yang berbunyi: Alih kelola sarana dan prasarana yang dikelola Kelompok Masyarakat dapat dilakukan dalam kondisi: a. Diserahkan secara sukarela oleh Kelompok Masyarakat; atau b. Diterlantarkan atau dilakukan pembiaran menjadi tidak berfungsi. Alih kelola sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diserahkan pengelolaannya kepada UPTD atau BUMD di wilayah pelayanannya. ▪ Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, Pasal 20 ayat (1) yang berbunyi: Dalam hal Pemerintah Daerah provinsi dan/atau Pemerintah Daerah kabupaten/kota belum dapat melaksanakan sebagian tugas dan wewenang, Pemerintah Daerah provinsi dan/atau Pemerintah Daerah kabupaten/kota dapat menyerahkannya kepada pemerintah di atasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya pada ayat (2) yang berbunyi: Pelaksanaan sebagian tugas dan wewenang Pengelolaan Sumber Daya Air oleh Pemerintah Daerah provinsi dan/atau Pemerintah Daerah kabupaten/kota, wajib diambil alih oleh pemerintah di atasnya dalam hal:
1.TARGET AKSES AIR MINUM AMAN Target akses air minum aman pada akhir tahun 2029 ditetapkan dalam RPJMN sebesar 43%. Target ini tentunya menjadi sangat ambisius, mengingat jarak yang sangat besar sejak pengukuran terakhir pada tahun 2024 (baseline SKAMRT 2024) yang sebesar 30,45%. Selain penetapan target yang tinggi, kendala terkait kapasitas pemerintah dalam melakukan pengukuran kualitas air minum selama ini belum konsisten diselenggarakan setiap tahun dan belum dapat mencakup seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dalam menjawab target tersebut, banyak hal yang perlu dilakukan, diantaranya menguatkan mekanisme metode pengukuran yang mengedepankan sampling serta meningkatkan peran penyelenggara SPAM dalam melakukan pemeriksaan kualitas air minum secara mandiri dan sesuai standar yang disepakati. Dalam Jakstranas 2026-2030 rincian target akses air minum aman di akhir tahun 2030 per provinsi ditetapkan sebagai berikut. Tabel 4-3 Penjabaran target akses air minum aman per provinsi (persentase) NO PROVINSI 2024 2026 2027 2028 2029 2030 1 Aceh 28,00% 35,20% 37,02% 38,82% 41,59% 43,73% 2 Sumatera Utara 39,93% 50,32% 52,94% 55,55% 59,52% 62,48% 3 Sumatera Barat 27,95% 35,03% 36,82% 38,59% 41,31% 43,47% 4 Riau 30,74% 38,70% 40,72% 42,73% 45,78% 48,16% 5 Jambi 42,50% 54,02% 56,95% 59,87% 64,28% 66,80% 6 Sumatera Selatan 56,07% 71,08% 74,97% 78,86% 84,71% 88,90% 7 Bengkulu 43,61% 55,31% 58,27% 61,23% 65,71% 68,38% 8 Lampung 33,55% 42,53% 44,84% 47,15% 50,63% 52,98% 9 Kep. Bangka Belitung 19,36% 24,39% 25,67% 26,93% 28,86% 30,29% 10 Kep. Riau 35,95% 42,49% 44,68% 46,86% 50,19% 52,32% 11 DKI Jakarta 16,92% 21,75% 23,12% 24,50% 26,53% 28,52% 12 Jawa Barat 28,17% 32,25% 34,01% 35,77% 38,42% 40,82% 13 Jawa Tengah 34,02% 38,71% 40,93% 43,17% 46,49% 48,30% 14 Di Yogyakarta 20,63% 22,52% 23,84% 25,17% 27,13% 28,78% 15 Jawa Timur 28,54% 32,22% 34,14% 36,07% 38,93% 40,68% 16 Banten 27,62% 34,89% 36,78% 38,67% 41,51% 44,14% 17 Bali 49,70% 57,56% 61,00% 64,47% 69,58% 72,74% 18 Nusa Tenggara Barat 27,38% 30,58% 32,12% 33,64% 35,99% 37,50% 19 Nusa Tenggara Timur 21,31% 26,54% 27,88% 29,22% 31,27% 32,38% 20 Kalimantan Barat 36,52% 45,72% 48,14% 50,54% 54,19% 56,71% 21 Kalimantan Tengah 15,65% 18,87% 19,87% 20,88% 22,39% 23,31% 22 Kalimantan Selatan 33,39% 42,42% 44,72% 47,01% 50,47% 52,52% 23 Kalimantan Timur 37,63% 46,56% 48,78% 50,97% 54,39% 48,46% NO PROVINSI 2024 2026 2027 2028 2029 2030 24 Kalimantan Utara 32,58% 41,05% 43,18% 45,30% 48,53% 50,87% 25 Sulawesi Utara 7,35% 9,43% 9,99% 10,55% 11,38% 11,85% 26 Sulawesi Tengah 23,78% 30,44% 32,15% 33,87% 36,43% 37,52% 27 Sulawesi Selatan 30,79% 39,31% 41,52% 43,73% 47,04% 48,69% 28 Sulawesi Tenggara 25,88% 32,58% 34,21% 35,83% 38,32% 39,76% 29 Gorontalo 18,23% 23,26% 24,54% 25,82% 27,75% 28,64% 30 Sulawesi Barat 10,69% 13,51% 14,21% 14,91% 15,96% 16,49% 31 Maluku 20,60% 26,14% 27,54% 28,94% 31,05% 32,15% 32 Maluku Utara 23,49% 28,88% 30,38% 31,87% 34,14% 35,60% 33 Papua 11,96% 14,57% 15,34% 16,09% 17,25% 18,06% 34 Papua Barat 5,29% 6,72% 7,07% 7,41% 7,94% 8,19% 35 Papua Barat Daya 5,68% 7,02% 7,38% 7,74% 8,29% 8,55% 36 Papua Tengah 0% 3,14% 3,30% 3,47% 3,71% 3,89% 37 Papua Pegunungan 0% 3,15% 3,32% 3,48% 3,73% 3,90% 38 Papua Selatan 17,03% 21,52% 22,65% 23,77% 25,47% 26,67% INDONESIA 30,45% 36,00% 38,00% 40,00% 43,00% 45,00% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah
2.TARGET AKSES AIR MINUM JARINGAN PERPIPAAN 2.1 Target Akses Air Minum Jaringan Perpipaan (Nasional) Target akses air minum jaringan perpipaan pada akhir tahun 2029 telah ditetapkan dalam RPJMN sebesar 40,2% dan diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar 43,2%. Tabel 4-4 Target Akses Air Minum Jaringan Perpipaan Tahun 2025-2029 Persentase rumah tangga dengan akses jaringan perpipaan 2025 (BASELINE) 2026 2027 2028 2029 2030 Nasional 30,15% 31,20% 34,20% 37,20% 40,20% 43,20% Perkotaan 37,23% 37,92% 40,54% 43,14% 45,72% 48,25% Perdesaan 19,72% 21,02% 24,38% 27,79% 31,24% 34,86% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah Rincian target rumah tangga dengan akses air minum jaringan perpipaan di akhir tahun 2030 per provinsi ditetapkan sebagai berikut. Tabel 4-5 Target Rumah Tangga dengan Akses Air Minum Jaringan Perpipaan di Perkotaan dan Perdesaan Per Provinsi Tahun 2030 NO PROVINSI PERSENTASE AKSES PERKOTAAN PERDESAAN TOTAL 1 Aceh 61,25% 39,53% 49,76% 2 Sumatera Utara 45,37% 25,85% 36,62% 3 Sumatera Barat 56,88% 53,87% 55,58% 4 Riau 27,81% 26,68% 27,23% 5 Jambi 62,32% 46,43% 53,56% 6 Sumatera Selatan 68,29% 33,80% 49,22% 7 Bengkulu 50,22% 40,33% 44,45% 8 Lampung 25,77% 23,99% 24,67% NO PROVINSI PERSENTASE AKSES PERKOTAAN PERDESAAN TOTAL 9 Kep. Bangka Belitung 32,03% 32,50% 32,22% 10 Kep. Riau 88,01% 69,89% 83,62% 11 DKI Jakarta 51,77% 51,77% 12 Jawa Barat 35,77% 27,45% 34,27% 13 Jawa Tengah 59,67% 35,99% 49,06% 14 Di Yogyakarta 44,03% 74,15% 47,74% 15 Jawa Timur 51,36% 27,45% 41,49% 16 Banten 37,68% 26,84% 36,22% 17 Bali 60,09% 92,67% 70,45% 18 Nusa Tenggara Barat 49,10% 33,61% 42,46% 19 Nusa Tenggara Timur 37,24% 29,50% 32,30% 20 Kalimantan Barat 63,35% 28,82% 43,53% 21 Kalimantan Tengah 42,47% 45,36% 43,34% 22 Kalimantan Selatan 74,73% 69,69% 72,93% 23 Kalimantan Timur 68,66% 35,45% 58,46% 24 Kalimantan Utara 98,68% 54,99% 86,88% 25 Sulawesi Utara 43,27% 42,01% 42,79% 26 Sulawesi Tengah 48,46% 63,49% 57,54% 27 Sulawesi Selatan 57,99% 44,29% 51,80% 28 Sulawesi Tenggara 35,34% 44,57% 40,90% 29 Gorontalo 56,69% 86,19% 65,83% 30 Sulawesi Barat 66,17% 35,92% 44,04% 31 Maluku 59,93% 43,15% 48,56% 32 Maluku Utara 64,54% 43,40% 50,64% 33 Papua 63,43% 42,53% 54,57% 34 Papua Barat 19,76% 22,45% 21,43% 35 Papua Barat Daya 22,71% 30,76% 24,81% 36 Papua Tengah 19,62% 17,51% 18,12% 37 Papua Pegunungan 35,77% 20,98% 24,29% 38 Papua Selatan 21,64% 30,04% 27,34% INDONESIA 48,25% 34,86% 43,20% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah Rincian target persentase akses air minum jaringan perpipaan per provinsi untuk periode 2026-2030 ditetapkan sebagai berikut. Tabel 4-6 Target Persentase Akses Air Minum Jaringan Perpipaan Per Provinsi Tahun 2026 - 2030 NO PROVINSI 2025 (BASELINE) 2026 2027 2028 2029 2030 1 Aceh 37,51% 38,32% 41,13% 43,93% 46,72% 49,76% 2 Sumatera Utara 23,56% 24,44% 27,41% 30,37% 33,32% 36,62% 3 Sumatera Barat 43,83% 44,54% 47,25% 49,95% 52,64% 55,58% 4 Riau 13,58% 14,43% 17,50% 20,57% 23,62% 27,23% 5 Jambi 41,41% 42,64% 45,50% 48,37% 51,22% 53,56% 6 Sumatera Selatan 36,46% 37,49% 40,42% 43,35% 46,27% 49,22% 7 Bengkulu 31,87% 32,95% 35,88% 38,80% 41,72% 44,45% 8 Lampung 10,84% 11,75% 14,88% 18,00% 21,11% 24,67% 9 Kep. Bangka Belitung 18,91% 19,77% 22,80% 25,81% 28,81% 32,22% 10 Kep. Riau 73,79% 74,94% 77,35% 79,75% 82,15% 83,62% 11 DKI Jakarta 36,83% 38,01% 41,23% 44,46% 47,72% 51,77% NO PROVINSI 2025 (BASELINE) 2026 2027 2028 2029 2030 12 Jawa Barat 20,52% 21,39% 24,44% 27,49% 30,53% 34,27% 13 Jawa Tengah 36,15% 37,49% 40,51% 43,54% 46,57% 49,06% 14 Di Yogyakarta 34,05% 35,04% 38,11% 41,19% 44,27% 47,74% 15 Jawa Timur 27,87% 29,09% 32,22% 35,35% 38,50% 41,49% 16 Banten 22,57% 23,42% 26,45% 29,47% 32,48% 36,22% 17 Bali 57,60% 59,21% 62,24% 65,28% 68,33% 70,45% 18 Nusa Tenggara Barat 30,22% 31,10% 33,95% 36,79% 39,61% 42,46% 19 Nusa Tenggara Timur 19,42% 20,35% 23,34% 26,31% 29,27% 32,30% 20 Kalimantan Barat 30,85% 31,82% 34,73% 37,64% 40,53% 43,53% 21 Kalimantan Tengah 30,73% 31,79% 34,72% 37,64% 40,55% 43,34% 22 Kalimantan Selatan 61,79% 63,16% 65,85% 68,54% 71,22% 72,93% 23 Kalimantan Timur 58,38% 58,60% 60,97% 63,33% 65,68% 58,46% 24 Kalimantan Utara 76,90% 77,87% 80,27% 82,67% 85,06% 86,88% 25 Sulawesi Utara 29,35% 30,61% 33,72% 36,83% 39,95% 42,79% 26 Sulawesi Tengah 45,54% 47,11% 50,02% 52,93% 55,85% 57,54% 27 Sulawesi Selatan 39,39% 40,73% 43,69% 46,64% 49,60% 51,80% 28 Sulawesi Tenggara 28,67% 29,61% 32,48% 35,32% 38,15% 40,90% 29 Gorontalo 54,45% 56,00% 58,80% 61,61% 64,41% 65,83% 30 Sulawesi Barat 31,98% 33,04% 35,90% 38,76% 41,60% 44,04% 31 Maluku 36,41% 37,58% 40,46% 43,34% 46,21% 48,56% 32 Maluku Utara 38,64% 39,65% 42,46% 45,26% 48,04% 50,64% 33 Papua 42,53% 43,57% 46,35% 49,12% 51,88% 54,57% 34 Papua Barat 7,77% 8,69% 11,82% 14,93% 18,03% 21,43% 35 Papua Barat Daya 11,38% 12,34% 15,42% 18,50% 21,56% 24,81% 36 Papua Tengah 4,01% 4,88% 8,05% 11,22% 14,36% 18,12% 37 Papua Pegunungan 10,53% 11,42% 14,53% 17,63% 20,71% 24,29% 38 Papua Selatan 13,75% 14,66% 17,73% 20,80% 23,85% 27,34% INDONESIA 30,15% 31,20% 34,20% 37,20% 40,20% 43,20% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah 2.2 Target Akses Air Minum Jaringan Perpipaan di Pesisir Utara Jawa Secara khusus wilayah pesisir utara Pulau Jawa tercantum dalam target RPJMN terkait peningkatan akses jaringan perpipaan. Hal ini ditujukan untuk mengatasi tantangan penurunan muka air tanah di Wilayah Pesisir Utara Jawa akibat penggunaan air tanah berlebih, Pemerintah mendukung kegiatan Pengembangan terpadu Pesisir Utara Jawa, yang mencakup peningkatan ketahanan terhadap daya rusak air di Pesisir Utara Jawa, serta peningkatan layanan air minum dan sanitasi di Pesisir Utara Jawa. Target akses air minum jaringan perpipaan di Pesisir Utara Jawa sesuai dengan RPJMN mencapai 41%. dalam perhitungannya, untuk menyesuaikan dengan target lainnya seperti akses aman air minum dan target jaringan perpipaan nasional, perhitungan target akses air minum jaringan perpipaan di Pesisir Utara Jawa disesuaikan menjadi 47%, lebih lengkapnya pada tabel di bawah ini. Tabel 4-7 Target Tahun 2030 untuk Akses Air Minum Jaringan Perpipaan di Pesisir Utara Jawa PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA BASELINE 2025 AKSES JP (%) AKSES JP (%) DK JAKARTA 37% 54% TANGERANG 30% 44% SERANG 9% 23% KOTA TANGERANG 41% 53% KOTA CILEGON 20% 34% KOTA SERANG 4% 18% KOTA TANGERANG SELATAN 23% 36% BANTEN 25% 43% CIREBON 12% 27% INDRAMAYU 32% 46% SUBANG 26% 40% KARAWANG 18% 32% BEKASI 31% 44% KOTA CIREBON 54% 66% KOTA BEKASI 21% 35% JAWA BARAT 24% 38% REMBANG 31% 44% PATI 26% 40% KUDUS 25% 39% JEPARA 24% 37% DEMAK 60% 72% KENDAL 70% 82% BATANG 40% 53% PEKALONGAN 29% 42% PEMALANG 30% 43% TEGAL 12% 26% BREBES 16% 30% KOTA SEMARANG 53% 65% KOTA PEKALONGAN 54% 67% KOTA TEGAL 50% 63% JAWA TENGAH 34% 47% TUBAN 29% 43% LAMONGAN 20% 34% GRESIK 44% 58% KOTA SURABAYA 74% 85% SIDOARJO 39% 53% PASURUAN 20% 34% KOTA PASURUAN 56% 70% PROBOLINGGO 19% 33% KOTA PROBOLINGGO 36% 50% SITUBONDO 67% 79% JAWA TIMUR 42% 55% TOTAL 33% 47% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah
3.TARGET AKSES RUMAH TANGGA PERKOTAAN TERHADAP AIR SIAP MINUM PERPIPAAN Target akses rumah tangga perkotaan terhadap air siap minum perpipaan pada akhir tahun 2029 telah ditetapkan dalam RPJMN sebesar 51,36%. Untuk menghitung proyeksi/estimasi capaian target digunakan data berupa jumlah rumah tangga jaringan perpipaan tahun 2025 (SIMSPAM dengan validasi) yang dikalikan dengan persentase akses air minum aman yang didapatkan dari SKAMRT 2024, tentunya hal ini kurang ideal dikarenakan tahun data baseline yang digunakan tidak sama. Persentase distribusi proyeksi/estimasi capaian rumah tangga dengan akses air siap minum perpipaan per provinsi tahun 2026-2030 disampaikan pada tabel di bawah ini. Tabel 4-8 Penjabaran Target Persentase Rumah Tangga Perkotaan Terhadap Air Siap Minum Perpipaan NO PROVINSI Jumlah Rumah Tangga (%) 2024 2026 2027 2028 2029 2030 1 Aceh 28,00% 39,72% 43,81% 47,77% 51,63% 57,28% 2 Sumatera Utara 39,93% 51,14% 53,20% 55,37% 57,64% 61,50% 3 Sumatera Barat 27,95% 39,63% 43,54% 47,32% 51,00% 56,42% 4 Riau 30,74% 41,19% 40,31% 40,61% 41,64% 44,55% 5 Jambi 42,50% 53,99% 57,27% 60,53% 63,77% 68,66% 6 Sumatera Selatan 56,07% 67,42% 70,25% 73,11% 75,98% 80,50% 7 Bengkulu 43,61% 54,84% 57,09% 59,43% 61,87% 65,89% 8 Lampung 33,55% 43,70% 41,81% 41,41% 41,91% 44,29% 9 Kep. Bangka Belitung 19,36% 30,78% 33,18% 35,72% 38,35% 42,52% 10 Kep. Riau 35,95% 47,73% 52,26% 56,71% 61,07% 67,33% 11 DKI Jakarta 16,92% 28,70% 32,86% 36,91% 40,87% 46,74% 12 Jawa Barat 28,17% 39,32% 40,96% 42,89% 45,04% 48,95% 13 Jawa Tengah 34,02% 45,62% 49,26% 52,85% 56,37% 61,59% 14 Di Yogyakarta 20,63% 32,24% 35,65% 39,03% 42,39% 47,53% 15 Jawa Timur 28,54% 40,12% 43,59% 47,01% 50,38% 55,45% 16 Banten 27,62% 38,86% 40,84% 43,05% 45,42% 49,55% 17 Bali 49,70% 61,02% 63,71% 66,43% 69,19% 73,55% 18 Nusa Tenggara Barat 27,38% 38,97% 42,44% 45,83% 49,15% 54,13% 19 Nusa Tenggara Timur 21,31% 32,82% 35,72% 38,61% 41,50% 46,01% 20 Kalimantan Barat 36,52% 48,13% 51,88% 55,52% 59,09% 64,36% 21 Kalimantan Tengah 15,65% 27,40% 31,28% 35,02% 38,66% 44,02% 22 Kalimantan Selatan 33,39% 45,15% 49,55% 53,85% 58,04% 63,97% 23 Kalimantan Timur 37,63% 49,33% 53,49% 57,55% 61,52% 66,95% 24 Kalimantan Utara 32,58% 44,44% 49,30% 54,08% 58,75% 65,43% 25 Sulawesi Utara 7,35% 19,32% 23,98% 28,40% 32,62% 38,64% 26 Sulawesi Tengah 23,78% 35,45% 39,20% 42,83% 46,38% 51,55% 27 Sulawesi Selatan 30,79% 42,44% 46,25% 49,96% 53,58% 58,89% 28 Sulawesi Tenggara 25,88% 37,21% 39,41% 41,71% 44,08% 48,04% 29 Gorontalo 18,23% 30,07% 34,57% 38,91% 43,11% 49,10% 30 Sulawesi Barat 10,69% 22,69% 27,86% 32,86% 37,69% 44,48% 31 Maluku 20,60% 32,42% 36,87% 41,18% 45,37% 51,38% NO PROVINSI Jumlah Rumah Tangga (%) 2024 2026 2027 2028 2029 2030 32 Maluku Utara 23,49% 35,29% 39,72% 44,03% 48,23% 54,27% 33 Papua 11,96% 23,94% 29,00% 33,88% 38,58% 45,20% 34 Papua Barat 5,29% 16,87% 18,19% 20,32% 22,80% 27,15% 35 Papua Barat Daya 5,68% 17,37% 19,59% 22,17% 24,94% 29,52% 36 Papua Tengah 0,00% 12,16% 14,87% 17,74% 20,68% 25,44% 37 Papua Pegunungan 0,00% 12,16% 17,24% 21,93% 26,29% 32,39% 38 Papua Selatan 17,03% 27,73% 27,14% 27,95% 29,47% 32,95% 39 INDONESIA 30,77% 42,24% 45,28% 48,32% 51,36% 56,08% Sumber: Data Dit. Air Minum diolah E. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENYELENGGARAAN SPAM Dalam memenuhi sasaran pembangunan SPAM tahun 2025-2029, diperlukan kebijakan dan strategi Pembangunan SPAM yang menjadi landasan pengembangan bagi penyelenggara SPAM. Berikut ini adalah penjabaran kebijakan dan strategi Pembangunan SPAM. Gambar 5-1 Ilustrasi kebijakan dan strategi Pembangunan SPAM tahun 2025-2029
1.KEBIJAKAN 1 Perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan SPAM terintegrasi dari hulu hingga hilir yang aman, berkelanjutan, berketahanan bencana dan iklim, serta sesuai dengan karakteristik wilayah, dilaksanakan melalui strategi: