BERlTA DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 NOMOR 56 H.MUKTI SULAlMAN Diundangkan di Palembang pada tanggal 30 l.fova;aber 2016 SEKRETARIS DAERAH PROVINS} SUMATERA SELATAN, V H. ALEX NOERDIN Ditetapkan di Palembang pada tanggal ;0 Noveraber 2016 GUBERNUR SUMATERA SELATAN, penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Sumatera Selatan. ini denganGubernurPeraturan memerintahkanorang mengetahuinya, Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap pengundangan KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Biaya yang timbuJ sebagai akibat ditetapkannya Peraturan Gubemur ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi. Rincian tugas adalah paparan atau bentangan atas semua tugas jabatan yang merupakan upaya pokok yang dilakukan Pemegang Jabatan dalam memproses bahan kerja menjadi hasil kerja dengan menggunakan perangkat kerja dan dalarn kondisi pelaksanaan tertentu. Hak pemegang jabatan untuk memilih alternatif daJam mengambil keputusan ftindakan yang diakui secara sah oJeh semua pihak Kewajiban yang melekat pada jabatan, yang terkait dengan benar atau salahnya pelaksanaan tugas Hasil kerja akhir yaitu keluaran (output) kerja pemegangjabatan, dapat berupa:
a.benda;
b.jasa;
c.informasi, Bahan kerja yaitu masukan (input) kerja yang diperlukan pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja dapat berupa:
a.benda;
b.jasa;
c.inforrnasi. Alat kerja yang digunakan pemegang jabatan dalam mernproses bahan kerja menjadi hasil kerja, dapat berupa:
a.mesm;
b.perkakas tangan;
c.perlengkapan;
d.alat kerja lain yang tidak termasuk mesin, perkakas tangan dan perlengkapan. Hubungan dengan jabatan, bidang dan orang lain, dapat berupa: Untuk Mengidentifikasi Jabatan Secara Tepat dan Jelas
9.Hubungan Jabatan
8.Perangkat Kerja
7.Bahan Kerja
6.Hasil Kerja
5.Tanggung Jawab
4.Wewenang
3.Rincian Tugas jabatan
2.Ringkasan Tugas Jabatan 1.1 KodeJabatan 1.2 Nama Jabatan 1.3 Unit kerja
1.Identitas Jabatan A. FORMULIRURAIANJABATAN TANGGAL : ~O NOPEMBER2016 TENTANG ANAUSIS JABATAN DAN ANALlSIS BEBANKERJA. :56 TAHUN 2016 LAMPIRAN PERATURANGUBERNUR SUMATERASELATAN NOMOR No Kode Arti 1 2 3
1.Berdiri Berada di suatu tempat daJam posisi tegak di tempat tanpa pindah ke tempat lain
2.Berjalan Bergerak dengan jalan kaki
3.Duduk Berada dalarn suatu ternpat dalam posisi duduk biasa
4.Mengangkat Menaikkan atau menurunkan benda di satu tingkat ke tingkat lain (termasuk menarik ke atas)
5.Membawa Memindahkan benda, urnurnnya dengan menggunakan tangan, lengan atau bahu
6.Mendorong Menggunakan tenaga untuk memindahkan benda menjauhi badan
7.Menarik Menggunakan tenaga untuk memindahkan suatu benda ke arah badan (termasuk menycntak atau merenggut)
8.Memanjat Naik atau turun tangga, tiang, lorong dan lain-lain dengan menggunakan kaki, tangan dan kaki
9.Menyimpan imbangarr/ Agar tidak jatuh badan waktu berjalan, mengatur imbangan berdiri membungkuk atau berlari di atas tempat yang agak sempit, licin dan tinggi tanpa alat pegangan atau mengatur imbangan pada waktu melakukan olahraga senam
a.jabatan lain; 1)Jabatan Atasan 2) Jabatan Bawahan
b.bidang kerja;
c.orang lain. Keadaan tempat kerja adalah gambaran tentang kondisi tempat beserta lingkungan di sekitar tempat kerja, dapat berupa:
a.keadaan ruang kerja;
b.suhu;
c.penerangan;
d.suaraj'kebisingan;
e.letak;
f.getaran;
g.dan aspek-aspek tempat kerja lainnya yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam bekeIja. Upaya fisik merupakan gambaran penggunaan anggota tubuh dalam melaksanakan tugas jabatan. Penggunaan anggota tubuh dalarn upaya fisik adalah penggunaan mata, telinga, hidung, mulut, tangan, jari, bahu, kaki, dan pmggang 2 Tabel 1. Upaya Fisik
11.Upaya Fisik
10.Keadaan Tempat Kerja 1 2 3
10.Menunduk Melengkungkan tubuh dengan cara melekukan tulang punzzunz dan kaki
11.Berlutut Melengkungkan paha kaki pada lutut dan berdiam di suatu tempat dengan tubuh di atas lutut
12.Membungkuk Melengkungkan tubuh dengan cara melengkungkan tuJang punggung sampai kira-kira sejajar dengan pinggang
13.Merangkak Bergerak dengan menggunakan tangan dan lutut atau kaki dan tangan
14.Menjangkau Mengulurkan tangan dan lengan ke iurusan tertentu
15.Memegang Dengan satu atau dua tangan mengukur, menggenggam, memutar dan lain sebazainva
16.Bekerja dengan jari Memungut, menjepit, menekan dan lain sebagainya dengan menggunakan jari (berbeda dengan "memegang" yang terutama menggunakan seluruh bagian tangan)
17.Jari Meraba Menyentuh dengan jari atau telapak tangan untuk mengetahui sifat-sifat benda seperti, suhu, bentuk
18.Berbicara Menyatakan atau bertukar pikiran secara ligan agar dapat dipaharni
19.Mendengar Menggunakan telinga untuk mengetahui adanya suara
20.Melihat Usaha mengetahui dengan menggunakan mata ketajaman jarah jauh kejelasan penglihatan dalam jarak lebih dari 5 meter kejelasan penglihatan dalam jarak kurang dari 5 meter
21.Pengamatan secara Penglihatan dalam 3 dimensi, untuk mendalam menetapkan hubungan antara jarak, ruang serta cara melihat benda dimana benda tersebut berada dan sebagaimana adanya
22.Penyesuaian lensa mata Penyesuaian lensa mata untuk melihat suatu benda yang sangat penting bila melaksanakan pekerjaan yan perlu dengan melihat benda-benda dalam jarak dan arah yang berbeda
23.Melihat berbagai warna Membedakan warna yang terdapat dalam pekerjaan
24.Luas Melihat suatu daerah pandang, ke atas dan ke bawah pandang atau ke kanan atau ke kiri sedang mata tetap berada di titik tertentu 3 Bakat kerja merupakan kapasitas khusus atau kemampuan potensial yang disyaratkan bagi seseorang untuk dapat mempelajari, memahami beberapa tugas atau pekerjaan. Merupakan pengembangan pengetahuan. Keterampilan kerja, sikap mental, kebiasaan mental dan fisik yang tidak diperoleh dari pelatihan tetapi diperoleh dari masa kerja sebelumnya dalarn kurun waktu tertentu. Merupakan tingkat kemampuan dan penguasaan teknis operasional PNS dalam suatu bidang tugas pekerjaan tertentu. Pendidikan formal minimal yang dipersyaratkan untuk mcnduduki suatu jabatan. Pelatihan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan non manajerial. Seperti kemampuan di bidang manajerial, teknis tertentu dan pengetahuan lainnya sesuai dengan syarat pekerjaan dengan memperhatikan fungsi pekerjaannya: 1) Kepemimpinan : .... 2) Teknis/Fungsional : .... Merupakan akumulasi hasil proses pendidikan formal atau informal yang dimanfaatkan oleh PNS di dalam pemecahan rnasalah, daya cipta serta dalam pelaksanaan tugas pekerjaan Pangkat minimal yang dipersyaratkan untuk menduduki suatu jabatan Merupakan rumusan tentang kemampuan kerja yang dituntut dapat melaksanakan tugas jabatan Kemungkinan risiko bahaya adalah risiko atas bahaya yang mungkin timbul dan menimpa pegawai sewaktu melakukan tugas jabatannya. Risiko bahaya dapat berupa risiko bahaya terhadap fisik atau mental. 4 13.7 Bakat Kerja 13.6 Pengalaman Kerja 13.5 Pelatihan/Kursus 13.4 Pendidikan Formal Minimum 13.3 Keterampilan 13.2 Pengetahuan Kerja 13.1 Pangkat 13 Syarat jabatan
12.Kemungkinan resiko bahaya Temperamen kerja merupakan syarat kemampuan penyesuaian din yang harus dipenuhi sesuai dengan sifat pekerjaan. 13.8 Temperamen Kerja No KODE ARTI
1.G Inteligensi Kemampuan belajar secara umum
2.V Bakat verbal Kemampuan untuk memahami arti (Verbal Aptitude) kata-kata dan penggunaannya secara tepat dan efektif
3.N Numerik Kemampuan untuk melakukan (Numerical Aptitude) operasi arithmatik secara tepat dan akurat
4.S Pandang Ruang Kemampuan berpikir secara visual (Spatial Aptitude) mengenai bentuk-bentuk geometris, untuk memahami gambar-gambar dan benda-benda tiga dimensi
5.p Penerapan Bentuk Kemampuan menyerap perincian- (Form Perception) perincian yang berkaitan dalam objek atau dalam gambar atau dalam bahan grafik
6.Q Ketelitian Kemampuan menyerap perincian (Clerical Perception) yang berkaitan dalam bahan verbal atau dalam tabel
7.K Kondisi Motor Kemampuan untuk mengoordinir (Motor Coordination) mata dan tangan secara cepat dan cermat dalam membuat gerakan yang cepat
8.F Kecekatan Jari Kemampuan menggerakkan jan- (Finger Dexterity) jemari dengan mudah dan perlu keterampilan
9.E Kondisi Mata, Kemampuan menggerakkan tangan Tangan, Kaki dan kaki secara koordinatif satu (Eye-Hand-Foot sama lain sesuai dengan ransangan Coordination) penglihatan
10.C Membedakan Warna Kemampuan memadukan atau (Color Discrimination) membedakan berbagai warna yang asli, yang gemerlapan
11.M Kecekatan Tangan Kemampuan menggerakkan tangan (Manual Dexterity) dengan mudah dan penuh keterampilan Tabel 2. Bakat Kerja 5 No KODE ARTI 1 2 3
l.D Direction, Control, Kemampuan rnenyesuaikan diri Planning menerima tanggung jawab untuk (DCP) kegiatan memimpin, mengenda
2.F Feeling, Idea, Fact Kemampuan menyesuaikan diri (FIF) dengan kegiatan yang me- ngandung penafsiran perasaan, gagasan atau fakta dari sudut pribadi
3.I Influ/ Influencing Kemampuan menyesuaikan diri (I) untuk rnempengaruhi orang lain dalam pendapat, sikap atau pertimbangan mengenai gagasan
4.J Sensory and Kemampuan menyesuaikan diri Judgemental Criteria pada kegiatan pcrbuatan (SJC) kesimpulan penilaian atau pembuatan peratu ran Ikeputus- an berdasarkan kriteria rangsangan indera stau atas dasar pertimbangan pribadi
5.M Measurable and Kemampuan menyesuaikan diri Verifiable Criteria dengan kegiatan pengambilan (MVC) kesimpulan, pembuatan per- tirobangan atau pernbuatan peraturan keputusan berdasar- kan kriteria yang diukur atau yang dapat diuji
6.P Dealing Wtth People Kemampuan menyesuaikan diri (DEPLI) dalam berhubungan dengan orang lain lebih dari hanya penerimaan dan perbuatan instruksi
7.R Repettive and Kemampuan menyesuaikan diri Continuous dalam kegiatan-kegiatan yang (REPCON) berulang atau secara terus menerus melakukan kegiatan yang sama, sesuai dengan pe- rangkat prosedur, urutan atau kecepatan yang tertentu Tabe1.3 Temperamen Kerja 6 No Kode Arti 1 2 3
1.R Realistik Pekerjaan-pekerjaan yang memiliki antara lain:
a.kegiatan yang membutuhkan ke- terampilan tangan
b.tugas mekanikal atau teknikal
c.aktifitas fisik
d.pekerjaan yang diJakukan di luar ruangan
e.menggunakan peralatan atau per- lengkapan yang spesifik
f.memperbaiki mesin atau benda-benda
g.bekerja dengan obyek nyata
h.dapat dilakukan seorang diri Tabe! 4. Minat Kerja Merupakan kecenderungan merniliki kemauan, keinginan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik berdasarkan pengalaman dan pen~etahuan yang dimiliki Pilihan ('I) minat kerja diisi salah satu dari jenis minat kerja, dapat juga ditambahkan altematif yang lain dalam satu kelompok jenis minat kerja 13.9 Minat KeIja 1 2 3
8.S Performinq Under Kemampuan menyesuaikan diri Stress untuk bekerja dengan ketegang- (PUS) an jiwa jika berhadapan dengan keadaan daru rat, kritis, tidak biasa atau bahaya atau bekerja dengan kecepatan kerja dan perhatian terus menerus merupakan keseluruhan atau sebagian aspek pekerjaan
9.T Set of Limits Kemampuan menyesuaikan diri STS dengan situasi yang meng- hendaki pencapaian dengan tepat menurut perangkat batas, to!eransi atau standar-standar tertentu
10.V Variety, Changing Kemampuan menyesuaikan diri VARCH untuk melaksanakan berbagai tugas, sering berganti dari tugas yang satu ke tugas yang lainnya yang "berbeda" sifatnya, tanpa kehilangan elisiensi atau ketenangan diri 7 Persyaratan spesifik dari pekerjaan yang terkait dengan kondisi fisik pegawai, sedapat mungkin penentuan kondisi fisik didasarkan pada penelitian ernpirik, karena persyaratan fisik yang tidak relavan/ sesuai dapat mengarah pada diskriminasi pegawai. Persyaratan kondisi fisik terdiri:
a.jenis kelamin ....
b.umur
c.tinggi badan
d.berat badan
e.postur badan . .
f.keadaan fisik . . Pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan antara lain: Q. membuat suatu karya tulis kreatif
b.mendesain sampul majalah/ kemasan produk
c.melakukan pengembangan produk
d.melakukan pernikiran kreatif
e.merubah dan roengembangkan sesuatu (yang bersifat abstrak)
f.menampilkan ekspresi yang orisinil dan artistik
g.memiliki jadwal kerja yang bervariasi
h.berada dalam struktur kerja otonoro Pekerjaan-pekerjaan yang meliputi antara lain:
a.melakukan penelitian
b.membutuhkan kemampuan matematis
c.membutuhkan analisis kritis
d.melakukan kegiatan brainstonning (penciptaan idej'konsep)
e.penyelesaian masalah-masalah abstrak
f.pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya akademis
g.tugas-tugas ilrniah
h.pekerjaan yang membutuhkan keteliti- an dan ketepatan tinggi 3 13.10 Kondisi Fisik Artistik Investigatif 2
3.A
2.I 1 8
3.Jam KerjaEfektif Untuk dapat melakukan analisis beban kerja secara baik dan benar, terlebih dahulu perlu ditetapkan alat ukurnya, sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara transparan, Keterbukaanjtransparansi ini sebagai suatu syarat agar pelaksanaan analisis beban kerja dapat dilaksanakan secara obyektif, sehingga laporan hasil analisis beban kerja benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.Kriteriasuatu alat ukur yaitu :
a.valid, artinya alat ukur yang akan dipergunakan mengukur beban kerja sesuai dengan material yang akan diukur;
b.konsisten, artinya dalam melakukan analisis beban kerja harus konsisten dari waktu ke waktu;
c.universal, artinya alat ukur harus dapat dipergunakan untuk mengukur berbagai unit kerja maupun hasil kerja, sehingga tidak ada alat ukur yang lain atau khusus untuk suatu unit kerja atau hasil kerja. Sesuai dengan kriteria alat ukur, maka dalam pelaksanaan analisis beban kerja yang dipergunakan sebagai alat ukur adalah jam kerja efektif yang harus diisi dengan tindak kerja untuk menghasilkan berbagai produk balk yang bersifat konkrit (benda)atau abstrak (jasa).
2.VolumeKerja(VariabelTidakTetap) Volume kerja diperoleh dari target pelaksanaan tugas untuk memperolehhasil kerja/ produk. Setiap volume kerja yang berbeda-beda antar unit/jabatan merupakan variabel tidak tetap dalam pelaksanaan analisis beban kerja. Contoh:
a.salah satu tugas Kepala Seksi Inventarisasi Jabatan adalah membuat laporan kegiatan Seksi lnventarisasi Jabatan. Tugas ini adanya seminggu sekali. MisalHari Kerja Efektif dalam 1 tahun untuk 5 hari kerja = 235 hari. Maka jumlah volume kerja untuk tugas membuat laporan kegiatan dalam 1 tahun adalah 235 : 5 = 47, satuannya frekuensi;
b.tugas membuat laporan bulanan, tugas ini adanya 1 bulan sekali. Maka jumlah volume kerja untuk tugas membuat laporan bulanan dalam 1 tahun adalah 235 : 20 = 11,75 dibulatkan menjadi 12, satuannya frekuensi.
1.NormaWaktu (VariabelTetap) Waktu yang dipergunakan untuk menghasilkan/menyelesaikan produk/hasil kerja adalah relatif tetap sehingga menjadi variabel tetap dalam pelaksanaan analisis beban kerja. Norma waktu perlu ditetapkan dalam Standar Norma Waktu Kerja dengan asumsi tidak ada perubahan yang menyebabkannorma waktu tersebut berubah. Perubahan norma waktu dapat terjadi karena:
a.perubahan kebijakan;
b.perubahan peralatan;
c.perubahan kualitas SDM;
d.perubahan organisasi, sistem dan prosedur. B. TAHAPAN DALAM ANALISIS BEBAN KERJA 9
d.jam kerja efektif per hari : 5 hari kerja = 28 jam/ 5 hari = 5 jam 36 menit/bari 6 hari kerja = 28 jam/6 hari = 4 jam 23 menit /hari
c.jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja (allowance) seperti buang air, melepas lelah, istirahat makan dan sebagainya. Allowance rata-rata sekitar 25% dari jumlah jam keIja formal. jam kerja formal per minggu = 37 jam 30 menit. jam kerja efektif per minggu (dikurangi waktu luang 25%) = 75/100 x 37 jam 30 menit = 28 jam
b.untuk 6 hari kerja : - jam kerja PNS per minggu ~ 37,5 jam (37jam 30 menit) jam kerja PNS per hari = 37,5 jam : 6 = 6,25 jam (6jam 15 menit) jam kerja efektif per hari B 75% x 6,25 jam = 4 jam 40 menit c 280 menit dibulatkan menjadi 275 menit (4jam 35 menit) jam kerja efektif per minggu = 6 hari x 275 menit = 1.650 menit jam kerja efektif per bulan = 24hari x 275 menit = 6.600 menit jam kerja efektif per tahun = 12 bulan x 6.600 menit = 79.200 menit = 1.320 jam = 1.300 jam
4.Tata Cara Penghitungan
a.untuk 5 (lima)hari kerja : - jam kerja PNS per minggu = 37,5 jam (37 jam 30 menit) jam kerja PNS per hari = 37,5 jam : 5 = 7,5 jam (7jam 30 menit) jam kerja efektif per hari = 75% x 7,5 jam = 5 jam 37 menit = 337 menit dibulatkan 330 menit (5jam 30 menit) jam kerja efektif per minggu = 5 hari x 330 menit = 1.650 menit jam kerja efektif per bulan = 20 hari x 330 menit = 6.600 menit jam kerja efektif per tahun = 12 bulan x 6.600 menit = 79.200 menit ~ 1.320 jam = 1.300jam Berdasarkan ketentuan tersebut, dapat dihitung jam kerja efektif yang akan digunakan sebagai alat ukur dalam melakukan analisis beban kerja. 10 ",. H. ALEX NOERDIN GUBERNUR SUMATERA SELATAN, Jam kerja efektif tersebut akan menjadi alat pengukur dari beban kerja yang dihasilkan setiap unit kerja/jabatan
f.jam kerja efektifper tahun : 5 hari kerja = 235 hari x 5 jam 36 menit/hari = 1.324 jam = 1.300jam 6 hari kerja = 287 hari x 4 jam 23 menit/hari = 1.339jam = 1.300jam 11 GUBERNUR SUMATERA SELATAN, dto H. ALEX NOERDIN