Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 97 Tahun 1996
- Nomor
- 97
- Tahun
- 1996
- Ditetapkan
- Status
- Berlaku
- Pasal terindeks
- 59
Lembaga terkait
Isi peraturan
Memuat teks peraturan…
Memuat teks peraturan…
MEMUTUSKAN: Dengan mencabut Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1988 tentang Persetujuan Atas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri; Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PERSETUJUAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI. Pasal 1. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Kamar Dagang dan Industri hasil Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri pada tanggal 7 Juni 1994 di Jakarta, sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2. Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Desember 1996 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. SOEHARTO LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 1996 TANGGAL 20 Desember 1996 ANGGARAN DASAR KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI ANGGARAN DASAR KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI MUKADIMAH..................................................................... 1 BAB I : KETENTUAN UMUM ........................................ 3 Pasal 1 ...................................................... 3 BAB II : NAMA, TEMPAT, KEDUDUKAN, DAERAH KERJA DAN WAKTU 5 Pasal 2 : Nama ........................................ 5 Pasal 3 : Tempat Kedudukan........................ 6 Pasal 4 : Daerah Kerja................................ 6 Pasal 5 : Waktu......................................... 6 BAB III : ASAS, LANDASAN DAN TUJUAN............................ 6 Pasal 6 : Asas........................................... 6 Pasal 7 : Landasan..................................... 7 Pasal 8 : Tujuan........................................ 7 BAB IV : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN KEGIATAN................. 8 Pasal 9 : Tugas Pokok................................. 8 Pasal 10 : Fungsi......................................... 9 Pasal 11 : Kegiatan..................................... 9 BAB V : KERJA SAMA..................................................11 Pasal 12 : Kerja sama Kadin dengan Pemerintah ................................11 Pasal 13 : Kerja sama Antar- Pengusaha..................................12 Pasal 14 : Kerja sama Antar Organisasi Perusahaan, Antar Organisasi Pengusaha dan Antara Organisasi Perusahaan dengan Organisasi Pengusaha .....................12 Pasal 15 : Kerja sama Kadin dengan Masyarakat...................................13 Pasal 16 : Kerja sama Luar Negeri.....................13 BAB VI : ORGANISAI.......................................................13 Pasal 17 : Bentuk..........................................13 Pasal 18 : Sifat.............................................14 Pasal 19 : Struktur dan Hubungan Jenjang .......................................14 Pasal 20 : Perangkat......................................15 Pasal 21 : Kepengurusan.................................16 Pasal 22 : Musyawarah Nasional........................16 Pasal 23 : Musyawarah Nasional Luar Biasa ..........................................19 Pasal 24 : Musyawarah Nasional Khusus ................... 22 Pasal 25 : Dewan Pertimbangan Tingkat Nasional ......... 24 Pasal 26 : Dewan Pembina Tingkat Nasional ................. 27 Pasal 27 : Dewan Pengurus Tingkat Nasional.................. 29 Pasal 28 : Rapat Pimpinan Nasional... 31 Pasal 29 : Rapat Kerja Nasional...... 33 Pasal 30 : Sekretariat Jenderal ..... 35 Pasal 31 : Musyawarah Daerah ........ 36 Pasal 32 : Musyawarah Daerah Luar Biasa .................... 39 Pasal 33 : Dewan Pertimbangan Tingkat I dan Tingkat II ......... 44 Pasal 34 : Dewan Pembina Tingkat I dan Tingkat II ............... 47 Pasal 35 : Dewan Pengurus Tingkat I dan Tingkat II ............... 50 Pasal 36 : Rapat Pimpinan Daerah..... 52 Pasal 37 : Rapat Kerja Daerah........ 55 Pasal 38 : Sekretariat................................... 57 BAB VII : KEANGGOTAAN .............................................. 57 Pasal 39 : Keanggotaan ............................... 57 Pasal 40 : Hak Anggota ............................... 58 Pasal 41 : Kewajiban Anggota ....................... 59 BAB VIII : PELINDUNG ................................................... 60 Pasal 42 : ................................................ 60 BAB IX : PENGAMBILAN KEPUTUSAN ................................. 60 Pasal 43 : ................................................ 60 BAB X : MASA JABATAN, PENDELEGASIAN WEWENANG DAN PERGANTIAN ANTAR-WAKTU ......................... 61 Pasal 44 : Masa Jabatan................................ 61 Pasal 45 : Pendelegasian Wewenang ................ 62 Pasal 46 : Pergantian Antar-Waktu .................. 63 BAB XI : KEUANGAN ..................................................... 64 Pasal 47 : Sumber Dana................................. 64 Pasal 48 : Penggunaan Dana dan Pengelolaan Harta Kekayaan...................................... 65 BAB XII : PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PERUBAHAN ORGANISASI ..................................... 65 Pasal 49 : Perubahan Anggaran Dasar…………………… 65 Pasal 50 : Pembuatan Organisasi.. ……………………... 65 BAB XIII : ANGGARAN RUMAH TANGGA ................................. 65 Pasal 51 : .................................................. 65 BAB XIV : PERATURAN KHUSUS .......................................... 66 Pasal 52 : .................................................. 66 BAB XV : ATURAN PERALIHAN ........................................... 66 Pasal 53 : Pengesahan ................................... 66 Pasal 54 : Kepengurusan, Dewan-Dewan dan Badan-Badan ............................ 67 BAB XVI : ATURAN PENUTUP .............................................. 68 Pasal 55 : ................................................... 68 MUKADIMAH Pengusaha Indonesia menyadari sedalam-dalamnya bahwa Pancasila pembangunan nasional, termasuk di dalamnya pembangunan di bidang merupakan ideologi negara dan falsafah bangsa dan telah menjadi kesepakatan nasional bahwa Pancasila adalah satu-satunya asas dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat serta pelaksanaan ekonomi, pada hakikatnya adalah wujud pengamalan Pancasila.
Undang-Undang Dasar 1945, sebagai landasan konstitusional pembangunan di bidang ekonomi, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang mengutamakan kemakmuran masyarakat dan bukan kemakmuran orang seorang. Oleh karena itu, masyarakat pengusaha dengan binaan dan bimbingan Pemerintah harus mempunyai peranan besar di dalamnya. Masyarakat pengusaha Indonesia serta dunia usaha nasional di bidang usaha negara, usaha koperasi, dan usaha swasta berdasarkan demokrasi ekonomi harus mampu memegang peranan sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang sehat dan dinamis dalam mewujudkan pemerataan, keadilan, serta kesejahteraan rakyat, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional. Untuk menjalankan peran tersebut, usaha negara, usaha koperasi, dan usaha swasta sebagai pelaku ekonomi nasional harus membina dan mengembangkan kerja sama yang serasi, seimbang dan selaras dalam rangka mewujudkan iklim usaha yang sehat dan dinamis demi mendorong pemerataan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya bagi dunia usaha Indonesia dalam ikut serta melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pembinaan dan Pengembangan kerja sama yang serasi dalam iklim usaha yang sehat dan dinamis itu harus terkait secara sektoral dan lintas sektoral dan didasari prinsip bahwa pengusaha yang skala usahanya lebih besar hendaknya membina pengusaha yang skala usahanya lebih kecil dan sektor informal pada umumnya sehingga terjalin kerja sama yang saling menunjang dan saling menguntungkan secara serasi atas dasar asas kekeluargaan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri menetapkan bahwa pengusaha Indonesia di bidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta secara bersama-sama membentuk organisasi Kamar Dagang dan Industri sebagai wadah pembinaan, wadah komunikasi dan konsultasi, serta wadah penyaluran aspirasi dalam rangka keikutsertaannya dalam pelaksanaan pembangunan berdasarkan Demokrasi Ekonomi sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Atas berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur para pengusaha disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri.
BAB I
Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan:
BAB II
Nama
Tempat Kedudukan
Daerah Kerja Daerah kerja Kadin Indonesia meliputi seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan untuk Kadinda Tingkat I dan Kadinda Tingkat II meliputi wilayah daerah masing-masing.
Waktu Kadin berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 didirikan pada tanggal 24 September 1987 di Jakarta, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
BAB III
Asas Kadin berasaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas.
Landasan Kadin berlandaskan:
Tujuan Kadin bertujuan:
Membuka PDF…
Peraturan yang disebut di Menimbang dan Mengingat.
Undang-Undang