BABV KETENTUAN PENUTUP II. Materi Informasi Meteorologi Materi informasi meteorologi dalam Flight Documentation dibagi menjadi 2 jenis materi informasi yaitu :
a.Untuk Penerbangan dengan waktu penerbangan lebih dari 2 jam : 1) Kondisi angin udara atas, temperatur dan kelembaban saat ini dan prakiraannya; 2) Temperatur dan ketinggian Tropopause, ketinggian, arah dan kecepatan angin maksimum; 3) Fenomena cuaca signifikan di rute penerbangan yang sedang terjadi, prakiraan dan amandemennya ; 4) Forecast untuk take off; I. Definisi Flight Documentation merupakan dokumen tertulis yang berisi informasi meteorologi penerbangan dalam bentuk chart) form atau bahasa jelas untuk keperluan penerbangan yang harus diberikan secepatnya kepada maskapai penerbangan sebelum keberangkatan pesawat. Jika kondisi cuaca signifikan dalam rute penerbangan tidak tergambarkan dalam chart, Flight Documentation harus diberikan dalam bentuk tabular atau bahasa jelas. Informasi meteorologi yang diberikan kepada maskapai penerbangan harus dipelihara oleh Badan, baik dalam bentuk salinan hardcopy atau softcopy di komputer untuk periode paling kurang 30 (tiga puluh) hari dari tanggal dikeluarkannya. Informasi ini harus tersedia jika diminta untuk keperluan pertanyaan atau investigasi dan harus disimpan hingga proses investigasi selesai. A. FORMAT PEMBUATAN FLIGHT DOCUMENTATION LAMPIRAN PERA TURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISlKA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA TETAP PELAKSANAAN PEMBUATAN FLIGHT DOCUMENTATION UNTUK PELAYANAN INFORMASI METEOROLOGI PENERBANGAN DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLlMATOLOGI DAN GEOFISlKA III.Ukuran dan Fitur Chart dalam Flight Documentation harus memenuhi standar yang jelas sebagai berikut :
a.ukuran terbesar untuk sebuah chart adalah 42 X 30 em (ukuran standar A3) dan ukuran terkeeil adalah 21 X 30 em (ukuran standar A4) sebagaimana terlampir;
b.fitur geografis, seperti garis pantai, sungai utama dan danau harus digambarkan dengan jelas;
e.untuk chart yang dibuat dengan komputer, data meteorologi harus tetap dimuat dalam chart;
d.aerodrome harus ditunjukkan dalam bentuk titik dan dinamai sesuai dengan huruf pertama dari kota tempat aerodrome tersebut berada;
e.grid geografis harus ditunjukkan dengan gans bujur dan secara paralel digambarkan dengan garis titik tiap 100 lintang dan bujur, tiap titik harus berjarak (spasi) 10 tiap bagian.
f.lintang dan bujur harus digambarkan dalam titik yang berbeda pada chart (tidak hanya di pinggir chart); dan
g.label pada chart harus jelas dan sederhana dan harus disertai dengan nama pusat prakiraan regional, tipe chart, tanggal dan jam. 5) METAR, dan jika ada, SPECI (termasuk trend forecast) untuk bandara pemberangkatan, take of! dan en-route dari bandara alternatif sesuai dengan kesepakatan Navigasi Udara Regional; 6) TAF dan amandemennya untuk bandara pemberangkatan, tujuan dan bandara alternatif; 7) Informasi SIGMET;dan 8) Informasi AIRMET untuk penerbangan Low-Level sebagaimana ditentukan oleh kesepakatan Navigasi Udara Internasional.
b.Untuk Penerbangan dengan waktu penerbangan 2 jam atau kurang, materi informasi meteorologi harus memuat paling sedikit informasi METAR, dan jika ada, SPECI (termasuk trend forecast) untuk bandara pemberangkatan, take off dan en-route dari bandara alternatif; TAF dan amandemennya untuk bandara pemberangkatan, tujuan dan bandara alternatif; Informasi SIGMET; dan Informasi AIRMETuntuk penerbangan Low-Level. VII. Amandemen Informasi Meteorologi Jika Flight Documentation perlu diamandemen setelah diberikan, tapi sebelum take off pesawat, kantor meteorologi (jika disepakati) harus meng-update informasi yang diamandemen kemudian disampaikan kepada operator atau ATS, untuk ditransmisikan ke Pilot. VI.Skala Penerbangan Jangka Pendek Untuk chart penerbangan pendek, harus meliputi area terbatas dengan skala 1:15 X 1016. Jumlah minimum chartuntuk penerbangan dengan level antara 250 dan level 450 harus meliputi chart cuaca signifikan pada high level dan prakiraan angm 250 hPa dan chart temperatur. Chart atau form dalam Flight Documentation harus ditulis dalam bahasa Inggris, Perancis, Rusia dan Spanyol. V. Petunjuk ketinggian pada Flight Documentation harus digambarkan sebagai beriku t :
a.semua referensi mengenai kondisi meteorologi en-route, seperti indikasi ketinggian udara atas, turbulensi atau dasar dan puncak awan, sebaiknya digambarkan dalam bentuk flight level, dapat juga digambarkan dalam bentuk altitude tekanan, tekanan, altitude, atau untuk low-level flights, digambarkan dalam bentuk diatas ground level;
b.semua referensi mengenai kondisi meteorologi aerodrome, seperti indikasi ketinggian dasar awan, harus ditunjukkan dalam bentuk ketinggian diatas elevasi aerodrome. IV.Simbol untuk Chart Informasi meteorologi yang ada dalam Flight Documentation harus dilambangkan sebagai berikut :
a.angin digambarkan dengan anak panah;
b.temperatur digambarkan dengan grid yang cukup tebal ;
c.data angin dan temperatur yang diterima dari pusat prakiraan area global harus digambarkan dengan grid lintangj bujur yang tebal; dan
d.panah angin harus berada di depan temperatur. VIII. Jumlah chart dalam Flight documentation Jumlah minimum chart dalam Flight Documentation pada level antara 250 hPa dan 450 hPa yang harus diberikan adalah high level significant chart dan forecast wind dan temperatur chart untuk 250 hPa Untuk flight level di bawah 250 hPa dan diatas 450 hPa, termasuk penerbangan super sonic, diberikan sesuai dg kesepakatan yg ada dari pengguna jasa dan regional forecast centre yg bertanggung jawab terhadap wilayah tersebut. UTC ME. 36 B THE STANDARD OF TIME USED TROUGHOUT THIS REPORT IS (CECEP SUNARYA 11»)(OWl SABARN011») Tanda Tanqan'?'Tanda Tanqan'v' FORECASTER ON DUTYSHIFT LEADER ON DUTY SCHEDULE TIME OF DEPARTURE 06.306) UTC 19-01-20157) ISSUED AT 06.008) UTC 19-01-20159) FLIGHT NO GA 7325)ROUTE CGK - SUB4) METEOROLOGICAL CONDITIONS EN-ROUTE AND AT AERODROMES METEOROLOGICAL OFFICE2) SOEKARNO HATTA 3) F BMKG - - NO. 011) B. CONTOH PEMBUATAN FLIGHT DOCUMENTATION Keterangan : 1) Diisi nomor dokumen. 2) Diisi nama Stasiun 3) Diisi nama wilayah 4) Diisi rute perjalanan 5) Diisi Nomor Penerbangan 6) Diisi Jam Pemberangkatan Penerbangan 7) Diisi Tanggal Pemberangkatan Penerbangan 8) Diisi Jam Diterbitkan 9) Tanggal Diterbitkan 10) Diisi TandaTangan Forecaster dan Shift Leader 11) Diisi Nama Lengkap Forecaster dan Shift Leader AIRMET NIL= SIGMET NIL= METAR WADD 190600Z 28008KT 250V310 4000 RA FEW012CB BKN013 27/25 QI010 TEMPO TL0800 -RA RMK CB IN APCH AND CLIMB OUT= BANDARA ALTERNATIF B METAR WARS 190600Z 32013KT 8000 SCT018 30/24 QI011 NOSIG= BANDARA ALTERNATIF A METAR WARR 190600Z 29006KT 9999 FEW020CB 30/22 QI010= BANDARA TUJUAN METAR Will 190600Z 22005KT 5000 -RA FEW018CB OVC022 24/22 QI012 NOSIG RMK CB TO N= BANDARA ASAL METAR TAF WADD 190500Z 1906/2006 2901 OKT 9999 FEWO 16CB SCTO 17 TEMPO 1910119145000 RA TEMPO 1922/2002 VRB03KT 5000 RA= BANDARA ALTERNATIF B TAF WARS 190500Z 1906/2006 30012KT 7000 FEW017CB SCT018 TEMPO 1913/1916 5000 RA FEW015CB BKN016 BECMG 1917/1919 OOOOOKT7000 FEW017CB SCT018 BECMG 2000/2002 30005KT= BANDARA ALTERNATIF A TAF WARR 190500Z 1906/2006 28010KT 9999 FEW020CB FEW020 TEMPO 1909/1912 4000 TSRA FEW018CB SCT018 BECMG 1915/1917 30005KT 7000 FEW020 TEMPO 1921/19244000 HZ BECMG 2001/2003 24008KT 9999 NSW= BANDARA TUJUAN TAF Will 190500Z 1906/2012 31010KT 5000 RA FEW018CB BKN018 BECMG 1912/1914 VRB05KT 6000 SCT020 TEMPO 1918/19245000 HZ SCT020 BECMG 1923/2001 30010KT 9000 SCT020 BECMG 2003/2005 5000 RA FEW020CB SCT020= BANDARA ASAL AERODROME FORECAST aAF) :::::s= BMKG BADAN METEOROLOGI, KLiMATOLOGI, DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI SOEKARNO HATTA JAKARTA - - .- ~~ -0:: ~~ 0« w-, <.9« zl- «I- 0« I -0 <.9z 00:: o~ I-w «0 ~C/) _J ~<.9 --0 <.9_J 00 _JO:: 00 O::w 01- ww I-~ Wz ~:::> z- «C/) 0« «I- m(/) I 0'1 I I f!1 II~~ ~ t 11'113 ~~ -0:: ~~ 0« w-:> <.9« zl- «r- 0« :r: -0 <.9z 00:: o~ r-w «0 ~(/) .....J ~<.9 -~O <.9.....J 00 .....JO:: 00 O::w Or- wW r-~ Wz ~::J z- «(/) 0« «r- CO(/) I o .-< I ;2~ -0::: ~;2 0« w-, (9« zl- «I- 0« I -0 (9z 00::: 0;2 ~w ~o -C/) _I ~(9 --0 (9 _I 00 _I 0::: 00 O:::w 01- ww I-~ Wz ~::J z- «C/) 0« «I- roC/) I ...... ,..., I N ..... " ".., " .- " 0 g " ;:> 0 o u § .0 U E 0 4J IJ Z 2 ;; ~ 0 " " :; ~ C> Cl E ;:) a ~~ -0::: ~~ 0« W""'"'l <.9« zl- «I- o~ <.90 oz _..JO::: ~~ «w :2!0 _..J(/) ~- _<.9 <.90 O_..J _..JO 00::: 0:::0 OW wI- I-W w:2! :2!z z::::> «- o(/) «~ CO(/) !" 'l~ I .' ill -, 4'" lI) ....... ~ (/)« LLI- 00::: W~ <.9« z"""") «« 01- -I- <.9« OI _JO Oz 1-0::: ~~ _JW ~O <.9(/) 0- _J<.9 00 0:::_J 00 wO::: 1-0 WW ~tu z~ «z 0::::> «- CO(/)