3.Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Diharapkan Berdasarkan Analisis Yang Sudah Dilakukan Terhadap Bagaimana Dapat Menghadapi Tantangan Sekaligus Memanfaatkan Berbagai Peluang Yang Ada, Disusunlah Serangkaian Kondisi Yang Diharapkan Dapat Tercapai Pada Akhir Periode Di 2026 Untuk Setap Elemen Ekosistem Riset Dan Inovasi Sebagai Berikut. A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Di Daerah Kebijakan Riset Dan Inovasi Di Daerah Sangat Berpengaruh Terhadap Kemajuan Dan Daya Saing Suatu Daerah. Hal Ini Perlu Didukung Dengan Peran Besar Kepada Daerah Sebagai Pemimpin Yang Akan Berdampak Pada Usaha Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat. Olehnya Itu, Setiap Kebijakan Dan Program Pembangunan Di Daerah Seyogyanya Ditetapkan Oleh Kepala Daerah Melalui Hasil Kajian Ilmiah Yang Dilakukan Sebelumnya, Baik Itu Dalam Bentuk Riset, Kajian, FGD Atau Uji Petik Terhadap Program Tersebut. Seringkali Terjadi Permasalahan Di Daerah Terjadi Bukan Disebabkan Oleh Minimnya Anggaran Daerah, Akan Tetapi Kesalahan Pimpinan Dalam Menentukan Kebijakan Yang Akan Dilakukan. Merujuk Kondisi Ini, Penting Kiranya Untuk Memperhatikan Regulasi Yang Ditetapkan Oleh Kepala Daerah Berkaitan Dengan Aktivitas Riset Dan Inovasi Didaerah. Menciptakan Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Baik, Akan Sangat Menentukan Arah Pembangunan Daerah Dimasa Yang Akan Datang. Disisi Lain, Upaya Ini Perlu Didukung Oleh Keterlibatan Berbagai Stakeholder Dalam Hal Ini OPD Yang Menempatkan Programnya Pada Basis Data Riset Dan Inovasi, Yang Selama Ini OPD Belum Menaruh Perhatian Besar Terhadap Penciptaan Iklim Riset Dan Inovasi Yang Optimal. Untuk Meningkatkan Pencapaian Daerah Kabupaten Buton Khususnya Berkaitan Dengan Pengembangan Aktivitas Riset Dan Inovasi Yang Dapat Bermafaat Untuk Masyarakat, Maka Diperlukan Adanya Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Didaerah, Diantaranya Adalah Sebagai Berikut: a) Reformasi Kebijakan Riset Dan Inovasi Melalui Konvergensi Program OPD b) Penataan Basis Data Riset Dan Inovasi Berbasis Teknologi Informasi c) Pengembangan Infrastruktur Dasar Riset Dan Inovasi d) Pengelolaan Sektor Industri Unggulan Daerah Berbasis Kewilayahan Penyediaan Anggaran Riset Dan Inovasi e) Peningkatan Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi Sebagai Upaya Mengoptmalkan Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi Daerah Kabupaten Buton Adalah Melalui Kolaborasi. Strategi Ini Menjadi Percepatan Pemajuan Riset Sebagai Ipaya Pemanfaatan Sumber Daya Riset Secara Maksimal, Efektif Dan Efisien Dalam Konteks Keterbatasan SDM Aparatur Pemerintah Daerah Dalam Melakukan Riset Dan Inovasi. Kolaborasi Tidak Hanya Dipandang Sebagai Bentuk Kerjasama Yang Melibatkan Sumber Daya Riset Dari Berbagai Jenis Kepakaran (Interdisiplin Ilmu), Namun Harus Lebih Mempertimbangkan Kesesuaian Pemanfaatan Yang Adaptif Dan Membuka Kemungkikan Adanya Sharing Knowledge Yang Unggul Dan Kompetitif. Kolaborasi Riset Dan Inovasi Membutuhkan Peluanga Akses Kerjasama Antar Organisasi Riset Interdisiplin Ilmu Dan Jejaring Komunitas Riset Yang Melibatkan Stakeholder Dalam Wadah Kolaborasi Innovation Hub. Melalui Keberadaan BRIDA Kabupaten Buton Dapat Menjadi Leading Sektor Dalam Melakukan Kolaborasi Tersebut, Dalam Skema Modern Yang Disebut Konsep Pentahelix. Upaya Strategi Inovatif Ini Diharapkan Dapat Menguatkan Peran Akan Hasil Riset Yang Dapat Merangsang Perubahan Tata Kelola Pemerintahan Yang Berbasis Trasparansi Dan Akuntabel. BRIDA Kabupaten Buton Adalah Lembaga Yang Memiliki Tanggungjawab Dalam Membangun Prinsip Pelaksanaan Kajian Riset Yang Mendukung Terciptanya Policy Based Research Di Pemerintah Daerah Kabupaten Buton. Adapun Mendukung Penciptaan Kasitas Kelembagaan Tersebut, Dapat Dilakukan Sebagai Berikut: a) Penguatan Kolaborasi Riset Dan Inovasi Di Daerah Berbasis Pentahelix b) Penyediaan Sarana Pendukung Riset Dan Inovasi Di Daerah c) Penguatan BUMDES Sebagai Inkubator Riset Dan Inovasi Di Tingkat Desa d) Penentuan Dan Inventarisasi Produk Unggulan Daerah Berbasis Riset Dan Inovasi C. Kemitraan Riset Dan Inovasi Kemitraan Antar Kelembagaan Akan Berpengaruh Pada Keberlanjutan Produktivitas Riset Dan Inovasi Di Daerah. Melalui BRIDA Kabupaten Buton Yang Menjadi Salah Satu Perangkat Daerah Yang Bertugas Mengembangkan Pola Partisipasi Dan Kerjasama Kemitraan Antar Kelembangaan Lingkup Kabupaten Buton, Menjadi Strategi Kontrol Terhadap Hasil Riset Dan Inovasi Yang Akan Saling Menguatkan. Kerjasama Kemitraan Lembaga Riset Berfokus Pada Dua Kekuatan Utama Yaitu Upaya Pemerintah (Top-Down) Dan Tindakan Keputusan Yang Diambil Oleh Tenaga Ahli Peneliti (Bottom-Up). Pemerintah Sebagai Pemegang Inisiatif Kebijakan Nasional Harus Lebih Mengutamakan Pada Upaya Peningkatan Skala Kolaborasi Lembaga Riset Nasional/ Internasional. Untuk Itu BRIDA Kabupaten Buton Dapat Melakukan Pemetaan Potensi Yang Ada Sebagai Upaya Kemitraan Kelembagaan Riset Yang Berkomitmen Pada Peningkatan Kepercayaan Publik Akan Kredibilitas Hasil Riset Yang Bermutu, Untuk Mendukung Hal Tersebut Upaya Kemitraan Dapat Dilakukan Dengan Strategi Sebagai Berikut: a) Penguatan Kemitraan Antar Kelembagaan Lingkup Kabupaten Buton b) Peningkatan Difusi Dan Inovasi Berbasis Sumberdaya Lokal c) Peningkatan Praktik Diseminasi Hasil Riset Dan Inovasi Melalui HUT Daerah, Expo, Festival Dan Kegiatan Lain Sejenisnya. d) Kemitraan Riset Dan Inovasi Sektor Industri Dan UMKM D. Budaya Riset Dan Inovasi Budaya Riset Dan Inovasi Berkaitan Dengan Nilai Dan Prinsip Yang Dipegang Sebagaimana Yang Dicantumkan Sebagai Proses Bisnis Layanan Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton. Budaya Juga Menjadi Sebuah Kebiasaan Dan Keyakinan Seluruh Stakeholder Pada Praktik Yang Dilakukan Secara Berulang. Pemerintah Kabupaten Buton Seringkai Melakukan Kampanye Riset Dan Inovasi, Utamanya Yang Berkaitan Dengan Pemenuhan Indek Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Daerah. Untuk Mendukung Terwujudnya Budaya Riset Dan Inovasi Di Pemerintah Kabupaten Buton Dapat Dilakukan Sebagai Berikut: a) Promosi Dan Kampanye Inovasi Daerah Yang Secara Berkala b) Apresiasi Prestasi Inovasi Baik Bagi Individu, Kelompok Komunitas, Pelaku Budaya Dan Pemerintah Desa/Kelurahan c) Pengembangan UMKM Lokal Pemula Berbasis Potensi Lokal d) Mendorong Adanya Inventarisasi, Pengembangan Dan Perlindungan IPTEK Masyarakat E. Keterpaduan Riset Dan Inovasi Di Daerah Salah Satu Upaya Menggerakkan Ekonomi Daerah Adalah Melalui Optimalisasi Produk Unggulan Daerah, Yang Tidak Saja Hasil Inventarisasi Yang Dilakukan Akan Tetapi Sekaligus Juga Dengan Penciptaan Strategi Pemajuan Usaha Dan Pembangunan Pasar Produk Yang Kompetitif. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomo 9 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengembangan Produk Unggulan Daerah. Produk Unggulan Daerah (PUD) Merupakan Produk, Baik Berupa Barang Maupun Jasa, Yang Dihasilkan Oleh Koperasi, Usaha Skala Kecil Dan Menengah Yang Potensil Untuk Dikembangkan Dengan Memanfaatkan Semua Sumber Daya Yang Dimiliki Oleh Daerah Baik Sumber Data Alam, Sumber Daya Manusia Dan Budaya Lokal, Serta Mampu Mendatangkan Pendapatan Bagi Masyarakat Maupun Pemerintahh Yang Dapat Diharapkan Menjadi Kekuatan Ekonomi Bagi Darah Dan Masyarakat Setempat Sebagai Produk Potensial Memiliki Daya Saing, Daya Jual Dan Daya Dorong Menuju Dan Mampu Memasuki Pasar Global. Untuk Mengoptimalkan Adanya Keterpaduan Riset Dan Inovasi Didaerah, Sejatinya Dapat Dilakukan Dengan Mendefinisikan Ulang Apa Yang Menjadi Muatan Dalam PERMENDAGRI No 9 Tahun 2014 Tersebut, Kedalam Produk-Produk Lokal Yang Dapat Ditingkatkan Menjadi Produk Unggulan Yang Ekonomis Dan Berdaya Saing. Adapan Strategi Yang Diharapkan Bagi Tumbuhnya Keterpaduan Riset Dan Inovasi Di Daerah Adalah Sebagai Berikut: a) Pengembangan Riset Dan Inovasi Daerah Untuk Promosi Produk Unggulan Daerah b) Pengembangan Klaster Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah Berdasarkan Kewilayanan Di Kabupaten Buton c) Kesesuaian Kebijakan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Yang Telah Disesuaikan Dengan Kapasitas Pemerintah Daerah Kabupaten Buton F. Penyelarasan Dengan Perkembangan Global Terdapat Tiga Issue Besar Yang Menjadi Tantangan Dunia Internasional, Yakni Pandemi, Global Warming Dan Peperangan. Ketiga Issue Tersebut Ikut Mempengaruhi Ketidakstabilan Ekonomi Politik Internasional Yang Berimbas Pada Perkembangan Global Saat Ini. Akan Tetapi Keadaan Tersebut Akan Mendatangkan Kesempatan Bagi Daerah Untuk Meninjau Ulang Potensi Lokal Yang Memiliki Nilai Pasar Global. Pemanfaatan Peluang Tersebut Memerlukan Penilaian Yang Jujur Dan Komprehensif Terkait Peran Dan Posisi Daerah Kabupaten Buton, Yang Diperkuat Melalui Rangkaian Kerjasama Dalam Bidang Yang Menjadi Perhatian Khusus Daerah. a) Pengembangan Riset Dan Inovasi Berbasis Percepatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sdgs) b) Tata Kelola Pemerintahan Daerah Berbasis Dinamic Governance c) Tata Kelola Kebutuhan Masyarakat Daerah Berbasis Mitigasi Resiko Yang Handal d) Penguatan Kerjasama Internasional Yang Lebih Inklusi. Tabel 11. Tema Prioritas Riset Dan Inovasi Saat Ini Di Daerah Tema Prioritas Ekosistem Riset Dan Inovasi Saat Ini Di Daerah Tema Prioritas Riset Dan Inovasi Kab.Buton Adalah “Riset Dan Inovasi Untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah”. Tema Prioritas Ini Ditetapkan Untuk Mendukung Salah Satu Misi Jangka Panjang Pembangunan Kabupaten Buton Yaitu: “Mewujudkan Kualitas Kehidupan Ekonomi Masyarakat Serta Misi Pembangunan Jangka Menengah, Yaitu Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Daerah, Dan Membuka Peluang Investasi Untuk Mengurangi Pengangguran Dan Kemiskinan.” Tabel 12. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Di Daerah Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Di Daerah No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Reformasi Kebijakan Riset Dan Inovasi Melalui Konvergensi Program OPD Belum Optimalnya Pemanfaatan Hasil Riset Dalam Proses Perumusan Kebijakan Daerah (Policy Based Research) Adanya Regulasi Yang Dikeluarkan Oleh BRIN Terkait Pemanfaatan Hasil Riset Dan Inovasi. Tersedianya Kebijakan Spesifik Berkaitan Dengan Penyelenggaraan Riset Dan Inovasi Daerah Berupa Regulasi Dalam Bentuk Peraturan Daerah Kabupaten Buton. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Di Daerah No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 2 Penataan Basis Data Riset Dan Inovasi Berbasis Teknologi Informasi Belum Adanya Pemahaman Lingkup OPD Kabupaten Buton Tentang Peran Dan Fungsi BRIDA Kab. Buton, Sehingga Dibutuhkan Kebijakan Yang Dapat Mengatur Keterlibatan Dari Para Pemangku Kepentingan Terkait, Serta Bentuk Program Dan Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan. Adanya Regulasi Yang Dikeluarkan Oleh BRIN Terkait Pemanfaatan Hasil Riset Dan Inovasi Terintegrasinya Data Hasil Riset Dan Inovasi Melalui Website Satu Data Kabupaten Buton Atau Teknologi Digital Oleh BRIDA Kabupaten Buton. 3 Pengembangan Infrastruktur Dasar Riset Dan Inovasi Belum Terintegrasinya Penataan Data Riset Dan Inovasi Berbasis Teknologi Informasi Yang Mudah Diakses. Berkembangnya Teknologi Informasi Dan Komunikasi Memungkinkan Masyarakat Untuk Mengakses Informasi Melalui Website Satu Data Kabupaten Buton Dengan Mudah. Tersedianya Infrastruktur Yang Mendukung Dan Dapat Dimanfaatkan Bagi Implementasi Kebijakan Dan Penyelenggaraan Program Riset Dan Inovasi Di Kabupaten Buton. 4 Pengelolaan Sektor Industri Unggulan Daerah Berbasis Kewilayahan Belum Optimalnya Pemanfaatan Beberapa Produk Unggulan Daerah Yang Tersebar Dibeberapa Wilayah. Adanya Penetapan Sektor Industri Unggulan Di Kabupaten Buton. Pengimplementasian Kebijakan One Village One Product (OVOP) Di Kabupaten Buton. 5 Penyediaan Anggaran Riset Dan Inovasi Belum Optimalnya Ketersediaan Anggaran Dan Skema Penganggaran Riset Yang Disusun Berdasarkan Prioritas Program Pembangunan Di Daerah. Adanya Dukungan Kepala Daerah Dan TAPD Dalam Menyediakan Sumber Penganggaran Riset Dan Inovasi Daerah Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Berbasis Bukti. Pemerintah Daerah Memprioritaskan Ketersediaan Sumber Penganggaran Riset Dan Inovasi Daerah, Dan/Atau Skema Penganggaran Lainnya Yang Berasal Dari Swasta Dan Lembaga Riset Lainnya. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Di Daerah No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 6 Peningkatan Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Belum Berjalannya Fungsi BRIDA Kab. Buton Untuk Memfasilitasi Pengarsipan Dan Perlindungan Kekayaan Intelektual Di Daerah. Ketersediaan Teknologi Informasi Yang Dapat Membantu Pendokumentasian Kekayaan Intelektual Di Daerah Kab. Buton' BRIDA Kab. Buton Memfasilitasi Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Di Daerah. Tabel 13. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Penguatan Kolaborasi Riset Dan Inovasi Di Daerah Berbasis Pentahelix Belum Optimalnya Peran BRIDA Sebagai Lembaga Yang Mengintegrasikan Riset Dan Inovasi Didaerah Belum Optimalnya Jejaring Pentahelix Dalam Wadah Kolaborasi Yang Berdasarkan Prinsip- Prinsip Partisipatif Menyusun Kebijakan Penguatan BALITBANG Menjadi BRIDA Kab. Buton, Serta Menginisiasi Jejaring Pentahelix Yang Berkala Dan Berkelanjutan BRIDA Kab. Buton Menjadi Lembaga Yang Bisa Mengintegrasikan Seluruh Program Riset Dan Inovasi, Sekaligus Terbangunya Jejaring Akses Kolaborasi Yang Lebih Luas Disertai Kejelasan SOP Tentang Tupoksi Peran Masing-Masing Stakeholder. 2 Penyediaan Sarana Pendukung Riset Dan Inovasi Di Daerah Kabupaten Buton Telah Menyusun Dokumen Produk Unggulan Daerah Yang Menjadi Basis Data Produk Lokal Yang Bernilai Bagi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Dan PAD Kabupaten Buton Memiliki Industri Berbasis Potensi Lokal. Contoh: Desa Ngkaongke Ongkea Yakni Sentra Produksi Air Nira Untuk Gula Merah, Kecamatan Lasalimu Untuk Pengembangan Kelapa Terpadu, Dan Desa Boneatiro Sebagai Sentra Industri Pengembangan Ikan Asap. Tersedianya Kebijakan Yang Dapat Menjamin Ketersediaan Sarana Pendukung Riset Dan Inovasi Didaerah, Dan Turut Serta Untuk Meningkatkan Potensi PAD Bagi Kabupaten Buton Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 3 Penguatan BUMDES Sebagai Inkubator Riset Dan Inovasi Di Tingkat Desa Bumdes Belum Menjadi Badan Usaha Yang Dikelola Secara Professional Dan Berkelanjutan. Kinerja Bumdes Sangat Tergantung Kepada Kualitas Kepemimpinan Kepala Desa, Dan Kualitas SDM Pengelolanya, Sehingga Apabila Terjadi Perubahan Kepemimpinan Kepala Desa Dapat Menurunkan Kinerja Bumdes. Peran Dan Potensi BUMDES Sebagai Inkubator Bisnis Di Tingkat Desa, Dapat Menjadi Fasilitator Bagi Penyebarluasaran Potensi Dan Produk Inovasi Yang Ada Di Desa Penguatan Kapasitas Kelembagaan Dan SDM Bumdes Sebagai Badan Usaha Yang Memiliki Strategi Dan Rencana Bisnis Yang Sifatnya Berkelanjutan, Sehingga Tetap Dapat Menjaga Profesionalitas Ketika Terjadi Pergantian Kepala Daerah. 4 Penentuan Dan Inventarisasi Produk Unggulan Daerah Berbasis Riset Dan Inovasi Kapasitas SDM BRIDA Kab. Buton Yang Terbatas, Dan Belum Memiliki Kompetensi Dalam Melakukan Inventarisasi Dan Penentuan PUD. Peningkatan Jumlah SDM BRIDA Kab. Buton, Sekaligus Melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi SDM Melalui Ikut Serta Dalam Pelatihan Tersertifikasi. Tersedianya Basis Data PUD Yang Dapat Diakses Dengan Mudah, Serta Mendukung Prioritas Pembangunan Di Daerah. Tabel 14. Kemitraan Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas C. Kemitraan Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Penguatan Kemitraan Antar Kelembagaan Lingkup Kabupaten Buton Keterbatasan Sumber Daya Riset Dan Inovasi Yang Dimiliki Oleh Daerah Untuk Penguatan Sektor Pertanian, Mengharuskan Pemerintah Daerah Untuk Bermitra Dengan Berbagai Pihak,Baik Akademisi, Pelaku Usaha Maupun Komunitas Masyarakat. Berkembangnya Kemitraan Antara Pemerintah Daerah Dengan Pelaku Usaha, Akademisi, Dan Komunitas Masyarakat Untuk Penguatan Sektor Unggulan. Tersedianya Penerapan Model Kemitraan Yang Fleksibel Dan Saling Menguntungkan Antara Pemerintah Daerah Dengan Pelaku Usaha, Akademisi, Dan Komunitas Masyarakat Untuk Penguatan Sektor Unggulan Daerah. 2 Peningkatan Difusi Dan Inovasi Berbasis Sumberdaya Lokal Keterbatasan Jumlah Kajian Yang Dilakukan Oleh BALITBANG (BRIDA) Kab. Buton Yang Berorientasi Pada Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Tingginya Permintaan Akan Produk Olahan Sektor Pertanian Dan Perikanan Kab. Buton Pada Event Pameran Produk Pertanian Yang Diikuti Oleh Para Pelaku Usaha. Terlaksananya Model Kemitraan Antar Stakeholders Yang Memungkinkan Pemda, Pelaku Usaha Dan Pihak Akademisi Untuk Berkontribusi Secara Optimal Dalam Mewujudkan Difusi Dan Inovasi Di Daerah 3 Peningkatan Praktik Diseminasi Hasil Riset Dan Inovasi Melalui HUT Daerah, Expo, Festival Dan Kegiatan Lain Sejenisnya. Belum Optimalnya Realisasi Diseminasi Hasil-Hasil Riset Yang Telah Dilakukan, Disisi Lain Ikut Serta Pada Program- Program Yang Dapat Menjadi Sarana Diseminasi Masih Tergolong Minim Disebabkan Akses Dan Anggaran Yang Terbatas Beberapa Produk Industri Seperti Anyaman Nentu, Sarung Tenun Pewarna Alam, Ikan Asap Merupakan Produk Yang Memiliki Prospek Yang Bagus Di Pasar Domestik, Nasional Bahkan Internasional Tersedianya Dokumentasi Hasil-Hasil Riset Dan Inovasi Yang Memiliki Daya Saing Untuk Dapat Diikutsertakan Pada Sejumlah Kegiatan Dalam Rangka Promosi. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas C. Kemitraan Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 4 Kemitraan Riset Dan Inovasi Sektor Industri Dan UMKM Belum Adanya Kemitraan Riset Dan Inovasi Pada Bidang Khusus Yakni Industri Dan UMKM Yang Dapat Menunjang Pengembangan Industri Dan UMKM Di Kabupaten Buton Sektor Industri Dan UMKM Menjadi Sektor Ketahanan Ekonomi Daerah Yang Terbukti Memiliki Prospek Pengembangan Yang Baik Guna Mendukung Prioritas Pembangunan Daerah Tersedianya Komunitas Industri Dan UMKM Daerah Yang Dapat Mewujud Sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi, Sharing Knowledge, Serta Promosi Dan Pemasaran Produk Yang Handal Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas D. Budaya Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Promosi Dan Kampanye Inovasi Daerah Secara Berkala Belum Terciptanya Regulasi Yang Didasarkan Atas Evidence Based Policy Berbasis Data Presisi Adanya Kebijakan Pimpinan Daerah Yang Mengarahkan Pengambilan Kebijakan Berbasis Data Presisi Terbentuknya Regulasi Yang Didasarkan Pada Kebijakan Evidence Based Policy Berbasis Data Presisi 2 Apresiasi Prestasi Inovasi Baik Bagi Individu, Kelompok Komunitas, Pelaku Budaya Dan Pemerintah Desa/Kelurahan Belum Membudayanya Apresiasi Prestasi Inovasi Bagi Pelaku Riset Dan Inovasi, Serta Pemanfaatan Hasil Inovasi Masyarakat Oleh Pemerintah Daerah Kab. Buton Adanya Alokasi Insentif Bagi Pelaku Riset Dan Inovasi Daerah, Serta Bagi Pengguna Hasil-Hasil Riset Dan Inovasi Terbentuknya Budaya Apresiasi Daerah Terhadap Pelaku Inovasi Oleh Masyarakat, Yang Dapat Ikut Menstimulus Adanya Penemuan-Penemuan Inovasi Lainnya. 3 Pengembangan UMKM Lokal Pemula Berbasis Potensi Lokal Belum Optimalnya Kajian Produk Unggulan Daerah Yang Dapat Menstimulus Pertumbuhan Sektor Usaha Bidang Industri Dan UMKM Di Kabupaten Buton UMKM Merupakan Sektor Yang Dapat Bertahan Pada Masa Pandemi, Dan Membantu Pemulihan Ekonomi Daerah, Dengan Trend Jumlah UMKM Yang Terus Bertumbuh Dan Disertai Dengan Tumbuhnya Budaya Kreatif Dan Inovatif Yang Sangat Potensial Bagi Peningkatan Nilai Tambah Bisnis. Ptersedianya Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil Dan Usaha Mikro (UMKM) Bukan Saja Meningkatkan Jumlah Wirausaha Baru Namun Juga Dapat Menghasilkan Wirausaha Baru Berbasis Riset Dan Inovasi, Serta Meningkatkan Kemitraan UMKM Dengan Lembaga Riset Dan Inovasi. 4 Mendorong Adanya Inventarisasi, Pengembangan Dan Perlindungan IPTEK Masyarakat Belum Terlaksanya Inventarisasi Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Masyarakat Oleh BRIDA Adanya Sistem Satu Data Kabupaten Buton Yang Berbasis Teknologi Informasi Untuk Melakukan Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Masyarakat BRIDA Menjadi Fasilitator Untuk Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Masyarakat Tabel 15. Keterpaduan Riset Dan Inovasi Di Daerah Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi E. Keterpaduan Riset Dan Inovasi Di Daerah Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Hasil Identifikasi Peluang Daerah Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Pengembangan Riset Belum Terlaksananya Implementasi Inovasi Di Daerah Berdasarkan Kebutuhan Daerah Dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Buton Pengembangan Dan Promosi Produk Unggulan Daerah Kabupaten Buton Sangat Potensial Karena Memiliki Keunikan Yang Khas Implementasi Inovasi Didaerah Didasarkan Pada Hasil Karya Masyarakat Ataupun Potensi Daerah, Yang Dikembangkan Berdasarkan Klaster Kebutuhan Produk Unggulan Daerah Dan Inovasi Daerah Untuk Promosi Produk Unggulan Daerah 2 Pengembangan Klaster Belum Tersedianya Kesesuaian Kebijakan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berdasarkan Hasil Identifikasi Klaster Inovasi Pada Masing-Masing Wilayah Di Kabupaten Buton Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Telah Menetapkan Dan Memiliki Beberapa Program Prioritas Pembangunan Yang Diarahkan Pada Upaya Pengembangan Produk Unggulan Daerah Yang Potensial Dan Berdaya Saing Kebijakan Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Buton Didasarkan Pada Potensi Pengembangan Produk Unggulan Dan Berdaya Saing Pada Potensi Yang Dimiliki Oleh Masing- Masing Wilayah Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah Berdasarkan Kewilayanan Di Kabupaten Buton 3 Kesesuaian Kebijakan Lambatnya Transformasi Kebijakan Disebabkan Oleh Belum Optimalnya Singkronisasi Kebijakan Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Daerah Khususnya Yang Berkaitan Dengan Pengembangan Produk Unggulan Yang Ada Di Daerah Kabupaten Buton. Adanya Mandat Kepada Pemerintah Daerah Untuk Melakukan Singkronisasi Program Prioritas Pembangunan Secara Bertingkat Mulai Dari Nasional, Provinsi Dan Kabupaten Melalui Dokumen Arah Kebijakan Riset Nasional Dan Arah Kebijakan Riset Daerah Melakukan Singkronisasi Kebijakan Daerah Kabupaten Buton Dengan Kebijakan Pemerintah Pusat Dan Provinsi, Dalam Rangka Mendukung Relevansi Program Nasional Dengan Program Pembangunan Di Daerah Kabupaten Buton Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Yang Telah Disesuaikan Dengan Kapasitas Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tabel 16. Penyelarasan Dengan Perkembangan Global Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas F. Penyelarasan Dengan Perkembangan Global No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 1 Pengembangan Riset Dan Inovasi Berbasis Percepatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sdgs) Belum Terarahnya Perhatian Daerah Dalam Merespon Issue-Issue Global Kedalam Produk Riset Daerah, Sekaligus Melakukan Adopsi Dalam Program Inovasi Pembangunan Daerah Implementasi Program Pembangunan Berkelanjutan (Sdgs) Menjadi Issue Prioritas Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Adanya Dokumen Kebijakan Daerah Yang Menempatkan Beberapa Agenda Sdgs Dalam Prioritas Pembangunan Daerah, Khusnya Berkaitan Dengan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Daerah 2 Tata Kelola Pemerintahahan Daerah Berbasis Dinamic Governance Tata Kelola Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Buton Belum Dapat Menunjukkan Adanya Responsivitasnya Terhadap Perubahan Yang Cepat Dan Unpredictable. Pimpinan Daerah Dan SDM Daerah Memiliki Keinginan Yang Cukup Kuat Untuk Terus Mengembangkan Kompetensinya Dalam Manajemen Pemerintahan Adanya Roadmap Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah Kabupaten Buton Yang Terstruktur, Sistematis Dan Dapat Diaplikasikan 3 Tata Kelola Kebutuhan Masyarakat Daerah Berbasis Mitigasi Resiko Yang Handal Belum Adanya Bukti Penetapan Dan Penerapan Mitigasi Risiko Dalam Manajemen Pemerintahan Daerah BRIDA Kabupaten Buton Memiliki Jejaring Kerjasama Yang Dapat Mendukung Penyusunan Dokumen Mitigasi Resiko, Sekaligus Analisis Potensi Penerapannya Adanya Dokumen Mitigasi Resiko Khususnya Dalam Siklus Tata Kelola Pemerintahan Daerah Kabupaten Buton Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas F. Penyelarasan Dengan Perkembangan Global No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Hasil Identifikasi Tantangan Yang Dihadapi Daerah Hasil Identifikasi Peluang Yang Dihadapi Daerah Kondisi Yang Diharapkan 4 Penguatan Kerjasama Internasional Yang Lebih Inklusif Belum Terbangunnya Akses Dan Ruang Kerjasama Lingkup Internasional Yang Lebih Luas Dan Terbuka Bagi Daerah Terbukanya Kesempatan Dalam Melakukan Perluasan Jejaring Kolaborasi Dan Adopsi Teknologi, Serta Program Inovasi Yang Dapat Menunjang Pengembangan Daya Saing Daerah Melalui Program Sister City Adanya Kerjasama Riset Dan Inovasi Dalam Lingkup Internasional Dengan Memperhatikan Pada Upaya Penyelesaian Permasalah Di Daerah Pada Bab IV Ini, Akan Menelusuri Basis Data Yang Dimiliki Oleh Daerah Sebagai Acuan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton. Data Tersebut Digunakan Untuk Menganalisis Permasalahan Daerah Dan Kebijakan Yang Telah Sebelumnya Ditetapkan Dan Dilaksanakan. Selanjutnya Informasi Tersebut Dianalisis Melalui Hasil Kajian Akademik Untuk Menemukenali Kesenjangan (Gap Analysis) Kemampuan Kemampuan Daerah Kabupaten Buton Untuk Menghasilkan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy) Dan Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Data Ini Dan Kondisi Yang Diharapkan. Kesenjangan Dapat Diartikan Sebagai Sebuah Perbedaan, Ketimpangan, Ketidakmerataan, Ketidak Sesuain, Ketidakadilan Yang Kesemuanya Bisa Menghambat Pembangunan Suatu Daerah. Pembahasan Pada BAB Ini, Juga Digunakan Untuk Dapat Menghasilkan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Bukti Untuk Merespon Ketidaktepatan Dalam Menentukan Kebijakan di Daerah. Pada Beberapa Kasus Masih Ditemukan Kebijakan Yang Pada Implementasinya Seringkali Bersinggungan Dengan Berbagai Bidang Kehidupan Seperti Sosial, Budaya, Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kesehatan Dan Lain Sebagainya, Sehingga Memerlukan Sebuah Pola Data Sebagai Input Kebijakan Berbasis Riset Yang Berorientasi Penyelesaian Masalah Di Masyarakat. Adapun Kesenjangan (Evidence-Based Policy) Dapat Diamati Pada Tabel Berikut: Tabel 17. Tema Prioritas Ekosistem Riset Daerah Saat Ini Tema Prioritas Ekosistem Riset Dan Inovasi Saat Ini Di Daerah Tema Prioritas Riset Dan Inovasi Kab.Buton Adalah “Riset Dan Inovasi Untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah”. Tema Prioritas Ini Ditetapkan Untuk Mendukung Salah Satu Misi Jangka Panjang Pembangunan Kabupaten Buton Yaitu: “Mewujudkan Kualitas Kehidupan Ekonomi Masyarakat Serta Misi Pembangunan Jangka Menengah, Yaitu Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Daerah, Dan Membuka Peluang Investasi Untuk Mengurangi Pengangguran Dan Kemiskinan.” Tabel 18. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi Daerah Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi di Daerah No Area Penguatan Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Reformasi Belum Optimalnya Pemanfaatan Hasil Riset Dalam Proses Perumusan Kebijakan Daerah (Policy Based Research) Tersedianya Kebijakan Spesifik Berkaitan Dengan Penyelenggaraan Riset Dan Inovasi Daerah Berupa Regulasi Dalam Bentuk Peraturan Daerah Kabupaten Buton. Dengan Tidak Adanya Kebijakan Berupa Pergub Dan Perda Tentang Pengaturan Implementasi Pelaksanaan Riset Satu Pintu Melalui BRIDA Menyebabkan Pelaksanaan Riset Di Daerah Dilakukan Secara Terpisah, Dimana Masing- Masing Perangkat Daerah Memiliki Kebijakan Kajian/Riset Sendiri. Hal Ini Ikut Mempengaruhi Pengelolaan Hasil-Hasil Riset Bagi Kebijakan Daerah Yang Tidak Optimal Dapat Dilakukan. Kebijakan Riset Dan Inovasi Melalui Konvergensi Program OPD Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi di Daerah No Area Penguatan Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Ekosistem Riset Dan Inovasi 2 Penataan Basis Belum Adanya Pemahaman Lingkup OPD Kabupaten Buton Tentang Peran Dan Fungsi BRIDA Kab. Buton, Sehingga Dibutuhkan Kebijakan Yang Dapat Mengatur Keterlibatan Dari Para Pemangku Kepentingan Terkait, Serta Bentuk Program Dan Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan. Terintegrasinya Data Hasil Riset Dan Inovasi Melalui Website Satu Data Kabupaten Buton Atau Teknologi Digital Oleh BRIDA Kabupaten Buton. Meskipun Kabupaten Buton Telah Memiliki Aplikasi Satu Data Pemerintah, Namun Belum Dapat Dimanfaatkan Sebagai Basis Data Riset Dan Inovasi Di Daerah. Keberadaan BRIDA Kabupaten Buton, Juga Belum Optimal Pasca Perubahan Nomenklatur Dari BALITBANG, Menyebabkan Belum Berjalannya Peran Dan Fungsinya Sebagai Penyedia Data Dan Akses Pada Hasil-Hasil Riset Dan Inovasi. Disisi Lain, BRIDA Kabupaten Buton Juga Kesulitan Menetapkan Kebijakan Internal Kedepan Karena Belum Memiliki Basis Data Yang Handal Dalam Menetapkan Kebijakannya. Data Riset Dan Inovasi Berbasis Teknologi Informasi 3 Pengembangan Belum Terintegrasinya Penataan Data Riset Dan Inovasi Berbasis Teknologi Informasi Yang Mudah Diakses. Tersedianya Infrastruktur Yang Mendukung Dan Dapat Dimanfaatkan Bagi Implementasi Kebijakan Dan Penyelenggaraan Program Riset Dan Inovasi di Kabupaten Buton. Belum Tersedianya Infrastruktur Yang Secara Khusus Dapat Digunakan Sebagai Pusat Pemajuan IPTEK Dan Inkubasi Bisnis Daerah, Serta Laboratorium Dasar Riset Membuat Implementasi Pelaksanaan Riset Dan Inovasi di Daerah Kabupaten Buton Berjalan Lambat, Dan Masih Jauh Tertinggal Dengan Daerah-Daerah Lainnya Di Provinsi Sulawesi Tenggara. Disisi Lain, Upaya Membuka Kolaborasi Bersama Penggunaan Infrastruktur Dasar Riset Dan Inovasi Dengan Perguruan Tinggi Membutuhkan Kebijakan Anggaran Yang Juga Belum Dimiliki Oleh Pemerintah Kabupaten Buton. Infrastruktur DasarRiset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi di Daerah No Area Penguatan Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Ekosistem Riset Dan Inovasi 4 Pengelolaan Belum Optimalnya Pemanfaatan Beberapa Produk Unggulan Daerah Yang Tersebar Dibeberapa Wilayah. Pengimplementasian Kebijakan One Village One Product (OVOP) Di Kabupaten Buton. Implementasi Kebijakan One Village One Product (OVOP) Belum Berjalan Dengan Optimal. Saat Ini Melalui Dinas Perindustrian, Kabupaten Buton Menginisiasi Adanya Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berbasis Kewilayahan Seperti Ikan Asap, Jambu Mete, Tenun Pewarna Alam Dan Anyaman Nentu Telah Berjalan. Akan Tetapi Belum Memberikan Pengaruh Yang Signifikan Baik Bagi Daerah Dalam Bentuk PAD Maupun Bagi Masyarakat Sebagai Pelaku Usaha Tersebut. Sektor Industri Unggulan Daerah Berbasis Kewilayahan Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi di Daerah No Area Penguatan Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Ekosistem Riset Dan Inovasi 5 Penyediaan Belum Optimalnya Ketersediaan Anggaran Dan Skema Penganggaran Riset Yang Disusun Berdasarkan Prioritas Program Pembangunan Di Daerah. Pemerintah Daerah Memprioritaskan Ketersediaan Sumber Penganggaran Riset Dan Inovasi Daerah, Dan/Atau Skema Penganggaran Lainnya Yang Berasal Dari Swasta Dan Lembaga Riset Lainnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Belum Memiliki Regulasi Untuk Mengatur Jumlah Anggaran Riset Di Daerah Yang Dapat Mengikat Setiap Perangkat Daerah Yang Memiliki Program Tersebut, Sehingga Dalam Implementasinya Anggaran Riset Selama Ini Hanya Menggunakan APBD Yang Persentasenya Sangat Terbatas. Terbatasnya Sumber Pengaggaran Riset Tersebut Menyebabkan Akses Pada Hasil Riset Berkualitas Yang Sangat Terbatas, Yang Pada Gilirannya Berefek Pada Produk Inovasi Yang Dapat Dihasilkan, Olehnya Itu Perlu Didoring Skema Penganggaran Riset Yang Berasal Dari Swasta/ Mitra Atau Dana Padanan Dengan Perguruan Tinggi. Anggaran Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas A. Kebijakan Dan Infrastruktur Riset Dan Inovasi di Daerah No Area Penguatan Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Ekosistem Riset Dan Inovasi 6 Peningkatan Belum Berjalannya Fungsi BRIDA Kab. Buton Untuk Memfasilitasi Pengarsipan Dan Perlindungan Kekayaan Intelektual di Daerah. BRIDA Kab. Buton Memfasilitasi Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual di Daerah. Kebijakan Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Merupakan Tupoksi Dari Kantor Kemenkumham, Akan Tetapi Seriring Dengan Keberadaan BRIDA, Maka Salah Satu Tupoksinya Dalam Membantu Dalam Memfasilitasi Pengajuan Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual di Daerah. Belum Optimalnya Peran BRIDA Saat Ini Menyebabkan Belum Tersedianya Data Potensi Kekayaan Intelektual Yang Dapat Diajukan Sebagai Kekayaan Intelektual Daerah Yang Perlu Mendapat Perlindungan Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Tabel 19. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Penguatan Belum Optimalnya Peran BRIDA Sebagai Lembaga Yang Mengintegrasikan Riset Dan Inovasi Didaerah Belum Optimalnya Jejaring Pentahelix Dalam Wadah Kolaborasi Yang Berdasarkan Prinsip-Prinsip Partisipatif BRIDA Kab. Buton Menjadi Lembaga Yang Bisa Mengintegrasikan Seluruh Program Riset Dan Inovasi, Sekaligus Terbangunya Jejaring Akses Kolaborasi Yang Lebih Luas Disertai Kejelasan SOP Tentang Tupoksi Peran Masing-Masing Stakeholder. Jejaring Kolaborasi Yang Masih Bersifat Seremonial Dan Terbatas, Menyebabkan Akses Untuk Menghasilkan Produk Penelitian Yang Berkualitas Dan Dapat Menjadi Solusi Bagi Permasalah Daerah Juga Menjadi Terbatas. Daya Jangkau Daerah Pada Informasi Dan Wawasan Terbaru Yang Berkaitan Dengan Riset Dan Inovasi Menjadi Tidak Optimal.Kolaborasi Riset Dan Inovasi di Daerah Berbasis Pentahelix Olehnya Itu, Diharapkan Adanya Upaya Optimalisasi Kerjasama Multistakeholder Yang Dapat Diinisiasi Oleh BRIDA Kabupaten Buton, Mulai Dari BRIN (Nasional), BRIDA (Daerah Lain), Bappeda, Perguruan Tinggi, Maupun Stakeholder Lainnya Tidak Sekedar Pelaksanaan Konsultasi, Namun Secara Berkelanjutan Menjadi Komitmen Bersama Dalam Rangka Pemanfaatan Hasil Riset Dan Inovasi Menjadi Dasar Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Buton. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 2 Penyediaan Sarana Kabupaten Buton Telah Menyusun Dokumen Produk Unggulan Daerah Yang Menjadi Basis Data Produk Lokal Yang Bernilai Bagi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Dan PAD Tersedianya Kebijakan Yang Dapat Menjamin Ketersediaan Sarana Pendukung Riset Dan Inovasi Didaerah, Dan Turut Serta Untuk Meningkatkan Potensi PAD Bagi Kabupaten Buton BRIDA Kabupaten Buton Memiliki Keterbatasan Dalam Mengakses Sarana Dan Prasaran Pendukung Riset Berupa Pemanfaatan Saran Teknologi Dan Digitalisasi Yang Berpengaruh Terhadap Ketersediaan Media Sebagai Basis Data, Publikasi Dan Sarana Diseminasi Hasil- Hasil Riset Yang Pernah Dilakukan. Pendukung Riset Untuk Itu, Diperlukan Adanya Penyediaan Sarana Dan Inovasi di Daerah Pendukung Dan Peningkatan Kapasitas SDM Dalam Mengelola Sarana Dan Prasarana Pendukung Riset, Disisi Lain Diperlukan Adanya Sarana Yang Dapat Dijadikan Inkubator Bisnis Masyarakat, Dimana Didalamnya Memiliki Prasarana Yang Didukung Teknologi Informasi Yang Handal Dan Mudah Diakses, Contohnya Adalah Pembangunan PLUT Di Daerah. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 3 Penguatan Bumdes Belum Menjadi Badan Usaha Yang Dikelola Secara Professional Dan Berkelanjutan. Kinerja Bumdes Sangat Tergantung Kepada Kualitas Kepemimpinan Kepala Desa, Dan Kualitas SDM Pengelolanya, Sehingga Apabila Terjadi Perubahan Kepemimpinan Kepala Desa Dapat Menurunkan Kinerja Bumdes. Penguatan Kapasitas Kelembagaan Dan SDM Bumdes Sebagai Badan Usaha Yang Memiliki Strategi Dan Rencana Bisnis Yang Sifatnya Berkelanjutan, Sehingga Tetap Dapat Menjaga Profesionalitas Ketika Terjadi Pergantian Kepala Daerah. Buruknya Tata Kelola BUMDES Masih Menjadi Salah Satu Indikator Belum Mandirinya Usaha Masyarakat Di Desa. Disisi Lain, Belum Optimalknya Tupoksi BRIDA Untuk Mendukung Upaya Tata Kelola BUMDES Yang Lebih Baik, Disertai Pengembangan Inovasi Desa Yang Optimal Membuat BUMDES Belum Mampu Memberikan Tambahan PAD Bagi Desa Dan Daerah. BUMDES Sebagai Untuk Itu, Kedepan Diharapkan Melalui Peran BRIDAInkubator Riset Dan Inovasi Di Tingkat Desa Dalam Memfasilitasi Pengelolaan Riset Dan Inovasi Didaerah, Dapat Memperjelas Proses Bisnis Pemanfaatan Hasil Riset Dan Inovasi Bagi Pengembangan BUMDES Di Kabupaten Buton. Dari Sisi Regulasi, Pemerintah Daerah Perlu Membuat Aturan Yang Jelas Dan Spesifik Bagi Pengelolaan BUMDES, Sehingga Fluktuasi Pengelolaan BUMDES Tidak Terpengaruh Periodisasi Pergantian Kepada Daerah Maupun Kepala Desa. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas B. Kapasitas Kelembagaan Dan Daya Dukung Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 4 Penentuan Dan Inventarisasi Produk Unggulan Daerah Berbasis Riset Dan Inovasi Kapasitas SDM BRIDA Kab. Buton Yang Terbatas, Dan Belum Memiliki Kompetensi Dalam Melakukan Inventarisasi Dan Penentuan PUD. Tersedianya Basis Data PUD Yang Dapat Diakses Dengan Mudah, Serta Mendukung Prioritas Pembangunan di Daerah. Terbatasnya SDM Daerah Yang Dapat Mengelola Basis Data PUD Menjadikan Tidak Optimalnya Pemanfaatan PUD Sebagai Branding Dan PAD Daerah. Untuk Itu, Selain Penyiapan SDM Terampil Juga Diperlukan Adanya Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Dapat Menyediakan Informasi Yang Dapat Diakses Oleh Masyarakat Dengan Mudah, Cepat Dan Handal. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas C. Kemitraan Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Penguatan Keterbatasan Sumber Daya Riset Dan Inovasi Yang Dimiliki Oleh Daerah Untuk Penguatan Sektor Pertanian, Mengharuskan Pemerintah Daerah Untuk Bermitra Dengan Berbagai Pihak, Baik Akademisi, Pelaku Usaha Maupun Komunitas Masyarakat. Tersedianya Penerapan Model Kemitraan Yang Fleksibel Dan Saling Menguntungkan Antara Pemerintah Daerah Dengan Pelaku Usaha, Akademisi, Dan Komunitas Masyarakat Untuk Penguatan Sektor Unggulan Daerah. Pola Kemitraan Riset Dan Inovasi di Daerah Kabupaten Buton Masih Terbangun Dengan Komitmen Yang Lemah Dan Berjalan Satu Arah. Hal Ini Menyebabkan Program Riset Hanya Dilakukan Sebagai Pemenuhan Syarat Administrasi Kebijakan Daerah, Disisi Lain Tidak Terjadi Hubungan Timbal Balik Yang Berkelanjutan Antara Dua Pihak. BRIDA Kabupaten Buton Sebagai Penyedia Anggaran Riset Hanya Memperoleh Hasil Riset, Sekaligus Menyebarluaskannya Pada Perangkat Daerah Relevan, Akan Tetapi Belum Dapat Melakukan Evaluasi Keterlaksanaanya di Lapangan Disisi Lain, Kemitraan Dengan Perguruan Tinggi Hanya Sebatas Jasa Konsultasi Riset Dan Inovasi. Sedangkan Manfaat Timbal Balik, Seperti Pemanfaatan Produk Riset Mandiri Perguruan Tinggi Oleh Daerah Belum Dapat Digunakan Sebagai Solusi Permasalahan Daerah. Kemitraan Antar Kelembagaan Lingkup Kabupaten Buton Tabel 20. Kemitraan Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas C. Kemitraan Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 2 Peningkatan Difusi Dan Inovasi Berbasis Sumberdaya Lokal Keterbatasan Jumlah Kajian Yang Dilakukan Oleh BALITBANG (BRIDA) Kab. Buton Yang Berorientasi Pada Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Terlaksananya Model Kemitraan Antar Stakeholders Yang Memungkinkan Pemda, Pelaku Usaha Dan Pihak Akademisi Untuk Berkontribusi Secara Optimal Dalam Mewujudkan Difusi Dan Inovasi Di Daerah Keterlibatan BRIDA, Pelaku Usaha Dan Akademisi Dalam Mewujudkan Terjadinya Difusi Pengetahuan Dan Pengembangan Inovasi Di Daerah Belum Berjalan Optimal. Untuk Itu, Melalui BRIDA Kabupaten Buton Pemerintah Daerah Dapat Ikut Melibatkan Pelaku Usaha Dan Akademisi Sebagai Mitra Strategis, Bagi Pengembangan Inovasi Daerah Yang Lebih Berkualitas Dan Berdaya Saing. Selain Itu, Diperlukan Kebijakan Yang Inklusif Bagi Para Pelaku Usaha Di Daerah Untuk Dapat Mengembangkan Produk, Maupun Mempromosikannya Dalam Program Yang Difasilitasi Oleh Daerah Dalam Bentuk Festival, Expo Dan Kegiatan Sejenis Lainnya. 3 Peningkatan Praktik Diseminasi Hasil Riset Dan Inovasi Melalui HUT Daerah, Expo, Festival Dan Kegiatan Lain Sejenisnya. Belum Optimalnya Realisasi Diseminasi Hasil-Hasil Riset Yang Telah Dilakukan, Disisi Lain Ikut Serta Pada Program- Program Yang Dapat Menjadi Sarana Diseminasi Masih Tergolong Minim Disebabkan Akses Dan Anggaran Yang Terbatas Tersedianya Dokumentasi Hasil- Hasil Riset Dan Inovasi Yang Memiliki Daya Saing Untuk Dapat Diikutsertakan Pada Sejumlah Kegiatan Dalam Rangka Promosi. Keterbatasan Daerah Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Khususnya Bagi Promosi Hasil-Hasil Inovasi Masyarakat, Membuat Sulitnya Penyebarluasan Informasi Inovasi Daerah Dapat Dilakukan. Untuk Itu, Diperlukan Adanya Daya Dukung Program Kebijakan Daerah Yang Memungkinkan Terfasilitasinya Ruang Promosi Bagi Produk-Produk Inovasi Daerah. Hal Ini Dapat Dilakukan Melalui Kegiatan Berkala Yang Dilakukan Oleh Daerah, Turut Melibatkan Pelaku UMKM Dan IKM Untuk Mempromosikan Produk Hasil Inovasi Mereka Secara Terbuka Dan Berkelanjutan. Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas C. Kemitraan Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 4 Kemitraan Riset Dan Inovasi Sektor Industri Dan UMKM Belum Adanya Kemitraan Riset Dan Inovasi Pada Bidang Khusus Yakni Industri Dan UMKM Yang Dapat Menunjang Pengembangan Industri Dan UMKM Di Kabupaten Buton Tersedianya Komunitas Industri Dan UMKM Daerah Yang Dapat Mewujud Sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi, Sharing Knowledge, Serta Promosi Dan Pemasaran Produk Yang Handal Salah Satu Bentuk Daya Dukung Bagi Pengembangan Kompetensi IKM Dan UMKM Daerah Adalah Terfasilitasinya Komunitasnya. Pelaku Usaha Di Kabupaten Buton Belum Memiliki Komunitas, Yang Dapat Memfasilitasi Adanya Sharing Knowledge Antar Pelaku Usaha. Untuk Itu, Melalui Regulasi Pemerintah Daerah Hal Ini Dapat Dilakukan Dengan Memberikan Fasilitasi Pengembangan Kelompok Usaha, Baik Berbasis Pada Kewilayahan, Produk Maupun Jenis Usaha Mereka. Tabel 21. Budaya Riset Dan Inovasi Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas D. Budaya Riset Dan Inovasi No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Promosi Dan Belum Terciptanya Regulasi Yang Didasarkan Atas Evidence Based Policy Berbasis Data Presisi Terbentuknya Regulasi Yang Didasarkan Pada Kebijakan Evidence Based Policy Berbasis Data Presisi Belum Adanya Regulasi Yang Secara Spesifik Mengatur Tentang Pembentukan Kebijakan Berbasis Evidence Based Policy, Membuat Sejumlah Kebijakan Daerah Kabupaten Buton Tidak Didasarkan Pada Kebijakan Riset. Implikasinya, Sejumlah Kebijakan Belum Mampu Memenuhi Unsur Tepat Prioritas Dan Tepat Sasaran. Oleh Karena Ini, Diperlukan Regulasi Yang Legal Seperti Kampanye Inovasi Perda Atau Perbup Sebagai Ruang Lingkup PerangkatDaerah Secara Daerah Dalam Menyusunan Dan Menentukan ProgramBerkala Kebijakannya. Peran Dan Fungsi BRIDA Juga Diperkuat Melalui Kejelasan Posisinya Sebagai Pelaksana Dan Penyebarluasan Hasil Riset, Serta Memfasilitasi Perlindungan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Didaerah Kabupaten Buton. 2 Apresiasi Prestasi Inovasi Baik Bagi Individu, Kelompok Komunitas, Pelaku Budaya Dan Pemerintah Desa/Kelurahan Belum Membudayanya Apresiasi Prestasi Inovasi Bagi Pelaku Riset Dan Inovasi, Serta Pemanfaatan Hasil Inovasi Masyarakat Oleh Pemerintah Daerah Kab. Buton Terbentuknya Budaya Apresiasi Daerah Terhadap Pelaku Inovasi Oleh Masyarakat, Yang Dapat Ikut Menstimulus Adanya Penemuan- Penemuan Inovasi Lainnya. Belum Optimalnya Apresiasi Dan Pemberian Penghargaan Terhadap Produk Inovasi Dan Kepada Pelaku Inovasi, Menyebabkan Perhatian Masyarakat Terhadap Ide-Ide Inovasi Masih Sangat Kurang. Inovasi Hanya Dilakukan Secara Mandiri, Yang Biasanya Berasal Dari Para Pelaku Usaha Yang Menginginkan Pengembangan Usahanya Lebih Baik Lagi, Bukan Karena Adanya Ruang Apresiasi Bagi Produk Inovasinya. Untuk Itu, Guna Menstimulus Inovasi Masyarakat Yang Hanya Sebatas Ide Dan Gagasan Tanpa Implementasi Memerlukan Adanya Kejelasan Regulasi Daerah Terhadap Apresiasi Inovasi Daerah, Minimal Dilakukan Dengan Mewajibkan Perangkat Daerah Menggunakan Inovasi Masyarakat Yang Relevan Dengan Programnya. 3 Pengembangan Belum Optimalnya Kajian Produk Unggulan Daerah Yang Dapat Menstimulus Pertumbuhan Sektor Usaha Bidang Industri Dan UMKM Di Kabupaten Buton Tersedianya Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil Dan Usaha Mikro (UMKM) Yang Berkelanjutan, Bukan Saja Dilakukan Guna Meningkatkan Jumlah Wirausaha Baru Namun Juga Dapat Menghasilkan Wirausaha Baru Berbasis Riset Dan Inovasi, Serta Meningkatkan Kemitraan UMKM Dengan Lembaga Riset Dan Inovasi. Fakta Bahwa UMKM Memiliki Ketangguhan Dalam Menghadapi Krisis, Belum Menjadi Tolak Ukur Daerah Dalam Upaya Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Buton. Sehingga Upaya Pemberdayaan UMKM Masih Dilakukan Secara Parsial Melalui OPD Terkait, Dan Belum Terlihat Adanya Kovergensi Program Dalam Pengembangan UMKM UMKM Lokal Pemula Berbasis Potensi Lokal Permasalahan Daerah Yang Berasal Dari Upaya Penguatan Usaha Kecil Juga Kurang Diperhatikan, Padahal Sejumlah Inovasi Daerah Berasal Dari Usaha Kecil Tersebut. Olehnya Itu, Program Pemberdayaan UMKM Perlu Dilakukan Melalui Kolaborasi Pentahelix Yang Diperjelas Melalui Regulasi Yang Dibuat Oleh Pemerintah Daerah, Dan Dapat Menjadi Pedoman Bagi Pengembangan Sektor Usaha Ini. 4 Mendorong Adanya Belum Terlaksanya Inventarisasi Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Masyarakat Oleh BRIDA BRIDA Menjadi Fasilitator Untuk Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Masyarakat Tidak Tersedianya Data Inventarisasi Perlindungan Pengetahuan/ Teknologi Di Masyarakat Menyebabkan Belum Maksimalnya Peran Pemerintah Daerah Dalam Melibatkan Unsur-Unsur Stakeholder Terkait Dalam Koordinasi Inventarisasi, Pengembangan Dan Perlindungan Pengetahuan Dan/Atau Teknologi Di Masyarakat Kabupaten Buton. Inventarisasi, Pengembangan Dan Perlindungan IPTEK Masyarakat Tabel 22. Keterpaduan Riset Dan Inovasi Daerah Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas E. Keterpaduan Riset Dan Inovasi Di Daerah No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Pengembangan Riset Belum Terlaksananya Implementasi Inovasi di Daerah Berdasarkan Kebutuhan Daerah Dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Buton Implementasi Inovasi Didaerah Didasarkan Pada Hasil Karya Masyarakat Ataupun Potensi Daerah, Yang Dikembangkan Berdasarkan Klaster Kebutuhan Produk Unggulan Daerah Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Buton Belum Dilakukan Berbasis Riset, Inovasi Dan Teknologi Sehingga Produktivitas Dan Kualitas Mutu Produk Belum Memiliki Daya Saing Yang Memungkinkan Produk Tersebut Memiliki Pasar Yang Luas. Dan Inovasi Daerah Untuk Promosi Produk Unggulan Daerah Disisi Lain, Perlu Diakui Bahwa Produk Unggulan Daerah Belum Dapat Menjadi Objek Bagi Perubahan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Buton. 2 Pengembangan Belum Tersedianya Kesesuaian Kebijakan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berdasarkan Hasil Identifikasi Klaster Inovasi Pada Masing- Masing Wilayah Di Kabupaten Buton Kebijakan Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Buton Didasarkan Pada Potensi Pengembangan Produk Unggulan Dan Berdaya Saing Pada Potensi Yang Dimiliki Oleh Masing-Masing Wilayah Belum Tersedianya Basis Data Yang Jelas Tentang Produk Unggulan Daerah, Membuat Prioritas Pembangunan Daerah Belum Didasarkan Pada Upaya Untuk Mengembangan Produk Unggulan Sebagai Objek Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat. Klaster Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah Berdasarkan Disisi Lain, Belum Terjalinnya Database Produk Kewilayanan Di Berdasarkan Kewilayahan Membuat Sulitanya Kabupaten Buton Mengidentifikasi Potensi Kewilayahan di Kabupaten Buton Bedasarkan Produk Unggulan Yang Ada Diwilayah (Desa/Kelurahan) Tersebut. 3 Kesesuaian Kebijakan Lambatnya Transformasi Kebijakan Disebabkan Oleh Belum Optimalnya Singkronisasi Kebijakan Program Prioritas Nasional Dengan Program Prioritas Daerah Khususnya Yang Berkaitan Dengan Pengembangan Produk Unggulan Yang Ada Di Daerah Kabupaten Buton. Melakukan Singkronisasi Kebijakan Daerah Kabupaten Buton Dengan Kebijakan Pemerintah Pusat Dan Provinsi, Dalam Rangka Mendukung Relevansi Program Nasional Dengan Program Pembangunan Di Daerah Kabupaten Buton Implementasi Kebijakan Dan Program Pembangunan Di Daerah Kabupaten Buton Belum Sepenuhnya Diarahkan Untuk Mendukung Sasaran Dan Prioritas Program Dan Kebijakan Pemerintah Pusat, Hal Ini Antara Pemerintah Menyebabkan Daerah Hanya Mampu Berkontribusi Pusat Dan Daerah Yang Telah Disesuaikan Dengan Minimal Dan Turut Berpengaruh Para Jumlah Nominal Transfer Pusat Yang Dapat Diperoleh. Kapasitas Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Olehnya Itu Diperlukan Adanya Rencana Aksi Daerah Yang Menurunkan Prioritas Kebijakan Nasional, Menjadi Rencana Aksi Daerah Yang Telah Disesuaikan Dengan Potensi Dan Kemampuan Infrastruktur Kebijakan Di Daerah Kabupaten Buton. Tabel 23. Penyelerasan Dengan Perkembangan Global Kondisi Ekosistem Riset Dan Inovasi Yang Mendukung Penguatan Tema Prioritas F. Penyelarasan Dengan Perkembangan Global No Area Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi Analisis Terhadap Kondisi Saat Ini Di Daerah Kondisi Yang Diharapkan Analisis Kebutuhan Penguatan Ekosistem Riset Dan Inovasi 1 Pengembangan Riset Dan Inovasi Berbasis Percepatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sdgs) Belum Terarahnya Perhatian Daerah Dalam Merespon Issue- Issue Global Kedalam Produk Riset Daerah, Sekaligus Melakukan Adopsi Dalam Program Inovasi Pembangunan Daerah Adanya Dokumen Kebijakan Daerah Yang Menempatkan Beberapa Agenda Sdgs Dalam Prioritas Pembangunan Daerah, Khusnya Berkaitan Dengan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Daerah Penyesuaian Fokus Tema/ Issue Riset Dan Inovasi Daerah Dengan Tema/ Issue Riset Dan Inovasi Global Belum Searah Menyebabkan Kebijakan Daerah Kabupaten Buton Belum Menyesuaikan Dan Mengarah Pada Tema/Issue Riset Dan Inovas Nasional Dan Global. 2 Tata Kelola Pemerintahahan Daerah Berbasis Dinamic Governance Tata Kelola Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Buton Belum Dapat Menunjukkan Adanya Responsivitasnya Terhadap Perubahan Yang Cepat Dan Unpredictable. Adanya Roadmap Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah Kabupaten Buton Yang Terstruktur, Sistematis Dan Dapat Diaplikasikan Kebutuhan Daerah Untuk Dapat Merespon Issue Global, Utamanya Dalam Tata Kelola Pemerintahan Belum Dilakukan Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buton. Salah Satu Elemen Yang Mempengaruhi Kondisi Ini Adalah Keterbatasan SDM Daerah, Anggaran Dan Kompetensi Yang Ada Dalam Memanfaatkan Dan Mengimplementasikan Model Tata Kelola Pemerintahan Yang Lebih Adaptif, Transparan Dan Akuntabel. 3 Tata Kelola Kebutuhan Masyarakat Daerah Berbasis Mitigasi Resiko Yang Handal Belum Adanya Bukti Penetapan Dan Penerapan Mitigasi Risiko Dalam Manajemen Pemerintahan Daerah Adanya Dokumen Mitigasi Resiko Khususnya Dalam Siklus Tata Kelola Pemerintahan Daerah Kabupaten Buton Salah Satu Pengembangan Modern Dalam Tata Kelola Pemerintahan Adalah Adanya Proses Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Memiliki Kemampuan Mengantisipasi Kondisi-Kondisi Tertentu, Semisal Bencana Alam, Pandemi Atau Kondisi Krisis Lainnya Yang Sejenis. 4 Penguatan Kerjasama Internasional Yang Lebih Inklusif Belum Terbangunnya Akses Dan Ruang Kerjasama Lingkup Internasional Yang Lebih Luas Dan Terbuka Bagi Daerah Adanya Kerjasama Riset Dan Inovasi Dalam Lingkup Internasional Dengan Memperhatikan Pada Upaya Penyelesaian Permasalah Di Daerah Pola Kerjasama Antara Lembaga Riset Dan Inovasi Daerah Dengan Lembaga Riset Dan Inovasi Internasional Yang Belum Terbangun Menyebabkan Tidak Kuatnya Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Untuk Menjalin Kerjasama Internasional Dalam Bidang Riset Dan Inovasi. Data Yang Terkumpul Dianalisis Secara Mendalam Untuk Mengidentifikasi Kesenjangan (Gaps) Antara Kebijakan Yang Ada Dan Kebutuhan Lapangan. Misalnya, Analisis Dapat Mengungkap Kurangnya Konektivitas Antara Lembaga Penelitian Lokal Dengan Sektor Industri Di Kabupaten Buton. Analisis Ini Membantu Memastikan Bahwa Kebijakan Yang Diusulkan Dapat Menjawab Masalah Spesifik. Strategi Pengembangan Ekosistem Pemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Di Daerah. Kabupaten Buton Merujuk Kepada Hasil Data Penelitian Pada Kesenjangan Kebijakan Berbasis Bukti Dan Ekosistem Riset Dan Inovasi Daerah Kabupaten Buton Yang Disesuaikan Dengan Peraturan BRIN No. 5 Tahun 2023 Tentang Tata Kelola Riset Dan Inovasi Di Daerah, Sebagai Berikut :