c.Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) SATUANINDIKATORNO BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 100 Progress100Persen44 BIDANG STATISTIK Progress100100Persen45 BIDANG KOPERASI, USAHA KECIL, DAN MENENGAH 16,05 Progress25Persen46 Progress35Persen47 BIDANG PERHUBUNGAN 19,70Persen48 0,70 Progress0,72PersenRasio Konektivitas Provinsi49 Progress79,6082,00Nilai50 BIDANG PERTANAHAN 100Persen51 BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 18,98 Progress14,22Persen52 12,8613,49Persentase Desa Kategori Maju Persen progres53 URUSAN PEMERINTAHAN PILIHAN BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 55,25 26,08Persen54 progres 2,46 Progress5Persen55 Tercapai99,9998,2PersenRasio Elektrifikasi56 BIDANG KEHUTANAN Tercapai39,0635,10Indeks57 BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN Persentase Cakupan Database Kependudukan Tingkat Provinsi Persentase Ketersediaan Data Base Statistik Sektoral Rasio Kejadian Kecelakaan Transportasi Per 100 ribu Keberangkatan Persentase Koperasi yang Berkualitas Persentase Usaha Kecil yang Naik Kelas sesuai klister Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Sektor Transportasi Persentase Penurunan Status Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal Persentase Pemenuhan Sub Urusan Pertanahan Ketersediaan Pelayanan Informasi Aspek Kegeologian dan Sumber Daya Mineral Persentase pemanfaatan langsung energi baru terbarukan TARGET KINERJA TAHUN 2023 REALISASI KINERJA S/D TW II 2023 KET. KINERJA Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) SATUANINDIKATORNO Progress100,19102POIN58 246.569TonTingkat Produksi Sektor Perikanan59 BIDANG PARIWISATA Progress8.483.86120.060.922Orang60 BIDANG PERDAGANGAN tercapai33,3513,48Persen61 BIDANG PERINDUSTRIAN tercapai13,216,43Persen62 BIDANG PERTANIAN 225.907TonProduksi Peternakan63 23.714TonProduksi Hortikultura64 2.051.611TonProduksi Tanaman Pangan65 50.855TonProduksi Perkebunan66 UNSUR PENDUKUNG URUSAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH 41 - 60NilaiIndeks Kelembagaan67 60NilaiIndeks Kualitas Kebijakan68 Pengadaan Progress64,580,80Nilai69 67,18 Progress81,81NilaiKepatuhan Pelayanan Publik70 Progress10,0510,77Nilai71 11,17 Progres100Persen72 Progres25,33100Persen73 Progress10100Persen74 48 Progress100Persen75 Persentase Kontribusi PDRB sektor industri terhadap PDB sektor Industri Nilai komponen pelaporan SAKIP Provinsi NTN Sub Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Jumlah Kunjungan Wisatawan (Domestik dan Asing) Persentase Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Persentase realisasi rumusan kebijakan Administrasi Pembangunan yang diimplementasikan Persentase realisasi perumusan Kebijakan Bidang Perekonomian Daerah yang diimplementasikan Persentase Realisasi Rumusan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat yang diimplementasikan Persentase realisasi pelayanan Pimpinan Daerah TARGET KINERJA TAHUN 2023 REALISASI KINERJA S/DTW II 2023 KET. KINERJA Indeks Tata Kelola Barang dan Jasa SATUANINDIKATORNO 100Persen76 Progress2,704,2477 SEKRETARIAT DPRD 100Persen78 UNSUR PENGAWASAN URUSAN PEMERINTAHAN INSPEKTORAT DAERAH 0 Progress179 3,04 ProgressNilai 3,14Maturitas SPIP80 Tercapai15,3014Nilai81 UNSUR PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN KEUANGAN TercapaiWTPWTPOpiniOpini BPK82 63,55PersenKemandirian Keuangan83 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ProgressLevelIndeks Inovasi Daerah84 (60.01) KEPEGAWAIAN Tercapai321,5 321,5NilaiIndeks Merit Sistem85 Tercapai31,2924,48NilaiIndeks Profesionalitas ASN86 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 10,23Persen87 PERENCANAAN 41,85 Progress4588 PENGHUBUNG Capaian Pelayanan Penghubung Indeks 489 UNSUR PEMERINTAHAN UMUM KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 75,93Nilai 77,55 ProgressIndeks Demokrasi Indonesia Banten90 Skoring/Nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Nilai SAKIP pada Komponen Evaluasi Internal Indeks Profesional Aparatur Dimensi Kompetensi ASN Nilai SAKIP pada Komponen Perencanaan dan Pengukuran Kategori/ Nilai Skor/ Nilai Unit Kerja TARGET KINERJA TAHUN 2023 Sangat Inovatif REALISASI KINERJA S/D TW II 2023 KET. KINERJA Tingkat Dukungan dan Fasilitasi DPRD Persentase realisasi pelayanan SETDA Jumlah Unit Kerja yang berpredikat ZI Inovatif (50,41) SATUANINDIKATORNO 100100Persen91 NON URUSAN 70-80Nilai92 Sumber: Data olahan Bappeda 2023 2.2.2. sebesar RpPaguIPada semester sebesar Rprealisasi11.547.460.023.771 dan Persentase konflik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan HAM yang ditangani Capaian SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Perangkat Daerah TARGET KINERJA TAHUN 2023 REALISASI KINERJA S/D TW II 2023 KET. KINERJA Realisasi Anggaran Triwulan II Tahun 2023 dari Pagu pendapatan terdapat realisasi pendapatan 5.379.335.291.804 atau tercapai 46,58 persen. Pada belanja dari pagu 11.774.651.290.735 terdapat realisasi belanja Rp 4.476.502.028.519 atau terealisasi sebesar 38,02 persen. Beberapa OPD masih kecil penyerapannya terutama yang menangani pelayanan Dasar, seperti Dinas Perumahan rakyat dan Permukiman, Dinas PUPR dan Dinas Sosial sehingga dengan realisasi yang belum optimal ini memberikan dampak terhadap rendahnya serapan anggaran pada semester I 2023. Adapun kendala pada lelang dan e katalog yang masih belum semua barang tersedia. Dalam Pelaksanaan RKPD tahun 2023 pada triwulan II untuk penyelenggaraan urusan yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan program prioritas daerah agar diupayakan Perangkat daerahnya untuk fokus pada pencapaian target kinerja dan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Perangkat daerah selaku pelaksana Program Kegiatan mengupayakan agar pencapaian target kinerja dapat dipenuhi secara berkualitas dan tepat waktu. Basil evaluasi pelaksanaan urusan program RKPD Tahun 2023 Provinsi Banten sampai dengan Triwulan II Tahun 2023 disajikan dalam Tabel berikut ini. Pagu AnggaranUraian 832 46,698.544.574.336.460 4.555.299.828.8383.989.274.507.622 47,487.944.849.811.619Pajak Daerah 4.172.549.497.4953.772.300.314.124 6,05120.886.373.105Retribusi Daerah 113.571.946.5257.314.426.580 80,5667.712.793.358Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 13.162.903.43554.549.889.923 37,73411.125.358.378Lain-Iain PAD yang Sah 256.015.481.383155.109.876.995 46,512.989.040.250.000PENDAPATAN TRANSFER 1.598.979.465.8181.390.060.784.182 46,512.989.040.250.000Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat 1.598.979.465.8181.390.060.784.182 013.845.437.311LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 13.845.437.311 013.845.437.311Pendapatan Hibah 13.845.437.311 46,5811.547.460.023.771JUMLAH PENDAPATAN 6.168.124.731.9675.379.335.291.804 36,476.835.097.862.719 4.342.262.889.3202.492.834.973.399 39,892.397.488.403.632Belanja Pegawai 1.441.194.885.218956.293.518.414 32,363.807.571.997.487Belanja Barang dan Jasa 2.575.569.761.8111.232.002.235.676 01.285.894.000Belanja Bunga 1.285.894.000 50,88598.567.367.600Belanja Hibah 294.028.148.291304.539.219.309 030.184.200.000Belanja Bantuan Sosial 30.184.200.000 5,861.794.289.757.043BELANJA MODAL 1.689.177.160.450105.112.596.593 0,23204.135.392.749Belanja Modal Tanah 203.657.241.975478.150.774 15,3457.101.967.091Belanja Modal Peralatan dan Mesin 387.154.898.36969.947.068.722 PENDAPATAN DAERAH__________ PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (Rp.) 7 = 6-3 Tabel 2. 6 Capaian Kinerja Urusan Triwulan II Tahun 2023 Realisasi S / D Triwulan II 6 DAERAH_________ BELANJA DAERAH BELANJA OPERAS! Lebih / (Kurang) % Pagu AnggaranUraian (Rp.) 640.954.120.722Belanja Modal Gedung dan Bangunan 621 449.858.66019.504.262.062 0,94455.365.049.471Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi 451.080.674.6704.284.374.801 29,8336.364.988.110Belanja Modal Aset Tetap Lainnya 25.518.547.87610.846.440.234 14,2368.238.900Belanja Modal Aset Lainnya 315.938.90052.300.000 0,4479.042.715.378BELANJA TIDAK TERDUGA 78.691.990.218350.725.160 0,4479.042.715.378Belanja Tidak Terduga 78.691.990.218350.725.160 61,253.066.220.955.595BELANJA TRANSFER 1.188.017.222.2281.878.203.733.367 63,792.866.940.955.595Belanja Bagi Hasil 1.038.237.222.2281.828.703.733.367 24,84199.280.000.000Belanja Bantuan Keuangan 149.780.000.00049.500.000.000 38,0211.774.651.290.735JUMLAH BELANJA DAERAH 7.298.149.262.2164.476.502.028.519 -397,39227.191.266.964SURPLUS / (DEFISIT) 1.130.024.530.249902.833.263.285 76,17615.689.000.000 146.746.971.215468.942.028.785 76,17615.689.000.000Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya 146.746.971.215468.942.028.785 52,97388.497.733.036PENGELUARAN PEMBIAYAAN 182.707.388.765205.790.344.271 50250.000.000.000Pembentukan Dana Cadangan 125.000.000.000125.000.000.000 0Penyertaan Modal Daerah 58,33138.497.733.036Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo 57.707.388.76580.790.344.271 115,83227.191.266.964PEMBIAYAAN NETTO 35.960.417.550263.151.684.514 0SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) 1.165.984.947.7991.165.984.947.799 Sumber: BPKAD Provinsi Banten 2023 PEMBIAYAAN DAERAH___ PENERIMAAN PEMBIAYAAN Realisasi S/D Triwulan II Lebih / (Kurang)______ I % 3,04 Realisasi AnggaranUrusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 1.666.246.853.6886.106.935.122.088 27,28 390.943.111.3771.155.420.581.657URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN 33,84 1.160.614.7503.117.082.500PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARARAT BIDANG KESEHATAN 37,23 213.164.147.850543.026.669.853 39,25 12.499.637.59777.138.856.700 16,20 163.820.447.180531.302.032.604 30,83 298.264.000835.940.000 35,68 32.425.223.11092.190.000.000 35,17 4.699.314.85317.463.344.000PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA 26,91 456.900.0007.775.000.000 5,88 1.644.122.0407.752.396.000PROGRAM PENINGKATAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 21,21 25.624.886.21759.199.260.000 43,29 123.773.189.1941.105.636.866.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG 11,19 5.084.305.893124.880.150.000PROGRAM PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGANNYA 4,07 9.926.163.80963.750.000.000PROGRAM PENATAAN BANGUNAN GEDUNG 15,57 450.000.000 46.070.000.000 711.706.941 1,54 20.770.452.192128.756.359.291PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR (SDA) 16,13 708.372.1405.435.407.600PROGRAM PENGEMBANGAN J ASA KONSTRUKSI 13,03 4.500.000.000 2.830.000.000 127.741.779.660 51.740.336.450 40,50 Tabel 2. 7 Realisasi Capaian Kinerja Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan Triwulan 11-2023 URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR PROGRAM PENCEGAHAN, PENANGGULANGAN, PENYELAMATAN KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN NON KEBAKARAN PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARARAT PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA ____________ KESEHATAN______________________________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH ____________ PROVINSI________________________________________________________ PROGRAM SEDIAAN FARMASI, ALAT KESEHATAN DAN MAKANAN ____________ ~ | MINUMAN________________________________________________________ URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA PERLINDUNGAN MASYARAKAT PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM AIR LIMBAH_______________________________________________ _______ PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROGRAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM DAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN REGIONAL_________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI - Oiz - ge'se ooo-gwtQze6z,e'z,£goo8 ooozzeseesio058Z92;9200eS os‘iz avisos isvxniavHSH moiooHdoooh6rcet/6OOOizTZZSOT; 8871 avisos mvniwvp Nva NvoNnaNiaHSd wvhoomcI008T08 i/gOTS00r86£’6St<6 S0‘98 00r688gi8’9h608Z6^9Z89I OOOOOO'SZ 8^95 VMVONSa NVNVONVMSd WVHOOHd008‘898’66ri89606972,9 98‘68 aVISOS NWAVOHSaiAISd HVHOOddooGogz/et^i9^-688791 61/9?; avisos owvaia NVHviNiaajMSd Nvsnan000 000’8?9?IIS6T 0698086?; 2,9'9? 00009078888066’889’998’6 9?‘O 000096’9?9’62,88I9’6Z6’886 000000009 2.07 NVHvwaaad NVONvawaoNad wvaooad000000009 I?t788'6i78izi7h 90'1 Mvwranwdad mvsvmvx wvaoodd000000’862.08008’988098 887 MWDiQwaad nvsvmvx biva NVHvwndad obivaia NvaviNiaawad Nvsnan000000712.0S92.89’1702, ^I’?I 69'98 698’0?87T97l8’l88I’lt7l’9i7l?8t’ 000000 00? 2.9'8 wmnxiafix NvoNvawaoNSd wvdooad000’000’008’8000’009’6?8 89'88 bivNiaiawad NwaoasoNSd wvaooad?Z9’898’608’689’I966’86l’8I0’699 817'8? NvxiaiciNadaM vovusi nvg Miaiawad wvaooad000 000’0?9’60I000’000’699’9? ?9‘i78 NVHiaiaNSd ONvaia NvaviNiaawad bivsnanl8i7i7Z,97t7t’0?I’88?I ’986’ I9I72.0’ I 2.9‘?I ONvna NwivNSd NwavooNaasANad wvaoodd000’000’09Z’8i78Z’9Z?’IZt7 979 Nvavr NwavooNaaaANSd wvaooad6i7t7’69I ’82.17769980’9Z9098’^8 (%) uiB-iSo-id / uBsnjfi Strepig / LresnjQubjbSSuv ispsifea^i aidis NVlVIVONSd nvq Nv^nanaNadSN isvaisiuiwav ONvaia NvaviNiaawad bivsnan avsva NVNVAvasd NvoNsa NviivMaaa avail onva aiPVM NvavihiiaaiAiad Nvsnan ISNIAOdd avaava NVHviNidawad Nvsiaaa ONvrNnNad wvaooad Nvaiaiawad Mvwiziaad NviovaNaoNad wvaooad ISNIAOdd avaava NvaviNidawad mvs nan ONVPNnhiad wvaooad (nsd) wnwa sviniin Nva vnvhvs 'VNvavsvad NvivaoNiNad wvaooad MvwianiAiaad nvsvmvm nvq NVHvwnaad ONvaia isvaisioan nvq ‘isvaiaisvaa 'isvaianvnx ‘isvaiauaas NvwvAvaad NvivaoNiNSd pvvaooad ISNIAOdd Hvaava NVHviNiaawad Nvsnan oNVPNnNad wvaooad Nvsvaaxax xvawii Nvaaoa hivaoiw vavoau voavM NVhivoNVhiad wvaooad Realisasi AnggaranUrusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 154.756.702750.000.000PROGRAM PENCATATAN SIPIL 20,63 501.753.202850.000.000PROGRAM PENDAFTARAN PENDUDUK 59,03 106.168.256560.000.000 18,96 37.859.219104.915.000PROGRAM PENGELOLAAN PROFIL KEPENDUDUKAN 36,09 312.888.9833.233.763.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEARSIPAN 9,68 281.432.9832.233.915.000PROGRAM PENGELOLAAN ARSIP 12,60 31.456.000999.848.000PROGRAM PERLINDUNGAN DAN PENYELAMATAN ARSIP 3,15 1.579.380.3577.450.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN 21,20 87.527.0501.650.000.000PROGRAM PELESTARIAN DAN PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA 5,30 109.173.8001.280.000.000PROGRAM PENGELOLAAN PERMUSEUMAN 8,53 1.240.477.8904.100.000.000PROGRAM PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN 30,26 142.201.617420.000.000 33,86 38.659.063.33689.008.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA 43,43 28.061.548.94561.024.245.600PROGRAM PENGEMBANGAN DAYA SAI NG KEOLAHRAGAAN 45,98 952.224.9685.200.000.000 18,31 1.030.460.8341.581.902.250PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS KEPRAMUKAAN 65,14 8.614.828.58921.201.852.150 40,63 22.966.472.87065.000.178.900URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 35,33 8.716.884.73228.509.955.389PROGRAM PENGELOLAAN APLIKASI INFORMATIKA 30,57 5.589.767.20012.686.573.000PROGRAM PENGELOLAAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK 44,06 8.659.820.93823.803.650.511 36,38 10.467.972.41927.394.781.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KOPERASI, USAHA KECIL, DAN MENENGAH 38,21 491.305.6561.310.474.100PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI 37,49 PROGRAM PENGELOLAAN INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS DAYA SAING KEPEMUDAAN PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI ______________________________________________ Realisasi AnggaranUrusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 804.908.8112.892.154.000 27,83 231.435.550584.160.000PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERKOPERAS1AN 39,62 1.331.734.5413.499.874.000PROGRAM PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KOPERASI 38,05 347.249.1271.073.763.000PROGRAM PENGEMBANGAN UMKM 32,34 7.261.338.73418.034.355.900 40,26 29.064.405.03966.490.552.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP 43,71 92.239.400916.000.000 10,07 107.348.400468.000.000PROGRAM PENANGANAN PENGADUAN LINGKUNGAN HIDUP 22,94 384.546.000 49.083.900551.000.000PROGRAM PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI (KEHATI) 8,91 5.723.458.6007.819.445.000PROGRAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN 73,20 60.090.000128.419.200 46,79 548.243.9621.901.057.000 28,84 331.323.985735.000.000 45,08 29.400.000744.000.000 3,95 21.979.452.18152.068.584.800 42,21 143.764.611774.500.000PROGRAM Perencanaan LINGKUNGAN HIDUP 18,56 9.450.435.22950.389.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PANGAN 18,75 24.135.0001.700.000.000PROGRAM PENANGANAN KERAWANAN PANGAN 1,42 152.575.500977.000.000PROGRAM PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN 15,62 32.918.0001.320.000.000 2,49 1.382.071.26024.292.579.300 5,69 PROGRAM Pemberdayaan USAHA MENENGAH, USAHA KECIL, DAN USAHA MIKRO (UMKM)____________________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP IZIN LINGKUNGAN DAN IZIN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (PPLH) PROGRAM PENGAKUAN KEBERADAAN Masyarakat HUKUM ADAT (MHA), KEARIFAN LOKAL DAN HAK MHA YANG TERKAIT DENGAN PPLH PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA EKONOMI UNTUK KEDAULATAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN__________________________ PROGRAM PENINGKATAN DIVERSIFIKASI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT ______________________________ PROGRAM PENGENDALIAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) PROGRAM PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN / ATAU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP________________________________________________ PROGRAM PENGHARGAAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MASYARAKAT_______________________________________________________ PROGRAM PENINGKATAN PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENYULUHAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MASYARAKAT PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI _______________________________________ Realisasi AnggaranUrusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 7.858.735.46922.099.420.700 35,56 9.845.116.66332.129.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARARAT DAN DESA 30,64 600.031.3002.424.040.000PROGRAM ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA 24,75 2.948.427.00011.630.888.000 25,35 96.827.000500.000.000PROGRAM PENATAAN DESA 19,37 57.252.0001.535.000.000PROGRAM PENINGKATAN KERJASAMA DESA 3,73 6.142.579.36316.039.072.000 38,30 16.372.297.77236.237.885.000 45,18 168.847.930880.000.000PROGRAM PEMENUHAN HAK ANAR (PHA) 19,19 3.978.209.3737.548.424.000 52,70 42.249.000200.000.000PROGRAM PENGELOLAAN SISTEM DATA GENDER DAN ANAR 21,12 1.010.785.5132.494.955.000PROGRAM PENINGRATAN RUALITAS RELUARGA 40,51 9.773.300.80221.545.590.000 45,36 310.086.5691.251.728.000PROGRAM PERLINDUNGAN RHUSUS ANAR 24,77 1.088.818.5852.317.188.000PROGRAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN 46,99 12.124.029.97735.549.844.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENANAMAN MODAL 34,10 242.550.7001.250.000.000PROGRAM RELAYANAN PENANAMAN MODAL 19,40 151.393.100350.000.000 43,26 913.587.6115.920.000.000PROGRAM PENGEMBANGAN IRLIM PENANAMAN MODAL 15,43 458.226.4001.774.600.000PROGRAM PENGENDALIAN PELARSANAAN PENANAMAN MODAL 25,82 9.109.628.36621.477.000.000 42,42 1.248.643.8004.778.244.000PROGRAM PROMOSI PENANAMAN MODAL 26,13 3.108.160.0786.883.400.000 45,15 PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH ____________ PROVINSI__________________________________________________ URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAR URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENGENDALIAN PENDUDUR DAN RELUARGA BERENCANA ____________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PEMBERDAYAAN LEMBAGA REMASYARARATAN, LEMBAGA ADAT DAN MASYARARAT HURUM ADAT PROGRAM PENGARUSUTAMAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PENGELOLAAN DATA DAN SISTEM INFORMASI PENANAMAN MODAL PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI _______________________ Realisasi AnggaranUrusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 2.550.117.8045.194.400.000 49,09 504.996.5741.124.000.000PROGRAM PEMBINAAN KELUARGA BERENCANA (KB) 44,93 53.045.700565.000.000PROGRAM PENGENDALIAN PENDUDUK 9,39 30.955.896.96672.735.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERHUBUNGAN 42,56 275.351.0001.580.000.000PROGRAM PENGELOLAAN PELAYARAN 17,43 280.348.2101.050.000.000PROGRAM PENGELOLAAN PERKERETAAPIAN 26,70 16.448.621.50938.355.695.000 42,88 13.951.576.24731.749.305.000 43,94 9.696.444.90925.762.237.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERPUSTAKAAN 37,64 963.686.2893.881.664.300PROGRAM PEMBINAAN PERPUSTAKAAN 24,83 8.732.758.62021.880.572.700 39,91 255.212.9192.750.278.500URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERSANDIAN 9,28 255.212.9192.750.278.500 9,28 500.000.000 200.000.000 100.000.000 200.000.000 277.462.2001.055.542.600URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG STATISTIK 26,29 277.462.2001.055.542.600PROGRAM PENYELENGGARAAN STATISTIK SEKTORAL 26,29 34.090.490.72487.498.000.000URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG TENAGA KERJA 38,96 1.622.594.0253.567.060.000PROGRAM HUBUNGAN INDUSTRIAL 45,49 4.850.832.30014.996.136.300PROGRAM PELATIHAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA 32,35 452.949.0003.400.000.000PROGRAM PENEMPATAN TENAGA KERJA 13,32 409.285.0001.149.341.000PROGRAM PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN 35,61 PROGRAM PENYELENGGARAAN PERSANDIAN UNTUK PENGAMANAN ____________ INFORMASI__________________________________________________________ URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANAHAN _____ PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KELUARGA SEJAHTERA (KS) PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PRQVINSI_________________________ ____________________________ PROGRAM PENYELENGGARAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (LLAJ) PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PROGRAM PENATAGUNAAN TANAH_____________________________ PROGRAM PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM PROGRAM REDISTRIBUSI TANAH DAN GANTI KERUGIAN TANAH KELEBIHAN MAKSIMUM DAN TANAH ABSENTEE Realisasi Anggaran Urusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 26.754.830.39964.292.623.700 41,61 92.839.000 99.593.121.460423.517.118.000 23,52 URUSAN PEMERINTAHAN PILIHAN 10.927.174.44144.158.000.000 URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 24,75 83.578.9492.340.000.000 3,57PROGRAM PENGELOLAAN ASPEK KEGEOLOGIAN 15.921.000606.695.000 2,62PROGRAM PENGELOLAAN ENERGI TERBARUKAN 806.478.23017.299.549.000 4,66PROGRAM PENGELOLAAN KETENAGALISTRIKAN 188.481.530579.237.000 32,54 9.832.714.73223.332.519.000 42,14 2.238.633.66711.169.448.000 20,04 704.666.6002.996.540.000 23,52 175.748.000703.650.000 24,98 304.108.220958.788.000 31,72 1.054.110.8476.510.470.000 16,19PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN 19.054.337.777109.162.670.000 17,45 60.174.000700.000.000 8,60 326.798.7001.995.000.000 16,38 155.401.4008.937.286.000 1,74PROGRAM PENGELOLAAN PERIKANAN BUDIDAYA 270.660.10035.565.006.200 0,76PROGRAM PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP 292.779.6001.613.405.900 18,15 17.948.523.97760.351.971.900 29,74 14.789.948.47449.641.000.000 29,79URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PARIWISATA 1.355.140.5605.295.355.000 25,59PROGRAM PEMASARAN PARIWISATA PROGRAM PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI _____ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI__________________________________________________ PROGRAM PERENCANAAN TENAGA KERJA PROGRAM PENGELOLAAN MINERAL DAN BATUBARA PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI _________________________ URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN PROGRAM PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN _______________ PROGRAM PENGELOLAAN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEHUTANAN PROGRAM KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA ______________________________________ PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KEHUTANAN - PROGRAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MVINVIHad NVHmnANSd NVHOOHd000008Z9CZ-00e‘8SA'£6S'S 98‘ei NVINVlHSd VNVHVS NVONVawaONSd NVQ NWIGSANSd WVHOOHd006‘800S6ZS£Ti7e‘9i768Zb^ V8‘9 009T9S‘8Z0*8OOL'^LO^ SZ,‘Ob OOS'980’989‘99S06T6898TZS 9Z/9Z ooo shsezeeW,80£Z/S06 Z.Z/8T 00000000IT0090ZS‘90Z; 9o‘oe NVINVIHGd ONVdia NVHVINIHSWad NVSHHnoooooosGoenozz/ezd/sos'se Z9‘8T raiSnaNI NVNnONVawad NVa ueBueouajaa WVdOOHd000 S6C'09S’98Z.i/Z£S‘89ri i?6‘Zl 00i7*I6r 398’82.810 >86’8i73’8T 96‘6l IdLLSnaNI VHVSn MIZI NVnVCINSDNSd PMVHOOHd000000009982/2.69'611 avNOisvN laisnaNi isvwaoaNi waxsis NvvicnsoNSd wvaooad000000008 176*2.1 NviaisnaNiaad ONvaia NvaviNidswad tivsnan00^i789’330l8183 V93’2.89’171 98‘03 wawfiSNOM NVONfiaNnaad nvq isvsiaavawvis wvaooad009’918'8t78’8t7l9’98V882. 63‘08 000’000'003’38176’82.17’999 98*61 NWHVsnasd Nvaviavawad nvq MVNiziaad wvaooad000’000’091712.6’2.90’68 917*81 NVONvovaaad isnaiaisia vnvhvs NvivnoNiNad wvaooad000’000’096169’898’2.31 99* AT 000’000’012.880'8l79’t73I 08*017 HOdsaa NvohivawsoNSd wvaooadOOO’OOO’OOI’I882.’892.’8l7t7 2.1*173 NvoNvovaaad owvaia NtvaviNiaawad Nvsmin009’9l8’893’600l’663’0i73’3 317*117 000’063’089’6I3176’989’011’8 99*03 VIVSIMiaVd ISVNUSSa XIHVl VAVa NVlVXONINSd WVHOOHd000’998’9T9’8lZ,88’Zl76’9l78’8 13*63 000’000’098’8981’139’1731’1 88*91 000’000008’3006’108’898 (%) uiBjSojd / uBsnjfi Sirepig / iresrun upjbSSuv ispsipeoH dllVSaM IWONOMG nvq vivsiMidVd VAva daawQS NVQNvawaoNad wvaooad ivnixsaaiNi nwavnsn mvh NVONnaNndad nvq NviwaNvwad imvaaw aiivaaM iwonoxs NvoNvawaoNQd wvaaoad ONLLNQd ONVava NVQ XOXOd oegrungaM- DNVdVa VOdVH ISVSHiaVlS WVHOOHd IHSOSN iNvava Mnaoad Nvavsywad nvq NWNnooNad iNvaooad ISNIAOdd Hvaava NVHViNiaawsd Nvsnan oNVPNfiNad wvaooad ISNIAOdd Hvaava NVHViNiaawad hivsnan ONVPNfiNad wvaooad NVINViaGd VNVHVSVHd NVONVaWQONQd NVQ NWIQQANQd INVHOOad ISNIAOHd avaava NvaviNiaawaa Nvsaan ONVPNPiNad wvaooad asNiaaiSA ivavavASvw NvivHQsaa nvq nvmqh NvivHQsaa NvnvQNQONad wvaooad NVINViaad VNVONaa NVONVdPlOONVNQd NVQ NvnvQNaoNad wvapoad Realisasi Anggaran Urusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 56.850.000250.000.000PROGRAM PERIZINAN USAHA PERTANIAN 22,74 68.357.329.661106.425.621.000 64,23 UNSUR PEMERINTAHAN UMUM 68.357.329.661106.425.621.000 64,23KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 366.218.2201.560.000.000 23,48 1.626.166.8262.923.996.300 55,61 654.970.0006.212.583.055 10,54 29.993.500.53235.621.423.828 84,20 28.436.709.00038.172.070.000 74,50 7.279.765.08321.935.547.817 33,19 300.364.572.888748.705.000.000 40,12 95.948.946.106259.793.000.000 36,93SEKRETARIAT DAERAH 863.010.2003.265.727.200PROGRAM FASILITASI DAN KOORDINASI HUKUM 26,43 55.510.9901.000.000.000PROGRAM KEBIJAKAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN 5,55 738.903.0791.950.224.285 37,89 12.296.428.02819.480.000.000 63,12PROGRAM KESEJAHTERAAN RAKYAT 727.490.6953.350.000.000PROGRAM PEMERINTAHAN DAN OTONOMI DAERAH 21,72 577.470.9282.819.183.000 20,48PROGRAM PENATAAN ORGANISASI 80.535.904.436226.736.795.264 35,52 154.227.7501.191.070.251PROGRAM PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN 12,95 204.415.626.782488.912.000.000 41,81SEKRETARIAT DPRD 111.027.360.470248.784.775.000PROGRAM DUKUNGAN PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI DPRD 44,63 93.388.266.312240.127.225.000 38,89 UNSUR PENDUKUNG URUSAN PEMERINTAHAN PROGRAM KEBIJAKAN DAN PELAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI ______________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI______________ PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PENGAWASAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN _ ________________________________________ PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KETAHANAN EKONOMI, SQSIAL, DAN BUDAYA___________________________________ PROGRAM PENGUATAN IDEOLOGI PANCASILA DAN KARAKTER KEBANGSAAN PROGRAM PENINGKATAN KEWASPADAAN NASIONAL DAN PENINGKATAN KUALITAS DAN FASILITASI PENANGANAN KONFLIK SQSIAL____________________ _________________________________________ PROGRAM PENINGKATAN PERAN PARTAI POLITIK DAN LEMBAGA PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN POLITIK DAN PENGEMBANGAN ETIKA SERTA BUDAYA POLITIK____________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI - St7 - 88‘ZC NWNVONSHSdOOO'OOO'116'OSIZ,Z/£t7Z’S8r6I I9‘9£ 0£T'809'0Z.9'6i788 S9S0^S8 171'91 DNfianHONSd NVNVAVdSd WVHOOHd088l68C89’8t-igC99’Si79 I8‘0£ ONaanHONSd NwicnaDNSdooooootszeT868'9?;6280t7 9T‘I5 avaava NVOMvawaowad nvq NVunsNSd wvaooad000000099 8gC2-828-0SZ. gi'is MvoNvawaoNSd wva MviinaNadoooooooggggss’sss'ogz 9t/£t7 0090806£Tb££I9££S££8i7l I6‘IS visnNvw vavq nsawns NVONvawaoNad wvdooddOOfGIG^SGl £g‘g£ NVHiivaad nvq NvxicnciNad000000T86£gig0£9fr08r6I 96'117 3S0‘8A98669S£og8-ggo'O6T-££i Z6‘02 HVHSVa NVlVdVaNSd NW'IOiaONHd WVHOOHd599 TZ9’890£Z950-5£i7-8£8tz 179'69 Hvaava ntonvush NwaoiaoNSd wvdoodd£Z6’559 099‘99T £588'69£'9A96Z8I 99‘Z HVHSVa MHIFI ONVHVa NWHOlSONad WVHDOMd000’65T’l760 I Ig3£'9l7l7'8l78 6i/‘zg MVONVfiaXZl79590’5l8AI9£580’l70££gt7-550-5 005‘56£‘Z£8’99gorit79Ol£’9I 99‘6£ Hvaava NvivMvoadsx wvaooad008 A09'9l7Z-69£l7Z£Z’998‘£ 55‘65 MVIVMVDSdZH000000^89 990l7l’6Z£’99l6I ZZ‘99 Z,l79’590£60‘90A£Z9I ^IzI■6l6 t’80'5 00‘9 0000l75‘l786OOO’OOS'OV 617'01 MVSVMVDNSd NWHVOONSdaANad WVHOOdd000'586'682,’Z0g9’8£Ill8 179'117 000’8£Z'898'59989Z80VII-95 99‘Z.£ HVdSVa IVdOlNSdSNI000000£t79IZ9£r95l7086‘95 99‘Z£ 000000£l79lZ9£U95l7086’95 dH(%) urejSojj / uBsnjfi Surepig / iresnifiubjbSSuv ISBSljBOy ISNIAOHd Hvaava NVHviNiaaiAiad Nvsnan OMVPbJQNad wvaoodd ISNIAOdd HVdava NVHviNiaaiAiad Nvsnan ONvrNnNad wvdOQHd ISNIAOdd HVHava MVHviNiaawad uvsnan ObJVPNfiNad wvaoodd ISNIAOHd HVdsva NVHViNidawad Nvsndn oNVPNnNad wvaooad ISN3JLSISV Nva NVONidwvaNSd 'NVMVPiaax Nvsnwnaad wvaooad ISNIAOdd Hvasva NVHViNiaawsd bivsnan oNVPNPiNad wvHOQdd NVHVlNIdSWad Mvsnan NvsvMvoNSd ansNn MVHViNiaawad NVSflHn ONVPNflNad HflSNn Realisasi Anggaran Urusan / Bidang Urusan / Program (%)Rp 543.974.8032.431.516.300 22,37 16.821.503.70840.079.483.800 41,97 1.919.765.2608.399.999.900 22,85 4.476.487.715.82111.774.651.290.735 38,02 Grand Total Sumber: BPKAD 2023 PROGRAM KOORDINASI DAN SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH___________________________________ PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI __________________________________________ PROGRAM PERENCANAAN PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH___________________________________ RPD 3.1.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Struktur Ekonomi PDRB digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu daerah, bahan analisis tingkat kemakmuran masyarakat dan tingkat perubahan barang dan jasa, bahan analisis produktivitas secara sektoral serta alat kontrol dalam menentukan kebijakan pembangunan. Dari angka PDRB kita bisa melihat bahwa ekonomi Banten selalu tumbuh bahkan pertumbuhannya cukup akseleratif salah satu tandanya adalah pertumbuhan ekonomi Banten selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Artinya Banten merupakan Provinsi yang mampu tumbuh dengan baik dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya yang mungkin saja perlu usaha lebih agar ekonominya tumbuh. 3.1. Arab Kebijakan Ekonomi Daerah 3.1.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Struktur Ekonomi Periode 2018-2022 Arah kebijakan ekonomi daerah pada Tahun 2023 sesuai dengan 2023-2026 adalah dalam rangka pemantapan daya saing perekonomian dengan terus meningkatkan kualitas penunjang infrastruktur perekonomian dan pendayagunaan teknologi tepat guna dalam pengembangan industri pengolahan berbasis sumberdaya lokal yang ramah lingkungan serta optimalisasi fungsi dan peran pusat pertumbuhan dan kawasan strategis. PDRB PROVINSI BANTEN TA HUN 2018-2022 4k 2018 433782,71 613804,41 2020 441148,58 625895,38 2021" 460963,02 665887,47 —♦—PDRB ADHK —•—PDRB ADHB I__ _ 2022"" 484141,83 747250,29 2019 456620,03 661321,34 Gambar 3. 1 PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Provinsi Banten Tabun 2018-2022 (SIPD Provinsi Banten, 2023) Perhitungan PDRB menggunakan dua jenis harga yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) merupakan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada periode saat ini, sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar dan sampai saat ini masih menggunakan tahun dasar 2010. Dalam menghitung PDRB, dapat dilakukan melalui tiga pendekatan berbeda. Pendekatan tersebut yaitu pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, dan pendekatan pendapatan. Tabel 3.1 PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Menurut Lapangan Usaha (LU) merupakan perhitungan PDRB dengan pendekatan produksi. Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa dari sisi produksi yang terdiri dari 17 LU, industri pengolahan merupakan LU dengan PDRB terbesar di Provinsi Banten. Maka tidak salah jika Provinsi Banten dikatakan sebagai provinsi industri karena proporsi terbesar PDRB berasal dari industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, real estate, dan transportasi. LU pertanian baru mampu duduk di peringkat 6 penyumbang PDRB Provinsi Banten salah satu penyebabnya adalah masih terlalu pendeknya rantai pasok LU pertanian sehingga nilai tambah yang dihasilkan lebih rendah daripada nilai tambah potensial yang sebenarnya dimiliki. 20222021202020192018Lapangan Usaha/Industry 227675,91209815,06195331,62203249,81191862,88C Industri Pengolahan/ Manufacturing 93547,2985898,9983240,6184199,7476660,79 91202,8082113,9571551,7673327,2565452,94F Konstruksi/ Construction 71165,3641693,8840458,2271188,5667325,20 60289,4056397,2154258,2052186,1646579,27L Real Estate/ Real Estate Activities 44050,6840199,7538998,2737018,3535573,82 28218,2426574,7525200,7423278,1421695,57 25307,2922323,3420300,4219713,7218929,68 24581,0624346,2024495,9323716,2721129,74P Jasa Pendidikan/ Education 17447,4615890,8315154,3415852,9614632,81 15227,2214457,8714210,4813657,2212301,12 13016,3012140,4210504,20D Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas 12035,5712770,04 12163,4511163,4710861,69R,S,T,U Jasa Lainnya/ Other Services Activities 10018,08 10687,9810298,339183,127444,37 7914,757329,427325,217492,686674,14M,N Jasa Perusahaan/ Business Activities 4658,86 4142,444269,644375,914272,13 612,68585,16550,95509,83481,83 747250,29665887,47625895,38661321,34613804,41 Sumber : SIPD Provinsi Banten, 2023 Dilihat lebih dalam ke sektor industri pengolahan, maka dari tabel di bawah bisa dilihat bahwa sektor industri di Banten terutama berasal dari Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional. Pada tahun 2017, Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik masih setara dengan industri kimia, tetapi pada Tahun 2021, industri kimia sudah jauh melesat meninggalkan industri barang logam. Angka ini menunjukan bahwa ke depan Provinsi Banten bisa menyiapkan lebih banyak daya dukung terhadap industri kimia yang pertumbuhannya luar biasa. Produk Domestik Regional Bruto/ Gross Regional Domestic Product H Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing J Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities 1 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and Food Service Activities O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Human Health and Social Work Activities B Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang Water Supply; Sewerage, Waste Management, and Remediation Activities G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycle Tabel 3. 1 PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Menurut Lapangan Usaha (LU) di Provinsi Banten (miliar rupiah), Tahun 2018-2022 11149,97 ______ L 8369,18 2022202120192018Lapangan Usaha/ Industry 160615,99155027,99147538,56154760,72149425,06C Industri Pengolahan/ Manufacturing 64030,6761595,3460481,9862297,0758614,23 51954,7749561,8444727,3146048,0042363,00Konstruksi/ ConstructionF 44509,2442634,9041391,7140521,4737260,63L Real Estat/ Real Estate Activities 33161,9031371,5329735,8227244,3324998,29 27949,9622064,0420871,0229256,3829068,52 26485,8125416,5825275,0824408,3323880,77 14912,0614243,5213491,8513134,1212873,62 13992,8614140,8314299,3714111,9113103,71PJasa Pendidikan/ Education 12249,5811333,2110865,7911449,0010664,40 8129,367990,338056,838109,267517,97 7198,006812,516716,947102,436535,99 6857,866735,466125,815698,345249,40 4732,954565,194627,214841,094458,98M.NJasa Perusahaan/ Business Activities 4639,694318,933832,074317,964480,41 2208,482656,622640,632871,46 2881,66 512,65494,19470,59437,98416,27 484141,83441148,58 460963,02456620,03433782,71 Sumber : SIPD Provinsi Banten, 2022 Pada Gambar 3.2 menunjukan bahwa dominasi sektor industri pengolahan di Provinsi Banten belum tergoyahkan dalam hal kontribusinya transportasi dansektorBahkanProvinsiterhadap PDRB Banten. ini sebenarnya memiliki potensi negatif karena ekonomi Banten bisa dikatakan terlalu bergantung pada sektor industri pengolahan. Jika makatidak diinginkan,pengolahan mengalami hal yangindustri dampaknya akan sangat terasa bagi perekonomian Banten. Sehingga perlu R,S,T,U Jasa Lainnya/Other Services Activities J Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication H Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing K Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities IPenyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and Food Service Activities O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Human Health and Social Work Activities B Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying D Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang Water Supply; Sewerage, Waste Management, and Remediation Activities Produk Domestik Regional Bruto/ Gross Regional Domestic Product G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycle Tabel 3. 2 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan di Provinsi Banten (miliar rupiah), Tahun 2017-2021 2020 pergudangan kontribusinya menurun dalam dua tahun terakhir. Kondisi ♦ 2022" 12,52%12,73%12,49% 12,21%12,33%11,09%10,66% 9,52%6,26%6,46%10,76%10,97% 8,07%8,47%8,67%7,89%7,59% 2018 31,26% 2019 30,73% 2020 31,21% 202 lx 31,51% 30,47% Sektor yang memiliki kontribusi terendah bagi perekonomian Banten adalah sektor pengadaan air, pengolahan sampah, limbah, dan daur ulang. Padahal pada tingkat nasional, terdapat gerakan ekonomi sirkular yang bisa jadi meningkatkan kontribusi sektor ini. Penerapan ekonomi sirkular mencakup pengelolaan sumber daya alam pada lima sektor prioritas (Elektronik, Makanan dan Minuman, Tekstil, Konstruksi, dan Retail), yang berfokus pada kemasan plastik) berpotensi meningkatkan PDB pada kisaran Rp 593 triliun hingga Rp 638 triliun, menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan, dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030. • C Industri Pengolahan »-■ G Perdagangan Besar dan Eceran F Konstruksi < • H Transportasi dan Pergudangan —L Real Estat 35,00% 30,00% 25,00% 20,00% 15,00% 10,00% 5,00% 0,00% upaya dari pemerintah Provinsi Banten agar terjadi diversifikasi kontributor lapangan usaha di Provinsi Banten sehingga jika terjadi hal yang buruk terhadap sektor industri, sektor lainnya bisa membackup perekonomian Banten. 13,30% 12,90% 11,43% Gambar 3.2 Kontribusi Sektor Terbesar terhadap PDRB ADHB Provinsi Banten Tahun 2018- 2022 (Sumber : SIPD Provinsi Banten, 2022) s 1,43%1,55%1,47%1,27%1,21% 1,06%1,10%1,17%1,13%1,09% 0,70%0,68%0,66%0,70% 0,08%0,09%0,08%0,08% manusia. 73,32 72,72 72,4572,44 72 91 71,95 72 29 71,42 71 9471.92 71.39 2022202120182017 2019 — N d si o nal—— Banten * -e I 2020 2022" 1,63% "1 202 lx 1,68% 2020 1,74% 2018 1,63%■■■<»— R,S,T,U Jasa Lainnya q jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial M,N Jasa Perusahaan • B Pertambangan dan Penggalian < E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang Water Supply Gambar 3. 3 Kontribusi Sektor Terkecil terhadap PDRB ADHB Provinsi Banten Tahun 2018-2022 (Sumber : SIPD Provinsi Banten, 2022} 2019 1,69% 70 81 Gambar 3. 4 IPM Provinsi Banten dan Nasional Tahun 2017-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022} 3.1.3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak. IPM Banten secara umum dalam beberapa tahun terakhir selalu meningkat yang artinya terjadi peningkatan kualitas hidup di Provinsi Banten dan mengindikasikan adanya perbaikan capaian pembangunan 0,55% 1____ 0,09% PENINGKATAN IPM BANTEN 2 0 2 22 02 0 A. Gambar 3. 5 Peningkatan Nilai IPM Provinsi Banten Tahun 2017-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) T—1 o’ s o' o' 2? § »» III 2017 2018 2019 IPM Aspek Kesehatan IPM aspek kesehatan dapat dilihat dari angka Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir. UHH didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. UHH di Provinsi Banten pada Tahun 2022 adalah 70,39 yang artinya bahwa bayi yang baru lahir pada tahun 2022 memiliki peluang untuk bertahan hidup hingga 70,30 Tahun. Akan tetapi, peningkatan IPM di Provinsi Banten tidak begitu akseleratif karena dari tahun ke tahunnya hanya tumbuh di bawah satu poin, bahkan pada tahun 2020 tercatat hanya meningkat 0,01 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa perlunya pengungkit dalam hal peningkatan pembangunan manusia di Provinsi Banten sehingga kualitas hidup masyarakat Banten dapat meningkat. IPM Provinsi Banten juga belum mampu menembus kategori sangat tinggi. 72,47 71,60 69,93 66,69 64,7664,79 <^> ——— UHH ProvinsiUHH KabKota 71,85 71,47 71,57 70,59 70,40 70,20 70,01 69,81 69,84 69,64 68,86 68,68 68,50 —e— UHH Rata-rata NasionaliL-e— UHH Provinsi Banten 67,33 Gambar 3. 7 Perbandingan UHH Provinsi Banten dan Rata-rata Nasional Tahun 2010-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) - UHH di Provinsi Banten dari tahun ke tahunnya mengalami peningkatan yang artinya terjadi perbaikan terutama di aspek kesehatan sehingga bayi yang baru lahir memiliki peluang bertahan hidup semakin panjang. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan UHH rata-rata nasional yang mencapai angka 71,85 tahun, maka Pemerintah Provinsi Banten harus melakukan kerja ekstra agar bayi yang baru lahir di Provinsi Banten setidaknya memiliki peluang bertahan hidup di atas rata-rata nasional. - • 69,43 69.46 69,49 69,04 O' 4.° - ’ 70,39 69,96 70,02 Gambar 3. 6 UHH Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten Tahun 2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) y 4/ s 4rO z 2^ 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 71 06 71,20 71'34 70,78 70<90 B. 13,10 13,05 11,29 11,02 HIS Rata-rata Nasional—' HLS Provinsi Banten Gambar 3. 8 HLS Provinsi Banten dan HLS Rata-rata Nasional Tahun 2010-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) Rata-rata Lama Sekolah (RLS) RLS didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. RLS dapat digunakan untuk mengetahui kualitas pendidikan masyarakat dalam suatu wilayah. Penduduk yang tamat SD diperhitungkan lama sekolah selama 6 tahun, tamat SMP diperhitungkan lama sekolah selama 9 tahun, tamat SMA diperhitungkan lama sekolah selama 12 tahun tanpa memperhitungkan apakah pernah tinggal kelas atau tidak. RLS dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat dalam suatu wilayah. RLS 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 IPM Aspek Pendidikan Harapan Lama Sekolah (HLS) HLS didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. HLS dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan sistem pendidikan di berbagai jenjang. Angka HLS menunjukkan peluang anak usia 7 tahun ke atas untuk mengenyam pendidikan formal pada waktu tertentu. HLS Banten pada tahun 2022 sebesar 13,05 tahun. Artinya, secara rata-rata anak usia 7 tahun yang masuk jenjang pendidikan formal pada tahun 2022 memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,05 tahun atau setara dengan Diploma I. ------- RLS Rata-rata Nasional------- RLS Banten C. Gambar 3. 9 RLS Provinsi Banten dan Rata-rata Nasional Tahun 2010-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) 7 92-7 95-8,06-8,17-8,19^8,272:8 37^^-8:i7' ^|_?:I|-7,59-7,61-7,73-7-84 IPM Aspek Pengeluaran IPM aspek pengeluaran dilihat dari Pengeluaran per kapita. Pengeluaran per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga yang telah disesuaikan dengan paritas daya bell. Penghitungan paritas daya beli mengacu pada Kota Jakarta Selatan, sementara tahun rujukan adalah 2012. Data pengeluaran dapat mengungkap tentang pola konsumsi rumah tangga secara umum menggunakan indikator proporsi pengeluaran untuk makanan dan non makanan. Komposisi pengeluaran rumah tangga dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk, makin rendah persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran makin membaik tingkat kesejahteraan. Banten pada tahun 2022 sebesar 9,13 tahun. Artinya, secara rata-rata penduduk Banten yang berusia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan selama 9,13 tahun atau hampir menamatkan kelas X. -8,74=8,89=:|,93=f;l| 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 12,216 10,777 11,479 9,437 == Pengeluaran per Kapita Provinsi Banten —- Pengeluaran per Kapita Rata-rata Nasional Gambar 3. 10 Pengeluaran Per Kapita Provinsi Banten dan Nasional Tahun 2010-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Pengeluaran rumah tangga dibedakan menurut kelompok makanan dan bukan makanan. Perubahan pendapatan seseorang akan berpengaruh pada pergeseran pola pengeluaran. Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pengeluaran bukan makanan. Dengan demikian, pola pengeluaran dapat dipakai sebagai salah satu alat untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk, dimana perubahan komposisinya digunakan sebagai petunjuk perubahan tingkat kesejahteraan. Pengeluaran per kapita Banten pada tahun 2022 sebesar Rp 12.216.000 artinya, secara rata-rata pengeluaran penduduk Banten selama setahun adalah Rp 12.216.000. Inflasi Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum. Inflasi yang rendah terjadi pada tahun 2020 dan tahun 2021 dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak Pandemi Covid-19, pasokan yang memadai, dan sinergi kebijakan an tar lembaga baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menjaga kestabilan harga. Inflasi yang terjaga bahwa sejauh ini inflasi di Provinsi Banten relatif terjaga. 5.86 5.64 4,88 4.62 3,77 Gambar 3.11 Inflasi Bulan Januari-November Tahun 2020-2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) 5.34 I 4,58 3.1.4. Incremental Capital Output Ratio (ICOR) ICOR merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital/modal terhadap basil yang diperoleh (output), dengan menggunakan investasi tersebut. ICOR juga bisa diartikan sebagai dampak penambahan kapital terhadap penambahan sejumlah output (keluaran). Semakin kecil nilai koefisien ICOR, semakin efisien perekonomian suatu daerah pada periode waktu tertentu. Dari gambar dapat dilihat bahwa secara umum, dalam lima tahun terakhir, ICOR Banten memiliki kecenderungan terus meningkat. Ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu tingginya ICOR, antara lain rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), tingginya biaya logistik, reformasi birokrasi berjalan belum optimal. Pada tahun 2020, ICOR Banten negatif terjadi karena output pada tahun 2020 lebih kecil dari pada tahun sebelumnya. i iii adalah di kisaran 3-4%. Dalam beberapa bulan terakhir di Tahun 2022, inflasi Banten sudah melewati angka 4%. Hal ini menjadi alarm agar Pemerintah Provinsi Banten segera melakukan langkah-langkah untuk menekan laju inflasi agar tidak jauh melebihi 4%. Di beberapa Provinsi lain di Indonesia, inflasi sudah jauh melewati angka 4% yang menandakan 3.82 itifih ■ 2020 ■2021 2022 6,34 2O22XX2 02 IX202 020192018 Gambar 3. 12 Perkembangan ICOR Banten, 2017-2021 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022] tahun dan 2022 adalah 3.1.5. Ketenagakerjaan Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 lebih. Penduduk usia kerja di Provinsi Banten pada Agustus sebanyak 9.987.060 orang atau meningkat 172.730 orang dibandingkan setahun yang lalu. Peningkatan penduduk usia kerja ini adalah sebuah sinyal positif bahwa penduduk usia produktif di Provinsi Banten terus bertambah guna mendorong kebutuhan tenaga kerja di Provinsi Banten. Dari 9 juta orang yang termasuk ke dalam penduduk usia kerja, terbagi lagi ke dalam angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Sedangkan penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi. TPT Provinsi Banten — DKI Jakarta ' — Jawa Barat —"Jawa Tengah - ■ DI Yogyakarta ... -—Jawa Timur ■ Banten — Nasional Agt 2020 10,95 10,46 6,48 4,57 5,84 10,64 7,07 Feb-21 8,51 8,92 5,96 4,28 5,17 9,01 6,26 Feb-22 8,00 8,35 5,75 3,73 4,81 8,53 5,83 Agt 2022 7,18 8,31 5,57 4,06 5,49 8,09 5,86 Agt 2021 8,50 9,82 5,95 4,56 5,74 8,98 6,49 Angkatan kerja di Provinsi Banten pada Agustus 2022 adalah sebanyak 6.463.630 orang atari meningkat 202.980 orang dibandingkan tahun lain. Peningkatan yang luar biasa ini di satu sisi merupakan hal positif karena tersedianya tenaga kerja guna salah satu faktor produksi dalam kegiatan perekonomian. Akan tetapi, di sisi lain, peningkatan ini juga memunculkan tantangan apakah pasar lapangan kerja siap untuk menyerap pertumbuhan angkatan kerja tersebut. Sejauh ini pertumbuhan angkatan kerja tersebut masih tertangani salah satunya tercermin dari bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja dan di saat yang bersamaan berkurangnya penduduk yang menganggur. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pola kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. Penduduk Banten yang bekerja pada Agustus 2022 adalah sebanyak 5.940.620 orang atau bertambah 242.270 orang, sedangkan penduduk Banten yang menganggur adalah sebanyak 523.010 orang atau berkurang sebanyak 39.300 orang. Gambar 3. 13 Perkembangan TPT Provinsi Banten Dibandingkan dengan TPT di Pulau Jawa dan TPT Rata-rata Nasional, Agustus 2020-Agustus 2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) rH rn fN o un Gambar 3.14 Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja, Bekerja, Pengangguran, dan Bukan Angkatan Kerja di Provinsi Banten Tabun 2021 dan 2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) CD m' m nS m CO Ch co '.JD o") lH in cn iD O CO cn II li li Penduduk Usia Angkatan Kerja - Bekerja Kerja .o rn (N m -Pengangguran Bukan Angkatan Kerja ■ Agustus 2021 ■ Agustus 2022 3.1.6. Kemiskinan Garis Kemiskinan (GK) merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan. GK digunakan untuk mengukur beberapa indikator kemiskinan, seperti jumlah dan persentase penduduk miskin (headcount index-Po), indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index-Pl), dan indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index-P2). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. 10,49 9,57 4,61 OKI Jakarta Persentase voia&nti Gambar 3.15 Penduduk Miskin di Provinsi Banten dibandingkan dengan Provinsi di Pulau Jawa dan Rata-rata Nasional Tabun 2022 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) Gambar 3.14 menunjukan bahwa dari waktu ke waktu GK terus meningkat seiring dengan meningkatnya berbagai kebutuhan baik makanan atau non makanan. Usaha untuk menekan jumlah penduduk miskin dan persentase penduduk miskin juga mendapatkan tantangan yang cukup berat karena harus berusaha untuk menaikan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan yang terus meningkat. Lebih dari itu, pemerintah juga harus menjaga agar penduduk yang hanya berada sedikit di atas GK untuk tidak jatuh ke bawah GK. Gambar 3.14 juga memperlihatkan bahwa jarak GK antara penduduk yang tinggal di perkotaan dan perdesaan semakin menjauh. Hal ini terutama disebabkan karena biaya non makanan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Biaya.-biaya tersebut misalnya perbedaan harga perumahan, pakaian, pendidikan, kesehatan, transpor, dan kebutuhan pokok lainnya di perkotaan dengan perdesaan yang cukup signifikan. 11,49 10,98 illll DI Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Barat Banten HUH Sep-2.2 ——Nasional Garis Kemiskinan (rupiah/kapita/bulan) 587768 521311 ■ *5^ - 'O Gambar 3.16 Garis Kemiskinan dan Perkotaan dan Perdesaan di Provinsi Banten Tabun 2014- 2021 (Sumber: SIPD Provinsi Banten, 2022) Jumlah penduduk miskin adalah jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Pemerintah Provinsi Banten memiliki tantangan yang cukup berat karena berdasarkan data pada gambar 3.15 terlihat bahwa jumlah penduduk miskin sejak September 2019 mengalami peningkatan yang luar biasa di mana sebelum September 2019, jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten masih di angka 600-an ribu sedangkan dari September 2019 hingga sekarang, jumlah penduduk miskin sudah mencapai angka 852 ribu. Peningkatan yang luar biasa ini diperparah dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang memiliki dampak negatif ke berbagai sektor di Provinsi Banten. Peningkatan jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten terutama disumbangkan oleh penduduk miskin yang tinggal di perkotaan. Di saat jumlah penduduk miskin di perdesaan memiliki tren positif, jumlah penduduk di perkotaan malah sebaliknya. V ■- — Perkotaan ——— Perdesaan Jumlah Penduduk Miskin (ribu) 247,54 Persentase Penduduk Miskin Perk ot aa rt* Per desaan—— Perdesaan- Perkotaan 3.1.7. Ketimpangan Regional 814,02 566,49 Gam bar 3.17 Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2014-2022 {Stimbcv: SIPD Provinsi Bcmtcn, 2022] Gambar 3.18 Persentase Penduduk Miskin Tahun 2014-2022 (Sumber: SIPD Prouinsi Banten, 2022) —7,46
2.j6,16 5,73 -2^ Persentase penduduk miskin adalah persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Kegunaan angka ini adalah untuk mengetahui persentase penduduk yang dikategorikan miskm. Persentase penduduk miskin yang tinggi menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di suatu wilayah juga tinggi. Dilihat dari gambar 3.16, persentase kemiskinan Provinsi Banten juga sedang di angka yang tidak terlalu menggembirakan karena berada di angka 6% di mana di tahun-tahun sebelumnya berada di angka 5%. Ada yang menarik terkait dengan angka kemiskinan di Provinsi Banten di manajika melihat angka penduduk miskin, maka yang terbanyak adalah di perkotaan, tetapi jika melihat angka persentase, maka angka tertinggi ada di perdesaan. & < <<• Perdesaan *5^ x *2^ <4 ■X .. " ■ P et k or aan •“ X c>«- - Perdesaan —— O* •X'* V/ v 0,62 20212020201920182017 3.1.8. Ketimpangan Pendapatan 0,68 0,63 0,69 0,68 0,67 0,66 0,65 0,64 0,63 0,62 0,61 0,6 Gambar 3.19 Indeks Williamson Tabun 2017-2021 (Su mb er: SIPD Provinsi Bcinten, 2022] 0,65 0,65 Mulai beroperasinya jalan Tol Serang-Panimbang seksi 1 yakni Serang-Rangkasbitung serta mulai dibangunnya seksi 2 (Rangkasbitung- Cileles) diharapkan mampu menumbuhkan minat investor menanamkan modalnya untuk membuka usaha ekonomi di wilayah Rangkasbitung dan Pandeglang. Dengan berkembangnya kegiatan ekonomi di kedua wilayah tersebut, diharapkan kontribusi PDRB meningkat sehingga dapat menurunkan indeks williamson di Provinsi Banten. Indeks Williamson merupakan satu instrumen dalam pengukuran pembangunan wilayah di suatu daerah dengan membandingkannya dengan wilayah yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Indeks Williamson secara gans besar mengukur seberapa kesenjangan yang ada pada suatu pembangunan pada suatu wilayah. Indeks Williamson berkisar antara 0< IW <1, di mana semakin mendekati nol artinya wilayah tersebut semakin tidak timpang. Dalam penghitungan ini, ketimpangan dilihat berdasarkan perbandingan PDRB sebagai proxy produksi yang dihasilkan suatu wilayah dibagi dengan jumlah penduduk. Angka Indeks Williamson dalam lima tahun terakhir memiliki kecenderungan menurun yang artinya ketimpangan berkurang dari tahun ke tahunnya walaupun memang belum begitu sigmfikan. Pada tahun 2020 angka Indeks Williamson bahkan sempat meningkat akibat dari dampak Pandemi Covid-19. Gini secara 0.435 J,411 0,40;0,402 i,42‘ 0,390 0,401 0,399 0,395 0,386 0.303 0,294 0.2920,294 0,287 0,280 0,267l,269 0,261 2013 -o Perkolaan+Perdesaan-O-Perdesaan-oPeckotaan A37^ o5o 0,386 0,38? oST 02 0j60 0.367 0,365' 0.387 o.384 Gambar 3.20 Rasio Gini Provinsi Banten Tabun 2012-2022 (Stirriber: SIPD Provinsi Banten, 2022) Penanganan Pandemi Covid-19 serta cakupan vaksinasi yang tinggi terbukti mampu mengendalikan pandemi covid-19 baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan berangsur membaiknya kondisi perekonomian, 0,296 0,296 0,278 Sept Maret Sept Maret Sept Maret 2019 2019 2020 2020 2021 2021 2022 Indeks Gini atau Rasio Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh. Indeks atau rasio ini digunakan untuk mehhat ketimpangan pendapatan/pengeluaran penduduk di suatu wilayah. Nilai Rasio Gini berkisar antara 0 hingga 1. Nilai Rasio Gini yang semakin mendekati 1 mengindikasikan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi. Rasio Gini bernilai 0 menunjukkan adanya pemerataan pendapatan yang sempurna, atau setiap orang memiliki pendapatan yang sama. Sedangkan, Rasio Gini bernilai 1 menunjukkan ketimpangan yang sempurna, atau satu orang memiliki segalanya sementara yang lainnya tidak memiliki apa-apa. Dengan kata lain, Rasio Gini diupayakan agar mendekati 0 untuk menunjukkan adanya pemerataan distribusi pendapatan antar penduduk. Rasio Gini Provinsi Banten yang digambarkan dengan garis merah menunjukan stagnasi dalam beberapa tahun terakhir di mana rasio gini Provinsi Banten berkisar antara 0,35-0,36. hal ini mengindikasikan bahwa perlu program kegiatan yang lebih kuat dalam menekan angka rasio gini sehingga dalam beberapa tahun ke depan, rasio gini bisa turun secara lebih signifikan. Jika dilihat perbedaan antara rasio gini di perkotaan dan perdesaan, maka bisa dilihat bahwa ketimpangan terjadi lebih besar di perkotaan sehingga program kegiatan untuk menekan angka ketimpangan bisa difokuskan di daerah perkotaan. Maret Sept Maret Sept Maret 2012 2012 2013 2013 2014 MW 0,361 T »65 0,363 °-365 0,365 0,363 0,363 0,299 0,283/^ 0.270 0,308 ■^XO.287 0,276 Sept Maret Sept Maret 2017 2018 2018 0,402 0,399 ^O—0,380 0,394 0,392 ^0------ o- 0,382 o,379 0,264 -<< 0,248, Sept Maret Sept Maret Sept Maret 2014 2015 2015 2016 2016 2017 pendapatan masyarakat dapat diharapkan penurunan ketimpangan terwujud. bisa lebih buruk mengingat Provinsi Banten tidak mendapatkan keuntungan dari hadirnya “booming” harga komoditas karena Banten bukan penghasil komoditas seperti Kalimantan misalnya. Range nya puna semakin melebar karena kondisi ketidakpastian global semakin meningkat. Bahkan proyeksi LPE rata-rata duma hanya 2,8% saja akibat dari tidak pastinya kondisi ekonomi dunia. Proyeksi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lebih optimis berdasarkan capaian Tahun 2022 yang cukup positif di angka 8,09. Oleh karena itu TPT diproyeksikan turun ke angka 7,9 ditopang oleh daya scrap tenaga kerja sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu usaha nyata adalah hadirnya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata ke Indonesia (BBWI). Proyeksi Persentase Penduduk Miskin dinaikkan berdasarkan capaian Tahun 2022 yang tidak terlalu menggembirakan di mana persentase penduduk miskin hanya mencapai angka 6,16% sehingga proyeksi disesuaikan menjadi 6,10%. Hal ini sejalan dengan adanya scarring effect pasca Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor terutama daya beli masyarakat. Selain itu, tingginya inflasi dalam beberapa tahun terakhir menekan daya beli masyarakat yang berada tipis di atas garis kemiskinan. Proyeksi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditingkatkan karena capaian IPM pada Tahun 2022 sudah cukup baik dan melampaui proyeksi sebelumnya. Hal ini juga didukung dengan berbagai Upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan sisi Kesehatan dengan meningkatkan pelayanan Rumah Sakit serta pembangunan rumah sakit baru. Dan sisi Pendidikan, Pemprov Banten juga mendorong sisi Pendidikan dengan menghadirkan unit-unit sekolah baru serta peningkatan sarana prasarana 3.1.9. Proyeksi Indikator Ekonomi Makro Tahun 2023 pada P-RKPD Tahun 2023 Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) diturunkan batas bawah/pesimisnya di angka 4,70-5,20 dimana sebelumnya di angka 5,02- 5,15. Hal mi sejalan dengan proyeksi Dana Moneter Internasional atau IMF yang memprediksi LPE nasional Tahun 2023 yang lebih rendah atau terjadi perlambatan jika dibandingkan dengan LPE pada tahun 2022. Bahkan untuk Provinsi Banten perlambatan Satuan .Indikator 2023202220232022 4,70-5,205,035,02 - 5,15Persen 7,9 8,098,67 Persen 6,16 T 6,10 5,58 Persen 73,5973,3273,2773,0Indeks 0,3650,3630,3540,370**Indeks 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. peningkatan; Pemulihan kinerja korporasi; TPT lebih rendah dibandingkan periods sebelum Covid-19; Tabel 3. 3 Proyeksi Indikator Makro Tahun 2022 dan Tabun 2023 ------------ - RKPD 2023 P-RKPD 2023 - ** RKPD 2023 9,7-9,2** Faktor Pendorong: Peningkatan daya sai: pencabutan kebijakan Mulai 4,99 - 5,4** 5,0-5,6** Pendidikan lainnya. Dari sisi daya beli masyarakat, Pemprov Banten merupakan salah satu Provinsi terbaik dalam hal penanganan mflasi. Proyeksi Rasio Gim ditingkatkan karena profil rasio gini yang fluktuatif setiap tahunnya. Berbeda dengan indikator lain yang memihki kecenderungan linear tertentu, gini rasio cenderung fluktuatif. Salah satu penyebabnya adalah fluktuasi pengeluaran penduduk pengeluaran rendah, menengah, dan tinggi yang relatif sulit diprediksi. Proyeksi kinerja perekonomian Banten didasarkan pada beberapa asumsi. A.