UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"
1.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. Misalnya: Tanya dia, "Kaudengar bunyi 'kring-kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.
2.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. Misalnya: terpandai 'paling' pandai retina 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu ‘lari pontang-panting' tinggi hati ‘sombong, angkuh'
3.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung, Bab III, Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' L. Tanda Kurung (( ))
1.Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk). Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi) Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan.
2.Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.
3.Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya.
4.Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keterangan. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja. 35 Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran, (2) ijazah terakhir, dan (3) surat keterangan kesehatan. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku, 2) pensil, dan 3) tas sekolah. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika, b) biologi, dan c) kimia. M. Tanda Kurung Siku ([ ])
1.Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa.
2.Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35─38]) perlu dibentangkan di sini. N. Tanda Garis Miring (/)
1.Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Misalnya: No. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009
2.Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' harganya Rp1.500,00/lembar 'harganya Rp1.500,00 tiap lembar' tindakan penipuan dan/atau 'tindakan penipuan penganiayaan dan penganiayaan, tindakan penipuan, atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalan- penggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. 36 O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (') Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Misalnya: Dia 'kan sudah kusurati. ('kan: bukan) Malam 'lah tiba. ('lah: telah) 1 Januari '08 ('08: 2008) 37 IV. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de l'homme par l'homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut. a (ain Arab dengan a) menjadi ‘a ‘asr asar sa‘ah saat manfa‘ah manfaat ‘ (ain Arab) di akhir suku kata menjadi k ra‘yah rakyat ma‘na makna ruku‘ rukuk aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal octaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerobe aerob aerodinamics aerodinamika ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autotroph autotrof tautomer tautomer hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a, u, o, dan konsonan menjadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik 38 coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e, i, oe, dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder coelom selom cc di muka o, u, dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasi accumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori vaccine vaksin cch dan ch di muka a, o, dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c chip cip voucher vocer China Cina ck menjadi k check cek ticket tiket ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastra d (Arab) menjadi d darurat darurat fardu fardu hadir hadir e tetap e effect efek description deskripsi 39 synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas habeas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenol europium europium f (Arab) menjadi f faqīr fakir mafhum mafhum saf saf f tetap f fanatic fanatik factor faktor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige h (Arab) menjadi h hakim hakim tahmid tahmid ruh roh i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i 40 variety varietas patient pasien efficient efisien kh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enologi foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoologi coordination koordinasi ou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptialin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekuator 41 q (Arab) menjadi k qalbu kalbu haqiqah hakikah haqq hak rh menjadi r rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika s (Arab) menjadi s salj salju asiri asiri hadis hadis s (Arab) menjadi s subh subuh musibah musibah khusus khusus sc di muka a, o, u, dan konsonan menjadi sk scandium skandium scotopia skotopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e, i, dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasio actie aksi patient pasien t (Arab) menjadi t ta‘ah taat mutlaq mutlak Lut Lut th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit 42 nucleolus nukleolus structure struktur institute institut ua tetap ua dualisme dualisme aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoks conduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v vitamin vitamin television televisi cavalry kavaleri w (Arab) tetap w jadwal jadwal marwa marwa taqwa takwa x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon x pada posisi lain menjadi ks executive eksekutif taxi taksi exudation eksudasi latex lateks xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasi xc di muka a, o, u, dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif 43 y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y menjadi i jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo propyl propil psychology psikologi z tetap z zenith zenit zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot z (Arab) menjadi z zalim zalim hafiz hafiz Konsonan ganda menjadi tunggal, kecuali kalau dapat membingungkan. Misalnya: gabbro gabro accu aki effect efek commission komisi ferrum ferum salfeggio salfegio ummat umat tammat tamat Tetapi: mass massa Catatan:
1.Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. Misalnya: bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak
2.Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja, seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas, di bawah ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. Kata seperti standardisasi, efektif, dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar, efek, dan implemen. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat 44 -age menjadi -ase percentage persentase etalage etalase -al (Inggris), -eel (Belanda), -aal (Belanda) menjadi -al structural, structureel struktural formal, formeel formal normal, normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy, -archie (Belanda) menjadi arki anarchy, anarchie anarki oligarchy, oligarchie oligarki -ary, -air (Belanda) menjadi -er complementary, complementair komplementer primary, primair primer secondary, secundair sekunder -(a)tion, -(a)tie (Belanda) menjadi -asi, -si action, actie aksi publication, publicatie publikasi -eel (Belanda) menjadi -el ideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -i (Arab) tetap –i haqiqi hakiki insani insani jasmani jasmani -ic, -ics, -ique, -iek, -ica (Belanda) menjadi -ik, ika logic, logica logika phonetics, phonetiek fonetik physics, physica fisika dialectics, dialektica dialektika technique, techniek teknik -ic, -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic, elektronisch elektronik mechanic, mechanisch mekanik ballistic, ballistisch balistik -ical, -isch (Belanda) menjadi -is economical, economisch ekonomis practical, practisch praktis 45 logical, logisch logis -ile, -iel menjadi -il percentile, percentiel persentil mobile, mobiel mobil -ism, -isme (Belanda) menjadi -isme modernism, modernisme modernisme communism, communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive, -ief (Belanda) menjadi -if descriptive, descriptief deskriptif demonstrative, demonstratief demonstratif -iyyah, -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah alamiah aliyyah aliah ilmiyyah ilmiah -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy, -logie (Belanda) menjadi -logi technology, technologie teknologi physiology, physiologie fisiologi analogy, analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog -oid, oide (Belanda) menjadi -oid hominoid, hominoide hominoid anthropoid, anthropoide antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or, -eur (Belanda) menjadi -ur, -ir director, directeur direktur inspector, inspecteur inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty, -teit (Belanda) menjadi -tas university, universiteit universitas quality, kwaliteit kualitas 46 -ure, -uur (Belanda) menjadi -ur structure, struktuur struktur premature, prematuur prematur MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM. NIP 196108281987031003