1.M a l a r i a adalah penyakit infeksi y a n g disebabkan o l e h parasit Plasmodium sp yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah (eritrosit) man usia.
2.E li m i na s i Penyakit Malaria adalah s u a t u u p a y a u n t u k menghentikan penularan penyakit malaria setempat dalam suatu wilayah geografis tertentu dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah t i d a k ada vektor malaria d i wilayah tersebut, sehingga tetap dibutuhkan kegiatan k e w a s p a d a a n u n t u k m e n c e g a h p e n u l a r a n kembali.
3.Pemeliharaan Eliminasi Malaria adalah upaya Pemerintah Daerah u n t u k m e n g g e r a k a n , m e n y e l a r a s k a n , d a n mengoordinasikan b e r b a g a i l i n t a s s e k t o r d a n l i n t a s program dalam mempertahankan status eliminasi malaria
4.Advokasi adalah u p a y a persuasif yang sistematik d a n terorganisasi m e n c a k u p p e n y a d a r a n , r a s i o n a l i s a s i , argumentasi d a n rekomendasi u n t u k melancarkan a k s i dengan target terjadinya perubahan kebijakan melalui penggalangan berbagai pihak.
5.Monitoring a d a l a h u p a y a u n t u k m e m a n t a u p r o s e s pelaksanaan kegiatan Eliminasi Penyalcit Malaria y a n g dilakukan secara terus menerus. 2 -
6.Evaluasi adalah upaya u n t u k mengetahui hasil kegiatan Eliminasi Penyakit Malaria dalam jangka waktu tertentu setiap 3 bulan sekali.
7.Gerakan B e r a n t a s Kembali M a l a r i a y a n g selanjutnya disebut Gebrak Malaria adalah Gerakan Nasional seluruh komponen m a s y a r a k a t u n t u k memberantas k e m b a l i penyakit malaria secara intensif melalui kemitraan antara pemerintah, d u n i a usaha, lembaga swadaya d a n badan intemasional serta penyandang dana lainnya.
8.K a s u s Impor adalah kasus yang berasal dan i luar daerah.
9.Kejadian Luar Biasa malaria yang selanjutnya disebut KLB Malaria adalah ditemukannya 1 (satu) atau lebih kasus malaria indigenous di daerah.
10.Kasus Malaria Indigenous adalah Kasus yang berasal dani penularan wilayah setempat.
11.Skrining a d a l a h pemeriksaan a t a u p e n g u j i a n u n t u k mendeteksi dini penyakit atau kelainan yang belum jelas secara klinis.
12.Larvaciding adalah penggunaan racun serangga kimia atau mikro secara terus menerus pada air atau tempat-tempat berair untuk membunuh jentik-jentik nyamuk akuatik yang belum matang.
13.Kemitraan adalah suatu bentuk ikatan bersama antara dua pihak a t a u lebih u n t u k mencapai t u j u a n dengan c a r a berbagi kewenangan d a n tanggung jawab dalam bidang kesehatan, s a l i n g mempercayai b e r b a g i pengelolaan, investasi d a n s u m b e r d a y a u n t u k program kesehatan dengan memperoleh keuntungan bersama d a n kegiatan yang dilakukan.
14.Daerah Reseptif adalah daerah dengan kepadatan vektor yang tinggi d a n atau terdapat faktor lingkungan u n t u k berkembangbiaknya vector.
15.Vulnerable adalah salah satu dan keadaan berupa dekatnya dengan wilayah yang masih tedadi penularan malaria atau alcibat dan i sering masuknya penderita malaria (positif) secara individu/kelompok d a n a t a u vektor yang infektif (siap menularkan).
16.Sistim Kewaspadaan Dini yang selanjutnya disingkat SKD adalah upaya u n t u k pencegahan tedadinya KLB melalui kegiatan pemantauan penyakit (surveilans) dilakukan terus menerus dan sistematis untuk memantau terjadinya kasus malaria.
17.Komunikasi Informasi d a n E d u k a s i y a n g selanjutnya d i s i n g k a t K I E a d a l a h p r o s e s p e m b e r d a y a a n m a s y a r a k a t dalam r a n g k a meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan d a n k e m a m p u a n masyarakat d a l a m u p a y a penanggulangan penyakit malaria.
18.Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang selanjutnya disebut Germas adalah sebuah gerakan yang bertujuan u n t u k - 3 memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat kurang sehat.
19.Lembaga Swadaya Masyarakat yang selanjutnya disingkat LSM adalah organisasi kemasyarakatan yang peduli dengan kegiatan eliminasi penyakit malaria.
20.Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
21.Daerah adalah Kabupaten Banggai Kepulauan.
22.Pemerintah D a e r a h a d a l a h B u p a t i s e b a g a i u n s u r penyelenggara Pemerintahan D a e r a h y a n g m e m i m p i n pelaksanaan u r u s a n p e m e r i n t a h a n y a n g m e n j a d i kewenangan Daerah otonom.
23.Bupati adalah Bupati Banggai Kepulauan.
24.Perangkat Daerah adalah u n s u r pembantu B u p a t i d a n Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam menyelenggaran urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
25.Dinas K e s e h a t a n a d a l a h P e r a n g k a t D a e r a h y a n g menyelenggarakan u r u s a n p e m e r i n t a h a n d i b i d a n g kesehatan.
26.Pusat Kesehatan Masyarakat y a n g selanjutnya disebut Puskesmas a d a l a h f a s i l i t a s p e l a y a n a n k e s e h a t a n masyarakat y a n g menyelenggarakan u p a y a Kesehatan masyarakat d a n u p a y a kesehatan perorangan t i n g k a t pertama dan lebih mengutamakan upaya promotive dan preventif di wilayah kerjanya.