f.IJABB Diisi dengan name DAPB UAPPB-E1 Dist dengan nameJAPPB-E1 3, UABPB-W Diisi dengan nama UAKPB-W A. Semester Diisi dengan semester yang dtlaporkan
5.Mahun Anggaran Diisi dengan tahun anggaran yang dilaporkan UAKPB Diisi dengan name UAKPB
7.KODE UAKPB Diisi dengan kodeUAKPB
3.Kode Barang Diisi dengan kode barang (sr . Sub kelompok) Diisi berdasarkan buku persediaan Uraian Barang Diisi dengan ureian barang
10.JumIah Diisi berdasa.lkan jumlah c ad buku persediaan sesum dengan kIesifikasi sub-sub kelompok. Kode Bararag Dist dengan kode erang
12.t_lraian Barang Diisi danger] a an barang
3.Avolah Diisi dengan jumlah barang
14.jurnlah Nisi dengan jumfah pada ko[om 'I0 dan kolom 13
15.Tempat dan iggal Diisi (tengen temoat den iggal pemauatan laporan 16._ Penanggungjawab UAKPB Diisi dengan llama, NIP den tanda tangan pengelote persediaan I Petugas Pengetola Persediaan Diisi dengan a,batara. name, NIP den tanda tangan penanogung NAKED Contoh petunjuk pengisian dan bentuk Buku Persediaan, Laporan Persediaan, dan Laporan Hasil Mapping. Buku Persediaan
a.Buku Persediaan dibuat dalam bentuk kartu untuk setiap jenis (item) barang. Pada setiap buku persediaan dicantumkan kode dan uraian sub-sub kelompok barang_ untuk harang yang dapat diklasifikasikan sesuai_ SK Menkeu nomor 18/KMK.018/1999; 12
b.Buku persediaan diisi setiap ada mutasi barang persediaan, seperti pembelian, hibah dan mutasi penggunaan barang persediaan;
c.Setiap akhir tahun perlu diadakan inventarisasi persediaan untuk menentukan kuantitas dari setiap item persediaan dan selanjutnya buku persediaan disesuaikan berdasarkan basil inventarisasi tersebut;
d.Buku Persediaan dikelola oleh petugas yang menangani persediaan. Laporan Persediaan a, Laporan Persediaan dibuat setiap akhir semester pada suatu periode akuntansi untuk melaporkan nilai persediaan pada akhir semester;
b.Laporan Persediaan dibuat oleh Petugas yang menangani persediaan dan diketahui oleh penanggung jawab UAKPB;
c.Laporan Persediaan harus memberikan informasi jumlah persediaan yang rusak atau usang. Persediaan yang telah usang adalah persediaan yang tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan operasional bukan hanya karena usianya tapi juga karena sudah ketinggalan teknologi atau ketidaksesuaian spesifikasi. Laporan Hasil Mapping
a.Laporan Hasil Mapping dibuat setiap akhir semester pada suatu periode akuntansi setelah membuat Laporan Persediaan,
b.Laporan Hasil Mapping memberikan informasi jumlah nilai serta kuantitas persediaan berdasarkan Laporan Persediaan yang disesuaikan menjadi nilai serta kuantitas persediaan berdasarkan Bagan Perkiraan Standar (PMK nomor 13/PMK,06/2005).
c.Laporan Persediaan dibuat oleh Petugas yang menangani persediaan dan diketahui oleh penanggung jawab UAKPB, 13
1.Pengertian Persediaan Secara umum Persediaan adalah merupakan aset yang berwujud yang meliputi: a, Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah;
b.Bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi;
c.Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;
d.Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan. Persediaan juga mencakup barang atau perlengkapan yang dibeli dan disimpan untuk digunakan, misalnya barang habis pakai seperti alat tulis kantor, barang tak habis pakai seperti komponen peralatan dan pipa, dan barang bekas pakai seperti komponen bekas. Persediaan dapat meliputi:
a.Barang konsumsi;
b.Amunisi;
c.Bahan untuk pemeliharaan;
d.Suku cadang;
e.Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga;
f.Pita cukai dan leges;
g.Bahan baku;
h.Barang dalam proses/setengah jadi;
i.Tanah/bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.
j.Hewan clan tandinant-tintuk dijual atau diserahkan kepada-nra-syarakat 14 Persediaan untuk tujuan strategic seperti cadangan energi (misalnya minyak) atau untuk tujuan berjaga-jaga seperti cadangan pangan (misalnya beras), barang-barang dimaksud diakui sebagai persediaan. Hewan dan tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat antara lain berupa sapi, kuda, ikan, benih padi, dan bibit tanaman. Persediaan dengan kondisi rusak atau usang tidak dilaporkan dalam neraca, tetapi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
2.Pengakuan Persediaan Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah. Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan basil inventarisasi fisik. Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan dibebankan ice suatu perlciraan aset untuk kontruksi dalam pengerjaan, tidak dimasukkan sebagai persediaan.
3.Pengukuran Persediaan Persediaan disajikan sebesan
a.Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian, biaya pengangkutani biaya penanganan dan biaya_ lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Potongan harga, rabat, dan lainnya yang serupa mengurangi biaya perolehan. Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh. Barang persediaan yang memiliki nilai nominal yang dimaksudkan untuk dijual, seperti pita cukai, dinilai dengan biaya perolehan terakhir.
b.Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri, Biaya standar persediaan meliputi biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang diproduksi dan biaya overhead tetap dan variabel yang dialokasikan secara sistematis yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadi persediaan. 15
c.Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.
d.Harga/nilai wajar persediaan meliputi nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan melakukan transaksi wajar. Persediaan hewan dan tanaman yang dikembangbiakkan serta persediaan yang diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan dinilai dengan menggunakan nilai wajar.
4.Pengungkapan Persediaan Persediaan disajikan di neraca sebesar nilai moneternya dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), berupa: a, Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;
b.Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;
c.Kondisi persediaan; cl. Hal-hal lain yang perlu diungkapkan berkaitan dengan persediaan, misalnya persediaan yang diperoleh melalui hibah atau rampasan. Sedangkan untuk persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dirniliki proyek swakelola dan dibebankan ke suatu perkiraan aset untuk kontruksi dalam pengerjaan, tidak dimasukkan sebagai persediaan, B. Siklus Akuntansi Persediaan (Flowchart) Akuntansi persediaan oleh UAKPB dapat dilakukan secara 'manual atau menggunakan aplikasi persediaan, maksudnya:
a.Apabila akuntansi persediaan sudah dilakukan dengan menggunakan aplikasi persediaan maka jurnal penyesuaian persediaan akan terbentuk secara otomatis dari sistem aplikasi persediaan. UAKPB me-ngirimkan file data jurnal penyesuaian kepada UAKPA. 16 tJAPP5-W s d LEAPS)4KP9 Unit Periods EtIlanSH Semestemn Per.ediaan 1 t.ore, law .0,1' SPMISP2D Pens^atat an Laparar. Macp.nr.
b.Apabila akuntansi persediaan belum menggunakan aplikasi persediaan, maka jurnal penyesuaian persediaan dibuat dengan menggunakan formulir jurnal aset (FJA) oleh UAKPA. Selanjutnya UAKPA merekam data persediaan menggunakan aplikasi SAI tingkat Satuan Kerja. Untuk UAKPA yang belum menggunakan aplikasi persediaan, pada setiap akhir semester harus membuat jurnal aset untuk mencatat nilai persediaan berdasarkan Laporan Persediaaan clan Laporan Hasil Mapping yang diterima dari UAKPB. Nilai rupiah yang dicantumkan dalam jurnal adalah nilai rupiah persediaan basil mapping. Jurnal tersebut direkam melalui Aplikasi SAK untuk menyusun Laporan Keuangan berupa Neraca. Hasil mapping disajikan dalam CaLK. Setiap semester neraca beserta CaLK dikirimkan kepada unit akuntansi keuangan level atasnya. Mekanisme Penatausahaan Persediaan yang berlanjut pada Siklus Akuntansi Persediaan (flowchat) dapat dilihat pada lampiran NIEKANISME PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN 17 SIKLUS AK Li NTANSI PERSEDIAAN I I Semestei or, Semester an ..:: aca Memboat Jurn al persediaon Bald° .ersedia.m unit sesua dan nilai net 1 Eersetha:an JU Mereka, Nita! Pers aan I dossing i -<.rak Nimes Eva' CALK NNista! C. Proses Akuntansi KMK Nomor 18/KMK018/1999 tentang Kodefikasi Barang Mink Negara Setelah UAKPB melakukan inventarisasi fisik, hal yang selanjutnya dilakukan adalah menyesuaikan kode barang persediaan berdasarkan KMK nomor 18/KMK.018/1999 tentang Kodefikasi Barang Milik Negara, Kode barang persediaan yang tercantum dalam KMK nomor 18//KMK,018/1999 dimulai dengan kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, dan kode sub-sub kelompok. Kode barang persediaan dimulai dengan kode golongan 4 (empat), seperti kode barang persediaan yang tercantum pada halaman berikut ini.
2.Mapping BPS Setelah kode barang persediaan disesuaikan dengan KMK nomor 18/KMK,018/1999, UAKPB melakukan mapping atas kode barang persediaan terhadap kode barang sesuai PMK nomor, 13/PMK.06/2005 tentang Bagan Perkiraan Standar. UAKPB membuat mapping data persediaan berdasarkan harga pembelian yang diperoleh dari UAKPA. Hasil mapping tersebut digunakan sebagai dasar penyajian nilai perkiraan persediaan dalam neraca. Format mapping BPS tercantum pada halaman berikutnya, 18 Kode Gal Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode SubSub Kelompok Satuan Uraian Sub Sub Kelompok 4 01 02 07 003 Buah •UKU CADANG ALAT PANEN 4 01 02 07 004 Buah SUKU CADANG ALAT PENYIMPANAN HASIL PERCOBAAN PERTANIAN 4 01 02 07 005 Buah SUKU CADANG ALAT LABORATORIUM PERTANIAN 4 01 02 07 005 Buah SUKU CADANG ALAT PROSSESING 01 02 07 007 Buah SUKU CADANG ALAI PASKA PANEN 4 01 02 07 008 Buah SUKU CADANG ALAT PRODUKSI 01 02 08 001 Buah SUKU CADANG ALAT BENGKEL BERMESIN 4 01 02 08 002 Buah SUKU CADANG ALAI EENGKEL TIDAK BERMESIN 4 01 03 01 001 Buah ALAI Thus 4 01 03 01 002 Buah TINTA TULIS, TINTA STEMPEL 4 01 03 01 003 Buah PENJEPIT KERTAS 4 01 03 01 004 Buah :PENGHAPUS/KOREKTOR 4 01 03 01 005 Buah BUKU TUNS 4 01 03 01 005 Buah ORDNER DAN MAP 4 01 03 01 007 Buah PENGGARIS 4 01 03 01 008 Buah CUTTER 4 01 03 01 000 Buah PITA MESIN KETIK 4 01 03 01 010 Buah ALAT PEREKAT 4 01 03 02 001 Buah KERTAS VS 4 01 03 02 002 Buah BERBAGAI KERTAS 01 03 02 003 Buah KERTAS COVER 4 01 03 02 004 Buah AMPLOP 4 01 03 02 005 Buah KOP ;S)RAT 4 01 03 03 001 Buah TRANSPARANT SHEET 4 01 03 03 002 Buah TINTA ETAK 4 01 03 03 003 Buah PLAT CETAK 4 01 03 03 004 Buah STENSIL SHEET 4 01 03 03 005 Buah CHENICADBAHAN KIMIA CETAK 4 ' 01 03 03 005 Buah FILM CETAK 4 01 03 04 001 Buah CONTINUOUS FORM 4 01 03 04 002 Buah COMPUTER FILE1TEMFAT DISKET 4 01 03 04 003 • Buah PITA PRINTER 4 01 . 03 04 004 Buah TINTA/TONER PRINTER 01 03 04 005 Buah DISKET 19 MAPPING KLASIFIKAS1 PERSEDIAAN KE PERKIRAAN BUKU BESAR ASET Klasif1kasi Menuiut SK Menkeu No.1 BIKNIK.0 10119nn Bagan Perkicaan Standar AE1NIN Kode Barang liraion Kode Nama Per al 4 Persediaan 1151 Persediaan 11511 Persediaan untuk Bahan 1.01.03.01 Ala! Tails Kantor l Operasional 4.01.03.02 Kertas dan Cover 4.01.03.03 Bahan 115111 Barang KonsumsiCetak ∎ 4.01.03.04 Bahan Komputer 1 4.01.03.06 Alat Listrik 4_01.01.03 Bohan Peledak— .). 115112 Amunisi 4.01.03.05 Perabot Kanter.------ ► 115113 Bahan untuk Pemeliharaan 4.01.02.00 Suku Cadang ' --------- 115114 Suku Cadang Beim diatur dalam SK Menkeu No.18/KMK.018/1999 11512 Persediaan untuk dijuall diserahkan kepada Masyaraka! 115121 Pita Cukal, tvleterai dan leges 115122 Tanah dan Bangunan untuk clinical atau diserahkan kepada Masyarakat 115123 Hewan dan Tanaman untuk dilud atau diserahkan kepada Masyarakal 4.01.01.01 Bahan Bangunan dan Konstruksi -) 4.01.01.02 Bahan Kimia 11513 Persediaan Bahan untuk Proses 4.01.01.04 Bahan Bakar dan Pelumas Produksi 4.01.01_05 "rot Bahan Baku - 115131 Bahan Baku 4.01_01.06 Bahan Kimia Nukijr Belot diatur dalam SK Menkeu No.18(KMK.01011999 115132 Barang dalam Proses 11519 Persediaan Bahan Lainnya Belum diatur dalam SK Menkeu No 181KMK.013,1999 115191 Persediaan untuk tujuan trategisi benaga-jaga 4.020100 Komponen i .1 4.02.02.00 Pipa 115192 Persediaan Lainnya 4.03.01.00 Komponen Be kas dan Pipa Bekas - 20 3 Jurnal Persediaan Jurnal adalah pencatatan transaksi pertama kali dimana satu transaksi akan mempengaruhi dua atau lebih perkiraan, satu sisi sebagai debet dan sisi lainnya sebagai kredit. Satuan kerja membuat jurnal persediaan agar dapat menyajikan nilai persediaan dalam neraca. Bentuk jurnal persediaan sebagai berikut No Uraian Debet Kreciit I Mencatat Nitai aw& persediaan; Jenis Persediaan 'Cadangan Persediaan Xxx Xxx 2t Mencatat penambahan nilai persediaan lents P€rsediaan Cadangan Persediaan Xxx Xxx Men- tat penguran a aria persediaan Cadangan Persediaan Jenis Persediaan xxx xxx Denis-jenis persediaan dalam jurnal standar mengacu kepada klasifikasi persediaan sesuai dengan Bagan Perkiraan Standar. Nilai per jenis persediaan dihitung sebagai berikut: NP =OP x HP Dimana: NP Nilai per jenis persediaan pada tanggal Neraca OP Kuantitas/jumlah persediaan pada tanggal pelaporan (dalam unit) berdasarkan Laporan Persediaan HP Harga pembelian terakhir persediaan (dalam rupiah per unit), berdasarkan faktur pembelian Jurnal persediaan selanjutnya dituangkan dalam formulir jurnal aset (FJA) sebagai dokumen sumber perekaman data. Bentuk format jurnal aset (FJA) dan petunjuknya dapat clittardi- halaman berikut 21 .7. 4.7 a lt Cil To ,- L7 El 0 H a) 0_ , es 0 -3. 7 01 — Ui er, C3 n... '6 tt El 7 0, T5 0 ../. „..._ I En 2' PETUNJUK PENGISIANI FORMULIRJURNAL ASET No. LiRAIAN FENGISIAN
1.Kementetian Nectarai Lembaga Diisi dengan Rode dan uraian kementerian Negaratembada. 2, Eselon I Diisi dengan Rode dan uraian Eselon i
3.Wilnyah D. is i dengan Rode den uraian wilayahipropinsi. 4, Satuan Kerja DitsI dengan kodeforatan satuan Rena 5, No. Dokumen Diisi dengan ito. dokumen yang ditotapkan untuk Formulir Jurnai Aset. Nomor Born-Mir jurnai Met ditetapRan etch setiap unit akuntansI pembuat Formulir JurnaI As:of dengan menggunakan format "BABTOODOCI dimana BA = Rode 2 digit Kententerian Nagaran:nen-433ga. B = bthan, T = tahun, dan GOIDGO = no. Unit. 6.. Twice] Diis denoan HH tariggal pernbuatan iaporain ebb : — BB -TTTT Tabun Bulan 1- an gg.al
7.•Tahun Anggaran Diisi dendan pen:ode tahun anguaran yang dilaporkan.
8.Pe,riodeiBulan Dilei dengan periode, transaksi yang dilanorkan. Contoli : otrai-moi s.d 31-01-2001Idanuari
9.Keterangan DUsi dengan penietasan mengenai sitat dan transaksi yand di:boat Formulir JUM3iAset.
10.Jenis Jumal Met Ditsi dendan 6 piIihan iends jurnal aset yang sesuai
11.No. Li rut Difsi dendan no, uruit transaksi dengan rincian debet ateu kredit I
12.Kode Perldraan niis Oen Clan 6 (snail!) dIgit untuk Rode nerkiraan 23 No URAIAN PENGISAN
13.tJraian Nara Re:I,iraan Diisi dengan rare a c-)erkiraor, sesual dengan .0 e peTkiroan pada kolcim 13 Rupiah !Diisi dengan Nmiah Er .1 yang d1-debet atau di,-kre:dit. JunTlah kredit thbe•okan darn jumlan debet dengan mernasukkon tanda minus (-1 di-depan jumiah kredit untuk memungkinkan pengambilan jumiall. 15 Dibuot dish :: Tanggal Diisi dengan nama jelas dan tanda tangan star yang mernbuat Formigir Jurnal Ase!. Tanggal pernbuatan Formulir Jurnal .Aset ditulls pada tempat yang disediakan. Disetujui gbh .: Tanggal Diisi dengan nama jelas dan tanda tangan !penanggungjawab yang meneliti dan memyetujui Formulir Jusnal Aset. Tanggal penandatanganan Formulir Jurnal Aset ditulis pada tempat yang disediakan.
17.Direkam oleh : Tanggal Diisi dengan [lama jelas dan tanda tangan star yang f.nerekarn Torrnutir Jurnal Aset. Tanggal perekaman ForrautirJurnal Aset ditulis pada tempat yang disediakan. 24 Kas di Bendaharawan Dengeluaran <as di Bendaharawan Penerimaan Piu:ang Persediaan Uang Foluka dari I<DJr< Hutang kepada KUN , . Effkiii fig EA gi c Cadanaan Piutang Cadantian Persediaan ASET LANCAR KEWAJIBAN LANCAR MET ETA el-aka 111•111,1•3•nn•n• n•tli. EKUITAS DIINVESTASIKAN n Mesin Ditrorensikpn dat;71) asod Laporan Persediaan merupakan bagian dari Laporan Keuangan yang akan dicantumkan dalam Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. Setiap semester UAKPB membuat Laporan Persediaan beserta data transaksi serta menyerahkan laporan beserta data transaksi tersebut kepada unit vertikal di atasnya untuk dikompilasi, UAKPB juga menyerahkan laporan beserta data transaksi tersebut kepada UAKPA, Untuk selanjutnya berdasarkan laporan tersebut, UAKPA membuat jurnal penambahan/pengurangan nilai persediaan. Berdasarkan jurnal tersebut, akun persediaan disajikan neraca. Contoh penyajian akun persediaan dalam neraca ; 25 B. Pengungkapan Persediaan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Persediaan disajikan di neraca sebesar nilai moneternya dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), berupa :
a.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;
b.Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;
c.Kondisi persediaan; Hal-hal lain yang perlu diungkapkan berkaitan dengan persediaan, misalnya persediaan yang diperoleh melalui hibah atau rampasan. Sedangkan untuk persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan dibebankan ke suatu perkiraan aset untuk konstruksi dalam pengerjaan (KDP) tidak dimasukkan sebagai persediaan. 26