i.Peningkatan Tingkat Partisipasi ' Angkatan Kerja ■ Peningkatan Sarana dan Prasarana serta Pengembangan Balai Latihan Kerja tjy Peningkatan Pelayanan Sosial • Peningkatan Pemberdayaan dan Pemenuhan SPM Bidang Sosial jgj Peningkatan kualitas keluarga sejahtera ■ Peningkatan Kerjasama dengan Kabupaten Kota untuk pengendalian pertumbuhan penduduk A • . ■ Peningkatan pemerataan akses dan kualitas pendidikan masyarakat Prioritas Logical Framework J diatas, dibuat dalamStuntingTematik Penanganan Inovasi. Strategi Percepatan Penurunan Stunting L. PILAR 2 PILAR 3 Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Tematik Penangan Stunting di Provinis Banten dalam Aspek Tata Kelola berperan dalam mewujudkan optimalisasi penanganan stunting dengan pemanfaatan teknologi digital. Provinsi melaksanakanPemerintah Banten Reformasi Birokrasi Tematik ini dengan membangun sebuah aplikasi tersendiri, guna mendukung Penurunan Stunting secara Nasional tabun 2024 menurun menjadi 14%. !■■■■! >■■■■< SASARAN MENINGKATNYA KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT 1NDIKAT0R K1NERJA PREVALENSI STUNTING (19,25) LOKASI KAB/KOTA SE-BANTEN PENANGGUNG JAWAB ■ DINKES • DINAS SOSIAL ■ DINAS PERTANIAN • DINAS KETAHANAN PANGAN • DINAS PRKP • DINAS PENDIDIKAN ■ DP3AKB ■ DPMD • BAPPEDA PILAR 1 Peningkatan komitmen dan visi kepemimpin-an di kementerian/ lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/ kota, dan Pemerintah Desa; Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia PENANGANAN STUNTING Penguatan Perencanaan dan Penganggaran Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Penguatan dan pengemban gan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. PENGUATAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN ■ Pembentukan Surat Keputusan Gubernur Tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting (SKTPPS) !• Verifikasi dan Evaluasi Renstra dan Renja 2023 Perangkat Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat; PENINGKATAN KUALITAS PELAKSANAAN ■ Intervensi kelompok sasaran 1000 HPK • Peningkatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ■ Peningkatan Akses dan Kualitas Gizi dan Kesehatan ■ Peningkatan Kesadaran, Komitmen dan Praktik Pengasuhan dan Gizi Ibu dan Anak PENINGKATAN KAPASITAS SUMBERDAYA MANUSIA ■ Peningkatan Kapasitas Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten • Peningkatan Kapasitas tenaga Kesehatan di Puskesmas dan RS ■ Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa • Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam percepatan penurunan stunting. PENINGKATAN KUALITAS PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN • Penilaian Kinerja Intervensi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Banten • Monitoring dan Evaluasi Terintegrasi di Provinsi Banten FOKUS PRIORITAS 2 TEMATIK PENANGANAN STUNTING ,;y ■ PILAR 4 .P pemanfaatan teknologi sebagaimana sesuai dengan Pilar ke 5 yaitu Penguatan dan Pengembangan Sistem, data, informasi, riset dan PENINGKATAN KUALITZ Peningkatan konvergensi Intervensi Spesifikdan Intervensi Sensitif di K/L, Pemerintah Provinsi, , Pemerintah Kab/kota, dan Pemerintah Desa Angka inflasi (%) 2,75% - 3,00%3,00%-3,50%5,08%Pengendalian Inflasi4 IndikatorSasaran TematikTemaNo. 2024 Base Line 2022 Terkendalinya angka inflasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Perkembangan Inflasi di Provinsi Banten dalam kurun waktu tahun 2021 -2023 cukup terjaga dan terkendali jika dibandingkan tabun ke tahun, namun pada 2022 laju inflasi mengalami kenaikan yang diakibatkan oleh pandemi covid 19, berdasarkan trend harga komoditas pangan per 3 juni 2023, tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun ketersediaan komoditas masih terjaga dan terkendali, seperti: bawang putih, cabai merah kriting, cabai rawit merah. Dalam struktur angka inflasi terdiri dari beberapa unsur; inti (core) inflasi, administrated price, volatile foods. Inti inflasi adalah komponen inflasi yang cenderung stabil atau persisten (persistent component) dalam pergerakannya dan dipengaruhi faktor fundamental. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi inti meliputi: Interaksi permintaan-penawaran. Administrated price adalah inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya diatur pemerintah. Inflasi inti adalah komponen inflasi yang pergerakannya cenderung tetap (persisten). Sedangkan volatile food adalah Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan Target 2023 3.3.4. Pengendalian Inflasi; Inflasi adalah Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dimana barang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat atau turunnya daya jual mata uang suatu negara, atau bisa dikatakan suatu keadaan yang ditimbulkan oleh tidak adanya keseimbangan antara permintaan akan barang-barang dan persediaan. Adanya perubahan Road Map Reformasi Birokrasi 2020- 2024 serta sesuai arahan Presiden bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi harus diarahkan agar berdampak pada pembangunan nasional yang mana salah satu sasaran yang tertuang dalam RPJMN tahun 2020-2024 adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi melalui pengendalian inflasi dengan perbaikan tata kelola pemerintahan. Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah Provinsi Banten memilih tema Pengendalian Inflasi, isu yang semakin penting untuk dikelola dengan baik. Berikut Tabel Penetapan Tema dan Target : Tabel. Inflasi Y on Y INFLASI y on y Nasional 4 —— Banten 4 5 4 3 3 Nasional ^—Banten —Serang —— Cilegon —Tangerang 4, 6, 5, 1, 2, 3, 3, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 7, 6, 5, 7, 7, 6, 5, 5, 4, 5, 5, 5, 5, 4, 5, 7, 6, 5, 5, 4, 4, 6, 6, 4, 4, 4, 5, 5, 3, 4, 4 2, 2, 2, 2, —Tangerang 1, —Serang —Cilegon 4, 4, 6, 5, 4, 4, 4 9,00 8,00 7,00 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00 2, 2, 3, 3, 4, 4, 1, 3, 3, 3, 4, 2, 3, 4, 4, 5, 2, 3, 4, 4, 5, JanFelMaApMejunJul4gtSe[£)kNo\DeslanFelMaApiVlei 2022 2023 seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun komoditas pangan internasional. Provinsi Banten dalam pengukuran struktur inflasi nasional, memiliki 4 (empat) daerah pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang. 4 (empat) Daerah yang menjadi Kota IHK, memiliki tingkat konsumsi masyarakatnya sangat tinggi dan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, baik pertumbuhan investasi industri, pariwisata, pendidikan, bisnis, perdagangan dan jasa serta lain lainnya. Selain itu Wilayah Banten, memiliki sumber daya alam, yang dikelola untuk produksi pertanian, perkebunan, perikanan, energy dan lain lain. Akan tetapi produksi terutama untuk beberapa komoditi sektor pertanian dan perkebunan belum mencukupi kebutuhan permintaan masyarakat rumah tangga, pemerintah maupun bisnis. Karenanya sebagai salah satu daerah konsumsi tertinggi, ketergantungan Provinsi Banten atas ketersediaan pasokan dari daerah atau wilayah sentra komoditi pertanian sangat tinggi atau pasokan dari importir untuk komoditi yang pengadaannya berbasis impor. 1,22BENSIN ROKOK KRETEK FILTER 0,23 SEWA RUMAH 0,22 ANGKUTAN ANTAR KOTA 0,21 BERAS 0,20 ANGKUTAN DALAM KOTA 0,12 UPAH ASISTEN RUMAH TANGGA 0,10 TELUR AYAM RAS 0,09 ROKOK PUTIH 0,09 TOMAT 0,07 BAWANG MERAH 0,04 SEWA RUMAH 0,03 TELUR AYAM RAS 0,03 UPAH ASISTEN RUMAH TANGGA 0,02 ROKOK KRETEK FILTER 0,02 BAWANG PUTIH 0,01 0,01PIR ANGGUR 0,01 0,01 PASTA GIG I 0,01 Andil Inflasi YoY, Mei 2023, Gabungan 3 Kota IHK W Andil Inflasi Bulan Mei 2023, Gabungan 3 Kota IHK s I POPOK BAYI SEKALI PAKAt/ DIAPERS Tabel. Inflasi Bulanan Provinsi Banten 1 2 3 BulanNo. No Identifikasi Masalah Berdasarkan Beta Jalan Pengendalian Inflasi Tahun 2022-2024 bahwa arah kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan di pemerintah daerah Provinsi Banten adalah dengan pendekatan 4K. Adapun Strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten, yaitu : Inflasi Bulanan di Provinsi Banten (Persen) 2021 2022 2023 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Belum optimalnya kinerja TPID Provinsi Banten Belum Optimalnya Pemantauan Harga Bahan Pokok Belum optimalnya kinerja Satgas Pangan 0.48 0.23 0.12 0.58 0.09 Januari Februari Ma ret April Mei Juni Juli______ Agustus September Oktober November Desember Sumber : BPS Provinsi Banten 0.34 0.25 0.05 0.17 0.23 -0.17 0.03 0.13 -0.10 0.09 0.19 0.69 0.69 0.08 1.04 0.97 0.19 0.65 0.28 -0.16 1.12 -0.12 -0.10 0.45 Pengendalian inflasi merupakan salah satu alternatif Upaya yang ditujukan untuk pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi pangan di daerahnya dari aspek tata Kelola pemerintahan. Pendekatan dilakukan melalui perbaikan perencanaan penganggaran, proses bisnis , SDM, IT, Inovasi dan pengawasan terhadap implementasi strategi 4K pengendalian inflasi di daerah. Dalam Pengendalian Inflasi Daerah khususnya sektor perdagangan, telah mengidentifikasi beberapa permasalahan dalam Inflasi, yaitu : Tabel. Stategi dan Upaya Konkrit Pemerintah Provinsi Banten - 1 c. a. 2 b. 3 a. a. b. 4 c. d. e. KegiatanNo. Strategi Keterjangkauan Harga ________________ Melaksanakan Operasi Pasar Murahz_____________ _________________________________ Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2023 Melaksanakan Gerakan Nasional BBI dan BBWI Strategi Ketersediaan Pasokan_______________ _____________________ Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen Kerja sama dengan daerah penghasil Komoditi untuk kelancaran Pasokan___________________________________ Merealisasikan BTT____________ _______________________ Optimalisasi Peran PKK _______________________________ Strategi Kelancaran Distribusi___________ __________________________ Dukungan Transportasi dari APBD______________________ Strategi Komunikasi Efektif Sinergi Program dan Kerjasama TPID Provinsi Banten, TPID Kabupaten Kota dan FQRKOPINDA_____________________ Melaksanakan Sidak ke Pasar dan Distributor agar tidak men ah an Barang________ _____________________________ Apel Deklarasi Polisi RW______ _________________________ Pengendalian Inflasi di Kabupaten dan Kota______________ Penangkapan Pelaku Tindak Kejahatan Penyalahgunaan Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Reformasi Birokrasi Tematik di Provinsi Banten c. d. a. b. Tabel. Framework Pengendalian Inflasi 1 Gerakan Menanam Merealisasikan BTT >—> Optimalisasi Reran PKK 4* 3.3.5. Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri. Untuk pemberdayaan industri dalam negeri, pemerintah perlu meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Hal tersebut perlu dukungan semua pihak, terutama dari perangkat hukum yang bersifat wajib. Oleh karenanya, beberapa peraturan telah diterbitkan dan mewajibkan penggunaan produk dalam negeri digunakan oleh Pemerintah Daerah. Pemerintah berharap untuk Melaksanakan Operasi Pasar Murah Kerja sama dengan daerah penghasil Komoditi untuk kelancaran Pasokan Dukungan Transportasi dariAPBD Terkendalinya angka inflasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Ik: Angka inflasi (%) Pengendalian Inflasi > di Kabupaten dan Kota Reformasi Birokrasi Tematik di Provinsi Melaksanakan Sidak ke Pasar dan Distributor agar tidak menahan Barang Optimalisasi pengawasan Satgas Pangan yang efektif dan “fisien (Pengawasan) _________ Terkendalinya Perekonomian Global yang Kondusif Ik: Nilal Tukar Rupiah Meningkatnya kinerja TPID Provinsi Banten iK: Persentase kinerja TPID Provinsi Banten Melaksanakan Gerakan Nasional BBI dan BBWI Terciptanya kondisi inflasi yang stabil berbasis kebijakan moneter yang berkualitas Ik: Jlndeks kualitas kebijakan bidang moneter Terkendalinya Laju Inflasi Ik: Angka Inflasi Optimalisasi penggunaan aplikasi tren harga komoditas pangan (inovasi, Penggunaan Teknologi Informasi, SDM) Terciptanya komponen bahan komoditas pangan strategis yang stabil (Volatile food) Ik: pengendalian Inflasi pangan daerah Meningkatnya pengawasan harga pangan di pasar iK: Persentase pengengalian harga pangan di pasar ---- ----ZZNi Meningkatnya kualitas aksesibilitas infromasi masyarakat terkait harga bahan pokok IK: Persentase pemanfaatan data harga bahan pokok Melaksanakan monitoring dan evaluasi program kerja • TPID secara efektif dan efisien (Perencanaan dan Penganggaran) Optimalisasi penggunaan aplikasi sihbapok (sistem informasi harga bahan pokok) (Inovasi) ■ Apel Deklarasi Polisi r> RW Penangkapan Pelaku Tindak Kejahatan Penyalahgunaan Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Realisasi Penyaluran > Bantuan Pangan Tahun 2023 Sinergi Program dan Kerjasama TPID L^J Provinsi Banten, TPID Kabupaten Kota dan FORKOPINDA Fasilitasi dukungan kegiatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui sinergitas dengan FORKOPIMDA, SATGAS KETAHANAN PANGAN (POLDA Banten, Korem 064 Maulana Yusuf, KEJATI Banten, Bl Banten, PT.ABM, BPS, BULOG dan program TPID Kabupaten/Kota (Perencanaan dan Penganggaran) I _ Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengendalian Inflasi 43,00%42,00%41,03% Base Line IndikatorSasaran TematikTemaNo. 20242022 Realisasi PDNNo. Realisasi PDN i i Tabel. Target Dan Realisasi Pdn Tahun 2023 Berdasarkan Aplikasi Katalog !• Presentase (%) Target PDN /Komitmeii Presentase (%) Target PDN /Komitmeii R encana Umum Pengadaan (RUJP) i i t Implementasi Program P3DN dinilai dapat memberikan ruang bagi industry nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional. Sedangkan, dalam aspek untuk mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, P3DN juga menjadi proteksi tambahan terhadap potensi pelemahan nilai tukar. Tabel. Target Dan Realisasi Pdn Tahun 2022 Berdasarkan Aplikasi Siwas Bpkp ___________ 3______________ 2.399.113.571.811 ___________ 3______________ 2.352.781.936.903 s 41,40 s 18,70 _______ 2_______________________ 5.287.621.984.804,00 4 993.331.373.082 ____________4____________ 440.072.266.315 _______ 2_______________________ 5.601.861.754.530,00 5 [Penggunaan PDN _ Rencana Umum Fengadaan Meningkatnya penggunaan [Produk Dalam Negeri Target 2023 proyek-proyek yang akan dilaksanakan dalam pengadaan barang/jasa, lebih banyak menggunakan bahan dan jasa dari dalam negeri. Untuk itu, maka penilaian penawaran peserta pengadaan barang/jasa tidak hanya dari segi teknis dan harga tapi juga dari tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dikandung oleh barang maupun jasa yang ditawarkan oleh penyedia. Adapun salah satu program penajaman Reformasi Birokrasi Tematik Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Percepatan PDN ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2022 bahwa diwajibkan bagi seluruh komponen pemerintahan untuk melakukan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Tujuan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Sebagai Berikut :
1.Meningkatakan penggunaan produksi dalam negeri;
2.Meningkatkan kesempatan kerja;
3.Meningkatkan utilisasi nasional yang pada akhirnya meningkatkkan efisiensi industry sehingga mampu bersaing di pasar dunia;
4.Penghematan devisa negara;
5.Mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri melalui pengoptimalan belanja pemerintah. Identifikasi Masalah P3DN
1.Belum diterapkannya TKDN pada tahapan pengadaan barang dan jasa di Provinsi Banten yang meliputi :