menetapkanPeraturanGubernurBengkulutentang PenetapanTargetKinerjaPenerimaanRetribusiDaerah ProvinsiBengkuluTahunAnggaran201 7; 1.Undang-UndangNomor9Tahun1967tentang PembentukanPropinsi Bengkulu(LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun1967Nomor19, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor2828); 2.Undang-UndangNomor28Tahun2009tentang PajakDaerahdanRetribusiDaerah(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2009Nomor130, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor5049); 3.Undang-UndangNomor12Tahun2011 tentang PembentukanPeraturanPerundang-Undangan (LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2011 .Nomor82,TambahanLembaranNegaraRepublik IndonesiaNomor5234) 4.Undang-UndangNomor23Tahun2014tentang PemerintahanDaerah(LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun2014Nomor244,Tambahan LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor5587), sebagaimanatelah diubah beberapakali,terakhir denganUndang-UndangNomor9 Tahun2015 tentangPerubahanKeduaAtasUndang-Undang Nomor23Tahun2014 tentang Pemerintahan Daerah(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun2015Nomor58, TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor5679); -------------------------------------- http://jdih.bengkuluprov.go.id 5.PeraturanPemerintahNomor20Tahun1969 tentangBerlakunyaUndang-UndangNomor9 Tahun1967danPelaksanaanPemerintahandi PropinsiBengkulu(LembaranNegaraRepublik IndonesiaTahun1968Nomor34,Tambahan LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor2854); 6.PeraturanPemerintahNomor58Tahun2005 tentangPengelolaanKeuanganDaerah(Lembaran NegaraRepublikIndonesiaTahun2005Nomor 140,TambahanLembaranNegaraRepublik IndonesiaNomor4578); 7.PeraturanPemerintahNomor69Tahun2010 tentangTataCaraPemberiandanPemanfaatan InsentifPemungutanPajakDaerahdanRetribusi Daerah(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun2010Nomor119TambahanLembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor5161); 8.PeraturanMenteriDalamNegeriNomor13Tahun 2006tentangPedomanPengelolaanKeuangan Daerah, sebagaimanatelahdiubahduakali terakhirdenganPeraturanMenteri DalamNegeri Nomor21Tahun2011ten tangPerubahanKedua AtasPeraturanMenteriDalamNegeriNomor13 Tahun2006tentangPedomanPengelolaan KeuanganDaerah(BeritaNegaraRepublik IndonesiaTahun2011Nomor310); 9.PeraturanMenteriDalamNegeri Nomor80Tahun 2015 tentangPembentukanProdukHukumDaerah (BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2015 Nomor2036); 10.PeraturanDaerahProvinsiBengkuluNomor2 Tahun2010tentangRetribusiJasaUsaha (LembaranDaerahProvinsiBengkuluTahun2010 Nomor2); 11.PeraturanDaerahProvinsiBengkuluNomor3 Tahun2010ten tangRetribusi Pelayanan KepelabuhandiProvinsiBengkulu(Lembaran DaerahProvinsiBengkuluTahun2010Nomor3);
12.PeraturanDaerahProvinsi BengkuluNomor9 Tahun2011 tentangRetribusiJasaUmum (LembaranDaerahProvinsi BengkuluTahun2011 Nomor9)sebagaimanatelahdiubahdengan PeraturanDaerahProvinsiBengkuluNomor4 Tahun2015ten tangPerubahan atasPeraturan Daerah ProvinsiBengkuluNomor9 Tahun2011 tentangRetribusiJasaUmum(LembaranDaerah Provinsi BengkuluTahun2015Nomor4);
13.PeraturanDaerahProvinsiBengkuluNomor10 Tahun2011 tentang RetribusiJasaUsaha (LembaranDaerahProvinsiBengkuluTahun2011 Nomor10); http://jdih.bengkuluprov.go.id
14.PeraturanDaerahProvinsiBengkuluNomor11 Tahun2011tentangRetribusi PerizinanTertentu (LembaranDaerahProvinsiBengkuluTahun2011 Nomor11); MEMUTUSKAN: PERATURANGUBERNURTENTANGPENETAPAN TARGETKINERJAPENERIMAANRETRIBUSIDAERAH PROVINS!BENGKULUTAHUNANGGARAN2017. BABI KETENTUANUMUM Pasal 1 DalamPeraturanGubernurini yang dimaksuddengan: 1.Daerah adalahProvinsiBengkulu. 2.PemerintahDaerah adalahGubernurdanPerangkat DaerahProvinsiBengkulusebagaiunsur penyelenggaraPemerintahDaerah. 3.GubernuradalahGubernurBengkulu. 4.RetribusiDaerahyang selanjutnyadisebutRetribusi adalahPungutanDaerahsebagaipembayaranatas jasaataupemberianizin tertentuyangkhusus disediakandan/ataudiberikanolehPemerintah Daerah untuk kepentinganorang pribadiataubadan. BABII TARGETKINERJAPENERIMAAN RETRIBUSI DAERAH TAHUNANGGARAN2017 Pasal 2 Pencapaiantargetkinerjapenerirnaan retribusidaerah tahun anggaran2017ditetapkansebagaiberikut: a.triwulanIsebesar16%(enambelaspersen). b.triwulanIIsebesar41%(empatpuluhsatupersen). c.triwulanIIIsebesar67%(enarn puluh tujuhpersen). d.triwulanIVsebesar100%(seratuspersen). BABIII PEMBIAYAAN