1.P e r e n c a n a a n adalah suatu proses untuk menentukan tindakan m a s a depan y a n g tepat, m e l a l u i u r u t a n pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
2.P e m b a n g u n a n Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki u n t u k peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, balk dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan k e b i j a k a n , b e r d a y a s a i n g , m a u p u n peningkatan indeks pembangunan manusia.
3.P e r e n c a n a a n Pembangunan D a e r a h a d a l a h s u a t u proses u n t u k menentukan kebijakan m a s a depan, melalui u r u t a n p i l i h a n , y a n g melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di daerah.
4.R e n c a n a Pembangunan Jangka Panjang Daerah yang selanjutnya d i s i n g k a t R P J P D a d a l a h d o k u m e n perencanaan Daerah u n t u k periode 2 0 (dua puluh) tahun.
5.R e n c a n a Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya d i s i n g k a t R P J M D a d a l a h d o k u m e n perencanaan daerah u n t u k periode 5 (lima) t a h u n terhitung sejak dilantik sampai dengan berakhirnya masa jabatan Wall Kota.
6.V i s i ... - 3
6.V i s i adalah rumusan u m u m mengenai keadaan yang diinginkan p a d a a k h i r p e r i o d e P e r e n c a n a a n Pembangunan Daerah.
7.M i s i adalah r u m u s a n u m u m mengenai upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.
8.T u j u a n adalah sesuatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan.
9.S a s a r a n adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya t u j u a n , b e r u p a h a s i l p e m b a n g u n a n daerah/ p e r a n g k a t d a e r a h y a n g d i p e r o l e h d a n pencapaian hasil (outcome) program perangkat daerah.
10.Strategi adalah langkah berisikan program sebagai prioritas pembangunan d a e r a h / perangkat d a e r a h untuk mencapai sasaran.
11.A r a h Kebijakan adalah rumusan kerangka pikir atau kerangka kerja u n t u k menyelesaikan permasalahan pembangunan d a n mengantisipasi i s u s t r a t e g i s daerah/ perangkat daerah yang dilaksanakan secara bertahap sebagai penjabaran strategi.
12.Program P r i o r i t a s a d a l a h p e n j a b a r a n k e b i j a k a n perangkat daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan u n t u k mencapai hasil yang terukur sesuai dengan tugas dan fungsi.
13.Kegiatan a d a l a h kegiatan y a n g ditetapkan u n t u k mencapai secara langsung sasaran program prioritas.
14.S u b Kegiatan adalah bentuk aktivitas kegiatan dalam pelaksanaan kewenangan d a e r a h s e s u a i d e n g a n ketentuan perundang-undangan.
15.Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Renstra Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun.
16.Rencana Pembangunan Tahunan Daerah atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah u n t u k periode 1 (satu) tahun.
17.Rencana Kerja Perangkat Daerah y a n g selanjutnya disebut R e n j a Perangkat Daerah a d a l a h d o k u m e n perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
18.Pokok-Pokok Pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut Pokir DPRD adalah kajian permasalahan pembangunan yang diperoleh dan hasil rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, seperti rapat dengar pendapat dan/atau hasil penyerapan aspirasi melalui r e s e s s e b a g a i m a s u k a n p e r e n c a n a a n pembangunan pada saat penyusunan RKPD.
19.Anggaran Pendapatan d a n B e l a n j a D a e r a h y a n g selanjutnya d i s i n g k a t A P B D a d a l a h d o k u m e n perencanaan anggaran pembangunan untuk periode 1 (satu) tahun yang ditetapkan dengan peraturan daerah.
20.Pemangku
20.Pemangku Kepentingan adalah pihak yang langsung atau t i d a k l a n g s u n g mendapatkan m a n f a a t a t a u dampak d a r i p e r e n c a n a a n d a n p e l a k s a n a a n pembangunan d a e r a h a n t a r a l a i n u n s u r D e w a n Perwakilan Rakyat Daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat/Organisasi Masyarakat, tokoh masyarakat, dunia usaha/investor, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, d a n kelurahan s e r t a keterwakilan perempuan (seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Organisasi Kewanitaan) d a n k e l o m p o k m a s y a r a k a t r e n t a n termarginalkan.
21.Musyawarah P e r e n c a n a a n P e m b a n g u n a n y a n g selanjutnya disebut Musrenbang adalah forum antar pemangku kepentingan d a l a m r a n g k a m e n y u s u n rencana pembangunan daerah.
22.Musrenbang Anak adalah forum musyawarah bagi anak yang difasilitasi o l e h p e m e r i n t a h d a e r a h u n t u k mendorong p a r t i s i p a s i a n a k d a l a m Perencanaan Pembangunan Daerah.
23.Musrenbang Perempuan adalah f o r u m musyawarah bagi kelompok perempuan dari berbagai Tatar belakang yang difasilitasi o l e h p e m e r i n t a h d a e r a h u n t u k mendorong partisipasi perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah.
24.Musrenbang Inklusi adalah forum musyawarah bagi kelompok disabilitas dan kelompok rentan lainnya yang difasilitasi oleh pemerintah daerah u n t u k mendorong partisipasi kelompok disabilitas dan kelompok rentan lainnya dalam Perencanaan Pembangunan Daerah.
25.Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kota Palu.
26.Peraturan Kepala Daerah y a n g selanjutnya disebut Peraturan Wali Kota adalah Peraturan Wali Kota Palu.
27.D a e r a h adalah Kota Palu.
28.Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan o l e h Pemerintah Daerah d a n Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas- luasnya dalam sistem d a n prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana d i m a k s u d d a l a m Undang-Undang D a s a r Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
29.Pemerintah Daerah adalah Wa l i K o t a Palu sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan D a e r a h y a n g memimpin pelaksanaan u r u s a n pemerintahan y a n g menjadi kewenangan Daerah otonom.
30.W a l i Kota adalah Wali Kota Palu.
31.D e w a n Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan r a k y a t Daerah Kota Palu yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.
32.Perangkat ... i - 5
32.Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Wali Kota Palu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu dalam penyelenggaraan u r u s a n pemerintahan y a n g menjadi kewenangan Daerah.
33.B a d a n Perencanaan Pembangunan D a e r a h a t a u sebutan lain yang selanjutnya disebut BAPPEDA adalah Perangkat Daerah y a n g menyelenggarakan u r u s a n pemerintahan d i b i d a n g penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan r e n c a n a Pembangunan Daerah.
34.Kepala Bappeda adalah Kepala Bappeda Kota Palu.