1.Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856);
3.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6757);
4.Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2022 tentang Provinsi Sulawesi Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6776);
5.Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6881);
6.Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2024 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 1); MEMUTUSKAN: PERATURANGUBERNURTENTANGTATACARA PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH. BABI KETENTUANUMUM Pasal 1 DalamPeraturanGubernurini, yangdimaksuddengan: 1.PemerintahPusatyangselanjutnyadisebutPemerintahadalah PresidenRepublikIndonesiayangmemegangkekuasaan pemerintahannegaraRepublikIndonesiayangdibantuolehWakil PresidendanmenterisebagaimanadimaksuddalamUndang- UndangDasarNegaraRepublikIndonesiaTahun1945. 2.Daerah adalahProvinsiSulawesiUtara. 3.PemerintahanDaerah adalahpenyelenggaraanurusan pemerintahanolehpemerintahDaerahdanDewanPerwakilan RakyatDaerahmenurutasasotonomidantugaspembantuan denganprinsipotonomiseluas-luasnyadalam sistemdanprinsip NegaraKesatuanRepublikIndonesiasebagaimanadimaksud dalamUndang-UndangDasarNegaraRepublikIndonesiaTahun 1945. 4.GubemuradalahGubemurSulawesiUtara.
5.PemerintahDaerah adalahGubemursebagaiunsur penyelenggaraPemerintahanDaerahyang memimpinpelaksanaan urusanpemerintahanyang menjadikewenanganDaerah. 6.PerangkatDaerah adalahperangkatDaerahyangmelaksanakan tugas,fungsidan tanggung jawabdi bidangpengelolaan pendapatanDaerah. 7.KepalaPerangkatDaerah adalahKepalaPerangkatDaerahyang melaksanakan tugas,fungsi dantanggung jawab di bidang PengelolaPendapatanDaerah. 8.UnitPelaksanaTeknisDaerahPengelolaPendapatanDaerahyang selanjutnyadisingkatUPTDPPDadalahunityang melaksanakan kegiatan teknispenunjang padaPerangkatDaerahyang beradadi seluruhwilayahkabupaten/kota. 9.PajakDaerahyang selanjutnyadisebutPajakadalahkontribusi wajib kepadaDaerahyangterutangolehorang pribadiatauBadan yangbersifatmemaksaberdasarkanUndang-Undang,dengan tidakmendapatkanimbalansecaralangsung dandigunakan untukkeperluanDaerahbagisebesar-besarnyakemakmuran rakyat. 10.SubjekPajakadalahorang pribadiatauBadanyang dapatdikenai Pajak. 11.WajibPajak adalahorang pribadiatauBadan,meliputipembayar Pajak,pemotongPajak,danpemungutPajak,yang mempunyai hakdankewajibanperpajakansesuaidenganketentuan peraturanperundang-undangan. roHuk »l 12.Badanadalahsekumpulanorangdan/ataumodalyang merupakankesatuan,baikyangmelakukanusahamaupunyang tidakmelakukanusahayangmeliputiperseroanterbatas, perseroankomanditer,perseroanlainnya,Badanusahamilik negara,Badanusahamilikdaerah,atauBadanusahamilikdesa, dengannamadandalambentukapapun,firma,kongsi,koperasi, danapensiun,persekutuan,perkumpulan, yayasan,organisasi massa,organisasisosialpolitik,atauorganisasilainnya,lembaga danbentukBadanlainnya,termasukkontrakinvestasi kolektif danbentukusahatetap. 13.KendaraanBermotoradalahsemuakendaraanberodabeserta gandengannyayang digunakandisemuajenisjalandaratatau kendaraanyang dioperasikandi airyangdigerakkanoleh peralatanteknikberupamotoratauperalatanlainnyayang berfungsiuntukmengubahsuatusumberdayaenergitertentu menjaditenagagerakKendaraanBermotoryangbersangku tan.
14.PajakKendaraanBermotoryangselanjutnyadisingkatPKBadalah Pajakataskepemilikandan/ataupenguasaanKendaraan Bermotor. 15.BeaBalikNamaKendaraanBermotoryangselanjutnyadisingkat BBNKBadalahPajakataspenyerahanhakmilikKendaraan Bermotorsebagai akibatperjanjianduapihakatauperbuatan sepihak ataukeadaanyangterjadikarenajualbeli,tukar- menukar,hibah,warisan,ataupemasukanke dalamBadan usaha. 16.AlatBeratadalahalatyangdiciptakanuntukmembantupekerjaan konstruksidanpekerjaan tekniksipillainnyayang sifatnyaberat apabiladikerjakanoleh tenagamanusia,beroperasimenggunakan motordenganatautanparoda,tidakmelekatsecarapermanen sertaberoperasipadaareatertentu,termasuk tetapitidak terbatas padaareakonstruksi,perkebunan,kehutanan,dan pertambangan. 17.PajakAlatBeratyang selanjutnyadisingkatPABadalahPajakatas kepemilikandan/ataupenguasaanAlatBerat. 18.BahanBakarKendaraanBermotoryang selanjutnyadisingkat BBKBadalahsemuajenisbahanbakarcairataugasyang digunakanuntukKendaraanBermotordanAlatBerat. 19.PajakBahanBakarKendaraanBermotoryang selanjutnya disingkatPBBKBadalahPajakataspenggunaanBahanBakar KendaraanBermotordanAlatBerat. 20.AirPermukaan adalahsemuaairyangterdapatpadapermukaan tanah. 21.PajakAirPermukaanyang selanjutnyadisingkatPAPadalahPajak ataspengambilandan/ataupemanfaatanAir Permukaan. 22.PajakRokok adalahpungutanatascukai rokokyang dipungut olehPemerintah. 23.Opsen adalahpungutan tambahanPajakmenurutpersentase tertentu.
24.OpsenPajakMineralBukanLogamdanBatuanyang selanjutnya disebutOpsenPajakMBLBadalahOpsenyang dikenakanoleh 4 DaerahataspokokPajakmineralbukanlogamdanbatuansesuai denganketentuanperaturanperundang-undangan. 25.NilaiJualKendaraanBermotoryang selanjutnyadisingkatNJKB adalahnilaijualKendaraanBermotoryangdiperolehberdasarkan hargapasaranumumatassuatuKendaraanBermotor, sebagaimanatercantumdalamtabelnilaijualKendaraan Bermotoryang berlaku. 26.NilaiJualAlatBeratyangselanjutnyadisingkatNJABadalah hargapasaranumumAlatBeratyangbersangkutan. 27.NomorPokokWajibPajakDaerahyangselanjutnyadisingkat NPWPDadalahnomoryang diberikankepadaWajibPajaksebagai saranadalam administrasiperpajakanDaerahyang dipergunakan sebagaitandapengenaldiri atauidentitasWajibPajakdalam melaksanakanhakdanmemenuhikewajibanperpajakan daerahnya.
28.Pemungutan adalahsuatu rangkaiankegiatanmulaidari penghimpunandataobjekdansubjekPajak,penentuanbesamya PajakyangterutangsampaikegiatanPenagihanPajakkepada WajibPajaksertapengawasanpenyetorannya. 29.MasaPajakadalahjangkawaktuyang menjadi dasarbagiWajib Pajakuntukmenghitung,menyetor,danmelaporkanPajakyang terutangdalamsuatujangkawaktutertentu. 30.SuratPemberitahuanPajakDaerahyang selanjutnyadisingkat SPTPDadalahsuratyangolehWajibPajakdigunakanuntuk melaporkanpenghitungandan/ataupembayaranPajak,objek Pajakdan/ataubukanobjekPajak,dan/a tauhartadan kewajibansesuaidenganketentuanperaturanperundang- undanganperpajakanDaerah. 31.NotaPerhitunganPKBselanjutnyadisingkatNPPKBadalahnota perhitunganPajakyangmenentukanbesarnyajumlahPKB yang terutang. 32.NotaPerhitunganPABselanjutnyadisingkatNPPABadalahnota perhitunganPajakyang menentukanbesamyajumlahPAByang terutang. 33.NotaPerhitunganPAPselanjutnyadisingkatNPPAPadalahnota perhitunganPajakyang menentukanbesamyajumlahPAPyang terutang. 34.SuratKetetapanPajakDaerahyang selanjutnyadisingkatSKPD adalahsuratketetapanPajakyang menentukanbesarnyajumlah pokokPajakyangterutang. 35.SuratKetetapanPajakDaerahKurangBayaryang selanjutnya disingkatSKPDKBadalahsuratketetapanPajakyang menentukanbesamyajumlahpokokPajak,jumlah kreditPajak, jumlahkekuranganpembayaranpokokPajak,besamyasanksi administratif,danjumlahPajakyang masihharusdibayar. 36.SuratKetetapanPajakDaerahKurangBayarTambahanyang selanjutnyadisingkatSKPDKBTadalahsuratketetapanPajak yang menentukan tambahan atasjumlahPajakyangtelah ditetapkan.
37.SuratKetetapanPajakDaerahNihil yang selanjutnyadisingkat SKPDNadalah suratketetapanPajakyang menentukanjumlah pokokPajaksamabesarnyadenganjumlahkreditPajakatau PajaktidakterutangdantidakadakreditPajak. 38.SuratKetetapanPajakDaerahLebihBayaryangselanjutnya disingkatSKPDLBadalahsuratketetapanPajakyangmenentukan jumlahkelebihanpembayaranPajakkarenajumlahkreditPajak lebihbesardaripadaPajakyangterutangatauseharusnyatidak terutang. 39.SuratTagihanPajakDaerahyang selanjutnyadisingkatSTPD adalahsuratuntukmelakukan tagihanPajakdan/atausanksi administratifberupabungadan/ataudenda. 40.SuratSetoranPajakDaerahyang selanjutnyadisingkatSSPD adalahbuktipembayaran ataupenyetoranPajakyangtelah dilakukandenganmenggunakanformuliratautelahdilakukan dengancaralainkekasDaerahmelaluitempatpembayaranyang ditunjukolehGubernur. 41.SuratKeputusanPembetulanadalahsuratKeputusanyang membetulkankesalahantulis,kesalahanhitung,dan/atau kekeliruandalampenerapanketentuantertentudalam peraturan perundang-undanganperpajakanDaerahyangterdapatdalam SKPD,SKPDKB,SKPDKBT,SKPDN,SKPDLB,STPD,Surat KeputusanPembetulan,atauSuratKeputusanKeberatan. 42.SuratKeputusanKeberatanadalahsuratKeputusan atas keberatan terhadapSKPD,SKPDKB,SKPDKBT,SKPDN,SKPDLB, atau terhadappemotonganatauPemungutanPihakketigayang diajukanolehWajibPajak. 43.PutusanBandingadalahputusanBadanperadilanPajakatau bandingterhadapSuratKeputusanKeberatanyang diajukanoleh WajibPajak.
44.PenanggungPajakadalahorangpribadiatauBadanyang bertanggungjawabataspembayaranPajak,termasukwakilyang menjalankanhakdanmemenuhikewajibanWajibPajaksesuai ketentuanperaturanperundang-undangan. 45.Penagihanadalahserangkaiantindakan agarPenanggungPajak melunasiutangPajakdanbiayaPenagihanPajakdenganmenegur ataumemperingatkan,melaksanakanPenagihanseketikadan sekaligus,memberitahukansuratpaksa,mengusulkan pencegahan,melaksanakanpenyitaan,melaksanakan penyanderaan,danmenjualbarangyangtelahdisita.
46.PenagihanSeketikadanSekaligusadalahtindakanPenagihan Pajakyang dilaksanakanolehjurusitaPajakkepadaPenanggung Pajak tanpamenunggutanggaljatuh tempo pembayaranyang meliputi seluruhutangPajakdarisemuajenisPajak, MasaPajak, dantahunPajak. 47.UtangPajakadalahPajakyang masih harusdibayar termasuk sanksiadministratifberupabunga,denda,dan/ataukenaikan yangtercantumdalamsuratketetapanPajak atausurat sejenisnyaberdasarkanperaturanperundang-undangan perpajakanDaerah.
48.SuratTeguran adalahsuratyang diterbitkanolehpejabatuntuk menegurWajibPajakuntukmelunasiUtangPajak. 49.SuratPaksa adalah suratperintahmembayarUtangPajakdan biayaPenagihanPajak. t4A 50.JurusitaPajakadalahpelaksanatindakanPenagihanPajakyang meliputiPenagihanSeketikadanSekaligus,pemberitahuanSurat Paksapenyitaan, danpenyanderaan. 51.Pemeriksaanadalahserangkaiankegiatanmenghimpundan mengolahdata,keterangan, dan/ataubukti yang dilaksanakan secaraobjektifdanprofesionalberdasarkansuatustandar Pemeriksaanuntukmengujikepatuhanpemenuhankewajiban Pajakdan/atau untuktujuanlaindalam rangkamelaksanakan ketentuanperaturanperundang-undanganperpajakandan retribusiDaerah. 52.TahunPajakadalahjangkawaktuyanglamanya1(satu)tahun kalender,kecualiapabilaWajibPajakmenggunakan tahunbuku yang tidaksamadengantahunkalender. 53.SistemAdministrasiManunggalSatuAtapyangselanjutnya disebutSamsatadalahserangkaiankegiatandalam penyelenggaraanregistrasidanidentifikasiKendaraanBermotor, pembayaranPKB,BBNKB, danpembayaransumbanganwajib danakecelakaanlalulintasdanangkutanjalansecara terintegrasi danterkoordinasi dalamkantorbersamaSamsat. BABII JENISPAJAK BagianKesatu Umum Pasal 2