkan; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Rp.0,00 Rp.0.00 JumlahHasilpenjualan kekayaan daerahyangdipisahkan setelah PerubahanRp.0,00 d.Penerimaanpinjaman daerah; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPenerimaan pinjaman daerah setelahPerubahan Rp.0,00 Rp.0.00 Rp.0,00 e.Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPenerimaan kembali pemberian pinjaman daerah setelah Perubahan Rp.0,00 Rp.0,00 Rp.0,00 f.Penerimaan pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan. 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah Penerimaan pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah Perubahan
(2)Anggaran pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, terdiri atas : a.Pembentukan dana cadangan; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) Jumlah Pembentukan dana cadangan setelah Perubahan Rp.0,00 Rp.0.00 Rp.0,00 Rp.0,00 Rp.0.00 Rp.0,00 •b.Penyertaanmodaldaerah; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPenyertaan modaldaerah setelahPerubahan Rp.3.500.000.000,00 Rp.<2.000,000.000,001 Rp.1.500.000.000,00 c.Pembayaraancicilan pokokutangyangjatuhtempo; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPembayaraancicilanpokok utangyangjatuhtempo setelah Perubahan Rp.0,00 Rp.0,00Rp .0,00 d.Pemberian pinjamandaerah; 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPemberianpinjamandaerah setelahPerubahan Rp.0,00 Rp.0,00 Rp.0,00 e.Pengeluaran pembiayaan lainnyasesuai denganketentuanperaturan perundang-undangan. 1)Semula 2)Bertambah/(Berkurang) JumlahPengeluaran pembiayaan lainnya sesuaidenganketentuan peraturanperundang-undangan setelahPerubahan Rp.0,00 Rp.0,00 Rp.0,00 Pasal 9
(1)Dalamkeadaandarurattermasuk keperluan mendesak, denganPeraturan Bupati,Pemerintah Daerahdapatmelakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannyadan/atau pengeluaranmelebihipagu yang ditetapkandalamperaturandaerahini,yang selanjutnyadimasukkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan BelanjaDaerahTahun Anggaran 2024.
(2)Keadaandarurat sebagaimanadimaksudpada ayat(1)meliputi: a.Bencana alam,bencananon-alam,bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa;
b.Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;dan/atau c.Kerusakan sarana/ prasarana yangdapatmengganggukegiatan pelayananpublik.
(3)Keperluan mendesaksebagaimanadimaksud pada ayat(1)meliputi: a.Kebutuhan daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakatyang anggarannya belum tersedia dalamtahun anggaran beijalan; b.Belanja daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib; c.Pengeluaran daerah yang berada diluar kendali Pemerintah Daerah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya,serta amanat peraturan perundang-undangan; dan/atau d.Pengeluaran daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat.