1.Penyediaan ... Menguraikan secara garis besar mengenai kebijakan Pemerintah PusatjPemerintah Daerah provinsi yang berkaitan dengan pengembangan sektor ketenagalistrikan baik menyangkut penyediaan tenaga listrik maupun menyangkut keteknikan dan perlindungan lingkungan, an tara lain: II. KEBIJAKAN SEKTOR KETENAGALISTRlKANNASIONALjDAERAH Berisi landasan hukum yang menjadi dasar daIam penyusunan RUKN atau RUKD Provinsi. Dalam RUKN disebutkan pokok-pckok KEN yang khusus terkait langsung dengan ketenagalistrikan maupun yang harus menjadi acuan utama bagi sektor ketenagalistrikan, semen tara itu dalam RUKD Provinsi disebutkan pokok-pokok RUKN yang harus menjadi acuan bagi RUKD Provinsi.
4.Landasan Hukum
3.Pokok-Pokok KEN atau RUKN Visi dan misi dalam RUKD Provinsi merupakan penjabaran dari visi dan misi yang ada dalam RUKN. Visi dan misi dalam RUKN harus menyatu atau sejalan dengan visi dan misi pembangunan nasional yang dinyatakan oleh Pemerintah Pusat.
2.Visi dan Misi Sektor Ketenagalistrikan Latar belakang berisi perlunya disusun RUKN atau RUKD Provinsi dan arti pentingnya dalam tatanan pengelolaan ketenagalistrikan nasionalj daerah.
1.Latar Belakang Beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah provinsi dalam proses penyusunan RUKN dan RUKD Provinsi adalah menjelaskan: I. PENDAHULUAN SISTEMATlKA PENYUSUNANRUKN DAN RUKD PROVINSI UMUMRENCANA LAMPIRAN PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR: 24 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KETENAGALISTRIKAN
4.rasio ... Kondisi umum yang akan dituangkan dalam RUKNatau RUKD Provinsi adalah data 1 (satu) tahun sebelum tahun perencanaan dan perkembangannya selama 5 (lima) tahun terakhir (disertai grafik], antara lain sebagai berikut:
1.konsumsi tenaga listrik menurut wilayah usaha yaitu wilayah usaha PT PLN(Persero) dan nonwilayah usaha PT PLN (Persero) dan menurut sektor pemakai yaitu rumah tangga, bisnis, publik (penerangan jalan umum, sosial, dan gedung pemerintah], dan industri;
2.kapasitas pembangkit tenaga listrik menurut pemilik dan jenis;
3.sarana penyaluran tenaga listrik mencakup transmisi dan distribusi tenaga listrik; dan Usaha penyediaan tenaga listrik tidak hanya diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) melainkan juga oleh badan usaha lain, koperasi, atau swadaya masyarakat baik untuk kepentingan umum yang diselenggarakan oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL)maupun untuk kepentingan sendiri yang diselenggarakan oleh pemegang izin perasi (10). Untuk itu kondisi penyediaan tenaga listrik dalam RUKN atau RUKD Provinsi tidak terbatas pada sistem tenaga listrik PT PLN(Persero) saja. IV. KONDISIPENYEDIAANTENAGALISTRIKNASIONAL/DAERAHSAATINI LISTRIKTENAGAPENYEDIAANIII. ARAH PENGEMBANGAN NASIONAL/DAERAH Menguraikan secara garis besar mengenai kecenderungan arah dan strategi pengembangan penyediaan tenaga listrik, an tara lain mencakup peningkatan rasio elektrifikasi, pembangkit tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, distribusi tenaga listrik, penjualan tenaga listrik dan listrik perdesaan.
2.Keteknikan dan Perlindungan Lingkungan Menjelaskan kebijakan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah provinsi terkait keselamatan ketenagalistrikan, standardisasi ketenagalistrikan, kelaikan teknik ketenagalistrikan, perlindungan lingkungan, tenaga teknik ketenagalistrikan, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, usaha jasa penunjang tenaga listrik dan pengawasan keteknikan.
1.Penyediaan Tenaga Listrik Menjelaskan kebijakan Pemerintah Pusat/Pernerintah Daerah provinsi terkait usaha penyediaan tenaga listrik, bauran energi primer untuk pembangkitan tenaga listrik, manajemen permintaan dan penyediaan tenaga listrik, investasi dan pendanaan tenaga listrik, perizinan, penetapan wilayah usaha, harga jual dan sewa jaringan tenaga listrik, tarif tenaga listrik dan subsidi, jual beli tenaga listrik lintas negara, program listrik perdesaan, perlindungan konsumen, penyelesaian perselisihan, dan penegakan ketentuan pidana bidang ketenagalistrikan. Adapun ... 1) TSCF : Trillions of Standard Cubic Feet 2) MMSTB: Million Stock Tank Barrels 3) MWe : Mega Watt Electric 4) MW : Mega Watt 51 Lain-lain: diisi jenis sumber energi primer lainnya yang dimiliki Provinsi SUMBER ENERGI PRIMER (untuk RUKNI Gas Minyak No. Kabupaten IKota Batubara Panas Bumi Air Uranium (untuk RUKD Bumi Bumi Lain-laina Provinsi) puta Ton) (TSCF)I' (MMSTB)2) (Lokasi) (MWe)3) (MW)4) (Lokasi) 1. 2. 3. ... dst Data Potensi Sumber Energi Primer V. PROYEKSIKEBUTUHANTENAGALISTRIKNASIONAL/DAERAH Dalam proyeksi kebutuhan tenaga listrik berisikan antara lain:
1.asumsi dan target yang digunakan dalam proyeksi, antara lain pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, pertumbuhan penduduk, rasio elektrifikasi dan lain-lain. Asumsi dan target tersebut harus berdasarkan KEN atau sumber lainnya yang relevan dan dikeluarkan oleh instansi atau lembaga yang berkompeten (sesuai tugas dan fungsinya);
2.hasil perhitungan pemodelan antara lain berupa proyeksi kebutuhan tenaga listrik dan kebutuhan tambahan pembangkit tenaga listrik untuk mencapai target-target yang ditetapkan dalam KEN bagi RUKN atau dalam RUKNbagi RUKDProvinsi; dan
3.data potensi sumber energi primer setempat yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Format data mengacu pada tabel berikut: Provinsi Desa Berlistrik Rumah Tangga (untuk RUKN) Jumlah Jumlah Berlistrik No. Kabupatenj Kota Desa Rumah Tangga (untuk RUKD PLN NonPLN PLN NonPLN Provinsi) l. 2. 3. ... dst Data Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik
4.rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik, meliputi: rumah tangga berlistrik dan desa berlistrik baik yang listriknya bersumber dari PT PLN (Persero) maupun nonPT PLN (Persero). Format data 1 (satu) tahun sebelum tahun perencanaan mengacu pada tabel sebagai berikut: SATUAN Tahun Tahun Tahun URAIAN ... (pDRB dalam P-IO P-9 dst. P-l RpJuta) Penduduk Jiwa Pertumbuhan Penduduk % Rumah Tangga KK Pertumbuhan Rumah Tangga % Indeks Harga Konsurnen lnflasi % PDRB Nominal (Atas Dasar Harga Berlaku) PDRB Real (Atas Dasar Harga Konstan) Pertumbuhan PDRB Real % Deflator PDRB Perubahan Deflator eYo PDRBIkapita PDRB Real (Atas Dasar Harga Konstan):
1.Pertantan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
a.Tanaman Bahan Makanan
b.Tanaman Perkebunan
c.Peternakan dan Hasil-hasilnya
d.Kehutanan
e.Perikanan
2.Pertambangan dan Penggalian
a.Pertambangan Minyak & Gas Bumi
b.Pertarnbangan Bukan Minyak & Gas Bumi
c.Penggalian
3.Industrl Pengolahan
a.Industrl Minyak dan Gas Bumi 1) Pengilangan Minyak Bumi 2) Gas Alam Cair (LNG)
b.Industrl Bukan Minyak dan Gas Burnt 1) Makanan, Minuman dan Tembakau 2) Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki 3) Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya Data Historis Untuk Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik Adapun langkah-Iangkah perhitungan pemodelan adalah sebagai berikut:
1.Mempersiapkan data historis an tara lain data jumlah penduduk, inflasi, PDRB, konsumsi tenaga listrik, jumlah konsumen, tarif tenaga listrik dan rasio elektrifikasi. Data historis harus tersedia paling sedikit dalam periode 10 (sepuluh) tahun, apabila memungkinkan data tahun terbaru (tahun dasar) merupakan data 1 (satu) tahun sebelum tahun perencanaan (P-1), namun apabila terdapat kesulitan dalam pengumpulan data maka dapat diberikan toleransi paling lama data 2 (dua) tahun sebelum tahun perencanaan (P-2). Format data mengacu pada tabel berikut: SATUAN Tahun Tahun Tahun URAIAN (PORB dalam ... Rp Juta) P-I0 P-9 dst. P-l 4) Kertas dan Barang Cetakan 5) Pupuk, Kimia, dan Barang dari Karet 6) Semen dan Barang Galian bukan Logam 7) Logam Dasar Besi dan Baja 8) Alat Angkutan, Mesin dan Peralatannya 9) Barang Lainnya
4.Lfstrik, Gas, dan Afr Bersfh
a.Listrik
b.Gas Kota
c.Air Bersih
5.Konstruksf
6.Perdagangan, Hotel, dan Restoran
a.Perdagangan Bcsar dan Eccran
b.Hotel
c.Restoran
7.Pengangkutan dan Komunfkasi
a.Pengangkutan 1) Angkutan ReI 2) Angkutan Jalun Raya 3) Angkutan Laut 4) Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan 5) Angkutan Udara 6) Jasa Penunjang Angkutan
b.Komunfkasf 1) Pos dan Telekomunikasi 2) Jasa Penunjang Komunikasi
8.Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan
a.Bank
b.Lembaga Keuangan Bukan Bank
c.Jasa Penunjang Keuangan
d.Real Estate
e.Jasa Perusahaan
9.Jasa-jasa -
a.Pemerintahan Umum 1) Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 2) Jasa Pemerintahan Lainnya
b.Swasta 1) Sosial dan Kemasyarakatan 2) Hiburan dan Rekreasi 3) Perorangan dan Rumah Tangga PDRB DENGANMINYAK DAN GASBUMI PDRB TAlVPAMINYAK DAN GASBUMI JUMLAH MINYAK DAN GASBUMI DAN HASIL-HASILNYA PORB Komersial (Bisnis) PORB Lainnya
2.Melakukan ... Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS),data tersebut terdiri dari beberapa lapangan usaha dan lapangan usaha tersebut bersifat dinamis, sehingga dalam periode beberapa tahun jumlah lapangan usaha dapat berubah. Namun demikian tidak seluruh lapangan usaha atau sublapangan usaha dimasukkan ke dalam perhitungan pemodelan melainkan hanya jenis lapangan usaha atau sublapangan usaha yang mengkonsumsi tenaga listrik saja. Keterangan: Tahun P adalah tahun awal perencanaan SATUAN Tahun Tahun Tahun... URAIAN (PDRBdalam P-IO P-9 dst. P-l Rp Juts) Komposisi Komponen PDRB: % Pertanian Pertambangan Industri pengolahan minyak dan gas bumi Industri pengolahan nonminyak dan gas bumi Komersial (bisnis) Publik Lain-lain Total (eek) Konsumsi tenaga listrlk: GWh TOTAL
a.Rumah Tangga
b.Bisnis
c.Publik
d.Industri Konsumen: pelanggan TOTAL
a.Rumah Tangga
b.Bisnis
c.Publik
d.Industri Tarlf Rata-Rata (Nominal): Rp/kWh
a.Rumah Tangga
b.Bisnis
c.Publik
d.Industri Tarlf Rata-Rata Real: Rp/kWh
a.Rumah Tangga
b.Bisnis
c.Publik
d.Industri Rasio Elektrifikasi % Karena ... Kriteria cadangan daya dalam pengembangan pembangkit dapat menggunakan metoda deterministik maupun metoda probabilistik. Penentuan cadangan dengan metoda deterministik adalah dengan menentukan cadangan dalam MW, dalam persentase atau ditentukan dengan menggunakan skenario kapasitas terbesar tidak beroperasi. Penentuan cadangan dengan metoda probabilistik adalah dengan menghitung Loss of Load Probability (LOLP).LOLPadalah probabilitas dari suatu sistem pembangkitan berada pada kondisi dimana kapasitas pembangkitan yang tersedia lebih kecil daripada beban yang dilayaninya. Apabila menggunakan metoda probabilistik maka LOLP paling besar adalah sebesar 0.274%, artinya probabilitas beban puncak lebih besar dari kapasitas pembangkitan paling lama 1 (satu) hari. Prakiraan produksi energi listrik diperoleh dengan memperhitungkan losses dan pemakaian sendiri, prakiraan beban puncak diperoleh dengan memperhitungkan load factor, dan prakiraan kebutuhan dayaj'pembangkit diperoleh dengan memperhitungkan cadangan daya (reserve margin). Berdasarkan proyeksi kebutuhan tenaga listrik dapat dihitung kebutuhan tambahan dayajpembangkit pada suatu daerah. Prosesnya adalah dengan menghitung prakiraan produksi tenaga listrik (GWh) kemudian menghitung prakiraan beban puncak (MW)maka diperoleh prakiraan kebutuhan dayajpembangkit (MW). Akhirnya dengan menghitung selisih antara kebutuhan daya dengan kapasitas yang telah ada (eksisting) maka akan diperoleh kebutuhan tambahan dayajpembangkit (MW). Terkait kapasitas pembangkit maupun kebutuhan tambahan daya dilakukan pemisahan antara sistem PT PLN (Persero)dan sistem nonPT PLN(Persero).
3.Perhitungan dalam pemodelan akan menghasilkan proyeksi kebutuhan tenaga listrik (GWh) menurut sektor pemakai yaitu rumah tangga, bisnis, publik (penerangan jalan umum, sosial, dan gedung pemerintah), dan industri.
2.Melakukan perhitungan dalam pemodelan menggunakan metoda ekonometri. Perhitungan dilakukan secara regresi menggunakan tools tertentu dengan memperhitungkan variabel-variabel antara lain ProdukDomestik RegionalBruto (PDRB),jumlah penduduk, rasio elektrifikasi, skenario tarif dan variabel lain yang mempengaruhi konsumsi tenaga listrik, dimana kriteria berpengaruh atau tidaknya dapat dibuktikan secara statistik. Dengan tools yang ada maka akan diperoleh formula regresi. Perhitungan dalam pemodelan tersebut dibagi menjadi 4 (empat) sektor pemakai, yaitu rumah tangga, bisnis, publik (penerangan jalan umum, sosial, dan gedung pemerintah), dan industri, sehingga model akan menghasilkan 4 (empat) formula regresi. Formula regresi yang diperoleh kemudian digunakan untuk perhitungan proyeksi kebutuhan tenaga listrik dengan memasukkan beberapa asumsi dan target. Asumsi dan target yang digunakan dalam perhitungan harus berdasarkan KEN bagi RUKN, RUKN bagi RUKD Provinsi atau sumber lainnya yang relevan dan dikeluarkan oleh instansi atau lembaga yang berkompeten (sesuai tugas dan fungsinya). Rencana ...
4.Rencana pengembangan listrik perdesaan (hal ini hanya untuk RUKD Provinsi), dengan mengacu pada tabel sebagai berikut: *) DMN Tahun pol Uraian Satuan Tahun Tahun .•.dst Tahun P P+l P+l9 Kebutuhan GWh - Rumah Tangga GWh - Bisnis GWh - Publik GWh - lndustri GWh Pertumbuhan % Pemakaian Sendiri dan Losses (T&D) 'Yo - Pemakaian Sendiri % - Losses (T&D) °lr. Produksi GWh Beban Puncak (Non Coincident) MW Reserve Margin % Kebutuhan Daya MW Kapasitas exsisting *) MW - Sistem PLN MW - Sistem NonPLN MW Kebutuhan tarnbahan daya [kurrrulatif] MW - Sistem PLN MW • Sistem NonPLN MW Kebutuhan tambahan daya (tahun berjalan) MW - Sistem PLN MW - Sistem NonPLN MW Total Kapasitas MW - Sistem PLN MW - Sistem NonPLN MW Tabel Poyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik Karena perencanaan dalam RUKNdan RUKD Provinsi bersifat umum atau tidak spesifik pada suatu sistem tenaga listrik tertentu, maka kriteria cadangan daya dapat menggunakan metode deterministik dalam persentasc, cadangan daya ditargetkan paling sedikit sekitar 35% (tiga puluh lima persen) untuk kurun waktu 20 (dua puluh) tahun ke depan dengan basis Daya Mampu Netto (DMN). Hasil proyeksi kebutuhan tenaga listrik RUKN atau RUKD Provinsi mengacu pad a format seperti yang terlihat pada tabel berikut: Salin an sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kepala Biro Hukurn, rt,;J- Susyanto SUDIRMAN SAID ttd. MENTERI ENERGl DAN SUMBER DAYA MINERAL Kebutuhan investasi penyediaan tenaga listrik yang akan dituangkan dalam RUKN dan RUKD Provinsi, antara lain sebagai berikut:
l.kebutuhan investasi untuk pembangunan pcrnbangkit tenaga listrik, beserta sarana peridukungnya;
2.kebutuhan investasi untuk pembangunan transmisi Lenaga listrik beserta sarana pcndukungnya;
3.kebutuhan investasi untuk pembangunan distribusi tenaga listrik beserta sarana pendukungnya;
4.kebutuhan investasi untuk pengembangan listrik perdesaan; dan
5.sumber pendanaan pcmbangunan infrasturtur penyecliaan tenaga listrik, misalnya: APBN, APBD, Loan /Hibah, dan swasta. LISTRIKTENAGAPEYEDIA/\NVI. KEBUTUHAN INVESTASI NASIONALjDAER/\H No. Provinsi/ Desa Ta.hun Tahuri ... Tahun Kabupaten /Kota Seluruhnya p P+l dst. N+19 1. 2. 3. ... dst Total Rencana Pengembangan Listrik Perdesaan