Laboratorium Penerjemah Sastra

KebijakanInfrastruktur & FasilitasBerlaku2025

Laboratorium Penerjemah Sastra

1 lembagaDiperbarui 1 minggu lalu

Deskripsi

Laboratorium Penerjemah Sastra adalah program pelatihan intensif bagi penerjemah sastra pemula yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan untuk menghasilkan terjemahan sastra Indonesia yang berkualitas dan mendorong internasionalisasi karya sastra nasional. Peserta terpilih mengikuti pelatihan selama tiga bulan tanpa biaya, dengan akomodasi dan transportasi ditanggung penyelenggara.

Penjelasan

Negara bertanggung jawab memastikan karya sastra Indonesia dapat dikenal dan diakses oleh pembaca dunia. Sastra merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang perlu dipromosikan secara aktif, dan penerjemahan berkualitas menjadi prasyarat utama agar karya sastra Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kementerian Kebudayaan memandang penguatan sumber daya manusia penerjemah sebagai investasi strategis dalam ekosistem sastra nasional, sebagaimana tercermin dalam agenda penguatan lima ekosistem budaya: film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan sastra.

Kegagalan program ini berpotensi memperlambat laju internasionalisasi sastra Indonesia. Tanpa penerjemah yang terlatih, karya sastra nasional sulit menembus pasar internasional, dan peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui jalur sastra akan hilang. Kualitas terjemahan yang rendah juga dapat menimbulkan kesalahpahaman budaya di kalangan pembaca asing, sehingga merusak citra sastra Indonesia di mata dunia.

Program ini merupakan salah satu dari tujuh inisiatif di bawah agenda Penguatan Ekosistem Sastra yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kebudayaan. Agenda tersebut menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia dan internasionalisasi sastra. Laboratorium Penerjemah Sastra dijalankan sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ekosistem kebudayaan nasional secara menyeluruh.

Intervensi dilakukan melalui pelatihan intensif yang menggabungkan sesi ahli dan proyek penerjemahan langsung. Peserta mendapatkan bimbingan langsung dari penerjemah berpengalaman, ahli bahasa, dan akademisi sastra dari dalam maupun luar negeri. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan lunak penerjemah pemula, dengan fokus pada produksi terjemahan yang siap terbit.

Secara operasional, pelatihan berlangsung selama tiga bulan dan peserta diwajibkan menghasilkan setidaknya satu bab buku sebagai luaran. Seluruh biaya pelatihan ditanggung penyelenggara, termasuk akomodasi dan transportasi bagi peserta yang terpilih. Rekrutmen peserta dilakukan melalui pengumuman terbuka yang menyasar penerjemah pemula dari berbagai daerah di Indonesia.

Manfaat program ini diterima warga melalui keikutsertaan sebagai peserta terpilih, yang kemudian memperoleh pelatihan gratis, bimbingan profesional, dan kesempatan menghasilkan karya terjemahan. Setelah menyelesaikan program, peserta diharapkan menjadi penerjemah sastra yang mampu berkontribusi pada promosi sastra Indonesia di kancah internasional.