Objek PBB-P2 merupakan Bumi dan/atau Bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kawasan objek pajak bumi dan bangunan yang pemungutan pajak bumi dan bangunannya merupakan kewenangan pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk permukaan Bumi hasil kegiatan reklamasi atau pengurukan. Yang dikecualikan dari objek PBB-P2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kepemilikan, penguasaan, dan/atau pemanfaatan atas:
a.Bumi dan/atau Bangunan kantor pemerintah pusat, kantor Pemerintah Daerah, dan kantor penyelenggara negara lainnya yang dicatat sebagai barang milik negara atau barang milik Daerah;
b.Bumi dan/atau Bangunan yang digunakan sematamata untuk melayani kepentingan umum di bidang keagamaan, panti_ sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan;
c.Bumi dan/atau. Bangunan yang semata-mata digunakan untuk tempat makam (kuburan), peninggalan purbakala, atau yang sejenis;
d.Bumi yang merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wwisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak;
e.Bumi dan/atau Bangunan yang digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik;
f.Bumi dan/atau Bangunan yang digunakan oleh Badan atau perwakilan lembaga internasional yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri;
g.Bumi dan/atau Bangunan untuk jalur kereta api, moda raya terpadu (Mass Rapid Transit), lintas raya terpadu (Light Rail Transit), atau yang sejenis;
h.Bumi dan/atau Bangunan tempat tinggal lainnya berdasarkan NJOP tertentu yang ditetapkan oleh Bupati; dan
i.Bumidan/atau Bangunan yang dipungut pajak bumi dan bangunan oleh pemerintah pusat.
(2)
(3)
(4)
(5)Objek... 6
(5)
(7)
(9)
(10)Objek PBB-P2 sebagaimana dimaksud pada ayat terdiri atas:
a.objek pajak umum; dan
b.objek pajak khusus. Objek Pajak Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a terdiri atas:
a.objek pajak standar; dan
b.objek pajak nonstandard. Objek pajak umum sebagaimana dimaksud pada ayat (6) merupakan objek pajak yang memiliki konstruksi umum dengan keluasan tanah berdasarkan kriteria tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini. Objek pajak khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b merupakan objek pajak yang memiliki konstruksi khusus, fungsi khusus, atau keberadaannya memiliki arti yang khusus, seperti: jalan tol; bandar udara; stasiun; bendungan; pelabuhan, dermaga, galangan kapal; lapangan golf; stadion; sirkuit balap; pabrik semen/pupuk; tempat rekreasi; tempat penampungan/kilang minyak, air, atau gas; pipa minyak, air, atau gas; . Stasiun pengisian bahan bakar; menara; dan Bangunan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk objek pajak khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b adalah Bangunan yang berada di bawah permukaan Bumi, baik yang menjadi bagian dari Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) maupun yang berdiri sendiri. Bangunan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf o terdiri dari: bangunan tempat tinggal dan sejenisnya; bangunan keagamaan; bangunan perdagangan dan jasa; bangunan industri; bangunan pergudangan; bangunan perkantoran; bangunan transportasi; bangunan pelayanan umum; dan bangunan khusus.
(6)
(8)a. d. e. f. 1, 1 m. n. ho AO op BAB III... 7