menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mengingat 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 7fJ, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);
3.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1990 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Bitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3421);
4.Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);
5.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); 1 6.Undang-UndangNomor12Tahun2011tentang PembentukanPeraturanPerundang-undangan(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2004Nomor53, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor 4389); 7.Undang-UndangNomor23Tahun2014tentang PemerintahanDaerah(LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun2014Nomor244,TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor5587)sebagaimana telahdiubahbeberapakaliterakhirdenganUndang- UndangNomor9Tahun2015 tentang PerubahanKedua atasUndang-UndangNomor23Tahun2014 tentang PemerintahanDaerah(LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun2015Nomor58,TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor5679);
8.PeraturanPemerintahNomor34Tahun2006tentang Jalan(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2006 Nomor64,TambahanLembaranNegaraRepublik IndonesiaNomor3530); 9.PeraturanPemerintahNomor8Tahun2011tentang AngkutanMultiModa(LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun2011Nomor20,TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor5199); 10.PeraturanPemerintahNomor32Tahun2011tentang ManajemendanRekayasa,AnalisisDampakserta ManajemenKebutuhanLaluLintas(LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun2011Nomor61,Tambahan LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor5221); 11.PeraturanPemerintahNomor37Tahun2011tentang ForumLaluLintasdanAngkutanJalan(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2011Nomor73, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor 5229); 12.PeraturanPemerintahNomor55Tahun2012 tentang Kendaraan(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun 2012Nomor120,TambahanLembaranNegaraRepublik IndonesiaNomor5317);
13.PeraturanPemerintahNomor80Tahun2012tentang TataCaraPemeriksaanKendaraanBermotordiJalandan PenindakanPelanggaranLaluLintasdanAngkutanJalan (LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2012Nomor 187, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor5346);
14.PeraturanPemerintahNomor74Tahun2014 tentang AngkutanJalan(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun2014Nomor5594);
15.PeraturanKepalaKepolisianNegaraRepublikIndonesia Nomor10Tahun2012 tentangPengaturanLaluLintas dalamKeadaanTertentudanPenggunaanJalanselain untukkegiatanLaluLintas(BeritaNegaraRepublik IndonesiaTahun2012Nomor10);
16.PeraturanMenteriPerhubunganNomor13Tahun2014 tentangRambuLaluLintas(BeritaNegaraRepublik IndonesiaTahun2014Nomor514);
17.PeraturanMenteriPerhubunganNomor34Tahun2014 tentangMarkaJalan(BeritaNegaraRepublikIndonesia Tahun2014Nomor1244); 2
18.PeraturanMenteriDalamNegeriNomor80Tahun2015 tentang PembentukanProdukHukumDaerah(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2015Nomor2036); DENGANPERSETUJUANBERSAMA DEWANPERWAKILANRAKYAT DAERAHKOTABITUNG DAN WALIKOTABITUNG MEMUTUSKAN: MenetapkanPERATURANDAERAHTENTANGPENGATURANLALU LINTAS DANANGKUTANJALAN. BABI KETENTUANUMUM Pasal 1 DalamPeraturanDaerahini,yangdimaksuddengan: 1.Kota adalahKotaBitung. 2.PemerintahKotaadalahPemerintahKotaBitung. 3.WalikotaadalahWalikotaBitung.
4.DewanPerwakilanRakyatDaerah,yang selanjutnyadisingkatDPRD adalahDewanPerwakilanRakyatDaerahKotaBitung. 5.DinasadalahDinasyangmenyelenggarakanurusanpemerintahan bidangperhubungan. 6.KepalaDinas adalahKepalaDinasyang menyelenggarakan urusan pemerintahanbidang perhubungan. 7.KepolisianNegaraRepublikIndonesia,yangselanjutnyadisingkatPolri adalahalatNegarayang berperandalammemeliharakeamanandan ketertibanmasyarakat,menegakkan hukumsertamemberikan perlindungan,pengayomandanpelayanankepadamasyarakatdalam rangkaterpeliharanyakeamanandalam negeri. 8.PenyidikadalahPejabatPegawaiNegeriSipildilingkunganPemerintah Kotayang diberiwewenangkhususolehUndang-Undang. 9.Angkutanadalahpemindahanorangdan/ataubarangdari satutempat ketempatlaindenganmenggunakan kendaraandiruangLaluLintas jalan. 10.Kendaraanadalahsuatualatyang dapatbergerakdijalan,terdiri dari kendaraanbermotordan kendaraantidakbermotor. 11.KendaraanRodaTiga adalahkendaraanbermotoratau kendaraantidak bermotoryang berjalanmenggunakan rodasebanyak3(tiga)buah. 12.KendaraanBermotoradalahkendaraanyangdigunakanolehperalatan teknisyangberadapadakendaraanitu. 13.KendaraanBermotorUmumadalah setiap kendaraanyang digunakan untuk angkutan barang dan/atauorang dengandipungutbayaran. 14.LaluLintas adalahgerakkendaraandanorang diruangLaluLintas jalan. 15.RuangLaluLintasJalan adalahprasaranayang diperuntukanbagi gerak pindah kendaraanorang dan/atau barang yang berupajalandan fasilitas pendukung. 3 16.PrasaranaLaluLintasdanAngkutanJalan adalahruangLaluLintas, TerminaldanPerlengkapanJalanyangmeliputiMarka,RambuLalu Lintas,AlatPemberilsyaratLaluLintas(APILL),AlatPengendalidan PengamanPenggunaJalan,AlatPengawasandanPengamananJalan sertafasilitaspendukung. 17.Jalanadalahseluruhbagian jalankota,termasukbangunanpelengkap danperlengkapannyayangdiperuntukkanbagiLaluLintasumum,yang beradapadapermukaan tanah,diataspermukaan tanah,di bawah permukaantanahdan/atauair,sertadiataspermukaanair,kecuali jalankeretaapi,jalanloridankabel.
18.RambuLaluLintas adalahbagianperlengkapan jalanyangberupa lambanghuruf,angka,kalimatdan/atauperpaduanyangberfungsi sebagai peringatan,larangan,perintah ataupetunjukbagipengguna jalan. 19.MarkaJalan adalahsuatutandayangberadadipermukaanjalanataudi atas pennukaanjalanyangmeliputiperalatanatautandayang membentukgarismembujur,garismelintang,garisserongsertalambang lainnyayang berfungsiuntukmengarahkanarusLaluLintasdan membatasidaerahkepentinganLaluLintas. 20.AlatPemberiIsyaratLaluLintas,yangselanjutnyadisingkatAPILL adalahperangkatelektronikyangmenggunakanisyaratlampuyang dapatdilengkapidenganisyaratbunyiuntukmengaturLaluLintasorang dan/ataukendaraandipersimpanganataupadaruasjalan. 20.PenggunaJalanadalahorang yangmenggunakanjalanuntukberlalu lintas. 21.PemanduLaluLintasdan angkutanjalanadalahsuatu kegiatan penunjukjalan,memperlancararusLaluLintasdanMengiringi Tamu dalam keadaanaman,tertibdanlancardansampaiketujuan. 22.PenjagaanLaluLintasadalahsuatu kegiatanpengawasanLaluLintas pada tempat-tempattertentuyangdiadakansesuaidengankebutuhan terutamabersifatpencegahan,perlindungan,pelayananterhadap penggunajalan. 23.PatroliLaluLintasadalahsuatu kegiatanperondaan yang dilakukan padaruas-ruas jalantertentudengantujuanuntukmelakukan pengawasanterhadaparusLaluLintasdan aktifitasmasyarakat penggunajalangunamenumbuhkan dampakyangmungkin timbulbagi penggunajalan,menemukandanmenindakpelanggaranLaluLintas, melakukanpengamatan,pemantauansertamemberikanbimbingan pelayananbagimasyarakatyang membutuhkansertapada rambuLalu LintasdanAlatPemberilsyaratLaluLintas(APILL)yang di pasang.
24.Persimpanganadalahpertemuan ataupercabangan jalanbaik sebidang maupuntidak sebidang.
25.Berhentiadalah keadaan kendaraan tidakbergerakuntuksementara dantidakditinggalkanpengemudinya.
26.Parkiradalah keadaan kendaraanberhenti atau tidakbergerak untuk beberapasaatdanditinggalkanpengemudinya. 27.ManajemendanRekayasaLaluLintasadalah serangkaianusahadan kegiatanyang meliputiperencanaan,pengadaan,pemasangan, pengaturandanpemeliharaan fasilitasperlengkapan jalandalamrangka mewujudkan,mendukung danmemelihara keamanan,keselamatan, ketertibandankelancaranLaluLintas. 28.Ujiberkala adalahpengujian kendaraanbermotoryangdilakukansecara berkala terhadap setiap kendaraanbermotor,keretagandeng dankereta tempelanyang dioperasikandijalan. 29.Mobil Barangadalah kendaraanbermotoryangdirancang sebagian atau seluruhnya untukmengangkutbarang. 4 l 30.KendaraanKhususadalahkendaraanbermotorselaindaripada kendaraanbermotoruntukpenumpang dankendaraanbermotoruntuk barang,yang penggunaannyauntukkeperluankhususataumengangkut barang-barangkhusus. 31.MuatanSumbuadalah jumlahtekananroda-rodapadasuatu sumbu yangmenahanjalan. 32.BarangUmumadalahsetiapbahanataubendaselaindaribahan berbahaya,barangkhusus,peti kemasdanalatberat. 33.BarangBerbahayaadalahsetiap bahan ataubendayangolehkarena sifatdancirikhassertakeadaannyamerupakanbahayaterhadap keselamatanmanusiadanmahlukhidup. 34.Barang Khususadalahbarang yangkarenasifatdanbentuknyaharus dimuatdengan angkutankhusus. 35.AlatBeratadalahbarangyangkarenasifatnyatidakdapatdipecah-pecah sehinggamemungkinkanangkutannyamelebihimuatansumbuterberat dan/ataudimensinyamelebihi ukuranmaksimumyangtelahditetapkan. 36.JaringanLaluLintasdanAngkutanJal.anadalahserangkaiansimpul dan/atau ruangkegiatanyangsalingterhubunguntukpenyelenggaran LaluLintasdanAngkutanJalan. 37.Pengangkutbahanberbahaya adalahorangataubadanyang secarasah melakukankegiatanpengangkutanbahanberbahayadaritempat kegiatanpemuatansampaiketempatpembongkaran.
38.PetiKemasadalahpetikemassesuaiIntemasionalStandardOrganisation (ISO)yangdapatdioperasikandiIndonesia. 39.Badanusahaadalahsuatubentukusahayang meliputiPerseroan Terbatas,PerseroanKomanditer,PerseroanLainnya,BadanUsahaMilik Negara atauBadanUsahaMilikDaerah, dengan namadanbentuk apapunPersekutuan,FirmaKongsi,Koperasi,Yayasanatauorganisasi sejenis,Lembaga, DanaPensiun,bentukusahatetap sertabadanusaha lainnya. 40.ATCS(Area TrafficControlSystem)adalahsuatusistempengendalianlalu lintasberbasisteknologi informasipadasuatu kawasanyang bertujuan untukmengoptimalkankinerjajaringanjalanmelaluioptimasidan koordinasipengaturanlampulalulintasdisetiappersimpangan. 41.ITS(IntelligentTransportationSystem)adalahsistemtransportasi cerdas yangmempunyai kecerdasan,sehinggadapatmembantupemakai transportasiuntukmendapatinformasi,mempermudah transaksi, mengurangikemacetan,membuatkenyamanandankeamananberlalu lintasdanmengurangipolusiudara. BABII ASAS DANTUJUAN Pasal 2 LaluLintasdanAngkutanJalandiselenggarakandengan memperhatikan: a.asas transparan; b.asas akuntabel; c.asasberkelanjutan; d.asaspartisipatif; e.asasbermanfaat; f.asasefisiendanefektif; g.asas seimbang; h.asasterpadu;dan i.asasmandiri. 5 Pasal 3 LaluLintasdanAngkutanJalandiselenggarakandengantujuan,meliputi: a.terwujudnyapelayananLaluLintasdanAngkutanJalanyangaman, selamat,tertib,lancardanterpadudenganmodaangkutanlainuntuk mendorongperekonomiannasional,memajukankesejahteraan umum, memperkokohpersatuandankesatuanbangsasertamampumenjunjung tinggimartabatbangsa; b.terwujudnyaetikaberlalulintasdanbudayabangsa;dan c.terwujudnyapenegakan hukumdankepastianhukumbagimasyarakat. BABIII MANAJEMENDANREKAYASALALULINTAS BagianKesatu ManajemenLaluLintas Pasal 4
(1)ManajemendanRekayasaLaluLintasmeliputikegiatan: a.perencanaan; b.pengaturan; c.perekayasaan; d.pemberdayaan;dan e.pengawasan.
(2)PerencanaanLaluLintas sebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufa, meliputi: a.identifikasimasalahLaluLintas;
b.inventarisasidananalisis situasiLaluLintas; c.inventarisasidananalisiskebutuhan angkutanorangdanbarang; d.inventarisasidananalisisketersediaan ataudaya tampungjalan; e.inventarisasidan analisisketersediaan ataudayatampungkendaraan; f.inventarisasidananalisis angka pelanggarandan kecelakaanlalu lintas; g.inventarisasidananalisisdampakLaluLintas; h.penetapantingkatpelayanan;dan i.penetapan rencanakebijakanpengaturanpenggunaan jaringanJalan dangerakanLaluLintas.
(3)PengaturanLaluLintas sebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufb, meliputi kegiatan: a.penetapan kebijakanpenggunaan jaringanJalandangerakanLalu LintaspadajaringanJalan tertentu;dan b.pemberianinformasikepadamasyarakatdalam pelaksanaankebijakan yangtelahditetapkan.
(4)Perekayasaan sebagaimanadimaksud padaayat(1)hurufc, meliputi kegiatan: a.perbaikangeometrik ruasJalandan/ataupersimpangan serta perlengkapanJalanyang tidakberkaitanlangsung denganPengguna Jalan; b.pengadaan,pemasangan,perbaikandanpemeliharaanperlengkapan Jalanyang berkaitanlangsung denganpengguna Jalan;dan
c.optimalisasi operasional rekayasaLaluLintasdalamrangka meningkatkan ketertiban,kelancarandanefektivitaspenegakan hukum.
(5)Pemberdayaan se.bagaimanadimaksud padaayat(1}hurufd, meliputi kegiatan: 6 a.arahan; b.bimbingan; c.penyuluhan; d.pelatihan;dan e.bantuan teknis.
(6)PengawasanLaluLintas sebagaimanadimaksudayat(1)hurufe,meliputi kegiatan: a.penilaianterhadappelaksanaankebijakan; b.tindakankorektifterhadapkebijakan;dan c.tindakanpenegakanhukum.
(7)Untukkepentingankeselamatan ketertibandankelancaranLaluLintasdi Kota,kendaraan roda3(tiga)sepertibecak,helicak,bajajatausejenisnya tidakdiizinkanberlalulintasdijalan untukangkutanorang,kecuali ditentukanlainolehWalikota.
(8)Untukkeperluanmempertahankandan/ataumenaikkan tingkatpelayanan jaringan atasruas-ruasjalantertentu,setiapkegiatanpembangunan atau kegiatanyangdapatmerubahfungsisuatubangunandan ataulahan diwajibkanuntukmelakukan analisisdampakLaluLintas atau kajian manajemenrekayasaLaluLintasyangditimbulkanterhadapkondisiLalu Lintasyangtelah ada.
(9)PengaturanpelaksanaantentanganalisisdampakLaluLintas atau kajian manajemenrekayasaLaluLintas sebagaimanadimaksudpadaayat(8) diaturdengan ketentuanperaturandaerahtersendiri.
(10)KawasanTertibLaluLintasdanAngkutan(KTLA)dilaksanakandalam rangkauntukmenjadikansuatukawasanyang mencerminkandan mengimplementasikanbagaimanaLaluLintasyangbaikdanbenar.
(11)PenetapanKawasanTertibLaluLintasdanAngkutan(KTLA)ditetapkan denganKeputusanWalikotadanberkoordinasidenganinstansiterkait sesuaidengan ketentuanperaturanperundang-undangan.
(12)KawasanCarFreeDay(CFD)adalah haridimanatidak adakegiatan kendaraandengan kendaraanbermotor.
(13)PenetapanKawasanCarFreeDay(CFD)ditetapkandenganKeputusan Walikotadanberkoordinasidenganinstansiterkait.
(14)ForumLaluLintasdanAngkutanJalanditetapkan sebagaiwahana koordinasiantarinstansipenyelenggaraLaluLintasdanangkutanjalan.
(15)PembentukanForumLaluLintasdanAngkutanJalansebagaimana dimaksudpadaayat(14)ditetapkandenganKeputusanWalikota.