Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Januari 2021 MENTERI DALAM NEGERI ttd MUHAMMAD TITO KARNAVIAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2021 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA ttd WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2021 NOMOR 112 Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum, ttd R. Gani Muhamad, SH, MAP Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. 19690818 199603 1001 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN TARIF RETRIBUSI DALAM PENYELENGGARAAN PENANGANAN SAMPAH PERHITUNGAN TARIF RETRIBUSI I. PANDUAN TATA CARA PENGISIAN KALKULATOR Kalkulator besaran retribusi berupa tabel kalkulasi yang memiliki komponen dengan penjelasan pengisian data yaitu:
a.Data pengisian merupakan komponen kolom data yang wajib disediakan dan dilengkapi oleh setiap daerah dalam pengisian perhitungan kalkulator. Data pengisian ini dilengkapi pada kolom ditabel dengan kode bintang satu (*).
b.Data keluaran merupakan komponen kolom data hasil kalkulasi otomatis kalkulator yang tidak boleh diganti, diubah atau dihapus dalam perhitungan kalkulator. Data keluaran ini menampilkan hasil otomatis pada kolom ditabel dengan kode bintang dua (**). Kalkulator besaran retribusi dapat dikalkulasikan dengan pengisian data sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Data pengisian kalkulator terdiri dari:
a.Data umum daerah pelayanan sampah.
b.Data biaya penanganan sampah ideal.
c.Data biaya penanganan sampah yang ditutup Non Retribusi. Berikut penjelasan detail dalam rangka pengisian kalkulator, yaitu:
a.Data Umum Daerah Pelayanan Sampah Data umum daerah pelayanan sampah yang wajib disediakan dan dilengkapi oleh setiap daerah dalam perhitungan kalkulator retribusi yaitu 1) jumlah penduduk, 2) jumlah Kepala Keluarga (KK), 3) angka timbulan sampah perkapita, dan 4) kategori sumber sampah dari suatu kabupaten/kota dimasukkan sebagai komponen data pengisian kalkulator untuk memastikan seluruh penghasil sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga mendapatkan kewajibannya dalam membayar retribusi. Komponen data umum daerah pelayanan sampah dapat ditinjau dari Tabel 1. Tabel 1 Data Umum Daerah Pelayanan Sampah No Parameter Notasi Satuan Nilai
a.Total Jumlah Penduduk * A Jiwa
b.Total Jumlah KK * B KK
c.Angka Timbulan Sampah perkapita * C Kg/Jiwa/Hari
d.Jumlah Jiwa dalam KK ** D = A/B Jiwa e. Total Timbulan Sampah Ton per Hari ** E = A*C Ton/Hari f. Total Timbulan Sampah Ton per Tahun ** F = E * 365 Ton/Tahun
g.Sumber Sampah Wilayah Pelayanan * 1) RUMAH TANGGA * G1 % 2) BISNIS * G2 % 3) FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * G3 % 4) INDUSTRI * G4 % 5) UMUM * G5 %
h.Total Persentase Sumber Sampah ** % Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi masing-masing daerah Kolom ** : Data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Penjelasan data umum yang digunakan dalam perhitungan adalah: 1) Total Jumlah Penduduk Wilayah Pelayanan (Jiwa) Jumlah penduduk wilayah pelayanan adalah jumlah total penduduk dalam satuan jiwa. Data berdasarkan jumlah penduduk tahun terbaru dan bersumber pada data Dinas yang membidangi kependudukan dan pencatatan sipil atau Badan Pusat Statistik (BPS) daerah 2) Total Jumlah Kepala Keluarga Wilayah Pelayanan (KK) Jumlah Kepala Keluarga (KK) adalah jumlah KK berdasarkan data aktual pada tahun terbaru dan bersumber pada Data Dinas yang membidangi kependudukan pencatatan sipil atau BPS Daerah. 3) Angka Timbulan Sampah perkapita (Kg/Jiwa/Hari) Angka timbulan sampah perkapita sesuai dengan standar timbulan sampah terbaru ataupun disesuaikan berdasarkan dengan kondisi pengelolaan sampah daerah. 4) Jumlah Jiwa dalam Kepala Keluarga (KK) Jumlah jiwa dalam KK merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa data rata-rata jumlah jiwa dalam satu KK yang diperoleh dari perbandingan total jumlah penduduk dengan total jumlah KK dengan formula sebagai berikut: ( ) T P ( ) T ( ) ( ) ( ) 5) Total Timbulan Sampah Ton per Hari Total timbulan sampah ton per hari merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa data kalkulasi total jumlah penduduk dengan angka timbulan sampah perkapita dengan formula sebagai berikut: T T S ( )(T ⁄ ) T P ( )( ) T S ( )( ) T 6) Total Timbulan Sampah Ton per Tahun Total timbulan sampah ton per tahun merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa perhitungan konversi timbulan sampah per hari dalam satuan tahun dengan formula sebagai berikut: T T S ( )(T T ⁄ ) T T S ( )(T ⁄ ) T 7) Persentase Sumber Sampah Wilayah Pelayanan Persentase (%) sumber sampah wilayah pelayanan disusun berdasarkan banyaknya sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga dalam % berat yang dihasilkan dari beberapa kategori sumber. Kategori sumber sampah dapat menyesuaikan dengan data kategori sumber sampah yang telah tersedia di daerah. Apabila data kategori sumber sampah di daerah belum tersedia, maka data kategori sumber sampah dapat menggunakan referensi golongan tarif PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang disediakan oleh PT PLN (Persero) untuk mempermudah proses pendataan jumlah unit sumber sampah. Berikut kategori sumber sampah berdasarkan Peraturan Direksi Nomor 0002.P-DIR-2015 tentang Pelaksanaan Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) yang dapat dijadikan sebagai referensi: a) Rumah Tangga: Banyaknya sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga dalam persentase (%) berat yang dihasilkan oleh perseorangan, atau rumah susun bersubsidi untuk keperluan kegiatan rumah tangga. b) Bisnis: Banyaknya sampah sejenis rumah tangga dalam persentase (%) berat yang dihasilkan oleh kegiatan bisnis/kegiatan yang bersifat komersial. c) Fasilitas Masyarakat Milik Swasta: Banyaknya sampah sejenis rumah tangga dalam persentase (%) berat yang dihasilkan oleh kegiatan pada Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, seperti yayasan/panti asuhan, sekolah, universitas/perguruan tinggi, rumah sakit, lapas, dan fasilitas masyakarakat milik swasta lainnya. d) Industri: Banyaknya sampah sejenis rumah tangga dalam persentase (%) berat yang dihasilkan dari kegiatan industri pengolahan yang memberikan nilai tambah atas suatu produk atau kegiatan ekonomi yang mengubah barang dasar secara mekanis, fisika, kimia atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah jadi atau mengubah barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat dengan pemakai akhir. e) Umum: Banyaknya sampah sejenis rumah tangga dalam persentase (%) berat yang dihasilkan dari kegiatan dan kepentingan umum, perkantoran, Perusahaan Umum (Perum), dan gedung kantor perwakilan negara asing serta fasilitas umum. 8) Total Persentase Sumber Sampah Total persentase sumber sampah merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa penjumlahan persentase sumber sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga dengan formulasi dibawah ini: T P S S ( ) R T S U
b.Biaya Penanganan Sampah Biaya penanganan sampah wajib dilengkapi oleh setiap daerah yang disesuaikan dengan hasil keluaran kalkulator biaya penanganan sampah, sebagaimana tercantum dalam Romawi IV. Komponen biaya penanganan sampah dalam kalkulator retribusi dapat ditinjau pada Tabel 2. Tabel 2 Biaya Penanganan Sampah No Parameter Notasi Satuan Nilai
a.Biaya Penanganan Sampah * H Rp/Ton
b.Biaya Penanganan Sampah ** I=F*H Rp/Tahun Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan keluaran kalkulator standar biaya penanganan sampah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Notasi F : Data timbulan sampah ton per tahun sesuai data Tabel 1 Berdasarkan formula tersebut, data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan adalah sebagai berikut: 1) Biaya penanganan sampah ideal (Rp/Ton) Biaya Penanganan Sampah ideal (Rp/Ton) merupakan data pengisian berdasarkan hasil keluaran kalkulator standar penanganan sampah yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengelolaan sampah di kota/kabupaten. 2) Biaya penanganan sampah ideal (Rp/Tahun) Biaya Penanganan Sampah ideal (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa data hasil konversi yang didasarkan pada total timbulan sampah (Ton/Tahun) dan biaya penanganan sampah (Rp/Ton) dengan rumus dibawah ini: P S ( R T ) T T S ( ) ( T T ) P S ( ) ( R T )
c.Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi wajib dilengkapi oleh setiap daerah dan menyesuaikan dengan komponen- komponen pada kalkulator biaya penanganan sampah ideal. Komponen biaya penanganan sampah yang ditutup Non-Retribusi dalam kalkulator retribusi dapat ditinjau pada Tabel 3. Tabel 3 Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi No Parameter Notasi Satuan Nilai
a.Biaya Penanganan Sampah*) * J Rp/Tahun
b.Biaya Penanganan Sampah ** K=J/F Rp/Ton Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Notasi F : Data timbulan sampah ton per tahun sesuai data Tabel 1 Penjelasan data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan adalah sebagai berikut: 1) Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi (Rp/Tahun) Total Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non Retribusi (Rp/Tahun) merupakan alokasi belanja daerah yang dialokasikan untuk biaya penanganan sampah dalam 1 tahun yang bersumber dari Non-Retribusi. Komponen biaya penanganan sampah disesuaikan dengan komponen biaya yang tercantum pada kalkulator biaya penanganan sampah ideal. 2) Biaya penanganan sampah yang ditutup Non-Retribusi (Rp/Ton) Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa total alokasi belanja daerah sesuai standar satuan harga daerah dengan rumus dibawah ini: P S ( R ) P S ( R T ) T S ( )
d.Total Kebutuhan Retribusi Kebutuhan retribusi merupakan selisih dari total biaya penanganan sampah per tahun dan besaran alokasi biaya penanganan sampah yang ditutup Non-retribusi. Besaran total kebutuhan retribusi merupakan dasar penetapan tarif retribusi. Kebutuhan retribusi dihitung dengan rumus sebagai berikut: Komponen total kebutuhan retribusi dalam kalkulator retribusi dapat ditinjau pada Tabel 4. Tabel 4 Total Kebutuhan Retribusi No Parameter Notasi Satuan Nilai
a.Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Ton ** L=H-K Rp/Ton
b.Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Tahun ** M=I-J Rp/Tahun Keterangan: Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Notasi H : Data biaya penanganan sampah sesuai data Tabel 2 Notasi K : Data biaya penanganan sampah non-retribusi sesuai data Tabel 3 Notasi I : Data biaya penangangan sampah sesuai data Tabel 2 Notasi J : Data biaya penanganan sampah non-retribusi sesuai data Tabel 3 Data yang digunakan dalam perhitungan total kebutuhan retribusi adalah sebagai berikut: 1) Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Ton Total kebutuhan retribusi (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa selisih dari total biaya penanganan sampah ideal (Rp/Ton) dengan biaya penanganan sampah yang ditutup Non-Retribusi (Rp/Ton) dengan formulasi dibawah ini: ( ) ( ) ( ) 2) Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Tahun Total Kebutuhan Retribusi = Biaya Penanganan Sampah Ideal - Biaya Penanganan Sampah yang ditutup Non-Retribusi Total kebutuhan retribusi (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa selisih dari total biaya penanganan sampah ideal (Rp/Tahun) dengan biaya penanganan sampah yang ditutup Non-Retribusi (Rp/Tahun) dengan formulasi dibawah ini ( ) ( ) ( )
e.Total Kebutuhan Retribusi per Kategori Sumber Total kebutuhan retribusi per kategori sumber diperoleh dari kalkulasi perhitungan: 1) timbulan sampah per kategori sumber dan 2) retribusi per kategori sumber. Komponen timbulan sampah per kategori sumber dalam kalkulator retribusi dapat ditinjau pada Tabel 5. Tabel 5 Timbulan Sampah per Kategori Sumber No Kategori % Sumber Sampah Timbulan Sampah (Ton/Tahun) S = G R = S*F
a.RUMAH TANGGA * ** **
b.BISNIS * ** ** c. FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * ** **
d.INDUSTRI * ** **
e.UMUM * ** ** Total ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing- masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Notasi F : Data timbulan sampah ton per tahun sesuai data Tabel 1 Notasi G : Data % kategori sumber pelayanan sampah sesuai data Tabel 1 Notasi S : Data % sumber sampah sama dengan % kategori sumber pelayanan sampah sesuai data Tabel 1 Penjelasan data timbulan sampah per kategori berasal dari data sebagai berikut: 1) Persentase (%) Sumber Sampah per Kategori Persentase (%) sumber sampah wilayah pelayanan merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berupa disusun berdasarkan banyaknya sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga yang dihasilkan dari beberapa sumber kategori yang sudah ditentukan pada notasi G Tabel 1. 2) Timbulan Sampah per Kategori Timbulan sampah per kategori merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan Data pengisian sumber sampah wilayah pelayanan pada notasi (G) dan total timbulan sampah per tahun pada notasi (F) pada Tabel 1dengan formulasi sebagai berikut: T S S S T T S ( T T ) Kebutuhan Retribusi per kategori sumber merupakan formula kalkulator yang diperoleh berdasarkan Data pengisian sumber sampah wilayah pelayanan pada notasi (S) dan total kebutuhan retribusi per tahun pada notasi (M). Komponen kebutuhan retribusi per kategori sumber dalam kalkulator retribusi dapat ditinjau pada Tabel 6. Tabel 6 Kebutuhan Retribusi per Kategori Sumber No Kategori % Pembayaran Retribusi Kebutuhan Retribusi (Rp/Tahun) U=S V=U*M 1) RUMAH TANGGA * ** ** 2) BISNIS * ** ** 3) FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * ** ** 4) INDUSTRI * ** ** 5) UMUM * ** ** Total ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing- masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Notasi S : Data % sumber sampah sesuai data Tabel 5 Notasi U : Data % pembayaran retribusi sama dengan % sumber sampah sesuai data Tabel 5 Notasi M : Data total kebutuhan retribusi (Rp/Tahun) sesuai data Tabel 4 Kebutuhan retribusi per kategori disusun berdasarkan data sebagai berikut: a) Persentase Pembayaran Retribusi Persentase pembayaran retribusi merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan banyaknya sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga yang dihasilkan dari beberapa sumber kategori yang sudah ditentukan pada notasi S Tabel 5 dengan rumus dibawah ini: P R (U) S S (S) b) Kebutuhan Retribusi per Kategori (Rp/Tahun) Kebutuhan retribusi per kategori (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan persentase pembayaran retribusi pada notasi (U) dan total kebutuhan retribusi per tahun pada notasi (M) pada Tabel 4 dengan formulasi sebagai berikut: R ( R T ) P R (U) T R ( )( R T )
f.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Penentuan Kelas per Kategori **) Kelima kategori sumber sampah dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan tingkat penyediaan daya listriknya sebagai dasar penentuan kelas ekonomi dari tiap kelas sehubungan dengan keberadilan besaran retribusi yang akan ditetapkan. Ketentuan pembagian kelas per kategori dapat ditetapkan sebagai berikut: 1) Rumah Tangga a) Kelas Miskin adalah kelas rumah tangga kriteria sambungan daya listrik 450 VA. b) Kelas Bawah adalah kelas rumah tangga dengan kriteria sambungan daya listrik yang disediakan 900 VA sampai 2.200 VA. c) Kelas Menengah adalah kelas rumah tangga dengan kriteria sambungan daya listrik yang disediakan 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA. d) Kelas Atas adalah kelas rumah tangga dengan kriteria sambungan daya listrik yang disediakan 6.600 VA ke atas. 2) Bisnis a) Bisnis Kecil adalah kelas bisnis yang melakukan kegiatan bisnis kecil dengan sambungan daya listrik yang disediakan 450 VA sampai dengan 5.500 VA. b) Bisnis Menengah adalah kelas bisnis yang melakukan kegiatan bisnis menengah dengan sambungan daya listrik yang disediakan 6.600 VA sampai dengan 200 kVA. c) Bisnis Besar adalah kelas bisnis yang melakukan kegiatan bisnis besar dengan sambungan daya listrik yang disediakan di atas 200 kVA. 3) Fasilitas Masyarakat Milik Swasta a) Kelas-1 adalah kelas Fasilitas Masyarakat Milik Swasta yang diperuntukan bagi pemakai sambungan daya listrik sangat kecil dengan daya yang disediakan sampai dengan 220 VA. b) Kelas-2 adalah kelas fasilitas masyarakat milik swasta yang diperuntukan bagi Badan/lembaga masyarakat komersial milik swasta sedang seperti yayasan/panti asuhan, sekolah, asrama pelajar, rumah sakit dan sebagainya dengan daya yang disediakan serendah-rendahnya 250 VA dan setinggi-tingginya 200 kVA. c) Kelas-3 adalah kelas fasilitas masyarakat milik swasta yang diperuntukan bagi Badan/lembaga masyarakat komersial milik swasta besar seperti sekolah, asrama pelajar, rumah sakit dan sebagainya dengan daya yang disediakan di atas 200 kVA. Badan masyarakat komersial milik swasta adalah Badan masyarakat komersial milik swasta selain tempat ibadah yang anggaran operasional berasal dari non pemerintah. 4) Industri a) Industri kecil/ rumah tangga adalah kelas industri yang diperuntukan bagi keperluan industri kecil/industri rumah tangga dengan daya yang disediakan 450 VA sampai dengan 14 kVA. b) Industri sedang adalah kelas industri yang diperuntukan bagi keperluan industri sedang dengan daya yang disediakan di atas 14 kVA sampai dengan 200 kVA. c) Industri menengah adalah kelas industri yang diperuntukan bagi keperluan industri menengah dengan daya yang disediakan diatas 200 kVA. d) Industri besar adalah kelas industri yang diperuntukan bagi keperluan industri besar dengan daya yang disediakan 30.000 kVA keatas. 5) Umum a) Umum-1 adalah kelas umum yang diperuntukan bagi keperluan perkantoran kecil, Perum, dan kantor perwakilan negara asing dengan daya yang disediakan 450 VA sampai dengan 200 kVA. b) Umum-2 adalah kelas umum yang diperuntukan bagi keperluan perkantoran besar, Perum dan kantor perwakilan negara asing dengan daya yang disediakan diatas 200 kVA. c) Umum-3 adalah kelas umum yang diperuntukan bagi keperluan fasilitas umum. **) Penentuan kategori dan kelas bisa disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
g.Konstanta Subsidi Silang Keberadilan digambarkan dengan konstanta subsidi silang. Konstanta subsidi silang merupakan varibel yang ditentukan sebagai faktor pengali yang didasarkan pada asas keberadilan dengan expert assessment adjustment dan disesuaikan dengan kondisi ideal daerah masing-masing. Sistem retribusi pada masing-masing kelas di setiap kategori meliputi: Tabel 7 Klasifikasi Kategori dan Sistem Retribusi No Kategori Kelas Kisaran Satuan Retribusi Konstanta Subsidi Silang***) Sistem Volume Sistem Tarif Tetap a. Rumah Tangga Kelas Miskin 0,1-0,5 Rp/Kg Rp/M3 Rp/L Rp/KK/Bulan Kelas Bawah 0,5-1 Kelas Menengah 1 Kelas Atas Otomatis Rumus
b.Bisnis Bisnis Kecil Otomatis Rumus Rp/Kg Rp/M3 Rp/L - Bisnis Menengah 1-1,2 Bisnis Besar 1,3-1,5 c. Fasilitas Masyarakat Milik Swasta Kelas-1 Otomatis Rumus Rp/Kg Rp/M3 Rp/L Kelas-2 1-1,2 Kelas-3 1,3-1,5
d.Industri Industri Kecil/Rumah Tangga Otomatis Rumus Rp/Kg Rp/M3 Rp/L Industri Sedang 1-1,2 Industri Menengah 1,2-1,5 Industri Besar 1,3-2
e.Umum Umum-1 Otomatis Rumus Rp/Kg Rp/M3 Rp/L Umum-2 1-1,2 Umum-3 1,3-1,5 Konstanta subsidi silang yang telah tercantum pada Tabel 7 ditetapkan berdasarkan expert adjustment. Beberapa kelas secara otomatis menyesuaikan dengan kelas lainnya didalam kategori tersebut untuk menghindari adanya kekeliruan dalam perhitungan. ***) Penentuan konstanta subsidi silang bisa disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan daerah masing-masing.
h.Densitas sampah Densitas sampah merupakan data pengisian yang wajib dilengkapi dalam pengisian kalkulasi. Untuk menentukan densitas sampah bisa menggunakan data sesuai dengan Buku Panduan Kebijakan dan Strategi Daerah yaitu 1 m3 = 0,33 Ton / 0,33 Kg/L /330 Kg/m3 atau dapat menggunakan data daerah masing-masing yang memiliki kajian lokal mengenai densitas sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Tabel 8 Data Densitas Sampah No Parameter Nama Item Satuan Nilai Densitas * BK1 Kg/L Densitas* BK2 Kg/m3 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing- masing daerah
i.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Rumah Tangga Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) dan Sistem Tarif Tetap (Rp/KK/Bulan). Tabel 9 Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Rumah Tangga VERIFIKASI No Kategori Jumlah KK % KK Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Timbulan Sampah (Ton/Tahun) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/Liter Rp/m3 (Rp/KK/Bulan) (Rp/KK/Bulan) (Ton/Tahun) W %W=X X*R1=Y Z X*Z=AA AA*V1=AB AB/Y=AC AD 5.1 RUMAH TANGGA * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** *** Rumah Tangga Kelas Miskin * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** *** Rumah Tangga Kelas Bawah * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** *** Rumah Tangga Kelas Menengah * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** *** Rumah Tangga Kelas Atas * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** *** Total ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom *** : Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan biaya retribusi per kelas adalah sebagai berikut 1) Jumlah Kepala Keluarga (KK) setiap kelas Jumlah KK (Kepala Keluarga) setiap kelas merupakan Data pengisian yang harus ditentukan jumlahnya sesuai dengan kondisi dimasing-masing daerah. Jumlah KK per kelas dapat ditentukan berdasarkan ketentuan kelas dalam kategori yang telah ditetapkan atau menggunakan data daerah masing-masing. 2) Persentase Jumlah Kepala Keluarga (KK) setiap kelas Persentase Kepala Keluarga (KK) setiap kelas merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data jumlah KK dan/atau unit yang sudah di input dengan formulasi sebagai berikut: T 3) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data persentase jumlah KK atau jumlah unit per kelas dan timbulan sampah per kategori (rumah tangga, bisnis, Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, industri, umum), dengan rumus dibawah ini: T S ( T T ) T T S ( T T ) 4) Konstanta Subsidi Silang Konstanta subsidi silang merupakan data pengisian yang harus ditentukan sesuai dengan kondisi kemampuan dan kesediaan untuk membayar retribusi per kelas. 5) Persentase Subsidi Silang Persentase subsidi silang merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan persentase jumlah KK/jumlah unit dengan konstanta subsidi silang, dengan rumus dibawah ini: S S S S 6) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Tahun) Tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data persentase subsidi silang dengan Tarif retribusi per kategori, dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) S S T R ( R T ) 7) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Ton) Tarif retribusi per kelas (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulatoryang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) dan timbulan sampah (Ton/Tahun), dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) T R ( R T ) T S ( T T ) 8) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Kg) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data Tarif retribusi per kelas (Rp/Ton), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R T ) T 9) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/L), (Rp/m3) dan (Rp/KK/Bulan) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan (Rp/m3) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan densitas sampah (Kg/L) (Kg/m3), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R ) S ( ) T R ( R 3 ) T R ( R ) S ( 3 ) Tarif retribusi per kelas (Rp/KK/Bulan) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan Tarif retribusi per tahun (Rp/Tahun) dan Jumlah kepala keluarga (KK), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R T ) T ⁄ ( )
j.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Bisnis Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) Tabel 10 Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Bisnis No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Biaya Retribusi Biaya Retribusi Biaya Retribusi Biaya Retribusi (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/Liter Rp/m3 AE %AE=AF AF*R2=AG AH AG*AH=AI AI*V2=AJ AJ/AG=AK AL 5.2 BISNIS * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Bisnis Kecil (B-1) * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Bisnis Sedang (B-2) * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Bisnis Besar (B-3) * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Total ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan biaya retribusi per kelas adalah sebagai berikut 1) Jumlah Unit setiap kelas Jumlah Unit setiap kelas merupakan Data pengisian yang harus ditentukan jumlahnya sesuai dengan kondisi dimasing-masing daerah. Jumlah unit setiap kelas dapat ditentukan berdasarkan ketentuan kelas dalam kategori yang telah ditetapkan atau menggunakan data daerah masing-masing. 2) Persentase Jumlah Unit setiap kelas Persentase Jumlah Unit setiap kelas merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data jumlah unit yang sudah di input dengan formulasi sebagai berikut: U U T U 3) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data persentase jumlah unit per kelas dan timbulan sampah per kategori (bisnis, Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, industri, umum). Rumus timbulan sampah per kelas adalah sebagai berikut: T S ( T T ) U T T S ( T T ) 4) Konstanta Subsidi Silang Konstanta subsidi silang merupakan data pengisian yang harus ditentukan sesuai dengan kondisi kemampuan dan kemauan membayar retribusi per kelas. 5) Persentase Subsidi Silang Persentase subsidi silang merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan dengan persentase jumlah unit dengan konstanta subsidi silang, dengan rumus dibawah ini: S S U S S 6) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Tahun) Tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data persentase subsidi silang dengan tarif retribusi per kategori, dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) S S T R ( R T ) 7) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Ton) Biaya retribusi per kelas (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) dan timbulan sampah (Ton/Tahun), dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) T R ( R T ) T S ( T T ) 8) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Kg) Biaya retribusi per kelas (Rp/Kg) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data biaya retribusi per kelas (Rp/Ton), dengan rumus dibawah ini: R ( R ) R ( R T ) T 9) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/L) dan (Rp/m3) Biaya retribusi per kelas (Rp/Kg) dan (Rp/m3) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan biaya retribusi per kelas (Rp/Kg) dan densitas sampah (Kg/L) (Kg/m3), dengan rumus dibawah ini: R ( R ) R ( R ) S ( ) R ( R 3 ) R ( R ) S ( 3 )
k.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Fasilitas Masyarakat Milik Swasta Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) Tabel 11 Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Fasilitas Masyarakat Milik Swasta No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/Liter Rp/m3 AM %AM=AN AN*R3=AO AP AN*AP=AQ AQ*V3=AR AQ/AO=AS AT 5.3 Fasilitas Masyarakat Milik Swasta * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Kelas 1 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Kelas 2 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Kelas 3 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Total ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan biaya retribusi per kelas adalah sebagai berikut 1) Jumlah Unit setiap kelas Jumlah Unit setiap kelas merupakan data pengisian yang harus ditentukan jumlahnya sesuai dengan kondisi dimasing-masing daerah. Jumlah unit setiap kelas dapat ditentukan berdasarkan ketentuan kelas dalam kategori yang telah ditetapkan atau menggunakan data daerah masing-masing. 2) Persentase Jumlah Unit setiap kelas Persentase Jumlah Unit setiap kelas merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data jumlah unit yang sudah di input, dengan formulasi sebagai berikut: U U T U 3) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data persentase jumlah unit per kelas dan timbulan sampah per kategori (bisnis, Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, industri, umum), dengan rumus dibawah ini: T S ( T T ) U T T S ( T T ) 4) Konstanta Subsidi Silang Konstanta subsidi silang merupakan Data pengisian yang harus ditentukan sesuai dengan kondisi kemampuan dan kemauan membayar retribusi per kelas. 5) Persentase Subsidi Silang Persentase subsidi silang merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan dengan persentase jumlah unit dengan konstanta subsidi silang, dengan rumus dibawah ini: S S U S S 6) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Tahun) Tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data persentase subsidi silang dengan tarif retribusi per kategori, dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) S S T R ( R T ) 7) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Ton) Tarif retribusi per kelas (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) dan timbulan sampah (Ton/Tahun), dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) T R ( R T ) T S ( T T ) 8) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Kg) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Ton), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R T ) T 9) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/L) dan (Rp/m3) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan (Rp/m3) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan densitas sampah (Kg/L) (Kg/m3), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R ) S ( ) T R ( R 3 ) T R ( R ) S ( 3 )
l.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Industri Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) Tabel 12 Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Industri No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah (Ton) Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi (Rp/Tahun) Tarif Retribusi (Rp/Ton) Tarif Retribusi (Rp/Kg) Tarif Retribusi Rp/Liter Rp/m3 AU %AU=AV AV*R4=AW AX AV*AX=AY AY*V4=AZ AZ/AW=BA BB 5.4 INDUSTRI * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Industri-1 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Industri-2 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Industri-3 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Industri-4 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Total ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan tarif retribusi per kelas adalah sebagai berikut 1) Jumlah Unit setiap kelas Jumlah Unit setiap kelas merupakan data pengisian yang harus ditentukan jumlahnya sesuai dengan kondisi dimasing-masing daerah. Jumlah unit setiap kelas dapat ditentukan berdasarkan ketentuan kelas dalam kategori yang telah ditetapkan atau menggunakan data daerah masing-masing. 2) Persentase Jumlah Unit setiap kelas Persentase Jumlah Unit setiap kelas merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data jumlah unit yang sudah di input, dengan formulasi sebagai berikut: U U T U 3) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data persentase jumlah unit per kelas dan timbulan sampah per kategori (bisnis, Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, industri, umum), dengan rumus dibawah ini: T S ( T T ) U T T S ( T T ) 4) Konstanta Subsidi Silang Konstanta subsidi silang merupakan Data pengisian yang harus ditentukan sesuai dengan kondisi kemampuan dan kemauan membayar retribusi per kelas. 5) Persentase Subsidi Silang Persentase subsidi silang merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan dengan persentase jumlah unit dengan konstanta subsidi silang, dengan rumus dibawah ini: S S U S S 6) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Tahun) Tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data persentase subsidi silang dengan tarif retribusi per kategori, dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) S S T R ( R T ) 7) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Ton) Tarif retribusi per kelas (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) dan timbulan sampah (Ton/Tahun), dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) T R ( R T ) T S ( T T ) 8) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Kg) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Ton), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R T ) T 9) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/L) dan (Rp/m3) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan (Rp/m3) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan densitas sampah (Kg/L) (Kg/m3), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R ) S ( ) T R ( R 3 ) T R ( R ) S ( 3 )
m.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Umum Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) Tabel 13 Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Umum K e t erangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah (Ton) Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/Liter Rp/m3 BC %BC=BD BD*R5=BE BF BD*BF=BG BG*V5=BH BH/BE=BI BJ 5.5 UMUM * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Umum-1 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Umum-2 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Umum-3 * * ** ** * ** ** ** ** ** ** Total ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** Data yang dibutuhkan untuk kalkulasi perhitungan tarif retribusi per kelas adalah sebagai berikut 1) Jumlah Unit setiap kelas Jumlah Unit setiap kelas merupakan data pengisian yang harus ditentukan jumlahnya sesuai dengan kondisi dimasing-masing daerah. Jumlah unit setiap kelas dapat ditentukan berdasarkan ketentuan kelas dalam kategori yang telah ditetapkan atau menggunakan data daerah masing-masing. 2) Persentase Jumlah Unit setiap kelas Persentase Jumlah Unit setiap kelas merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data jumlah unit yang sudah di input, dengan formulasi sebagai berikut: U U T U 3) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kelas (Ton/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator berdasarkan data persentase jumlah KK atau jumlah unit per kelas dan timbulan sampah per kategori (rumah tangga, bisnis, Fasilitas Masyarakat Milik Swasta, industri, umum), dengan rumus dibawah ini: T S ( T T ) U T T S ( T T ) 4) Konstanta Subsidi Silang Konstanta subsidi silang merupakan Data pengisian yang harus ditentukan sesuai dengan kondisi kemampuan dan kemauan membayar retribusi per kelas. 5) Persentase Subsidi Silang Persentase subsidi silang merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan dengan persentase jumlah unit dengan konstanta subsidi silang, dengan rumus dibawah ini: S S U S S 6) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Tahun) Tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data persentase subsidi silang dengan tarif retribusi per kategori, dengan rumus dibawah ini: R ( R T ) S S R ( R T ) 7) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Ton) tarif retribusi per kelas (Rp/Ton) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Tahun) dan timbulan sampah (Ton/Tahun), dengan rumus dibawah ini: T R ( R T ) T R ( R T ) T S ( T T ) 8) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/Kg) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan data tarif retribusi per kelas (Rp/Ton), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R T ) T 9) Tarif Retribusi per Kelas (Rp/L) dan (Rp/m3) Tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan (Rp/m3) merupakan data keluaran kalkulasi otomatis kalkulator yang dihitung berdasarkan tarif retribusi per kelas (Rp/Kg) dan densitas sampah (Kg/L) (Kg/m3), dengan rumus dibawah ini: T R ( R ) T R ( R ) S ( ) T R ( R 3 ) T R ( R ) S ( 3 ) II. SIMULASI KALKULASI PERHITUNGAN RETRIBUSI
a.Data Umum Daerah Pelayanan No Parameter Notasi Satuan Nilai 1.1 Total Jumlah Penduduk * A Jiwa 3.193.684 1.2 Total Jumlah KK * B KK 638.737 1.3 Angka Timbulan Sampah perkapita * C Kg/Jiwa/Hari 0,70 1.4 Jumlah Jiwa dalam KK ** D=A/B Jiwa 5 1.5 Total Timbulan Sampah Ton per Hari ** E=A*C Ton/Hari 2.248 1.6 Total Timbulan Sampah Ton per Tahun ** F = E * 365 Ton/Tahun 820.649 1.7 Sumber Sampah Wilayah No Parameter Notasi Satuan Nilai Pelayanan * a RUMAH TANGGA * G1 % 48% b BISNIS * G2 % 9% c FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * G3 % 10% d INDUSTRI * G4 % 8% e UMUM * G5 % 25% 1.8 Total Persentase Sumber Sampah ** % 100% Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
b.Biaya Penanganan Sampah Ideal No Parameter Notasi Satuan Nilai 2.1 Biaya Penanganan Sampah Ideal * H Rp/Ton Rp713.862 2.2 Biaya Penanganan Sampah Ideal ** I=F*H Rp/Tahun Rp585.830.165.449 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan keluaran kalkulator standar biaya penanganan sampah, sebagaimana tercantum dalam romawi IV. Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi.
c.Biaya Penanganan Sampah yang Ditutup Non Retribusi No Parameter Notasi Satuan Nilai 3.1 Biaya Penanganan Sampah*) * J Rp/Tahun Rp370.338.390.309 3.2 Biaya Penanganan Sampah ** K=J/F Rp/Ton Rp451.275 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan Biaya Penanganan Sampah Non-Retribusi masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
d.Total Kebutuhan Retribusi No Parameter Notasi Satuan Nilai 4.1 Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Ton L=H-K Rp/Ton Rp262.587 4.2 Total Kebutuhan Retribusi Rupiah per Tahun M=I-J Rp/Tahun Rp215.491.775.140 Keterangan: Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
e.Total Kebutuhan Retribusi per Kategori Sumber
1.Timbulan Sampah Per Kategori Sumber No Kategori % Sumber Sampah Timbulan Sampah (Ton/Tahun) Timbulan Sampah per Kategori Timbulan Sampah per Kategori S = G R = S*F Kg/Jiwa/ Hari Kg/Unit/ Hari 5.1 RUMAH TANGGA * 48% ** 393.912 ** 0,33792 5.2 BISNIS * 9% ** 73.858 ** 0,063 91,73 5.3 FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * 10% ** 82.065 ** 0,070 71,51 5.4 INDUSTRI * 8% ** 65.652 ** 0,056 18,23 5.5 UMUM * 25% ** 205.162 ** 0,176 2248,35 Total ** 100% ** 820.649 ** 0,70 Keterangan: Kolom *: Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing- masing daerah Kolom **: Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
2.Kebutuhan Retribusi Per Kategori Sumber No Kategori % Pembayaran Retribusi Kebutuhan Retribusi (Rp/Tahun) U=S V=U*M 5.1 RUMAH TANGGA * 48,00% ** Rp103.977.680.434 ** 5.2 BISNIS * 9,00% ** Rp19.495.815.081 ** 5.3 FASILITAS MASYARAKAT MILIK SWASTA * 10,00% ** Rp21.662.016.757 ** 5.4 INDUSTRI * 8,00% ** Rp17.329.613.406 ** 5.5 UMUM * 25,00% ** Rp53.872.943.785 ** Total ** 100,00% ** Rp215.491.775.140 ** Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing- masing daerah Kolom **: Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
f.Besaran Tarif Retribusi per Kelas No Parameter Nama Item Satuan Nilai Densitas Sampah * BK1 Kg/L 0,33 Densitas Sampah * BK2 Kg/m3 330 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah.
g.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Rumah Tangga Berbasis Volume (Rp/Kg), (Rp/Liter), (Rp/m3) dan Sistem Tarif Tetap (Rp/KK/Bulan) Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom *** : Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi No Kategori Jumlah KK % KK Timbulan Sampah (Ton/ Tahun) Konst anta Subsi di Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi (Rp/Tahun) Tarif Retribusi (Rp/Ton) Tarif Retribusi Tarif Retribusi Verifikasi Timbulan Sampah (Rp/Kg) Rp/ Liter Rp/m3 (Rp/KK/ Bulan) (Ton/ Tahun) W X=%W Y=X*R1 Z AA=X*Z AB= AA*V1 AC=AB/Y AD 5.1 RUMAH TANGGA * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** Rumah Tangga Kelas Miskin * 63.874 10% 39.391 0,50 5% Rp5.171.802.603 Rp131.293,50 Rp131 Rp43 Rp43.327 Rp6.747 39.391 Rumah Tangga Kelas Bawah * 255.495 40% 157.565 0,70 28% Rp28.962.094.579 Rp183.810,90 Rp184 Rp61 Rp60.658 Rp9.446 157.565 Rumah Tangga Kelas Menengah * 191.621 30% 118.173 1,00 30% Rp31.030.815.620 Rp262.587,01 Rp263 Rp87 Rp86.654 Rp13.495 118.173 Rumah Tangga Kelas Atas * 127.747 20% 78.782 1,85 37% Rp38.271.339.265 Rp485.785,96 Rp486 Rp160 Rp160.309 Rp24.966 78.782 Total ** 638.737 100% 393.912 100% 103.436.052.067 393.912
h.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Bisnis No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsi di Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Timbulan Sampah (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/Liter Rp/m3 (Rp/unit/ Bulan) (Ton/ Tahun) AE AF=%A E AG=AF*R2 AH AI=AG *AH AJ=AI*V2 AK=AJ/AG AL 5.2 BISNIS * * ** ** * ** ** ** * ** * *** *** Bisnis Kecil (B-1) * 969 44% 32.443 0,67** 29% Rp5.683.766.517 Rp175.193,50 Rp175 Rp58 Rp57.814 Rp488.800 32.443 Bisnis Sedang (B-2) * 592 27% 19.821 1,00 27% Rp5.204.624.560 Rp262.587,01 Rp263 Rp87 Rp86.654 Rp732.633 19.821 Bisnis Besar (B-3) * 645 29% 21.595 1,50 44% Rp8.505.868.686 Rp393.880,51 Rp394 Rp130 Rp129.981 Rp1.098.949 21.595 Total ** 2.206 100% 73.858 100% Rp24.237.599.097 73.858 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom *** : Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
i.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Fasilitas Masyarakat Milik Swasta No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Timbulan Sampah (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/ Liter Rp/m3 (Rp/unit/ Bulan) (Ton/ Tahun) AM AN=%A M AO=AN*R3 AP AQ=AN* AP AR=AQ*V3 AS=AQ/AO AT 5.3 Fasilitas Masyarakat Milik Swasta * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** Kelas-1* 526 17% 13.719 0,5784 10% Rp2.083.535.533 Rp151.873,23 Rp152 Rp50 Rp50.118 Rp330.353 13.719 Kelas-2 * 1.510 48% 39.425 1,00 48% Rp10.352.405.895 Rp262.587,01 Rp263 Rp87 Rp86.654 Rp571.177 39.425 Kelas-3 * 1.108 35% 28.921 1,20 42% Rp9.113.236.086 Rp315.104,41 Rp315 Rp104 Rp103.984 Rp685.412 28.921 Total ** 3.144 100% 82.065 100% Rp21.549.177.514 82.065 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom ***: Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
j.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Industri No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Timbulan Sampah (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/ Liter Rp/m3 (Rp/unit/ Bulan) (Ton/ Tahun) AU AV=% AU AW=AV * R4 AX AY=AV* AX AZ=AY*V4 BA=AZ/AW BB 5.4 INDUSTRI * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** Industri-1 * 6.328 64% 42.109 0,92 59% Rp10.148.601.095 Rp241.009,06 Rp241 Rp80 Rp79.533 Rp133.647 42.109 Industri-2 * 3.170 32% 21.094 1,00 32% Rp5.539.095.295 Rp262.587,01 Rp263 Rp87 Rp86.654 Rp145.612 21.094 Industri-3 * 216 2% 1.437 2,00 4% Rp754.854.627 Rp525.174,01 Rp525 Rp173 Rp173.307 Rp291.225 1.437 Industri-4 * 152 2% 1.011 3,00 5% Rp796.790.995 Rp787.761,02 Rp788 Rp260 Rp259.961 Rp436.837 1.011 Total ** 9.866 100% 65.652 100% Rp17.239.342.011 65.652 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom *** : Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi
k.Besaran Tarif Retribusi per Kelas Kategori Umum. No Kategori Jumlah Unit % Unit Timbulan Sampah Konstanta Subsidi Silang % Subsidi Silang Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Tarif Retribusi Timbulan Sampah (Ton) (Rp/Tahun) (Rp/Ton) (Rp/Kg) Rp/ Liter Rp/m3 (Rp/unit/ Bulan) (Ton/ Tahun) BC BD= %BC BE=BD* R5 BF BG=BD* BF BH=BG*V5 BI=BH/BE BJ 5.5 UMUM * * ** ** * ** ** ** ** ** ** *** *** Umum-1 * 100 40% 82.065 0,79 31% Rp16.916.104.349 Rp206.130,80 Rp206 Rp68 Rp68.023 Rp14.096.754 82.065 Umum-2 * 85 34% 69.755 1,10 37% Rp20.148.480.976 Rp288.845,71 Rp289 Rp95 Rp95.319 Rp19.753.413 69.755 Umum-3 * 65 26% 53.342 1,20 31% Rp16.808.358.461 Rp315.104,41 Rp315 Rp104 Rp103.984 Rp21.549.178 53.342 Total ** 250 100% 205.162 100% Rp53.872.943.785 205.162 Keterangan: Kolom * : Data pengisian sesuai dengan kondisi kategori masing-masing daerah Kolom ** : Data Keluaran kalkulasi otomatis kalkulator Kolom *** : Data Keluaran kalkulasi untuk verifikasi data Data yang tercantum hanya sebagai data referensi dan simulasi III. PENGHITUNGAN BIAYA PENANGANAN SAMPAH Penetapan tarif Retribusi Pelayanan persampahan/kebersihan oleh Pemerintah Daerah dalam modul ini didasarkan pada biaya penanganan sampah rumah tangga dan sejenisnya yang meliputi:
a.pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara;
b.pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/pembuangan akhir sampah; dan
c.penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. Penyediaan lokasi pembuangan, termasuk di dalamnya segala hal dan segala aktivitas yang diperlukan dalam rangka pemrosesan akhir sampah hingga pemusnahan akhir sampah, yang selanjutnya berdampak pada kebutuhan biaya operasional dan pemeliharaan, selain biaya investasi. Dalam rangka penghitungan biaya penanganan sampah dalam pedoman ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut:
a.Perhitungan ini tidak mencakup limbah B3 dan/atau sampah spesifik.
b.Perhitungan ini tidak termasuk pengangkutan sampah jika terjadi kejadian di luar dari kebiasaan atau kejadian luar biasa.
c.Perhitungan ini dirancang untuk menghasilkan biaya penanganan sampah ideal sesuai timbulan sampah yang ada di Kota/Kabupaten, sehingga jumlah infrastuktur yang dimiliki bukan menjadi input data, namun menjadi variabel yang dihitung untuk mengetahui kebutuhan jumlah infratruktur ideal berdasarkan timbulan sampah yang ada.
d.Persentase yang digunakan untuk mengisi Neraca Pelayanan dapat berdasarkan estimasi atau berdasarkan kondisi eksisting di Kota/Kabupaten.
e.Perhitungan ini hanya mengakomodir perhitungan pendanaan dari Pemerintah daerah (tidak memperhitungkan profit) dan belum termasuk biaya manajemen/kantor. Berikut beberapa hal yang menjadi perhatian dalam penghitungan biaya di tiap tahapan dalam penanganan sampah, yaitu:
a.PENGHITUNGAN BIAYA KEGIATAN PENGUMPULAN SAMPAH 1) Jika pemerintah Kota/Kabupaten ingin menghitung biaya investasi alat kumpul (gerobak/gerobak motor/pick up) meskipun skema yang menjadi tanggung jawab Kota/Kabupaten hanya pengangkutan dari TPS ke TPA, maka persentase pengumpulan di Jalur 2: Pengumpulan tetap harus diisi di Neraca Pelayanan. 2) Perhitungan biaya pick-up tidak termasuk biaya perpanjangan pajak per 5 tahun. Biaya pajak 5 tahunan perlu dihitung secara manual oleh pemerintah Kota/Kabupaten dengan mengakumulasikan biaya pajak per tahun jika pajak 5 tahunan bertepatan dengan pembiayaan tahun anggaran. 3) Komponen biaya pemeliharaan 5%/tahun untuk gerobak termasuk ganti ban, cuci gerobak, perbaikan gerobak. 4) Komponen biaya pemeliharaan 5%/tahun untuk gerobak motor dan pick up termasuk ganti accu, ganti oli, ganti ban, dan perbaikan berkala. 5) TPS: Biaya yang dihitung untuk TPS hanya biaya investasi, tanpa biaya operasional dan pemeliharaan
b.PENGHITUNGAN BIAYA KEGIATAN PENGOLAHAN SAMPAH: TPS 3R 1) Perhitungan ini diasumsikan menggunakan teknologi pemilahan manual. 2) Perhitungan ini belum termasuk penampungan/dan pengelolaan air lindi di TPS 3R. 3) Perhitungan ini dibuat dengan asumsi satu bangunan TPS 3R untuk satu teknologi pengolahan sampah organik. 4) Penanganan sampah daur ulang yang termasuk ke dalam perhitungan ini hanya berupa pemadatan sampah dengan mesin pemadat. Tidak ada biaya angkut sampah daur ulang dari TPS 3R yang dihitung di dalam perhitungan ini. 5) Teknologi pengolahan sampah yang termasuk ke dalam perhitungan opsi teknologi di TPS 3R antara lain pengomposan dengan aerator bambu, pengomposan dengan bata berongga, biodigester, black soldier flies (BSF), dan mesin pemadat untuk sampah daur ulang. Untuk setiap opsi teknologi pengolahan sampah organik, perhitungan dilengkapi dengan biaya mesin pencacah dan mesin pengayak. 6) Perhitungan untuk mesin pemadat adalah biaya mandiri yang terpisah dari biaya kelengkapan TPS 3R. Jika pemerintah Kota/Kabupaten ingin menambahkan mesin pemadat sebagai komponen TPS 3R, maka harus menjumlahkan manual biaya opsi TPS 3R + teknologi yang dipilih dengan biaya mesin pemadat yang terhitung.
c.PENGHITUNGAN BIAYA KEGIATAN PENGOLAHAN SAMPAH: TPST Angka-angka yang digunakan dalam penghitungan kalkulator ini diambil berdasarkan data yang diambil pada tahun 2019. Penghitungan tersebut disajikan dalam data excel yang saling terkait sumber pelayanan sampah hingga berakhir di TPA. Penggunaan angka-angka dalam kalkulator untuk teknologi pengolahan sampah di TPST di luar tahun 2019 perlu mempertimbangkan suku bunga dan harga yang berlaku pada tahun dimana kalkulator ini digunakan. Dasar yang digunakan dalam penghitungan biaya pengolahan dan pengelolaan sampah sejenis rumah tangga di TPST pada masing-masing teknologi adalah: 1) Pengelolaan TPST Secara Umum a) Pengelolaan sampah di TPST secara keseluruhan pada dasarnya harus memenuhi Permen PU Nomor 3 Tahun 2013 dengan luas area lebih besar dari 20.000 m2 atau melayani pengolahan sampah lebih besar dari 30 ton/hari. b) Pengelolaan TPST hanya terbatas dengan sistem pemilahan skala besar. Secara lebih detil, pengolahan sampah dilakukan dengan metode biologis dan termal. 2) Neraca Pelayanan a) Pengolahan Pre-Treatment dilakukan untuk jumlah total timbulan sampah ke TPST sebelum ditransportasikan ke teknologi pengolahan lainnya. b) Pada pengolahan dengan metode RDF Fluff, pengelolaan terkecil yang dapat dilayani adalah 120 ton/hari. Apabila nilai pengelolaan per ton pada ‘Neraca Pelayanan’ lebih kecil dari standar tersebut, maka pengelolaan pada neraca akan bernilai 0 (nol) atau diartikan sampah tidak dapat diolah dengan metode RDF Fluff. c) Pada pengolahan dengan metode Insinerasi, pengelolaan terkecil yang dapat dilayani adalah 100 ton/hari. Apabila nilai pengelolaan per ton pada ‘Neraca Pelayanan’ lebih kecil dari standar tersebut, maka pengelolaan pada neraca akan bernilai 0 (nol) atau diartikan sampah tidak dapat diolah dengan metode Insinerasi. d) Pengolahan dengan metode Gasifikasi menggunakan standar biaya pengelolaan terkecil yang dapat dilayani adalah 300 ton/hari. Apabila nilai pengelolaan per ton pada ‘Neraca Pelayanan’ lebih kecil dari standar tersebut, maka pengelolaan pada neraca akan bernilai 0 (nol) atau diartikan sampah tidak dapat diolah dengan metode Gasifikasi. e) Pengolahan dengan metode pengomposan menggunakan standar Permen PU Nomor 3 Tahun 2013, yaitu pengelolaan minimal 30 ton/hari. 3) Input Data a) Kapasitas yang digunakan setiap teknologi menyesuaikan sheet ‘Neraca Pelayanan’. b) Input data ‘Jumlah hari kerja’ diisi 340 hari/tahun berdasarkan data sekunder yang disesuaikan oleh tim tenaga ahli sebesar 90% hari efektif kerja dalam setahun. c) Input kalkulator, yakni nilai data investasi, data biaya perawatan, dan pemeliharaan dari masing-masing teknologi pengolah sampah, bersifat fleksibel dan dapat diubah mengikuti sumber referensi akurat dan nyata dari vendor. Namun demikian, apabila tidak terdapat referensi yang akurat, maka input data sebaiknya hanya dilakukan pada bagian kapasitas terlayani TPST. Standar data input yang dimasukkan adalah data primer dari masing-masing teknologi yang telah terpasang di Indonesia maupun data sekunder yang paling mudah diaplikasikan di Indonesia. 4) Pengolahan dengan Pre-Treatment a) Proses pemilahan dan pengolahan sampah secara sistematis dilakukan dengan teknologi RDF Fluff. b) Pengelolaan Pre-Treatment diseragamkan dengan menggunakan standar biaya suatu instalasi RDF-plant dengan komponen/proses utama, yaitu: Sorting Process, Shredding, Bio- Drying, dan Screening (ukuran partikel dan logam) dengan laju pengolahan 120 ton/hari. c) Penghitungan pengolahan sampah metode pengomposan harus memperhatikan poin 2) b). d) Dalam kalkulator sampah ini, proses RDF digunakan sebagai standar Pre-Treatment TPST secara umum. 5) Pengolahan dengan Metode RDF Fluff a) Proses pemilahan dan pengolahan sampah secara sistematis dilakukan dengan teknologi RDF Fluff. b) Pengelolaan RDF Fluff menggunakan standar biaya suatu instalasi RDF-plant dengan komponen/proses utama, yaitu: Sorting Process, Shredding, Bio-Drying, dan Screening (ukuran partikel dan logam) dengan laju pengolahan 120 ton/hari. c) Penghitungan pengolahan sampah metode pengomposan harus memperhatikan poin 2) b). d) Dalam kalkulator sampah ini, proses RDF akan memiliki nilai Rp/ton yang sama dengan Pre-Treatment TPST. 6) Pengolahan dengan Metode Insinerasi a) Pengolahan termal dengan metode Insinerasi pada penghitungan kalkulator ini menggunakan standar biaya teknologi dengan Insinerator dengan laju pengolahan 100 ton/hari dengan komponen/proses utama, yaitu: tungku, steam generator, turbin, generator listrik, sistem pengendali gas buang, cooling water system dan sistem pengolahan abu/ fly ash dan bottom ash (FABA). b) Jika pengolahan dengan metode insinerasi dilakukan untuk sampah lebih dari 100 ton/hari, harga pengolahan Rp/ton nya dianggap sama dengan Rp/ton dari pengolahan untuk 100 ton/hari. c) Penghitungan pengolahan sampah metode insinerasi harus memperhatikan poin 2) a) dan 2) c). 7) Pengolahan dengan Metode Gasifikasi a) Pengolahan dengan metode Gasifikasi menggunakan standar biaya teknologi Gasifikasi dengan laju pengolahan 1440 ton/hari dengan komponen utama, yaitu: proses pre-treatment, proses gasifikasi dengan 6 reaktor, proses homogenisasi, 2 unit turbin gas, 2 unit Heat Recovery Steam Generator (HRSG), 2 unit turbin uap, 4 unit generator listrik, sistem pengendali gas buang, dan sistem pengolah abu. b) Pengolahan dengan metode gasifikasi dapat dilakukan dengan laju pengolahan minimum 300 ton/hari, dengan proses utama: proses pre-treatment, proses gasifikasi dengan 1 reaktor, 1 unit turbin gas, 1 unit generator listrik, sistem pengendali gas buang, dan sistem pengolahan abu. c) Jika pengolahan dengan metode gasifikasi dilakukan untuk laju pengolahan sampah antara 300 – 1440 ton/hari dan di atas 1440 ton/hari, harga pengolahan Rp/ton nya dianggap sama dengan Rp/ton dari pengolahan 1440 ton/hari. d) Penghitungan pengolahan sampah metode gasifikasi harus memperhatikan poin 2) a) dan 2) d). 8) Pengolahan dengan Metode Pengomposan a) Pengolahan biologis yang digunakan terbatas pada pengaplikasian metode Open Windrow dengan sistem aerasi menggunakan metode terowongan bambu (bamboo aerator). b) Pengolahan sampah dengan metode ini menggunakan standar biaya RDF sebagai Pre-Treatment dan Open Windrow sebagai pengolahan utama dengan kapasitas minimal 120 ton/hari. c) Penghitungan pengolahan sampah metode pengomposan harus memperhatikan poin 2) a) dan 2) e). d) Biaya investasi pengomposan dapat bersifat fleksibel dan dapat diubah mengikuti sumber referensi akurat dan nyata dari vendor. Apabila tidak diganti, penghitungan biaya sipil, peralatan mekanik, dan kebutuhan aerator bambu akan menghitung secara otomatis dengan beberapa ketentuan. Biaya investasi sipil menggunakan metode Open Windrow dengan tinggi optimum 1,5 meter dan kebutuhan penyimpanan selama 30 hari. Sedangkan pada penghitungan peralatan mekanik akan ditambahkan mesin ayak kapasitas 3,2 ton/hari. Investasi lain yang akan langsung dihitung jika tidak diubah adalah aerator bambu dengan metode standar yang dilakukan di TPS 3R. e) Biaya perawatan dan pemeliharaan pada pengomposan dapat bersifat fleksibel dan dapat diubah mengikuti sumber referensi yang nyata. Apabila tidak ada data input tersebut, maka total gaji akan dihitung berdasarkan input gaji yang ditetapkan, asuransi dan jumlah operator. Sedangkan pada pemeliharaan gedung dan perawatan alat-alat mekanik akan ditambahkan sebesar 5% dari harga investasi masing-masing komponen. Biaya listrik ditambahkan dengan mengalikan pemakaian alat kelistrikan dengan harga listrik yang berlaku saat kalkulator ini digunakan. 9) Pengelolaan dengan Data Manual Apabila pengguna memiliki data dari komponen-komponen biaya investasi maupun operasional, maka poin 4), 5), 6), 7) dan 8) tidak berlaku. Dalam penghitungan biaya-biaya tersebut yang menjadi acuan adalah semua komponen yang masuk ke dalam sheet ‘input data’ tidak terkait dengan data primer yang dimiliki oleh Tim Tenaga Ahli.
d.PENGHITUNGAN BIAYA KEGIATAN PENGANGKUTAN SAMPAH 1) Perhitungan ini hanya menggunakan alat angkut sesuai dengan Permen PU Nomor 3 Tahun 2013, yaitu dump truck, armroll truck, dan compactor truck. 2) Perhitungan ini belum termasuk pengangkutan sampah dari badan air baik jumlah personel maupun alatnya. 3) Perhitungan ini tidak termasuk biaya perpanjangan pajak per 5 tahun. Biaya pajak 5 tahunan perlu dihitung secara manual oleh pemerintah Kota/Kabupaten dengan mengakumulasikan biaya pajak per tahun jika pajak 5 tahunan bertepatan dengan pembiayaan tahun anggaran. 4) Biaya pemeliharaan truk sebesar 5%/tahun yang termasuk ke dalam perhitungan ini antara lain biaya pergantian accu, biaya pergantian oli, serta biaya perawatan dan perbaikan berkala. 5) Jika pemerintah Kota/Kabupaten tidak membutuhkan perhitungan pengumpulan sampah dari sumber ke TPS dan skema penanganan sampah yang menjadi tanggung jawabnya hanya pengangkutan dari TPS ke TPA, maka Jalur 2: Pengumpulan tidak perlu diinput dan neraca pelayanan yang digunakan adalah Jalur 2: Pengangkutan Truk ke TPA. Dengan catatan bahwa melalui jalur ini biaya investasi TPS tidak terhitung.
e.PENGHITUNGAN BIAYA KEGIATAN PEMROSESAN AKHIR: TPA 1) Perhitungan ini belum termasuk biaya dampak sosial dan dampak lingkungan. 2) Perhitungan ini tidak termasuk biaya pembebasan lahan untuk TPA. 3) Perhitungan ini tidak termasuk biaya penutupan TPA. Untuk menghitung biaya penutupan TPA, mohon gunakan sheet ‘10. Penutupan TPA’. Mohon gunakan harga satuan sesuai harga satuan eksisting di daerah masing-masing. 4) Pemerintah Kota/Kabupaten diminta mengisi Input Data ‘Periode Penutupan Harian’ hanya jika TPA tersebut melakukan tutupan berkala dengan periode 1-14 hari. Jika tidak ada penutupan pada rentang tersebut, mohon tidak mengisi Input Data ‘Periode Penutupan Harian’ tersebut. 5) Alat berat yang termasuk dalam perhitungan ini hanya excavator dan bulldozer. 6) Penanganan gas bio yang termasuk dalam perhitungan ini hanya pipa untuk penyaluran gas dari dalam lahan urug ke udara terbuka. 7) Penanganan lindi yang termasuk dalam perhitungan ini ada dua opsi, yaitu Versi I berupa IPL Konvensional dengan kolam aklimatisasi dan Versi II berupa IPL Advance dengan kolam aerobik, biofilter, dan MBR. 8) Pengendalian vektor penyakit yang termasuk dalam perhitungan ini antara lain penyemprotan insektisida, desinfektan, dan gas fogging. 9) Monitoring kualitas lingkungan yang termasuk dalam perhitungan ini antara lain uji udara ambien 2 kali/tahun, uji emisi gas 1 kali/tahun, uji air lindi 2 kali/tahun, uji air tanah 3 kali/tahun, uji air permukaan 2 kali/tahun. 10) Biaya utilitas yang termasuk dalam perhitungan ini antara lain biaya listrik, biaya air, biaya telpon, dan biaya perlengkapan kantor (ATK). 11) Opsi material untuk penutupan berkala yang tersedia dalam perhitungan ini yaitu dengan tanah urug atau dengan terpal. Opsi terpal hanya berlaku untuk sanitary landfill (penutupan per hari), sementara opsi tanah urug berlaku untuk sanitary landfill dan controlled landfill. A. SKEMA PENANGANAN SAMPAH DALAM PERHITUNGAN Perhitungan biaya penanganan sampah dalam Kalkulator Biaya Penanganan Sampah terdiri dari komponen berikut ini: 1) Biaya Investasi, dalam Rp/tahun dan Rp/ton; 2) Biaya Operasional dan Pemeliharaan, dalam Rp/tahun dan Rp/ton; 3) Total Biaya Penanganan Sampah (Investasi + OP), dalam Rp/tahun dan /Rp/ton; dan 4) Biaya Penanganan Sampah per Rumah, dalam Rp/KK/bulan. Penanganan sampah (waste handling) termasuk satu dari dua komponen pengelolaan sampah (Pengurangan dan penanganan). Berdasarkan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kegiatan penanganan sampah terdiri dari: 1) Pemilahan: pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah. 2) Pengumpulan: pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu. 3) Pengangkutan: membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir. 4) Pengolahan: mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah. 5) Pemrosesan akhir sampah: pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman. Penanganan sampah pada dasarnya merupakan pilihan dari opsi/ alternatif dari setiap komponen subsistem sehingga sesuai dengan tujuan masterplan pengelolaan sampah di suatu daerah. Walaupun biaya penanganan sampah mengacu pada skema umum/skema yang sering digunakan di setiap daerah, namun tidak menutup kemungkinan, diperlukan ketersediaan alternatif penanganan lain yang lebih efisien dan ekonomis berdasarkan kebutuhan. Berbagai skema penanganan sampah yang di identifikasi di Indonesia yaitu ada 6 skema, sebagaimana ditampilkan dalam Gambar 1.1. G a m b a r 1 . 1 . Berbagai Skema Penanganan Sampah di Indonesia Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menghitung biaya penanganan sampah dengan menggunakan kalkulator biaya sampah adalah mengidentifikasi skema yang direncanakan/digunakan di sebuah kota/kabupaten. Skema ini akan menentukan biaya penanganan sampah di setiap sub- sistem, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Dalam kalkulator biaya sampah ini, skema penanganan sampah dirancang di dalam ‘Neraca Pelayanan’. Komponen setiap sub-sistem yang menjadi lingkup dalam kalkulator antara lain sub-sistem pengumpulan, pengangkutan, pengolahan kawasan, pengolahan kota, dan pemrosesan akhir, yang lebih detailnya disebutkan dalam Tabel 1.1. Pewadahan di sumber tidak menjadi bagian dari perhitungan biaya penanganan sampah di kalkulator ini. Tabel 1.1. Komponen Perhitungan Biaya Penanganan Sampah Sub-Sistem Komponen Ts,m kota Ts,m jiwa penduduk Sub-Sistem Komponen Pengumpulan sampah Jalur 1
1.Gerobak sampah;
2.Gerobak motor sampah; dan
3.Pick up. Jalur 2 Pengangkutan dengan truk dari sumber langsung ke TPA Pengumpulan Kawasan: TPS Pengolahan sampah TPS 3R Opsi teknologi pengolahan:
1.Pengomposan dengan aerator bamboo;
2.Pengomposan dengan bata berongga;
3.Biodigester;
4.Black Soldier Flies (BSF); dan
5.Mesin pemadat untuk sampah daur ulang. TPST Opsi teknologi pengolahan:
1.Pengomposan aerob;
2.Insinerator;
3.Gasifikasi; dan
4.RDF-Fluff. Pengangkutan sampah 1. Dump truck;
2.Armroll truck; dan
3.Compactor truck. Pemrosesan akhir sampah TPA Opsi penutupan lahan urug:
1.Controlled landfill;
2.Sanitary landfill dengan tanah urug; dan
3.Sanitary landfill dengan terpal. Opsi Instalasi Pengolahan Lindi (IPL):
1.IPL Konvensional; dan
2.IPL Advance. Berikut penjelasan beberapa hal dalam rangka penghitungan biaya penanganan sampah yaitu: 1) Neraca Pelayanan Neraca Pelayanan menampilkan skema penanganan sampah di suatu kota beserta timbulan di masing-masing sub-sistemnya. Untuk menghitung timbulan sampah di Neraca Pelayanan berikut dengan timbulan di setiap sub-sistemnya, digunakan rumus-rumus berikut. a) Timbulan Sampah Total Timbulan sampah total suatu kota dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. T T Ts,m gerobak Ts,m kota Ts,m motor Ts,m kota T T Ts,m pick up 𝑝𝑖𝑐𝑘𝑢𝑝 Ts,m kota (1.1) Keterangan: Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah dalam satuan massa (kg/ jiwa/hari) npenduduk = Jumlah penduduk (jiwa) b) Timbulan Sampah Pengumpulan Sumber (Jalur 1) Timbulan sampah terlayani di Jalur 1 antara lain terdiri dari timbulan sampah terlayani dengan gerobak, gerobak motor, dan pick up yang dapat dihitung dengan rumus berikut.
(1)Timbulan sampah terlayani dengan gerobak sampah Keterangan: Ts,m gerobak = Timbulan sampah terlayani gerobak sampah (ton /hari) %gerobak= Persentase sampah terlayani gerobak sampah (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari)
(2)Timbulan sampah terlayani dengan gerobak motor sampah Keterangan: Ts,m motor = Timbulan sampah terlayani gerobak motor sampah (ton/hari) %motor = Persentase sampah terlayani gerobak motor sampah (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari)
(3)Timbulan sampah terlayani dengan pick up sampah Keterangan: Ts,m pick up = Timbulan sampah terlayani pick up sampah (ton /hari) %pick up = Persentase sampah terlayani pick up sampah (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) c) Timbulan Sampah Pengangkutan Sumber (Jalur 2/ Pengangkutan 1) (1.2 ) (1.3) (1.4) Ts,m TPS 3R TPS R Ts,m kota T Ts,m organik TPS3R Ts,m TPS3R Ts,m truk x1 x Ts,m kota T x T Timbulan sampah yang terlayani Jalur 2/Pengangkutan 1 adalah yang berasal dari sumber yang sampahnya diangkut langsung oleh truk untuk dibawa ke TPA. Sampah dari sumber dapat diangkut dengan dump truck, armroll truck, maupun compactor truck. Perhitungan persentase timbulan sampah terangkut oleh masing-masing truk yaitu dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m truk x1 = Timbulan sampah terlayani truk x di jalur pengangkutan 1 (ton/hari) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) %truk x1 = Persentase sampah terlayani truk x di jalur pengangkutan 1 (%) d) Timbulan Sampah Terlayani TPS 3R Timbulan sampah terlayani TPS 3R dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah terlayani TPS 3R (ton/hari) %TPS3R = Persentase sampah terlayani di TPS3R (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) Sampah yang masuk ke TPS 3R tersebut kemudian terbagi menjadi sampah yang diolah dengan pengolahan organik, sampah yang disalurkan untuk daur ulang, dan sampah yang menjadi residu. Perhitungan timbulan sampah tersebut dapat dilakukan dengan rumus berikut.
(1)Timbulan sampah organik TPS 3R Keterangan: Ts,m organik TPS 3R = Timbulan sampah organik di TPS 3R (ton /hari) %organik = Persentase sampah organik di TPS3R (%) (1.5) (1.6) (1.7) Ts,m DU TPS3R U Ts,m TPS3R Ts,m residu TPS3R Ts,m TPS3R Ts,m teknologi TPS3R Ts,m organik TPS3R Ts,m pemadat Ts,m DU TPS3R Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah terlayani TPS 3R (ton /hari)
(2)Timbulan sampah daur ulang TPS 3R Keterangan: Ts,m DU TPS 3R = Timbulan sampah daur ulang di TPS 3R (ton/ hari) %DU = Persentase sampah daur ulang di TPS3R (%) Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah terlayani TPS 3R (ton/hari)
(3)Timbulan sampah residu TPS 3R Keterangan: Ts,m residu TPS 3R = Timbulan sampah residu di TPS 3R (ton/ hari) %residu = Persentase sampah residu di TPS3R (%) Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah terlayani TPS 3R (ton/ hari)
(4)Timbulan sampah terlayani di pengolahan organik TPS 3R Keterangan: Ts,m teknologi TPS 3R = Timbulan sampah terlayani teknologi pengolahan TPS 3R, dapat berupa pengomposan aerator bamboo pengomposan bata berongga/biodigester /BSF (ton/hari) %teknologi = Persentase sampah terlayani teknologi yang digunakan, dapat berupa %aerator, %bata, %biodigester, atau %BSF (%) Ts,m organik TPS 3R = Timbulan sampah organik di TPS 3R (ton/hari)
(5)Timbulan sampah terlayani mesin pemadat Keterangan (1.8) (1.9) (1.10) (1.11) Ts,m TPST TPST Ts,m kota Ts,m DU TPST U Ts,m TPST Ts,m pemadatt = Timbulan sampah terlayani dengan mesin pemadat (ton/hari) %pemadat = Persentase sampah terlayani dengan mesin pemadat di TPS3R (%) Ts,m DU TPS 3R= Timbulan sampah daur ulang di TPS 3R (ton /hari) e) Timbulan Sampah Terlayani TPST Timbulan sampah terlayani TPST dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m TPST = Timbulan sampah terlayani TPST (ton/hari) %TPST = Persentase sampah terlayani di TPST (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) Sampah yang masuk ke TPST tersebut kemudian terbagi menjadi sampah yang diolah dengan pengolahan organik, sampah yang disalurkan untuk daur ulang, sampah combustible yang diolah dengan pengolahan termal, dan sampah yang menjadi residu. Perhitungan timbulan sampah tersebut dapat dilakukan dengan rumus berikut. 1) Timbulan sampah organik TPST (Pengomposan aerob) Ts,m organik TPST Ts,m TPST Keterangan: Ts,m organik TPST = Timbulan sampah organik di TPST (ton/hari) %organik = Persentase sampah organik di TPST (%) Ts,m TPST = Timbulan sampah terlayani TPST (ton/hari) 2) Timbulan sampah daur ulang TPST Keterangan: Ts,m DU TPST = Timbulan sampah daur ulang di TPST (ton/hari) %DU = Persentase sampah daur ulang di TPST (%) Ts,m TPST = Timbulan sampah terlayani TPST (ton/hari) (1.12) (1.13) (1.14) T Ts,m residu TPST Ts,m combustible TPST c Ts,m TPST Ts,m teknologi TPST Ts,m combustible TPST 3) Timbulan sampah combustible Keterangan: Ts,m combustible TPST= Timbulan sampah combustible di TPST (ton/hari) %combustible = Persentase sampah combustible di TPST (%) Ts,m TPST = Timbulan sampah terlayani TPST (ton/hari) 4) Timbulan sampah residu TPST Keterangan: Ts,m residu TPST = Timbulan sampah residu di TPST (ton /hari) %residu = Persentase sampah residu di TPST, dapat berupa %pretreatment (RDF), %insinerasi, dan/atau %gasifikasi (%) Ts,m TPST = Timbulan sampah terlayani TPST (ton/hari) Ts,m teknologi TPST = Timbulan sampah terlayani teknologi pengolahan termal TPST, dapat berupa insinerasi/gasifikasi (ton/hari) 5) Timbulan sampah terlayani pengolahan termal Keterangan: Ts,m teknologi TPST = Timbulan sampah terlayani teknologi pengolahan termal TPST, dapat berupa insinerasi/RDF Fluff/gasifikasi (ton/hari) %teknologi = Persentase sampah terlayani teknologi yang digunakan, dapat berupa %insinerasi, %RDF, dan/atau %gasifikasi (%) (1.15) (1.16) (1.17) TPS TPS R TPST Ts,m TPS TPS Ts,m kota Ts,m pengangkutan2 Ts,m residu TPS3R Ts,m residu TPST Ts,m residu TPS Ts,m truk x1,x2 x , x Ts,m pengangkutan2 Ts,m combustible TPST = Timbulan sampah combustible di TPST (ton/hari) f) Timbulan Sampah Terlayani TPS Timbulan sampah terlayani TPS dipengaruhi oleh jumlah timbulan sampah yang masuk ke TPS 3R, TPST, dan yang diangkut langsung ke TPA dari sumber (Jalur 2). Perhitungan nilai timbulan yang dilayani yaitu dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m TPS = Timbulan sampah terlayani di TPS (ton/hari) %TPS = Persentase sampah terlayani di TPS (%) Ts,m kota = Total timbulan sampah kota (ton/hari) g) Timbulan Sampah Pengangkutan 2 ke TPA Timbulan sampah yang terlayani Pengangkutan 2 adalah residu TPS 3R, residu TPST, dan sampah terlayani TPS yang dibawa oleh truk (Dump truck, Arm Roll Truck dan Compactor Truck) ke TPA. Nilai timbulan yang dilayani dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m pengangkutan2 = Timbulan sampah terlayani pengangkutan 2 (ton/hari) Ts,m residu TPS 3R = Timbulan sampah residu TPS 3R (ton/hari) Ts,m residu TPST = Timbulan sampah residu di TPST (ton/hari) Ts,m TPS = Timbulan sampah terlayani di TPS (ton/hari) Sampah dari sumber dapat diangkut dengan jenis angkutan dump truck, armroll truck, dan/atau compactor truck. Perhitungan persentase timbulan sampah terangkut oleh masing-masing truk yaitu dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m truk x1,x2 = Timbulan sampah terlayani pada jenis truk x (ton/hari) (1.18) (1.19) (1.20) (1.21) Ts,m TPA Ts,m truk x 1 Ts,m pengangkutan 2 Ts,m pengangkutan2= Timbulan sampah terlayani pengangkutan 2 (ton/hari) %truk x1,x2 = Persentase sampah terlayani pada jenis truk x (%) x1 = Jenis truk pada jalur 1 x2 = Jenis truk pada jalur 2 h) Timbulan Sampah Terlayani di TPA Timbulan sampah di TPA adalah penjumlahan dari sampah yang diangkut langsung dari sumber, TPS dan pengolahan Kawasan dengan menggunakan alat angkut dump truck, armroll truck dan compactor truck. Nilai timbulan yang dilayani dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ts,m TPA = Timbulan sampah terlayani di TPA (ton/hari) Ts,m truk x1 = Timbulan sampah terlayani truk x di jalur pengangkutan 1 (ton/hari) Ts,m pengangkutan2 = Timbulan sampah terlayani pengangkutan 2 (ton/hari) B. PENGUMPULAN SAMPAH 1) Gerobak Sampah Beberapa komponen biaya yang dihitung untuk pengumpulan dengan gerobak sampah yaitu biaya investasi gerobak, biaya operasi dan pemeliharaan gerobak, total biaya pengumpulan dengan gerobak, dan biaya pengumpulan per rumah dengan gerobak. Alur perhitungan yaitu digambarkan di Gambar 2.1. Untuk menghitung biaya pengumpulan sampah dengan gerobak, digunakan rumus di Sub-bab B.1)a)-B.1)g). Gambar 2.1 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengumpulan Sampah dengan Gerobak Timbulan sampah per gerobak per tahun Biaya investasi per gerobak Rp/ton Biaya operasional & pemeliharaan per gerobak Rp/ton Total biaya pengumpulan sampah dengan gerobak (Investasi + OP) Rp/ton Biaya operator Biaya pemeliharaan Biaya APD operator Biaya pengumpulan sampah per rumah gerobak Rp/KK/bulan (1.22) Ts,m gerobak Ts,m gerobak gerobak Ts,m gerobak gerobak R s a) Kapasitas per Gerobak Sampah per Hari Kapasitas per gerobak per hari bergantung pada ukuran gerobak, jumlah ritasi gerobak per hari, dan densitas sampah di gerobak, yang dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: mgerobak = Kapasitas sampah terlayani gerobak per hari (ton/hari) K = Kapasitas per gerobak (m3) R = Jumlah ritasi gerobak per hari (ritasi/hari) Ms = Densitas sampah di gerobak (ton/m3) b) Jumlah Gerobak Sampah Ideal Jumlah gerobak ideal untuk pengumpulan di suatu kota bergantung pada timbulan sampah yang dilayani oleh gerobak dalam skema penanganan sampah sebuah daerah atau Neraca Pelayanan, kapasitas per gerobak dan jumlah ritasi per hari. Jumlah gerobak ideal dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: ngerobak = Jumlah gerobak ideal untuk timbulan sampah yang dilayan (unit) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh gerobak (ton/hari) m = Kapasitas per gerobak per hari (ton/hari) c) Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Gerobak Sampah per Tahun Total timbulan sampah yang dilayani gerobak per tahun dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m= Timbulan sampah dilayani gerobak (ton/hari atau ton/tahun) d) Biaya Investasi Gerobak Sampah Biaya investasi gerobak sampah dihitung dengan mempertimbangkan harga gerobak sampah, suku bunga Bank (2.1) (2.2) (2.3) op gerobak Bop gerobak per tahun Ts,m op gerobak o p APD o gerobak (Go o gerobak ) ( x o gerobak ) Indonesia, inflasi dan umur teknis gerobak dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bi gerobak = Biaya investasi gerobak (Rp/tahun atau Rp/ton) Hiu = Harga investasi per gerobak (Rp/unit) I = Inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut = Umur teknis gerobak (tahun) Ts = Timbulan sampah dilayani gerobak (ton/tahun) ngerobak = Jumlah gerobak ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) e) Biaya Operasional dan Pemeliharaan Gerobak Sampah Biaya operasional dan pemeliharaan dihitung dengan mempertimbangkan Biaya Operator, Biaya Pemeliharaan, dan Biaya APD Operator dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Bop gerobak = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak (Rp/ tahun atau Rp/ton) Bo = Biaya operator gerobak (Rp/tahun) Bp = Biaya pemeliharaan gerobak (Rp/tahun) BAPD = Biaya APD operator gerobak (Rp/tahun) Ts,m = Timbulan sampah dilayani gerobak (ton/tahun) Untuk melengkapi rumus tersebut, perlu dilakukan perhitungan berikut.
(1)Biaya operator gerobak Keterangan: i gerobak iu gerobak ( ) ( Sb) Ut i gerobak i gerobak Ts,m (2.4) (2.5) (2.8) (2.6) (2.7) ps gerobak i gerobak op gerobak p gerobak P iu gerobak APD gerobak APD o gerobak Bo gerobak = Biaya operator gerobak (Rp/tahun) Go = Gaji operator gerobak (Rp/orang/bulan/unit) no = Jumlah operator gerobak (orang) ngerobak = Jumlah gerobak ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) A = Asuransi kesehatan operator (Rp/orang/bulan /unit)
(2)Biaya pemeliharaan gerobak Keterangan: Bp gerobak = Biaya pemeliharaan gerobak (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan gerobak (%/tahun) Hiu = Harga investasi per gerobak (Rp/unit) ngerobak = Jumlah gerobak ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(3)Biaya APD operator gerobak Keterangan: BAPD gerobak = Biaya APD operator gerobak (Rp/tahun) HAPD = Harga APD (Rp/orang/tahun/unit) no = Jumlah operator gerobak (orang) ngerobak = Jumlah gerobak ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) f) Total Biaya Pengumpulan dengan Gerobak Sampah Total Biaya Pengumpulan Sampah dengan gerobak (Bps gerobak) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan gerobak. Untuk menghitung Bps dapat menggunakan data yang ada dalam Rp/tahun maupun Rp/ton. Keterangan: Bps gerobak = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan gerobak (Rp/tahun atau Rp/ton) Bi gerobak = Biaya investasi gerobak (Rp/tahun atau Rp/ton) (2.9) (2.10) (2.11) pr,ps gerobak ps Ts,m jiwa jiwa pr,op gerobak op Ts,m jiwa jiwa Bop gerobak = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak (Rp/ tahun atau Rp/ton) g) Biaya Pengumpulan per Rumah dengan Gerobak Sampah Untuk sistem pembagian per rumah (Bpr), dihitung dengan rumus di bawah ini. Perhitungan Bpr dapat menggunakan biaya Bps maupun biaya Bop. Keterangan: Bpr,ps gerobak = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan gerobak (Rp/KK/bulan) Bpr,ps gerobak = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya Investasi dan biaya OP gerobak (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak (Rp/ton) Bps = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional Pemeliharaan gerobak (Rp/ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) 2) Gerobak Motor Sampah Beberapa komponen biaya yang dihitung untuk pengumpulan dengan gerobak motor sampah yaitu biaya investasi gerobak motor, biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor, total biaya pengumpulan dengan gerobak motor, dan biaya pengumpulan per rumah dengan gerobak motor. Alur perhitungan yaitu digambarkan di Gambar 2.2. Untuk menghitung biaya pengumpulan sampah dengan gerobak motor, digunakan rumus di Sub-bab B.2)a)-B.2)g) Biaya investasi per gerobak motor Rp/ton Total biaya pengumpulan sampah dengan gerobak motor (Investasi + OP) Rp/ton Biaya operator Biaya pemeliharaan Biaya bahan bakar Timbulan sampah per gerobak motor per tahun Biaya pengumpulan sampah per rumah (2.12) (2.13) motor Ts,m motor motor R s a) Kapasitas per Gerobak Motor Sampah per Hari Kapasitas per gerobak motor per hari bergantung pada ukuran gerobak motor, jumlah ritasi gerobak motor per hari, dan densitas sampah di gerobak motor, yang dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: mmotor = Kapasitas sampah terlayani gerobak motor per hari (ton/hari) K = Kapasitas per gerobak motor per hari (m3) R = Jumlah ritasi gerobak motor per hari (ritasi/hari) Ms = Densitas sampah di gerobak motor (ton/m3) b) Jumlah Gerobak Motor Sampah Ideal Jumlah gerobak motor ideal untuk pengumpulan di suatu kota bergantung pada timbulan sampah yang dilayani oleh gerobak motor dalam skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan, kapasitas per gerobak motor per hari, dan jumlah ritasi per hari. Jumlah gerobak motor ideal dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: nmotor = Jumlah gerobak motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh gerobak motor (ton/hari) motor = Kapasitas per gerobak motor per hari (ton/hari) (2.15) Gambar 2.2 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengumpulan Sampah dengan Gerobak Motor (2.14) Bop motor per tahun = Bo + Bp + Bbm + Bpt + BAPD Bop motor per tahun = Bo + Bp + Bbm + Bpt + BAPD op motor Bop motor per tahun Ts,m Ts,m motor Ts,m motor c) Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Gerobak Motor Sampah per Tahun Total timbulan sampah yang dilayani gerobak motor per tahun dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m = Timbulan sampah dilayani gerobak motor (ton/hari atau ton/tahun) d) Biaya Investasi Gerobak Motor Sampah Biaya investasi gerobak motor sampah dihitung dengan mempertimbangkan harga gerobak sampah, suku bunga Bank Indonesia, inflasi dan umur teknis gerobak motor dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bi motor = Biaya investasi gerobak motor (Rp/tahun atauRp/ton) Hiu = Harga investasi per gerobak motor (Rp/unit) I = Inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut = Umur teknis (tahun) Ts,m = Timbulan sampah dilayani gerobak motor (ton/tahun) nmotor = Jumlah gerobak motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) e) Biaya Operasional dan Pemeliharaan Gerobak Motor Sampah Biaya operasional dan pemeliharaan dihitung dengan mempertimbangkan Biaya Operator, Biaya Pemeliharaan, Biaya Bahan Bakar, Biaya Pajak Tahunan, dan Biaya APD Operator dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: i motor iu motor ( ) ( Sb) Ut (2.17) i motor i motor Ts,m (2.16) (2.18) (2.20) (2.19) o motor (Go o motor ) ( x o motor ) p motor P iu motor bm motor t R bbm x bbm motor Bop motor = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor (Rp/tahun atau Rp/ton) Bo = Biaya operator gerobak motor (Rp/tahun) Bp = Biaya pemeliharaan gerobak motor (Rp/tahun) Bbm = Biaya bahan bakar gerobak motor (Rp/tahun) Bpt = Biaya pajak tahunan kendaraan bermotor (Rp/tahun) BAPD = Biaya APD operator (Rp/tahun) Ts,m = Timbulan sampah dilayani gerobak motor (ton/tahun) Untuk melengkapi rumus tersebut, perlu dilakukan perhitungan berikut.
(1)Biaya operator gerobak motor Keterangan: Bo motor = Biaya operator gerobak motor (Rp/tahun) Go =Gaji operator gerobak motor (Rp/orang/bulan/unit) no = Jumlah operator gerobak motor (orang) nmotor = Jumlah motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) A = Asuransi kesehatan (Rp/orang/bulan/unit)
(2)Biaya pemeliharaan gerobak motor Keterangan: Bp motor = Biaya pemeliharaan gerobak motor (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan gerobak motor (%/tahun) Hiu = Harga investasi per gerobak motor (Rp/unit) nmotor = Jumlah motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(3)Biaya bahan bakar gerobak motor Keterangan: Bbm motor = Biaya bahan bakar gerobak motor (Rp/tahun) Jt = Jarak tempuh per ritasi gerobak motor (km/ritasi) R = Jumlah ritasi gerobak motor per hari (ritasi/hari) kbbm = Konsumsi bahan bakar gerobak motor (liter/km) (2.21) (2.22) (2.23) APD APD o motor ps motor i motor op motor pt motor pt motor Hbbm = Harga bahan bakar gerobak motor (Rp/liter/unit) nmotor = Jumlah motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(4)Biaya pajak tahunan gerobak motor Keterangan: Bpt motor = Biaya pajak tahunan gerobak motor (Rp/tahun) Hpt = Harga pajak tahunan gerobak motor (Rp/tahun /unit) nmotor = Jumlah motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(5)Biaya APD operator gerobak motor Keterangan: BAPD = Biaya APD operator gerobak motor (Rp/tahun) HAPD = Harga APD (Rp/orang/tahun) no = Jumlah operator gerobak motor (orang) nmotor = Jumlah motor ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) f) Total Biaya Pengumpulan dengan Gerobak Motor Sampah Total Biaya Pengumpulan Sampah dengan gerobak motor (Bps motor) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan gerobak motor sampah sesuai dengan rumus berikut. Keterangan: Bps motor = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan (Rp/tahun atau Rp/ton) Bi motor = Biaya investasi gerobak motor (Rp/tahun atau Rp/ton) Bop motor = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor (Rp/tahun atau Rp/ton) (2.24) (2.25) (2.26) pr,ps motor ps Ts,m jiwa jiwa pr,op motor op Ts,m jiwa jiwa g) Biaya Pengumpulan per Rumah dengan Gerobak Motor Sampah Untuk sistem pembagian per rumah (Bpr), dihitung dengan rumus di bawah ini. Perhitungan Bpr dapat menggunakan biaya Bps maupun biaya Bop. Keterangan Bpr,op motor = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor (Rp/KK/bulan) Bpr,ps motor = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya Investasi dan biaya OP gerobak motor (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor (Rp/ton) Bps = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional Pemeliharaan gerobak motor (Rp/ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) 3) Pick-up Sampah Beberapa komponen biaya yang dihitung untuk pengumpulan dengan pick up sampah yaitu biaya investasi pick up, biaya operasional dan pemeliharaan pick up, total biaya pengumpulan dengan pick up, dan biaya pengumpulan per rumah dengan pick up. Alur perhitungan yaitu digambarkan di Gambar 2.3. Untuk menghitung biaya pengumpulan sampah dengan pick up, digunakan rumus di Sub-bab B.3)a)-B.3)g). Biaya investasi per pick up Rp/ton Biaya operasional & pemeliharaan per pick up Rp/ton Total biaya pengumpulan sampah pick up (Investasi + OP) Rp/ton Timbulan sampah per pick up per tahun Biaya operator Biaya pemeliharaan Biaya bahan bakar Biaya pajak tahunan Biaya KIR Biaya APD Operator Biaya pengumpulan sampah per rumah pick up Rp/KK/bulan (2.27) (2.28) pickup Ts,m pickup pickup R s a) Kapasitas per Pick Up per Hari Kapasitas per pick up per hari bergantung pada ukuran pick up, jumlah ritasi pick up per hari, dan densitas sampah di pick up, yang dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: mpickup = Kapasitas per pick up per hari (ton/hari) K = Kapasitas per pick up per hari (m3) R = Jumlah ritasi pick up per hari (ritasi/hari) Ms = Densitas sampah di pick up (ton/m3) b) Jumlah Pick Up Ideal Jumlah pick up ideal untuk pengumpulan di suatu kota bergantung pada timbulan sampah yang dilayani oleh pick up dalam skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan, kapasitas per pick up per hari dan jumlah ritasi per hari. Jumlah pick up ideal dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: npickup = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) Ts,m = Timbulan sampah dilayani pick up (ton/hari) mpickup = Kapasitas per pickup per hari (ton/hari) c) Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Pick up per Tahun Total timbulan sampah yang dilayani pick up per tahun dihitung dengan rumus berikut. Gambar 2.3 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengumpulan Sampah dengan Pick Up (2.29) (2.30) Bop pick up per tahun = Bo + Bp + Bbbm + Bpt + Bka + BAPD op pick up Bop pick up per tahun Ts,m Ts,m pick up Ts,m pick up Keterangan: Ts = Timbulan sampah dilayani pick up (ton/hari atau Ton/ tahun) d) Biaya Investasi Pick up Biaya investasi pick up sampah dihitung dengan mempertimbangkan harga pick up, suku bunga Bank Indonesia, inflasi dan umur teknis pick up dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bi pick up = Biaya investasi pick up (Rp/tahun atau Rp/ton) Hiu = Harga investasi per pick up (Rp/unit) I = inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut = Umur teknis pick up (tahun) Ts,m = Timbulan sampah dilayani pick up (ton/tahun) npickup = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) e) Biaya Operasional dan Pemeliharaan Pick up Biaya operasional dan pemeliharaan dihitung dengan mempertimbangkan Biaya Operator, Biaya Pemeliharaan, Biaya Bahan Bakar, Biaya Pajak Tahunan, Biaya KIR dan administrasi, dan Biaya APD Operator dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Bop pick up = Biaya operasional dan pemeliharaan pick up (Rp/ton) Bo = Biaya operator pick up (Rp/tahun) Bp = Biaya pemeliharaan pick up (Rp/tahun) Bbm = Biaya bahan bakar pick up (Rp/tahun) Bpt = Biaya pajak tahunan kendaraan bermotor (Rp/ tahun) i pick up i pick up Ts,m i pick up iu pickup ( ) ( Sb) Ut (2.31) (2.32) (2.33) (2.34) (2.35) o pick up (Go o pick up ) ( o pick up ) p pick up P iu pick up bm pick up t R bbm bbm pick up pt pick up pt pick up Bka = Biaya KIR dan administrasi (Rp/tahun) BAPD = Biaya APD operator (Rp/tahun) Untuk melengkapi rumus tersebut, perlu dilakukan perhitungan berikut.
(1)Biaya operator pick up Keterangan: Bo pick up = Biaya operator pick up (Rp/tahun) Go = Gaji operator pick up (Rp/orang/bulan) no = Jumlah operator pick up (orang) A = Asuransi kesehatan (Rp/orang/bulan) npickup = Jumlah pickup ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(2)Biaya pemeliharaan pick up Keterangan: Bp pick up = Biaya pemeliharaan pick up (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan pick up (%/tahun) Hiu = Harga investasi per pick up (Rp/unit) npickup = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(3)Biaya bahan bakar pick up Keterangan: Bbm = Biaya bahan bakar pick up (Rp/tahun) Jt = Jarak tempuh pick up per ritasi (km/ritasi) R = Jumlah ritasi pick up per hari (ritasi/hari) kbbm = Konsumsi bahan bakar pick up (liter/km) Hbbm = Harga bahan bakar pick up (Rp/liter) npickup = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(4)Biaya pajak tahunan pick up (2.36) (2.37) (2.38) (2.39) ps pick up i pick up op pick up APD pick up APD o pick up pr,ps pick up ps Ts,m jiwa jiwa pr,op pick up op Ts,m jiwa jiwa Keterangan: Bpt pick up = Biaya pajak tahunan pick up (Rp/tahun) Hpt = Harga pajak tahunan pick up (Rp/tahun/unit) npick up = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(5)Biaya APD operator pick up Keterangan: BAPD = Biaya APD operator pick up (Rp/tahun) HAPD = Harga APD (Rp/orang/tahun) no = Jumlah orang (orang) npickup = Jumlah pick up ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) f) Total Biaya Pengumpulan dengan Pick up Total Biaya Pengumpulan Sampah dengan pick up (Bps pick up) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan pick up sampah sesuai rumus berikut. Keterangan: Bps pick up = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan (Rp/ton atau Rp/tahun) Bi pick up = Biaya investasi pick up (Rp/ton atau Rp/tahun) Bop pick up = Biaya operasional dan pemeliharaan pick up (Rp/ton atau Rp/tahun) g) Biaya Pengumpulan per Rumah dengan Pick up Untuk sistem pembagian per rumah (Bpr), dihitung dengan rumus di bawah ini. Perhitungan Bpr dapat menggunakan biaya Bps maupun biaya Bop. Keterangan: (2.40) (2.41) (2.42) (2.43) TPS s Bpr,op pick up = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan pick up (Rp/KK/bulan) Bpr,ps pick up = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya Investasi dan biaya OP pick up (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan pick up (Rp/ ton) Bps = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan pick up (Rp/ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) 4) Tempat Penampungan Sementara (TPS) Untuk TPS, biaya yang dihitung yaitu biaya investasi saja, baik dalam Rp/tahun, Rp/ton, maupun Rp/KK/bulan. Tidak ada biaya operasional yang dianggarkan secara rutin untuk TPS. Alur perhitungan TPS ditunjukkan pada Gambar 2.4. Untuk menghitung biaya pengumpulan sampah di TPS, digunakan rumus di Sub-bab B.4)a)-B.4)e). a) Kapasitas per TPS per Hari Kapasitas per TPS per hari bergantung pada kapasitas TPS (m3/hari) dan densitas sampah di TPS, yang dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: mTPS = Kapasitas per TPS per hari (ton/hari) K = Kapasiatas per TPS (m3/hari) Ms = Densitas sampah di pick up (ton/m3) b) Jumlah TPS Ideal Biaya investasi per TPS Biaya pengumpulan sampah di TPS Timbulan sampah per TPS Gambar 2.4 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengelolaan TPS (2.44) Ts,m TPS Ts,m TPS TPS Ts,m TPS Jumlah TPS ideal bergantung pada timbulan sampah yang dilayani oleh TPS dalam skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan dan kapasitas per TPS per hari. Jumlah TPS ideal dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: nTPS = Jumlah TPS ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) mTPS = Kapasitas per TPS per hari (ton/hari) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh TPS (ton/hari) c) Total Timbulan Sampah Terlayani dengan TPS per Tahun Total timbulan sampah yang dilayani TPS per tahun dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m = Timbulan sampah dilayani TPS (ton/hari atau ton/tahun) d) Biaya Investasi TPS Komponen data yang diperlukan untuk menghitung biaya investasi adalah harga bangunan TPS dan umur teknis TPS. Dalam perhitungan TPS ini, biaya investasi dibedakan antara bak atau container TPS dengan landasannya. Hal ini disebabkan karena umur teknis keduanya berbeda. Umur teknis bak TPS dipilih 5 tahun, sedangkan umur teknis landasannya berkisar 20 tahun. Untuk menghitung biaya investasi, digunakan rumus b erikut. Keterangan: Bi TPS = Biaya investasi TPS (Rp/tahun atau Rp/ton) i TPS i TPS Ts,m i TPS iu container TPS ( ) ( Sb) Ut container ⬚ iu landasan TPS ( ) ( Sb) Ut landasan ⬚ (2.45) (2.46) (2.47) (2.48) pr TPS i TPS Ts,m jiwa jiwa Hiu container = Harga investasi per container TPS (Rp/unit) Hiu landasan = Harga investasi per landasan TPS (Rp/unit) I = Inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut container = Umur teknis container TPS (tahun) Ut landasan = Umur teknis landasan TPS (tahun) Ts,m = Timbulan sampah TPS (ton/tahun) nTPS = Jumlah TPS ideal untuk timbulan sampah yang dilayani e) Biaya Pengumpulan Sampah per Rumah di TPS Biaya pengumpulan sampah di TPS dihitung dengan sistem pembagian per rumah (Bpr) dapat dihitung dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bpr TPS = Biaya pengumpulan sampah di TPS dengan sistem pembagian per-rumah (Rp/KK/bulan) Bi TPS = Biaya investasi TPS (Rp/ton) Ts,m jiwa = Timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) C. PENGOLAHAN SAMPAH 1) Tempat Pengolahan Sampah dengan Prinsip 3R (TPS 3R) TPS 3R Berbasis Masyarakat merupakan pola pendekatan dalam pengolahan sampah yang berorientasi pada penanganan sampah sejak dari sumber. Prinsipnya, penyelenggaraan TPS 3R Berbasis Masyarakat diarahkan pada konsep Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang), di mana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dengan pengolahan sampah organik dan penyaluran sampah bernilai jual untuk daur ulang di skala kawasan. Alur perhitungan biaya TPS 3R ditampilkan di Gambar 3.1 dan rumus perhitungan ditampilkan di Sub-bab C.1)a)-C.1)h). (2.49) Ts,m TPS3R ( ) Ts TPS3R ( ) Dalam prakteknya, terdapat berbagai opsi untuk mengelola sampah di TPS 3R. Opsi teknologi yang tersedia dalam perhitungan Biaya TPS 3R menggunakan Kalkulator Biaya Sampah yaitu pengomposan dengan aerator bambu, pengomposan dengan bata berongga, biodigester, dan Black Soldier Flies (BSF) untuk sampah organik serta mesin pemadat untuk sampah daur ulang. Sebuah kota dapat menggunakan salah satu atau mengkombinasikan opsi teknologi ini untuk setiap TPS 3R nya. a) Timbulan Sampah Terlayani TPS 3R per Tahun Timbulan sampah terlayani di TPS 3R bergantung pada skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan yang dirancang. Total timbulan sampah yang dilayani TPS 3R per tahun dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m TPS3R = Timbulan sampah dilayani TPS3R (ton/hari dan ton/tahun) b) Jumlah TPS 3R Ideal Jumlah TPS 3R ideal untuk sebuah kota bergantung pada nilai timbulan yang dilayani TPS 3R per hari dan kapasitas per TPS 3R per hari, yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang (Error! No text TPS3R Ts,m 𝑇𝑃𝑆3𝑅 (3.2) Gambar 3.1 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengolahan di TPS 3R dilayani (unit) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh TPS 3R (ton/hari) mTPS3R = Kapasitas per TPS 3R per hari (ton/hari/unit) c) Kapasitas TPS 3R Untuk mengetahui jumlah KK yang dapat terlayani oleh TPS 3R yang mengelola timbulan sampah sebagaimana dihitung di Sub- BAB A.1.d, dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: nKK = Jumlah KK yang dapat terlayani oleh TPS 3R (KK) Ts,m TPS3R = Timbulan sampah dilayani seluruh TPS 3R (ton/hari) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per rumah (jiwa/KK) d) Kebutuhan Mesin dan Operator Jumlah operator dan mesin yang dibutuhkan dalam sebuah TPS 3R bergantung pada jumlah sampah yang ditangani dalam TPS 3R tersebut. Untuk menghitung kebutuhan mesin dan operator, digunakan rumus-rumus berikut ini.
(1)Kebutuhan operator per unit Jumlah operator dihitung dengan rumus berikut, dengan ketentuan minimal jumlah operator per TPS 3R sebanyak 3 orang, dan pertambahan jumlah orang diasumsikan 1 orang utk setiap ton sampah masuk. Keterangan: no TPS3R = Jumlah operator per unit TPS 3R (orang/unit) m TPS3R = Kapasitas per TPS 3R per hari (ton/hari/unit)
(2)Kebutuhan mesin pencacah dan mesin ayak Mesin pencacah dan mesin ayak yang dibutuhkan dalam sebuah TPS 3R dihitung dengan rumus berikut. Catatan: masing-masing TPS 3R minimal memiliki 1 (satu) unit mesin cacah/ayak untuk pengolahan organik Keterangan: KK Ts,m TPS3R Ts,m jiwa jiwa o TPS3R ( TPS3R ) cacah ayak Ts,m cacah ayak cacah ayak Wcacah ayak (3.3) (3.4) (3.5) ncacah/ayak = Jumlah mesin cacah/ayak (unit) Ts,m cacah/ayak = Timbulan sampah organik yang dicacah/ diayak (ton/hari) W = Waktu operasional mesin cacah/ayak (jam /hari) mcacah/ayak = Kapasitas mesin cacah/ayak (kg/jam)
(3)Kebutuhan unit mesin pemadat Mesin pemadat yang dibutuhkan dalam sebuah TPS 3R dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: npemadat = Jumlah mesin pemadat (unit) Tsm pemadat = Timbulan sampah yang diolah dengan mesin pemadat (ton/hari) Wpemadat = Waktu operasional mesin (jam/hari) mpemadat = laju operasi mesin pemadat (kg/jam)
(4)Kebutuhan unit opsi teknologi Opsi teknologi terdiri dari teknologi aerator bambu, bata berongga, biodigester dan BSF. Kebutuhan unit opsi teknologi dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: ni = Jumlah unit teknologi yang dibutuhkan (unit) Ts,m i = Timbulan sampah organik yang diolah di teknologi (ton/hari) Ki = Kapasitas per unit teknologi (ton/unit) Wi = Waktu pengolahan organik (hari) i = Opsi teknologi biologis (Aerator Bambu, Bata Berongga, Biodigester, dan BSF)
(5)Kebutuhan unit BSF Kebutuhan unit opsi teknologi untuk aerator bambu, bata berongga, biodigester dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: pemadat TPS3R Ts,m pemadat pemadat Wpemadat i Ts,mi Wi i (3.6) (3.7) BSF Ts,m BSF BSF (Erro r! No text ni = Jumlah unit teknologi yang dibutuhkan (unit) Ts,m BSF = Timbulan sampah organik yang diolah di BSF (ton/ hari) Ki = Kapasitas per unit teknologi (ton/unit/hari) e) Biaya Investasi TPS 3R Dalam investasi TPS 3R, terdapat elemen dasar yang dibutuhkan seperti bangunan, ATK, dan timbangan. Kemudian terdapat elemen pendukung yang dapat dipilih penggunaannya, misalnya untuk pompa air, mesin cacah, dan mesin ayak. Selain itu terdapat pula elemen teknologi yang juga berupa opsi yang dapat dipilih sesuai kondisi TPS 3R di lokasi tertentu. Untuk menghitung Biaya Investasi (Bi) TPS 3R, digunakan rumus di bawah ini. i TPS3R i bangunan i ATK i timbangan i pompa i cacah (3.9) i ayak i teknologi (3.10) Untuk setiap Bi, rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut: (3.11) Keterangan: Bi = Biaya investasi (Rp/tahun atau Rp/ton) Hiu = Harga investasi per barang (Rp/unit) nbarang = Jumlah barang (unit) %teknologi = Persentase pelayanan teknologi yang digunakan nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) I = Inflasi (%) Sb = suku bunga (%) Ut = Umur teknis (tahun) Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah terlayani di TPS 3R (ton/tahun) f) Biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R Dalam operasional TPS 3R, biaya dasar yang dibutuhkan yaitu biaya operator, biaya pemeliharaan (bangunan, ATK, timbangan), biaya listrik, dan biaya APD operator. Sementara biaya pendukung yang dapat dipilih penggunaannya antara lain i iu barang ( ) ( Sb) Ut i TPS3R i Ts,m TPS3R biaya operasional dan pemeliharaan pompa air, biaya operasional dan pemeliharaan mesin cacah, biaya operasional dan pemeliharaan mesin ayak. Kemudian untuk opsi teknologi juga terdapat biaya operasional dan pemeliharaan, bergantung pada jenis teknologi yang dipilih. Untuk menghitung Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) TPS 3R, digunakan rumus di bawah ini. 3 3 , 3 (3.12) 3 ( op pompa ) op teknologi Keterangan: Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R (Rp/ tahun atau Rp/ton) %teknologi = Persentase pelayanan teknologi yang digunakan Bo = Biaya operator TPS 3R (Rp/tahun) Bp = Biaya pemeliharaan TPS 3R (Rp/tahun) BL = Biaya pemakaian listrik di TPS 3R (Rp/tahun) BAPD = Biaya APD operator TPS 3R (Rp/tahun) Bop pompa = Biaya operasional dan pemeliharaan pompa air (Rp/tahun) Bop cacah = Biaya operasional dan pemeliharaan mesin cacah (Rp/tahun) Bop ayak = Biaya operasional dan pemeliharaan mesin ayak (Rp/tahun) Bop teknologi = Biaya operasional dan pemeliharaan teknologi (Rp/tahun) Ts,m TPS 3R = Timbulan sampah dilayani TPS 3R (ton/tahun) Untuk melengkapi rumus tersebut, perlu dilakukan perhitungan berikut.
(1)Biaya operator TPS 3R Keterangan: Bo TPS 3R = Biaya operator TPS 3R (Rp/tahun) Go = Gaji operator TPS 3R (Rp/orang/bulan) no = Jumlah operator per TPS 3R (orang/unit) ( . ) ( ! N x o TPS3R (Go o TPS3R ) ( o TPS3R ) ( (Error! No L TPS3R (( komputer L W) ( printer L W) ( lampu L W)) TPS 3R APD TPS3R APD o TPS3R op pompa TPS3R (P i pompa ) ( pompa L Wpompa ) TPS 3R nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) A = Asuransi kesehatan (Rp/orang/bulan)
(2)Biaya pemeliharaan TPS 3R Keterangan: Bp TPS 3R = Biaya pemeliharaan TPS 3R (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan (%/tahun) Hiu = Harga investasi per barang (Rp/unit) nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(3)Biaya Listrik K e terangan: BL TPS 3R = Biaya listrik (Rp/tahun) D = Daya (kW) HL = Harga listrik (Rp/kWh) W = Waktu operasional (Jam) nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(4)Biaya APD operator TPS 3R Keterangan: BAPD TPS3R = Biaya APD operator TPS 3R(Rp/tahun) HAPD = Harga APD operator TPS 3R (Rp/orang/tahun) no = Jumlah operator TPS 3R (orang) nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah (3.16) (3.17) (3.18) 𝐵𝑝 𝑇𝑃𝑆 3𝑅 ((Pbangunan ) (P T T ) (Ptimbangan iu timbangan)) TPS 3R (3.15) op ayak TPS3R (P i ayak ) ( ayak L Ts,m organik TPS3R ayak ) yang dilayani (unit)
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan pompa air Keterangan: Bop pompa TPS3R = Biaya operasional dan pemeliharaan pompa air (Rp/tahun) p = Persentase pemeliharaan pompa air (%/ tahun) Hi = Harga investasi pompa air (Rp) Dpompa = Daya (kW) HL = Harga listrik (Rp/kWh) W = Waktu operasional pompa air (Jam) nTPS 3R = Jumlah TPS 3R ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(6)Biaya operasional dan pemeliharaan mesin cacah 3 ( ) ( , 1 365 ) Keterangan: Bop cacah TPS3R = Biaya operasional dan pemeliharaan mesin cacah (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan mesin cacah (%/ tahun) Hi cacah = Harga investasi total seluruh mesin cacah (Rp) Ts,m cacah = Timbulan sampah organik yang dicacah (ton/hari) kbbm = Konsumsi bahan bakar (liter/jam) Hbbm = Harga bahan bakar (Rp/liter) mcacah = Kapasitas mesin cacah (kg/jam) Ts,m organik TPS 3R= Timbulan sampah organik dilayani TPS 3R (ton/tahun)
(7)B i a y a operasional dan pemeliharaan mesin ayak (3.19) ps TPS3R i TPS3R op TPS3R Keterangan: Bop ayak TPS3R = Biaya operasional dan pemeliharaan mesin ayak (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan mesin ayak (%/ tahun) Hi = Harga investasi total seluruh mesin ayak (Rp) Dayak = Daya mesin ayak (kW) HL = Harga listrik (Rp/kWh) mayak = Kapasitas mesin ayak (kg/jam) Ts,m organik TPS 3R = Timbulan sampah organik dilayani TPS 3R (ton/tahun)
(8)Biaya operasional dan pemeliharaan opsi teknologi Keterangan: Bop teknologi TPS3R = Biaya operasional dan pemeliharaan teknologi (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan teknologi (%/ tahun) Hi = Harga investasi teknologi (Rp) ni = Jumlah teknologi biologis (unit) i = Opsi teknologi biologis (Aerator Bambu, Bata Berongga, Biodigester, dan BSF) g) Total Biaya Pengolahan Sampah di TPS 3R Total Biaya Pengolahan Sampah di TPS 3R (Bps TPS 3R) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPS 3R. Untuk menghitung Bps TPS 3R dapat menggunakan data yang ada dalam Rp/tahun maupun Rp/ton. Keterangan: Bps TPS3R = Biaya penanganan (pengolahan) sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan untuk TPS 3R (Rp/ton atau Rp/tahun) op teknologi TPS3R ∑(Pi i i,opsi teknologi) (3.20) (3.21) (3.22) pr,ps TPS3R ps TPS3R Ts,m jiwa jiwa pr,op TPS3R op TPS3R Ts,m jiwa jiwa Bi TPS3R = Biaya investasi TPS 3R (Rp/ton atau Rp/tahun) Bop TPS3R = Biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R (Rp/ton atau Rp/tahun) h) Biaya Pengolahan Sampah per Rumah di TPS 3R Bps juga dapat dihitung dengan sistem pembagian per rumah (Bpr) yang dapat dihitung dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bpr,op = Biaya pengolahan sampah di TPS 3R dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan (Rp/KK/bulan) Bpr,ps = Biaya pengolahan sampah di TPS 3R dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R (Rp/ton) Bps = Biaya penanganan (pengolahan) sampah TPS 3R (Rp /ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) 2) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sistem pengelolaan sampah di TPST mencakup sistem pengolahan terpadu sehingga hasil akhir sampah tersisa ke TPA menjadi optimal (minimal). Pengolahan dan teknologi yang digunakan di TPST memiliki standar yang lebih tinggi daripada TPS 3R mengingat jumlah timbulan sampah yang dikelola jauh lebih besar. Pada pengolahan TPST, seluruh sampah yang diolah akan melalui proses pre-treatment yang berfungsi untuk memilah sampah ke dalam empat jenis yaitu, sampah organik, sampah daur ulang, sampah combustible, dan residu inert. Sampah organik akan diolah lebih lanjut melalui teknologi pengomposan, sampah daur ulang akan dimanfaatkan kembali, sampah combustible akan diolah lebih lanjut dengan RDF dan teknologi termal (Insinerasi dan Gasifikasi), sedangkan residu inert akan dikirim langsung ke TPA. Skema pengolahan TPST ini diperlihatkan pada diagram alir berikut ini. (3.23) (3.24) Gambar 3.2 Diagram Alir Pengolahan Sampah pada TPST Sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar 3.2, pilihan pengolahan sampah yang digunakan di TPST adalah pre-treatment, RDF Fluff, insinerasi, gasifikasi dan pengomposan. Komponen biaya yang diperhitungkan pada pengelolaan di TPST yaitu biaya investasi dan biaya operasional dan perawatan. Biaya tersebut akan sangat bergantung pada pemilihan teknologi yang digunakan. Alur perhitungannya ditunjukkan dalam Gambar 3.3. Rumus yang digunakan untuk detil penghitungan biaya pada TPST dijabarkan pada Sub-bab C.2)a)-C.2)d). a) Biaya Investasi TPST Komponen data yang diperlukan untuk menghitung biaya investasi adalah pekerjaan konstruksi dan pengadaan alat/teknologi terpilih. Umur teknis bangunan dan setiap alat pun diperhitungkan sehingga biaya investasi TPST memenuhi persamaan berikut. Keterangan: Bi TPST = Biaya investasi TPST (Rp/tahun) ΣHi TPST = Penjumlahan seluruh harga investasi komponen TPST (Rp) I = Laju inflasi (%) Sb = Suku bunga BI (%) Ut = Umur teknis (tahun) Ts,m TPST = Timbulan sampah yang diolah TPST (ton/tahun) nh = Jumlah hari pengolahan per tahun (hari/tahun) b) Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPST Biaya operasional yang dikeluarkan untuk barang atau Jasa pada TPST adalah biaya rutin yang dikeluarkan untuk barang atau Jasa yang digunakan pada pengelolaan TPST sesuai dengan teknologi yang dipilih. Untuk menghitung biaya operasional dan pemeliharaan TPST dapat menggunakan rumus di bawah ini. i TPST i TPST Ts,m TPST h i TPST ∑ i TPST ( ) ( Sb) Ut op TPST op,x Gambar 3.3 Diagram Alir Perhitungan TPST (3.26) (3.27) (3.25) ps TPST i TPST op TPST op TPST (Go o ) ( P i Ut ) ( bbm bbm) ( L L) Keterangan: Bop TPST = Biaya operasional dan pemeliharaan TPST (Rp) Bop x = Komponen biaya operasional/pemeliharaan item x (Rp /tahun) nh = Jumlah hari pengolahan per tahun (hari/tahun) Setiap komponen biaya untuk menghitung Biaya Operasional dan Pemeliharaan memiliki rumus tersendiri sehingga diperlukan perhitungan gabungan seperti persamaan berikut. K eterangan: Bop TPST = Biaya operasional dan pemeliharaan TPST (Rp/tahun) Go = Gaji operator TPST (Rp/orang/bulan) no = Jumlah operator TPST (orang) P = Persentase pemeliharaan TPST (%) Hi = Harga investasi TPST (Rp) Ut = Umur teknis alat di TPST (tahun) kbbm = Konsumsi bahan bakar di TPST (liter/km) Hbbm = Harga bahan bakar di TPST (Rp/liter) kL = Konsumsi listrik di TPST (kWh) HL = Harga listrik di TPST (Rp/kWh) c) Total Biaya Pengolahan Sampah di TPST Total Biaya Pengolahan Sampah di TPST (Bps TPST) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPST. Untuk menghitung Bps TPST dapat menggunakan data per tahun atau data per ton. Keterangan: Bps TPST = Biaya pengolahan sampah di TPST (Rp) Bi TPST = Biaya investasi TPST (Rp) op TPST op TPST Ts,m TPST h ps TPST ps TPST Ts,m TPST h (3.28) (3.30) (3.31) (3.29) pr,ps TPST ps TPST Ts,m jiwa jiwa pr,op TPST op TPST Ts,m jiwa jiwa Bop TPST = Biaya operasional dan pemeliharaan TPST (Rp) d) Biaya Pengolahan Sampah di TPST per Rumah Bps juga dapat dihitung dengan sistem pembagian per rumah (Bpr) yang dapat dihitung dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bpr,op = Biaya pengolahan sampah di TPST dengan sistem pembagian per- rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan (Rp/KK/bulan) Bpr,ps = Biaya pengolahan sampah di TPST dengan sistem pembagian per- rumah dari total biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan TPST (Rp/ton) Bps = Biaya penanganan (pengolahan) sampah TPST (Rp/ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) D. PENGANGKUTAN SAMPAH 1) Alur Perhitungan Pengangkutan Sampah Terdapat dua jenis pengangkutan sampah dalam Kalkulator Biaya Sampah, yaitu Pengangkutan 1 yang merupakan pengangkutan dari sumber langsung ke TPA dengan truk, dan Pengangkutan 2 yang merupakan pengangkutan dari pengumpulan/pengolahan kawasan ke TPA. Komponen pengangkutan sampah yang tersedia perhitungannya dalam Kalkulator Biaya Sampah yaitu dump truck, armroll truck, dan compactor truck. Beberapa komponen biaya yang dihitung untuk pengangkutan dengan truk yaitu biaya investasi, biaya operasional dan pemeliharaan, biaya pengangkutan dengan masing-masing truk, dan biaya pengangkutan dengan masing- masing truk per rumah. Untuk menghitung biaya ketiga jenis truk ini, alur perhitungan yang digunakan digambarkan pada Gambar 4.1 dan rumus perhitungan yang digunakan dijabarkan di Sub-bab D.2)a)-D.2)g). (3.32) .13703 (3.33) truk Ts,m truk 𝐦𝐭𝐫𝐮𝐤 𝐊 𝐑 𝐌𝐬 2) Rumus Perhitungan Biaya Pengangkutan Sampah a) Kapasitas per Truk per Hari Kapasitas per truk per hari bergantung pada ukuran truk, jumlah ritasi truk per hari, dan densitas sampah di truk, yang dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: mtruk= Kapasitas per truk per hari (ton/hari) K = Kapasitas per truk (m3) R = Jumlah ritasi per hari (ritasi/hari) Ms = Densitas sampah di truk (ton/m3) b) Jumlah Truk Ideal Jumlah truk ideal untuk pengumpulan di suatu kota bergantung pada timbulan sampah yang dilayani oleh truk dalam skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan, kapasitas per truk per hari dan jumlah ritasi per hari. Jumlah truk ideal dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh truk (ton/hari) Gambar 4.1 Diagram Alir Perhitungan Biaya Pengangkutan Sampah dengan Truk (4.2) Biaya investasi per truk Rp/ton Biaya operasional- pemeliharaan per truk Rp/ton Total biaya pengumpulan sampah truk (Investasi + OP) Rp/ton Timbulan sampah per truk per hari Biaya pemeliharaan Biaya pergantian ban Biaya bahan bakar Biaya pajak tahunan Biaya KIR Biaya operator Biaya APD Operator Biaya pengumpulan sampah per rumah truk Rp/KK/bulan (4.1) Bop truk per tahun = Bo + Bp + Bpb + Bbbm + Bpt + Bka + BAPD Ts,m truk Ts,m truk m = Kapasitas per truk per hari (ton/hari/unit) R = Jumlah ritasi per hari (ritasi/hari) c) Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Truk per Tahun Total timbulan sampah yang dilayani truk per tahun dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Ts,m = Timbulan sampah dilayani truk (ton/hari atau ton/tahun) d) Biaya Investasi Truk Biaya investasi truk sampah dihitung dengan mempertimbangkan harga truk, suku bunga Bank Indonesia, inflasi dan umur teknis truk dengan rumus di bawah ini. Keterangan: Bi truk = Biaya investasi truk (Rp/tahun atau Rp/ton) Hiu = Harga investasi per truk (Rp/unit) I = Inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut = Umur teknis (tahun) Ts,m = Timbulan sampah dilayani seluruh truk (ton/tahun) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) e) Biaya Operasional dan Pemeliharaan Truk Biaya operasional dan pemeliharaan dihitung dengan mempertimbangkan Biaya Operator, Biaya Pemeliharaan, Biaya Pergantian Ban, Biaya Bahan Bakar, Biaya Pajak Tahunan, Biaya KIR dan administrasi, dan Biaya APD Operator dengan rumus sebagai berikut. op truk op Ts, i truk i truk Ts,m truk i truk iu truk ( ) ( Sb) Ut (4.3) (4.4) (4.5) (4.6) (4.7) op truk Bop per tahun Ts,𝑚 o truk (Go o truk ) ( x o truk ) p truk P iu truk pb truk Jt R Hb nban ntruk 365 hari tahun Ut ban Keterangan: Bop truk = Biaya operasional dan pemeliharaan truk (Rp/tahun atau Rp/ton) Bo = Biaya operator truk (Rp/tahun) Bp = Biaya pemeliharaan truk (Rp/tahun) Bpb = Biaya pergantian ban truk (Rp/tahun) Bbm = Biaya bahan bakar truk (Rp/tahun) Bpt = Biaya pajak tahunan truk (Rp/tahun) Bka = Biaya KIR dan administrasi truk (Rp/tahun) BAPD = Biaya APD operator truk (Rp/tahun) Untuk melengkapi rumus tersebut, perlu dilakukan perhitungan berikut.
(1)Biaya operator truk Keterangan: Bo = Biaya operator truk (Rp/tahun) Go = Gaji operator (Rp/orang/bulan) no = Jumlah orang (orang) A = Asuransi kesehatan (Rp/orang/bulan) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(2)Biaya pemeliharaan truk Keterangan: Bp = Biaya pemeliharaan truk (Rp/tahun) P = Persentase pemeliharaan truk (%/tahun) Hiu = Harga investasi per truk (Rp/unit) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(3)Biaya pergantian ban truk Keterangan: Bpb = Biaya pergantian ban truk (Rp/tahun) Jt = Jarak tempuh truk per ritasi (km/ritasi/ban) (4.8) (4.9) (4.10) APD truk APD operator truk bm truk t R bbm bbm truk pt truk pt truk ka truk ka truk R = Jumlah ritasi truk per hari (ritasi/hari) Hb = Harga ban truk (Rp/ban) nban = Jumlah ban per truk (ban/unit) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit) Ut ban = Umur teknis ban truk (km/ban)
(4)Biaya bahan bakar truk Keterangan: Bbm = Biaya bahan bakar truk (Rp/tahun) Jt = Jarak tempuh per ritasi (km/ritasi) R = Jumlah ritasi per hari (ritasi/hari) kbbm = Konsumsi bahan bakar (liter/km) Hbbm = Harga bahan bakar (Rp/liter) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(5)Biaya pajak tahunan truk Keterangan: Bpt truk= Biaya pajak tahunan truk (Rp/tahun) Hpt = Harga pajak tahunan truk (Rp/tahun/unit) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(6)Biaya KIR dan administrasi truk Keterangan: Bka truk = Biaya KIR dan administrasi truk (Rp/tahun) Hka = Harga KIR dan administrasi truk (Rp/tahun/unit) ntruk = Jumlah truk ideal untuk timbulan sampah yang dilayani (unit)
(7)Biaya APD operator truk Keterangan: BAPD = Biaya APD operator truk (Rp/tahun) HAPD = Harga APD (Rp/orang/tahun) noperator = Jumlah operator (orang) f) Total Biaya Pengangkutan dengan Truk (4.11) (4.12) (4.13) (4.14) ps truk i truk op truk pr,ps truk ps Ts,m jiwa jiwa pr,op truk op Ts,m jiwa jiwa Total Biaya Pengumpulan Sampah (Bps) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan truk sampah sesuai dengan rumus berikut. Keterangan: Bps truk = Biaya pengangkutan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan (Rp/ton atau Rp/tahun) Bi truk = Biaya investasi truk (Rp/ton atau Rp/tahun) Bop truk = Biaya operasional dan pemeliharaan truk (Rp/ton atau Rp/tahun) g) Biaya Pengangkutan per Rumah dengan Truk Untuk sistem pembagian per rumah (Bpr), dihitung dengan rumus di bawah ini. Perhitungan Bpr dapat menggunakan biaya Bps maupun biaya Bop. Keterangan: Bpr,op truk = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan truk (Rp/KK/bulan) Bpr,ps truk = Biaya pengumpulan sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya Investasi dan biaya OP truk (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan truk (Rp/ton) Bps = Biaya pengumpulan sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan truk (Rp/ton) Ts,m jiwa = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) E. PEMUSNAHAN/PEMROSESAN AKHIR SAMPAH 1) Alur Perhitungan Tempat Pembuangan Akhir Pemrosesan akhir sampah adalah proses pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman. Tempat Pemrosesan Akhir yang selanjutnya disingkat (4.15) (4.16) (4.17) TPA adalah tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan. TPA yang dibahas dalam perhitungan ini adalah controlled landfill, sanitary landfill dengan tanah urug, dan sanitary landfill dengan terpal. Pada controlled landfill, penutupan sampah dilakukan dalam 5-7 hari. Pada sanitary landfill, sampah ditutup rutin setiap hari. Komponen biaya yang dihitung untuk biaya pengelolaan TPA antara lain biaya investasi TPA, biaya operasional dan pemeliharaan TPA, biaya pengelolaan TPA yang merupakan penjumlahan biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan, dan biaya pengelolaan TPA per rumah. Untuk menghitung biaya TPA, alur perhitungan yang digunakan ditunjukkan Gambar 5.1 dan rumus yang digunakan dijabarkan di Sub-bab E.2). 2) Rumus Perhitungan TPA a) Timbulan Sampah Terlayani di TPA Timbulan sampah terlayani di TPA bergantung pada skema penanganan sampah sebuah kota atau Neraca Pelayanan yang dirancang. Berdasarkan Neraca Pelayanan, timbulan sampah yang diangkut ke TPA adalah penjumlahan dari sampah yang Gambar 5.1 Diagram Alir Perhitungan Biaya di TPA Biaya investasi TPA Rp/ton Timbulan sampah per TPA per hari Timbulan sampah Biaya pengelolaan sampah di TPA (Investasi + OP) Rp/ton Biaya operasional- pemeliharaan TPA Rp/ton Biaya pemeliharaan landfill, IPL, bangunan penunjang TPA Biaya perbaikan mesin non-alat berat Biaya perbaikan mesin Biaya pemeliharaan dan bengkel alat berat Biaya ganti oli/pelumas alat berat Biaya bahan bakar alat berat Biaya Penutup hariaan/7harian Biaya Pipa GasBiaya operator Biaya pengendalian vektor penyakit Biaya monitoring kualitas lingkungan Biaya utilitas Biaya penutup antara Biaya investasi landfill dan bangunan Biaya investasi alat berat dan mesin lainnya Biaya pengumpulan sampah per rumah TPA Rp/KK/bulan Biaya IPL Konvensional /Advance Biaya APD s TPA TPA b sa TPA Ts,v TPA Ut TPA diangkut langsung dari rumah ke TPA, sampah dari TPS, residu dari TPS 3R, FABA dari sisa proses termal di TPST, dan residu inert TPST. Total timbulan sampah yang dilayani TPA dihitung dengan rumus berikut. atau Keterangan: Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/hari atau ton/tahun) Ts,v TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (m3/hari) Ms = Densitas sampah di TPA (ton/m3) b) Kapasitas dan Luas Sel TPA Sebelum memulai perhitungan biaya TPA, perlu diketahui kapasitas TPA dan luas sel TPA, di mana kedua hal ini akan berpengaruh dalam perhitungan beberapa elemen biaya operasional TPA. Kedua hal tersebut dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
(1)Kapasitas TPA Kapasitas TPA dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: KTPA = Kapasitas TPA (m3) Ks TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (m3/hari) Ut TPA = Umur teknis pelayanan TPA (tahun)
(2)Luas sel TPA Luas sel TPA dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ls TPA = Luas sel TPA (m2) KTPA = Kapasitas TPA (m3) Ts,m TPA Ts,m TPA Ts,v TPA ( 3 ) Ts,m TPA ( ) s (5.1) (5.2) (5.3) (5.4) Fb = Faktor bentuk tsa = Tinggi sampah akhir (m) c) Biaya Investasi TPA Komponen data yang diperlukan untuk menghitung biaya investasi adalah harga investasi dan umur teknis bangunan TPA serta harga investasi dan umur teknis alat berat dan mesin lainnya. Untuk menghitung Biaya Investasi (Bi TPA) TPA, digunakan rumus di bawah ini. Keterangan: Bi TPA = Biaya investasi (Rp/ton) Hi bg TPA = Harga investasi total bangunan dan lahan urug (Rp) Hi ma TPA = Harga investasi total mesin & alat berat (Rp) I = Inflasi (%) Sb = Suku bunga (%) Ut bg TPA = Umur teknis bangunan dan mesin dan lahan urug (tahun) Ut ma TPA` = Umur teknis bangunan dan mesin & alat berat (tahun) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/tahun) d) Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPA Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop TPA) adalah biaya dikeluarkan untuk barang atau Jasa yang digunakan. Untuk menghitung Biaya Operasional dan Pemeliharaan dapat menggunakan rumus di bawah ini. Keterangan: Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan TPA (Rp/tahun atau Rp/ton) Bo = Biaya operator TPA (Rp/tahun) Bpbg = Biaya pemeliharaan bangunan TPA (Rp/tahun) i TPA i TPA TS,m TPA op TPA op TPA Ts,m TPA i TPA i bg TPA ( ) ( Sb) Ut bg TPA i ma TPA ( ) ( Sb) Ut ma TPA op TPA o pbg pm pba poa bm pa pg IPL pvp mkl u APD ph (5.5) (5.6) (5.7) (5.8) Bpm = Biaya perbaikan mesin non-alat berat TPA (Rp/tahun) Bpba = Biaya pemeliharaan dan bengkel alat berat TPA (Rp /tahun) Bpoa = Biaya pergantian oli alat berat TPA (Rp/tahun) Bbm = Biaya bahan bakar alat berat TPA (Rp/tahun) Bpa = Biaya penutup antara, untuk controlled dan sanitary landfill TPA (Rp/tahun) Bpg = Biaya pipa gas TPA (Rp/tahun) BIPL = Biaya Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) konvensional/ advance TPA (Rp/tahun) Bpvp = Biaya pengendalian vektor penyakit TPA (Rp/tahun) Bmkl = Biaya monitoring kualitas lingkungan TPA (Rp/tahun) Bu = Biaya utilitas (listrik, air, telepon, dan ATK) TPA (Rp/ tahun) BAPD = Biaya APD operator TPA (Rp/tahun) Bph = Biaya penutup harian hanya untuk sanitary landfill (Rp/tahun) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/tahun)
(1)Biaya Operator Biaya operator terdiri dari gaji bulanan operator dan asuransi bulanan (BPJS Kelas 3) per operator per bulan yang dikalikan dengan jumlah operator TPA. Untuk jumlah operator TPA, jumlahnya akan menyesuaikan dengan jumlah tonase sampah yang diterima. Berdasarkan perbandingan kondisi lapangan, disetimasikan kebutuhan operator TPA yaitu sekitar 10% dari tonase sampah yang masuk per hari – dengan minimum terdiri dari 8 orang yaitu Kepala TPA, Operasional, Administrasi, Keamanan, Kebersihan (Estetika), Kualitas Lingkungan, Alat Berat, dan Koordinator Lapangan. Biaya operator dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: Bo TPA = Biaya operator TPA (Rp/tahun) Go = Gaji operator TPA (Rp/orang/bulan) no = Jumlah operator TPA (orang) o TPA (Go o ) ( o ) (5.9) pbg TPA Pbg ibg TPA pm TPA Pm im TPA A = Asuransi kesehatan (Rp/orang/bulan)
(2)Biaya Pemeliharaan Bangunan Biaya pemeliharaan bangunan terdiri dari persentase pemeliharaan bangunan, harga investasi bangunan, dan umur teknis bangunan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22 Tahun 2018, perawatan untuk bangunan yaitu sekitar 5%/tahun dari biaya investasi bangunan. Rumus biaya pemeliharaan bangunan TPA yaitu sebagai berikut. Keterangan: Bpbg TPA = Biaya pemeliharaan bangunan TPA (Rp/tahun) Pbg = Persentase pemeliharaan bangunan (%/tahun) Hibg TPA = Harga investasi total bangunan di TPA (Rp)
(3)Biaya Perbaikan dan Pergantian Mesin Non-Alat Berat Biaya perbaikan dan pergantian mesin non-alat berat terdiri dari persentase pemeliharaan mesin, harga mesin, dan umur teknis mesin. Dalam perhitungan dengan Kalkulator Biaya Sampah, persentase pemeliharaan mesin yaitu sebesar 5%. Rumus biaya pemeliharaan mesin non-alat berat yaitu sebagai berikut. Keterangan: Bpm TPA = Biaya perbaikan mesin non-alat berat TPA (Rp/ tahun) Pm = Persentase pemeliharaan mesin (%/tahun) Him TPA = Harga investasi total mesin non-alat berat di TPA (Rp)
(4)Biaya Alat Berat Alat berat di TPA yang dibahas di dalam dokumen ini yaitu bulldozer dan excavator. Sebelum menghitung biaya-biaya yang berhubungan dengan alat berat, terdapat beberapa komponen alat berat yang perlu dihitung terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut. (a) Kapasitas alat berat (5.10) (5.11) bulldozer p p e k ps Ws excavator bc bc e ps Ws Wob Ts,m TPA . 3 bulldozer I. Bulldozer Kapasitas bulldozer dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Kbulldozer = Kapasitas bulldozer (m3/jam) Kp = Kapasitas pisau/blade (m3) Fp = Faktor pisau/blade Fe = Faktor efisiensi alat Fk = Faktor kemiringan/grade Fps = Faktor pengembangan sampah Ws = Waktu siklus (gusur, kupas, dll) (menit) II. Excavator Kapasitas excavator dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Kexcavator = Kapasitas excavator (m3/jam) Kbc = Kapasitas bucket (m 3 ) Fe = Faktor efisiensi alat Fps = Faktor pengembangan sampah Ws = Waktu siklus (gusur, kupas, dll) (menit) (b) Waktu kerja alat berat I. Bulldozer Waktu kerja seluruh bulldozer yang dimiliki TPA dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Wob = Waktu operasional seluruh bulldozer (jam/ hari) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/hari) Kbulldozer = Kapasitas bulldozer (m3/jam) II. Excavator (5.12) (5.13)
(514)Woe Ts,m TPA . 3 excavator bulldozer ( Ts,m TPA . 3) Vth ( bulldozer Wobh ) excavator ( x Ts,m TPA . 3 ) Vth ( excavator x Woeh) Excavator diasumsikan hanya mengelola 15% dari timbulan sampah harian. Waktu kerja seluruh excavator yang dimiliki TPA dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Woe = Waktu operasional seluruh excavator (jam/ hari) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/hari) Kexcavator = Kapasitas excavator (m3/jam) (c) Jumlah alat berat
(1)Bulldozer Jumlah bulldozer yang dibutuhkan oleh sebuah TPA dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: nbulldozer = Jumlah bulldozer (buah) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/hari) Vth = Volume tanah penutup harian (m3) Kbulldozer = Kapasitas bulldozer (m3/jam) Wobh = Waktu operasional per bulldozer per hari (jam/hari)
(2)Excavator Jumlah excavator yang dibutuhkan oleh sebuah TPA dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: nexcavator = Jumlah excavator (buah) Ts,m TPA = Timbulan sampah dilayani TPA (ton/hari) Vth = Volume tanah penutup harian (m 3 ) (5.15) (5.16) (5.17) pba TPA (Ppb ib) ( bb ib) (Ppe ie) ( be ie) Kexcavator = Kapasitas excavator (m3/jam) Woeh = Waktu operasional per excavator per hari (jam/hari) (d) Jika komponen alat berat tersebut sudah diketahui, maka dapat dihitunglah Biaya Pemeliharaan dan Bengkel Alat Berat, Biaya Pergantian Oli dan Pelumas Alat Berat, dan Biaya Bahan Bakar Alat Berat yang masuk ke dalam komponen Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPA.
(1)Biaya Pemeliharaan dan Bengkel Alat Berat Biaya pemeliharaan dan bengkel alat berat terdiri dari biaya pemeliharaan dan biaya bengkel untuk masing- masing alat berat. Bedasarkan AHSP, persentase pemeliharaan alat berat yaitu sekitar 12,5-17,5% per tahun dari biaya investasi, yang meliputi penggantian komponen-komponen yang aus, penggantian baterai, serta perbaikan undercarriage dan attachment. Dalam perhitungan dengan Kalkulator Biaya Sampah ini, persentase pemeliharaan alat berat yang digunakan yaitu 15% per tahun dari biaya investasi. Sementara, faktor bengkel untuk alat berat menurut AHSP yaitu 6,25-8,75% per tahun dari biaya investasi, yang meliputi pemeliharaan peralatan rutin seperti penggantian saringan udara, saringan bahan bakar, saringan minyak pelumas, dan perbaikan ringan lainnya. Untuk perhitungan rentang biaya di dokumen ini, digunakan faktor bengkel sebesar 7% per tahun. Rumus untuk menghitung biaya pemeliharaan dan bengkel alat berat yaitu sebagai berikut. Keterangan: Bpba TPA = Biaya pemeliharaan dan bengkel alat berat di TPA (Rp/tahun) Ppb = Persentase pemeliharaan bulldozer (%/tahun) Hib = Harga investasi total bulldozer (Rp) (5.18) poa TPA ( ol ol Wob b ) ( ol ol Woe e ) bm TPA ( bbm bbm Wob b ) ( bbm bbm Woe e ) Fbb = Faktor bengkel bulldozer (%/tahun) Ppe = Persentase pemeliharaan excavator (%/tahun) Hie = Harga investasi total excavator (Rp) Fbe = Faktor bengkel excavator (%/tahun)
(2)Biaya Ganti Oli/Pelumas Alat Berat Biaya ganti oli/pelumas alat berat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Bpoa TPA= Biaya pergantian oli/pelumas alat berat di TPA (Rp/tahun) Fol = Faktor oli Hol = Harga oli (Rp) Wob = Waktu operasional seluruh bulldozer (jam/ hari) Db = Daya bulldozer Woe = Waktu operasional seluruh excavator (jam/ hari) De = Daya excavator
(3)Biaya Bahan Bakar Alat Berat Biaya bahan bakar alat berat dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Bbm TPA = Biaya bahan bakar alat berat di TPA (Rp/ tahun) Fbbm = Faktor bahan bakar Hbbm = Harga bahan bakar (Rp) Wob = Waktu operasional seluruh bulldozer (jam/ hari) Db = Daya bulldozer Woe = Waktu operasional seluruh excavator (jam/ hari) (5.19) (5.20) pa TPA ( tu Vtua) ( ke Vkea) pa Vsh ls ls ( x ss) ( x ph) De = Daya excavator
(5)Biaya Penutup Antara Biaya penutup antara berlaku untuk sanitary landfill maupun controlled landfill. Dalam perhitungan di dokumen ini, digunakan tanah urug dan kerikil sebagai penutup antara. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung biaya penutup antara yaitu sebagai berikut. Keterangan: Bpa TPA = Biaya penutup antara di TPA (Rp/tahun) Htu = Harga tanah urug (Rp/m3) Vtua = Volume tanah urug antara (m3) Hke = Harga kerikil (Rp/m3) Vkea = Volume kerikil antara (m3) Untuk melengkapi rumus di atas, terdapat beberapa komponen yang perlu dihitung dengan rumus, yaitu sebagai berikut. a) Tinggi 1 lift sampah Tinggi 1 lift sampah dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: tls = Tinggi 1 lift sampah (m) tss = Tinggi 1 sel sampah (m) tph = Tinggi lapisan penutup harian (m) b) Luas lahan urug penutup antara Luas lahan urug penutup antara dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Lpa = Luas lahan urug penutup antara (m2/hari) Vsh = Volume sampah yang ditimbun per hari (m3/hari) tls = tinggi 1 lift sampah (m) c) Volume tanah urug antara (5.21) (5.22) (5.23) pg TPA ( ppg pg pg) ( pk Vke) ( pcpg g) Ut TPA Vtua pa tua ks Vkea pa x kea x Volume tanah urug antara dihitung berdasarkan luas lahan urug penutup antara dan tinggi tanah urug penutup antara. Berdasarkan Permen PU Nomor 3 Tahun 2013, tinggi tanah urug penutup antara yaitu 30cm. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume tanah urug antara yaitu sebagai berikut. Keterangan: Vtua = Volume tanah urug antara (m3/tahun) Lpa = Luas lahan urug penutup antara (m2/hari) ttua = Tinggi lapisan tanah urug antara (m) Fks = Faktor kembang susut tanah = 1,3 d) Volume kerikil antara Volume kerikil antara dihitung berdasarkan luas lahan urug penutup antara dan tinggi kerikil penutup antara. Berdasarkan Permen PU Nomor 3 Tahun 2013, tinggi kerikil penutup antara yaitu 20 cm. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume kerikil antara yaitu sebagai berikut. Keterangan: Vkea = Volume kerikil antara (m3/tahun) Lpa = Luas lahan urug penutup antara (m2/hari) tkea = Tinggi lapisan kerikil antara (m)
(6)Biaya Pipa Gas Biaya pipa gas terdiri dari biaya pemasangan pipa gas, biaya pemasangan casing pipa gas, dan biaya kerikil. Biaya pipa gas dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Bpg TPA = Biaya pipa gas di TPA (Rp/tahun) Hppg = Harga pemasangan pipa gas (Rp/m) ppg = Panjang penambahan per pipa gas (m) npg = Jumlah pipa gas vertikal (unit) Hpk = Harga pemasangan kerikil (Rp/m3) (5.24) (5.25) (5.26) pg s TPA pg 2 Vke , , 4 (( c pg) 4 ) g g pg pg Vke = Volume kebutuhan kerikil (m3) Hpcpg = Harga pemasangan casing pipa gas (Rp/m) pcpg = Penambahan casing pipa gas (m) Ut TPA = Umur teknis pelayanan TPA (tahun) Jg = Jarak total penambahan pipa gas/casing pipa gas (m) Untuk melengkapi rumus di atas, terdapat beberapa komponen yang perlu dihitung dengan rumus, yaitu sebagai berikut. a) Jumlah pipa gas vertikal Jumlah pipa gas vertikal bergantung pada luas sel TPA dan jarak antar pipa gas vertikal. Untuk jarak antar pipa gas vertikal, ditentukan berdasarkan PermenPU 3/2013, yaitu 50 meter. Rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah pipa gas vertikal yaitu sebagai berikut. Keterangan: npg = Jumlah pipa gas vertikal (unit) LS TPA = Luas sel TPA (m2) Jpg = Jarak antar pipa gas vertikal (m) b) Jarak total penambahan pipa gas/casing pipa gas Keterangan: Jg = Panjang total penambahan pipa gas/casing pipa gas (m) npg = Jumlah pipa gas vertikal (unit) ppg = Panjang penambahan per pipa gas (m) c) Volume kebutuhan kerikil Volume kebutuhan kerikil bergantung pada panjang total penambahan pipa gas, diameter casing pipa gas vertikal, dan diameter pipa gas vertikal. Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut. Keterangan: (5.27) (5.29) (5.28) ( sa kolam x minggu tahun )+( bc x Ql x hari tahun ) IPL;K ( PIPL WIPL) ( bk x Ql x ) Vke = Volume kebutuhan kerikil (m3) dc = Diameter casing pipa gas (m) dpg = Diameter pipa gas vertikal (m) Jg = Panjang total penambahan pipa gas/casing pipa gas (m)
(7)Biaya Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) Terdapat dua IPL yang tersedia sebagai pilihan di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Pilihan pertama yaitu IPL Konvensional yang berupa kolam seeding-aklimitasi dan pilihan kedua yaitu IPL Advance yang berupa pengolahan lindi dengan biofilter dan membrane bioreactor (MBR). Perhitungan baya IPL yaitu sebagai berikut. a) Biaya IPL Konvensional Biaya IPL Konvensional yang diidentifikasi dalam Kalkulator Biaya Sampah yaitu biaya pengurasan dan perbaikan IPL, biaya bahan kimia, biaya seeding- aklimitasi, dan biaya bioaktivator. Biaya IPL Konvensional dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: BIPL-K = Biaya IPL Konvensional (Rp/tahun) HPIPL = Harga pengurasan dan perbaikan IPL (Rp/kali) WIPL = Periode pengurasan dan perbaikan IPL (kali per tahun) Hbk = Harga bahan kimia (Rp/m3) Ql = Debit air lindi (m3/hari) Hsa = Harga seed-aklimitasi (Rp/kolam/minggu) nkolam = Jumlah kolam seed-aklimitasi (kolam) Hbc = Harga bioactivator (Rp/m3) b) Biaya IPL Advance Biaya IPL Advance yang diidentifikasi dalam Kalkulator Biaya Sampah yaitu biaya listrik pengolahan lindi, biaya pemeliharaan alat MBR, biaya pemeliharaan biofilter, (5.30) Ql . 78 s .8 ( PIPL;A BF BF ) ( MBR MBR hari tahun ) ( LP LP) IPL;A ( IPL L ) ( PIPL;A MBR MBR ) BF Ql x W x . biaya operasional MBR, dan biaya operasional pengolahan lumpur aktif. Biaya IPL Advance dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: BIPL-A = Biaya IPL Advance (Rp/tahun) DIPL = Daya IPL (kW/hari) HL = Harga listrik (Rp/kWh) PIPL-A = Persentase pemeliharaan IPL Advance (%/tahun) HMBR = Harga MBR (Rp/unit) nMBR = Kebutuhan MBR (unit) HBF = Harga media biofilter (Rp/m3) KBF = Kapasitas biofilter (m3) HLP = Harga lumpur (Rp/m3) KLP = Kapasitas lumpur (m3/tahun) Untuk melengkapi rumus di atas, terdapat komponen yang perlu dihitung dengan rumus, yaitu sebagai berikut.
i.Debit air lindi Debit air lindi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan: Ql = Debit air lindi (m3/hari) i = Curah hujan rata-rata (mm/hari) Ls = Luas sel TPA (m2) C = Koefisien pengaliran IPL ii. Kapasitas media biofilter Kebutuhan kapasitas media biofilter dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan: KBF = Kapasitas media biofilter (m3) (5.32) (5.33) (5.31) pvp TPA (( ins Vins) ( des Vdes) ( fog Vfog)) LP ( O TSS) ( , , ) 3 MBR Ql W VMBR Ql = Debit air lindi (m3/hari) Wd = Waktu detensi (hari) iii. Kebutuhan MBR Kebutuhan MBR dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan: KMBR = Kebutuhan MBR (unit) Ql = Debit air lindi (m3/hari) Wd = Waktu detensi (hari) VMBR = Volume MBR (m3) iv. Kapasitas Lumpur Kapasitas lumpur yang dibutuhkan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan: KLP = Kapasitas lumpur (m3/tahun) COD = Berat endapan COD di kolam aerobik (kg/hari) TSS = Berat endapan TSS di kolam aerobik (kg/hari)
(8)Biaya Pengendalian Vektor Penyakit Biaya pengendalian vektor penyakit terdiri dari biaya insektisida, biaya desinfektan, dan biaya fogging. Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut. Keterangan: Bpvp TPA = Biaya pengendalian vektor penyakit di TPA (Rp/ tahun) Hins = Harga insektisida (Rp/L/bulan) Vins = Volume pemakaian insektisida (L) Hdes = Harga desinfektan (Rp/L/bulan) (5.34) (5.35) (5.36) mkl TPA (( uua Wuua) ( ueg Wueg) ( ul Wul) ( uat Wuat) ( uap Wuap)) u TPA ( L air tel ATK) Vdes = Volume desinfektan (L) Hfog = Harga penyemprotan gas fogging (Rp/kg/bulan) Vfog = Volume penyemprotan gas fogging (kg)
(9)Biaya Monitoring Kualitas Lingkungan Biaya monitoring kualitas lingkungan terdiri dari biaya uji lab sampel udara ambien, biaya uji lab sampel emisi gas, biaya uji lab air lindi, biaya uji lab air tanah, dan biaya uji lab air permukaan yang dilakukan per tahun. Biaya monitoring kualitas lingkungan dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Bmkl TPA = Biaya monitoring kualitas lingkungan di TPA (Rp/ tahun) Huua = Harga uji lab sampel udara ambien (Rp/6 bulan) Wuua = Periode uji lab sampel udara ambien (kali/tahun) Hueg = Harga uji lab sampel emisi gas (Rp/6 bulan) Wueg = Periode uji lab sampel emisi gas (kali/tahun) Hul = Harga uji lab sampel air lindi (Rp/6 bulan) Wul = Periode uji lab sampel air lindi (kali/tahun) Huat = Harga uji lab air tanah (Rp/6 bulan) Wuat = Periode uji lab air tanah (kali/tahun) Huap = Harga uji air permukaan (Rp/6 bulan) Wuap = Periode uji lab sampel air permukaan (kali/tahun)
(10)Biaya Utilitas Biaya utilitas terdiri dari biaya listrik, biaya air, biaya telpon, dan biaya ATK yang dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Bu TPA = Biaya utilitas TPA (Rp/tahun) BL = Biaya listrik (Rp/bulan) Bair = Biaya pemakaian air (Rp/bulan) Btel = Biaya pemakaian telepon (Rp/bulan) BATK = Biaya pemakaian ATK (Rp/bulan) (5.37) (5.38) ph tanah urug TPA tu Wph Vluh ph terpal TPA tep Pph ph APD TPA APD o
(11)Biaya APD Operator Biaya APD (Alat Pelindung Diri) yang termasuk ke dalam perhitungan dalam dokumen ini yaitu pembelian sarung tangan, rompi, helm pelindung, masker dan lainnya. Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut. Keterangan: BAPD TPA = Biaya APD Operator TPA (Rp/tahun) HAPD = Harga APD Operator TPA (Rp/orang/tahun) noperato = Jumlah operator TPA (orang)
(12)Biaya Penutup Harian Biaya penutup harian berlaku hanya untuk sanitary landfill. Dalam dokumen ini, ada dua opsi penutup harian yang dapat digunakan, yaitu dengan tanah urug atau dengan terpal. Untuk menghitung biaya penutup harian, digunakan rumus berikut. Opsi 1: tanah urug Keterangan: Bph tanah urug TPA = Biaya penutup harian dengan tanah urug di TPA (Rp/tahun) Htu = Harga tanah urug (Rp/m3) Wph = Periode penutupan harian (hari) Vtuh = Volume tanah penutup harian (m3) Opsi 2: terpal Keterangan: Bph terpal TPA = Biaya penutup harian (Rp/tahun) Htep = Harga terpal (Rp/m2) Wph = Periode penutupan harian (hari) Lph = Luas lahan urug penutup harian (m2) Untuk melengkapi rumus di atas, terdapat beberapa komponen yang perlu dihitung dengan rumus, yaitu sebagai berikut. a) Luas lahan urug penutup harian (5.39) (5.40) (5.41) ph Ts,v ss Vtuh ph x ph x , Wph ps TPA i TPA op TPA Luas lahan urug penutup harian bergantung pada volume sampah yang ditimbun per hari dan tinggi satu sel sampah. Tinggi satu sel sampah dalam dokumen ini mengacu kepada Damanhuri (2016), yaitu 15 cm. Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut. Keterangan: Lph = Luas lahan urug penutup harian (m2) Ts,v = Volume sampah harian (m3/hari) tss = Tinggi 1 sel sampah (m) b) Volume tanah penutup harian Volume tanah penutup harian dapat dihitung dengan rumus berikut. Keterangan: Vtuh = Volume tanah penutup harian (m3) Lph = Luas lahanurug penutup harian (m 2 ) tph = Tinggi lapisan penutup harian (m) Wph = Periode penutup harian (hari) e) Total Biaya Pemrosesan Akhir di TPA Total Biaya Pemrosesan Akhir di TPA (Bps TPA) terdiri dari penjumlahan Biaya Investasi dan Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPA Sampah. Untuk menghitung Bps TPA dapat menggunakan data yang ada dalam Rp/tahun maupun Rp/ton. Keterangan: Bps TPA = Biaya pemrosesan akhir di TPA sampah dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan (Rp/tahun atau Rp/ton) Bi TPA = Biaya investasi bangunan dan mesin TPA sampah (Rp/ tahun atau Rp/ton) Bop TPA = Biaya operasional dan pemeliharaan TPA sampah (Rp/tahun atau Rp/ton) f) Biaya Pemrosesan Akhir di TPA per Rumah (5.42) (5.43) (5.44) pr,op TPA op TPA Ts,m jiwa jiwa pr,ps TPA ps TPA Ts,m jiwa jiwa Untuk sistem pembagian per rumah (Bpr), dihitung dengan rumus di bawah ini. Perhitungan Bpr dapat menggunakan biaya Bps maupun biaya Bop. Keterangan: Bpr,op TPA = Biaya pemrosesan akhir di TPA sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari biaya operasional dan pemeliharaan TPA (Rp/KK/bulan) Bpr,ps TPA = Biaya pemrosesan akhir di TPA sampah dengan sistem pembagian per-rumah dari total biaya Investasi dan biaya OP TPA (Rp/KK/bulan) Bop = Biaya operasional dan pemeliharaan pemrosesan akhir TPA (Rp/ton) Bps = Biaya pemrosesan akhir di TPA dari total biaya investasi dan operasional pemeliharaan TPA (Rp/ton) Tsj = Angka timbulan sampah (kg/jiwa/hari) njiwa = Jumlah jiwa per-rumah (jiwa/KK) F. STUDI KASUS PERHITUNGAN BIAYA PENANGANAN SAMPAH 1) Umum Studi kasus ini mengambil contoh kasus sebuah kota metropolitan dengan penduduk sebanyak 10.000.000 jiwa dan angka timbulan sampah 0,77 kg/jiwa/hari. Skema penanganan sampah di kota tersebutyakni ditunjukkan Gambar 6.1 sebagai berikut. (5.45) (5.46) Berdasarkan skema tersebut, maka timbulan sampah untuk masing-masing sub-sistem yang muncul di Neraca Pelayanan yaitu dapat dihitung seperti dijelaskan di Sub-bab F.1)a)-F.1)h). a) Timbulan Sampah Total Timbulan sampah total kota dapat dihitung sebagai berikut. Ts,m kota Ts,m jiwa penduduk ,77 . . 7.7 b) Timbulan Sampah Pengumpulan Sumber (Jalur 1) Timbulan sampah yang melalui jalur ini mengumpulkan sampah kota sebesar 20% dengan gerobak, 30% dengan gerobak motor, dan 30% dengan pick up. Perhitungan nilai timbulan yang dilayani masing-masing yaitu sebagai berikut.
(1)Timbulan sampah terlayani dengan gerobak sampah Ts,m gerobak Ts,m kota 77 4
(2)Timbulan sampah terlayani dengan gerobak motor sampah Ts,m motor Ts,m kota 77
(3)Timbulan sampah terlayani dengan pick up sampah Ts,m pick up c Ts,m kota 77 c) Timbulan Sampah Pengangkutan Sumber (Jalur 2/ Sumber Pengumpulan 100% Jalur 2/Pengangkutan 1 20% Dump Truck ke TPA TPS 10% TPS 3R 10% 60% Pengolahan Organik - 50% Aerator bambu - 50% BSF - 25% Daur Ulang - 60% mesin pemadat - 15% Residu TPST 60% 30% Pengolahan Organik 5% Daur Ulang 65% Pengolahan termal - 30% Insinerator - 35% RDF Fluff - 35% Gasifikasi Pengangkutan 2 40% Dump Truck 25% Armroll 35% Compactor Jalur 1 20% Gerobak 30% Motor 30% Pick up Gambar 6.1 Skema Penanganan Sampah di Studi Kasus TPA Sanitary Landfill dengan tanah urug dan IPL konvensional Pengangkutan 1) Timbulan sampah yang terlayani jalur ini adalah yang berasal dari sumber yang sampahnya diangkut langsung oleh truk untuk dibawa ke TPA. Untuk studi kasus ini, digunakan dump truck untuk mengangkut 20% sampah dari sumber langsung ke TPA. Perhitungan nilai timbulan yang dilayani yaitu sebagai berikut. Ts,m dump truck 1 Ts,m kota 77 4 d) Timbulan Sampah Terlayani TPS 3R Timbulan sampah terlayani TPS 3R yaitu sebesar 10% dari timbulan sampah total. Sebanyak 60% dari sampah yang masuk ke TPS 3R diolah dengan pengolahan organik, yang terdiri dari 50% pengomposan dengan aerator bambu dan 50% pengolahan dengan Black Soldier Flies (BSF). Sebanyak 25% dari sampah yang masuk ke TPS 3R didaurulang, dengan 60% nya dipadatkan lebih dulu di mesin pemadat. Sisa residu dari TPS 3R yaitu sebanyak 15% dari sampah masuk. Perhitungan nilai timbulan sampah yang dilayani TPS 3R yaitu sebagai berikut.
(1)Timbulan sampah terlayani TPS 3R Ts,m TPS3R TPS R Ts,m kota 77 77
(2)Timbulan sampah organik TPS 3R Ts,m organik TPS3R Ts,m TPS3R 77 4
(3)Timbulan sampah daur ulang TPS 3R Ts,m DU TPS3R U Ts,m TPS3R 77 9
(4)Timbulan sampah residu TPS 3R Ts,m residu TPS3R Ts,m TPS3R 77
(5)Timbulan sampah terlayani dengan pengomposan aerator bambu Ts,m aerator Ts,m organik TPS3R) 4
(6)Timbulan sampah terlayani dengan Black Soldier Flies (BSF) Ts,m BSF S Ts,m organik TPS3R 4
(7)Timbulan sampah terlayani dengan mesin pemadat Ts,m pemadat Ts,m DU TPS3R 9 e) Timbulan Sampah Terlayani TPST Timbulan sampah terlayani TPST yaitu sebesar 60% dari timbulan sampah total. Sebanyak 30% dari sampah yang masuk ke TPST diolah dengan pengolahan organik (pengomposan aerob), 5% di daur ulang, dan 50% adalah sampah combustible yang diolah dengan pengolahan termal. Pengolahan termal yang digunakan yaitu terdiri dari 30% RDF Fluff, 35% insinerasi, dan 35% gasifikasi. Residu yang dihasilkan dari TPST yaitu residu dari proses pretreatment (residu inert) sebesar 15% dari total timbulan sampah terlayani TPST, ditambah dengan residu dari proses termal insinerasi dan gasifikasi, yaitu abu, masing- masing sebesar 10% dari timbulan sampah terlayani insinerasi dan gasifikasi.
(1)Timbulan sampah terlayani TPST Ts,m TPST TPST Ts,m kota 77 4
(2)Timbulan sampah organik TPST (pengomposan aerob) Ts,m organik TPST Ts,m TPST 4 8
(3)Timbulan sampah daur ulang TPST Ts,m DU TPST U Ts,m TPST 4
(4)Timbulan sampah combustible Ts,m combustible TPST c Ts,m TPST 4
(5)Timbulan sampah residu TPST Ts,m residu TPST ( pretreatment Ts,m TPST) ( insinerasi Ts,m insinerasi) ( gasifikasi Ts,m gasifikasi) ( 4 ⁄ ) ( 8 9 ⁄ ) ( 8 9 ⁄ ) 8
(6)Timbulan sampah terlayani RDF Fluff Ts,m RDF R Ts,m combustible TPST 9
(7)Timbulan sampah terlayani Insinerasi Ts,m insinerasi Ts,m combustible TPST 8 9
(8)Timbulan sampah terlayani gasifikasi Ts,m gasifikasi G Ts,m combustible TPST 8 9 f) Timbulan Sampah Terlayani TPS Timbulan sampah terlayani TPS dipengaruhi oleh jumlah timbulan sampah yang masuk ke TPS 3R, TPST, dan yang diangkut langsung ke TPA dari sumber. Perhitungan nilai timbulan yang dilayani yaitu sebagai berikut. TPS TPS R TPST 9 Ts,m TPS TPS Ts,m kota 77 847 g) Timbulan Sampah Pengangkutan 2 Timbulan sampah yang diangkut di Pengangkutan 2 adalah penjumlahan dari residu TPS 3R, residu TPST, dan sampah terlayani TPS. Perhitungan nilai timbulan yang terlayani Pengangkutan 2 yaitu sebagai berikut. Ts,m pengangkutan2 Ts,m residu TPS3R Ts,m residu TPST Ts,m TPS 8 77 74 Di Pengangkutan 2, komposisi truk yang digunakan yaitu 40% dump truck, 25% arm roll, dan 35% compactor truck. Timbulan sampah yang diangkut oleh masing-masing truk tersebut yaitu sebagai berikut.
(1)Dump truck Ts,m dump truck 2 Ts,m pengangkutan2 4 74 9
(2)Armroll truck Ts,m armroll 2 Ts,m pengangkutan2 74 4
(3)Compactor truck Ts,m 2 Ts,m pengangkutan2 74 9 h) Timbulan Sampah ke TPA Timbulan sampah yang diangkut dengan truk ke TPA adalah penjumlahan dari sampah yang diangkut langsung dari sumber ke TPA (Jalur 2), residu TPS 3R, residu TPST, dan sampah terlayani TPS. Perhitungan nilai timbulan yang terlayani pengangkutan ke TPA yaitu sebagai berikut. Ts,m truk TPA Ts,m truk x 1 Ts,m pengangkutan 2 4 74 3280 ton/hari 2) Sub-sistem Pengumpulan Sampah a) Gerobak Sampah Timbulan sampah yang terlayani dengan gerobak adalah 20% dari total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 1540 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan gerobak, digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan gerobak ditunjukkan dalam Tabel 6.1. Tabel 6.1 Data untuk Simulasi Perhitungan Biaya Gerobak Input Data Gerobak Gaji operator gerobak (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga per gerobak (Hi) Rp 3.500.000/unit Harga APD operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas per gerobak (K) 1 m3 Jumlah ritasi per gerobak (R) 2 ritasi/hari Jumlah operator per gerobak (noperator) 1 orang Variabel Tetap Gerobak Persentase pemeliharaan gerobak (P) (Untuk perawatan berkala, termasuk ganti roda, tambal gerobak, dan cuci gerobak) 5%/tahun Densitas sampah di gerobak (Ms) 0,2 ton/m3 Umur teknis gerobak (Ut) 2 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya gerobak yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per Gerobak per Hari gerobak R s 3 , 3 ,4
(2)Jumlah Gerobak Ideal gerobak Ts,m x R 4 ,4 8
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Gerobak per Tahun Ts,m gerobak Ts,m gerobak 4 .
(4)Biaya investasi gerobak sampah i gerobak i gerobak Ts,m R 7. 4 . . 7 . R . 4
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak sampah (a) Biaya operator gerobak o (Go operator gerobak ) ( operator gerobak ) (R 4. . 8 ) (R 4 . 8 ) = Rp 197.366.400.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan gerobak p P iu gerobak R . . 8 R 7 .7 . (c) Biaya APD APD APD operator gerobak R . 8 R . 47. . (d) Total biaya operasional gerobak op gerobak o p APD R 97. .4 . R 7 .7 . R . 47. . R 99. 87. . op gerobak op gerobak Ts,m R 99. 87. . . R 4.7 9
(6)Biaya pengumpulan sampah dengan gerobak sampah Bps gerobak = Bi gerobak + Bop gerobak = Rp 13.064/ton + Rp 4.7 9/ton = Rp 367.784/ton
(7)Biaya pengumpulan sampah per rumah dengan gerobak sampah i gerobak iu gerobak ( ) ( ) Ut R . . 8 ( . ) ( .8 ) R 7. 4 . . 7 pr,ps gerobak ps Tsj jiwa Rp 367.784 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari pr,op gerobak op Tsj jiwa = Rp 354.719 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari Biaya OP mengacu pada Bop gerobak yaitu sebagai berikut. = Rp 40.970/KK/bulan Biaya OP dan Investasi mengacu pada Bps gerobak yaitu sebagai berikut. = Rp 42.479/KK/bulan b) Gerobak Motor Sampah Timbulan sampah yang terlayani dengan gerobak motor adalah 30% dari total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 2310 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan gerobak motor, digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan gerobak motor ditunjukkan dalam Tabel 6.2. Tabel 6.2 Data untuk Simulasi Perhitungan Biaya Gerobak Motor Input Data Gerobak Motor Gaji operator gerobak motor (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga per gerobak motor (Hi) Rp 45.000.000/unit Harga BBM (Hbbm) Rp 7.850/liter Harga perpanjang pajak kendaraan per tahun (Hpt) Rp 460.000/unit/tahun Harga APD operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas per gerobak motor (K) 1,5 m3 Jumlah ritasi per gerobak motor (R) 3 ritasi/hari Jarak per ritasi (Jt) 2 km/rit Jumlah operator per gerobak motor (noperator) 2 orang Variabel Tetap Gerobak Motor Persentase pemeliharaan gerobak motor (P) (Untuk perawatan berkala, termasuk ganti ban, ganti oli, ganti accu) 5%/tahun Densitas sampah di gerobak motor (Ms) 0,2 ton/m3 Umur teknis gerobak motor (Ut) 5 tahun Konsumsi bahan bakar (kbbm) 0,07 L/km Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya gerobak motor yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per Gerobak Motor per Hari motor R s , 3 x x , 3 ,9
(2)Jumlah Gerobak Motor Ideal motor Ts,m x R ,9 7
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Gerobak Motor per Tahun Ts,m motor Ts,m 8 4.
(4)Biaya investasi gerobak motor i motor i motor Ts,m R . 8 . 87. 7 8 4. R 9.8
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan gerobak motor (a) Biaya operator gerobak motor o (Go operator motor ) ( operator motor ) (R 4. . 7 ) (R 4 . 7 ) = Rp 263.189.376.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan gerobak motor motor iu motor ( ) ( ) Ut R 4 . . 7 ( . ) ( .8 ) R . 8 . 87. 7 pr,ps motor ps motor Tsj jiwa = Rp 356. 61 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari pr,op motor op motor Tsj jiwa = Rp 326.196 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari p P iu motor R 4 . . 7 R .77 .7 . (c) Biaya bahan bakar gerobak motor bm t R bbm bbm motor , 7 R 7.8 7 R . 89. 4 . (d) Biaya Perpanjangan Pajak Kendaraan per Tahun pt pt motor R 4 . x 7 R . 8 .8 . (e) Biaya APD APD APD motor R . 7 R .79 .9 . (f) Total biaya operasional gerobak motor op motor o p bm pt APD R . 89. 7 . R .77 .7 . R . 89. 4 . R . 8 .8 . R .79 .9 . R 7 . .98 . op motor op motor Ts,m R 7 . .98 . 84 . R . 9
(6)Biaya pengumpulan sampah dengan gerobak motor Bps motor = Bi motor + Bop motor = Rp 29.865/ton + Rp . 9 /ton = Rp 356.061/ton
(7)Biaya pengumpulan sampah per rumah Biaya pengumpulan sampah per rumah mengacu pada Bop motor yaitu sebagai berikut. = Rp 37.676/KK/bulan Biaya pengumpulan sampah per rumah mengacu pada Bps motor yaitu sebagai berikut. . = Rp 41.125/KK/bulan c) Pick Up Sampah Timbulan sampah yang terlayani dengan pick up adalah 30% dari total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 2310 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan pick up digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan pick up ditunjukkan dalam Tabel 6.3. Tabel 6.3 Data untuk Simulasi Perhitungan Biaya Pickup Input Data Pickup Gaji operator pickup (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga per pick up (Hi) Rp 155.500.000/unit Harga BBM (Hbbm) Rp 9.800/liter Harga perpanjang pajak kendaraan per tahun (Hpt) Rp 2.000.000/unit/tahun Harga APD operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas per pick up (Kpickup) 4 m3 Jumlah ritasi per pick up (R) 2 ritasi/hari Jarak per ritasi (km/rit) 5 km/rit Jumlah operator per pick up (Jo) 3 orang Variabel Tetap Pick Up Persentase pemeliharaan pick up (P) (Untuk perawatan berkala, termasuk ganti ban, ganti oli, ganti accu) 5%/tahun Densitas sampah di pick up (Ms) 0,3 ton/m3 Umur teknis pick up (Ut) 5 tahun Konsumsi bahan bakar (kbbm) 0,125 L/km Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya pick up yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per Pick Up per Hari R s 4 3 x x , 3 ,4
(2)Jumlah Pick Up Ideal pick up Ts,m x R ,4 9
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Pick Up per Tahun Ts,m pick up Ts,m 84 .
(4)Biaya investasi pick up i i pick up Ts,m R . 4 . .89 84 . R 8.7
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan pick up (a) Biaya operator pick up o (Go operator pick up ) ( operator pick up ) (R 4. . 9 ) (R 4 . 9 ) = Rp 148.101.696.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan pick up p P iu pick up R . . 9 R 7.487. . (c) Biaya bahan bakar pick up bm c t R bbm bbm pick up , 7 R 9.8 9 R
(6)Biaya pengumpulan sampah pick up Bps pick up = Bi pick up + Bop pick up = Rp 38.716/ton + Rp 9 . /ton = Rp 232.068/ton
(7)Biaya pengumpulan sampah per rumah dengan pick up Biaya OP mengacu pada Bop pick up yaitu sebagai berikut. = Rp22.332/KK/bulan Biaya OP dan investasi mengacu pada Bps pick up yaitu sebagai berikut. . = Rp 26.804/KK/bulan d) TPS Timbulan sampah yang terlayani dengan TPS adalah 10% dari total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 770 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya TPS, digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing- masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini pr TPS i TPS Ts j = Rp 8319 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan TPS ditunjukkan dalam Tabel 6.4. Tabel 6.4 Data untuk Simulasi Perhitungan Biaya TPS Input Data TPS Harga investasi landasan container (Hi landasan) Rp 10.000.000/unit Harga investasi l container (Hi container) Rp 35.000.000/unit Kapasitas container (Kcontainer) 6 m3 Variabel Tetap TPS Densitas sampah di TPS (Ms) 0,45 ton/m3 Umur teknis landasan container (Ut landasan) 20 tahun Umur teknis container (Ut container) 5 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya pick up yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per TPS per Hari TPS s 3 x ,4 3 ,7
(2)Jumlah TPS Ideal TPS Ts,m 77 ,7 TPS 8
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan TPS per Tahun Ts TPS Ts TPS 77 8 .
(4)Biaya investasi TPS sampah i TPS iu container TPS ( ) ( Sb) Ut container iu landasan TPS ( ) ( Sb) Ut landasan R . . 8 ( . ) ( .8 ) R . . 8 ( . ) ( .8 ) R . 7.94 . 97 i TPS i TPS Ts,m R . 7.94 . 97 8 . R 8. 9
(5)Biaya pengumpulan sampah di TPS = Rp 961/KK/bulan 3) Sub-sistem Pengolahan Sampah a) TPS 3R Timbulan sampah yang terlayani di TPS 3R adalah 10% dari total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 770 ton/hari. Diasumsikan setiap TPS 3R mampu menampung sampah sebanyak 1 ton/hari. Dalam TPS 3R ini, 60% sampah diolah dengan pengolahan organik, 25% disalurkan ke pendaurulang, dan 15% berupa residu yang diangkut ke TPA. Dari 60% sampah organik yang diolah, 50% diolah dengan pengomposan aerator bambu dan 50% diolah dengan BSF. Sementara dari 25% sampah daur ulang yang disalurkan, 60% dipadatkan dengan mesin pemadat. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan TPS 3R, input data yang digunakan dalam simulasi ini yaitu sebagai berikut. Tabel 6.5 Data untuk Simulasi Perhitungan TPS 3R Input Data TPS 3R Gaji Operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi Kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga Bangunan TPS 3R (Hi bangunan) Rp 500.000.000/unit Harga Mesin Pompa Air (Hi pompa) Rp 1.640.000/unit Harga Timbangan (Hi timbangan) Rp 2.737.000/unit Harga Perlengkapan Kantor (Hi ATK) Rp 12.000.000/unit Harga Bahan Bakar (Hbbm) Rp 9.800/L/unit Harga Listrik (HL) Rp 1.352/kWh/unit Harga APD Operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas per TPS 3R (mTPS3R) 1 ton/hari Opsi Mesin & Teknologi TPS 3R Mesin Pencacah Harga Mesin Pencacah (Hi cacah) Rp 31.280.910/unit Kapasitas Mesin Pencacah (mcacah) 500 kg/jam/unit Mesin Pengayak Harga Mesin Pengayak (Hi ayak) Rp 27.230.500/unit Kapasitas Mesin Pengayak (mayak) 500 kg/jam/unit Daya Mesin Ayak (Dayak) 4,9 kWh/unit Mesin Pemadat Sampah Daur Ulang Harga Mesin Pemadat Sampah Daur Ulang (Hi pemadat) Rp 65.000.000/unit Kapasitas Mesin Pemadat (mpemadat) 300 kg/jam/unit Daya Mesin Pemadat (Dpemadat) 7,46 kWh/unit Aerator Bambu Harga Aerator Bambu (Hi aerator) Rp 200.000/unit Kapasitas Aerator bambu per unit (maerator) 3 ton/unit Black Soldier Flies Harga Black Soldier Flies (Hi BSF) Rp 140.000.000/unit Kapasitas BSF per unit (mBSF) 1 ton/unit Variabel Tetap TPS 3R Jumlah Jiwa per KK (nj) 5 jiwa Inflasi per Tahun (I) 3,01%/tahun BI Rate (Sb) 5,81%/tahun Densitas Sampah di TPS 3R (Ms) 0,2 ton/m3 Umur Teknis Bangunan TPS 3R (Ut bangunan) 20 tahun Umur Teknis Mesin (Ut mesin) 5 tahun Umur Teknis Aerator Bambu (Ut aerator) 2 tahun Umur Teknis Teknologi Lainnya (Ut teknologi) 10 tahun Persentase Pemeliharaan Bangunan (pbangunan) 5%/tahun Persentase Pemeliharaan Mesin Pencacah (pcacah) 10%/tahun Persentase Pemeliharaan Mesin Pengayak (payak) 3%/tahun Persentase Pemeliharaan Mesin Lainnya (pmesin) 5%/tahun Daya Mesin Komputer (Dkomputer) 0,65 kWh/unit Daya Printer (Dprinter) 0,01 kWh/unit Daya Lampu Penerangan (Dlampu) 0,95 kWh/unit Daya Mesin Pompa Air (Dpompa) 0,3 kWh/unit Waktu kerja alat/mesin (W) 8 jam Konsumsi Bahan Bakar Mesin Pencacah (kbbm cacah) 1 L/jam Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya TPS 3R yaitu sebagai berikut:
(1)Jumlah TPS 3R Ideal TPS3R Ts,m TPS3R TPS3R 77 77
(2)Jumlah TPS 3R Aerator Bambu TPS3R aerator TPS3R 77 8
(3)Jumlah TPS 3R BSF TPS3R BSF TPS3R S 77 8
(4)Timbulan Sampah Terlayani TPS 3R per Tahun Ts,m TPS 3R( ) Ts,m TPS3R ( ) 77 8 .
(5)Kapasitas TPS 3R TPS 3R Ts,m TPS3R Ts,m jiwa jiwa 77 ,77 .
(6)Kebutuhan operator dan mesin di TPS 3R (a) Kebutuhan operator TPS 3R o TPS R ( TPS3R ) (b) Kebutuhan mesin pencacah dan mesin ayak TPS 3R Jika jumlah mesin cacah dan mesin ayak yang dihitung hasilnya lebih sedikit dari jumlah TPS3R yang dibutuhkan, maka jumlah mesin cacah dan ayak yang digunakan yaitu sama dengan jumlah TPS 3R yang dibutuhkan. cacah T , TPS R W cacah 4 4 77 ayak T , TPS R W ayak 4 4 77 (c) Kebutuhan mesin pemadat TPS 3R pemadat T , W pemadat (d) Kebutuhan unit aerator bambu TPS 3R aerator T , (e) Kebutuhan unit BSF BSF T , S S
(7)Biaya investasi TPS 3R (a) TPS 3R Aerator Bambu
i.Biaya investasi bangunan TPS 3R Aerator Bambu i bangunan iu bangunan TPS3R aerator ( ) ( S ) Ut bangunan R . . . x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 10.490.757.296/tahun ii. Biaya investasi ATK i ATK iu ATK TPS3Raerator ( ) ( S ) Ut mesin R . . 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 1.007.112.700/tahun iii. Biaya investasi timbangan i timbangan iu timbangan TPS3R aerator ( ) ( S ) Ut mesin R .7 7. x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 229.705.622/tahun iv. Biaya investasi pompa air i pompa iu pompa TPS3R aerator ( ) ( S ) Ut mesin R . 4 . x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 137.638.736/tahun
v.Biaya investasi mesin pencacah i cacah iu cacah cacah ( ) ( S ) Ut cacah R . 8 .9 77 ( . ) ( .8 ) = Rp 2.625.283.479/tahun vi. Biaya investasi mesin ayak i ayak iu ayak ayak ( ) ( S ) Ut ayak R 7. . x 77 ( . ) ( .8 ) = Rp2.285.348.532/tahun vii. Biaya investasi aerator bambu i aerator iu aerator aerator( ) ( S ) Ut aerator R . x ( . ) ( .8 ) = Rp 251.778.175/tahun viii. Total biaya investasi TPS 3R dengan aerator bambu i TPS 3R Aerator i bangunan i ATK i timbangan i pompa i cacah i ayak i aerator R .49 .7 7. 9 R . 7. .7 R 9.7 . R 7. 8.7 R . . 8 .479 R . 8 . 48. R .778. 7 R 7. 7. 4. 4 i TPS3R Aerator i TPS 3R Aerator Ts,m aerator R 7. 7. 4. 4 R .9 (b) TPS 3R BSF
i.Biaya investasi bangunan TPS 3R BSF i bangunan iu bangunan TPS3R BSF ( ) ( S ) Ut bangunan R . . . x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 10.490.757.296/tahun ii. Biaya investasi ATK i ATK iu ATK TPS3R BSF ( ) ( S ) Ut mesin R . . 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 1.007.112.700/tahun iii. Biaya investasi timbangan i timbangan iu timbangan TPS3R BSF ( ) ( S ) Ut mesin R .7 7. x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 229.705.622/tahun iv. Biaya investasi pompa air i pompa iu pompa TPS3R BSF ( ) ( S ) Ut mesin R . 4 . x 8 ( . ) ( .8 ) = Rp 137.638.736/tahun
v.Biaya investasi mesin pencacah i cacah iu cacah cacah S ( ) ( S ) Ut cacah R . 8 .9 77 ( . ) ( .8 ) = Rp 2.625.283.479/tahun vi. Biaya investasi mesin ayak i ayak iu ayak ayak S ( ) ( S ) Ut ayak R 7. . x 77 ( . ) ( .8 ) = Rp2.285.348.532/tahun vii. Biaya investasi BSF i BSF iu BSF BSF ( ) ( S ) Ut teknologi R 4 . . x ( . ) ( .8 ) = Rp 42.298.733.418/tahun viii. Total biaya investasi TPS 3R dengan BSF i TPS 3R BSF i bangunan i ATK i timbangan i pompa i c c i i R .49 .7 7. 9 R . 7. .7 R 9.7 . R 7. 8.7 R . . 8 .479 R . 8 . 48. R 4 . 98.7 .4 8 R 9. 74. 79.784 i TPS3R BSF i TPS 3R BSF Ts,m BSF R 9. 74. 79.784 R 7 . 4 (c) Mesin Pemadat Biaya investasi mesin pemadat i pemadat iu pemadat pemadat ( ) ( S ) Ut mesin R . . x ( . ) ( .8 ) R 9 . .744 i pemadat i pemadat Ts,m pemadat R 9 . .744 R .847
(8)Biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R (a) Biaya operator TPS 3R o TPS3R (Go o TPS3R ) ( o TPS3R ) (R 4. . 77 ) (R 4 . 77 ) = Rp 118.419.840.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan TPS 3R p TPS 3R (( bangunan i bangunan TPS3R ) (Pmesin i ATK TPS3R ) (Pmesin i timbangan TPS3R )) (( R . . 77 ) ( R . . 77 ) ( R .7 7. 77 )) R 9. . . R 4 . . R . 74. R 9.8 7. 74. (c) Biaya listrik TPS 3R L TPS 3R ( komputer TPS R L W) ( printer TPS R L W) ( lampu TPS R L W) ( , W 77 R W 8 ) ( , W 77 R W 8 ) ( ,9 W 77 R W 8 ) x R 4.894. 7. 48 (d) Biaya APD operator APD TPS3R APD o TPS3R < Rp . orang tahun 77 R 8 8. . (e) Biaya OP pompa air op pompa (Pmesin i pompa TPS R) ( pompa TPS R L W x ) ( R . 4 . 77 ) ( , W 77 R W 8 x R 97 . 9 . 4 (f) Biaya OP mesin pencacah op cacah (Pcacah iu cacah c c ) ( Ts,m organik TPS3R bbm x bbm cacah ) ( R . 8 .9 77 ) ( 4 xR 9.8 ) R .7 .778. 7 (g) Biaya OP mesin pengayak op ayak (Payak iu ayak ayak) ( ayak L Ts,m organik TPS3R ayak ) ( R 7. . 77 ) (4,9 W R W 4 ) R .8 . 4. 98 (h) Biaya OP aerator bambu op aerator Pmesin iu aerator aerator ( R . . ) R . . (i) Biaya OP BSF op BSF Pmesin iu BSF BSF ( R 4 . . ) R 9.4 4. . (j) Biaya OP Mesin Pemadat op pemadat (Ppemadat iu pemadat pemadat) ( pemadat L Ts,m pemadat pemadat ) ( R 7. . ) (7,4 W R W ) R 8.7 . op pemadat op pemadat Ts,m pemadat R 8.7 . R . (k) Total biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R dengan aerator bambu Bop TPS 3R Aerator per tahun. = %Aerator (Bo + Bp + BL + Bbbm + BAPD + Bop pompa + cacah +Bop ayak) + Bop aerator = 50% (Rp 118.419.840.000 + Rp 19.817.374.500 + Rp 4.894.137.248 + Rp 808.500.000 +Rp 975.091.040+ Rp 5.713.778.070+ Rp 2.863.304.598) + Rp 23.100.000 = Rp 76.769.112.728/tahun op TPS3R Aerator op TPS3R Aerator Ts,m aerator R 7 .7 9. .7 8 R 9 . 4 (l) Total biaya operasional dan pemeliharaan TPS 3R dengan BSF Bop TPS3R BSF per tahun. = %BSF (Bo + Bp + BL + Bbbm + BAPD + Bop pompa + Bop cacah + Bop ayak+ Bop BSF = 50% (Rp 118.419.840.000 + Rp 19.817.374.500 + Rp 4.894.137.248 + Rp 808.500.000 + Rp 975.091.040 + Rp 5.713.778.070 + Rp 2.863.304.598) + Rp 19.404.000.000= Rp 96.150.012.728/tahun op TPS3R BSF op TPS3R BSF Ts,m BSF R 9 . . .7 8 R . 4 . 7
(9)Biaya pengolahan sampah di TPS 3R (a) TPS 3R dengan aerator bambu Bps TPS3R Aerator = Bi (Rp/ton) + Bop (Rp/ton) = Rp 201.952/ton + Rp 910.504/ton = Rp 1.112.456/ton (b) TPS 3R dengan BSF Bps TPS3R BSF = Bi (Rp/ton) + Bop (Rp/ton) = Rp 700.641/ton + Rp 1.140.367/ton = Rp 1.841.008/ton (c) Mesin pemadat saja Bps pemadat = Bi (Rp/ton) + Bop (Rp/ton) = Rp 21.847/ton + Rp 15.625/ton = Rp 37.472/ton
(10)Biaya pengolahan sampah di TPS 3R per rumah (a) TPS 3R dengan aerator bambu Biaya pengolahan sampah dengan TPS 3R per rumah mengacu pada Bop TPS3R Aerator yaitu sebagai berikut. pr,op TPS3R Aerator op TPS3R Aerator Ts,m jiwa jiwa R 9 . 4 ,77 R . Biaya pengolahan sampah dengan TPS 3R per rumah mengacu pada Bps TPS 3R Aerator yaitu sebagai berikut. pr,ps TPS3R Aerator ps TPS3R Aerator Ts,m jiwa jiwa R . .4 ,77 R 8.489 (b) TPS 3R dengan BSF Biaya pengolahan sampah dengan TPS 3R per rumah mengacu pada Bop TPS3R BSF yaitu sebagai berikut. pr,op TPS3R BSF op TPS 3R BSF Ts,m jiwa jiwa R . 4 . 7 ,77 R .7 Biaya pengolahan sampah dengan TPS 3R per rumah mengacu pada Bps TPS 3R BSF yaitu sebagai berikut. pr,ps TPS3R BSF ps TPS 3R BSF Ts,m jiwa jiwa R .84 . 8 ,77 R . (c) Mesin Pemadat Saja Biaya pengolahan sampah dengan mesin pemadat saja mengacu pada Bop pemadat yaitu sebagai berikut. pr,op pemadat op Ts,m jiwa jiwa R . ,77 R .8 Biaya pengolahan sampah dengan mesin pemadat saja mengacu pada Bps pemadat yaitu sebagai berikut. pr,ps pemadat ps Tsj j R 7.47 ,77 R 4. 8 b) TPST Dalam studi kasus ini, TPST harus mengelola 60% dari total timbulan sampah atau sebesar 4620 ton/hari. Sampah yang diolah di TPST dalam studi kasus ini memiliki komposisi sebagai berikut:
(1)Sampah organik 30%
(2)Sampah daur ulang 5%
(3)Sampah combustible 60%
(4)Residu inert 15% Selanjutnya, seluruh komponen sampah organik akan diolah dengan proses pengomposan. Sampah combustible akan diolah dengan teknologi RDF Fluff, insinerasi, dan gasifikasi dengan persentase massa secara berturut-turut yaitu 30%, 35%, dan 35%. Sampah daur ulang dan residu inert tidak dibahas lebih lanjut dalam perhitungan ini karena tidak lagi memerlukan treatment. Dengan 4620 ton/hari sampah yang masuk ke TPST, maka aliran massa pengolahan sampah di TPST yang dibahas pada kasus ini, diperlihatkan pada Gambar 6.2. Gambar 6.2 Aliran massa pengolahan sampah di TPST laju aliran sampah masuk sebesar 4620 ton/hari Berdasarkan yang ditunjukkan pada Gambar 6.2, sebanyak 1386 ton/hari sampah biologis akan diolah dengan teknologi pengomposan dan 2310 ton/hari sampah combustible akan diolah dengan teknologi termal. Dari sampah combustible yang diolah, 30% (693 ton/hari) diolah dengan teknologi RDF, 35% (809 ton/hari) diolah dengan teknologi insinerasi, dan 35% (809 ton/hari) diolah dengan teknologi gasifikasi. Dalam proses penghitungan, akan digunakan data acuan masing-masing metode pengolahan yang akan diterapkan pada TPST. Data acuan tersebut adalah:
(1)Pengolahan RDF Fluff menggunakan standar biaya suatu instalasi RDF-plant dengan komponen/proses utama, yaitu: Sorting Process, Shredding, Bio-Drying, dan Screening (ukuran partikel dan logam) dengan laju pengolahan 120 ton/hari. Dalam kasus ini, standar biaya teknologi ini digunakan sebagai acuan biaya proses pretreatment dan RDF Fluff.
(2)Pengolahan termal dengan metode Insinerasi pada penghitungan kalkulator ini menggunakan standar biaya teknologi dengan Insinerator dengan laju pengolahan 100 ton/hari dengan komponen/proses utama, yaitu: tungku, steam generator, turbin, generator listrik, sistem pengendali gas buang, cooling water system dan sistem pengolahan abu/fly ash dan bottom ash (FABA).
(3)Pengolahan dengan metode Gasifikasi menggunakan standar biaya teknologi Gasifikasi dengan laju pengolahan 1440 ton/hari dengan komponen utama, yaitu: proses pre- treatment, proses gasifikasi dengan 6 reaktor, proses homogenisasi, 2 unit turbin gas, 2 unit Heat Recovery Steam Generator (HRSG), 2 unit turbin uap, 4 unit generator listrik, sistem pengendali gas buang, dan sistem pengolah abu.
(4)Pengolahan biologis yang digunakan terbatas pada pengaplikasian metode Open Windrow dengan sistem aerasi menggunakan metode terowongan bambu (bamboo aerator) yang mengacu pada Permen PU Nomor 3 Tahun 2013. Biaya yang diperoleh dengan data acuan di atas dianggap memiliki harga (rupiah) per ton yang konstan sehingga nilai biaya menurut kapasitasnya dapat diperoleh dengan mengonversinya dengan persamaan 6.1 berikut Biayakapasitas = Biaya (investasi/operasional) TPST sesuai dengan kapasitas (Rp) Biayadata acuan = Biaya (investasi/operasional) TPST berdasarkan data acuan (Rp) Ts data acuan = Timbulan sampah data acuan (ton/hari) Ts kapasitas = Timbulan sampah sesuai dengan kapasitas (ton/ hari) Data acuan yang digunakan dalam perhitungan biaya pengelolaan sampah di TPST diperlihatkan pada Tabel 6.6 sampai dengan Tabel 6.10. Tabel 6.6 Data untuk Perhitungan TPST untuk proses Pretreatment yang menggunakan data acuan RDF-plant 120 ton/hari Input Data Dasar TPST Pretreatment Timbulan sampah terlayani Pretreatment (Ts pretreatment) 4620 ton/hari Gaji operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 25.500/orang/bulan kapasitas data acuan Ts data acuan Ts kapasitas (6.1) Harga bangunan (Hb) Rp 4.000.000/m2 Harga listrik (HL) Rp 1.352/kWh Harga bahan bakar (Hbbm) Rp 9.800/liter Jumlah hari kerja (nh) 340 hari/tahun Harga Investasi RDF Fluff, 120 ton/hari (Hi RDF) Lahan Rp 3.000.000.000 Pekerjaan Sipil Rp 26.000.000.000 Peralatan Mekanik Rp 43.000.000.000 Fasilitas plant Rp 9.200.000.000 Biaya Operasional dan Pemeliharaan RDF Fluff, 120 ton/hari (Bop RDF) Total gaji operator Rp 1.417.141.640/tahun Penggunaan listrik Rp 1.394.991.675/tahun Penggunaan bahan bakar Rp 3.959.668.001/tahun Maintenance cost Rp 2.022.117.622/tahun Variabel Tetap TPST Pretreatment Timbulan sampah minimum terlayani (Ts min pretreatment) 120 ton/hari Jumlah orang per KK (nj) 5 jiwa Umur teknis (Ut) 20 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Tabel 6.7 Data untuk Perhitungan TPST untuk proses RDF Fluff yang menggunakan data acuan RDF-plant 120 ton/hari Input Data Dasar TPST RDF Fluff Timbulan sampah terlayani RDF (Ts RDF) 693 ton/hari Gaji operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 25.500/orang/bulan Harga bangunan (Hb) Rp 4.000.000/m2 Harga listrik (HL) Rp 1.352/kWh Harga bahan bakar (Hbbm) Rp 9.800/liter Jumlah hari kerja (nh) 340 hari/tahun Harga Investasi RDF Fluff, 120 ton/hari (Hi RDF) Lahan Rp 3.000.000.000 Pekerjaan Sipil Rp 26.000.000.000 Peralatan Mekanik Rp 43.000.000.000 Fasilitas plant Rp 9.200.000.000 Biaya Operasional dan Pemeliharaan RDF Fluff, 120 ton/hari (Bop RDF) Total gaji operator Rp 1.417.141.640/tahun Penggunaan listrik Rp 1.394.991.675/tahun Penggunaan bahan bakar Rp 3.959.668.001/tahun Maintenance cost Rp 2.022.117.622/tahun Variabel Tetap TPST RDF Timbulan sampah minimum terlayani (Ts min RDF) 120 ton/hari Jumlah orang per KK (nj) 5 jiwa Umur teknis (Ut) 20 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Tabel 6.8 Data untuk Perhitungan TPST proses insinerasi yang menggunakan data acuan insinerasi plant 100 ton/hari Input Data Dasar TPST Insinerasi Timbulan sampah terlayani Insinerasi (Ts insinerasi) 809 ton/hari Gaji operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 25.500/orang/bulan Harga bangunan (Hb) Rp 4.000.000/m2 Harga listrik (HL) Rp 1.352/kWh Harga bahan bakar (Hbbm) Rp 9.800/liter Jumlah hari kerja (nh) 340 hari/tahun Harga Investasi Insinerasi 100 ton/hari (Hi insinerasi) Pekerjaan sipil Rp 14.040.000.000 Insinerator/Boiler Rp 24.500.000.000 Turbin dan Generator Rp 16.000.000.000 Air Pollution Control Rp 11.300.000.000 Sistem MSW Handling Rp 8.000.000.000 Jasa Rp 2.700.000.000 Sistem Penunjang Insinerator Rp 11.700.000.000 Biaya Operasional dan Pemeliharaan Insinerasi 100 ton/hari (Bop insinerasi) Total gaji operator Rp 2.592.000.000/tahun Penggunaan listrik Rp 226.608.000/tahun Penggunaan bahan bakar Rp 1.615.000.000/tahun Pengolahan residu FABA Rp 1.700.000.000/tahun Barang habis Rp 6.000.000.000/tahun Bahan kimia Rp 13.500.000.000/tahun Biaya monitoring lingkungan Rp 400.000.000/tahun Biaya oli pelumas Rp 180.000.000/tahun Variabel Tetap TPST Insinerasi Timbulan sampah minimum terlayani (Ts min insinerasi) 100 ton/hari Jumlah orang per KK (nj) 5 jiwa Umur teknis (Ut) 20 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Tabel 6.9 Data untuk Perhitungan TPST dengan metode gasifikasi yang menggunakan data acuan gasifikasi plant 1440 ton/hari Input Data Dasar TPST Gasifikasi Timbulan sampah terlayani Gasifikasi (Ts gasifikasi) 809 ton/hari Gaji operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 25.500/orang/bulan Harga bangunan (Hb) Rp 4.000.000/unit Harga listrik (HL) Rp 1.352/kWh Harga bahan bakar (Hbbm) Rp 9.800/kWh Jumlah hari kerja (nh) 340 hari/tahun Biaya Investasi Gasifikasi (Bi gasifikasi) Peralatan Mekanik Rp 2.034.200.000.000 Peralatan Kelistrikan Rp 42.000.000.000 Turbin dan Generator Rp 616.000.000.000 Jasa dan biaya tidak pasti Rp 622.860.000.000 Biaya Operasional dan Pemeliharaan Gasifikasi (Bop gasifikasi) Total gaji operator Rp 116.956.000.000/tahun Penggunaan listrik Rp 25.200.000.000/tahun Monitoring lingkungan Rp 4.200.000.000/tahun Pengelolaan FABA Rp 71.820.000.000/tahun Biaya tidak pasti Rp 37.072.000.000/tahun Bahan kimia Rp 69.804.000.000/tahun Asuransi Rp 26.992.000.000/tahun Maintenance Rp 80.976.000.000/tahun Variabel Tetap TPST Gasifikasi Timbulan sampah minimum terlayani (Ts min gasifikasi) 1440 ton/hari *) Jumlah orang per KK (nj) 5 jiwa Umur teknis (Ut) 20 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% *) Timbulan sampah yang dapat terlayani oleh gasifikasi dengan komponen standar, yaitu: 6 gasifier, 2 turbin gas, 2 HRSG, 2 turbin uap, dan 4 generator. Timbulan sampah minimum yang dapat dilayani TPST gasifikasi adalah 300 ton/hari, dengan menggunakan komponen 1 gasifier, 1 turbin gas, dan 1 generator. Tabel 6.10 Data untuk Perhitungan TPST dengan metode pengomposan 1.386 ton/hari Input Data Dasar TPST Pengomposan Timbulan sampah terlayani Pengomposan (Ts pengomposan) 1.386 ton/hari Gaji operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi kesehatan (A) Rp 25.500/orang/bulan Harga bangunan (Hb) Rp 4.000.000/m2 Harga listrik (HL) Rp 1.352/kWh Harga bahan bakar (Hbbm) Rp 9.800/kWh Konsumsi listrik (kL) 17.013 kWh/hari Jumlah operator (no) 14 orang Jumlah hari kerja (nh) 340 hari/tahun Densitas sampah (Ms) 0,2 ton/m3 Densitas sampah organik (Mso) 0,35 ton/m3 Biaya Investasi Komposter 1.386 ton/hari (Bi komposter) Pekerjaan sipil Rp 79.200.000.000 Peralatan mekanik Rp 11.818.037.000 Aerator bambu Rp 3.449.500.000 Komponen Biaya operasional dan pemeliharaan Komposter Pemeliharaan gedung 5% dari biaya investasi pekerjaan sipil Penggunaan listrik Harga listrik x konsumsi listrik x jumlah hari kerja/tahun Perawatan peralatan mekanik 5% dari biaya investasi peralatan mekanik Variabel Tetap TPST Pengomposan Jumlah orang per KK (nj) 5 jiwa Umur teknis komposter (Ut komposter) 5 tahun Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Data penghitungan di atas digunakan untuk mencari biaya investasi dengan studi kasus komposisi sampah sebagaimana yang digambarkan pada Gambar 6.2. Perhitungan biaya pengelolaan sampah di TPST untuk studi kasus ini secara berturut-turut ditunjukkan dari Nomor 1) sampai dengan 12) di bawah ini. a) Biaya Investasi TPST dengan RDF Fluff (693 ton/hari) Perhitungan biaya investasi TPST dengan RDF Fluff, dimulai dengan menjumlahkan seluruh data harga investasi (Persamaan 3.26), data acuan TPST RDF Fluff 120 ton/hari pada Tabel 6.7, yaitu harga lahan, pekerjaan sipil, peralatan mekanik, dan fasilitas plant. i TPST R . . . R . . . R 4 . . . R 9. . . R 8 . . . Harga investasi tersebut merupakan investasi untuk pengolahan 120 ton/hari. Karena dalam studi kasus ini RDF Fluff akan mengolah sebanyak 693 ton/hari, maka harga investasi di atas perlu dikonversi terlebih dahulu menggunakan Persamaan 6.1 sebagai berikut. i TPST R 8 . . . 9 R 4 8.9 . . Harga investasi tersebut bersama dengan inflasi dan suku bunga Tabel 6.7, dimasukkan ke dalam persamaan Biaya Investasi (Bi) pada Persamaan 3.25, sehingga diperoleh biaya investasi TPST RDF Fluff per tahun sebagai berikut. i TPST R 4 8.9 . . ( , ) ( ,8 ) R . .484.774 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.26 diperoleh biaya investasi TPST RDF Fluff per ton. i TPST R . .484.774 9 4 R 8.4 b) Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPST dengan RDF Fluff (693 ton/hari) Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) TPST RDF Fluff diperoleh dengan menjumlahkan seluruh elemen Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Persamaan 3.27), data acuan RDF Fluff 120 ton/hari pada Tabel 6.7, yaitu gaji, konsumsi listrik, konsumsi bahan bakar, dan biaya operasional sebagai berikut. op TPST R .4 7. 4 . 4 R . 94.99 . 7 R .9 9. 8. R . . 7. R 8.79 .9 8.9 8 Dengan mengalikan kapasitas yang diperlukan pada studi kasus untuk RDF Fluff yaitu, 809 ton/hari, maka dengan Persamaan 6.1 diperoleh Bop per tahun sebagai berikut. op TPST R 8.79 .9 8.9 8 9 R .784.88 .8 7 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.28 diperoleh biaya operasional TPST RDF Fluff per ton. op TPST R .784.88 .8 7 9 4 R . 7 c) Total Biaya Pengelolaan TPST dengan RDF Fluff (693 ton/hari) Total biaya pengelolaan TPST RDF Fluff yang melayani pengelolaan sampah sebesar 693 ton/hari, adalah penjumlahan antara biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan sebagaimana pada Persamaan 3.30 sebagai berikut. ps TPST (R . .484.774 R .784.88 .8 7) R 7 . 4 . . 4 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun seperti pada Persamaan 3.31, maka diperoleh Total Biaya Pengelolaan TPST RDF Fluff per ton. ps TPST R 7 . 4 . . 4 9 4 R .998 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK seperti pada Persamaan 3.33, maka biaya pengelolaan TPST dengan RDF Fluff untuk setiap KK setiap bulan adalah sebagai berikut. pr,ps TPST R . .998 . ,77 . R 7.4 d) Biaya Investasi TPST dengan Insinerator (809 ton/hari) Perhitungan Biaya investasi TPST dengan Insinerator, dimulai dengan menjumlahkan seluruh data harga investasi (Persamaan 3.25), data acuan pada Tabel 6.6, dan data acuan insinerasi pada Tabel 6.8, sebagaimana yang ditunjukkan persamaan di bawah ini. i R . . . R . . . R 4 . . . R 9. . . R 8 . . . i insinerasi R 4. 4 . . R 4. . . R . . . R . . . 4. . . 8. . . .7 . . .7 . . R . 4 . . Harga investasi tersebut merupakan investasi untuk pretreatment 120 ton/hari dan insinerasi 100 ton/hari. Karena dalam studi kasus ini Insinerator akan mengolah sebanyak 809 ton/hari, maka harga investasi di atas perlu dikonversi terlebih dahulu menggunakan Persamaan 6.1 sebagai berikut. i pretreatment R 8 . . . 8 9 R 47.4 . . i insinerasi R . 4 . . 8 9 R 8 . .4 . Maka total harga investasi TPST Insinerasi adalah i TPST R 47.4 . . R 8 . .4 . R . 74. .7 . Harga investasi tersebut bersama dengan inflasi dan suku bunga Tabel 6.8, dimasukkan ke dalam persamaan Biaya Investasi (Bi) pada Persamaan 3.25, sehingga diperoleh biaya investasi TPST Insinerasi per tahun sebagai berikut. i TPST R . 74. .7 . ( , ) ( ,8 ) R 74.8 .88 . 7 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.26 diperoleh biaya investasi TPST Insinerasi per ton: i TPST R 74.8 .88 . 7 8 9 4 R 7 . 8 e) Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPST dengan Insinerator (809 ton/hari) Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) TPST Insinerator diperoleh dengan menjumlahkan seluruh biaya operasional dan pemeliharaan (Persamaan 3.27), data acuan pretreatment 120 ton/hari pada Tabel 6.6 dan TPST Insinerator 100 ton/hari pada Tabel 6.8. op pretreatment R .4 7. 4 . 4 R . 94.99 . 7 R .9 9. 8. R . . 7. R 8.79 .9 8.9 8 op insinerasi R . 9 . . R . 8. R .7 . . R . . . R . . . R . . . R 4 . . R 8 . . R . . 8. Dengan mengalikan kapasitas yang diperlukan pada studi kasus untuk insinerator yaitu, 809 ton/hari, dengan Persamaan 6.1 diperoleh Bop per tahun sebagai berikut. op pretreatment R 8.79 .9 8.9 8 8 9 R 9. 49. 8.84 op insinerasi R . . 8. 8 9 R .9 7. . 8 Maka total biaya operasional dan pemeliharaan TPST Insinerasi per tahun adalah: op TPST (R 9. 49. 8.84 R .9 7. . 8 ) R 7 . 8 . 49. Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.28 diperoleh biaya operasional TPST Insinerasi per ton: op TPST R 7 , 8 , 49, 8 9 4 R 98 . Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK, maka dengan Persamaan 3.33 biaya pengelolaan TPST dengan Insinerasi untuk setiap KK setiap bulan adalah pr,op TPST R 98 . . ,77 . R . .944 f) Total Biaya Pengelolaan TPST dengan Insinerator (809 ton/hari) Total biaya pengelolaan TPST Insinerasi yang melayani pengelolaan sampah sebesar 809 ton/hari, adalah penjumlahan antara biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan sebagaimana pada Persamaan 3.31 sebagai berikut. ps TPST (R 74.8 .88 . 7 R 7 . 8 . 49. ) R 4 . 48.9 ,8 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun seperti pada Persamaan, maka diperoleh Total Biaya Pengelolaan TPST Insinerasi per ton: ps TPST R 4 . 48.9 ,8 8 9 4 R . 8.8 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK seperti pada Persamaan 3.33, maka biaya pengelolaan TPST dengan Insinerasi untuk setiap KK setiap bulan adalah: pr,ps TPST R . 8.8 . ,77 . R 4 . 99 g) Biaya Investasi TPST dengan Gasifikasi (809 ton/hari) Perhitungan Biaya investasi TPST dengan Gasifikasi, dimulai dengan menjumlahkan harga investasi (Persamaan 3.25), data acuan pretreatment pada Tabel 6.6 dan data acuan gasifikasi pada Tabel 6.9, sebagaimana yang ditunjukkan persamaan di bawah ini. i pretreatment R . . . R . . . R 4 . . . R 9. . . R 8 . . . i TPST 44 R . 4. . . R 4 . . . R . . . R .8 . . R . . . . 44 Harga investasi tersebut merupakan investasi untuk pretreatment 120 ton/hari dan insinerasi 1440 ton/hari. Karena dalam studi kasus ini Gasifikasi akan mengolah sebanyak 809 ton/hari, maka harga investasi di atas perlu dikonversi terlebih dahulu menggunakan Persamaan 6.1 sebagai berikut. i R 8 . . . 8 9 R 47. 8 . . i TPST R . . . . 44 8 9 R .8 . 8. . Maka total harga investasi TPST Gasifikasi adalah: i TPST R 47. 8 . . R .8 . 8. . R .4 8. . . Harga investasi tersebut bersama dengan inflasi dan suku bunga Tabel 6.9, dimasukkan ke dalam persamaan Biaya Investasi (Bi) pada Persamaan 3.25, sehingga diperoleh biaya investasi TPST Insinerasi per tahun sebagai berikut i TPST R .4 8. . . ( , ) ( ,8 ) R . 49. 77.7 7 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.26 biaya investasi TPST Gasifikasi per ton adalah i TPST R . 49. 77.7 7 8 9 4 R 477.4 h) Biaya Rawat dan Operasional TPST dengan Gasifikasi (809 ton/hari) Biaya Rawat dan Operasional (Bop) TPST Gasifikasi diperoleh dengan menjumlahkan seluruh biaya operasional dan pemeliharaan (Persamaan 3.27) data acuan pretreatment 120 ton/hari pada Tabel 6.6 dan data acuan TPST Gasifikasi 1440 ton/hari pada Tabel 6.9. op R .4 7. 4 . 4 R . 94.99 . 7 R .9 9. 8. R . . 7. R 8.79 .9 8.9 8 op TPST 44 (R .9 . . R . . . R 4. . . R 7 .8 . . R 7. 7 . . R 9.8 4. . R .99 . . R 8 .97 . . ) R 4 . . . 44 Dengan mengalikan kapasitas yang diperlukan pada studi kasus untuk TPST Gasifikasi yaitu, 809 ton/hari, maka dengan Persamaan 6.1 diperoleh Bop per tahun sebagai berikut: op TPST R 8.79 .9 8.9 8 8 9 R 9. 49. 8.84 op TPST R 4 . . . 44 8 9 R 4 . . 87. Maka total biaya operasional dan pemeliharaan TPST Gasifikasi per tahun adalah: op TPST (R 9. 49. 8.84 R 4 . . 87. ) R . 7 .7 . 4 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.28 diperoleh biaya operasional TPST Gasifikasi per ton: op TPST R . 7 .7 . 4 8 9 4 R . 99.974 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK, maka dengan Persamaan 3.33 biaya pengelolaan TPST dengan Gasifikasi untuk setiap KK setiap bulan adalah: pr,op TPST R . 99.974 . ,77 . R 7. 47 i) Total Biaya Pengelolaan TPST dengan Gasifikasi (809 ton/hari) Total biaya pengelolaan TPST Gasifikasi yang melayani pengelolaan sampah sebesar 809 ton/hari, adalah penjumlahan antara biaya investasi dan biaya operasional dan pemeliharaan sebagaimana pada Persamaan 3.31 sebagai berikut. ps TPST (R . 49. 77.7 7 R . 7 .7 . 4 ) R 447.9 4. 4 .888 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun seperti pada Persamaan 3.32, maka diperoleh Total Biaya Pengelolaan TPST Gasifikasi per ton: ps TPST R 4 . .794. 7 8 9 4 R . . 77.4 4 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK seperti pada Persamaan 3.33, maka biaya pengelolaan TPST dengan Gasifikasi untuk setiap KK setiap bulan adalah: pr,ps TPST R . 77.4 4 . ,77 . R 8 . 94 j) Biaya Investasi TPST dengan Pengomposan (1386 ton/hari) Perhitungan Biaya investasi TPST dengan Pengomposan, dimulai dengan menjumlahkan harga investasi (Persamaan 3.25), data acuan pretreatment 120 ton/hari pada Tabel 6.6 dan data acuan pengomposan 1386 ton/hari dengan data pada Tabel 6.10, sebagaimana yang ditunjukkan persamaan di bawah ini. i R . . . R . . . R 4 . . . R 9. . . R 8 . . . i pengomposan R 79. . . R .8 8. 7. R .449. . R 94.4 7. 7. 8 Harga investasi tersebut merupakan investasi untuk pretreatment 120 ton/hari dan pengomposan 1386 ton/hari. Karena dalam studi kasus ini Pengomposan akan mengolah sebanyak 1386 ton/hari, maka harga investasi di atas perlu dikonversi terlebih dahulu menggunakan Persamaan 6.1 sebagai berikut: i R 8 . . . 8 R 94. . 77. 8 Harga investasi komposter dan pretreatment bersama dengan inflasi dan suku bunga Tabel 6.10, dimasukkan ke dalam persamaan Biaya Investasi (Bi) pada Persamaan 3.25. Namun demikian, karena komposter dan pretreatment memiliki umur teknis yang berbeda, maka perhitungannya dilakukan secara terpisah. R 94.4 7. 7. ( , ) ( ,8 ) R . 9 .9 .9 7 i pretreatment R 9 7.8 . . ( , ) ( ,8 ) R . .9 9. 47 Maka biaya investasi total TPST dengan metode Pengomposan adalah: i TPST (R . 9 .9 .9 7 R . .9 9. 47) R 7 .7 .9 .4 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.26 diperoleh biaya investasi TPST Pengomposan per ton adalah i TPST R 7 .7 .9 .4 8 4 R . k) Biaya Operasional dan Pemeliharaan TPST dengan Pengomposan (1386 ton/hari) Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) TPST Komposter diperoleh dengan menjumlahkan seluruh elemen Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Persamaan 3.27), data acuan TPST Pengomposan 1386 ton/hari dan pretreatmentnya 120 ton/hari dengan berdasarkan data pada Tabel 6.10. Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) TPST Pengomposan per tahun terdiri atas gaji operator, pemeliharaan gedung, penggunaan listrik, dan perawatan peralatan mekanik. Berdasarkan data yang tersedia pada Tabel 6.10, maka Bop TPST Komposter per tahun adalah: G ( R 4. . R . ) 4 R 7 4.9 4. P G P R 79. . . R .9 . . P G R . W 7. W 4 R 7.8 .44 .9 4 P R .8 8. 7. R 9 .9 .8 op komposter G G P R . 8 . 9.7 4 Sementara itu, berdasarkan data acuan pada Tabel 6.6 untuk keperluan pretreatment 120 ton/hari diperlukan Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Bop) sebagai berikut: op R .4 7. 4 . 4 R . 94.99 . 7 R .9 9. 8. R . . 7. R 8.79 .9 8.9 8 Karena dalam studi kasus ini TPST Pengomposan akan mengolah sebanyak 1386 ton/hari, maka dengan Persamaan 6.1 diperoleh Bop per tahun sebagai berikut: op pretreatment R 8.79 .9 8.9 8 8 R . 9.7 .7 4 Maka total biaya operasional dan pemeliharaan TPST dengan Pengomposan per tahun adalah: op TPST (R . 8 . 9.7 4 R . 9.7 .7 4) R 4. . .488 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun (340 hari), maka dengan Persamaan 3.28 diperoleh biaya operasional TPST Pengomposan per ton: op pretreatment R 4. . .488 8 4 R 4 . 7 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK, maka dengan Persamaan 3.33 biaya pengelolaan TPST dengan Pengomposan untuk setiap KK setiap bulan adalah: pr,op TPST R . 4 . 7 . , . R . 8. . l) Total Biaya Pengelolaan TPST dengan Pengomposan (Organik 30%) Total biaya pengelolaan TPST Komposter yang melayani pengelolaan sampah sebesar 1.386 ton/hari, adalah penjumlahan antara biaya investasi dan biaya rawat-operasional sebagaimana pada Persamaan 3.31 sebagai berikut: ps TPST (R 7 .7 .9 .4 R 4. . .488) R 8 . 9.9 8.94 Jika dibagi dengan timbulan sampah per hari dan jumlah hari pengolahan dalam 1 tahun seperti pada Persamaan 3.32, maka diperoleh Total Biaya Pengelolaan TPST Pengomposan per ton: ps TPST R 8 . 9.9 8.94 8 4 R 9 .4 7 Jika dikalikan dengan jumlah timbulan sampah per jiwa-hari dan dengan asumsi terdapat 5 jiwa/KK seperti pada Persamaan 3.33, maka biaya pengelolaan TPST dengan Pengomposan untuk setiap KK setiap bulan adalah: pr,ps TPST R . 9 .4 7 . ,77 . R . 4 . 7 . 4) Sub-sistem Pengangkutan Sampah Timbulan sampah yang dilayani dengan pengangkutan adalah timbulan sampah yang dibawa ke TPA. Berdasarkan Neraca Pelayanan, timbulan sampah yang diangkut ke TPA adalah penjumlahan dari sampah yang diangkut langsung dari rumah ke TPA, sampah dari TPS, residu dari TPS 3R, dan abu dari sisa proses termal di TPST. Dalam sistem pengangkutan yang disimulasikan, alat angkut yang digunakan yaitu 40% dump truck, 25% armroll truck, dan 35% compactor truck. a) Dump Truck Timbulan sampah yang terlayani dengan dump truck adalah 20% dari total timbulan sampah dan 40% dari total timbulan sampah terlayani di Pengangkutan 2, yaitu 2236 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan dump truck, digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan dump truck ditunjukkan dalam Tabel 6.11. Tabel 6.11 Data untuk Simulasi Biaya Dump Truck Input Data Dump Truck Gaji Operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi Kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga Dump Truck (Hi) Rp 400.000.000/unit Harga Ban Dump Truck (Hb) Rp 3.781.000/ban Harga BBM Dump Truck (Hbbm) Rp 9.800/liter/unit Harga Perpanjangan Pajak Kendaraan per Tahun (Hpt) Rp 5.000.000/unit/tahun Harga KIR dan administrasi (Hka) Rp 2.000.000/unit/tahun Harga APD Operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas Dump Truck (Kdump truck) 6 m3 Jumlah Ritasi (R) 1 ritasi/hari Jarak per Ritasi (Jt) 50 km/rit Jumlah Operator per Compactor Truck (noperator) 5 orang Variabel Tetap Dump Truck Persentase pemeliharaan truk (P) (Untuk perawatan berkala, termasuk ganti accu, ganti oli, dan perbaikan) 5%/tahun Densitas sampah di dump truck (Ms) 0,45 ton/m3 Umur teknis truk (Ut) 8 tahun Umur teknis ban truk (Utb) 15.000 km Jumlah ban truk (nban) 6 unit Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya dump truck yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per Dump Truck per Hari dump truck R s 3 x x ,4 3 ,7
(2)Jumlah Dump Truck Ideal truk Ts,m dump truk 1 Ts,m dump truk 2 ( 4 9 ) ,7 8 9
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Dump Truck per Tahun Ts,m dump truck Ts,m 8 . 9
(4)Biaya investasi dump truck i dump truck i dump truck Ts,m R 4 . 78. 78. 7 8 . 9 R . 4
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan dump truck (a) Biaya operator dump truck o (Go operator truk ) ( operator truk ) (R 4. . 8 9 ) (R 4 . 8 9 ) = Rp 212.489.280.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan dump truck p P iu truk R 4 . . 8 9 R . 8 . . (c) Biaya pergantian ban dump truck pb t R b ban truk Ut ban R .78 . 8 9 . = Rp 22.881.477.700/tahun (d) Biaya bahan bakar dump truck bm t R bbm bbm truk , R 98 8 9 R 44.479.99 . (e) Biaya perpanjangan pajak kendaraan per tahun dump truck pt pt truk R . . 8 9 R 4. 4 . . (f) Biaya KIR dan administrasi dump truck ka ka truk R . . 8 9 R . 8. . (g) Biaya APD operator dump truck APD APD operator truk R . 8 9 = Rp 1.450.750.000/tahun (h) Total biaya operasional dump truck i dump truck iu truk ( ) ( ) Ut R 4 . . 8 9 ( . ) ( .8 ) R 4 . 78. 78. 7 pr,ps dump truck ps dump truck Ts,m jiwa jiwa = Rp 425.662 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari pr,op dump truck op dump truck Ts,m jiwa jiwa = Rp 37 .3 8 ton 1 kg ton ,77 kg jiwa hari op dump truck o p pb bm pt ka APD R .489. 8 . R . 8 . . R .88 .477.7 R 44.479.99 . R 4. 4 . . R . 8. . R .4 .7 . = Rp 302.233.752.700/tahun op dump truck op dump truck Ts,m R . .7 .7 8 . 9 R 7 . 8 (i) Biaya pengangkutan sampah dump truck Bps dump truck = Bi dump truck + Bop dump truck = Rp 55.354/ton + Rp 370.308/ton = Rp 425.662/ton (j) Biaya pengangkutan sampah per rumah dump truck Biaya pengangkutan sampah per rumah mengacu pada Bop dump truck yaitu sebagai berikut. = Rp 42.771/KK/bulan Biaya pengangkutan sampah per rumah mengacu pada B ps dump truck yaitu sebagai berikut. = Rp 49.164/KK/bulan b) Armroll Truck Timbulan sampah yang terlayani dengan armroll truck adalah 25% dari 43% total timbulan sampah 7700 ton/hari, yaitu 820 ton/hari. Untuk melakukan perhitungan biaya pengumpulan sampah dengan armroll truck, digunakan input data dan variabel tetap. Input data adalah data yang dapat diganti oleh pemerintah kota/kabupaten sesuai kondisi daerah masing-masing. Dalam simulasi ini, digunakan data-data asumsi untuk mensimulasikan perhitungan di Kalkulator Biaya Sampah. Sementara variabel tetap adalah nilai yang bersifat tetap yang digunakan untuk menghitung biaya sampah dan sudah terdapat di dalam Kalkulator Biaya Sampah. Nilai ini tidak boleh diganti oleh pemerintah kota/kabupaten. Data yang digunakan untuk perhitungan armroll truck ditunjukkan dalam Tabel 6.12. Tabel 6.12 Data untuk Simulasi Biaya Armroll Truck Input Data Armroll Truck Gaji Operator (Go) Rp 4.230.000/orang/bulan Asuransi Kesehatan (A) Rp 42.000/orang/bulan Harga Armroll Truck (Hi) Rp 420.000.000/unit Harga Ban Armroll Truck (Hb) Rp 3.781.000/ban Harga BBM Armroll Truck (Hbbm) Rp 9.800/liter/unit Harga Perpanjangan Pajak Kendaraan per Tahun (Hpt) Rp 5.000.000/truk/tahun Harga KIR dan administrasi (Hka) Rp 2.000.000/truk/tahun Harga APD Operator (HAPD) Rp 350.000/orang/tahun Kapasitas Armroll Truck (K) 6 m3 Jumlah Ritasi (R) 1 ritasi/hari Jarak per Ritasi (Jt) 50 km/rit Jumlah Operator per Armroll Truck (noperator) 3 orang Variabel Tetap Armroll Truck Persentase pemeliharaan truk (P) (Untuk perawatan berkala, termasuk ganti accu, ganti oli, dan perbaikan) 5%/tahun Densitas sampah di armroll truck (Ms) 0,75 ton/m3 Umur teknis truk (Ut) 8 tahun Umur teknis ban truk (Utb) 15.000 km Jumlah ban truk (nban) 6 unit Inflasi per tahun (I) 3,01% BI Rate (Sb) 5,81% Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan biaya armroll truck yaitu sebagai berikut.
(1)Kapasitas per Armroll Truck per Hari armroll R s 3 ,4 3 ,7
(2)Jumlah Armroll Truck Ideal armroll Ts,m arm roll 1 Ts,m arm roll 2 ( 4 ) ,7 4 ,7
(3)Total Timbulan Sampah Terlayani dengan Armroll Truck per Tahun Ts,m armroll Ts,m armroll 4 8.79
(4)Biaya investasi armroll truck i armroll i armroll Ts,m R 9. 7 . 4. 9 8.79 R 8. 78
(5)Biaya operasional dan pemeliharaan armroll truck (a) Biaya operator armroll truck o (Go o truk ) ( x o truk ) (R 4. . ) (R 4 . ) = Rp 24.914.304.000/tahun (b) Biaya pemeliharaan armroll truck p P iu truk R 4 . . R .4 . . (c) Biaya pergantian ban armroll truck pb t R b b truk Ut ban R .78 . . = Rp 3.402.000.000/tahun (d) Biaya bahan bakar armroll truck bm t R bbm bbm truk , R 9.8 R