3.Instalasi Rawat Inap;
4.Instalasi Perawatan Intensif ICU NICU;
5.Instalasi Bedah Sentral;
6.Instalasi Forensik dan Medikolegal;
7.Instalasi Radiologi;
8.Instalasi Farmasi dan Gas Medik;
9.Instalasi Gizi;
10.Instalasi Laboratorium dan BRDS;
11.Instalasi Sterilisasi;
12.Instalasi Laundry;
13.Instalasi Humas dan Promkes;
14.Instalasi Asuransi JKN;
15.Instalasi K3RS dan MCU;
16.IPSRS;
17.IPAL dan Sanitasi; dan
18.Instalasi lainnya. 2.2.3. Jenis Pelayanan Unggulan
1.Pelayanan Operasi Retina;
2.Pelayanan Otak, Jantung, dan Pembuluh Terpadu;
3.Pelayanan Intensive Care Anak;
4.Pelayanan Digestive Terpadu; dan
5.Pelayanan Bedah Invasif Minimal. Selain 5 (lima) pelayanan tersebut di atas, RSUD Banten dapat juga melaksanakan pelayanan lainnya sesuai dengan Kebijakan Pemerintah. 2.3. Kinerja Pelayanan RSUD Banten Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi yaitu tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan. 2.3.1. Data Keadaan BOR,LOS,GDR,NDR
1.Bed Occupancy Ratio (BOR) adalah presentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Angka ini didefinisikan sebagai ratio hari ayanan rawat inapterhadap jumlah tempat tidur pada hari tersebut dan umumnya dinyatakan dalam persentase (%). Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60 – 85%. Berdasarkan evaluasi kegiatan rawat inap bulan Januari – Desember 2021, RSUD Banten memiliki nilai BOR 76,23% artinya rumah sakit masih memiliki peluang untuk menerima perawatan pasien dikarenakan masih ada tempat tidur yang tersedia.
2.Average Length Of Stay (ALOS) yaitu rata-rata lama dirawat seorang pasien yang memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan. Rata-rata lama tinggal mencerminkan rata- rata lama dirawat seorang pasien yang sudah pulang selama periode yang dihitung. Secara umum nilai AvLOS yang ideal antara 6-9 hari. Average Length Of Stay (AvLOS) RSUD Banten secara keseluruhan selama tahun 2021 adalah 4,76 hari atau berada pada rentang angka ideal yaitu 6-9 hari, hal ini menunjukkan bahwa di RSUD Banten pemanfaatan tempat tidur masih efisien dimana pasien tidak lama dalam perawatan.
3.Bed Turn Over (BTO) yaitu jumlah penggunaan rata-rata satu tempat tidur dalam satu periode. Angka ini menunjukkan efek bersih perubahan angka penggunaan tempat tidur dan lama dirawat, biasanya tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (dalam periode 1 tahun). Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi pada pemakaian tempat tidur, ideal dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Selama satu tahun yaitu tahun 2021, RSUD Banten memiliki nilai BTO 56, artinya selama tahun 2021 sebuah tempat tidur di RSUD Banten digunakan sebanyak 56 kali atau menggambarkan jumlah satu tempat tidur digunakan oleh 56 kali pasien secara bergantian.
4.Net Death Rate (NDR) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar, indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit, nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25/1000. Nilai NDR di RSUD Banten dari seluruh ruang rawat inap yang ada adalah sebesar 73,11/1000.
5.Gross Death Rate (GDR) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar, nilai GDR sebaiknya tidak lebih 45/1000 penderita keluar. GDR di RSUD Banten selama satu tahun menunjukkan angka 99,9/1000 penderita keluar. Berikut dijelaskan BOR, ALOS, BTO, GDR, NDR RSUD Banten sampai dengan bulan Desember Tahun 2021 dalam tabel 2.5. Tabel 2.4 Laporan Indikator Pelayanan RSUD Banten Tahun 2021 Indikator Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov Des TAHUNAN BOR (%) 96,68 74,11 81,68 71,00 60,59 85,11 96,57 70,04 60,68 64,79 64,07 81,97 76,23 ALOS (Hari) 7,8 5,9 5,7 4,6 4,1 4,5 6,4 5,1 4,0 3,8 4,1 2,7 4,76 BTO (Kali) 3,94 3,84 4,27 4,53 4,54 4,90 4,53 4,29 4,33 4,97 4,27 6,80 56,00 TOI (Hari) 0,3 1,9 1,3 1,9 2,7 0,9 0,2 2,2 2,7 2,2 2,5 0,8 2,06 NDR (/1000 Pasien Keluar) 13.735 9.623 13.060 20.382 19.829 13.738 7.234 8.423 19.500 26.207 13.625 20.052 73 GDR (/1000 Pasien Keluar) 10.516 7.526 10.203 12.375 12.618 9.859 6.559 6.989 12.278 12.667 8.720 15.104 100 2.3.2. Jumlah Pasien Rawat Inap Distribusi jumlah pasien Rawat Inap RSUD Banten Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021 dapat dijelaskan tabel sebagai berikut. Tabel 2.5 Distribusi Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Banten Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021 No JENIS KELAMIN Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah 1 LAKI-LAKI 304 203 257 223 233 358 259 223 235 259 340 372 3266 2 PEREMPUAN 319 253 333 363 380 451 391 321 344 369 439 533 4496 TOTAL 623 456 590 586 613 809 650 544 579 628 779 905 7762 Tabel 2.6 Distribusi Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Banten Berdasarkan Penjamin Tahun 2021 No Cara Bayar Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah 1 BPJS 115 91 132 153 165 169 81 159 176 192 289 320 2.042 2 SKTM 197 168 284 294 352 381 132 229 353 411 464 555 3.820 3 UMUM 5 3 9 7 7 5 6 7 7 6 17 13 92 4 JASA RAHARJA 6 5 9 6 11 8 2 7 7 12 7 13 93 5 UMUM COVID 300 189 156 126 78 246 429 142 36 7 2 4 1.715 TOTAL 623 456 590 586 613 809 650 544 579 628 779 905 7.762 Sumber laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 Gambar 2.1 115 91 132 153 165 169 81 159 176 192 289 320 197 168 284 294 352 381 132 229 353 411 464 555 5 3 9 7 7 5 6 7 7 6 17 136 5 9 6 11 8 2 7 7 12 7 13 300 189 156 126 78 246 429 142 36 7 2 4 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 550 600 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Banten Berdasarkan Penjamin Tahun 2021 1 BPJS 2 SKTM 3 UMUM 4 JASA RAHARJA 5 UMUM COVID 2.3.3. Kunjungan Pasien Rawat Jalan Jumlah kunjungan pasien rawat jalan RSUD Banten sampai dengan Bulan Desember 2021 berdasarkan jenis kelamin adalah :
1.Jumlah pasien laki-laki adalah 14.218 orang;
2.Jumlah pasien perempuan adalah 18.566 orang. Jadi total kunjungan pasien rawat jalan RSUD Banten dari bulan januari sampai dengan bulan Desember tahun 2021 berjumlah 32.784 orang. Tabel 2.7 Distribusi Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Banten Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021 No JENIS KELAMIN Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah 1 LAKI-LAKI 826 860 1051 1162 1051 1382 854 974 1241 1414 1680 1723 14218 2 PEREMPUAN 1160 965 1281 1398 1437 1706 945 1208 1706 1832 2418 2510 18566 TOTAL 1986 1825 2332 2560 2488 3088 1799 2182 2947 3246 4098 4233 32784 Sumber laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 Gambar 2.2 Tabel 2.8 Distribusi Jumlah Pasien Rawat Jalan RSUD Banten Berdasarkan Penjamin Tahun 2021 No Cara Bayar Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah 1 BPJS 798 794 936 1.028 1.046 1.308 686 899 1.260 1.298 1.663 1.797 13.513 2 SKTM 913 784 986 1.074 1.085 1.328 745 845 1.197 1.430 1.650 1.810 13.847 3 UMUM 272 238 405 450 347 441 333 335 463 491 764 601 5.140 4 JASA RAHARJA 3 9 5 8 10 11 21 15 15 23 21 25 166 5 UMUM COVID 0 0 0 0 0 0 14 88 12 4 0 0 118 TOTAL 1.986 1.825 2.332 2.560 2.488 3.088 1.799 2.182 2.947 3.246 4.098 4.233 32.784 Sumber: laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 0 1000 2000 3000 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 826 860 1051 1162 1051 1382 854 974 1241 1414 1680 1723 1160 965 1281 1398 1437 1706 945 1208 1706 1832 2418 2510 Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Banten Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021 1 LAKI-LAKI 2 PEREMPUAN Gambar 2.3 Tabel diatas menjelaskan bahwa terdapat peningkatan jumlah pasien rawat jalan dari setiap pasien jaminan, diketahui bahwa sampai dengan bulan Desember tahun 2021 terdapat jumlah pasien BPJS sebanyak 13.513 orang, pasien SKTM adalah 13.847 orang, jumlah pasien umum sebanyak 5.140 orang, pasien Jasa Raharja sebanyak 166 orang, dan jumlah pasien Umum Covid adalah 118 orang. 798 794 936 1,028 1,046 1,308 686 899 1,260 1,298 1,663 1,797 913 784 986 1,074 1,085 1,328 745 845 1,197 1,430 1,650 1,810 272 238 405 450 347 441 333 335 463 491 764 601 3 9 5 8 10 11 21 15 15 23 21 250 0 0 0 0 0 14 88 12 4 0 00 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600 1,700 1,800 1,900 2,000 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah Pasien Rawat Jalan RSUD Banten Berdasarkan Penjamin Tahun 2021 1 BPJS 2 SKTM 3 UMUM 4 JASA RAHARJA 5 UMUM COVID 2.3.4. Data Kunjungan Per Poliklinik Data kunjungan terbanyak adalah Poli Mata sebanyak 3.647 kunjungan, Poli Penyakit Dalam 3.523 kunjungan kemudian, kunjungan Poli Anak 2.505 kunjungan, kemudian Poli Kebidanan dan Kandungan sebanyak 2.355 kunjungan. Tabel 2.9 Kunjungan 10 Poliklinik Terbesar Di RSUD Banten Tahun 2021 No POLIKLINIK Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jumlah 1 POLI MATA 209 236 311 325 286 406 185 208 265 317 459 440 3647 2 POLI PENYAKIT DALAM 211 177 202 247 240 345 168 218 358 402 445 510 3523 3 POLI ANAK 167 125 178 200 247 277 153 185 216 199 270 288 2505 4 POLI KEBIDANAN & KANDUNGAN 160 150 157 206 239 242 116 140 223 222 245 255 2355 5 POLI JANTUNG 97 101 141 174 148 197 121 160 192 185 242 304 2062 6 REHABILITASI MEDIK 102 103 157 146 127 171 67 132 219 226 289 278 2017 7 POLI PARU 98 85 109 139 160 178 110 120 162 204 252 288 1905 8 POLI BEDAH DIGESTIVE 98 97 121 134 142 160 95 99 136 183 198 252 1715 9 POLI GIGI & MULUT 119 114 92 145 135 156 45 68 186 180 233 233 1706 10 POLI SYARAF 115 110 118 89 119 103 92 121 161 184 237 250 1699 Sumber: laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 2.3.5. Capaian Kinerja RSUD Banten Capaian Kinerja RSUD Banten dilihat berdasarkan kinerja disetiap pelayanan. Berikut disampaikan Trend Kunjungan pasien Rawat Jalan RSUD Banten Tahun 2017 – 2021. Gambar 2.4 Trend Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Banten Tahun 2017 – 2021 Sumber: laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 Tabel 2.10 Kunjungan pasien Rawat Jalan RSUD Banten berdasarkan poliklinik Tahun 2021 No POLIKLINIK Jumlah 1 POLI MATA 3647 2 POLI PENYAKIT DALAM 3523 3 POLI ANAK 2505 4 POLI KEBIDANAN & KANDUNGAN 2355 5 POLI JANTUNG 2062 6 REHABILITASI MEDIK 2017 7 POLI PARU 1905 8 POLI BEDAH DIGESTIVE 1715 9 POLI GIGI & MULUT 1706 10 POLI SYARAF 1699 11 POLI BEDAH UMUM 1505 12 LABORATORIUM 1422 13 POLI JIWA 1332 14 HEMODIALISA 1244 15 POLI THT 745 46256 47670 48409 21668 32784 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 2017 2018 2019 2020 2021 JUMLAH 16 ORTHOPEDI 676 17 BEDAH VASKULER 519 18 JANTUNG ANAK 453 19 POLI BEDAH SYARAF 420 20 MEDICAL CHECK UP 391 21 POLI KULIT & KELAMIN 296 22 RADIOLOGI 282 23 HYPERBARIK 164 24 POLI COVID 118 25 ANASTHESI 80 26 POLI GIZI 3 TOTAL 32.784 Sumber: laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten 2021 Tabel 2.11 JUMLAH PEMBEDAHAN DI RSUD BANTEN TAHUN 2021 No SPESIALIS KHUSUS BESAR SEDANG KECIL 1 Bedah 107 176 19 2 2 Obstetri & Ginekologi 39 570 328 1 3 Bedah Syaraf 121 4 0 0 4 THT 28 23 3 0 5 Mata 403 65 15 4 6 Kulit& Kelamin 0 0 0 0 7 Gigi & Mulut 17 16 5 0 8 Bedah Anak 0 0 0 0 9 Kardiovaskuler 60 57 108 1 10 Bedah Ortopedi 13 71 1 0 11 Thorak 0 0 0 0 12 Digestive 500 57 4 1 13 Urologi 0 0 0 0 14 Lain-Lain 4 2 14 52 TOTAL 1292 1041 497 61 Sumber: laporan rekam medik dan pelaporan RSUD Banten Tahun 2021 2.3.6. Gambaran Kinerja Keuangan Kinerja Aspek Keuangan RSUD Banten selama periode 2017 - 2021 dapat dilihat pada uraian berikut : Tabel 2.12 Realisasi Pendapatan RSUD Banten Tahun 2017 – 2021 No Tahun Pagu BLUD Realisasi Lebih (Kurang) % Realisasi 1 2017 Rp 45.000.000.000 Rp 39.578.403.652,00 Rp (5.421.596.348,00) 87,95% 2 2018 Rp 50.000.000.000 Rp 48.288.477.217,25 Rp (1.711.522.782,75) 96,58% 3 2019 Rp 50.000.000.000 Rp 53.481.001.112,26 Rp (3.481.001.112,26) 106,96% 4 2020 Rp 65.000.000.000 Rp 40.449.265.659,19 Rp (24.550.734.340,81) 62,23% 5 2021 Rp 40.000.000.000 Rp 136.580.559.473,29 Rp (24.550.734.340,81) 341,45% Sumber: laporan keuangan RSUD Banten, 2021 “BANTEN YANG MAJU, MANDIRI, SEJAHTERA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA”. Makna dan harapan yang terkandung dalam visi pembangunan Provinsi Banten tahun 2005-2025 tersebut adalah sebagai berikut: ▪ Maju dimaksudkan sebagai kondisi yang diharapkan bagi Provinsi Banten untuk termasuk dalam jajaran provinsi dengan - 291 - peringkat terbaik di Indonesia. Kondisi Provinsi Banten yang maju pada tahun 2025 ditandai dengan: kondisi sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi, angka harapan hidup yang lebih tinggi, laju pertumbuhan penduduk yang lebih kecil, kualitas pelayanan sosial yang lebih baik, struktur ekonomi berbasis industri dan pertanian yang tangguh, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, meningkatnya kualitas pelayanan publik, serta meningkatnya partisipasi masyarakat secara nyata dan aktif dalam segala aspek pembangunan. ▪ Mandiri dimaksudkan sebagai kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk menjadi ‘Maju’, dalam arti lain pencapaian kondisi mandiri ini akan menjadi faktor penentu bagi tercapainya kondisi maju. Kemandirian Provinsi Banten ini bukan dimaknai sebagai kemampuan Provinsi Banten untuk melakukan segala sesuatu tanpa ada bantuan dan dukungan dari pihak lain, tetapi yang dimaksud dengan kemandirian ini adalah kemampuan Provinsi Banten untuk mendahulukan dan memanfaatkan seoptimal mungkin seluruh potensi lokal yang dimiliki. Mandiri sebagai suatu kondisi yang diharapkan pada tahun 2025 ditandai dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan, ketersediaan dan pelayanan infrastruktur yang memadai, serta ketergantungan pembiayaan pembangunan pada potensi lokal yang semakin tinggi. ▪ Sejahtera dimaksudkan sebagai kondisi yang harus dipenuhi Provinsi Banten yang mandiri dan maju pada tahun 2025 yang merupakan refleksi dari terwujudnya masyarakat Banten sebagai masyarakat madani (civil society). Kondisi ini ditandai dengan: kualitas sumberdaya manusia yang tinggi, produktivitas daerah yang makin tinggi, kondisi sosial budaya yang kondusif, rendahnya tingkat kriminalitas, terjaganya ketentraman dan ketertiban umum, terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih, terwujudnya supremasi hukum, terpeliharanya budaya demokrasi, kondisi perekonomian yang stabil dan berdaya saing, kondisi infrastrukutur yang tingkat pelayanannya memadai dan berkualitas, terwujudnya sinergitas wilayah diseluruh Provinsi Banten, serta terciptanya kondisi lingkungan hidup yang asri, nyaman, dan berkelanjutan. Dalam Visi Provinsi Banten 2005-2025 terdapat 2 (dua) kalimat kunci yaitu ”Banten Mandiri, Maju, Sejahtera” serta ”Iman dan Taqwa”. Kalimat “Banten Mandiri, Maju, Sejahtera” adalah merupakan refleksi dari terwujudnya Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi termaju di Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, dalam RPJPD Provinsi Banten Tahun 2005–2025, dirumuskan 4 (empat) misi pembangunan daerah, yaitu :
1.Mewujudkan Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, Sehat dan Cerdas;
2.Mewujudkan Perekonomian yang Maju dan Berdaya Saing secara Merata dan Berkeadilan;
3.Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup yang Lestari; dan
4.Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Berwibawa. Misi yang sesuai dengan Rumah Sakit Umum Daerah Banten adalah adalah misi yang ke-1, yaitu: Mewujudkan Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia, Berbudaya, Sehat dan Cerdas, dengan sasaran daerah yaitu meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, dengan prioritas daerah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. 3.2 Perumusan Visi dan Misi RSUD Banten Berdasarkan isu strategi sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan Visi, Misi, Tujuan RSUD Banten untuk periode Tahun 2023 - 2026, dengan mengacu kepada visi dan misi dari Kepala Daerah yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Banten Tahun 2023-2026 (Peraturan Gubernur Banten Nomor 3 tahun 2022), yang selanjutnya menjadi dasar untuk menetapkan sasaran dilengkapi dengan kebijakan dan strateginya. 3.2.1. Visi Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang didalamnya berisi suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan. Visi dibangun melalui proses refleksi dan proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh seluruh komponen stakeholder. Visi RSUD Banten ditetapkan dengan memperhatikan visi kepala daerah yang ditetapkan yaitu : “Rumah Sakit yang Andal dan Terpercaya”. Rumah sakit yang andal mengandung arti sebagai rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi Banten yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang berstandar nasional dengan peralatan/fasilitas yang sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran, serta mampu menjadi rumah sakit pendidikan yang bertujuan memberikan kontribusi bagi pemenuhan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga medis di Provinsi Banten, dan Rumah sakit yang terpercaya mengandung arti bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat harus sesuai dengan standar nasional yang telah terakreditasi dan upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kualitas pelayanan yang akuntabel. 3.2.2. Misi RSUD Banten Adapun misi Rumah Sakit Umum Daerah Banten adalah sebagai berikut :
1.Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan;
2.Mengembangkan kompetensi SDM di seluruh lini rumah sakit;
3.Mengembangkan sarana prasarana rumah sakit sesuai standar rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan;
4.Memberikan pelayanan santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel;
5.Mendukung secara aktif program pemerintah di bidang kesehatan sesuai RPD Provinsi Banten. 3.2.3 Falsafah RSUD Banten “Pelayanan yang Menyenangkan Berfokus Kepada Pelanggan” 3.2.4 Nilai RSUD Banten “B – OPAL” B = Bangkit yaitu dalam bahasa serang artinya bisa yaitu RSUD Banten mampu melaksanakan tugas untuk mencapai hasil yang terbaik dan tidak mudah menyerah. O = Objektif yaitu memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat tanpa membedakan status dan golongan. P = Profesional yaitu menjalankan tugas sesuai aturan, keahlian, keterampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kode etik, mengerti dan memahami tugas pekerjaan dan bekerja cerdas. A = Atraktif yaitu memiliki strategi, kreativitas dan lebih inovatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Banten. L = Loyal yaitu patuh dan setia terhadap Visi dan Misi RSUBanten. 3.2.5 Motto RSUD Banten “Ramah dan Amanah” Tabel 3.1 Perumusan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan RSUD Banten VISI : RUMAH SAKIT YANG ANDAL DAN TERPERCAYA Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan MISI 1 : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Terwujudnya pelayanan yang berkualitas di RSUD Banten Adanya peningkatan kualitas pelayanan Upaya peningkatan mutu pelayanan Membangun budaya organisasi 1.1 Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi internal (kebijakan, pedoman, panduan dan SPO) 1.2 Mengevalusi kinerja pegawai 1.3 Standardisasi dengan penerapan Budaya kerja MISI 2 : Mengembangkan Kompetensi SDM di seluruh Lini Rumah Sakit Tersedianya SDM dengan keterampilan yang memadai,keilmuan sesuai perkembangan zaman, dan sikap perilaku yang sesuai dengan norma di masyarakat Adanya peningkatan kompetensi SDM sesuai standar profesi, santun dan berdaya saing tinggi Upaya peningkatan kompetensi SDM di semua lini pelayanan 1.1 Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan SDM sesuai bidang/ Profesi 1.2 Mengirimkan SDM untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dan diklat dibidang customer service 1.3 Melakukan Pemantauan Kompetensi dan kemampuan SDM yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. MISI 3 : Mengembangkan Sarana dan Prasarana RS sesuai standar Rumah Sakit Rujukan dan Rumah sakit Pendidikan
1.Tersedianya gedung yang menarik, bersih, asri dan dapat digunakan sesuai fungsinya sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan Adanya peningkatan standar kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pelayanan Upaya peningkatan sarana dan prasarana sebagai RS Rujukan dan Rumah Sakit Pendidikan 1.1 Penambahan bangunan dan ruangan sesuai dengan kebutuhan pelayanan. 1.2 Program pemeliharaan berkala terhadap sarana dan prasarana RS 1.3 Perluasan area RS
2.Terpenuhinya peralatan medis dan non medis yang sesuai standar RS Rujukan dan rumah sakit pendidikan Adanya peningkatan ketersediaan alat kesehatan/kedokteran dan non medis sesuai perkembangan perumah sakitan Upaya peningkatan penyediaan peralatan medis dan non medis 2.1 Menyusun perencananaan kebutuhan alat kesehatan medis dan non medis. 2.2 Melakukan pemeliharaan secara berkala untuk alat kesehatan medis dan non medis.
3.Meningkatnya kecepatan pelayanan dengan dukungan SIM RS Terselenggaranya sistem informasi yang terintegrasi Upaya peningkatan penyediaan sistem informasi sesuai perkembangan teknologi/IT 3.1 Penerapan sistem infromasi RS yang terintegrasi dalam mendukung kelancaran pelayanan disemua lini dengan membangun dan mengembangkan IT sesuai perkembangan teknologi RS. 3.2 Mengintegrasikan Aplikasi Sistem Informasi Eksternal dengan SIM RS4. Terwujudnya Program Pelayanan Unggulan Terlaksananya program pelayanan unggulan Pengembangan Program Pelayanan unggulan 4.1 Pengembangan Program pelayanan unggulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4.2 Strategic Marketing Plan untuk pelayanan unggulan RS MISI 4 : Memberikan Pelayanan santun, tepat waktu, transaparan dan akuntabel Terselenggaranya pelayanan yang santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel yang mampu memberikan kepuasan, kenyamanan dan kepercayaan pasien Terlaksananya pelayanan yang santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel Peningkatan penyediaan sistem informasi pelayanan dan keuangan serta peningkatan service exellent 1.1 Menerapkan regulasi tentang service exelent. 1.2 Melaksanakan survei kepuasan pasien. 1.3 Melaksanakan program patient safety. 1.4 Melaksanakan pemantauan dan operasional pelayanan. MISI 5 : Mendukung secara aktif program pemerintah di bidang kesehatan sesuai RPJMD Provinsi Banten Terlaksananya kewajiban RS dalam melaksanakan amanat RPJMD dalam upaya mendukung program nasional
1.Terlaksananya pelayanan obstetrik neonatal, emergency komperehensif (PONEK).
2.Terlaksananya pelayanan kasus TB
3.Terlaksananya pelayanan HIV -AIDS
4.Terlaksananya penggunaan antibiotic secara rasional
5.Terlaksanya pelayanan geriatri
1.Peningkatan pelayanan PONEK.
2.Peningkatan pelayanan TB
3.Peningkatan pelayanan HIV AIDS
4.Penggunaan Antibiotik Secara Rasional
5.Peningkatan pelayanan geriatri 1.1 Meningkatkan kompetensi SDM, fasilitas pelayanan PONEK dan meningkatkan kualitas sistem rujukan dalam rangka menurunkan angka kematian Ibu dan bayi di RS. 1.2 Meningkatkan program pelayanan TB di RSUD Banten. 1.3 Meningkatkan Program Pelayanan HIV AIDS 1.4 Meningkatkan Program Penggunaan Antibiotik secara Rasional 1.5 Meningkatkan Program Pelayanan Geriatri 3.3 Analisis Lingkungan Organisasi Analisis lingkungan organisasi RSUD Banten merupakan identifikasi dan pengukuran faktor yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan perencanaan strategi. Analisa lingkungan organisasi terdiri dari analisa internal dan analisa eksternal. Analisa internal merupakan kegiatan yang mengidentifikasi kelemahan- kelemahan (weakness) dan kekuatan-kekuatan (strenght) RSUD Banten, selain itu juga harus memperhatikan analisa eksternal yang terdiri dari ancaman-ancaman (threats) para pesaing serta peluang-peluang (opportunities) yang ada di pasar. Tujuan analisa lingkungan organisasi adalah menetapkan posisi RSUD Banten sebagai entitas usaha serta menetapkan strategi rumah sakit dalam mencapai visi dan misinya. Setelah strategi ditetapkan, selanjutnya diwujudkan dalam pelaksanaan rinci operasional, berupa program- program dan kegiatan. Berdasarkan analisis situasi yang ada, maka dapat dilakukan identifikasi faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang berpengaruh terhadap pencapaian visi RSUD Banten. Faktor tersebut adalah sebagai berikut: 3.3.1 Analisis Lingkungan Internal dengan Analisis SWOT Analisis lingkungan internal dengan menggunakan metode SWOT mendapatkan hasil sebagai berikut.
4.Faktor yang dinilai sebagai Kekuatan (Strength) Tabel berikut berisi tentang faktor internal yang dinilai sebagai Kekuatan (Strength) oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Masing-masing faktor kemudian diberi bobot dan rating sehingga nilai total aspek strength bisa dihitung. Tabel 3.2 Penilaian Faktor Internal sebagai Kekuatan (Strength) berdasarkan analisis SWOT, Desember 2021 No Variabel Internal sebagai Kekuatan (Strenght) Bobot Rating Bobor x Rating 1 Klasifikasi sebagai rumah sakit umum 0,02 3,23 0,08 No Variabel Internal sebagai Kekuatan (Strenght) Bobot Rating Bobor x Rating 2 Loyalitas dan komitmen tenaga medis (dokter) 0,02 3,27 0,08 3 Loyalitas dan komitmen karyawan/staf di rumah sakit 0,03 3,30 0,08 4 Pemenuhan standar fasilitas dan sarana prasarana rumah sakit (medik, keperawatan, penunjang, administratif, publik) 0,02 3,16 0,08 5 Inovasi pelayanan 0,02 3,04 0,07 6 Komitmen dan dukungan pemilik dan representatif pemilik terhadap manajemen rumah sakit 0,02 3,25 0,08 7 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit 0,02 3,25 0,08 8 Kelengkapan regulasi internal rumah sakit (kebijakan, pedoman, panduan, dan SPO) 0,02 3,21 0,08 9 Implementasi regulasi di rumah sakit 0,02 3,23 0,08 10 Pemenuhan standar SDM (jumlah, kompetensi) sesuai standar rumah sakit 0,02 3,14 0,08 11 Lokasi rumah sakit 0,03 3,26 0,08 12 Respon time pelayanan (secara umum) 0,02 3,18 0,08 13 Pemenuhan fasilitas peralatan medis terkini 0,02 3,07 0,07 14 Sistem jenjang karir di rumah sakit 0,02 3,04 0,07 15 Pengelolaan obat dan bahan habis pakai di rumah sakit 0,02 3,07 0,07 16 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (mass media, sosial media) dalam mendukung pelayanan 0,02 3,19 0,08 17 Audit eksternal (audit manajemen) 0,02 3,11 0,07 18 Program penjaminan mutu di Rumah Sakit 0,03 3,26 0,08 19 Program keselamatan pasien dan kesehatan kerja di rumah sakit 0,02 3,30 0,08 20 Tingkat profitabilitas / produktivitas (pencapaian target/program kerja) 0,02 3,14 0,08 21 Capaian sertifikat mutu (akreditasi) 0,03 3,35 0,09 22 Rencana dan program pemasaran (promkes) 0,02 3,09 0,07 23 Capaian indikator pelayanan (standar pelayanan minimal) rumah sakit 0,02 3,16 0,08 24 Kesempatan pelatihan penunjang kompetensi 0,02 3,09 0,07 No Variabel Internal sebagai Kekuatan (Strenght) Bobot Rating Bobor x Rating 25 Program customer relationship management 0,02 3,11 0,07 26 Manajemen piutang rumah sakit kepada pihak ketiga 0,02 2,98 0,07 27 Penataan budaya organisasi di rumah sakit 0,02 3,14 0,08 28 Budaya morning report dan audit medis di rumah sakit 0,02 3,07 0,07 29 Sistem pelayanan yang terpadu (terintegrasi) di rumah sakit 0,02 3,19 0,08 30 Memiliki sumber daya manusia potensial 0,03 4,00 0,12 31 Memiliki fasilitas dan sumber daya lain yang lengkap 0,03 4,00 0,12 32 Kerjasama dengan BPJS,Jasa Raharja,Asuransi) 0,03 4,00 0,12 SKOR Kekuatan (Strength) 2,59
2.Faktor internal yang dinilai sebagai kelemahan (Weakness) Tabel berikut berisi tentang faktor internal yang dinilai sebagai kelemahan (weakness) oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Masing-masing faktor kemudian diberi bobot dan rating sehingga nilai total aspek weakness bisa dihitung. Tabel 3.3 Penilaian Faktor Internal sebagai Kelemahan (Weakness) Berdasarkan Analisis SWOT, Desember 2021 No Deskripsi Variabel Internal sebagai Kelemahan (Weakness) Bobot Rating Bobor x Rating 1 Penelitian dan pengembangan ilmu terkini 0,02 -3 -0,07 2 Sistem Audit Internal yang dijalankan rumah sakit 0,03 -4 -0,12 3 Manajemen fasilitas di rumah sakit 0,02 -2 -0,03 4 Keajegan dalam menerapkan budaya kerja di tiap unit kerja 0,02 -2 -0,03 5 Kedisiplinan karyawan 0,03 -4 -0,12 6 Sistem monitoring dan evaluasi 0,03 -2 -0,06 7 Koordinasi dan Komunikasi di internal (inter/antar unit kerja) 0,02 -2 -0,03 8 Kemampuan customer service karyawan kepada pelanggan 0,02 -2 -0,03 10 Sistem reward dan remunerasi 0,03 -4 -0,12 SKOR Kelemahan (Weakness) -0,62 3.3.2 Analisis Lingkungan Eksternal dengan Analisis SWOT Berdasarkan analisis situasi yang ada, maka dapat dilakukan identifikasi faktoreksternal (peluang dan ancaman) yang berpengaruh terhadap pencapaian visi RSUD Banten. Faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1.Faktor eksternal yang dinilai sebagai peluang (Opportunity) Tabel berikut berisi tentang faktor eksternal yang dinilai sebagai peluang (opportunity) oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Masing-masing faktor kemudian diberi bobot dan rating sehingga nilai total aspek opportunity bisa dihitung. Tabel 3.4 Penilaian Faktor Eksternal sebagai Peluang (Opportunity) berdasarkan Analisis SWOT, Desember 2021 No Deskripsi Variabel Eksternal sebagai Peluang (OPPORTUNITY) Bobot Rating Bobor x Rating 1 Peraturan perundangan tentang pelayanan kesehatan 0,04 3,19 0,12 2 Kemampuan masyarakat membayar pelayanan kesehatan (Ability to Pay) 0,04 3,07 0,11 3 Kemauan masyarakat membayar pelayanan kesehatan (Willingnes to Pay) 0,04 3,07 0,11 4 Modernisasi teknologi kedokteran yang relatif cepat dan mahal 0,04 2,98 0,11 5 Tuntutan masyarakat terhadap mutu dan keselamatan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan 0,04 3,09 0,11 6 Kecenderungan masyarakat menggunakan Asuransi Kesehatan 0,04 3,02 0,11 7 Kecenderungan masyarakat menggunakan BPJS Kesehatan 0,04 3,13 0,11 8 Kualitas pelayanan kesehatan 0,04 3,07 0,11 9 Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan (health belief) 0,04 3,04 0,11 10 Popularitas RSUD Banten di Kota dan luar provinsi Banten 0,04 3,27 0,13 11 Kenaikan Upah Minimum (UMR/UMK) tiap tahun 0,04 3,07 0,11 12 Pengetahuan pengguna tentang produk unggulan RSUD Banten 0,04 3,14 0,12 13 Kewajiban akreditasi dan perijinan bagi rumah sakit 0,04 3,30 0,13 14 Lokasi RSUD Banten 0,04 3,19 0,12 No Deskripsi Variabel Eksternal sebagai Peluang (OPPORTUNITY) Bobot Rating Bobor x Rating 15 Supply SDM perumahsakitan yang berkualitas 0,04 3,21 0,12 16 Tingkat loyalitas pasien (kunjungan dengan kasus baru) 0,04 3,12 0,12 17 Sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia menuju pada model pengalihan risiko kesehatan (penggunaan sistem asuransi) 0,04 3,09 0,12 18 Pengembangan hospital tourism 0,04 3,00 0,11 19 Pembayaran pelayanan dengan e- money (digital) 0,05 4,00 0,19 SKOR Peluang (Opportunity) 2,30
2.Faktor eksternal yang dinilai sebagai tantangan (Threat) Tabel berikut berisi tentang faktor eksternal yang dinilai sebagai tantangan (threat) oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Masing-masing faktor kemudian diberi bobot dan rating sehingga nilai total aspek threats bisa dihitung. Tabel 3.5 Penilaian Faktor Eksternal sebagai Tantangan (Threat) berdasarkan analisis SWOT, Desember 2021 No Deskripsi Variabel Eksternal Sebagai Tantangan (THREAT) Bobot Rating Bobor x Rating 1 Jumlah Kompetitor pemberi pelayanan kesehatan di Provinsi Banten 0,08 -6,00 -0,24 2 Kualitas (fasilitas, SDM, produk) Kompetitor pemberi pelayanan kesehatan di Provinsi Banten 0,04 -3,00 -0,11 3 Harga (Price) produk pelayanan yang ditawarkan kompetitor 0,04 -3,00 -0,11 4 Terbukanya akses yang lebar untuk berdirinya RS baru 0,04 -3,00 -0,11 5 Risiko piutang pada kondisi ekonomi labil 0,04 -3,00 -0,11 6 Paradigma masyarakat terhadap Biaya pengobatan yang mahal 0,02 -2,00 -0,05 7 Kecenderungan masyarakat menengah ke atas (elit) Provinsi Banten membeli pelayanan kesehatan di Kota besar 0,04 -2,91 -0,10 8 Masih tingginya Angka Kematian akibat penyakit degeneratif 0,03 -2,86 -0,10 SKOR Tantangan (Threat) -0,80 3.1.2 Analisis Matriks dan Strategi Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.Kekuatan (Strength) mendapat nilai (2,59)
2.Kelemahan (Weakness) mendapat nilai (-0,62)
3.Peluang (Opportunities) mendapat nilai (2,30)
4.Tantangan (Threats) mendapat nilai (-0,80) Berdasarkan hasil analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan, maka posisi Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam diagram SWOT adalah sebegai berikut: COMPETITIVE POSTURE = O (Opportunity) + T (Threat) = 2,30 + (-0,80) = 1,50 STRENGTH POSTURE = S (Strength) + W (Weakness) = 2,59 + (-0,62) = 1,97 POSISI = SO Berdasarkan perhitungan tersebut, posisi Rumah Sakit Umum Daerah Banten berada di kuadran I (SO). Artinya menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal. Lebih jelasnya dapat digambarkan pada diagram berikut. Gambar 3.1. Posisi Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam Diagram SWOT -3 -2.5 -2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 -3 -2.5 -2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 T Series1 O SW O SW O SW Berdasarkan gambar 3.1, dapat dilihat bahwa posisi Rumah Sakit Umum Daerah Banten berada pada kuadran S – O dengan koordinat (1,97 ; 1,5). Berdasarkan koordinat ini diketahui bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Banten memiliki kekuatan dan peluang yang relatif besar. Posisi inilah yang akan menentukan grand strategy (Strategi Utama) yang harus dipilih oleh Rumah Sakit Umum Daerah Banten. 3.1.3 Penentuan Strategi berdasarkan Analisis SWOT Berdasarkan hasil analisis SWOT yang terletak di kuadran I (S-O). Maka pilihan strategi yang dijalankan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Banten adalah strategi AGRESIF dan Strategi PERTUMBUHAN. Strategi AGRESIF tersebut terdiri dari:
1.Menambah produk atau pelayanan baru, namun masih terkait usahanya (Related Diversification), sehingga yang dapat dilakukan adalah menambah jenis pelayanan.
2.Kemitraan (Aliansi) dengan organisasi yang lebih kuat (Vertical Integration).
3.Upaya memperkenalkan produk atau pelayanan yang ada ke wilayah geografis baru/segmentasi pasar yang baru (Market Development) sehingga yang dapat dilakukan adalah berusaha menarik pelanggan tingkat eknonomi menengah ke atas dan mengembangkan cakupan yang saat ini di jalankan.
4.Meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk atau jenis pelayanan yang sudah ada (Product Development).
5.Meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau pelayanan yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaran yang gencar (Market Penetration) sehingga yang dapat dilakukan adalah membangun Link yang berkaitan dengan rumah sakit, marketing harus sangat gencar baik offline & online. Sedangkan strategi pertumbuhan terdiri dari:
1.Differentiation Strategy adalah suatu strategi dimana organisasi berusaha meningkatkan keunggulan kompetitifnya dengan menciptakan perbedaan antara produk/pelayanan dari rumah sakit dengan produk/pelayanan dari kompetitor.
2.Cost Leadership Strategy adalah suatu strategi dimana rumah sakit berusaha meningkatkan keunggulan kompetitifnya dengan memperhitungan unit cost dan sistem pentarifan.
3.Segmentation Strategy adalah suatu strategi yang meningkatkan keunggulan kompetitif dengan menerapkan kedua strategi sebelumnya bukan pada pasar secara umum, namun untuk segmen pasar yang lebih kecil dan spesifik. 4.1 Asumsi Yang Digunakan Beberapa asumsi yang digunakan untuk menyusun perencanaan strategis jangka panjang (Tahun 2023 – 2026) adalah sebagai berikut:
1.Perubahan pembiayaan kesehatan dari system out of pocket menjadi asuransi (Jaminan Kesehatan Nasional).
2.Angka BOR di Provinsi Banten cenderung meningkat.
3.Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama.
4.Jumlah rumah sakit di Provinsi Banten meningkat.
5.Penduduk di Provinsi Banten di dominasi oleh usia produktif.
6.Tingkat inflasi nasional tahun kalender (Januari– Januari) 2022 sebesar 0,56% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2022 terhadap Januari 2021) sebesar 2,18%.
7.Kurs rupiah terhadap dolar sekitar Rp. 14.285. 4.2 Strategi Utama dan Kebijakan Dasar Berdasarkan hasil analisis penentuan posisi, dipilih Grand Strategy (Strategi Utama) yaitu: “AGRESIF”. Untuk mendukung pilihan strategi tersebut ditetapkanlah kebijakan dasar Rumah Sakit Umum Daerah Banten sebagai berikut:
1.Standarisasi dan Penjaminan Mutu.
2.Pemantapan Sumber Daya Manusia dan nilai dasar dalam membangun budaya kerja.
3.Pemantapan pengendalian internal organisasi.
4.Pemantapan strategi bisnis, dalam bentuk diferensiasi pelayanan, aliansi strategis, dan captive market.
5.Pengembangan fasilitas dan pelayanan.
6.Pengembangan sistem organisasi dan manajemen strategi.
7.Menjalin hubungan Kerjasama/Kemitraan dengan lembaga lain. 4.3 Faktor Kunci Keberhasilan:
1.Lengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan standar dan rencana rumah sakit dan mengikuti aturan yang berlaku.
2.Berikan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis dan pelayanan penunjang non medis yang prima yang berorientasi pada mutu, keselamatan dan kepuasan pelanggan.
3.Melaksanakan program kerja untuk mewujudkan rumah sakit yang terstandarisasi.
4.Tingkatkan promosi dan edukasi kesehatan serta pelaksanaan sistem informasi manajemen rumah sakit yang berbasis teknologi informasi.
5.Tingkatkan kompetensi SDM di segala bidang.
6.Laksanakan aliansi stratejik dengan rumah sakit dan organisasi lain. 4.4 Sasaran Strategis Salah satu alat yang dapat digunakan manajemen untuk mengukur kinerja organisasi adalah dengan menggunakan Balanced Score Card (BSC) yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton. BSC merupakan salah satu alat atau metode yang tidak hanya dapat mengukur kinerja organisasi atau perusahaan tapi juga dapat digunakan oleh manajemen sebagai metode penyusunan strategi agar dapat mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan asumsi yang digunakan, strategi utama dan kebijakan dasar, disusunlah sasaran strategis yang akan dicapai Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam tahun 2023-2026. sasaran strategis tersebut disusun berdasarkan 4 (empat) dimensi (perspektif) manajemen sesuai dengan metode Balance Scorecard (BSC) yaitu:
1.Perspektif Keuangan Sasaran strategis yang akan dicapai Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam perspektif keuangan adalah peningkatan pendapatan, peningkatan modal kerja RS, dan manajemen keuangan RS.
2.Perspektif Pelanggan Sasaran strategis yang akan dicapai Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam perspektif pelanggan adalah kemitraan, pengelolaan pelanggan RS, pengelolaan kemitraan dan peningkatan Captive Market RS, dan peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
3.Perspektif Proses Bisnis Internal Sasaran strategis yang akan dicapai Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam perspektif proses bisnis internal adalah pengembangan dan inovasi pelayanan, terwujudnya pemberian layanan prima yang berorientasi pada pelanggan untuk mewujudkan reformasi birokrasi bersih melayani dan mengembangkan pelayanan dan program inovasi.
4.Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sasaran strategis yang akan dicapai Rumah Sakit Umum Daerah Banten dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah terciptanya SDM Profesional dan terciptanya budaya kerja berdasar nilai dasar rumah sakit. 4.5 Rencana Pengembangan RSUD Banten Tahun 2023 - Tahun 2026 Berikut disampaikan rencana pengembangan RSUD Banten Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2026. Tabel 4.1 Rencana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Banten Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2026 No. Rencana Pengembangan 2023 2024 2025 2026 1 2 3 4 1 Pengembangan SDM 2 Penambahan fasilitas 3 Penambahan sarana 4 Pengembangan standarisasi pelayanan melalui akreditasi termasuk perencanaan perbaikan strategis No. Rencana Pengembangan 2023 2024 2025 2026 1 2 3 4 5 Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit Pengembangan Pelayanan 1 Pengembangan Pelayanan hemodialisis 2 Rumah Sakit Pendidikan 3 Pengembangan pelayanan Cathlab 4 Rumah sakit rujukan regional 5 Pelayanan telemedicine 6 Pengembangan Pelayanan Laboratorium Mikrobiologi 7 Pengembangan pelayanan Kemoterapi 8 Pengembangan pelayanan laparoskopi 9 Pengembangan Pelayanan Hyperbaric 10 Pengembangan Hospital Tourism 11 Pengembangan Center Pendidikan dan Pelatihan sebagai Unit Bisnis RSUD 12 Pengembangan Pelayanan Laboratorium Patologi Anatomi 13 Pengembangan pelayanan Terpadu Klinik Forensik dan medicolegal (One Stop Service) 14 Pengembangan Pelayanan Radiologi Intervensi 15 Pengembangan Pelayanan Mata Sehingga berdasarkan sasaran strategis dan rencana pengembangan di tiap tahun berikut disampaikan Strategic map Rumah Sakit Umum Daerah Banten dapat dijabarkan sebagai berikut: 4.6 Strategic Map dan Program Strategi RSUD Banten Tahun 2023 - Tahun 2026 Penjabaran dari strategic map RSUD Banten berdasarkan kerangka BSC dijelaskan sebagai berikut.
1.Strategic map program strategi pada perspektif keuangan RSUD Banten Tabel 4.2 Strategic map program strategi pada perspektif keuangan RSUD Banten tahun 2023 - 2026 SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Peningkatan Profitabilitas Optimalisasi pendapatan Optimalisasi kegiatan pemasaran internal Peningkatan pendapatan 10 – 15% Peningkatan produktivitas 10 - 15% Pertumbuhan omset 5 – 10% per tahun Review unit cost dan sistem pentarifan di RSUD Banten Peningkatan produktivitas dan pendapatan unit bisnis Efiensi biaya dengan tidak mempengaruhi kualitas pelayanan dengan menerapkan cost control pada sumber-sumber revenue dan cost unit SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Pengendalian Biaya (Cost Containment) Efektifitas dan efisiensi penggunaan sarana Efisiensi biaya 10 – 15% per tahun Optimalisasi sarana dan prasarana meningkat 10% per tahun Efektifitas pengadaan barang 90% Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Sarana Manajemen biaya Peningkatan Modal Kerja Utilisasi Aset RS Optimalisasi aset Optimalisasi pembangunan lahan yang dimiliki RS 50% sampai tahun 2026 Pengembangan Aset RS 30% sampai tahun 2026 Peningkatan Rasio Keuangan RS menuju standar tahun 2026 Optimalisasi aset
2.Strategic map program strategi pada perspektif pelanggan RSUD Banten Tabel 4.3 Strategic map program strategi pada perspektif pelanggan RSUD Banten tahun 2023 - 2026 SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Meningkatnya kualitas hubungan dengan pelanggan Loyalitas Customer Pelaksanaan CRM Terselenggaranya surveI pelanggan 1 tahun 2 kali untuk mengukur IKM Bertahannya pelanggan lama 60-80 % per tahun Implementasi Pengelolaan Pelanggan Manajemen complain di RSUD Banten Pengelolaan kemitraan dan peningkatan Captive Market RS Peningkatan Pengelolaan pelanggan RS Kemitraan dengan organisasi lain 60% pengguna RS adalah peserta BPJS Kesehatan 30% pengguna SKTM 10% peserta asuransi & instansi serta umum Peningkatan Perjanjian Kerjasama baru 2 perjanjian dalam 1 tahun Bertambahnya pelanggan baru 20 - 40% per tahun Kemitraan dengan organisasi lain Pemasaran internal dan eksternal (adanya program promosi dan edukasi di RSUD Banten) SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan Peningkatan kepuasan pasien Pengukuran kepuasan pasien secara berkala >80% pasien puas Meningkatnya reliabilitas waktu pelayanan Pengukuran kepuasan pasien secara berkala Pengendalian respon time pelayanan
3.Strategic map program strategi pada perspektif bisnis internal RSUD Banten Tabel 4.4 Strategic map program strategi pada perspektif bisnis internal RSUD Banten tahun 2023 - 2026 SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Optimalisasi dan standarisasi layanan prima Standarisasi layanan prima Penyediaan Fasilitas Standarisasi Pelayanan, Sarana dan Infrastruktur RS 100% unit kerja memiliki Regulasi Pelayanan Prima sampai dengan 2022 100% unit kerja memiliki SPM pada tahun 2022 dan dijalankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan 100%Kelengkapan Sarana Standarisasi Pelayanan, Sarana dan Infrastruktur RS Implementasi dan pengukuran SPM secara berkala Pengadaan sarana dan prasarana RS SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Peningkatan mutu dan kualitas layanan Ketersediaan SIM Terpadu Prasarana RS disesuaikan dengan standar RS 100% alkes dan alat penunjang (medis dan non medis) dilakukan kalibrasi dan pemeliharaan berkala Adanya Follow up Perencanaan Perbaikan Strategis dan Re-Akreditasi 100% kebutuhan informasi RS tersedia dalam SIM-RS pada Implementasi SIM_RS online efektif Pengadaan Alkes dan alat penunjang medis Program mutu dan kalibrasi Program pemeliharaan peralatan Program peningkatan mutu melalui akreditasi di RS Pengadaan dan Implementasi SIMRS secara terintegrasi Mengembangkan pelayanan dan program inovasi Pengembangan pelayanan unggulan dan program inovasi Adanya pengembangan pelayanan dan penambahan layanan baru Adanya minimal 1 pengembangan pelayanan tiap tahun Adanya 1 penambahan unit bisnis baru dalam empat tahun Upaya mengembangkan pelayanan Merealisasiakn tambahan unit bisnis baru 1 dalam empat tahun SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Penyusunan program inovasi di rumah sakit Adanya program inovasi di rumah sakit minimal 1 di tiap tahun Program inovasi di Bidang, Bagian dan Instalasi/Unit Kerja
4.Strategic map program strategi pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran RSUD Banten Tabel 4.5 Strategic map program strategi pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran RSUD Banten tahun 2023 – 2026 SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Terciptanya SDM profesional Peningkatan Kompetensi SDM Penataan standar kompetensi SDM 100% karyawan memenuhi standar kompetensi Penataan standar kompetensi SDM Peningkatan komitmen SDM Peningkatan Kesejahteraan SDM Peningkatan 50% Kepuasan Kerja SDM Turn over SDM 3% per tahun Peningkatan Kesejahteraan SDM melalui penataan reward dan remunerasi Program retensi SDM di RS SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL (LAG INDICATORS) TARGET (LEAD INDICATORS) INISIATIF STRATEGIS PROGRAM STRATEGI Tercapainya Budaya berdasar Nilai Dasar Pemantapan Nilai Dasar menjadi Budaya Organisasi Pemantapan organisasi melalui Capacity Building SDM RS yang berbasis nilai dasar Peningkatan kinerja SDM 20 % pada Disiplin kerja SDM mencapai 90% Pemantapan organisasi melalui Capacity Building SDM RS yang berbasis nilai dasar Strategic Map Renstra di RSUD Banten tahun 2023 – 2026 VISI Visi RSU Banten ditetapkan dengan memperhatikan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang ditetapkan yaitu : “Rumah Sakit yang Andal dan Terpercaya”. MISI
1.Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan;
2.Mengembangkan kompetensi SDM di seluruh lini rumah sakit;
3.Mengembangkan sarana prasarana rumah sakit sesuai standar rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan;
4.Memberikan pelayanan santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel;
5.Mendukung secara aktif program pemerintah di bidang kesehatan sesuai RPJMD Provinsi Banten. FALSAFAH “Pelayanan yang Menyenangkan Berfokus Kepada Pelanggan” NILAI “B – OPAL” (Bangkit, Objektif, Profesional, Atraktif, Loyal) MOTTO Ramah dan Amanah PERSPEKTIF DALAM BSC SASARAN STRATEGIS UKURAN HASIL INISIATIF STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM RS Perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan Terciptanya SDM profesional Meningkatnya kompetensi SDM sesuai standar profesi, santun dan berdaya saing tinggi Peningkatan Kompetensi SDM di semua Lini Pelayanan
1.Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan SDM sesuai bidang/Profesi
2.Mengirimkan SDM untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dan diklat dibidang customer service TUJUAN
1.Meningkatnya kualitas Pelayanan di RSUD Banten.
2.Tersedianya SDM dengan keterampilan yang memadai,keilmuan sesuai perkembangan zaman, dan sikap perilaku yang sesuai dengan norma di masyarakat.
3.Tersedianya gedung yang menarik, bersih, asri dan dapat digunakan sesuai fungsinya sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan.
4.Terpenuhinya peralatan medis dan non medis yang sesuai standar rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan.
5.Meningkatkan kecepatan pelayanan dengan dukungan SIM RS.
6.Terwujudnya program pelayanan unggulan.
7.Terselenggaranya pelayanan yang santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel yang mampu memberikan kepuasan, kenyamanan dan kepercayaan pasien.
8.Terlaksananya kewajiban RS dalam melaksanakan amanat RPJMD dalam upaya mendukung program nasional
3.Melakukan Pemantauan Kompetensi dan kemampuan SDM yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Terciptanya SIM RS yang tersitegrasi Terselenggaranya system informasi yang terintegrasi Peningkatan penyediaan sistem informasi sesuai perkembangan teknologi/IT
1.Penerapan sistem infromasi RS yang terintegrasi dalam mendukung kelancaran pelayanan disemua lini dengan membangun dan mengembangkan IT sesuai perkembangan teknologi RS.
2.Mengintegrasikan Aplikasi Sistem Informasi Eksternal dengan SIM RS Tercapainya Budaya berdasar Nilai Dasar Pemantapan Nilai Dasar menjadi Budaya Organisasi Membangun budaya organisasi
1.Peningkatan kinerja SDM 20%
2.Disiplin kerja SDM mencapai 90%
1.Pemantapan organisasi melalui Capacity Building SDM RS yang berbasis nilai dasar
2.Standardisasi dengan penerapan Budaya kerja Perspektif Proses Bisnis Internal Optimalisasi dan standarisasi layanan prima Meningkatkan kualitas pelayanan Peningkatan mutu pelayanan
1.Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi internal (kebijakan, pedoman, panduan dan SPO)
2.Mengevalusi kinerja pegawai Meningkatnya standar kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pelayanan Peningkatan sarana dan prasarana sebagai RS Rujukan dan Rumah Sakit Pendidikan
1.Penambahan bangunan dan ruangan sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
2.Program maintenance berkala terhadap sarana dan prasarana RS
3.Perluasan area RS Meningkatnya ketersediaan alat kesehatan/kedokter an dan non medis sesuai perkembangan perumah sakitan Peningkatan penyediaan peralatan medis dan non medis
1.Menyusun perencananaan kebutuhan alat kesehatan medis dan non medis.
2.Melakukan pemeliharaan secara berkala untuk alat kesehatan medis dan non medis. Mengembangkan pelayanan dan program inovasi Terlaksananya program pelayanan unggulan Pengembangan Program Pelayanan unggulan:
1.Adanya minimal 1 pengembangan pelayanan tiap tahun
2.Adanya 1 penambahan unit bisnis baru dalam empat tahun
3.Adanya program inovasi di rumah sakit minimal 1 di tiap tahun
1.Pengembangan Program pelayanan unggulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
2.Strategic Marketing Plan untuk pelayanan unggulan RS Terlaksananya program nasional yang terdiri dari:
1.Pelayanan obstetrik neonatal, emergency
1.Peningkatan pelayanan PONEK.
1.Fasilitas pelayanan PONEK dan meningkatkan kualitas sistem rujukan dalam rangka menurunkan angka kematian Ibu dan bayi di RS. komperehensif (PONEK).
2.Pelayanan kasus TB
3.Pelayanan HIV - AIDS
4.Penggunaan antibiotik secara rasional
5.Pelayanan geriatri
2.Peningkatan pelayanan TB
3.Peningkatan pelayanan HIV AIDS
4.Penggunaan Antibiotik Secara Rasional
5.Peningkatan pelayanan geriatri
2.Meningkatkan program pelayanan TB di RSUD Banten.
3.Meningkatkan Program Pelayanan HIV AIDS
4.Meningkatkan Program Penggunaan Antibiotik secara Rasional
5.Meningkatkan Program Pelayanan Geriatri Perspektif Pelanggan Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan Terlaksananya pelayanan yang santun, tepat waktu, transparan dan akuntabel Peningkatan penyediaan sistem informasi pelayanan dan keuangan serta peningkatan service excellent. Terselenggaranya survey pelanggan 1 tahun 2 kali untuk mengukur IKM Bertahannya pelanggan lama 60-80 % per tahun
1.Menerapkan regulasi tentang service excellence.
2.Melaksanakan survei kepuasan pasien.
3.Melaksanakan patient safety Melaksanakan pemantauan dan operasional pelayanan. Pengelolaan kemitraan dan peningkatan Captive Market RS Peningkatan Pengelolaan pelanggan RS Kemitraan dengan organisasi lain
1.60% pengguna RS adalah peserta BPJS Kesehatan
2.30% pengguna SKTM
3.10% peserta asuransi & instansi serta umum Kemitraan dengan organisasi lain
4.Peningkatan Perjanjian Kerjasama baru 2 perjanjian dalam 1 tahun
5.Bertambahnya pelanggan baru 20 - 40% per tahun Pemasaran internal dan eksternal (adanya program promosi dan edukasi di RSUD Banten) Perspektif Keuangan Peningkatan Profitabilitas Optimalisasi pendapatan
1.Peningkatan pendapatan 10 – 15%
2.Peningkatan produktivitas 10 - 15%
3.Pertumbuhan omset 5 – 10% per tahun
1.Review unit cost dan sistem pentarifan di RSUD Banten
2.Peningkatan produktivitas dan pendapatan unit bisnis
3.Efiensi biaya dengan tidak mempengaruhi kualitas pelayanan dengan menerapkan cost control pada sumber-sumber revenue dan cost unit Pengendalian Biaya (Cost Containment)
1.Efisiensi biaya 10 – 15% per tahun
2.Optimalisasi sarana dan prasarana meningkat 10% per tahun
3.Efektifitas pengadaan barang 90% Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Sarana Manajemen biaya Peningkatan Modal Kerja Utilisasi asset RS dan Optimalisasi aset
1.Optimalisasi pembangunan lahan yang dimiliki RS 50% sampai tahun 2025
2.Pengembangan Aset RS 30% sampai tahun 2025 Optimalisasi aset 4.7 Rencana Pengembangan dan Rencana Aksi (Strategic Action Plan) RSUD Banten tahun 2023 – 2026 Secara garis besar Renstra pengembangan pelayanan dikelompokkan menjadi 4 perspektif yaitu Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, serta Pertumbuhan dan Pembelajaran. Adapun uraian sebagai berikut :
1.Perspektif Keuangan Indikator pada perspektif Keuangan RSUD Banten Tahun 2023-2026
3.Peningkatan Rasio Keuangan RS menuju standar tahun 2025 TARGET Unit kerja/Instalasi TARGET Unit kerja/Instalasi TARGET Unit kerja/Instalasi TARGET Unit kerja/Instalasi/Tim/Komite PROGRAM KERJA & RKA UNIT KERJA/INSTALASI/TIM/KOMITE (dengan format program) Tabel 4.6 Target Pendapatan dan Pertumbuhan Pendapatan di RSUD Banten Tahun 2023 - 2026 No Indikator Keuangan Tahun 2023 Tahun 2024 Tahun 2025 Tahun 2026 1 Target Pendapatan (Rp) 130 M 150 M 170 M 190 M 2 Pertumbuhan Pendapatan (%) 15% 13% 12% 11%
2.Perspektif Pelanggan Perspektif Pelanggan dijabarkan dalam bentuk hasil kinerja RSUD Banten periode tahun 2023-2026 kedepan utamanya capaian terhadap standar pelayanan minimal (SPM) untuk setiap jenis pelayanan di RSUD Banten. Lebih jelasnya dijabarkan seperti dalam Tabel berikut ini. Tabel 4.7 Target Indikator Kinerja Standar Pelayanan Minimal di RSUD Banten Tahun 2023 – 2026 NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR STANDAR BATAS WAKTU PENCAPAIAN 2023 2024 2025 2026 1 Instalasi Gawat Darurat Kemampuan Menangani Life Saving Anak dan Dewasa 100 % 100% 100% 100% 100 % Jam Buka Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam 24 Jam NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR STANDAR BATAS WAKTU PENCAPAIAN 2023 2024 2025 2026 Pemberi Pelayanan Gawat Darurat Yang Bersertifikat Yang Masih Berlaku BLS/PPGD/GELS/ALS 100% 100% 100% 100% 100 % Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana Satu tim Satu tim Satu tim Satu tim Satu tim Waktu Tanggap Pelayanan Dokter di Gawat Darurat ≤ lima menit terlayani, setelah pasien datang ≤ 5 Menit ≤ 5 Menit ≤ 5 Menit ≤ 5 Menit Kepuasan Pasien ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61 Kematian Pasien < 8 Jam ≤ 2‰ (perseribu) 2‰ 2‰ 2‰ 2‰ Tidak Adanya Pasien Yang Diharuskan Membayar Uang Muka 100% 100% 100% 100% 100% 2 Rawat Jalan Dokter pemberi Pelayanan di Poliklinik Spesialis 100 % Dokter Spesialis 100 % Dokter Spesialis 100 % Dokter Spesialis 100 % Dokter Spesialis 100 % Dokter Spesialis Ketersediaan Pelayanan Klinik Anak Klinik Anak Klinik Anak Klinik Anak Klinik Anak Klinik Penyakit Dalam Klinik Penyakit Dalam Klinik Penyakit Dalam Klinik Penyakit Dalam Klinik Penyakit Dalam Klinik Kebidanan Klinik Kebidanan Klinik Kebidanan Klinik Kebidanan Klinik Kebidanan Klinik Bedah Klinik Bedah Klinik Bedah Klinik Bedah Klinik Bedah NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR STANDAR BATAS WAKTU PENCAPAIAN 2023 2024 2025 2026 Jam Buka Pelayanan 08.00 s/d 13.00 Setiap hari kerja kecuali Jumat : 08.00 - 11.00 07.30 s/d 14.00 Setiap Hari Kerja 07.30 s/d 14.00 Setiap Hari Kerja 07.30 s/d 14.00 Setiap Hari Kerja 07.30 s/d 14.00 Setiap Hari Kerja Waktu Tunggu di Rawat Jalan ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % ≥ 80 % Kepuasan Pelanggan ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61 ≥ 76,61