NTNP (Nilai Tukar Petani Subsektor Perikanan/Budidaya) Menurut Provinsi
Lembaga terkait
Visualisasi
Keterangan
Nilai Tukar Petani subsektor Perikanan Budidaya (NTNP-Budidaya) mengukur daya beli petani budidaya ikan dari harga yang diterima dibanding harga yang dibayar, dengan tahun dasar 2012. Data bersumber dari BPS, mencakup rata-rata tahunan per provinsi tanpa satuan indeks.
Pada periode data, Kalimantan Selatan mencatat NTNP tertinggi sebesar 110,3, sementara Sumatera Utara menjadi yang terendah dengan 97,32. Provinsi dengan indeks di atas 105 antara lain Kepulauan Riau (107,39), Sumatera Barat (106,86), Riau (106,03), Jawa Timur (105,63), DI Yogyakarta (105,4), dan Banten (105,34). Perubahan absolut dari Aceh (97,67) ke Papua (105,21) mencapai +7,54 poin atau +7,72%.
Rentang NTNP yang cukup lebar (97,32–110,3) mengindikasikan disparitas kesejahteraan petani budidaya antarprovinsi. Wilayah dengan indeks di bawah 100, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, menunjukkan daya beli yang lebih rendah dibandingkan provinsi dengan indeks di atas 100.