2.Suratpenunjukandari industriobathadisionalataupemilikprodukdi negaraasal;
3.Sertifikat yang ditandatanganioleh PejabatPemerintahyang berwenangdi negara pengeksporyangmenyakkanbahwaproduktersebuttelahdibuatdandiedarkandi negara asal;
4.SertifikatCaraPembuatanyangBaik (GMP\ dariprodusennegaraasal. L Obattradisionaltanpaiisensi,obatherbalterstandardanfitofarmaka 1.1. Izin industridi bidangobattradisionalatauindustrifarmasi; 1.2. Sertifikat Cara PembuatanObat Tradisionalyang Baik untuk sediaan yang : JAKART.A 2MarctZAAS AWAS OBAT DAN MAKANAN LIK TNDONESIA,O Ditetapkandi Padatanggal :Cq^ry1\\,/ ';i H. SAMPURNO BADANPENGAWASOBATDANMAKANI\N Lampiran2 FeraturanKepalaBadanPengawasObatdanMakananRI Nomor : HK.00.05.41.1384 Tentang : Kriteria dan 'I'ata LaksanaPendaftaranObat Tradisionai, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka DOKUMEI{ MTJTU DAN TEKNOLOGI A. PERSYARATANMUTU
1.BahanUtama 1.1. Sumberbahanutama Dicantumkannamaclanalamatprodusenataudistributorbahanbaku. I.2. Uraianbahanutama Uraian ini diperlukan untuk mengetahui spesifikasi bahan utama (sifat, karakteristikorganoleptik,danlain-lain). 1.3. Cara pengujianbahanutama Informasi cara pengujianmeliputi identifikasi, pemerianuraian tentang cara pemeriksaanfisika dan kimia serta acuan yang digunakan (Farrnakope Indonesia,Materia Medika Indonesia,standaratau acuan lain yang diakui).
2.BahanTambahan 2.1. Sumberbahantambahan Dicantumkannamadanalamatpfodusenataudistributorbahantambahan. 2.2. Uraianbahantambahan Uraian ini diperlukan untuk mengetahuispesifikasi bahan tambahan(sifat, karakteristikorganoleptik,daniain-lain). 2.3. Khusus untuk bahan tambahanyang mempengaruhistabilitas produk obat tradisional (misalnya pengawet, pemantap dan lain-lain) perlu dilengkapi informasicarapengujiansepertipadabahanutama.
3.hodukJadi 3.1. Formula Harus mencantumkansemuabahanutama dan bahantambahanyang digunakall lengkap dengan jumlah masing-masingbahan tersebut dalam satu kali pembuatan. Tata namabahanutama dituliskandengannama latin simplisia sesuaidengan yang tercantumdalam Materia Medika Indonesia denganmenyebutkannama marga(genus),ataunamaienis (spesies)atau petunjuk jenis (Speci/icepithet) dari tanamanasal,diikuti denganbagiantanamanyangdigunakan. Penulisan bahan tambahan sesuai dengan nama yang tercantum dalam FarmakopeIndonesia atau Merck Index atau nama kimia sesuai dengan nomenklaturdari International Union of Pure and Applied Chemistry(ItlPAC) atauInternationatUnionof Biochemisrrl(IUB). Zat warnadituliskandengannamasederhanayang umum dan harusdituliskan pulanomorindekswarnanya(CI number). Bahan tambahan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan tentang persyaratanbahantambahanyangberlakudi bidangpangan. BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN CaraPernbuatan Cara pembuatanharusmenguraikantahapdemi tahap mulai dari penimbangan bahanbakusampaidenganpengemasanterakhir. CaraPengujianObatTradisional,ObatHerbalTerstandardanFitofarmaka. Cara pengujianmeliputi pemerian,keseragamanbobot, volume, pemeriksaan kimia danfisika antarulain kadarair, wakruhancuruntukpil, tablstdankapsul. Pengujianterhadapcemaranmikrobadancemarankimia meliputi: 3.3.1. Angkalempengtotai; 3.3.2. Anekakapangdankhamir; 3.3.3. Mikrobapatogen; 3.3.4. Aflatoksin; 3.3.5. Loganrberat; 3.3.6. Residupestisida; SpesifikasiProdukJadi 3.4.1. Pelulusanproduksesuaikriteria produk; 3.4.2. Perluditetapkanbataskadaluwarsasesuaihasiluji stabilitas. B. CeRAPEMBUATAN
1.Serbuk Padacara pembuatanditerangkanmengenaiderajathalus dari bahanbaku (sebutkan nomormesh),caradan waklu pencampuranbaharl carapengisiandalamwadab bobot tiap rvadah. , Kontrol selamaprosesproduksi(ln processcontro[); 1.1. Sebelumpengisianperlu diterangkanjumlah serbuk yang diperoleh setelah selesaipengadukanataupencampuran,homogenitas; I.2. Selamapengisianperlu diterangkanmengenaipersyaratankeseragamanbobot, pengonfrolandilakukansecaraberkala; 1.3. Saelah selesai pengisian ke dalam wadah perlu diterangkanpersyaratan mengenaikeseragamanbobot,kadarair, kebocoranwadahdanjumlah hasilyang diperoleh.
2.Rajangan Padacarapembuatanditerangkanpemerianbahanbaku, caradan waktu pencampuran sertabobottiap bahan. Kontrol selama proses produksi (in process contro[) sebelum pengisian perlu diterangkanmengenaijumlah rajanganyangdiperolehsetelahselesaipencampurandan jumlah hasilyangdiperoieh.
3.PiI Padacarapembuatanditerangkancaradanwaktu pencampuraqjenis bahantambahan yang digunakaq bobot tiap pil. Untuk pembuatanpii yang menggunakanbahan simplisiaditerangkanderajathalusdari bahan(sebutkannomormesh). Kontrol selamaprosesproduksi(in processcontro[): 3.1. Sebelumpencetakkanpil perlu diterangkanjumlah bahanyang diperolehsetelah selesaipengadukanataupencampuran(pembuatanadonan); 3.2. Selamapencetakkanpil perlu diterangkanmengenaipersyaratankeseragaman bobot,waktuhancur,pengontlolandilah.rkansecaraberkala; 3.2. J . - ] . 3.4. BADAN PENGAWASOBAT DAI.IMAKANAN 3.3. Setelahselesaipencetakkandan pengemasanpil perlu diterangkanpersyaratan mengenaikebocoranwadah(blister dan strip) danjumiah hasil yang diperoleh setiapkali pembuatan. Dodol/jenang Padacara pembuatanditerangkanmengenaiderajathalus dari bahanbaku (sebutkan nomor mesh),cara dan warktuponcampurarljenis bahantambahanyang digunakan, carapengisiandalamwadah,bobottiap wadah. Kontrol selamaprosesproduksi(in proce,sscontrol): 4.1. Sebelum pencetakkandodoVjenangperlu diterangkanjumlah bahan yang diperolehsstelahselesaipengadukanataupencampuran(pembuatanadonan); 4.2. Selama pencetakkandodoVjenangperlu diterangkan mengenai persyaratan keseragamanbobot,pengontrolandilakukansecaraberkala; 4.3. Setelahselesaipencetakandan pengemasandodol/jenang perlu diterangkan jumlah hasil yangdiperolehsetiapkali pembuaran.
5.Fastiles Padacara pembuatanditerangkanmengenaiderajathalus dari bahanbaku (sebutkan nomor mesh),cara dan waktu pencampuraqjenis bahantambahanyang digunakan, carapengisiandalamwadab bobottiap wadah. Kontrol selamaprosesproduksi(in proeesscontrof; 5.1. Sebelumpencetakanpastilesperlu diterangkanjurnlah bahan yang diperoleh setelahselesaipengadukanataupencampuran(pembuatanadonan); 5.2. Selama pencetakan pastiles perlu diterangkan mengenai persyaratan kesoagamanbobot,pengontrolandilakukansecaraberkala; 5.3. Sstelahselesaipencetakandan pengemrsanpastilesperlu diterangkanjumlah hasilyangdiperolehsetiapkali pegrbuatan.
6.Tablet Pada cara pembuatanditerangkanmengenaipencampuranbahan-bahan"kepekatan musilagoyang digunakan,sertacaramencampurkanatau melarutkanpengarvetdalam masaobat tradisional,ayakan(nomor mesh)untuk granulatbasahdan kering, lama pengeringanbesertasuhu pengeringangranulat'basahdan kering, lama pengeringan besertasuhupengeringangranulatbasah,suhudan kelembabanudaradalamruangan mesintablet sertaruangpengemasanpadapembuatantablettertentu,dan apakahpada waktu mongemasditambahzat penyerapair. Untuk bahanutamaberupaekstrakyang dibuatsendiriperlu dijelaskancarapenyarian yang dilakukan (misal masorasi,perkolasi,digesti), cairan penyari yang digunaka4 lamapenyariarqalasanpemilihanlarutanpeiryari. Selain hal tersebutdiatas,khususpada pembuatantablet bersalutgula atau selaput perlu ditambahkan keterangan mengenai suhu dan banyak larutan penyalut serta interval waktu tiap penambahan,suhudanwakru tiap tingkata4 yakni tingkatan lapisan dasar (undercoating),lapisan subcoating, pewarna (translucent),lapisan terakhir (polishing),suhudanwaktu mengaliriudarapanas/keringtiap dilakukan;khususuntuk spray caating, harus diterangkan tekanan udarc/compresoruntuk spray tersebut; penyimpanandan pengemasanrlalam rvadahakhir apakahditambahzat penyerapuap air. Kontrol selamaprosesproduksi(in prccessconn'ol): 6.1. Sebelumdicetak menjadi tablet perlu diterangkanberat granulatkering yang diperole[ kadarair dalamgranulatkering; 6.2. Selamadicetak merliadi tablet perlu diterangkanpffsyaratanmengenaibobot rata-ratatiap tablet, waktu hancur tiap tablet, pengontrolandilakukan secara berkala; 7. BADAN PENGAWASOtsATDAN MAKANAN 6.3. Setelah dicetak atau disalut perlu diterangkan persyaratan mengenai keseragamanbobot, wakfu hancur,mutu kualitatif dan kuantitatifbahanutama, isi tiap wadahakhir, kebocoranwadah sertajumlah hasil yang diperolehsetiap kali pembuatan. Kapsul Pada cara pembuatanditerangkanmengenaisuhu dan kelembabanudara dalam ruanganpengisikapsul,bobotrata-ratatiap kapsul,apakahdalampengemasankedalam wadahakhir ditambahzatpenyerapuapair. Kontrol selamaprosesprodulai (in processcontol): 7.1. Sebelumpengisiankapsulperlu diterangkanpersyaratanmengenaibahanutama, homogenitasdankadarair; 7.2. Selamapengisiankapsulperlu diterangkanpersyaratanmengenaibobotrata-rata isi tiap kapsul,waktuhancur,pengontrolandilakukansecaraberkala; 7.3. Setelah seiesai pengisian kapsul perlu diterangkan persyaratanmengenai kesoagamanbobot rata-ratakapsul,wakru hancur,kadarair, kebocoranwadah sertajumlah hasilyangdipaoleh setiapkali pembuatan. Cairan,larutan, emulsidan suspensi Pada cara pembuatan diterangkan mengenai cara-caramelarutkan bahan; cara mereaksikanbahan-bahan(bila diperlukan);penyaringaniarutarqbobot/volumetiap wadah. Kontrol selamaprosesproduksi (in process conn'ol) sebelumpengisianke dalan wadah dan setelah penyaringan perlu diterangkan persyaratan mengenai pH, kekentalarqhomogenitas,kadar alkohol (bila digunakanpelarut alkohol), kebocoran wadalUjumlah hasilyang diperolehsetiapkali pembuatan. Salep,lcim dangel Pada cara pembuatan diterangkan mengenai derajat halus dari bahan baku, cara pengisiankedalamwadab bobot/volumetiap wadah. Kontrol selamaprosesproduksi(in processcontrol): 9.1. Sebelumpengisiankedalamwadahperlu diterangkanpersyaratanjumlah salep, krim dan gel yang diperoleh setelahselesaipengadukanatau pencampuraq homogenitas; 9.2. Selama pengisian kedalam wadah perltr diterangkanpersyaratanmengenai keseragamanbobot,pengontrolandilakukansecaraberkala; 9.3. Setelah selesai pengisian kedalam wadah perlu diterangkan homogenitas, keseragamanvolumeataubobot,kebocoranwadab jumlah hasil yang diperoleh setiapkali pembuatan. Supositoria Padacara pembuatanditerangkanmengenaiderajathalus dari bahanbaku, cara dan wak;tu pencampurarLsuhu dan waktu pemanasanatau pendinglnan,bobot tiap supositoria. Kon8ol selamaprosesproduksi(in processcontrol): 10.1. Sebelumpengisianke wadahperlu diterangkanhomogenitas; 10.2. Selamapengisiankedalamwadahataupencetakansupositoriaperlu diterangkan mengenaikeseragamanbobot,pengontrolandilakukansecaraberkala; 10.3. Setelahpengisiankedalamwadahatau pencetakanperlu diterangkanmengenai keseragamanbobot,titik leleh atautitik cair, kebocoranwadahdanjumlah hasil yangdiperolehsetiapkali pembuatan. 9. 10. BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN
11.Plaster/ koyo Padacara pembuatanditerangkanmengenaiderajathalus dari bahanbaku, cara dan waktu pencampurar!suhudan waktu pemanasanataupendingnarehomogenitas. Kontrol selamaprosesproduksi(in processcontrol): 11.1. Sebelumpengolesanpada kainlkertasperlu diterangkanjumlah bahan yang diperolehsetelahselesaipengadukanataupencampurarlhomogenitas; 11.2. Selamapengolesanpada kainlkertasperlu diterangkanpersyaratanmengenai keseragamanbobot,pengontrolandilakukansecaraberkala. Ditetapkandi : JAKARTA Padatanggal : 2 Maret 2005 KEPAL WASOBATDAN MAKANAN INDONESIA 'E a- * {:b, t { J 3'rffi-*t*SAMPURNO BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN Lampiran3 PeraturanKepalaBadanPengawasObatdanMakananRI Nomor : HK.00.05.41.1384 Tentang : Kriteria danTataLaksanaPendaftaranObat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka INFOR}IASI MINIMAI. YANG HARUS DICANTUMKAN PADA RANCANGAN KEMASAN Informasiyang harus dicantumkan Nama obattradisional/ obat herbatrterstandar/ fitofbrmaka Besarkernasan Logo Jamu/ ObatHerbal Terstandar/ Fitofarmaka :_NassigsQts - Alamat pendafts *-:i-- *-*-*-:i--- Namaindustridi negaraasal/ pemberilisensi/ penerima Alamat industri di negaraasal / pemberilisensiI penerima kontrak Kontra indikasi(bila ada -i - BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN Keterangan: { : Informasiharusdicantumkan t : Informasi dapat dicantumkan dengan meny'ebutkan 'Lihat Brosur' (sesuaikandengan kemasan) - : Informasitidakperludicantumkan - ' Ditetapkandi : JAKARTA Padatanggal :2 Maret2005 AWAS OBAT DANMAKANAN INDONESIA 4. ^h/ Informasiyang harus dicantumkan Pembung kus/ Bungkus luar Etiket Strip/ blister Catch cover I amplop Botol Brosur 1 3 . Efek samping(bila ada) + t4. Interaksiobat (bila ada) f l- 1 5 . Cara penyimpaftm " t " t ./ 1 6 . Informasi khusus sesuai ketentuan yang berlaku (bila ada),misalnya: - Bersumberbabi .J ? - Kandunganalkohol .J - Pemanisbuatan - / v { w PENGAWASOBATDANMAKANAN Lampiran4 PeraturanKepalaBadanPengawasObatdanMakananRI Nomor : HK.00.05.41.1384 Tentang : Kriteria danTataLaksanaPendaftaranObat Tradisional, Obat I{erbal Terstandar dan Fitofbrmaka A. KETENTUANPENDAF"TARAN OBATTRADISIONALKONTRAK,OBATHERBALTERSTANDARKONTRAK FTTOFARMAKAKONTRAK OBAT TRADISIONALLISENSIDAN OBAT TRADISIONALIMPOR Obat TradisionalKontak, Obat Herbal TerstandarKonhak dan FitofarmakaKontrak
1.Pemberi kontrak bertanggungjawab atas mutu, keamanandan khasiat obat tradisionai,obatherbalterstandardanfitofrrmakayangdiproduksi.
2.Penerimakontrak bertanggungjawab atas mutu dan keamananobat tradisional, obatherbalterstandardanfitofarmakayang diproduksi.
3.Kerjasamapembuatanobat tradisional,obat herbal terstandardan fitofarmaka berdasarkankontrak harus dinyatakandalam dokumenperjanjiankontrak yang mencakup: 3.L Pemberidanpenerimakontrakharusmemenuhisemuaketentuanmengenai tanggungjawab pendaftarsebagaimanadimaksuddalamPasal9; 3.2. Alasandanmasaberlakuperjanjiankontrakyangjelas danpasti; 3,3. Daftarprodukyangdikontrakkan; o 3.4. Pihakyangbertanggungjawab terhadapmutu produkakhir.
4.Jenispekerjaanyangdikontrakkan?da2 (dua): 4.t. Seluruhprosesdari awal pengadaanbahanbakusampaiprodukakhir; 4.2. Sebagianprosespembuatan,dalamhal ini kontrol kualitassampaidengan prosesterakhiryangdikerjakanmenjaditanggungjawab penerimakontrak.
5.Penambahanataupenguranganprodukdalammasaperjanjianharusdisetujuioleh pihakyangmemberidanmenerimakontrakdandilaporkankepadaKepalaBadan. ObatTradisionalLisensi
1.PemenuhanpersyaratanCara Pembuatanyang Baik (GMP) dinyatakanoleh pengawasfarmasiyang berwenangsetelahdilakukanpemeriksaansetempatpada industripenerimalisensi.
2.Kerjasamapembuatanobat tradisional berdasarkanlisensi harus dinyatakan dalamperjanjianlisensi.
3.Perjanjianlisensimelibatkanduapihak sebagaipemberilisensiyaitu industriobat tradisionaldihrarnegeriataubadanriset pemilik formula dan teknologidi dalam atau diluar negeri dan penerima lisensi yang memenuhi semua ketentuan mengenaitanggtrngjawab pendaftarsebagaimanadimaksuddalamPasal9. ObatTradisionalImpor
1.Obat tradisionalimpor harus bersumber,dibuat dan telah diedarkandi negara asal.
2.Dokumen Cara Pernbuatanyang Baik (GMP) industri di negara asal harus dilengkapi dengan data inspeksi terakhir paling lama 2 (dua) tahun yang dikeluarkanolehpejabatberwenangsetempat. B. C. J . 4. BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN Pendaftaranobat fradisionalimpor harus dilengkapidengansertifikat uji mutu (cemaran)dari laboratoriumyang terakreditasiatau yang ditunjuk oleh Badan PengawasObatdanMakanan. Pendaftaranobat tradisionalyang profil keamanannyabelum diketahui dengan pasti harusdilengkapidengandata uji toksisitasdari institusi atau laboratorium yangditunjuk olehBadanPengawasObatdanMakananataudari negaraasal. Ditetapkandi : JAKARTA Padatanggal : 2Marct2A05 WAS OBAT DAN MAKANAN K INDONESIA f- SAMPURNO { \ " , 4 . + r'd\ *'-f gi r',\q 1 "^.+.\-** u{1.1'lr r BADAN PENGAWASOBAT DAN MAKANAN Lampiran5 PeraturanKepalaBadanPengawasObatdanMakananRI Nomor : HK.00.05.41.1384 Tentang : Kriteria danTataLaksanaPendaftaranObat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka Nama Obat Tradisional / Obat Herbal Terstandar/ Fitofarnaka Bentuk Sediaan Jenisdan BesryKemasan Nama Pendaftar Alarnat dan Nomor Telepon BARU TANDAR/ & *"-d' w5sFory*6. A L I RMAKA KEPADA YTH. Kepala Badan Pengawas Obat dan MakananRepublikIndonesia Jl. PcrcetakanNegara23 JAKARTA rq$is BADANPENGAWASOBATDAN]IIAKANAN FORMULIR PENDAFTARAN Nama obat tradisional/ obat herbal terstandari fitofarmaka **) Keteranganlain mengenaiobat tradisional/ obat herbalterstandar/ fitofarmaka **)