Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. 2. 5. Daerah adalah Kota Ambon. Pemerintah Daerah adalah Walikota Pemerintahan Daerah yang memmpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenang daerah otonom.
3.Walikota adalah Walikota Ambon
4.Olahraga adalah segala kegiatan yang melibatkan pikiran, raga, dan sebagai unsur penyelenggara jiwa secara terintegrasi dan sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial, dan budaya. Keolahragaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan Olahraga yang memerlukan pengaturan, pendiflikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan, peningkatan, pengawakan, dan evaluasi.
6.K eolah ragaan N asional adalah keolahragaan yan g berdasarkan P an casila dan U ndang-U ndang D asar N egara R epu blik Indon esia T ah u n 1945 yan g berakar pada nilai-n ilai keolahragaan, kebu dayaan n asion al Indon esia dan tanggap terhadap tu ntu tan perkem ban gan olahraga.
7.Pelaku O lahraga adalah setiap orang dan/atau k elom pok oran g yan g terlib at secara lan gsu n g dalam kegiatan olahraga yan g m eliputi peolahraga, pem bina olahraga, dan ten a ga keolahragaan.
8.P eolah raga adalah oran g ya n g b erolah raga dalam u sah a m en gem bangkan potensi jasm an i, rohani, sosial dan budaya.
9.O lah ragaw an adalah peolah raga ya n g m en giku ti pelatihan secara teratu r dan keju araan dengan penuh dedikasi u n tu k m encapai prestasi.
10.P em b in a O lahraga adalah orang yan g m em ilik i m in at dan pengetahu an, k ep em im p in an , kem am pu an m anajerial, dan/atau p en dan aan ya n g didedikasikan u n tu k kepen tin gan pem binaan dan p en gem ban gan Olahraga.
11.T en a g a K eolahragaan adalah oran g perseorangan yan g m em iliki ku alifikasi dan sertifikat kom peten si dalam bid an g Olahraga.
12.M asyarakat adalah oran g perseoran gan w arga N egara Indonesia, k elom pok m asyarakat, dan/atau organisasi k em asyarakatan yan g m em pu n yai perhatian dan peranan dalam bid an g Keolahragaan. 13.Suporter adalah perseorangan atau k elom pok m asyarakat yan g m en du ku ng dan m em iliki perh atian kh u su s terhadap caban g olah raga tertentu.
14.O lah raga Pendidikan adalah pendidikan ja sm a n i dan olahraga yan g dilaksanakan sebagai bagian dari proses pendidikan yan g teratur, berkelanju tan, dalam m em peroleh pengetahu an, kepribadian, keteram pilan, kesehatan, dan kebu garan jasm ani.
15.O lah raga M asyarakat adalah O lah raga yan g dilakukan oleh m asyarakat berdasarkan kegem aran dan kem am pu an ya n g tum buh dan b erkem ban g sesuai dengan kon disi dan nilai b u d aya m asyarakat setem pat yan g dilakukan secara teru s-m en eru s u n tu k kesehatan, kebu garan, dan kegem biraan.
16.O lahraga Prestasi adalah O lahraga ya n g m em b in a dan m en gem bangkan O lahragaw an secara terencana, sistem atis, terpadu, berjenjang, dan berkelanju tan m elalu i kom petisi untu k m en capai prestasi dengan dukungan ilm u pengetahu an dan teknologi K eolah ragaa n .
17.O lah raga A m atir adalah O lahraga yan g dilaku kan atas dasar k ecin taan atau kegem aran berolahraga.
18.O lah raga Profesional adalah O lah raga ya n g dilaku kan un tu k m em peroleh pendapatan dalam bentu k u a n g atau ben tu k lain yan g didasarkan atas kem ahiran berolahraga.
19.O lah raga Penyandan g D isabilitas adalah O lahraga yan g dilakukan sesuai dengan kon disi disabilitas flsik, intelektual, m ental, dan/atau sen sorik seseorang.
20.Prestasi adalah hasil ya n g dicapai O lahragaw an atau kelom pok O lah ragaw an dalam kegiatan O lahraga.
6.Keolahragaan Nasional adalah keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Das Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-ni ai keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhddap tuntutan perkembangan olahraga.
7.Pelaku Olahraga adalah setiap orang dan/atau kelompok orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan olahraga yang meliputi peolahraga, pembina olahraga, dan tenaga keolahragaan.
8.Peolahraga adalah orang yang |berolahraga dalam usaha mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial dan budaya
9.Olahragawan adalah peolahraga yang mengikuti pelatihan secara teratur dan kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk mencapai prestasi. 10.Pembina Olahraga adalah orang yang memiliki minat dan pengetahuan, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan/atau pendanaan yang didedikasikan untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan Olahraga. 11.Tenaga Keolahragaan adalah orang perseorangan yang memiliki kualifikasi dan sertifikat kompetensi dalam bidang Olahraga. 12.Masyarakat adalah orang perseorangan warga Negara Indonesia, kelompok masyarakat, dan/atau organisasi kemasyarakatan yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang Keolahragaan. 13.Suporter adalah perseorangan atau kelompok masyarakat yang mendukung dan memiliki perhatian khusus terhadap cabang olahraga tertentu.
14.Olahraga Pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian dari prbses pendidikan yang teratur, berkelanjutan, dalam memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani. 15.Olahraga Masyarakat adalah Olahraga yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat yang dilakukan secara terus-menerus untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan. 16.Olahraga Prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan Olahragawan secara terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan mela ui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi Keolahragaan. 17.Olahraga Amatir adalah Olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau kegemaran berolahraga. 18.Olahraga Profesional adalah Olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran berolahraga. 19.Olahraga Penyandang Disabilitas adalah Olahraga yang dilakukan sesuai dengan kondisi disabilitas fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik seseorang. 20.Prestasi adalah hasil yang dicapai Olahragawan atau kelompok Olahragawan dalam kegiatan Olahraga. b 21.1ndustri O lah raga adalah kegiatan ekonom i bid an g O lah raga dalam ben tu k p rod u k baran g dan/atau ja s a yan g m em beri n ila i t am bah atau m an faat yan g lebih tinggi dan berdam pak pada perekon om ian m asyarak at dan O lahraga.
22.Pen gh argaan O lah raga adalah pengaku an atas Prestasi di bidan g O lah raga ya n g diw u ju dkan dalam ben tu k m ateriel dan/atau non m ateriel.
23.P rasaran a O lah raga adalah tem pat atau ru an g term asu k lingku n gan yan g digu n akan untuk kegiatan O lahraga dan/atau pen yelen ggaraan K eolah ragaan .
24.Saran a O lah raga adalah peralatan dan perlengkapan yan g digu nakan u n tu k kegiatan Olahraga.
25.D opin g adalah penggu naan zat dan/atau m etode terlarang u n tu k m en in gkatkan Prestasi O lahraga serta segala ben tu k pelanggaran terh adap peratu ran anti-D oping.
26.Pem binaan dan Pengem bangan K eolah ragaan adalah u sah a sadar yan g dilaku kan secara sistem atis u n tu k m en capai tuju an K eolah ragaa n .
27.O rgan isasi O lah raga adalah seku m pu lan oran g yan g m en jalin k e ija sam a dengan m em ben tu k organisasi u n tu k penyelenggaraan O lah raga sesu ai dengan ketentu an peratu ran peru ndang-u ndangan. 28.1nduk O rgan isasi C aban g O laliraga adalah O rganisasi O lah raga yan g m em bina, m engem bangkan, dan m en goordin asikan 1 (satu) cabang O lahraga, je n is O lahraga, atau gabungan organisasi caban g O lah raga dari 1 (satu) je n is O lah raga y a n g m eru pakan an ggota federasi caban g O lah raga intem asional.
29.Anggaran Pendapatan dan Belanja D aerah ya n g selanju tn ya disingkat APB D adalah ren can a keuangan tah u n an D aerah yan g ditetapkan dengan peratu ran Daerah. 30.Setiap O rang adalah oran g perseorangan, k elom pok orang, organisasi m asyarakat, dan/atau badan u sah a yan g b erbentu k badan hukum atau tidak berbadan hukum . 31.Sistem Jam inan Sosial N asional adalah suatu tata cara pen yelen ggaraan program ja m in a n sosial oleh beberapa badan р еп у elen ggara ja m in a n sosial.
32.Keolahragaan diselenggarakan dengan prinsip:
a.kebangsaan;
b.go tong royong;
c.keadilan;
d.pem budayaan;
e.m anfaat;
f.kebhinekaan;
g.partisipatif;
h.k e te rp a d u a n ;
i.keberlanjutan;
j.aksesibilitas;
k.sp ortivitas;
l.d em ok ra tis;
m.akun tabilitas; dan
n.ketertiban dan kepastian hukum 21.Industri Olahraga adalah kegiatan ekonomi bidang Olahraga dalam bentuk produk barang dan/atau jasa yang memberi nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi dan berdampak pada perekonomian masyarakat dan Olahraga. 22.Penghargaan Olahraga adalah peng an atas Prestasi di bidang Olahraga yang diwujudkan dalam bentuk materiel dan/atau non materiel.
23.Prasarana Olahraga adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan Olahr Keolahragaan.
24.Sarana Olahraga adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan Olahraga. 25.Doping adalah penggunaan zat dan/atau metode terlarang untuk meningkatkan Prestasi Olahraga serta segala bentuk pelanggaran terhadap peraturan 26.Pembinaan dan Pengembangan ati ragaan adalah usaha sadar yang dilakukan secara untuk mencapai tujuan Keolahragaan. a dan/atau penyelenggaraan 27.Organisasi Olahraga adalah sekumpulan orang yang menjalin kerja sama dengan membentuk organisasi untuk penyelenggaraan Olahraga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 28.Induk Organisasi Cabang Olahraga adalah Organisasi Olahraga yang membina, mengembangkan, dan mengoordinasikan 1 (satu) cabang Olahraga, jenis Olahraga, atau gabungan organisasi cabang Olahraga dari 1 (satu) jenis Olahraga yang merupakan anggota federasi cabang Olahraga internasional.
29.Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan peraturan Daerah.
30.Setiap Orang adalah orang perseorangan, kelompok orang, organisasi masyarakat, dan/atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum. 31.Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. 32.Keolahragaan diselenggarakan dengan prinsip:
a.kebangsaan, b gotong royong, Cc. keadilan: d pembudayaan,
e.manfaat, kebhinekaan, g partisipatif, h keterpaduan, i keberlanjutan, j aksesibilitas, k sportivitas,
1.demokratis: m . akuntabilitas, dan
n.ketertiban dan kepastian hukum »
33.K eolah ragaan bertu ju an untuk:
a.memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kecerdasan dan kualitas manusia;
b.m en anam kan nilai m oral dan akhlak m ulia, sportivitas, kom petitif, dan disiplin;
c.m em p ererat dan m em b in a persatu an dan kesatu an bangsa;
d.m em perku ku h ketahanan nasional;
e.m en gangkat harkat, m artabat, dan kehorm atan bangsa; dan
f.m en jaga perdam aian dunia.