Cukup Jelas 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Pengertian dan Proses Penyusunan Dokumen Pembentukan Kota Metro pada tanggal 27 April 1999 berdasarkan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1999, pada dasamya clitujukan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan sebagai Daerah Otonom yang berhak mengatur clan mengurus rumah tangga sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi masyarakat setempat. Dalam menjalankan kewenangannya, pemerintah memerlukan perencanaan mulai dari perencanaan jangka panjang hingga perencanaan jangka penclek yang secara substansi saling berkaitan. Perencanaan yang baik akan menjadi kunci keberhasilan bagi pencapaian tujuan dan sasaran pernbangunan melalui strategi dan arah kebijakan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokurnen perencanaan lima tahun yang berisi kondisi existing pembangunan secara komprehensif, permasalahan dan isu strategis yang clitindaklanjuti dengan strategi clan arah kebijakan melalui pelaksanaan program dan kegiatan berdasarkan visi clan misi kepala daerah terpilih. Dalarn penyusunannya, clokurnen RPJMD berpedornan pada RPJMN, RPJMD Provinsi Larnpung, RPJPD Kota Metro, dan RTRW Kota Metro. Setelah disusun, dokurnen RPJMD menjadi peclornan pelaksanaan rencana tahunan selama kurun waktu lima tahun. Berakhirnya pelaksanaan pembangunan Kota Metro periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 201~2015 dan dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota Metro periode 2016-2021, mewajibkan pemerintah daerah untuk menyusun RPJMD Kota Metro Tahun 2016-2021 yang rnerupakan periode ketiga pelaksanaan RPJPD Kota Metro Tahun 2005-2025. Visi sebagai Kota Pendidikan yang telah disepakati oleh seluruh masyarakat Kota Metro dalam dokumen RPJPD tetap menjadi dasar pembangunan sarnpai tahun 2025 nanti. Perubahan regulasi dalam proses perencanaan pembangunan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk menyusun dokumen perencanaan. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan BABI PENDAHULUAN Lampiran : Peraturan Daerah Kota Metro Nomor : I~ Tahun 2016 Tanggal : ~ ?zf>-Jtm b.er 2016 ·········••···•··•·····•••·· PENDAHULUAN II. 2
1.JumlahPDRB Atas Dasar Har a Berlaku 185.646,6 204.174,2 219.070,2 239.524,3 Atas Dasar Har a Konstan 173.854,3 180.561,6 186.888,7 192.168 2. Persentase Kontribusi Sektor Pertanian Terhada PDRB Atas Dasar Har a Berlaku 6,53 6,40 6,20 5,98 Atas Dasar Har a Konstan 6,45 6,28 6,09 5,88 Sumber : BPS Kota Metro Tabel2.70 Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kota Metro Tahun 2011s.d2Q14 ('uta ru iah) berikutnya menjadi 6,40% atas dasar harga berlaku dan 6,28% atas dasar harga konstan pada tahun 2012. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kota Metro dapat dilihat pada Tabel 2.64. 'Ill!'" .. ~ti.. 't·-, Of . RP.JMD KOTA METRO 2016-2021 ···•···································•········•··········· GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO 111. 83 Tabel 2.73 Jumlah Produksi Ikan Kolam di Kota Metro (ton) Tahun 2010 s.d 2015 Sektor perikanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sektor pertanian. Kota Metro tidak memiliki laut sehingga pengembangan sektor perikanan di Kota Metro diarahkan untuk budidaya ikan kolam air tawar. [enis ikan yang dikembangkan meliputi lele, patin, gurami, mas dan nila. Jumlah produksi ikan selama kurun waktu 2010-2013 secara keseluruhan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 produksi ikan kolam air tawar sebesar 1.671,00 ton. Tahun berikutnya produksi ikan mengalami peningkatan menjadi 1.708,92 ton (2011), 1.836,54 ton (2012) dan 1.841,24 ton (2013). [umlah produksi ikan di Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut.
3.Kelautan dan Perikanan berupaya untuk melakukan pengembangan terhadap lokasi wisata yang telah ada dan melengkapi fasilitas pendukung wisata sehingga dapat lebih menarik bagi pengunjung. Selain itu perlu dilakukan pula pengembangan terhadap lokasi-lokasi yang memiliki potensi wisata seperti di lokasi Bumi Perkemahan, Kelurahan Sumbersari, Metro Selatan yang akan dikembangkan menjadi daerah agrowisata. Karena keterbatasan data jumlah kunjungan wisata di Kota Metro, analisis terhadap rata-rata kujungan per obyek wisata tidak dilakukan. Wilayah Kota Metro termasuk wilayah yang kurang memiliki potensi pariwisata karena hanya memiliki satu lokasi wisata alam yaitu bendungan/dam raman di Kecamatan Metro Utara. Namun demikian Pemerintah Kota Metro
2.Pariwisata 1.150.396,00 1.221.997,00 1.237.993,80 1.291.022,30 2.276,611 5.379,529 8,7 8,89 8,89 8,89 2 Telur Produksi k 1.681.000,00 902.831,00 686.301,40 867.219,70 619.608,7 453.652,2 14,77 15,82 15,82 15,82 3 Susu Produksi (liter 74.898,00 70.794,00 15.851,80 23.880,40 33.821 31.898,8 Konsumsi 2,45 2,46 2,46 2,46 (liter/ka ita/tahun Sumber: Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Metro ··· iru nr llfl • RPJMD KOTA METRO 2016·2021 GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO Ill. 84
1.Jumlah PDRB Atas Dasar Harza Berlaku 536.822,9 573.887,8 609.169,1 647.728,9 Atas Dasar Harza Konstan 185.280,1 204.120,l 216.060,8 253.884,0 2. Persentase Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap PDRB Atas Dasar Harza Berlaku 19,88 19,33 18,73 18,31 Atas Dasar Harga Konstan 6,67 6,58 6,51 6,48 Sumber: BPS Kota Metro
5.Industri Tabel 2.74 Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap PDRB Kota Metro Tah n 2011 d 2014(' t . ah)• ., I : ;.' /;, :: '·' ,, '' 1: •IJ'I ·, ,. i<(',!. ;;::···;.\,' 1° • <1°( ,-\,\;~~>'• : I I Gambaran mengenai pelayanan umum yang terkait dengan bidang perdagangan dan industri diantaranya dapat dilihat dari indikator kinerja Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB. Sektor perdagangan (perdagangan, hotel dan restoran) memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap PDRB Kota Metro. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Kota Metro merupakan ketiga terbesar setelah sektor jasa-jasa serta keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Kota Metro mengalami kenaikan selama kurun waktu 2011 sampai dengan 2014. Pada tahun 2011 kontribusi sektor perdagangan terhadap pencapaian PDRB Kota Metro atas dasar harga berlaku adalah sebesar 19,88% dan atas dasar harga konstan adalah 6,67%. Meskipun jumlah PDRB sektor perdagangan mengalami kenaikan, namun persentasenya mengalami penurunan. Data mengenai kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Kota Metro Tahun 2011-2014 dapat dilihat pada tabel berikut.
4.Perdagangan Sumber : Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kata Metro 381,57 330,84 263,88 161,16 157,937 202,00 344,11 529,70 546,3 553,024 55,00 69,24 30,15 - - 2,70 7,50 8,00 9,85 9,153 1.708,92 1.836,54 1.841,24 118 1096,3421.067,65 1.084,85 1.016,71
1.Lele 1.106,00
2.Patin 470,00
3.Gurame 70,00
4.Mas - .~
5.Nila 25,00 Jumlah Total 1.671,00 I RPJMD KOTA METRO 2016-2021 ' .: . Perkembangan kinerja keuangan pemerintah daerah tidak terlepas dari batasan pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diatur dalam : (1) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; (2) Peraturan Keuangan Daerah merupakan komponen daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang menyatu dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).APBD hakikatnya merupakan salah satu instrument kebijakan untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat di daerah. APBD sebagai bentuk penjabaran kuantitatif dari tujuan dan sasaran Pemerintah Daerah serta tugas pokok dan fungsi Saluan Kerja Perangkat Daerah, disusun dalam suatu struktur yang menggambarkan besamya pendanaan atas berbagai sasaran yang hendak dicapai, tugas-tugas pokok dan fungsi sesuai kondisi, potensi, aspirasi dan kebutuhan riil di masyarakat untuk suatu tahun tertentu. 3.1 Kinerja Keuangan 2011- 2015 Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.Sedangkan pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006). Tingkat kemampuan keuangan daerah, dapat diukur dari kapasitas pendapatan asli daerah, rasio pendapatan asli daerah terhadap jumlah penduduk dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).Untuk memahami tingkat kemampuan keuangan daerah, maka perlu dicermati kondisi kinerja keuangan daerah, baik kinerja keuangan masa lalu maupun kebijakan yang melandasi pengelolaannya. 21.1.2 9 1 21.1 7 -- • c '' PENDAPATAN 513,712,195,552 DAERAH 551,000,592,346 618,314,052,297 705,769,933,206 741,455,624,140 9.6 Pendapatan Asli ------ ---····- Daerah 41,998,998,914 48,377,824,856 73,038,244,839 97,421,477,067 127,567,680,290 32.6 ·- Pajak Daerah 6, 158,571,584 6,807,598,744 11,291,481, 100 12,651,879,441 11,309,185,603 25.3 Retribusi Daerah 2,514,913,4-17 4,217,549,646 4,980,519,054 5,375,635,672 4, 942, 794,855 21.4 ---------·--- - - 1.1.1 Tabel 3.1 Rata-Rata Pertumbuhan RealisasiPendapatan Daerah Kota Metro Tahun Anggaran 2011-2015 Pendapatan daerah di bagi kedalam tiga komponen, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.Perkembangan realisasi pendapatan daerah Kota Metro tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapal dilihat pada tabel berikut. Pendapatan daerah adalah semua penerimaan yang melalui rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas dana, rnerupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. A. Pendapatan Daerah Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) meliputi aspek Pendapatan clan aspek Belanja, serta aspek Pembiayaan. Aspek Pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah, Aspek Belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung clan Aspek Pembiayaan terdiri dari Penerimaan Pembiayaan clan Pengeluaran Pembiayaan. 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah: dan (3) Peraluran Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 juncto Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. ! • • I { • I ~ ' ',. ' • .' • -RPJMD KOTA METRO 2016·2021 : ·. . - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN!l.3 ·······••••····•·•·····•··•·•·····•·······••••···•····••••·•·•·•··•••······••••••··• pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu pada tahun 2013 sebesar 6,77%atau di atasrata-rata nasionalsebesar 5,78%.Gambaran peningkatan clan pertumbuhan pendapatan daerah dapat dilihat pada grafik 3.1 berikut. Kemajuan tersebut direpresentasikan oleh tingkatmengalami kernajuan. Berdasarkan data selama tahun 2011-2015, perkernbangan pendapatan daerah Pemerintah Kata Metro cukup baik dan mengalami peningkatan. Pada tahun 2011, total pendapatan daerah Kata Metro adalah sebesar.Rp 513.712.198.552,- Angka tersebut terus mengalami peningkatan hingga tahun 2015 menjadi Rp 741.455.624.140 dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 9,67°/c>. Ini menunjukkan bahwa perekonomian diKota Metro dalam lima tahun terakhir terus Sumber: BP KAO Kata Metro Ket. : *) data unaudit Hasil l'engelolaan 3,389,937,354 3,797,944,260 25.071.1.3 Kekayaan Daerah 1,576,543,753 2,056,949, 123 2,884,797,831.09 Li'!l__':ll Di pisahkan --- ----- ----·----· ----- ---- ---·-···· -··· - ·- - ·-· ····------. ·····-· ·--······--- 1.14 Lain-lain !'AD yang 31,748,940,130 35,295,727,343 53,881,446,854 76,001,024,600 101,517,755,573 35.60 Sah ------------ !------------ f---------- -----·--- --------··--- ---··---··-· ------ ---· -- .. ···------·-··--·------- -------·-·------------- ----------------------- ~------- -----~-·---- ------ --·-------- --------·- --- -----·-----· -·--·----- ..---------- ------------ 1.2 Dana Perimbangan 337,363,980,597 406,176,881,782 451,227,114,937 487,715,129,640 494,176,895,418 10.22 1.2.1 Dana Bagi Hasil 12,334,'126,597 49,419,518,782 40,349,167,937 9,012,728,640 23,796;!05,418 (10.98) -~•jak/Bukan Pajak ------- 1.2.2 Dana Alokasi 271,502,754,000 330, 158, 143,000 374,201, 187,000 414,624,161,000 422, 921,330,000 11.94 Um um i.---·--------- ···--·-- --·-·· 1.2.3 Dana Alokasi 23,526,500,000 26,599,220,000 36,676,760,000 31,078,240,000 17,159, 160,000 20.78 Khusus ·------------ ----···-····---··--- ------·--- ------- -- Lain-lain 1.3 Pcndapatan yang 134,349,216,040 96,445,885,708 94,048,692,521 120,633,326,499 119,711,048,432 (0.80) Sah ------- 1.3.1 Dana Bagi Hasil 21,597, 789,567 19,453,629,346 23,420,367,315 36,285,142,850 35,347,822,586 15.70 i----- ~jak dari l'rovinsi ------- ·--·--·--·--···- 1.3.2 Dana Penycsuaian 96,336, 172,800 56,212,967,000 69,290,881,000 77,989,976,000 83,267,628,000 0.23 dan Otsus ---- ------- ----- !---------·-··------- ----·---·--·--·--·- 1.3.3 Pcndapatan Lain- 16,415,253,673 20,779,289,363 1,337;144,206.28 6,358,207,619 1,095,597,846 56.41lain ~ --- • ' ' • ' ' ' ~1...• • .. ,' i•.... :~, • ._, f ' ''RPJMD KO'TA METRO 20~6·2021 . ; ,, - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANjl.4 ···•···••••······•·•··············••···············•································ Kornponen utarna dari pendapatan daerah adalah Pendapatan Asli Daerah, berdasarkan tabel 3.1 dapat dilihat bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) nilainya mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2011 nilai PAD Kota Metro masih sekitar Rp 41.998.998.914,-, nilai per tahun terus meningkat dengan kenaikan rata- rata 32,62cYo pertahun, dan tahun 2015 nilai PAD menjadi Rp 127.567.680.290,- .Perkembangan PAD yang signifikan ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah telah berkembang dengan cukup baik clan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan pemerintah daerah.Gambaran peningkatan dan pertumbuhan pendapatan asli daerah dapat dilihat pada grafik 3.2 berikut. 2011 2012 2013 2014 2015 • PENDAPATAN DAERAH 513.712.19 551.000.59 618.314.06 705.769.93 741.455.62 • Pertumbuhan (%) 7,26 12,22 14,14 \ ·. 5,06 ·-----·---.,····---·~··- .... _, __ ....... - ............ .... ,_ 200.000.000.000 300.000.000.000 400.000.000.000 500.000.000.000 600.000.000.000 700.000.000.000 100.000.000.000 ,-·-··--- ·----------- ---------·----------------------·------------------·-----·- -~~=-.·=~1 I soo.000.000.000 Gambar3.1 Grafik Pendapatan Daerah dan Pertumbuhannya Tahun 2011-2015 - GAMBARAN PENGEL()LA,AN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANJl.5 .......•.•.........•.........•...•............................................•..•.. Sedangkan pada pendapatan lain yang sah, pertumbuhannya relatif berfluktuasi dibandingkan komponen pendapatan daerah yang lain. Tahun 2011 nilainya Rp134.349.216.040,-,akan tetapi pada tahun 2015nilainya 1,3211,0920.40 •Dana Perlmbangan 337.363.9 406.176.8 451.227.1 487.715.1 494.176.8 • Pertumbuhan (%) 8,09 2011 2012 2013 2014 2015 500.000.000.000 450.000.000.000 400.000.000.000 350.000.000.000 300.000.000.000 250.000.000.000 200.000.000.000 150.000.000.000 100.000.000.000 50.000.000.000 · Gambar3.3 Grafik Dana Perimban an dan Pertumbuhannya tahun 2011-2015 Gambaran peningkatan dan pertumbuhan dana perimbangan dapat dilihat pada grafik 3.3 berikut. dengandapat tumbuhMetro mengindikasikanbahwa pengelolaan keuangan oleh pejabat pemerintah di Kota Metro telah berjalan cukup baik. baik.dandapat 50,97 Kot aperekonomian Pada sisi dana perimbangan, nilainya juga mengalami peningkatan yang luar biasa besar. Tahun 2011 masih sebesar Rp 337.363.980.597,-, pada tahun 2015 nilainya meningkat menjadi Rp 494.176.895.418,- dengan pemngkatan rata-rata pertahun sebesar 10,22%. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan transfer dana yang begitu besar untuk Kota Metro. Maka dengan peningkatan ini, 33,38• Pertumbuhan (%) 15,19 •PAD 30,94 2015 41.998.99 48.377.82 73.038.24 97.421.47 127.567.6 2014201320122011 140.000.000.000 120.000.000.000 100.000.000.000 80.000.000.000 60.000.000.000 40.000.000.000 20.000.000.000 Gambar3.2 Grafik Pendapatan Asli Daerah dan Pertumbuhannya Tahun 2011-2015 J ETRO 2016 2021 . ' .... 1111.!114. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah dari tahun 201 l sarnpai dengan tahun 2015 perlumbuhannya selalu meningkat, dimana salah satu komponen yang mendominasi adalah pendapatan BLUD RSUD A. Yani.Gambaran peningkatan dan pertumbuhan lain-lain PAD yang sahKota Metro tahun 2011-2015 dapat dilihat pada grafik 3.Sberikut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro tahun 2011-2015masih didominasi oleh sumbangan dari lain-lain PAD yang sah (sekitar 81,93% pada tahun 2015).Urutan kedua adalah pajak daerah (sekitar 11,22'Yo pada tahun 2015), berikutnya adalah retribusi daerah (sekitar 3,87% pada tahun 2015), dan terakhir adalah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sekitar 2,98% pada tahun 2015. umum. Lain-lain pendapatan yang sah dalam lima tahun terakhir nilainya selalu berfluktuasi, namun komponen ini tidak begitu dipengaruhi oleh perekonomian, clan didalam pengelolaannya lebih dimanfaatkan untuk kesejahteraan publik secara (p,76)28,27(28,21) (2,49)• Pertumbuhan (%) •Lain-lain Pendapatan yang Sah 134.349.2 96.445.88 94.048.69 120.633.3 20122011 20142013 -20.000.000.000 140.000.000.000 120.000.000.000 100.000.000.000 80.000.000.000 60.000.000.000 40.000.000.000 20.000.000.000 Gambar3.4 Grafik Lain-lain Pcndapatan Daerah yang Sah dan Pcrtumbuhannya Tahun 2011-2015 menjadihanya Rp119.711.048.432,-, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar - 0,8017'0.Gambaran peningkatan dan pertumbuhan lain-lainPendapatanyang sah Kota Metro tahun 2011-2015 dapat dilihat pada grafik 3.4berikut. t • , ' • :• ' <, I : 1' ,'~ I t ' .f.lPJMD KOTA METRO 2016·2021 . ! '_ "· .· 52,6611,17 41,06• Pertumbuhan (%) •Lain-lain PAD yang Sah 31.748. 35.295. 53.881. 76.004. 104.517 mengalami perkembangan yang terus meningkat. Pada tahun 2011 kekuatan belan]a daerah Kota Metro sebesarRp514.796.885.444,- dan tahun 2015 meningkat menjadi sebesar Rp757.883.425.365,- dengan peningkatan rata-rata per tahun 20122011 201'12013 Belanja daerah sebagairnana dimaksud dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan clan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersamaantara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Belanja daerah dikelompokkan ke dalarn belan]a tidak langsung dan belanja langsung.Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.Sementara belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan programdan kegiatan. APBD Pemerintah Kota Metro selama kurun waktutahun2011-2015 2015 37,52 20.000.000.000 40.000.000.000 60.000.000.000 80.000.000.000 Sedangkan perkembangan pendapatan dari BUMD dirasa sudah cukup baik, namun mengingat kontribusinya yang masih rendah maka perlu untuk lebih ditingkatkan. B. Belanja Daerah 100.000.000.000 120.000.000.000 Gambar3.5 Grafik Lain-lain PAD yang Sah dan Pertumbuhannya dari tahun 2011-2015 - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANJl.8 .........................................................•....•...•..••...•.•.•...•. Berdasarkan Tabel 3.2 di atas, dapat diketahui bahwa realisasi belanja tidak langsung selama periode 2011-2015, setiap tahunnya mengalami kenaikan dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 6,39%. Belanja langsung selama periode 2011-2015, setiap tahunnya juga mengalami kenaikan dengan peningkatan rata-rata pertahun sebesar 15,20%. Apabila dibandingkan antara target dan realisasi anggaran belanja daerah selama periode 2011-2015, dapat diketahui bahwa realisasi belanja daerah setiap tahunnya belum mencapai 100%, hal ini antara Jain dikarenakan pedoman pelaksanaan Dana Alokasi Khusus datangnya sering terlambat sehingga mempengaruhi capaian realisasi penyerapan, efisiensi pelaksanaan kegiatan (sisa lelang), dan Penggunaan DBHCHT dibatasi oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Alas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri --------·----1--------1-------1---------------~---···----·--··· - 1.1.3 Bantuan Sosial 22.02210,632,662,487 1.2 Belanja Langsung 241, 197 ,7 49,898 216, 787, 157, 160 282,446,208,335 338,527,624,466 408,850,082,9~ --------~ ~.20 __ 1.2.1 Belanja Pegawai __ 1 __ 2-'4 ,_78_0;_,2_8 7-'-,2_48_1 2_8'-,67_7-'-,3_84-'-,8_8_5+--3_5;_,5_27-'-,5_40-'-,8_1_4_1 __ 2_6.:..'1__95-'-, 4_26...:..,3_2_3 +--3_2-'-,7_79!.-6_00_,3_?_?_ . -·· 9.62 Belanja Barang dan -~~~ ~~-----·---- 95,490,515,500 _1_1_3,_25_4,_45_9_,2_40_, __ 1_4_2,_47_3_,79_4_,5_81_,__ 10_4,5_9_6,~85~5-97_ ~:~1 -~elanj~-~~~~--.. ----~3.~\~26,9_47_, 1_5_0. ----~_,85_5,_31_3_,03_5_ _10_4,4_44_,8_72J)~Q_ J_27_,7_35~1~!.-5~?__ _ __ 1_~_5~'!_~7'.~:2g.:Q~9- -· ·- . 13.31 --- 301,829,204,886.82 326,819,012, 131.90 355,473,352, 180.00 349,033,342,430.00 -- --- ---···----- --- 283,304,693,315.82 309, 198,254,851.90 335,838,413, 136 337,120,337,130 7.91 --------- 17 ,510,956,250.00 17,009,026,500 18,504,985,720 11,270, 136,600 - 12.16 -----·- ---··----·--- ---- 473,146,521 70,000,000.00 5,000,000 - 90.47 - --------· --- ·-··--·· .. ·· ····--- .. 473,064,416.00 1,117,413,324 642,868,700 48.43 -------- --------·· 540,408,800.00 68,666,364.00 7,540,000 -58.48 --·-- 379,488,835 1.1.4 ·1-Ba_n_tu_an_K_e_ua_ng~a_n_f--------+-----~--+----- Belanja Tidak 1·1.5 Terdu a 2,925,716,521 BELANJA DAE RAH Belanja Tida_k --- Lan sun 273,599,135,546.00 1.1.1 Belanja Pegawai 249,574,838,440 1.1.2 Hibah 20,719,091,750 Tabel 3.2 Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Belanja Daerah Kota Metro Tahun An aran 2011-2015 sebesar 10,33%.Meskipun nilai belanja daerah meningkat namun laju perturnbuhannya berfluktuatif dan cenderung menurun, pada tahun 2012 pertumbuhan belanja daerah sebesar0,74%, tahun 2013perlumbuhan mengalami peningkatandibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar 17,48%, dan tahun 2014 pertumbuhan lebih kecil dibanding tahun 2013 namun lebih tinggi dibanding tahun 2012 yaitu sebesar 13,91% dan 2015 perlumbuhan menurun menjadi 9,20%. Rincian perkembangan Belanja Daerah disajikan sebagaimana tabel 3.2.berikut. Berdasarkan tabel 3.4 di atas, dapat diketahui bahwa besarnya belanja pegawai selama periode 2011-2015, setiap tahunnya mengalami peningkatan dengan rata-rata kenaikan sebesar 7,91 % namun realisasinya tidak mencapai lOO'Yo. Hal ini dikarenakan adanya pegawai yang purna tugas dan atau meninggal pada tahun anggaran berjalan sehingga mempengaruhipenyerapan anggaran belanja Sumber : BPKAD Kata Metro Ket. *) data unaudit 2015** 2013 2012 2011 76,211 48,290 09,082 83,009 59,896 262,770,414,651 249,574,838,440 94.98 -13,195,5 335,875,641,606 283,304,693,315.82 84.35 - 52,570,9 - -- - 351,652,763,934 309,198,254,851.90 87.93 - 42,454,5 --·--· ---- ----------·--·- 371,426,296,145 335,838,413,136 90.42 - 35,587,8 -----· -· --- ---- ·---- ---------·-·· 353,246,097,025.62 337,120,337,130 95.43 -16,125,7 ---1------------- 2014 Tabel 3.4 Target dan Realisasi Belanja Pegawai Kota Metro T h A a 2011 2015 Sedangkan target realisasi belanja pegawai Kota Metro tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut. Sumber : BPKAD Kata Metro Ket. *) data unaudit 908,924.00 819,734.62 ---·-------- 098,776.18 730,076.00 305,951.70 2011 550,702,615,520 514,796,885,444 93.48 - 35,905, ---- 2012 580,158,460,823 518,616,362,046.82 89.39 - 61,542, -· 2013 686,262,526,418.60 609,265,220,466.90 88.78 - 76,997, - ---- ------ -------- 2014 763,339,885,570 694,000,976,646 90.92 - 69,338, 2015** 805,897,245,099.62 757,883,425,365 94.04 - 48,013, Tabel 3.3 Target dan Realisasi Belanja Daerah Kota Metro · Tahun An aran 2011 2015 penggunaannya sehingga berdampak pada realisasi penyerapan anggaran.Namun demikian dari tahun ketahun realisasinya semakin meningkat meski belum mencapai 100%, yang mengindikasikan bahwa perencanaan clan pelaksanaan pembangunan semakin baik. Target dan Realisasi Belanja Daerah Kota Metro Tahun Anggaran 2011- 2015 dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut. Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009. Maka daerah sangat berhati-hati dalam mengindikasikan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan di Kota Metro masih perlu diperbaiki. Pada pengeluaran pembiayaan didominasi pada komponenpenyertaan modal, hal ini untuk memperkuat kepemilikan saham Pemerintah Kola Metro di Bank Lampung. Hal inimengalami peningkatanrata-rata per tahun sebesar24,82%. Pada label diatas dapat diketahui bahwa penerimaan pernbiayaan selalu lebih besar dari pengeluaran pembiayaan. Penerimaan masih didominasi oleh SiLPAtahun lalu, besarnya SiLPAtahun lalu perkembangannya cenderung • Ket. *)data unaudii 3,339,761,572.50 773.82100,000,000947,870,6692,081,487,960 ----1------------------·-·---- ·-------·-------- ----------·-------<------- 82,234,697 ,522.02 -------- --------· 82,215,947,753.02 24.82 14,174,33470,028,888 71,546,991, 192.60 71,532,816,858.60 -~·-2_ ~:~9b~~~::~ 3,093,37~9_10 3,_o8_1,487,960 1,~~~870,669 -----~-~ooo_,oo_o _ ------~~-3~,~~~~~n __ .. _s4.82 _13:.!__ Pentertaa~_~odal ... -· _ 1}_00_0_.00_0,000 '.~O_O_O.QOO,O_OO_ -- _!~QQO_,o_oo_,000 ·- - ~,P~O_._DOOl)QQ_ --·- ~_.590,0Q__O}_QQQ_ --- __1 ~.50 Pembayaran Utang 1.2.2 Pokok yang Jatuh 2,093,376,91 O ______ IQ.f!lQ9 , --·--·--------··-- ·-· .. _ Sumber · BPKAD Kata Metro 64,431,855,697 .60 64,361,826,809.60 39,736,914 35,059,084,470.11 35,019,347,556.11 33,012,752 Penerimaan Kembali 1.1.2 Pemberian Pinjaman Daerah 12.2818,749,769 Penerimaan Pembiayaa'!_ .. 39,197,414,358.46 SiLPA 39, 164,401,606.46 1.1 1.1.1 Tabel 3.5 Rata-rata Pertumbuhan Realisasi Pembiayaan Daerah Kota Metro Tahun An aran 2011-2015 Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Realisasi pembiayaan daerah Pemerintah Kota Metro mulai tahun 2011 sampai dengan 2015 dan rata-rata perkembangan/kenaikan realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Daerah dapat dilihat pada Tabel 3.5 sebagai berikut: C. Pernbiayaan Daerah pegawai.Sementara di dalam pengalokasian anggaran belanja pegawai harus penuh sesuai dengan kebutuhan dalam satu tahun anggaran. ·-· .. i i ..........._..,,..,, .....-~; - GAMBARANPENGELO~N KEUANGANDAERAHSERTA KERANGKA PENDANAANll.11 ...........................................................•........••.............. Tabel 3.6 Rata-Rata Pertumbuhan Neraca Daerah Kota Metro Tahun An ara 2()11 2014 1 '· )'! 1.• ' .. :· ' ·ii I·· ,. i1 11 ' 11 ' ' ,, ' ,. . ]I • q ' '• I ,, I r 1·~1 ' 1l ' I ,, r' I'' I• ' ·/.!•) ' ',.,;If !1• /(1' , ~ 11 '111' ·1111· I·}) dipJ1Jd1 11 . • Ii·· ' ' .. II ' ' : ' ; : I ' '. ,_, .: .L/_ . . I. I I'• I, 1 ASET 1,752,295,475,344 1,941,480,221,147 2,069,858,700,009 2,207,351,333,565 8.02 1.1 Aset Lancar 62, 193,566,069 104,241,581,048 122,062,289,706 149,116,290,073 35.62 1.1.1 Kas 40,615,731,457 72.427,750,982.60 71,532,816,858.60 82,223,247,753.02 30.68 1.1.2 Piutang 16,288,959.499 25,958,628,669.09 42,511,398,604.85 541954.518,846.99 50.80 1.1.3 Persediaan 5,288,875, 113 5,855,201,396.50 8,018,074,243.00 11,938,523,473.00 32.18 lnvestasi Jangka ·- 1.2 Panjang 6,581,457,352 7,581,457,352 8,581,'457,352 9,581,457,352 13.35 ·, 1.2.1 lnvestasi Non Permanen - - I - - . 1.2.2 lnvestasi Permanen 6,581,457,352 7,581,457,352.03 8,581,4571352;03 9,581,457,352.03 13.35 1.3 Aset Tetap --· 1,637,943,610,671 1,782,738, 180,155 1,891,143;171,849 2,000,584,875,548 ~.90 1.3.1 Tanah 575,447,999,565 628,562,654,049.00 628,572,654;049.00 628,572,654,049.00 3.08 - ~-·- Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2001, Neraca Daerah adalah neraca yang disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing pemerintah. Neraca Daerah mernberikan informasi mengenai posisi keuangan berupa aset, kewajiban (utang), dan ekuitas dana pada tanggal neraca tersebut dikeluarkan. Aset, kewajiban, clan ekuitas dana merupakan rekening utama yang masih dapat dirinci lagi menjadi sub rekening sampai level rincian obyek. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah, Neraca Daerah merupakan salah satu laporan keuangan yang harus dibuat oleh Pemerintah Daerah. Laporan ini sangat penting bagi manajemen pemerintah daerah, tidak hanya dalam rangka memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan yang berlaku saja, tetapi juga sebagai dasar unluk pengambilan kepulusan yang terarah dalam rangka pengelolaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh daerah secara efisien clan efektif. Aset daerah merupakan aset yang memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi yang dimiliki clan dikuasai pemerintah daerah, memberikan manfaat ekonomi clan sosial bagi pemerintah daerah maupun rnasyarakat di masa mendatang sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, serta dapat diukur dalam uang. Kinerja Neraca Daerah Pemerintah Daerah Kota Metro selama kurun waktu 2011-2014 seperti terlihat pada Tabel 3.6dan dapat dijelaskan secara rinci, sebagai berikut. 3.1.2 Neraca Daerah 'RPJMD KOTA METRO 2016-2021 ~~. ~----J - 42,86 75.68 - 21.96 Selama kurun waktu 2011-2015,perkembangan jumlahaset Pemerintah Kota Metro mengalami perkembanganyangmeningkat, dengan pertumbuhan rata- rata per tahun sebesar 8,02%. Aset tersebut terdiri atas aset lancar (kas, piutang dan - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERA~ SERTA KERANGKA PENDANAAN!l.12 ·········•·········································································· Sumber : BPKAD Kota Metro -18,527,223,289 - 23,081,668,820.70 -29,117,869,928,00 -19,218,025,352.84 5.58 -- !---------·---- ----···--·-- 1,687,859,256,644 1,836,313, 795,840 1,947,796,410,303 2,058,235,043,492 6.85 ..... 6,581,457,352 7,581,457,352.03 8,581,457,352.03 9,581,457,352.03 13,35 1,891' 143, 171,849.0 2,000,584,875,548.0 -- 1,637,943,610,671 1,782,738, 180, 155.00 0 0 6.90 ---·--··· .. ··- 45,576,841,252 46,919,002,592,00 48,071, 781, 102.00 48,068, 710,592.00 1.80 -·----·· .. -2,242,652,631 - 924,844,258.61 - - 52.92 -- ----·---. . - - - - 1,751,365,699,853 1,941,480,221, 147 2,069,858, 700,009 2,207,351,333,565 8.04 ..... 3.U SiLPA --1-----·-------f------ 3.1,2 ;~~:~~~-~~-~n_ya-ng----+-----·--i---------1---------+---7-,3_0_0._oo_o_.~~--·-------~4~1
3.U Cadangan Piulang 42,511,398,604.85 54,954,518,846 99 50.74 ---- -------------------f-------1---------1--------+- 3.1.4 Cadangan Persediaan 8,018,07 4,243.00 11,938,523,473.00 32, 18 -- -------------11--------+--------i-------t---'---'---:__ .....- .... ---------··· - . Dana yang Harus Disediakan unluk Pembayaran Utang Jangka r--~-P~e~nd~e~k-------1--------+-------~ Ekuitas Dana lnvcstasi 2,040,740,830,081 2,188,133,308,212 8.13 -------··------- -- .. Ekuitas Dana Lancar 92,944,419,778 129,898,264,720 46.69 1---1-----------t-------~----'-----+------+-----'--·--------- .. - ... - 71,532,816,858.60 82,215,947,753.02 36,62 3 2 1 Diinveslasikan dalam , · J.Q_vesta_si Jangka Paniang 3,2.2 Diinvestasikan dalam Asel _l~--------l 3.2.3 DUnvestasikan dalam Aset Lainnya·--------t--------+---------1------ Dana yang Harus 3·2.4 ~:~~i:y~r~~~~:ngJangka i--~-P_a~nja_n~g------t-------t--------+---------l----- 3.3 Ekuitas Dana Cadangan JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 2.80 --------- --·--· .. --·-·--·····- 134.58 801.55 175,89 19,218,025,353 729,603,341,612.00 5.90 174,844,921,381.00 9.41 428,843,230,958.00 12.18 158,287,753.618.00 384,796,730,873.00 664,553.171,896.00 35,557,980,263.00 19,374,881,150.00 - 48,071,781,102 43, 156,720,000.00 1,489,876,340.00 - 3,425,184,762.00 29, 117,869,928 29,117,869,928 - 13,490,203, 795.00 4,809,191,895.00 3.2 3.15 3 3.1 2.1 KEWAJIBAN 1.3,3 Gedung dan Bangunan 1.3.2 Peralatan dan Mesin ~' • ' t , f :1 l ' t' ' 1 .: , I' '";· \ ': RPJMD KOTA'METRO 2016·2021 , ' , - ·,.'"· I < ,' '' • ' • ··~ GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANJl.13 - .•.........•..........•............•....•............••.••••.•.•....••...••••...•... 1.18 4.96 459.74 Rasio Likuiditas - Rasio Lancar (Current ratio) 3.36 4.52 4.19 7.76 - Rasio Quick 307.24 426.26 391.66 713.80 Rasio Solvabilitas - Rasio Total Hutang terhadap ------· ---·-·--1- Total Aset 1.19 1.24 1.41 0.87 ----- ---- ~·------'-- Tabel 3.7 Rata-Rata Pertumbuhan Rasio Keuangan Kota Metro T h A 20112014 persediaan), investasi jangka panjang (investasi non permanen dan investasi perrnanen), aset tetap (tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, aset tetap lainnya, kontruksi dalam pengerjaan), dana cadangan, aset lainnya (tagihan penjualan angsuran, tuntutan perbendaharaan, tagihan tuntutan ganti kerugian daerah, kemitraandengan pihak kedua, aset tak berwujud, aset lainnya), semuanya dipergunakan untuk menunjang kelancaran tugas pemerintahan. Kewajiban, baik Jangka Pendek maupun Jangka Panjang, memberikan informasi tentang utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga atauklaim pihak ketiga terhadap arus kas pemerintah daerah. Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa lalu yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang. Kewajiban Pemerintah Kota Metro dalam kurun waktu 4 tahun (2011-2015) berfluktuasi, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 2,80%. Selanjutnya, tingkat kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat diketahui berdasarkan analisis rasio atau perbandingan antara kelompok/elemen laporan keuangan yang satu dengan kelompok yang lain. Beberapa rasio yang dapat diterapkan di sektor publik adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio utang.Rasio likuiditas terdiri rasio lancar (current ratio), rasio kas (cash ratio) dan rasio cepat (quick ratio).Sedangkan rasio lancar (current ratio) adalah rasio standar untuk menilai kesehatan organisasi.Rasio ini menunjukkan apakah pemerintah daerah memiliki aset yang cukup untuk melunasi kewajiban yang jatuh tempo. Kualitas pengelolaan keuangan daerah dikategorikan baik apabila nilai rasio lebih dari satu.Rata-rata pertumbuhan rasio keuangan Kota Metro Tahun Anggaran 2011-2015 dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut. Sumber: BPKAD Kola Metro Ket. *)data unaudit 25.81494, 176,895,418.002015" ---~0~ 97_,4_2_1,4_7_7_,_06_7_.36---l----------~~,715,)29,640.00 ------~9~8 __ ------f--_ .. , _ 16.19 406, 176,881,782.00 451,227, 114,937.002013 11.91 3 ---1--_j , 127,567,680,290.11 370,492,344,448.00 11.362011 2012 --------~2-----1---- 42, 102,812, 101.00 __________ ___, ___,_ , ---------- 48,377,824,855.84 73,038,244,838.51 Tabel 3.8 Rasio Kemandirian Keuangan Pemerintah Kota Metro Tahun 2011-2015 Dari Tabel 3.7 terlihat selama tahun 2011-2014 rasio lancar mengalami peningkatan.Hal ini menunjukan likuiditas Pemerintah Kota Metro cukup bagus karena kemampuan membayar utangnya tinggi.Namun rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2013 karena adanya utang bagi hasil pajak dan bukan pajak, Trend quick ratio hampir sama polanya dengan current ratio. Meskipun mengalarni penurunan pada tahun 2012, tetapi tingginya quick ratio rnemberikan jarninan bahwa kemarnpuan Pernerintah Kota Metro dalam rnelunasi utang jangka pendeknya tinggi. Rasia utang terhadap aset serta utang terhadaptotal modal rnenunjukan tingkat leverage Pernerintah Kora Metro. Nilai leverage rnenunjukan kisaran angka dibawah 2%. Hal ini menunjukan bahwa rnayoritas aset Pemerintah Kola Metro didanai dari modal sendiri.Rendahnya tingkat leverage mengindikasikan bahwaPemerintah Kota Metro pada kondisi yang kuat. Secara umurn kondisi keuangan yang dicerminkan melalui rasio neraca dan APBD dapat ditunjukkan dengan Rasia Keuangan Pemerintah Kola Metro terhadap APBD.Rasio kernandirian keuangan daerah rnenunjukkan kemampuan pemerintah kotadalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan kota. - Rasio Huta_nverhadap Modal 98.81 98.76 98.59 1-··- 99.1~ 98.82~ Rasio Aktivitas _ _ _- Rata-r~~~_'!)5_!~ Piuta~---- 108.70 80.82 87.07 47.04 80.91 - Rata-rata Umur Persediaan 183.63 - -182.50 - 182_:_5_~=-=:~___!~2.5i =: ~- __ J~?~?a: ----·-----··--------------------·- ------- ---- -- 'f - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANjl.15 .................•.......•............................•...............•............. Gambaran tentang belanja daerah yang disajikan secara series menginformasikan mengenai tingkat realisasi belanja Kora Metro sebagaimana lertuang pada Tabel 3.9 sebagai berikut : 1) Proporsi Realisasi Belanja Terhadap Anggaran Belanja Gambaran realisasi dari kebijakan belanja daerah Kota Metro pada periode tahun anggaran sebelumnya yang digunakan sebagai bahan untuk rnenentukan kebijakan pembelanjaan dimasa datang dalam rangka peningkatan kapasitas pendanaan pembangunan daerah, sebagai berikut: 3.1.3. Proporsi Penggunaan Anggaran mempunyai arti bahwa tingkat ketergantungan kota terhadap bantuan pernerintah pusat semakin tinggi, demikian pula sebaliknya. Data di atas, meskipun terjadi perkembangan yang cukup signifikan di tahun 2015, menunjukkan rendahnya rasio kemandirian keuangan Pemerintah Kota Metro.Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan Pemerintah Kota Metro terhadap Pemerintah Pusat sangat tinggi. Dari tabel 3.8.diatas menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan Pemerintah Kota Metro masih rendah. Semakin rendah rasio kemandirian I .... ..., co ..... 0 N .. ~ g ~"i "' co N w "! "i N ,-.; ~ ::;; .,; C> h'i N ...: en m co C1> en co .., (") 8 8 ~ 0 m N "" .,., ... ..., 0 aq ,..., cc .,; .,; ~ ci ~ C> N a; N M C1> "' ~ "' m en g 0 C> 0 "' 8 ..... m "' C) 0 C> cc .,., "'· 0 ci .,; a; "" 0 N -: <> :2 .., "' ,_; 0 lD ~ M co ::; g <D N = <"') w co· <D 00 ::i d (") <D ~ ,_; ,_: N 00 <D "' M zC> ~ ,_; 0 a; <D -e- .,; l:l 12; "' ..... 0 .,; ~~ "'· ... ..... ;;:; ~.. ,_; ~ <"') z c Q U) ~ '~ 0 0 C> 0 ... M z N 0 0 0 0 0 N ;;!; Ill.... 0 s ci 0 ... ...: m A. ::i ,_: C) 8 ..... f2 M m s co C> ..... m 0 ~ <'[ w d 0 : "' <D .,, w <"') 0 0 C) oo· ..; " 0 00 ~ ;:;; 0 0 C>. N " ~ 6 d ~ o5 :2" ~f :!.'. 0 ;:? 00 ~ z M <"') "! "' 0 .,; ~ ~~ ""' Ill N N ..... .,., .,., ~ ..... " ~ N Ill: " m .,., w ..... w "'1 0 g ~ ..... 0 a; N o:; ca» o» en en ... II: Ill C> <D 0 0 " 0 "' M ..... ~ II) .. (") N 8 N 8 "' N a» ~. r-: (") ...... M .,, xN ..; .,; c;; ri * "' ~ .,; ,_; ~"' ~ 00 s ~ N ffi ;o :::- a» "' .... &i ~ .,; ,_: : -: .,; ..,; .,; Ill !;;_ ~ ~ m (") "' .,, ..... ~ "' .,; ~ .a ~ ..,f ,_: "' ~ M ~ ;.; 0 .., M z ..... c - eOJ "' ~ 0 0 co 0 "' N ~ a;· ~ .... 0 0 0 8 N m z ~ 0 0 0 ~ co c..,; .,; 0 ..; 0 c;; ,_: ,_; <II flJ ..... .,, co 8 :ll cc 0 ;: :> - "'
0.N co Ill 0 ~ ~ ;£ ~ ~ 0 ...; ~ 00 0 Ill: ~ .. N ..... ~ .... "· .... .. .... co .... ;:: ?i .a 00 c;; ai z <II a> "' N 0 ~ ~ M M M N ·~ M (") 0 ;o <D co .., .,., <D <D '-: "' ~ .,, 0 ..... .,., 00 0 Qj :;; ~ .,., u; 'Cf, ... 0 M a; w "' a> "' 00 .J l=O Ill "i::: ~ .,., 0 8 <D ;i; "' ... 00 u z <II M 0 ;:;· <"'> co Ill~. co. "' 0 <"') .., "'· m..... ~ ., ~ 8 tli $ .a 0 " ~ A. <II .,, C> .... ~ zb() q N ~ 0 "' "t "' "''· :b() ~ g f2. ~ <ri .... ,..: ..; " ~"' ~ ~ ..... ::r.i::: ::::· 0 ...,. "'m ....: <'i .,; ...,; ., c < N g .. M ~ C) . °' M N Ill t'1 ~ :i Qj <II c "O ::s: ;J; ..,. 0 0 0 C> N .,., M " ,..0 <II N 8 8 8 .... ;g ~ ., "!. m .... ~ ..... ~ -s m ..; ~ 0 c::i 0 0 <Xi 00M :e .,, 8 0 :ll ;;; :;r_ .,., OJ ~ co N 0 <".,_; m m 0 0 ..,· ,..: 0 ::;!-- N .,., 0 .,., 0 ~ ;::!: m "1. ~ "' o. "' "' <D N <II ~ w, ,_: ri ,..: ~ 0 M ;;; <"') ;.; .,, m (") C) 0 ... co "' m "? "! w 0 <l) m "' N <X) "' "' "(f, <X) .., N N ::2m m <"') .. m m ·u; C> 0 ~ "' u ,,, <II "' ;;:; 0 a;, <"') <Jl N .,., co "' N 0 ..... <t:i <t:i 00 ,..: ~ ai ti ~ ,,, ~ 0 ~ .,, "'· "" <"') ...,. (") OJ ~ ~· 0 E :::::- -:j, .,; y, .,., ~ .., "' N 00 ,_: .,; ~ ri "'..... N ..... <Jl ..... 0 ~ 0 ..... r:i... - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANjl.17 .•............•...............•.......•.......•....•...•..•................•......... Tabel 3.10 Proporsi Realisasi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kota Metro T h A 20112015.. .. 1:··' ,:1: I[ ·w··· .. · .. 'I ~, i.~1~: r 1(1:i'i11, 'rl,/ I ihV • t ',:I ' .JI~ : ' ii '•11\1· '' ' ' '· ,, I J', ". :1 i BELANJA DAERAH 365,009,014,688 417,059,687,918 439,683,813,172 477,510,491,524 488,874,540,109 I. BELANJA TIDAK 249,574,838,440 283,304,693,316 309,198,254,852 335,838,413,136 337,120,337,130 LANGSUNG I.1 Belanja Pcgawai ··----- 249,574,838,440 283,304,693,316 309,198,254,852 335,838,413,136 337,120,337,130 1 Gaji dan Tuniangan 210,294,289,104 228,472,206,695 240,814,217,507 253,006,746,574 262,018,383,335 2. Tambahan Pcnghasilan 37,916,926,300 53,003,444,000 66,049,410,370 80,362,345,579 72,543,939,765 PNS Bclanja Pcncrimaan 3. Lainya l'impinan dan 1,001,980,000 1,140,880,000 1,726,000,000 1,725,250,000 1,774,900,000 Anggota DPRD scrta KDH/WI<DH Belanja l'cmungutan -·--- --- ------ ·-··--------·····-··•· 4. Pajak Daerah 361,643,036 688,162,621 608,626,975 744,070,983 783,114,030 --------- -·-----···--·--- ---- ----- BELANJA '---------- -------- ---------·- ·-··-----·- II. 115,434,176,248 133,754,994,602 130,485,558,320 I.AN GS UNG 141,672,078,388 151,754,202,979 ---- '----- -------- ~------ 11.1 13elania Pegawai 24,780,287,248 28,677,384,885 35,527,540,814 34,127,991,210 39,029,425,003
1.Honorarium !'NS ·--- - .. 9,766,924,100 12,286,453, 965 14, 731,579 ,050 12,200,500, 950 15,343,758, 181
2.Honorarium Non PNS 9,965,016,618 10,223,878,000 9, 960,035,050 8, 159,723,600 11,713,579,758 Gambaran tentang belanja daerah yang menginformasikan rnengenai proporsi belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur tertuang pada tabel sebagai berikut: t i Proporsi belanja untuk pemenuhan kebutuhan aparatur2) Berclasarkan Tabel 3.9, diperoleh gambaran bahwa, proporsi anggaran clan realisasi Belanja Tidak Langsung lebih besar dibanding anggaran clan realisasi Belanja Langsung setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2015, hal ini menunjukkan bahwa alokasi dana APBD Kota Metro untuk mendanai program pembangunan selama ini relatif lebih kecil. Dari data realisasi Belanja Tidak Langsung terlihat, realisasi mengalami kenaikan dari Rp273.599.135.546,- (2011) menjadiRp349.033.342.430,- (2015), dengan rata-rata tingkat realisasi Belanja Tidak Langsung terhadap anggaran mencapai 92,24%.Sedangkan tingkat realisasi Belanja Langsung dari tahun2011 sebesar91,77% sampai dengan tahun 2015 sebesar 92,89%, dengan rata-rata tingkat realisasi sebesar 90,28% atau lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata tingkat realisasi Belanja Tidak Langsung. :RPJ.V.o· l<oTA METRO ·201&-2021 · . ·. · : , Berdasarkan Tabel 3.10 dapat disimpulkan bahwa selama periode tahun 2011-2015, rata-rata pertumbuhan belanja untuk memenuhi kebutuhan aparatur adalah sebesar 7,47%. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhanalokasi belanja untuk memenuhi kebutuhan aparatur relatif cukup lebih besar, ha] ini dalam rangka optimalisasi fungsi-fungsi pemerintah yaitu sebagai fasilitator pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik. Apabila dilihat proporsi dan perkembangan proporsinya, belanja untuk memenuhi kebutuhan aparatur 774,752,6661,341,185,700621,630,00019. Bclanja Kursus, Pclatihan, Sosialisasi, dan Bimtck l'cmimpin dan Anggota DPRD -·--'----'=------L------~--------- -------··---·-------·-···-· ·- ·-·-·-··---·-- . - .. - .. 9,318,750,8868,753,230,1669,020,467,4094,205,732,8533, 119,770,682Bclanja l'cmeliharaan18. 3,038,721,550 1, 183,153,4501,246,740,4052,561,739,9002,736,862,80517. 145,000,000144,925,000160,550,00016. 15. Belanja Pcrjalanan D 10,670,270,564 12,779,158,385 12,667,939,532 10,336,760,699 10,277,657,568 inas Pegawai 1---l-----'.<.-------1-------l------1--------1-------- ----·---·---- --- Belanja Beasiswa l'cndidikan PNS 1---+---------+-------1------1--------1-----··- ---·--·--- Belanja Kursus, l'elatihan, Sosialisasi, dan Bimtek Belanja l'akaian Khusus 433,452,500 748,445,800 578,501,250 625,605,500 1,199,161,20014. Belania l'akaian Kerja 627,243,500 546,365,700 548,227,750 1,178,727,000 876,399,30013. 12. 11. 2,284,901,000713,691,000521,360,000454,167,500322,441,10010.
9.Sewa Alat Berat 7 Scwa Pcrlengkapan dan Pcralatan Kantor 1---+---------t-------11------+-------1---------·------· Belanja Makan dan Minum 7,595,265,732 9,352,368,355 9,460,655,525 11,093,662,365 12,748,732,375 ~--1----------1-------1------+-------1--------1-~ Belanja Pakaian Dinas 377,306,000 452,949,000 509,348,700 998,553,000 449,259,000
8.Scwa Sarana Mobilitas 148,330,000 307,935,000 346,550,000 301,340,000 272,125,000 5. 3. Bahan/Material 10,644,138,868 12,825,387,297 5,908,743,168 5,111,331,890 5,915,868,103 Biaya Jasa Kantor 29,416,304,360 30,961,303,852 19,871,056,782 27,309,227,840 28,772,673,944 2. ~------1-'i:..:>r~c-=-m=-i :..:A::..:su::r=an~s::..i ---1---=3:.::.,1::..942,.:..:11:..::6.:.:.,9.:..:31=--i-__:3:..::,5:.:77::..,~3::.:.97.:..:,644:....:..:._1-_42,3::..:77..=,9.:..c92;;:..,64::...:.;;..3+---=-6::..,2.:..c59;;:..,9_:1::..9,:.:.5_06_1__ 6,182,276,166 Perawatan Kcndaraan 1,152,297,373 4,994,777,442 5,061,764,821 6,628,408,673 6,488,438,336 Bcrmotor ~----1--=.::.:..:.:..::::..:..:;;__ ~-----+------+------l------+------1 Cctak dan
6.7,520,363,069 9,626,777,268 10,676,469,227 12,046,190,378 10,777,721,790 1---1--P~cn~12~2an~d_a_a_n 1-------1-------+-------1-------1--------I
7.Scwa Rumah/Gedung 735,565,000 899,737,000 1,039,047,500 750,371,726 1,700,017,620 1.
5.360,000,000 2,484,615,670 5,344,726,014 7,935,914,887 Biaya Urnum l'cningkatan -·---+-=K:..:cc:=s.::.ici='ah~t=cr-=a::-a~n"------11--------+------1-------f--------1-------
6.Bclanja l'cgawai BLlJD _ .. 778,573,000 1,012,076,000 963,049,500 _______ , __RS_U_D_A_._Y__m_1i , ~·------l-------+-------1---------l Belanja Harang dan 76 11.2 90,653,889,000 105,077,609,717 94,958,017,506 107,544,087,178 112,724,777,9 ----+-~J_as_a -J-------+------4-------1------1------·- Biaya Bahan Habis 8,499,610,516 10,161,460,071 11,041,523,299 12,849,111,330 13,502,889,572 Pakai ---···---<----------1-------+------·--------1------- ·----·------
4.1,675,497,900 Pcnunjang l'claksanaan Pcndidikan 4,712,627,7003,682,137,2503,012,818,630Uang Lcmbur 6,249,324,611 1,819,775,773 1,759,712,9503. I ,. ! ~ , L l • (' { ' ••: •:' RPJMD.KOTA METRO 2016·2021 ' · ,: ' ~ ' . ' - GAMDARAN PENGELOLAAN KEUANGAN OAERJ\H SERTA KERJ\NGKA PENOANAANll 19 ............................................................................................... dan Dana Alokasi Khusus; dan (3) Kelornpoklain-lain pendapatan dacrah yang Daerah d an Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan clan I .11i11-l .ain Pendapatan Asli Daerah yang Sah: (2) Dana Perimbangan yang rneliputi l);rna Bagi Basil Pajak/Bagi Basil Bukan Pajak yang terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan, Sumber Daya Alam (SDA); Dana Alokasi Umum; daerah Kabupaten/Kota terdiri alas : (1) Pend a pa tan Asli Daer ah (PAD) v<rng terdiri dari kelompok Pajak Daerah, Retribusi Daerah. Hasii Perusahaan Milik Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 28 'I'ahun 2009 ll'ntrrng Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mencantumkan bahwa surnber pencrimaan keuangan daerah yang baik menghasilkan keseimbangan antara optimalis.isj pendapatan daerah. efisiensi dan efektivitas belanja daerah serta kcll'p;iLin dalam memanfaatkan potensi pembiayaan daerah. ' pada kebijakan pendapatan, pembelanjaan serta pembiayaan APBD.Pengclolildn Kebijakan pengelolaan keuangan daerah, secara garis besar terccr min 3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Tahun 2011-2015 Sumber: BPKAD Kata Metro Ket. "r data unaudii M.10 I'762,723,186,938488,874,540, 1092015* 68'/U695, 100,976,6'16477,510,491,5242014 7! L).I611,213,091,136439,683,813,1722013 517,890,262,354365,009,014,688 79.9•1521,697,850,007417,059,687,9182012 (a)/(b)x100(a) 70.'18 (b) 2011 dari tahun 2011 ke tahun 2015 sernakin menurun yaitu dari 70,48% pada tahun 2011 menjadi 64,JO'X, di tahun 2015. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3.11 berikul. Tabel 3.11 Perkembangan Proporsi Belanja Pcrncnuhan Kebutuhan Aparatur Kola Metro Tahun Anggaran 2011-2015 - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAtl SERTA KERANGKA PENDANAAN\1.20 •. • ••• • •••• •. •. • ••• •. • s •. •. • • • •. • • •. •. • •.••••••II••.•••.•.••••"••••••• a•••••,.•••••,.• I
d.Mengoptimalkan peran dan kontribusi serta mengc!ol« Badan Us;ih;1 Milik Daerah (BUMD) agar dapat berperan aktif baik d alarn mcnjalank.ui fungsi dan tugasnya maupun sebagai kekuatan perekonomian daerah. perundang-undangan yang berkaitan dengan pemungutan pcnd apatan asli daerah. pelatihan etika pelayanan, pelatihan peningkatan pernahaman poraturan pelayanan yang berbasis Teknologi lnformasi (TI) melalui penye.Icrhnnaan sistem dan prosedur pe!ayanan serta mernberikan lcbih banyak alternatif pilihan model layanan kepada masyarakat.
c.Melaksanakan pendidikan dan pelatihan struktural dan f ungsional,
a.Mengembangkan manajernen pendapatan daerah dengan prinsip profesionalilas, efisiensi, transparan. clan bertanggungjawab
b.Meningkatkan kuaiitas pelayanan dengan mengernbangkun konsep hubungan perimbangan keuangan pusat dan daerah secara adil elem proporsional berdasarkan potensi dan pemerataan; dan (4) Peningbtan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajibannya. Untuk itu. digariskan sejumlah kebijakan yang terkait dcngan pengelolaan pendapatan daerah sebagai berikut: Pengelolaan pendapatan daerah diarahkan pada peningkatan penerimaan daerah melalui: (1) Optimalisasi pendapatan daerah sesuai peraturan yang berlaku dan kondisi daerah; (2) Peningkatan kemarnpuan dan keterampilan SDM Pengelola Pendapatan Daerah: (3) Peningkatan intensitas A. Pendapatan Daerah Daerah yang dipisahkan. Lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya (SiLPA), Pcnl'rimL1ar1 Pinjarnan Daerah, Dana Cadangan Daerah (DCI)), dan I Iasil Penjualan Kckavaan sah meliputi Pendaparan Hibah, Dana Darurat, Dana Bagi Hasil Pajak d ari Pemerintah Kab/Kota, Dana Penyesuaian danDana Olonomi Khusus. dun Dana Banluan Keuangan. Sedangkan penerimaan pembiavaan bersumber d ari Sisa tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapal dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan pcrund ang- undangan. Belanja daerah dikelompokkan ke dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung.Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa belanja daerah dipergunakan dalarn Belanja daerah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Daerah B. Belanja Daerah
i.Mengembangkan fasilitas kerjasama dengan kabupaten/kota di bidang pajak dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Bagi Hasil (DBI-I). Pemerintah Pusat/BUMN dalam rangka peningkatan penerimaan Dana
f.Mengoptimalkan penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) mclalui dukungan analisa data yang diperlukan Pemerintah baik instrument umum Indeks Fiskal Netto (IFN) maupun instrument khusus bcrupa karateristik wilayah.
g.Mengoptimalkan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) baik pajak IT1aupun bukan pajak untuk mencapai keseimbangan fiskal secara vertikal yang proporsional.
h.Meningkatkan hubungan/kerjasama antar instansi di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Pemerintah Provinsi Lampung, dan dcngan Fiskal (CF).
e.Mengoptimalkan penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) rnelalui dukungan analisa data baik melalui Asumsi Dasar (AD) maupun Celah pwi•! GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDJ\NAANil.l/ •••••••••••••••••••••••••••••••••••••• " ••• "" ..... " ..... OI"" .. " ".""IO"""."""""'°"""" .. """"" I capaian target kinerja Pernerintah Kola Metro, dan dengan kemarnpuan keuangan daerah untuk rnendukung sl irnu lasi
g.Mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui belanja tidak langsu11g sesuai berlaku, programPemerintah Pusat sesuai dengan perundang-undaug.m yang belanja bantuan hibah maupun belanja bantuan sosial untuk u rusan non kewenangan Pemerintah Kora Metro,
f.Memenuhi ketentuan kebijakan pendampingan terhadap progr<1m- kewenangan Pemerintah Kota Metro dan Iasilitas bantuan ketrnngan,
e.Mengoptimalkan pemanfaatan belanja untuk penyelenggarna11 u rusan sebagaimana yang ditetapkan dalarn RPJMD Kota Metro Tahun 20 l 0-2015, ekonomi, pelayanan publik dan dukungan penye!enggaraan pernorintahan lainnya dalam rangka mendukung capaian largcl k inurj.: utarna strategisyang difokuskan pada fungsi-fungsi pelayanan dasar. sl imulas:
d.Pemanfaatan belanja program khusus dan penangZ1n<111 isu-isu PNS, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota. dan bclanja opcrnsional kantor dengan prinsip mengedepankan prinsip efisien dan dektil, memenuhi belanja yang bersifat mengikat antara lain pernbavarun ga)i
c.Pemanfaatan belanja yang bersifat reguler/rutin diutamakan untuk dalarn rangka mendukung penerapan anggaran berbasis k inerja.
b.Pemanfaatan belanja menganut prinsip akuntabililas, efektif dan ciisien ditetapkan dalam RPJMD Kola Metro 'I'ahun 2010-20IS, based) untuk mendukung capaian target kinerja utama sebagairnana
a.Pemanfaatan belanja sesuai dengan anggaran berbasis kinerja (11crf(m111111cc anggaran 2011-2015sebagai berikut: tetap terarah, efisien dan efektif. maka kebijakan belanja dnerah sclarn.i L1'1un Dalarn rangka mengatur penggunaan anggaran belanja cbc1·;1h ,l)',<lr Ierkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegialan. kegiatan.Sementara belanja langsung merupakan belanja yang dianggmkdn y;mg I ' l '' I ' ~ 1 1 • I ", l j i 1 f i .lo. ' 1 , } f ':'; ,' - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANji.2'.l ...................................................................................... kembali baik pada tahun anggaran yangbersangkutan maupun p<HL1 t ahun- tahun anggaran berikutnya. mencakup: sisa lebih perhitungan anggM;rn tahun Clnggaran sebelumnya (SiLPA); pencairan dana cadangan: hasil pcnjualan pinjaman dan penerirnaan piutang daerah. Penerimaan pernbiayaan adalah sernua penerimaan yang perlu dibayar sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan,hasil penjualan kekciy,1,rn d ae rah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah. penerirnaan kernbali pcmbcrian pembiayaan tersebut bersumber d ari sisa lebih perhilungdn ,111)',garan Pembiayaan Daerah merupakan transaksi keuangan yang d irnaksud kan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. AcL1pun 3.2.1 Analisis Pernbiayaan penerimaan pernbiayaan dengan rencana pengeluar;rn pcmbiavaan. 3) Defisit APBD direncanakan akan d iatasi rnelalui sclisih antnr.i f)f"O\'eksi BUMD, 2) Kebijakan umum pengeluaran pembiayaan diarahkan pada opt imalisasi pemanfaatan pengeluaran pembiayaan dalarn rangka tarnbuhan modal efisiensi belanja, dasar peningkatan kinerja maupun sisa belanja alas asurnsi ll'rj<Jdinya perkiraan sisa lebih (SiLPA) baik berupa pelampauan pendnp.uan <1l<lS 1) Kebijakan umum penerimaan pernbiayaan diarahkan pad a pcrhiltlfl)',Ml sebagai berikut: Kebijakan pembiayaan daerah selarna tahun anggaran 2011-201 '5 adalah C. Pembiayaan Daerah untuk rnenstimulasi capaian target kinerja utarna Pemerintah Kot21 Metro sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
h.Mengoptimalkan pemanfaatan belanja yang bersumber dari surnber- sumber pendapatan khusus (DAK, Cukai Hasil Ternbakau dan BLUD) I,: 't •',· 11' , "•I , • v.rvt • ' • 't '', - GAMISARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGIKA PENOANAANjl.211 ................................................................................................ PengeluaranPembiayaan sebagaimanatabcl berikul. pernbiayaan melalui realisasi Penerirnaan Pembiavaan cidn rcalisasi Untukmenutupi defisit angg<1ran tersebut dilakukan optirnalisas: padatahun 2015kembali mengalami sebesar Rp. 21.267.562.798,-. selamatahun 2011-2014 yang cenderung rnenurun.Tahun 2011 ddisil riil anggaran sebesar l\p.4.178.066.802,-,lahun 2012terjadisuqJ!us anggM.m sdwsar l\p 9.302.742.339,-, begilupun pada tahun 2013 -- 2014 terjad i surplus <rnggar<rn, masing-masing sebesar Rp. 7.100.961.161,- d an Rp. 10.668.956.560,-, .,,,LLmgkan Dari tabel 3.12tersebul, lerlihat bahwa terdapat dcfisit riil .111ggaran Sumber · BPKAD Kola MeLro Ket. *) data 1111a11dil /I ,2(1'/,')(i).'798"l, J 00, 961, Ii> I4, 178,066,802 Bclanja Dacrah Rcalisasi Pendapatan 1,100,0()(),ill)()1,947,870,6693,081,487,960 -_9'.3~~,:;.;;,3391 3,093,376, 910 Pcngcluaran Pcrnbiayaan Dacrah 514,796,885,444 518,616,362,017 609,265,220,467 (i'J.1,0Cl0,9"/(i,(ilt> "/'17,88:1/125,36') Defisit Riil """""'4'1'=~=-·---~-r---~ .-:.~9~st::: ·1 513,712,195,552 551,000,592,346 618,314,052,297 705,769,9J:U.Uti /ll,455,62•1,HO Dacrah Tabel 3.12 Perkembangan Defisit Riil Anggaran Kota Metro Tahun An zaran 2011-2015 tahun 2011-2015 dapat digambarkan pada Tabel di bawah. anggaran.Perkembangan defisit anggaran Pernerintah Kora Metro daL1111 kurun Kota Metro sebagaimana label berikut. Pernbiayaan daerah, digunakan untuk menutup adany» defisit penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah; pembayaran pokok ulcrng; dan pemberian pinjaman daerah.Perkembangan Pembiayaan Daerah Pcrncrinrah tahun anggaran berikutnya, mencakup: pernbentukan dana ec1d1rngan; Pengeluaran pernbiayaan adalah pengeluaran yang akan direrima kernbali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada rahun- kernbali pemberian pinjarnan: dan penerimaan piulang daerah. kekayaan daerah yang dipisahkan: penerimaan pinjaman daerah: pcnerirnaan ._ . ...., ~ •. ·.•.• ..,. ~ -.·.•.•.•.·.·.V",•.•J°'o•.·.·.·.···· ·.•.·.·. ' . , .·.·.· ',•.• ·.· _.,. · I ,'i"/-i,'l(lil,illll) ]lJ,(,66,(M9;1l0,370 7.8 53,003;1'1'1,00ll 3 Belanja :1r:262,ll l ii. \ii\, U:) 3 7, 916, 926,3002 1 Gaji dan ___ Tunj~!lJl'.1.!l _ Tarnbahan Pcn~~~!~!l P.~-~- 210,294,289, HM 228;172,206,695 2,I0,81-l,217.507 253,006)-16,5'/•I BELA.NJA. TIDAK LA.NGSUNG 249,954,327,275 283,845,102,116 309,266,921,216 33.5,8•15,953,136 337,120,3:l7, 130A.. Tabel 3.14 Rcalisasi BelanjaWajib dan Mengikat Kota Metro Tahun Anggaran 2011-2015 terakhir, tertuang pada label 3.15sebagai berikut : realisasi pengeluaran wajib dan mengikat Kora Metro pad a 5(li111;i) l.1lrn11 dihindari atau harus dibayar dalam suatu tahun anggaran.Camb<ir<m ll'nt<rng kebutuhan pendanaan belanja dan pengeluaran pembiayaanyang l id ak d<ipal Realisasi pengeluaran wajib dan mengikat dilakukan untuk mc11ghitung 3.2.2 Pengeluaran Periodik Wajib Jan Mengikat Metro. multiplier effect yang besar bagi perekonomiandan kesejahteraan masvarakat Kola sernakin besar dana yang dikeluarkan untuk pembangunan rnaka a kan nu-rniliki sernakin sinergisnya antara peren:anaan dengan penganggar<rn.SeL1i11 itu Di masa mendatang diharapakan SiLPJ\. harus sernakin nicnurun. karena dengan sernakin menurunnnya SiLPJ\. merupakan salah satu ind ikasi 70,028,88839,736,91-1 Pcncrimaan Kcmbali 33,012,752 _ Pember~_n_f~~~_11_Dae!ah___ _ _ Sumber: BPKAD Kola Metro Ket. *) data unaudit 18,7:19,7691 I t-r. 17cJ,:nI 39, 164,401,606 35,019,3-17,556 64,361,826,810 71,532,81 (J,8'>9 82,) I 5,9c17,7'i3 Sisa Lebih Pcrhirungan Anggaran (Si LP A) Tahun -~~_g_~~~ ?~b_elt1IT1_!:'Y'1_ _ Tabel 3.13 Komposisi Penutup Dcfisit Riil Anggaran Kola Metro Tahun Anggaran 2011-2015 '~' <1•', I ' lo' •~t~,11' • : ,1 ,'',~,·I''~,,· 't • > l 1·18,82 ·l'J()(, :(ill() 31.9') GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENUANJ\AN!l.:'(i - pos rnana surnber penerirnaan tersebut akan d ialokasikan. Suatu k.ipaxitas penerirnaan daerah sebagaimana telah dihitung pada bagian di atas d an kc pus- Langkah awal yang hams dilakukan adalah mengidentifikusi scluruh ke depart serta alokasi untuk belanja daerah dan pengeluaran daerah lainnva. program-program pembangunan jangka menengah daerah selarna 5 (lima) tahun belanja/pengeluaran periodik wajib dan mengikat serta prioriras utarna d,111 yang akan dialokasikan nwnd<111;1iuntukkeu angan daerah.total Analisis kerangka pendanaan bertujuan unluk menghitung k<ip;1silas 3.3 Kcrangka Pcndanaan dipenuhi. seiring dcngan tuntutan pcningkatan kualitas pelavanan publik y<rn~', h.u-us untuk mernenuhi belanja wajib d an mengikatccndcrung mengalami penll)gbLrn dan mengikat adalah 7,87'X, per tahun. I-la! ini rnenunjukkan alok.is: bl'Lllljd Selarna periode tahun 2011-2015, rata-r ata pcrturnbuhan bcl.mja w;ijib lllU,Ollll,11lHI 100,000,000
c.;-~~~~~~~;~~~-- -- - - -~,~~3.:37~:~-=()_ 2,~~::~8-7,960 -- ''' _:~17,870,~~~ .. 1 .. - Pcmbayaran _!'~)!<~~~-l~t~112_ ---- - 2~~=,3~(:,~10 ' -- - ~~)~~ ,~~1~:_6~ __94~8'/ll,(1691 Sumber : BPKAD Kata Metro Ket. "I data unaudit 3l,79l,976.56llBelanja BLUD3 Bclanja Pilkada2 '.i3,016,(H/,:H'J:ll),352,337,545•19,691,939,00945,562,329, 180 Bclanja Oporasional ________ -~lC!:1y~-1~~11_J~1:_1t_if1) 45,562,329, 180B. 72,144,314,105 107,117,592,120 134,1'12, 1~· 1,7"/849,694,939,009 BELANJA LANGSlJNG 7,5:1(),()()()379,,188,835 540,408,8005 688,162,6:21361,613,036 608,6:26, 9'15 7·11,070, ')83 Bclanja Pcmungutan Pajak Daerah ---·----····---··-·---· Belanja Tidak _ Tcrd~g_~ _ 7Kl,11 i,1111I Pcncrimaan l.ainya Pimpinan dan Anggota DrRD scrta KDH/WKDH ~),1,070,i'N 1,T' I - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH. SERTA KERANGKA PENOANAANll.27 ..................................................................................... bermoral, serta pengembangan sarana dan fasilitas pelayanan prirna clan melaksanakan terobosan untuk peningkatan pelayanan masyarakat. clan tata kerja, pengembangan sumber d aya pegawai yang profesiorial dan
7.Meningkatkan kinerja pelayanan masyarakat melalui penataan org.misasi
5.Meningkatkan pengelolaan asset dan keuangan daerah.
6.Meningkatkan kinerja pcndapatan daerah melalui pcnycmpunl(1;111 srstern adrninistrasi dan efisiensi pcnggunaan anggaran daerah.
4.Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masynrnkat sebagui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalarn mernbayar rctribusi d;wr;1h optimalisasi pendapatan daerah .. dengan Pemerintah Pusat, SKPD Penghasil, serta BUMD untuk
3.Meningkatkan koordinasi secara sincrgis di bidang Pcndapatan 1\H·rah transparansi. keadilan, kepentingan urnum. karakteristik daerah d an kernampuan masyarakat dengan memegang teguh prinsip-prinsip ak untabil ilns (Lrn sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspck lq~;1lit<Js,
2.Meningkatkan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstcnsi! ikasi pendapatan daerah.
1.Memantapkan kelembagaan dan sistem operasional pcrnungutan I3erdasarkan capaian kinerja pendapatan daerah Tahun 2011 2015, maka pendapatan sampai dengan tahun 2021 diharapkan dapat meningkat lcbih tinggi. Kebijakan daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan d ae rah adalah sebagai berikut: 3.3.1 Kebijakan dan Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2016 - 2021 anggaran berikutnya. keuangan daerah adalah total pendapatan dan penerimaan daerah setelah dikurangkan dengan Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan dan Kegiatan lanjutan yang akan didanai pada tahun .. .... 486,031,375,316 105,998,0/8,340 ----·---·---- ----------·-·------·--·--·--- --------- ·-----·- - ----------------------------------------·---- -- --- ··-··· ------ -- .. ,. ----·--·--- 1.2 .. . Dana Perimbangan _ 591,484,568,340 591,484,568,340 612,097,662,016 612,097,662,016 612,097,662,016 · ~;.~ -- - ~~~~ 8a9i Hasii-i)afak/Bukan- - ---;;-,~~.43~.~~~ --;-~~~.43~~0~0- --;;~~~~;;;-;;~;~~ -- ~~;68.-2o~.3~~ 20.068,208.300 ~-------------·------ ..... ,, ------------- ------- ·- - ··-- ------··. 1.2.2 Dana Alokasi Umum 463,881,055,000 463,881,055,000 486,031,375,376 486,031,375,376 486,031,375 376 __1-1.:L --Dana _61okasi Khusu~=·=::-~1-Q_~~~~78,34Q_ J_o5.~8-,o-78)4o_ 1o~~g8,o~_,_34o _lo§~~~,~7_8:_~iQ_ :~_1os,998,0lB.34D _612,_0~!.662,016 20,068,208,300 --------------------------------- --------------------- --- ---------_ .. -------· .... -- -- ----- - ---- I Lain-lain Pendapatan yang 1.3 Sah -·---- ~-26,941,3~~-~ -~~~=-~~376_._o~- ~3~3~~7-45,~oo 130,306,745,5~~ -~~0,306,745,500 130,3~6,745,500 Pendapatan Asli Daer~_ 105,719,360,172 115,086,986,921 J,_31,361,144,310 ~,978_._5_q_5_._51~_J_?1)~1~040,075 _~5_,~~1,~2±.J11 Pajak Daerah 13,472,000,000 14,874,000,000 16,5~-~~88,000 1_~,-~g~§5-'-4-~~- .. ?Q,_4?2,299)6.7 _?2.7~?,~56,785 JJ1_ .B_etribusi Daerah 5,691,g01.200 ~1,887,200 -~,?J.~~.!§_,256 ---~~}1,8?3_,?_?~ _ 8,004,206,688 __ 8,738,192,441 -~~2__ ~:~~~~~~:;;;~a: ~.:~~~~~~~~~ -~-~~~~~~~o~~__ -~·~:7:~~~~~ __ 4,~89,405.44~ 540~i/26 6'.i4 -~~1-~------ __ L_a_i_r1_-l~!n_~AJ?1~~g_~ri_~_ _?~/-~?,~1_4_!.1_'.!_ __ }Q,Q~Q-~9_J'_?]_ 1Q3,{3~~·~'!.~,_Q5_'1 __ ll~._3?4,870,/6} __ 137,418.807,466 158,~Q~,402,0% Tabel 3.15 Proyeksi Sumber-sumber Pendapatan Dacrah Pcrnerintah Kola Metro Tahun 2017-2021 Garnbaran proyeksi pendapatan daerah pada tahun 2016 - 2021 dap<lt diformulasikan secara rinci sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.15. pedoman untuk perhitungan nilai pasar dan transaksi jual beli. dengan menggunakan peta zona nilai tanah tahun terbaru scbagai 12. Perubahan tariff pajak dan retribusi daerh yang sudah tidak sesuai dengan kondisi perekonomian daerah. Perluasan subjek dan objek pajak dan retribusi daerah (perluasan tax /)(lsetl) berdasarkan potensi yang sudah dihitung.
13.Penyesuaian NJOP PBB di kawasan-kawasan tertentu secara bcrt.ihap. 11. mernpermudah layanan kepada wajib pajak.
10.Perubahan regulasi perpajakan daerah yang sudah out of dnte menyesuaikan dengan kondisi dan dinamika perekonomian daerah. 9. pendapatan daerah. Verifikasi dan penyelesaian terhadap piutang PBB yang masih ada tunggakan.
9.Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam rangka rnempercepat dan
8.Penilaian kembali atas tanah clan bangunan dalam rangka optimalisasi , , 1 , , • , r ~ ~ 'li , • • ' ~ : 938,065,530,227 - 91,911,376,000 38,395,369,500 - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN!l.29 ..........................................................................................
1.Pengelolaan belanja daerah sesuai dengan anggaran berbasis kinerja (performance bnsed)untuk mendukung capaian target kinerja utarna sebagaimana ditetapkan dalarn RPJMD Kota Metro Tahun 2016-2021 anggaran 2016-2021 sebagai berikut: Dalam rangka mengatur penggunaan anggaran belanja daerah ;1gar tetap terarah, efisien clan efektif, maka arah kebijakan belanja daerah tahun penggunaan anggaran ke dalam program dan kegiatan, akuntabilitas perencanaan anggaran serta menjamin efektivitas dan disil'nsi dari input yang clirencanakan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabel, transparan, clan berkeadilan, yang berorientasi pada pencapaian hasi] situasi dan kondisi pada tahun rnendatang. clan dilakukan secara selektif, memperhatikan prioritas pembangunan sesuai perrnasalahan serta perkiruan Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran, belanja daerah disusun dengan pendekatan anggaran berbasis kinerja. dan 3.3.2 Kebijakan dan Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2016 - 2021 Dari Tabel 3.15 di atas diproyeksikan bahwa proyeksi pendapatan daerah selama5 tahun ke depan (2016 - 202]) akan rnengalami peningkatan Pendapatan Asli Daerah rata-rata sebesar 14, 19% per tahun, terutama pada pajak daerah dan retribusi daerah yang dilakukan melalui upaya inlensifikasi d an ekstensifikasi pendapatan. Selain itu, peningkatan PAD dilakukan dengan meningkatkan hasil pengelolaan keuangan daerah yang· dipisahkan rnelalui peningkatan kinerja I3UMD, serta lain-lain PAD sesuai dengan standard d an acuan yang ditentukan. Dana Bagi Has1I Pajak dari ~ f. t 01.3 1 Provinsi 35,029,968,494 36,030,000,000 38,395,369,500 38,395,369,500 38,395,369,50 ::~LAH;.;~:~~~"' -~~:.~:~~::::: ~._::;:;,~~~:- .~.~;;,:~~:~ z:~·~:~::~ ~~~.:::.::.::: Sumber: BPKAD, Dispenda, data diolah dengan menganut prinsip akuntabililas, efektif, dan efisien d alarn rangk<1 mendukung penerapan anggaran berbasis kinerja;
2.Belanja daerahdiprioritaskan dalarn rangka pelaksanaan u rus.m pemerintahan Kola Metro yang terdiri dari urusan wajib dan urus.in pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan:
3.Pemanfaatan belanja yang bersifat reguler/rutin diulamakan untuk memenuhi belanja yang bersilat rnengikat antara lain pcrnbayaran g.iji PNS, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota. dan belanja oper asional kantor dengan prinsip rnengedepankan prinsip efisien d an cfcktif:
4.Membiayai program clan kegiatan yang menjad i prioritas Kot a Metro;
5.Memenuhi pelaksanaan program yang berstandar pe lavanan minimal d,111 operasiona I;
6.Mengakomodir program pembangunan yang dijariru; me lalui aspir.u-i rnasyarakat dalarn Musrenbang;
7.Mengeclepankan program-program yang menunjaru; perturnbuh.in ekonorni, peningkatan penyediaan lapangan kerja, clan pengt'nldscln kerniskinan:
8.Mernpertahankan alokasi belanja sebesar 20'X, untuk pernbiav.ian pendidikan clan 10% untuk pernbiayaan kesehatan, Kebutuhan belanja langsung daerah tahun 2016 - 2021 diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun 2015, yang cligunakan untuk mendorong perccpatan pencapaian target pembangunan, terutarna pada indikalor y<111g belurn tercapai sesuai basil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun 2ll l'i, clengan mernpertimbangkan komitmen clan d inarnika kebijakan nasional. Belanja dan Pengeluaran Wajib clan Mengikal serta Prioritas lJLrn1;1 rnerupakan pengeluaran yang wajib dibayar serta tidak dapat d iturida pembayarannya dan dibayar setiap tahun oleh Pemerintah Daerah sepcrt i g;1ji dan tunjangan pegawai serta Belanja Penerimaan Anggota dan Pimpinan DJ'Rl) serta Operasional KDI-I/WKDH, belanja operasional rutin, belanja operasional BLUD dan belanja untuk penyelenggaraan Pemilihan Walikota di lahun 2021. 1 I ' ' • I I i( < • ' \ ' I ' , \•, ~ J • o ; -~ GAMBARAN PENGELOLAANkEUANGAN DAIERAHSERTA Kl:RANGKA PENDANAAN!Ul ................................................................. " . proyeksi pembiayaan daerah tahun 2016 - 2021 dapat dilihat pada Tabel 3.1'7 Proyeksi pernbiayaan daerah di rnasa yang akan datang dar i sisi penerirnaan yaitu menggunakan perkiraan penerimaan Sisa l.ebih Perhitunu.ir, J\nggaran tahun sebelumnya. sedangkan dari sisi pengeluaran dengdn melakukan penyerlaan modal dalam rangka pemenuhan kewajiban. CambM<111 3.3.3 Kebijakan dan Proyeksi Pernbiayaan Daerah Tahun 2016 - 2021 i 13Cl, 10J,ll~61,138, 103,8~() ' Belan]a riegawai Honorer --- .. ·-- ·-aeia·n1a-s-ar-an·g·dan----·- --··------------·- ---·-----·- ·-~----· ---- -------··-· ---· Jasa 45,198,683,808 46,102,657,484 47,024,710,634 47,965,204,847 48,924,508,943 i 60,885,635,722 ·---------- -BelafiJa Operasiorlal___ ·· - -·---- ..- -------·-··-- -----·--·----- ·--- Pelayanan (Rutin) 45, 198,683,808 46, 102,657,484 47 ,024.710 634 47 ,965,204 ,84 7 48,924 ,508.~M'.l ~<J,902,999, 1/2 ·- ----- -------------- -·-·- ----------······---------- ·-- ------ Belanja Pilkada _ i . 10 lJil2,63().(iOO - .... . . . . . . . . . . . . .. .. .. . I . I . i I j ~j_~~LAi~L .. = ~~ 1~q1~jgi~ ~47~i7~5.-~:~~ii:~~~i~~~~1_1.~§2 L~.1._36~,_0.~4.~_32 J ~501_,_o~ps,122 · s21,875,314,94B : Sum/Jer: BPKAD, data diolah B. BELANJA _ _ __ __l,}.NG_~~~q _ _ Bclanja Pegawai ···-- -s·eia-rilci..fie9awai · BLlJD -- ----- ---·--·---·------ '59,924,870,174 i 71,9·24,619,526 11,000,361,230 ] 11,038,983,804 3862,25/)W, J900,8/9 959 55,907,692,240 56,848,781,450 57,878,295,840 58,856,651,609 -- ----- -··------·-··---- .. -----·---- ·----· ·------· ·------ ---- -·----- ---------- . --- ------··. _!~!IQJ,OQ8,43~ _ _1_0~7~6·1~3_,~_6__ 10,853,585,206 . 10.~91_,446,763 3,711.553,432 3,7 48.668.966 ;;·~~-. ~~;.~-~~ I 3.824.017,213 6,997,455,000 6,997,455,000 - -7.~67,~~9,550 l 7,067,429,5502 %060,000954,360,000954:;~~.ooo 1 · %4,360.000 I 54,360,00067,600,000 Belanja Pemungutan Pajak Oaerah 4 2,082,674 Hi2 i /' 134,/41,01()1,982,319,2501,933,970,0001,886,800,000 Belanja Penerimaan Lainya Pimpinan dan Anggota DPRD sorta KDHIWKDH ss ()11,376,00086,911,376,0002 49,950,695,422 ~~~~~~IOA~-- __ ~~7-'.~~~-~-~9'.~~~- -~~~~96,~38,4~-- _4~~·~~?_·_61~,0~2 43~,-503,~13,023 _ Gaji d~n_~njan51~~---- _]l~~§j_~~ 1._ 1?6.091_!3_2-!.!6_!__ ~~-'-~~~~§0,7_7_2 .. ~42,6_0_?.._79~)91 Tambahan Penghasilan Guru 86,911,376.000 86,911,376,000 86.911,376,000 86.911,376,000 PNS I .A. Proycksi Target 2016UraianNo. 201920182017 3 20212020 441, 119,354,948 ,1?0,91\USG 2,031,871,231 Tabcl 3.16 Proyeksi Bclanja dan Pcngcluaran Wajib dan Mengikat Pemerintah Kota Metro Tahun 2017-2021 2016 ·- 2021 dapat dilihat pada 3.16. Proyeksi kebutuhan belanja dan pengeluaran wajib dan mengikat 'l'ahun - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANil'.l/ ........................................................................................... , daerah Tahun 2017 - 2021, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.18. Proyeksi kapasitas riil keuangan daerah untuk mendanai pernbangunan 3.3.4 Penghilungan Kerangka Pendanaan pengeluaran pembiayaan termasuk kajian terhadap kelayakan BUMD. melipuli : Pengeluaran pembiayaan direncanakan penycrraan modal IHJ\11[) disertai dengan revitalisasi dan restrukturisasi kinerja BUfv!U d an pendayagunaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan d alarn rangka L'lic;ic•nsi tahun-tahun anggaran berikutnya. akan mencakup : pcnyertaan 11HllL1l (investasi) pemerintah daerah. Untuk itu kebijakan pengelu.iran pembiuvaaunva d iterirna kembali baik pad a tahun anggaran yang bersangkutan maupun pcHb Pada aspek pengeluaran pernbiayaan. sebagai pengc•luJran y.mg elk.in anggarnn yaitu maksimal 6°/c, dari total APBD. menjadi lebih baik dan sistern pengendalian serta evaluasi pclaksanaan 1·L'11c.111;1 pembangunan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan pcraturun perund.i11g undangan atau dengan asurnsi bahwa Si!PJ\ harus marnpu menutup ddi.-;it tahun mendatang diharapkan proses perencanaan d an penganggcir;rn ak.in SiLPJ\ tahun 2017-2021 diproyeksikan tetap. namun dernikian L1lw11- $11111/Jer: EJPKAD, clata clio/a'1 1,500,000,000 -~:~-- ::~e~:~:~--- 4=·~~5~4-19,~16 ~~~~~~~o~_o,o~~-_20_:00_0,000,000 30,000.000.000 30,000,000.000 30,000,000,000
3.1.1 SiLPA _ j9.~.'!_~,~~§_.?_~ __ _3_9_.QQ0,000,000 _]O,OO_Q~9g,_QQQ_ _ 3Q_,QQQ,_OOO,OOO. 30,000,000.000 30,000,000,000 --;:;-- Ppengb~luaran___ -~~;00~;~~.~~~1~.~~~~o~~;~o-- --- 1-~~0~~00,0; - 1,;~0.000,000 em iayaan 3~2.1 PellYeriaan MOcial- ~}~~9iQ'o_q~_Q(f ~ 1,500~00.o~o~ 'J~~~o~go~~· ~1~~00~900,000 1,500,000,000 202120202018 1,500,000,0001,500,000,000 20192017 Proyeksi Target APBD Murni 2016 No. Uraian Tabcl 3.17 Proycksi Pcmbiayaan Daerah Pernerintah Kola Metro Tahun 2017-2021 },''•"', /f \i 1• ,' •\ r , !! 1 t \, •'1• \< "t "' 446,190,215,Tfll ~21,875,314,948 968,065,530,22/ 30,000,000,000 2021 938.06b,b30)7 I program prioritas dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan d acr.ih Prioritas II,dialokasikan untuk mendanai prioritas belanja SKPD yang merupakan penjabaran dari analisis per urusan. Disamping itu juga mendanai darnpak luas pada masyarakat. pendidikan. Program Prioritas I juga harus berhubungan dengan kepcnt1ngan publik, berskala besar. dan rnerniliki nilai manfaat yang tinggi yang mornlx-rikan diarnanatkan dalarn RPJMN dan amanat kebijakan nasional yang definiiif h.iru-, dilaksanakan oleh daerah pada tahun rencana. ter masuk untuk pr101iL1~ pencapaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota 201(1-2021, sebag.iim.inci Prioritas I, dialokasikan untuk rnendanai program prioritas dalarn rnngb berikut: digambarkan pada Tabel 3.19.Adapun ketentuan prioriras anggarnn sl'bilgili yaitu Prioritas I, Prioritas II dan Prioritas III dengan proycksi st·pt'1·1 i kernampuan keuan.gan daerah, selanjutnya d itetapkan kebijakan alok.is: dM1 kapasitas kernarnpuan keuangan daerah tersebut kedalam 3 kclornpok prioritas. Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh proyeksi kapasiias riil Su111/1er :B11pped11 d1111 BPKAD, data diolah 431,022,848,399391,767,311,350409,873,680,618 Kapasitas Riil Kcmampuan Kcuangan 4~1,789,639,9~ _ J 442.641.222,470 I 463,717,012,104 501,044,225,122491,360,064,632~81,975,911,862472,745,619,911 Belanja dan pcngcluaran pombiayaan yang wajib dan mcngikat scrta Prioritas Utama 864,512,931,261873,590,692,722 943,685,447 ,591922,382,913,030903,765,551,826Total Pcncrimaan 49,445.419.7162 Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran 24, 145)13.006Pendapatan 2018 873}65,551,826 2017 834,512,931,261 2019 892.38/.913,030 2020 Target APBD Murni 2016 Uraian Proycksi 30.000.000,00030,000,000,00030,000,000,00030. 000' 000' 000 No. Tabcl 3.18 Proyeksi Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Untuk Mcndanal Pembangunan Dacrah Pemcrintah Kota Metro Tahun 2017-2021 - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN!i .................................................................................................
a.Peningkalan perencanaan inlrastruktur jaringan jalan. irigasi, druina:«: dan air minurn yang lerintegrasi keseimbangan pertumbuhan ckonomi lokal.
4.Bidang Infrastruktur
e.Penataan pasar tradisional dan pasar modern untuk nwnJ<l)',<I UMKM. meningkatkan perekonomian lokal masyarakat
b.Peningkatan produktivitas sektor pertanian, perdagangan dan jasa
c.Pengembangan stratcgi pcmasaran produk lokal di wilayal: Kotu Metro, regionCll Provinsi Larnpung dan di tingkat nasiorial
d.Peningkatan kerjasarna swasta untuk meningkatkan produktivit.is
a.Pernbangunan dan pengernbangan destinasi wisata keluarga untuk
3.Bidang Ekonomi Pcngembangan budaya hidup schat Pen;rnggubngan penyakit endemik Pcningkatan mutu pelayanan keschatan Peningkatan kuantitas clan kualitas tcnaga medis dan k cschatan Peningkatan kuantitas clan kualitas sarana prasarana kcsehatan(1, b. c. d. c . ...
2.Bidang Kesehatan output pendidikan. stakeholder pendidikan untuk rncningkalkan kualitas prnsl'S .l.in
c.Peningkatan koordinasi, kornunikasi, clan peran scrt,1 sc•lun1h sekolah gratis unluk meningkatkan angka partisipasi pendidikcin
b.Pernerataan pclavanan pcndidikan unluk mewujud kan l'li11uilio11/iir 111/. J. Peningkatan sarana prasaran<1 pendidikan melalui penvedi.ian ser,\)',•lill
1.Bidang Pendidikan dengan layanan dasar serta tugas dan fungsi SKPD. Kebijakan alokasi anggaranuntuk prioritas II diarahkan pacL1 • yang paling berd ampak luas pada masing-rnasing segmentasi rnasvarukat y.rng dilayani sesuai dengan prioritas dan perrnasalahan yang dihadapi bcrhubu11g.111 - GAMBARAN PENGELOLAANKEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANll.3~J •••••••••..••.•••.•...•••••••••.•.•...•............................................. pemberian hibah dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa kepada Pemerintah Provinsi melalui pendekatan sektoral dan spasial. yang meliputi ha l- hal sebagai berikut: a) Mengalokasikan belanja hibahyang digunakan untuk menganggarkan pengembangan Kernitraan Pembiayaan antara Pcrnerintah Kora Metro dan program-program Pemerintah Pusat sesuai dengan perund ang-undangan yang berlaku dan belanja tidak langsung yang dilakukan dcngan prinsip Prioritas III, merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja-belanja untuk mernenuhi ketentuan kebijakan pendampingan terhadap peningkatan produktivitas UMKM keseha tan rnasvaraka t, peningkatan a kses pend id ikan, d <l n
c.Penurunan angka kemiskinan melalui i.wningkatan dcrilJcll ibadah
b.Pernber ian bantuan pembangunan dan sarana prasarana rum.ih
a.Program pemberdavaan masyarakat melalui peningbL111 partisipasi masyarakat dalarn pelaksanaan pembangunan
6.Sosial pendekatan partisipatif. teknologi informasi
b.Peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah melalui peningbt<in kualitas perencanaan, penggunaan pendekatan 111011c1; follow pn1/~rt1111 priority dalarn sistem penganggarnn, serta pengendalian k inerja deng<111
b.Peningkatan kualitas drainase kota
c.Peningkatan kualitas infrastruktur dan urilitas kota.
d.Peningkatan kualitas clan sanitasi hunian.
e.Optimalisasi penataan ruang yang berkelanjutan
5.Bidang Reformasi Birokrasi
a.Peningkatan akses pelayanan publik melalui penyedcrhanaan prosedur, Iasilitasi pelayanan di ruang publik. d an pornanfa.u.u i /8,640}15,010 356,825,056,09/ 60.(24.444,176 446, 190,215,278 '.i/ 1,8/5,314,948 %8,065,530 Ill •. _ 2021 - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANIL3G ••••••••••••••••••••••••••••.•••••...•••.•...........•......•...........••.......... Dengan dernikian. kerangka pendanaan selama 5 (Iima) tahun dapat ditampilkan pada Tabel 3.20. Sumber :Bnppeda dn11 BPKAD, dntn diolah 26,988}85.431 21,528,561, 14026.459,593,56025,940, 778,000 Rencana alokasi pengeluaran prioritas Ill 309,20017.790 355,028,321,301345,127,847,259337,578,854,533328,932,902,618 56,100,000,00055,000,000,000 59,533.168,80058,366.440,00057,222,000,000 Rencana alokasi pengeluaran priorilas I -~ ' 28,079, 131,363 3 Rencana alokasi pengeluaran prioritas II ------~--------- ---·· - --· -----·· ------------- Surplus Anggaran Riil/Berimbang 2 409,873,680,618 391, 767 ,311,350 431,022,848,399421,789,639,964 442,641,222,470 Kapasitas Riil Kcmampuan Kcuangan 491,360,064,632 943,685Mf,591922,382,913,030 Dikurangi: BelanjaWajibdan ----------- -------- --- ------------ -------- ----- Mengikat serta Prioritas 463}17,012, 104 472.145,619,911 481,975,911,862 Uta ma !----'----"-"=--------- ---- -------------------- ------------- ------------ ------ --- - --------- ·-·- ···-- ---- KapasitaSKeuangan------- - -- --- ····------- ···---·-- ..... ------· --- -- ··· ··· Daerah 873,590,692.722 864,512,931,261 903.765,551,826 2020201920182017 Uraian TargctAPBD Murnl 2016 Proyeksi so1.044.27~. m No. 'Fabel 3.19 Proycksi Pcnggunaan Kapasitas Riil Kemarnpuan Kcuangan Daerah Pcmcrintah Kota Metro Tahun 2017-2021 pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya; b) Mengalokasikan belanja bantuan keuangan kepada provinsi clan partai politik yang digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan y<rng bersifat umum atau khusus dari Kota kepada provinsi. Belanja bantuan keuangan kepada provinsi clan partai politik diarahkan dalam rangb mendukung Kebijakan Pemerintah Kota Metro. c) Mengalokasikan belanja tidak tercluga yang dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran Pemerintah Kata Metro yang sifatnya mendesak dan clarurat. -28,500,000,000 - GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAANll:J I ...........................................................................................
3.1 Penerimaan 49,445,419,716 30,000,000,000 30,000,000,000 30,000,000,000 30,000,000,000 30,000,000,000 ·---------- ---- --------- -------~------------- --~------- - ·---·--··----- 3.2 Pengeluaran 1,500,000,000 1,500,000,000 1,500,000,000 1,500,000,000 1,500,000,000 1,500,000,000 Sum!Jer :Bappedad~;BPKAD, data diotalr ~ · · · · · · "28,500,000,000 60,721,144, 1/G 3 5",0/8.'.l{1,:liJ/ J - 356,825,056,09/ /1,924,619,5/6 489,474,119,/95 966,565,530,22'/ 477,091,410,432 59 533}68,800 59,924.870,1/4 47 4,486,960,281 467 ,698,487 ,311 942, 185,447,591 38,3%36'.i.~JOO 91,911,31(),0()(J ~)1,911,3/b 000 3 PEMBIAYAAN OAERAH 328,932,902,618 309,207,717,790 337,578,85~,533 345, 127,84/,259 57,878,295,840 58,856,651,60955,907,692,240 Priorilas I Belanja Wajib dan Mengikat 407,809,319,864 415 896 83 2 sertaPrioritasUtama , , 8,461 4 4,097,616,022 432,503,413,023 441,119J~)4948 449,%0,6%471 ------ --·-------·--· ---·----·--·--· -- ---···-·- ----------- ------ -------· ---- ··· -~el~j~~r:~~a~_lll 24,440,778,000 24,959,593,560 25,488,785,431 26,028,561, 140 26,tl79, 1 Jl,363 27, 140,/15,010 2.2 Belanja Langsung 439,840,594,858 422, 156,499,240 452,679,150,373 462,350,938,868 ---- -----------···- -·-----····-·-···-· --- -------------- ------------ - ------------ ·- ··------ ------·---·· Belanja Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama 902,265,551,826 '.lB,395.369,!'iOO 130,306,745,500 130,306.745,500 130,306,745,500 130,306,745,500 38,395.369.500 I 38,3%.369.500 20,068,2013,300 612,097,662,016 158,203,402,09b 56,848,781,450 440,856,432,021 449,586,401,453 458,531,974,162 91,911,376,000 91,911,316,000 4 ,889 ,405,4404,422,400,000 863,012,931,261 91,911,376,000 36,030,000,000 127,941,376,000 4,000,000,000 21,605,435,000 20,068,208,300 20,068,208,300 20,068,208,300 591,484,568,340 612,097,662,016 612,097,662,016 612,097,662,016 1.3.2 Dana Penyesuaian dan Otsus 2 BELANJA DAERAH 872,090,692,722 -·----- --~~- _ Belanja Tida~angsu~-- 432,25~~~~~64 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi 1.3.1 . -----··-- ---------------··-·-·- ------ ,. _ 91 ,911,376,000 35,029,968,494 126,941,344,494 Lain-lain Pendapatan yang Sah 1.3 1.2.1 1.2 1.2.2 Dana Alokasi Umum 463,881,055,000 463,881,055,000 486,031,375,376 486,031,375,376 486,031,375,376 486,031,3/b,376 -_1=.2-~=_D_a-na-Alok_as-_iK~~j~s~~- ~~5,9~~~!8.:340 ~-=-;-05,~~8~o7~}4o~ :~~~.9~8~18~340- --105,998,078,340 -105,998,0i'il340 i 105,998.07B,340 591,484,568,340 21,605,435,000 Dana Perimbangan 1-----t------------- Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak 3,797,944,2591.1,3 1.14 --·- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan --·!------------------ --·---------·---·-------------- ···--------- -------------- -- Lain-lain PAD yang S~------ _!}__,!_57,51~71~- --~61,099,_?32.._ _~3,682~~~~~- ~~9.~~~87_0,763_ -~~~.418,80/,466 5 4 0 5 rr ·· 54 I, , o.o. I 913,685,447,591 171,281,040,075 20,452,299,/67 8,004,106,688 2020 7,331,873,8556,151,887,2005,691 ,901,200Retribusi Daerah 6,716,015,256 Pendapatan Asli Da~~~--- --~05,7~~~~~~~~~ ~~086}~6.~1__-~~1~~1_._!~:~~~. --~4_?_,_9_?~;~~5!5_1_~_ Pajak Daerah 13,472,000,000 14,874,000,000 16,539,888,000 18,392,355,456 1.1 111 1.1.2 PENDAPATAN DAERAH 824,145,273,006 834,512,931,261 873,765,551,826 892,382,913,030 ----·!---------------·--- ----- Uraian 2019 -----------------·-----··-- ----··------. ,, ------------------------ --------·-··-- Proyeksi 20182017 Target 2016 'Fabel 3.20 Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Dacrah Pcmerintah Kola Metro Tahun 2017-2021 Prioritas II No. ' ' /, , I' '' ·' , , . , -. Tabel 4.1 RekomendasiKLHS NO ZONA REKOMENDASI ·-
1.Pendidikan Pengembangan area/kawasan pendidikan ugur memperhatikan sarana prasarana penunjang (jalan akses, air bersih, penzelolaan sarnpah, pengelolaan lirnbah, dll)
2.Pariwisata • Penetapan Zona Pariwisata agar disosialisasikan kepada bagian perijinan pembangunan (IMB), sehingga sesuai dalam mengeluarkan IMB; • Pengembang pariwisata agar memperhatikan sarana prasarana penunjang Galan akses. air bersih, pengelolaan sarnpah, pengelolaan limbah, dll); I
3.Pertanian Perlu dilakukan sosialisasi penetapan Zona Pertanian sehingga tidak akan terjadi perubahan fungsi
4.Ruang Terbuka • Penetapan Zona RTH agar dipublikasikan kepada Hijau stakeholder dan masyarakat sehingga tidak akan terjadi perubahan fungsi • Zona RTH dapat 'dibangun' sehingga mempunyai fungsi ganda selain sebagai sarana RTH I • Pengembangan RTH kota perlu pemilihan model dan jenis tanaman yang sesuai dengan karakter kegiatan dimana RTH kota tersebut akan diternpatkan.
5.Perumahan • Penetapan Zona Perumahan (kepadatan tinggi, sedang) agar disosialisasikan kepada bagian perijinan pembangunan (IMB), sehingga sesuai dalarn mengeluarkan IMB • Pengembangan permukiman agar memperhatikan sarana prasarana penunjang (jalan akses, air bersih, penzelolaan sarnpah, pengelolaan limbah, dll)
6.Perdagangan dan • Penetapan Zona Perdagangan dan Jasa agar jasa disosialisasikan kepada bagian perijinan pembangunan (IMB), sehingga sesuai dalarn menzeluarkan IMB Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis merupakan serangkaian analisis yang sisternatis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa kaidah pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi d alarn pembangunan di Kota Metro dan/atau kebijakan, rencana. dan program. Berikut disajikan rekomendasi KLHS untuk perencanaan lirna tahun kedepan berupa kebijakan, strategi dan rekornendasi. Adapun rekornendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah sebagai berikut: 4.1. TELAAH LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS
l.Melaksanakan pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan untuk mendukung terwujudnya keseimbangan perkembangan antar wilayah sesuai rencana struktur ruang kota yang ditetapkan.
2.Membangun dan meningkatkan prasarana terminal barang dan penumpang yang terpadu dengan sis tern jaringan transportasi lokal dan regional.
3.Mengembangkan prasarana dan sarana angkutan umum serta menyediakan angkutan umum massal.
4.Mendukung pembangunan dan pengembangan sistem jaringan kereta api.
5.Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan bangunan pelengkap clan perlengkapan jalan.
2.Mengembangkan pusat-pusat pelayanan dan pertumbuhan wilayah secara proporsional sesuai rencana struktur ruang dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungannya. Peningkatan3.
l.Membagi wilayah kota menjadi wilayah- wilayah pengembangan dan menetapkan pusat dan sub pusat pelayanan kota serta pusat pelayanan lingkungan yang didukung oleh kelengkapan prasarana clan sarana kota secara memadai. Peningkatan pembangunan dan pengembangan sistem dan jaringan prasarana transportasi daerah 2. Peningkatan peran dan fungsi pusat-pusat pelayanan wilayah secara sinergis untuk mendukung perwujudan kota pendidikan dan l. Meningkatkan jangkauan dan kualitasjangkauan 1. Tabel 4.2 K b.. k d St t . KLHS • Pengembangan area/kawasan perdagangan dan jasa agar memperhatikan sarana prasarana penunjang (jalan akses. air bersih, pengelolaan sarhpah, pengelolaan limbah, dll)
7.Industri • Pengembangan kawasan industri kecil/rnikro harus disertai dengan pembangunan !PAL Komunal oleh pemerintah yang selanjutnya dioperasionalkan clan dipelihara oleh para pemilik industri kecil/mikro
8.Perikanan • Perlu dilengkapi dengan panataan drainase yang baik sehingga tidak akan menimbulkan genangan; • Perlu dilakukan sosialisasi khususnya untuk penetapan Zona Perikanan sehingga tidak akan terjadi perubahan fungsi lahan
8.Su aka Alam dan • Pengembangan kawasan lindung setempat kota yang Cagar Budaya akan memberikan perlindungan terhadap sempadan pantai; • Pengembangan kawasan Jindung setempat kota yang akan memberikan perlindungan sempadan sungai; I i ·;~w~.;;;.;..;;.;.;;;.;;.;;;;.;..;..,;;,...;...-.,.;.;w.;;......-.....___ ~...._--~~ RPJMD KOTA METRO 2016·2021 ANALISIS ISU STRATEGIS ! IV .3
1.Melaksanakan dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan hidup serta mencegah terjadinya pencemaran dan/atau
1.Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hij Mempertahankan dan merevitalisasi kawasan-kawasan resapan air atau kawasan yang berfungsi hidrologis untuk menjamin ketersediaan air dan kesuburan tanah serta melindungi kawasan tersebut dari bahaya longsor dan erosi.
2.Mengembangkan kawasan yang potensial sebagai kawasan lindung pada garis sempadan sungai/anak sungai dan jalur rel kereta api, dan RTH koridor jalan.
3.Melaksanakan dan meningkatkan kegiatan konservasi pada kawasan lindung sekitar bendungan Way Raman, sempadan sungai/anak sungai, kawasan resapan air, sumber mata air, serta kawasan lindung la inn ya.
4.Meningkatkan pengawasan serta memperketat perizinan terhadap kegiatan yang dapat merusak kawasan lindung. prasarana kebakaran.
9.Meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan pelayanan surnber daya air serta mengoptimalkan pernanfaatan sumber daya air, konservasi sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. pernadamsarana 5. meningkatkandan Pelestarian dan melindungi kawasan lindung dari alih fungsi lahan kualitas pelayanan telekomunikasi, energi/kelistrikan, sumberdaya air serta infrastruktur perkotaan lainnya. pelayanan jaringan air bersih.
2.Meningkatkan jangkauan pelayanan, sarana prasarana, serta kualitas pengelolaan persampahan dan air limbah.
3.Mengembangkan jangkauan dan kualitas pelayanan jaringan energi kelistrikan dan sarana penerangan jalan umum.
4.Mengembangkan sistem jaringan telekomunikasi di seluruh wiiayah.
5.Meningkatkan pembangunan dan perbaikan 1armgan drainase untuk mengatasi masalah banjir dan genangan air.
6.Meningkatkan penyediaan prasarana clan sarana jalur dan ruang evakuasi bencana.
7.Meningkatkan penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan jalan pejalan kaki dan jalur sepeda.
8.Mengembangkan dan Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup 4. I ' I ' I ' ' : ' "\ ~ 1 r; ~: • nr ....: '•t•i; ;~~"''") 1~' J~~IJJ.~1 •. ~I :,;,lt'•\(:.1:~.1 . . ' ~ .. . - ,. I J RPJMD KOTA METRO 2016·2021 .4 ANALISIS ISU STRATEGIS \IV .4
1.Menetapkan lokasi dan kegiatan budidaya sesuai kriteria teknis dengan mempertimbangkan faktor ekonorni. sosial dan lingkungan pada seluruh wilayah.
2.Mempertahankan pusat pemerintahan yang ada serta mendorong pengembangan pelayanan pemerintahan ke arah selatan kota untuk mengurangi tekanan pembangunan di kawasan pusat kota sekaligus meningkatkan keseimbangan pembangunan antar wilayah.
3.Mempertahankan dan memelihara prasarana dan sarana pendidikan pada lokasi yang sud ah tertata. serta mengembangkan kawasan pendidikan Iringmulyo Metro Timur, kawasan pendidikan Mulyojati Metro Barat dan sekitamya, serta kawasan pcr.didikan lainnya.
4.Mengembangkan kegiatan pariwisata berbasis pendidikan dan potensi surnber daya alarn. serta rnendukung pengembangan kegiatan agropo!itan dan agrowisata ke arah utara dan selatan kota.
1.Mempertahankan fungsi dan menata RTH yang ada serta mengendalikan alih fungsi RTH ke fungsi Jain.
2.Melaksanakan ekstensifikasi RTH serta mengemba!ikan RTH yang telah beralih fungsi untuk menyediakan RTH minimal 30% dari luas wilayah kota.
3.Meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalarn penyediaan dan pemanfaatan RTH.
4.Meningkatkan fungsi dan proporsi In!-l pada kawasan terbangun. kerusakan lingkungan hidup.
2.Meningkatkan peran serta rnasyarakat dan seluruh pemangku kepentingan d alam upaya per!indungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
3.Mengendalikan pemanfaatan sumberdaya alarn dan sumber daya buatan secara bijaksana untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup.
4.Melaksanakan pengendalian serta memberikan sanksi terhadap kegiatan yang menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.
5.Menetapkan area mitigasi/evakuasi bencana serta menanggulangi bencana alam. 7. penyediaan dan ruang terbuka hijau Peningkatan pemanfaatan (RTH) Peningkatan keseimbangan pembangunan antar wilayah serta keterpaduan sektor pembangunan. 6. RPJMD KOTA METRO 2016-2021 . : l ·····················•······················•·······•··•··•· GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO Jll. 60
11.Keluarga Berencana Sumber: Badan Pusai Statistik Tabel. 2.45 [umlah Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KORT), Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak an au k k P I K t M t Tah 2010 d 2013. • ,, I ' l ~ \ ' I ii .>!HJ·.' '' I 1•,•1,;, l,' v' ' J: lo - • • ~ ) ~ .•I i .t .. , c : t " ' ') ~ i ,!J :' :i '·}·~··,:. l' I ·.I~ ~ 1.) 1, 1) '' .. " I• ,.\) l, . \1•:,.' I, I I ~ ' J I •, p I ,, , 1, I
1.KORT 18 20 17 13 59 50
2.Kekerasan Terhadap Perernpuan 18 12 14 3 15 33
3.Kekerasan Terhadap Anak 37 7 20 16 14 9
4.[umlah Total 73 39 51 32 88 92 Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimbulkan penderitaan baik secara fisik, seksual , psikologis, dan/atau penelantaran di dalam kehidupan rumah tangga. Jumlah kasus KDRT di Kota Metro yang dilaporkan ke Polres Kota Metro pada tahun 2010 adalah sebayak 18 kasus. Angka ini sempat meningkat pada tahun 2011 rnenjadi 20 kasus namun pada tahun berikutnya, kasus KDRT yang dilaporkan mengalami penurunan yaitu 17 kasus pada tahun 2012 dan 13 kasus pada tahun
2013.Demikian pula halnya dengan kasus kekerasan terhadap perempuan, selama kurun waktu 2010-2013 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan mengalami penurunan, dari 18 kasus pada tahun 2010 menjadi hanya 3 kasus pada tahun 2013. Kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan pada tahun 2010 mencapai 37 kasus namun pada tahun 2011, 2012 dan 2013 menurun menjadi masing-masing 6 kasus, 20 kasus dan 16 kasus. Data mengenai jumlah kasus KDRT, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak yang dilaporkan ke Polres Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut.
b.Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sumber: Badan Pusat Statistik
1.Laki-laki 18 18 18 19 18 (75%) (72%) (72%) (76%) (72%)
2.Perempuan 6 (25%) 7 (28%) 7 (28%) 6 (24%) 7(28%)
3.[umlah Total 24 25 25 25 25 ••....•••...•..•..••...••..•.•..••..•.•...•••.•••....•...••. GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO !IL 61
3.Pangan Sumber: BKKB dan PP Kata Metro, BPS Kata Metro Tabel 2.46 D t Ak t KB di K t M t Tah 2010 d 2014• I '11, •• 1\1L r I I 'ti'!) \t ... ,),\,' . - ~ • ~ - ~ '.J I ' ~.~(;ii,:.;" ·~ lI !tl :11 u • / ~ i ! I ', . l•',:: I I I r , ." i I
1.Jumlah PUS 27.531 27.705 25.356 24.553
2.Jumlah Peserta KB (Akseptor KB) 20.425 20.282 19.931 18.561
3.Jumlah tidak ber-KB 7.106 7.423 5.425 5.992
4.Persentase Akseptor KB. 74,19 73,21 78,60 75,60 Tingkat fertilitas pasangan usia subur (PUS) di Kota Metro cukup baik yaitu TFR sebesar 2,3. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Metro mampu mernpertahankan rata-rata jumah anak per keluarga sebanyak 2-3 anak. Masyarakat Kota Metro saat ini sudah rnernandang bahwa kualitas anak lebih penting daripada kuantitasnya. Berkaitan dengan hal itu berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa jurnlah peserta KB di Kota Metro pada tahun 2010 adalah sebanyak 20.048 peserta dari 21.760 pasangan usia subur dengan rasio akseptor KB sebesar 92,13. Iumlah ini mengalarni penurunan di tahun berikutnya dengan rasio akseptor KB yaitu 74,19 pada tahun 2011, 73,21 pada tahun 2012 clan 78,60 pada tahun 2013. Untuk lebih jelasnya data mengenai datae Akseptor KB di Kota Metro tahun 2010 s.d. 2014 dapat dilihat pada tabel berikut.
b.Rasio Akseptor KB Tujuan program Keluarga Berencana secara demografi adalah untuk menurunkan angka kelahiran dan secara filosofis adalah untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia clan sejahtera. Jumlah anak dalam keluarga yang dianjurkan oleh pemerintah adalah 2 (dua) orang anak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana clan Pemberdayaan Perempuan Kota Metro , rata-rata jumlah anak per keluarga di Kota Metro adalah sebanyak 2-3 orang.
a.Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan pelayanan umum di bidang keluarga berencana clan keluarga sejahtera dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut: RPJMD KOTA METRO 2016-2021 :: . ' ', ' ' ' ...................................................•....•... . Kabupaten/Kota yang menyatakan bahwa ketahanan pangan rnenjadi urusan wajib pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Peraturan perundang-undangan terkait dengan ketahanan pangan yang dapat dipedomani pemerintah kabupaten/kota diantaranya adalah UU No. 7 tahun GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO Ill. 62 Ketahanan pangan merupakan urusan wajib pemerintah propinsi dan pemerintah kabupatan/kota. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 3 tahun 2007 tentang Pertanggungjawaban Gubemur dan Bupati/Walikota, dimana bahwa gubemur dan bupati/walikota mempunyai kewajiban melaporkan kepada Pemerintah dan DPRD tentang pembangunan ketahanan pangan. Demikian pula halnya dengan PP Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pernerintahari antara Pernerintah, Pernerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Berdasarkan data mengenai ketersediaan pangan utama di Kota Metro, dapat dilihat bahwa Jumlah ketersediaan pangan di Kota Metro pada tahun 2011 sebanyak 13.531,5 ton, dengan jumlah konsumsi oleh 147.050 jiwa penduduk sebanyak 15.319,67 ton (113,22%). Jumlah ketersediaan pangan utama dan konsumsi pangan pada tahun berikutnya meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk.Namun pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah ketersediaan pangan yaitu 10.247,18 ton dengan konsumsi pangan utama oleh 154.013 jiwa penduduk sebanyak 16.045,07 ton (156,58%). 13.531,5 14.381,69 14.658,95 10.247,18
2.147.050 149.361 153.517 154.013
3.15.319,67 15.560,43 15.800,88 16.045,07 utama ton Persentase jumlah 4. konsumsi pangan utama 113,22 108,20 107,79 156,58 terhadap ketersediaan an an utama Sumber: Kantor Keiahanan Pangan Tabel. 2.47 Ketersediaan Pan an Utama di Kota Metro Tahun 2011-2014 Ketahanan pangan merupakan agenda penting di dalam pembangunan. Mewujudkan ketahanan pangan dengan berbasiskan pada kemandirian penyediaan pangan lokal adalah tugas pemerintah bersama dengan masyarakat, Kemandirian pangan ini menjadi semakin penting di tengah kondisi yang mengalami krisis . pangan, energi dan finansial. ~·nw •· llllilN' ....... 1111 RPJMD KOTA METRO 2016-2021 GAMBARAN UMUM DAERAH KOTA METRO Ill. 64 ,.· :I ' ;1 .\~'~')~--bi ..~~~~ . lI ;1 "• ~.'1~', ) / \ I:', ! ; 'h1• !~) '~) ~ ! : •1: l '~l~JilL~\1}•:! '' ~ )'~ " I~ ' ! i ~ J: \) r \ ':,. j '~ I rr:» I i I'. ,I I I'~' d(i•'.1 11,(. 1,, .r ,l -, ' :
1.User Interface Kotak sarnpah/Bak Sampah 225
2.Pengumpulan setempat Motor roda 3 12
3.Gerobak sarn pah 50
4.Penampungan Sernentara Kontainer 16 Tabel. 2.49 Sistem Pengelolaan Persampahan yang Ada di Kota Metro Tahun 2015 Pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rnenggunakan truk pengangkut sampah. Berikut ini disajikan data rnengenai sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kota Metro.
b.Rasio Jumlah Truk Pengangkut Sampah per satuan Penduduk Sumber: Dinas Tata Kata Metro I• .I 4 ;1.. J ~ ~ ~ ~ 'q '; , I I i!. I i ~J,~lh: i '~1,.{b~ ~~I - . - ' " -~v''r.il I 'I :i . 1~{ C1. ~ .i '.!. -'.lJi'•J/,. .j~ ' • • ~ 1 _ • ' i ' ,(. 'i I ' [umlah volume sampah yang 220 220 220 246 1. tertangani (rn-) m3/hari ms/hari m3/hari m-/hari 2. jurnlah volume sampah yang 320 330 340 356 dihasilkan (rn-)
3.Persentase 68,75% 66,66% 64,70% 69,10% Tabel 2.48 Persentase Volume Sampah yang Tertangani di Kota Metro Tahun 2011~2014 Sistem pengelolaan persampahan di Kota Metro dimulai dari sumber timbunan sampah sampai dengan pemrosesan akhir di TPA Karangrejo, Metro Utara. -------------------·----- i J RPJMD KOTA METRO 201,6-2021 : : . ' ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .5 sesuai dengan peruntukannya.
6.Memberikan sanksi disinsentif dan/arau relokasi bagi kegiatan budiday a yang tidak sesuai lagi lokasinya serta melanz aar garis
1.Memperketat perizinan dan meningkatkan pengawasan terhadap pemanfaatan fungsi ruang.
2.Membatasi alih fungsi lahan pertanian beririgasi teknis dalam rangka perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
3.Membatasi luas lantai bangunan perumahan yang diperbolehkan untuk kegiatan usaha, serta meriyediakan prasarana yang memadai terutarna prasarana parkir, RTH, dan tempat res;ipan air.
4.Mengatur, menata dan mengendalikan pasar yang tidak tertata dan turnpah ke jalan serta keberadaan sektor informal/pedagang kaki lima (PKL).
5.Mengendalikan dan menertibkan pusat perbelanjaan, pertokoan eceran. dan/pasar modern untuk diarahkan ke lokasi yang I
1.Mendorong dan memberikan insentif perkembangan kawasan budidaya yang sesuai dengan rencana tata ruang.
2.Mengembangkan kegiatan perdagangan dan jasa baik tradisional maupun modern secara terpadu dan sinergis.
3.Menata dan merevitalisasi sarana dan prasarana pasar tradisional serta k awasan permukiman kumuh.
4.Memberikan kernudahan dan perangkat insentif bagi pembangu nan dan pengembangan kegiatan pendidikan yang memiliki keunggulan dan berdaya saing. 9. Pengoptimalan pengelolaan kawasan budidaya dengan tetap memperhatikan daya tampung dan daya dukung lingkungan.
5.Mengembangkan industri berbasis bahan baku lokal dan kegiatan agribisnis yang berorientasi pada pasar regional, nasional dan internasional di wilayah utara dan selatan kota.
6.Menyediakan dan meningkatkan fasilitas sosial dan fasilitas umum pada pusat-pusat pelayanan kota dan lingkungan sesuai dengan hierarki dan skala pelayanannya.
7.Meningkatkan pengembangan ruang terbuka non hijau (RTNH) sebagai upaya untuk meningkatkan ruang terbuka publik dan pusat aktifitas sosial budaya masyarakat. Pengendalian pemanfaatan ruang agar sesuai dengan ketentuan dan rencana peruntukannya. 8. '' j1 'I' •' • '~ ,.. -~ '.,.(~~l:\'i·-'"'i'-~: .. ·l;~1 1•~1,). l~'<:lu\11·•~d9 " ~i .. ~Jp;i! .. ; ·~.·: · .. :.: ":_..,. nl II ,I I • ', J,.,.I • ',' J'!,f .! J... '.i RPJMD KOTA METRO 2016·2021 c: • '. I j ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .6
a.Belum meratanya kualitas pelayanan pendidikan di Kota Metro. Tolok ukur pelayanan yang diberikan adalah sarana prasarana dan sumberdaya manusia. Pelayanan cenderung diarahkan pada sekolah- sekolah tertentu, terutama sekolah yang dulunya melaksanakan sistem RSBI.
b.Masih rendahnya kualitas tenaga pendidik. Tolok ukur dilihat dari kualifikasi pend id ikan d an persepsi rnasyarakat tentang perrnasalahan sektor pendidikan. Berdasarkan data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pernerintah Kota Metro Tahun 2016, sebanyak 21 % tenaga pendidik pada pendidikan dasar belum berkualifikasi 51. Kondisi ini juga didukung dengan persepsi masyarakat tentang permasalahan pendidikan yang menyatakan kualitas guru rend ah sebanyak 41 'X,.
c.Belurn optimalnya sosialisasi maupun pelaksanaan perubahan kebijakan kurikulum pendid!kan. Tolok
1.Pendidikan. PERMASALAHANNO URUSAN Tabel 4.2. Pennasalahan Pernbangunan Daerah Berdasarkan Urusan Permasalahan pembangunan daerah merupakan "gnp expectation" antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dirnasa datang dengan kondisi riil saat perencanaan sedang dibuat. Potensi permasalahan pembangunan daerah Kota Metro pada unwmnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal dan kelernahan yang tidak diatasi. Permasalahan pembangunan yang akan disajikan dalam dokumen RPJMD ini dihasilkan dari analisa data yang disajikan dalam Bab II, hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD Tahun 2010-2015, dan hasil Survey Harapan Masyarakat Kota Metro Tahun 2015. 4.2. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH sempadan jalan, sempadan sungai/anak sungai, termasuk lembaga pendidikan yang tidak menyediakan tempat par kir secara memadai sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas dan mengurangi kapasitas desain jaringan jalan. ' 1 • • ', I ~I ., - - 1 1 -· ' 1 ~ : r ~ o• " •" .,.- ;' • • ' '' r .~ .,, '1 ..,..,!' ' •• i!,l"T"'!('tlf~J'",:.?) 1~"'(<"'.l,;5rr~m :i:'~•, , , l:~cj;),1,,~··,·u' .:,'ia.(:l(:j•:.t '. '.·,' '·,.·;., ''i;~ f' j ' • L • 1 )~ : ~ r,'~j:;,1, ,:,~::! \' '/1 RPJMD KOTA METRO 2016·2021 . ·. " . ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .7
5.Kepemudaan dan a. Belurn optimalnya pembinaan olahraga clan Olahraga. organisasi kepemudaan dari pernerintah.
b.Keterbatasan sarana prasarana dan kurang optimalnya pengelolaan sarana prasarana olahraga yang ada.
c.Kurangnya koordinasi antar Dinas Pendidikan dan Dinas Tata Kota yang merniliki keterkaitan peran clan fungsi dalam pernbinaan kepernudaan clan
1.Masih lemahnya penataan administrasi kependudukan. Tolok ukur kualitas administrasi kependudukan adalah data kependudukan yang belum memadai.
2.Kualitas pelayanan yang masih rendah. Tolok ukur dilihat dari persepsi rnasyarakat yang rnenyoroti tentang lamanya waktu pelayanan dan berbelit- belit. Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. 4.
a.Kurangnya lapangan kerja yang ada di Kota Metro. Kondisi ini disebabkan kurangnya kebijakan yang mendukung investasi di Kota Metro serta belum optimalnya pembinaan dan pernberdayaan masyarakat dengan skill khusus untuk menciptakan masyarakat wirausaha yang rnandiri.
b.Belum optimalnya peran lembaga-lernbaga pemberdayaan masyarakat.
c.Rendahnya kualitas sumberdaya rnanusia dan sarana prasarana di Kelurahan. Ketenagakerjaan clan Pemberdayaan Masyarakat. 3.
a.Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Tolok ukur pelayanan yang diberikan adalah sumberdaya manusia dan sarana prasarana. "jiwa melayani" yang masih rendah merupakan permasalahan utama dalam bidang kesehatan. Sedangkan sarana parasarana rujukan di RSUD Ahmad Yani rnasih perlu ditingkatkan.
b.Prosedur pelayanan yang kurang efekif dan efisien. Tolok ukur dilihat dari persepsi masyarakat tentang permasalahan sektor kesehatan. Kesehatan.2. ukur dilihat dari persepsi masyarakat tentang permasalahan sektor pendidikan.
d.Belum optimalnya pelaksanaan pendidikan inklusif. Keterbatasan sumberdaya manusia yang menguasai pola pendidikan inklusif clan masih kurangnya sarana prasarana pendidikan inklusif serta sosialisasi pendidikan inklusif di masyarakat.
e.Pencapaian SPM di bidang pendidikan belum optimal. Indikator pencapaian yang masih memerlukan perhatian adalah kualitas tenaga pendidik.
f.Pola pendidikan yang berkarakter clan agamis belum dominan. J"'n JI ft.~,, .. RPJMD KOTA METRO 2016-2021 ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .8 Kurangya upaya peningkatan produktivitas sektor perikanan darat.
13.Perikanan.
a.Belum optimalnya kebijakan pendukung investasi, baik kebijakan teknis maupun non teknis.
b.Belum optimalnya pembangunan infrastruktur penarik invesatasi. Tolok ukur salah satunya dilihat dari kondisi jalan yang ada di Kota Metro, baik jalan kewenangan pemerintah pusat maupun daerah,
12.Penanaman Modal. Belum optimalnya upaya revitalisasi pasar tradisional. Kondisi ini dapat dilihat dari pengaturan jarak antara pasar tradisional dan pasar modem dan pernbangunan infrastruktur pasar.
11.Perdagangan. Belum optirnalnya pembinaan terhadap industri kecil dan menengah. Permasalahan utama adalah:
a.sulitnya industri kecil mengakses bantuan modal dari pihak perbankan. Hal ini disebabkan pelaku industri kecil tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi yang diajukan oleh pihak bank.
b.Kurangnya pengembangan dan pelatihan skill khusus pada industri kecil. Ketika permintaan menjadi tinggi, produsen tidak dapat memenuhi,
c.Pemasaran yang tidak optimal, baik dari sisi kemasan produk yang tidak menarik maupun teknik distribusi.
d.Kurangnya perhatian pemerintah terhadap industri kecil. Tolok ukur dilihat dari persepsi masyarakat pada sektor perekonomian. Belum optimalnya pengembangan literasi pangan (keamanan dan keragarnan pangan).
9.Pangan.
10.Industri, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Belum optimalnya upaya peningkatan produktifitas pertanian untuk mengatasi luas lahan yang sernakin menurun, permasalahan irigasi dan kapasitas kelernbagaan di bidang pertanian. Pertanian.8. Belum optimalnya perlindungan terhadap anak. Keterbatasan kebijakan terhadap perlindungan dan pengembangan anak serta kurangnya tind ak lanjut kasus kekerasan pada anak. Pemberdayaan Perempuan dan Per lindungan Anak. 7.
a.Belum optimalnya pelayanan yang diberikan. Tolok ukur pelayanan dilihat dari sumberdaya manusia dan sarana prasarana. Keterbatasan jurnlah dan masih rendahnya kualitas SDM pengelola menjadi permasalahan utama dalam pelayanan. Selain itu, fasilitas pendukung perpustakaan dan koleksi buku yang masih terbatas.
b.Masih belum memadainya fasilitas pendukung pelayanan perpustakaan berbasis IT.
c.Masih rendahnya minat dan budaya baca masyarakat. Perpustakaan.6. olahraga. RPJMD KOTA METRO 2016·2021 , . · ' ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .9 Karakteristik isu strategis adalah kondisi a tau hal yang bersifa t pen ting, mendasar, berjangka panjang, mendesak, bersifat kelembagaan/ keorganisasian dan menentukan tujuan organisasi/institusi dimasa yang akan datang. Secara teknokratis, penentuan isu strategis pembangunan jangka menengah berdasarkan permasalahan pembangunan dari kebijakan nasional, regional maupun lokal daerah. Hal terpenting yang diperhatikan dalam menyusun isu strategis adalah isu tersebut dapat memberikan manfaat/pengaruh dimasa datang terhadap daerah Kota Metro.
a.Masih banyaknya praktek KKN dalam perekrutan pegawai negeri sipil. Tolok ukur dilihat dari persepsi masyarakat ten tang permasalahan birokrasi.
b.Belum optimalnya peningkatan dan penggalian sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah. Tolok ukur dilihat dari persentase PAD dalam APBD.
a.Masih rendahnya kualitas dan kuantitas sarana dan rnanajernen informatika.
b.Belum banyak tersedia lahan parkir yang memadai terutama dipusat-pusat keramaian. air minum.
b.Masih buruknya kualitas drainase.
c.Penyediaan utilitas umum perkotaan yang belum memadai.
d.Masih sedikitnya cakupan pelayanan air bersih jaringan perpipaan kota.
e.Bel um maksimalnya pengendalian alih f ingsi lahan pertanian dan penataan ruang yang berkelanjutan.
a.Belum terintegrasinya dokumen induk perencanaan infrastruktur jaringan [alan,' irigasi, drainasen dan 4.1. ISU STRATEGIS Birokrasi. Perhubungan, Komunikasi dan Inform a tika. Lingkungan Hid up. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. 18. 17. 16. 15. 14.
a.Masih rendahnya kualitas hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama sanitasi dan ulititas permukiman.
b.Persentasi perumahan yang bersanitasi baik rnasih rendah.
c.Minimnya kesadaraan masyarakat terhadap pentinganya pembangunan saluran air lirnbah 1--~-+-~~~~~~~+-~-r_u_m_a_h_t_a_n~,gC>.L....ga~y_a_n-'"--gl_ay~a_k_·~~~~~~·~~-~
a.Belum optimalnya pengendalian/pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan.
b.Masih lernahnya penegakan hukum di bidang lingkungan hidup. J RPJMD KOTA METRO 2016·2021 , :.·:· , ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .10 a) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, serta manajemen pelayanan. b) Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit. c) Peningkatan budaya hidup sehat masyarakat.
3.Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang a) Peningkatan perencanaan infrastruktur jaringan jalan, irigasi, drainase dan air minurn yang terintegrasi b) Peningkatan kualitas drainase kota c) Peningkatan pelayanan air bersih jaringan perpipaaan kota d) Peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas kota. e) Optirnalisasi penataan ruang yang berkelanjutan dengan pengendalian alih fungsi lahan. f) Pengernbangan Kota Metro sebagai kota penyangga Bandar Lampung Metropolitan
4.Perurnahan Rakyat dan Kawasan Permukiman .t a) Peningkatan kualitas dan sanitasi hunian, b) Peningkatan kerjasama antar stakeholder dalam pelayanan kebutuhan permukiman. pelaksanaan kebijakan pendidikan. c) Optimalisasi pelaksanaan pendidikan inklusif.
2.Kesehatan a) Peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan pendidikan. baik secara infrastruktur maupun sumberdaya rnanusia. b) Peningkatan koordinasi, komunikasi dan sosialisasi dalam A. Urusan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar
1.Pendidikan 4.1.1. Urusan Wajib Nomor 23 Tahun 2014). Isu strategis yang akan disajikan dikelompokkan berdasarkan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pilihan dan urusan pemerintahan umum (Undang-Undang ' ... RPJMD KOTA METRO 2016·2021 . :;·;:. ;,· '" ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .11 c) Peningkatan manajemen pelayanan melalui pelayanan cepat. murah dan profesional. kependudukan. adrninistrasidalamteknologipenggunaanb) Optimalisasi (ruang publik anak),
3.Pangan a) Peningkatan ketahanan dan keragaman (literasi) pangan. b) Menjaga stabilitas inflasi daerah terutama pada harga bahan pokok.
4.Lingkungan Hidup a) Optimalisasi pengendalian, pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup dan sumberdaya alam. b) Peningkatan penegakan hukum di bidang lingkungan hid up. c) Peningkatan infrastruktur pembuangan limbah.
5.Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil a) Peningkatan penataan adrninistrasi kependudukan.
1.Tenaga Kerja a) Optimalisasi penyediaan lapangan kerja dan membuka kesempatan kerja yang seluas-luasnya. b) Peningkatan dan pengembangan jiwa kewirausahaan dan kemandirian masyarakat melalui inovasi, teknologi, dan ekonomi kreatif.
2.Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak a) Optimalisasi pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak melalui penyediaan infratsruktur khusus perempuan dan anak B. Urusan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar a) Penanggulangan kemiskinan b) Peningkatan pelayanan dan penyediaan fasilitas kebutuhan dasar masyarakat. c) Peningkatan karakter dan jati diri bangsa. c) Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pembuangan limbah rumah tangga yang layak.
5.Ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat a) Peningkatan budaya dan kesadaran hukum masyarakat. b) Peningkatan pelayanan perlindungan masyarakat.
6.Sosial RPJMD KOTA METRO 2016~2021 · . r: ....·:·· t . , ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .12
14.Kebudayaan a) Optimalisasi penyediaan. penyusunan clan publikasi data dan informasi statistik. b) Peningkatan sarari.a clan prasarana kepernudaan clan olahraga.
13.Statistik a) Peningkatan iklim yang kondusif bagi investasi. b) Peningkatan infrastruktur penarik investasi.
12.Kepernudaan dan Olahraga a) Optimalisasi pembinaan terhadap organisasi kepernudaan clan olahraga.
10.Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah a) Peningkatan peran koperasi, usaha kecil clan menengah dalarn perekonomian lokal. b) Optimalisasi pembinaan koperasi, usaha kecil dan menengah. c) Peningkatan usaha kecil dan menengah di bidang permodalan.
11.Penanarnan Modal informatika. c) Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan man.ijemen a) Optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan pembangunan. b) Peningkatan manajemen komunikasi dan inforrnasi pernbangunan. a) Penguatan konektivitas antar wilayah di Kota Metro dan wi lavah Kota Metro dengan wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Larnpung. b) Peningkatan kapasitas infrastruktur perhubungan. c) Penyediaan lahan parkir dan peningkatan manajemen lahan parkir.
9.Komunikasi dan lnformatika
6.Pemberdayaan Masyarakat dan Desa a) Peningkatan peran dan partisipasi masyarak'at dalarn pelaksanaan pembangunan melalui re-packaging program pemberd ayaan masyarakat.
7.Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana a) Optirnalisasi pemanfaatan struktur demografi. b) Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
8.Perhubungan I J RPJMD KOTA METRO 2016·2021 . ···'"'- : .. :, . ANALISIS ISU STRATEGIS I IV .13
a.Pengembangan industri pengolah hasil pertanian.
b.Pengembangan industri mikro, menengah dan UMKM melalui ekonomi kreatif. a) Pelestarian hutan kota sebagai ruang terbuka hijau.
5.Perdagangan a) Optimalisasi revitalisasi pasar tradisional sebagai peggerak perekonomian lokal. b) Peningkatan pengaturan pasar tradisonal dan pasar modern untuk menjaga stabilitas perekonomian pasar tradisional.
6.Perindustrian a) Optimalisasi pengembangan wisata alam. b) Peningkatan keragaman tujuan wisata melalui lokasi, kuliner, artefak budaya, dan kesenian daerah.
4.Kehutanan a) Peningkatan produktivitas budidaya perikanan darat.
3.Pariwisata a) Alih fungsi lahan pertanian b) Peningkatan produktivitas pertanian
2.Kelautan dan Perikanan
1.Pertanian C. Urusan Pilihan
16.Kearsipan a) Peningkatan manajernen kearsipan. b) Peningkatan pemanfaatan teknologi dalarn bidang kearsipan. a) Peningkatan upaya pelestarian kebudayaan daerah. b) Optimalisasi pemanfaatan kebudayaan daerah dalarn rangka penguatan perekonomian lokal.
15.Perpustakaan a) Peningkatan budaya baca masyarakat. b) Peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan daerah dan sekolah berbasis IT. i . ~'!!J RPJMD KOTA METRO 2016·2021 . ',, . Visi merupakan cita-cita atau tujuan yang akan dicapai di masa yang akan datang. Sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 yang menyebutkan bahwa visi pembangunan dalam RPJMD adalah visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang disarnpaikan pada waktu pemilihan kepala daerah. Dalam periode 2016-2021, Visi Pembangunan Kota Metro adalah "Metro Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan Berlandaskan Pembangunan Partisipatif". Dalam rangka mewujudkan visi ini diperlukan partisipasi seluruh stakeholder di Kota Metro yang terintegrasi untuk mengoptimalkan kapasitas yang dimilikinya. Pada visi Kota Metro 2016-2021, terdapat 4 (empat) kalimat kunci, yaitu: .
1.Kota Pendidikan mengandung makna terwujudnya masyarakat yang berbudaya belajar di seluruh aspek kehidupan masyarakat dengan penyebaran pola prilaku pembelajar. Kota Pendidikan yang menjadi komitmen masyarakat dengan Pemerintah Kota Metro dalam RPJMD ini masih rnenjadi isu utama dengan fokus tahun 2016-2021 adalah pemerataan pelayanan pendidikan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan derajat kesehatan sebagai prasyarat terbentuknya sumberdaya manusia yang positif, kreatif, dan inovatif. Kota pendidikan dengan masyarakat yang berbudaya belajar akan dicapai rnelalui pendidikan inklusif dengan prinsip "education for all", pendidikan lifeskill, pendidikan keagamaan, dan pendidikan berbasis rnasyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan.
2.Wisata Keluarga mengandung arti sebagai wisata yang aman, nyarnan, beretika, bermoral, mengandung unsur edukasi, cocok untuk semua umur dan sernua golongan, yang dapat menjadi ciri khas dan daya tarik Kota Metro. Wisata Keluarga sebagai program unggulan Walikota dan Wakil Walikota .terpilih rnenjadi isu kedua dalam pelaksanaan 5.1. Visi BABV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN •••••••••••••• e •••••••• •. •. • • e • • • • • • • 9 •••I I I I I I I VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN IV 2 Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Sesuai dengan harapan terwujudnya "Metro Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan 5.2. Misi pembangunan dilaksanakan dengan partisipasi publik untuk mewujudkan good governance. Masyarakat akan rnenjad i percncana, pelaksana dan pengendali sehingga terjadi persamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat dalam hal pelaksanaan pembangunan. Kondisi yang diharapkan adalah terciptanya integrasi dan kekuatan pembangunan melalui partisipasi aktif masyarakat dan kerja profesional pemerintah. penyelenggaraanartimengandungpartisipatifPembangunan4. dan pemanfaatan potensi lokal. penunjang pariwisa
3.Berbasis ekonomi kerakyatan mengandung arti bahwa pembangunan di seluruh bidang yang didukung sistem perekonomian yang dibangun pada kekuatan ekonomi rakyat, dengan memberikan kesernpatan yung luas untuk masyarakat dalam berpartisipasi sehingga perekonornian dapat terlaksana dan berkembang secara baik. Pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan akan diwujudkan melalui pengembangan perekonomian lokal, pemberdayaan masyarakat dalarn pernbangunan. pengembangan Bumi Perkemahan dan Dam Raman, pembangunan tugu- tugu kota, penataan Gedung Wanita, pusat kuliner Nuwo Intan, Tarnan Merdeka dan Masjid Takwa. Visi Wisata Keluarga juga akan dicapai melalui pengembangan industri kreatif sebagai salah satu unsu r wisata alam dan buatan, seperti penataan taman-taman ternatik, pembangunan lima tahun kedepan. Zona nyarnan Kota Metro yang akan dibangun sebagai pondasi wisata keluarga diharapkan rnnmpu memberikan multiplier effect pada perekonomian lokal masyarakat Kota Metro, wajah Kota Metro, dan kondisi sosial masyarakat Kota Metro. Visi Wisata Keluarga akan dicapai melalui pemanfaatan potensi existing ' ' ~ ' • ~ r RPJMD KOTA METRO 2016·2021 i -~-----~~~--~.......~~~~~~~~~~~-:=.) ................................................ VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN IV. 3 5.2.2. Misi 2 : Meningkatkan kesejahteraan rakyat berbasis ekonomi kerakyatan melalui sektor perdagangan, jasa, pertanian, clan pariwisata Misi ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas surnberdaya manusia sebagai subjek pembangunan. Kualitas manusia yang dilihat dari pendidikan formal, pendidikan informal, karakter clan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya clan beragama, serta derajat kesehatan sebagai modal terbentuknya sumberdaya rnanusia yang unggul dan berkualitas. Sumberdaya rnanusia yang berbudaya belajar sebagaimana penjabaran kota pendidikan yang akan dicapai sampai tahun 2025 nanti. Perkuatan sumberdaya manusia akan memberikan efek lanjutan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi rnasyarakat. Manusia yang berkualitas akan menciptakan perubahan terhadap wajah kota serta kehidupan sosial dan ekonomi kota yang mengedepankan faktor moral, agama, dan lingkungan hidup untuk melahirkan sebuah kernajuan peradaban. Urusan pernerintahan yang terkait dengan Misi 1 adalah Pendidikan: Kesehatan; Pernuda clan Olahraga; Kebudayaan: Perpustakaan; Kearsipan: Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Pengenclalian Penduduk dan Keluarga Berencana. 5.2.1. Misi 1 : Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan
2.Meningkatkan kesejahteraan rakyat berbasis ekonorni kerakyatan melalui sektor perdagangan, jasa, pertanian, dan pariwisata.
3.Meningkatkan kualitas infrastruktur kota yang terintegrasi clan berkelanjutan.
4.Mewujudkan pemerintahan Kota Metro yang good governance melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
1.Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui sektor pendidikan clan kesehatan. BerlandaskanPembangunan Partisipatif",maka ditetapkan Misi Pembangunan Kota Metro Tahun 2016-2021 sebagai berikut : • ',' '•1 RPJMD KOTA METRO 2016·2021 ................................................ VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN IV. 4 Misi ini ada.lah upaya untuk mendukung dan memfasilitasi seluruh kegiatan rnasyarakat, baik di bidang ekonomi. sosial maupun politik. Peningkatan kualitas infrastruktur akan dilakukan dengan rnengedepankan prinsip integrasi, development for all dan sustainable development. Urusan yang terkait dengan Misi 3 adalah Pekerjaan Umurn dan Periataan Ruang; Peruma.han Rakyat dan Kawasan Permukiman; Lingkungan Hidup: Perhubungan; Komunikasi dan Informatika 5.2.3. Meningkatkan kualitas infrastruktur kota. yang terintegrasi dan berkela.njutan diperkuat dengan peningkatan pelayanan dan infrastruktur dala.m rangka. peningkatan kesejahteraan masyarakat. Urusan yang terkait dengan Misi 2 a.dalah Perdagangan; Perindustrian; Priwisata; Pertanian; Kelautan dan Perikanan; Pangan; Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah; Pemberdayaan Masyarakat; Tenaga Kerja: Sosial. Masyarakat a.ka.n ditempa.tkan <la.lam sebuah sistem perekonornian yang pelaksa.na kegiatan, pengawasan da.n hasil kegiatan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh masyara.ka.t. Investasi aka.n terus dipicu dengan memperhatikan potensi da.n kea.rifan loka.l Kota Metro. Keterbatasan sumberdaya. alam akan disiasati mela.lui industri krea.tif dengan ma.najemen yang lebih profesional dari hulu sarnpai hilir. Sektor perta.nia.n masih menjadi agenda priorita.s dengan pertirnbangan tingka.t kesuburan lahan, produktivita.s serta. sumberda.ya pertanian yang unggul dan produktif. Sedangka.n sektor pariwisa.ta. yang memiliki priorita.s lebih tinggi seba.gai salah satu tujuan visi akan diarahkan kepada wisata keluarga yang dapat memberikan efek besar terhadap perekonomian lokal masyarakat. Perekonomian sebuah kota tentunya akan didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa. Tingkat aksesibilitas jasa da.n perdaga.ngan oleh kabupaten yang berba.tasan langsung dengan wilayah Kota Metro memiliki share sektor terbesar dalam PDRB Kota Metro lirna tahun terakhir. Kondisi ini akan terus pertanian dan pa.riwisa.ta menjadi domain ekonomi lokal masyaraka.t saat ini. Misi ini a.dalah upa.ya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masya.rakat Kota Metro berbasis potensi lokal dimana. sektor perda.gangan, jasa. '· RPJMD KOTA METRO 2016·2021 ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• s I •• I •• VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN [V. 5 tujuan dan sasaran akan disajikan dalam matrik berikut ini : dan permasalahan pembangunan serta penjabaran visi dan misi pembangunan, daerah dan permasalahan pembangunan daerah. Berdasarkan uraian isu strategis dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu strategis Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu 5.3. Tujuan Dan Sasaran Misi ini adalah upaya untuk rnenciptakan pemerintahan yang akuntabel, transparan, partisipastif, efektif, efisien, responsif, clan berkeadilan melalu: kelembagaan yang kokoh, sumberdaya aparatur yang profesional clan manajcmen pemerintahan yang berkualitas dengan menitikberatkan pada pelayanan publik. Urusan yang terkait dengan misi 4 adalah Ketentraman, Kerertiban Urnurn dan Perlindungan Masyarakat; Adrninistrasi Kependudukan dan Catatan Sipil; Penanaman Modal; Urusan Pemerintahan Umum 5.2.4. Mewujudkan pemerintahan Kata Metro yang good governance melalui peningkatan kualitas pelayanan publik ' '' ' . ~-~-;:;;;;) , I •'i:';. i'f•( ,,', ' RPJMD KOTA METRO 2016·2021 ·:;, .: ' ' lDI r-, 0 ,...., o "<!' ~ t? "<!' r-, 0' I >L{) lf') r-, 0 0 r-, \0 ;}i 0 0 0 0 r-, o: 0 «: lf') ,...., 0 0 o' z(<")' 0 0 0 r-...' °' '°' 0 0 ,...... ~ o- ...... ...... °' r-, ...... ,...., r-, \..O!,...., I I ! . (( I/) -r-: (( I I/) -o r-, N c.'2 c!2 o NIO'i zL{) ...... "'1' ("') 0 =; tr,_! (( °'- 0 0 0 L{) o- o N <o 0 0 0 lf')' (f)' lf')' ("') lf') ,__, 0 0 o' ,.......I t-, ! Q...... - ...... ...... o- .. 0 0 ,...., IJ-~ o. °' r-, ,...., z ct ::> .., I I :::> ~1~1 1-- Lt') lf') co ,...., (f) 0 ~ ~ "<!' 0 sx: 0 o. 0 0 0 o Vi 00 0 0 N r::t::J' r-, ('<') "<!' 0 0 ,...... c, o' 0 0 0 ('<')' lf')' o' r::· r.?. I - ...... - er. 0 0 ...... s °' c-. r-, - ,...... I , : I I/) !; s I 0 L{) o - \0 o. OC) ~o ~ er. N O' ir-, r-, lf"l o· .b r-, 0 0 0 o. o o- Lt') O• tr, I °'' 0 0 0 o' r::t:)' m' N tj' 0 0 c:3 o' '-!:·!OJ - - 0 0 ~ 00 o. er. r-, ...... r-, \..Cr,...., ,...., ~ ..... 0 ~ § L{) ('<') - 0 \0 cf ~ "'1' N O' o 0 0 0 r-, s: Lt') N o- 0 lt'l .c =~ oo' 0 0 0 co' oo' L{) N tj' 0 0 o' o· - ..... o- r-, 0 0 '-.CtJl 00 00 ,...... ,...... r-, -c~ -C/'.J § "O g§ ::s 0.... ..c t: r .. 'S' ro ro ~ 0.... 0.... 'Vi Cl 3 ro f-< ~ 0 3:sr: Cl ~ Cl :l ...:.: ::i ro 0 ' (J') (J') c: (I) ...:.: Vl..... .c (J') sr: ro Vl <C :s (I) 'VitJl ro ·2 ·2 E c: .. Vl (J')..... 0 .... .... ro 'Vi c: ~ ro ro .... .... 'Vi ro .o ro ro..:.:: Vl Vl :l :l c: I).() ..J. c: E Vl(I) ro ro E E ro :l 2' """ ro ro..... Vl ..:.:: ..:.:: c ro rotJl 2 ?o c ...:.: .0 ·v; Vl -l ;::)..... ro :l E ;::) Q) > ;::) .;2 -0 :l :; ro .c c ~ ro .s:-0 :l Q)§ ...:.: ro -0.0 (I) .c ~ ro(I) E Vl c: ro ...:.: ~ ro..... Q) .... (I) 6 ·~ (I) (I) ..... .... E 0.. ~ -..... 0.... ro ro c,.:.i:: ..:.:: .c Cl ~ .2., ~ ro Cl 'e-.... ro Vl ro .::,OJ ...:.: ..:.:: 0 0 (f) (f) .... (J') (J')..... I).() (I) ·v;OJ c: -0 ..:.:: ~ <C ..s ro (I) ~ <J) ,..; in - c:OJ ro ro,.0 -0 c:~ c: c:: c: ro c: f-< ro c: 2 .... c:: ro ro c:: ro ro ro ro ro roro ...:.: 2 ro <J) c: ...:.:..:.:: <J) @ :0 ro ...:.: <J) ro :0 ...:.: Vl co ro .... I).() ro .... I).() 2 .... c:: .-:: ;:...., ·- (I) c:: :::: ro -0 c:: ro ·2 (; ro -o E ·2 (; <J) ·2 :§'- c: ro c:: ro (I) :l (I) (I) (I) (I) :l .... (I) (I) ;::) (I) 0.....:.: 0.. 0.. c... 0.....:.: 0.. 0.. c... ..:.:: .0 C"! 0 ~ ~ <J) @ ro -0 ..... 2 ro :0 -0 ..c (; c:: c:: (I) ro <J) :l (I) ro (I) ...:.: ...:.: 0....:.:: ...:.: c:: ..:.:: ro ;:...., c:.... <J) roro ro ro c: ~~ -0 ro ..:.:: 2.... ·v; :-gc:: ro (I) .... ro ·- ;::) .0 ;::) 0 -0 .c c: ..:.:: E c:: ..... c:: c:: (I) (I) c: ro ..:.:: Vl :l E (I) (I) ro (I) ~ ro Vl <J) 0.. -0 ...:.: -Cl) > ...c: .!:1 E .2.. 0.. "1 "'O "1 ...c: ..... (l) .... e "1 ..0 ...IG E .2 (l) c:: E :i 0 0 ~ ..... .... (l) 0.. ·;::., C1' ..0 c .~ :l ~"'Cl E :2 ~ ~ ~ .!::: ~-@ ~] 0 0 0 -U) r-..' 0 8 ...... co 0 0 0 ...... -.... N r-..' 0 0 0 ...... co r-..' 0 0 0 ...... -.... LI) r-..' 8 0 ...... -.... N r-..' § g ...... c OCi 0 0 .q LI) 8 ...... .2 VJ ;:I 0.. •.::l ·2 :g 0...:.:: 0.. ;:I vl "'Cl "1 ;:I E ] VJ (l) (l) 0.. ~ c ;:I "1 0.. .2 0 "1 ·- VJVJ ..... "1 (l) 0::: 0.. § - -.... LI) '-0' ..:a I ·_ii{ N c ~ ~ ~ ...c:: ~"' ;:l E ~ 5 ~ c E (l) "' (l)c, "O e, N ...... r; ~0 If) N en - ::!: ""eo ""0 .0 E ~ ~0 0 If) en s (/) ""(/) c ""Cl) .... 0 0 eo 32 0 0 0 '° bl) ,.0 c E E ..8 t:: ~ ~ ~ ~ 8 0.. :l 0.... ~ .,__c o- LO o ~0 LI") o 0 0\ 0 0 ...... -II) ~ LI") 0 in..i c» I I :> I re; I ! 0~ ry z I .c : < I I C: i ! C( ~ II) z ct Q z < :::> .., ::) ... ;:l "O c -... (l) CL 0 c ...... -o ~ N .8 6'2- :1; '<!' r0 ~ >0 co O": II) 0 II) [-...' 0 0 ~ ~ 0 zN 0 0-- 0-- 0-- ...... II) ...... N ~ < VI ct c o VI ~ N '<!' co .8 ~ <o '<!' N c!2 z0 r0 0 O":0 co' 0-- ~ ~ LO ct N 0 co 0-- 0-- ...... "1" c0-- N z ct :::> .., :::> ~ N c: '<!' o r0 ...II) .8 ~ "1" o-90 co N 0 co O": 0 o- II) co' '<!'' r-, co ~ lf'l ...... 0 co o\ 0-- ,.... c-0, VI co N :::!: VI s ~ N 0 c: '<!' o co .8 ~ r0 '<!' r-, o<0 r0 II) 0 O":0 a-' -:t<' '° O": >--: 0...... 0 co 0-- 0-- ...... r0 r-, N (I) s o~ 0 0,..... o2- I 0 0 I I --1 I 6'2- -o N ~0 0 0 ..... ~0 0 0 ..... II) s ~0 0 r') ..., ·2 (l) E If) .... ..., ·2 Q) E 0 ..... '(ii r<l C"J •.§ "'Q) "'O ...c:: r<l ;:l .0 0 ..... ·;;; r<l r') .s ti Q) "'O ..., c Q) E 0 ..... OC) If) ..., c Q) E 0 .... r') c:o ...c:: r<l .0 ;§ c r<l ..... r<l E Q) u c Q) c, .~ c;; "'O c Q) co c ~ ..., ·2 ;:l 00 -VI s -VI SJ c: ro -;;; .::t. <Jl OD ro c .-:::: ·2 ;; (!) ;::l P-. .::t. 0 ~ 0.. 0 c ro ..c: ;::l ..0 E :l .... .... (!) 0.. -;;; .::t. OD c: f: c "'OD c: "':l (!) .::t. c "' .... 0 0.. ro ;:!20 L() Cl) .... 0 0 0 l{") ;:!20 0 -o Cl) .... 0 0 0 -o 0 1n c r-, Cl) .... 0 0 0 r-. - V) s ~0 0 Lr) ;:,.'20 0 -o ~0 0 00 01) c ('j,_ 0 8 0 lf') ·u; c c