Undang-Unclang Nornor 21 Tahu n 2001 tcntans; O(0110111i Khu su» Bagi Provin si Papua (Lcrnbaran NC'gareJ I\epuhlik lnclonesin Tal urn :7001 Nornor 1:;r) Tarnba~ian l.crnbaran Negara 1~('PLlllljk Indonesia Nornor 4151) s('bag;:lImall~~ Lelah di.ibah dcngan Unrlang Undnnj, Nomor 35 Tahun 200$~ t(,ntang Pcnctapan Peraturm Pernerint ah Pengganti Undang-Undang Nomor 1Tahun 2008 t("1lIRIlP Pcrubal an At.aa Unc1ang- Undang Nornor 21 Tah lIll :)001 ten tang OJonorni Khu sus Bagi Provinsi P8PllR. Mcnjadi Undang-Unclnng (Lcrnbavan NrgCl"n Repub]~k Inc1oncs~a Tahun 2008 Nornor ] 12, Tambahan Lombaran NCg~I'H Republik indonesia Nomor 488·1) mcrupakan clasar pclaksanaan Otonorni Khusus Provinsi Papua Barat . Otonomi Khusus adalah kewcnarigan khusu« yang diakui dan dibcrikan kepada Provinsi PapuaBarat untuk mengatur dun mengur us kepcntingan masyarukat aetcmpat menu rut prakarsa, asptrasi clan hale-hal. dasar Orang Asli Papua Otr.nomi Khusus bagi Provir-ei Papua Barat pnda dasarnya adalah pernberian kewenangan yang lebih lu-is bagi rakyat Papua untuk mengatur dan mengurus diri sencliri didalarn kcrnrrgka Negara Kcsat uan Rcpu blik Indonesia. Keweriarigan yang lebih luas berart i pula tariggu ngjawab .vang lebih bcea r bagi Pcmerin tah Provinsi Papua Barat clan masyarakatnya IIntu k rnenyelcnggarn kan pemerintahan, molakaann kan pcmbangunan dan rncngclola kekayaan nlarn di Provinsi PrI]>UH B::HClt untuk scbcsar-besarnya bagi kernakmurnn rakyat Papua, sebagai bagia n dari rakyat Indonesia sesuai dengan kctentuan pcratu ra n perundnng-unclangan. Kcwcnangan Ill) berarti pula kcwcnangan untuk mernberdayakan potensi sosial hudaya clan perekonornian masvaraknt Papua, untuk itu prinsip-prinsip descn t ralisasi dan debirokrnt isasi, transparansi da J1 akuntabel menjadi sangat m.-ndnsat' untuk dilaksruiakan dalam penyelenggaraan pcmcrintahau dan pcngelolaan keuangan dacrah, kh usu snya pengeloJaan keuangan daerah ya nj; b,,'l"surnber dad dana otonomi kh u s'u s. Berdasarkan uraian tcrscbut, maka disusunlab pcdornan ternaug pengelolaan dana penerirnaan khusus dalam rangka Otonorni Khusus Provinsi Papua E'arat. yang mcngatur t ujuan , sasaran dan arah kcbijakan pcngelolaau, pengguuaau Dann Otonomi Khusus ynng besarnya setara dcngan 2(1) (dun persen) clari plafon Dana Alokasi Umurn Nasional, dan Dana Bagi Basil Minyak Burni dan Gas Alam (DBH Migan] serta Dana Tarnbahan dalam rangka pernbiayaan Pemhangunan Infras..truktur yang sebesar-besarnya untuk menjamin pemeriu hari hak-hak dasar Orang Ash Papua (OAP): un t.uk pendidikan , kcschatan , pernbcrclayaan ekonorni kr-rakya tari, pemenl.lh<'HJ infrastruktur dasar kampung, dan keberpihakanjafinnasi (lcmhaga keagamaan, lcmbnga masyarakat adal asli dan kelompok percmpuan). Scl::tin mcnjmnin pemenuhan hak-hak dasar dengan alokasi dana 2% (dll~1 persen) dali plafol1 Dana Alolmsi Ul1lllll1 Nasjonal, dana tamoahan infrRstruk1ur yang besamnnya ditetapkan antara Pcmerintah dpngcl1l IJPR bcrdasndmn usulan Pemerintah Provinsi Papua BH.rat untuk pcrccputHll pembangunr11 I in [rastruktur yang mengh IIbungkall seluruh 1<01a-kota pJ"ovin~;j, kabupau~n/kota, dlstTik atau pusHt-plisat penduduk lainn.va haik daml, lalll dan udara yang herkualitas. berpednrnnn pada tata rLlnng Provinsi Papua Bamt 6 A. UMUM BAD I PENUAHULUAN LAfvTl'1r~AN r Pl~RATURAN GUBr~RNUI\ PAPU A. BAI~t\T NOMOI< 53 TAHUN 201 R D. RUANO LlNOKUf' Ruang lingkup pedoman pengelolaan dana Otonomi Khu su s ini meliputi ~~(tiga) komponen yakn i:
e.Alokasi dana sebesar 10(Yc)(sepuluh persen] sebagairnana dimaksud dalam huruf d untuk mernbiavai: 1) Dana Slap pakai siaga bencana sebesar 10% (sepuluh perscn}; A. ALOKA:-ij DANA PF:NERIMAAN KHUSUS
1.Petierimaan khusus dalarn rangka pelaksanaan Otonomi Khusu s yang becarnya seta ra deriga n 2°;()(c.I us persen] dad plafon Darin Alolcasi Urnu In Nasional. Dana Penerimaan 1"huSl13 dalam rangka pelaksanaan Otonomi Khusus yang besarnya setara dengan 2% (duel persen) dar; plafon Dana Alokasi UITIum (DAU) Nasional, ditujukan terutarna unt.uk meningkatkan kesejahteraan Orang AsH Papua (OAP), dengan lehih mernbcrikan perhatian khusus pada daerah-daerah tertinggal. terpencil dan terisolir dengan ketentuan sebagai berikut:
a.Total alokasi dana Otononu Khusus Provinsi Papua clan Papua Barat yang bcsarannya setara dengan 2%) (dua persen) dari p1afon DAU Nasional;
b.Provinsi Papua Barat mendapat 301% (tiga puluh persen) dari dann sebagaimana tersebur parla huruf a,
c.Dari total alokasi Provinsi Papua Barat sebagaimana dirnaksud pada huruf b, terlebih dahulu dipisab kan pembiavaan daJam rnngka Bantuan Kcagamaan [list! nama lainnya sebesar 10tX, (seputuh persen],
d.Alokasi untuk Pemeriritah Provinsi sebcsar 10% (sepulu h perser-] dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebesar 90% (sembilan pu luh perse n] yang dianggarkan pacla Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 8/\B II ALOKASI, ARAH DAN KE:BIJAKAN PENGELOLAAN DANA OTONOMT KHUSUS Dal1~ B.agi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Rum; hagian Provirisi Papua Barat sebcsar 5.5% (lima pulub lima persen) dan GaB AlB m sebesar 40% (empat pu lu h per-se-n]. 3. Alokasi dana sebesar 90°;;,[sembilar- puluh pcrsen) bagian Pernerintah Kabupateny Kota untuk mernbiavai 1) Pelavanan biclang pendidikan sebesar 30'?",(Uga puIuh pen.wn) meliputi: a) Pendidikan Anak Usia Dini acbcsar 200/0(dna puluh); b) Pendidikan Dasar Scrnbilan Tahun sobesar 30°/r,(tiga pulrh}; c) Peudldikan Merierigah scbcsar 20'y<) (dua puluh): el) Pendidikan Ti nggi sobesar 15% (lima belas pnrsen]: e) Pcndidikan Non Formal sebesar 1()<Yu (sepuluh persen); clan 1) Pendidikan LIJa]" Biasa sebesar 5<XI(lima persen}. 2) Pelayanan bidang kesehatan sebesar 15% (lima bclas person) meliputi: a) pelayanan kesehatan dasar sebesar 20<Yo (dIH~puluh persen): b) pelayanan kesehatan rujukan scbesar 10°;', (aepuluh persen}; c) pelayanan keschatan ibn dan anak scbcsar 25(X,(clua puluh lima pcrsen]: d) pencegahan dan pernberantasan penyakit sebcsar lS°j(,(lima belas persen); e) perbaikan glzi masyarakat sebcsar 15'i'(1 (lima be-las pcrsen}: 11 jaminan keschatan sebesar lSI?'!) (lima bclas pers~n): 3) Pengembangan ckoriomi kerakvaran scbesar 20°,1,1 (dua puJuh persen] meliputi: a) pcrkreditan usaha ekonorni rakyat sehesar 20%) (dua puluh pcrsen); b) pemberdayaan ekonorni rakyat sebesar 50(% (lima puluh persen}; dan c) pen.gembangankomoditi unggulan sebesm 30C}:1 (bga pulur persen]. 4) Pembangunan infrastruktur kampung sebesar 20% (dua pulu h persen) urituk: a) pembangunan prasarana clan sarana perurnahan rakyat sebesar 50% (lima puluh persen]; b) penerangan sebcsar 20% (dua puluh person}; dan e) air bersih dan sanitasi sebeaar 30(Yt, (tiga puluh persen). 5) Pembiayaan hanruan afirrnasi scbesar 10% (sepu11111 persen] untuk: a) Pendidikan sebesar 200ft, (dua pulu h persen}; b) pengembangan adat clan budaya sebesar 20% [dua pulub person]; c) perlindurigan anak sebesar 20(Yc) (dua puluh pcrsen}; el) pcrlinduugan percmpuan sebesur 20% (dUR puluh perscn]: dan f. 10 Alokasi untuk Pcmerintah Provirrsi sebesar 300/0 (tiga puluh persen}, Pernerintah Kabtrpateri / Kota Penghasil sebcsar 45°1<, (ernpat pu lu l: a. c) pcrnbinaan Keagamaan sebesar 20% (dua puluh person). 6) Pend.ata.an,perencanaan dan perigawaaan pernor-i n t;dl clar-rah , monitoring, evaluas.jdan ~elaporan program dan kcgtaran yang penganggarannya diotokasikan makaimal 5l~.~)(lima porsr-n). 7) Ketentuan sebagarmana dimaksud pada angka 1) sampai rlengan angka 6) sebagai panduan umum penyusu nan usulan rencana definitif kabupatcn /kota. 8) Usulan Rcncana Dcfinitif (URD) Kabupatcn / Kota yang sangar mendesak dilaksanakan sesuai dengan kebut uhan masing- masmg daerah di luar ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 7) dnpar diusu lkan derigan persctuju an Gu hcrn n r
g.Penetapan besaran alokasi dana Otonomi Khusus bRgi Kabupaten /Kota sebesar 90%) (sembilan puluh person] diatur secara berkeadilan bagi masing-rnasing Kabupaten /Kota dengan Peraturan Gubernur tentang Ketentuan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus eli. Provinsi Papua Barat yang didasarkan pacta beberapa variabel sebagai beriku t: ] 1 Jumlah Penduduk Asli Papua scbesar 40%)(ernpat pu luh persen): 2) LU88 Wilayah sebesar 10% (sepuluh perscn); 3) lndeks Pcmbangunan Manusia (TPM)sebesar 20%) (dun. pulu h person}; 4) Indeks Kemahalan Konstruksi (lKI() sebesar 20lVt1 (rl ua puluh perseu]; clan 5} Indcks Kepaiuhan sebesar 10% (sepuluh persen).
2.Dalla Tarnbahan Infra.str-uktu r Pemeriritah Provinsi Papua Barat mendapatkan Dana Tambahan lnfrastruktur dalam rangka pclaksanaan Otonorni Khusus yang besarnya ditetapkan an tara Pcmerirrtah dcngan Dewan Pcrwakilan Rakyat berdaearkan usulan Perncrintah Provirisi pada set iap tahun anggaran. Dana tambahan rersebut ditujukan unruk pernbiayaan infrastruktnr dasar meliputi:
a.Sektor pekerjaan umum;
b.Sektor perhubungan;
c.Sektor perumahan;
d.Sektor energi listrik; dan
e.Sektor telekomunikasi.
3.Dana Tambahan Alokasi Dana Bagi Hasil (OBH) Sumber Daya Alam (SDA) Minyak Burni dan Gas I\la111 Provinsi Papua B8.ra1 mendapatkan Dana Tambahan Alokasi Dana Bagi Hasil Surnber Daya Aiam Minyak Bumi sebesar 55% (lima puluh lima persen) clan Gas Alam sebcsar 40%) (cmpat puluh persen) dad penerirnaan Negara yang berasal dad Surnber Daya Alarn Minyak Bu mi dan Gas Alam setclah dikurangi pajak dan pungutan lainnya. Pembagian an tara Pemerintah Provinei, Pemerintah Kabupaten/Kota Penghasil dan Pernerirrtah Kabupatcn/Kota bukan penghasil dalam satu Provin.si diatur dengan ketentuan scbagai berikut: Arah pe ngelolaa.n dana Otonomi I\hU!3US dalarn rartglcamcningkatkan kualitas surnber daya man usia, meningkatkan kesejahtcraan Orang I\sli Papua scrta mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, antar kota dan antar kampurig melipuri:
1.Pcrnerataan pelayanan dan pcnhgkatan kualitas per-clid ikn n;
2.Pernerataanpclayanan dan pcmngkatan kualitas kesehatan; 3, Pcngembangan ekonomi rakyat vang didukung oleh infrastruktur daerah yang berkualitas;
4.Pen.erataan dnn periingkal an kualitas pelnyanan eli sektor perhuhungan;
5.Peningkatan kualiras hidup Orang AsHPapua; dan 11 B. AI~AI·IPI~NGELOLJ\I\NDANA OTONOMI I{HUSUS e) pcmberdayaau ketenagakcijaan Orang Asli PRPUC:l~(>b('sar 201% (dna puluh persen)
c.Aloka si dana 45~~)(riga puluh lima person] scbagn.imaria dunnksuc! dalam angka 3 huruf a untuk mcrnbiayai: 1) Pclayanan bidang Pc-ndidikan scku rang-leu rnllgny8 sebesn r :1()(Yc. (tiga puluh pr-rscn] 2) Bidang Kesehatan dan Perbaikan Gizi sckurang-knrangnyn sebcsar 15% (limn be-las person] 3) Bantuan Sosial kcpada masyarnkat pemilik hale ulayat se])rscu sckurang-kurnngnya sebesar 20% (dua puluh persen}. 4) Bidang Pembangunan sekurarig-kurangnya schcsar 301% [tiga puluh perscn]
d.Alokasi dana 25%) (dUH puluh lima persen] sebagairnana dimaksud c1alam angk« 3 hu ruf a unt uk mernbiayai: 1) PelnY811C111 bidang Pcndidikan sekura ng-Icu ra ngnya sebcsa r 'H)I~n (tiga puluh perseu). 2) Biclang Kesehatan dan Perbaikan Gizi sekurang-kurangnvn sebesar ] 5%)(lima hela.s persen]. lima I)(T~';Pll) da n PC'111Cr111tah Kabupatcn/l<ota PCITWrataRll l.ainnv« sebcsar ~~5%)[dua puluh lima perscn]: . Alok as] daria sebpSClr' :1(Y'~.(tigrt PUIIlI, pCJ"[;('n) rwl><l[;rtilllan;' dllJl~l: :Juri dalarn angka 3 huruf n uvitu k lTlcmbiCl),c.ti. 1) P~\)aYRnan bidang Pcudidikan sekurang-kuJ'angnyu sebesnr 3()()~, [tiga puluh PCl'!'-:(,I1). 2) ~3iclilllg Kcschaum dan Pcrbaikan Gizi ~;ckurang-l':1!l'~lflL'n"a scbcsar 15% (lima 1)1'las person) ~, .' 3) Pclavanan affirrnasi sekurang -kurangnya scbcsar 301;, [tiga puluh persen) UT1111k: a) bidang sosial scbcsar 20%, (duel puluh persen}; b) pcngembangan ;',dat clan budaya sebesar ?O% (du» nu lu h person]: c) pcrlindungan anak sebesnr 20°,.{) (dun puluh person]; d) per+indu nga n pcrcmpuan scbe sar 20!}i. (c1ua pu lu h pC'r:,('n): dan b. t ",t. Program pengadaan , peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit Rujukan Provinsi 4) 3) 2) ] ) Dana siap palmi siaga bcncana berupa belanja tidak tcrduga penanganan bene-ana Koordinasi, monitoring, cvaluasi, pelaporan clan pengawnsan program dan kegialan yang bersumber dari Dana Otoriomi Khusus murni, Dana Tambahan Infrastruktu r clan Oa118 Tarnbahan Bagi J-Tasil Surnber Daya /\lam di Provinsi da n Kabupateny Kota Program penyusunan Peraturan Daerah Khusus (Perd8:ms} dan Peraturan Dacrah Provinsi (Perdasi), Pe-raturan lainnya terkait Otonomi Khu sus: Bidang Penclidikan mchputi: a) Program pend idH<811 rnenengah; b) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan; clan 5) Bidang Kcsehatan ,
u.10% (sepuluh persen) alokasi dana Otoriorni Khu su s untuk 8('111111<111 Keagarnaanatau riarna lainnya. Barituan Keagamaanatau nama lairmya diperuntukkan: 1) bclanja hibah pembinaan lembaga kcagarnaan ; dan 2) belanja hibah yayasan penyclenggara pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentarig Otoriomi Khu sus Bagi Provin si Papua vaitu Yayasan Perididike n Kristen (YPK), Yayasan Pcndidikan dan Persckolahan Katholik (YPPK), Yayasan Pendidikau dan Persekolahan Gereja-Gereja Injil (YPPGI), Yayasan Pendidikan Advent (YPA) dan Yf1Ya~38n Pendidikan Islam (YAP1S). Mekanisme penyaluran bantuan lernbaga keagarnaan dilaku kan clengan cara: 1) Perigajuau permohonan bantuan dalarn hcntuk proposal kepada Gubern ur; dan 2) Bantuan Langsung TL nai Oleh Gubern ur. Penerima bantu an lembaga keagamaan ditctapkan dengan Kcputu san Gubernur.
b.10% (scpuluh person] bagiang Pernerintah Provin si Alokasi dana 10% (sepuluh persen) bagian Pcmerin tah Provinsi diperun tu kkan: C. KJ1:8TJ/\I(AN P8NGGUNAAN DANA OTONOMI r<l-lUSUS
1.Kebijakan pengguriaan dana Otonorni 1(1,usus yang besarnya scrara 2% (dua persen) dari plafon Dana Alokasi Urnum Naaional diatur sebagai berikut: (). Peuciptaan clan pcrluasau lapangan kcrja bagi Orang Asli Papua. :1.:3 a) Program Pengerubarigan sistem pendukung usaha bagi usaha rnikro keeil menengah; b) Program perringka tan produksi pertanian/perkebunan; c) Program peningkatan produksi hasil peternakan; el) Program pencegahan dan ponanggulangan penyakit ternak; 6) Bidarig Ekoriomi Kcrakyatan meliputi: a) Program Pemberdayaan Ekoriorni Kcrakyn tan ; b) Program peningkatan produksi pcrtanianypcrkehunnn: c) Program pemherdayaan ekonorni masyaraka: peaiair; d) Program Pencegahan dan Pcmhcran tasan Penvakit Torriak: dan . e) Program Meningkatkan Perlu asan Lapanzan Kerja. 7) Bidang Atfirmasi Pendidikan; Biaya Pendidikan untuk sekolah sains, keahIian dan Kediriasan 8) Operasional pelaksanaan 1ugas dan fungsi Majelis Rakyat Papua Barat; clan 9) Bantuan kepada Dewan !\dat/Lcmba.ga Masyarakat Adat t+ngk at Provinsi.
c.90%)(Sembilan pu lu h person) bagian kabupaten Zkota Alokasi 90<% (sernbilnn puluh perscn) lK1gian kabupatcn Zkota dj pen inru kan : l ] Biclang Pcndidikan, mclipu ti: a) Program Pendidikan Anak Usia Din i; b) Prograrn Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sernbilan Tahun; ; c) Program Pcndidikan Mencngah; d) Program Pendidikan Tinggi; c) Program Pendidikan Non Formal; dan f) Program Pendidikan Luar Biasa. 2) Bidarig Kesehatan. rncliputi: a) Program pen cegah an dan perianggulangan penyakit mcnular; b) Program peningkatan keselarnatan ibu melahirkan dan ariak; c) Program peningkatan pelayanan kesehatan ariak balita: d) Program perhaikan gizi rnasyarakat; e) Program kernitraan pcningkaran pclnya n an kesehatan; f) Program pengcmbangan lingkungan sehat; dan g) Program pengadaari, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas Zpuakesrnas pembantu dan jaringannya. 3) Bic1ang Ekonomi Kcrakvatan , meliputi: o 5) Bidang Afirmasi, mcliputi: a) Bantuan pendidikan melalui:
1.bantuan untuk Fukulto s Kedokteran Universitas P8PlHl: ii. bantuan beasiswa sckolah kcdinasan da n sckolah keah lian k hu su s cliutarnakan untuk ju ru san penerbangan , juru san spesialis kedokteran , jurusan medical record, jurusan farrnasi clan pendidikan spcsialis preklinik; dan iii. bnn turm pcmbangu nan asrnrnn mahasiswa. b) Bantuan kepada masyarakat adat dan budaya melalui:
1.Program pt'llg<'lo1(lnl1 korngaman budnya; ~ 11 c) Program Pcmbangunan .lalnn clan .Icmbatan Karnpung ' .Jalan Produksi. Program pembiriaan ketenagalistrikan: d) Program lingkungan sehat pcru mahari: dan bidn ngpen gem Imllp/l11dr-HIr) s) Program l)('nin~~katHl1 ketahanan Df ngan Pertanian / Pcrkebu nan; 1') Program pcngembangan inclustri kecil dan rnenerigah ; u) Program pengcmbangan sentra inclustri potcnsial; dan v) Program peningkatan kapa sit as pelaku usaha. 4) Bidarig pembangunan infrastruktur karnpu ng, rnelipu ti: a) Program pertgcrnbarigan pcrurnahan ; b) Program pengembangan kincrja pengelolnan air minurn dan air lirnbah: r) Program pcngcmbangan dcstinasi pari wi sara: Program pcngembangan pemasarau pariwisata; Program pcningkatan lcrnbaga Ck01101111 pedcsaan: Program peningkatan masvarakat podesaan: Program pcngernbangan kcwirauaahaan clan kcunggulan kornpetit.if usal in kecil rucucngah; Program pcningkatan kualitas kclembagaan koperasi; h) i) j) k) I) 111) 11) 0) p) q) p roclub'lI Program pcningkatan kcsejahteraan pel.ani: Program pen ingk.u an pcrnasaran hasil petet na kan : Program pcrencanaan dan P(\l1j.>,c:rnl)allgAll hu tan: Program pemanfaatan potcnsi su mbcr daya hutan: Program pengernbangan pcrikanan tangka p; Program pengcmbanganpcrikanan budidaya; Program pcmlx-rdayaan ekonomi masyurakat pe sisir: 1) g) <.:) Program pcningkatan pcmasuran hnsil produksi pertru-Ian ' perkcbunan J5 V. program peni ngkntan kesejah lemall.pel.1 ind 1IJ IgRll Hna k dan bantuan hu kurn, d) Bantuan kepada Kclornpok Percmpuan antara lain melalui:
i.program peningkatan peran sorta dan kcsetaraan Gender dalam pern bangunan; ii. program Keluargn Bercncana: dan
111.program promosi kesehatan ibu, bayi dan anak melalui kelornpok kegiatan di masyarakat. C') Bant uan kepada kclornpok Keagamaan, rncliputi:
1.Belanja hihah pcmbinann lcmbaga k('agHIllRHII. Pcmberian bantua n affirmasi kcpndn lcmbnga Kcagarunnn melalui bantuan program dan kegiatan dan / atau bantuan lainnya scsuai kebijakan kepala Daerah sesuai ketent nan pc ratu J"H 11 pc-rundangan. Mekanisme penyaluran bantuan lcrnbaga keagarnan dilakukan dcngan cara: pengajuan permohonan bantuan dalarn bentu k proposal kr-pada Bupat i/Wa1ikota: dan
2.bant uan Langsu ng Tu nai olch Bupatj /Walikota. 6) Mcmbiayai pendataan, peroncanaan dan pcrigawaaan pernerintah daerah , monitoring dan evaluasi, pelaporan program dan kegiatan, meliputi: a) program penatnan administ rasi kcperidud ukari: dan b) pclaksanaan sccara bcrkala monitoring, evnluaai, pelaporan clan pcngawasan dana Otonomi Khusus. 2, Dalla Tambahan Infraslruktl1l' Dana tambahan infra.st.ru ktu r ditujukan untulc pendanaan pembarigu nan mfrastruktur lintas Kabupaterr/ Kota agar dalum kurun waktu 25 (dua puluh lima) tahun scluruh KabupatenzKotn, Distrik atau pu:;at-p\l~Fl'!- pcncr-gaha 11111. program upaynh NAI~I\OB/\; IV. program pcningkatan NAf<KOBA, Penvakit Mcnular Seksual, terrnasuk (1I1l.7T1Cm lmmunoclcficiencu Virlls/ Acquired immune Deficiency SY11drome (I IlV /1\11)S}; clan
1.Program pcnguatan kelemhagaan pcngarnsutamann gender don anak;
11.program kcsehrunn rcprodu ksi rornaja: mnsynrakai IV. program peningkntnn pede saa n; clat I
v.ruu syawarah masyarakat adar. c) Bantuan kcpada kclornpok anak mclalui: dnlamaclat
11.Program pengemhangan nilni budaya; iii. pernbinann kclompok masynrnka I pernbangu nail; 1.6 A. PERENCANAAN Perencanaan dalarn rangka mcnyusun Zmembahas program dan kegiatnn tingkat Provinsi dan Kabupaterr/Kota, yang bersu mber dari Dana Otonomi Khu sus tctap berdasarkan Undnng-Unclang Nornor 25 Tah u n 200<'! rentang Mekanisme Pengelolaan Daria Otonomi KhuRLlS Provinsi Papua Barat rnemuat tenrang proses; A. Percncanaan; B. Penyaluran dan Penatau sahnan ; dan C. Pelaksauaa n. Pengenrlalian , I~valllnsi, Perigawasan dan Pcrgescran y Pr-ruba han Program dan Kegiatan Rcncana Dcfinitif 13AB III Tvlr:KANISMf_~PI:!:NGI~LOLAi\l'JDANA OTONOMJ KJ-IUSUS PROVINSI PAPUA BAI~AT IJ. Aloka si biaya Dana Tamhahnn tnfmst rukrur u ntu k rnr-rnbiaya i sr-ktor perhubung ...m arrtara Jain, melipuri: 1) Program pcmbangunun sarana pcrhuburigan darat: :~) Program pernhangunan sarana pcrhubungan Iaut ; dan J) Program pernhangunan sruana pcrhubung.m udnrn.
c.Aloka si hiava Dane) Tarnbahun Infraatru ktur untuk membis vai ~pl<l()l- pen..rmab an antara lain, rneliputi: 1) Program pengernbangan perumahan; dan ?) Program lingku ngan sehru perumahan.
d.Aloka si biaya Da1JH Tarnhahnn lnfraat ru kt u r untuk mombiavni s--ktor Energi Listrik, meliputi. IJrogram pembinaan dan pcngr-mbangan bidnng k('L(,l1agali~;;ll'ikall.
c.Alolcaei hiayn Dana Tarnbahnn Infraat ruktu r untuk mombiayai scktor Telekomuniknsi, meliputi: Program perigcmbangan kornu nikasi, informa si dan media rnaxsa , 2) Program peningkatan jalan dan icrnbatan: ~~) l'I'Ogrcllll rchn hi lilusi /jrcmchharuu n julan dun jcrn buta II : i Inn 4) Program pengcmbangan kinerja pengelolann air minu rn dan a ir limbah. pencluduk lainnya :('I'hubungk::tn dengan transporrasi darat, laut atau U~f~rn v~ng b{'rk~laltlr:lS, ~.)('hing.ga Provinsi P8pUa Barat d[lpat nwlpl,:uk;;U1 a~<..fivuas ('kOll(om1J~yr-t~('('::-~rabai k dan mcn gu nt ul1p-l<an scj>ngni hngi:::-qI c1ari srstcm pc<:'kollommll IlaS10!lHI c'an global Dai 1a Tam I)ah~tllInfrn sf I'll k t ur din t 1I r SCI>:l gai 1)('riku t:
a.Aloka~i biaya Dana Tambaha n Infrasrrukrur unruk rnernbiavai sekt.o» pekerjaa n u murn arrtarn lain, melrpu t i: l) Program pembangunar- jalan dan jcrnbatan lintas d ir+rik dan kumpu ng; 1I d. c. b. Pernerin tuh Provin si menyuuun rencaria kcrja pcngguriaan dan<l Otoriomi I\husus bagian Provinsi untuk jarigkn waktu 1 (sar u] 1ah 1I11 mcru pakan bagian ynllp- t.idak terpisah k:1II dn ri l~cncRnFl Kcrju Pcmcrin tnh Daerah Provirisi yang dijabarkan dari RCllCHlJ<.l Pcmbangunan .Jangka Mcnengah Daerah dengan mcnggu nakan bahan dari Rencana Kcr]a Perangkat Dacrah , hasil Mu::-·v[lwarah perrl1canaan pembangunan Desa/Kampung, haBil MUSVnWUI'Clh pel'eJ lcanaan pembnngll nan Kabupatcn /Kota d'l11 Provinsi yang mcngacLi k('P~ldA Rencana Kel:ilJ. Pcmerintah. PCl1yusunan rencarw kcrjfl penggunaan dana Otonomi Khusu,--; scbagaimana clinlaksucl pn.dn buruf a unll.l k llwnjamin ketcrknitull elfin kon~;istensi antara percncanaan, penr,anggam 11, pelaksananll, penatallsahaan, pertanggu ngjmvaban. pelaporn.n dan peng,HvHsHn penggUJ1cH'tll dana Otollomi Klnislis. Programdan kegiatatl pernngk;lt dacl'ah provins: yang pembi8yaaml) rl bcrsumber dad dana 01011omi I<husus dimasuld<an kC' dalam rrnrana kel:i<l pC'rangkat dacJ'nh yang hcrsan.~kut[lll dcnp.;;111 mcnCCI.nl u mk:l1l sLlrnhr1' dana Otonomi KhllSllS. Prorrram dan kegiaj'an !;ebngaimana dilllnkRud pada llUruf (', ,;,) _# c1iasls1cn:,i oleh r<:epai[l BUlIp('dc\ Provinsi .,csurli d('ngan mCIGl'liSl)l(' pC'renCHllaC1ll. a. Sistem l'erCl1CanaC-IHPembangur-an Nasional, Undang-Undanp Nornor 23 "'ahu'1 201(.~ tc-ntang Pemerintahan Daerah, Peratumn Pernerintah Nornor 58 Tahun 2005 t--n1ang Pcngerolaan Keu angan Dacrah dan I'rn.llu ran Men teri J )alHin Ncgeri ~Iomor I ~~Tahun 2006 tcntang Pedornan Pengclolnan Kcu a.ngrrn Dnern h , scbagai nana 1'C'!;:lh beberapa knli diubah terakhir dengan Pcraturau Mentel i Dalam Iegeri Nornor 21 Tahun ~O I I len tang Perubahan Kerlua Atas Perau Iran Menter; Dalarn Ncgeri Nomor 13 Tahun 2006 tcntrmg Perloman Pcngelolnnn Kcuangnn Ihl(,ntll Prratumn IYkll 1 r-ri DnJul.1l Negeri Nornor R6 Tah u n 201 'i tcntang Tatn Cnra Perencanaan , 1I('nr;cnc1alinll dan I';vnh.lw;;i Pcmba 111runnll Daerah Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Dacrah tr'J It;:mg Rr~raw\ Pernbangunan .langka Panjang Daerah d811 Rencana l'c'mbcmgnwHl .Iangkn Menenp rh Daernh, serta Tara Cara I'erubahan RC'lH'fH1H Pembangu nan Jnng1<.1 Panja nj l iaerah. Renco-ia Pcrnbangu nan .Iangkn M{,llf'llgah Daer=h dnll Reneall l J{('tja P<merintah Dac+ah. Pcrenca.raan program dan kegiatan vang bersumlx-r clari dana Ol.oriorn i Khusus, khususnya Dana dalam rangka pelaksanann Olonomi Khusus 2(}()(dun Pcrsen) dar; Dana Alokasi Urnu m Nnsiorial da n Dana Tn ml ia hnrt dalarn rang]\;l pernbiavaa n pernbangunan mrrastr-u krur dilakukan melnlui Pembahaean Rencana Kerja pr-rrmgkat Daerah Frovinsi yang clibinvai dad dana Otoriorni Khu sus serta Uaulan Rcncann Dcfinitif (URP) Kabupatr-n zKota yang selanju: nyr: disahkan rnenjadi RCt1CRlHl Definitif (RD) scbclurn penetapan Anggarr.n Pcndnpa tan dan Belanja Daerah Provirrsi da 11J\llggnrnn pcndapatan dan Bcl.mjn Dnc ra h kabupatcn zKotn (format tcrJampir) Program dan kegiatan yang dihiayai dari darla Otonomi Khusus, baik yang dikelola Provinsi rnaupun Kabupatcn/Kota dibahas dan disetujui mclalui mekanisme Musyawarah Perencannan Pcmbangunan Otonomi Khu su s Provirrst Papua HI-Hat (Mu srr-nbarig Ol aus] Adapun pcnyusunan rencana penggunaan dana Ol0110rni Khu su s sebngai berikut.
1.RCI cann KCJja Pcnggunaun Dana Otonomi Klrusu« old~ Provinsi. ,,) ) t.} 1. h. g, f. c. d. c. PenYUSUDan rencana kerja penggunaan dana Otonorni Khusus sebagairnana dirnaksud pada huruf a untuk menjamin keterkaitan dan koneistensi antara perencanaan, penganggaran, pelakaannan , penataueahaan , pertariggungjawaban, pelaporan dan pen gawaeart penggunaan dana Otonorm Khusus. Penyusunan rencana kerja penggunaan dana Otonomi Khusus untuk tahun anggaran berikutnya, diselcsaikan paling lama pada akhir bulan Mel Tah un berkenaan. Program dan Kegiatan dalam rencana kerja penggunaan dana Otonomi Khusus oleh Perangkat Daerah harus mencanturnkan S(>CHrH terpisah pendanaan program dan kegiatan yang her surn bel' dari dana Otonomi Khu sus dalarn Usulan Rcncana Dcfinitif (URD) sebagai bagian dari renCF111<lkerja Porangkar Dacrah. UsuJan Rcncaria Definitif sebagairnaria dimaksud pada hu ruf d lrar u s mendapatkan pcrsetujuan dari Bupati/Walikota. Usulan Rencana Definitif sebagaimana dimaksud pada huruf d disampaikan kepada Guhornur melalui Kopala Badan Percncanaan Pembangunan Daerah Provinsi dengan melampirkan Rencana Kerja Anggaran-Perangkat Daerah untuk dievaluasi dan mendapatkan perset uj uan. Program clan kegiatan yang dibiayai dana Otonomi KhLlSUS tidak clapa t digunakan untuk belanja gaji pegawai, aarana dan praaarana pegawai dan prasarana pegawai dan perjalanan dinas pegawai diluar kegiatan Otonorni Khusus. Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi, Guberriur dapat rnetigu nd ang pejabat pr-merintah daerah Kabu pa ten / Kota terkait. Hasil evaluasi Usulan Rel1cana Definitif ditctapkan menjadi Rencana Definitif clengan Keputusan Gubernur dan disarnpaika.n kepada Bupati/Walikota paling lama 20 (dua puluh] hari kcrja setelah pelaksanaan Musyawarah percncanaan pcrnba ngu na n Otoriorni Khu su s. b.
e.P~'ogl'amclan kegiatan yang dibiayai dana Otonomi Khusus tidak (hraf dlgLlnal~an untuk. belanja gaji pegawai, sarana dan prasarana pp.~(1\vAi dan perja larran din a e pcgawai eli luar kcgiat.an Ot orrorrn Kl111SUS
2.Re icann Kerja Penggunaan Dana Otonomi Kh u au s oleh 1\<1bupatf:'n/l{o11"
a.Pemerintah Kabupaterr/Kota menyusun rencana kerja penggunaan dana Otonomi Khusus bagan Kabupatcrr/Kota untuk jangka waktu 1 (satu) tahun meru pakan bagian yang tidak tcrp iaah lean dari I~('ncaJ IiI Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten zKota yang dijabarkan (hll'i Rencana Pembangunan .Jangka Menengah nn~rah Kabu patcn / Kota dengan menggunakan bahan dad Rencana Kerja Perangkur Dncrah Kabupaten /Kota. hasil musyawarah perencanaan pembangu na n Desa zKampung, hasil rnusyawarah perencanaan pombnrigunan Kabupatcn/Kota dan Provin si yang mcngacu kcpada RCllcam,- KCJ~ia Pemerin tah Dar-rah Provinsi.
5.Mckanisme dan proscdur penyaluran dan penatausahaan dana Otonorni Kh u su s yang dialokasikan ke Kabupaterr/Kota. tetap mcngacn pada:
a.Peraturan Menteri Dalarn Negcri Nomor 55 Tahun 2008 tentang Tara Cara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertn'lggungjawaball Bendaharawar- serta Penyarnpaiannya; dan
b.Dokumen Rcncana Definitif Dana Otonorni KhuSLlS Kabupateny Kota yang telah disahkan oleh Gubernur.
6.Tahapan Penyaluran dana Otonomi Khusus yang diperuntulckan hngi Kabupateny Kota disalurkan dari Rekening Kns Umurn Dacrah Provinsi k(' rnasing-rnaeing rekening 1\HS Umum Daerah Kabu paten z Kota d a larn 3 [tiga] tahap, sebaga. bcrikut:
a.Tahap J (kesatu) pada bulan Maret scbeaar 30% (tiga pnluh pcrscn] dari alokasi;
b.Tah ap II (kec1ua) pada bulan Juli scbcsar 45°/c, (empat pu lu h pe-rseu) dari a10k<131;dan
c.Tahap ITT(ketiga) pada bulan Oktober sebcsar 25°/.)(rlua puluh lima person] dari o.10k3s1.
7.Tahapan-tahapan pcnyaluran diatur sebagaiberikut:
a.Penyaluran tahap 1 (kesatu) dapat dilaksanakan apahila Kabupaten ' Kota yang bersangkutan telah mcnctapkan Ang~a"all Pendapatan clan Belanja Daerah Tahu n bcrkcnaan dcngan melarnpirkan rencana penggunaan dana Otonorni Khu sus dan (Rencana Def;nitifjRD) yang telah disahk~n ~]eh Gl.lbcrnur. Cq. Sekretaris Daerah Provinsi dan laporan realisasi pcnggunaan dana Otonorni Khusus Tahun Anggaran scbelurnnya;
b.Penvaluran tahap II (kedua) dilaksanakan apabila Kabupaten/Kota yang bcrsangkutan tclah menvarnpaikan laporan realisasi perigguriaan dana OLOn0n11 {(huSLIS tab ap I (ke-antu): clan
c.Penvaluran tahap lIT (ketiga) dilaksanakan apa hila Kabu patony Kotn yang bersangkutan telah menyampaikan laporan realisa.si penggunaan dana Otonorni Khusus tahap IT(ked ua]. B. PENYALURAN DAN PKNATAUDAHAAN. J. Dana Otonomi Khu sus disalurkan secara bertahap da.ri rpkenirlg T(ClS Unrum Daerah Provin si 1c masing-masing Rekcrririg KM; Umurn D~(,,1'8h Ka I)Upate-n II< ora.
2.ScI iap tahapan penyaluran ditetapkan bcsaran alolaai dana Ot onomi Kh USLlS dengan proscntase tertentu dari jurnlah 8101<8::>1 d81l8 Otonomi Khusus yang diterima masing-masing Kahupatcn /Kota.
3.Penyaluran dana Otonorni Khu su s didasarkan atas pcrm+n tann Bu pati JVYa li kota.
4.Penyaluran dana Otonomi Khusus c1ilakukan scsuai dengan penyaluran da.ia Otonorni Khusus dari [{rtf> Negara ke Rekening Kas Umurn Octer·n.h Provinsi. 20 5) 4) 3) 2) l\epnl8 Perangkru Daerah mela ksarrakn n pcngl'ntln lin n pclaksanaan program dan kcgiatan eli lingkungan Perangkat Dar-rah yang bcrsangkutan, dilaksanakan minimal 1 (satu] kali dalarn sa tu bulan. Monitoring .neja yang clilakeariaknn oleh Buppcda Ka.bu pnten Z Kota dalarn rangka mcngendalikan perkcrnbangnn pelaksannan seluruh program clan kegiatan di Kabupa ten r Kota, yang 11[lsilnY8 dilaporkan kcpada Bupati/Walikota sebagai l ml ian rindak laujut dilaksariakan minimal 2 (dua) kali dalarn 1 (satu] tahuri: Monitoring rncja dilaksanakan oleh Badan Perc 11can A an Pernbangunan Daerah Provin si dalarn rangka mcngendnlikan perkcrn bangan pclaksanaan scluruh program clan kegiatan eli Provinsi dan Kabupaten /Kora yang bersu mber dari Dana Otoriomi Khu su s murni, Dana Tambahan lnfrast+uktur dan Tarubaban Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alarn mimrnal clilnksanakan 2 [dun] kali dalarn sail! tahun yang ho.srlnya dilaporkan kepada Gubernut'; Un t uk mcngelah IIi kondisi fisik di lapangan bcrdasarkan hnsil monitoring rnrja, clilakukan 1lloniloring/ppmantauun lapa ngan oleh Tim Mo-ritoring Provinsi dan Zatau Tim Monitoring Kabupatcri/Kota. Laporan hasil monitoring lapangan tersebut disampaikan kepada Ciuben1ur/nlipatijWnliJmla paling lama !1 (lima) hari kcrja setclah monitoring lapangan dilak sauakan. Monitoringy pemantauan lapangan dilaksanakan minimal 2 (dua] kali <lalam 1 (satu) to.huri anggaran. Dalam rangka meningkat kan kinerja, t ransparan si dan akuntabilitas pcngololann keuangan penggunaan dana Oronorni Kh U;'HIS, (1,,1)('1'11 \ 11'/Bupati / Walikota mengatur dan 1) Pengendalian dilakukan untuk mcndapntkan data dan informasi. lIal ini dimaksudkan untuk mengendalikan jalannya program dan kegiatan. sell ingga udak menyim rang dnri rcncana sernula. Berkaitan dengan it u, pcngendalian pelaksanaan program dan kcgiatan diternpuh mclalu i: n Monitoring rclaksFlnn,11l Program c1<l11l(pgi:::ltan. Dalarn rangka pcnr-apsuan t ujua n, SaSFI.I'8n sortu ara h penggu nna n. dilakukan monitoring pclaksanaan program dan kcgiatan dC'Ylg:l..n mekanisruo scbagai berikut:
2.PF.NGENDALIAN. Peluksanaan program clan kcgiatan yang bersurnbr-r clari 08.11.1 Otru iorni 1\11usus 1 crap berpcdornan pnc!a:
a.Peraturan Daerah teutang Anggal'Hn Pcndapntan dnn r3elanjH I lc1CT":Jh Provinsi dan Pcraturrm Gubcrrun h'ntan~ Pcnjaharan 1\!lgg;:JI"(UI Pendapntan dan Bclanja Daerah Provinsi: dan
b.Pcraturan Daerah tcntarig Anggara n Peridaparan dHI1 Be.larija Dnorn h Kabupatcri/Kota dan Pcraturan BlIp;ct1i/WaUkotn tcntang Penjabaran AnggHran Pcndapatan dan Belanja Oaerah Kabupate-u/Kotn. C. PI~~LAKSANAAN, PENG8NOALII\N, EV/\LUASI, PENGJ\WASI\N DAN Pf.GI~('ESERAN/ Pl;~f~UBA}l1\ N I 'I,n)(f I~AM DAN 1(1';(1rATAN l~r;:NCANA J)r~FI NITI Ii'
1.PI";LAh.S;\NAI\N. 2.1 6) 5) 4) Laporan disampaikan dalarn bcntuk laporan l>UJRl1H 11, triwulan dan laporan akhir tah un yang bersifat lapor an aecara menyeluruh dari pelaksanaan program dan kcgiatan dad Pern ngkat DcH"TRII hcraangku tu n. Kabupaterr/Kota yang tidal: menyarnpaikan laporan ~;,,~.,UHl ketcntuan , akan menjadi bahau analisis dan penilaian serta pert imbangan dalam rneneruukan transfer Dana Otonomi Kb uau s dalarn ra ngka pcloksanaan Ot onorni Kh u su e Knbu patcn / Kola, Laporan kinerja pelaksanaan Dana Otonomi Khu sus Kabupatcrr/Kota clisampaikan paling larnbat tanggal "0 ~S('pUlllh) bulan bcrikutnya oleh masing-rnasing Bupati/Walikota kcpada GuiJCI'nUf' cq. Kopala Badan Percncanaan Pcmbangunan I)cIC}Tl.h (BAPF)li~DA) Provinsi dengan tr-ml.usan kepadn kepala H~HI~lr1 Prngolola Keuangan dan Asset Daerah (IlPI<AI)) Provinai .Ian Inspektorat Dacrah Provin si scsuai forma I- laporan pada Lampiran 11Peraturan Gubcrriui ini, Laporn n kinerja scbagaimana dimaksud pada angka 5), dapnt mempengaruhi pcnyaluran /pcncairan dana tahap br-riku I nva, baik penyaluran clari Provinsi kc Knbupaten / Kotn , maupu n dari Kabupaten /Kota kcpada pen; mggungjawal: program clan kegiaran 'yang bcrsangkutan, serta akan menjadi bahan pert.imbangan dalam pcncntuan besarnya alokasi Dana Otonorni T<husus bagi Kul.'upa1en/Kota yang bersangkutan padd tahull anggnran berikutnya. 3) 2) Laporan pelaksanaan program dan kegi:lt:"1n litlgkat Piovinsi disampaikan 01('11 para Pimpinan Perangknt Dacr:=tl. sr-laku pcngguna anggarau dan pen[lnp.glll1giawt-lh program elfin kc[-~iHf<l1l kepnrla Gubern ur dcngan tembusan keparia Kcpala Badan Pcroucanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelola Keu ango n dan Aset Daerah dan lnspektorat Dacrah Provinxi. Laporan pelaksanaan program dan kegiatan eli Kabupaten zKota, disarnpaikan olch Pimpinan Perangkat Dnerah sc1aku Pcnggu na Anggarnn clan pr nanggung jawed, program clan kcgiatan kr-pacla Bupatiy Walikot» dengan teruhu sn n kcpad« Kepala HarI~lll Pcrcncanaan Pembanguna n Daerah, Badan Perigc-Iola Keua ngan DaerahyBngian Kcuangan S~TDA Kabupate.n/Kora dan Inspoktorat Kabupntcu/Kota, IIJ1f.uk selanju tnya dilaporkan olch Bupat i/Waliko.a kcpada Gu hcrnu r deugan Iernhusau l« par!n Kepnla Bada n Pcrencanaan Pcrnbangu nan Daera h, I ~Hdf111 Perigclola Kcuu.ngan dan Asct Dacrah dan Inapcktorut Duerah Provinsi. 1) l11ell'yek~l1gg{:1r alml~ monitoring dan evaluasl pengguuaan dana otonorni kb uau s (11 claerah yang rl ipimpiriuv., cl('np'<:It1 11I(,1111)('nllll' . '. ,. " t III I mon u oririg clan evaluasi otouorni khuS1IS 6) MOll itoring dan cvaluasi Otonorni Khu'';us sr-bagairnnn.; dirn-ksud pada angka 5) rlilaksanaks.n oleh Ti'TI Badnn Pcrcncanaan Pcmb. ngurian Daerah Provin si dan Ik)(I~\ll P~rcncHna8n Pcruba ngunan I.)[lerrl}) Kabu paten y Kota yanr. dibcntuk dengan Kcputusan GuiJ('rnllr/BupnfijWalikotn,
b.Laporan J.>plaksanaanProgram dan I~Pf~ialan. 22 3_ E:VALUASJ PROGRi\M DAN I{J_"~GT/\TAN
a.Eval uasi acl.alah rangkaian kegiatan rncmbandingkan reqliSHSi kincrja masukar (1l1PUt), ke-luaran (output), dan hasil [outcome] terhadap rCllcana dan standar . .
b.Evaluasi pclaksanaun rencana pernhangunan yang dirnaksudkan disini adalah upaya sistematis untuk mcngurnnulkan dan menganalisis data dnrJ inforrnasi pencapainn kil){-;lj~\ pe-lakaanr.an program dan kegiatan prioritas clan anggaran Otonorni Khusus Provinsi, baik yang dikelola Provinsi maupun Kabupaterr/Kota untuk rnengetahui sejauh mana pencapaian program clan kegiaran prioritas Otonomi Khu sus yang dibiayai dariu Otoriorni Khusus berko'!ltribllsi terhadap pencapaian tujuan , sasaran dan target pernbangu-ian "A1lO• ).;>. t, diarnanatkan oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2no 1 iuncto Undarig-Undang Nornor 3~,Tahun 2008 tentflrJr, Otoricnni Khu su s r-bgi Provin si Papua.
c.Evaluasi pelaksanaan rcncana pembarigu nan yang dibiayai deriga n dana Otonomi Khu sus. baik yang dikelola Provin si TnflUPUrJ Kabupaten j Kota harus dilaksanakan bcrrlasarkan indik-rtor: sasaran clan target kinerja yang terukur, sebagaimana tercantu m dalam dokumen rencana pembangu nan , yakrii Dokume.u Pelaksanaan Anggaran-Perangkat Dacrah untuk bagian Provin si dan Rcncan[l Defiriitif (RD) untuk bagian Kabupatcn zKota.
d.Evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan sc-bagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b dan huruf c. wajih dilakukan ol=h 1118s1ng-rnasing I'erangkat Daerah , ha ik Provin si maupun Kabupaten j Kota yang rnengelola Dana Otonomi Khu sus.
e.Hasil evaluasi Perangkat Daerah Piovinsi sebagaimana dimaksud pada huruf d, djSUS1111 dan disampaikan dalam bentuk Laporan Evaluasi Kincrja Program clan Kogiutan Prioritas dan !\ngg.1J'8 n Otoriorni KhUSUfj kcpada Badan Percncanaan Pcmbangu nU.'l Daern] \ Provinsi pada minggu keernpat bulan Ianuari Tahun berikutnya, unruk sclanjutnya dianalisis/ diverifikasi dan hasilnya disampaikan kepada Guhernur dalam hentuk Laporan Analisis clan Verifikasi Hasil Fvaluasi Program dan Kegiatan Priorrtns dan Anggaran Otonomi Khu sus pada minggu keduu bulan Fcbr-uari 1-::d1UH berikutriya
f.Hasil Evaluasi Perangkat Daerah Kabu palen/ Kota sc-bagaime na dimaksud pada huruf d, disusun dalam bentuk Laporan Kineija Program dan Kegiatan Prioriras dan Anggaran Otonomi Khusus dan disampaikan kepada BupaLijWaliKota Cq. Kepal8. BClclan Pcrencnn8.an Pembangullan Daerah K8.bupatenjKota pada minggu perlama bulan Februari tahun bcrikutnya; untuk dianalisis/ diverifikAsi dan hasilnya lebih lanjut disampaikan dnJam bentlll~ Laporan AnPliisir, I(incJja Program dan Kegiatan Prioritas dan Angg~H'cln Otonmni Khuslls kepada GubernLlJ Cq_ 1(I?D8Ja Badan Pel'encanaatl Pcrnbangunan Daerah Provinsi paling Inmbat pada minggu keUga bulan Fcbruari Tatmll bcrikutnya- 7) Pe-mcrin tah Provin ai i idak akan m=Jakukau pcnyaluran da na Otouomi !(h usus <1pab_ilaPemerin ta h Kabu pat ~11 jl\pt-R hd~11... rnernernrhi k('l('ntuan ;;('!Jagainwn8dimaksud pacla ;tn?k~-~"i) d~!l) angka 6)_ Dalam rarigka akuntabilitas clan transparansi serta pernanfaatan penggunaan dana Otoriorni Khnsus, dilakukan pengawasan ppnggunaan dana secara administratif, pen atausah aan keuan gan dan hasil pelaksanaannya. Gubernur selaku penanggungjawab pclaksanaan Otonomi Kh uau s eli Provinsi rnelak ukan pengawasan dengan mcrnpcrbitungkan indcks kej atuhan scbagai salah satu variabel penr-ntu aloknoi dana Otoriomi Khusus kabupaterr/kota yaitu sebesar 10°·;)(sepuluh pcrsen) tcrhadap total alokasi lndikator perhiturigan indeks kepatuhan dan kompoaini a10k88i masing-rnasing indikator aclalah sebagai berikut:
a.tepat waktu menyarnpailcan laporan renlisasi penggu naan d(,H18 Otonomi Khu sus sebesar 40% (empat puluh persen);
b.kinerja pencapaian target clan sasaran rencana pembnngunan Otonomi Khusu s sebesar 40°,,{)(ernpat puluh nersen]: ctan
c.besaran SiLP/\ pcnggunaan dana Otonomi Khu sus alokasi KabupatenjT<ota scbesar 20% (clua puluh pcrseri]. Adapun kriteria perhitungan indeks kepatuhan sebagaimana dirnaksud eli ata.s adalah sebagai berikut:
a.KabupatenjKota yang tepat waktu meriyampnilcan laporan rcalieasi penggunaan dana Otonomi Khu sus tahun sebelurnnya akan rnendapatkan alokasi 40% (ernpat puluh persen] dari total c1F.H18 indck« kepatuhan;
b.KabupatenjKota yang rnemiliki total pcncapaian target kinerja 01.ltPL t kegiatan +ahun sebelurnnya lebih dari 80'% (delapan puluh per-sen] akan mendapatkan alokasi ·W'YoJ (empat puluh peJ'sen)dari 1(11al clann indeks kepatu han;
c.Kabu.patenjKota yang rnemiliki SiLP!\ yang besarnya ku rnrig dari 15 f.Yc) (Ima bolas per-sen] dad alokasi dana Otoriorni K11usus KabupatenjKota yang bersangk utan akan mendapatkan alokasi 20'};, (dua puluh persen) dari total dana indeks kepatuhan; dan
d.Bagi kabupaten/kota yang tidak mernenuhi kriteria di atas, maka alokasi dana dad maaing-rnaairig indikator Kabupateriy Kota yang bersangkutan akan diberikan tahun berikutnya kcpacla KabupatenjKota yang memenuhi kriteria dimaksud. Pengaxvasan penggunaan anggaran atas pelaksanaan program dan keg iatan pembangunan sebagai berikut:
a.Kepala Perangkat Daerah selaku pengguna anggaran j pena.nggung- jawab program dan Legwtan melakukan pengawasal1 melekatj pengawasan atasan langsung; B
4.P~I{GJ\WASAN
g.l-:as.il ancl1i~is/."Cl ifikasi Laporan Evaluasi Kinerja Program clan 1\.:gJatan Prioritas elfin Anggaran Otonomi Khusus ~('>ha9'nil'nnnn d im.alcs ud pada. huruf e dan hur-uf f, menjadi brtb a.n PC;;!111L!s~'1n rencana oenggu naan clana Otonorni Khusu s dalam Musvawa ra h Perencanran Pernbangunan Otonomi Khusus Ha si] cvaluasi 'terse-'but juga rnenjadi bahan pertimbangan dalam pengalokasian dana Otonomi Kbusus bagi Perangkat Daerah Provinsi maupun Perangkar Daerah Kabupatcn Z 1\018 periode berikutnya. - 4) 3) usulan pergeserun Zperubahan Rencana Dcfirntif disarnpaikan olr h Bupati/Walikota kcpada (',ubcrnul' Cq. [«"pala Satin n Pcn: rw: 1.1UUl I I Pcmbangunclll Daerah rrovinsi; berclasarkan llsulan pergescrun/pcf'ubahntl dilnkukan pembahasan paling lama 7 (tujuh) hari kelja terhitung ::;ejak uSlilan pCI'G<'seran dit('rima; basil pcmhah8scHi disal11paikull kcpada KepaJa Perangkat Daerah Provinsl dall Rupnti/WaliJwta paling lamha1 15 (lima l>el:lf~)hnri kCI:iH tcrhitung scj[lk bcml<hirnYfl ]1E'mbnhnsnn; 24 2) usu lan pcrgeseran/pcrubahan disampaikan oleh Kepala Porangka I Dacrah Provin si kepada Gubcrn ur Cq. Kepala Badan Pcrcncnnaan Pcmbannunan Daerah Provinsi:~. 1) S. 1)[ 1~(II'~S~RA 1\1/ I )r~RU HA 111\ N . l)~llc).1l1 rangka peuvcsuaian terhadap perubahan yang ndak dapat diprediksi dalarn pelaksauaan program/keglaran dan anggaran, serta untuk mempcrlancar pelaksannan kegiatau dan claya scrap keuangan. dapat dilakuk.m pergr'sf'ran/rwrllbahan pada kcgiata n, volurnc/f argcr. hal ga satuan dan lokasi kegiatan.
a.Pergcscrnn y perubnf inn program <1n11 k('f~iaL-ll1 dllTlaksl1d elap:d dilaksanaknn d(~llgall ketc.rtunn sebagai hcrikt t. 1) tcrj.irli perkernl iarigan d8.11 peru bnhan yang tidak se suai clr'ngc:1I1 percncanaan awal dnn til luar kernampua-i, sepf'l'fi IJf'Il('~llln alarn, be ncaua sosial dan peru bahnn )Hl"~8: 2) adai ya asurnsi pencapaian target kincrja program rlnn k(Tial~tll yanr diperkirakan tidak rcrcapru; dan J) wakt u pelaksanaan )llognll11 dan kegial:ll1yang ticlak mr-nrnk upi.
h.Dalarn hal tcrjadi force majuro. daerah dapat mengubah penggunaan dana Otonorni Khusu» untuk kegiatan ell luru:yang tclah diatur dalarn Rcncana Dcfinitif (I~D) sclIHgaimann tercantu IJl dalnm Iampirnn l , sctclah sebclumnva mengajukan usulan pcrubahan dan mr-ndapar pcrsctujuan tertulis dan Kepala Daerah atas rckomendasi Sekertaris Daerah selaku ketua Tim Anggaran Pcmerintah Daerah clan rernbusan disampaikan kepada Pirnpinan Dewan Pcnvakilan Rakyat Papua Barat dan Dewan Perwakilan Rakyat Dacrah.
c.Bcncana alam sebagaimana dimaksud pada huruf b, merupakan bene-ana <11:1111 yang dinvaiakan secam resmi oleh Kepala Daerah rerkait.
d.Pcrubahan pcnggunaau dana Oronomi Khusus sobagaimana climaksud pad» huruf b clapat clilakuknn scpanjang dalam bidang yang samn dan tidak mcngubnh besnrar: alokasi pada biclang {('''schul e Pcrsetujuan Guhernur :';cl):-te:1imana dimaksud parla huruf I> disarr.r )~Iikall kcpada 1\:::;,1)1l paten !K01;l yan:',bersangk IItan Proses pergr-seran Zpr-rubahan dilaksanakan dr-ngan tahapan scbagai berikut: d. c. Iuspektorat Daora h dew apa: at pcngawasan Iu ngslonal pemcrintah lai rmya berdasarkan ketcut URn peraturan p('runciang-undnn~~~n; Dewan Pcrwakilan I~nl-;:yal'Papua Barat dan 1)0w8.11 Pf'nvaldlull I~Hk."<lf Daernh mclalu i P('llg(1\\'a~;all k:gi~;lntir; dan Masvaraknt rr-cla'ui J}l'Ilrav v'<..s<1.nrnasyaraka t b. 2.i 1 006 DOMTNGOUS MANDACAN CAP/,l"D GUBERNUl{ PAPU/\ BAR}\'1', Dcngan bcrlakunya Peraturan Gu bcrnu r in i. rnalca sctiap program dun keghtEi n yang dikelolu baik oleh Pcmerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kora yang dibiayai dari dana Otonomi Khu su s, wajib mengacu pada Peraruran GUI){!II1I11' i111. HI\BIV I)[<;NUTUP 5) Irasil pembahasan akan ditindaklanjuti oleh Badan Pcrcncanaan Pembangunan Daerah untuk ditetapkan dalarn pcrubnhau /\ng_s'll"an Pcndapatau dan Belanja Dacrah Provins' dan Peru bahriu Rr-ncnnn Defini+il Knbupatcn zKotn ; 6) secara tek.nis pror~f'~.;pemhahasan dnn pcnctapun p{'rges(,lani perubahan program dan kegiatan yang terdapnt dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaruu-Perangkat J >a(>rahProvinsi bcrpedoman pada Kepurusan GU1WrJIUJ tentnng Pcdomnn Pelaksauaan Anggaran Penclapatan dan BE'I::mjaDaerah Provinsi Tnh un berkeriaan 7) batas waktu penyampaian usulan pcrgesernnyperube han paling larnbat minggu pertamn bulan .Juni tahun anggnran ber-kcnrian: dA.11 8) u su lan pergf'SerHlljr('rllbRJ1~l.Il akan dibahas olch Tim Pf'mhnh?R yang terdiri da ri UDSLll" TiM Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi lO ('I T I I I I 1 , I I ! -+-- ~ z ::::> < <2 if) c, :..:> F-< o 0 : d"~ ~ : n <;li~ 7; rl:l c, Lil :1 ~ I 'i:-< « : I ::L. CO , ...,.., I I ~ "-'"CO ~ ...... '1"1C~ I I ....... -. '""l ~) r' t~ Q:: C/) ~ & ;S,ICtl ~ ~ cr? W' f-<~ C:t.l~ ~~
h.I·' ~ ..1': ?, ~.....<:J.:; eo::t.'-1 ~ 't' ~ .'J ;:Ll Ci.~ <(.0 c. 85 ~~ :} ~~ ?<t:::l lJ:' EP-
c.' IL' E r t..~ : C\. ~ , CC~ : ;~s :) [;.1;,;-; ~ .. C':/.)• ...l -":: C2 ......C 0 r':..... l~rJ d I C; <:d I~ .s I\{) Cil_, o 10 ~ 1 ~~ ?: ,-4 ..~ :..: ~ I"; ~~ ::.,) ~....... ~ t- V) fo' Ci ~~ CJ...o:l ~o::r: ex>-<;.J ~- ~~~ ~ ,....(..!.. 0... 0-1 0.. I() ('-J w ?~ c-.... Oif.j :J <1" r-; : - ~~~t;-< J <' r .J U°.::) ._ Y-:7 X ..... Ii:0.. ...... 1I- , Z I.l.~ IJ) .: ~ 0-' A'::_._) r.t... :~ CJ; n 1 ,.... me- ~ ;::tl ~::> ..' 1<- I 1 ;;: ~:r;ci: w[t 0.."'3- ° ~ 0..~,_) ~- cr.: cr' • ~~ Ie 0.. ~ ._ ..?, I~0 .... ) . ..... ;? ...,.. ~tJ_, 0 1. ,...:; E-< 0 0 w U) < ~ <1' ,.... Z ;_; <') ::r: :,r, Q _1 co I ~ 0 ~ .- > Q - --- - ...:l ~ I~ 0:: ::J ,_l "") ~ , - f-. ,..... ~~ ~ r.if) ...-: E-<?2. I ::.) :,...I c-. d r:t r I o 0~<--- I z() >-< 01 ~ I~ ... I t.Ll2o..· · w - :! 1'""1 ~ C,.. Z ...... ::.J ~ ~ °1"1 t.il : ;l.~ ~- ry '- 0.. ~zw :... ~ - ci2 ::; e::.. ;:t; 7-.. · u . ~"J co I $o 0'" ~ oZ o:=: I <t, < o::~ [':)r» ...... 0..,_, ~ 0 ""'t I Z I c,) ~ N ~ '1': (:L. S ....... z W 0.. ....... -c 1'""\(/) 0 ~~ ~ .... ~? ~ c,o ':C~ ro'''l... "3 :;J trJZ < CO 10 l 7. ~ c: W '!l I N ~1 ,I~ ~..•. 1 <!l ~I -f c C.> I L t~ I ....'!: "7. INCl: ~ •• :'i ~; ....,~ I -< CJ) ~~ ~i1 - -.I ,.,~ o (/) ...(. .. j=l I ~ ~,::l I ,~ iY...... ~;,J I n,~r' ..,;: "", ..~ .....:lC-.;:: z; toO ::.J .,.,. :1 <t (/) l-< ('J 1-) .. 2; I~ < 3i :t: z -, 1- Q ~).ll w z ~~1 ra.~ 0... ~ c, ~ ..... '; I~ H ':;l ~ ~I,..) (.') IJ : < .2 o:l I , o ? oj- I (I) ('I I I I:L I- if) 0' 1: ~ E ... a...._ c1. wz z< :2Z C(\::::J f-~ ~.-r:: u ,- ~' < !'- :1 11~ ......0 (/)l- <'~::t:. ,1- :1 ~~ , Z j "":) ..:: 1 'n CL 0-< I' ~ r.' ~t-'"-:l (,1 :-::l ,3 ,.-;j '):1:: ~'i 1;J rJl I] ~a '" , • <.:.J '" :1 ~ ::l (~ :::;z ~, ::r: I'""I_ ..!~ V ~ -~ "', ...:: ",; !.c Z .... U5 <r: ~ If) 0 .-l ,,,. O~· 0., -< .....CL ?o_".- "o (/) ,_1-'f" lie u) ~ r~ I'~ ~ 7: ~ tl «: f'l I ~ .- i:-' ;;;J r <1J ;:!i(\j k f.j I ~ ~1 (.:1 o (\j ~, ~ 'ni rJ .. ~ ~j ~ I I~< r...'5J b..'I)' (\j ~' ~ (.) .... u ~--::r- 1-<: :~t:.! 'C cU 8 IcU III 0.. ~ 'rr-, @ ~ <I.< ,r:; 'n Cl C 01 :~ ... 1 :~ OJ 0 j. ru :'10 CL ell ;'f c, -J .v • i' PI , ,J .r: I'~, J 1 I r~ I .<:. 1 <t E-< 0 ''<....., ,_ ,_' "," ~ ...... ~ H <o, ::-J !Xl r---;-- If) 91 § z < 0 0 7. !2_.. ~ ::J J.:: ...-: ,.._, , -c ... J (i.. CL >- W t- Z -< :2 f- f::: if) Z <" -c ,:) c 1_1 .: / '1 ~1~ :1 ~ ~ <: q?, I '«. u.. t- ....... Z ..... m .,. .. N m '-' r -t ....... b.O s:: .-f/') ro E ,0 ..') ,-;J e~ ... "::E ,0 -'to ~ ,. OC .... a,.8 'JJ J:l ;: I~ .~ I:}; ,0 'e" ,II} 0 If' e» 0 1'- ~ IR '2 ,~' 100 1:>1) r; <I; ~, ? V ~ 10 '0 ~'1 , . 'I ~ 'iJ in ~, ti ~ ..r; <:.> ..n "/J E~ c ;:-> ~ .;:. o o o 'n 1';0 ~ I I cit c.:: r,