1.Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Penghitungan kebutuhan Penyuluh KB berikut dilakukan pada unit kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Berdasarkan data yang dimiliki oleh unit kerja tersebut, terdapat 4 (empat) sasaran kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: Tabel 2 Contoh Penetapan Volume Kegiatan Jabatan Fungsional Penyuluh KB NO KEGIATAN VOLUME PENJELASAN 1 Penyuluhan 36 Melakukan Penyuluhan kepada Keluarga dalam suatu wilayah yang mendapatkan penyuluhan/KIE di bidang: Pembangunan Keluarga (Kesejahteraan dan Pemberdayaan Keluarga), Keluarga Berencana dan termasuk Kesehatan Reproduksi, serta Pengendalian Penduduk (pendidikan kependudukan dan perencanaan pembangunan berbasis kependudukan dan keluarga) dan/atau Pencegahan resiko stunting (dalam setahun) NO KEGIATAN VOLUME PENJELASAN 2 Pelayanan Program 891 Pelayanan Program di faskes kepada Keluarga dan Pasangan Usia Subur (PUS) yang mendapatkan fasilitasi pelayanan, seperti: A. Pelayanan Dalam Bidang KB: 1) Fasilitasi terkait pelayanan alat/obat kontrasepsi (pemasangan, pendampingan komplikasi kegagalan, pendampingan paska pemasangan alokon), 2) pendampingan calon pengantin 3) Pendampingan terhadap ibu hamil (a. Kelas ibu hamil, b. Pelayanan ibu hamil dan Nifas, c. pelayanan ANC, d. Pelayanan persalinan dan nifas, e. Persalinan konseling KB, f. Kegiatan rujukan karena kasus/jenjang fasilitas) di wilayah Kabupaten/Kota 3 Advokasi Program ke Pemangku Kebijakan dan Mitra terkait 72 6 sasaran advokasi (pemerintah, pengusaha/swasta, badan penyandang dana, media massa, organisasi masyarakat, dan/atau organisasi profesi) 4 Kemitraan Program 60 5 kelompok mitra (pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, pendidikan, dan/atau organisasi profesi) Keterangan: - Jumlah target output dalam satu tahun sesuai dengan Beban Kerja unit masing-masing. Tabel 3 Contoh Penghitungan Kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB Unit Kerja: Perwakilan BKKBN Provinsi Bali NO URAIAN SKR %Kontribusi jenjang jabatan VOLUME JUMLAH KEBUTUHAN PER JENJANG KETERANGAN Pertama Muda Madya Pertama Muda Madya 1 Penyuluhan Program Bangga Kencana 1,5 55% 25% 9% 36 13,20 6,00 2,16 Volume Penyuluhan kepada keluarga terkait 3 substansi program bangga kencana 2 Pelayanan Program Bangga Kencana 4 55% 24% 20% 891 122,44 53,43 44,53 Jumlah Fasilitas Kesehatan (faskes) yang aktif menjalankan program Bangga Kencana, Penyuluh KB dapat memegang 2 atau lebih faskes sesuai wilayah binaannya 3 Advokasi Program ke Pemangku Kebijakan dan Mitra terkait 6 45% 38% 15% 72 5,40 4,56 1,80 6 sasaran advokasi (pemerintah, pengusaha/swasta, badan penyandang dana, media massa, ormas dan orprof) 4 Kemitraan Program 7 45% 27% 25% 60 3,86 2,31 2,14 5 klp mitra (pemerintah, swasta, ormas, pendidikan, orprof) Jumlah Kebutuhan Jabatan Fungsional 144,9 66,3 50,6 Tabel 4 Formulir Kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB No Jabatan Hitungan ABK Eksisting Gap 1 2 3 4 5 = (3-4) 1 Penyuluh KB Pertama 145 59 86 2 Penyuluh KB Muda 66 38 28 3 Penyuluh KB Madya 51 46 5 TOTAL 262 143 119 Tabel 5 Contoh Penghitungan Kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB Ahli Utama NO URAIAN SKR %Kontribusi jenjang jabatan VOLUME JUMLAH KEBUTUHAN PER JENJANG KETERANGAN Pertama Muda Madya Utama Pertama Muda Madya Utama 1 Penyuluhan Program Bangga Kencana 1,5 55% 25% 9% 11% 36 - - 2,64 Volume Penyuluhan kepada keluarga terkait 3 substansi program bangga kencana 2 Pelayanan Program Bangga Kencana 4 55% 24% 20% 1,0% 600 - - 1,50 Jumlah Fasilitas Kesehatan (faskes) yang aktif menjalankan program Bangga Kencana, Penyuluh KB dapat memegang 2 atau lebih faskes sesuai wilayah binaannya 3 Advokasi Program ke Pemangku Kebijakan dan Mitra terkait 6 45% 38% 15% 2% 72 - - - 0,24 6 sasaran advokasi (pemerintah, pengusaha/swasta, badan penyandang dana, media massa, ormas dan orprof) 4 Kemitraan Program 7 45% 27% 26% 2% 60 3,86 2,31 2,23 0,17 5 kelompok mitra (pemerintah, swasta, ormas, pendidikan, orprof) Jumlah Kebutuhan Jabatan Fungsional 3,9 2,3 2,2 4,6 Tabel 6 Formulir Kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB Ahli Utama No Jabatan Hitungan ABK Eksisting Gap 1 2 3 4 5 = (3-4) 1 Penyuluh KB Utama 5 4 1 TOTAL 5 4 1 Salinan sesuai dengan aslinya Badan Kependud dan Keluarga Berencana Nasional Kepala Biro anisasi, dan Tata Laksana, Q'f" ~ HASTO WARDOYO ttd KEPALA BADAN KEPENDUDUKANDAN KELUARGA BERENCANA NASIONALREPUBLIK INDONESIA, Pedoman penghitungan kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB ini disusun untuk memberikan acuan kepada para pemangku kepentingan untuk penyusunan usulan Formasi Jabatan Fungsional Penyuluh KB secara sistematis dan terstruktur, sehingga dalam penempatannya sesuai dengan usulan kebutuhan Formasi yang telah ditetapkan. Penghitungan kebutuhan Jabatan Fungsional Penyuluh KB pada pedoman ini disusun dengan menggabungkan beberapa komponen penghitungan, antara lain penghitungan Beban Kerja dan rencana strategis unit kerja.