2.DIY 75,08 75,08 Sumber: Badan Pusat Statistik Angka Harapan Hidup (AHH) didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. AHH merupakan salah satu tolak ukur penentuan kualitas hidup manusia sehingga menjadi salah satu alat evaluasi kinerja pemerintah. Dilihat dari Tabel 4, diketahui bahwa AHH di Kabupaten Gunungkidul masih stabil di angka 74,23. Namun, angka ini masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan AHH DIY yaitu 75,08 Tahun. Salah satu aspek yang mempengaruhi AHH tersebut adalah Angka Kematian Ibu 3.2.2. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu menjadi salah satu faktor pengukuran AHH. Kematian ibu yang dimaksud dalam data ini adalah kematian ibu yang disebabkan oleh kehamilan, melahirkan dan nifas. Angka Kematian Ibu dihitung per 100.000 kelahiran hidup. Tabel 5 Jumlah Kematian Ibu Hamil, Melahirkan, dan Nifas Menurut Kelompok Usia dan Kapanewon Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022-2023 No Kapanewon Tahun 2022 Tahun 2023 Usia Kematian Ibu Jumlah Usia Kematian Ibu Jumlah < 20 20 - 35 > 35 < 20 20 - 35 > 35 1 Nglipar 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Gedangsari 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Patuk 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Rongkop 0 0 1 1 0 0 0 0 5 Girisubo 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Ponjong 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Wonosari 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Karangmojo 0 1 1 2 0 1 0 1 9 Panggang 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Purwosari 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tepus 0 0 0 0 0 0 1 1 12 Tanjungsari 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Paliyan 0 0 1 1 0 1 0 1 14 Saptosari 0 0 0 0 0 0 0 0 15 Ngawen 0 0 0 0 0 1 0 1 16 Semanu 0 0 0 0 0 0 0 0 17 Semin 0 0 0 0 0 1 0 1 18 Playen 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 1 3 4 0 4 1 5 Sumber: Dinas Kesehatan Dari Tabel 5 diketahui jumlah kematian ibu tahun 2023 meningkat dari tahun 2022 sebanyak 1 kasus. Kasus kematian ibu terjadi dua tahun berturut-turut di Kapanewon Karangmojo dan Kapanewon Paliyan. Kasus kematian ibu di Gunungkidul pada tahun 2022 paling banyak terjadi pada ibu yang berusia di atas 30 tahun, sementara pada tahun 2023 paling banyak terjadi pada ibu yang berusia 20-35 tahun. Tabel 6 Persentase Penyebab Kematian Ibu Pada Masa Hamil, Melahirkan, dan Nifas Menurut Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022 - 2023 No. Kapanewon Tahun Persentase Penyebab Kematian Ibu Eklam sia %Infeksi %Aburtus %P.Lama/Macet%EmboliObstertri %Kompi MasaPuepureum%Lain lain %Perdarahan% 1 Nglipar 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Gedangsari 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Patuk 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Rongkop 2022 0 0 0 0 0 0 1 1 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Girisubo 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Ponjong 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Wonosari 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Karangmojo 2022 1 0 0 0 0 0 0 0 2023 1 0 0 0 0 0 0 0 9 Panggang 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Purwosari 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 11 Tepus 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 1 0 0 0 0 0 0 0 12 Tanjungsari 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 13 Paliyan 2022 1 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 1 14 Saptosari 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 15 Ngawen 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 1 0 0 0 0 0 0 0 16 Semanu 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 17 Semin 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 1 0 0 0 0 0 0 0 18 Playen 2022 0 0 0 0 0 0 0 0 2023 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 2022 1 0 0 0 0 0 1 2 2023 4 0 0 0 0 0 0 1 Sumber: Dinas Kesehatan Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan kematian ibu pada saat kehamilan, melahirkan dan masa nifas. Eklamsia menjadi faktor penyebab paling banyak kasus kematian ibu. Eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kejang, penurunan kesaran, dan kerusakan organ seperti gagal ginjal dan hati. Faktor penyebab kematian ibu kedua di Kabupaten Gunungkidul adalah pendarahan. Meskipun faktor penyebab kematian ibu disebabkan oleh kondisi medis, terdapat faktor lain yang dapat memperbesar faktor risiko. Terdapat istilah 4 Terlalu dan 3 Terlambat pada ibu hamil. 4 Terlalu adalah terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat (jarak kehamilam), dan terlalu banyak. 3 Terlambat adalah terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai di fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapat penanganan. Tabel 7 menunjukkan data jumlah dan persentase kelahiran dilihat dari penolong persalinan. Pada tahun 2022, persalinan paling banyak ditolong oleh dokter yaitu 50,52%. Persentase ini meningkat pada tahun 2023 menjadi 56,21%. Namun, terdapat kelahiran yang dilbantu oleh dukun pada tahun 2023. Persalinan dengan bantuan dukun tidak disarankan karena dukun tidak memahami dasar-dasar ilmu kesehatan yang dapat membahayakan ibu serta bayi. Tabel 7 Jumlah Dan Persentase Kelahiran Berdasarkan Penolong Persalinan Menurut Kapanewon Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022-2023 No UPT Puskesmas Tahun 2022 Tahun 2023 Jumlah Kelahiran Jumlah Persalinan Dokter % Bidan % Dukun % Jumlah Kelahiran Jumlah Persalinan Dokter % Bidan % Dukun % 1 Nglipar I 144 144 58 40,28 86 59,72 0 0 113 111 48 43,24 63 56,76 0 0 2 Nglipar II 155 155 62 40,00 93 60,00 0 0 152 152 66 43,42 86 56,58 0 0 3 Gedangsari I 217 214 110 51,40 101 47,20 0 0 199 197 103 52,28 93 47,21 0 0 4 Gedangsari II 256 256 154 60,16 102 39,84 0 0 227 226 158 69,91 67 29,65 0 0 5 Patuk I 170 169 82 48,52 87 51,48 0 0 177 176 104 59,09 72 40,91 0 0 6 Patuk II 115 114 48 42,11 66 57,89 0 0 106 105 68 64,76 37 35,24 0 0 7 Rongkop 208 206 135 65,53 70 33,98 0 0 185 184 107 58,15 77 41,85 0 0 8 Girisubo 177 176 106 60,23 70 39,77 0 0 173 173 114 65,90 58 33,53 0 0 9 Ponjong I 337 333 198 59,46 136 40,84 0 0 299 298 191 64,09 106 35,57 1 0,34 10 Ponjong II 132 130 77 59,23 53 40,77 0 0 142 140 90 64,29 50 35,71 0 0 11 Wonosari I 301 300 197 65,67 103 34,33 0 0 284 282 197 69,86 85 30,14 0 0 12 Wonosari II 397 396 234 59,09 161 40,66 0 0 389 385 230 59,74 154 40,00 0 0 13 Karangmojo I 247 244 128 52,46 116 47,54 0 0 231 228 124 54,39 104 45,61 0 0 14 Karangmojo II 200 197 121 61,42 75 38,07 0 0 198 196 122 62,24 74 37,76 0 0 15 Panggang I 122 122 38 31,15 84 68,85 0 0 95 95 38 40,00 57 60,00 0 0 16 Panggang II 171 168 44 26,19 124 73,81 0 0 153 151 83 54,97 68 45,03 0 0 17 Purwosari 174 170 71 41,76 99 58,24 0 0 137 133 68 51,13 65 48,87 0 0 18 Tepus I 80 80 52 65,00 28 35,00 0 0 73 73 40 54,79 33 45,21 0 0 19 Tepus II 152 151 72 47,68 79 52,32 0 0 150 149 67 44,97 80 53,69 0 0 20 Tanjungsari 218 218 154 70,64 64 29,36 0 0 211 208 153 73,56 55 26,44 0 0 21 Paliyan 335 335 143 42,69 192 57,31 0 0 301 301 138 45,85 163 54,15 0 0 22 Saptosari 337 337 70 20,77 267 79,23 0 0 328 328 103 31,40 224 68,29 0 0 23 Ngawen I 183 182 94 51,65 89 48,90 0 0 183 182 122 67,03 61 33,52 0 0 24 Ngawen II 155 155 79 50,97 76 49,03 0 0 142 142 84 59,15 58 40,85 0 0 25 Semanu I 281 277 169 61,01 107 38,63 0 0 262 260 144 55,38 116 44,62 0 0 26 Semanu II 211 208 65 31,25 143 68,75 0 0 154 152 62 40,79 90 59,21 0 0 27 Semin I 289 286 157 54,90 129 45,10 0 0 299 295 190 64,41 105 35,59 0 0 28 Semin II 226 225 122 54,22 103 45,78 0 0 216 215 138 64,19 77 35,81 0 0 29 Playen I 315 314 147 46,82 167 53,18 0 0 268 266 129 48,50 137 51,50 0 0 30 Playen II 277 276 116 42,03 160 57,97 0 0 250 249 121 48,59 128 51,41 0 0 Jumlah 6.582 6.53 8 3303 50,52 323 0 49,40 0 0 6.097 6.052 3402 56,21 264 3 43,67 1 0,34 Sumber: Dinas Kesehatan Tabel 8 Jumlah Dan Persentase Ibu Hamil yang Beresiko Menurut Kapanewon Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022-2023 No. PUSKESMAS TAHUN 2022 TAHUN 2023 JUMLAH BUMIL BUMIL KEK % BUMIL KEK BUMIL RISTI % BUMIL RISTI JUMLAH BUMIL BUMIL KEK % BUMIL KEK BUMIL RISTI % BUMIL RISTI 1 Nglipar I 230 27 11,74 47 0,20 182 36 19,78 36 19,78 2 Nglipar II 206 28 13,59 42 0,20 171 18 10,53 34 19,88 3 Gedangsari I 256 59 23,05 51 0,20 228 64 28,07 46 20,18 4 Gedangsari II 282 78 27,66 56 0,20 246 72 29,27 49 19,92 5 Patuk I 173 21 12,14 36 0,21 148 15 10,14 29 19,59 6 Patuk II 125 27 21,60 25 0,20 167 42 25,15 33 19,76 7 Rongkop 227 53 23,35 45 0,20 183 41 22,40 37 20,22 8 Girisubo 186 40 21,51 38 0,20 173 45 26,01 37 21,39 9 Ponjong I 385 27 7,01 78 0,20 331 58 17,52 65 19,64 10 Ponjong II 147 42 28,57 29 0,20 151 18 11,92 31 20,53 11 Wonosari I 352 49 13,92 71 0,20 321 45 14,02 64 19,94 12 Wonosari II 438 4 0,91 87 0,20 447 59 13,20 88 19,69 13 Karangmojo I 266 42 15,79 53 0,20 252 42 16,67 50 19,84 14 Karangmojo II 218 46 21,10 42 0,19 204 44 21,57 42 20,59 15 Panggang I 142 61 42,96 29 0,20 118 23 19,49 24 20,34 16 Panggang II 173 102 58,96 34 0,20 167 40 23,95 33 19,76 17 Purwosari 190 59 31,05 39 0,21 206 41 19,90 42 20,39 18 Tepus I 82 24 29,27 16 0,20 97 10 10,31 20 20,62 19 Tepus II 187 34 18,18 37 0,20 134 24 17,91 26 19,40 20 Tanjungsari 240 58 24,17 47 0,20 235 42 17,87 47 20,00 21 Paliyan 355 53 14,93 73 0,21 255 74 29,02 50 19,61 22 Saptosari 369 35 9,49 73 0,20 337 80 23,74 67 19,88 23 Ngawen I 227 32 14,10 45 0,20 213 28 13,15 50 23,47 24 Ngawen II 162 45 27,78 33 0,20 147 33 22,45 29 19,73 25 Semanu I 371 54 14,56 74 0,20 401 58 14,46 81 20,20 26 Semanu II 197 49 24,87 39 0,20 165 30 18,18 33 20,00 27 Semin I 325 69 21,23 65 0,20 300 53 17,67 60 20,00 28 Semin II 235 29 12,34 47 0,20 246 38 15,45 50 20,33 29 Playen I 363 17 4,68 72 0,20 326 34 10,43 66 20,25 30 Playen II 316 76 24,05 63 0,20 297 32 10,77 60 20,20 Jumlah 7.425 1340 18,05 1486 20,01 6.848 1.239 18,09 1379 20,14 Sumber: Dinas Kesehatan Ibu hamil adalah masa yang harus dijaga dan butuh perawatan. Ibu hamil memiliki risiko tinggi dalam proses kehamilan, persalinan dan nifas. Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK). Ibu hamil ini memiliki ciri-ciri yaitu ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) di bawah 23,5 cm dan Indeks Massa Tubuh (IMT) saat pra hamil atau Trimester I dengan usia kehamilan ≤12 minggu dibawah 18,5 kg/m². Pada tabel 8 dapat dilihat ibu hamil KEK pada tahun 2022 mencapai 18,05%. Pada Tahun 2023, angka ini meningkat menjadi 18,09%. Sejalan dengan itu, ibu hamil dengan risiko tinggi pada tahun 2022 adalah 20,01% dan mengalami kenaikan pada tahun 2023 menjadi 20,14%. 3.2.3. Angka Penderita HIV/AIDS Tabel 9 Jumlah Penderita HIV / AIDS Menurut Jenis Kelamin Dan Kapanewon Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022-2023 No. Kapanewon Tahun 2022 Tahun 2023 Penderita HIV Penderita HIV L P L+P L P L+P 1 Nglipar 1 0 1 1 1 2 2 Gedangsari 2 1 3 2 1 3 3 Patuk 1 1 2 0 1 1 4 Rongkop 0 0 0 0 1 1 5 Girisubo 1 0 1 0 3 3 6 Ponjong 3 1 4 2 2 4 7 Wonosari 3 3 6 9 4 13 8 Karangmojo 1 0 1 5 2 7 9 Panggang 0 3 3 0 1 1 10 Purwosari 0 1 1 0 0 0 11 Tepus 1 1 2 2 2 4 12 Tanjungsari 3 0 3 0 1 1 13 Paliyan 2 0 2 0 0 0 14 Saptosari 3 1 4 1 0 1 15 Ngawen 1 1 2 0 0 0 16 Semanu 3 3 6 1 2 3 17 Semin 4 2 6 3 3 6 18 Playen 3 4 7 3 1 4 Jumlah 32 22 54 29 25 54 Sumber: Dinas Kesehatan Penderita HIV/AIDS tersebat di seluruh Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Jumlah penerita HIV/AIDS pada tahun 2023 masih sama dengan tahun 2023, tetapi dengan perbandingan laki-laki dan perempuan yang berbeda. Berdasarkan Tabel 9, HIV/AIDS lebih banyak diidap oleh laki-laki. Terdapat kerentanan laki-laki pada isu HIV/AIDS. 3.2.4. Angka Prevalensi Stunting Stunting adalah adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibanding anak seusianya. Namun, stunting bukan hanya sekedar pendek maupun kurang gizi. Kondisi stunting berakibat jangka panjang pada pertumbuhan anak baik dari faktor fisik maupun kognitif. Tabel 10 Prevalensi Stunting Tahun 2022-2023 No. Kapanewon Tahun 2022 Tahun 2023 1 Nglipar 13,53 16,65 2 Gedangsari 19,55 17,80 3 Patuk 17,53 17,66 4 Rongkop 18,84 23,74 5 Girisubo 16,35 13,93 6 Ponjong 16,43 13,59 7 Wonosari 4,86 12,91 8 Karangmojo 21,72 17,34 9 Panggang 12,33 17,77 10 Purwosari 17,07 5,35 11 Tepus 16,56 15,58 12 Tanjungsari 11,06 11,00 13 Paliyan 12,32 19,44 14 Saptosari 16,27 11,56 15 Ngawen 16,30 17,26 16 Semanu 21,68 15,84 17 Semin 10,84 12,03 18 Playen 15,53 16,24 Kabupaten 15,42 15,25 Sumber: Dinas Kesehatan Stunting menjadi salah satu isu utama di Kabupaten Gunungkidul. Secara umum terjadi penurunan dalam angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 yaitu dari 15,42% (4574 balita) menjadi 15,25% (4310 balita). Kapanewon Karangmojo menjadi kapanewon dengan prevalensi stunting tertinggi pada tahun 2022. Kapanewon Rongkop menjadi kapanewon dengan prevalensi stunting tertinggi pada tahun 2023. 3.3. Bidang Pendidikan 3.3.1. Angka Partisipasi Kasar Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Angka Partisipasi Kasar (APK) dapat menggambarkan keikutsertakan penduduk pada setiap jenjang pendidikan. APK dapat menjadi indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Tabel 11 Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022-2023 No Kabupaten Tahun SD SLTP SLTA