Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang m_engetahuinya, memerintahk:ao pengundangan Peraturan Bupati ini deogan penempatannya da]am Berita Daerah Kabupaten Bari.to Selatan. Ditetapkan di Buntok _Ag"UStus 202 5 Ditetapkan di Buntok pada tanggal 7 ,AgUstUS 2025 SDAERAH BERITA DAERAH KABUPATEN BARITO SELATAN TAHUN 2025 NOMOR 27 LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKATTAHUN 2025 -2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS JENAMAS A. Latar Belakang Rencana Strategi UPT Puskesmas Jenamas 2025-2026 adalah dokumen resmi perencanaan yang merupakan arah dan tujuan bagi seluruh komponen UPT Puskesmas Jenamas dalam mewujudkan Visi, Misi, sasaran dan arah kebijakan pembangunan kesehatan selama kurun waktu lima tahun ayang akan datang. Dengan berpedoman pada dokumen Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan maka disusunlah Rencana Strategi untuk mengantisipasi permasalahan kesehatan di tingkat Puskesmas. Maksud penyusunan Renstra ini adalab tersedianya dan tersusunnya dokumentasi perencanaan kesehatan . Sedangkan tujuan penyusunan Renstra adalah tersedianya dokumen yang strategik dan komprehensif yang menjamin konsistensi perumusan kondisi atau masalahkesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas. B. Pengertian Rencana Strategis Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai . Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan , strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam jangka waktu tertentu. 2 C. Tujuan Penyusunan Rencana Startegis Tujuan penyusunan renstra UPT Puskesmas J enamas adalah:
a.Tersedianya suatu dok:umen perencanaan strategi.s dan komprehensif yang menjamin konsistensi penyelesaian masalah kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas.
b.Sebagai arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas.
c.Tersedianya program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah di bidang kesehatan.
d.Menjadi acuan dan pegangan UPr Puskesmas Jenamas serta penyelenggara Pemerintah Daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.
e.Sebagai arahan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan dan sasaran. D. Das ar Hukum Rencana St rate gis Penyusunan Renstra BLUD tahun 2025-2026 ini didasarkan pada landasan hukum sebagai berikut:
1.Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan; 2 . Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);
3.Undang -Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 3
5.Undang -undang Nomor 1 7 Tahun 2023 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6887);
6.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
7.Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
8.Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025 -2029;
9.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan.
10.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2020-2024;
11.Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengab Daerab, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
12.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/792/SJ tanggal 4 Februari 2017 tentang Penyusunan RPJM dan RKPD Tahun 2017
13.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
14.Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 374/MENKES/SK/V /2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN).
15.Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 14 Tahun 2022 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023-2026 (Berita Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2022 Nomor 14). E. Slstematlka Penullsan Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2025- 2026 yang menjadi acuan pembuatan renstra UPT Puskesmas Jenamas tahun 2025-2026 ini disusun dalam sitematika sebagai berikut: UPT Puskesmas Jenamas terletak di Jl. Karya Bhakti Kelurahan Rantau Kujang, Kecamatan Jena.mas, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Luas wilayah UPfD Puskesmas Jenamas adalah 708 km.2, dan berada pada DAS Barito. UPI' Puskesmas Jenamas terbagi menjadi 1 kelurahan dan 4 Desa dengan luas wilayah sebagai berikut : 5 Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Jenamas Tahun 2023 NO DESA/ LUAS JUMLA Jumlah Penduduk KELURAHA.N WILAYAH HKK (KM21 L p L+P 1 RANTAU 59 989 1.755 1.753 3.508 KUJANG 2 RANGGA 117 983 1.621 1.559 3. 180 ILUNG 3 RANTAU 99 426 658 640 1.298 BAHUANG 4 TAMPULANG 233 299 547 494 1.041 5 TABATAN 200 118 197 186 383 708 2.815 4.778 4.632 9.410 Puskesmas Jenamas merupakan jenis puskesmas rawat inap , dengan kode puskesmas P6204010101. UPf Puskesmas Jenamas terdapat 4 buah Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terdapat di empat desa yaitu Pustu Rangga Ilung, Pustu Rantau Bahuang, Pustu Tampulang, dan Pustu Tabatan. Serta terdapat 4 buah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), satu Poskesdes masing - masing desa. Terdapat 5 ruang pelayanan, yaitu ruang poli um.um, ruang poli kesehatan gigi dan mulut, ruang KIA, ruang IGD, dan ruang Persalinan. B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Puskesmas diban tu oleh :
1.Koordinator Tata Usaha Koordinator Tata usaha melaksanakan sebagian tugas di bidang kesekretariatan yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas -tugas lain yang diberikan oleh KepalaUPf Puskesmas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Untuk melaksanakan tugas , Koordinator Tata Usaha mempunyai fungsi : a) Mengelola dan menyiapkan dat a dan urusan kepegawaian; b) Mengelola surat masuk dan keluar; c) Merekap dan melaporkan SP3 Puskesmas; d) Koordinasi dengan lintas program untuk mengarsipkan data program daninventaris barang; e) Ikut serta dalam penataan keuangan puskesmas; f) Menyusun jadwal kegiatan puskesmas dan iku t merumuskan perencanaanpuskesmas satu tahun ke depan 6
2.PenanggungJawab Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat pengembangan. Upaya Kesehatan Masyarakat sebagaimana dimaksud sebagai berikut : a) Pelayanan Promosi Kesehatan ; b) Pelayanan Kesehatan Lingkungan; c) Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, clan Keluarga Berencana; d) Pelayanan Gizi; dan e) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan merupakan upaya kesehatanmasyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan / atau bersifat ekstensifikasi dan intensifi.kasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di masing - masing puskesmas.
3.Penanggung Jawab Usaha Kesehatan Perseorangan (UKP) Upaya Kesehatan Perseorangan tingkat pertama dilaksanakan dalam bentuk: a) Rawatjalan; b) Pelayanan Gawat Darurat; c) Pelayanan Satu Hari (one day care) d) Home care; dan / atau. e) Rawat Inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan. Untuk melaksanakan usaha kesehatan perseorangan puskemas harus menyelenggarakan : a) Manajemen Puskesmas; b) Pelayanan Kefarmasian; c) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat; dan d) Pelayanan Laboratorium.
4.Jaringan Pelayanan (Puskesmas Pembantu, Puskesmas KelWng, Bidan Desa) Puskesmas Pembantu sebagaimana dimaksud memberikan pelayanan kesehtan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas Keliling sebagaiman dimaksud memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnyabergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan 7 dan mutu pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanandalam gedung Puskesmas. Bidan Desa sebagaimana dimaksud merupakan bidan yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada suatu desa dalam wilayah kerja Puskesmas.
5.Jejaring Pelayanan ( Rum.ah Sakit) Pusksemas dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dapat melaksanakan rujukan. C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Togas pokok dan fungsi UPf Puskesmas Jena.mas sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat. Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 38 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Togas clan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Nomor :10/YAN.SDK/01 - 1017 tentang Uraian Togas, Fungsi dan Tata Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Selatan. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
1.Fun.gs.I Puskesmas Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1.Admen
2.Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya;
3.Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya; Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud , puskesmas berwenang untuk :
a.Melakukan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
b.Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
c.Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
d.Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalahkesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor terkait; 8
e.Melaksanakan pembinaaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
f.Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas;
g.Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
h.Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan;
1.Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap system kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
j.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
k.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
1.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
m.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
n.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerjasama inter dan antar profesi;
o.Melaksanakan rekam medis;
p.Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan;
q.Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
r.Mengkoordinasi dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
s.Melaksanakan penafisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan;
t.Puskesmas juga berfungsi sebagai wahana pendidikan Tenaga Kesehatan;
u.Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 9 Ta el . ete-----b 11K UPTPu k• eamaa J enamaa No Pend.id.ikan PNS Non PNS 1 Sl - Dokter Umum 2 0 - Dokter Gigi 0 0 - Keperawatan 9 11 - Apoteker 2 0 - Kesehatan Masyarakat 1 1 2 DIV - Kebidanan - - 3 DIII - Kebidanan 14 9 - Keperawatan 15 1 - Kesehatan Gigi 1 - ~ - Kesehatan Lingkungan 1 - - Gizi 1 - - Kefarmasian 2 - - Analis 1 - 4 DI - Gizi - - - Manajemen Farmasi - - 5 Kesehatan Lain - Pekarya - 1 6 SMA / Sederajat - 2 Jumlah 49 25 Jenis Pelayanan UPI' Puksesmas Jenam.as
1.Pemeriksaan Umum dan Tindakan;
2.Kesehatan Gigi dan Mulut;
3.KIA dan KB;
4.Konsultasi Gizi dan MTBS;
5.Konsultasi Kesehatan Lingkungan;
6.Konsultasi Promosi Kesehatan;
7.Kefarmasian;
8.Pengobatan TB;
9.Imunisasi;
10.Laboratorium;
11.Layanan Ambulance Roda 3. Tabel 1.2 Sarana dan Praaarana UPT Puskeamaa Jenamaa Kabupaten Barlto Selatan Tahun 2024 No Sarana Kesehatan Ju.mlah (Unit) I Puskesmas Rawat lnap / Perawatan I 2 Puskesmas Pembantu 3 10 Poskesdes Pu sling Roda 4
2.Anggaran Pendapatan Dan Belanja Puskesmas Pendapatan Puskesmas Pendapatan Puskesmas merupakan unsur penting dalam mendukung penyediaan kebutuhan belanja Puskesmas . Pendapatan diharapkan dapat dipergunakan untuk pelayanan Kesehatan luar gedung, opera sioanal Puskesmas serta memberikan jasa pelayanan bagi petugas Puskesmas .
a.Realisasi Belanja Puskesmas Pengelolaan belanja Puskesmas dilaksanakan berdasarkan pada Anggaran Kinerja (performance budget) yaitu belanja yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja.
b.Pencapaian Kinerja Untuk setiap Jenis Pelayanan Tabe l 2 .3 PROMKES No lnclikator Targe t % Capaian 1 Semua Penyuluhan 5 Desa , 1 Dusun 100 % 4 Desa , 1 yang tennasuk Dan seluruh sekolah Dusun dan Promkes seluruh Sekolah 2 PHBS di Sekolah Semua sekolab 100% 1 Sekolah 3 Bimtek Posyandu 9 Posyandu 100% 5 Posyandu Tabel 2 .4 KESLING No lndikator Target Capaian Ket 1 Persentasi Penduduk yang 70% 13,53% Belum memiliki Alcses air minum Tercapai 2 Persentas i kualitas air 80% 18,52% Belum minum yang memenuhi Tercap ai syara 3 Persentasi cakupan 75% 39 ,25% Belum penduduk yang memiliki Tercapai akses jamban keluarga 4 Persentasi Cakupan TFU 85% 13,46 % Belum yang memenuhi syarat (basil Tercap ai IS) 5 Persentas i Cakupan rumah 80% 39,25 % Belum yang memenuh i syarat Tercap ai kesehatan(hasillKL) 6 Persentasi cakupan TPP yang 80% 82,68 % Belum memenuhi syarat kesehatan Tercap ai (has il IKL) 7 Persentase Desa stop BABS 80% 82,68 % Sudab Tercapai % 100 % 56% 11 Tabet 2 S KIA dan KB. No Ind.ikator Target% Sasaran Reallsasi Cakupano/o 1 Cakupan Bu.mil Kl 97% 163 101 62% 2 Cakupan Bumil K4 87% 163 110 67% 3 Cakupan Fe 30 Bumil 97% 163 101 62 % 4 Cakupan Fe 90 Bu.mil 87% 163 110 67% 5 Cakupan ITl Bu.mil - 132 0 o 6 Cakupan TT2 Bumil - 132 0 0 7 Cakupan TT2+ - 132 72 54,54% 8 Cakupan Bumil Resti 20% 20 9 35% yang dilayani 9 Cakupan Bumil Resti 20% 20 9 45% yang dirujuk 10 Cakupan 94% 149 96 64% persalinanNakes 11 Cakupan Persalinan 0 0 0 o Non Nakes 12 Cakupan Bufas dapa t 80% 149 96 64% Vit.A 2X 13 Cakupan KFl 80% 149 96 64% 14 CakupanKF2 80% 149 96 64% 15 CakupanF3 80% 149 96 64% 16 Calrupan Jumlab Akseptor 82% 1.144 1.023 89,19% KBAktif 17 Cakupan KNl 94% 154 97 63% 18 CakupanKN2 94% 154 97 63% 19 Cakupan KN3 94% 154 97 63% 20 Cakupan KN Lengkap 94% 154 97 63% 21 Kematian Neonatus 0 0 o - 22 Kematian fbu 0 0 0 - Tabel 2.6 GIZI No lnd.ikator Sasaran Reallaaai Targetf%) cakupan(o/o) 1 Gizi Buruk yang 0 0 0 0 mendapat perawatan 2 Persentase Balita yan 435 226 85% 52% Naik Berat Badan (N/S) 3 Presentase Balita yang 435 276 85% 60% Ditimbang (D/S) 4 Presentase Bayi dan 259 259 85% 100% Balita mendapatkan Vit.A 2X 5 Cakupan Pemberian 36 36 85% 100% PMT Balita kurus (BGM) 6 7 8 9 12 Cakupan Pemberian 21 21 85% 100% PMT Gizi Kurang Cakupan Bu.mil 101 101 97% 100% mendapat tablet Fe 1 Cakupan Bumil 112 112 87% 100% mendapatkan tablet Fe 3 Cakupan Bayi denganASI 20 514 85% 70% Ekslusif
c.Pengendalian dan Pencegahan Penyaldt (P2P) Tabel 2. 7 IMUNISASI No Imuniaasi Saaaran Jumlah Calmpan(%) 1 HBO 139 83 59,7% 2 BCG, POLIO 1 139 107 76,9% 3 DPl'Hbl, P'2 139 112 80,6% 4 PCV 1 139 59 42,4% 5 DPl'Hb2, P3 139 96 69,1% 6 PCV2 139 38 27,3% 7 DPl'Hb3 , P4 139 86 61,9% 8 rPV 139 60 43,2% 9 Campak 139 106 76,3% Tabel 2.8 TB PARU Penemuan Kasus Baru, BTA (+) No Jenis Kela.min Jumlah 1 Perempuan 6 Orang 2 Laki- laki 7 Orang Jumlah 13 Orang Tabet 2.9 DEMAM TYPOID Januari- Desember Jumlah Laki- laki Perempuan 31 17 14 Tabel 2.10 KUNJUNGAN POSBINDU Januari - Desember Jumlah Laki- Laki Perempuan 569 214 355 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 Tabe l 2 1 1 DIARE. Desa Golongan Umur 0-1 Tahun 1- 4Tahun 1 Rantau kujang 8 30 2 Rantau bahuang 0 0 3 Ranggallung 3 0 4 Tampulang 1 1 5 Ta batan 0 0 Tabel 2.12 ISPA Desa GolonganUmur 0 - 1 Tahun 1 - 4Tahun 1 Ran tau Kujang 19 31 t2 Rantau Bahuang 1 6 3 Rangga llung 3 29 4 Tam pulang 0 5 s Tabatan 2 16 Tabel 2.13 10 Penyakit Terbanyak 10 PENYAK IT TERBANYAK UPTPUSKESMASJENAMAS Hipertensi 735 ISPA 453 Gastritis 294 Dyspesia 229 Rhematik 196 > S Tahun 58 4 7 13 1 > STahun 181 31 86 46 22 Diabetes 133 Dfab.,1,.,, ldlitu,. Mellitus Artritis Artritis 97 Urticaria Urticaria 91 Commond Cold 78 (onunood Cold 10 Diare 44 Diare 14 Tabel 2.14 10 P~makafan Obat Terbanyak No NamaObat Jumlah Pemakaian 1 Paracetamol Tab 500 Mg 23700 2 Vitamin B komplek Tablet 15000 3 Deksametason tablet 0,5 mg 14900 4 Klorfeniramin maleat {CTM) tablet 4 mg 13000 5 Antasida doen tab let 400 mg , Kombinasi 12500 6 Amoksisilin kaplet 500 mg 9100 7 Piridoksin Hcl tablet 10 mg (vit B6) 9100 8 Amlodipine tablet 10 mg 8830 9 Sianokobalamin (vit B 12 ) tablet 50 mcg 8100 10 Captrofil tablet 12,5 mg 7400
d.Angka Kematian Bayi Per 1.000 Kelahiran Hidup Menggambarkanjumlah kematian bayi pada setiap 1.000 kelabiran. Angka kematian bayi di Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2012 sebesar 10,6 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2016 Angka kematian bayi sebesar 6 per 1.000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan penurunan angka kematian bayi terus mengalami penurunan dari tahun 2012-2016. Dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan yaitu s 10 per 1.000 kelahiran hidup, maka capaian kinerjanya mencapai 100 % menunjukkan keberhasilan. Tabet 2.15 Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran mdup Tahun 2025-2026 UPT Puakeamas Jenamas Unrlan 2024 2025 Angka Kematian Bayi perl000 Kelahiran Hidup 0 0
e.Kematian lbu Melahirkan per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup menggambarkan jumlah kematian ibu melahirkan pada setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2012 sebesar 50,4per 100.000 kelahiran hidup. Tabel 2.16 Angka Kematian lbu per 100.000 Kelahiran HidupTahun 2025-2026 OPT Puakesmas Jena.mas Unrlan 2024 2025 .._ Angka Kematian lbu perl00.000 Kelahiran Hidup 0 0 15
f.Balita Dengan Status Gizi Buruk Balita dengan status gizi burnk dihitung berdasarkan berat badan balita dibandingkan dengan tinggi badan balita (BB /TB). Berdasarkan hasil pendataan pada tahun 2023, prevalensi balita gizi buruk di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas. Persentase Balita Gizi Buruk di UPT Puskesmas Desa Jenamas tahun 2025 - 2026 tampak pada tabel berikut ini . Tabel 2.15 Prevalensi Balita Gizi Buruk UPT Puskesmas Jenamas Tahun 2023 - 2027 Uraian 2024 2025 % Prevalensi Balita Gizi Buruk 0 0 Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas selama ini dilaksanakan melalui kegiatan -kegiatan yang bersifat Promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Adapun kegiatan pada Program Upaya Kesehatan Masyarakat antara lain adalah:
1.Monitoring dan Evaluasi program pada Pustu dan Poskesdes;
2.Pelayanan Kesehatan dengan Puskesmas Keliling pada Pustu dan Poskesdes;
3.Promosi Kesehatan tentang PHBS (CTPS), penyuluhan NAFZA ke sekolah - sekolah;
4.Penjaringan anak sekolah;
5.Pemeriksaan kesehatan kerja;
6.Penyuluhan Penyakit Tidak Menular pada Posbindu;
7.Pelaksanaan Posyandu Lansia;
8.Lomba Balita Indonesia (LBI);
9.Pertemuan rutin antara UPI' Puskesmas Jenamas dengan Lintas Sektor ( Lokmin Tri Bulanan );
10.Pertemuan Kemitraaan Bidan dan Dukun;
11.Pertemuan Refresing Kader . 16 g . Indikator Mutu Dan Kinerja Puskesmas Tabel 2 . 16 lnd.ikator Dan Target Program Upaya Kesehatan NO JENJS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA KOORDINATOR TATA USAHA A M.anajemen Operasional 1 Visi Organisasi Puskesmas Ada makna, keterkaitan dan tolak ukur keberhasilan serta pemahaman 2 Misi Puskesmas Ada makna, kesesuaian dengan tujuan dan tolak ukur dan keberhasialan serta pemahamannya 3 Dokumen Perencanaan Ada analisis situasi, identifikasi dan prioritas masalah,upaya pemecahan masalah dengan indicator keberhasilannya dan dibuat POA serta Gen Chart 4 Dokumen Perencanaan Masalah kesehatan, pencapaian . . VlSl , melaksanakan fungsi dan explorasiakan penyebab masalah serta perumusan 4W+lH 5 Mini Lokakarya bulanan Dipimpin Kepala Puskesmas, dihadiri oleh selurub karyawan dan diperoleb keluaran rencana kerja bulan berikutnya 6 Mini Lokakarya bulanan Sosialisasi masalah kesehatan terkini, evaluasi kegiatan, problem solving dan rencana dan rencana tindak lanjut serta dibuat notulen, daftar hadir 7 Lokakarya Tribulanan Dipimpin cam.at, dlhadiri lintas sektor disdik , kesra, PKK, Agama,dan KB serta LS lainnya, membahas evaluasi kegiatan, masalah kesehatan terkini, dibua t notulen dandaftar hadir 8 Laporan LB 3 Terisi lengkap , dilaporkan setiap dilaporkansetiap tgl 2 bulan berikutnya , dibuat penyajian data (Gizi, KIA, Imunlsasi , P2M) ditanda tangani pengelola program SP3 dan Kepala Puskesmas 9 Laporan LB 4 Terisi lengkap, dilaporkan setiap tanggal 2 bulan berikutnya, dibua t penyajian data (UKS, Promkes, Kesehatan Gigi dll), ditanda tangani pengelola program SP3 dan Kepala Puskesmas 10 Laporan Kejadian Luar Biasa Diisi lengkap W 1 dan a tau W2 dilaporkan setiap hari senin, dibuat penyajian data KLB atau Wabah, ditanda tangani pengelola programdan Kepala Puskesmas SASARAN Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada 17 11 Laporan Tahunan Ada kesesuaian dengan Ada perencanaan, data bulanan dan tabuanan, penyajian indikator keberhasilan meliputi input, proses, output dan output come, teridentifikasi masalah pela.ksananan program dan pencapaian program, dibuat rencana tindak lanjut danrekomendasi NO JENJS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 12 Laporan Kegiatan Ada kesesuaian dengan output program, Ada indikator keberhasilan meliputi input, proses dan output, serta jadwal kegiatan dan rencana tindak lanjut serat rekomendasi B Manajemen Alat clan Obat
1.Pennintaan Obat a. Petugas puskesmas membuat Ada pennintaan obat menggunakan form LPLPO
b.Semua kolom dalam LPLPO diisi Ada lengkap C. Puskesmas menetapkan stok Ada optimum untuk setiap item obat
d.LPLPO ditanda tangani Petugas Ada Puskesmas, Kepala Puskesmas, Kepala GFK Kah . Dan Kepala Dinas Kesehatan
e.Tahun LPLPO diarsipkan minimal 1 Ada (satu) tahun terakhir
2.Penerimaan Obat a. Ada petugas khusus di puskesmas Ada yang bertugas menerima obat
b.Petugas selalu memeriksa kemasan Ada dan bentuk fisik obat padaa penerimaan obat C. Petugas memeriksa kesesuaian Ada antara obat yang diterima dengan item obat yang dikirim dan yang tercatat dalam LPLPO
d.Petugas memeriksa dan mencatat Ada tanggal kadaluarsa obat
e.Petugas penerimaan mencatat Ada dokumen
3.Pemeriksaan terhadap oba1 a. Petugas menolak/tidakmenerima obat Ada [yang diragukan kualitasnya yangkadaluarsa atau obat rusak b . Petugas menyimpan secara terpisah Ada obat rusak/kadaluarsa C. Terdapat buku catatan obat rusak Ada dan kadaluarsa
4.Lokasi dan kelengkapan a. Gudang obat terpisah dari ruang Ada penyimpanan Gudang Obat pelayanan
b.Tersedia kartu Stok minimal , minimal Ada 50% dari jumlah item obat yang ada
c.Tersedia cukup ventilasi sirkulasi Ada udara dan penerangan 18
5.Sarana / Gudang Obat a . Jumlah obat sesuai dengan kapasitas Cukup gudang / tersedia ruang yang cukup untuk bergerak
b.Bersih , tidak berdebu, atap gudang Baile obat dalam keadaan baik dan tidak bocor
c.Sarana / Gudang Obat selalu terkunci Ada dipegang oleh salah satu orang petugas d . Bebas dari tikus , kecoa , dan tanda - Ya tanda yang menunjukan tikus hidup didalamnya NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
6.Penyimpanan Narkotika a. Tersedia lem.ari khusus untuk: Ada narkotika
b.Tersedia lemari es khusus untuk produk tertentu
c.Disimpan Obat dengan kadaluarsa Ya lebih pendek lebih depan dibanding dengan obat yang mempunyai masa kadaluarsa lebih panjang (First Expire First Out)
d.Untuk obat yang tidak mempunyai Ya masa kadaluarsa , penyimpanan berdasarkan kedatangannya. Yang lebih dulu dating disimpan palling depan dibandingkan yang dating belakangan (First in first out)
7.Kegiatan distribusi obat a. Tersedia rencana dan jadwal Ada distribusi obat ke sub unit
b.Tersedia permohonan permintaan Ada dari masing -masing sub unit C. Tersedia catatan, pengiriman, Ada penerimaan, pemeriksaan barang oleh sub unit
d.Tersedia laporan distribusi kepada Ada Kepala Puskesmas dari sub unit dengan menggunakan LPLPO sub unit 8 . Kegiatan Pelayanan Obat a. Petugas kamar obat mencatat mutasi Ada setiap item obat dalam buku catatan harian pemakaian obat b . Resep yang telah dilayani dicatat Ada muatsi setiap itemobat dalam buku catatan barian pemakaian oba t C. Arsip resep disimpan di tempat Ada khusus sekurang-kurangnya 3 ( tigaj tahun
d.Setiap resep diberi nomorurut tiap Ada harinya
e.Resep lengkap dengan mencantum Ada nama penulis resep, tanggal, nama obat, jumlah, cara pakai , tanda tangan, nama pasien, umur/berat badan
9.Proses Pela yanan Obat a . Tidak mengambil obat dalam Ya bentuk: tablet / kapsul / kaplet secara langsung 19
b.Tidak terdapat obat terlebih diluar Ya wadah obat (Petugas kamar obat mengembalikan kelebihan tablet/ kapsul kedalam wadah dan ditutup sebelum membuka yang lain)
c.Tidak terdapat obat puyeryang terjadi Ya
d.Jumlah obat yang diberikan sesuai Ya dengan jumlah yang tertulis pada resep
10.Penyerahan dan Pemberia.ri a. Petugas kamar obat memanggil Ya Informasi pasien dan menanyakan kembali nama pasien setelah dipanggil NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINE.RJA SASARAN
b.Petugas kamar obat memberikan informasi nama obat, cara Ya pemakaian, manfaat obat, apa yang dilakukan apabila terdapat efek samping obat C. Petugas kamar obat meminta pasien Ya untuk mengulang petunjuk yang telah diberikan kepada pasien
d.Petugas memisahkan setiap jenis obat Ya dalam kemasan yang berbeda
e.Petugas kamar obat yang memberikan Ya etiket dan label pada kemasan dengan nama pasie n, tanggal , cara pemakaian 11 Kegiatan Permintaan Alat da11 Petugas Puskesmas membuat Ada Barang permintaan alat dan barang dengan menggunakan surat permintaan ke Dinkes 12 Penerimaaan Alat dan Barang a. Ada petugas khusus di puskesmas Ada yang bertugas menerima alat dan barang
b.Petugas selalu memeriksa kemasan Ada dan bentuk fisik alatdan barang pada saat penerimaan
c.Petugas memeriksa kesesuaian Ada antara alat dan barang yang diterima dengan item alat dan tercatat dalam SBBK dan menandatangi surat bukti terima, serta mencatatnya dalam buku penerimaan
d.Petugas mendistribusikankepada unit Ada yang membutuhkan danmencatatnya pada KJR C MANAJEMEN KEUANGAN
1.Buku / catatan Administrasi a . Dokumentasi Iengkap (bukukas beris· Ada Keuangan uang masuk dan uang keluar) berdasarkan kegiatan dan sumbe1 anize:aran
b.Membuat catatan bulanan uan~ Ada masuk keluar dalam buku kas
c.Kepala Puskesmas melakukar Ada 20 pemeriksaan keuangan secara berkala '.2. Loket Pendaftaran a. Kesesuaian pengeluaran karcis Ada retribusi dengan jumlah uang hasil retribusi
b.Ketepatan jumlah penyetoran ke Ada bendahara
3.Struktur Organisasi Ada struktur organisasi, uraian tu gas dan Ada jabatan
4.Rencana Kerja Bulanan dan Ada rencana kerja bulanan dan tahunan Ada Tahunan bagi seluruh petugas
5.Pembinaan Kepegawaian Puskesmas melakukanpembinaan kepada Ada petugas dengan cara penilaian SKP , pemberian penghargaan, kesejahteraan pegawai, dan pemberian sanksi
6.Data Kepegawaian Puskesmas mempunyai data keadaaan, Ada kebutuhan, Nakes, Non Nakes, PNS, Non PNS NO JENIS PELAYANAN lliDIKATOR KINER.JA BASA.RAN
7.Kepegawaian Fungsional Daftar pejabat fungsional yang Ada disusun per jenis tenaga, membuat tugas pokok dan fungsi sesuaiprofesi, membuat catatan kegiatan harian. membuat DUPAK per semester, DUPAK ditanda tanl!SDi oleh Kepala Puskesmas
8.Data Fasilitas Kesehatan Ada data sarana pelayanan kesehatan Ada yang ada diwilayah kerjanya
9.Data Pendidikan Kesehatan Ada daftar institusi pendidikan Ada kesehatan yangadadiwilayah kerjanya I . Manajemen JKN NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINER.JA BASA.RAN
1.Dokumen Jamkesmas/JKN a. Pengorganisasian Ada
b.Data Kepersertaaan Program JKN Ada C. Data Keuangan Program JKN Ada
d.Laporan Bulanan Program JKN Ada
e.Data Rujukan Program JKN Ada
f.Rencana bulanan/POA Program JKN Ada
2.Distribusi Kartu Data distribusi Kartu Program JKN Ada PST
3.Tim Pengelola Ada SK Tim Pengelola, Ada Pertemuan rutin, notulen, melibatkan lintas sektor
4.Pelayanan Kesehatan a. Utilasi 15% Ada
b.Konsultasi Medis Ada C. Tindakan Medis Kecil Ada
d.Posyandu Ada
e.PHBS Ada
5.Pembinaaan dan Pengawasan Ada Pembinaan, laporan pembinaaan, Ada arsip dan evaluasi kegiatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 21
6.LaporanJKN Laporan pertanggungjawaban Ada keuangan program JKN:
a.Sisa dana tahun lalu
b.Total dana Yankes tahunberjalan
c.Biaya Pelkes yang dikeluarkan bular ini (untuk Yankes dan Persalinan)
d.Biaya Pelkes yang telah dikeluarkari sampai dengan bulan ini
n.Koorclinator Keaehatan Keluarga
1.KIA a. Kl Ibu Hamil 61,5%
b.K4 IBu Hamil 68,2%
c.Persalinan Oleh Nakes di Fasyankes 64,4%
d.Pelayanan Nifas sesuai standart 64,4%
e.KNl 62,98%
f.KN Lengkap 59,09%
g.Deteksi dini Bumil Risti oleh Nakes 19%
h.Deteksi dini Bumil Risti oleh Kader 19% /Masvarakat
i.Pelayanan Kesebatan anak Pra 100% Sekolah
j.Kelas Ibu Hamil 94,5%
k.Orientasi P4K 94,5% NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SA8ARAN
2.KB a. Pelayanan Kesehatan 75%
b.Pelayanan Peserta KB Aktif 75%
3.Kesehatan Remaja, An~ a. Penjaringan kesehatan siswa SD, 100% Sekolah dan Usila SLTP& SLTA
b.Penctidikan Kesehatan Sekolah dan 100% Posvandu
4.Promkes a. Pembinaan Posyandu Balita 100%
b.Pembinaan Posyandu Remaja 100%
c.Pembinaan Posyandu Lansia 100%
d.Pelayanan Kesehatan Pra Lansia 100%
e.Jam.bore Kader 100%
f.Aksi BerGizi 100%
g.Gerakan Cegah stunting 100%
h.Penggerakan Bumil Sehat 100%
i.Penyuluhan TB 20%
j.Pemberian TTD pada IBu Hamil 95% sesuai Standart
k.Pemberian TTD pada Remaja Putri 30% Sesuai Standart
5.Gizi a. Pemberian Vit.A pada Balita 100%
b.Pemberian Vit.A pada Ibu Nifas 100%
c.Pemberian PMT Balita Gizi Kurang 85%
d.Pemberian PMT pada Balita Kurus 85% (BGM/BGTl
e.Pemberian PMT pad Ibu Hamil KEK 80%
f.Pemberian MP ASI Anak Usia 6 -24 85% Bulan
6.UKS a. Cakupan pelayanan kesehatan anak 100% sekolah dasar
b.Penjaringan Murid SD/MI (kelas I) 100%
c.Cakupan Pemeriksaan SD/MI 100%
d.Cakupan pemeriksaan remaja(PKPR) 100%
m.Koorclinasi Pelayanan Kesehatan dan Farmaai
1.Pelayanan pengobatan umum a. Cakupan penduduk yang berobat ke 0.84% Puskesmas 22
b.Cakupan pengobatan kunjungan 3% rawat ialan
c.Cakupan penemuan jenis kasus 100% penyakit mata di puskesmas
d.Cakupan operasi katarak basil 100% oeniaringan
2.Keperawatan Komunitas (PHN) a . Cakupan Bayi 70%
b.Cakupan usia lanjut 70%
c.Cakupan Balita 70%
d.Cakupan tindak lanjut keperawatan 70% kunjunp;an ruma.h
e.Cakupan tingkat keluarga mandiri 70%
3.Kesehatan Gigi a. Karies Gigi 100%
b.Penambalan . Gigi sementara 100% C. Murid SD yang perlu perawatan 100 % Kesehatan Gigi
d.Murid SD yang mendapatkan 100 % Perawatan
4.Kesehatan Ola.hraga/ Kesjaor a. Pembinaan kelompok petensial 100%
b.Pemeriksaan kesegaran jasmani 100% murid SD/MI
5.Pengobatan Rasional a. Presentase penggunaan antibiotik <20% untuk kasus ISPA
b.Presentase penggunaaan antibiotic <20% untuk kasus diare
c.Presentase penggunaan lnjeksi untuk <20% untuk kasus myalgia
d.Rata- rata jumlah obat yang <3% diresepkan
e.Penggunaan Injeksi <10% NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
6.Laboratorium a. Pemerik:saan Sputum 100%
b.Jumlab seluruh pemeriksaan Lab. 100% Dan kuniunizan ouskesmas IV. Koorclinator Pencegahan clan Pemberantasan Penyakit
1.P2M a Penemuan penderita pneumoniabalita 100%
b.Penemuan penderita diare 10%
c.Penemuan suspek TB (pasien 100% dioeriksa sputum)
d.Penemuan pasien baru BTA Positif 54%
e.Angka keberhasilan pengobatan 100% pasien baru BTA Positif
f.Penemuan penderita DBD < 50 kasus /100.000
g.Penanganan kasus DBD 100 %
h.Angka Be bas Jentik 95%
i.lmunisasi HB 0-7 Hari 65%
j.Imunisasi BCG 85%
k.Imunisasi DPf / HB 1 90,4%
1.Imunisasi DPT/ HB 2 91,4% m . Imunisasi DPT /HB 3 79,1%
n.Imunisasicampak bayi s/dSeptember 85,6%
o.Imunisasi OT Kelas I 98,2%
p.Imunisasi MR Kelas I 100%
q.lmunisasi Td kelas 2-3 100%
r.Imunisasi Campak Baduta 15,1%
s.lmunisasi IPV 53,2 %
t.Imunisasi MR Bayi September - 85,6% Desember
u.DPf/HB/HibBaduta 6,5 % 23
2.TB Paru a. Penemuan kasus 54%
b.Anglea kesembuhan 100%
c.Anglea konversi sputum BTA 100%
d.Pengobatan penderita TB Paru 100% (DOTS) BTA Positif
e.UCIDesa 80%
f.TTl 95%
g.TT2 90%
h.Polio 1 98%
i.Polio 2 95%
j.Polio 3 93%
k.HB Uniject 90%
1.DPT-HB Combo 1 98%
m.DPT-HB Combo 2 95%
n.DPT-HB Combo 3 93%
o.Campak 90%
p.DT Sekolah Dasar 98%
q.TT Sekolah Dasar 98%
r.Campak sekolab dasar 98%
s.Penemuan kasus pneumonia 10%
3.lspa Penemuan kasus diare 13%
4.Diare a. Jumlah kasus diare yang diberi oralit 100%
b.Anglea bebasjentik (ABJ)Pemeriksaan 95% jenti.k. berkala yang dilakukan terhadao 100 rumah
5.DBD a. Cakupan penyelidikan epidemiologi 100% {PE) b . Anglea kesakitan <20%
c.Anglea kematian <1%
d.Penemuan angka cacat tk.11 <5% INO UENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA BAB.ARAN
6.Kusta Pemeriksaan tahap 1 calon haji 100%
7.Kesehatan haji Pelacakan kesehatan baji (K3JH) 100% V. Koordinator Bina Perilaku. clan Penyehatan L• - .......
1.Kesling a. SAM yang memenuhi syarat 80% kesehatan
b.Pengawasan Sarana Air Minum(SAM} 70%
c.Penduduk dengan Akses Jam ban 75% Sehat
d.Pengawasan Tempat fasilitas Umum 85% {TFUI
e.Pengawasan tempat pengolahan 80% oanizan fTPP)
f.Desa dengan stop BABs 50% VI. Koordinator Perawatan
1.Bed of Rest Cakupan asuhan keperawatan 100% individu
2.~suhan Keperawatan Cakupan tempat tidur yang digunakan 75% 24 Tabel.2.17 Program lndoneaJa Sehat Dengan Pendekatan Keluarga 374 59 DATACAPAIANPIS-PKDI RANTAU KUJANG 233 801 DATA CAP AIAN PIS-PK DI TABATAN 1 3 513 DATACAPAIAN PIS-PK DI RANTAU BAHUANG DATA CAPAIAN PIS-PK DI TAMPULANG 25 PERSENTASE CAPAIAN PIS-PK DI KEC. JENAMAS 3.1 Data Rum.ab Tangga Sebat Basil Pelaksanaan PIS-PK DATA BASIL INDEKS KELUARGA SEHAT PUSKESMAS JENAMAS TAHUN • I 2 3 4 5 Nama Desa RtKujang Rgflung RtBahuang Tampulang Tabatan Jumlah Terdata Lengkap 1.172 1.252 444 345 121 3.334 ehat 163 260 63 15 13 514 3.2 Data Basil Tindaklanjut Intervensi PIS-PK Garn.bar 3.1 Data dasar PIS-PK Pra Sehat 637 798 222 184 65 1.906 PERSENTASE CAPAIAN PIS-PK DI KEC. JENAMAS
1.Kurang Partisipasinya masyarakat untuk membawa anak ke Pelayanan Kesehatan untuk melakukan pemantauan pertumbuhan tumbuh kembang balita, baik ke Posyandu maupun ke Puskesmas Jenamas. 26
2.Masih banyaknya orang tua yang berpengetahuan rendah dan memiliki pola asuh yang salah mengenai pertumbuhan dan tumbuh kembang anak
3.Rendahnya Pengetahuan orangtua ten tang pentingnya ASI Eksklisif
4.Rendahnya Pengetahuan orangtua tentang Stunting, sehingga penanganan stunting kurang optimal (bagi mereka Stunting bukan suatu penyakit yang harus dikhawatirkan)
5.Rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil.
6.Status sosial ekonomi masih rendah
7.Adanya stigma di masyarakat terkait TBC dan Kurangnya pengetahuan di masyarakat membuat penderita enggan memeriksakan diri ke faskes
8.Askes ke fasilitas kesehatan yang menjadi alasan penderita untuk tidak datang ke faskes
9.Beberapa pasien tidak bisa mengeluarkan dahak sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan
10.Sosial budaya masyarakat kurang mendukung terkait pengambilan keputusan dan kepedulian masyarakat mengenai kehamilan dan persalinan yang a.man
11.Masih banyak masyarakat yang BAB di sungai (BABS)
12.Masyarakat masih belum ada yang mengelola sampah domestik
13.Masyarakat masih belum ada yang mengadakan pengelolaan limbah domestik
14.Masyarakat masih banyak yang minum air mentah
15.Pembiayaan kesehatan masih belum memenuhi kebutuhan minimal untuk meningkatkan capaian kinerja kesehatan;
16.Jumlah, clistribusi dan kompetensi tenaga kesehatan masih kurang
17.Sarana kesehatan yang kondisinya kurang memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar
18.Mutu pelayanan kesehatan belum memenuhi standar
19.Akses layanan yang terhambat karena kemampuan masyarakat yang terbatas
20.Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam meningkatkan hidup sehat.
21.Koordinasi dengan lintas sektor dan lintas program serta pihak swasta belum optimal
22.Pengeloaan Data dan Informasi Kesehatan belum optimal B. lsu Strategis Isu strategis merupakan permasalahan utama yang clisepakati untuk dijadikan prioritas penanganan selama kurun tertentu karena memiliki dampak yang signifikan bagi daerah dan masyarakat. Adapun berdasarkan hasil telaah atas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Barito Selatan, telaah Renstra Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah 27 serta Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (RTRW dan KLHS), maka isu strategis UPr Puskesamas Jenamas adalah sebagai berikut:
1.Prevalensi penyakit menular utama (TB, ISPA) yang masih tinggi serta meningkatnya penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat. Prevalensi penyakit menular utama (HIV/ AIDS, tuberkulosis dan malaria) masih tinggi disertai dengan ancaman emerging diseases akibat tingginya mobilitas penduduk. Pola hidup yang tidak sehat meningkatkan faktor risiko penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan masih tinggi.nya merokok serta kurangnya aktivitas fisik, sehingga penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi, jantung dan diabetes meningkat
2.Masih ada Angka Kematian lbu (AKI) menurut standar SDGs
3.Masih adanya kasus kematian pada bayi
4.Belum optimalnya penanganan masalah gizi (stunting)
5.Masih ada bayi dan balita yang Gizi kurang
6.Rendahnya angka D/S pada kunjungan Posyandu
7.Belum optimalnya akses terhadap kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
8.Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat - UKBM-PHBS
9.Masih rendahnya akses terhadap kualitas lingkungan sehat
10.Masih belum optimalnya ketersed:iaan, mutu, manfaat, dan keamanan sediaan farmasi, alkes dan makanan
11.Belum optimalnya pelaksanaan J aminan Kesehatan
12.Masih terbatasnya regulasi kesehatan, kemampuan manajemen clan informasi kesehatan, meliputi pengelolaan administrasi dan hukum kesehatan.
13.Bel um optimalnya Si stem Informasi Kesehatan dan minimnya sarana dan prasarana yang menunjang sistem informasi kesehatan. B. Misi BLUD UPT Puskesmas Misi UPrD Puskesmas Jenamas adalah: 28
1.Meningkatkan kualitas Kesehatan bersama melalui pemberdayaan masyarakat.
2.Menjamin pemerataan Pelayanan Kesehatan yang Prima, Berkualitas dan berkesinambungan.
3.Meningkatkan kerjasama yang hannonis dengan lintas sektor terkait.
4.Membangun Sistem lnformasi dan Manajermen Puskesmas. C. Tu.Juan Tujuan RENSTRA UPI' Puskesmas Jenamas adalah :
1.Menjadi Pedoman penyelarasan dalam implementasi strategi Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, RENSTRA Dinas Kesehatan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025--2026;
2.Menjadi pedoman pelaksanaan Pelayanan UPI' Puskesmas Jenamas dalam jangka 5 Tahun;
3.Menjadi pedoman dalam pelaksanaan program kerja dan kegiatan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Bari.to Selatan sesuai dengan Tugas dan Fungsi Puskesmas;
4.Menjadi Pedoman dalam penyususnan rencana anggaran UPI' Puskesmas Jenamas. D. Strategi d.an Arah Kebijakan Untuk mencapai dan mewujudkan Visi dan Misi UPI' Puskesmas Jenamas yang telah ditetapkan maka akan ditempuh strategi dan arah kebijakan yaitu :
1.Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang bermutu bagi masyarakat sesuai dengan Standart Operasional Prosedur dan sesuai dengan Standart Pelayanan Minimal;
2.Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan hidup bersih dan sehat;
3.Mengoptimalisasikan posyandu melalui peningkatan keterampilan kader serta melengkapi sarana prasarana melalui kerjasama dengan lintas sektor yaitu Pemerintahan Desa;
4.Perencanaan kegiatan program kesehatan berdasarkan data dan informasi yang akurat sebagai upaya dalam penyusunan rencana kerja Puskesmas. 29 BABV PENUTUP Penyusunan Rentra UPT Puskesmas Jenamas mengacu pada Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Renstra ini disusun bertujuan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program atau kegiatan yang ada di UPT Puskesmas Jenamas sehingga dapat terarah dan terukur. Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyususnan Renstra U.Pf Puskesmas Jenamas disa.mpaikan penghargaan yang setinggi- tinggnya serta kerja kerasnya dala.m bersama-sama mewujudkan Visi dan Misi UPT Puskesmas Jenamas sehingga meningkatnya derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Jenamas. 30 LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA UPT PUSKESMAS MENGKATIP BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional, sebab dengan keberhasilan pembangunan kesehatan, derajat kesehatan masyarakat yang optimal bisa terwujud. Kondisi tersebut mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Puskesmas adalah Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas merupakan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipilrul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif diwilayah kerjanya. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja Puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang : 31
1.merniliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran,kemauan, dan kemampuan hidup sehat; 2 . mampu menjangkau Pelayanan Kesehatan bermutu;
3.hidup dalam lingkungan sehat;
4.merniliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat, disebutkan bahwa puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Adapun fungsi puskesmas sebagaimana tertuang pada pasal 5 Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43/2019 meliputi:
1.Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama di wilayah kerjanya. 2 . Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama di wilayah kerjanya . Selain dua fungsi yang terdapat pada pasal 5, selanjutnya pasal 8 menyebutkan bahwa puskesmas juga dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan . Guna mewujudkan kondisi tersebut dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, Puskesmas sebagai uJw1g tombak upaya kesehatan strata pertama, memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi penting tersebut antara lain:
1.Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan . Dalam hal ini puskesmas berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan berwawasan kesehatan. Puskesmas harus aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya serta mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.
2.Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini puskesmas berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup 32 sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan tennasuk pembiayaan serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
3.Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Dalam hal ini puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dalam bentuk pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Fungsi Puskesmas kembali ditegaskan dalam Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Dalam menjalankan fungsinya, puskesmas mempunyai keterkaitan dengan sistem kesehatan nasional, sistem kesehatan daerah dan sistem pemerintahan daerah:
1.Dengan sistem kesehatan nasional, sebagai sarana kesehatan strata I
2.Dengan sistem kesehatan daerah, sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten ataukota;
3.Dengan sistem pemerintah daerah, sebagai unit pelaksana telmis dinas kesehatan yang merupakan unit struktural pemerintah kota bidang kesehatan terhadap kecamatan;
4.Dengan sesama sarana pelayanan kesehatan, sebagai mitra dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan swasta dan sebagai pembina diberbagai sarana yang bersumberdaya masyarakat. Oleh karena itu, dalam menjalankan fungsi dan kedudukannya, Puskesmas dituntut untuk bisa menjaga atau meningkatkan mutu layanan dan menjalankan tertib administrasi pengelolaan keuangan. Kedua hal tersebut seringkali tidak bisa berjalan secara hannonis, karena di bidang layanan kesehatan seringkali diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. Hal itu memerlukan dukungan sistem keuangan yang fleksibel. Penerapan Pola Pengelolaan keuangan BLUD yang sudah diterapkan sejak bulan November tahun 2024 dengan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, memberikan manfaat untuk Puskesmas dalam meningkatkan layanan kepada Masyarakat. BLUD dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/ a tau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melalrukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Jadi 33 puskesmas BLUD bukan merupakan alat untuk mendapatkan pendapatan daerah, namun dibentuknya BLUD untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal. Pola pengelolaan keuangan BLUD yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. B. Penge rtian Rencana Srategis Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Renstra BLUD disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Puskesmas serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan bersifat indikatif, serta sejalan dengan Renstra Dinas Kesehatan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) meupakan penjabaran visi, misi, dan program Bupati yang memuat kebijakan umum pembangunan daerah, kebijakan umum keuangan daerah, strategi dan program perangkat daerah, lintas perangkat daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Perm.endagri) Nomor 79 tahun 2018 Pasal 42 menyebutkan bahwa Unit Pelaksana Tek:nis Dinas yang menerapkan BLUD, menyusun Rencana Strategis (Renstra) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku sebagai bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) oleh UPTD ini memuat 4 hal yaitu terkait rencana pengembangan layanan, strategis dan arah kebijakan, rencana program dan kegiatan serta rencana keuangan selama lima tahun kedepan. Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dilakukan oleh pemimpin BLUD sebagaimana bunyi dari pasal 8 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 79 tahun 2018. Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) harus berdasarkan pada peningkatan pelayanan masyarakat, efisiensi, efektivitas, produk:tifitas berdasarkan praktek bisnis yang sehat 34 tanpa menguatamakan pengambilan keuntungan. Implementasi rencana strategis ini juga harus dilakukan dengan memperhatikan fleksibilitas dari penerapan BLUD. Selanjutnya, Rencana Strategis (Renstra) ini akan dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) dan digunakan sebagai evaluasi kinerja untuk setiap tahunnya. C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Rencana Strategis (Renstra) merupakan perencanaan lima tahunan yang disusun untuk menjelaskan strategi pengelolaan BLUD dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya dan kinerja dengan menggunakan teknis analisis bisnis dimana penetapannya menggunakan Peraturan Kepala Daerah. Tujuan Rencana Strategis BLUD Puskesmas Mengkatip antara lain:
1.Sebagai peta dalam mengarahkan kebijakan alokasi sumber daya BLUD dalam mencapai visi dan misi Puskesmas;
2.Sebagai pedoman pengendalian organisasi terhadap penggunaan anggaran;
3.Menyatukan langkah dan gerak serta komitmen seluruh personel BLUD;
4.Meningkatkan kinerja sesuai standar manajemen dan standar mutu layanan. D. Dasar Hukum Rencana Strategis Peraturan perundangan yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana StrategisBLUD Puskesmas Mengkatip Tahun 2025- 2026 adalah:
1.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
2.Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Indonesia Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional;
3.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang NasionalTahun 2005-2025;
4.Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Ten tang Praktek Kedokteran;
5.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 ten tang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; 35
6.Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 Tentang Kesehatan;
7.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 ten tang Taha pan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
8.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan;
9.Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
10.Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka MenengahNasionaJ Tahun 2015 -2019;
11.Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 ten tang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat;
12.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
13.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Ten tang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
14.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Pratik Mandiri Dokter Gigi;
15.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga;
16.Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Badan Layanan Umum Daerah;
17.Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 79 tahun 2018 tentang pedoman teknis pengeloaankeuangan badan layanan umum daerah;
18.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang standar teknis pemenuhan mutu pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan;
19.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan;
20.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 36 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024;
21.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Pusat KesehatanMasyarakat;
22.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 1 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2008 Nomor 2);
23.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan Dusun Hilir;
24.Peraturan Daerah Kecamatan Dusun Hilir Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kecamatan Dusun Hilir;
25.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Susunan dan Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2016 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 235); Sebagaimana telah dirubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 9 Tahun 2016 ten tang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan (Lembaran Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2020 Nomor 2). E. Perubahan Rencana Strategis Revisi Rencana Strategis dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Adapun kondisi yang dapatmempengaruhi perubahan Renstra yaitu:
1.Terjadi perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan;
2.Penyesuaian tugas, fungsi,tanggungjawab dan kewenangan BLUD;
3.Perubahan lingkungan. F. Sistematika Penyusunan Rencana Strategi Bisnis menjelaskan rencana kinerja Puskesmas selama tahun 2025 sampai dengan 2026. Rencana Strategi Bisnis memungkinkan teridentifikasinya sejumlah perbaikan kinerja dimasa yang akan datang. 37 Sistematika penyajian Rencana Strategi Bisnis Puskesmas Mengkatip disusun sebagai berikut:
1.Luas Wilayah No 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas wilayah kerja UPTD Puskesmas Mengkatip sekitar 65 km.2 yang terdiri dari 1 Kelurahan, 9 desa dengan 5 dusun. Puskesmas Mengkatip merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan upaya kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mengkatip di Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan karakteristik wilayah, Puskesmas Mengkatip merupakan Puskesmas kawasan terpencil, sedangkan berdasarkan kemampuan penyelenggaraan termasuk dalam kategori Puskesmas Rawa t Inap. Puskesmas Mengkatip sesuai dengan Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyaraka t mempunyai fungsi sebagai : a Penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama di wilayah kerja;
b.Penyelenggara Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama di wilayah kerja. UPT Puskesmas Mengkatip berlokasi di Jl. Kelurahan RT.002 RW.001 Kelurahan Mengkatip Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan, dengan wilayah kerja sebanyak 1 Kelurahan 9 desa 5 dusun di wilayah kecamatan Dusun Hilir, Puskesmas Mengkatip didukung jejaring di bawahnya sebanyak 8 Pustu, 14 Poskesdes, dan 22 Posyandu Balita serta 20 Posyandu Lansia. Puskesmas secara administratif meliputi 1 Kelurahan 9 desa 5 Dusun, dengan jarak tempuh yaitu : Nama Desa Jarak Tempuh dari Puskesma~ Kelurahan Men2katio ± 1 KM Desa Mahajandau ± lOKM Desa Sungai Java ± 15KM Dusun Bakota ±20KM Desa Kalanis ±BKM Dusun Murung Kalanis ±7KM Desa Lehai ±BKM Dusun Pi.nungku ± 15KM 39 9 Desa Damparan ± lOKM 10 Desa Teluk Timbau ± 13 KM 11 Dusun Muara Puning ± 14KM 12 Desa Batilap ± 20KM 13 Desa Batampang ±25KM 14 Dusun Simpang Telo ±28KM 15 Desa Mangkatir ±7KM Jarak Puskesmas ke Kabupaten/Kot.a: 165 KM 2 . Batas Wila yah Batas wilayah Kecamatan Mengkatip adalah sebagai berikut :
a.Utara : Kah . Kapuas
b.Timur : Kabupaten Barito Timur
c.Selatan: Kecarnatan Rant.au Kujang d . Barat : Kecamatan Karau Kuala 40
3.Jumlah pe nduduk dan jumlah KK menurut jenis kelamin :
a.Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kecamatan Dusun Hilir Tahun 2024 NO KELURAHAN LAKI - PEREMPUA JUMLA LAKI N H
1.Mengkatip 1680 1554 3234
2.Mahajandau 572 496 1068
3.SungaiJaya 804 751 1555
4.Kalanis 1295 1185 2480
5.Lehai 676 616 1292
6.Damparan 1253 1104 2357
7.Teluk Timbau 671 565 1236
8.Batilap 445 405 850
9.Batampang 814 746 1560
10.Mangkatir 171 174 344 Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Dusun Hilir Tahun 2024
b.Jumlah Kepala Keluarga Tabel 2. Jumlah Kepala Keluarga Kecamatan Dusun Hilir Tahun 2024 NO KELURAHAN JUMLAH 1 Mengkatip 983 2 Mahaiandau 302 3 SungaiJava 457 4 Kalanis 705 5 Lehai 415 6 Damparan 443 7 Teluk Timbau 671 8 Batilap 255 9 Batampang 255 10 Man2katir 108 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Dusun Hilir Tahun 2024 4 . Jenis Layanan Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab Puskesmas Mengkatip berdasarkan Permenkes 19 Tahun 2024 meliputi : a Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial 1) Pelayanan Promosi Kesehatan; 2) Pelayanan Kesehatan Lingkungan; 3) Pelayanan Kesehatan Keluarga yang bersifat UKM; 41 4) Pelayanan Gizi yang bersifat UKM; 5) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit: a) Imunisasi; b) Surveilans; c) Jiwa; d) Penyakit Tidak Menular (P2PTM); e) TB Paru; ij Malaria/DBD; g) Diare; h) Filariasis; i) Kusta/Frambusia; j) Rabies; k) HIV/ AIDS Hepatitis; 1) ISPA Pneumonia; 6) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat.
b.Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan: 1) Kesehatan Kerja; 2) Kesehatan Olahraga; Sedangk:an Upaya Kesehatan Perseorangan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab Puskesmas Mengkatip meliputi :
a.Rawat Jalan 1) Pelayanan Pemeriksaan Umum; 2) Pelayanan Kesehatan Keluarga yang bersifat UKP; 3) Pelayanan Ruang Tindakan; 4) Pelayanan Gizi yang bersifat UKP; 5) Pelayanan Persalinan; 6) Pelayanan Kefarmasian; 7) Pelayanan Laboratorium. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam jika diperlukan, UPT Puskesmas Mengkatip juga melaksanakan pelayanan rawat inap dan rujukan "Gawat Darurat". UKM dan UKP yang dilaksanakan oleh Puskesmas Mengkatip telah dikembangkan melalui berbagai inovasi untuk menjangkau seluruh masyarakat di wilayah kerja. Beberapa inovasi UKM yang telah dikembangkan diantaranya adalah "Gardu Sibumil". 42 Sedangkan pada pelayanan kesehatan perseorangan, terdapat pelayanan kesehatan dasar rawat inap dan rawat jalan seperti pemeriksaan kesehatan umum, serta beraneka ragam layanan yang ditawarkan kepada pelanggan Puskesmas antara lain: • Pelayanan Rawat Inap dan IGD 24 Jam; • Pelayanan Persalinan Normal (PONED) 24 jam; • Pelayanan Kesehatan Keluarga (KIA dan KB); • Layanan Konsultasi Gizi; • Layanan Konsultasi Promosi Kesehatan; • Layanan BPJS Kesehatan dan Rujukan; • Layanan Ultra Sonografi 2 Dimensi (USG); • Layanan Elektro Kardiogram (EKG). Selain itu pelayanan kesehatan di Puskesmas Mengkatip juga ditunjang dengan kelengkapan pelayanan penunJang seperti laboratorium dan layanan farmasi. 43 A.Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas
1.Stru ktur Organiaaai Struktur Organisasi Puskesmas Mengkatip yaitu sebagai berikut: - ERSAPIITA o,cfA- AMd.lla I PiNANGGUNGJAWAI UKM ISENSIAI.DAN ICl!PUUt.WATAN KEM!IIATNIMASYAIIAKAT WiifbrONhd Abe !(oak. S,J(ei, l
1.XDQn::lfnatorPl$ PtC M, H•.,.ky Ed-,! , t.M(
2.ilCooNMNtorr.t.,an11n P~ bMhatan WUlbrordt11Abt ltOW.k. 5.IICe,p l.koordMtot hil\'lmn ~thll'I 1.11,afcunpn. ZuM1 41'oordl .... tnr Jlel" 1Mn dlll "'""• ...... m UIM Deuy TrtwQO\'lntl,SST ..., S,ICoo_,.....,,.,..ic.ot-Knohow, Mol'/.,..... WlllbrordUJ Abo l((mlt. U•p
5.t(oordtftt'lo, ,.leyt:N111 IQMtaat ·11n Keluarp "1'•111 a.tvtat UICM Wlllbrordll> """ KotaJc, S.K,p 7, ICoordl.. lOf ........ N. p__.i,., , .... .,.Wt dr, M.ai'ud Ru11 klrb • lmun ull ! Dede S.l<ep, Nera • P2'SPA l lllnl "frlon\ AM~ e P2TI t ~l'OlrtoflO • P2 Dllire I 1111"1 Afrllnl, AMk e P2 KLlUt ! Uta f1Jr\an1yah. AMtc • P2 DIO l M. HenpHd wml • P2 lable.t : Novik.a M1.ral1n1, AMI( e SuNeil1111 ! Ami ftthul Janrt1h, A.Met k'a e k1ctdna1n ; Ramlatf, AMIC • P2PTM : MuHall, AMK • P2 HIII/AIOS : M . Hinck'/ Edw1rd, AMK • : Ut1rnl, AMtt [ [ ----TATA- M. H!N&IIYEDWAIIO.AA1K -.-cANA:Ulf *-M."-"PV --- l l'INANGGU,tG JAW ... UICM PINHMIANGAN N)l1 Far1,,1rahrnlln1A.rnd.lep l l- ,(oordlnnot Petay•i:aan itee.klt•n GflJ M..,..,..kal Etu Prfti , Arnd , lr::U J. ~dlnator ... Nh... n Tmlol- l J llo........... T-.._..ll Al1ma fml\' , S,F•rm Apt I. koordlnatot Petay.anan ..... 114.. •""'1• ltn F~rl•nfYth , AMIIC C. IIOOrdln- ........... Olah,q1 ZUhd1 KEPALA PUSKESMAS MISPUL HAOI, AMK PlflilAHGGUNdJAWAII UKP, Kl'FAIIMASIAN DAN ~TO .RIUM lmc)dfJ1,S.K~.N1
t.Koonltnetar hlayaMn "9n....tman ... !On T....,_,k TrloN "'" '-tri.._h, AMk J , icoo,,an.tof' ,....,.nMP•fflllrlbun Unu,im er. M11' ua Auaa ldffll °""',_M, ljenpyEdward,AMK ... -.....,........--......,..,.,.,s.,.,,., ,.--........... --- SUm1nono .,_,.,.,.._,...-...., -,..v..,._11UKP lrnel<llwo,SJCep Ners ,__,.....__ ClllldonMulut Eru Prltaj AMd,~1 1.-MIDr,.._&IIIPIII lleillfllUICP Erw Prita, AMd IClti ,_ _,,_......,_""'"..., Saolltlnl F1utl, Al"d,Kop 10, ic-.iin- Potayo...,JICN Hll"\llh. A.n,d.Kob \. l T_.__,..__ "'-"YAHAll~- --PIIIIIBMAIM, Ho,... l <dwtrd.AM~ I l.-PUSTIJ M, Honalcl -.rd LICoo-NS1JIIGI Dedo-...,, , S,ICep,~ L---Anll Yullana, A.Md.lCob •.- ......,_,._ Wlllllronl<>I Aba Kela~ I I -!Nlll--,a MNuiwl.NUt.lAIIAHA OMI OUMATN! PENAIIGGUNG JAWABMUTU M . Htm1 ~ l!;dWilrd, ......Sut!>o...... 1
1.,..Jnm •udtl h'ltll'fflal Novltl Dew:I .Q.rUb Inda" ~AMIC. 2.P'J Tim Pen•rwanffl ,..,.~1h11n Muy;.~ut R1-n:akly
l.PJ Tim IUrwy 'hp.loan dan. KabutubNI Mur•rakat M1.1J1hld, AM1C
4.PJ Tim M•ftlJe:nMn ~ko Ot. Mll'Ud Ru1• ldrl, S.PJTlmPPI MUll1tl,AMK 6 . PJ Tim 111.eNlarmmrnPatten Dr1Ma,4ud A.Uf;II ldrt,
7.PJTlmlCl lltli AMK 44
2.Sumber Daya Manusia No 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sumber Daya Manusia di U PT Puskesmas Mengkatip meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. UPT Puskesmas Mengkatip sudah memenuhi tenaga dokter, tenaga kefarmasian. Tetapi masih ada kekurangan jumlah bidan, dokter gigi, tenaga kesehatan lingkungan, Analis, tenaga administrasi dan soprr. Sebagian besar tenaga masih berstatus Kontrak (Non PNS). Berikut ini profil ketenagaan di Puskesmas Mengkatip : Standar Perhitungan Kebutuhan Jenis Tenaga JurnJah Status Analisis Kekurangan MJulrnlll Behan {PMK Kerja 19 Th 2024) Dokter 1 Kontrak Dok:ter Gigi 0 Perawat 9PNS 11 Kontrak: Bidan 4PNS 3 Kontrak Tenaga 0 Promosi Kesehatan Sanitarian 1 PNS Nutrisionis 1 PNS 1 KontrakNS Apoteker dar / atau TenagE 2 1 PNS 2 2 1 teknis 1 Kontrak: Kefarmasian Pranata Laboratorium 1 1 PNS 2 2 1 Kesehatan Terapi s Gigi 1 1 PNS 1 2 1 dan Mulut Administrator 1 10 0 1 Kesehatan Tenaga 0 0 1 1 1 Ketatausahaa n Perekam 0 0 1 1 1 Med.is Kebersihan 1 1 Kontrak 1 1 0 Penjag 1 1 Kontrak 1 1 0 a Keama nan Teknisi Gigi 0 0 1 1 1 Perawa 8 4PNS 8 8 4 t desa 4Kontrak (oustu} 45 18 Bidan desa. 14 6PNS 14 14 8 (Poskesdes) 8 Kontrak 30PNS 29 Kontrak JUMLAH 60 1 Kontrak NS 55 64 16 Sumber : Data Kepegawaian tahun 2024 3 . Sarana clan Prasarana Puskesmas Mengkatip Sarana clan Prasara na Puskes mas Mengkat ip : NO NAMA RUANGAN JUMLAH 1 Ruang Pendaftaran dan Kasir 2 2 Rekam Medik 1 . 3 Ruang Pelayanan Obat 1 4 Ruang Pelayanan Umum 1 5 IRuang Pelayanan Lansia 1 6 Ruang Gawat Darurat 1 7 Ruang Pelayanan Gigi 1 8 Ruang Laboratorium 1 9 Ruang Pelayanan KIA & KB 1 10 Ruang Konsultasi Gizi 1 11 Ruang Laktasi 1 .. 12 Ruang Tunggu Pasien 1 13 WC dan Kamar Mandi 1 14 lGD dan Poned 15 Rawat Inap 16 Ruang Kepala Puskesmas 1 17 Ruang Tata Usaha 1 18 Musholla 1 19 K}udang 1 20 Dapur 1 21 Kamar Mandi 2 46 C. Kinerja Pelayanan BLUD OPT Puskesmas Hasil capaian kinerja Puskesmas Mengkatip yang dapat dicapai sampai dengan saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang bersumber pada internal maupun dari ekstemal. Kebijak:an manajemen yang diambil dalam pencapaian kinerja adalah mengembangkan partisipasi aktif dari semua komponen Puskesmas dalam pelayanan dan pembagian tugas sesuai dengan profesi, kompetensi, dan ketrampilan yang dimiliki. Untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi personil dalam menjaga mutu layanan ditempuh dengan cara pendidikan dan pelatihan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Strategi yang diambil dalam mencapai kinerja pelayanan memakai pelayanan prim.a, yaitu strategi yang mengedepankan pelayanan yang bermutu, diikuti dengan semanga t etos kerja yang tinggi, ramah, sehingga warga bangga ak:an Puskesmas. Dalam mencapai kinerja juga ditempuh inovasi layanan dan cara pelayanan, dimana semua pelayanan tersebut terjangkau oleh semua lapisan masyarak:at. Dalam mencapai kinerja, juga mengedepankan aspek kerjasama semua lintas program dan lintas sektor, dengan menyediak:an sarana prasarana yang aman, apik dan asri sehingga nyaman ditempati. Capaian Standart Pelayanan Minimal Puskesmas Mengkatip tahun 2024 No lndikator Target Sasaran Capaian Cak:upan Nasional Absolut Absolut 2024 1 Jurnlah lbu Hamil mendapatkan 100% 193 193 100% pelayanan antenatal sesuai standar 2 Jumlah Ibu Bersalin mendapatkan 100% 193 193 100% pelayanan persalinan sesuai standar 3 Jumlah Bayi baru lahiI 100% 193 193 100% mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 4 Jumlah balita mendapatkan 100% 933 667 71,49% pelayanan kesehatan sesuai standar 5 Jumlah anak pada usia pendidikan 100% 10.945 7117 65.02% dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar 6 Jumlah Penduduk usia 15-59 100% 2284 3602 63,41% tahun mendapat skrining kesehatan sesuai standar 7 Jumlah penduduk usia 60 tahun 100% 3156 1231 39.01% tahun keatas mendapatkan 47 skrining kesehatan sesuai standar 8 Jumlah penderita hipertensi 100% 2528 1769 69.98% mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 9 Jumlah penderita diabetes mellitus 100% 1218 553 45.40% mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar jumlah penderita gangguan jiwa 10 (ODGJ) berat (Psikotik/ F23 dan 100% 86/106 106 100% Schizofrenia/F20) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 11 Jumlah penderita TB 100% 502 502 100% mendapatkan pelayanan TB sesuai standar Jumlah orang berisiko terinfeksi 12 HN (ibu hamil, pasien TB, pasien 100% 338 338 100% IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HN sesuai standar Hasil Capaian SPM tahun 2024 banyak yang tidak mencapai target, antara lain:
1.Jumlah Balita mendapat pelayanan sesuai standart (SPM) disebabkan karena tahun 2024 masih dalam masa pandemi sehingga belum semua Posyandu buka kembali.
2.Jumlah penduduk usia 15-59 tahun mendapatskrining kesehatan sesuai standart karena kegiatan UKBM dalam hal ini Posbindu tidak dapatdilaksanakan.
3.Jumlah penduduk usia 60 (SPM 7) tahun keatas mendapat skrining sesuai standar hanya mencaPAI 39,01% dari target 100% karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat berkunjung ke posyandu Posbindu. Penilaian Kinerja Puskesmas II 1 2 3 4 5 6 Variabel Promosi Kesehatan Kesehatan Lingkungan Kesehatan Keluarga termasuk reproduksi Gizi P2M Pengobatan Pencapaian Target ( % 92.93% 94.66% 90.96% 86.35% 83.47% 100% Tingkat Kiner·a Baik Baik Baik Cukup Cukup Baik 48 7 Upaya Kesehatan 77 .88% Pengembangan Rata-rata 84.63 anan Capaian 1 Drop Out pelayanan ANC (Kl - K 4 ) < 10% 2 Persalinan oleh Tenaga Kesehatan 3 Penanganan Komplikasi Obstetri/resiko tinggi 4 Error rate pemeriksaan BTA 5 Kepatuhan terhadap standar ANC 6 Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB paru 7 Tingkat Kepuasan pas1en terhadap pelayanan 8 Rata-rata Capaian Kinerja Manajemen Puskesmas II ___ ______. 1 Manajemen operasional Puskesmas 2 Manajemen alat dan obat. 3 Manajemen Keuangan. 4 Manajemen Ketenagaan. Capaian Tar et 10 8,8 8,5 10 > 80% >5% < 5% 81 - 100% 81- 100% 51 - 80% Rata- rata 9.325 Basil Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2024 Kurang Cukup Kinerja 7 Cukup 10 Baik 10 Baik 10 Baik 10 Baik 10 Baik 7 Cukup 9.6 Baik -Tingkat Kinerja Baik Cukup Cukup Baik Baik ........-...-"""'---~-...---......-- SEMESTER 2 NILAI NILAI 1 Biaya/Tarif 83.60 B 84,90 B 2 Penanganan pengaduan, saran dan 82.01 B 83,96 B masukan 3 Maklumat Pelayanan 81.29 B 81,43 B 4 Persyaratan Pelayanan 84,75 B 85,48 B 5 Kompetensi Pelaksana 84.61 B 83,31 B 6 Waktu Pelayanan 81.29 B 84,83 B 7 Prosedur Pelayanan 83.09 B 83,38 B 8 Perilaku Pelaksana 83.60 B 81,50 B 9 Produk Pelayanan 83.16 B 82,15 B RATA-RATA 83 .00 B 83,44 B 49 Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas untuk kinerja pelayanan dengan hasil 84.63 dengan kategori cukup, karena ntuk pelayanan Gizi dan P2M masuk kategori cukup dan Upaya Kesehatan pengembangan dalam kategori kurang. Untuk indeks Kepuasan Masyarakat Semester 1 mendapat nilai 83, sedangkan semester2 mendapat nilai 83,44 kedua semester masuk kategori baik. Adanya aturan-aturan yang ada yang kadang menimbulkan kekurang fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan Puskesmas serta dengan semakin menurunnya kemampuan dana pemerintah dalam penganggaran, memacu Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis untuk mencari jalan keluar, oleh karena itu berbagai upaya penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu terus dilakukan, salah satu langkah strategis yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut adalah dengan secara aktif meningkatkan k:inerja organisasi Puskesmas secara profesional dan mandiri. Upaya menghadapi persaingan global, terutama terhadap kompetitor layanan sejenis di Kecamatan Dusun Hilir, UPT Puskesmas Mengkatip berusaha memenangkan persaingan dengan cara menjaga mutu layanan; Leader dalam SDM dan Sarana Prasarana, dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Pengelolaan UPI' Puskesmas Mengkatip dengan Badan Layanan Umum diharapkan akan lebihmampu bersaing dengan kompetitor yang saat ini sudahjauh melangkah kedepan, disampingjugaakan lebih leluasa dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen bisnis guna menjawab tuntutanpelayanan kepada masyarakat yang paripurna dan prima. Untuk maksud terse but perlu dilakukananalisis tentang berbagai aspek yang ada 50 di lingkungan internal maupun eksternal Puskesmas Mengkatip dalam bentuk penyusunan Rencana Strategis Puskesmas Mengkatip sebagai BadanLayanan Umum Daerah. Adapun Identifikasi masalah baik internal maupun eksternal antara lain:
1.Faktor Internal o Bidang Kekuatan (Strenght) 1. identifikasi elayanan Keuangan Sarana rasarana
1.Tersedianya pelayanan kegawatdaruratan, Rawa lnap, homecare, dan UKM.
2.Sarana Penunjang Pelayan cukup tersedia.
1.Puskesmas sebagai unit pelaksana tek:nis daerah.
2.Sebagian besar Kualifikasi SDM sesuai kompetensi
3.Jumlah tenaga med.is aramedis Cuku
1.Adanya Pemerintah
2.Adanya JKN
3.Kewenangan penerima biaya yang tidak dicover JK / 1. Sarana/prasarana penunjan memadai.
2.Jumlah dan macam cukup . Kelemahan (Weakness)
1.Belum ada Insentif tambahan Untuk petugas jaga IGO dan Rawat ina I. Resistensi perubahan ba sebagian SDM
2.Reward dan punishment belum optimal
1.Penerima Kapitasi bel optimal
1.Lahan sudah tidak bisa dikembangka n
2.Tata ruang bangunan kurang re resentatif 51
2.Faktor Eksternal No 1. 2. Identifikasi faktor ekstemal dilakukan secara profesional adjugement terhadap empatbidang yang dianggap berpengarnh bagi Puskesmas untuk mengetahui peluang dan ancamanyang dihadapi saat ini. Dari hasil pengamatan dan profesional adjugement yang dilalrukan diperoleh hasil sebagai berikut: Hasil Identifikasi Faktor Ekstemal Bidan g ide nUfi kasi Pelayanan Opportunity (Peluang)
1.Jenis kebutuhan pelayanan kesehatan berkembang
2.Adanya peluang rujukan masuk pelayanan psikologi
3.Adanya peluang rujukan masuk Pelayanan Laboratorium
4.Peluang diversifikasi produk pelayanan Anc aman (Threat)
1.Tuntutan Pelayanan pnma dari masyarakat
2.Adanya pesamg pelayanan seJerus yang lebih menjanjikan
3.Semakin banyaknya institusi pelayanan kesehatan swasta Organisasi da11 l. Peluang kerja sama dengan pihak. I. Rekrutment SDM Ill
2.Perubahan status sebagai pelak.sana PPK-BLU
3.Adanya kepercayaan institusi lain bekerja sama untuk program Diklat pegawai pemerintah 2 Adanya keinginan oleh pegawai mencari kesejahteraan pada institusi lain
3.Keuangan 1. Peluang perubahan pola 1. Subsidi pengelolaan keuangan lebih mandiri dan fleksibel
2.Masih adanya subsidi pemerintah untuk pembiayaan 2. masyarakat miskin pemerintah semakin berkurang Pola tarif kurang mengunt ungkan
3.Terdapat piutang dengan tempo yang tidak Menentu 52 :.i. Sarana / 1. Pengembangan fasilitas 1. Status prasarana 2. Kerja sama pemanfaatan lahan sarana/ prasarana dengan pihak dapat III diambil alih
3.Bantuanperalatan dari oleh pemerintah dan pihak III pemerintah
2.Kerusakan Sarana I prasarana
3.Sarana/ prasara na tertinggal perkembangan IPTEK B. Isu Strategis Pelaksanaan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas dihadapkan pada isu - isu strategis yang dapat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikannya. Isu-isu strategis yang dihadapi oleh puskesmas dan yang akan ditangani melalui pelaksanaan visi dan misi puskesmasadalah sebagai berikut:
1.Perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Mengkatip yang masih rendah.
2.Masih terdapat kematian bayi serta balita STUNTING
3.Wilayah kerja yang merupakan endemis penyakit menular seperti DBD, TBC, diare, Ispadan HN.
4.Penduduk yang sangat padat, dan sebagian tinggal di daerah aliran sungai.
5.Masih ada SDM yang belum memenuhi standar kebutuhan.
6.Adan.ya upaya kesehatan masyarakat yang berbasis pada masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Mengkatip. C. Rencana Pengembangan Layanan Kinerja yang telah dicapai Puskesmas Mengkatip sampai dengan saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang bersumber pada internal maupun dari ekstemal. Strategi organisasi dalam mencapai target mengedepankan aspek Pelayanan, Pengerahan SDM, Organisatoris, Keuangan dan Promosi. Kebijakan manajemen yang diambil dalam pencapaian kinerja adalah mengembangkan partisipasi aktif dari semua komponen Puskesmas dalam pelayanan, dan pembagian tugas sesuai dengan profesi, kompetensi, dan ketrampilan yang dimiliki. 53 Artinya dalam penempatan tenaga semacam paramedik, dilihat dari kompetensi dan kemampuan, yang kemudian ditempatkan pada ruang dan unit pelayanan yang sesuai. Selain itu kebijakan lain yang diambil adalah dengan mengadakan rotasi ketenagaan, guna memelihara dan meningkatkan kompetensi personil dalam menjaga mutu layanan ditempuh dengan cara pendidikan dan pelatihan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Masyarakat sebagai pengguna sekaligus sebagai pemilik Puskesmas, diikutkan dalam pemecahan masalah pelayanan yang ada, dan dibahas bersama dalam forum temu pelanggan, selain itu kritik mengenai pelayanan yang ada dipakai sebagai dasar untuk peningkatan pelayanan. Strategi yang diambil dalam mencapai kinerja pelayanan memakai pelayanan prima, yaitu strategi yang mengedepankan pelayanan yang bermutu, diikuti dengan semangat etos kerja yang tinggi, ramah, sehingga warga bangga akan Puskesmas . Dalam mencapai kinerja juga ditempuh inovasi layanan dan cara pelayanan, dimana semua pelayanan tersebut terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Sebagai produk unggulan Puskesmas Mengkatip, mempunyai fasilitas Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang merupakan layanan IMS, Pelayanan Dukungan dan Pengobatan (PDP) untuk HIV- AID's, dan Layanan Rehabilitasi Napza tingkat ringanbekerja sama dengan BNN . Dalam mencapai kinerja, juga mengedepankan aspek kerjasama semua lini, lintas programdan lintas sektor, dengan menyediakan sarana prasarana yang aman, apik dan asri sehingga nyaman ditempati. Juga ditempuh upaya rujukan pasien maupun specimen, sehingga tercipta pelayanan pasien yang paripurna dan akhimya informasi semua kegiatan Puskesmas Mengkatip dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. 54 BABIV VISI, MISI, TUJUAN DAN ARAB KEBIJAKAN A. Visi BLUD UPT Puskesmas Visi UPI' Puskesmas Mengkatip "Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Produktif" Menuju masyarakat Dusun Hilir Sehat yang mancliri dan produktif yang dimaksud adalah dengan pelayanan Puskesmas dalam Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dapat memfasilitasi masyarakat sehingga menyadari kebutuhan akan kesehatan, mau dan mampu mengenali, mencegah dan mengatasi kesehatannya sendiri. Dalam upaya mencapai pencapaian sasaran Prioritas Nasional, Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan Suistanble Development Goals (SDG's) Visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025-2026 yang menggambarkan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai dalam masa jabatan yang akan menjadi dasar perumusan prioritas pembangunan Kabupaten Barito Selatan sesuai misi yang diemban. Visi UPT Puskesmas Mengkatip memiliki keterkaitan dengan Visi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yaitu "MEWUJUDKAN KABUPATEN BARITO SELATAN YANG MAJU MANDIRI DAN PROFESIONAL YANG BERIMAN DAN BERTAQWA". Puskesmas Mengkatip mendukung visi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih bermutu. Visi Puskesmas Mengkatip sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam mewujudkan Kabupaten yang mandiri dan profesional melalui pemerataan layanan kesehatan. Selain melalui pemerataan, layanan kesehatan harus lebih bermutu sehingga masyarakat menerima pelayanan kesehatan yang berkualitas. Untuk mencapai kinerja organisasi yang sejalan dengan visi misi pemerintah daerah (pemerintah Kecamatan Dusun Hilir), Puskesmas Mengkatip memiliki Visi, Misi, Tujuan dan Tata Nilai sebagai berikut : 55 Visi Puskesmas Mengkatip Kecamatan Dusun Hilir "Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Produktif' B. Misi BLUD UPT Puskesmas
1.Meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan minimal (5PM).
2.Mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM).
3.Meningkatkan kesadaraan masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
4.Menjalin semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam tim kerja.
5.Mempunyai keinginan bersama dalam berkreasi dan berinovasiuntuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. 5 C. Tujuan
1.Meningkatkan profesionalisme kualitas hasil pelayanan
2.Meningkatkan pemahaman konsep paradigm.a sehat 3 . Meningkatkan dukungan sumberdaya masyarakat
4.Meningkatkan kerjasama yang baik dengan lintas program 1 lintas sektoral serta pihak terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan
5.Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai standar BABV PENUTUP Rencana Strategis Bisnis UPf Puskesmas Mengkatip menjadi komitmen kinerja yang akan di1aksanakan oleh seluruh jajaran yang ada di Puskesmas dan dijabarkan dalam bentuk RencanaBisnis Anggaran dan Penetapan Kinerja sebagai al.at komitmen kepada Kepala Daerah. Rencana Bisnis Anggaran dan Penetapan Kinerja yang merupakan tunman dari Rencana Strategis Bisnis dengan target tahunan yang harus dilaksanakan dan dicapai oleh jajaran Puskesmas dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatik:an tujuan kepuasan pelanggan karena dengan status BLUD k:ita punya komitmen untuk mencapai kepuasan pelanggan demi u.ntuk mempertahankan customer loyality. Hasil implementasi perencanaan tersebut akan dilakukan evaluasi kinerja internal dan ak:an dilaporkan selain kepada Kepala Daerah juga kepada publik dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Pusdiklatwas BPKP sehingga seluruh pihak dapat mengakses aku.ntabilitas Puskesmas dengan mudah. 0 SELATAN, · ) ,, SAMSURI 57 LAMPIRAN III PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR 7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA UPT PUSKESMAS BANGKUANG BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya, oleh karena itu perlu disusun rencana pembangunan kesehatan yang berkesinambungan. Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan betwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertarna. Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat. Upaya kesehatan masyarakat terdiri dari Upaya kesehatan Masyarakat esensial dan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat harus menerapkan azas penyelenggaraan 58 puskesmas secara terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan. Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka puskesmas harus melaksanakan kegiatan manajemen dengan baik. Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis untuk menghasilkan luaran (output) puskesmas secara efektif dan efisien. Kegiatan manajemen puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang sating terkait dan berkesinambungan. Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan puskesmas terse but maka UPI' Puskesmas Bangkuang menyusun Rencana Strategis (Renstra) sebagai kerangka acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun ke depan (2025-2026). Berdasarkan Permendagri nomor 79 tahun 2018 tentang badan layanan umum daerah pasal 41 ayat 1 dan 2:
a.Rencana pengembangan layanan
b.Strategi dan arah kebijakan
c.Rencana program dan kegiatan
d.Rencana keuangan C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Tujuan penyusunan renstra Puskesmas Babai adalah:
a.Tersedianya suatu dokumen perencanan strategis dan komprehensif yang menjamin konsistensi penyelesaian masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Babai.
b.Sebagai arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Babai.
c.Tersedianya program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah di bidang kesehatan.
d.Menjadi acuan dan pegangan Puskesmas Babai serta penyelenggara Pemerintah Daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.
e.Sebagai arahan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan dan sasaran. D. Dasar Hukum Rencana Strategis Penyusunan Renstra Puskesmas Babai t.ahun 2025--2026 ini didasarkan pada landasan hukum sebagai berikut :
1.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
2.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2005-2025;
3.Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
4.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2010 tentang Keterbukaan lnformasi Publik;
5.Undang-Undang 23 Tahun 2014 ten tang Pemerintahan Daerah;
6.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah 115 Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Ka bu paten/ Kota;
7.Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
8.Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
9.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2019 ten tang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang
10.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan 2015-2019; 1l. Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 201 7 Ten tang Tata Cara Perencanaan, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
12.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/792/SJ tanggal 4 Februari 2017 tentang Penyusunan RPJM dan RKPD Tahun 2017
13.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
14.Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 374/MENKES/SK/V /2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
15.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Nomor 10 tahun 2017 tentang Uraian Togas, Fungsi dan Tata Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Selatan.
16.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan nomor tahun tentang Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2024-2026. 116 E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut:
8.Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas : Permasalahan dan lsu Strategis BLUD UPT Puskesmas A. Identifikasi Masalah Kesehatan Masyarakat B. lsu Strategis : Visi, Misi, Tujuan, dan Arah Kebijakan A. Visi BLVD UPT Puskesmas B. Misi BLUD UPT Puskesmas C. Tujuan D. Sasaran E. Strategi dan Arah Kebijakan. : Penutup 117
1.Batas Wilayah Kerja : Desa Muara Telang : Desa Teluk Betung : Desa Muara Puning Utara Selatan Barat Timur : Desa Malitin dan Desa Janggi
2.Posisi Geografis Puskesmas Babai terletak di wilayah kecamatan Karau Kuala, yang memiliki wilayah kerja terdiri dari 5 (lima) desa yaitu : 1). Desa Babai 2). Desa Talia 3). Desa Tampijak 4). Desa B.Kurung 5). Desa Teluk Sampudau
3.Luas Wilayah Kerja Puskesmas Babai memliki luas wilayah kerja 542 K.m2 . Dengan rincian sebagai berikut :
a.Desa Babai, luas wilayah : 166 Km2
b.Desa Talio, luas wilayah : 111 Km2 C. Desa Tampijak, luas wilayah : 103 Km2
d.Desa Bintang Kurung, luas wilayah : 96 Km2
e.Desa Sampudau, luas wilayah : 66 Km2 118 Data Demografls Data demografis memuat kondisi demografis penduduk di wila yah kerja Puskesmas Babai , yang meliputi jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin .
a.Jumlah Penduduk: Menurut Kelompok Umur Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Menurut Umur di Wilayah Kerja Puskesmas Babai NO Kelompok Jumlah Penduduk Umur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (tahun) Laki- Perempuan Laki -laki + Rasio Jenis laki Peremouan Kelamin 0 -4 340 333 673 102.1 5-9. 410 421 831 97.4 10- 14 . 184 188 372 97.9 15-19. 88 91 179 96.7 20 -24. 430 452 882 95. 1 25 -29. 435 431 866 100.9 30-34 . 500 419 919 119.3 35-39 . 606 502 1108 120.7 40-44. 632 612 1244 103.3 45 -49. 230 231 461 99.6 50-54. 248 267 515 92.9 55-59. 61 72 133 84.7 60 -64. 59 58 117 101.7 65-69 . 56 58 114 96.6 70-74. 48 52 100 92.3 75+ 24 32 56 75.0 JUMLAH 4351 4219 8570 103.l Dapat diketahui dari data Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Babai dengan trent penduduk usia produktif yang cukup dominan yaitu rentang usia 20 -55 tahun.
b.Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tabe l 2.2 Jumlah penduduk menurut Jenis Kelamin Di wilayah Kerja Babai Jenis Kelamin Desa Laki -laki Perempuan Babai 2259 2023 Talio 1010 1057 Tampijak 250 192 B.Kurung 690 801 Teluk Sampudau 151 146 119 B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas Puskesmas Berdasarkan Permenkes no. 75 tahun 2014 maka susunan organisasi Puskesmas Sababilah dapat digambarkan sebagai berikut (Lampirkan Struktur organisasi Puskesmas Sababilah).Susunan Organisasi Puskemas terdiri dari:
a.Kepala Puskesmas
b.Sub Bagian Tata Usaha
c.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
d.Pelaksana Unit Promosi Kesehatan
e.Pelaksana Unit Kesehatan Ibu dan Anak-Keluarga Berencana
f.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
g.Puskesmas Pembantu C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Puskesmas Babai memiliki tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujutnya kecamatan yang sehat. Sedangkan fungsi Puskesmas Babai yaitu :
1.Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan 2 . Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. Dalam penyelenggaraan UKM Puskesmas berwenang untuk : I. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarak:at dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2.Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
3.Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
4.Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifi.kasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarak:at yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
5.Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
6.Mela.ksana.kan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
7.Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8.Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap ak:ses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan
9.Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon 120 penanggulangan penyakit. Sedangkan penyelenggaraan UKP Puskesmas berwenang untuk :
1.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
2.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
3.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
4.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
5.Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;
6.Melaksanakan rekam medis;
7.Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;
8.Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
9.Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
10.Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan. Upaya pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan dilakukan adalah sebagai berikut : 1. 2. Upaya Kesehatan Perorangan Upaya kesehatan perorangan terdiri dari:
a.Pelayanan Pemeriksaan umum
b.Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Anak C. Pelayanan pemeriksaan gigi dan mulut
d.Pelayanan KIA - KB
e.Pelayanan Gizi
f.Kefarmasian
g.Laboratorium
h.Ruang Tindakan Upaya Kesehatan Masyarakat U paya Kesehatan Masyarakat terdiri dari :
a.UKM Esensial :
1.Promosi Kesehatan (PromKes)
2.Kesehatan Lingkungan (KesLing)
3.Kesehatan Ibu dan Anak (KIA/ KB) 121
4.Gizi Masyarakat
5.P2P meliputi : - Kecacingan - DBD - Malaria - HIV/AIDS - IMS - TBC - Imunisasi - Kusta - Filariasis - Rabies - Typoid - Ispa - Diare - Surveilance
b.UKM Pengembangan :
1.Keswa
2.Kesehatan Indra
3.UKS / UKGS
4.Kesehatan Kerja
5.Kesehatan Haji
6.Kesehatan Olahraga
7.Kesehatan Lanjut Usia
8.Kesehatan Rujukan
9.PKPR
10.Posbindu 122 STATUS KEPEGAWAIAN JENIS NO PNS/ KETENAGAAN CAPEG PHT PTT KONTRAK TKS PPPK 1 DOKTERUMUM 0 1 0 0 0 0 2 DOKTER GIGI 0 0 0 0 1 0 3 S1 FARMASI / APOTEKER 0 2 0 0 0 0 - --- S1 4 KEPERAWATAN 0 1 0 0 3 0 +NERS 5 S1 0 0 0 0 0 0 KEPERAWATAN 6 S 1 KESEHATAN 1 0 0 0 MASYARAKAT 0 1 7 DIII KEBIDANAN 0 4 0 0 1 1 8 DIII 0 3 0 0 1 0 KEPERAWATAN DIii 9 KEPERAWATAN 0 1 0 0 0 0 GIGI 10 Dill ANALIS 0 1 0 0 0 0 11 DIII GIZI/ 0 0 NUTRISIONIS 0 0 0 0 12 DIii KESEHATAN 0 0 LINGKUNGAN 0 0 0 0 DIII FARMASI/ 13 DIII 0 1 0 0 0 0 A.APOTEKER 14 BIDAN A-B 0 0 0 0 0 0 15 SPK 0 1 0 0 0 0 PCPM/ 16 PEKARYA 0 0 0 0 0 0 KESEHATAN 17 SPRG 0 0 0 0 0 0 18 SPPH 0 1 0 0 0 0 19 20 21 22 123 SMF / ASISTEN 0 0 0 0 0 0 APOTEKER SARJANA UMUM/ DLL 0 0 0 0 0 0 SLTA/SMK SEDERAJAT 0 0 0 0 1 0 SLTP SEDERAJAT 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 0 17 0 0 8 1 Sumber Daya Kesehatan Puskesmas Babai dalam menjalankan tugas dan fungsinya didukung oleh berbagai sumber daya seperti sum.her daya manusia, sarana dan prasarana. Berikut ini akan disampaikan uraian terkait sumber daya- sumber daya sebagai input dalam pelaksanaan tugasnya.
1.Sum.her Daya Manusia Su.mber daya manusia di Puskesmas Babai terdiri dari tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan menjadi pelaku langsung pelaksanaan upaya kesehatan sedangkan tenaga kesehatan non kesehatan berfungsi sebagai pendukung upaya kesehatan. Tenaga kesehatan di Puskesmas Babai tersebar dalam 5 Desa. Jumlah sumber daya manusia yang dimiliki Puskesmas Babai pada tahun 2023 sebanyak 31 orang. Berikut distribusi sumber daya manus1a kesehatan berdasarkan jenis tenaga dan status kepegawaian di Puskesmas Babai pada tahun 2023. Sarana clan Prasarana Puskesmas Babai memiliki sarana dan prasarana kesehatan dan non kesehatan yang menunjang dalam pelayanan di Puskesmas dan diluar Puskesmas. Secara rinci bisa dilihat pada tabel di bawah ini: NO JENIS SARANA DAN Jumlah Keterangan PRASARANA
1.Puskesmas Pembantu 4
2.IKendaraan Roda Dua 4
3.Speed Boat 1
4.0 olindes/Poskesdes 2 124
5.Posyandu Balita 12 6 Posyandu Lansia 6 Untuk meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan, Puskesmas didukung oleh Pokesdes dan Puskesmas Pembantu sebagai jaringan pelayanan kesehatan hingga di desa. Saat ini di Puskesmas Babai telah memiliki 4 Puskesmas Pembantu, 2 Polindes/Poskesdes. Sedangkan untuk mendekatk.an akses pelayanan dengan masyarakat Puskesmas Buntok memiliki 12 posyandu balita, 6 posyandu lansia dan 1 Speed Boat untuk Puskesmas keliling. Kinerja Pelayanan Puskesmas Babai
1.Capaian Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
a.Promosi Kesehatan. Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningk:atkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Untuk mengukur kinerja capaian upaya promosi kesehatan di Puskesmas Babai dapat dilihat dari indikator seperti tabel di bawah ini : NO INDIKATOR SASARAN TARGET CAPAIAN CAKUPAN (%) A Penyuluhan Perilaku hidup Bersih dan Sehat 1 Rumah Tangga Ru.mah 2949 1137 38,5 lnstitusi Pendidikan 2 (Sekolah) Sekolah 18 15 83 Institusi Sarana 3 Kesehatan Sarkes 5 5 100 4 Institusi ITU Lokasi 22 18 81,8 125 lnstitusi Tempat 5 Kerja Institus i 22 18 81,8 Bayi Mendapat ASI B Eksklusif (80 %) Bufas 569 61 10,7 Mendorong terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber C Masyarakat Posyandu Madya 1 (Baru) Posyandu 5 5 100 Posyandu Purnama 2 (45%) Posyandu 10 10 100 Posyandu Mandiri 3 (25 %) Posyandu 0 0 0 4 RW Siaga Aktif (95%) Posyandu 8 8 100 Penyuluhan Napza D (15 %) Kelompok 4 4 - Komunikasi Interpersonal dan 975 E Konseling (KIP/ K) Penyuluhan Kelompok oleh Petugas di Dalam F Gedung Kegiatan 12 9 75 Pemberdayaan Individu/Keluarga melalui Kunjungan G Rumah 194 NO A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 B 1 126
b.Kesehatan lbu dan Anak serta Keluarga Berencana Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan kesehatan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak pra sekolah. Kesehatan Ibu dan Anak merupakan fokus utama pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Selatan . Indikator untuk mengukur hasil upaya kesehatan ibu dan anak. pada umumnya yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain indikator utama tersebut ada beberapa indikator khusus untuk mengukur proses pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti di bawah ini. INDIKATOR SASARAN TARGET CAKUPAN % Kesehatan lbu Bumil Kl Ibu Hamil 140 123 87,5 140 71 50,7 Bumil K4 Ibu Hamil 140 123 87,5 Fe 30 Bumil lbu Hamil 140 72 51,4 Fe 90 Bumil lbu Hamil 140 0 0 TTl Bumil Ibu Hamil 140 12 8,5 TT2 Bu.mil lbu Hamil 140 15 10,7 TT2+ Ibu Hamil 26 17 65,3 Bumil Resti Dilayani Ibu Hamil Bumil Resti Dirujuk Ibu Hamil 26 17 65,3 Partus dengan Nakes Bulin 134 89 66,4 Partus dengan DK Bulin 134 5 3,7 Bufas Dapat Vit A 2 kali Ibu Nifas 134 94 70,1 KFl Ibu Nifas 134 94 70,1 KF2 Ibu Nifas 134 94 89 KF3 lbu Nifas 134 91 67,9 X Kesehatan X Neonatus/Bayi X X KNl Neonatus 128 91 70 127 128 91 70 2 KN2 Neonatus 128 91 70 3 KN3 Neonatus Penanganan dan atau rujukan neonatus Bayi 5 resiko tinggi (<20%) 16 0 0 Cakupan BBLR Bayi 6 ditangani (<20%) 16 2 12,5 Neonatus dengan 7 Komplikasi Ditangani 16 0 0 ! Neonatus dengan 8 Komplikasi Dirujuk 16 0 0 9 Kl Bayi 128 93 72,6 10 K4 Bayi 128 102 79,6 Upaya Kesehatan Balita C dan anak Pra Sekolah X X X Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh Balita 525 217 41,3 kembang Balita ( 1 Kontak Pertama ) Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh Anak 525 217 41,3 kembang Anak Pra 2 sekolah Anak Balita 12-59 Balita 419 316 70,4 Bulan Yang Dilayani 3 SDIDTK Minimal 2x/ thn Anak Balita 12-59 Bulan Yang Mendapat Balita 419 29543 59 4 Pelayanan Pertumbuhan & Perkembangan Bx/ thn Upaya Kesehatan Anak X X X Usia Sekolah dan D Remaia Pelayanan Kes. anak sekolah dasar olh Anak 49 49 100 nakes / tenaga terlatih/ Guru 1 UKS / Dokter Kecil 2 3 E 1 2 3 4 128 Cakupan Pelayanan Anak 746 548 73,4 Kesehatan Remaja Jumlah Sekolah yang Sekolah 17 17 100 melakukan UKS KB Peserta KB Aktif di PUS 1322 920 69,5 Puskesmas Akseptor Ak:tif MKET di Orang 1322 0 Puskesmas 0 Akseptor MKET dengan 0 0 komplikasi 0 Akseptor MK.ET 0 0 mengalami kegagalan 0
c.Perbaikan Gizi Masyarakat Upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu upaya kesehatan wajib Puskesmas. Usaha perbaikan gizi meliputi posyandu, pemulihan gizi dan keluarga sadar gizi. Peningkatan cakupan pelayanan gizi dan kesehatan diupayakan agar setiap tahunnya terjadi peningkatan status gizi masyarakat melalui peningkatan pelaksanaan kegiatan gizi secara optimal dan terorientasi. 129 No Indikator Sasaran Target Capaian Cakupan (%) A Penvehatan Air Inspeksi Sanitasi Sarana Sarana 5 5 100 1 Air Bersih 100 Pembinaan Kelompok Kelompok Masyarakat / Kelompok 100 - - - 2 Pemakai Air Penduduk yang Memiliki Akses terhadap Air 7949 2831 35,7 3 Minum Berkualitas Kualitas Air Minum yang 18 18 100 4 Memenuhi Svarat Hygiene dan Sanitasi X X B Makanan dan Minuman Inspeksi Sanitasi Tempat Sarana Pengelolaan Makanan 5 5 100 1 (70%) Pembinaan Tempat Sarana Pengelolaan 5 5 100 2 Makanan(70%) Penyehatan Tempat Pembuangan Sampah dan X X X 36 C Limbah Inspeksi Sanitasi Sarana Sarana Pembuangan Sampah 100 2949 560 18,9 1 dan Limbah Penyehatan Lingkungan Pemukiman dan Jamban X X X 73.7 D Keluarga Pemeriksaan Penyehatan Sarana Lingkungan pada 100 2949 560 36 1 Perumahan Desa yang melaksanakan Desa 2 2 100 2 STBM Cakupan Penduduk Stop Buang Air Besar 2949 1137 38,5 3 Sembarangan (BABS) - Pengawasan Sanitasi Tempat X X X 73.7 E - tempat Umum Inspeksi Sanitasi Tempat Sarana 22 8 36,3 1 - tempat Umum Sanitasi Tempat Umum Sarana 22 4 18,1 2 memenuhi Svarat F Pengendalian Vektor X X X 100 Pengawasan Tempat - Lokasi tempat potensial 5 5 100 1 perindukan vektor di 2 3 4 130 pemukiman penduduk dan sekitarnya Pemberdayaan Kelompok sasaran / kelompok/ pokja potensial dalam upaya pemberantasan tempat 0 0 0 perindukan vektor penyakit di pemukiman penduduk dan sek.itamya Desa / lokasi potensial Desa/ yang mendapat intervensi Lokasi 5 5 100 pemberantasan vector Penyakit Menular PSN 0 0 0 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hal yang menjadi masalah program peningkatan gizi masyarakat di Puskesmas Babai yaitu: cakupan D/S dan Bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif yang masih rendah.
d.Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, k:imia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Lingkungan sehat mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya. Tabel diatas menunjukkan bahwa upaya kesehatan lingkungan yangdilaksanakan sudah cukup baik, dilihat dari angka cakupan masing masing indicator yang diatas 50 %, meskipun demikian beberapa indikator masih harus mendapat perhatian dan peningkatan yang lebih maksimal
e.Pengendalian Penya.kit Menular dan Tidak Menular Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakitmenular dilakukan untuk melindungi masyara.kat dari tertularnya penyakit, menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan/ atau meninggal dunia, serta untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit menular. Selain Pemberantasan penyakit menular juga dilak.sanak.an pemberantasan terhadap penyakit tidak. NO A 1 2 B 1 2 3 C 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 131 menular. Pemberantasan penyakit tidak menular dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi penyakit dengan perba ikan dan perubahan perilaku masyarakat . INDIKATOR SASARAN TARGET CAK % Pengobatan penderita TB Paru {DOTS) BTA positif Orang 60 44 73 Pengobatan penderita TB Paru (DOTS) BTA negatif Rontgen positif Orang 0 22 - Malaria*) X X X X Pemeriksaan Sediaan Darah (SD) pada penderita malaria klinis*l % 811 Penderita Malaria Klinis yang diobati Orang 0 Penderita '+' (positif) malaria yang diobati sesuai standar Orang 0 Kusta X X X Penemuan tersangka penderita Kusta Orang 0 Pengobatan Penderita Kusta Orang 0 Pemerik.saan Kontak Penderita Orang 0 Pelayanan Imunisasi *) X X X 100 BCG Bayi 95% 128 78,1 128 100 HBO Bayi 78,1 128 105 DPTHBl Bayi 89,1 128 108 DPTHB2 Bayi 96,8 128 115 DPTHB3 Bayi 88,2 128 105 DPTHBHibl Bayi 96,8 128 115 DPTHBHib2 Bayi 88,2 128 105 DPTHBHib3 Bayi 96,8 128 100 Polio 1 Bayi 78,1 128 105 Polio 2 Bayi 88,2 128 108 Polio 3 Bayi 89,l 128 115 Polio 4 Bayi 96,8 132 128 117 13 Campak Bayi 91,4 Imunisasi DT pada 111 111 14 anak kelas 1 SD Anak 100 100 ImunisasiTdpada anak 250 15 kelas 2 & 3 SD Anak 100 250 100 Imunisasi Campak 111 16 anak kelas 1 SD Anak 100 111 100 Imunisasi DPTHBHib 45 17 Batita Batita 119 37,8 Imunisasi Campak 21 18 Batita Batita 119 17,6 E Diare X X X X Penemuan Penemuan Kasus diare di 1 Puskesmas Orang 0 1070 Kasus Diare ditangani oleh Puskesmas 2 dengan oral rehidrasi Orang 0 555 Kasus Diare ditangani dengan Rehidrasi 3 intravena Orang 0 0 F ISPA X X X 1 Kasuslspa Orang 7920 Penemuan Kasus Ispa pnemonia dan pnemonia berat oleh 2 Puskesmas dan Kader Orang 0 Jumlah kasus pnemonia dan pnemonia berat 3 ditangani Orang 0 Jumlah kasus pnemonia berat / dengan tanda bahaya 4 ditangani / dirujuk Orang 0 Demam Berdarah Dengue G (DBD) *) X X X Angka Bebas Jentik 1 (ABJ) % 118 94 2 Cakupan Penyelidikan Epidemiologi (PE) % 0 0 Pelatihan Kader 3 Jumantik Orang 60 60 100 H Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan X X X X HIV/ AIDS Kasus PMS yang 1 diobati Orang 0 0 2 Klien yang mendapat oenaganan HNI AIDS Orang 0 0 Pencegahan dan I Penanggulangan Rabies *) X X X X J 133 Cuci Iuka terhadap 1 kasus gi.gi.tan HPR % 0 3 2 Vaksinasi terhadap kasus gigitan HPR yang berindikasi % 0 3 Pencegahan dan Penanfa!:l!Ulangan Filariasis X X X X Kasus Filariasis yang 1 ditangani Orang 0 0 0 2 Prosentase penduduk minum obat dari jumlah penduduk Orang 0 837 0 Prosentase penduduk minum obat dari 3 jumlah sasaran Orang 0 837 0
f.UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) Kemandirian masyarakat dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan dapat tergambar dari pencapaian program Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM). Gambaran UKBM di Puskesmas Babai pada tahun 2023 dapat dilihat pada tabel beriku t : No Jenis UKBM Jumlah 1 Posyandu Lansia 6 2 Posyandu Pratama 0 3 Posyandu Madya 0 4 Posyandu Purnama 12 5 Posyandu Mandiri 0 6 Pos Obat Desa 0
2.Capaian Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Setiap orang khususnya masyarakat miskin mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesebatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Selain itu setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya. Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh keterjangkauan dan kemudahan akses ke sarana pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan beberapa faktor penentu antara lain: jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan, waktu tempuh dan alat transportasi 134 ke sarana kesehatan, serta status sosial ekonorni dan budaya. Salah satu kernudahan yang harus dijamin oleh pernerintah adalah kernudahan memperoleh pelayanan pengobatan dasar. No Upaya Pengobatan Jurnlah 1 Kunjungan Rawat Jalan 3926 2 Kunjungan Rawat Jalan Gigi 98 B. Tantangan dan Peluang Pengembangan Tantangan pembangunan kesehatan yang ctihadapi di tingkat global dan nasional ke depan akan sernakin besar dan bervariasi. Tantangan tersebut pastinya juga akan berdampak pada pernbangunan kesehatan di tingkat daerah khususnya di Puskesrnas Babai Kabupaten Barito Selatan. Tantangan pembangunan kesehatan saat ini antara lain :
1.Kondisi sosial budaya rnasyarakat seperti masih adanya kepercayaan- kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan kaidah kesehatan;
2.Kondisi ekonomi masyarak:at yang se bagian besar masih rendah;
3.Kondisi tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar masih rendah;
4.Kondisi status kesehatan masyarakat;
5.Partisipasi masyarakat yang masih rendah dalam pembangunan kesehatan; 6 . Kondisi geografis dan akses tranportasi yang sulit;
7.Ketersediaan SDM Kesehatan yang sesuai standar masih rendah. Selain tantangan yang akan dihadapi, tetapi ada beberapa peluang yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Setiap peluang sekecil apapun bisa menjadi nilai positif untuk menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang semakin besar ke depan. Peluang tersebut antara lain: a Dukungan dari Dinas Kesehatan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas;
b.Dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui program BOK dan JKN;
c.Kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat;
d.Kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi;
e.Perkernbangan teknologi informasi;
f.Kernitraan dengan lernbaga LSM dan FKMPP . 135
1.Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
2.Pusat pemberdayaan masyarakat.
3.Pu sat pelayanan kesehatan masyarakat primer.
4.Pusat pelayanan kesehatan perorangan primer. Pelaksanaan tugas dan fungsi Puskesmas Babai dalam pembangunan kesehatan tentunya terdapat permasalahan. diketahui bahwa permasalahan pelayanan di Puskesmas Babai adalah yaitu:
1.Jumlah, mutu, dan distribusi SDM Kesehatan tidak merata;
2.Penggunaan anggaran masih tumpang tindih antar berbagai sumber anggaran (BOK, JKN, dan OP) belum ada sinkronisasiyang baik antar program dalam pelaksanaan program;
3.SIK dan SIMKES belum optimal dikarenakan terbatasnya petugas yang mampu IT
4.Kurang nyaKomitmen program menyebabkan program tidak berjalan secara kontinyu
5.Sarana, dan prasarana di Puskesmas belum memenuhi standart;
6.Kurangnya petugas obat yang sesuai dengan kompetensi menyebabkan pengelolaan obat belum optimal. Permasalahan pelayanan di Puskesmas tersebut merupakan permasalahan strategis yang harus diselesaikan oleh Puskesmas Babai, dikarenakan permasalahan-permasalahan tersebut dapat mempengaruhi akan capaian program. B. Isu Strategis Berdasarkan identifikasi permasalahan terhadap tugas pokok dan fungsi Puskesmas dapat ditentukan isu-isu strategis yang harus ditindaklanjuti oleh Puskesmas Babai. Isu-isu strategis yang dihadapi Puskesmas Babai dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya selama lima tahun ke depan adalah sebagai berikut:
1.Kualitas dan Kuantitas SOM Kesehatan yang Belum Optimal; 136
2.Penggunaan anggaran masih tum.pang tindih antar berbagai sumber anggaran, belum ada sinkronisasi yang baik antar program dalam pelaksanaan program;
3.Sarana, dan prasarana di Puskesmas belum memenuhi standart;
4.Kurang nya Komitmen program menyebabkan program tidak berjalan secara kontinyu
5.Kurangnya petugas obat yang sesuai dengan kompetensi menyebabkan pengelolaan obat belum optimal;
6.Peran Serta Masyarakat Terhadap Pembangunan Kesehatan Masih Rendah;
7.Sll{ dan SIM Kesehatan belum dikelola dan berjalan baik. Visi Puskesmas Buntok dalam Renstra 2024 - 2026 adalah sebagai berikut: " Terciptanya Masyarakat Yang Sehat clan Mandiri Dalam Bidang Kesehatan " B. Misi BLUD UPT Puskesmas
1.Meningkatkan pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat dalam pelayanan kesehatan ;
2.Meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat yang adil,bermutu dan terjangkau;
3.Menjalin kemitraan dengan sektor terkait dalam mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat ; C. Tujuan Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Adapun tujuan khususnya adalah : 137
1.Mewujudkan masyarakat memiliki prilaku sehat yang meliputi kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat :
2.Mewujudkan masyarakatbyang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.
3.Mewujudkan masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang sehat.
4.Mewujudkan masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal baik individu,keluarga,kelompok dan masyarakat.
5.Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.
6.Meningkatkan kelembagaan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
7.Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan.
8.Meningkatkan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya.
9.Meningkatkan kualitas tenaga yang ada di puskemas baik tenaga kesehatan maupun tenaga lainnya.
10.Meningkatkan kesehatan anak sekolah dan remaja.
11.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
12.Melaksanakan upaya kesehatan gigi danjiwa kepada masyarakat.
13.Meningkatkan status gizi pada bayi dan balita dengan meningkatkan cakupan kunjungan posyandu.
14.Meningkatkan sistem manajemen pengelolaan obat dalam rangka pemenuhan ketersediaan, mutu, jenis, jumlah obat dan perbekalan kesehatan.
15.Meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan anak sekolah agar dapat terbentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
16.Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat sehingga tersedia data kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. D. Sasaran Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan yaitu berupa result (hasil) yang ingin dicapai dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan program dan kegiatan sehingga harus jelas, dapat diukur, bisa dicapai, berorientasi hasil, dan memiliki rentang waktu 138 pencapruan. Berikut ini sasaran pembangunan kesehatan oleh Puskesmas Babai :
1.Menurunnya angka kematian Ibu dan Bayi.
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat
3.Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan.
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat.
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berrnutu, merata terutama permasalahan kesehatan pada masyarakat miskin dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme. E. Strategi dan Arah Kebijakan Strategi:
1.Peningkatan peran serta masyarakat secara aktif menunJang pelayanan dibidang kesehatan
2.Peningkatan kerjasama lintas program dibidang kesehatan
3.Peningkatan kerjasama lintas sector untuk menunjang pelayanan dibidang kesehatan.
4.Peningkatan kerjasama orgarusas1 Profesi Kesehatan menunjang pelayanan dibidang kesehatan. Kebijakan: untuk
1.Melakukan kerjasama dibidang kesehatan dengan pihak terkait/ lintas sektor terkait ( membuat MOU). Seperti:
a.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Pemerintah Tingkat Kecamatan sebagai pembuat kebijakan dalam mengajukan kebutuhan-kebutuhan penunJang kesehatan dalam Musrembang tingkat desa/ kecamatan.
b.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Pemerintah Desa dan PKK dalam kegiatan Pembinaan , pelatihan kader serta revitalisasi posyandu dan posbindu, desa siaga dan poskesdes
c.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan BKBP2 dalam kegiatan pelaksanaan pelayan dan peningkatan KB, perlindungan anak dan perempuan 139
d.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan dalam kegiatan pela.ksanaan pelayanan calon pengantin
e.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Dispora dalam bidang penyuluhan dan pelayanan kesehatan disekolah seperti; penyuluhan, pemberian vitamin dan Imunisasi, dan pelatihan dan pembinaan UKS dan dokter kecil.
f.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Badan Narkotika Tingkat Kabupaten Barito Selatan dalam hal penyuluhan bahaya narkotika serta pengendalian penyakit menular seksual diwilayah kerja UPT Puskesmas Babai
g.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Dukcapil dalam kegiatan Penyediaan Akte kelahiran.
h.Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Dinas Pertanian dalam kegiatan pelaksanaan bimbingan teknis pembudidayaan toga dan obat tradisional.
2.Optimalisasi Kerjasama UPT Puskesmas Babai dengan Organisasi Profesi Kesehatan Tingkat Kabupaten Barito Selatan seperti Persagi, IDI, PPNI, IBI, dalam hal bakti sosial kesehatan, seperti penyuluhan gizi, pelayanan Keluarga Berencana, pelayanan pemeriksaan kanker servik secara dini diwilayah kerja UPT Puskesmas Babai
3.Penggerakan kea.ktifan dan peran serta masyarakat dibidang kesehatan , seperti pelatihan kader, revitalisasi posyandu, pelatihan jumantik, dokter kecil di sekolah.
4.Penggerakan keaktifan dan peran serta provokasi tokoh masyarakat dan tokoh agama dibidang kesehatan , seperti penggera.kan kesediaan peran serta masyarakat dalam menunjang kegiatan pelayanan kesehatan.
5.Pendidikan dan pelatihan secara berkala bagi petugas kesehat.an untuk meningkatkan kualitas petugas kesehatan sesuai dengan perkembangan eknis kesehatan dan kebutuhan masyarakat dibidang kesehatan.
6.Bimbingan teknis dan evaluasi kinerja serta pengadaan diklat kesehatan bagi petugas kesehatan secara berkala dari Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kinerja petugas kesehatan yang optimal dan berkualitas prima. ..- ' 140 BABV PENUTUP Perencanaan strategi ini merupakan kesepakan bersama seluruh karyawan atau petugas yang menjalankan program dan kegiatan di Puskesmas Babai yang merupakan perwujudan komitmen dan cita-cita Puskesmas Babai dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Selatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakatteutama di tingkat desa sebagai tonggak pelaksanaan kegiatan dan pembangunan kesehatan. Program dan kegiatan dilaksanakan secara rutin dan terus menerus, dengan memprioritaskan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat melalui standar pelayanan minimal dengan pengembangan inovasi-inovasi unggulan dari masing-masing program atau masing-masing puskesmas ataupun pelaksana program dan kegiatan itu sendiri. Pelaksanaan evaluasi dila.ksanakan secara berkala bulanan melalui miniloka.karya Puskesmas, tribulanan melalui rninilokakarya lintas sektor, semester dan tahunan atau tergantung situasi keadaan saat itu. Hasil evaluasi dipakai sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dan langkah- langkah selanjutnya. Demikianlah Rencana Strategis Puskesmas Babai ini disusun sebagai arah dan pedoman bagi petugas kesebatan di Puskesmas dalam merencanakan, melaksanakan pengembangan program yang tertuang dalam RencanaKerja tahunan, sehingga setiap program dan kegiatan disetiap unit kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dalam Pelaksanaannya ASAMSURI 141 LAMPIRAN V PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS KALAHIEN A. LATAR BELAKANG BABI PENDAHULUAN Puskesmas sebagai organisasi atau lembaga milik Pemerintah berperan sebagai ujung tombak terdepan dalam melaksanakan pembangunan di bidang kesehatan. Supaya fungsi Puskesmas berjalan dengan baik secara sistematis dan berkesinambungan, Puskesmas harus menyusun perencanaan dan strategi pelaksanaan program di Puskesmas yang diwujudkan dalam bentuk dokumen Rencana Strategi (Renstra) Puskesmas. Renstra Puskesmas Kalahien adalah dokumen perencanaan Puskesmas Kalahien untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat visi, misi, tujuan dan sasaran strategis, strategi, kebijakan, program dan kegiatan Puskesmas Kalahien, disusun sesuai tugas & fungsi Puskesmas Kalahien, serta berpedoman kepada Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan . Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas Kalahien disusun berpedoman pada Renstra Dinas Kesehatan Tahun 2025-2026 dan acuan lain yang juga menjadi pertimbangan yaitu hasil evaluasi pencapaian kinerja Puskesmas Buntok selama 5 tahun sebelumnya, sesuai peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 6 Tahun 2024. Dokumen ini menjadi penting karena dalam masa 5 (lima) tahun tersebut Puskesmas Kalahien berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya sesuai dengan dokumen perencanaan ini. Selain Itu Renstra Puskesmas Kalahien dapat digunakan.
1.Acuan penyusunan Rencana kerja Puskesmas Kalahien .
2.Dasar penilaian kinerja Kepala Puskesmas Kalahien.
3.Menjadi acuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Puskesmas Kalahien. 142 B. PENGERTIAN RENCANA STARTEGIS Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai. Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam jangka waktu. C. TUJUAN PENYUSUNAN RENCANA 2n'RATEGIS Tujuan penyusunan renstra UPT Puskesmas Kalahien adalah:
a.Tersedianya suatu dokumen perencanaan strategis dan komprehensif yang menjamin konsistensi penyelesaian masalah kesehatan di wilayah kerja UPI' Puskesmas Kalahien.
b.Sebagai arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kalahien.
c.Tersedianya program strategis yang sesuai dengan kebutuhan daerah di bidang kesehatan.
d.Menjadi acuan dan pegangan Puskesmas Kalahien serta penyelenggara Pemerintah Daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan, k.hususnya di bidang kesehatan.
e.Sebagai arahan pemangku kebijakan (stakeholder) dan instansi terkait untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan dan sasaran. D. DASAR HUKUM RENCANA STRATEGIS Penyusunan Renstra BLUD tahun 2024-2026 ini didasarkan pada landasan hukum sebagai berikut:
1.Undang -undang Nomor 27 Tahun 1959 Tentang Penetapan Undang - undang Darurat No. 3 Tahun 1953 Tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9).
2.Undang -undang Nomor 27 Tahun 1959 Tentang Penetapan Undang- undang Darurat No. 3 Tahun 1953 Tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9).
3.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 143 4 . Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Tentang Penetapan Undang- undang Darurat No. 3 Tahun 1953 Tentang Perpanjangan Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9)
5.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah dengan Undang -Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
7.Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 ten tang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6887);
8.Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Sadan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340);
9.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota;
10.Peraturan Pemerintah Nomor 18Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
11.Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
12.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan.
13.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2020-2024; 144
14.Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 201 7 Tentang Tata Cara Perencanaan, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
15.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/792/SJ tanggal 4 Februari 2017 ten tang Penyusunan RPJM dan RKPD Tahun 201 7.
16.Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
17.Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 374/MENKES/SK/V/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN) E. SISTEMATIKA PENULISAN Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2025- 2026 yang menjadi acuan pembuatan renstra UPT Puskesmas Kalahien tahun 2025-2026 ini disusun dalam sitematika sebagai berikut: Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: : Penutup BABU GAMBARAN PELAYANAN BLUD UPT PUSKESMAS A. GAMBARAN UMUM BLUD UPT PUSKESMAS
1.Gambaran umum BLUD UPT Puskesmas sebagai berikut :
a.Jumlah Penduduk : 11.526 Jiwa
b.Luas Wilayah Pemukiman : 34,76 Km2
c.Jumlah Kepala Keluarga : 3.849 KK
2.Letak Geografi UPT Puskesmas Kalahien
a.50 % wilayah kerja UPT Puskesmas Kalahien berada di Daerah Daratan
b.50 % wilayah kerja UPT Puskesmas Kalahien berada di Daerah Perairan (pinggiran sungai Barito)
3.Jejaring dan Jaringan
a.7 Pustu
b.9 Poskesdes NAMADESA PUSTU POSKESDES KETERANGAN KALAHIEN - 2 PENDAASAM 1 1 LEMBENG 1 - MABUAN 1 1 PARARAPAK 1 2 TANJUNG JAWA 1 1 MUARA RIPUNG 1 - TELUK MAMPUN - 1 DANAU MASURA 1 0 MURUNG PAKEN - 1 TOTAL 7 9 146 B. GAMBARA.N ORGANISASI BLUD UPT PUSKESMAS Puskesmas Berdasarkan Permenkes no. 75 tahun 2014 maka susunan organisasi Puskesmas Kalahien dapat digambarkan sebagai berikut, susunan Organisasi Puskemas terdiri dari : a . Kepala Puskesmas
b.Sub Bagian Tata Usaha
c.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
d.Pelaksana Unit Promosi Kesehatan
e.Pelaksana Unit Kesehatan lbu dan Anak-Keluarga Berencana
f.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
g.Puskesmas Pembantu C. KINERJA PELAYANAN BLUD UPT PUSKESMAS Puskesmas Kalahien memiliki tugas pokok sebagai pelaksana kebijakan dan program urusan pemerintahan daerab di bidang kesehatan. Sedangkan fungsi UPT Puskesmas Kalahien yaitu :
a.Pelaksana kebijakan, program, dan kegiatan bidang kesehatan;
b.Pemberdayaan dan Penggerakan Masyarakat menuju Masyarakat Sehat, Mandiri, dan Berperan Aktif;
c.Pengelolaan upaya kesehatan (UKM dan UKP) melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif;
d.Pengkoordinasian dan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan melalui peningkatan mutu dan profesionalisme;
e.Pemantauan ketersediaan obat di wilayah kerja UPT Puskesmas Kalahien. Puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat di wujudkan dalam pelaksanaan program-program kesehatan, baik berupa UKP maupun UKM. Semua program tersebut mempunyai sasaran yang sama yaitu membuat masyarakat menjadi sehat. Ada 2 kategori upaya kesehatan yang dilaksanakan UPT Puskesmas Kalahien, yaitu:
a.Upaya kesehatan Perorangan (UKP)- Kefarmasian-Lab, disediakan dalam bentuk: 1) Pelayanan Pemeriksaan um um 2) Pelayanan Pemeriksaan gigi dan mulut 3) Pelayanan Pemeriksaan KIA/KB 4) Pelayanan Gizi 147 5) Pelayanan Kefarmasian 6) Pelayanan Laboratorium
b.Upaya kesehatan Masyarakat (UKM), disediakan dalam bentuk: 1) UKM Essensial, meliputi: • Upaya Promosi Kesehatan • Upaya Kesehatan Lingkungan • Upaya KIA/KB • Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat • Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit 2) UKM Pengembangan, meliputi: • Upaya Kesehatan Jiwa • UKS/UKGS • Upaya kesehatan lanjut usia • Upaya Kesehatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PK.PR) • Upaya Kesehatan Kesehatan Kerja dan Olah Raga D. SUMBER DAYA Puskesmas Kalahien dalam menjalankan tugas dan fungsinya didukung oleh berbagai sumber daya seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana. Berikut ini akan disampaikan uraian terkait sumber daya- sumber daya sebagai input dalam pelaksanaan tugasnya.
a.Sum.her Daya Manusia Sumber daya manusia di UPr Puskesmas Kalahien terdiri dari tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan menjadi pelaku langsung pelaksanaan upaya kesehatan sedangkan tenaga kesehatan non kesehatan berfungsi sebagai pendukung upaya kesehatan. Tenaga kesehatan di UPI' Puskesmas Kalahien tersebar dalam 10 desa. Jurnlah sum.her daya manusia yang dimiliki UPI' Puskesmas Kalahien pada tahun 2024 sebanya.k. 55 orang. Berikut distribusi sumber daya manusia kesehatan berdasarkan jenis tenaga dan status kepegawaian di UPT Puskesmas Kalahien pada tahun 2024. 148 Tabd 2.1 Distri bu si SDM di UPI' Pus kesmas Kalahien Berdasarkan J enis 1'enaga dan Status Kepegawaian Tahun 2024 JENIS TENAGA JUMLAH NO. NAMATENAGA NON TENAGA PNS PNS 1 Dok terUmum 3 0 3 2 Dokter Gigi 1 0 1 3 Apoteker 1 0 1 4 Penyuluh Kesehatan Masyarakat 2 1 3 5 Perawat 14 3 17 6 Bidan 12 3 15 7 Asisten Apoteker 0 1 1 8 Pranata Laboratorium Kesehatan 1 1 2 9 Kesehatan Linglrungan 0 0 0 10 Terapis Gigi dan Mulut 3 0 3 11 Nutrisionis 2 0 2 12 Administrator Kesehatan 0 0 0 13 Administrasi Umum 4 2 6 14 Petugas Kebersihan 0 1 1 TOTAL 55
b.J ejaring Puskesmas Puskesmas Kalahien memilik:i Jejaring, sarana dan prasarana kesehatan dan non kesehatan yang menunjang dalam pelayanan di Puskesmas dan diluar Puskesmas. Secara rinci bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2 .2 Jaringan UPT Puskesmas Kalahien pada tahun 2024 NAMADESA PUSTU POSKESDES KETERANGAN KONDISI KALAHIEN - 2 PENDAASAM I 1 LEMBENG 1 - MABUAN 1 1 PARARAPAK 1 2 149 TANJUNG JAWA 1 1 MUARARIPUNG - 0 TELUK MAMPUN - 1 DANAU MASURA 1 0 MURUNG PAKEN - 1 TOTAL 6 9
c.Kinerja Pelayanan UPT Puskesmas Kalahien Hasil kinerja UPT Puskesmas Kalahien berdasarkan data tahun 2024 dapat kami sajikan sebagai berikut: Tabel 2.3. Hasil Pencapaian Kinerja Puskesmas UKM UPT Puskesmas Kalahien Tahun 2024 TARGET NO. INDIKATOR KINERJA CAPAIAN CAKUPAN UKM ESSENSIAL UPAYAPROMOSIKESEHATAN 1. Melaksanakan Kegiatan Gerakan Masyarakat 100% 100% Hidup Sehat (GERMAS)
2.Pembinaan Posyandu Aktif 100% 100% 3 . Persentase minimal 80 % posyandu aktif 80% 100% UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN Sarana arr mmum yang diawasi/ diperiksa
1.32% 25% kualitas air sesuai standar 2. Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang 32% 32% memenuhi syarat sesuai standar 3. Tempat dan Fasilitas Umum yang dilakukan 60% 0% pengawasan memenuhi syarat sesuai standar UPAYA KESEHATAN IBU, ANAK, DAN KELUARGA BERENCANA
1.Pelayanan kesehatan untuk ibu hamil (Kl) 100% 85%
2.Pelayanan kesehatan untuk ibu hamil (K6) 95% 68% 3. Pelayanan ibu hamil dengan komplikasi yang 100% 80% di rujuk 4. Pelayanan ibu hamil mendapat tablet TTD (min 100% 68% 90 tablet selama masa keham ilan) 150 5. Pelayanan ibu hamil KEK yang mendapatkan 100% 80% PMT
6.Pelayanan TT2 + bumil 95% 68%
7.Pelayanan pembinaan Keluarga RESTI Bumil 100% 80%
8.KB baru 100% 80%
9.Cakupan Peserta KB Aktif 100% 85%
10.cakupan pelayanan ibu nifas 100% 85% cakupan pertolongan persalinan oleh bidan
11.atau tenaga kesehatan yang mF.miliki 100% 80% kompetensi kebidanan
12.ibu nifas mendapatkan vitamin A 100% 85%
13.kunjungan neonatal 100% 85%
14.kunjungan neonatal resti 100% 80% 15. cakupan neonatus dengan komplikasi yang di 100% 80% tangani
16.Kematian neonatus 100% 1%
17.Bayi yang baru lahir mendapat IMD 100% 80%
18.Bayi dengan BBLR 100% 80%
19.HB-0 r 100% 85% I
20.SDIDTK bayi I 100% 85%
21.SDIDTK bayi II 100% 85%
22.cakupan MTBM 100% 85% UPAYA PELAYANAN GIZI
1.Cakupan D/S 85% 53% 2. Bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat 50% 35% ASI
3.Bayi 6-59 bulan mendapat vitamin A 90% 94% 4. Balita gizi kurang yang mendapat makanan 90% 100% tambahan
5.Balita mempunyai KMS 100% 100%
6.Stunting 16% 29,3% UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
1.Cakupan Desa UC! Puskesmas 80% 80% 2. Calrupan bayi usia 0 sampai 11 bulan yang 95% 91,2% mendapat imunisasi dasar lengkap 151 Cakupan Anak usia 12 sampai 24 bulan yang
3.mendapat imunisasi OPT-HB-HIB lanjutan 95% 50% BADUTA 4. Cakupan Anak usia 12 sampai 24 bulan yang mendapat imunisasi MR lanjutan BADUTA 95% 50% 5. Cakupan pelayanan imunisasi BIAS MR untuk 90% 100% anak usia sekolah 6. Cakupan pelayanan imunisasi BIAS TD untuk 90% 100% anak usia sekolah 7. Cakupan pelayanan imunisasi BIAS OT untuk 90% 100% anak usia sekolah Cakupan Ibu Hamil yang memiliki status
9.95% 62% Imunisasi T2+ Tidak
10.Penderita DBD ditangani sesuai standart 100% ada Kasus Tidak
11.Kasus DBD dilakukan PE 100% ada Kasus 3 Desa >90%
12.ABJ 95% 9 Desa <90% Tidak Penderita Malaria Klinis yang dilakukan
13.100% ada pemeriksaan SD Kasus Tidak 14. Penderita positif Malaria yang diobati sesuai 100% ada standar Kasus Tidak
15.Index Habitat (IH) <1% ada Kasus Persentase Ketepatan dan kelengkapan
17.Laporan Bulanan Sistem Terpadu Penyakit 90% 100% (STP) 152 Tidak
18.Penemuan Kasus Campak Klinis 100% ada Kasus 20. Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada penyakit 100% 100% berpotensi KLB 22. Skrining penyakit Frambusia pada anak usia 90% 90% SD
23.POPM Penyakit Kecacingan 100% 100% 24. Pengobatan dan pembinaan kelompok khusus 100% 100% (risiko IMS, HIV/ AIDS) 25. Cakupan penderita hipertensi yang mendapat 100% pelayanan kesehatan 26. Cakupan penderita Diabetes yang mendapat 100% pelayanan kesehatan UK.M PENGEMBANGAN PELAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH/USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH Sekolah yang mempromosikan kesehatan
1.100% 100% Reproduksi Remaja
2.Sekolah yang di lakukan Sosialisasi PKPR 100% 100% 3. Jumlah Remaja putri yang mendapat tablet 100% 85% tambah darah 4. Penjaringan SD sederajat/SMP sederajat/SMA 100% 100% sederajat PELAYANAN KESEHATAN LANSIA Cakupan Lansia Mendapatkan Skrining
1.100% Kesehatan - PELAYANAN KESEHATAN JIWA 1. Cakupan pelayanan pasien dengan gangguan 100% 100% jiwa terlayani sesuai dengan standar E. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN Tantangan pembangunan kesehatan yang dihadapi di tingkat global dan nasional ke depan akan semakin besar dan bervariasi. Tantangan tersebut pastinya juga akan berdampak pada pembangunan kesehatan di 153 tingkat daerah k.hususnya di UPT Puskesmas Kalahien Kabupaten Barito Selatan. Tantangan pembangunan kesehatan saat ini antara lain:
a.Kondisi sosial budaya masyarakat seperti masih adanya kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan kaidah kesehatan;
b.Kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar masih rendah;
c.Kondisi tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar masih rendah;
d.Kondisi status kesehatan masyarakat (masih tingginya AKI, AKB, Balita Gizi Burnk, Penya.kit Menular dan Penya.kit Tidak Menular);
e.Partisipasi masyarakat yang masih rendah dalarn pembangunan kesehatan;
f.Kondisi geografis dan akses tranportasi yang sulit;
g.Ketersediaan SDM Kesehatan yang sesuai standar masih rendah Selain tantangan yang akan dihadapi, tetapi ada beberapa peluang yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Setiap peluang sekecil apapun bisa menjadi nilai positif untuk menghadapi tantangan pembangunan kesehatan yang semakin besar ke depan. Peluang tersebut antara lain:
a.Dukungan dari Dinas Kesehatan terhadap kegiatan -kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas;
b.Dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui program BOK dan JKN;
c.Kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat;
d.Kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi;
e.Perkembangan teknologi informasi;
f.Kemitraan dengan lembaga LSM dan FKMPP.
1.Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
2.Pusat pemberdayaan masyarakat. 154
3.Pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.
4.Pusat pelayanan kesehatan perorangan primer. Pelaksanaan tugas dan fungsi UPT Puskesmas Kalahien dalam pembangunan kesehatan tentunya terdapat permasalahan. Berikut ini beberapa hasil identifikasi:
1.Kendala
a.Kendala Ekstemal 1) Rendahnya cakupan program karena disebabkan target yang terlalu tinggi yang tidak sesuai dengan keadaan jumlah penduduk. 2) Masih rendahnya kunjungan balita ke posyandu yang mengakibatkan kurang terpantaunya status gizi balita di desa secara keseluruhan. Hal ini dapat berakibat adanya gizi kurang maupun gizi buruk yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani. 3) Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan status ekonomi menengah ke bawah masih rendah. 4) Masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan, Pada beberapa desa di wilayah Puskesmas Kalahien masih rendahnya keluarga yang memiliki jamban sehat dan hamper seluruh rumah tidak memiliki pengelolaan limbah. 5) Masih rendahnya persalinan ibu hamil di faskes 6) Pembiayaan jaminan kesehatan (BPJS) banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga tidak dapat sepenuhnya diterimakan kepada masyarakat miskin. 7) Keadaan geografis yang tidak mendukung, seperti pemukiman penduduk terpencar, wilayah yang sangat luas dan akses jalan raya yang tidak ada serta akses transportasi sungai kedesa tujuan belum memadai.
b.Kendala Internal 1) Kurangnya jumlah tenaga administrasi, rekam medis dan sopir ambulans. 2) Kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan. 3) Sistem lnformasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal. 155 B. ISU STRATEGIS Berdasarkan identifikasi permasalahan terhadap tugas pokok dan fungsi Puskesmas dan hasil capaian program tahun sebelumnya dapat ditentukan isu - isu strategis yang harus ditindaklan juti oleh UPT Puskesmas Kalahien. Isu - isu strategis yang dihadapi UPT Puskesmas Kalahien dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya selama lima tahun ke depan adalah sebagai berikut:
1.Masih adanya Kematian lbu , Kematian Bayi, kasus Gizi Buruk dan BGM yang menentukan derajat kesehatan dan kualitas derajat hidup;
2.Kualitas dan Kuantitas SDM Kesehatan yang Belum Optimal;
3.Rendahnya Kualitas Kesehatan Lingkungan;
4.Masih Tingginya Angka Kesakitan Penyakit Menular dan Tidak Menular;
5.Alcses Pelayanan Kesehatan Belum Merata, Bermutu, dan Berkeadilan;
6.Peran Serta Masyarakat Terhadap Pembangunan Kesehatan Masih Rendah. "Mewujudkan Puskesmas Kalahien kesehatan yang berkualitas dan Masyarakat dalam bidang kesehatan" sebagai pusat pelayanan meningkatkan kemandirian Makna yang terkandung dalam visi UPT Puskesmas Kalahien tersebut diperjelas dalam tabel 4 . 1 berikut. Tabel 4.1 Penjelasan Visi UPT Puskesmas Kalahien VISI POKOK VISI PENJELASAN VISI Mewujudkan Se bagai pus at Salah satu tujuan dari puskesmas Puskesmas pelayanan kalahien adalah memberikan pelayanan Kalahien se bagai kesehatan yang profesional sesuai dengan profesi pusat pelayanan yang dalam pengelolaan kesehatan melalui kesehatan yang berkualitas UKP dan UKM dengan mengedepankan VISI berkualitas dan meningkatkan kemandirian Masyarakat dalam bidang kesehatan POKOK VISI 156 PENJELASAN VISI upaya promotif dan preventi serta didukung juga dengan Kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas. Sehingga harapan peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi optimal. Meningkatkan Pemberdayaan masyarakat merupakan kemandirian kunci dari implementasi paradigma sehat masyarakat yang ada dimasyarakat, sehingga dalam bidang masyarakat bisa mengelola secara kesehatan mandiri terkait kebutuhan kesehatannya dengan kaidah-kaidah yang sesuai. Pokok visi UPI' Puskesmas Kalahien menunjuk.kan bahwa puskesmas kalahien merupakan penyelenggara dan pelaksana pembangunan kesehatan yang berkualitas dan bermutu dengan melibatkan masyarakat agar mandiri dalam pengelolaannya. B. MISI BLUD UPT PUSKESMAS Misi merupakan rumusan upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi UPT Puskesmas Kalahien. Misi UPT Puskesmas Kalahien merupakan bentuk uraian upaya yang akan dilakukan. Dalam perencanaan misi ini penting untuk memberikan kerangka dalam mencapai tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Misi UPI' Puskesmas Kalahien sebagai berikut:
1.Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM;
2.Menerapkan Pelayanan Kesehatan yang bermu tu sesuru Standar Pelayanan Minimal;
3.Advokasi pembangunan yang berwawasan kesehatan;
4.Mendorong masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri;
5.Meningkatkan kerja sama Lintas sektor & partisipasi masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan. C.TUJUAN Dalam upaya mencapai visi dan misi UPT Puskesmas Kalahien , dirumuskan suatu bentuk yang lebih terarah yaitu berupa tujuan dan sasaran . Tujuan dan sasaran akan menjadi dasar penyusunan kinerja 157 selama lima tahun. Tujuan yang akan di capai UPT Puskesmas Kalahien adalah sebagai berikut:
1.Dalam mewujudkan misi keempat yaitu "Mendorong masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri'', maka tujuan yang ingin dicapai adalah:
a.Perilaku hidup bersih dan sehat dapat tercapai .
b.Timbul masyarakat yang sehat.
c.Angka kesakitan berkurang.
2.Dalam mewujudkan misi kesatu dan kedua yaitu "Menerapkan Pelayanan Kesehatan yang bermutu sesuai Standar Pelayanan Minimal" dan "Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM", maka tujuan yang ingin dicapai adalah :
a.Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas penyakit menular dan penyakit tidak menular.
b.Meningkatkan status gizi masyarakat kesehatan.
c.Meningkatkan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kalahien (Universal Coverage).
d.Meningkatkan ketersediaan SDM Kesehatan yang bermutu, profesional, dan merata.
e.Meningkatkan ketersediaan obatdan alat kesehatan sesuru standar.
f.Meningkatkan manajemen kesehatan yang bennutu dan efektif.
3.Dalam mewujudkan misi ketiga yaitu : "Advokasi pembangunan yang berwawasan kesehatan", maka tujuan yang ingin dicapai adalah : a . Mengevaluasi um.pan balik dan melakukan tindak lanjut terhadap setiap umpan batik
b.Sarana dan prasrana puskesmas dilengkapi.
c.Meningktakan standart pelayanan. 4 . Dalam mewujudkan misi kelima yaitu : 'Meningkatkan kerja sama Lintas sektor & partisipasi masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan" . Maka tujuan yang ingin dicapai adalah:
a.Rutin menjalankan kegiatan yang bekerja sama dengan masyarakat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
b.Meningkatkan peran dan fungsi serta keterlibatan stakeholder yang terkait dalam pembangunan kesehatan 158 D.SASARAN Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai atau dihasilkan oleh UPT Puskesmas Kalahien dalam jangka waktu dua tahun terakhir. Sasaran merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis. Sasaran harus bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur dan menantang namun dapat dicapai. Berdasarkan hal tersebut diatas, UPT Pukesmas Kalahien Kabupaten Barito Selatan menetapkan sasaran sebagai berikut:
1.Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit serta KLB
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat dan terstandar
3.Terciptanya masyarakat yang mandiri dalam berperilalru hidup sehat saat mengatasi masalah kesehatan,
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, merata terutama permasalahan kesehatan pada masyarakat miskin dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.
8.Terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terpadu dan akurat untuk pemanfaatan pengambilan keputusan.
9.Meningkatnya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan melalui JKN
10.Terwujudnya pelayanan kesehatan berbasis kinerja. E. STRATEGI DAN ARAB KEBIJAKAN
1.Strategi Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka strategi yang akan dilaksanakan pada periode 2025-2026 adalah sebagai berikut:
l.Mengembangkan surveilans penyakit dan masalah kesehatan berbasis masyarakat.
2.Meningkatkan peran serta masyarakat, kesadaran masyarakat, desa siaga dan peningkatan KJE (komunikasi, informasi dan edukasi) dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan perilalru hidup bersih dan sehat. 159
3.Pengembangan pengelolaan arr minum / bersih, pembuangan air limbah, jam.ban keluarga dan pembuangan sampah dengan pendekatan berbasis masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna.
4.Meningkatkan penanggulangan masalah gizi melalui pemberian makanan tambahan dan suplemen (vitamin) dan peningkatan keluarga sadar gizi.
5.Meningkatkan pembinaan terhadap penggunaan obat yang rasional di lingkup pelayanan Puskesmas.
6.Memenuhi kebutuhan sarana, prasarana termasuk sumber daya manusia, obat- obatan dan perbekalan kesehatan di pelayanan kesehatan.
7.Meningkatkan manajemen Puskesmas.
8.Meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan wajib maupun pengembangan.
9.Menerapkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan Prosedur yang telah disusun.
10.Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang lengkap, akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
11.Meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pengembangan dan pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas.
2.Kebijakan Kebijakan merupakan arah yang diambil dalam menentukan bentuk program dan kegiatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan sesuai dengan paradigma sehat dimasyarakat. Kebijakan tersebut adalah:
1.Peningkatan kegiatan Promosi Kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam rangka berperilaku hidup bersih dan sehat
2.Peningkatan kualitas sanitasi dasar.
3.Peningkatan pembinaan sanitasi di TUPM, ITU dan institusi.
4.Peningkatan dan penguatan peran serta masyarakat melalui pendampingan dalam pengembangan UKBM dan desa siaga.
5.Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
6.Melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala pada siswa sekolah.
7.Peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan masyarakat. 160
8.Pemenuhan alat kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan pada Puskesmas dan jaringannya sesuai dengan kebutuhan.
9.Perbaikan / rehabilitasi Puskesmas dan jaringannya.
10.Penerapan penggunaan obat rasional di sarana kesehatan.
11.Menurunkan angka kematian ibu, bayi melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
12.Melakukan rujukan pada ibu hamil resiko tinggi
13.Pendampingan persalinan oleh dua tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
14.Peningkatan gizi keluarga dan masyarakat melalui pemberian PMT, vitamin pada balita, ibu hamil dan ibu nifas.
15.Melakukan penyuluhan dan pemberdayaan keluarga dalam membiasakan konsumsi aneka ragam makanan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, penggunaan garam yodium dan suplemen zat gizi.
16.Pencapaian UCL
17.Peningkatan kegiatan surveilans sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan KLB.
18.Peningkatan koordinasi lintas sektor melalui pertemuan di tingkat Kecamatan.
19.Peningkatan manajemen Puskesmas (Perencanaan, Pelaksanaan, Penilaian / Evaluasi) dan kualitas informasi kesehatan. BABV PENUTUP Perencanaan strategi ini merupakan kesepakan bersama seluruh karyawan atau petugas yang menjalankan program dan kegiatan di UPT Puskesmas Kalahien yang merupakan pe:rwujudan komitmen dan cita-cita UPT Puskesmas Kalahien dalam pembangunan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kalahien dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat teutama di tingkat desa sebagai tonggak pelaksanaan kegiatan dan pembangunan kesehatan . Program dan kegiatan dilaksanakan secara rutin dan terus menerus, dengan memprioritaskan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat melalui standar pelayanan minimal dengan pengembangan inovasi-inovasi unggulan dari masing-masing program atau masing-masing puskesmas ataupun pelaksana program dan kegiatan itu sendiri. 1&1 Pelaksanaan evaluasi dilaksanakan secara berkala bulanan melalui mini lokakarya Puskesmas, tribulanan melalui mini lokakacya lintas sektor , semester dan tahunan atau tergantung situasi keadaan saat itu . Hasil evaluasi dipakai sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dan langkah- langkah selanjutnya. Demikianlah Rencana Strategis UPT Puskesmas Kalahien ini disusun sebagai arah dan pedoman bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam merencan~ melaksanakan pengembangan program yang tertuang dalam Rencana Kerja tahunan, sehingga setiap program dan kegiatan disetiap unit kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaannya. 162 LAMPIRAN VI PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ? 7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS . PUSAT KESEHA TAN MASY ARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS BARU A. Latar Belakang BABI PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningk:atkan kesadaran, kemauan, dan kemam.puan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi -tingginya. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam. periode sebelumnya, oleh karena itu perlu disusun rencana pembangunan kesehatan yang berkesinam.bungan. Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertam.a. 163 Upaya kesehatan yang diselenggarak.an di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarak.at. Upaya kesehatan masyarak.at terdiri dari Upaya kesehatan Masyarakat esensial dan upaya kesehatan Masyarak.at Pengembangan. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarak.at harus secara menerapkan terpadu yaitu azas azaspenyelenggaraan puskesmas pertanggungjawaban wilayah, keterpaduan dan rujukan. pemberdayaan masyarakat, Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka puskesmas harus melaksanakan kegiatan manajemen dengan baik. Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis untuk menghasilkan luaran (output) puskesmas secara efektif dan efisien. Kegiatan manajemen puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan. Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan puskesmas tersebut maka Puskesmas Baru menyusun Rencana Strategis (Renstra) sebagai kerangka acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan selama kurun waktu tertentu. Berdasarkan permendagri nomor 79 tahun 2018 tentang badan layanan umum daerah pasal 41 ayat 1 dan 2
1.Renstra Merupakan perencanaan 5 (tahun) yang disusun menjelaskan strategi pengelolaan BLUD dengan mempertimbangkan alokasi sumberdaya dan kinerja dengan menggunakan teknik analisa bisnis
2.Renstra sebagaimana dimak.sud pada ayat (1), ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah Dalam pasal 42 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa
a.Unit Pelaksana Teknis Dinas / Badan Daerah yang akan menerapkan BLUD, menyusun Renstra sesuai dengan ketentuan peraturan perundang -undangan sebagai 164 bagian dari Renstra SKPD
b.Penyusunan Renstra sebagaimana dimaksud pada ayat
a.Sebelah utara : Jelapat, Buntok
b.Sebelah Selatan : Kecrunatan Karau Kuala
c.Sebelah Timur : Kabupaten Kapuas
d.Sebelah Barat : Kadalan, Buntok Luas wilayah kerja UPT Puskesmas Baru adalah ± 217,80 km2. Wilayah kerja Puskesmas Baru terdiri dari 6 desa yaitu: Ba.ru, Danau Sadar, Teluk Telaga, Muara Talang, Bambaler, dan Madara. Gambar 1. Peta Wilayah Kerja UPf Puskesmas Baru Sumber: googlemap.
2.Kependudukan Jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Barn Tahun 2023 sebesar 8 .486 jiwa. Dimana jumlah penduduk wanita sebanyak 4.365 jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 4.121 dengan jumlah Kepala Keluarga sebesar 2.273 KK yang tersebar di Desa Barn. Dengan Luas wilayah Desa Baru ± 105,00 Km2 maka diketahui angka kepadatan penduduk ± 80,8 Jiwa/Km.2, Mata pencaharian penduduk di Desa Baru sangat bervariasi yaitu Nelayan, Pegawai Negeri Sipil, TNI/POLRJ, buruh, pensiunan, pedagang, peternak, petani/kebun dan tukang bangunan serta karyawan swasta. 178 Berdasarkan Keadaan Sosial Budaya dan Ekonomi, sebagian besar penduduk wilayah kerja Puskesmas Baru beragam.a Islam sekitar 92,2 %, beragama Kristen Protestan 6,2 %, Katolik 1,2 %, dan Hindu 0,4 %. Sedangkan keadaan ekonomi penduduk sebagian besar yalm.i menengah ke bawah.
3.Demografi Pada tahun 2023 jumlah penduduk di wilayah UPT Puskesmas Baru terbagi atas 6 Desa, seperti terlihat pada tabel 2.3.1 berikut ini : Tabel 2.3.1 Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin NO DESA LAKI-LAKI PEREMPUAN TOTAL 1 DESABARU 2.703 3.006 5.709 2 MUARA TALANG 239 227 466 3 TELUK TELAGA 247 245 492 4 DANAU SADAR 565 510 1.075 5 MADARA 247 248 495 6 BAMBALER 120 129 249 NO 1 2 3 4 5 6 179 Tabel 2.3.2 Data Sarana Pendidikan Di Wilayah Upt Puskesmas Baru Tahun 2024 PUSTU/ TK SD/ SMP POSKESDES MIN DESA BARU TKRA. An- SDN 1 SMPS Nur BARU Dusun Selatan TKMAWAR SON 2 MTsAl BARU Mujahidin Baru TK Melati MIS Shiratul Jannah TKRA Syuhada MUARA TKAl SDN SMP TALANG Misbah Muara SATAP 3 Talang Dusun Selatan TELUK TK SDN - TELANG Harapan Teluk. Bunda Talaga DANAU TKAnggrek: SDN - SADAR Danau Sadar TK Viktoria MADARA TK SDN SMP Kaharapen Madara SATAP 5 Dusun Selatan BAMB ALER - SD N - Bambal er SMA/ SMK SMAN 3 Dusun Sel atan - - - - - 180 4.UKBM Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu Balita, Posyandu Lansia, dan Posbindu PTM. Jumlah Posyandu di wilayah UPT Puskesmas Baru sebanyak 6 buah. Tabel 2.4. Data Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat(Ukbm) Di Wilayah Upt Puskesmas Baru Tahun 2024 NO PUSTU / POSKESDES POSYANDU,POSLAN,POSBINDU 1 DESABARU ANGGREK, MAWAR, MELATI,DAHLIA 2 MUARA TALANG MAWAR 3 TELUK TELA.GA MELATI 4 DANAU SADAR BENANGIN 5 MADARA SUKABANGUN 6 BAMBALER BAMBALER 181
5.Jaringan Puskesmas Dalam rangka meningkatkan a.ksesibilitas pelayanan, Puskesmas didukung oleh jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Jaringan pelayanan puskesmas sebagaimana dimaksud terdiri atas Puskesmas Pembantu dan Poskesdes. Di wilayah UPT Puskesmas Barn pada Tahun 2023, jumlah Puskesmas Pembantu ada 1 (satu) buah, Poskesdes sebanyak 6 {enam) buah. Secara konseptual puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk 8.412 jiwa. Tabel 2.5 Data Jaringan Dan Wilayah Binaan Upt Pusk:esmas Baru NO JARINGAN WILAYAH KERJA 1 POSKESDES BARU DESABARU 2 POSKESDES MUARA TALANG DESA MUARA TALANG POSKESDES TELUK 3 DESA TELUK TELAGA TELAGA 4 POSKESDES DANAU SADAR DESA DANAU SADAR POSKESDES MADARA DESA MADARA 5 PUSTU MADARA DESAMADARA 6 POSKESDES BAMBALER DESA BAMBALER 7 182
6.Tempat - Tempat Umum Di wilayah kerja UPT Puskesmas Barn terdapat tempat-tempat umum/ sarana publik seperti pasar tradisional, sekolahan, perkantoran, dan tempat ibadah.
7.Saran a Prasarana Sarana dan prasarana penunjang di UPT Puskesmas Baru terdiri dari aset bergerak dan aset tidak bergerak, yaitu gedung kantor, ambulance, speed boat, kendaraan bennotor, rumah dinas, dll seperti dalam tabel berikut : Tabel 2.7 Sarana Dan Prasarana Upt Puskesmas Baru No. URAIAN ASET JUMLAH
1.Aset Tidak Bergerak : Gedung Puskesmas 2 Gedung Puskesmas Pembantu 1 Gedung Poskesdes 6 Ru.mah Dinas 3
2.Aset Bergerak : Mobil Ambulance 1 Speed Boat 1 Kendaraan Bennotor 8 183 B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupa.kan pusat pengembangan kesehatan masyara.kat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Adapun Struktur Organisasi UPT Puskesmas Baru adalah sebagai berikut:
1.Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas bertugas memimpin dalam melaksanakan program kesehatan yang telah digariskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Dalam pelak:sanaannya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan.
2.Unit Tata Usaha Unit Tata Usaha terdiri dari Urusan Adm.ini.strasi Umum dan Kepegawaian melakukan kegiatan pengelolaan urusan umum yang mencakup urusan surat menyurat dan urusan kepegawaian. Urusan Gambaran Keuangan adalah yang mengelola keuangan yang bersumber APBD, BOK, JKN dan Retribusi Pasien. Urusan Data dan Informasi adalah yang melakukan pencatatan dan pelaporan data di Puskesmas. Penanggung Jawab Usaha Kesehatan Perseorangan {UKP) Upaya Kesehatan Perseorangan Tingkat pertama dilak:sanakan dalam bentuk : a) Rawat jalan; b) PelayananGawatDarurat; c) Pelayanan Satu Harl (one day care) d) Home care; dan / atau. e) Rawat Inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan Untuk melaksanakan usaha Kesehatan perseorangan puskemas harus menyelenggarakan : a) Manajemen Puskesmas; 184 b) Pelayanan Kefarmasian; c) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat; dan d) Pelayanan Laboratorium
3.Penanggung Jawab Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) Upaya Kesehatan Masyarakat Tingkat pertama meliputi Upaya Kesehatan Masyarakat esensial dan Upaya Kesehatan Masyarakat pengembangan. Upaya Kesehatan Masyarakat sebagimana dimaksud sebagai berikut: a) Pelayanan PromosiKesehatan; b) Pelayanan Kesehatan Lingkungan; c) Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, dan KeluargaBerencana; d) Pelayanan Gizi; dan e) Pelayanan Pencegahan dan PengendalianPenyak:it Upaya Kesehaatan Masyarakat Pengembangan merupakan Upaya Kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan / atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensisum berdaya yang tersedia di masing - masing puskesmas
4.Jaringan Pelayanan (Puskesmas Pembantu, Poskesdes) Puskesmas Pembantu sebagaimana dimaksud memberikan pelayanan kesehtan secara permanen di suatu Lokasi dalam wilayah kerjaPuskesmas. Puskesmas Keliling sebagaiman dimaksud mernberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile), untuk meningkat kanjangkauan dan mutu pelayanan bagi rnasyarakat di wilayah kerja Puskesrnas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam Gedung Puskesmas. Bidan Desa sebagaimana dimaksud merupakan bidan yang diternpatkan dan berternpat tinggal pada suatu desa dalam wilayah kerja Puskesmas. 185
5.Jejaring Pelayanan (Rumah Sakit) Pusksemas dalammenyelenggarakan Upaya Kesehatan dapat melaksanakan rnjukan. C.Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 disebutkan bahwa puskesmas bertanggung-jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan wajib adalah upaya yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas disebut basic six yaitu :
1.Upaya Promosi Kesehatan,
2.Upaya Kesehatan Lingkungan,
3.Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana,
4.Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat,
5.Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular serta
6.U paya Pengo batan. Upaya kesehatan pengembangan adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan ini dapat dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok puskesmas yang telah ada yaitu :
1.Upaya Kesehatan Sekolah
2.Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
3.Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
4.Upaya Kesehatan Jiwa
5.Upaya Kesehatan Lan.jut Usia 186 Program Pokok UPT Puskesmas Baru.
1.Kesehatan Ibu, Bayi, Anak balita, Remaja dan Keluarga Berencana
a.Kesehatan lbu
b.Kesehatan Bayi
c.Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja
d.Pelayanan Keluarga Berencana
e.Pelayanan Prausila dan Usila
2.Upaya Perbaikan Gizi
a.Pelayanan Gizi Masyarakat
b.Penanganan Gangguan Gizi
c.Pemantauan Status Gizi
3.Promosi Kesehatan
a.Pengembangan Desa Siaga
b.Pemberdayaan Dalam PHBS
c.Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKBM)
4.Kesehatan Lingk:ungan
a.Penyehatan Air
b.Penyehatan Makanan dan Minuman Bersumber
c.Penyehatan Pernmahan dan Sanitasi Dasar
d.Pembinaan Tempat-Tempat Umum (TIU)
e.Pelayanan Klinik Sanitasi
f.Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
5.Upaya Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Menular
a.Penyakit Diare
b.Penyakit ISPA
c.Penyakit Kusta
d.Penyakit TB Pam Daya 187
e.Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan HIV/ AIDS
f.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
g.Pelayanan lmunisasi
h.Pengamatan Penyakit (Survelence Epidemiologi)
6.Pengobatan
a.Klinik Gizi
b.Klinik Sanitasi
c.Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja
7.Pemeriksaan Laboratorium
1.Program Kesehatan lbu Dan Anak Serta Keluarga Berencana
a.Cakupan Ibu Hamil K4
b.Cakupan Pelayanan Komplikasi Kebidanan
c.Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
d.Cakupan Pelayanan Nifas
e.Cakupan Pelayanan Neonatus dengan komplikasi
f.Cakupan pelayanan Neonatal
g.Cak:upan Pelayanan Anak Balita
h.Cakupan Kunju.ngan Bayi
i.Cakupan Pelayanan KB Aktif
j.Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
k.Ca.kupan Pelayanan Prausila dan Usila Tabel. Gambaran Pencapaian Program KIA di Puskesmas Baru Januari - Oktober Tahun 2024 No Indikator Sasaran Pencapaian Persentase 1 K4 97 41 42,26 2 Salin Nakes 96 66 68,75 3 Pelayanan Nifas 96 65 67,70 4 Kunju.ngan Bayi 95 63 66,31 5 Peserta KB Aktif 1.046 873 83,46 188 Beberapa cakupan masih rendah dikarenakan mobilisasi penduduk yang cukup tinggi sehingga sasaran tidak terpantau semua, yang mempengaruhi pencapaian program. Lokasi tempat pekerjaan warga terletak jauh dari tempat tinggal mereka yang memaksakan anggota keluarganya ikut serta termasuk bayi dan anak-anaknya tinggal di lingkungan bekerja. Sepanjang tahun 2024 program KIA juga melaksanakan beberapa kegiatan seperti Kelas ibu hamil untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ibu memelihara kehamilan, saat persalinan dan pasca persalinan. Penjaringan ibu hamil resiko tinggi juga dilakukan untuk mengurangi resiko persalinan. Persalinan oleh tenaga non nakes juga masih ada terjadi walaupun kemitraan bidan dan dukun sudah dilaksanakan, hal ini disebabkan pengaruh budaya dan kekhawatiran keluarga bumil yang tidak mau dirujuk ke Rumah Sakit apabila terindikasi dirujuk. Pemantauan kesehatan bayi/balita juga dilakukan dengan melakukan sweeping bayi/ balita yang tidak datang ke posyandu.
2.Program Gizi Indikator Program Gizi tahun 2024: • Persentase kasus Balita gizi buruk mendapat perawatan • Persentase Balita yang ditimbang (D/S) • Persentase Balita yang kurang dari 6 bulan mendapat ASI eksklusif • Persentase rumah tangga yang menggunakan garam. beryodium • Persentase Balita mendapat kapsul Vitamin A • Persentase Ibu hamil yang mendapat tablet Fe minimal 90 tablet selama masa kehamilan • Persentase Balita bawah garis merah (BGM) • Per sen tase Ibu hamil Anemia 189 Sehubungan SPM (Standar Pelayanan Minimal) Program Perbaikan Gizi tahun 2015-2019 tersebut diterima oleh Puskesmas di akhir 2021, maka beberapa lndikator masih belum diperoleh datanya tahun 2018 adalah Persentase ibu ham.il KEK yang mendapat PMT, persentase balita kurus yang mendapat PMT, persentase remaja puteri yang mendapat tablet tambah darah, persentase bayi baru lahir yang dapat IMD, dan persentase BBLR. Sepanjang tahun 2023 program gizi masih menggunakan indikator yang sebelumnya (8 indikator) yaitu: Tabel. Indikator Program Gizi beserta Target dan Pencapaian di Tahun 2024 No Indikator Target Sasaran Realisasi Capaian (%) % 1 Balitayang 100% 309 254 82,20 % ditimbang (D/S) 2 Balita bawah garis 100% 309 10 3,23% merah (BGM) 3 Bayi yang 100% 95 28 29,47 % mendapat ASI Eksklusif 4 Ibu ha.mil yang 100% 97 41 42,26% medapat tablet Fe 5 Balita mendapat 100% 309 237 76,69% kapsul vitamin A 6 Balita Gizi burnk 100% 0 0 0 yang mendapat Perawatan 7 Desa yang 100% 9 9 100% melaksanakan surveilans gizi 8 Pemberian tablet 100% 226 226 100% tambah darah 190 Dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan, dari beberapa indikator yang ada, sebagian besar sudah terlaksana dengan baik:, walaupun masih ada pencapaian yang belum sesuai dengan target SPM 2022, namun sebagian besar dari kegiatan yang ada sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
3.Program Promosi Kesehatan (PROMKES) Promosi Kesehatan Puskesmas adalah Upaya Puskesmas melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap individu, keluarga serta lingkungannya secara mandiri agar berprilak:u Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kesehatan merupakan kebutuhan setiap orang, namun keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan itu sendiri membuat pembangunan kesehatan itu sendiri kadang mengala.mi kemunduran. Oleh karena itu dianggap perlu untuk menyebar luaskan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan media inform.asi lainnya. Sepanjang tahun 2024 ini, UPT Puskesmas Baru telah melakukan berbagai upaya untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya prilaku hidup bersih maupun informasi kesehatan lainnya, melalui Penyuluhan lansung kemasyarakat, buletin, dan lain-lain. Adapun rincian kegiatan tersebut adalah sebagai berik:ut: A. Pemberdayaan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat ( UKBM)
1.Posyandu
a.Tingkat Perkembangan Dari 5 desa dan 1 dusun yang menjadi wilayah binaan UPT Puskesmas Baru sudah terbentuk 9 Posyandu. Dari 9 Posyandu yang sudah terbentuk, dapat dianalisis perkembangannya sebagai berikut: 191 Tabel : Tingkat Perkembangan Posyandu di Baru Tahun 2023 No Perincian ( % ) 1 Posyandu Pratama 0 2 Posyandu Madya 4 3 Posyandu Pu.mama 3 4 Posyandu Mandiri 2
b.Intervensi Intervensi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tingkat perkembangan posyandu adalah : • Untuk meningkatkan Posyandu Pratama menjadi Posyandu Madya, diperlukan penyegaran dan mengaktifkan kembali kader posyandu yang sudah ada. • Diperlukan pelatihan tokoh masyarakat dan program tam.bahan seperti simulasi, pendekatan PKMD, atau survey mawas diri • Untuk meningkatkan ketiga pain tersebut diatas diperlukan intervensi dalam. bentuk forum komunikasi baik ditingkat puskesmas dan desa, serta adanya pelatihan Dana Sehat. Capaian Program Pelayanan Promosi Kesehatan No Jenis Kegiatan Target Pencapaian Sasaran A Kegiatan penggerakan Masyarakat :
1.Penyuluhan dan 6 Desa 100% pelayanan KB
2.Penyuluhantentang Kesehatan Reproduksi 5 Sekolah 100% pada remaj a disekolah 192 B Mendorong Terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat :
1.Posyandu Purnama 9 Posyandu 4 Posyandu (44,44 %)
2.Posbindu 9 Posbindo 100%
4.Program Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit Menu.lar Upaya Pencegahan dan Pemberantasan penyakit menular merupakan suatu usaha untuk menghilangkan atau merubah cara berpindahnya penyakit menular atau infeksi. Program ini bertujuan untu.k mengurangi anka kesakitan (morbiditas) dan kematian Penduduk (mortalitas) sehingga IMR menurun. Upaya yang telah dilaksanakan yaitu:
a.Mengumpulkan data dan mengalisa data penyakit
b.Penyelidikan langsu.ng kelapangan sumber penularan penyakit menular
c.Menyembuhkan penderita agar tidak menjadi sumber infeksi
d.Imunisasi
e.Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit menular
f.Pemeriksaan laboratorium
g.Pelatihan kader - kader tentang penyakit menular
h.Kegiatan survey epidemiologi Kegiatan pencegahan dan pernberantasan penyak:it rnenular ini rneliputi 1) Program TB Paru Merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka pemberantasan penyakit TB Paru. Penyakit TBC merupakan penyak:it endemi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia. Dan kasus TB 193 paru masih ban.yak terdapat di Kabupaten Barito Selatan. Adapun kegiatan program ini sebagai berikut:
a.Penemuan dan diagnosa penderita
b.Penentuan klasifi.kasi penyakit dan tipe Tuberkulosis
c.Pemeriksaan dahak secara Mikroskopis langsung
d.Pemeriksaan Kontak serumah
e.Pengobatan penderita dan pengawasan pengobatan
f.Cross Check sedian dahak
g.Penyuluhan tuberkulosis
h.Pencatatan dan pelaporan
i.Pengelolaan logistic Tabel. Hasil Penemuan Penderita TB Paru Tahun 2024 TRIWULAN JENIS OAT KATI KATDBTA KATm BTA(- KAT ANAK BTA (+) (+) Kambuh ) Ro(+) TWI 2 Org 0 Org 0 Org 0 Org TW TI 3 Org 0 Org 0 Org 0 Org TW III 2 Org 0 Org 0 Org 1 Org TWIV 1 Org 0 Org 0 Org 0 Org JUMLAH 8 Org 0 Org 0 Org 0 Org Tabel. Hasil Akhir Pengo batan BTA (+) Ro(+) SEMBUH AP MENINGGAL DO MDR TW I 2 0 0 0 0 0 0 TWD 4 0 0 0 0 0 0 TWm 5 0 3 0 0 0 0 TWIV 1 0 1 0 0 0 0 JUMLAH 12 0 14 0 0 0 0 194
5.Surveylans Tabel. Hasil Penemuan 10 Penyakit Dengan Kunjungan Terbanyak ke Puskesmas Tahun 2024 No Nam.a Penyakit Jumlah % I. ISPA 176 22,97
2.Hipertensi 150 19,58 3 . Gastritis 138 18,01
4.Dispepsia 131 17,10
5.Penyakit lain pada saluran 49 6,39 pemapasan bawah
6.Rematoid Artritis 39 5,09
7.Diare 2 1 2,74
8.Dermatitis 21 2,74
9.Penyakit Kulit/ Alergi 21 2,74
10.Ostreo Artitis 20 2,64 Total 766 100
6.Program Imu .nisasi Tabel . Analisa Desa U ci NO DESA Sasaran Jumlah % DESA UCI tahunan Im.unisasi Pencapaian ATAUNON SI Lengkap UCI 1 Baru 69 35 53,03 % Non Uci 2 Danau sadar 15 9 60% Uci 3 Teluk Telaga 6 2 40% Non Uci 4 Muara Talang 8 2 25% Non Uci 5 Madara 10 0 0% Non Uci PUSKESMAS 104 21 46,15% 195
7.Program Kesehatan Lingkungan
a.Pendahuluan Kesehatan adalah suatu keadaan yang meliputi kesejahteraan fisik, mental, sosial, yang tidak hanya berarti suatu keadaan bebas dari penyakit dan kesehatan. Lingkungan adalah tempat pemukiman dengan segala sesuatu dimana organismenya itu hldup beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung/tidak langsung dapat diduga ikut mempengaruhl tingkat kehldupan maupun kesehatan dari organisme itu. Kesehatan lingku.ngan (HAKLI) adalah suatu kondisi lingku.ngan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingku.ngannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat sejahtera dan bahagia. Kesehatan lingkungan (WHO) adalah suatu keseim.bangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
b.Tujuan Tujuan akhir dari pembangunan lingku.ngan adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara lingku.ngan dan manusia dan lingkungannya. Lebih Ian.jut penekanan pembangunan nasional akan memperhatikan aspek lingkungan sehingga tercipta suatu pembangunan yang berkelanjut. Dengan demikian semua kegiatan yang berpengaruh terhadap lingkungan termasuk (Rumah sehat, Penampungan Air Bersi~ Jamban, Tempat Pembuangan sampa~ Saluran pembuangan air limbah), harus selalu diperhatikan karena dapat menimbulkan dampak yang negative terhadap lingkungan. Berikut ini beberapa kegiatan di program Kesehatan Lingkungan yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Baru:
1.lnspeksi Rumah Sehat
2.Inspekasi Jamban keluarga yang memenuhi syarat
3.Pemantauan Angka Bebas Jentik
4.Desa dengan STBM (Stop BAB sembarangan) 196
5.Tempat-tempat Umum (Ttu) yang memenuhi syarat
6.Kualitas air minum yang memenuhi syarat fisik, biologi, kimia
7.Saran.a air bersih (perpipaan,sumur, PAH)
8.Tempat pengolahan makanan (TPM) yang memenuhi syarat. Tabel. Target dan Pencapaian dari masing -masing inclikator Program Kesling No Jenis Kegiatan Target Pencapaian (%) Sasaran (%) A IPenyehatan Air fuspeksi Sanitasi Sarana 1 IAir Bersih/Inspeksi 68% 79,67% Depot Air Isi Ulang B Hygiene sanitasi 68% 100% makanan dan minuman 1 Inspeksi sanitasi tempat 60% 31 % tpengelolaan makanan 2 IPembinaan tempat 27,3 % 20,7% pengelolaan makanan Penyehatan lingkungan C oermukiman dan jam ban 100% 31% keluarga Pemeriksaan penyehatan 1 lingk:ungan pada 100% 90% perumahan 2 Pemicuan STBM 100% 100% D Pengawasan sanitasi 65°/o 38,1% ltempat-tempat umum 1 Inspeksi sanitasi tempat- 65% 38,1% tempatumum 197 A. Rumah yang sehat Definisi perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan saran.a dan prasarana lingkungan.
a.Penyakit yang berhubungan dengan rumah yang tidak sehat adalah TBC, Trachoma, Influenza, Frambusia, penyakit kulit.
b.Sebab-sebab rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah : Ekonomi yang rendah, kurang mengerti tentang kesehatan, penghuni terlalu padat, lingkungan yang jelek.
c.Syarat rumah yang sehat Memenuhi kebutuhan fisiologis (suhu 200 - 2sOc), cukup .rnang gerak 5 meter persegi perorang, cukup ventilasi 10% x luas lantai, cukup cahaya 20% x luas. - Memenuhi syarat psikologis (ada rasa tentram, ada tempat untuk keluarga berkumpul, jauh dari kesibukan luar). - Terhindar dari bahaya kecelakaan (kontruksi rumah dari bahan yang kuat). - Terhindar dari terjangkitnya penyakit (tersedia sumber air yang memenuhi syarat kesehatan, terdapat tempat sampah, WC, pembuangan air limbah, bebas serangga dan tikus). - Yang timbul akibat rumah yang buruk adalah : - Penularan penyakit - Pencemaran lingkungan.
8.Program Pengobatan Total Kunjungan Pasien Tahun 2024 Tabel. Kunjungan Pasien Di UPT Puskesmas Baru Tahun 2024 No Poli Tujuan JUMLAH 1 Poli Umum 1262 kunjungan 2 Poli Gigi 65 kunjungan 3 Laboratorium 1312 kunjungan No 1 2 3 4 5 198 Tabel. Diagnosis dan Tindakan pada Kunjungan Pasien di Poli Gigi Tahun 2024 Diagnosis JUMLAH Persistensi (Gigi Berlapis) 28 kunjungan Caries den tis 10 kunjungan Pencabutan gigi susu 16 kunjungan Pencabutan gigi tetap akar 1 kunjungan tunggal Penambalan gigi sementara 2 kunjungan
9.Farmasi Tabel. Pemakaian jenis obat terbesar di UPT Puskesmas Baru Tahun 2024 NO. NAMAOBAT JUMLAH 1 PARASETAMOL 500 MG TABLET 66700 2 KALSIUM LAKTAT (KALK) 10500 3 VITAMIN B KOMPLEK 9000 4 DEKSAMETASON TABLET 6700 5 CTM 6300 6 ANTASIDA DOEN TABLET 6100 7 AMOKSISIKLIN TABLET 5900 8 ASAM MEFENAMAT 5500 9 AMLODIPINE 4500 10 OMEPRAZOLE TABLET 2800 199 Tabe l. Jumlah Resep dan Peresepan UPf Puskesmas Baru Tahun 2024 NO . KETERANGAN JUMLAH 1 2 3 4 TOTAL OBATYANG DIRESEPKAN 9530 OBAT JUMLAH OBAT GENERIK 7624 OBAT JUMLAH OBAT BRANDED 1906 OBAT TOTAL LEMEAR RESEP YANG DIRESEPKAN 1906 RESEP Tabel. Pengeluaran Obat Terbesar UPf Puskesmas Baru Tahun 2024 NO. NAMAOBAT JUMLAH 1 PARASETAMOL 500 MG TABLET 66700 2 KALSIUM LAKTAT (KALK) 10500 3 VITAMIN B KOMPLEK 9000 4 DEKSAMETASONTABLET 6700 5 CTM 6300 6 ANTASIDA DOEN TABLET 6100 7 AMOKSISIKLIN TABLET 5900 8 ASAM MEFENAMAT 5500 9 AMWDIPINE 4500 10 OMEPRAZOLE TABLET 2800 200 Tabel. Penerimaan Obat Terbesar Puskesmas Baru Tahun 2024 NO. NAMAOBAT JUMLAH 1 PARASETAMOL 500 MG TABLET 66700 2 KALSIUM LAKTAT (KALK) 11500 3 VITAMIN B KOMPLEK 9900 4 CTM 7400 5 ANTASIDA DOEN TABLET 7300 6 DEKSAMETASONTABLET 6700 7 AMOKSISIKLIN TABLET 5900 8 ASAM MEFENAMAT 5500 9 AMLODIPINE 4500 10 OMEPRAZOLE TABLET 3650 Tabel. Jumlah Kunjungan Pasien UPT Puskesmas Baru Tahun 2024 No Jenis La.ki Laki Perempuan Jumlah Jam.inan 1 JKN 584 1074 1658 2 Ga.kin 563 728 1291
1.Kepala Puskemas;
2.Kapala Sub Bagi.an Tata Usaha, membawahi urusan; a Manajemen dan perencanaan puskesmas
b.Sistem infonnasi Puskesmas;
c.Keuangan;
d.Umum dan Kepegawaian.
3.Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) essensial dan keperawatan Kesehatan masyarakat, yang membawahi urusan: 201
a.Pelayanan promosi kesehatan;
b.Pelayanan Kesehatan lingkungan;
c.Pelayanan Kesehatan Keluarga Yang bersifat UKM (PIS PK)
d.Pelayanan Gizi yang bersifat UKM
e.Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
f.Pelayanan perawatan dan Kesehatan masyarakat.
4.Penanggung Jawab UKM Pengembangan, membawahi urusan: a Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat
b.Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer
c.Pelayanan Kesehatan Olahraga
d.Pelayanan Kesehatan Kerja
e.Pelayanan Kesehatan lainnya terdiri dari pelayanan f Kesehatan jiwa,
g.pelayanan Kesehatan indera
h.pelayanan Kesehatan lanjut usia
5.Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP), Kefarmasian dan laboratoriu.m, membawahi beberapa kegiatan Antara lain : a Pelayanan Pemeriksaan Umu.m
b.Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
c.Pelayanan Kesehatan keluarga lbu dan anak serta remaja dan KB
d.Pelayanan Gawat darurat
e.Pelayanan Gizi yang bersifat UKP
f.Pelayanan Persalinan
g.Pelayanan kefarmasian
h.Pelayanan Laboratorium 202
6.Penanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas, yang membawahi:
a.Puskesmas Pembantu
b.Puskesmas Keliling
c.Praktik Bidan swasta
d.Jejaring Puskesmas
7.Penanggung jawab Bangu.nan, prasarana dan peralatan Puskesmas
8.Penanggung Jawab Mutu. Sebelum pen.erapan Badan Daerah (BLUD), Puskesmas Baru Layanan Umum merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Struktur Organisasi UPT Puskesmas berdasarkan Keputusan Kepala Puskesmas Baru Nomor tahun 2023 tentang Struktur Organisasi Puskesmas Baru dimana dalam. struktur tersebut telah mengakomodasi Peraturan. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat kesehatan Masyarakat Puskesmas bertan.ggu.ng jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perseoran.gan dan upaya kesehatan. masyarakat, yang keduanya jika ditinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan masyarakat dikelompokkan men.jadi dua yaitu : I. Upaya Kesehatan masyarakat esensial, meliputi :
a.Pelayanan Promosi Kesehatan;
b.Pelayanan Kesehatan Lingkungan;
c.Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana;
d.Pelayanan Gizi;
e.Pelayanan Pen.cegahan dan Pen.gendalian Pen.yakit; 203
f.Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat;
g.Upaya Kesehatan Sekolah. 2 Upaya kesehatan Masyarakat pengembangan, terdiri dari: a Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Toga
b.Pelayanan Kesehatan Lansia
c.Pelayanan Kesehatan Jiwa
d.Program Kesehatan UKGS/UKGMD
e.Pelayanan Kesehatan Olah raga
f.Pelayanan Kesehatan Indera
g.Pelayanan Kesehatan Kerja
h.Program PKPR
1.Program PSM J. Program Krisis dan Bencana 204 Puskesmas dan. permasalahan.Angka Kemati.n Bayi adalah secara umum, antara lain Tabelbanyak:nya bayi yang meninggal TB-35 Identifikasi Permasalahan ebelum. mencapai um.ur satu AKI tahun.
2.AKB
3.Preval nsi Stunting
4.Kepesertaan JKN
5.SPM yang tidak tercapai Prevalen 1 Stunting adalah p ndek atau sangat pendek p da anak d.ibawah lima tahun/balita d.isebabkan oleh kll.rang gizi kroni . Kepesertaan JKN adalah jumlah penduduk di wilayah kerja yang menjadi anggota BPJS. Masih ada standar pelayanan minimal puske mas yang belum tercapai. 205
6.Belum tercapainya target ODFODF adalah open defecation free sebesar 100°/o yang merupakan kebiasaan
7.SDM
8.Sarpras masyarakat buang arr besar sembarangan, kondisi ini dise babkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan fasilitas pembuangan air besar yang belum memenuhi syarat. Ju.mlah sumber daya manusia berkerja dipuskesmas yang belum memenuhi kualitas dan kuantitas Saran a dan Prasarana puskesmas yang masih kurang. B. lsu Strategis Kendala Terka.it Capaian Indikator Kinerja Pu.skesmas. Dalam melaksanakan Togas Pokok dan Fungsi Puskesmas Baru terdapat beberapa kendala, antara lain:
a.Kendala Eksternal 1) Adan.ya penyakit yang berpotensi wabah dan daerah endemis penyakit. 2) Adan.ya budaya tertentu dari masyarakat dalam mengatasi suatu penyak:it. pasien dan keluarganya dalam mempercayakan pelayanan kepada Puskesmas, Adan.ya berita-berita miring terhadap Puskesmas sedikit banyak menurun.kan. kredibilitas 206 3) Angka kesakitan penyakit menular dan tidak menular masih tinggj.. Angk:a kesakitan dan kematian pada beberapa penyakit tidak menular dan degeneratif seperti Hipertensi, DM, kardiovaskular dan kanker cenderung mengalami peningkatan. 4) Mobilitas penduduk yang tinggj. antar wilayah dapat mempercepat sebaran penyakit menular. 5) Dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan lagi dalam upaya peningkatan status posyandu yang ada. 6) Sarana bagunan untu.k posyandu banyak yang tidak presentatif. 7) Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) masih rendah terutama kebiasaan cuci tangan dengan sabun, kebiasaan merokok, pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan belum membudayanya kegiatan Pemberantasan Sarang nyamuk. 8) Perilaku dari masyarkat yang terkesan menutupi penyakitnya terutam.a TB paru . 9) Kesadaran sektor lain bahwa kesehatan merupakan tanggungjawab bersam.a bukan hanya tanggungjawab Puskesmas masih rendah sehingga dukungan terhadap pembangunan kesehatan sangat kurang. 10) Kesadaran yang rendah dari remaja dan usia produ.ktif yang berkunjung ke puskesmas selain berobat. Serta rendahnya kesadaran serta kemauan dari ibu ibu ham.il muda yang memeriksakan gigi ke poli gigi di Puskesmas Baru 11) Masih adanya masyarakat miskin yang tidak terlindungi dengan Jaminan Kesehatan sehingga akan mengalami kesulitan ketika memerlukan perawatan tingkat Ian.jut.
b.Kendala Internal 1) Ketersediaan jumlah sumberdaya langsung pelayanan pasien, yang kurang secara langsung berakibat pada kurang mak.simalnya kinerja dalam mencapai target 207 semua program kegiatan yang ada baik dalam Gedung dan luar gedung. 2) kualitas tenaga ke ehatan yang kurang mendukung padahal tempat pelayanan, jenis pelayanan dan kegiatan pelayanan ada beberapa tempat dan kegiatan serta jumlah tenaga administrasi yang belum terpenuhi sehingga ban.yak terj adi rangkap tugas antara petugas fu.ngsional sekaligus administrasi ehingga penyelesaian tugas terlambat. 3) Masih Kurang optimalnya komitmen diantara p laku pelayanan terhadap Institusi dalam menerapkan nilai nilai organisasi yang s cara langsung menurunkan kinerja team, dan menghambat koordinasi. 4) Keterbatasan saran.a dan prasarana pendukung yang tidak sebanding dengan program yang dituntut pelaksanaanya dengan menggunakan sarpras ehingga kinerja menjadi kurang optimal. 5) Petunjuk teknis dan pedoman pelak anaan beberapa program kegiatan belum j las sehingga belum terlak:sana dengan baik dan laporan kegiatan b lu:m. menghasilkan data yang ak:urat. 6) Kurangnya p mahaman pelaksana kegiatan terhadap proses pengadaan barang dan jasa, serta penetapan dasar hukum untuk bertindak: yang terlambat menyebabkan beberapa kegiatan tidak terlak ana karena sempitnya waktu, sementara kalau mendahului, ada rasa ketakutan bila salah atau menyimpang dan tidak taat asas. 7) Sistem Informasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal terutama akses informasi, ketepatan, akurasi, kelengkapan yang berkaitan dengan lintas sektor. 208
1.Asri dan Lestari.
2.Peningkatan Kualitas Sum.her Daya Manusia.
3.Pengembangan Sektor-sektor Ekonomi diluar Sektor Pertanian.
4.Mengembangkan sek:tor pertanian yang sesuai dengan lab.an di Barito Selatan.
5.Mengembangkan kondisi sosial dan politik yang demokratis, saling tenggang rasa,persatuan dan aman.
6.Meningkatkan Pelayanan Fasilitas Sosial.
7.Berilnan dan Bertaqwa
8.Pemerataan Pembangunan Sarana Prasarana Ekonomi.
9.Peningkatan Pelayananan Sarana dan Prasarana Permukiman.
10.Mencegah Bencana Alam.
11.Peningkatan Profesionalisme pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah KabupatenBarito Selatan.
12.Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pemerintahan Daerah Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan lnstruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2021 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah Bagi Daerah Dengan Masa Jabatan KepalaDaerah Berakhir 209 Pada Tahun 2023, disebutkan bahwa : "Penentuan tujuan dan sasaran padapenyusunan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2023-2026 didasarkan pada vis1 rms1 RPJPD Provinsi/Kabupaten/Kota, analisa pokok dan arahkebijakan RPJPD Provinsi/Kabupaten/Kota Tahap keempat, dan isu strategis aktual. "Mengacu kepada hal tersebut di atas, maka periode Tahun 2023- 2026 ini adalah merupakanperiode keempat dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Barito Selatan 2006-2026 yang bertujuan me:miliki Visi untuk mewujudkan Barito Selatan yang Maju, Mandiri dan Profesional yang Beriman dan Bertaqwa. Oleh sebab itu, rumusanTujuan dan Sasaran dalam. Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Bari to Sela tan Tahun 2023-2026, clirumuskan dalam rangka untuk melakukan percepatan pencapaian Visi dan Misi RPJPD Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006-2026, yang diselaraskan dengan Visi dan Misi RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023-2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 - 2024. B. Misi BLUD UPT Puskesmas Puskesmas Baru merupakan bagian dari pelayanan kesehatan di wilayah kabupaten Barito Selatan yang mengambil bagian dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan visi : "Menjadi Puskesmas dengan Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu, Profesional dan Terstandar Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri". Untuk mencapai visi tersebut maka dijabarkan dalam misi sebagai berikut:
1.Mewujudk.an pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif , berkesinambungan, bermutu dan 210 terjangkau oleh masyarakat sesuru. standar Orosedu.r Operasional
2.Meningk:atkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan berkomitmen tinggi serta bersikap Ramah Adil dan Amanah
3.Meningkatkan peran serta masyarakat melalui Lintas Sektor dalam. bidang kesehatan serta menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan masyarakat dalam melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Tata Nilai Yang Diterapkan Pada Upt Puskesmas Baru Adalah: "BAH A LAP" B BERETIKA Melaksanakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) A AMANAH Melak.sanakan tugas dan fungsi SERTA menjaga pnvacy pas1en H HARMON1S Menjalin kerjasama antar sesama petugas A AMAN Menciptakan kondisi meminimalkan cidera L LUWES Bisa menempatkan diri A ASRI yang kondusif dan Menciptakan lingkungan yang enak dipandang P PROFESIONAL Melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan Standart Operasional Prosedur (SOP) MOTTO: "KESEHATAN ANDA ADALAH KEBAGAIAAN KAMI" 211 C. Tujuan Tujuan Dinas kesehatan pada Rencana Pembangunan Daerah (RPO) 2023-2026 ialah "Meningkatkan kualitas Su.mber Daya Manusia". Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Kalimantan Tengah dilakukan pada semua kontinum siklu kehidupan (life cycle), yaitu bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok usia kerja, maternal dan kelompok lansia. Tujuan Dinas Kesehatan pada Restra Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Terwujudnya tatakelola pemerintahan Bidang Kesehatan yang akuntanbel. D . Sasaran Sasaran adalah basil yang cliharapkan dari tujuan dan menggambarkan hal-halyang ingin diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan suatu dicapai, dicapai secara operasional. Sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bari.to Selatan pada Rencana Pembangunan Daerah (RPO) 2023 - 2026 adalah "Meningkatnya kualitas hidup ma yarakat melalui peningkatan ke ehatan. 212 Sasaran Dinas Kesehatan pada Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan adalah sebagai berikut:
1.Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat
2.Meningkatkan kualitas kesehatan Masyarakat
3.Meningkatkan akuntabilitas perencanaan , monitoring, dan evaluasi PD Indikator Pembangunan Daerah yang akan dicapai dapat dilihat pada Tabel dibawah. No TuJuan Saaaran lndikator Satuan Kondisi Target Tahun Kondisi Awai 2023 2024 2025 2026 Akhir 12023) 2026 1 Meningkatkan Meningkatnya Umur Tahun 67,40 67,65 67,65 67,65 67,65 67,65 alruntabilitas kualitas hidup Harapan Sumber Daya masyarakat Hidup Manusia melalui ( UHP) peningkatan pendidikan kesehatan keluarga dan ketenagakerjaan 213 E. Strategi dan Arah Kebijakan Berdasarkan Permasalahan serta Isu strategis yang telah dikemukakan dalam Bab III, dikaitkan dengan target-target solusi yang dirumuskan dalam tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan sebagaimana diuraikan dalam Bab IV, maka dirumuskan strategi dan arah kebijakan selama 5 (Lima) tahu.n 2021-2026 dapat dijabarkan sebagai berikut: Tujuan RPD Meningkatkan 2023 - 2026 Manusia kualitas Sumber Daya Sasaran Meningkatnya kualitas hidup masyarakat 2023 - 2026 melalui peningkatanpendidikan, kesehatan, keluarga dan ketenagakerjaan Tujuan PD Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan 2023 - 2026 msyarakat dan terwujudnya tatakelola Pemerintahan Bi dang Kesebatan yang aku.ntabel Sasaran PD 1. Meningkatkan kualitas pelayanan 2023 - 2026 kesehatan masyarakat Strategi Arab Kebijakan
2.Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
1.Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
2.Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia kesehatan
3.Pemenuhan sediaan farmasi alat kesehatan Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan
1.Penyediaan fasiltas pelayanan, sarana prasarana dan alat kesehatan untuk UKP Rujukan, UKM dan UKM UKM rujukan tingkat Dearah Kabupaten
2.Peyediaan. layanan kesehatan untuk UKP Rujukan dan UKM serta UKM Rujukan Daerah Kabupaten
3.Penyelenggaraan sistem informasi 214 kesehatan secara intergrasi
4.Penerbitan izin fasilitas pelayanan kesehatan tingkat daerah Kabupaten / kota
5.Perencanaan kebutuhan sumberdaya manusia kesehatan untuk UKM dan UKP Kabupaten ( Dokter Spesialis dan Sub Spesialis) Pengembangan mutu dan peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia kesehatan tingkat daerah Kabupaten 215 BABV PENUTUP Rencana Strategis pada Puskesmas yang menerapkan Badan layanan Umum Daerah digunakan sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penerapan BLUD pada Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan kinerja layanan dengan di dukung adanya fleksibilitas pengelolaan anggaran. Terlaksanaya Rencana Strategis perlu mendapat dukungan dan partisipasi pengelola Puskesmas serta perhatian dan dukungan pemerintah daerah baik bersifat materil, ad.ministratif maupun politis. Rencana Strategis BLUD merupakan rencana lima tahunan puskesmas sebagaimana yang tertuang pada Peratu.ran Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas. Rencana Strategis akan diuraikan dalam dolrumen Rencana Bisnis Anggaran BLUD dan digunakan oleh Puske mas di dalam melaksanakan pelayanan kesehatan s bagai upaya mencapai target kin rja pelayanan dan manajemen puskesmas yang berlrualitas. Rencana Strategis puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan terhadap peraturan p rundang - undangan yang terkait dengan puskesmas ata.u kebijakan Pemerintah Daerah sesuai dengan fungsi, ta.nggung jawab, dan kewenangan organisasi puskesmas serta perubahan lingkungan puskesmas. Sepanjang tahun 2023 UPT Puskesmas Baru terns melakukan perubahan dalam sistem pelayanan dan sistem manajemen. Oleh sebab itu UPT Puskesmas Baru memperbaiki dengan meningkatkan mutu, hal ini dimulai dengan Akreditasi Puskesmas. Persiapan dilakukan sejak Maret 2023 dengan mempersiapkan dokumen- dokumen yang diperlukan. Semua kegiatan yang dilakukan di UPI' Puskesma Baru menjadi teru.kur, terarah dan bermutu karena semua kegiatan dila.ksanakan sesuai Standar Prosedur Operasional yang telah ditetapkan dan Alhamdulillah UPT Puskesmas Barn telah terakreditasi dengan hasil yang maksimal yaitu Akreditasi Paripurna. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan UPI' Puskesmas Barn melakukan survey kepuasan pelanggan kepada setiap pasien yang datang, maupun kepada masyaraka pada saat m lak:ukan kunjungan/kegiatan di desa . · Hal ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan, dan ditinda.k lanjuti dengan meningkatkan pelayanan 2 16 dengan merubah sistem ataupun dengan membuat suatu program inovasi. Sementara ini sudah ada 2 ( dua) Inovasi yang ka.mi lakukan yaitu Inovasi yang berhubungan dengan Pertolongan Persalinan di Fasyank:es yaitu dengan memanfaatkan Ruangan UGD menjadikannya Ruang Persalinan Fasyank:es sehingga mewajibkan Ibu Hamil yang akan bersalinan untuk datang ke Fasyankes dan ini juga sudah disepak:ati bersama selu.nih Kepala Desa dan Camat Dusun Selatan. Inovasi yang kedua yaitu dengan memberikan Sertifikat Imunisasi ( S-IM ) bagi Balita yang sudah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap yang juga sudah disepakati bersama selu.ruh Kepala Desa dan Ca.mat Dusun Selatan, tentu.nya tetap melibatkan Pj. Program lmunisasi~ ~- Program Promkes serta Para Kader Posyandu. Adapun kegunaan Sertifikat Imunisasi ( S-IM ) tersebut adalah sebagai salah satu syarat apabila anak: tersebut nanti akan masuk Sekolah PAUD/ TK. Kami dari UPT Puskesmas Baru juga melak:ukan Evaluasi terhadap program- program. yang ada dilaku.kan setiap bulan dan hasil evaluasi tersebut ditindak: lanjuti dengan sebuah kesepakatan bersama. Selanjutnya dilakuk:an evaluasi kembali terhadap tindak lanjut tersebut setelah dilaksanakan tak lupa juga meminta masukan dan. kerjasamanya dengan lintas sektor terkait. Demikian Rencana Strategis ( Renstra ) UPT Puskesmas Baru ini kami susun. Dengan segala keterbatasan dan kek:urangannya, kami menerima masuk:an dari berbagai pihak untuk perbaikan kinerja dan pencapaian target dari indikator yang telah ditetapkan dari setiap program. EDDY RAYA SAMSURI 217 LAMPIRAN VII PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS SABABILAH A. Latar Belakang BABI PENDAHULUAN Puskesmas adalah unit pelaksana teknik Dinas Kesehatan Kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu atau sebagian wilayah kecamatan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi secara menyeluruh dan terpadu. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan wajib merupakan upaya kesehatan yang harus dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di seluruh Indonesia. Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan melalui pendekatan Indeks Pembangunan Manusia (1PM)1 serta merupakan kesepakatan global maupun nasional. Yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Wajib adalah Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan lbu Anak dan Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi Masyarakat, Pencegahan dan Pemberantasan Penya.kit Menular serta Pengobatan. Sedangkan upaya kesehatan pengembangan adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang 218 ditemukan di wilayah kerja puskesmas serta disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan antara lain Upaya Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perkesmas, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Usia Lanjut dan Pengobatan Tradisional. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, pemberdayaan masyarakat , keterpaduan dan rujukan. Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka puskesmas harus melaksanakan kegiatan manajemen dengan baik. Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis untuk menghasilkan luaran (output) puskesmas secara efektif dan efisien. Kegiatan manaJemen puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan. Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan puskesmas tersebut, maka Puskesmas Sababilah menyusun Rencana Strategi (Renstra) sebagai kerangka acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan pada Tahun 2025-2026. Dengan berpedoman pada renstra maka diharapkan semua kegiatan akan lebih terencana, lengkap dan akurat sehingga dapat mencapai target baik dalam kualitas maupun kuantitas program kegiatan serta memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat pada umumnya. Penyusunan renstra ini mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, Rencana Strategis Dinas Kesehatan Prov. Kalimantan Tengah dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan. Adapun penetapan kegiatan dalam renstra didasarkan pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. B. Pengertian Rencana Strategis Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada basil yang ingin dicapai . Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam jangka waktu tertentu. 219 C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Tujuan:
1.Menjabarkan visi, misi, program kerja puskesmas ke dalam program kegiatan untuk periode waktu 2025-2026.
2.Memberikan pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan yang dituangkan dalam Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP).
3.Memberikan pedoman atau kerangka acuan dalam penyusunan instrument pengendalian, pengawasan dan evaluasi program kegiatan guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan. D. Dasar Huku.m. Rencana Strategis Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) UPT Puskesmas Sababilah Tahun 2025-2026, didasarkan pada beberapa peraturan perundang- undangan sebagai berikut
1.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421).
2.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 09 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679).
3.Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 ten tang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136).
4.Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 6178).
5.Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 ten tang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
6.Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 220 (RPJMN) Tahun 2020-2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10).
7.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 ten tang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312).
8.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540).
9.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.
10.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447).
11.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 ten tang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1781).
12.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 ten tang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
13.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 tahun 2020 tentang rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2020-2024.
14.Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 Tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah .
15.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025. 221
16.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 6 Tahun 2021 tanggal 25 November 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021-2026.
17.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan.
18.Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Togas dan Fungsi Serta Tata Kerja UPT Puskesmas Sababilah.
19.Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023-2026.
20.Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025 -2026. A. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: : Penutup 222 2. 3. 4. 5. 6. 7. Puskesmas Sababilah merupakan Puskesmas Induk yang ada di dalam pemerintahan Kabupaten Barito Selatan Kecamatan Dusun Selatan, Desa Sababilah dengan luas pusat wilayah 52.860 krri2,yang terdiri dari dataran tinggi. UPI'D Puskesmas Sababilah terletak di Desa Sababilah teatnya di Jl. Soekarno- Hatta RT.03 RW.01 Km.14. Dengan wilayah kerja Puskesmas Sababilah meliputi
a.Desa Sababilah
b.Desa Sanggu C. Desa Mangaris
d.Desa Pamangka
e.Desa Tetei Lanan
f.Desa Dangka
g.Desa Telang Andrau Wilayah kerja Puskesmas Sababilah berbatasan dengan : a} Sebelah Utara dengan Kecamatan Gunung Bintang Awai, Tabak Kanilan b) Sebelah Selatan dengan Kecamatan Karau Kuala, Bangkuang c) Sebelah Barat dengan Kecamatan Dusun Selatan, Buntok d) Sebelah Timur dengan Kecamatan Pematang Karau UPI' Puskesmas Sababilah terletak di daerah dataran tinggi,memiliki 7 desa dengan rata - rata jarak tempuh ke desa terdekat adalah 20 ment dan yang terjauh adalab 1 jam Di bawah ini adalah tabel Luas wilayah kerja UPTD Puskesmas Sababilah per Desa. Tabel 1. Luas av ena s esmas Sa aWil ah K . Pu k b bilah Na.ma Desa Jumlah Jumlah KK Luas Wilayah (m2 ) oenduduk(iiwal Sababilah 1997 641 15.000 San2:ID..1 1003 332 10.000 Mangaris 773 106 15.000 Pamangka 284 111 4.100 Tetei La.nan 198 130 5.300 Dangka 298 92 1.210 Telang Andrau 174 56 2.250 Jumlah 4.727 1.468 52.860 223 Sarana Kesehatan dan Sumber Daya Sarana kesehatan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sababilah adalah : 1 Puskesmas induk, 2 unit Puskesmas Pembantu, 1 unit mobil puskesmas keliling, 6 unit Poskesdes, 7 unit Posyandu Balita, 7 unit Posyandu Lansia dan 7 Posbindu. Kea.daan Tenaga Masalah yang dihadapi dalam hal ketenagaan adalah kurangnya tenaga administrasi, rekam medis, tenaga sopir dan penjaga malam. Upaya pemenuhan kebutuhan adalah melalui pengusulan penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan dan kualifikasi pendidikan ke Dinas Kesehatan kabupaten Barito Selatan tiap tahunnya. B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas Puskesmas Berdasarkan Permenkes no. 75 tahun 2014 maka susunan organisasi Puskesmas Sababilah dapat digambarkan sebagai berikut, susunan Organisasi Puskemas terdiri dari :
a.Kepala Puskesmas
b.Sub Bagian Tata Usaha
c.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
d.Pelaksana Unit Promosi Kesehatan
e.Pelaksana Unit Kesehatan Ibu dan Anak-Keluarga Berencana
f.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
g.Puskesmas Pembantu C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/MENKES/SK//2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas adalah: I. Pu.sat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2.Pusat Pemberdayaan Masyarakat
3.Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
a.Pelayanan Kesehatan Perorangan
b.Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas adalah unit pelak:sana teknis dinas Kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarak:an pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas adalah unit pelak:sana teknis dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab 224 menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut , Puskesmas mempunyai fungsi:
a.Pelayanan upaya kesehatan meliputi Kesehatan ibu dan anak, KB, perbaikan Gizi , perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan , pemberantasan penyakit, imunisasi, pembinaan kesehatan lingkungan, PKM, Usaha Kesehatan Sekolah, olah raga, pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana , upaya kesehatan kerja serta usia lanjut, upaya kesehatan jiwa, mata, khusus lainnya dan pencatatan serta laporannya.
b.Pembinaan upaya kesehatan , peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembentukan sarana dan pembinaan teknis kepada puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan desa, unit pelayanan kesehatan swasta serta kader pembangunan kesehatan.
c.Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader pembangunan bidang kesehatan di wilayah, pengembangan kegiatan swadaya masyarakat.
d.Pengelolaan ketatausahaan Penjabaran tugas pokok pada masing - masing unit adalah sebagai berikut:
1.Kepala Puskesmas :
a.Memberikan pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya
b.Melaksanakan pelayanan upaya kesehatan meliputi Kesehatan Ibu dan anak, KB, perbaikan gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit, imunisasi, pembinaan kesehatan lingkungan, PKM, Usaha Kesehatan sekolah, Olah raga, pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana, upaya kesehatan kerja, upaya kesehatan lanjut usia, upaya kesehatan jiwa, dan pencatatan serta pelaporannya. Pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembentukan sarana dan pembinaan teknis kepada puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan
c.desa, unit pelayanan kesehatan swasta serta kader pembangunan kesehatan. d . Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader 225 pembangunan bidang kesehatan di wilayahnya, pengembangan kegiatan swadaya masyarakat.
e.Melakukan upaya pengelolaan ketatausahaan.
2.Sub Bagian Tata Usaha :
a.Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian.
b.Melaksanakan penatausahaan keuangan dan akuntansi puskesmas.
c.Melaksanakan pengelolaan surat - surat dan hubungan masyarakat.
d.Melaksanakan pengelolaan perlengkapan, urusan urnum dan membuat perencanaan serta pelaporan.
e.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
3.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyak:it
a.Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.Melaksanakan kegiatan pembinaan telm.is yang meliputi segala penyehatan lingkungan.
c.Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha pelayanan dan usaha pencegahan pemberantasan penyakit termasuk imunisasi.
d.Melaksanakan kegiatan pengawasan perkembangan dan pemakaian alat - alat kesehatan dan obat - obatan.
e.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
f.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
4.Pelaksana Unit Kesehatan Keluarga: a Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. b Melaksanakan kegiatan pembinaan teknis yang meliputi segala usaha pelayanan ibu dan anak dan keluarga berencana serta lansia. Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk pencegahan dan penanggulangan masalah gizi dalam masyarakat. c Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas. d Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas. 226
5.Pelaksana Unit Pemulihan Kesehatan: a Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. b Melaksanakan kegiatan pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut. c Melaksanakan koordinasi kegiatan atas semua kebutuhan pelayanan medis. d Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk. pengamanan dan pelaksanaan tugas. e Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
6.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat a Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. b Melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan , usaha kesehatan sekolah dan olah raga, penyuluhan kesehatan masyarakat, serta perawatan kesehatan masyarakat yang meliputi segala usaha dan kegiatan pemberian informasi kesehatan. c Melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan teknis tenaga kesehatan non medis / tradisional d Melaksanakan pembinaan dan pengarahan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan. e Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas. f Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
7.Puskesmas Pembantu :
a.Membantu melakukan kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah
b.melaksanakan pencegahan dan penanggulangan masalah gizi dalam masyarak:at.
c.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
d.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelak:sanaan tugas. 227 Sum.her Daya UPT Puskesmas Sababilah Jumlah seluruh karyawan UPT Puskesmas Sababilah adalah 58 orang terdiri dari 38 orang PNS dan 20 orang Tenaga Kontrak. Tabet 2.1 Daftar SDM UPT Puskesmas Sababilab No Jenis Tenaga Jumlah Tenaga yg ada Keterangan saat ini
1.Dokter Umum 4 3 PNS, 1 Kontrak
2.Dokter Gigi 1 1 PNS
3.Perawat 22 14 PNS, 7 kontrak
4.Bidan 15 11 PNS, 4 kontrak
5.Perawat Gigi 1 1 PNS
6.Apoteker 2 2 PNS Akademi
7.2 1 PNS, 1 Kontrak Farmasi
9.Sanitarian 2 1 PNS, 1 kontrak
10.Gizi 1 1 PNS
11.Analis 4 1 PNS , 3 kontrak
12.Tata Usaha 1 1 PNS
13.Lain - lain 2 1 PNS, 2 Kontrak .. Jumtah Keseluruhan 58 Sarana clan Prasarana Kesehatan Sarana dan prasarana Kesehatan yang ada di UPI' Puskesmas Sababilah sampai dengan Desember 2024 sebagai beri.kut : Tabet 2.2 Daftar Sarana clan Prasarana UPT Puskesmas Sababilah s/d Desember Tahun 2024 No Jenis Sarana Jumlah Keterangan / Kondisi
1.Puskesmas lnduk 1 Baik
2.Puskesmas Pembantu 2 Baik 228
3.Poskesdes 6 Baik
4.Ambulance 1 Baik
5.Sepeda Motor 6 Baik Anggaran Untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan, Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembiayaan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin melalui Program BPJS Kesehatan (BPJS). BPJS diberikan kepada masyarakat miskin yang masuk dalam daftar kuota yang telah diusulkan dan disahkan oleh Bupati. BPJS digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif. Sedangkan masyarakat miskin yang tidak masuk kuota, menjadi tanggungan Bupati dan atau Pemerintah Daerah. Untuk membiayai masyarakat miskin non kuota maka Pemerintah Kabupaten harus menyediakan anggaran melalui Jaminan Kesehatan Daerah ( Jamkesda). Kinerja Pelayanan UPT Puskesmas Sababilah Kinerja Pelayanan Kesehatan (menurut berbagai aspek pelayanan dan capaian terhadap SPM) Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ditandai dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) yang akhirnya akan mempengaruhi peningkatan lndeks Pembangunan Manusia (1PM) yang didukung oleh tercapainya penduduk tumbuh seimbang pada suatu bangsa. Dalam mengukur kinerja pelayanan perangkat daerah, Dinas Kesehatan menjelaskan dalam dua indikator yaitu capaian Indikator Kinerja Uta.ma (IKU) yaitu capaian indikator impact dan capaian lndikator Kinerja yaitu capaian indikator outcome dari upaya pelayanan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan jajaran kesehatan diseluruh Kabupaten Barito Selatan.
a.adanya hambatan dalam pelaksanaan kegiatan.
b.Pola hidup masyarakat yang kurang baik seperti kebiasaan merokok di dalam rumah dan tempat tempat umum. 229 Dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas Sababilah terdapat beberapa masalah, antara lain:
1.Masalah Ekstemal
a.Adanya penyakit yang berpotensi wabah dan daerah endemis penyakit Masih ditemukannya kasus demam berdarah di wilayah Kabupaten Barito Selatan dan mobilitas penduduk yang tinggi antar wilayah dapat mempercepat sebaran penyakit menular. Hal ini dapat mengakibatkan angka kesakitan penyakit menular dapat meningkat misalnya DBD.
b.Masih rendahnya kunjungan balita ke posyandu yang mengakibatkan kurang terpantaunya status gizi balita di desa secara keseluruhan. Hal ini dapat berakibat adanya gizi kurang maupun gizi buruk yang tidak terdeteksi dan ti.dak tertangani.
c.Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) dengan status ekonomi menengah ke bawah masih rendah terutama kebiasaan cuci tangan dengan sabun, kebiasaan merokok, pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan belum membudayanya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk.
d.Masih adanya budaya / mitos / kepercayaan yang menghambat program kesehatan misalnya persalinan tidak di sarana kesehatan, menolak imunisasi, menolak menyusui, pan tang makanan tertentu baik bagi ibu hamil maupun saat menyusui, pemberian makanan tambahan pendamping ASI yang tidak sesuai dengan umurnya
g.Kesadaran sektor lain bahwa kesehatan merupakan tanggu.ng jawab bersama bukan hanya tanggung jawab Puskesmas masih 230 rendah sehingga dukungan terhadap pembangunan kesehatan sangat kurang. h . Masih sulitnya mencari kader kesehatan yang dapat bekerja dengan sungguh - sungguh dan rutin dan memahami tentang teknis pelaksanaan posyandu sehingga pelaksanaan posyandu tidak efektif dan tidak optimal.
1.Kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan secara mandiri melalui dana sehat belum berkembang dengan baik, masih rendahnya cakupan dana sehat di masyarakat. J. Pembiayaan jaminan kesehatan ( BPJS) banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga tidak dapat sepenuhnya diterimakan kepada masyarakat miskin.
2.Masalah Internal
a.Jumlah dan kualitas tenaga kesehatan yang kurang mendukung serta jumlah tenaga administrasi belum terpenuhi sehingga masih banyaknya rangkap tugas.
b.Petunjuk teknis pelaksanaan beberapa program kegiatan belum jelas sehingga belum terlaksana dengan baik dan laporan kegiatan belum menghasilkan data yang akurat . Contoh : Upaya Kesehatan Usila, Upaya Kesehatan Remaja, Upaya Kesehatan Kerja.
c.Sistem lnformasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal terutama akses informasi, ketepatan, akurasi, kelengkapan yang berkaitan dengan lintas sektor. B. lsu Strategis Isu strategis merupakan permasalahan utama yang disepakati untuk dijadikan prioritas penanganan selama kurun tertentu karena memiliki dampak yang signifikan bagi daerah dan masyarakat. Adapun berdasarkan hasil telaah atas Rencana Pembangunan JangkaPanjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Barito Selatan, telaah Renstra Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah serta Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (RTRW dan KLHS), maka isu strategis UPT Puskesmas Sababilah adalah sebagai berikut: I. Kematian ibu masih tetap menjadi persoalan utama sebab angka kematian ibu 231 di tingkat kabupaten masih sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kematian ibu lebih banyak disebabkan oleh penyakit yang bukan akibat langsung kehamilan namun telah ada sebelum kehamilan. Ini perlu mendapat perhatian bagi pemberi pelayanan bagi ibu hamil terutama dalam penapisan resiko yang ada bukan saja yang berkaitan langsung dengan kehamilannya namun juga terhadap penyakit penyerta lainnya yang diderita. Permasalahan lain yang juga dapat berpotensi menimbulkan kematian ibu adalah perilaku dari ibu maupun lingkungan keluarganya yang seringkali menolak bila dibutuhkan rujukan baik selama masa kehamilan, persalinan maupun nifas.
2.Angka kesakitan dan kematian penyakit menular dan tidak menular masih tinggi. Terutama kewaspadaan pada penduduk pendatang yang membawa penyakit DBD, malaria, HIV/ AIDS. Khusus untuk wilayah Puskesmas Pakkat penyakit kusta masih menjadi perhatian karena selalu ditemukan kasus baru tiap tahunnya. Disisi lain angka kesakitan dan kemat:ian pada beberapa penyakit t:idak menular dan degeneratif seperti DM, kardiovaskular dan kanker cenderung mengalami peningkatan.
3.Kesadaran masyarakat k.hususnya ibu balita untuk menimbangkan anaknya ke Posyandu masih sangat rendah hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya cakupan D/S. Rendahnya cakupan kunjungan balita ini dapat berakibat tidak terpantaunya status gizi balita secara keseluruhan yang dapat berdampak adanya kasus balita dengan gizi buruk maupun gizi kurang yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani.
4.Kualitas kesehatan lingkungan masih rendah. Cakupan rumah sehat masih rendah. Cakupan sanitasi dasar seperti cakupan jamban keluarga, cakupan sarana pembuangan air limbah ( SPAL ) masih rendah .
5.Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat masih rendah. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar belum membudaya, kebiasaan merokok masih t:inggi, perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah, kegiatan Pemberantasan sarang Nyamuk secara berkala belum membudaya.
6.Sistem pembiayaan pemeliharaan kesehatan di masyarakat belum berkembang, sebagian besar masyarakat belum memiliki jaminan kesehatan diantaranya dana sehat melalui desa siaga belum mendapat dukungan seluruh masyarakat. Masih ditemukannya pemberian jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin yang belum tepat sasaran.
7.Partisipasi / peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan masih rendah diantaranya posyandu, PSN , pengembangan desa siaga belum 232 dilaksanakan secara mandiri masih bergantung pada Puskesmas. Motivasi masyarakat sebagai kader posyandu masih sangat rendah, belum adanya regenerasi kader posyandu.
8.Pelaksanaan upaya promosi kesehatan belum optimal terutarna yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dikarenakan sarana media penyuluh yang belum memadai sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan.
9.Sistem penganggaran belum optimal karena turunnya anggaran yang tidak pada awal tahun sehingga menyulitkan dalam administrasi dan kelengkapannya. Dalam penganggaran terkadang belum sepenuhnya sesuai dengan prioritas program, ada beberapa program penting yang belum teranggarkan sehingga tidak dapat terlaksana dengan baik. Untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan dan dengan mempertimbangkan perkembangan masalah serta kecenderungan masalah kesehatan ke depan maka ditetapkanlah Visi Puskesmas Sababilah. Visi Puskesmas Sababilah adalah sebagai "Penggerak. Pembangunan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat Secara Mandiri dan Berkeadilan". Yang dimaksud dengan sehat mandiri dan berkeadilan adalah masyarakat yang hidup di dalam lingkungan yang sehat dan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara langsung dalam pembangunan kesehatan serta mampu mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. B. Misi BLUD UPT Puskesmas Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan suatu pemyataan 233 yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya misi berarti membawa organisasi pada suatu fokus dan diharapkan seluruh karyawan Puskesmas Sababilah dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal institusi Puskesmas Sababilah dan mengetahui program - program serta hasil yang akan diperoleh pada masa yang akan datang. Misi Puskesmas Sababilah tahun 2025-2026 adalah sebagai berikut:
a.Menggerakan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berwawasan kesehatan.
b.Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan.
c.Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang professional, bermutu, terjangkau, merata dan berkeadilan.
d.Mengoptimalkan peran dan fungsi puskesmas pembantu guna kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manus1a dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan sesuru kompetensi yang dibutuhkan. C. Tujuan Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasi misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Adapun tujuan khususnya adalah :
1.Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit serta mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB).
2.Mengendalikan penyebaran penyakit menular melalui peningkatan kegiatan surveilans.
3.Mengendalikan penyakit tidak menular dan masalah kesehatan lain di masyarakat melalui peningkatan kegiatan promotif dan memberdayakan pelayanan klinik konsultasi.
4.Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
5.Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan 234 sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.
6.Meningkatkan kelembagaan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
7.Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan.
8.Meningkatkan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya.
9.Meningkatkan kualitas tenaga yang ada di puskemas baik tenaga kesehatan maupun tenaga lainny
10.Meningkatkan kesehatan anak sekolah dan remaja.
11.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
12.Melaksanakan upaya kesehatan gigi dan jiwa kepada masyarak.at.
13.Meningkatkan status gizi pada bayi dan balita dengan meningkatkan cakupan kunjungan posyandu.
14.Meningkatkan sistem manajemen pengelolaan obat dalam rangka pemenuhan ketersediaan, mutu, jenis, jumlah obat dan perbekalan kesehatan.
15.Melaksanakan pengobatan rasional di sarana kesehatan
16.Meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan anak sekolah agar dapat terbentu.k kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
17.Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat sehingga tersedia data kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. D. Sasaran Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Puskesmas Sababilah dalam jangka waktu dua tahun terakhir. Sasaran merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis. Sasaran harus bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur dan menantang namun dapat dicapai. Berdasarkan hal tersebut I iatas, Pukesmas Sababilah Kabupaten Barito Selatan menetapkan sasaran sebagai berikut:
1.Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit serta KLB
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat
3.Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan.
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat.
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan 235 yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, merata terutama permasalahan kesehatan pada masyara.kat miskin dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.
8.Terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terpadu dan akurat untuk pemanfaatan pengambilan keputusan.
9.Meningkatnya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyara.kat khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan melalui BPJS/jampersal dan jamkesda.
10.Terwujudnya pelayanan kesehatan berbasis kinerja. E. Strategi dan Arah Kebijakan Berdasarkan Permasalahan serta Isu strategis yang telah dikemukakan dalam Bab III, dikaitkan dengan target-target solusi yang dirumuskan dalam tujuan dan sasaran UPf Puskesmas Sababilah sebagaimana diuraikan dalam BAB N, maka dirumuskan strategi dan arah kebijakan sebagai berikut:
1.Mengembangkan surveilans penyakit dan masalah kesehatan berbasis masyarakat
2.Meningkatkan peran serta masyarakat, kesadaran masyarakat, desa siaga dan peningkatan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan perilaku hidup bersih dan sehat.
3.Pengembangan pengelolaan air minum / bersih , pembuangan air limbah, jamban keluarga dan pembuangan sampah dengan pendekatan berbasis masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna.
4.Meningkatkan penanggulangan masalah gizi melalui pemberian makanan tambahan dan suplemen (vitamin) dan peningkatan keluarga sadar gizi.
5.Meningkatkan pembinaan terhadap penggunaan obat yang rasional di lingkup pelayanan Puskesmas.
6.Memenuhi kebutuhan sarana, prasarana termasuk sumber daya manusia, obat- obatan dan perbekalan kesehatan di pelayanan kesehatan.
7.Meningkatkan manajemen Puskesmas 236
8.Meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan wajib maupun pengembangan.
9.Menerapkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan Prosedur yang telah disusun.
10.Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang lengkap, akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
11.Meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pengembangan dan pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas. Kebijakan mernpakan arah yang diam.bi! dalam menentukan bentuk program dan kegiatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kebijakan tersebut adalah:
1.Peni.ngkatan kegiatan Promosi Kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam rangka berperilaku hidup bersih dan sehat
2.Peningkatan kualitas sanitasi dasar.
3.Peningkatan pembinaan sanitasi di TUPM, TIU dan institusi.
4.Peningkatan dan penguatan peran serta masyarakat melalui pendampingan dalam pengembangan UKBM dan desa siaga
5.Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
6.Melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala pada siswa sekolah.
7.Peningkat.an kualitas dan akses pelayanan kesehatan masyarakat
8.Pemenuhan alat kesehatan_, obat dan perbekalan kesehatan pada Puskesmas dan jaringannya sesuai dengan kebutuhan.
9.Perbaikan / rehabilitasi Puskesmas dan jaringannya.
10.Penerapan penggunaan obat rasional di saran.a kesehatan.
11.Menurnnkan angka kematian ibu, bayi melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
12.Melakukan rujukan pada ibu hamil resiko tinggi.
13.Pendampingan persalinan oleh dua tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
14.Peningkatan gizi keluarga dan masyarakat melalui pemberian PMT, vitamin pada balita, ibu hamil dan ibu nifas.
15.Melakukan penyuluhan dan pemberdayaan keluarga dalam membiasakan konsumsi aneka ragam makanan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, penggunaan garam yodium dan suplemen zat gizi.
16.Pencapaian Desa UCI
17.Peningkatan kegiatan surveilans sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan KLB.
18.Peningkatan koordinasi lintas sektor melalui pertemuan di tingkat Kecamatan.
19.Peningkatan manajemen Puskesmas (Perencenaan, Pelaksanaan, Penilaian/ Evaluasi) dan kualitas informasi kesehatan . BABV PENUTUP Rencana strategis UPT Puskesmas Sababilah tahun 2025-2026 diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian upaya kesehatan yang dilaksanakan Puskesmas Sababilah dalam k:urun waktu 4 tahun sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan kinerja dan perencanaan tahunan UPT Puskesmas Sababilah. Renstra yang disusun ini mengacu pada RENSTRA Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2025-2026 dan tetap berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Dokumen ini sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak untuk penyempumaan. Masa berlakunya renstra ini tahun 2025-2026, sesuai dengan RPJMD Kabupaten Barito Selatan. Sedangkan untuk periode selanjutnya akan disusun kembali rencana strategis sesuai dengan perubahan lingkungan internal dan ekstemal yang sedang berkembang. Bila dalam perkembangannya terdapat perubahan akan dipaparkan di dalam Perencanaan Tingkat Puskesmas Tahunan sebagai penjabaran renstra. Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunap. dokumen ini diucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi - tingginya. Dengan penyusunan dokumen ini, diharapkan upaya UPT Puskesmas Sababilah dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan di masa depan dapat terarah dan terulrur. ELATAN, '\ URI 238 LAMPIRAN VIII PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR " 7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025-2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS PENDANG BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan dan ujung tomba.k pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan tingkat pertama. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar program dan kegiatan, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan serta tidak lepas dari peran lintas sektor . Puskesmas dalam menjalankan fungsinya perlu memiliki arah dan rencana yang jelas sesuai dengan visi dan misi pembangunan kesehatan di daerah. Arah dan rencana tersebut dituangkan dalam indikator kinerja dan target yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu. Setiap tahun rencana tersebut akan dibuat target k.inerja dan dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan serta jika perlu dilakukan juga perubahan rencana sesuai dengan perubahan situasi dan kebijakan. Penyusunan rencana strategis Puskesmas dalam rangka penerapan BLUD, dilaksanakan oleh tim perencanaan tingkat Puskesmas yang ditunjuk oleh kepala Puskesmas melalui SK Kepala Puskesmas. 239 Sebagai unit pelaksana teknis, penyusunan rencana strategis Puskesmas mengacu kepada Rencana Strategis Dinas Kesehatan dan menyesuaikan dengan kondisi sumber daya, lingkungan (biologi, psikologi, sosial, budaya), kebutuhan masyarakat dan peran masyarakat di wilayah kerja Puskesmas khususnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang. B. Pengertian Rencana Strategis Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada basil yang ingin dicapai. Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam jangka waktu tertentu C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Tujuan penyusunan rencana strategis sebagai berikut :
1.Sebagai Road Map dalam mengarahkan kebijakan alokasi Sumber Daya Puskesmas untuk pencapaian Visi dan Misi Puskesmas.
2.Sebagai pedoman alat pengendalian organisasi terhadap penggunaan anggaran.
3.Menjabarkan visi, misi, program kerja puskesmas ke dalam program kegiatan untuk periode waktu 2025- 2026.
4.Memberikan pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan yang dituangkan dalam Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP).
5.Memberikan pedoman atau kerangka acuan dalam penyusunan instrument pengendalian, pengawasan dan evaluasi program kegiatan guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan. D. Dasar Huk:um Rencana Strategis
1.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004).
2.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 124, tambahan Lembaran Negara Nomor 4437).
3.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara tahun 2004 Nomor 126, tambahan Lembaran Negara Nomor 4438).
4.Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 33, tambahan Lembaran Negara Republik 240 Indonesia Nomor 4700).
5.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan .
6.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
7.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 574/Menkes/SK/N /2000 tentang Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010.
8.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
9.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 04 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
10.Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bari to Selatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan.
11.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 03 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan. E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: : Penutup A. Gambaran Umum BLUD UPT Pu.skesmas UPT Puskesmas Pendang merupakan salah satu Puskesmas Induk yang ada di dalam pemerinta.han Kabupaten Barito Selatan Kecamatan Dusun Utara selain UPT Puskesmas Pendang. Kelurahan Pendang yang menjadi tempat berdirinya UPT Puskesmas Pendang sejak ta.hun 1974 memilikiluas wilayah ±8.400 km2 ,yang terdiri dari dataran rendah atau bantaran sungai Barito. UPT Puskesmas Pendang terletak. di Kelurahan Pendang tepatnya di JI. Pembangunan RT.14 No.33. Dengan wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang meliputi: a) Kelurahan Pendang b) Desa Tarusan c) Desa Reong d) Desa Gunung Rantau e) Desa Marawan Baru f) Desa Marawan Lama g) Desa Talekoi h) Desa Bundar i) Desa Majundre j) Desa Sungai Telang Wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang berbatasan dengan: a) Sebelah Utara dengan Kecamatan Montalat, Kabupaten Barito Utara. b) Sebelah Selatan denganDesa Tanjung Jawa Kecamatan Dusun Selatan. c) Sebelah Barat dengan Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. d) Sebelah Timur dengan Desa Baruang Kecamatan Gunung Bintang Awai. 242 UPT Puskesmas Pendang terletak di daerah dataran rendah atau dibantaran sungai Barito memiliki 9 desa dan 1 kelurahan dengan rata - ratajarak tempuh ke desa terdekat adalah 15 menit dan yang terjauh adalah 1 jam menggunakan speed boat, ke desa terdekat adalah 30 menit dan yang terjauh adalah 2 jam menggunakan sepeda motor, ke desa terdekat adalah 30 menit dan yang terjauh adalah 2 jam menggunakan kelotok. Di bawah ini adalah tabel Luas wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang per Desa: Tabel 1. Luas ay eI]a s esmasWil ah K . UPT Pu k P den an,:i No Nama Desa Jumlah Jurnlah Luas Wilayah penduduk (jiwa) KK (Km2)
1.Pendang 3480 1010 8.400
2.Tarusan 1462 388 2.640
3.Reong 495 133 5.600
4.Gunung Rantau 736 190 3.500
5.Marawan Baru 429 117 630
6.Marawan Lama 1813 547 2.650
7.Bundar 1346 354 5.600
8.Talekoi 209 60 470
9.Majundre 404 88 240
10.Sungai Telang 415 106 258 Jumlah 9.690 2.993 29.988
a.Sarana Kesehatan dan Sumber Daya Sarana kesehatan yang terdapat di wilayah kerja UPT Puskesmas Pendang adalah : 1 Puskesmas induk, 4 unit Puskesmas Pembantu, 1 unit mobil puskesmas keliling, 1 unit speed boat, 12 unit Poskesdes, 15 unit Posyandu Balita, 12 unit Posyandu Lansia.
b.Keadaan Tenaga Masalah yang dihadapi dalam hal ketenagaan adalah kurangnya tenaga dokter gigi, apoteker, asisten apoteker, analis kesehatan, administrasi, rekam medis, tenaga sopir dan penjaga malam. Upaya pemenuhan kebutuhan adalah melalui pengusulan penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan dan kualifikasi pendidikan ke Dinas Kesehatan kabupaten Barito Selatan tiap tahunnya. B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas 243 Susunan organisasi UPI' Puskesmas Pendang berdasarkan Permenkes No. 75 tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut:
a.Kepala Puskesmas
b.Sub Bagian Tata Usaha
c.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
d.Pelaksana Unit Promosi Kesehatan
e.Pelaksana Unit Kesehatan Ibu dan Anak-Keluarga Berencana
f.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
g.Puskesmas Pembantu C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas terdiri dari :
a.Sumber Daya Manusia Sumber Daya yang ada di Puskesmas Rawat Inap Pendang meliputi tenaga kesehatan dan non kesehatan. Jumlah seluruh karyawan UPT Puskesmas Pendang adalah 69 orang terdiri dari 38 orang PNS, 21 Orang Tenaga Kontrak, 1 orang Tenaga Nusantara Sehat, 6 Orang PPPK dan 3 orangTKS. No Jenis Tenaga Jumlah Tenaga Keterangan yg ada saat ini
1.DokterUmum 3 2 PNS (tugas belajar), 1 orang kontrak
2.Dokter Gigi 0 0 3 . Perawat 20 10 PNS, 6 kontrak,3 PPPK,l TKS
4.Bidan 28 20 PNS, 7 kontrak,TKS 1
5.Perawat Gigi 2 2 PNS PNS
6.Apoteker 1 (Titipan di Dinas Kesehatan)
7.Asisten Apoteker 2 PNS Sarjana
8.Kesehatan 3 1 PPPK,2 kontrak Masyarakat
9.Sanitarian 2 1 PPPK,lNS 10 . Gizi 3 2 PNS(Titipan di bruu),l kontrak
11.Analis Kesehatan 2 1 PPPK,1 kontrak
12.Tata Usaha 1 PNS, 1 Kontrak 244
13.f Lain - lain 3 2 Kontrak, I TKS Jumlah Keseluruhan 69
b.Sarana dan Prasarana UPT Puskesmas Pendang No Jenis Sarana Jumlah Keterangan 1 Puskesmas Induk 1 Baik 2 Puskesmas 4 I Baik, 2 Rusak Ringan, 1 Rusak Pembantu Berat 3 Poskesdes 12 1 Baik, 8 Rusak Ringan, 3 Rusak Berat 4 Ambulance 2 Baik (Darat dan Air) 5 Sepeda Motor 6 3 Baik, 3 Rusak Sedang 6 Posyandu Balita 15 Baik 7 Posyandu Lansia 12 Baik 8 Posbindu 10 Baik
c.Togas Pokok dan Fungsi Adapun penjabaran tugas pokok pada masing-masing unit adalah sebagai berikut:
1.Kepala Pukesmas
a.Memberik:an pelayanan, pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat diwilayah kerjanya.
b.Melaksanakan pelayanan upaya kesehatan meliputi Kesehatan Ibu dan anak, KB, perbaikan gizi, perawatan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit, imunisasi, pembinaan kesehatan lingkungan , PKM, Usaha Kesehatan sekolah, Olah raga, pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana, upaya kesehatan kerja, upaya kesehatan lanjut usia, upaya kesehatan jiwa, dan pencatatan serta pelaporannya.
c.Pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat, koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan kesehatan, pelaksanaan rujukan medik, pembentukan sarana dan pembinaan teknis kepada puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan desa, unit pelayanan kesehatan swasta serta kader 245 pembangunan kesehatan.
d.Pengembangan upaya kesehatan dalam hal pengembangan kader pembangunan bidang kesehatan di wilayahnya, pengembangan kegiatan swadaya masyarakat. e . Melakukan upaya pengelolaan ketatausahaan .
2.Sub Bagian Tata Usaha: a . Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian . b . Melaksanakan penatausahaan keuangan dan akuntansi puskesmas .
c.Melaksanakan pengelolaan surat-surat dan hubungan masyarakat.
d.Melaksanakan pengelolaan perlengkapan, urusan umum dan membuat perencanaan serta pelaporan .
e.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
3.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
a.Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.Melaksanakan kegiatan pembinaan teknis yang meliputi segala penyehatan lingkungan.
c.Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha pelayanan dan usaha pencegahan pemberantasan penyakit termasuk imunisasi.
d.Melaksanakan kegiatan pengawasan, perkembangan dan pemakaian alat-:-alat kesehatan dan obat-obatan.
e.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
f.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
4.Pelaksana Unit Kesehatan Keluarga:
a.Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.Melaksanakan kegiatan pembinaan teknis yang meliputi segala 246 usaha pelayanan ibu dan anak dan keluarga berencana serta lansia.
c.Melaksanakan kegiatan pembinaan yang meliputi segala usaha dan kegiatan untuk melaksanakan pencegahan dan penanggulangan masalah gizi dalam masyarakat.
d.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
e.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
5.Pelaksana Unit Pemulihan Kesehatan:
a.Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.Melaksanakan kegiatan . pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut.
c.Melaksanakan koordinasi kegiatan atas semua kebutuhan pelayanan medis.
d.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
e.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
6.Pelaksana Unit Kesehatan Linglrungan dan Peran Serta Masyarakat
a.Melaksanakan kegiatan dan usaha untuk menyelenggarakan tugas dan kebijakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.Melaksanakan kegiatan kesehatan lingk:ungan , usaha kesehatan sekolah dan olah raga, penyuluhan kesehatan masyarakat, serta perawatan kesehatan masyarakat yang meliputi segala usaha dan kegiatan pemberian informasi kesehatan.
c.Melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan teknis tenaga kesehatan non medis / tradisional.
d.Melaksanakan pembinaan dan pengarahan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan.
e.Melaksanakan pengawasan yang meliputi segala usaha kegiatan untuk pengamanan dan pelaksanaan tugas.
f.Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah atasan untuk kelancaran pelaksanaan tugas. 247
7.Puskesmas Pembantu Membantu melakukan kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil.
1.Kendala Eksternal 1) Adanya penyakit yang berpotensi wabah dan daerah endemis penyakit Masih ditemukannya kasus demam berdarah di wilayah Kabupaten Barito Selatan dan mobilitas penduduk yang tinggi antar wilayah dapat mempercepat sebaran penyakit menular. Hal ini dapat mengakibatkan angka kesakitan penyakit menular dapat meningkat misalnya DBD. 2) Masih rendahnya kunjungan balita ke posyandu yang mengakibatkan kurang terpantaunya status gizi balita di desa secara keseluruhan . Hal ini dapat berakibat adanya gizi kurang maupun gizi buruk yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani. 3) Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan status ekonomi menengah ke bawah masih rendah terutama kebiasaan cuci tangan dengan sabun, kebiasaan merokok, pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan belum membudayanya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk. 4) Masih adanya budaya/mitos/kepercayaan yang menghambat program kesehatan misalnya persalinan tidak di saran.a kesehatan, menolak imunisasi, menolak menyusui, pantang makanan tertentu baik bagi ibu hamil maupun saat menyusui, pemberian makanan tambahan pendamping ASI yang tidak sesuai dengan umurnya 5) Kesadaran sektor lain bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab Puskesmas masih rendah sehingga dukungan terhadap pembangunan kesehatan sangat kurang . 248 6) Masih sulitnya mencari kader kesehatan yang dapat bekerja dengan sungguh - sungguh dan rutin dan memahami tentang teknis pelaksanaan posyandu sehingga pelaksanaan posyandu tidak efektif dan tidak optimal. 7) Kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan Janunan pemeliharaan kesehatan secara mandiri melalui dana sehat belum berkembang dengan baik, masih rendahnya cakupan dana sehat di masyarakat. 8) Pembiayaan jaminan kesehatan (BPJS) banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga tidak dapat sepenuhnya diterimakan kepada masyarakat miskin.
2.Kendala Internal 1) Jumlah dan kualitas tenaga kesehatan yang kurang mendukung serta jumlah tenaga administrasi belum terpenuhi sehingga masih banyaknya rangkap tugas. 2) Petunjuk teknis pelaksanaan beberapa program kegiatan belum jelas sehingga belum terlaksana dengan baik dan laporan kegiatan belum menghasilkan data yang akurat . Contoh : Upaya Kesehatan Usila, Upaya Kesehatan Remaja, Upaya Kesehatan Kerja. 3) Sistem Informasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal terutama akses infonnasi, ketepatan, akurasi, kelengkapan yang berkaitan dengan lintas sektor. B. lsuStrategis Terdapat komitmen global, regional, nasional yang menyangkut masalah kesehatan,mewajibkan pemerintah memberi perhatian terhadap pemecahan masalah kesehatan. Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals - MDGs) bertujuan mengatasi delapan tantangan utama pembangunan, tiga diantaranya adalah masalah kesehatan yaitu (1) penurunan angka kematian anak, (2) peningkatan kesehatan ibu dan (3) Upaya menghentikan penyebaran terhadap penyakit (khususnya HIV/ AIDS, malaria, Tuberculosis dan penyakit lainnya). Komitmen global terhadap dunia bebas penyakit polio. Badan Kesehatan Dunia (WH0,1988) mecanangkan program eradikasi polio (The Global Polio Eradication 249 initiative). Komitmen pemerintah terhadap pembangunan kesehatan diimplementasikan pada pelaksanaan pembangunan nasional dengan menggunakan konsep paradigma sehat yang dicanangkan oleh Presiden RI pada bulan Maret 1999 sebagai "Gerakan Pembangunan yang Berwawasan Kesehatan". Paradigma sehat merupakan cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang melihat masalah kesehatan saling berkait dan mempengaruhi dengan banyak faktor yang bersifat lintas sektor dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya penyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan. Secara makro berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya di bidang kesehatan minimal memberikan sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat. Secara mikro berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif . Untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan dan dengan mempertimbangkan perkembangan masalah serta kecenderungan masalah kesehatan ke depan maka ditetapkanlah Visi UPI' Puskesmas Pendang. Visi Puskesmas Pendang adalah sebagai "Pemba.ngunan Kesehatan yang Mewujudkan Masyarakat Sehat Secara Mandiri dan Berkeadilan,, . Yang dimaksud dengan sehat mandiri dan berkeadilan adalahmasyarakat yang hidup di dalam lingkungan yang sehat dan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara langsung dalam pembangunan kesehatan serta mampu mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata B. MISI BLUD UPT PUSKESMAS 250 Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan suatu pemyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya misi berarti membawa organisasi pada suatu fokus dan diharapkan seluruh karyawan UPT Puskesmas Pendang dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal institusi UPT Puskesmas Pendang dan mengetahui program - program serta hasil yang akan diperoleh pada masa yang akan datang. Misi UPT Puskesmas Pendang tahun 2025-2026 adalah sebagai berikut:
1.Menggerakkan keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat.
2.Meningkatkan partisipasi akti.f masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama lintas sektoral.
3.Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu, merata dan terjangkau .
4.Membangun suasan kerja yang aman, nyaman dan kondusif . C. TUJUAN Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasi misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pemyataan misi. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Adapun tujuan khususnya adalah :
1.Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit serta mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB). 2 . Mengendalikan penyebaran penyakit menular melalui peningkatan kegiatan surveilans.
3.Mengendalikan penyakit tidak menular dan masalah kesehatan lain di masyarakat melalui peningkatan kegiatan promotif dan memberdayakan pelayanan klinik konsultasi. 251
4.Meningkatk:an k:ualitas kesehatan lingk:ungan.
5.Meningkatk:an kesadaran masyarakat untuk berperi.laku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.
6.Meningkatkan kelembagaan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
7.Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan.
8.Meningkatkan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringann ya.
9.Meningkatkan kualitas tenaga yang ada di puskemas baik tenaga kesehatan maupun tenaga lainn ya.
10.Meningkatkan kesehatan anak sekolah dan remaja .
11.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak .
12.Melaksanakan upaya kesehatan gigi danjiwa kepada masyarakat.
13.Meningkatk:an status gizi pada bayi dan balita dengan meningkatkan cakupan kunjungan posyandu .
14.Meningkatkan sistem manajemen pengelo laan obat dalam rangka pemenuhan ketersediaan, mutu, jenis, jumlah obat dan perbekalan kesehatan.
15.Melaksanakan pengobatan rasional di sarana kesehatan 16.Meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan ana.k sekolah agar dapat terbentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi .
17.Mengembang kan sistem informasi kesehatan yang cepat, tepat , a.kurat sehingga tersedia data kesehatan diwilayah Puskesmas . D. SASARAN Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai atau clihasilkan oleh UPT Puskesmas Pendang dalam jangka waktu dua tahun terakhir . Sasaran merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis. Sasaran harus bersifat spesifik , dapat dinilai, diuk:ur dan menantang namun dapat dicapai. Berdasarkan hal tersebut diatas, UPT Pukesmas Pendang Kabupaten Barito Selatan menetapkan sasaran sebagai berik:ut:
1.Menurunn ya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit serta KLB .
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat.
3.Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan . 252
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat.
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, merata terutama permasalahan kesehatan pada masyarakat miskin dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan lrualitas dan lruantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.
8.Terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terpadu dan akurat untuk pemanfaatan pengambilan keputusan.
9.Meningkatnya cakupan Jamman pemeli.haraan kesehatan masyarakat khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan melalui BPJS / jampersal dan jamkesda.
10.Terwujudnya pelayanan kesehatan berbasis kinerja. E. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. STRATEGI Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka strategi yang akan dilaksanakan pada priode 2025-2026 adalah sebagai berikut
1.Mengembangkan surveilans penyakit dan masalah kesehatan berbasis masyarakat
2.Meningkatkan peran serta masyarakat, kesadaran masyarakat, desa siaga dan peningkatan KIE (komuni.kasi, informasi dan edukasi) dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan perilalru hidup bersih dan sehat.
3.Pengembangan pengelolaan air minum/bersih , pembuangan air limbah, jamban keluarga dan pembuangan sampah dengan pendekatan berbasis masyarakat dan penerapan telmologi tepat guna.
4.Meningkatkan penanggulangan masalah gizi melalui pemberian makanan tambahan dan suplemen (vitamin) dan peningkatan keluarga sadar gizi.
5.Meningkatkan pembinaan terhadap penggunaan obat yang rasional di linglrup pelayanan Puskesmas.
6.Memenuhi kebutuhan sarana, prasarana termasuk surnber daya 253 manusia , obat- obatan dan perbekalan kesehatan di pelayanan kesehatan.
7.Meningkatkan manajemen Puskesmas
8.Meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan wajib maupun pengembangan.
9.Menerapkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan Prosedur yang telah disusun.
10.Mengembangkan sistem infonnasi kesehatan yang lengkap, akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
11.Meningk.atkan koordinasi lintas sektor dalam pengembangan dan pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas. B. ARAB KEBIJAKAN Kebijakan merupakan arah yang diambil dalam menentukan bentuk program dan kegiatan rmtuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kebijakan tersebut adalah :
1.Peningkatan kegiatan Promosi Kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam rangka berperilaku hidup bersih dan sehat
2.Peningkatan kualitas sanitasi dasar.
3.Peningkatan pembinaan sanitasi di TPM, TTU dan institusi.
4.Peningkatan dan penguatan peran serta masyarakat melalui pendampingan dalam pengembangan UKBM dan desa siaga
5.Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
6.Melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala pada siswa sekolah.
7.Peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan masyarakat 8 . Pemenuhan alat kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan pada Puskesmas dan jaringannya sesuai dengan kebutuhan.
9.Perbaikan / rehabilitasi Puskesmas dan jaringannya.
10.Penerapan penggunaan obat rasional di sarana kesehatan.
11.Menurunkan angka kematian ibu, bayi melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
12.Melakukan rujukan pada ibu hamil resiko tinggi
13.Pendampingan persalinan oleh dua tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
14.Peningkatan gizi keluarga dan masyarakat melalui pemberian PMT, vitamin pada balita, ibu hamil dan ibu nifas. 254
15.Melakukan penyuluhan dan pemberdayaan keluarga dalam membiasakan konsumsi aneka ragam makanan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, penggunaan garam yodium dan suplemen zat gizi.
16.Pencapaian Desa UCI 1 7. Peningkatan kegiatan swveilans sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan KLB.
18.Peningkatan koordinasi lintas sektor melalui pertemuan di tingkat Kecamatan. 19 . Peningkatan manajemen Puskesmas (Perencenaan, Pelaksanaan, Penilaian/Evaluasi) dan kualitas inforrnasi kesehatan. BABV PENUTUP Rencana Strategis Bisnis pada Puskesmas yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah digunakan sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penerapan BLUD pada Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan kinerja layanan dengan diduku.ng adanya fleksibilitas pengelolaan anggaran. Terlaksananya rencana strategis perlu mendapat dukungan dan partisipasi pengelolaan Puskesmas serta perhatian dan duku.ngan Pemerintah Daerah baik bersifat materil, administratif, maupun politis. Rencana strategis BLUD merupakan rencana lima tahunan Puskesmas sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 ten tang Managemen Puskesmas. Rencana Strategis akan diuraikan dalam dokumen Rencana Bisnis Anggaran BLUD dan digunakan oleh Puskesmas didalam melaksanakan pelayanan kesehatan sebagai upaya mencapai target kinerja pelayanan managemen Puskesmas yang berkualitas. 255 LAMPI RAN IX PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025 -2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS SANTAI BAMBURE BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Puskesmas adalah unit pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan.Upaya kesehatan wajib merupakan upaya kesehatan yang harus dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di seluruh Indonesia. Upaya ini memberik.an daya ungk:it paling besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan melalui pendekatan lndeks Pembangunan Manusia (1PM) , serta merupakan kesepakatan global maupun nasional.Yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Wajib adalah Promosi Kesehata.n, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi Masyarakat, Pencegahan dan Pemberantasan Penya.kit Menular serta Pengobatan. Sedangkan upaya kesehatan pengembangan adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehata.n yang ditemukan di wilayah kerja puskesmas serta disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan antara lain 256 Upaya Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Usia Lanjut, PKPR,dan Posbindu PTM. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan. Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka puskesmas harus melaksanakan kegiatan manajemen dengan baik . Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis untuk menghasilkan luaran (output) puskesmas secara efektif dan efisien . Kegiatan manajemen puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban . Seluruh kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan. Dalam rangka menyelenggarakan kegiatan puskesmas tersebut, maka Puskesmas Bantai Bambure menyusun Rencana Strategi (Renstra) sebagai kerangka acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan selama kurun waktu 5 tahun ke depan. Dengan berpedoman pada renstra maka diharapkan semua kegiatan akan lebih terencana, lengkap dan akurat sehingga dapat mencapai target baik dalam kualitas maupun kuantitas program kegiatan serta memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat pada umumnya. Penyusunan renstra ini mengacu pada Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan . Adapun penetapan kegiatan dalam renstra didasarkan pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. B. Pengertian Rencana Strategis Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai. Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan organisasi dalam jangka waktu tertentu. 257 C. Tujua n Penyusunan Rencana Stategi s Tujuan penyusunan rencana strategis sebagai berikut :
1.Menjabarkan visi, misi, program kerja puskesmas ke dalam program kegiatan untuk periode waktu 2025-2026.
2.Memberikan pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan yang dituangkan dalam Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP).
3.Memberikan pedoman atau kerangka acuan dalam penyusunan instrument pengendalian, pengawasan dan evaluasi program kegiatan guna pencapaian program, sasaran dan kegiatan. D. Dasar Hukum Rencana Strategis
1.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004).
2.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 124, tambahan Lembaran Negara Nomor 4437).
3.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara tahun 2004 Nomor 126, tambahan Lembaran Negara Nomor 4438).
4.Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Ren cana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 - 2025 {Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 33 , tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700).
5.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
6.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 tentang Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010.
7.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
8.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/MENKES/SK/ /2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. 258
9.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.0 1/60/1/2010 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2010- 2014 .
10.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/Menkes/Per/V /2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten dan Kota.
11.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 03 Tahun 2016 tentangPembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan
12.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 04 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Barito Sela tan tahun 201 7
13.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan Nomor 10 tahun 2017 tentang Uraiyan Togas, Fungsi dan Tata Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Selatan.
14.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabu paten Barito Sela tan nomor tahun tentang Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan tahun 2023-2028. E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: : Penutup Puskesmas Bantai Bambure memiliki wilayah kerja seluar 3660 M 2 . milik Pemerintah kabupaten Sarito Selatan dijalan Ampah Muara teweh Desa Santai Bambure, Kee. Dusun Utara, Kah. Barito Selatan.
1.Keadaan Geograf"ts Gambar 1.1 Puskesmas Santai Sambure Kabupaten Barito Selatan No 1. 2. 3. 4. 5 . 6. 7. 8. 9. 260 Wilayah kerja puskesmas Bantai Bambure meliputi sebagian wilayah Kecamatan Dusun Utara dengan luas wilayah 3660 Km2 , yang sebagian besar didominasi oleh dataran tinggi, serta merupakan daerah pegunungan atau perbukitan. Untuk lebih lengkapnya, kami memberikan informasi batas-batas wilayah Puskesmas Bantai Bambure. Jumlah desa yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Bantai Bambure yaitu: Tabel 1.1 Nama Desa dan jaraknya dengan ibukota kecamatan Jarak (Km) Nama Desa dengan Waktu Tempuh lbukota Kecamatan Sepeda motor 2 Bantai Bambure 63 Jam Sepeda motor 2 Tamparak layung 57 Jam Sepeda motor 1 Tamparak 35 Jam Sepeda motor 60 Danau Bambure 29 menit Sepeda motor 70 Hingan 35 menit Sepeda motor 90 Maruga 42 menit Sepeda motor 2 Panarukan 60 jam Sepeda motor Hulu Tampang 74 2,5jam Sepeda motor 2,5 Rampa Mea 67 Jam Sumber: Data Puskesmas Santai Bambure 261 Batas-batas wilayah Puskesmas Bantai Bambure meliputi:
a.Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tapen Raya Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara.
b.Sebelah Selatan berbatasan Desa Sei Paken Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
c.Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bundar Kecarnatan Dusun UtaraKabupaten Barito Selatan
d.Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ngurit Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Tabel 1.2 Distribusi luas wilayah kerja Puskesmas Bantai Bambure Tahun 2021 Nama Desa/ Jumlah Luas wilayah No. kelurahan (KM 21/Ha) RT RW 1. Bantai Bambure 5000 Ha 11 5 2. Tamparak Layung 19.000 KM2 4 2 3. Rampa Mea 15.940 KM2 4 2 4. Tamparak I l.892KM 2 6 I 5. Danau Bambure 50.000 l(M2 4 I 6. Hingan 3.900 Ha 3 1 7. Maruga 45.000 KM2 5 1
8.Panarukan 56 .000 KM2 4 1 9. Hulu Tampang 2.650 Ha 10 2 Sumber: Data Puskesmas Bantai Bambure
2.Demografi
a.Jumlah Penduduk Berdasarkan jumlah penduduk keseluruhan dari 9 (sembilan) Desa, diwilayah kerja Puskesmas Bantai Bambure berjumlah ±6.320 jiwa dengan persebaran menurut desa adalah sebagai berikut: 262 Tabel. 1.3 Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Wilayah Kerja Puskesmas Bantai Bambure Desa/ Kelurahan Kecamatan Dusun Utara tahun2024 Jumlah No Nama Desa/ Kelurahan KK Puskesmas 1 2 3 4 1 Bantai Bambure 239 813 2 Tamparak Layung 207 928 3 RampaMea 223 864 4 Tamparak 187 766 5 Danau Bambure 94 419 6 Hingan 85 242 7 Maruga 227 880 8 Panarnkan 184 537 9 Hulu Tampang 221 871 Jumlah 1.667 6.320 Su.mber : Data Puskesmas Bantai Bambure.
3.Keadaan Sosial Ekonomi clan Budaya
a.Adat Istiadat Penduduk yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Bantai Bambure sebagian besar adalah suku dayak maanyan yang hampir sebagian besar penganut agama Kristen. Sedangkan bahasa pengantar dalam pergaulan sehari-hari adalah bahasa dayak maanyan dan sebagian ada yang memakai bahasa banjar. Data Mata Pencaharian Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagian besar mata pencarian penduduk adalah berkebun, bertani dan sebagian lainnya se bagai nelayan 263
b.Transportasi Alat transportasi yang ada di wilayah Kecamatan Dusun Utara, terutama wilayah kerja Puskesmas Bantai Bambure adalah menggunakan transportasi darat baik berupa kendaraan roda 2 maupun roda 4. Dengan beberapa desa dengan kondisi jalan yang sudah di aspal dan beberapa desa dengan kondisi jalan perusahan/jalan tanah/jalan koral.Hal ini dikarenakan untuk beberapa desa yang jauh, belum memungkinkan dibangun sarana jalan yang layak dan nyaman buat warganya. Baik karena faktor geografis ataupun faktor topografi antar desa yang menyembabkan terhambatnya proses pembangunan. Karena sulitnya geografi, maka untuk. menempuh jarak desa terjauh adalah 90 menit dengan menggunakan kendaraan roda 2. Dengan kondisijalanan yang cukup ekstrem.
4.Sarana Pendidikan Sarana pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bantai Bambure yang paling rendah adalah PAUD dan tingkat yang paling tinggi adalah SMA dengan data sebagai berikut. Tabel.1.4 Data Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Bantai Bambure Tahun 2024 Sarana Pendidikan No. Desa Jumlah TK/PAUD SD/MI SMP/MTs SMA/MA 1 2 3 4 5 6 7 1 Bantai 3 1 1 1 0 Bambure 2 Tamparak 1 1 1 2 5 Layung 3 Rampa Mea 1 1 1 0 3 4 Tamparak 0 2 0 0 2 5 Danau 2 1 1 0 0 Bambure 6 Hingan 0 1 0 0 1 7 Maruga 2 2 1 0 5 264 8 Panarukan 1 1 1 9 Hulu 1 1 1 Tampang Jumlah 8 11 6 B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Puskesmas ~,1 1. Mma ,......_.,...._.. .. lmllM.DUi ....... t&II ......,.,,. GM&I.T.&a ......... T • P,:loyamn Promo. ~ho- b ~-, anan IK.acha1an - C Pot.ya,,.,,K,oobawl r.:.kl&rp1--• lOOI d PrlaJ"""nc;.., )- - VIOi .--~ -~ - bl! ... .,,.,. l(aolt.olall- • l',l•y-~- Gw,~- b~olNOIKdc T.-..l C l',la)IW!ltelclmu, O''"""'P d~- < ~--"'I.arm)-. ~.K--'Cla' ;. ......... a.a ........... ~.-a...- - --- ._~,._,_ - b~ -..,.c; daft c.~- Kdmrp llmofol l! d l'd.11...,.,,Gn,"''-- ....,__ (.., ~UIIP ,~-- •. ..__-!Doi> 1111,u)c,...,.._) -I'<"-! -111.ai> ILl"clayamn- m - C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas 0 3 0 3 2 27 Capaian indikator kinerja Puskesmas Bantai Bambure tahun 2024 yang merujuk pada Standar Pelayanan Minimal meliputi :
a.Upaya Kesehatan Ibu clan Anak serta Keluarga Berencana
1.Cakupan kunjungan ibu hamil K4 : 48%
2.Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan: 97 %
3.Ibu hamil resiko tinggi dan komplikasi yang ditangani: 100%
4.Cakupan kunjungan neonatus : 97%
5.Cakupan kunjungan bayi: 61 %
6.Jumlah bayi lahir dengan BBLR : 0 %
7.Cakupan bayi berat badan lahir rendah / BBLR yang ditangani : 0% 8 . Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan prasekolah: 82%
9.Cakupan peserta KB aktif : 87%
10.Neonatal resiko tinggi / komplikasi yang ditangani : 0% 265
b.Upaya Kesehatan Sekolah
1.Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih / guru UKS / dokter kecil : 100%
2.Cakupan pemeriksaan kesehatan berkala pada siswa SD/MI: 100%
3.Cakupan pemeriksaan kesehatan berkala pada siswa SLTP / MTS : 100%
c.Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
1.Cakupan pelayanan kesehatan remaja : 100%
2.Bali ta yang datang dan ditimbang (D/S) : 88%
3.Balita yang naik berat badannya (N/D): 54%
4.Pelayanan Balita Bawah Garis Merah (BGM): 100%
5.Cakupan bayi (6-11 bulan) mendapat kapsul vitamin A 1 kali pertahun : 100%
6.Cakupan anak balita (12 - 59 bulan) mendapat kapsul vitamin A 2 kali pertahun : 96%
7.Cakupan ibu nifas mendapat kapsul vitamin A : 100%
8.Cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe : 48%
9.Cakupan pemberian MP - ASI pada anak bayi BGM keluarga miskin : 100%
10.Cakupan pemberian MP - ASI pada anak bayi BGM keluarga miskin : 100%
11.Balita gizi buruk mendapat perawatan : 0%
d.Upaya Pengobatan , Kesehatan Jiwa, Kesehatan Usia Lanjut
1.Cakupan kunjungan rawat jalan : 920 orang
2.Sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan yang dapat diakses Masyarakat: 100%
3.Cakupan pelayanan gangguan jiwa disarana Kesehatan: 11
4.Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut: 92%
e.Upaya Kesehatan Lingkungan
1.Institusi yang dibina
2.Rumah Sehat (Desa)
3.Cakupan keluarga dengan sumber air minum terlindung
4.Cakupan rumah yang memilikijamban sehat 266
5.Rumah yang mempunyai SPAL
6.Rumah yang memiliki tempat sampah
7.Rumah/ bangunan bebas jentik nyamuk Aedes
8.Tempat umum yang memenuhi syarat
9.Tempat umum pengolahan makanan yang memenuhi syarat
f.Upaya Promosi Kesehatan
1.Rumah tangga sehat
2.Bayi yang mendapat ASI eksklusif
3.Posyandu Pumama
4.Posyandu Mandiri
5.Upaya penyuluhan P3 NAPZA/ P3 NARKOBA oleh petugas kesehatan
6.Desa siaga aktif SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN KELENGKAPAN
1.Sumber Daya Manusia
a.Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Pendidikan Jumlah 1 DokterUmum 0 2 Ners 2 3 Apoteker 1 4 D3 Perawat 15 5 D3 Perawat Gigi 1 6 D4 Perawat Gigi 1 7 Bidan 14 8 D3 Analis Laboratorium 1 9 D3 Gizi 2 10 S1 Gizi 2 11 D3 Farmasi 1 12 SKM 1 267 13 Sanitarian 0 14 S1 Ekonomi 1 15 Petugas Kebersihan (SMA) 1 TOTAL 43 Orang Sumber : Data Pegawai Pusk.esmas Bantai Bambure Tahun januari 2024.
b.Sarana dan Prasarana Puskesmas Santai Bambure No Jenis Sarana Jumlah Keterangan/Kondisi 1 Puskesmas Induk 1 Baik 2 Puskesmas Pembantu 3 Rusak Ringan 2 3 Poskesdes 11 Rusak Bera t 1 4 Ambulance 1 Rusak Berat 5 Motor 7 Rusak Sedang 2 6 Rumah Dinas 3 Rusak Sedang 2 7 Mesin Ginset 1 Rusak Berat Data Puskesmas Bantai Bambure Januari 2024
c.Pembiayaan Kesehatan Untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan, Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembiayaan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin melalui Program BPJS Kesehatan . BPJS digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif. Selain itu, untuk pelaksanaan kegiatan rutin di Puskesmas, Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran melalui APBD yang disahkan oleh DPRD dengan rincian kegiatan yang telah ditetapkan. Mulai tahun 2010, pemerintah pusa t meluncurkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yaitu Dana dukungan / bantuan kepada pemerintah daerah dalam melaksanakan SPM Bidang 268 Kesehatan untuk pencapaian MDGs Bidang Kesehatan tahun 2015 melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promoti f dan preventif Pemerintah juga melakukan suatu terobosan dalam upaya menurunkan AKI dan AKB yang masih tinggi melalui Jaminan Persalinan (Jampersal) dengan maksud untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap persalinan yang sehat dan aman bagi semua ibu hamil dan bersalin yang bel~ merniliki jaminan pembiayaan kesehatan lainnya . Dengan program jampersal ini diharapkan bahwa masyarakat mendapat pelayanan kesehatan secara mandiri dan berkeadilan yang mana semua ibu hamil dan bersalin mendapat jaminan pembiayaan untuk persalinannya dan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk persalinannya. Pembiayaan yang diberikan pada pelayanan kesehatan tingkat pertama ( Puskesmas ) meliputi :
1.Pemeriksaan kehamilan 4 kali 2 . Persalinan normal di fasilitas kesehatan
3.Pelayanan nifas normal 3 kali termasuk KB pa sea persalinan
4.Pelayanan bayi baru lahir TOGAS POKOK DAN FUNGSI Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/ MENKES/ SK/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas adalah:
1.Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2.Pusat Pemberdayaan Masyarakat
3.Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 22 tahun 2016 tenteng kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja dan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar secara berkesinambungan, ditetapkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan nomor: 10/YAN.SDK/01-2017 Tentang Uraian Tugas,Fungsi dan Tata Kerja Puskesmas sebagai berikut: 269
1.Uraian Tugas Pokok clan Fungsi Kepala Puskesmas :
a.Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan Puskesmas
b.Memimpin pelaksanaan Tugas Pokok dan fungsi Puskesmas
c.Membina kerja sama pegawai dalam pelaksanaan tugas sehari hari
d.Melakukan pengawasan melekat bagi seluruh pelaksanaan kegiatan program dan pengelolaan keuanga
e.Mengadakan koordinasi dengan kepala kecamatan dan lintas sektor dalam upaya pembangunan kesehatan diwilayak ker
f.Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan masyarakat d~am rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
g.Menyusun perencanaan kegiatan Puskesmas dengan dibantu oleh staf Puskesmas
h.Memonitor dan mengepaluasi kegiatan puskesmas
1.Melaporkan hasil kegiatan ke Dinas Kesehatan J. Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan
k.Melakukan supervise dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas,di jaringan,jejaring dan di masyarakat 2 . Uraian tugas Pokok clan Fu.ngsi Kepala Tata Usaha
a.Mengelola dan menyiapkan data dan urusan kepegawaian b . Mengelola surat masuk dan surat keluar
c.Merekap dan melaporkan SP3 Puskesmas
d.Koordinasi dengan lintas program untuk mengarsipkan data program dan inventarisasibarang e . Ikut sertya dalam penataan keuangan Puskesmas
f.Menyusun jadwal kegiatan puskesmas dan ikut merumuskan perencanaan puskesmas satu tahun kedepan
3.Uraian Tugas Pokok Dan Funbgsi Dokter Umum
a.Sebagai Ketua Tim Mutu puskesmas, mengkoordinir seluruh kegiatan manajemen mutu di puskesmas
b.Melaksanakan tugas pelayanan pasen puskesmas 270
c.Membentuk manajemen dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi puskesmas
d.Membantu manajemen membina pegawru dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
e.Membantu menyusun perencanaan kegiatan puskesmas
f.Membantu manajemen dan memonitor dan mengevaluasi kegiatan puskesmas
g.Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan
h.Membina perawat bidan dalam pelaksanaan MTBS
1.Membantu Manajemen dalam melakukan supervise dalam pelaksanaan kegiatan J. Mengkoordinir kegiatan system informasi kesehatan
k.Menyusun laporan trahunan,proftl kesehatan,dibantu staf yang lain
4.Uraian Tugas pokok dan fungs i Bidan
a.Se bagai bidan koordinator penanggung jawab kegiatan Keluarga Berencana b . Melaksanakan dan melaporkan kegiatan pemeriksaan/pembinaan/pertolongan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas ibu menyusui, bayi dan balita
c.Mealakukan kegiatan pelayanan Keluarga Berencana
d.Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan umum nonmedis KB
e.Bertanggungjawab atas kebersihan dan penataan ruang KIA/KB/RB
f.Melaksanakan kegiatan koordinasi dengan PKK dan lintas sektor terkait
g.Membantu kepala puskesmas dalam menyusun rencana kegiatan
h.Membantu kepala puskesmas dalam membuat laporan kegiatan
1.Melaksanakan kegiatan puskesmas
j.Melaksanakan posyandu lansia
k.Membina anak prasekolah dan taman kanak kanak
1.Melakukan pemantawan tumbuh kembang balita 271
m.Membina unit KIA,KB dalam pelaksanaan QA
n.Melaksanakan posyandu Balita
o.Membantu pelaksanaan dan pelaporan KIA dan KB
5.Uraian Tu.gas Pokok dan Fungsi Petugas Gizi
a.Membuat perencanaan kegiatan program gizi,bersama petugas lintas program dan sektor terkait
b.Melaksanakan kegiatan dalam rangka UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga) mengkoordinir kegiatan penimbangan dan penyuluhan gizi di posyandu
c.Melaksanakan pendataaan sasaran dan distribusi vitamin A dan tablet besi (Fe) d . Melaksanakan PSG (Pemantawan status gizi)
e.Melaksanakan pemantawan garam beryodium
f.Mendeteksi dan melaporkan adanya balita KEP
g.Mengkoordinir pelaksanaan PMT penyuluhan dan pemulihan balita KEP
h.Bersama petugas lintas sektor merencanakan, monitor dan mengevaluasi pelaksanaan PMT-ASI
i.Bersama dengan petugas lintas program dan lintas sektor terkait melaksanakan sistem kewaspadaan pangan dan gizi
j.Mengadakan konseling gizi diklinik gizi maupun posyandu
k.Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan program gizi
6.Uraian Tu.gas Pokok dan Fungsi Kesehatan Lingkungan
a.Menyusun rencana kegiatan pelayanan kesehatan lingkungan berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan p[erundang- undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja
b.Melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan meliputi pendataan, pengawasan dan pembinaan SAB,JAGA,TIU / TPM /Pestisida,penyuluhan kesehatan lingkungan, mengatur mengawasi petugas kebersihan UPT Puskesmas dan koordinasi program terkait sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
c.Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan kesehatan lingkungan secara menyeluruh. d . Membuat catatan dan laporan dibidang tugasnya,sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada kepala puskesmas. 272
7.Uraian Tugas Pokok clan Fungs i Promos i Kesehatan
a.Sebagai koordinator kegiatan promosi kesehatan, penyulihan kesehatan masyarakat dan peningkatan peran serta masyarakat.
b.Melakukan pendataan dan upaya-upaya dalam peningkatan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) baik untuk individu, kelompok, institusi sekolah.
c.Membantu kepala puskesmas dalam membuat pelaksanaan kegiatan.
d.Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan penyuluhan kesehatan Masyarakat dan peran serta masyarakat.
e.Membina batra dan upaua-upaya pengembangan obat tradis ional.
f.Membina poyandu balita dan posyandu lansia. 8 . Uraian Tugas Pokok clan Fungs i Koordinator P2P a . Mengkoordini r kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular yang meliputi kegiatan P2TB, P2 Malaria, P2DBD, P2Diare, P2 Ispa, P2 PI'M, serta penyakit potensial wabah lain.
b.Mengumpulkan data kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular.
c.Mengkoordinir kegiatan surveilen pembe rantasan penyakit dan mendeteksi adanya KLB. d . Mengkoordinir kegiatan penyelidikan epidemiolOgi
e.Melakukan koordinasi dengan petugas puskesmas dalam melaksanakan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.
f.Mengkoordinir laporan kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular,Laporan adanya KLB,lapora PE dan laporan potensial wabah (W2). 273
1.Masalah Eksternal
a.Adanya penyakit yang berpotensi wabah dan daerah endemis penyakit Masih ditemukannya kasus demam berdarah di wilayah Kabupaten Barito Selatan dan mobilitas penduduk yang tinggi antar wilayah dapat mempercepat sebaran penyakit menular. Hal ini dapat mengakibatkan angka kesakitan penyakit menular dapat meningkat misalnya Malaria, DBD, Campak. b . Masih rendahnya kunjungan balita ke posyandu yang mengakibatkan kurang terpantaunya status gizi balita di desa secara keseluruhan. Hal ini dapat berakibat adanya gizi kurang maupun gizi buruk yang tidak terdeteks i dan tidak tertangani .
c.Perilaku masyarakat dan kesadaran masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) dengan status ekonomi menengah ke bawah masih rendah terutama kebiasaan cuci tangan dengan sabun, kebiasaan merokok, pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan belum membudayanya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk . d . Masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan.
e.Pada beberapa desa di wilayah Puskesmas Bantai Bambure masih rendahnya keluarga yang memiliki jamban sehat dan penge lolaan limbah.
f.Masih adanya budaya/ mitos/ kepercayaan yang menghambat program kesehatan misalnya persalinan tidak di sarana kesehatan , menolak imunisasi, meno lak menyusui, pantang makanan tertentu baik bagi ibu hamil maupun saat menyusui, pemberian makanan tambahan pendamping ASI yang tidak sesuai dengan umurnya
g.Kesadaran sektor lain bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab Puskesmas masih rendah sehingga duku n gan terhadap pembangunan kesehatan masih kurang. h . Masih sulitnya mencari kader kesehatan yang dapat bekerja dengan sungguh -sungguh dan rutin dan memahami tentang teknis pelaksanaan posyandu sehingga pelaksanaan posyandu tidak efektif dan tidak optimal. 274
1.Kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan secara mandiri melalui dana sehat belum berkembang dengan baik, masih rendahnya cakupan dana sehat di masyarakat. Pelaksanaan desa siaga belum berjalan secara mandiri, masih terus mengandalkan Puskesmas sebagai penggerak kegiatan.
2.Masalab Intemal
a.Jumlah dan kualitas tenaga kesehatan yang kurang menduk:ung serta jumlah tenaga administrasi belum terpenuhi sehingga masih banyaknya rangkap tugas.
b.Petunjuk teknis pelaksanaan beberapa program kegiatan belumjelas sehingga belum terlaksana dengan baik dan laporan kegiatan belum menghasilkan data yang akurat. Contoh: Upaya Kesehatan Usila, Upaya Kesehatan Remaja.
c.Sistem Informasi Kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal terutama akses informasi, ketepatan, akurasi, kelengkapan yang berkaitan dengan lintas sektor.
3.Permasalahan di Masyarakat
a.Angka kesakitan dan kematian pada beberapa penyakit tidak menular dan degeneratif seperti Hypertensi, DM, kardiovaskular dan kanker cenderung mengalami peningkatan.
b.Kesadaran masyarakat khususnya ibu balita untuk menimbangkan anaknya ke Posyandu masih sangat rendah hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya cakupan D/S. Rendahnya cakupan kunjungan balita ini dapat berakibat tidak terpantaunya status gizi balita secara keseluruhan yang dapat berdampak adanya kasus balita dengan gizi buruk maupun gizi kurang yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani.
c.Kualitas kesehatan lingkungan masih rendah. Calrupan rumah sehat masih rendah. Cakupan sanitasi dasar seperti cakupan jamban keluarga, cakupan sarana pembuangan air limbah (SPAL) masih rendah.
d.Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat masih rendah. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar belum membudaya, kebiasaan merokok 275 masih tinggi, perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah, kegiatan Pemberantasan sarang Nyamuk secara berkala belum membudaya.
e.Partisipasi/ peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan masih rendah diantaranya posyandu. PSN, pengembangan desa siaga belum dilaksanakan secara manctiri masih bergantung pada Puskesmas. Motivasi masyarakat sebagai kader posyandu masih rendah, belum adanya regenerasi kader posyandu.
f.Pelaksanaan upaya promosi kesehatan belum optimalterutama yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dikarenakan belum adanya tenaga penyuluh kesehatan di puskesmas, sarana media penyuluh yang belum memadai sehingga kurang menarik. Untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan dan dengan mempertimbangkan perkembangan masalah serta kecenderungan masalah kesehatan ke depan maka ditetapkanlah Visi Puskesmas Bantai Bambure. Visi Puskesmas Bantai Bambure adalah "Terwujudnya Masyarakat Htdup Sehat Secara Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Bantai Bambure tahun 2022". B. Misi BLUD UPT Puskesmas Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan suatu pemyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya misi berarti membawa organisasi pada suatu fokus dan diharapkan seluruh karyawan Puskesmas Bantai Bambure dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal institusi Puskesmas Bantai 276 Bambure dan mengetahui program - program serta hasil yang akan diperoleh pada masa yang akan datang. Misi Puskesmas Bantai Bambure adalah:
1.Meningk.atkan Kualitas Sumber Daya Manusia Secara Berkelanjutan
2.Mengembangkan Saran.a Dan Mutu Pelayanan Sesuai Kebutuhan Masyarakat
3.Menyelenggarakan Upaya Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Sesuai Prosedur Yang Terstandarisasi
4.Mendorong Kemandirian Hidup Sehat Masyarakat Melalui Pengembangan
5.Mendorong kemandiran hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat melalui Kerjasama Lintas Sektoral. C. Tujuan Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasi misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Adapun tujuan khususnya adalah:
1.Menurunkan angk:a kesakitan dan kematian penyakit serta mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB).
2.Mengendalikan penyebaran penyakit menular melalui peningkatan kegiatan surveilans.
3.Mengendalikan penyakit tidak menular dan masalah kesehatan lain di masyarakat melalui peningkatan kegiatan promotif dan prepentif.
4.Meningk:atkan kualitas kesehatan lingkungan.
5.Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di 277 bidang kesehatan.
6.Meningkatkan kelembagaan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
7.Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan.
8.Meningkatkan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya.
9.Meningkatkan kualitas tenaga yang ada di puskemas baik tenaga kesehatan maupun tenaga lainnya .
10.Meningkatkan kesehatan anak sekolah dan remaja.
11.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
12.Melaksanakan upaya kesehatan gigi danjiwa kepada masyarakat.
13.Meningkatkan status gtZ1 pada bayi dan balita dengan meningkatkan cakupan kunjungan posyandu.
14.Meningkatkan sistem manajemen pengelolaan obat dalam rangka pemenuhan ketersediaan, mutu, jenis, jumlah obat dan perbekalan kesehatan.
15.Meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan anak sekolah agar dapat terbentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
16.Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat sehingga tersedia data kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. D.Sasaran Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Puskesmas Bantai Bambure dalam jangka waktu dua tahun terakhir. Sasaran merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis. Sasaran harus bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur dan menantang namun dapat dicapai. Berdasarkan hal tersebut diatas, Pukesmas Bantai Bambure Selatan menetapkan sasaran sebagai berikut:
1.Menurunnya angka kematianlbu dan Bayi .
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat Kabupaten Barito
3.Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan. 278
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat.
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bennutu, merata terutama pennasalahan kesehatan pada masyarakat misk.in dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.
8.Terwujudnya sistem infonnasi kesehatan yang terpadu dan akurat untuk pemanfaatan pengambilan keputusan.
9.Meningkatnya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan melalui BPJS/jampersal dan jamkesda.
10.Terwujudnya pelayanan kesehatan berbasis kinerja. E. Strategi clan Arah Kebijakan
1.Strategi Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka strategi yang akan dilaksanakan pada priode 2025-2026 adalah sebagai berikut :
a.Mengembangkan surveilans penyakit dan masalah kesehatan berbasis masyarakat
b.Meningkatkan peran serta masyarakat, kesadaran masyarakat, desa siaga dan peningkatan KIE (komunikasi, infonnasi dan edukasi) dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan perilaku hidup bersih dan sehat.
c.Pengembangan pengelolaan air minum/ bersih, pembuangan air limbah, jamban keluarga dan pembuangan sampah dengan pendekatan berbasis masyarakat dan penerapan teknologi.
d.Meningkatkan penanggulangan masalah gizi melalui pemberian makanan tambahan dan suplemen (vitamin) dan peningkatan keluarga sadar gizi.
e.Memenuhi kebutuhan sarana, prasarana termasuk sumber daya 279 manusia, obat- obatan dan perbekalan kesehatan di pelayanan kesehatan.
f.Meningkatkan manajemen Puskesmas
g.Meningkatkan dan mengembangkan upaya kesehatan wajib maupun pengembangan.
h.Menerapkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan Prosedur yang telah disusun.
1.Mengembangkan sistem infonnasi kesehatan yang lengkap, akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. J. Meningkatkan koorclinasi lintas sektor dalam pengembangan dan pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas . 2 . Arah Kebijakan Kebijakan merupakan arah yang diambil dalam menentukan bentuk program dan kegiatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Kebijakan tersebut adalah:
a.Peningkatan kegiatan Promosi Kesehatan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam rangka berperilaku hidup bersih dan sehat
b.Peningkatan kualitas sanitasi dasar.
c.Peningkatan pembinaan sanitasi di TUPM, TTU dan institusi.
d.Peningkatan dan penguatan peran serta masyarakat melalui pendampingan dalam pengembangan UKBM dan desa siaga
e.Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan .
f.Melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala pada siswa sekolah.
g.Peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan masyarakat
h.Pemenuhan alat kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan pada Puskesmas dan jaringannya sesuai dengan kebutuhan.
i.Perbaikan/ rehabilitasi Puskesmas dan jaringannya.
j.Menurunkan angka kematian ibu, bayi melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. 280
k.Melakukan rujukan pada ibu hamil resiko tinggi
1.Pendampingan persalinan oleh dua tenaga kesehatan yang rnemiliki kornpetensi kebidanan. rn. Peningkatan gizi keluarga dan rnasyarakat rnelalui pemberian PMT, vitamin pada balita, ibu harnil dan ibu nifas.
n.Melakukan penyuluhan dan pernberdayaan keluarga dalam rnembiasakan konsurnsi aneka ragam makanan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, penggunaan garam yodium dan suplemen zat gizi .
o.Pencapaian UCI
p.Peningkatan kegiatan surveilans sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan KLB.
q.Peningkatan koordinasi lintas sektor melalui pertemuan di tingkat Kecamatan.
r.Peningkatan manajemen Puskesmas (Perencenaan, Pelaksanaan, Penilaian/ Evaluasi) dan kualitas informasi kesehatan. BABV PENUTUP Perencanaan strategi ini merupakan kesepakan bersama seluruh karyawan atau petugas yang menjalankan program dan kegiatan di Puskesmas Santai Bambure yang merupakan perwujudan komitmen dan cita-cita Puskesmas Bantai Barnbure dalarn pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Selatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakatterutama di tingkat desa sebagai tonggak pelaksanaan kegiatan dan pembangunan kesehatan. Program dan kegiatan dilaksanakan secara rutin dan terus menerus, dengan memprioritaskan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat melalui standar pelayanan minimal dengan pengembangan inovasi-inovasi unggulan dari masing-masing program atau masing-masing puskesmas ataupun pelaksana program dan kegiatan itu sendiri. Pelak:sanaan evaluasi dilaksanakan secara berkala bulanan melalui minilokakarya Puskesmas, tribulanan melalui minilokakarya lintas sektor, semester dan tahunan atau tergantung situasi keadaan saat itu. Hasil evaluasi 2 dipakai sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dan langkah-langkah selanjutnya. Demikianlah Rencana Strategis Puskesmas Bantai Bambure ini disusun sebagai arah dan pedoman bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalammerencanakan, melaksanakan pengembangan program yang tertuang dalam RencanaKerja tahunan, sehingga setiap program dan kegiatan disetiap unit kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaannya. YASAMSURI 282 LAMPIRAN X PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2025 -2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS PATAS A. Latar Belakang BABI PENDAHULUAN Pemerint.ah selalu bernpaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pembangunan Kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi -tingginya yang dilak.sanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Rencana Strategi UPT Puskesmas Patas 2025 - 2026 adalah dokumen resmi perencanaan yang merupakan arah dan tujuan bagi seluru.h komponen UPT Puskesmas Patas dalam mewujudkan Visi, Misi, sasaran dan arah kebijakan pembangunan kesehatan selama kurun waktu lima t.ahun yang akan datang. Dengan berpedoman pada dokumen Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan maka disusunlah Rencana Strategi untuk menantisipasi permasalahan kesehatan di tingkat Puskesmas. Maksud penyususnan Renstra ini adalah tersedianya dan tersusunnya dokumentasi perencanaan kesehatan. Sedangkan tujuan penyusunan Renstra adalah tersedianya dokumen yang strategis dan komprehensif yang menjamin konsistensi perumusan kondisi atau masalah kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Patas. B. Pengertian Rencana Strategis Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan organisasi yang berorientasi pada basil yang ingin dicapai. Renstra berisi rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan 283 organisasi dalamjangka waktu tertentu (biasanya 5 tahun). C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Tujuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) UPT Puskesmas Patas Tahun 2025-2026, sebagai berikut: I. Menjadi Pedoman penyelarasan dalam implementasi strategi Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, RENSTRA Dinas Kesehatan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025 - 2026
2.Menjadi pedoman dalam pelaksanaan program kerja dan kegiatan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Barito Selatan sesuai dengan Tugas dan Fungsi Puskesmas;
3.Menjadi Pedoman dalam penyusunan rencana anggaran UPT Puskesmas Patas; D.Dasar Hukum Rencana Strategis Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Tahun 2025- 2026, didasarkan pada beberapa peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421).
2.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 09 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ten tang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679).
3.Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 ten tang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136).
4.Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 6178).
5.Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
6.Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Presiden 284 (PERPRES) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10).
7.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312) .
8.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540).
9.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republi.k Indonesia Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem lnformasi Pemerintahan Daerah.
10.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 144 7}.
11.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1781).
12.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 ten tang Standar Tek:nis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
13.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 tahun 2020 tentang rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2020 -2024.
14.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jang.ka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 -2025.
15.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 6 Tahun 2021 tanggal 25 November 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021-2026.
16.Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan.
17.Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang 285 Kedudukan, Susunan Organisasi, Tu.gas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan.
18.Peratu.ran Bupati Barito Selatan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023-2026. E. Sistematika penulisan Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut: : Penutu.p
1.Lokasi Puskesmas UPT Puskesmas Patas, merupakan salah satu Puskesmas yang ada di Wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah, dengan jarak dari ibu kota Kabupaten ± 286 86 Km. Lokasi UPf Puskesmas Patas, berada di Desa Patas.l, RT. 08, Nomor : 01 Jln Negara Ampah - Muara Teweh yaitu di Wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah.
2.Luas Wilayah Luas Wilayah Kerja UPT Puskesmas Patas, Kecamatan Gunung Bin tang Awai, kuarang lebih 673 Km2 , meliputi 12 Desa, dengan jumlah penduduk kurang lebih 14.321 jiwa (Tahun 2023), dengan wilayah kerja yang dapat dijangkau dengan jalur darat, sebanyak 11 Desa dan 1 Desa ditempuh dengan jalur darat dan jalur air (sungai) yaitu desa Bin tang Ara. Tabel 2.1 Jarak Km dari Desa ke Puskesmas No Nama Desa Jarak Waktu Tempuh (Km) (Menit) 1 Patas.l 0-1 1-3 2 Ngurit 50 120 3 Ugang Sayu 12 30 4 Gagutur 10 25 5 Bipak Kali 7 15 6 Palu Rejo 19 60 7 Wayun 19 60 8 BintangAra 60 180 9 Patas.11 12 45 10 Sei Paken 9 30 11 Muara Singan 5 30 12 Malungai Raya 61 180
3.Batas Wilayah Wilayah kerja UPT Puskesmas Patas, sebagaian besar merupakan dataran tinggi dan sebagian kecil dataran rendah, adapun batas-batas wilayah UPT Puskesmas Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai, adalah sebagai berikut: a . Sebelah Utara bernatasan dengan Kecamatan Gunung Timang b . Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Marga Jaya
c.Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tamaparak Layung Kecamatan Dusun Utara 287
d.Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baruyan Kee. Raren Batuah. A. DEMOGRAFI
1.Jumlah Penduduk Penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Patas sebanyak 14 .321 jiwa yang terbagi atas beberapa kelompok, yaitu:
a.Bayi : 189
b.Balita : 1036
c.Bumil : 193 d . Bulin : 183
e.PUS : 2445
2.Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk wilayah kerja UPI' Puskesmas Patas sebanyak 14.321 jiwa yang tersebar di 12 desa sebagai berikut: No DESA Jumlah Jumlah Luas Kepadatan/ Penduduk KK (KM2) Km2 1 Patas I 2.728 827 35 78 2 Ngurit 937 310 65 14 3 Ugang 1.075 343 56 19 Sayu 4 Gagutur 845 278 32 26 5 BipakKali 854 258 72 12 6 Palu Rejo 2.824 914 19 149 7 Wayun 1.030 321 35 29 8 Bintang 646 176 105 6 Ara 9 Patas.H 378 125 35 11 10 Sei Paken 870 251 26 33 11 Muara 1.585 451 168 9 Singan 12 Malungai 550 180 25 22 Raya
3.Komposisi Penduduk Penduduk berdasarkan jenis kelamin 288 Jumlah penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Patas , Kecamatan Gunung Bintang Awai, terdiri dari laki-laki 7.335 jiwa dan perempuan 6.986 jiwa. Tabel. 2.3. Jumlah berdasarkan jenis kelamin : No Desa Laki-laki Perempuan Jumlah 1 Patas I 1411 1317 2728 2 Ngurit 486 451 937 3 Ugang Sayu 537 538 1075 4 Gagutur 411 434 845 5 Bipak Kali 453 401 854 6 Palu Rejo 1461 1363 2824 7 Wayun 499 531 1030 8 BintangAra 359 287 646 9 Patas 11 187 191 378 10 Sei Paken 459 411 870 11 Muara Singan 793 792 1585 12 Malungai Raya 279 271 550 B. Gambaran Organisasl BLUD UPT Pu.skesmas Gambaran orgarusas1 UPT Puskesmas Patas berdasarkan Permenkes No.75 tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut:
a.Kepala Puskesmas
b.Sub Bagian Tata Usaha
c.Pelaksana Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
d.Pelaksana Unit Promosi Kesehatan
e.Pelaksana Unit Kesehatan Ibu dan Anak-Keluarga Berencana
f.Pelaksana Unit Kesehatan Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat
g.Puskesmas Pembantu C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas terdiri dari :
1.Penyelenggaraan UKM Puskesmas berwenang untuk :
a.melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan; 289
b.melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
c.melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
d.menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
e.melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
f.melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
g.memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
h.melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan
1.memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
2.Penyelenggaraan UKP Puskesmas berwenang untuk :
a.menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
b.menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
c.menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
d.menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
e.menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;
f.melaksanakan rekam medis;
g.melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;
h.melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
i.mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan J. melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan. Upaya pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan dilakukan 290 adalah sebagai berikut:
1.Upaya Kesehatan Perorangan Upaya kesehatan perorangan terdiri dari:
a.Pelayanan Pemeriksaan umum
b.Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Anak
c.Pelayanan pemeriksaan gigi dan mulut
d.Pelayanan KIA - KB
e.Pelayanan Gizi
f.Kefarmasian
g.Laboratorium
h.Ruang Tindakan
i.Layanan Ambulance
2.Upaya Kesehatan Masyarakat U paya Kesehatan Masyarakat terdiri dari :
a.UKM Esensial :
1.Promosi Kesehatan (Prom.Kes)
2.Kesehatan Lingkungan (KesLing)
3.Kesehatan Ibu dan Anak (KIA / KB)
4.Gizi Masyarakat
5.P2P meliputi : Kecacingan DBD Malaria HIV/AIDS IMS TBC Imunisasi Kusta Filariasis Rabies Typoid Ispa Diare Surveilance
b.UKM Pengembangan Keswa Kesehatan Indra NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 291 UKS / UKGS Kesehatan Kerja Kesehatan Haji Kesehatan Olahraga Kesehatan Lanjut Usia Kesehatan Rujukan PKPR Posbindu
3.Sumber Daya Puskesmas Patas Sumber daya manusia di Puskesmas Patas terdiri dari tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan menjadi pelaku langsung pelaksanaan upaya kesehatan sedangkan tenaga kesehatan non kesehatan berlungsi sebagai pendukung upaya kesehatan. Tenaga kesehatan di Puskesmas Patas tersebar dalam 12 Desa. Jumlah sumber daya manusia yang dimiliki Puskesmas Patas pada tahun 2025-2026 sebanyak 66 orang. Berikut distribusi sumber daya manusia kesehatan berdasarkan jenis tenaga dan status kepegawaian di Puskesmas Patas pada tahun 2025-2026. Tabel 2.1. Distribusi SOM di Puskesmas Patas Berdasarkan Jenis Tenaga dan Status Kepegawaian Tahun 2025-2026 JENIS KETENAGAAN STATUS KEPEGAWAIAN CAPEG PNS PHT PTT KONTRAK TKS DOKTERUMUM 0 4 0 0 0 0 DOKTERGIGI 0 0 0 0 0 0 Sl FARMASI/ APOTEKER 0 3 0 0 0 0 Sl KEPERAWATAN + 8 2 1 NERS 0 0 0 S1 KEPERAWATAN 0 0 0 0 0 0 S 1 KESEHATAN 1 0 0 MASYARAKAT 0 0 0 Dill KEBIDANAN 0 6 0 0 9 1 DUI KEPERAWATAN 0 8 0 0 5 0 DIii KEPERAWATAN GIGI 0 2 0 0 1 0 DIil ANALIS 0 2 0 0 0 0 DIII GIZI/ NUTRISIONIS 0 2 0 0 1 0 DIii KESEHATAN 1 0 0 LING KUNGAN 0 0 0 292 DIII FARMASI/ DIII 0 0 0 13 A.APOTEKER 0 0 0 14 S 1 MANAJEMEN 0 1 0 0 1 0 15 REKAM MEDIS 0 0 0 0 0 1 16 TENAGA KEAMANAN 0 0 0 0 1 0 17 CLEANING SERVICE 0 0 0 0 1 0 18 SOPIR AMBULAN 0 0 0 0 1 0 SMF / ASISTEN 0 19 APOTEKER 0 0 0 0 0 20 DIV KEBIDANAN 0 3 0 0 0 0 21 SLTA/SMK SEDERAJAT 0 0 0 0 0 0 22 SLTP SEDERAJAT 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 0 41 0 0 22 3 Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwajenis tenaga terbanyak adalah dari tenaga PNS. Hal ini merupakan kekuatan bagi Puskesmas. Adanya tenaga PNS di Puskesmas sangat membantu dalam pelaksanaan dan pencapaian program di Puskesmas. Sedangkan berdasarkan jenis pendidikan, Puskesmas Patas belum memiliki tenaga Dill kefarmasian atau asisten Apoteker Puskesmas Patas memiliki sarana dan prasarana kesehatan dan non kesehatan yang menunjang dalam pelayanan di Puskesmas dan diluar Puskesmas. Secara rinci bisa dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 2.2 Sarana dan Prasarana di Puskesmas Patas Tahun 2025 Untuk meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan. NO JENIS SARANA DAN Jumlah Keterangan PRASARANA
1.Puskesmas Perawatan 1
2.Puskesmas Pembantu 9
3.Poskesdes 9
4.Pusling Roda 4 0 Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Untuk mengukur kinerja capaian upaya promosi kesehatan di Puskesmas Patas dapat dilihat dari indikator seperti tabel di bawah ini 293 Setiap orang khususnya masyarakat miskin mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Selain itu setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya . Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh keterjangkauan dan kemudahan akses ke sarana pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan beberapa faktor penentu antara lain: jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan, waktu tempuh dan alat transportasi ke sarana kesehatan, serta status sosial ekonomi dan budaya. Salah satu kemudahan yang harus dijamin oleh pemerintah adalah kemudahan memperoleh pelayanan pengobatan dasar. Tabel 2.3. Indikator dan Target Program Upaya Kesehatan NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN KOORDINATOR TATA USAHA A Manajemen Operasional 1 Visi Organisasi Ada makna, keterkaitan dan Ada Puskesmas tolak ukur keberhasilan serta pemahaman 2 Misi Puskesmas Ada makna, kesesuaian Ada dengan tujuan dan tolak ukur dan keberhasilan serta pemahamannya 3 Dokumen Perencanaan Ada analisis situasi, Ada identifikasi dan prioritas masalah,upaya pemecahan masalah dengan indikator keberhasilannya dan dibuat POA serta Gen Chart 4 Dokumen Perencanaan Masalah kesehatan, Ada pencapruan visi, melaksanakan fungsi dan explorasi akan penyebab masalah serta perumusan 4W+1H 5 Mini Lokakarya Dipimpin Kepala Puskesmas , Ada bulanan dihadiri oleh seluruh karyawan dan diperoleh keluaran rencana kerja bulan berikutnya 6 Mini Lokakarya Sosialisasi masalah Ada bulanan kesehatan terkini, evaluasi kegiatan, problem solving dan rencana dan rencana 7 Lokakarya Tribulanan 8 Laporan LB 3 9 Laporan LB 4 NO JENIS PELAYANAN 10 Laporan Tahunan LSD 1 11 Laporan Tahunan LSD 2 12 Laporan Tahunan LSD 3 13 Laporan Kejadian Luar Biasa 294 tindak lanjut serta dibuat notulen, daftar hadir Dipimpin camat, dihadiri Ada lintas sector disdik, kesra, PKK, Agama, dan KB serta LS lainnya, membahas evaluasi kegiatan, masalah kesehatan terkini, dibuat notulen dan daftarhadir Terisi lengkap, dilaporkan Ada setiap dilaporkan setiap tg1 2 bulan berikutnya, dibuat penyaJ1an data (Gizi, KIA, Imunisasi, P2M) ditanda tangani pengelola program SP3 dan Kepala Puskesmas Terisi lengkap, dilaporkan Ada setiap tanggal 2 bulan berikutnya, dibuat penyajian data (UKS, Promkes, Kesehatan Gigi dll), ditanda tangani pengelola program SP3 dan Kepala Puskesmas INDIKATOR KINERJA SASARAN Terisi lengkap, dilaporkan setiap tg1 2 bulan berikutnya, dibuat penyaJ1aan ketersediaan sarana dan fasilitas pelayanan, ditanda tangani pengelola program dan Kepala Puskesmas Terisi lengkap, dilaporkan setiap tanggal 2 bulan berikutnya, dibuat penyajian sumberdaya manusia, ditanda tangani pengelola program SP3 dan Kepala Puskesmas Terisi Lengkap, dilaporkan setiap tanggal 2 bulan berikutnya, dibuat penyajian ketersediaan alat kesehatan,ditanda tangani pengelola program dan Kepala Puskesmas Diisi lengkap W 1 dan atau W2 dilaporkan setiap hari senin, dibuat penyajian data KLB atau Wabah, ditanda Ada Ada Ada Ada 14 Laporan Tahunan 15 Laporan Kegiatan B Manajemen Alat dan Obat 295 tangani pengelola program dan Kepala Puskesmas Ada kesesuaian dengan perencanaan, data bulanan dan tahuanan, penyaJ1an indicator keberhasilan meliputi input, proses, output dan output come, teridentifikasi masalah pelaksananan program dan pencapaian program, dibuat rencana tindak lanjut dan rekomendasi Ada kesesuaian dengan output program, indikator keberhasilan meliputi input, proses dan output, serta jadwal kegiatan clan rencana tindak Ianjut serat rekomendasi a . Petugas puskesmas membuat permintaan obat menggunakan form LPLPO
b.Semua kolom dalam LPLPO diisi lengkap C. Puskesmas menetapkan stok optimum untuk setiap item obat d . LPLPO ditanda tangani Petugas Puskesmas, Kepala GFK Kah. Dan Kepala Dinas Kesehatan
e.Tahun LPLPO diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir
f.Tahun LPLPO diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir
g.Tahun LPLPO diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada 296
h.Tahun LPLPO Ada diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir I. Tahun LPLPO Ada diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir
j.Tahun LPLPO Ada diarsipkan minimal 1 (satu) tahun terakhir NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 2 Penerimaan Obat a. Ada petugas khusus di Ada puskesmas yang bertugas menerima obat
b.Petugas selalu Ada memeriksa kemasan dan bentuk fisik obat padaa penerimaan obat C. Petugas memeriksa Ada kesesuaian antara obat yang diterima dengan item obat yang dikirim dan yang tercatat dalam LPLPO
d.Petugas memeriksa Ada dan mencatat tanggal kadaluarsa obat
e.Petugas penerimaan Ada mencatat dokumen 3 Pemeriksaan terhadap a. Petugas menolak/ tidak Ada obat yang diragukan menenma obat yang kualitasnya kadaluarsa atau obat rusak
b.Petugas menyimpan Ada secara terpisah obat rusak/ kadaluarsa
c.Terdapat buku catatan Ada obat rusak dan kadaluarsa
d.Terdapat Berita Acara Ada Pemusnahan obat rusak/kadaluarsa 297 4 Lokasi dan kelengkapan a. Gudang obat terpisah Ada penyimpanan Gudang dari ruang pelayanan Obat
b.Gudang obat terpisah Ada dari ruang pelayanan C. Tersedia kartu Stok Ada minimal, minimal 50% dari jumlah item obat yang ada d . Tersedia kartu Stok Ada minimal, minimal 50% dari jumlah item obat yang ada
e.Tersedia Buku Ada penerimaan obat NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
f.Tersedia Buku Ada penerirnaan obat
g.Tersedia cuk:up Ada ventelasi sirkulasi udara dan penerangan
h.Tersedia cukup Cukup ventilasi sirkulasi udara dan penerangan 5 Sarana / Gudang Obat a. Jurnlah obat sesuai Cukup dengan kapasitas gudang I tersedia ruang yang cukup untuk bergerak
b.Bersih, tidak berdebu, Baik atap gudang obat dalam keadaan baik dan tidak bocor C. Jendela mempunyai. Ada teralis
d.Sarana / Gudang Obat Ada selalu terkunci dipegang oleh salah satu orang petugas
e.Bebas dari tikus , Ya kecoa, dan tanda - tanda yang 298 menunjukan tikus hidup didalamnya
a.Tersedia lemari khusus Ada untuk narkotika
b.Tersedia lemari es khusu untuk produk tertentu C. Obat dikelompokkan Ada dalam jumlah yang mudah dihitung
d.Obat dikelompokkan Ada dalam jumlah yang mudah dihitung
e.Disimpan Obat dengan Ya kadaluarsa lebih pendek lebih depan disbanding dengan obat yang mempunyai masa kadaluarsa le bih panJang (First Expire First Out) NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
f.Untuk obat yang tidak Ya mempunyai masa kadaluarsa, penyimpanan berdasarkan kedatangannya. Yang lebih dulu dating disimpan palling depan dibandingkan yang dating belakangan (First in first out)
a.Tersedia rencana dan Ada jadwal distribusi obat ke sub unit
b.Tersedia permohonan Ada permintaan dari masmg - masing sub unit C. Tersedia catatan, Ada penginmsn, penenmaan, 299 pemeriksaan barang oleh sub unit
d.Tersedia laporan Ada distribusi kepada Kepala Puskesmas dari sub unit dengan menggunakan LPLPO sub unit
e.Tersedianya sarana Ada repacking 8 Kegiatan Pelayanan a. Petugas kamar obat Ada Obat mencatat mutasi setiap item obat dalam buku catatan harian pemakaian obat
b.Resep yang telah Ada dilayani dicatat muatsi setiap item obat dalam buku catatan harian pemakaian obat C. Arsip resep disimpan di Ada tempat khusus sekurang - kurangnya 3 ( tiga) tahun
d.Arsip resep disimpan di Ada tempat khusus sekurang - kurangnya 3 ( tiga) tahun
e.Setiap resep diberi Ada nomor urut tiap harinya
f.Resep lengkap dengan Ada mencantumkan nama penulis resep, tanggal, namaobat, jumlah, cara pakai, tanda tangan, nama pasien, umur / berat badan NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 9 Proses Pelayanan Obat a. Tidak terhadap obat Ya yang telah disimpan/ dikemas dalam wadah yang 300 siap diberikan kepada pas1en
b.Tidak mengambil obat Ya dalam bentuk tablet/ kapsul/ kaplet secara langsung C. Tidak terdapat obat Ya terlebih diluar wadah obat (Petugas kamar obat mengembalikan kelebihan tablet/ kapsul kedalam wadah dan ditutup sebelum membuka yang lain)
d.Tidak terdapat obat Ya puyer yang terjadi
e.Jumlah obat yang Ya diberikan sesuai dengan jumlah yang tertulis pada resep
f.Jumlah obat yang Ya diberikan sesuru dengan jumlah yang tertulis pada resep
g.Jumlah obat yang Ya diberikan sesuru dengan jumlah yang tertulis pada resep 10 Penyerahan dan a. Petugas kam.ar obat Ya Pemberian Informasi memenggil pasien dan menanyakan kembali nama pasien setelah dipanggil
b.Petugas kamar obat Ya memberikan informasi nama obat, cara pemakaian , manfaat obat, apa yang dilakukan apabila terdapat efek sampmg obat
c.Petugas kamar obat Ya meminta pasien untuk mengulang petunjuk 301 yang telah diberikan kepada pasien
d.Petugas memisahkan Ya setiap jenis obat dalam kemasan yang berbeda
e.Petugas kamar obat Ya yang memberikan etiket dan label pada kemasan dengan nama pasien, tanggal, cara pemakaian NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 11 Kegiatan a. Petugas Puskesmas Ada PermintaanAlat dan membuat permintaan Barang alat dan barang dengan menggunakan surat permintaan ke sekretaris Dinkes 12 Penerimaaan Alat dan a. Ada petugas khusus di Ada Barang puskesmas yang bertugas menerima alat dan barang
b.Petugas selalu Ada memeriksa kemasan dan bentuk fisik alat dan barang pada saat penerimaan C. Petugas memeriksa Ada kesesuaian antara alat dan barang yang diterima dengan item alat dan tercatat dalam SBBK dan menandatangi surat bukti terima, serta mencatatnya dalam buku penerimaan
d.Petugas Ada mendistribusikan kepada unit yang membutuhkan dan mencatatnya pada KIR NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 302 C. MANAJEMEN KEUANGAN 1 Buku / catatan a. Dokumentasi lengkap Ada Administrasi Keuangan (buku kas berisi uang masuk dan uang keluar) berdasarkankegiatan dan sumber anggaran
b.Membuat catatan Ada bulanan uang masuk keluar dalam buku kas C. Kepala Puskesmas Ada melakukan pemeriksaan keuangan secara berkala 2 Loket Pendaftaran a. Kesesuaian 100% pengeluaran karcis retribusi dengan jumlah uang hasil retribusi
b.Ketepatan jumlah 100% penyetoran ke bendahara 3 Struktur Organisasi a. Ada struktur Ada organisasi, uraian tugas dan jabatan 4 Rencana Kerja a. Ada rencana kerja Ada Bualanan dan Tahunan bulanan dan tahunan bagi seluruh petugas 5 Pembinaan a. Puskesmas melakukan Ada Kepegawaian pembinaan kepada petugas dengan cara penilaian SKP, pemberian penghargaan, kesejahteraan pegawai, dan pemberian sanksi 6 Data Kepegawaian a. Puskesmas Ada mempunya1 data keadaaan, kebutuhan, Nakes, Non Nakes , PNS, Non PNS 7 Kepegawaian a. Daftar pejabat Ada Fungsional fungsional yang disusun per jenis 303 tenaga, membuat tugas pokok dan fungsi sesuai profesi, membuat catatan kegiatan harian, membuat DUPAK per semester, DUPAK ditanda tangani oleh Kepala Puskesmas 8 Data Fasilitas a. Ada data sarana Ada Kesehatan pelayanan kesehatan yang ada diwilayah kerjanya 9 Data Pendidikan a. Ada daftar institusi Ada Kesehatan pendidikan kesehatan yang adadiwilayah kerjanya NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN I. Manajemen JAMKESMAS / JKN 1 Dokumen a. Pengorganisasian Ada Jamkesmas/ JKN
b.Data Kepersertaaan Ada Program Jamkesmas/ JKN
c.Data Keuangan Ada Program Jamkesmas/JKN
d.Laporan Bulanan Ada Program Jamkesmas/JKN
e.Data Rujukan Program Ada Jamkesmas/ JKN
f.Rencana bulanan? POA Ada Program Jamkesmas? JKN 2 Distribusi Kartu Data distribusi Kartu Ada Program Jamkesmas? JKN PBI 3 Tim Pengelola Ada SK TIM Pengelola, Ada Pertemuan rutin, notulen, melibat sektor 4 Pelayanan Kesehatan a. Utilasi 15% Ada 304
b.Konsultasi Medis Ada C. Tindakan Medis Kecil Ada
d.Posyandu Ada
e.PHBS Ada 5 Pembinaaan dan a. Ada Pembinaan, Ada Pengawasan laporan pembinaaan, ars1p dan evaluasi kegiatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten 6 Laporan Laporan pertanggung Ada Jamkesmas/ JKN jawaban keuangan program Jamkesmas/JKN:
a.Sisa dana tahun lalu
b.Total dana Yankes tahun berjalan C. Biaya Pelkes yang dikeluarkan bulan ini (untuk Yankes dan Persalinan)
d.Biaya Pelkes yang telah dikeluarkan sampru dengan bulan ini NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN II. Koordinator Kesehatan Keluarga A.KIA Kl Ibu Hamil 82% K4 !Bu Hamil 78% Persalinan Oleh Nakes di 82% Fasyankes Pelayanan Nifas sesua1 100% standart KNl 85% KN Lengkap 78% Deteksi dini Bumil Risti oleh Nakes Deteksi dini Bumi! Risti oleh Kader/ Masyarakat Kunjungan Bayi Paripuma 100% (0-1 Tahun) Kunjungan Neonatus 100% Pelayanan Kesehatan anak 100% Pra Sekolah Kelas Ibu Hamil 100% 305 Orientasi P4K 100% B. KB Pelayanan Kesehatan Pelayanan Peserta KB Aktif C. Kesehatan Remaja, Penjaringan kesehatan siswa 100% Anak Sekolah dan SD, SLTP & SLTA Usila Pendidikan Kesehatan 100% Sekolah dan Posyandu NOj JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN Pembinaan Posyandu Balita 100% Pembinaan Posyandu Remaja 100% Pembinaan Posyandu Lansia 100% Pelayanan Kesehatan Pra 100% Lansia D. Promosi Kesehatan Pengkajian PHBS Rumah tangga sehat (10) 100% Indikator Intervensi PHBS pada: 65%
a.RT 100%
b.InstitusiPendidikan 100% C. lnstitusi sarkes 100%
d.Tempat - tempat umum 100%
e.Tempat - tempat kerja 100% Penyuluhan NAFZA 20% E. Gizi Pemberian TTD pada IBu 95% Hamil sesuai Stan.dart Pemberian TTD pada Remaja 30% Putri Sesuai Standart Pemberian Vit.A pada Balita 100% Pemberian Vit.A pada Ibu 100% Nifas Pemberian PMT Balita Gizi 85% Kurang Pemberian PMT pada Balita 85% Kurus (BGM/BGT) Pemberian PMT pad Ibu 80% Hamil KEK Pemberian MP ASI Anak Usia 85% 6-24 Bulan 306 F. UKS Cakupan pelayanan 80% kesehatan anak sekolah dasar Penjaringan Murid SD/MI 90% (kelas I) Cakupan Pemeriksaan 95% SD/MI Cakupan pemeriksaan 76% remaja (PKPR) NO I JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN III. Koordinasi Pelayanan Kesehatan Kesehatan dan Fannasi Pelayanan pengobatan Cakupan penduduk yang 0.84% umum berobat ke Puskesmas Cakupan pengobatan 3% kunjungan rawat jalan Cakupan kasus katarak 40% Gakin Cakupan kasus katarak Non 60% Gakin Cakupan operas1 katarak 20% Gakin Cakupan penJanngan 80% kelainan Retraksi pada anak SD/MI Cakupan penemuan Jen1s 100% kasus penyakit mata di puskesmas Cakupan operas1 katarak 100% basil penjaringan Cakupan penemuan kasus 0.6% buta katarak Pelayanan Kesehatan Telinga Cakauapan penemuan kasus 100% dan rujukan Cakupan tindakan operasi 50% Cakupan kejadian 100% komplikasi operasi Cakupan penemuan 30% kasus / deteksi dini Cakupan pemeriksaan dan 90% pengobatan kasus Cakupan rujukan dan 100% konstitusi Cakupan penyuluhan 30% 307 Cakupan penanganan kasus 60% Keperawatan Komunitas Cakupan Bayi 70% (PHN) Cakupan usia lanjut 70% Cakupan penyakit kronis 70% Cakupan Balita 70% Cakupan tindak lanjut 70% keperawatan kunjungan rumah Cakupan tingkat keluarga 70% mandiri IV NO I JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN Kesehatan Gigi Pembinaan kesehatan gigi di 35% posyandu Pembinaan kesehatan gigi di 100% TK Sikat gigi missal di SD/ MI 100% Perawatan kesehatan gigi di 100% SD/MI Murid SO yang mendapatkan 60% perawatan paripurna Bumil mendapatkan 40% perawatan kesehatan gigi Kesehatan Olahraga Pembinaan kelompok 100% petensial Peemeriksaan kesegaran 100% jasmani murid SD/ MI Kesehatan Tradisional Ada tanaman obat keluarga 100% di Puskesmas Pengo batan Rasional Presentase penggunaan <20% antibiotic untuk kasus ISPA Presentase penggunaaan <20% antibiotic untuk kasus diare Presentase penggunaan <20% Injeksi untuk untuk kasus mialgia Rata - rata jumlah obat yang <3% diresepkan Penggunaan Injeksi <10% Laboratorium Pemeriksaan Spesimen 100% (darah, urin, feaces dan lain - lain = 4 jenis) 308 Jumlah seluruh pemeriksaan 10% Lab. Dan kunjungan puskesmas Jumlah specimen yangn 10% dirujuk dari selurnh pemeriksaaan Lab. IV. Koordinator Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit P2M Penemuan penderita AFP 2/100 .000< 15 Tahun Penanganan penderita AFP 100% Penemuan penderita 100% pneumonia balita Penemuan penderita diare 10% Penemuan suspek TB (pasien 70% diperiksa sputum) NOj JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN Penemuan pasien baru BTA 90% Positif Angka keberhasilan 10% pengobatan pasien baru BTA Positif Penemuan penderita DBD < 50 kasus I 100 .000 Penanganan kasus DBD 100% ABJ 95% Imunisasi HB 0 -7 Harl 95% Imunisasi BCG 95% Imunisasi DPT/ HB 1 95% Imunisasi DPT/HB 3 95% Imunisasi campak bayi s/d 95% agustus Imunisasi DT Kelas I 95% Imunisasi MR Kelas I 95% Imunisasi Td kelas 2-3 95% Imunisasi Campak Baduta 70% Imunisasi IPV 25% lmunisasi MR Bayi 95% September-Desember DPT/HB/Hib Baduta 70% TB Paru Penemuan kasus 80% Angka kesembuhan 85% 309 Angka konversi sputum BTA 100% Pengobatan penderita TB 100% Paru (DOTS) BTA Positif UCI Desa 80% TTl 95% TT2 90% Polio 1 98% Polio 2 95% Polio 3 93% HB Uniject 90% DPf-HB Combo 1 98% DPT-HB Combo 2 95% NO i JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN DPT-HB Combo 3 93% Campak 90% BCG 98% OT Sekolah Dasar 98% TT Sekolah Dasar 98% Campak sekolah dasar 98% Ispa Penemuan kasus pneumonia 10% Diare Penemuan kasus diare 13% Jumlah kasus diare yang 100% diberi oralit DBD Angka bebas jentik (AJB) 95% Pemeriksaan jentik berkala yang dilakukan terhadap 100 rum.ah Cakupan penyelidikan 100% epidemiologi (PE) Angka kesakitan <20% Angka kematian <1% Kusta Penemuan angka cacat tk.11 <5% Kesehatan haji Pemeriksaan tahap 1 calon 100% haji Pelacakan kesehatan haji 100% (K3JH) V. Koordinator Bina Perilaku dan Penyehatan Lingkungan Pengawas SAB 310 SAB yang memenuhi syarat 85% kesehatan Pembinaaan tempat 67% pengelolaan makanan Tempat pengelolaan 95% makanan yang memenuhi syarat Pembinaan sanitasi 75% perumahan Jumlah rumah yang 90% memenuhi syarat kesehatan Jumlah rumah yang 90% memenuhi syara t kesehatan Pembinaan TIU 85% TIU yang memenuhi syarat 90% kesehatan Kelurahan ODF 85% Jumlah jam ban sehat 100% NO I JENIS PELAYANAN INDIKATOR KINERJA SASARAN VI. Koordinator Perawatan Bad of Reast Cakupan tempat tidur yang 75% digunakan Asuhan Keperawatan Cakupan asuhan 100% keperawatan individu
1.Pembiayaan kesehatan masih belum memenuhi kebutuhan minimal untuk meningkatkan capaian kinerja kesehatan;
2.Jumlah, distribusi dan kompetensi tenaga kesehatan masih kurang
3.Sarana kesehatan yang kondisinya kurang memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar
4.Mutu pelayanan kesehatan belum memenuhi standar 311
5.Akses layanan yang terhambat karena kemampuan masyarakat yang terbatas
6.Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan masih kurang
7.Koordinasi dengan lintas sektor dan lintas program serta pihak swasta belum optimal
8.Pengeloaan Data dan Informasi Kesehatan belum optimal
9.Masih banyaknya ibu hamil yang melahirkan dirumah dan ditolong oleh tenaga dukun.
10.Sosial budaya masyarakat kurang mendukung terkait pengambilan keputusan dan kepedulian masyarakat mengenai kehamilan dan persalinan yang am.an.
11.Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya melahirkan pada sarana kesehatan atau ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dalam mengurangi resiko melahirkan. B. JsuStrategis Isu strategis merupakan permasalahan utama yang disepakati untuk dijadikan prioritas penanganan selama kurun tertentu karena memiliki dampak yang signifikan bagi daerah dan masyarakat. Adapun berdasarkan hasil telaah atas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Barito Selatan, telaah Renstra Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah serta Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (RTRW dan KLHS), maka isu strategis UPT Puskesamas Patas adalah sebagai berikut:
1.Prevalensi penyakit menular utama (TB, ISPA) yang masih tinggi serta meningkatnya penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat. Prevalensi penyakit menular utama (HIV/ AIDS, tuberkulosis dan malaria) masih tinggi disertai dengan ancaman emerging diseases akibat tingginya mobilitas penduduk. Pola hidup yang tidak sehat meningkatkan faktor risiko penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan masih tingginya merokok serta kurangnya aktivitas fisik, sehingga penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung dan diabetes meningkat
2.Masih cukup tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) menurut standar SDGs
3.Masih adanya kasus kematian pada bayi
4.Belum optimalnya penanganan masalah gizi {stunting) 312
5.Distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, baik dalam jumlah maupun jenis tenaga dikarenakan tenaga kesehatan hanya terkonsentrasi di pusat kota.
6.Belum optimalnya akses terhadap kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan
7.Belum optimalnya pemberdayaan masyarakat- UKBM-PHBS
8.Masih rendahnya akses terhadap kualitas lingkungan sehat
9.Masih belum optimalnya ketersediaan, mutu, manfaat, dan keamanan sediaan farmasi, alkes dan makanan
10.Belum optimalnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan
11.Masih terbatasnya regulasi kesehatan, kemampuan manajemen dan infonnasi kesehatan, meliputi pengelolaan administrasi dan hulrum kesehatan.
12.Belum optimalnya Sistem Informasi Kesehatan dan minimnya sarana dan prasarana yang menunjang sistem informasi kesehatan. B. Misi BLUD UPT Puskesmas a) Menjadikan Puskesmas Perawatan yang Prima, Akuntabel, Tanggap, Akurat dan Santun dalam Pelayanan. b) Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang memberdayakan Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan melalui Kerjasama Lintas Sektor. c) Meningkatkan kualitas tenaga Kesehatan melalui Pendidikan dan Pelatihan. C. Tujuan Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Patas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, 313 kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi- tingginya. Adapun tujuan khususnya adalah :
1.Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit serta mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB).
2.Mengendalikan penyebaran penyakit menular melalui peningkatan kegiatan surveilans.
3.Mengendalikan penyakit tidak menular dan masalah kesehatan lain di masyarakat melalui peningkatan kegiatan promotif dan prepentif.
4.Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
5.Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.
6.Meningkatkan kelembagaan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
7.Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan.
8.Meningkatkan sarana dan prasarana Puskesmas dan jaringannya.
9.Meningkatkan kualitas tenaga yang ada di puskemas baik tenaga kesehatan maupun tenaga lainnya.
10.Meningkatkan kesehatan anak sekolah dan remaja.
11.Meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
12.Melaksanakan upaya kesehatan gigi danjiwa kepada masyarakat.
13.Meningkatkan status gizi pada bayi dan balita dengan meningkatkan cakupan kunjungan posyandu.
14.Meningkatkan sistem manajemen pengelolaan obat dalam rangka pemenuhan ketersediaan , mutu, jenis, jumlah obat dan perbekalan kesehatan.
15.Meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan anak sekolah agar dapat terbentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
16.Mengembangkan sistem infonnasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat sehingga tersedia data kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. D. Sasaran Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan yaitu berupa result (hasil) yang ingin dicapai dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan. Sasaran harus menggambarkan hal 314 yang ingin dicapai melalui tindakan -tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan program dan kegiatan sehingga harus jelas, dapat diukur, bisa dicapai, berorientasi basil, dan memiliki rentang waktu pencapaian. Berikut ini sasaran pembangunan kesehatan oleh Puskesmas Patas
1.Menurunnya angka kematian lbu dan Bayi.
2.Terciptanya lingkungan hidup yang sehat
3.Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan.
4.Terwujudnya peningkatan gizi masyarakat.
5.Terwujudnya manajemen pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang baik.
6.Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, merata terutama permasalahan kesehatan pada masyarakat miskin dan masyarakat rentan.
7.Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan di Puskesmas melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme. E. Strategj. clan Arab Kebijalran Adapun strategi dari UPI' Puskesmas Patas untuk rencana strategi 2025-2026 adalah sebagai berikut:
a.Peningkatan peran serta masyarakat secara aktif menunJang pelayanan dibidang kesehatan
b.Peningkatan kerjasama lintas program dibidang kesehatan
c.Peningkatan kerjasama lintas sektor untuk menunjang pelayanan dibidang kesehatan.
d.Peningkatan kerjasama organisasi Profesi Kesehatan menunjang pelayanan dibidang kesehatan. untuk Adapun kebijakan dari UPI' Puskesmas Patas untuk rencana strategi 2025 -2026 adalah sebagai berikut:
a.Melakukan kerjasama dibidang kesehatan dengan pihak terkait lintas sektor terkait (membuat MOU)
b.Kerjasama UPI' Puskesmas Patas dengan Pemerintah Tingkat Kecamatan sebagai pembuat kebijakan dalam mengajukan kebutuhan-kebutuhan penunjang kesehatan dalam Musrembang tingkat desa/ kecamatan.
c.Kerjasama UPI' Puskesmas Patas dengan Pemerintah Desa dan PKK 315 dalam kegiatan Pembinaan, pelatihan kader serta revitalisasi posyandu dan posbindu, desa siaga dan poskesdes.
d.Kerjasama UPT Puskesmas Patas dengan BKBP2 dalam kegiatan pelaksanaan pelayan dan peningkatan KB, perlindungan anak dan perempuan.
e.Kerjasama UPT Puskesmas Patas dengan dalarn kegiatan pelaksanaan pelayanan calon pengantin
f.Kerjasama UPT Puskesmas Patas dengan Dispora dalam bidang penyuluhan dan pelayanan kesehatan disekolah seperti; penyuluhan, pemberian vitamin dan Imunisasi, dan pelatihan dan pembinaan UKS dan dokter kecil.
g.Kerjasarna UPT Puskesmas Patas dengan Badan Narkotika Tingk:at Kabupaten Barito Selatan dalam hal penyuluhan bahaya narkotika serta pengendalian penyakit menular seksual diwilayah kerja UPf Puskesmas Patas.
h.Kerjasama UPT Puskesmas Patas dengan Dukcapil dalam kegiatan Penyediaan Akte kelahiran.
1.Kerjasama UPf Puskesmas Patas dengan Dinas Pertanian dalam kegiatan pelaksanaan bimbingan teknis pembudidayaan toga dan obat tradisional. J. Optimalisasi Kerjasama UPT Puskesmas Patas dengan Organisasi Profesi Kesehatan Tingkat Kabupaten Barito Selatan seperti Persagi, IOI, PPNI, IBI, dalam hal bakti social kesehatan, seperti penyuluhan gizi, pelayanan Keluarga Berencana, pelayanan pemeriksaan kanker servik secara dini diwilayah kerja UPf Puskesmas Patas.
k.Penggerakan keaktifan dan peran serta masyarakat dibidang kesehatan, seperti pelatihan kader, revitalisasi posyandu, pelatihan jumantik, dokter kecil di sekolah.
1.Penggerakan keaktifan dan peran serta provokasi tokoh masyarakat dan tokoh agama dibidang kesehatan, seperti penggerakan kesediaan peran serta masyarakat dalam menunjang kegiatan pelayanan kesehatan.
m.Pendidikan dan pelatihan secara berkala bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas petugas kesehatan sesuai dengan perkembangan teknis kesehatan dan kebutuhan masyarakat dibidang kesehatan.
n.Bimbingan teknis dan evaluasi kinerja serta pengadaan diklat 31£ kesehatan bagi petugas kesehatan secara berkala dari Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kinerja petugas kesehatan yang optimal dan berkualitas prima. BABV . PENUTUP Perencanaan strategi ini merupakan kesepakan bersama seluruh karyawan atau petugas yang menjalankan .program dan kegiatan di Puskesmas Patas yang mernpakan perwujudan komitmen dan cita-cita Puskesmas Patas dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Barito Selatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakatteutama di tingkat desa sebagai tonggak pelaksanaan kegiatan dan pembangunan kesehatan . Program dan kegiatan dilaksanakan secara · rntin dan terns menerus, dengan mempriorit8.;5kan pelayanan yang clibutuhkan masyarakat melalui standar pelayanan minimal dengan pe:c.gembangan inovasi-inovasi unggulan dari masing-masing program atau masing-masing puskesmas ataupun pelaksana program dan kegiatan itu sendiri. Pelaksanaan evaluasi dilaksanakan secara berkala bulanan melalui minilo~akarya Puskesmas, tribulanan melalui minilokakarya lintas sektor, semester dan tahunan atau tergantung situasi keadaan saat itu. Hasil evaluasi clipakai sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dan langkah-langkah selanjutnya . .Demikianlah Rencana Strategis Puskesmas Patasni disusun sebagai arah dan pedoman bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam merencanakan, melaksanakan pengembangan program yang tertuang dalam Rencana Kerja tahunan, sehingga setiap program dan kegiatan disetiap unit kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaannya. .. ' YASAMSURI 317 LAMPIRAN XI PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN NOMOR ?7 TAHUN 2025 TENTANG RENCANA STRATEGIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASY ARAKAT TAHUN 2025 -2026 RENSTRA BLUD UPT PUSKESMAS TABAK KANILAN A. LATARBELAKANG BABI PENDAHULUAN Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan dan ujung tombak pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan tingkat pertama. Puskesmas dalam menjalankan fungsinya perlu memiliki arah dan rencana yang jelas sesuai dengan visi pembangunan kesehatan di daerah. Arab dan rencana tersebut dituangkan dalam indikator kinerja dan target yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu. Setiap tahun rencana tersebut akan dibuat target kinerja dan dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan serta jika perlu dilakukan juga perubahan rencana sesuai dengan perubahan situasi dan kebijakan. Penyusunan rencana strategis Puskesmas oleh tim perencanaan tingkat Puskesmas yang ditunjuk oleh kepala Puskesmas melalui SK Kepala Puskesmas. Sebagai unit pelaksana teknis, penyusunan rencana strategis Puskesmas mengacu kepada Rencana Strategis Dinas Kesehatan dan menyesuaikan dengan kondisi sumber daya, lingkungan (biologi, psikologi, sosial, budaya), kebutuhan masyarakat dan peran masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. 318 B. PENGERTIAN RENCANA STRATEGIS Rencana strategis pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah perencanaan 5 (lima) tahunan yang disusun untuk menjelaskan strategi pengelolaan dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya dan kinerja dengan menggunakan teknik analisis bisnis. Rencana Strategis Puskesmas memuat antara lain: Rencana pengembangan layanan Strategi dan arah kebijakan Rencana program dan kegiatan Rencana keuangan C. TUJUAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS Beberapa tujuan yang hendak dicapai atas penyusunan Rencana Strategis diantaranya adalah:
1.Sebagai Road Map dalam mengarahkan kebijakan alokasi sumber daya Puskesmas untuk pencapaian visi dan misi Organisasi.
2.Sebagai pedoman alat Pengendalian organ1sas1 terhadap penggunaan anggaran.
3.Untuk mempersatukan langkah dan gerak serta komitmen seluruh staf Puskesmas, meningkatkan kinerja sesuai standar manajemen dan standar mutu layanan yang telah ditargetkan dalam dokumen perencanaan. D. DASAR HUKUM RENCANA STRATEGIS Dasar Hukum untuk menyusun Rencana Strategis Puskesmas adalah :
a.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421)
b.Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 6178)
c.Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 ten tang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
d.Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Rencana Pembangunan Jangka 319 Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020- 2024 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 10).
e.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1540).
f.Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
g.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah diubah kedua kalinya dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011.
h.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
1.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. J. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 6 Tahun 2021 tanggal 25 November 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021-2026.
k.Peraturan Bupati Bari to Selatan Nomor 10 Tahun 2022 ten tang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023-2026.
1.Peraturan Daerah tentang Perangkat Daerah.
m.Peraturan Kepala Daerah tentang Kedudukan, Susunan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan.
n.Peraturan Kepala Daerah tentang Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas dan Badan .
o.Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Puskesmas Pembantu Menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat.
p.Peraturan Kepala Dinas Kesehatan tentang Rencana Strategis Dinas Kesehatan .
q.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Kepala Daerah tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan.
r.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan tentang Struk:tur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan.
s.Praktik-praktik terbaik (best practices) penerapan etika bisnis dalam dunia usaha. 320 E. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi pernbahan terhadap peraturan pernndang-undangan yang terkait dengan rencana strategis puskesmas sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan tugas, fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan organisasi puskesmas serta perubahan lingkungan. F. SISTEMATIKA PENULISAN Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut : : Penutup 321 BABU GAMBARAN PELAYANAN BLUD UPT PUSKESMAS A. Gambaran Umum BLUD UPT Puskesmas
1.Wilayah Kerja UPI' Puskesmas Tabak Kanilan UPT Puskesmas Tabak Kanilan terletak di wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai bagian barat UPT Puskesmas Tabak Kanilan merupakan salah satu Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai, yang mana di Kecamatan Gunung Bintang Awai terdapat 2 puskesmas yaitu Puskesmas Patas I dan Puskesmas Tabak Kanilan karena wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai yang luas terdiri dari 21 desa dan distribusi penduduk: yang terse bar dengan masing-masing kepadatan berbeda di setiap desa. Aksesibilitas antar desa sulit sehingga membutuhkan puskesmas yang lebih dekat dan terjangkau oleh masyarakat. UPT Puskesmas Tabak Kanilan yang pendiriannya pada Tahun 1976 memenuhi persyaratan lokasi bangunan, sehingga mudah diakses oleh masyarakat dari 9 desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Tabak Kanilan. Sejak berdiri pada tahun 1976 sampai tahun 2023 ini UPT Puskesmas Tabak Kanilan membina sebanyak 6 (enam) buah Puskesmas Pembantu dan 3 (tiga) buah Poskesdes. Diantaran yaitu Pustu Margajaya, Pustu Wungkur Baru, Pustu Baruang, Pustu Sarimbuah, Pustu Ruhing Raya, Pustu Muka Haji, Poskesdes Tabak Kanilan, Poskesdes Kayumban, Poskesdes Sire. UPT Puskesmas Tabak kanilan berkode 6040312, dengan email : UPTpu kesmasta bak(a,gmail com dengan beralamatkan jalan PP Dinan, Gang Pelajar RT.3 RW.01 No .028 dengan Kode Pos 73753 dengan titik koordinat LS/LU : 115.0522211, BT:- 1.553103830101857. 322 Ga.mbar 1.1 Foto Bangunan UPT. Puskesmas Tabak Kanllan Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja UPT Puslr.esmas Tabak Kanilan PETA WILAYABPUSKESMASTABAKKANILAN ~-------------- ----- --------- --------- ,------ --------- -------- P'VS: K'ES MA:S IIEHDAHG P VSK£5 M~ 5.ABlllBILA.H PV S C%s-...s ........,..AJ.........a u ,oE" - _.._- ,., - - . . ' . . '. , : ' . . . 2 1J. i :!: ?: . . : .,.· -.. --- . : _. I , ________ _ ___ _ ______________ ____ J ---------- ------- -----------~ .._ !IA I M- ~ f-4 - U l-l t G P -" J'. - 1 U -_J - SIRE DEMOGRAFI Hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2023 sebesar 5.505 jiwa, yang terdiri dari atas 2.806 jiwa pendudk laki-laki dan 2.699 jiwa penduduk perempuan. Untuk data jumlah penduduk lebih lengkapnya dapat dilihat pada data tabel berikut ini : 323 Tabel 1.1 Jumlah Penduduk Menurut Desa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tabak Kanilan Tahun 2024 No. Nam.a Desa Jenis Kelamin Jumlah Jumlah Kepala Keluarga Laki-Laki Perempuan 1 Tabak Kanilan 830 800 1630 575 2 Marga Java 195 190 386 106 3 Baruang 110 106 215 57 4 Wungkur Baru 187 171 358 84 5 Sarimbuah 163 158 321 86 6 Ruhine: Raya 232 2'24 456 120 7 Kavumban 428 412 840 328 8 Muka Haji 357 344 701 191 9 Sire 304 294 598 164 JUMLAH 2806 2699 5505 1736 Penduduk tiap rumah tangga/KK berkisar 3-4 jiwa dari 1.736 rum.ah tangga dengan tingkat kepadatan penduduk 0,2 jiwa /km2 • Desa dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Desa Tabak Kanilan (0.5 jiwa/ k:m2 ) serta temdah adalah Desa Baruang (0.04 jiwa/ km2 ) dan Desa Sarimbuah (0.05 jiwa/ km2 ) • Adapun besar penduduk berada pada Desa Tabak kanilan yaitu sebesar 44,6%. Jumlah penduduk yang presentasenya paling rendah di Desa Baruang yaitu sebesar 3.2% dari total Jumlah penduduk. Ekonomi / Mata Pencaharian Mayoritas penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Tabak Kanilan adalah bekerja dibidang pertanian khususnya petani karet karena lokasinya yang terletak di daerah perbukitan dan rawa, namun adajuga beberapa wargayang bekerja sebagai nelayan, buruh tani dan Pegawai Negeri. Status ekonomi keluarga rata-rata masih bisa dikatakan menengah namun ada juga beberapa masyarkat yang ekonominya kurang. Pekerjaan sebagai petani karet juga tergantung hargajual karet di pasaran yang tidak stabil dan hasiljuga dipengaruhi oleh cuaca alam. Agama Sebagian besar penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tabak Kanilan yaitu beragama Kristen Protestan (60%), Islam (30%), Kristen Katolik (7%), Hindu Kaharingan (3%). 324 Lingkungan Menurut konsep HL.Blum dari 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat salah satunya adalah kondisi lingkungan. Upaya penyehatan lingkungan dilaksanakan dengan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan melalui pemanfaatan dan kepemilikan sanitasi dasar. Sanitasi merupakan faktro penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dialkukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. Kepemilikan sanitasi dasaar yang dimiUki oleh keluarga meliputi sarana air bersih (SAB), jam.ban, tempat sampah, dan Sarana Pengelolaan Air Limbah (SPAL}. Pada tahun 2022 dari jumlah penduduk sebesar 5.505 jiwa menunjukkan bahwa penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas (layak) yaitu 3.850 jiwa (60%), penduduk dengan akses sanitasi layak Uamban sehat) yaitu 2.750 jiwa (40%). Untuk pembuangan sampah masyarakat sudah mempunyai tempat sampah tapi masih banyak juga yang membuang sampah disungai yang bertempat tinggal dipinggiran sungai dan yang memiliki Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) di wilayah kerja UPT Puskesmas Tabak Kanilan hampir semua desa yang ada belum mempunyai SPAL. JARINGAN PUSKESMAS Dalam rangka meningkatkan ak.sesibilitas pelayanan, puskesmas didukung oleh jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Jaringan pelayanan puskesmas sebagaimana dimak.sud terdiri atas Puskesmas pembantu dan Poskesdes . Di wilayah UPT Puskesmas Tabak Kanilan pada Tahun 2024, jumlah puskesmas pembantu ada 6 (enam) buah, poskesdes sebanyak 3 (tiga) buah. Secara konseptual puskesmas menganut konsep wilayah dan diharapkan dapat melayani sasaran penduduk sebesar 5.505 jiwa. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 325 Tabel 1.2 Data Jaringan Pustu Dan Poskesdes Wilayah Blnaan UPT. Puskesmas Tabak Kanilan Jaringan Wilayah Kerja Poskesdes Tabak Kanilan Desa Tabak Kanilan Pustu Marga Jaya Desa Marga Jaya Pustu Wungkur Baru Desa Wungkur Baru Pustu Baruang Desa Baruang Poskesdes Kayumban Desa Kayumban Pustu Sarimbuah Desa Sarimbuah Pustu Ruhing Raya Desa Ruhing Raya Pustu Muka Haji Desa Muka Haji Poskesdes Sire Desa Sire JEJARING PUSKESMAS Jejaring puskesmas merupakan pendukung untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan terdiri atas klinik, rum.ah sakit, apotek, laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di wilayah UPf Puskesmas Tabak Kanilan pada Tahun 2023, jurnlah jejaring sebanyak 2 (dua) buah, terdiri dari : Tabel 1.3 Data Jejaring di Wilayah UPT Puskesmas Tabak Kanilan Tahun 2024 No Jejaring Puskesmas Dokter Praktek Mandiri Apotek Mandiri 1 1 Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah posyandu balita, posyandu lansia, dan posbindu. Jurnlah posyandu balita di wilayah UPT Puskesmas Tabak Kanilan sebanyak 10 buah, posyandu lansia 9 buah dan posbindu sebanyak 9 buah. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 326 Tabel 1.4 Data Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di Wilayah OPT Puskesmas Tabak Kanilan Tahun 2024 Wilayah Kerja Posyandu Balita Posyandu Posbindu Lansia Desa Tabak Karya Bersama Mawar Berseri Maju Bersama K_anilan Batung Mira Putut Desa Marga Lestari Lestari Lestari Java Desa Wungkur Mekar Mupakat Harapan Baru Sesama Desa Baruang Ruhui Rahayu PakatMaeh Putut Rajaki Desa Kayumban Sehat Cerdas Maeh Pak.at Asa Usia Desa Sarimbuah Melati Sarimbuah Glori Desa Ruhing Teratai Cempaka Putih Putut Harapan Rava Desa Muka Haji Anggrek Menuju Sehat Teratai Ceria Desa Sire Harapan Kita Sehat Sehat Sejahtera Sejahtera Tingkat pendidikan masyarakat akan mempunyai pengaruh terhadap pelaksanaan program, diharapkan dengan tingkat pendidikan yang cukup, program-program yang dilaksanakan dapat mencapai hasil yang optimal. Sarana-sarana pendidikan yang ada diwilayah UPT Puskesmas Tabak Kanilan sebagai berikut : Tabel 1.5 Data Sarana Pendidikan di Wilayah UPT Puskesmas Tabak Kanilan Tahun2024 No Wilayah Kerja SD/MIN SMP SMA SDN 1 TABAK SMPN 1 SMAN 1 1 esa Tabak Kanilan ILAN UNUNG UNUNG INTANG INTANG SDN 3TABAK WAI KANILAN 2 esa Marga Jaya SDNMARGA AYA SDN SMPN SATU 3 esa Wungkur NGKUR TAP2 ARU UNUNG INTANG WAI 4 esa Baruang SDNBARUANG 327 5 esa Kayumban SON YUMBAN 6 esa Sarimbuah DN SARIMBUAH 7 esa Ruhing Raya SMPN SATU 8 esa Muka Haji TAP4 UNUNG INTANG WAI 9 esa Sire SON SIRE KETENAGAAN Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan oleh berbagai jenis ketenagaan profesi di bidang kesehatan. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan yang ada di UPT Puskesmas Tabak Kanilan terdiri dari be berapa jenis ketenagaan profesi dibidang kesehatan. Tenaga kesehatan yang bekerja di UPT Puskemas Tabak Kanilan terdiri dari berbagai kualifikasi pendidikan dan profesi. Petugas yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tabak Kanilan tahun 2023 berjumlah 62 petugas yang terdiri dari 44 petugas di Puskesmas Induk dan 18 petugas d itempatkan di 6 buah Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 3 buah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Data tenaga kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Tabak Kanilan adalah sebagai berikut : Tabel 1.6 Data Tenae:a Keria di Wilavah UPT Puskesmaa Tabak Kanilan Tahun 2024 No NamaNakes NIP Jabatan 1 dr LIDIA PANJAITAN 19840423 201412 2 003 Kepala Puskesmas 2 cir TEGAR GEMILANG WATARI 1993 1218 202203 1 005 Dokter Ahli Pertama 3 SURIADI,A.Md Kep 19760520 199702 1 005 Plh Tata Usaha 4 FENNY AYUNINGTYAS, S.Kep.Ns 19900302 201903 2 018 Perawat Ahl i Pertama 5 DAMIPIHAWIANY , AMK 19880216 201101 2 002 Perawat Mahir 6 ARIFRAHMAN ,A.Md Kep 19860621 201101 1 002 Perawat Mahir 7 ANTON MEIKAKURNIAWAN , AMK 19910525 20 1503 1 001 Perawat Mahir 8 CHANDRA SAPUTRA, A.Md.Kep 19950928 20 1903 1 009 Perawat Terampil 9 KRISTIAMELA,AMK 19880720 202203 2 001 Perawat Teramp il 10 DEDI FIRMANSON, AMK 19900516 202203 1 005 Perawat Terampil 11 PRISMIANI, AMK 19900519 202203 2 005 Per awat Terampil 12 ELFANDY KRESNA JAYA, A,Md 1995 1125 202203 1 009 Perawat Terampil Keo 13 ESTER YULIANTI , AMK 19860723 202203 2 003 Perawat Tera.mpil 14 SURATINA, AMK 19901030 202203 2 008 Perawat Tera.mpil 328 15 INDAR YANTI THAMRIN, AMK 19871001 202203 2 005 Perawat Terampil 16 HAWINEYNI SYORETTA, A.Md Kep 19971217 202203 2 013 Perawat Terampil 17 ERDI MALUTAMA, S.Farm.Apt 19950506 201903 1 006 Apoteker Ahli Muda 18 IVON RANTETANDUNG, S.Fann 1991111 7 202203 2 008 Apoteker Pertama Apt 19 BAMBANG JAKA TIRTA, A.Md 19930913 202203 1 006 Asis.Apoteker Farm Tera.moil 20 RAHAYUNI, A.Md Keh 19740418 200501 2 012 Bidan Penyelia 21 KASIANI,A.Md Keb 19780108 200604 2 025 Bidan Penyelia 22 RANITA A MANALU,Amd Keh 19870409 201001 2 005 Bidan Penyelia 23 HASANAH. A.Md.Keh. 19900207 201705 2 001 Bidan Terampil 24 ISA MULAINI, A.Md.Keh 19920920 201903 2 015 Bidan Terampil 25 SAHANI. A.Md.Keh. 19860907 201 705 2 002 Bidan Terampil 26 SITI NURBAYA.A.Md.Keh. 19901121 201705 2 001 Bidan Terampil 27 RJNA, A.Md Keh 19951120 202203 2 016 Bidan Terampil 28 IDHA PARWATI, A.Md Keh 19970418 202203 2 015 Bidan Terampil 29 BELLA FEBRIHAWINI, A.Md Keb 19950213 202203 2 009 Bidan Terampil 30 DEFRIANI, A.Md Keb 19970817 202203 2 015 Bidan Terampil 31 YULLINTHIA ZARISTI, A.Md Keb 19920722 202203 2 010 Bidan Terampil 32 SEFTILIANA. A.Md.Keh. 19900930 201 705 2 002 Bidan Terampil 33 SERAPINA F DELPIA. A.Md.Keh. 19900909 201705 2 003 Bidan Terampil 34 RIZKE BERLIAN 19930807 202012 2 014 Nutrisonis Pertama CINTYANINGTYAS, S.Gz 35 RASIDAH, S.Tr Gz 19950915 202203 2 004 Nutrisonis Pertama 36 ENCUNIW ATI, AMG 19830401 200903 2 003 Nutrisionis Mahir 37 ANNISA, A.Md Gz 19981201 202203 2 014 Nutrisonis Terampil 38 TARPIANI, A.MdKes 19791213 201406 2 002 Terafis Gilut Terampil 39 MUHAMMAD RIZALDI, A.Md.Kg 199511212019031 006 Terafis Gilut Terampil 40 BAMBANG SURYAWAN 19670214 198703 1 006 Adminstrasian Umum 41 NURYANTO 19710326 199603 1 007 Sanitarian Mahir 42 RAHMAN HIDAYAT, A.Md.AK 19931221 201903 1 011 Pranata Lab.Terampil 43 ENI LESTARI,A.Md A.K 19960830 202203 2 004 Pranata Lab.Terampil 44 dr PUTRI WULANDARI HARAHAP 19891224 201903 2 020 Dokter Ahli Pertama 45 TRILINA ANGGRAINI,AMd.Keb KONTRAK DAERAH Bidan Pelaksana 46 KARMILA SARI, AMK KONTRAK DAERAH Perawat Pelaksana 47 ICHWAN WAHYUDI, A.Md.AK KONTRAK DAERAH Atlm 48 ROHIMA MAGHFIRAH, SKM KONTRAK DAERAH Kes Mas 49 KRISTO PERSON KONTRAK DAERAH Pramu Kebersihan 50 FEBRIANTO, S.Kep. KONTRAK DAERAH Adminkes 51 FRISSILIA NAELSA,SST KONTRAK DAERAH Bidan 52 ISMI NATIQATUL FADHILAH, A.Md KONTRAK DAERAH Bidan Keb 53 NOVITA APRIYANI,A.Md Kep KONTRAK DAERAH Perawat Non Ners 54 ELSIANI, AMd Kep KONTRAK DAERAH Perawat Non Ners 55 MARIA RUSALIN, S.Kep.Ns KONTRAK DAERAH Perawat ( Ners ) 56 BUSYAIRI, S Kep Ns KONTRAK DAERAH Perawat ( Ners) 57 SITI NISWATIN HASANAH, S Kep KONTRAK DAERAH Perawat ( Ners ) Ns 58 INDRA WIJAYA, S Kep Ns KONTRAK DAERAH Perawat ( Ners ) 59 NS DIAH OKTAVIANI, S Tr Kep KONTRAK DAERAH Perawat ( Ners ) 329 Data Sumber Daya Manusia Adapun data sumber daya manusia yang ada di UPT Puskesmas Tabak Kanilan sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tabel 1.7 Data Sumber Daya Manusia di Wilayab UPT Puslr.esmas Tabak Kanllan Tabun 2024 Jenis Tenaga PMK 43 Th 2019 Keadaan Saat Non rawat Inap lni DokterUmum 1 2 Dokter Gigi 1 0 Perawat 5 7 Bidan 4 4 Tenaga Promkes dan 1 0 Perilaku Tenaga Sanitasi 1 1 Lingkungan Nutrisonionis 1 4 Apoteker 1 2 Asissten Apoteker 0 1 ATLM 1 2 Tenaga SIP 1 0 enaga Administrasi 1 0 Keuangan Tena ga 1 1 Ketatausahaan Pekarya 1 1 Total 20 25 Keterangan Lebih Kurang Lebih Cukup Kurang Cukup Lebih Lebih Cukup Lebih Kurang Kurang Cukup Cukup Sarana Prasarana Sarana dan prasarana penunjang di UPT Puskesmas Tabak Kanilan terdiri dari sarana fisik dan sarana transportasi, komunikasi dan promosi kesehatan seperti dalam tabe l beriku t : Tabel 1.8 Data Sarana Fiaik UPT Puslr.esmas Tabak Kam.Ian Tahun 2024 No Jenis Bangunan. Jumlah Kondisi
1.Puskesmas Induk 1 buah baik
2.Pusk esmas Pembantu 6 buah 3 rusak ringan 3 baik (Pus tu)
3.Pos Kese h atan Desa 3 buah 1 rusak rin gan 2 baik (Poskesdes)
4.Rum ah Dinas 4 buah baik No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 330 Tabel 1.9 Data Sarana Transportasi, Komunikasi dan Promosi Keeehatan UPT Puskeamaa Tabak Kanllan Tahun 2024 Sarana Jumlah (Unit) Keadaan !Ambulance 1 Baik Sepeda Motor 6 Baik rrelepon/ Handphone 0 Baik Komputer 1 Baik !Laptop 3 Baik LCD 1 Baik Sound System / Tape 1 Baik Recorder Oenset 1 Baik Sterilisator 1 Baik !Kulkas Vaksin 1 Baik lProyek:tor 1 Baik Kendaraan Pusling 1 Baik Tabel 1.10 Data Alat dan Sarana Prasarana Yang Sudah Tidak Berfungsi di OPT Puskesmas Tabak Tahun 2024 Data alat dan sarana prasarana yang sudah tidak berfungsi lagi di UPT Puskesmas Tabak Kanilan, sesuai dengan data Aplikasi Sarana Prasarana Alat Kesehatan, meliputi : No Nama Alat clan Barang JumJab Kondisi Barane: 1 Dental chair/ kursi gigi 1 Tidak berfungsi 2 Klem arteri 1 Tidak berfungsi 3 tLampu Kepala 1 Tidak berfungsi 4 Ounting bedah standart 1 Tidak ada 5 lProyektor / LCD 1 Tidak berfungsi 6 Pingset bedah 1 Tidak berfungsi 7 Lap Top 1 Tidak berfungsi 8 IK:lem arteri 4 Tidak berfungsi 9 Tang molar 3 1 Tidak berfungsi 10 /Timbangan bayi 1 Tidak berfungsi 11 IPingset anatomis 2 Tidak berfungsi 12 Kaea mulut datar 1 Tidak berfune:si 331
2.Pelayanan UPT Puskesmas Tabak Kanilan Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab UPT Puskesmas Tabak Kanilan, meliputi:
a.Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial I) Upaya Promosi Kesehatan 2) Upaya Kesehatan Lingkungan 3) Upaya Kesehatan Ibu, Anak, dan Keluarga Berencana - Keluarga Berencana - Deteksi Dini Tumbuh Kembang - Kesehatan Reproduksi 4) Upaya Gizi 5) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit - Pencegahan Penyakit Tuberkulosis - Pencegahan Penyakit Kusta - Irnunisasi - Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue - Pencegahan dan Pengendalian HN-AIDS - Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menu.lar - Surveilans - Pencegahan dan Pengendalian ISPA/Diare - Kesehatan Jiwa 6) Perawatan Kesehatan Masyarakat
b.Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan I) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis 2) Kesehatan Usia Lanjut 3) Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat 4) Usaha Kesehatan Sekolah 5) Deteksi Dini Kanker Leber Rahim 6) Kesehatan Kerja dan Olahraga 7) Kesehatan Indra 8) Kesehatan Matra/Haji 9) Tim Reaksi Cepat 10) Pengawasan Malanin 332 Sedangkan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab UPT Puskesmas Tabak Kanilan meliputi:
a.Rawat Jalan I) Pemeriksaan Umum 2) Pemeriksaan Gigi 3) Pemeriksaan Lansia 4) Pemeriksaan Anak/MTBS 5) Pemeriksaan Ibu dan Anak 6) Pelayanan Keluarga Berencana 7) Pelayanan Imunisasi Balita 8) Konseling Gizi dan Sanitasi 9) Pemeriksaan Kesehatan Jiwa l 0) Pemeriksaan Deteksi Kanker Leber Rahim 11) Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual dan Tes HIV 12) Pelayanan Kefarmasian 13) Pelayanan Laboratorium UPT Puskesmas Tabak Kanilan juga melaksanakan pelayanan rujukan rawat jalan dan rujukan Gawat Darurat. UKM dan UKP yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Tabak Kanilan telah dikembangkan melalui berbagai inovasi untuk menjangkau seluruh masyarakat di wilayah kerja. Beberapa inovasi UKM yang telah dikembangkan antara lain: - Membuat Kartu Berobat Hipertensi untuk Lansia - JUMASIH (Jumat Rapid an Bersih) - Gelas Bumil (Penggabungan Kelas Bumil) Sedangkan pada pelayanan kesehatan perseorangan terdapat pelayanan kesehatan dasar, seperti pemeriksaan kesehatan um um dan pemeriksaan kesehatan gigi, serta beraneka ragam layanan yang ditawarkan kepada pelanggan Puskesmas antara lain: - Layanan kesehatan anak (MTBS) - Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) - Layanan kesehatan penyakit menular Tuberkulosis dan Kusta - Layanan skrining terpadu Penyakit tidak menular - Layanan kesehatan infeksi menular seksual (IMS) termasuk pelaksanaan pemeriksaan HIV - Layanan Klinik Sanitasi yang melayani konsultasi penanganan 333 penyakit berbasis linglrungan - Layanan konsultasi gizi clan konseling ASI untuk tatalaksana gizi pada balita, ibu hamil, ibu menyusui, gangguan metabolic, clan lanjut usia - PATUT MAEH (Memaksimalkan Terapi Hipertensi clan Kepatuhan Minum Obat) - KASIH IBU (KONSELING SINGKAT MENGASIHI) - GARASI ANTIK (Gerakan Edukasi Praanalitik) Selain itu pelayanan kesehatan di Puskesmas juga ditunjang dengan kelengkapan pelayanan penunjang seperti laboratorium yang dilengkapi pemeriksaan dengan alat canggih clan farmasi. ( terlampir pada aplikasi ASPAK) B. Gambaran Organisasi BLUD UPT Pusekesmas
1.Struktur Organisasi dan Togas Pokok dan Fungsi Struktur organisasi UPT Puskesmas Tabak Kanilan Kabupaten Barito Selatan terdiri dari:
a.Kepala Puskesmas
b.Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kepala Sub Bagian Tata Usaha bertanggung jawab membantu Kepala Puskesmas dalam Pengelolaan Keuangan, Umum dan Kepegawalan serta Perencanaan clan Pelaporan. Terdiri dari: I) Pelaksanaan Keuangan: - Pelaksana Bendahara Pembantu JKN - Pelaksana Bendahara Pembantu Penerimaan - Pelaksanaan Bendahara Pembantu Pengeluaran 2) Pelaksanaan Umum dan Kepegawaian: - Pelaksana Sarana Prasarana Lingkungan/Bangunan - Pengelolaan Barang - Pelaksanaan Sarana Prasarana Kendaraan - Pelaksanaan Administrasi dan Kepegawaian - Pelaksanaan Rencana clan Pelaporan
c.Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) bertanggung jawab membantu Kepala Puskesmas dalam 334 mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan upaya yang terbagi dalam: 1) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial a) Pelaksanaan Promosi Kesehatan b) Pelaksana kesehatan lingkungan c) Pelaksana Gizi d) Pelaksana Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana - Pelaksana Deteksi Dini Tumbuh Kembang - Pelaksana Keluarga Berencana - Pelaksanaan Kesehatan Reproduksi e) Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit - Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis - Pelaksana pencegahan penyakit Kusta - Pelaksanaan Imunisasi - Pelaksana Surveilans - Pelaksana pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) - Pelaksana pencegahan penyakit ISPA/Diare - Pelaksana Pencegahan dan Pengendalian kasus HIV AIDS - pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular - Pelaksana Kesehatan Jiwa f) Pelaksanaan Perawatan Kesehatan Masyarakat 2) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan a) Pelaksana Usaha Kegiatan sekolah b) Pelaksana Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat c) Pelaksana Kegiatan Kerja dan Olahraga d) Pelaksana Kesehatan Indra e) Pelaksana Kesehatan Usia lanjut (Usila) f) Pelaksana Pencegahan Penyakit Hepatitis g) Pelaksana Deteksi Dini Kanker Leher Rahim h) Pelaksana Kesehatan Matra/Haji i) Pelaksana Tim Reaksi Cepat (TRC) j) Pelaksana Pengawasan Makanan dan Minuman 335
d.Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP), Kefarmasian dan Laboratorium l) Penanggung jawab ruang pendaftaran, administrasi dan rekarn medis 2) Penanggung jawab ruang pemeriksaan umum dan tindakan 3) Penanggung jawab ruang pemeriksaan lanjut usia 4) Penanggung jawab ruang pelayanan kesehatan lbu, Anak, Keluarga Berencana dan Imunisasi 5) Penanggung jawab ruang persalinan 6) Penanggung Jawab Konseling Gigi dan Sanitasi 7) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan MBTS/Anak 8) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Gigi 9) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Penyak:it Menular 10) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan NA, IMS-HIV 11) Penanggung Jawab Ruang lmunisasi 12) Penanggung Jawab Ruang Pelayanan Fannasi 13) Penanggung Jawab Ruang Laboratorium
e.Penanggung Jawab Jaringan Puskesmas dan Jejaring Puskesmas 1) Puskesmas Pembantu - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Ruhing Raya - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Muka Haji - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Sarimbuah - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Baruang - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Wungkur Baru - Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu Margajaya - Penanggung Jawab Poskesdes Tabak Kanilan - Penanggung Jawab Poskesdes Kayumban - Penanggung Jawab Poskesdes Sire 2) Puskesmas keliling 3) Penanggung Jawab Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan Uraian tugas masing-masing struktur yang terdapat dalarn bagan organisasi seperti diuraikan di atas adalah sebagai berikut:
a.Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan mempunyai tugas: - Menyusun rencana kegiatan/rencana kerja UPf - Menyusun dan menetapkan kebijakan teknis UPf 336 - Menyusun dan menetapkan kebijakan operasional dan kinerja UPT - Menyusun dan menetapkan kebijakan mutu pelayanan UPT - Melaksanakan pelayanan kesehatan perseorangan tingkat pertama - Melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama - Melaksanakan pembinaan kesehatan masyarakat - Melaksanakan kegiatan manajemen Puskesmas - Melaksanakan pengendalian dan pelaksanaan norm.a, standart, pedoman dan petunjuk operasional di bidang pelayanan kesehatan dasar dan kesehatan masyarakat - Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan UPT
b.Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas: - Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Tata Usaha - Menyiapkan bahan-bahan pelaksanaan kegiatan di bidang pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat - Menyiapkan bahan pelaksanaan pengendalian dan pelaksanaan norm.a, standar, pedoman, dan petunjuk operasional di bidang pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat - Menyusun Pedoman Kerja, Pola Tata Kerja, Prosedur dan lndikator Kerja Puskesmas - Melaksanakan administrasi keuangan, Kepegawaian, surat menyurat kearsipan, administrasi umum, perpustakaan, ke rumahtanggaan, prasarana, clan sarana serta hubungan masyarakat - Melaksanakan pelayanan administratif dan fungsional di lingkungan UPT Melaksanakan kegiatan mutu administrasi dan manajemen UPT - Menyusun laporan kinerja dan laporan tahunan UPT - Melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagi.an Tata Usaha 337
c.Penanggung Jawab UKM - Mengkoordinasikan kegiatan UKM UPT Puskesmas Tabak Kanilan - Melakukan monitoring/ pemantauan pelaksanaan kegiatan, kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan UKM - Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu kegiatan UKM - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan
d.Penanggung jawab UKP - Mengkoordinasikan kegiatan UKP UPT Puskesmas Tabak Kanilan - Melakukan monitoring/pemantauan pelaksana pelayanan, kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan pelayanan UKP - Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu pelayanan UKP - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan
e.Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Mengkoordinasikan kegiatan UKM dan UKP di jaringan pelayanan kesehatan - Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan kegiatan UKM dan UKP, kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan UKM dan UKP di jaringan pelayanan kesehatan - Melakukan evaluasi kecapaian kinerja dan mutu UKM dan UKP di jaringan pelayanan kesehatan - Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di jejaring pelayanan kesehatan - Melaporkan kepada Kepala UPI' Puskesmas Tabak Kanilan
f.Pelaksana Perencanaan dan Pelaporan - Menyiapkanbahan, dokumen,kebijakandan hasil kegiatan dalam penyusunan perencanaan kegiatan UPT p uskesmas / perencanaan Tingkat Puskesmas - Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan Kegiatan Perencanaan dan Pelaporan - Melakukan analisis bahan perencanaan kegiatan - Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas - Menyusun evaluasi dan laporan basil kegiatan - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan 338
g.Pelaksana Keuangan - Menyiapkan bahan, dokumen dan kebija.kan perencanaan keuangan - Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan Kegiatan pengelolaan keuangan - Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan keuangan - Melaksana.kan kegiatan pengelolaan dan pengadministrasian keuangan - Menyusun evaluasi, analisis dan laporan keuangan - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan
h.Pelaksana Umum dan Kepegawaian - Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi um.um - Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan Kegiatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum - Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum - Mela.ksanakan kegiatan pelayanan kepegawaian dan administ:rasi umum - Melakukan analisis kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum - Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum - Melakukan evaluasi dan laporan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi um.um - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Tabak Kanilan
1.Pela.ksana UKM - Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kegiatan UKM - Menyusun Pedoman Kerja dan Prosedur Kerja UKM - Menyusun perencanaan kegiatan UKM, Rencana Usulan Kegiatan, Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan Kegiatan UKM - Melakukan pencatatan dan pelaporan - Melakukan evaluasi hasil kegiatan dan membuat rencana tidak lanjut - Melaksanakan Rencana tidak lanjut 339 J. Penanggung Jawab UKP - Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan di ruang pelayanan - Bertanggung jawab dalam menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kegiatan pelayanan - Bertanggungjawab dalam penyusunan pedoman dan prosedur kerja setiap jenis pelayanan - Menyusun rencana kebutuhan sarana, kerja alat kerja dan bahan kerja - Melaksanakan pemenuhan indikator mutu, kinerja dan evaluasi hasil kegiatan pelayanan
k.Pelaksana Pelayanan UKP - Menyiapkan bahan dan alat kerja pelayanan - Melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku - Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan pelayanan - Melaporkan hasil kegiatan kepada penanggung jawab pelayanan dan membuat rencana tidak lanjut
l.Penanggung Jawab Pustu dan Poskesdes - Bertanggung jawab dalam menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kegiatan pelayanan di Pustu dan poskesdes - Menyusun pedoman kerja dan prosedur kerja - Menyusun perencanaan kegiatan, Rencana Usulan Kegiatan, Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan Kegiatan - Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan - Melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan - Melakukan evaluasi hasil kegiatan - Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
m.Pelaksana pelayanan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling - Menyiapkan bahan dan alat kerja kegiatan - Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pelaksanaan kegiatan dan prosedur yang berlaku - Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan - Melaporkan hasil kegiatan kepada Penanggung Jawab - Membuat rencana tidak: lanjut 340
2.Sum.her Daya UPT Puskesmas Tabak Kanilan a) Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia di UPT Puskesmas Tabak Kanilan meliputi tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. UPT Puskesmas Tabak Kanilan sudah memenuhi tenaga dokter, dokter gigi, tenaga kefarmasian, perekam medis, Ahli Teknologi Laboratorium Medik, tenaga kesehatan lingkungan dan nutrisionis. Tetapi masih ada kekurangan jumlah dokter, jumlah perawat, bidan, tenaga administrasi, tenaga kebersihan dan sopir. Sebagian besar tenaga masih berstatus non PNS. Berikut ini profil ketenagaan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan: No Jenis Tenaga PMK 43 Th 2019 Keadaan Keterangan Non rawat Inap Saat Ini 1 DokterUmum 1 2 Lebih 2 Dokter Gigi 1 0 Kurang 3 Perawat 5 7 Lebih 4 Bidan 4 4 Cukup 5 Tenaga Promkes 1 1 Culrup dan Perilaku 6 Tenaga Sanitasi 1 1 Cukup Llnmru.n.2:an 7 Nutrisonionis 1 4 Lebih 8 Apoteker 1 2 Lebih 9 Asissten Apoteker 0 1 Cukup 10 ATLM 1 2 Lebih 11 Tenaga SIP 1 0 Kurang 12 Tenaga 1 0 Kurang Administrasi Keuangan 13 Tenaga 1 1 Cukup Ketatausahaan 14 Pekarya 1 1 Cukup Total 20 25 b) Sumber Daya Keuangan Sumber daya keuangan UPT Puskesmas Tabak Kanilan berasal dari Kapitasi JKN Puskesmas, Bantuan Operasional Kesehatan masih tergolong kecil dan hanya mencukupi ke butuhan air dan listrik. c) Sumber Daya Sarana Prasarana Sarana dan Prasarana UPT Puskesmas Tabak Kanilan cukup lengkap dengan kondisi gedung yang baru dan digunakan sejak tahun 2020. 341 Beberapa sarana masih perlu perhatian karena mengalami kerusakan sedang. UPf Puskesmas Tabak Kanilan belum memilik:i mobil jenazah dan ambulans yang memadai meskipun memiliki pelayanan 24 jam dan melayani rujukan kegawadaruratan. Jumlah/ Kondisi No Sarana Rusak Rusak kecukupan Baik Sedang Berat 1 Gedung 2 1 1 Puskesmas 2 Gedung Pustu 6 3 3 3 Gedung Poskesdes 3 2 1 4 Mobil Operasional 5 Pusling 1 1 6 Ambulans 1 1 7 MobilJenazah 8 Motor Operasional 6 6 9 Alat kesehatan 201 194 2 5 C. Kinerja Pelayanan BLUD UPT Puskesmas
l.Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat a) Upaya Promosi Kesehatan b) Upaya Kesehatan Lingkungan c) Upaya Kesehatan Ibu, Anak dan KB d) Upaya Gizi Masyarakat e) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
2.Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Perorangan Penduduk di wilayah kerja UPf Puskesmas Tabak Kanilan Kecamatan Gunung Bintang Awai cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Selain karena adanya perkembangan perumahan/ pemukiman baru juga karena banyak pendatang dari luar kecamatan hingga luar Kabupaten/Kota. Hal tersebut memiliki pengaruh terhadap peningkatan jurnlah kunjungan pasien di UPT Puskesmas Tabak Kanilan dan jaringannya. Tingkat kunjungan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan makin meningkat setiap tahun. Pasien non gawat darurat juga banyak berkunjung pada sore hari. Hal ini karena UPT Puskesmas Tabak Kanilan berada di wilayah kecamatan dimana banyak penduduknya yang bekerja pada pagi hari. 342 Berikut garnbaran kenaikan kunjungan rawa t jalan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan tahun 2024: Jnmlab No Unit Pelayanan 2024 1 Puskesmas Tabak Kanilan 1.742 2 Poskesdes Tabak Kanilan 221 3 Poskesdes Kayumban 352 4 Poskesdes Sire 378 5 Pustu Muka Haji 494 6 Pustu Ruhing Raya 396 7 Pustu Sarimbuah 249 8 Pustu Margajaya 179 9 Pustu Baruang 300 10 Pustu Wungkur Baru 324 Ju.mlah 4.635 BABm PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS BLUD UPT PUSKESMAS A. Identifikasi Masalab Kesebatan Masyarakat Wilayah kerja Puskesmas UPT Puskemas Tabak Kanilan yang berada di kawasan pedesaan dan aliran sungai, memilki potensi berbagai masalah kesehatan. Selain itu terdapat juga peluang yang besar untuk penyelesaiannya. Berapa masalah kesehatan masyarakat berkaitan dengan kinerja Puskesmas Tabak Kanilan pada tahun 2024 diantaranya sebagai berikut: Kesebatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana Capaian beberapa kegiatan Kesehatan Ibu, Anak dan KB pasca salin masih mengalami beberapa masalah yaitu: Rendahnya capaian cakupan K4 dan Kunjungan K6 Ibu Hamil karena ibu harnil berkunjung tidak Kl murni Rendahnya bayi mendapatkan ASI Ekslusif Masih banyak penemuan bumil risiko tinggi Masih banyak Ibu hamil dengan KEK Tingginya persalinan dengan rujukan karena penyulit saat persalinan 343 FAKTORPENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG
1.Banyak penduduk 1. Tingkat pendapatan penduduk. pendatang/urban dengan 2. Kemudahan mengakses sarana mobilisasi tinggi. pelayanan kesehatan dengan
2.Kurangnya pemahaman dukungan infrastruktur dan saran tentang pentingnya kesehatan transportasi. Bumil.
3.Penduduk pendatang yang tidak memiliki jaminan kesehatan atau Jannnan kesehatan terdafatar di wilayah lain. Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan Beberapa masalah penyakit menular dan kesebatan lingkungan yang masih menjadi masalah di wilayah kerja Puskesmas Tabak Kanilan adalah: Penemuan kasus TBC FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG
1.Populasi berisiko yang 1. Meningkatnya kunjungan tersembunyi rawat jalan Puskesmas
2.Pemeriksaan Sputum masih belum bisa dilakukan di Puskesmas karena keterbatasan alat sehingga dilakukan pengiriman sample sputum ke Rumah Sakit Jaraga Sesameh
3.Lingkungan danpaparan Pemberian OAT secara gratis pencemaran Penyakit Tidak Menular Masalah penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas diantaranya: Masih rendahnya cakupan penemuan kasus Hipertensi dan Diabetes Mellitus Masih rendahnya kunjungan usia produktif 15-59 tahun ke Puskesmas Tabak Kanilan Masih rendahnya cakupan pemeriksaan skrining kanker leher rahim 344 FAKTORPENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG
l.Kesadaran skrining 1. Tingginya kesejahteraan kesehatan yang masih rendah penduduk
2.Masyarakat masih berpola
2.Kartu Jaminan Kesehatan pemikiran paradigm.a sakit atau BPJS banyak yang sudah
3.Kesadaran hidup sehat aktif. gaya masih rendah Ku.alitas Pelavanan dan Upaya Kesehatan Perorangan Puskesmas Tabak Kanilan dengan jaringan 9 (sembilan ) Pustu dan Poskesdes bertekad untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan menangkap peluang potensi pengembangan layanan dan peningkatan kapasitas pelayanan dengan mempelajari perilaku pencarian pengobatan (health seeking behaviour} masyarakat. Masalah kualitas pelayanan kesehatan pada UKP di Puskesmas sebagai berikut: 1. 2. Ketersediaan obat, alkes dan BMHP masih belum mencukupi dokter gigi belum tersedia Angka Kontak Komunikasi yang masih rendah Tingkat Kepuasan Masyarakat FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG Jumlah peserta JKN Puskesmas I. Tingginya kesejahteraan yang masih rendah dibanding masyarakat jumlah penduduk
2.Kemudahaan akses terhadap fasyankes Kekurangan tenaga Dokter Gigi B. lsu Strategis
a.Peningkatan Kesehatan lbu, Anak, lansia dan gizi Masyarakat
b.Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
c.Perbaikan Pencegahan Penyakit Menulai dan Kesehatan Lingkungan
d.Perbaikan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
e.Peningkatan Kualitas Pelayanan Melalui Penerapan Standar Akreditasi Puskesmas dan Perkembangan teknologi informasi 345
f.Organisasi Rangkaian manajemen perubahan yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Tabak Kanilan telah membentuk suatu budaya organisasi haru. Sinergisme berhagai kegiatan dan upaya akan meningkatkan kualitas pelayanan melalui budaya menjunjung tinggi etika dan hukum kesehatan, menjunjung tinggi kejujuran serta meningkatkan kepuasan pelanggan, profesionalisme, kompetensi dan kerjasama.
g.Sumher Daya Keuangan UPT Puskesmas Tabak Kan.ilan melakukan persiapan SDM, persiapan pengelolaan keuangan, persrapan perubahan sistem akuntansi, persiapan data dan dokumen pendukung serta persiapan sarana dan prasarana
h.Sum.her Daya Manusia Secara umum terjadi perubahan pola pikir sum.her daya manusia di Puskesmas Tabak Kanilan yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia secara um um baik melalui pendidikan formal maupun non formal berupa pelatihan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dilakukan melalui proses perencanaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta perencanaan anggaran pendidikan dan pelatihan.
1.Sumher Daya lnformasi Implementasi Sistem Informasi (SIP) di Puskesmas sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 untuk seluruh Kabupaten Barito Selatan, sedangkan pelayanan pasien JKN sudah menggunakan aplikasi P-Care dari BPJS Kesehatan. Dukungan perangkat hardware, software dan jaringan di Puskesmas Tabak Kanilan masih helum terpenuhi melalui anggaran Dinas Kesehatan maupun anggaran Kapitasi JKN Puskesmas. Sistem pelaporan berbasis teknologi informasi sudah dilaksanakan oleh beberapa program seperti Imunisasi, Gizi, KIA, Surveilans, TB, Posbindu PTM, HIV, Pengelolaan barang daerah dan kepegawaian. 346
j.Sumber Daya Teknologi Pemenuhan peralatan kedokteran canggih sudah sebagian besar dimiliki oleh Puskesmas Tabak Kanilan seperti unit USG, unit ECG untuk pemeriksaan rekamjantung, unit diagnostik vital sign untuk pemeriksaan fisik pasien, unit nebulizer untuk tindakan gawat darurat serta autoclave untuk proses sterilisasi peralatan medis. Selain peralatan kedokteran canggih, Puskesmas Tabak Kanilan telah memlliki perangkat penunjang berbasis teknologi seperti perangkat komunlkasi internal (WIFI) Pengadaan peralatan kedokteran dan perangkat berbasis teknologi tersebut berasal dari anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan dan anggaran kapitasi JKN Puskesmas.
k.Sumber Daya Fasilitas Fisik (Bangunan dan Peralatan) Sarana bangunan Puskesmas sejak tahun 2016 telah mengalami beberapa renovasi yang signifikan baik berupa perbaikan, penambahan ruangan, penambahan sarana bangunan, pengecatan maupun penambahan dan penggantian perabot dan peralatan kantor. Meskipun demikian, masih ada sarana bangunan yang belum terpenuhi yang telah masuk dalam perencanaan Puskesmas yaitu penambahan ruang rekam med.is dan pengadaan genset. Seluruh anggaran pengadaan. dan pemeliharaan sarana berasal dari anggaran Dinas Kesehatan dan Kapitasi JKN Puskesmas C. Rencana Pengembangan Layanan Isu strategis berdasarkan analisis internal dan eksternal di Puskesmas Tabak Kanilan adalah sebagai berikut:
a.Related Diversiflcatl.on (keanekaragaman) Diversifikasi pada UPT Puskesmas Tabak Kanilan dapat dilihat dari berbagai macam Jen1s layanan yang sudah dikembangkan. Setiap layanan didukung oleh tenaga kesehatan profesional dan kompeten di bidangnya seperti dokter, perawat, 347 bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, tenaga kefarmasian (apoteker dan asisten apoteker), perawat gigi dan lain-lain. Dengan demikian ada 9 (sembilan} jenis tenaga kesehatan yang dapat memberikan diversifika.si layanan kesehatan rawat jalan. Keanekaragaman layanan pada jam kerja pagi hari tergolong lengkap mulai pelayanan loket, pemeriksaan umum, pemeriksaan lansia, pemeriksaan gigi, pemeriksaan penyakit menular, pemeriksaan anak/MTBS, pemeriksaan ibu dan anak, pemeriksaan penyakit menular seksual, konsultasi giz1, konsultasi santasi, pemeriksaan laboratorium dan pelayanan farmasi. Semua keanekaragaman layanan di atas dimaksudkan untuk memenuhi keutuhan konsumen yaitu masyarakat aka.n layanan kesehatan yang lengkap.
b.Market Development {pengembangan pa.au} Pengembangan pasar yang dilakukan oleh Puskesmas Tabak Kanilan adalah dengan menjangkau konsumen atau masyarakat melalui pendekatan akses layanan kesehatan misalnya peningkatan ragam layanan di Puskesmas Pembantu, Poskesdes, Posyandu Balita, layanan Posyandu lansia, Posbindu dan sebagainya. Alcses terhadap Puskesmas yang mudah karena berada di lokasi strategis, jalan raya yang dilewati sarana transportasi umum, dekat dengan pemukiman dan dekat dengan sarana tempat-tempat umum lainnya merupakan alasan tersendiri bagi konsumen untuk memilih Puskesmas Tabak Kanilan sebagai tempat mendapatkan layanan kesehatan. Keterjangkauan biaya pelayanan di Puskesmas menjadikan Puskesmas Tabak Kanilan memiliki rentang karakteristik konsumen dengan tingkat ekonomi kurang, menengah hingga tingkat ekonomi atas. Kelengkapan fasilitas, kenyamanan ruang pelayanan, profesionalitas petugas, kejelasan prosedur dan kelengkapan produk menjadi salah satu alasan masyarakat 348 dengan tingkat ekonomi menengah atas memilih Puskesmas Tabak Kanilan Perkembangan pemukiman dan kawasan pertanian dan perkebunana yang masih terus berjalan di wilayah Puskesmas, masih menyimpan potensi besar bagi Puskesmas untuk meningkatkan pengembangan pasar.
c.Product Development (pengembangan produk} Pengembangan produk pelayanan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tabak Kanilan dengan memperhatikan kebutuhan konsumen melalui hasil identifikasi kebutuhan dan umpan balik masyarakat. Beberapa produk layanan yang menjadi unggulan antara lain:
a.Layanan pemeriksaan IMS seperti Si.fills dan pemeriksaan HN.
c.Layanan pemeriksaan NA untuk deteksi dlni kanker leher rahim.
d.Layanan pemeriksaan USG dan EKG. Selain mengembangkan produk k:husus, Puskesmas juga mengembangkan modelling dan special services seperti: layanan pemeriksaan ibu hamil terpadu (ANC Terpadu), layanan pemeriksaan anak dengan pendekatan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit), Kelas ibu hamil, program pengelolaan penyakit k.ronis (prolanis) dan Penemuan Kasus TBC.
d.Vertical Integration fintegrasi vertikal} Pengembangan pelayanan melalui strategi integrasi vertikal dilaksanakan dengan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan melalui koordinasi perencanaan anggaran, pembinaan dan pengawasan serta integrasi kegiatan yang menjadi prioritas di Kabupaten Barito Selatan. Laju pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan pemukiman apabila diikuti dengan perilaku pencarian pengobatan yang baik maka Puskesmas akan menjadi salah satu Fasilitas Kesehatan Tlngkat Pertama (FKTP) yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat. 349 Lokasi Puskesmas yang strategis merupakan kondisi yang menguntungkan un tuk mengembangkan keanekaragaman pelayanan kesehatan karena memiliki pangsa pasar yang juga beraneka ragam. Rencana pengembangan program pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan sampai dengan tahun 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bidang kesehatan sehingga rencana pengembangan program pelayanan kesehatan.
e.Pengembangan Jenis Pelayanan Peningkatan jumlah kunjungan rawat jalan Puskesmas Tabak Kanilan setiap tahun mengharuskan Puskesmas Tabak Kanilan untuk mencari inovasi agar lebih efisien dalam memberikan pelayanan pada pasien. Mengurangi waktu tunggu di unit pendaftaran maupun di poli merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sehingga kepuasan pas1en lebih meningkat. Oleh karena itu, Puskesmas Tabak Kanilan akan mengembangkan electronic medical record (E- medical record). Selain itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien, Puskesmas Tabak Kanilan juga akan membuka layanan pemeriksaan USG oleh dokter umum. Kunjungan pasien sering diluar jam pelayanan dan puskesmas masih rawat jalan sedangkan masyarakat sudah sering meminta agar puskesmas tabak kanilan buka 24 jam dan dapat melayani keadaan darurat, mengingat jauhnya Puskesmas dengan Rumah sakit. Berdasarkan latar belakang di atas, jenis pelayanan yang akan dikembangkan di Puskesmas Tabak Kanilan yaitu:
a.E-medical record
b.Pemeriksaan USG Abdomen oleh dokter umum
c.Pengembangan Pelayanan Poli Umum menjadi poli pagi dan poli sore sehingga.
d.Pelayanan One Day Care
e.Pelayanan pemeriksaan NAPZA
f.Pelayanan Pemeriksaan Buta. warna 350
f.Peningkatan Sarana Prasarana Pelayanan Kebutuhan sarana dan prasarana di Puskesmas meningkat seiring dengan pemenuhan standar akreditasi Puskesmas dan peningkatan kunjungan Puskesmas. Sistem antrian loket yang lebih mudah dan transparan akan dibutuhkan jika tingkat kunjungan makin meningkat. Ruang tunggu khusus pasien lansia diperlukan sebagai perwujudan Puseksmas santun lansia. Swedangkan ruang tunggu pasien menular digunakan untuk tempat pasien TB Sensitif Obat maupun resisten Obat yang harus meminum obat di bawah pengawasan petugas. Beberapa rencana terkait penambahan sarana maupun pengembangan sarana meliputi: a Sistem pendaftaran loket melalui sistem elektronik
b.Ruang tunggu khusus pasien lansia
c.Ruang tunggu pasien penyakit menular (TB)
d.Penyediaan Lahan Parkir yang luas
e.Pembangunan kantin Puskesmas bagi karyawan clan pengunjung
f.Penyediaan layanan ATM Mini di halaman samping puskesmas.
g.Peningkatan Mutu SDM Pelayanan Seiring dengan meningkatnya kunjungan dan upaya antisipasi program UHC (Universal Health Coverage) yang akan meningkatkan jumlah peserta BPJS Kesehatan> maka Puskesmas Tabak Kanilan perlu melakukan rencana pengembangan SDM pelayanan meliputi:
a.Penambahan dokter gigi
b.Penambahan Tenaga Rekam Medis
c.Penambahan Tenaga Akuntan
d.Pelatihan tenaga medis dan paramedis 351 Visi: "Terwujudnya Masyarakat Mandiri Hidup Sehat Dalam Lfngkungan Yang Sehat~ B. Misi BLUD UPT Pu.skemas Misi adalah langkah-langkah yang akan diambil untuk mewujudkan visi. Misi UPI' Pukesmas Tabak Kanilan sama dengan Misi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yaitu :
1.Melaksanakan pelayanan berkualitas melalui upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan
2.Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan fasilitas Kesehatan
3.Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan individu, keluarga dan lingkungan Agar dapat memberikan pelayanan prima yang berkualitas, maka UPf Puskesmas Tabak Kanilan membuat perencanaan peningkatan sarana prasarana dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perencanaan tingkat puskesmas. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui penilaian kinerja puskesmas. C. Tujuan Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang mengandung makna: - Merupakan basil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu sampai tahun tera.khir renstra. - Menggambarkan arah strategis organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi. - Meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah saran dan strategi organisasi berupa kebijakan, program operasional dan 352 kegiatan pokok organisasi selama kurun waktu renstra. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan UPT Puskesmas Tabak Kanilan adalah sebagai berikut :
l.Meningkatkan Sumber Daya Manusia Puskesmas secara kualitas dan kuantitas
2.Mengoptimalkan dan melengkapi sarana dan prasarana
3.Memberdayakan dan meningkatkan peran serta masyarakat melalui pendidikan Kesehatan sebagaimana upaya promotive dan preventif dalam Kesehatan
4.Mengadakan inovasi pengembangan pelayanan public dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan membentuk generasi unggul Indonesia sehat. Kesimpulan tujuan utama UPT. Puskesmas Tabak Kanilan Meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan anak, status gizi dan pengendaliaan penyakit menular dan tidak menular serta kualitas pelayanan Kessehatan. D. Sasaran Adapun sasaran UPI' Puskesmas Tabak Kanilan untuk mencapai Visi, Misi , dan tujuan di atas tertuang dalam indikator sasaran yang terlampir pada BAB standar pelayanan Minimal (8PM). Sasaran dan indikator sasaran UPT Puskesmas Tabak Kanilan berdasarkan tujuan sebagai berikut: TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatkan Meningkatnya I. Jumlah Sumber Daya Kualitas dan kebutuhan SDM Manusia kuantitas Puskesmas Puskesmas Sumber Daya terpenuhi secara kualitas Manusia di dan kuantitas
2.SDM memiliki Puskesmas Kompetensi sesuai profesi
3.SDM memiliki kelengkapan ijin Mengoptimalkan dan melengkapi sarana dan prasarana Memberdayakan dan meningkatkan peran serta masyarakat melalui pendidikan Kesehatan sebagaimana upaya promotive 353 Sarana prasarana lengkap tersedia Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan Kesehatan sehingga tercipta Masyarakat mandiri hidup praktik Puskesmas di
4.Pelatihan bagi SDM dalam mengembangkan kompetensi dan kinerja
1.Kelengkapan Sarana Prasarana Puskesmas
2.Pengelolaan dan di Saran dan Prasarana menggunakan aplikasi yang sudah ditetapkan
3.Tersedia jadwal pemeliharaan sarana dan prasarana
4.Pemeliharaan saran dan prasarana
1.Meningkatnya kunjungan Posyandu Balita
2.Meningkatnya Kunjungan posyandu Lansia
3.Meningkatnya kunjungan Posbindu bagi 354 dan preventif sehat dalam usia produktif dalam lingkungan
4.Meningkatnya Kesehatan yang sehat kunjungan sehat di fasilitas kesehatan E. Strategi clan Arab Kebijakan Strategi dan arah kebijakan dibentuk untuk mencapai tujuan dan sasaran Standar pelayanan minimal (8PM) sesuai indikator. Perumusan dilakukan melalui analis SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi kedepan dalam pelaksanaan dan pencapaian pelayanan kesehatan di Masyarakat di wilayah kerja UPI' Puskesmas Tabak Kanilan baik itu faktor secara internal maupun eksternal. Faktor internal Faktor internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) IManajemen IKepala Puskesmas 1. Siklus manajemen lPuskesmas k:lan Tata usaha Puskesmas belum sudah mengikuti maksimal berjalan. 1Pelatihan 2. Kurangnya SOM lmanajemen adminitrasi kepegawaian, Puskesmas pengadminitrasi umum, adminitrasi kesehatan yang ditempatkan pada pentausahaan yang berkompetensi sesuai bidangnya
3.Aplikasi data kepegawaian dan angunan dan Sapras Pelayanan UKM dan UKP aktor Eksternal enduduk dan eografis 355 da bangunan UKM dan elaporan pelayanan esehatan masih tahap nyempurnaan ata graha Puskesmas serta eralatan yang belum emadai untuk menunjang layanana yang belum sesuru RUK KP dan beberapa Kerangka acuan kegiatan untuk (KAK), dan Standar eningkatkan eprasional pelayanan (SOP) arena uraian tugas pada elayanan klinis dan rogram yang masih ganda Faktor Ekstemal eluang (0) otensi geografis rtanian dan ebutahan pangan bagi masyarakat caman (T) eadaan iklim yang tidak menyebabkan penghasilan penyakit akan seperti gagal dan beberapa enyakitakibat bencana (banjir dan ebakaran) ukungan Dana danya ystem pengelolaan Dana BOK dan JKN yang sering 356 Peluang (0) so WO
1.Meningkatnya 2. Mengoptimalkan 1. Mengatasi daya beli mutu pelayanan keterbatasan jumlah masyarakat melalui sistem tenaga melalui terhadap menaJemen mutu peluang pening katan kesehatan yang baik dan pendapatan peningkatakan puskesmas strata akredetasi 2. Mengatasi Puskesmas keterbatasan
3.Mengoptimalkan anggaran operasional ketersediaan alat melalui peluang Kesehatan dan peningkatan jenis layanan yang pendapatan dapat dipenuhi puskesmas
4.Mengoptimalkan 3. Mengatasi kondisi sarana keterbatasan pelayanna melalui anggaran pemeliharaan dan pemeliharaan sarana perawatan yang melalui peluang baik peningkatan 5 . Mengoptimalkan pendapatan tenaga pelayanan puskesmas dengan panduan 4. Mengatasi rendahnya SOP Pelayanan gaji/jasa pelayanan
6.Mengoptimalkan pegawai Non PNS informasi tarif melalui peluang pelayanan yang peningkatan terjangkau kepada pen d a tapatan masyarakat Puskesmas 2 adanya Mengoptimalkan
1.Mengatasi dukungan adanya komitmen kebijakan daerah pimpinan dengan keterbatasan tentang memanfaatkan anggaran operasional pemenuhan adanya dukungan melalui perencanaan sarana dan kebijakan daerah sesuai kebijakan opera sional melalui pe rencanaan daerah Puskesmas dan manajemen yang
2.Mengatasi baik keter batasan an ggaran 357 pemeliharaan sarana melalui perencanaan sesuai kebijakan daerah 3 . Adanya 1. Mengoptimalkan 4. kebijakan ketersediaan alat Universal Kesehatan dan Health jenis layanan yang Coverage dapat dipenuhi (UHC) Sistem 2 . Mengoptirnalkan Jannnan kondisi sarana Kesehatan pelayanan melalui nasional emeliharaan dan perawatan yang baik
3.Mengoptimalkan tenaga pelayanan dengan panduan SOP Pelayanan
4.Mengoptimalkan informasi keberadaan, layananJKN dan keunggulan Puskesmas melalui berbagai sarana informasi
5.Mengoptimalkan informasi layanan program yang dapat clieproleh masyarakat di Puskesmas Ancaman (T) ST WT
1.Tingginya 1. Mengoptimalkan 1. Mengatasi jumlah adanya system keterbatasan fasilitas manaJemen mutu tenaga Kesehatan Kesehatan akredetasi untuk mengatasi Tingkat Puskesmas jarak Fasilitas Pertama 2. Mengoptimalkan Kesehatan (FKTP) jenis layanan dan Kompetitor yang Kompetitor keunggulan terlalu dekat danjarak Puskesmas 2. Mengatasi yang terlalu 3. Mengoptimalkan keterbatasan dekat antar layanna program Puskesmas 358 FKTP dan kegiatan luar menjangkau Gedung sebagai peserta JKN di diff eren siasi luar wilayah layanan dengan teknologi Puskesmas komunikasi untuk mengatasi competitor FKTP
2.Kesadaran 1. Mengoptimalkan Mengatasi rendah nya Masyarakat mutu pelayanan tentang melalui system gaji/ jasa pelayanan hukum manajemen mutu, pegawai Non PNS untuk pan duanSOP mengatasi kesadaran Pelayanan dan masyarakat tentang pelakasanaan hukum akredetasi Puskesmas sebagai dasar hukum kinerja Pelayanan puskesma s
2.Mengoptimalkan komitmen pimpinan tentang masalah perlindungan hukum
3.Kebijakan 1. Mengoptimalkan IMengatasi rendahnya pelayanan mutu pelayanan JKN yang melalui sistem gaji/ jasa pelayanan berubah- manajemen mutu, (Pegawai non PNS untuk ubah dan panduan SOP tmengatasikebijakan tidak Pelayanan dan tpelayanan yang menguntun pelaksanaan berubah -ubah dan tidak gkan akredetasi 1menguntungkan puskesmas sebagai kebijakan pelayanan JKN di Puskesmas 2 . Mengoptimalkann komitmen pimpinan tentang kebijakan pelayanan JKN di ouskesmas
1.Strategi Organisasi Strategi organisasi guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan: 1) Menyusun perencanaan tingkat Puskesmas (PTP); 2) Implementasi pelayanan sesuai indikator; 359 3) Pelayanan terpadu lintas program 4) Penguatan lintas sektoral; 5) lnovasi layanan UKP dan UKM; 6) Melakukan riset tingkat Puskesmas TUJUAN SASARAN STRATEGIS KEBIJAKAN Meningkatkan Meningkatnya • Peningkatan 1. Menetapkan derajat Kesehatan pelayanan layanan One Kesehatan Ibu keluarga, Kesehatan ibu, Stop Service dan anak, status perbaikan anak, remaja, untuk lansia gizi dan giz1, dan lansia dan posyandu pengendaliaan Kesehatan lansia dengan penyakit menuiar lingkungan, pemenuhan dan tidak pengendalian alkes dan menuiar serta penyakit Bahan Habis k:ualitas menular dan Pakai pelayanan tidak menuiar kesehatan serta kualitas pelayanan kesehatan
2.Penanganan 2. menetapkan masalah gizi layanan untuk kurang dan ibu dan anak buruk pada seperti ANC bayi, balita, terpadu, ibu hamil dan persalinan 24 ibu menyusui jam, konseling laktasi, konseling gizi, pemeriksaan MTBS,KB Pasca salin, skrining risti pre eklamosia
3.Peningkatan 3. Menetapkan upaya promosi anggaran Kesehatan dan peningkatan pemberdayaan kapasitas kader masyarakat setiap tahun dan meningkatkan promosi Kesehatan melalui media sosial
4.Peningkatan 4. Menetapkan pengendalian layanan penyakit pemeriksaan menuiar dan infeksi menuiar 360 tidak menular seksual dan Kesehatan HIV, layanan lingkungan IVA, Posbindu
5.Peningkatan 5. Membentuk pembinaan jejaring dan Kerjasama Kerjasama jejaring dan dengan BPM, jatingan Klinik dan RS puskesmas melalui supervise dan pembinaan
6.Peningkatan 6. Mengangarkan mutu pelatihan SDM pelayanan, Kesehatan, kecukupan Mencukupi dan kualitas kebutuhan SDM, sarana jenis SDM prasarana dan sesuai standar pembekalan akredetasi Kesehatan. Puskesmas dan pengadaan obat serta perbekalan Kesehatan melalui kapitasi JKN
7.Pengembangan 7. Menetapkan layanan sesuai layanan klinik kebutuhan IMS -HIV dan masyarakat persalinan 24 dan kebijakan jam bidang kesehatan
2.Arab Kebijakan Arah kebijakan yang akan diambil oleh UPI' Puskesmas Tabak Kanilan untuk dapat melaksanakan strategi diatas , antara lain : 1) Meningkatkan kepuasan layanan Puskesmas kepada Masyarakat; 2) Meningkat angka kunjungan sehat; 3) Penguatan lintas sektor dengan MOU; 4) Menjalin kerjasarna dengan pihak ketiga dalam sarana dan prasarana; 5) lnovasi sesuai kearifan lokal dari basil riset tingkat puskesmas. 361 BABV PENUTUP Rencana Strategis pada UPT Puskesmas Tabak Kanilan cliharapkan dapat meningkatkan kinerja layanan dengan didukung adanya fleksibilitas pengelolaan anggaran. Terlaksananya Rencana Strategis perlu mendapat dukungan dan partisipasi pengelola UPr Puskesmas Tabak Kanilan serta perhatian dan du.kungan Pemerintah Daerah baik bersifat materiil, administratif maupun politis. Rencana Strategis akan diuraikan dalam dokumen Rencana Bisnis Anggaran UPT Puskesmas Tabak Kanilan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sebagai upaya mencapai target kinerja pelayanan dan Kesehatan. ' ' YASAMSURI