Sekolah Nasional Terintegrasi

KebijakanLayanan Publik LangsungBerlaku2025

Sekolah Nasional Terintegrasi

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)

1 lembagaDiperbarui 1 minggu lalu

Deskripsi

Sekolah Nasional Terintegrasi adalah program sekolah negeri berkualitas tinggi yang menyatukan jenjang SMP dan SMA dalam satu siklus pembelajaran berkelanjutan kelas VII hingga XII, dengan fasilitas lengkap dan kurikulum nasional yang diperkaya STEAMS. Program ini memberi kesempatan lebih merata bagi anak Indonesia untuk belajar dan mengembangkan minat serta bakat di daerah asalnya.

Penjelasan

Negara bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan bermutu karena pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara dan instrumen utama pembangunan sumber daya manusia. Kesenjangan mutu pendidikan antardaerah membuat potensi anak tidak berkembang optimal hanya karena perbedaan lokasi tempat tinggal. Melalui Sekolah Nasional Terintegrasi, negara hadir untuk memastikan akses pendidikan berkualitas tidak lagi terpusat di kota-kota tertentu, sekaligus mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Jika program ini gagal, kesenjangan mutu pendidikan dan disparitas regional akan terus melebar. Anak-anak di daerah tertinggal akan kehilangan kesempatan bersaing, sementara migrasi pelajar ke kota besar akan menguras daerah asal dan memperlebar ketimpangan. Kegagalan juga berarti hilangnya investasi besar pada fasilitas dan tenaga pendidik, serta melemahnya kepercayaan publik bahwa negara mampu mencerdaskan kehidupan bangsa secara adil.

Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berdasarkan kebijakan pengembangan sekolah unggulan nasional yang mendukung visi Indonesia Emas 2045. Landasan operasionalnya mencakup desain ex-ante program yang tertuang dalam kajian akademik kementerian serta laman resmi program pada snt.kemendikdasmen.go.id. Sekolah-sekolah SNT ditetapkan sebagai sekolah negeri dengan tata kelola tunggal di bawah satu kepala sekolah.

Intervensi bekerja dengan menggabungkan layanan jenjang SMP dan SMA sebagai satu siklus pembelajaran kelas VII sampai XII, bukan dua jenjang terpisah. Kurikulum memadukan kurikulum nasional dengan pendekatan STEAMS, yaitu sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga. Setiap SNT juga dirancang menjadi pusat keunggulan atau hub yang berbagi praktik terbaik, sumber daya, dan penguatan kapasitas guru bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Secara operasional, satu SNT dipimpin seorang kepala sekolah yang membawahi dua wakil kepala sekolah untuk urusan jenjang menengah pertama dan menengah atas. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang kelas pintar dan ramah lingkungan, perpustakaan masa depan dan learning commons, laboratorium sains, komputer dan kecerdasan artifisial, bahasa, pertanian, serta peternakan, ditambah pusat olahraga bertaraf internasional. Penerimaan murid mengutamakan calon dari daerah setempat sesuai kebijakan seleksi yang ditetapkan kementerian.

Seorang warga memperoleh manfaat dengan mendaftarkan anaknya ke SNT terdekat melalui jalur penerimaan murid baru yang dibuka sekolah dan dinas pendidikan setempat. Setelah diterima, murid mengikuti pembelajaran kelas VII hingga XII tanpa harus berpindah sekolah antargeng. Manfaat juga dirasakan sekolah-sekolah sekitar melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pelatihan guru yang diselenggarakan SNT sebagai hub pendidikan regional.